View Full Version : BATU, KOTA WISATA, EAST JAVA
gussinyo November 3rd, 2009, 08:05 AM BAGI YG PENGEN UPLOAD FOTO KOTA BATU, TERMASUK JUGA PROJECT SILAHKAN DISINI :banana:
http://2.bp.blogspot.com/__4LEMagOg1s/SqHI91vHIbI/AAAAAAAAAro/9_ZHBsf4OuI/s400/Peta+Batu.jpg
foto kota batu dari udara
gussinyo November 3rd, 2009, 08:07 AM Kota Batu
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini mengenai Kota Batu. Lihat pula Batu (disambiguasi).
Kota Batu
Lambang Kota Batu
Peta lokasi Kota Batu
Koordinat : 7° 44' 55,11" s/d 8° 26' 35,45" LS
122° 17' 10,90" s/d 122° 57' 00,00" BT
Motto: Hakaryo Guno Mamayu Bawono
Semboyan:
Provinsi Jawa Timur
Ibu kota {{{ibukota}}}
Luas 202,30 km˛
Penduduk
· Jumlah 177.000 (2003)
· Kepadatan 873 jiwa/km˛
Pembagian administratif
· Kecamatan 3
· Desa/kelurahan 24
Dasar hukum UU No. 11/2001
Tanggal 21 Juni 2001
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Walikota Eddy Rumpoko
Kode area telepon 0341
APBD {{{apbd}}}
DAU {{{dau}}}
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}
--------------------------------------------------------------------------------
Situs web resmi: www.batukota.go.id
Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 15 km sebelah barat Kota Malang, berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Kota Batu berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat. Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius.
Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah
2 Pembagian administratif
3 Pariwisata
3.1 Wisata gua
3.2 Air terjun
3.3 Pemandian
3.4 Agrowisata
3.5 Perkemahan(hiking, camping)
4 Kuliner Khas
5 Walikota
6 Pranala luar
[sunting] Sejarah
Batu tumbuh sebagai kawasan hunian seiring masuknya perkebunan kolonial pada pertengahan abad ke-19 di Jawa Timur. Batu dulu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Malang, kemudian statusnya ditingkatkan sebagai kota administratif. Pada tanggal 21 Juni 2001, Batu ditetapkan sebagai kota berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001.
[sunting] Pembagian administratif
Kota Batu terdiri atas 3 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 20 desa dan 4 kelurahan. Kecamatan di Kota Batu adalah Batu, Bumiaji, dan Junrejo.
[sunting] Pariwisata
Kota Batu pernah dijuluki sebagai Swiss Kecil di Pulau Jawa serta kawasan wisata pegunungan yang sejuk. Di obyek wisata Songgoriti terdapat Candi Songgoroto dan patung Ganesha peninggalan Kerajaan Singosari serta tempat peristirahatan yang dibangun sejak zaman Belanda.
[sunting] Wisata gua
Wisata gua terdapat di Cangar dan Tlekung
[sunting] Air terjun
Coban Rondo
Coban Rais
Coban Talun
[sunting] Pemandian
Songgoriti (pemandian air dingin dan panas)
Selecta (pemandian air dingin)
Cangar (pemandian air panas / belerang)
[sunting] Agrowisata
Kusuma Agrowisata (perkebunan [[apel] dan penginapan]) di lereng Gunung Panderman
[sunting] Perkemahan(hiking, camping)
Taman Hutan Raya R. Soeryo
Gunung Panderman
Coban Rondo
Ada pula objek wisata terbaru di Kota Batu berupa wisata udara paralayang. Setiap hari Minggu, di alun-alun Batu diselenggarakan Pasar Wisata Minggu yang menjual makanan khas Batu serta berbagai macam kerajinan tangan. Jatim Park merupakan salah satu tempat wisata paling populer di Jawa Timur dan kini menjadi salah satu ciri khas Kota Batu dan Malang. Di kota ini banyak terdapat villa serta sejumlah hotel berbintang lima.
Batu juga dikenal sebagai kawasan agropolitan, sehingga mendapat julukan Kota Agropolitan. Seperti halnya kawasan Malang Raya dan sekitarnya, Batu banyak menghasilkan apel, sayur mayur, dan bawang putih. Batu juga dikenal sebagai kota seniman. Ada banyak sanggar lukis dan galeri seni di kota ini. Yang terbaru Batu Night Spectaculer, merupakan taman hiburan remaja dengan beberapa wahana mirip di Dunia Fantasi Ancol Jakarta.
[sunting] Kuliner Khas
Sate Kelinci
Jagung Bakar (wisata payung)
Berbagai produk apel, termasuk: sari apel, jenang dan dodol apel, cuka apel
Berbagai keripik: keripik singkong, kentang, dan aneka buah lainnya
Soto ayam (terdapat beberapa kedai soto terkenal yang mejual soto ayam yang rasanya digemari masyarakat)
Ketan (jajanan pasar, terdiri dari ketan, bubuk kelapa dan gula manis)
Bakso (dikenal sebagai Bakso Batu)
Lalap ikan wader
[sunting] Walikota
Wikisumber memiliki naskah atau teks asli yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 Bagian ini membutuhkan pengembangan ({{{date}}})
Drs. H.M. Imam Kabul, M.Si. M.Hum. (2002-26 Agustus 2007). Wafat saat menjabat.
Muhammad Khudlori (26 Agustus 2007-26 November 2007).
Plh. Drs. Soerjanto Soebandi, M.M. (26 November 2007-24 Desember 2007)
Eddy Rumpoko (24 Desember 2007-sekarang)
[sunting] Pranala luar
(id) Situs Resmi Pemerintah Kota Batu
(id) Arsip berita Kota Batu di MalangRaya.web.id
[sembunyikan]l • d • sKota Batu, Jawa Timur
Kecamatan
Batu • Bumiaji • Junrejo
Lihat panduan wisata Kota Batu di Wikitravel
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batu"
gussinyo November 3rd, 2009, 08:10 AM [http://www.batukota.go.id/slibmedia/Profil%20Global/967-771-Obyek%20Wisata.jpg
peta wisata kota batu
hermawan November 3rd, 2009, 02:28 PM ^^Wah. Batu "memisahkan" diri dari Thread Malang ya...:)
Ayolah...mumpung mereka punya Walikota yang bagus (Mas Eddy Rumpoko) yang banyak ide
Yang kita pantau proyek2 di Batu..
1) Kampus UIN Maliki II...(3,4 Trilyun/Masjidnya saja nilainya 1 T:nuts:)
2) Jalintim Batu (5KM)
3) Jalinbar Batu
4) Museum Satwa/Batu Mini Zoo)
5) Batu Night Spectacular (udah jadi)
Apalagi ya.....
sbyctzn November 4th, 2009, 09:17 AM wah-wah cerai nih ceritanya???? :lol::lol::lol:
but bagus deh buat perkembangan kota Batu....
tapi yo musti tetep dirawat threadnya yah....
ntar juga saya ramein
sbyctzn November 4th, 2009, 09:25 AM http://3.bp.blogspot.com/_nQb5nk7_hgg/SiU4Kfl-u9I/AAAAAAAAAFA/N4FBjDtvf9c/S660/logo+kota+wisata+batu_resize.jpg
http://lensamatanews.files.wordpress.com/2009/01/firman.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_Zg4UasxWszw/R1Nzm-eDxeI/AAAAAAAAAJA/5t1_lUQYWdc/s1600-R/Batu.jpg
http://farm3.static.flickr.com/2417/2388151981_1908485d89.jpg
BNS
http://3.bp.blogspot.com/_leDg9cF2MU8/SsCGAyT9tGI/AAAAAAAAAUY/syc8zO0IQaw/s400/batu+night+spectacular+1.JPG
taken from kompas
http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/DSC_0060_copy.jpg
http://photos-986.friendster.com/e1/photos/68/92/77702986/1_182381290l.jpg
sbyctzn November 4th, 2009, 09:37 AM http://www.batukota.go.id/slibmedia/Wisata/956-070111%20Sultan%20Agung.jpg
http://www.batukota.go.id/slibmedia/Wisata/907-FS%20Arboretum02.jpg
sbyctzn November 4th, 2009, 09:41 AM Warga-BMZ Berebut Air, Belum Disetujui, Bangun Tiga Sumur
Rabu, 28 Oktober 2009 | 8:16 WIB | Posts by: jps | Kategori: Malang Raya | ShareThis
BATU-SURYA- Pembangunan Batu Mini Zoo (BMZ) alias taman satwa di Kelurahan Sisir Kota Batu masih menuai keluhan dari warga Batu. Warga khawatir kekurangan air bersih jika BMZ ‘menguras’ air bawah tanah.
Saat pembahasan dokumen Ka-Amdal BMZ, Selasa (27/10), sejumlah perwakilan warga Sisir dan LSM lingkungan di Batu meragukan dokumen yang telah disusun tim konsultan BMZ itu. Pertemuan yang difasilitasi Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu ini sempat memanas.
Bahkan LSM Forum Kajian Air dan Lingkungan Menuju Selaras Alam (Fokal Mesra) Kota Batu mengecam tindakan para pejabat yang mengeluarkan begitu saja izin kepada pengusaha tanpa memikirkan dampak lingkungannya bagi warga Batu.
“Para pejabat yang duduk di Kota Batu bukan orang Batu. Jadi wajar mereka mendukung, karena mereka tak merasakan dampaknya. Kami orang yang hidup di Batu merasa kekurangan air bersih hingga dampak sosial lainnya,” ungkap Parno Muttaqin, pendiri Fokal Mesra, ketika diskusi di aula Kantor Kecamatan Batu, Selasa (27/10).
Ketua RW 1 Kelurahan Sisir, Jumain, mengaku merasa dibodohi pihak BMZ yang hendak memanfaatkan Air Bawah Tanah (ABT) untuk pemenuhan kebutuhan air. “Mereka mengaku baru akan membangun sumur ABT jika disetujui. Tetapi saat kami lihat pengerjaan proyeknya, sudah ada tiga titik untuk membuat sumur ABT,” tukasnya.
Dalam forum diskusi, Jumain juga meminta agar BMZ tak mengandalkan ABT karena dampaknya akan terus mengurangi debit air untuk warga. Ia juga meminta agar BMZ merekrut tenaga kerja dari warga sekitar BMZ, sehingga kesenjangan sosial bisa ditekan. “Kami juga ingin parkir dan kebersihan di tata yang benar. Tidak seperti di Jatim Park yang parkirnya terkadang di rumah warga sehingga kami pun tak bisa masuk ke rumah kami sendiri,” akunya.
Menanggapi keluhan warga dan LSM itu, tim leader konsultan lingkungan BMZ, Titien Setiyo Rini dari CV Asfinda Teknika Consultant, berjanji akan menggunakan sumber air dari PDAM Kota Batu sehingga tak menganggu debit air ke rumah warga sekitar. Titien, juga berjanji akan mencari sumber mata air yang lain, jika PDAM Batu sendiri tak mampu memenuhi kebutuhan air dari BMZ.
“Kami akan menerima semua masukan warga maupun para pejabat terkait. Termasuk masukan Dishub Batu untuk mengkaji lebih dalam masalah transportasi,” tandasnya.st11
dexa November 7th, 2009, 06:02 AM Tugu Apel Kota Batu
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/tour-d_-jatim-day-iii-e28093-ive280.jpg
Alun-Alun Kota Batu
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/2393266540_62d06f362a.jpg
Kota Batu Dari Gunung Banyak
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/paralayang.jpg
dexa November 7th, 2009, 06:07 AM BNS <Batu Night Spectacular>
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/bns7.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/bns8.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/untitled-1.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/bns9.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/bns-1.png
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/bns-2.png
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/bns-3.png
Maap kalo Re post :bow:
dexa November 7th, 2009, 06:16 AM Jawa Timur Park @ Kota Batu
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/jatim-park.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/OceanPark.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/70031244G0426G9NP1030871.jpg
Tornado <Satu-satunya di Jawa Timur>
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/tornado-jatim-park.gif
:)
Sizter85 November 7th, 2009, 06:24 AM By The Way, Dimana project info up date nya >> ?
Apa thread ini sudah cukup memadai untuk berpisah dari thread project kota Malang, apalagi thread ini masuk ke dalam Sub forum Project and Development nya Indonesian city ??
Tolong dipertimbangkan lagi, bila dirasa proyek2 yg ada di kota ini belum bgtu perlu di bahas secara khusus dan ingin discus tentang kota Batu secara menyeluruh di anjurkan untuk memindah thread ini ke Sub forum Nusantara saja
terima kasih :cheers:
sbyctzn November 7th, 2009, 07:17 AM ^^baru sadar kalau thread ini ada di forum development, saya kira sih dari awal ya memang di forum nusantara...
sory....
nanti akan saya laporkan ke mod, biar dipindah ke nusantara..
BTW THANKS BUAT KOREKSINYA...
dexa November 7th, 2009, 08:43 AM baru sadar kalau thread ini ada di forum development, saya kira sih dari awal ya memang di forum nusantara...
sory....
nanti akan saya laporkan ke mod, biar dipindah ke nusantara..
BTW THANKS BUAT KOREKSINYA...
^^
Oke setuju juga mending dipindah ke forum nusantara... aja ni forum...:)
hermawan November 7th, 2009, 11:27 AM ^^
Ya....setujuuuuu:)
hermawan November 8th, 2009, 02:13 AM ^^Wahhh..sudah pindah ya.
BTW : Batu sudah mulai lengkp nih..nggak kalah sama Genting Highland..
Tinggal nunggu hotel bintang ***** ada di sini ama kereta gantung.:)
hermawan November 8th, 2009, 03:16 AM http://img94.imageshack.us/img94/1766/0811museumsatwa.gif (http://img94.imageshack.us/i/0811museumsatwa.gif/)
Mengaku Tidak Minta Kompensasi
BATU – Banyaknya warga yang di PHK akibat ditutupnya pembangunan air bawah tanah (ABT) di area Museum Satwa mendapat respon warga RW09-RW10 Kelurahan Temas Batu. Kemarin, warga dua RW ini melakukan kerja bakti untuk mengalirkan air ke area museum satwa. Harapannya, dengan suplay air ini, kebutuhan air di museum satwa bisa dipenuhi.
“Air yang dialirkan berasal dari air HIPAM Tirtomulyo, yang dikelolah secara swadaya oleh masyarakan,” urai Hari Bowo, salah satu warga RW 10 yang ditunjuk sebagai juru bicara warga ini.
Hari menjelaskan, kelunakan hati warga RW09-RW10 dengan membagi air kepada pihak Museum Satwa ini tak lain karena faktor ekonomi. Selama ABT ditutup beberapa waktu lalu, lebih dari 100 KK terpaksa menganggur. Dengan pihaknya memberikan suplay air, diharapkan pihak museum sudi berbaik hati untuk menerima warga tersebut sebagai karyawan.
Bukan itu saja, Hari yang kemarin di dampingi banyak warga lainnya juga menjelaskan jika nantinya Museum Satwa ini dibuka, maka ekonomi warga sekitar akan naik juga. “Jelas, secara tidak langsung akan mempengaruhi ekonomi kami, dan wilayah kami akan semakin maju,’’ urai Hari kemarin.
Sebagai warga yang pro dengan berdirinya Museum Satwa ini, Hari sangat menyesalkan adanya penutupan ABT oleh pihak Dewan. Menurutnya, Dewan yang melakukan sidak pembangunan ABT di area museum terlalu frontal, dan tanpa memikirkan dampaknya.
