View Full Version : What do you think about illigal immigrants?


Kopassus
November 2nd, 2009, 03:53 PM
What do you think about illigal immigrants like these Srilankians?

Comments: Boat people to be relocated

Sat, 10/31/2009 1:42 PM | Reader's Forum
http://www.thejakartapost.com/files/images/p20-b_17.jpg
Sweating it out: Sri Lankan boat people, moored off Merak Port in Banten province, receive drinking water on Oct. 28. (JP/Ricky Yudhistira)


The Riau Islands administration will host 78 Sri Lankan boat people at its immigration detention center in Tanjung Pinang. Provincial justice and human rights office head I Gede Widiharta said Monday the South Asians were heading to Tanjung Pinang on an Australian customs ship. Two Indonesian warships flanked the Australian vessel when it entered Bintan waters.

"The Sri Lankan refugees will be relocated here following a ministerial talk between the two countries. The Justice and Human Rights Ministry has requested us to arrange the relocation," Widiharta said. Australia has denied entry to the Sri Lankans. Widiharta said the choice of the Tanjung Pinang immigration office's detention center was made by the central government.

Some comments of Jakartapostreaders:
Your comments:
Isn't Indonesia an "international country"? These people aren't asylum seekers, they are asylum shoppers.

Aengus-Cam
Sydney

If they are truly refugees, surely they would seek refuge in the first country that could provide safety. Why is there this "Western country only" scenario? What happens if Indonesia plans to give them asylum? Would they bite the hand that feeds them?

Dave N
Jakarta

Australia has denied entry to the Sri Lankans as they are totally safe in Indonesia. There is no oppression against Sri Lankan Tamils in Indonesia, but they refused to stay in Indonesia and tried to come to Australia illegally. They are not genuine asylum seekers. They are "economic refugees".

Brad
Sydney

Brad, I wish I could make that sort of judgment about whether people are genuine or not. And all the way from Sydney too! How do you do that? Judging from your mangled English, I'd say you weren't originally Australian (maybe I'm wrong).

If so, don't you remember what it was like being suddenly free, free to be yourself, to say what you wanted without fear of being arrested and bashed, to walk down the street without wondering if you're about to be attacked or hit by a sniper.

As an Australian with a migrant background, I can tell you that it made a big impact on me. Try talking to people who have been in the situation these people have faced. Go visit them in Villawood, like I have. It's life-changing. And you learn not to jump to conclusions so quickly.

Freddy
Surabaya

Why do we have to deal with this every time? The Australians say no to these refugees, but we have to be generous? I'm all for human rights, but if Australia claims to be a Commonwealth nation they should welcome these Sri Lankans. Or send them back to Sri Lanka, of course.

Dimzee-oowee
Amsterdam


Donaldraden82 (not verified), australia — Mon, 11/02/2009 - 2:45pm
Ebay is playing hypocrate as usual, they are tamils they are rebels who lost war againts srilankan gov.they are not genuinely asylum seekers, just for looking a good life.

eBay (not verified), Britain — Sun, 11/01/2009 - 1:44pm
Both Australia and Indonesia are playing nasty games here. 1) The asylum seekers ARE on Australian territory (their boat). 2) Indonesia is not a good place for asylum seekers as they treat them inhumanely (separate families and use nasty detention centres). 3) Australia says it can use force against them! 4) Some of the asylum seekers are said to have been in Indonesia for 5 years, so why are they asylum seekers bound for Australia now? 5) Australia is basically paying Indonesia to clean this "dirty" laundry. At the end of the day these are human beings who clearly have a claim to asylum given what has happened in their own country and both Australia and Indonesia are acting like animals towards them; shame on both countries, you disgust me truly.

Bingung (not verified), Jakarta — Sun, 11/01/2009 - 3:48am
There are reports today many of the 78 have been living in Indonesia "for as long as 5 years, and had been accepted by the United Nations office in Jakarta as genuine refugees. They engaged a people smuggler because of their frustrations that no country would accept them, leaving them to sit in limbo in rented accommodation in Indonesia, unable to work or study." Why does Indonesia not allow them to become citizens? If they have lived safely here for the last 5 years, then their desires to go to Australia are purely economic.

Venantio
November 3rd, 2009, 08:06 AM
Are we talking about illegal immigrants or asylum seekers? These two things have the very different meaning.

karbol
November 4th, 2009, 09:01 AM
kebanyakan 'pencari suaka' atau ilegal imigrant ini tujuan akhirnya bukan indonesia. tapi australia atau selandia baru... mereka ga mau koq tinggal di negara kita.

jadi sebaiknya kalo di laut aparat kita menemukan mereka, yaaa dibiarin aja nyampe australia...:naughty:

fajarmuhasan
November 4th, 2009, 10:05 AM
Baik yg mencaricsuaka ataupun ilegal imigrant (mungkin ini nyari kerja), kalo ketemu dilaut indonesia ditanya aja tujuannya kemana, kalo ke australia ya disuruh lurus arah kesana kalo tujuannya indonesia ya suruh balik kanan.
Jika pas nemuin mereka dan mereka lagi kelaparan ya gpp-lah dikasih nasi bungkus dan air minum tapi gak perlu berlabuh di indonesia

JAG2
November 4th, 2009, 06:49 PM
Let them stay .

Venantio
November 5th, 2009, 09:26 AM
kebanyakan 'pencari suaka' atau ilegal imigrant ini tujuan akhirnya bukan indonesia. tapi australia atau selandia baru... mereka ga mau koq tinggal di negara kita.

jadi sebaiknya kalo di laut aparat kita menemukan mereka, yaaa dibiarin aja nyampe australia...:naughty:

Sebenarnya illegal immigrant dan pencari suaka itu dua pengertian yang sangat berbeda. Illegal immigrant lebih berarti orang yang masuk ke negara asing tanpa melalui prosedur seharusnya dan tidak memiliki dokumen resmi lainnya. Mereka memang sengaja melakukan itu dan biasanya karena mau enaknya sendiri atau alasan-alasan ekonomis lain, sementara itu sebenarnya kondisi lingkungannya sendiri sebenarnya tidak membuat dia terpaksa melakukan itu atau dengan kata lain mereka melakukannya karena pilihannya sendiri. Akibatnya bisa masuk penjara dan/atau dideportasi.

Sementara itu, pencari suaka adalah orang-orang yang memang terpaksa melarikan diri dari negaranya dan menjadi pengungsi di negara lain. Mereka biasanya memang tidak memiliki dokumen resmi disebabkan oleh keadaan yang memaksa dan mereka juga tidak memiliki pilihan lain. Dalam kasus ini, biasanya negara-negara yang dituju memperlakukan mereka dengan kebijakan yang sangat berbeda dengan illegal immigrant.

Jadi pertanyaan saya sekali lagi, kita bicara mengenai illegal immigrant atau asylum seekers?

karbol
November 5th, 2009, 11:37 AM
Sebenarnya illegal immigrant dan pencari suaka itu dua pengertian yang sangat berbeda. Illegal immigrant lebih berarti orang yang masuk ke negara asing tanpa melalui prosedur seharusnya dan tidak memiliki dokumen resmi lainnya. Mereka memang sengaja melakukan itu dan biasanya karena mau enaknya sendiri atau alasan-alasan ekonomis lain, sementara itu sebenarnya kondisi lingkungannya sendiri sebenarnya tidak membuat dia terpaksa melakukan itu atau dengan kata lain mereka melakukannya karena pilihannya sendiri. Akibatnya bisa masuk penjara dan/atau dideportasi.

Sementara itu, pencari suaka adalah orang-orang yang memang terpaksa melarikan diri dari negaranya dan menjadi pengungsi di negara lain. Mereka biasanya memang tidak memiliki dokumen resmi disebabkan oleh keadaan yang memaksa dan mereka juga tidak memiliki pilihan lain. Dalam kasus ini, biasanya negara-negara yang dituju memperlakukan mereka dengan kebijakan yang sangat berbeda dengan illegal immigrant.

Jadi pertanyaan saya sekali lagi, kita bicara mengenai illegal immigrant atau asylum seekers?

u right...

masalahnya gini, beberapa tahun lalu, sy sempat bertemu dengan pencari suaka asal afganistan di lombok. mereka sudah bertahun-tahun tinggal di Indonesia, bahkan ada yang sudah beranak pula... nah repotnya, mereka itu kaga mau tinggal di indonesia. maunya di Australia atau New zealand.

kalo pencari suaka, yang notabene cuma butuh tempat aman untuk berlindung aja kaga mau tinggal di indonesia, apalagi imigran gelap. mana mau dia tinggal di Indonesia... tinggal di Ausie enak kali yee...

makanya, menurut gw, kalo ketemu di laut, cuekin aja... suruh mereka lanjut aja ke Ausie... heheheh...

Venantio
November 6th, 2009, 12:21 AM
^^ Memang banyak juga pencari suaka yang masih saja pilih-pilih.. masalahnya sekarang, kenapa pencari suaka itu (seperti yang asal Afganistan) pilih Aussie atau New Zealand? Kenapa bukan Indonesia? Jangan-jangan mereka memang tidak suka Indonesia atau mereka mendengar info miring tentang Indonesia... Aneh juga... Sementara itu, ternyata mereka malah sudah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun...

Kenyataan ini menarik pula untuk masuk thread "what do foreigners say about Indonesia?" Bukankah mereka tetap saja foreigner dan kenapa mereka tidak mau tinggal di Indonesia yang nota bene punya beberapa kesamaan?

peseg5
November 6th, 2009, 02:41 AM
^^ Memang banyak juga pencari suaka yang masih saja pilih-pilih.. masalahnya sekarang, kenapa pencari suaka itu (seperti yang asal Afganistan) pilih Aussie atau New Zealand? Kenapa bukan Indonesia? Jangan-jangan mereka memang tidak suka Indonesia atau mereka mendengar info miring tentang Indonesia... Aneh juga... Sementara itu, ternyata mereka malah sudah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun...

Kenyataan ini menarik pula untuk masuk thread "what do foreigners say about Indonesia?" Bukankah mereka tetap saja foreigner dan kenapa mereka tidak mau tinggal di Indonesia yang nota bene punya beberapa kesamaan?

Kayaknya lebih utama karena melihat Australia dan NZ lebih kinclong dibanding Indonesia. Sama halnya seperti Mexico atau US, mayoritas ya setuju pasti akan memilih US, walaupun Mexico kan gak under developed.

fajarmuhasan
November 6th, 2009, 03:09 AM
Pencari suaka dah lama di indonesia bahkan sampai beranak pinak...tapi mereka gak mau netap di indonesia.............lahh selama ini netap dimana donk???? kan sampai beranak pinak di indonesia berarti kan betah...kalo gak betah tentu akan kabur.....kurang masuk akal juga tuch pengungsi....kalo gw nilai itu orang-orang pemalas yg gak mau kerja.
Dengan alasan mau ngelanjutin ke Ausi tapi tetap tinggal di indonesia, ada keuntungan yg mereka dapat karena status tinggal sementara mereka dapat tinggal di penampungan juga dapat jatah makan gratis, baju, perlengkapan kehidupan lainnya..pokoknya semua tercukupi tanpa harus bekerja. Coba kalo mereke bilang mau netap di indonesia kan disuruh keluar dari kamp serta harus bekerja jika perlu makan.
Makanya meski bilang mau ke ausi tapi mereka juga gak berusaha keras untuk kesana....karena dah enak di indonesia, tinggal gratis makan gratis baju gratis.....

Cuma opini gw loh....

karbol
November 6th, 2009, 08:12 AM
Pencari suaka dah lama di indonesia bahkan sampai beranak pinak...tapi mereka gak mau netap di indonesia.............lahh selama ini netap dimana donk????

pengungsi afghan yang gw temui waktu itu di Lombok NTB. dah lama banget disana... mereka bahkan dah bisa bahasa Indonesia, dan anak2nya bersekolah di SD setempat. mereka terus berusaha agar bisa diberikan ijin dari PBB untuk menetap di Ausie atau NZ. malah dulu sampe demo jahit mulut segala.

di bogor juga kalo ga salah ada juga tuh pengungsi serupa...


kan sampai beranak pinak di indonesia berarti kan betah...kalo gak betah tentu akan kabur.....kurang masuk akal juga tuch pengungsi....kalo gw nilai itu orang-orang pemalas yg gak mau kerja.
Dengan alasan mau ngelanjutin ke Ausi tapi tetap tinggal di indonesia, ada keuntungan yg mereka dapat karena status tinggal sementara mereka dapat tinggal di penampungan juga dapat jatah makan gratis, baju, perlengkapan kehidupan lainnya..pokoknya semua tercukupi tanpa harus bekerja. Coba kalo mereke bilang mau netap di indonesia kan disuruh keluar dari kamp serta harus bekerja jika perlu makan.
Makanya meski bilang mau ke ausi tapi mereka juga gak berusaha keras untuk kesana....karena dah enak di indonesia, tinggal gratis makan gratis baju gratis.....