“Kalau sekarang ada warga kami yang tidak bekerja lalu bagaimana, apa dewan mau bertanggung jawab. Harusnya kan dewan tidak mengambil keputusan secara frontal, tapi bisa dikomunikasikan lebih dulu,’’ tandas Hari sembari menggelengkan kepalanya.
Sementara ketua HIPAM Tirtomulyo, Asmadi yang kemarin juga ikut dalam kerja bakti mengatakan, jika pemasokan air ke area museum itu tidak akan mempengaruhi suplay air kepada warga. Apalagi suplay air itu akan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Jika warga kekurangan, sudah tentu kami tidak akan menyuplay, tapi saya yakin, tidak ada pengaruhnya, dengan pasokan air ke warga,” urainya.
Asmadi juga mengatakan jika, suplay air ke area Museum Satwa itu diberikan secara gratis. Baik warga ataupun pihak dari HIPAM, sama sekali tidak menarik konpensasi apapun, terkait pasokan air ini.
“Kami tidak menjual air, dan tentunya kami pun tidak dibayar,’’ tandas Asmadi.
Sementara Sudariyono, perwakilan managemen Museum Satwa kemarin hanya mengatakan banyak terima kasih kepada warga yang pro dengan pendirian Museum Satwa. Menurutnya pembangunan ABT itu akan menjadi pelajaran pihaknya, untuk mengurus sesuatu sesuai dengan peraturan yang ada.
“Semua kegiatan itu selalu ada pro dan kontra. Tapi apapun, kami selaku managemen, berterima kasih banyak dengan pihak warga yang mengalirkan air ke kami, sehingga pembangunan museum satwa ini berjalan lancar,’’ tandas Sudariyono.(ira/eno)
hermawan November 8th, 2009, 03:18 AM Kalo nglihat gambar di atas, ternyata Museum Satwa besar juga ya...
Freezy89 November 8th, 2009, 05:22 AM 5,3 Kilometer JLS Dijatah Rp 1,9 M
BATU - Ratusan pohon di sepanjang jalur JLS (jalur lingkar selatan) tahun ini benar-benar aman dari pemotongan. Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu memastikan tidak akan memotong satu pohon pun saat menjalankan pelebaran jalan maupun pengaspalan jalan di jalur tersebut.
"Tidak ada yang kami potong. Kami yang melakukan pelebaran jalan dan mengaspal tidak sampai memotong pohon," kata Budi Santoso, kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu, saat meninjau pengaspalan di Jl Raya Oro-Oro Ombo, siang kemarin.
Tosi -panggilan Budi Santoso- mengatakan, pada tahun anggaran ini pelebaran maupun pengaspalan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Dari sekitar 7 kilometer jalur JLS, yang menjadi garapan hanya sekitar 5,3 kilometer. Sepanjang 4 kilometer merupakan pelebaran jalan dan sisanya, 1,3 kilometer, merupakan pengaspalan.
Lokasinya mulai dari Jl Raya Tlekung di depan kantor KPU Kota Batu hingga Jl Raya Oro-Oro Ombo, dekat museum dan taman satwa Jatim Park II. Untuk pelaksanaan kegiatan itu dialokasikan dana sebesar Rp 1,9 miliar. "Sisanya, termasuk yang ada di sepanjang jalur krematorium akan kami lanjutkan pada tahun depan," kata mantan kepala badan perencanaan pembangunan daerah ini.
Apakah akan ada pemotongan pohon pada tahun depan? Tosi belum bisa memberikan penegasan. Menurutnya, dipotong tidaknya pohon di pinggir jalan tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika dianggap terlalu menjorok ke jalan, maka akan dilakukan pemotongan.
Sebaliknya, jika tidak mengganggu, maka tidak akan dilakukan pemotongan. "Kalau nanti terpaksa dipotong, maka akan menanam tanaman penggantinya di sekitar pohon itu. Yang jelas, kami tidak akan membiarkan begitu saja tanpa tanaman," kata dia. (yak/ziz)
hermawan November 9th, 2009, 02:05 AM ^^Aku bermimpi, kapan ya Jalan Malang - Batu itu dibuat 4 jalur....
Seperti jalan KL- Genting Highland.:)
sbyctzn November 9th, 2009, 01:55 PM hmmmm ternyata museum satwa besar juga yah.....
ada yang mau ambilin fotonya...
penasaran nih....
kok sepertinya besar banget...
jadi bangga punya kota Batu...
really like Genting Highland...
tinggal pengembangan dan penataannya saja...
hopefully Pak Eddy Rumpoko bisa menjalankan tugas itu....
sbyctzn November 9th, 2009, 02:12 PM CUMA NEMU INI
http://malangraya.web.id/wp-content/uploads/2009/11/museum-satwa.jpg
sbyctzn November 9th, 2009, 02:18 PM itu lokasinya tnyata di Jatim Park yah???
jadi masih tetap milik Jatim Park???
bukan milik orang lain seperti BNS????
hermawan November 9th, 2009, 02:31 PM Dari berita2 terdahulu emang menunjukkan Museum Satwa itu masih satu manajemen dengan Jatim Park...malah dalam satu lokasi....
Ya beruntunglah kota Batu punya walikota seperti Pak Eddy...
sebenarnya tidak kalah sama Walikota Solo...
hanya Batu lebih kecil...jadi nggak kelihatan..
sbyctzn November 9th, 2009, 03:06 PM ^^
lagian Kota Batu masih seumur jagung hermawan...
ya masih belum kelihatan banget perkembangan kotanya...
tapi untuk daerah pemekaran di jatim..
Kota Batu layak menyandang predikat sebagai Kota pemekaran tersukses...
walaupun kecil...
tapi mantab banget....
tata kotanya masih belum rumit....
jadi buat pak Eddy Rumpoko harus bisa membuat kota Batu menjadi teratur, rapi, dan bersih...
mumpung masih belum kena penyakit khas seperti kota-kota lain di Indonesia..
saya suka banget dengan tata kota Batu...
padat dan teratur....
tinggal dibenahi cross pedestrian..
kebersihan... walaupun sudah bersih sih menurut saya, tapi harus lebih bersih lagi...
jalan Batu-Malng harusnya diperlebar... menjadi 4 lajur dan diberi meidan jalan
kalau perlu dibuat moda transportasi khusus dari Malang ke Batu..
konsep seperti apa lagi ya menurut kalian untuk pembangunan kota Batu???
sbyctzn November 9th, 2009, 03:16 PM ini saya post dari postingan di thread kota malang yang pernah saya post dulu
desain alun-alun kota Batu
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/32.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/22.jpg
credit to http://dpavilionarchitects.wordpress.com
Existed
Ini ada sedikit oleh2 dari mudik kemaren...:)
Seperti kata Hermawan, memang tidak banyak yang bisa di update...Here there are....
Alun-Alun Batu
Sebelumnya, karena kemarin ada rendering alun-alun Batu dan juga pertanyaan tentang progressnya...ini kondisi alun2 batu saat ini. Belum ada kegiatan proyek apapun. Maaf kalau kurang detail, gambar diambil sambil jalan.... :)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0611.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0613.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0614.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0647.jpg
credit to freezy89
sbyctzn November 9th, 2009, 03:26 PM Repost again,, for new thread.
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/sc_4_080529_800.jpg
credit to http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com
sbyctzn November 9th, 2009, 03:40 PM PETA WISATA. Small and Nice City, Kota Wisata, BATU.
http://www.batukota.go.id/slibmedia/Profil%20Global/967-771-Obyek%20Wisata.jpg
sbyctzn November 9th, 2009, 04:05 PM Ladang Sayur Mayur di Kota Batu
http://photos.friendster.com/photos/88/63/33073688/1_247214112l.jpg
Malam hari Kota Batu
http://img246.imageshack.us/img246/1126/dsc0337wa5.jpg
sbyctzn November 9th, 2009, 04:10 PM Walaupun sudah bulan kemarin, beritanya, tapi masih OK buat development Kota Batu
UIN Maliki Bangun Kampus Baru di Batu
UIN Maliki Bangun Kampus Baru di Batu
Malang - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Jawa Timur, mulai akan membangun kampus baru di Kecamatan Junrejo Kota Batu di atas lahan seluas 67 hektare senilai sekitar Rp3,4 triliun.
Kepala Biro Akademik UIN Maliki Malang Sudiono, di Malang, Selasa, mengatakan, proses pembangunan Kampus II UIN Maliki itu masih dalam tahap penggarapan design dan tapak ruang.
"Kami berharap pengarapan design ini cepat tuntas agar pembangunan segera dilakukan dan sambil menunggu penyelesaian design, kami memulai mengerjakan pembangunan Masjid Raya UIN Maliki lebuh dulu," katanya.
Menurut dia, pengembangan kampus di Batu tersebut nantinya untuk fakultas kedokteran dan politeknik (poltek). Untuk melengkapi fakultas kedokteran, pihaknya juga membangun rumah sakit (RS) pendidikan di kawasan Kelurahan Pendem sebagai RS pendidikan yang berfungsi sebagai tempat praktik mahasiswa kedokteran.
Menyinggung anggaran pembangunan kampus II yang cukup besar tersebut, Sudiono, mengaku, sudah ada tawaran dari beberapa donatur di antaranya dari Timur Tengah dan Jepang, namun sampai saat ini belum diputuskan mana yang akan direspon positif (diterima).
Ia mengakui, karena belum ada yang diterima itu, maka bentuk kerja sama selanjutnya termasuk hak dan kewajiban antara kedua belah pihak juga belum ditentukan secara detail.
Sekarang ini, lanjutnya, pihaknya masih konsentrasi menyelesaikan pembangunan Masjid Raya UIN Maliki yang membutuhkan dana sekitar Rp1 triliun, berasal dari bantuan Gubernur Madinah. "Semua arsitekturnya lebih banyak mengacu pada arsitek Maroko, Madinah dan Mekkah," katanya.
Sebenarnya, katanya, banyak tawaran bantuan anggaran untuk berbagai pembangunan dari beberapa negara di Timur Tengah termasuk untuk beasiswa, namun UIN masih melakukan pengkajian lebih dalam terutama skema bantuan yang bakal dikucurkan tersebut sehingga bisa benar-benar bermanfaat bagi seluruh komponen.
"Kami targetkan pengerjaan pembangunan gedung perkuliahannya di Kampus II selama dua tahun tuntas," tegasnya.
dexa November 9th, 2009, 04:22 PM ^^^^
Akhirnya ada perkembangan juga tentang kampus UIN maliki di batu...:banana:
sbyctzn November 10th, 2009, 09:11 AM 3,4 Triliun booo.....
kayak gimana yah kampusnya...???
hermawan November 10th, 2009, 09:50 AM ^^
ya..di post yang terdahulu khan ada....
Masjidnya aja 1 T:nuts::nuts::nuts:
hermawan November 11th, 2009, 03:40 AM @ sbyctzn : trima kasih ya foto2nya sangat indah.
jadi kangen kepingin ke Batu
apalagi jalur Batu - Cangar.....wouh indah banget ......
nggak salah tuh Batu the real tourism city..
Punya nggak ya foto tentang cangar..
terakhir aku kesana tahun lalu ...dasar apes
bawa rombongan ..datang jam 4 sore udah tutup...
Oh ya tentang saran2 untuk kota Batu lain kali dibahas yo...
di kepala ini sudah seabreg ide...tinggal ditumpahin he..he..he..
gussinyo November 11th, 2009, 07:29 AM Lokasi Branding ‘Kota Wisata Batu’ Dialihkan ke Gunung Banyak
17 September 2009 No Comment
Rencana penulisan atau branding Gunung Panderman dengan tulisan Kota Wisata Batu batal. Penulisan yang masih bertaraf wacana tersebut bakal dialihkan ke Gunung Banyak. Alasannya karena penulisan pada kawasan gunung yang juga dijadikan landasan terbang paralayang itu lebih memungkinkan dan jauh lebih mudah.
“Penulisan branding di Gunung Banyak lebih mudah dibanding dengan penulisannya di Gunung Panderman,” kata Syamsul Huda, kepala Dinas Kebudayaan dan Parisiwata, Pemkot Batu, siang kemarin.
Syamsul mengatakan, kemudahan itu didasarkan pada teknis pemasangannya. Medan di Gunung Panderman lebih berat dibanding dengan medan yang ada di Gunung Banyak.
Panorama Batu dilihat dari atas Gunung Banyak (foto:Ruditta Devianti)
Selain itu, sambung Syamsul, hingga saat ini juga belum ada rekanan maupun pihak ketiga yang berani memberikan perhitungan kebutuhan biaya maupun memberikan gambaran teknis pemasangannya. “Belum ada yang masuk pengajuannya. Mungkin tidak ada yang berani menghitung karena sulitnya medan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menegaskan rencana pemindahan itu bukan karena adanya penolakan dari pihak-pihak yang lain. Baik itu atas nama pribadi maupun maupun kelembagaan. Akan tetapi, pemindahan itu dilakukan karena persoalan teknis.
Dia menegaskan, pemindahan penulisan Kota Wisata Batu itu masih berupa rencana. Ini masih sebatas ide awal yang belum dibicarakan dengan wali kota maupun tim anggaran.
Sayang, disinggung soal pelaksanaan kajian penulisan branding di dinding gunung tersebut, Syamsul mengaku belum mengetahuinya. Bahkan, dia juga menegaskan di dinasnya tidak ada anggaran untuk pelaksanaan kajian penulisan branding tersebut. “Tidak ada di dinas saya. Tidak tahu kalau di badan perencanaan dan pembangunan. Coba tanyakan ke sana,” katanya. (yak/lia/radarmalang)
Keywords: branding, Dinas Pariwisata, Gunung Banyak, Panderman, wisata
gussinyo November 11th, 2009, 07:36 AM Pasar Bunga Sidomulyo Dibangun, Pedagang Berharap Sewa Tak Dinaikkan
10 Oktober 2009 4 Comments
Para pedagang Pasar Bunga Sidomulyo meminta Pemkot tidak menaikan harga sewa kios jika Pasar Bunga dibangun lebih megah. Harapan pedagang itu disampaikan menyusul rencana pasar wisata itu dibangun lebih megah pada tahun 2010 mendatang.
“Kami sudah dengar, rencananya pasar ini mau dibangun lebih bagus lagi. Kami mendukung rencana itu asalkan harga sewa tidak ikut dinaikan,” kata pedagang Pasar Bunga Sidomulyo, Darmiati kepada Malang Post.
Didampingi beberapa rekannya, ia mendukung rencana pembangunan pasar karena menurutnya, kondisi fisik pasar sudah tidak nyaman lagi. Apalagi Pasar Bunga Sidomulyo merupakan salah satu obyek wisata di Kota Batu. “Kalau bisa dibangun yang lebih bagus lagi. Karena kalau bangunannya bagus, maka wisatawan yang berkunjung dan membeli bunga disini pasti akan lebih banyak lagi,” harapnya.
Sedangkan harapan mereka, agar pemkot tidak menaikan harga sewa karena sepinya pembeli. Bahkan, sejak dua bulan terakhir, jumlah pembeli sedang menurut drastis. Darmiati mencontohkan, sebelum dua bulan lalu saat ramai pembeli, dalam sehari bisa meraup pendapatan sebesar Rp 110 ribu per hari. “Tapi sekarang ini sudah tidak ramai. Kalau bangunannya bagus, harga sewa dinaikan, kami akan rugi,” kata mereka.
Begitu juga Siti Khotijah, pedagang lainnya. Ia berharap jika pemkot sudah membangun gedung pasar yang lebih bagus, tidak diikuti kenaikan harga sewa kios. Namun demikian, Siti Khotijah setuju bila pasar bunga dibangun baru. “Kalau dibangun dengan bangunan yang lebih bagus lagi, pasti pembelinya akan lebih banyak. Apalagi selama ini masyarakat di daerah lain seperti, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, bahkan sampai Papua dan Malaysia sudah mengetahui Pasar Bunga Sidomulyo,” katanya.