Cuma opini gw loh....

masuk akal bro...

David-80
November 7th, 2009, 04:57 PM
asylum seeker pengertianya adalah, mereka lari dari negara asal untuk menghindari prosecution di negara nya....karena mereka mau dibunuh, di penjara....dengan alasan yang tidak masuk akal....

contoh di US...sekali dia dapet status asylum...maka dia ga bisa keluar dari US..kecuali udah jadi citizen....kalo dia lari dari US, maka status asylum nya ilang...karena logikanya...dia kan mencari perlindungan...kok malah kabur dari US?

so, para pengungsi afghan yg di Indonesia, ga lebih adalah economic asylum....bukan pure asylum seeker...karena jelas2 mereka aman kok di Indonesia...ngapain mereka mesti ke Australia segala?

cheers

Venantio
November 9th, 2009, 10:02 PM
asylum seeker pengertianya adalah, mereka lari dari negara asal untuk menghindari prosecution di negara nya....karena mereka mau dibunuh, di penjara....dengan alasan yang tidak masuk akal....



Ada alasan yang masuk akal, ada juga alasan yang dibuat-buat... Orang Indonesia di Canada ini banyak yang minta status asylum, tapi karena pemerintah Canada tahu bahwa Indonesia secara umum aman, banyak sekali yang ditolak dan dideportasi balik ke Indonesia. Sekali ditolak dan dideportasi, statusnya jadi blacklist dan akan sulit sekali mendapatkan visa masuk Canada. Rasanya US juga demikian....

novian
November 16th, 2009, 04:16 AM
20 Imigran Mau Tinggal di Rudenim
Jumat, 13 November 2009
Dewan Masih Keberatan Keberaadaan Imigran Sri Lanka

Tanjungpinang, tribun - Sebanyak 20 dari 78 imigran Sri Lanka yang berada di atas kapal Oceanic Viking berbendera Australia, bersedia ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan seorang sumber yang enggan disebut namanya di Tanjungpinang. Dikatakan, hanya 20 dari imigran Sri Lanka sebanyak itu yang akan dipindahtempatkan ke Rudenim Kepulauan Riau pada Jumat siang (13/11), sedangkan sisanya memilih untuk tetap tinggal di kapal.

Sementara itu, Direktur Keamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri Indonesia, Sujatmiko yang tengah berada di Tanjungpinang, menolak mengomentari permasalahan itu.

“Saya baru sampai di Tanjungpinang, tolong jangan tanya masalah itu dulu,” ujar Sujatmiko.
Sebelumnya, Sujatmiko mengatakan bahwa kapal Oceanic Viking sejak 26 Oktober 2009 hingga sekarang lego jangkar di perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Mabes TNI dan Departemen Luar Negeri mengizinkan kapal Oceanic Viking untuk lego jangkar sampai 6 November 2009, kemudian diperpanjang hingga 13 November 2009.

Sebanyak 78 imigran Sri Lanka yang terdiri atas 68 pria, lima wanita dan lima anak-anak yang berada di kapal itu, tidak diizinkan Pemerintah Indonesia untuk tinggal di wisma ataupun perumahan yang berada di Tanjungpinang. Mereka hanya dibenarkan tinggal di Rudenim Kepulauan Riau.

Keinginan imigran Sri Lanka untuk tinggal di wisma dan perumahan warga tersebut, disampaikan kepada Pemerintah Australia.

“Pemerintah Australia terus mendesak agar imigran tersebut untuk sementara tetap tinggal di Indonesia. Kami berharap kapal Oceanic Viking yang membawa imigran gelap itu secepatnya meninggalkan Indonesia, setelah izin lego jangkarnya berakhir,” ujar Sujatmiko pekan lalu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepulauan Riau, Nur Syafriadi, mengatakan Pemerintah Kepulauan Riau merasa keberatan jika imigran Sri Lanka tersebut tinggal di Rudenim Kepulauan Riau. “Kami keberatan jika imigran Sri Lanka tinggal di kepulauan itu. Masalahnya, identitas mereka tidak jelas,” katanya.
Jika terjadi sesuatu terhadap masyarakat Kepulauan Riau yang diakibatkan oleh imigran Sri Lanka itu, papar dia, maka pemerintah setempat akan menuntut para pihak yang bertanggung jawab dalam permasalahan tersebut. “Kami tidak mau kehadiran mereka merugikan masyarakat Kepulauan Riau,” katanya. (ant)

novian
November 16th, 2009, 04:17 AM
4 Minggu Lagi Angkat Kaki
Minggu, 15 November 2009
Deplu Deadline 78 Imigran Srilangka

TANJUNGPINANG, TRIBUN-Pemerintah pusat akhirnya mengeluarkan sikap tegas terhadap keberadaan para imigran asal Srilangka yang saat ini berada di Kepri. Sikap tegas itu ditunjukkan dengan memberikan batas waktu maksimal 12 minggu kepada para pengungsi tersebut untuk tinggal di rumah detensi imigrasi (rudenim) Tanjungpinang.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia Triyono Wibowo saat meninjau 22 imigran yang saat ini berada di Rudenim, Sabtu (14/11). “Satu hal yang perlu saya sampaikan adalah keberadaan para Imigran asal Srilangka di sini ada batas waktunya. Kami memberikan batas waktu empat minggu, enam minggu dan 12 minggu mereka berada di sini,” kata Triyono.

Setelah lewat dari batas waktu tersebut, sambung Triyono, seluruh imigran asal Srilangka tersebut harus keluar dari wilayah Indonesia. “Sikap ini merupakan sikap tegas dari pemerintah Indonesia bahwa tidak ada satu orang pun imigran yang bisa tinggal selama-lamanya atau terus menerus di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Wamenlu mengatakan pemerintah Indonesia akan berusaha memberikan fasilitas terbaik kepada para imigran tersebut. Hal ini didasari kepada prinsip kemanusiaan yang dipegang teguh oleh pemerintah Indonesia.

Saat ini, 22 dari 78 imigran bersedia turun dari kapal Oceanic Viking milik Imigrasi Australia. Sisanya sebanyak 56 orang masih terus dibujuk oleh diplomat Australia untuk turun dari kapal tersebut. “Untuk 56 orang imigran Srilangka yang belum mau turun, itu bukan urusan kita. Itu urusan pemerintah Australia.