Rencananya Pemkot Batu akan membangun Pasar Bunga Sidomulyo ditahun depan. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Budi Santoso mengatakan, site plan bangunan sudah disiapkan. Rencana anggaran pembangunan di areal 4 hektar itu sekitar Rp 40 Miliar sampai Rp 60 Miliar. “Rencananya pemkot menggalang dana dari APBD Provinsi dengan dukungan APBD Kota Batu. Program ini untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata,” jelasnya. (van/nug/malangpost)
gussinyo November 11th, 2009, 07:41 AM Kota Batu Jadi Hollywood Indonesia?
25-09-2009
BATU--Wali Kota Batu, Essy Rumpoko berharap Kota Batu di Jawa Timur menjadi Hollywood Indonesia. Harapan tersebut disampaikan menjelang pendeklarasian Kota Batu sebagai Kota Film Nasional. "Sampai saat ini belum ada kota perfilaman di Indonesia sebagaimana Hollywood di Amerika dan Bollywood di India. Kami sangat merasa senang dan bangga jika Kota Batu menjadi Bollywood atau Hollywood-nya Indonesia,’’ kata Eddy Rumpoko.
Dia meyatakan bahwa potensi Kota 'Apel' Batu sangat kondusif untuk menjadi kota perfilman. Selama ini kota yang dipimpinnya itu sudah memproklamasikan diri sebagai kota wisata. Menurut dia, kota wisata ini sangat pas bila juga menjadi kota perfilman. Selain menyajikan panorama alam yang indah, kota ini juga dekat dengan kawasan hutan dan laut.
"Makanya, kami sangat berharap artis perfilman Indonesia mendukung Batu menjadi kota perfilman Indonesia,’’ kata dia menjelang pendeklarasian Kota Film Nasional di Kota Batu. Hadir dalam pendeklarasian di Kota Batu tersebut para pengurus Perasatuan Artis Film Indonesia (Parfi) seperti Rizal Djibran, Pong Hardiatmo, Ray Sahetapi, dan beberapa artis tenar lainnya.
Rizal Djibran sangat mendukung gagasan tersebut. Menurut dia, sebagai kota wisata, Batu mempunyai pesona tersendiri. Sedang Pong Hardiatmo juga memberikan dukungan senada. Dia menegaskan, Indonesia memang perlu memiliki kota perfilman. Selama ini, sambung dia, belum ada kota yang berani menawarkan diri menjadi pusat perfilaman di Indonesia.
Justru, terang dia, yang sangat berani saat ini menawarkan diri baru Kota Batu. Kendati demikian, dia menilai, ide untuk mewujudkan Kota Batu sebagai kota perfilaman nasional merupakan ide gila.
Ray Sahetapi, juga memberikan penilaian senada. Dia menjelaskan bila Kota Batu layak menyandang sebagai kota pusat perfilman di Indonesia. Fasilitas pendukung untuk pembuatan film, terutama dari aspek alam, dikatakannya, sangat kondusif. aji/irf
http://www.republika.co.id/berita/77970/Kota_Batu_Jadi_Hollywood_Indonesia
gussinyo November 11th, 2009, 07:43 AM Senin, 29/06/2009 09:46 WIB
Batu garap proyek Rp127 miliarCetak
BATU: Iklim investasi di Kota Batu sedang menggeliat.
Hal itu ditandai dengan masuknya investasi senilai Rp127 miliar untuk tujuh proyek, mulai dari perhotelan, pusat kuliner, mal, plaza, hingga pembangunan pasar.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Batu, Eko Suhartono, mengatakan dari sejumlah investasi tersebut tiga diantaranya mulai dikerjakan, yakni museum wisata (satwa), taman burung, dan wisata bunga Bumiaji.
"Saat ini pembangunan museum sedang berlangsung dan lokasinya berada tidak jauh dari obyek wisata Batu Night Spectacular (BNS)," kata Eko kepada Bisnis pekan lalu.
Dibandingkan dengan obyek wisata lainnya, museum wisata mampu menyedot nilai investasi yang cukup hingga Rp100 miliar. Sedangkan untuk hotel dan gerai makanan sekitar Rp20 miliar, serta taman bunga Bumiaji sekitar Rp70 juta.
Sedangkan untuk investasi lainnya seperti mal, Gedung Olahraga Ganesha, Plaza Batu, dan Pasar Kota Batu, sejauh ini tengah memasuki proses perizinan dan perencanaan pembangunan.
Yang jelas semua proyek tersebut diharapkan pembangunannya bisa dilaksanakan tahun ini.
"Pemkot Batu memang tengah menggencarkan iklim investasi. Bahkan salah satunya ditempuh melalui kemudahan dalam hal layanan perizinan." Tidak hanya itu, menyangkut layanan terhadap masyarakat juga diharapkan bisa berjalan maksimal. Masyarakat juga tidak sulit mengakses masalah perizinan.
Bahkan dalam hal-hal tertentu layanan terhadap masyarakat itu juga relatif mudah. Salah satu contohnya mengenai layanan drivethru di kantor Samsat Kota Batu.
Asisten I Sekretaris Kota Batu, Marjadi, mengakui membaiknya iklim investasi di Kota Batu saat ini menunjukkan tingginya potensi yang dimiliki Kota Batu. Karena itu sudah saatnya masyarakat Batu berperan aktif dan tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
"Maraknya investasi secara otomatis menggairahkan iklim usaha, yang akhirnya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu," jelas Marjadi. (K25)
BISNIS INDONESIA
gussinyo November 11th, 2009, 07:45 AM Kota Batu Jadi Hollywood Indonesia?
25-09-2009
BATU--Wali Kota Batu, Essy Rumpoko berharap Kota Batu di Jawa Timur menjadi Hollywood Indonesia. Harapan tersebut disampaikan menjelang pendeklarasian Kota Batu sebagai Kota Film Nasional. "Sampai saat ini belum ada kota perfilaman di Indonesia sebagaimana Hollywood di Amerika dan Bollywood di India. Kami sangat merasa senang dan bangga jika Kota Batu menjadi Bollywood atau Hollywood-nya Indonesia,’’ kata Eddy Rumpoko.
Dia meyatakan bahwa potensi Kota 'Apel' Batu sangat kondusif untuk menjadi kota perfilman. Selama ini kota yang dipimpinnya itu sudah memproklamasikan diri sebagai kota wisata. Menurut dia, kota wisata ini sangat pas bila juga menjadi kota perfilman. Selain menyajikan panorama alam yang indah, kota ini juga dekat dengan kawasan hutan dan laut.
"Makanya, kami sangat berharap artis perfilman Indonesia mendukung Batu menjadi kota perfilman Indonesia,’’ kata dia menjelang pendeklarasian Kota Film Nasional di Kota Batu. Hadir dalam pendeklarasian di Kota Batu tersebut para pengurus Perasatuan Artis Film Indonesia (Parfi) seperti Rizal Djibran, Pong Hardiatmo, Ray Sahetapi, dan beberapa artis tenar lainnya.
Rizal Djibran sangat mendukung gagasan tersebut. Menurut dia, sebagai kota wisata, Batu mempunyai pesona tersendiri. Sedang Pong Hardiatmo juga memberikan dukungan senada. Dia menegaskan, Indonesia memang perlu memiliki kota perfilman. Selama ini, sambung dia, belum ada kota yang berani menawarkan diri menjadi pusat perfilaman di Indonesia.
Justru, terang dia, yang sangat berani saat ini menawarkan diri baru Kota Batu. Kendati demikian, dia menilai, ide untuk mewujudkan Kota Batu sebagai kota perfilaman nasional merupakan ide gila.
Ray Sahetapi, juga memberikan penilaian senada. Dia menjelaskan bila Kota Batu layak menyandang sebagai kota pusat perfilman di Indonesia. Fasilitas pendukung untuk pembuatan film, terutama dari aspek alam, dikatakannya, sangat kondusif. aji/irf
http://www.republika.co.id/berita/77970/Kota_Batu_Jadi_Hollywood_Indonesia
gussinyo November 11th, 2009, 08:04 AM 2009-10-23
Investor Rebutan Proyek Pasar Wisata Kuliner
BATU - Investor mulai bergairah menanamkan dananya di Kota Batu, malahan, dua investor besar di Malang sempat rebutan. Utamanya untuk membangun pasar wisata kuliner yang berada di Jalan Sudiro Kota Batu.
Salah satunya adalah PT Waskita Graha Karya dari Malang. Mereka menawarkan investasi pembangunan Pasar Wisata Kuliner di Jalan Sudiro. Investasi sebesar Rp 56 miliar ini untuk menampung 420 PKL sekitar Alun Alun Batu yang sampai saat ini belum jelas relokasinya.
Rencana investasi tersebut dipresentasikan di Kantor Pemkot Batu yang dihadiri perwakilan PKL sekitar Alun Alun, kemarin. Selain memaparkan konsep kerjasama, rencana detail bangunan pasar juga ditampilkan.
Konsultan PT Waskita Graha Karya, Mulyono menjelaskan, nilai investasi sebesar Rp 56 miliar terdiri dari 20 persen untuk pembelian lahan. Sisanya 80 persen digunakan untuk bangunan Pasar Wisata Kuliner lengkap dengan berbagai sarana penunjangnya.
Lahan yang diincar untuk bangunan Pasar Wisata Kuliner yakni di lahan kosong di Jalan Sudiro. “Luasan lahannya 8.080 meter persegi. Saat ini lahan milik perorangan. Kami siap membeli lahan itu,” jelasnya.
Lebih lanjut Ketua Tim PT Waskita Graha Karya, Sumargo menambahkan rencana bangunan yang ditawarkan itu, dilengkapi areal parkir yang sangat layak. Parkir yang diletakan di basement memiliki luas 4700 meter persegi.
Parkir seluas itu lanjut Sumargo, bisa menampung 300 motor dan 212 mobil dalam hitungan sekali parkir.Jika dihitung parkir motor membayar Rp 1000 dan parkir mobil Rp 1500, dia memperkirakan dalam setahun bisa mendapat Rp 1 miliar dari parkir. Ini jika dalam sehari terdapat empat sampai lima kali parkir untuk motor dan parkir mobil sebanyak tiga kali dalam sehari.
Diuraikan bahwa pihaknya yang akan membeli tanah dan membangun. Setelah itu, bangunan lengkap dengan tanah akan diserahkan kepada pemkot sebagai pengelola. Bersamaan penyerahaan tanah dan bangunan, pemkot pun harus mengganti kembali semua dana investor termasuk perhitungan profit.
Konsep kerjasama ini segera disetujui investor asalkan ada penjamin pengembalian investasi berupa bank. Karena pemkot bermitra dengan Bank Mitra, kata Sumargo, sudah bisa dijalankan.
Ditelikung
Sementara itu, H Brodin, ketua PKL Alun-alun Batu, merasa ditelikung dengan datangnya investor itu. Pasalnya sejak 3 tahun lalu telah membawa investor sendiri yang siap memberikan bunga ringan kepada para pedagang sekaligus akan memberikan status hak milik setiap stand yang sudah dilunasi para pedagang.
“Kita tidak tahu, kok tiba-tiba pemkot membawa investor sendiri. Di mana hasil pemaparannya jelas tidak menguntungkan pedagang yang hanya memberikan hak guna bangunan. Kalau inverstor saya, PT Eka Cipta Mandiri siap memberikan status tanahnya menjadi hak milik. Tentunya cicilannya lebih ringan,” kata H Brodi kepada wartawan.
Terpisah Kepala Bagian Perekonomian Kota Batu, Dr Samuji membantah keras kalau pihaknya secara tiba-tiba membawa investor dan menelikung para PKL Batu. “Kita tidak menelikung. Tetapi karena sifatnya kita sebagai pelayan yang baik, maka siapa saja boleh datang ke Batu. Jadi, ketika ada investor yang ingin memaparkan programnya untuk warga Batu ya kita terima saja. Keputusannya terserah walikota,” tukas Samuji kepada wartawan di pendapa Pemkot Batu.n ned
gussinyo November 11th, 2009, 08:22 AM Hotel2 di Kota Batu
Hotel Arumdalu
Jl. Arumdalu, Songgoriti d.a
Jl. Tangkuban Parahu 21
Telp. 0341-593260
Hotel Aster
Jl. Trunojoyo 7 Malang
Telp. 0341-591323
Fax. 0341-593377
Hotel Asida
Jl. Panglima Sudirman 99 Malang
Telp. 0341-592988
Fax. 0341-591259
Hotel Grand Palem
Jl. Trunojoyo 30 Malang
Telp. 0341-591977
Hotel Purnama
Jl. Raya Selekta 3-5 d.a
Jl. Jemur Andayani 38 Surabaya
Telp. 0341-592700
Fax. 0341-592710
http://cybertravel.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybertravel/Hotel%20Review/Hotel%20Purnama.JPG
Hotel Selecta
Tulungrejo
Telp. 0341-592025
Hotel Baru
Jl. KH Agus Salim 27 Malang
Telp. 0341-593535
Hotel Monalisa
Jl. Raya Selecta 83 Punter
Telp. 0341-592676
Hotel Mustikasari
Jl. Budiono 2 Punten
Telp. 0341-591049
Hotel Santoso
Jl. Tulungrejo
Telp. 0341-591066
Hotel Songgoriti
Jl. Songgoriti
Telp. 0341-593555
Fax. 0341-596407
http://disparta.batukota.go.id/userfiles/image/P8120239.JPG
New Victory Hotel
Jl. Raya Djinggo 107
Telp. 0341-593011
Fax. 0341-593012
http://disparta.batukota.go.id/userfiles/image/P8120273.JPG
Hotel Ragil Kuning
Jl. Panglima Sudirman IX/1
Telp. 0341-593051
Hotel Perdana
Jl. Panglima Sudirman 101
Telp. 0341-591104
Kusuma Argo Wisata
Jl. Abdul Gani Atas
Telp. 0341-593333
Fax. 0341-593196
http://disparta.batukota.go.id/userfiles/image/P8120215.JPG
Hotel Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol 3
Telp. 0341-593628
Hotel Arjuno Batu Ind
Jl. Trunojoyo 66
Telp : 0341-593084
Hotel Batu Permai
Jl. Hasanuddin 4
Telp : 0341-592512
Fax : 0341-591934
Hotel Brintik
Jl. Diponegoro 151
Telp : 0341-591951
Hotel Garuda
Jl. Rusman 87
Telp : 0341-592480
Hotel Grawidya
Jl. Raya Beji
Telp : 0341-594265
Fax : 0341-597075
Hotel Jaya
Jl. Salam
Telp : 0341-594338
Hotel Kartika Wijaya
Jl. P. Sudirman 127
Telp : 0341-592600
Fax : 0341-591004
http://cityguide.kapanlagi.com/images/malang/05030009.jpg
Hotel Kartika Raya
Jl. Songgoriti 17
Telp : 0341-593020
Hotel Kawi
Jl. P.Sudirman 69
Hotel Klub Bunga Butik Resort
Jl. Kartika 1
Telp : 0341-594777
Fax : 0341-594770
http://www.metrogaya.com/files/imagecache/gambar_content/gambar/pelesir/club%20bunga.jpg
Hotel Mandiri
Jl. Sengkaling 133,Malang
Telp : 0341-463481
Hotel Mentari
Jl. Raya Beji
Telp : 0341-596159
Hotel Metropole
Jl. P. Sudirman 93
Telp : 0341-591758
Fax : 0341-595456
http://disparta.batukota.go.id/userfiles/image/P8120262.JPG
Hotel Mutiara Baru
Jl. P. Sudirman 146
Telp : 0341-511259
Fax : 0341-511260
Hotel Nirwana
Jl. Arumdalu 5
Telp : 0341-592991
Hotel Palem Sari
Jl. Raya Punten 2
Telp : 0341-591219
Fax : 0341-597972
Hotel Palereman Soerabaya
Jl. Imam Bonjol Atas
Telp : 0341-598170
Fax : 0341-598170
Hotel Pendowo
Jl. Raya Punten 278 Telp : 0341-594374
Hotel Putri Bulan
Jl. Raya Punten 12
Telp : 0341-592361
Hotel Royal Orchids Garden
Jl. Indragiri 4
Telp : 0341-593086
Fax : 0341-591064
http://farm4.static.flickr.com/3502/3788422360_c863216732.jpg
Hotel Selorejo & Wisata
Jl. Ngantang
Telp : 0341-521085
Fax : 0341-521084
http://lh4.ggpht.com/_6Ylmu7hLTIU/SetEeqJy1yI/AAAAAAAAA08/3UcqpOat3uk/Selorejo%20Dam%203_thumb%5B1%5D.jpg
Hotel Songgoriti
Jl. Arumdalu
Telp : 0341-592521
Hotel Tawang Argo
Jl. Brantas 116
Telp : 0341-591006
Hotel Tidar
Jl. Puncak Tidar 1, Malang Telp : 0341-553575
Fax : 0341-553523
Hotel Trisno
Jl. Trunojoyo 80 Telp : 0341-598842
Hotel Wijaya
Jl. Raya Selecta 62
Telp : 0341-592694
Fax : 0341-592223
Hotel Wisata
Jl. Trunojoyo 43
Telp : 0341-597439
Wisma Ijen
Jl. Indragiri 2
Telp : 0341-591022
Hotel Surya Indah
Oro-oro Ombo
http://www.hotelsuryaindah.com/images/0101-KOLAM.jpg
Batu Suki
http://cityguide.kapanlagi.com/images/malang/13040027a.jpg
gussinyo November 11th, 2009, 08:24 AM Wisata Agro Kusuma Agro Wisata Hotel
Malang, Jawa Timur
»DATA UMUM PENGELOLA
Nama Pengelola Direksi PT. Kusuma Agro Wisata Hotel
Alamat Pengelola PT. Kusuma Agro Wisata Hotel
Jl. Abdul Gani Atas Batu
Malang Jawa Timur
Telp. 0341-593333, 593195, 551565
Fax. 0341-593196, 596459
Pemilik PT. Kusuma Agro Wisata Hotel
Jl. Abdul Gani Atas Batu
Malang Jawa Timur
Telp. 0341-593333, 593195, 551565
Fax. 0341-593196, 596459
Informasi Telp. 0341-593333, 593195, 551565
Fax. 0341-593196, 596459
Kusuma Tour and Travel
Jl. Ngagel Jaya Selatan Blok F-21
Surabaya Jawa Timur
Telp. 031-5616524, 5680202, 5040202
fax. 031-5680265
»DATA UMUM OBYEK WISATA AGRO
Nama Obyek Wisata Agro Wisata Agro Kusuma Agro Wisata Hotel
Nama Lokasi Batu
Kota Terdekat Malang
Provinsi Jawa Timur
Jarak Lokasi ke Kotamadya 23 Km dari Kota Malang
Sarana Transportasi dari Ibukota Kabupaten ke Lokasi Bus/angkutan darat
Jarak Lokasi ke Ibukota Provinsi Surabaya - km
Sarana Transportasi dari Ibu Kota propinsi ke Lokasi Bus / angkutan darat
Jarak Lokasi ke Jakarta - Km
Sarana transportasi dari Jakarta Udara/Darat
»DATA DASAR OBYEK WISATA AGRO
LAHAN
Elevasi 1000 m dpl
Suhu Tropis 26oC
KOMODITAS
Utama Apel
Lainnya Jeruk, Sayur, Kopi, Stroberi
FASILITAS
Utama
Penginapan 2 executive suite, 2 junior suite, 12 deluxe cottage, 14 superior cottage, 4 standard cottage, 32 junior double, 10 junior triple, 6 family room
Pendukung
Taman/Kebun Rekreasi Apple & Orange Plantation Tour
Restoran/Coffe Shop/Bar Alamanda Fastfood Restaurant
Nusa Indah Joglo Traditional Restaurant
Hortensia Restaurant
Melati Coffee Shop
Anggrek Bulan Bar
Olahraga Kolam renang "Teratai"
Jogging
Tennis
Bersepeda
Memancing
Berkuda
Panjat Gunung
Panjat Tebing
Konvensi 15 - 800 orang
Aula:
Hibiscus Hall
Amarilis Hall
Ruang rapat:
Helianthus
Cempaka
Anyelir
Hibiscus
Anthorium
Anthorium VIP
Lainnya Pijat, Biliar, Karaoke, Taman bermain Anak, Kebun Binatang
Telekomunikasi Telp, Fax, Telex
Tempat Olahraga Tenis Course 2 Line, Jogging Track
Teratai Swimming Pool (Head)
Fishing, Cycling Route, Horsing Route
Tempat Ibadah Mesjid
Pemandu Wisata Ada (Inggris, Jerman)
Waktu Berkunjung Sepanjang tahn (Booking terlebih dahulu)
Tarif Kunjungan Bervariasi
»POTENSI DAN PROSPEK
Daya Tarik Utama Perkebunan Apel
Perkebunan Jeruk
Fruit Shop
Tanaman Hias
Souvenir Shop
Daya Tarik Pendukung Panorama Gunung Arjuna, Gunung Panderman, Gunung Suket, Gunung Welirang, Gunung Anjasmoro
Panorama Kota Batu, Convention Facilities
Jumlah Kunjungan wisatawan
dalam 2 tahun terakhir -
»UPAYA UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN
Dari Aspek Perluasan Pasar Selalu menyajikan yang baru dan pelayanan yang baik
Dari Aspek Keragaman Objek Selalu menambah keragaman objek (contoh: Hortikultura, kebun kopi)
Dari Aspek Fasilitas Menambah fasilitas penginapan dan kamar
Dari Aspek Promosi Selalu aktif mengikuti pameran, kegiatan-kegiatan agrowisata baik dalam dan luar negeri
Last Updated : Tuesday, July 29, 2003 10:15 AM
gussinyo November 11th, 2009, 08:52 AM agro kusuma
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Alam&kd=5&did=detail
selecta
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Alam&kd=8&did=detail
coban rais
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Alam&kd=32&did=detail
coban talun
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Alam&kd=2&did=detail
cangar
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Alam&kd=23&did=detail
gunung banyak
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Alam&kd=6&did=detail
pasar bunga
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Buatan&kd=15&did=detail
songgoriti
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Buatan&kd=7&did=detail
desa agro apel
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Buatan&kd=24&did=detail
arboretum
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Buatan&kd=40&did=detail
desa sayur
http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=6&jns=Buatan&kd=25&did=detail
gussinyo November 11th, 2009, 10:45 AM http://selecta-wisata.com/image/pemandian.jpg
http://xe7.xanga.com/f6bc6a1457133199070474/m154107780.jpg
pemandian selecta
http://adelays.files.wordpress.com/2009/10/selecta.jpg
http://www.geografiana.com/images/stories/wisata/batu.jpg
salah satu sisi kota
http://1.bp.blogspot.com/_QLAZ4yCmW8U/SqXKSXpoLzI/AAAAAAAAAAM/5_uOGeYibJk/s320/100_8021.JPG
batu flora fest
http://4.bp.blogspot.com/_Uuejyu2FPbs/SeOIonSg2TI/AAAAAAAAAAM/jOh19dKfiQA/s320/cangar3.jpg
pertanian sayur cangar
http://i1.ytimg.com/vi/rx7mYuQSyCM/0.jpg
arung jeram
gussinyo November 11th, 2009, 11:04 AM http://cityguide.kapanlagi.com/images/malang/19010010.jpg
pondok jatim park
http://indonesianic.files.wordpress.com/2008/11/taman-sultan-agung.gif
jalan sultan agung
club bunga
http://1.bp.blogspot.com/_jEBdujSteKY/SRz1hKe2h7I/AAAAAAAAABY/C1CGLlD-UHI/s320/011120081940.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_jOsWjvP4hOg/SRRffMO0dKI/AAAAAAAAAFQ/BDdA8KvoVD0/s320/IMG_1318.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_jOsWjvP4hOg/SRRffJcyNOI/AAAAAAAAAFY/k6r8CNvJXWI/s1600-h/klubbunga.jpg
hermawan November 12th, 2009, 01:30 AM Ladang Sayur Mayur di Kota Batu
http://photos.friendster.com/photos/88/63/33073688/1_247214112l.jpg
Panorama seperti ini yang aku suka dari Kota Batu......
Jalan Sultan Agung bisa selebar itu, dulu siapa ya yang punya ide?
Coba jalan-jalan di kota Batu dibuat segede itu....
Hanya bisa mimpi!!!!!:)
hermawan November 12th, 2009, 02:40 AM @ gussinyo : nggak nyangka Museum Satwa 100 M
seperti apa ya?
hermawan November 12th, 2009, 02:44 AM Pembangunan Terminal Rp 3 Miliar
BATU - Pemkot Batu kembali membuka program lama peningkatan status Terminal Kota Batu. Kemarin, dishub mengajukan anggaran Rp 3 miliar untuk membangun terminal dari tipe C ke tipe B. Peningkatan status terminal itu adalah salah satu program kerja mantan Wali Kota Imam Kabul yang sempat mandek selama lima tahun.
Kadishub Kota Batu Widodo mengutarakan, peningkatan status sudah pernah diawali dengan pembongkaran kios yang ada di sebelah timur terminal. Namun, pembongkaran belum terlaksana dan dialihkan ke pembangunan kios baru. Kini bangunan kios baru tersebut sudah terbangun di sebelah barat terminal. "Kios-kios tersebut sudah siap ditempati," kata Widodo.
Setelah kios baru sudah siap, maka tidak ada alasan lagi bagi penyewa kios yang ada di sebelah timur terminal untuk tidak pindah. Sehingga proses pembongkaran bisa terlaksana dengan lancar apabila pengajuan pendanaan 2010 disetujui semua pihak. "Tinggal bongkar dan membangun sarana untuk bus. Kalau pendanaan tidak disetujui kembali, ya terpaksa nunggu lagi," katanya.
Selain pembongkaran kios, dana peningkatan terminal menjadi tipe B juga digunakan untuk membangun jalur bagi bus antar kota. Termasuk juga memperluas lapangan parkir bus dan angkutan kota. Pembangunan jalan keluar masuk yang lebih representatif juga masuk dalam paket peningkatan status terminal.
Bus antar kota yang akan masuk ke Terminal Batu adalah bus jurusan Batu-Surabaya dan Batu-Lanud Abdulrachman Saleh. Selain itu, frekuensi pemberangkatan bus Batu-Denpasar juga akan ditambah. Penambahan trayek bus antarkota itu akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan sarana dan prasarana terminal.
"Akses transportasi harus diperbaiki. Sebab, daya tarik wisata Batu bertambah. Makanya, kami berupaya agar peningkatan status terminal segera terlaksana," katanya.
Saat ini lahan milik terminal seluas 9.700 meter persegi. Lahan yang baru digunakan sekitar 5.000 meter. Sedangkan sisanya masih digunakan bangunan kios dan tanah kosong. Apabila status terminal meningkat ke tipe B, lahan terbangun bisa mencapai 8.000 meter. (yos/lia)
hermawan November 12th, 2009, 02:45 AM @ gussinyo : nggak nyangka Museum Satwa 100 M
seperti apa ya?
Pembangunan Mal baru sangat di tunggu...
Batu perlu pusat perbelanjaan modern biar kalo malam nggak terlalu sepi!
gussinyo November 12th, 2009, 05:34 AM @ gussinyo : nggak nyangka Museum Satwa 100 M
seperti apa ya?
Pembangunan Mal baru sangat di tunggu...
Batu perlu pusat perbelanjaan modern biar kalo malam nggak terlalu sepi!
kalau sempat nanti aku foto dari dekat, tiap minggu aku ke Batu kok
kalau pusat belanja yg ada sudah ada di Jln Diponegoro, baru operasional sekitar 2 bulan, tapi kecil sekelas Ramayana gitu... tapi dibelakangnya masih ada hotel baru dibangun yg nyambung sama pusat belanja itu...
gussinyo November 12th, 2009, 05:46 AM Pemkot Brencana Bangun Kereta Gantung
By Imam Yulianto, on 14-07-2009 10:49
Views : 378
Favoured : 10
Published in : HOT TOPIK, WISATA
BATU – Pemkot Batu kembali membuat gebrakan untuk mendongkrak sektor pariwisata.Pemkot berencana membangun kereta gantung yang menghubungkan sejumlah tempat tujuan wisata di Kota Batu.
Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Batu Bambang Wahyudi menyatakan, tahun ini tim teknis segera melakukan studi kelayakan. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan dana sekitar Rp150 juta. Setelah uji kelayakan selesai, tugas Pemkot Batu adalah membuat proposal penawaran kepada para investor supaya bersedia menanamkan modal untuk proyek tersebut.
Alasannya klasik,menurut Bambang,APBD Kota Batu tidak akan cukup untuk menyediakan fasilitas kereta gantung tersebut. Menurut Bambang, beberapa kawasan wisata yang akan dihubungkan antara lain Jatim Park- Songgoriti-Selecta-BNS. Dipilihnya empat lokasi ini selain karena letaknya yang memang searah atau sejalur, empat tempat tersebut juga tercatat paling ramai dikunjungi wisatawan. ”Tahun ini kami lakukan kajian dan perencanaan di lapangan dulu.
Tahapan berikutnya adalah melakukan uji publik,”terangnya. Bambang juga mengatakan, selain membangun kereta gantung, tahun ini Pemkot Batu melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kota Batu sudah menjadwalkan segera merenovasi kawasan alun-alun Kota Batu.Sesuai konsep pengembangan Kota Wisata Batu,kawasan alun-alun akan menjadi lokasi hiburan rakyat yang murah meriah.
”Rencananya tahun ini sudah dimulai pembangunannya,” ujarnya. Terkait dengan pengembangan wisata di Kota Batu,Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu Syamsul Huda menyatakan, pihaknya juga merencanakan untuk mengukir dinding batu di Bukit Panderman dengan tulisan Kota Wisata Batu.