Namun demikian, kapan batas toleransi mereka berada di kapal, akan kita bahas lebih lanjut. Kita memberikan perpanjangan batas negosiasi kepada mereka yang belum mau turun terhitung mulai hari ini,” kata Triyono lagi.

Jika mereka mau turun nantinya, Triyono memastikan seluruhnya akan ditampung dan diinapkan di Rudenim hingga batas waktu 12 minggu tersebut. “Perlu saya sampaikan bahwa seluruh penumpang yang turun harus dikawal dan ditempatkan di sini (Rudenim) dan bukan di tempat lain. Kami tidak akan membiarkan mereka ditempatkan di tempat lain,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi penolakan masyarakat yang saat ini terus berlangsung, pemerintah pusat sangat memahami hal tersebut. “Dari pertemuan hari ini, Pemda di sini memahami keberadaan 78 imigran asal Srilangka tersebut. Selain itu, Pemda Kepri memegang teguh komitmen dari pemerintah Australia untuk segera menyelesaikan masalah ini sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan,” ujar Triyono lagi.
Saat ini, ke 56 imigran asal Srilangka itu masih berada di atas Kapal Oceanic Viking yang terletak di perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Bintan. (eik)

Ocean One
November 19th, 2009, 04:36 PM
Papua Nugini Kembalikan 141 Warga Papua ke Indonesia
Kamis, 19 November 2009

TEMPO Interaktif, Jayapura - Pemulangan warga Indonesia asal Papua dari Negara Papua Nugini akhirnya dilakukan dalam dua penerbangan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU di Hanggar TNI AU Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (19/11). Kloter pertama berjumlah 68 orang dari Kota Wiwek, Papua Nugini, tiba pada pukul 10.40 WIT dan kloter kedua berjumlah 73 orang dari Port Moresby, ibukota Papua Nugini, tiba pukul 15.00 WIT.

Menurut Sutrisno, Dirjen Pembinaan Umum Departemen Dalam Negeri, para warga yang direpatriasi dari Papua Nugini ini akan di tempatkan di Asrama Balai Latihan Kerja Provinsi Papua selama beberapa hari.

"Selain untuk mengurus dokumen dan pendataan identitas, juga dipersiapkan agar setiap kabupaten telah mempersiapkan lokasi tempat tinggal dan pekerjaan. Sebab mereka saudara kita juga. Diharapkan pemerintah kabupaten dapat mempersiapkan dan melayaninya dengan baik. Mereka tak mendapat perlakuan khusus, sama dengan warga lainnya," katanya, Kamis (19/11).

Selain pemulangan pada Kamis (19/11) ini, nantinya pada 22 November juga akan dilakukan repatriasi tahap kedua dengan jumlah sekitar ratusan orang. Sebab sebelumnya, dari data Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, jumlah sementara warga Indonesia di Papua Nugini yang akan direpatriasi ada sekitar 700-an orang. Mereka ini berasal dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

"Setelah diidentifikasi wilayah asalnya, sekitar tiga hingga lima hari, masing-masing bupati asal daerah mereka akan menjemputnya. Tapi ada juga diantar ke kabupaten atau kota masing-masing. Setelah sampai mereka di tempat asalnya, bupati atau walikota mereka bisa mempertemukan mereka dengan keluarga besar masing-masing. Sehingga mereka bisa hidup sebagaimana mestinya, bergabung dengan keluarga besar mereka," jelas Sutrisno.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Polkam Menkokesra, Doddy Budiatman mengatakan, pemerintah sudah sejak lama ingin memulangkan para repatriasi ini dari Papua Nugini. Hanya saja karena sesuatu hal, baru kali ini dapat dilaksanakan. "Walaupun prosesnya panjang, presiden selalu menanyakan kapan dilaksanakan repatriasi ini. Makanya, kami menghimbau saudara-saudara kita yang ada di gunung-gunung, maupun di mana saja di dalam negri dan luar negri yang dulu berseberangan untuk kembali membangun Papua," katanya, Kamis (19/11).

Salah satu warga yang ikut dalam pemulangan itu bernama Benyamin Adolf Prawar (60 tahun) mengatakan, dirinya sudah 30 tahun berada di Papua Nugini dan sempat bekerja selama 13 tahun di Papua New Guinea Produk yang berhenti tahun 2000 lalu. "Setelah itu, saya hanya tinggal di rumah saja di daerah bernama Bulolo di Kota Lae, Papua Nugini. Selama tinggal di Papua Nugini, ada banyak kesulitan yang dihadapi, kami sering ditipu. Sehingga ketika ada tawaran kembali ke tanah kelahiran di Provinsi Papua, Indonesia, saya merasa senang sekali," paparnya.

Benyamin mengaku, dirinya lari dari Papua, Indonesia ke Papua Nugini di tahun 1979 akibat persoalan politik. Kini telah memiliki enam orang anak dari perempuan asal Papua Nugini yang saat ini dibawah ke Papua.

"Ketika itu persoalan politik di Papua memanas, sehingga saya lari masuk ke Papua Nugini lewat perbatasan di Wutung. Selama berada di Papua Nugini, saya masih berstatus warga negara Indonesia. Sebenarnya di tahun 2005, sudah ingin kembali ke Papua,tapi tak punya uang dan masih takut. Saat ini saya sudah sangat lega, bisa kembali ketemu keluarga. Saya ingin tinggal di Biak atau Manokwari," ujar pria asal Kota Biak itu.

Kopassus
August 4th, 2010, 06:22 AM
Setahun, 1.290 Imigran Diusir dari RI
Kompas


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Imigrasi mengatakan, dalam satu tahun ini, sebanyak 1.290 imigran gelap telah dideportasi. Mereka masuk dan tinggal di Indonesia tanpa dibekali surat-surat legal.

Jumlah para imigran gelap tersebut memperlihatkan adanya peningkatan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut tentu saja ikut menimbulkan peningkatan persoalan kasus pelanggaran izin masuk di Indonesia.

Selama Januari hingga Mei 2010, terdapat sekitar 61 kasus illegal entry di wilayah Indonesia, dengan total imigran hingga ribuan orang.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Muhammad Indra, mengatakan, jumlah pelanggaran tahun ini meningkat hingga dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya.