”Kalau dinding Bukit Panderman bisa diberi tulisan seperti di Hollywood, kami yakin seluruh penjuru mata yang datang ke Kota Batu akan bisa melihat logo Kota Wisata Batu itu,”jelas Syamsul. (Sumber: Seputar Indonesia tanggal 130709)
Last update: 14-07-2009 10:49
gussinyo November 12th, 2009, 06:16 AM http://citizenimages.kompas.com/system/files/imagecache/citizen_600x500/files/DSC_0332-3.jpg
view kota
http://lh4.ggpht.com/_jSz8_OrsNs4/Sh8TnI1oVhI/AAAAAAAABbM/cvj4xOBopnE/gunung%20banyak.jpg
oleh2 kripik apel
http://www.sariapel.com/images/keripik/keripik-apel-batu.jpg
coban rondo
http://lh3.ggpht.com/_jSz8_OrsNs4/SfpHn63RPoI/AAAAAAAABRg/WVirri5YK74/cobanrondo2.jpg
kebun strawberry
http://antibiasa.files.wordpress.com/2009/08/malang2.jpg
sate kelinci
http://kulinerkami.files.wordpress.com/2009/07/1satekelinci.jpg
kebun bunga selecta
http://ceritaeka.files.wordpress.com/2009/07/taman-bunga-selecta-6.jpg
http://hamzahboy.0fees.net/wp-content/uploads/2009/01/walking2-in-batu-malang-2-300x225.jpg
kawasan villa
http://www.antarafoto.com/pso/prevw/grab.php?id=1254315657
kantor walikota
http://203.77.237.21/einvest/homepage/3579/umum/0/images/ktr%20walikota.jpg
stasiun ATV
http://malangraya.web.id/wp-content/uploads/2008/12/atv-18-des.gif
plaza batu
http://batuyes.files.wordpress.com/2008/08/plaza-batu_resize1.jpg
BNS
http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SVSxAN7nysI/AAAAAAAABgM/steKnmYRXl4/s400/Image(101).jpg
villa2
http://4.bp.blogspot.com/_CXAOHzXZ49M/R7vXRXXxgPI/AAAAAAAAAA8/qacYwzwwH2A/S660/DSCN6983.JPG
panen apel
http://lh6.ggpht.com/_jSz8_OrsNs4/Sg8_T5gfwYI/AAAAAAAABYg/KH7NSNALFhI/panen-raya-apel-malang.jpg
cangar
http://farm4.static.flickr.com/3444/3268426291_fc9650f22d.jpg
sbyctzn November 12th, 2009, 01:13 PM ^^
MERINDING DISKO NIH jadinya liat pic pic nya gussinyo...
kangen banget sama kota Batu....
benar-benar kota tiada duanya.....
kecil tapi nice banget!!
Freezy89 November 12th, 2009, 10:08 PM Btw...Batu batal jadi tuan rumah FFI yah???Dari berita di Kompas kok FFI 2009 d Jakarta...
FFI 2009 Masuki Tahap Penjurian
JAKARTA, KOMPAS.com--Festival Film Indonesia 2009 yang acara puncaknya akan berlangsung di Jakarta pada 16 Desember 2009, mulai memasuki tahap penjurian, Kamis.
Siaran pers panitia FFI 2009, yang diterima melalui surat elektronik, Kamis, menyebutkan, pesta para sineas itu diikuti 118 film, terdiri atas 40 judul film bioskop, 38 judul film dokumenter, dan 40 judul film pendek.
Proses penjurian dimulai pada Kamis (12/11) dan dijadwalkan selesai dalam 12 hari, atau pada 24 November 2009.
Dewan juri akan mengumumkan nominasi pada 28 November, sementara pengumuman pemenang, atau Malam Anugerah Citra, akan berlangsung di Hall D Kemayoran, Jakarta, pada 16 Desember.
..........
hermawan November 13th, 2009, 04:03 AM @gussinyo...:
Ngliat foto2 anda makin banyak pertanyaan nih..
1. Itu kolam Cangar airnya panas atau dingin.? dulu waktu pertama kesana belum ada bangunan sama sekali
Setauku kolam air panasnya kecil.
2. Di Batu yang kategori hotel Bintang ada berapa.....
Aku pernah nginep di Purnama...wah enak sekali..hotelnya bagus dan tarifnya dibawah kelas..jadi nggak rugi nginapp disana...
3. Trus ...sate itu sate kelinci ya..
4. Yang pegang strawberry itu anda ya he..he..he..
@sbyctzn : rendering alun-alun Batu itu kapan dibangunnya?
Sorry banyak tanya.
Senang di Batu..apalagi kalo Kereta Gantungnya sudah ada....
Kalo bisa diterusin sampe Sengkaling
sbyctzn November 13th, 2009, 06:58 AM ^^
wah kurang tau hermawan... kapan alun-alun kota batu bakal dibangun....
Saya Naksir banget sama Kincir putarnya itu lho....
bakal jadi landmark kota Batu nih....
seperti London Eye...
kalau bisa sih buat yang besar
gussinyo November 13th, 2009, 07:33 AM ^^
wah kurang tau hermawan... kapan alun-alun kota batu bakal dibangun....
Saya Naksir banget sama Kincir putarnya itu lho....
bakal jadi landmark kota Batu nih....
seperti London Eye...
kalau bisa sih buat yang besar
itu masih jadi rebutan investor, jd tergantung pemkot jg memutuskan yg mana.. kalau cepat ya cepat dibangun juga.... cuma yg jadi masalah kan masalah kepemilikan kios pedagang juga...
gussinyo November 13th, 2009, 07:36 AM @gussinyo...:
Ngliat foto2 anda makin banyak pertanyaan nih..
1. Itu kolam Cangar airnya panas atau dingin.? dulu waktu pertama kesana belum ada bangunan sama sekali
Setauku kolam air panasnya kecil.
2. Di Batu yang kategori hotel Bintang ada berapa.....
Aku pernah nginep di Purnama...wah enak sekali..hotelnya bagus dan tarifnya dibawah kelas..jadi nggak rugi nginapp disana...
3. Trus ...sate itu sate kelinci ya..
4. Yang pegang strawberry itu anda ya he..he..he..
@sbyctzn : rendering alun-alun Batu itu kapan dibangunnya?
Sorry banyak tanya.
Senang di Batu..apalagi kalo Kereta Gantungnya sudah ada....
Kalo bisa diterusin sampe Sengkaling
@ hermawan ;
- cangar itu memang ada kolam air panasnya
- di Batu ada beberapa hotel bintang, yng palong bagus saat ini kayaknya : Club Bunga Resort, Agro Kusuma Hotel, Royal Orchid Hotel... Kalau Hotel Purnama bintang 4+, memang bagus yg cottagenya, view & lokasinya bagus, tp dari segi kemewahan fasilitas kayaknya kalah dari 3 hotel diatas....
- iya, itu gambarnya sate kelinci, makanan khas kota Batu, mungkin agak aneh bagi orang luar daerah yang belum biasa...
- yg pegang strawberry itu bukan aku, teman yg kufoto, he3x....
gussinyo November 13th, 2009, 07:42 AM ^^
MERINDING DISKO NIH jadinya liat pic pic nya gussinyo...
kangen banget sama kota Batu....
benar-benar kota tiada duanya.....
kecil tapi nice banget!!
memang Batu ini nice, sejak kecil aku pengen tinggal di kota ini...
namun kebijakan pemkot dan perilaku warga yang kayaknya kurang ramah lingkungan, jadinya banyak yg dulunya hutan pinus sekarang jadi villa dan pertanian sayuran, apel dan bunga, akibatnya suhu kota Batu sekarang sudah mulai panas juga di siang hari, khususnya area pemukiman, yg dingin cuma di sekitar kawasan Payung dan Sumberbrantas...
gussinyo November 13th, 2009, 07:47 AM ^^
MERINDING DISKO NIH jadinya liat pic pic nya gussinyo...
kangen banget sama kota Batu....
benar-benar kota tiada duanya.....
kecil tapi nice banget!!
he5x..:lol: kamu bisa aja sbyctzn:lol:
sbyctzn November 13th, 2009, 08:18 AM ^^
iya beneran lho gus...
bener2 buat kangen kalau melihat itu foto....
nyaman bgt kotanya....
enak gitu rasanya...
hermawan November 13th, 2009, 09:15 AM itu masih jadi rebutan investor, jd tergantung pemkot jg memutuskan yg mana.. kalau cepat ya cepat dibangun juga.... cuma yg jadi masalah kan masalah kepemilikan kios pedagang juga...
Trims sinyo keterangannya....
Kalo aku sih pengennya pemda pilih investor yang bisa mewujudkan kincir putar itu. Itu sangat berkelas.
Membayangkan seperti yang di Singapura kali...
Freezy89 November 17th, 2009, 04:43 AM Sudah ditemukan jawabannya...
FFI, Batu Kebagian Workshop-Nominasi Film
BATU - Keinginan Pemkot Batu menjadi tuan rumah Festival Film Indonesia (FFI) tidak bisa terlaksana seratus persen. Karena, untuk acara puncak berupa malam penganugerahan, tetap dilaksanakan di Jakarta, pada 16 Desember nanti. "Tapi, untuk rangkaian acara mulai 1-6 Desember digelar di Kota Batu," ujar Syamsul Huda, kepala Dinas Pariwisata Kota Batu kemarin.
Mantan kepala dinas Infokom ini mengatakan, kepastian itu setelah Minggu (15/11) lalu, dinas pariwisata menerima surat pemberitahuan dari Komite Festival Film Indonesia (KFFI), yang memberikan persetujuan beberapa rangkaian FFI sebagian digelar di Kota Apel ini.
Menurut Syamsul, agenda yang akan digelar di Kota Batu nanti di antaranya workshop film, kirab artis, bakti sosial dan pemutaran film yang dinominasikan. Selain itu, ada beberapa kegiatan lain yang terkait dengan penyelenggaraan FFI. Dia berharap acara itu bisa membangkitkan para sineas muda Malang untuk berkiprah di dunia perfilman.
Apakah nanti juga disiarkan secara live di televisi? Syamsul membenarkan itu. Dia mengatakan, ada beberapa agenda yang nanti digelar secara live oleh stasiun RCTI. Dengan demikian, meski kegiatan workshop saja tetap akan mampu mempromosikan Kota Batu di ranah nasional.
Seperti diketahui, Pemkot Batu sangat ingin menjadi tuan rumah FFI 2009, yang akan digelar di depan Hotel Kartika Wijaya. Tujuannya, untuk mempromosikan Kota Batu. Demi acara itu, pemkot telah menyediakan anggaran Rp 2 miliar dari APBD Kota Batu. (lid/lia)
gussinyo November 17th, 2009, 08:24 AM cocok itu, gak rugi buat anggaran acara begitu, nanti Batu makin dikenal di Indonesia
hermawan November 17th, 2009, 08:56 AM ^^
Kota Batu harus terus menerus melakukan "positioning" nama kota ini....agar paling tidak dikenal orang lebih banyak lagi..untuk Indonesia dulu lah.....wisman sasaran berikutnya....
Kegiatan workshop FFI semacam ini merupakan salah satu bentuk itu...dan kegiatan semacam ini harus semakin sering direbut dilakukan oleh kota ini...dan jangan pernah mengatakan 2 M itu mahal....
Di Indonesia, nama Kota Batu cukup di kenal khususnya di wilayah Indonesia bagian timur....tapi di bagian barat kayanya kurang..oleh karena itu promosi seharusnya difokuskan
Langkah berikutnya dapat dilakukan secara cerdas misalnya dengan meniru langkah2 Surabaya dengan STPBnya....
banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan disini tanpa harus keluar dana lagi dari APBD. kuncinya harus sering promosi dan merebut peluang yang ada.
Menurutku nama Batu sebagai branding kurang menjual...asosiatif dengan "stone".....
Mungkin perlu diubah (bukan nama kotanya loh..tapi brandingnya) menjadi "Mbatu"...atau " Batu City"...atau apalah...
Dunia pariwisata memerlukan sebutan suatu destinasi yang simple, gampang diingat dan mudah diucapkan ...contohnya "Bali", "Lombok", "Jogja" (bukan Yogyakarta), "Solo" (bukan Surakarta), "Pukhet" dll. Itulah salah satu mengapa daerah2 itu menjadi gampang dikenal orang.
Jadi nggak ada salahnya Batu juga punya sebutan itu....
Di jakarta ada bus jurusan Jakarta - Batu...kupikir ini Batu-Malang..
nggak taunya salah satu kota di Jateng (kalo nggak salah di daerah Wonogiri).
Jadi Batu nggak cuma sendirian satu di Malang.......
Untuk itulah diperlukan identitas yang kuat:)
sbyctzn November 17th, 2009, 09:20 AM ^^
Wah kalau menurut saya walaupun tidak seratus persen diadakan di kota Batu, itu sudah lumayan sudah ada kirab artis.
wah jadi pengen tau seperti apa nanti para artis itu dikirab di kota Batu...
dan nantinya meeka akan bisa menjadi tangan panjang pemkot Batu, mereka mempromosikan lewat mulut ke mulut....
Good Job Pemkot Batu!!
Next lebih baik lagi....
buat branding yang kuat...
untuk sementara, sebagai awal saya sangat salut....
tapi semoga berikutnya menjadi sangat baik promosinya...
Ampelio November 19th, 2009, 05:07 AM Batu dan Malang, dua2nya kota terindah dan ternyaman di Indonesia
gussinyo November 19th, 2009, 07:12 AM kawasan pertanian bunga, sidomulyo, batu
di desa ini hampir semua profesi penduduk adalah petani bunga. hasilnya nggak cuma dijual di batu dan malang aja lho, tapi sampai ke jakarta, surabaya dan bahkan keluar jawa
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/batucity.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/batuvillage.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/flowerfarm.jpg
gussinyo November 19th, 2009, 08:51 AM dan ini adalah kawasan pertanian bunga potong, hasilnya diekspor ke luar negeri lho, ada jenis mawar, chrysan dll.. tapi mayoritas yg diekspor benihnya... terletak di desa Sumber Brantas, Kota Batu
keren nggak kawan? :cheers:
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture281.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture287.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture296.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture330.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture331.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture334.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/Picture336.jpg
gussinyo November 19th, 2009, 09:03 AM Batu Flower Festival
http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/ejtcomm_karnavalbatu2.jpg
kalu ini kebun apel yg tersebar di beberapa kawasan di kota Batu
http://3.bp.blogspot.com/_iFOStyChvuc/SUIPJ_OrrqI/AAAAAAAAAVA/dISfCyjJvCs/S600/agrowisata+apel+mbatu.jpg
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810190822501.JPG
sbyctzn November 19th, 2009, 04:21 PM ^^
GREAT gus!!
Pic yg kebun bunga itu hasil jepretan sendiri y gus?
Keren.. Saya belum pernah mengeksplorasi sepenuhnya Kota Batu, banyak hal-hal menarik yg belum saya ketahui,
keep share interesting info Gus!
Tunjukkan pada dunia, keindahan Kota Batu.
Secara, sampean pasti orang pertama yg tau, soalnya sampean tiap hari di Batu kan...
Hehe..
Salut..
hermawan November 20th, 2009, 02:31 AM Batu Flower Festival
http://eastjavatraveler.com/wp-content/uploads/ejtcomm_karnavalbatu2.jpg
Sepertinya baru tau kalo di Batu ada Festival seperti ini:okay:
Ayo dong..promosinya lebih digencarkan lagi:speech:
hermawan November 20th, 2009, 04:40 AM FFI 2009 di Batu, Dihadiri 225 Artis, Dana Disoal
Jumat, 20 Nopember 2009
BATU-SURYA- Semangat Pemkot Batu menggelar sebagian dari rangkaian Festival Film Indonesia rupanya tidak diimbangi DPRD-nya. Dewan protes karena dana Rp 2 miliar dianggarkan untuk total acara, bukan sebagian.
Menurut anggota DPRD Kota Batu dari fraksi PDIP, Punjul Santoso, anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk FFI disetujui oleh dewan periode 2004-2009 lalu Batu akan menggelar FFI mulai dari rangkaian hingga malam puncak penanugerahan pemenang FFI. Tetapi sekarang ternyata Batu hanya mendapat sebagian acara. Sedangkan malam puncaknya diadakan di Hall D Kemayoran Jakarta, pada 26 Desember mendatang. “Karena kami menggedoknya satu paket, tak boleh dipecah-pecah seperti ini,” ungkap mantan wakil ketua dewan periode 2004-2009 itu, di gedung dewan Kota Batu, Kamis (19/11).
Menurutnya panitia lokal sibuk mempersiapkan acara tetapi melupakan aspek legalitas penggunaan uang rakyat itu. “Kami berniat mempertanyakan hingga detail penggunaan dana itu. Bahkan hingga kini kami juga tidak tahu apakah Pemkot juga sudah menerima bantuan dana Rp 3 miliar dari Jatim untuk FFI,” kata Punjul.
Syamsul Huda, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu membantah menyalahi aturan, sebab sebelum PAK pihaknya sudah memerinci penggunaan dana itu dalam Rencana Anggaran Keuangan (RAK). Sedangkan, soal bantuan provinsi, hingga kini belum diterima. “Kemungkinan besar dana itu tak jadi diberikan, karena saat PAK APBD Jatim, panitia pusat FFI belum memastikan FFI digelar di Batu,” katanya.
Ia menjelaskan, dana Rp 2 miliar itu digunakan untuk membiayai acara pengumuman nominasi FFI yang akan diback up tim Dahsyat RCTI, 6 Desember. Pengumuman ini diperkuat duo presenter Ruben Onsu dan Luna Maya serta 50 artis pembaca nominasi. Acara ini juga akan dihadiri 225 artis yang masuk nominasi.
Bahkan kata Syamsul, panitia membutuhkan total Rp 3,5 miliar karena harus membiayai rangkaian acara mulai festival bunga, malam kesenian, street performance art hingga pengumuman nominasi. “Untuk menggandeng sponsorship pun sudah sulit karena waktunya sudah mepet. Jadi, kami cuma bisa memaksimalkan dana yang ada,” .st11
Kebutuhan dana Total Rp 3,5 Miliar
Akomodasi 50 Artis yang akan membacakan pengumuman nominasi.
Biaya operasional RCTI melalui tiga acara Dahsyat-nya FFI yang terdiri dari 2 sesi On Air dan 1 sesi Off Air
Menjamu tamu yang terdiri dari insane perfilman Indonesia yang diperkirakan hadir sekitar 255 orang.
Biaya panggung dan pertunjukan berbagai kesenian mulai dari ludruk hingga kirab artis dan pawai bunga.
^^
Baguslah! ayo terus maju Batu
Sedikit salah paham nggak masalah..cepet diselesaikan rek!
gussinyo November 20th, 2009, 05:47 AM ^^
GREAT gus!!
Pic yg kebun bunga itu hasil jepretan sendiri y gus?
Keren.. Saya belum pernah mengeksplorasi sepenuhnya Kota Batu, banyak hal-hal menarik yg belum saya ketahui,
keep share interesting info Gus!
Tunjukkan pada dunia, keindahan Kota Batu.
Secara, sampean pasti orang pertama yg tau, soalnya sampean tiap hari di Batu kan...
Hehe..
Salut..
iya, yg kebun bunga itu kita foto lngsung, pas aku dapet kesempatan masuk ke salah satu perusahaan bunga potong dan benih di sana... kalau perusahaan bunga potong yg besar (level nasional dan ekspor ) ada 2 perusahaan di batu ini, kalau yg petani/pedagang kecil sih buanyak banget... ada juga perusahaan pengembangan jamur, namun aku belum sempat foto kmrn....
masih ada lag pict yg blm sempat aku share.... lupa gak bawa kabel kamera...
gussinyo November 20th, 2009, 05:59 AM semoga acara2 yg kemarin2 dibuat tetap rutin dilanjutkan, seperti :
- Karnaval Batu Florist
- Batu Flower Festival
- Batu Agritech
- Festival Paralayang
- Batu Hash Fiesta
meskipun baru disiarkan live TV lokal Malang
moga2 promosinya makin gencar, krn sudah dilaunching Batu Tourism Board pada bulan Maret 2009
http://www.batukota.go.id/slibmedia/Album%20Foto/3629-DSC_0437.jpg
gussinyo November 23rd, 2009, 08:30 AM KOTA BATU SAAT BERKABUT
Gerbang Kota Batu dari arah kota Jombang dan Kediri, yang sering berkabut
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu.jpg
Kawasan Kuliner Payung saat berkabut
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu7.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu4.jpg
Kota Batu dilihat dari kawasan Payung, saat berkabut
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu9.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu8.jpg
Pusat Perbelanjaan di Jl. Diponegoro yg baru selesai dibangun
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu12.jpg
nah, yang belakang ini sedang dibangun Hotel
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu13.jpg
Pembangunan Office Block yang masih tahap pematangan lahan ( di Jl. Panglima Sudirman, bekas pembangunan hotel berbintang yang tidak jadi )
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu11.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/kotabatu10.jpg
sbyctzn November 23rd, 2009, 03:27 PM OMG...
Lovely Batu City
no comment deh...
Wah kapan sy ada waktu luang muter2 Kota Batu dengan suasana kabut seperti itu...
Dan foto sepuasnya...
Saya suka banget dengan suasana seperti itu...
Many2 thx to Gussinyo....
Ebek21 November 23rd, 2009, 03:40 PM Fotonya bagus2 gussinyo, many thanks for sharing :)
hermawan November 24th, 2009, 01:40 AM ^^^^^^
Uadem poll brrr...brr..
Freezy89 November 24th, 2009, 09:45 AM ^^
Iya...hanya melihat gambarnya udah terasa ademnya... :)
gussinyo November 25th, 2009, 11:02 AM Bbbrrrrrrrrrrrrrrrrrr....
hermawan November 30th, 2009, 05:42 AM :)Penasaran seperti apa sih Museum Satwa itu?
Kebut Bangun Museum Satwa
BATU - Pengelola Museum Satwa terus mengebut pembangunan bagian depan museum. Itu karena pada 5 Desember nanti lokasi itu akan digunakan untuk syuting acara Dahsyatnya Kota Wisata Batu yang akan tayang live di RCTI. Lalu siang harinya rekaman lagi untuk acara off air yang akan ditayangkan pada Senin, 7 Desember. Kemudian, untuk acara live yang kedua adalah 6 Desember dengan nama acara Dahsyatnya Nominasi FFI 2009.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu Syamsul Huda mengatakan, kepastian soal tempat syuting itu telah disampaikan produser acara Dahsyat RCTI yang telah melakukan survei di sejumlah lokasi. "Rupanya mereka paling tertarik dengan lokasi di museum satwa," ujar Syamsul.
Mantan kepala dinas infokom ini mengatakan, meski pembangunan museum ini belum selesai, tetapi sudah terlihat sangat megah. Sehingga, sangat cocok untuk background acara Dahsyat yang akan menghadirkan grup band Gigi dan Anang dan sejumlah artis ibukota itu.
Sementara, dari pihak Museum Satwa, kini terus fokus menyelesaikan pembangunan gedung bagian depan. Diharapkan, pada saat digunakan syuting nanti, kondisi gedung sudah lebih sempurna. "Tetapi meski belum selesai sepenuhnya, sudah sangat bagus," terang Titik S Ariyanto, manajer marketing Jatim Park yag juga merangkap bagian informasi di Museum Satwa.
Titik mengatakan, sejauh ini secara resmi memang belum ada pemberitahuan dari dinas kebudayaan dan pariwisata soal kepastian tempat itu. Tetapi, pada prinsipnya pihak Museum Satwa akan siap jika digunakan sebagai lokasi syuting. Karena, bagaimana pun, menurut dia, hal itu sebagai ajang promosi wisata Kota Batu. (lid/lia)
sbyctzn November 30th, 2009, 02:08 PM wow :eek2:
Dahsyatnya Kota Wisata Batu
ini yang paling ditunggu-tunggu
Impactnya sangat besar nih.....
Kota Batu akan semakin dikenal....
apalagi masuk di acara yang ratingnya tinggi banget....
MANTAB PEMKOT!!!!
tetap semangat!!!
Ebek21 November 30th, 2009, 02:55 PM :)Penasaran seperti apa sih Museum Satwa itu?
Seperti ini ..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/edb942f9601b1e5fd4f3fdff1ff4fa51.jpg
sbyctzn November 30th, 2009, 03:46 PM BERITA PENDUKUNG LAINNYA
http://malangraya.web.id/wp-content/uploads/2009/08/ffi-2009-batu.jpg
Nominasi FFI Pindah ke Museum Satwa
Famous and Style | Sat, Nov 21, 2009 at 11:11 | Jakarta, matanews.com
Ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2009 sudah masuk tahapan menentukan daftar nominasi, yang untuk pertama kalinya diumumkan dari luar kota, tepatnya di lapangan terbuka Museum Satwa, Kota Malang, Jawa Timur. Pengumuman nominasi itu akan disiarkan lewat program Dahsyatnya Nominasi FFI oleh stasiun RCTI pada 6 Desember 2009.
Pengumuman nominasi FFI lewat panggung terbuka itu, akan menjadi arena hiburan rakyat. Apalagi, ujar Koordinator FFI Ilham Bintang, pemerintah daerah setempat menyambut perhelatan itu dengan berbagai kegiatan, mulai dari seminar dan kirab artis, sejak 29 November.
Daftar nominasi yang akan diumumkan di Museum Satwa di Kota Wisata Batu itu terdiri atas film terbaik, sutradara terbaik, penata kamera terbaik, penulis skenario asli terbaik, penulis skenario adaptasi terbaik, penata musik terbaik, penata suara terbaik, penata editing terbaik, penata artistik terbaik, pemain pria terbaik, pemain wanita terbaik, pemain pendukung pria terbaik, dan pendukung wanita terbaik.
FFI 2009 diiukuti 118 film, terdiri atas 40 judul film bioskop, 38 judul film dokumenter, dan 40 judul film pendek. Pengumuman pemenang, atau Malam Anugerah Citra, akan berlangsung di Hall D Kemayoran, Jakarta, pada 16 Desember.
Dewan juri film bioskop terdiri atas Alex Kumara, Eduard Pesta Sirait, El Manik, Franky Raden, German Mintapradja, Indra Yudistira, dan Totot Indiarto.
Dewan juri film dokumenter terdiri atas Fajrian Hamdi, Iwan Wahab, Marselli Sumarno, Roy Lolang, serta Yudi Datau, sedangkan dewan juri film pendek yaitu Agni Ariatama, Ainun Ridho, Firman Triyadi, Hadi Artomo dan Hardo Sukoyo.
FFI 2009 diselenggakaran oleh Komite Festival Film Indonesia yang dibentuk Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI lewat surat keputusan tertanggal 11 Agustus 2009.
Komite FFI diketuai Niniek L Karim dengan tiga koordinator yaitu Arya Gunawan sebagai Koordinator Festival Film Luar Negeri, Ilham Bintang Koordinator FFI, dan Labes Widar Koordinator Bidang Umum. (*an/bo)
dimasputra December 1st, 2009, 02:55 PM ^^jadi pembacaan nominasi di Batu by dahSyat...:okay:
dan pembacaan pemenang tetap di Jakarta...kenapa ga sekalian di Batu aja...??
sbyctzn December 1st, 2009, 03:15 PM ^^
Payah memang....
tidak sekalian di Batu.....
Tapi gpp, masih mending kok dapat separo.. hehehehe
hermawan December 2nd, 2009, 06:14 AM ^^
Untuk kali ini nggak papalah
Sudah lumayan dilirik pusat:)
Siapa tau kalo sukses, diberi event yang lebih besar....
Kalo pengin jadi kota tujuan MICE yang bersifat tetap...
pemkot Batu atau Pemkot Malang harusnya mulai mikirin bangun sebuah Convention Center yang bertaraf internasional...
Siapa tau pak Eddy sudah punya gagasan ini:)
dan satu lagi...coba deh rayu pemilik "chains hotel" bintang 5, supaya mo invest di sini...
Hotel bintang 5 di Batu atau Malang belum ada loh sampe sekarang..
Atau mungkin pak Paul Sastro (pemilik Jatim park, museum satwa dan WBL) berminat bangun hotel bintang 5 di sini?
gussinyo December 2nd, 2009, 06:25 AM cocok
sbyctzn December 2nd, 2009, 09:50 AM ^^
TOP Perlu Convention Center dan Hotel Bintang Lima tuh...
Kalau perlu bikin di atas bukit seperti di Genting Highland.....
Ada yang bisa menyampaikan saran itu ke Pak Eddy Rumpoko????
dexa December 3rd, 2009, 04:20 AM Poli dan Taman Bacaan Al Amin yang terletak di pintu gerbang taman rekreasi Jatim Park Kota Wisata Batu. Wahana baru itu adalah sarana sosial yang melayani masyarakat, dengan moto “Semangat Poli dan Taman Bacaan Al Amin untuk memberikan pelayanan gratis sejalan dengan spirit Talk Less Be More”. Bangunan dengan desain unik dan menarik yang berupa susunan rangka beton dan container bekas ini di buat untuk melayani periksa gigi gratis dan sarana taman bacaan masyarakat Batu.
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/2330-POLIDANTAMANBACAANALAMIN.jpg
http://i963.photobucket.com/albums/ae120/dexa_boys/taman-baca_agus.jpg
dexa December 3rd, 2009, 04:47 AM BERITA PENDUKUNG LAINNYA
http://malangraya.web.id/wp-content/uploads/2009/08/ffi-2009-batu.jpg
Nominasi FFI Pindah ke Museum Satwa
Penyelenggaraan rangkaian Festival Film Indonesia (FFI) di Kota Batu dipastikan akan mengerahkan 10.000 orang demi memeriahkan FFI. Anugerah untuk insan perfilman ini digelar dua hari berturut-turut di beberapa tempat di Kota Batu. Puncaknya akan digelar Minggu, 6 Desember di halaman Museum Satwa atau Batu Mini Zoo (BMZ) untuk pembacaan nominator FFI.
“Nantinya akan ada dua acara puncak selama dua hari itu. Sabtu (5/12) acara lebih difokuskan kepada promosi Kota Batu dengan menggelar kirap budaya dan seni 24 desa yang ada di Batu. Dan Minggu (6/12) baru acara puncak FFI,” beber Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Pemkot Batu, Syamsul Huda, yang juga ketua panitia lokal FFI, Rabu (2/12).
Selain mengerahkan 10.000 warga dan pelajar di Kota Batu, 40 artis perfilman Indonesia juga dipastikan akan meramaikan pembacaan nominator FFI. Untuk memuaskan keingin tahuan warga Batu, sebelum pembacaan nominator para artis akan dikirab keliling Kota Batu...
Sebanyak 40 artis ibukota dijadwalkan akan mengikuti kirab artis dan karnaval bunga dalam rangkaian acara Festival Film Indonesia (FFI) 6 Desember mendatang. Artis-artis itu akan diarak menggunakan 40 jeep yang telah disiapkan oleh panitia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu Syamsul Huda mengatakan, kirab artis itu akan dimulai dari depan Balai Kota Batu mulai pukul 10.00 sampai 12.00, menuju Museum Satwa Oro-oro Ombo. Rutenya, dari balai kota menuju alun-alun dan menyusuri Jl Agus Salim ke Museum Satwa.
Mantan kepala dinas Infokom ini mengatakan, untuk jadwal kegiatan FFI adalah 5 sampai 6 Desember. Pada 5 Desember ada gelar budaya dan pemutaran film di tiga titik mlai pukul 14.00 hingga 22.00. Lokasinya di Lapangan Desa Sumberejo, Kota Batu, Proliman Desa Junrejo Kecamatan Junrejo dan Lapangan Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. "Untuk acara ini kami melibatkan semua desa," tuturnya.
Selain itu, di Hall Hotel Kusuma Agrowisata digelar workshop, festival band dan film indie, mulai pukul 08.00 sampai 22.00. Lalu pukul 09.00 sampai 11.00, juga ada acara siaran langsung Dahsyatnya Kota Wisata Batu di RCTI bersama Luna Maya dan sejumlah artis ibu kota.