"Tahun ini total pelanggaran imigran gelap mencapai 61 kasus. Padahal tahun lalu hanya 31 kasus. Tiap tahun kami deportasi sekitar 1.290 orang. Ini masalah krusial yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat," ujar Indra.

Indra mengatakan, jajaran imigrasi sebagai penjaga pintu gerbang negara mempunyai tugas dan kewenangan untuk menerima ataupun menolak orang yang masuk maupun yang keluar wilayah Indonesia.

Karenanya, dalam melakukan penanganan masalah imigran ilegal tersebut diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Sejauh ini mereka mengaku bekerjasama dengan IOM, UNHCR, Kepolisian, Kementerian Luar Negeri hingga instansi-instansi lainnya. (Alie Usman)

CounterA
October 31st, 2012, 03:59 PM
Mungkin saya bisa menambahkan sedikit buat bro @Venantio, soal kenapa mereka para imigran ini memilih Australia dan New Zealand ketimbang Indonesia. Hal itu dikarenakan Australia dan New Zealand terkenal sebagai negara yang makmur dengan taraf kehidupan yang lebih baik secara keseluruhan ketimbang Indonesia. Mulai dari angka GDP per Kapita, kepadatan penduduk, kestabilan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan dan kesehatan, penegakan hukum, jaminan terhadap warganya hingga faktor image dan gengsinya. :)

Venantio
October 31st, 2012, 11:10 PM
Mungkin saya bisa menambahkan sedikit buat bro @Venantio, soal kenapa mereka para imigran ini memilih Australia dan New Zealand ketimbang Indonesia. Hal itu dikarenakan Australia dan New Zealand terkenal sebagai negara yang makmur dengan taraf kehidupan yang lebih baik secara keseluruhan ketimbang Indonesia. Mulai dari angka GDP per Kapita, kepadatan penduduk, kestabilan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan dan kesehatan, penegakan hukum, jaminan terhadap warganya hingga faktor image dan gengsinya. :)

Untuk ini saya setuju banget bro...:)

novian
October 31st, 2012, 11:12 PM
Imigran Cisarua Mulai Didata dan Siap Dipindahkan

INILAH.COM, Bogor - Kantor Imigrai Bogor merespons ultimatum warga Cisarua yang menginginkan daerahnya bebas dari imigran Timur Tengah. Pihak imigrasi tengah melakukan pendataan imigran yang ada dan kemudian akan memindahkannya ke Serang Banten.

"Kita merespons keinginan warga untuk memindahkan para imigran yang dikirim baik ilegal maupun ilegal. Namun pemindahan ini tidak bisa dilakukan sekaligus, kita mencanangkan dalam satu bulan kedepan Cisarua sudah bersih dari imigran," tegas Kepala Imigrasi Bogor Bambang Catur, Kamis (18/10/2012).

Saat ini, petugas imigrasi tengah melakukan pendataan terhadap imigran yang ada di Cisarua. Proses pendataan akan terus dilakukan sampai batas waktu satu bulan ke depan sebelum dilakuan pemindahan.

"Kita mulai pendataan dua hari yang lalu. Untuk pendataan pertama ini, kita mencatat ada 123 imigran dari total data jumlah imigran yang mencapai 600 orang. Mereka yang sudah didata, langsung kita minta untuk mempersiapkan diri untuk dipindahkan," jelas Bambang.

Dipilihnya Serang sebagai tempat penampungan, disebutkan Bambang, sudah menjadi wacana dari dulu. Bahkan beberapa beberapa imigran sudah ada yang ditempatkan di daerah tersebut.

Imigran yang ditempatkan umumnya mereka yang terdampar. "Kita sudah menyediakan tempat penampungan imigran di daerah Serang Banten. Nanti para imigran yang ada di Cisarua direncanakan ditempatkan di sana untuk sementara sampai negara pemberi suaka menerima mereka," sebutnya.[jul]

embassyofaudrey
October 31st, 2012, 11:18 PM
terlepas dari faktor gengsi, karena bisa dapat kehidupan yang layak, GDP tinggi, high rise bagus, etc. bukannya dari dulu australia sudah jadi tempat imigrant? :D tahun 1606 imigran eropa yang pertama kali datang ke australia adalah orang belanda, abad ke-18 dipegang sama inggris sebagai tempat pembuangan tahanan kriminal, tapi setelah ditemukan tambang emas, benua australia jadi rame imigran bule2nya. nah skarang datang lagi imigran2 baru dengan berbagai tujuan. WELCOME TO AUSTRALIA...

N.B:Yang saya masih heran sampe skarang, knapa pada tahun 1606 seperti yang diberitakan wikipedia penemu benua australia itu orang belanda. padahal seperti yang kita ketahui ratusan tahun bahkan mungkin ber-abad2 sebelum ditemukannya australia itu pelaut2 bugis makassar sudah berlayar hingga ke madagascar dan afrika, hingga timur tengah. dipelajaran sejarah2 SMP kan kaya gitu. mungkin wikipedia harus merubahnya menjadi indonesia..! sorry jadi OOT. hanya ingin melepas rasa bingung.

embassyofaudrey
October 31st, 2012, 11:25 PM
http://images.tempo.co/?id=99634&width=475

sempat karam kapalnya di perairan indonesia.. :( kebayang buat ibu2 yang lagi bawa bayi.

onosqaciw
November 1st, 2012, 05:05 AM
bro novian kira-kira bisa kasih tau berapa jumlah imigran legal (bekerja/studi/menetap) di indonesia dan dari negara mana saja? thx a lot

Crazy Dude
November 1st, 2012, 07:00 AM
Mayoritas berasal dari negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan.

typhoonbringer
November 1st, 2012, 02:03 PM
http://images.tempo.co/?id=99634&width=475

sempat karam kapalnya di perairan indonesia.. :( kebayang buat ibu2 yang lagi bawa bayi.

kepenuhan ini mah, dah 3 kali kalo ga salah tenggelam boat people, semua di rescue polair dan AL

Venantio
November 1st, 2012, 04:19 PM
terlepas dari faktor gengsi, karena bisa dapat kehidupan yang layak, GDP tinggi, high rise bagus, etc. bukannya dari dulu australia sudah jadi tempat imigrant? :D tahun 1606 imigran eropa yang pertama kali datang ke australia adalah orang belanda, abad ke-18 dipegang sama inggris sebagai tempat pembuangan tahanan kriminal, tapi setelah ditemukan tambang emas, benua australia jadi rame imigran bule2nya. nah skarang datang lagi imigran2 baru dengan berbagai tujuan. WELCOME TO AUSTRALIA...