Pada tanggal 6 Desember ada dua kegiatan, kirab artis dan karnaval bunga serta acara pembacaan nominasi FFI 2009 yang disiarkan secara live dari Museum Satwa pukul 13.00 hingga 15.00
seeep.......:banana:
sbyctzn December 3rd, 2009, 05:59 PM ^^
Jadi acara yg menarik itu hari Sabtu pukul 09.00-11.00 WIB Dahsyatnya Kota Wisata Batu RCTI
dan
Minggu pagi kirab artis dan pembacaan nominasi live disiarkan langsung pukul 13.00 d RCTI
begitu ya? CMIIW
wah rencana saya mau kesana ah besok ada yg ikut?
Freezy tdk pulkam n liat d Batu?
Kalau saya jadi ke Batu nanti akan saya ambil foto2ny, mungkin Gussinyo bisa bantu ambil pic ny kalau saya batal ke Batu.
Bagaimana Gus? Sangat membanggakan ikut berperan atas kebangkitan majunya kota Batu, apalagi ikut menyaksikannya.
SIIP! Mantab KOTA WISATA BATU.
hermawan December 4th, 2009, 03:51 AM ^^
Sedihnya aku cuma bisa nonton dari Jakarta:ohno:
Mudah2an teman2 ada disitu....
hermawan December 4th, 2009, 05:11 AM Jumat, 4 Desember 2009
Batu-Surya- Rencana pengaspalan jalan mulai Desa Tlekung-RS Baptis-Oro-oro Ombo, tampaknya hanya akan terealisasi 2010 mendatang. Sebab Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu, yang melakukan pelebaran jalan baru menganggarkan proses pengaspalan dengan hot mix baru untuk tahun anggaran 2010 mendatang.
“Memang saat ini jalan sudah kami lebarkan. Tetapi pengaspalan tak bisa dilakukan tahun ini, karena dana yang kami miliki terbatas. Jadi pengaspalan jalan baru bisa dilakukan 2010 mendatang dan kami sudah mengaanggaarkannya sekitar Rp 4,2 miliar untuk hot mix saja,” aku Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu, Budi Santoso, Kamis (3/12).
Usai melakukan hot mix, lanjut pria yang akrab dipanggil Tosi ini, pelebaran jalan akan diteruskan ke depan Batu Night Spectacular (BNS) dan Museum satwa. Sehingga tahun 2010 mendatang Jalur Lingkar Selatan (JLS) sudah benar-benar selesai dan bisa digunakan secara optimal sebagai jalur alternatif dari Kota Malang menuju Batu. Jalur Lingkar Utara (JLU) tahun 2010 mendatang juga akan segera diseriusi dengan menganggarkan dana sekitar Rp 2,8 miliar untuk peleparan jalan.
“Jadi nanti 2010 saat JLS sudah tuntas, tahun berikutnya, JLU yang akan dituntaskan. Dengan begitu semuanya bisa berjalan dengan bertahap,” tandasnya.
Sementara itu rencana pembuatan jalan tembus dari Tidar Kota Malang menunju Batu dengan rute melewati lereng gunung Panderman, menurut Tosi, masih dalam tahap pengkajian lebih lanjut. Mengingat rencana itu harus membahas tentang pembebasan lahan hingga pengajuan dana yang lebih besar lagi.
“Tentunya kami harus menyesuaikan dengan anggaran dan kemampuan APBD Kota Batu. Jadi ini bisa menjadi rencana jangka panjang,” tambahnya.st11
Batu selalu saja bikin kejutan:okay:
gussinyo December 4th, 2009, 07:14 AM ^^
Jadi acara yg menarik itu hari Sabtu pukul 09.00-11.00 WIB Dahsyatnya Kota Wisata Batu RCTI
dan
Minggu pagi kirab artis dan pembacaan nominasi live disiarkan langsung pukul 13.00 d RCTI
begitu ya? CMIIW
wah rencana saya mau kesana ah besok ada yg ikut?
Freezy tdk pulkam n liat d Batu?
Kalau saya jadi ke Batu nanti akan saya ambil foto2ny, mungkin Gussinyo bisa bantu ambil pic ny kalau saya batal ke Batu.
Bagaimana Gus? Sangat membanggakan ikut berperan atas kebangkitan majunya kota Batu, apalagi ikut menyaksikannya.
SIIP! Mantab KOTA WISATA BATU.
He6x... oke... kalu ekorku nggak nggandholi...
:lol:
hermawan December 4th, 2009, 07:49 AM ^^
Wah...sudah punya ekor ya...:)
sbyctzn December 4th, 2009, 11:29 AM ^^
hehehe
dibawa saja ekorny Gus...
dimasputra December 4th, 2009, 02:10 PM ^^waa..senangnya......
DanangSuthoWijoyo December 7th, 2009, 06:42 AM Seperti ini ..
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/edb942f9601b1e5fd4f3fdff1ff4fa51.jpg
ada pic yang gede ga mas???
ga keliatan ni:lol:
DanangSuthoWijoyo December 7th, 2009, 06:43 AM ^^
Jadi acara yg menarik itu hari Sabtu pukul 09.00-11.00 WIB Dahsyatnya Kota Wisata Batu RCTI
dan
Minggu pagi kirab artis dan pembacaan nominasi live disiarkan langsung pukul 13.00 d RCTI
begitu ya? CMIIW
wah rencana saya mau kesana ah besok ada yg ikut?
Freezy tdk pulkam n liat d Batu?
Kalau saya jadi ke Batu nanti akan saya ambil foto2ny, mungkin Gussinyo bisa bantu ambil pic ny kalau saya batal ke Batu.
Bagaimana Gus? Sangat membanggakan ikut berperan atas kebangkitan majunya kota Batu, apalagi ikut menyaksikannya.
SIIP! Mantab KOTA WISATA BATU.
ditunggu foto2nya mas....ayo sebarkan ....:lol::lol:
sbyctzn December 7th, 2009, 07:49 AM ^^
sedih.... kena tugas... batal ke Batu....
berharap mode : on -> gussinyo semoga bisa ambil fotonya....
kalau tidak.... gpp rencana dalam waktu dekat saya mau main ke Batu and Malang...
PASTI saya ambil foto sepuasnya,,, n saya share disini
sbyctzn December 7th, 2009, 08:20 AM walaupun cuma sepotong n dapet di JP:lol::lol:
http://jawapos.co.id/imgall/3/imgori/104187large.jpg
gussinyo December 8th, 2009, 06:53 AM sorry sby ctzn & all prend..
aq jg batal ke batu nih, "ekor"ku kmrn tdr, jd gak bs jln2...
he5x...
nanti tak ambil pict museum satwa sebanyak2nya...
Silver Arrows December 9th, 2009, 08:02 AM ga ada gambar2 museum satwa ya ? katanya bagus itu...yang besar dong...hehe
gussinyo mungkin :)
Ebek21 December 11th, 2009, 03:04 AM Dari ulasan ini, kelihatannya Museum Satwa ini cukup spektakuler. Apalagi jika proyek2 ekspansinya yg berupa hotel dan Batu Secret Zoom (Zoo??) itu dapat segera diwujudkan.
Foto2 please !!!
Museum Satwa Lengkapi Wisata Batu Janjikan Pertunjukan Gajah Purba
Batu - SURYA-Satu lagi tempat wisata bakal dibuka di Kota Batu untuk melengkapi sajian wisata di kota di lereng gunung Panderman itu. Museum Satwa, dengan puluhan koleksinya yang spektakuler akan dibuka 24 Desember.
Walaupun belum sepenuhnya selesai dan terisi koleksi, suasana di depan gedung Museum Satwa yang bergaya arsitektur Romawi itu serasa berbeda. Begitu menginjakkan kaki di situ, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan sangkar raksasa yang berisi berbagai hewan langka.
Di seberang ruangan terdapat dua fosil dinosaurus yagn dinaungi lukisan langit berwarna biru cerah. “Fosil dinosaurus itu bukan asli, tetapi dibuat dari serat kaca oleh seniman Batu,” tutur Soedariono, salah seorang manajer Museum Satwa, Selasa (8/12).
Demi memberikan liburan edukatif yang menghibur pada para pelancong, kini manajemen Museum Satwa Kota Batu terus menggenjot penyelesaian bangunan berikut berbagai fasilitasnya. Terutama melengkapi museum dengan berbagai hewan awetan murni.
Sedikitnya ada 72 spesies hewan langka mulai dari hewan langka asli tanah air hingga benua Afrika serta Amerika. “Demi menciptakan ilustrasi sesuai dengan habitat aslinya kami juga mendatangkan rerumputan dari tempat asal hewan itu hidup,” kata Soedariono
Ke-72 spesies yang diawetkan itu dipajang di etalase yang cukup luas. Bahkan beberapa binatang buas seperti macan dan harimau sengaja dipajang bersama seekor kijang yang menjadi mangsa harimau.
Tujuannya untuk menunjukkan kepada pengunjung rantai makanan di alam bebas. “Agar lebih hidup kami akan memperkuatnya dengan bantuan pencahayaan khusus. Sehingga saat memandang lebih dalam ke satu etalase pengunjung serasa berada di alam bebas dan bisa membayangkan sensasinya,” tutur mantan anggota DPRD Kota Malang itu.
Ketika Surya berkeliling ke semua ruangan, memang suasana alami terasa sangat kental.
Meskipun belum sepenuhnya selesai namun etalase yang cukup luas mampu memberikan kesan alam liar di dalam Museum Satwa. “Nanti sepanjang jalan ini akan kami beri dedaunan buatan dan akan ada monyet awetan hingga serangga awetan juga yang akan bergelantung di sepanjang lorong jalan ini. Sehingga pengunjung benar-benar merasa di hutan,” jelasnya.
Bukan hanya hewan awetan saja yang disuguhkan. Beberapa fosil hewan raksasa yang amat langka pun dihadirkan di bagian dalam museum. Di bagian tengah ruangan tepatnya setelah puluhan etalase binatang awetan dilalui, pengunjung pun dihibur pertunjukan hewan langka seperti laiknya dalam film Ice Age. Misalnya, mamoth (gajah purba) bisa bergerak sendiri.
“Tahap awal kami memang baru melaunching Museum Satwa, kemudian akan diikuti hotelnya. Baru April tahun depan kami luncurkan Batu Secret Zoom, yang menampilkan berbagai jenis binatang langka yang hidup,” tambah, Paul Sastro S, owner Museum Satwa.
Taken from Surya, Dec 9, 2009
dimasputra December 11th, 2009, 07:14 AM ^^coooooooooool...
Panderman makin oke aja setelah JATIM PARK I...
hermawan December 11th, 2009, 08:38 AM ^^
Ternyata pak Paul Sastro Sanjoyo itu hebat ya....
udah bikin Jatim Park, WBL, BNS, dan sekarang Museum Satwa
.......kami tunggu Batu Secret Zoom dan hotelnya!
Bintang berapa pak?
ditunggu gagasan cemerlang lainnya untuk Jatim!
sbyctzn December 11th, 2009, 10:13 AM Pak Paul Sastro Sanjoyo tidak ragu2 investasi di Batu, dan semakin menggila total abis mengembangkan investasinya di Batu.
Selain pasar ny yg sudah ada, juga karena kota batu yg semakin terkenal karena dukungan penuh dari pemerintah juga tidak lain dr atmosfir kota batu yg sangat nyaman untuk berwisata.
Saya memimpikan nanti di lereng gunung panderman ada highrise building cukup satu saja... Yg tentunya itu Hotel bintang 5 dg segala fasilitas lengkapnya...
Trus ada kereta gantung atau wahana lereng gunung seperti di Genting Highland atau Lengkawi..
Saya yakin, pemkot Batu akan bisa mewujudkan itu semua.
Wisata Agro OK, Wisata Alam OK, Wisata Theme Park OK, Wisata Kota OK... Daerah wisata paling OK!!
Duh... Kota Batu tercinta...
dimasputra December 15th, 2009, 11:45 AM :okay: bagus untuk Batu
Jelang Natal & Tahun Baru, Hotel di Batu Hampir Full Booked
Batu (beritajatim.com) - Menjelang Natal dan Tahun baru 2010, seluruh hotel di Batu sudah hampir penuh. Setidaknya, mulai tanggal 26 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010, seluruh kamar hotel sudah terisi 90 persen.
"Tahun sebelumnya menjelang minggu kedua, reservasi masih 70 persen. Tahun ini sudah mencapai 90 persen," kata Endang sekretaris PHRI Kota Batu, Senin (14/12/2009).
Setiap hotel yang ada di Batu utamanya yang berbintang tiga dan empat mengadakan acara jelang tahun baru. "Yang jelas untuk pesta kembang api dan hiburan musik baik band maupun elekton pasti ada," jelasnya.
Sedangkan taman rekreasi yang ada di Kota Batu pada Natal dan Tahun baru juga mengadakan tambahan wahana, misalnya Jatim Park dan Selecta. "Untuk Jatim Park kita menambah wahana baru untuk anak remaja berupa star face. Selain itu kita juga akan bagi-bagi hadia melalui Sinterklas yang terus mobiling di semua wahana," kata Titik, manajer marketing Jatim Park, Senin (14/12/2009).
Sedangkan untuk taman wisata yang menonjolkan alam, Selecta, tahun ini menambah wahana baru berupa Water Boom dan musik Dangdut.(mad/eda)
gussinyo December 17th, 2009, 05:55 AM Pak Paul Sastro Sanjoyo tidak ragu2 investasi di Batu, dan semakin menggila total abis mengembangkan investasinya di Batu.
Selain pasar ny yg sudah ada, juga karena kota batu yg semakin terkenal karena dukungan penuh dari pemerintah juga tidak lain dr atmosfir kota batu yg sangat nyaman untuk berwisata.
Saya memimpikan nanti di lereng gunung panderman ada highrise building cukup satu saja... Yg tentunya itu Hotel bintang 5 dg segala fasilitas lengkapnya...
Trus ada kereta gantung atau wahana lereng gunung seperti di Genting Highland atau Lengkawi..
Saya yakin, pemkot Batu akan bisa mewujudkan itu semua.
Wisata Agro OK, Wisata Alam OK, Wisata Theme Park OK, Wisata Kota OK... Daerah wisata paling OK!!
Duh... Kota Batu tercinta...
paul sastro itu kan udah kayak om sendiri bagi eddy rumpoko, waktu eddy kecil bapaknya itu teman baik ma paul sastro, jadinya investnya paul jg lancar aja :cheers:
gussinyo December 17th, 2009, 05:56 AM Radar Malang
[ Rabu, 16 Desember 2009 ]
Incar Wisatawan Asing
BATU - Kepercayaan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mulai meninggi seiring dengan banyaknya objek wisata di Batu. Kini dia tak hanya mengincar wisatawan domestik, mulai tahun depan Batu akan mengincar wisatawan mancanegara.
Agar wisatawan asing mau berkunjung ke Batu, Pemkot Batu tak segan-segan belajar kepada Pemprov Bali. Selain belajar, pemkot juga meminta bantuan kepada Pemprov Bali untuk turut mempromosikan wisata yang ada di Batu. "Kami harus banyak belajar ke Bali. Karena Bali merupakan daerah yang sudah menjadi tujuan wisata asing," ujar Eddy beberapa waktu lalu.