N.B:Yang saya masih heran sampe skarang, knapa pada tahun 1606 seperti yang diberitakan wikipedia penemu benua australia itu orang belanda. padahal seperti yang kita ketahui ratusan tahun bahkan mungkin ber-abad2 sebelum ditemukannya australia itu pelaut2 bugis makassar sudah berlayar hingga ke madagascar dan afrika, hingga timur tengah. dipelajaran sejarah2 SMP kan kaya gitu. mungkin wikipedia harus merubahnya menjadi indonesia..! sorry jadi OOT. hanya ingin melepas rasa bingung.

Lho... Madagascar, Afrika dan Timur Tengah itu arahnya berbeda dengan Australia dong mbak... Australia ke Selatan, kalau ke Madagascar dan Afrika itu kan ke arah Barat... Ya ndak ketemu to Australianya....

Tapi salah satu indikasi adanya kemungkinan orang Bugis sampai ke Amerika itu adalah adanya "ùrban legend" mengenai Boogeyman.. Kemungkinan besar Boogeyman itu yang dimaksud adalah orang-orang Bugis yang sempet mendarat di benua Amerika bagian USA sekarang...

edensor
November 1st, 2012, 04:46 PM
Lho... Madagascar, Afrika dan Timur Tengah itu arahnya berbeda dengan Australia dong mbak... Australia ke Selatan, kalau ke Madagascar dan Afrika itu kan ke arah Barat... Ya ndak ketemu to Australianya....

Tapi salah satu indikasi adanya kemungkinan orang Bugis sampai ke Amerika itu adalah adanya "ùrban legend" mengenai Boogeyman.. Kemungkinan besar Boogeyman itu yang dimaksud adalah orang-orang Bugis yang sempet mendarat di benua Amerika bagian USA sekarang...

Maksudnya dalam catatan sejarah orang-orang bugis sudah menjejakkan kaki di Australia, lebih duluan dibanding orang2 eropa. Bahkan konon sudah ada kampung bugis di pesisir pantai australia...
Forumer ada yang bisa bantu menjelaskan atau kasih link
No wonder, jarak yang jauh pun sudah mereka jelajahi, apalagi australia yang lebih dekat

embassyofaudrey
November 1st, 2012, 05:11 PM
Lho... Madagascar, Afrika dan Timur Tengah itu arahnya berbeda dengan Australia dong mbak... Australia ke Selatan, kalau ke Madagascar dan Afrika itu kan ke arah Barat... Ya ndak ketemu to Australianya....

Tapi salah satu indikasi adanya kemungkinan orang Bugis sampai ke Amerika itu adalah adanya "ùrban legend" mengenai Boogeyman.. Kemungkinan besar Boogeyman itu yang dimaksud adalah orang-orang Bugis yang sempet mendarat di benua Amerika bagian USA sekarang...

iya tau, jauhan mana afrika/timur tengah dengan australia dari celebes. jadi gak mungkin waktu itu pelaut2 bugis belum tau keberadaan australia. mungkin jejak rekam sejarah penemuan pelaut2 bugis harus diluruskan lagi, di google gak ada sih. pemerintah dan ilmuan mungkin bisa bantu..mungkin loh ya. :cheers:sorry ts jadi oot. lanjut..


Pengungsi Rohingya Demo di Medan


TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ratusan pengungsi muslim Rohingya yang berada di Kota Medan, pagi ini, Rabu (31/10/2012) akan menggelar aksi dan solidaritas di Lapangan Merdeka Medan. Aksi yang juga didukung oleh jaringan aktivis dan lembaga penggiat HAM di Sumut akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

"Aksi ini dilakukan untuk memprotes sikap Pemerintah Burma dan pasukan keamanan yang tidak melakukan tindakan pencegahan dan menghentikan pembunuhan massal terhadap muslim Rohingya serta serangan besar-besaran yang terjadi selama 10 hari terakhir," ujar Kadiv Advokasi dan HAM LBH Medan Irwandi Lubis yang ikut bergabung dalam aksi ini.


source: http://www.tribunnews.com/2012/10/31/pengungsi-rohingya-di-medan-demo-pagi-ini

typhoonbringer
November 1st, 2012, 05:11 PM
boogeyman itu kan asalnya dari bule bule inggris yang kena mandau terbang orang bugis pas di borneo tempo dulu, dan boogeyman sukanya ambush bule di kamar/dalem lemari/loteng/bawah kasur, makanya nakut2in anak kecil pake boogeyman, cmiiw

embassyofaudrey
November 1st, 2012, 05:18 PM
Pengungsi Rohingya dapat pendidikan

http://1.bp.blogspot.com/-G0peu_1plBo/UI84MM3iUWI/AAAAAAAAhEs/WzKvO36cFZA/s1600/WOLPhoto.jpg
^^ sereeeem amat, gak usah melotot gitu juga pak. :ohno::ohno:


MEDAN – Pendidikan bahasa Inggris, Indonesia dan komputer terus diberikan kepada pengungsi warga Muslim Rohingya, Myanmar yang mengungsi di Medan, Sumatera Utara.

“Kami pengungsi Rohingya terus dibekali pendidikan di salah satu tempat belajar di Padang Bulan,” kata Mohd Noor kepada Waspada Online, di tempat pengungsiannya di Hotel Pelangi, Jalan Jamin Ginting Km 10,5 Medan, hari ini.

Dia mengakui pendidikan yang diterimanya selama ini sangat bermanfaat untuk beradaptasi dengan masyarakat Indonesia.

Hal senada juga dilontarkan, pengungsi Rohingya di Jalan Bunga Cempaka Nomor 4, Medan, Zahid Husein. Disebutkan, pengungsi Rohingya di Medan, mendapat pendidikan nonformal seperti komputer untuk meningkatkan kemampuan teknologi. “Kami senang diberikan pendidikan bahasa dan komputer,” kata Zahid.

Dia menambahkan kalau selama berada di pengungsian warga Rohingya, Myanmar, mendapatkan keamanan meskipun diselimuti rasa kekhawatiran dengan keluarganya yang masih ada di negara mereka.


Source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=265798:pengungsi-rohingya-dapat-pendidikan&catid=14:medan&Itemid=27

hebat..kurang baik apa coba, tuhan pasti akan membalasnya dengan high rise yang tinggi2 lagi di indonesia. :cheers: anyway..gak tega lihat wajah2 bayinya.. :( gak tau apa2 jadi korban. jadi statemen sby yang menyindir belanda tempo hari sangat tepat sekali.."Jangan Menggurui indonesia mengenai HAM". :D

novian
November 1st, 2012, 07:18 PM
bro novian kira-kira bisa kasih tau berapa jumlah imigran legal (bekerja/studi/menetap) di indonesia dan dari negara mana saja? thx a lot

perlu di klarifikasi dulu, untuk yg namanya imigran ilegal (yg dibawah pengawasan imigrasi) itu semua tidak diperbolehkan mencari kerja di wilayah indonesia, mereka semua ditampung di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) dan penampungan2 resmi yg keseluruhannya dibiayai oleh IOM (International Organization for Migration) dimana IOM menanggung keseluruhan kebutuhan mereka mulai dari makan,perlengkapan mandi,hingga pendidikan bagi anak2.

untuk data per Juli : 5.732, 20% diantaranya berada di Rudenim
59% WN.Afghanistan,9% Iran,6% Pakistan, sisanya 26% Iraq,Myanmar,Srilanka,Somalia

novian
November 1st, 2012, 07:25 PM
Imigrasi Makassar Amankan 20 Imigran Gelap

MAKASSAR – Petugas Imigrasi Makassar mengamankan 20 warga negara Iran yang diduga imigran gelap sesaat akan keluar melalui pintu VIP Bandara Sultan Hasanuddin, Rabu (31/10) kemarin.

Ke 20 WNA langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan dokumen dan indentitas lainnya. Empat diantaranya dipastikan tak memiliki paspor, yakni Moh Reza, 34 tahun, Morteza, 34 tahun, Ali Akbar, 41 tahun dan Akbar, 23 tahun. Paspor WNA lainnya, masih diperiksa apakah benar paspor asli atau pasrpor palsu.

Awalnya ke 20 WNA asal Iran ini diamankan pihak sekuriti saat keluar melalui pintu VVIP Bandara Sultan Hasanuddin. Saat diamankan petugas beberapa diantaranya sempat berupaya melarikan diri dan menghindari petugas sekuriti bandara.

Kepala sekuriti Bandara Sultan Hasanuddin, Mulyadi membenarkan keberadan 20 WNA alsa Iran tersebut. " Memang benar dek, kami amankan. Saat mereka ingin diperiksa petugas sekitar tujuh orang imigran ingin kabur ,"singkatnya.

WNA tersebut rencananya akan menginap disebuah hotel terbilang ternama di kota Makassar. (eka/war/C)

rilham2new
November 2nd, 2012, 01:37 AM
terlepas dari faktor gengsi, karena bisa dapat kehidupan yang layak, GDP tinggi, high rise bagus, etc. bukannya dari dulu australia sudah jadi tempat imigrant? :D tahun 1606 imigran eropa yang pertama kali datang ke australia adalah orang belanda, abad ke-18 dipegang sama inggris sebagai tempat pembuangan tahanan kriminal, tapi setelah ditemukan tambang emas, benua australia jadi rame imigran bule2nya. nah skarang datang lagi imigran2 baru dengan berbagai tujuan. WELCOME TO AUSTRALIA...

N.B:Yang saya masih heran sampe skarang, knapa pada tahun 1606 seperti yang diberitakan wikipedia penemu benua australia itu orang belanda. padahal seperti yang kita ketahui ratusan tahun bahkan mungkin ber-abad2 sebelum ditemukannya australia itu pelaut2 bugis makassar sudah berlayar hingga ke madagascar dan afrika, hingga timur tengah. dipelajaran sejarah2 SMP kan kaya gitu. mungkin wikipedia harus merubahnya menjadi indonesia..! sorry jadi OOT. hanya ingin melepas rasa bingung.

Bukan soal gengsi saja. Kalau kita melihat On The Ground secara langsung Australia dan Indonesia, kita audah bisa lihat mana kawasan yang pemerintahnya beneran kerja, mana yang main2.

Percaya deh secara Live Quality negara timur tengah yang berkonflik seperti Iraq dan Syria, itu umumnya lebih baik dari Indonesia. Tapi sayang pemerintahnya tirani, dan kestabilan politiknya kacau.

Kawan sy orang Iraq, pernah belajar di UGM tahun 2008 bilang. Why Indonesia is so weird. Menurut dia, di Indonesia ketimpangan ekonomi sangat parah. Sampai2 dia bilang, di Indonesia itu cuman ada dua kaum, sangat kaya atau sangat miskin. Tidak ada golongan menengah yang kuat. Dan dia punya pandangan seperti ini dari hasil berkeliling Pulau Jawa

Pandangan seperti ini yang mungkin tereplikasi di pikiran imigran gelap itu. Bagi mereka kwstabilan politik dalam negeri, mekanisme demokrasi dan check-&balance yang kita punya masih ga sebanding dengan tingkat ekonomi dan pendidikan. Bedanya di Australia, ekonomi lumayan, tingkat pendidikan bagus, demokrasi ada dan lebih berfungsi ketimbang di Indonesia. Ya rasanya, susah lah melihat imigran itu memilih negara kita.

Yang bahkan warga dua kampung di Lampung bisa bertengkar hebat karena isu. SARA..

onosqaciw
November 2nd, 2012, 05:20 AM
perlu di klarifikasi dulu, untuk yg namanya imigran ilegal (yg dibawah pengawasan imigrasi) itu semua tidak diperbolehkan mencari kerja di wilayah indonesia, mereka semua ditampung di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) dan penampungan2 resmi yg keseluruhannya dibiayai oleh IOM (International Organization for Migration) dimana IOM menanggung keseluruhan kebutuhan mereka mulai dari makan,perlengkapan mandi,hingga pendidikan bagi anak2.

untuk data per Juli : 5.732, 20% diantaranya berada di Rudenim
59% WN.Afghanistan,9% Iran,6% Pakistan, sisanya 26% Iraq,Myanmar,Srilanka,Somalia

thx...namun maksud saya imigran yg memang masuk indonesia dengan jalur resmi dan kerja atau sekolah di indonesia (mungkin kayak ekspat jepang yg jadi manajer di pabrik2 PMA)

embassyofaudrey
November 2nd, 2012, 06:05 AM
Bukan soal gengsi saja. Kalau kita melihat On The Ground secara langsung Australia dan Indonesia, kita audah bisa lihat mana kawasan yang pemerintahnya beneran kerja, mana yang main2.

Percaya deh secara Live Quality negara timur tengah yang berkonflik seperti Iraq dan Syria, itu umumnya lebih baik dari Indonesia. Tapi sayang pemerintahnya tirani, dan kestabilan politiknya kacau.

Kawan sy orang Iraq, pernah belajar di UGM tahun 2008 bilang. Why Indonesia is so weird. Menurut dia, di Indonesia ketimpangan ekonomi sangat parah. Sampai2 dia bilang, di Indonesia itu cuman ada dua kaum, sangat kaya atau sangat miskin. Tidak ada golongan menengah yang kuat. Dan dia punya pandangan seperti ini dari hasil berkeliling Pulau Jawa

Pandangan seperti ini yang mungkin tereplikasi di pikiran imigran gelap itu. Bagi mereka kwstabilan politik dalam negeri, mekanisme demokrasi dan check-&balance yang kita punya masih ga sebanding dengan tingkat ekonomi dan pendidikan. Bedanya di Australia, ekonomi lumayan, tingkat pendidikan bagus, demokrasi ada dan lebih berfungsi ketimbang di Indonesia. Ya rasanya, susah lah melihat imigran itu memilih negara kita.

Yang bahkan warga dua kampung di Lampung bisa bertengkar hebat karena isu. SARA..

Setuju.. :lol: jangankan antar kampung, antar komplek aja bisa ribut.

novian
November 2nd, 2012, 04:15 PM
thx...namun maksud saya imigran yg memang masuk indonesia dengan jalur resmi dan kerja atau sekolah di indonesia (mungkin kayak ekspat jepang yg jadi manajer di pabrik2 PMA)

klo yg itu saya kurang tau...

Venantio
November 2nd, 2012, 05:04 PM
thx...namun maksud saya imigran yg memang masuk indonesia dengan jalur resmi dan kerja atau sekolah di indonesia (mungkin kayak ekspat jepang yg jadi manajer di pabrik2 PMA)

Kayaknya mereka yang disebut eskpat itu tidak cocok kalau kita bilang imigran ya.. Karena mereka memang tidak bermaksud tinggal selamanya di sini, hanya tergantung pada penugasannya saja dan berapa lama ijin kerjanya berlaku....

novian
November 10th, 2012, 05:47 AM
08/11/2012 09:21 WIB
58 Imigran Srilanka Terdampar di Nias Utara

Politikindonesia - Sebuah perahu yang membawa 58 imigran asal Srilanka terdampar di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Kondisi para imigran itu sangat memprihatinkan. Diduga mereka sudah terombang-ambing lama di laut. Mereka kemudian diboyong ke markas Kepolisian Resor (Polres) Nias, untuk didata dan diproses lebih lanjut.

Kepada pers, Rabu (07/11), Kapolres Nias AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keimigrasian untuk proses penanganan lebih lanjut. Untuk sementara, mereka ditampung di Polres Nias di Gunung Sitoli.

“Kondisi mereka umumnya memprihatinkan. Saat ini mereka ditempatkan di aula Kamtibmas Polres dengan penjagaan dari personel. Sudah diberikan bantuan sandang dan pangan hasil sumbangan dari keluarga besar Polres Nias dan masyarakat sekitar yang prihatin dengan kondisi mereka,” ujar Kapolres.

Para imigran ini ditemukan pada Selasa (06/11) sekitar pukul 18.00 WIB. Penemuan ini berawal dari informasi pos TNI AL kepada Polsek Lahewa tentang adanya kapal nelayan asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia di Pulau Bunga, Desa Afulu, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara.

Pengejaran yang dilakukan personel Pos TNI Angkatan Laut dan KPLP kemudian menemukan ada satu perahu terdampar. Perahu itu diidentifikasi dengan nama Surf Star Marine, IMUL– A 0112 TCO. 40.3 GSM, TR 789. Seterusnya pada Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB para imigran itu kemudian dievakuasi menuju Desa Afulu.

Hasil pendataan, imigran itu jumlahnya 58 orang, yakni 55 laki-laki dan 3 perempuan, yakni seorang perempuan dewasa dan dua orang putrinya. Usia mereka diperkirakan antara 17 sampai 50 tahun.

“Seluruh penumpang mengaku berasal Sri Lanka, namun tidak seorang pun yang memiliki kartu identitas untuk membuktikan hal tersebut,” tukas Mardiaz.

Salah seorang imigran mengaku, bahwa mereka telah terdampar sejak tanggal 5 November 2012 sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Pulau Bunga. Penyebabnya, kapal mengalami kerusakan mesin dan kehabisan bahan bakar. Jumlah penumpang kapal pada awalnya sebanyak 60 orang, namun dalam perjalanan, dua orang sakit dan meninggal dunia, yakni A Saththivel dan M Manikkavaskan. Mayat mereka telah dibuang ke laut.

Para imigran ini berangkat 3 bulan lalu dari Sri Lanka. Kondisi konflik di negaranya membuat mereka berupaya mencari suaka menuju Pulau Christmas di Australia.
(zel/rin/kap)

http://www.politikindonesia.com/index.php?k=politik&i=39206-58-Imigran-Srilanka-Terdampar-di-Nias-Utara

novian
November 10th, 2012, 05:51 AM
Tujuh Imigran Rohingya Dipindahkan ke Medan
Kamis, 08 November 2012, 22:09 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI—Tujuh orang imigran asal Rohingya, Myanmar dan satu wanita asal Indonesia yang diamankan polisi di Sukabumi segera dikirim ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan.

Mereka sebelumnya diamankan polisi setelah terdampar di perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/11) lalu.Para imigran awalnya akan berangkat ke Pulau Christmas, Australia dengan menggunakan perahu tradisional.

Mereka berangkat dari Malaysia dan melintasi sejumlah tempat transit seperti Medan dan Jakarta.Wanita yang ikut dalam rombongan imigran Rohingya, Utami Listiana (37 tahun) merupakan istri salah seorang imigran yakni Muhammad Kafi (39).

Sementara enam imigran Myanmar lainnya yakni Soukaf Ali, Nur Alam, Rohmudin, Hobul Kamari, Said Husein, dan Samsul Alam.‘’Insya Allah, para imigran Jumat (9/11) pagi akan dibawa ke Rudenim,’’ Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi, Yayan Indriana kepada Republika, Kamis (8/11).

Langkah ini ditempuh setelah surat izin dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi keluar. Kini, para imigran masih ditampung di Hotel Augusta Sukabumi.