Salah satu cara untuk mempromosikan Batu di Bali adalah dengan memasang reklame di jalan-jalan yang ada di Pulau Dewata tersebut. Isi reklame bermaterikan tentang tempat-tempat wisata yang ada di Batu. Mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata budaya, wisata petualangan, wisata keluarga, dan sarana serta prasarana wisata lainnya. "Jadi orang asing yang ke Bali mengetahui kelebihan Batu. Setelah tahu, nantinya mereka tertarik untuk mengunjungi Batu," harapnya.
Menurut dia, sudah waktunya Batu menjadi tujuan wisatawan asing. Selain mempunyai banyak objek wisata, penginapan di Batu bisa dibilang cukup representatif. Mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang tiga, semuanya tersedia di Batu.
Selain meningkatkan promosi, untuk menjadikan daerahnya sebagai sasaran wisata asing, pada tahun depan pemkot akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa. Sebab, panorama pemandangan desa-desa di Batu cukup memikat dan layak jual.
Kepala Humas Kota Batu Eko Suhartono menambahkan, beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi untuk menjadikan Batu sebagai tujuan asing adalah sikap mental masyarakat. Terutama dalam menyambut tamu-tamu asing. Unsur lainnya adalah mempertahankan budaya asli yang dimiliki Batu. (fir)
hermawan December 27th, 2009, 02:04 PM Minggu, 27 Desember 2009 Posts by: Sugeng Wibowo |
MALANG | SURYA Online - Melonjaknya wisatawan saat liburan Natal dan tahun baru, omzet penjualan buah apel di sejumlah tempat wisata di Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), meningkat.
Menurut penuturan salah satu penjual buah apel di kawasan wisata Jatim Park Kota Batu, Asminah, Minggu (27/12), mengatakan, jika pada hari biasa pendapatannya hanya Rp 70 ribu perhari, sementara memasuki hari libur kali ini mencapai Rp 400 ribu perhari.
“Setiap liburan tidak mesti ada peningkatan, namun untuk liburan Natal dan tahun baru kali ini, alhamdulillah penjualan meningkat tajam,” katanya.
Meningkatnya penjualan buah apel ini, Asminah harus menyediakan stok apel lebih banyak dibanding hari biasanya. Jika hari biasa, dirinya hanya menyediakan sebanyak 1-2 kwintal apel, sedangkan saat liburan ini, Asminah harus menambah 1,5 kwintal. “Stok kami tambahi 1,5 kwintal, karena sejak kemarin pembeli terus berdatangan,” ungkapnya.
Jenis apel yang dijual, Asminah mengaku bervariasi, seperti Apel Batu berukuran kecil yang dijual dengan harga Rp 5 ribu/kilo, sedangkan apel yang paling bagus dengan ukuran besar harganya mencapai Rp 15 ribu/kilo.
“Pembelinya adalah mayoritas pelancong yang sengaja berlibur dan ingin membawa oleh-oleh untuk keluarganya. Dan sebelum pulang mereka biasanya menyempatkan mampir ke tempat kami untuk membawa oleh-oleh asli dari Kota Batu, yakni buah apel,” katanya.
Apa yang dialami Asminah berbeda dengan Lutfi. Pedagang kaos bergambar Jatim Park ini mengaku, meski memasuki liburan akhir tahun tidak terjadi peningkatan, bahkan cenderung sepi.
“Sehari ini, pembelinya tidak bertambah. Mungkin, karena mereka mayoritas hanya ingin berlibur dan tidak membeli oleh-oleh,” keluhnya.
Lutfi mengaku, dirinya sehari hanya mampu menjual sekitar 10-15 kaos bergambar Jatim Park, sedangkan harganya, yakni antara Rp 10-35 ribu. “Meski tidak seramai pedagang lainnya, tapi masih tetap ada pembeli,” ujarnya.
hermawan December 28th, 2009, 03:36 AM Pengunjung Warga Batu Didiskon 50%
Senin, 28 Desember 2009
Batu-Surya- Menjelang tutup tahun, grup Jatim Park melaunching satu tempat wisata baru. Usai Batu Spektakuler Night (BNS) yang dibuka tahun lalu, kini giliran Museum Satwa atau Jatim Park II dibuka.
Pembukaan pertama kali untuk umum ini disambut antusiasme wisatawan. Dalam kurun 2 jam setelah dibuka, pengunjung lebih dari 1.000 orang.
Sedikitnya ada 1.000 jenis satwa langka yang diawetkan di pajang di Museum Satwa ini. Ada juga fosil-fosil asli binatang zaman purbakala yang selama ini mungkin hanya bisa diketahui lewat buku.
“Kami juga menyediakan pertunjukan binatang-binatang ice age di Museum Satwa ini,” ungkap Soedariono, Pimpinan Museum Satwa Kota Batu, Minggu (27/12).
Tak hanya memberikan pengetahuan baru tentang kekayaan satwa nusantara dan dunia, pihak manajemen juga memberikan prioritas kepada warga Batu.
Warga Batu yang ingin menikmati semua satwa awetan ini mendapat diskon 50 persen, dengan menunjukkan fotokopi KTP saat berada di loket.
“Ini bagian dari keinginan kami memberikan edukasi prioritas bagi warga Batu,” bebernya.
Ke depan, museum ini dilengkapi secret zoo, yang akan membiakkan hewan-hewan yang hampir punah. Saat ini pihak Jatim Park masih menunggu perizinan. “Sehingga masyarakat tak hanya menikmati binatang awetan, tetapi juga aslinya,” tukas Titik Sunariasih, Manager Marketing Jatim Park.rea
Ebek21 December 28th, 2009, 04:37 AM ^^ Ditunggu foto2 pertama dr Museum Satwa ini :okay:
hermawan December 28th, 2009, 05:28 AM Untuk sementara diambil dari hasil Googling (sambil nunggu foto2 dari teman2 di Malang/Batu:) :
Dari depan
http://img10.imageshack.us/img10/672/museumsatwa.jpg (http://img10.imageshack.us/i/museumsatwa.jpg/)
tampak display nya
http://img685.imageshack.us/img685/5913/museumsatwa1.jpg (http://img685.imageshack.us/i/museumsatwa1.jpg/)
http://img27.imageshack.us/img27/2323/museumsatwa2.jpg (http://img27.imageshack.us/i/museumsatwa2.jpg/)
Maaf sumbernya aku lupa...pokoknya ada diinternetlah (sorry yang punya gambar!)
dimasputra December 28th, 2009, 05:45 AM ^^oohh, seperti itu toh museum satwa..
thanks for the pics wan..! :okay:
apakah di sana sama membosankan dengan kebanyakan museum di Indonesia..?? :shifty:
Silver Arrows December 28th, 2009, 06:48 AM kemaren ke bumiaji, batu, kata orang sana, di sekitar daerah situ dah dibebaskan tanah yg cukup luas dan dah diratakan (tp ga tau berapa luasnya), mau dibikinkan JATIM PARK 3 !!!
*tp ga tau ini valid pa ga, soal tanah sih emang keliatan dr kebun apel yg diliat kmrn itu sudah rata, soalnya agak naik dikit dr kebun apelnya....
wah bener2 kl jadi, pak paul sastro itu emang T/O/P B/G/T yaahhh....sippp :cheers:
gussinyo December 28th, 2009, 06:57 AM kemaren ke bumiaji, batu, kata orang sana, di sekitar daerah situ dah dibebaskan tanah yg cukup luas dan dah diratakan (tp ga tau berapa luasnya), mau dibikinkan JATIM PARK 3 !!!
*tp ga tau ini valid pa ga, soal tanah sih emang keliatan dr kebun apel yg diliat kmrn itu sudah rata, soalnya agak naik dikit dr kebun apelnya....
wah bener2 kl jadi, pak paul sastro itu emang T/O/P B/G/T yaahhh....sippp :cheers:
kalau namnya gak tau ya, tp ada rencana di bumiaji itu kayak pasar bunga gitu
Silver Arrows December 28th, 2009, 07:07 AM kl pasar bunga bukan yang di beji (bener ga batu ada nama daerah beji...xixi), soalnya pas lewat pulang kemaren itu, kl ga salah sebelum polres batu, ke kanan ada petunjuk arah desa bunga apa gitu...
ato ini pasar n desa beda ya ...hehehe
dimasputra December 28th, 2009, 07:14 AM ^^JATIM PARK 3 ..?? :shifty:
kenapa kok ga ke daerah lain yang lebih berbeda..??
JATIM PARK 1 : pegunungan
JATIM PARK 2 : pantai / laut
JATIM PARK 3 : ? itu pun kalo bener2 jadi ya..
hermawan December 28th, 2009, 07:51 AM @dimasputra :
apakah di sana sama membosankan dengan kebanyakan museum di Indonesia..??
menurut aku sih berdasarkan berita terakhir yang kudapat....
musium ini masih akan trus dikembangkan
dari 11 ha baru 1 ha yang dipake....
ada rencana menampilkan binatang2 asli langkah (bukan yang diawetkan) ...
dan lain-lain.....
khususnya di Indonesia dari kacamata bisnis/investor, museum bukanlah bisnis yang menarik...
mudah2an Pak Paul punya visi lain yang genius:)
dimasputra December 28th, 2009, 07:58 AM @hermawan : saya kan yang tanya.. tak pernah ke sana, ke sananya pun ga tau lewat mana..:D
semoga bukan salah satu museum yang membosankan di Indonesia...
harus atraktif, menarik, dan spektakuler..
hermawan December 28th, 2009, 08:36 AM he..he..he..
maksudku mau aku quote koq nggak bisa ya..
akhirnya kutulis lagi pertanyaannya...
sorry atas ketidaknyamanannya
opiniku dibawahnya...
Silver Arrows December 28th, 2009, 08:47 AM ^^JATIM PARK 3 ..?? :shifty:
kenapa kok ga ke daerah lain yang lebih berbeda..??
JATIM PARK 1 : pegunungan
JATIM PARK 2 : pantai / laut
JATIM PARK 3 : ? itu pun kalo bener2 jadi ya..
kayaknya emang sama ya antara WBL dan Jatim Park, soalnya kemaren jg sempet dengerin talk show di SS, mereka jg mbahas WBL sama Maharani Zoo nya, n kl ga salah dulu WBL dibilang Jatim Park 2, eh sekarang malah museum satwa yang jadi Jatim Park 2...
mungkin saja penyebutan Jatim Park ini khusus untuk batu, dengan segala potensinya, jd untuk laut/pantai ya ga ada/ ga diakomodir...krn emang batu ga punya.
mungkin pak paul sastro cinta mati sama batu ... who knows :lol:
dimasputra December 28th, 2009, 09:04 AM he..he..he..
maksudku mau aku quote koq nggak bisa ya..
akhirnya kutulis lagi pertanyaannya...
sorry atas ketidaknyamanannya
opiniku dibawahnya...
ho.ho.ho..no problemo:D
kayaknya emang sama ya antara WBL dan Jatim Park, soalnya kemaren jg sempet dengerin talk show di SS, mereka jg mbahas WBL sama Maharani Zoo nya, n kl ga salah dulu WBL dibilang Jatim Park 2, eh sekarang malah museum satwa yang jadi Jatim Park 2...
mungkin saja penyebutan Jatim Park ini khusus untuk batu, dengan segala potensinya, jd untuk laut/pantai ya ga ada/ ga diakomodir...krn emang batu ga punya.
mungkin pak paul sastro cinta mati sama batu ... who knows :lol:
:nuts::nuts::nuts:
gussinyo December 28th, 2009, 09:53 AM kayaknya emang sama ya antara WBL dan Jatim Park, soalnya kemaren jg sempet dengerin talk show di SS, mereka jg mbahas WBL sama Maharani Zoo nya, n kl ga salah dulu WBL dibilang Jatim Park 2, eh sekarang malah museum satwa yang jadi Jatim Park 2...
mungkin saja penyebutan Jatim Park ini khusus untuk batu, dengan segala potensinya, jd untuk laut/pantai ya ga ada/ ga diakomodir...krn emang batu ga punya.
mungkin pak paul sastro cinta mati sama batu ... who knows :lol:
iya, yg dikasih nama jatim park 2 skrng mmg museum satwa, kmrn aq lwt udah dipasang, bingung jg nih, pdhl yg dikenal banyak orang jatim park 2 itu WBL..
gussinyo December 28th, 2009, 09:57 AM kl pasar bunga bukan yang di beji (bener ga batu ada nama daerah beji...xixi), soalnya pas lewat pulang kemaren itu, kl ga salah sebelum polres batu, ke kanan ada petunjuk arah desa bunga apa gitu...
ato ini pasar n desa beda ya ...hehehe
klu desa beji mmg ada, tp bukan penghasil bunga, ada beberapa penjual bunga saja di situ...
kalau penghasil bunga saat ini di desa sidomulyo dan gunungsari kec. batu, dan kec. bumiaji... saat ini sudah banyak penjual bunga yg tersebar di sepanjang jalan dan desa, dan beberapa pasar bunga kecil... nah yg akan dibangun di bumiaji itu pasar bunga yg besar, proyeknya muncul bersamaan proyek museum satwa ini...
dimasputra December 28th, 2009, 10:02 AM iya, yg dikasih nama jatim park 2 skrng mmg museum satwa, kmrn aq lwt udah dipasang, bingung jg nih, pdhl yg dikenal banyak orang jatim park 2 itu WBL..
dipasang plang yang tulisannya JATIM PARK 2 tah, gus..??
:nuts::nuts::nuts: *bingungbingungbingungsoaljatimpark
gussinyo December 28th, 2009, 10:40 AM iya, tulisannya besar2 kok, besok tak upload pictx
sbyctzn December 28th, 2009, 10:53 AM Bener2 salut sama pak Paul Sastro,
saya rasa sepertinya pak Paul Sastro punya rencana buesar untuk kota Batu...
Bener2 Agresif.
BATU maju...teruss....!!!
hermawan December 28th, 2009, 12:42 PM Menurutku brand "Jatim Park" itu kurang marketable.....
terlalu lokal gitu:lol:
Pak Paul itu sebenarnya tinggal di Malang.....
dulu menangani renovasi Pasar Besar
dan sempat bikin real estate di Buring...
Bersama walikota Malang waktu itu (Susamto) bermimpi menyulap kawasan Buring menjadi kota satelit baru..
Sayang...proyeknya kurang berkembang
mungkin karena miskinnya infrastruktur di sana..
mudah2an suatu saat beliau kembali lagi bikin proyek di gunung Buring
untuk mengembangkan kawasan timur Malang yang emang sangat potensial
sbyctzn December 29th, 2009, 06:20 AM berita lain tentang MUSEUM SATWA
Wow...Museum Satwa Terbesar Ada di Batu
Minggu, 27 Desember 2009 19:41:00 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Batu (beritajatim.com)-Fantastis. Sebuah museum satwa konon terbesar di Indonesia, Minggu (27/12/2009) siang, diresmikan dan terbuka untuk umum. Musem satwa yang terletak di Kelurahan Temas, Kota Batu, menjadi ikon baru Kota Wisata itu.
Memanfaatkan lahan 15 hektar, lokasi musem satwa yang berada di bawah lereng Gunung Panderman, menambah suasana sekitar museum menjadi asri dan nyaman bagi pengunjung.
Berdiri megah, museum satwa yang mematok harga tiket masuk Rp 25.000 per orang itu, langsung diserbu parg pengunjung saat mulai dibuka untuk umum pada pukul 12.00. Tak ayal, dalam dua jam saja, jumlah pengunjung sudah di atas 1.000 orang. “Untuk tiket, kita beri diskon hingga beberapa hari ke depan. Untuk warga Batu yang ber-KTP asli Batu, akan dapat potongan 50%. Sedang pengunjung dari daerah lain, kita juga masih memberi diskon khusus 20%,” ungkap Titik Ariyanto, Humas Museum Satwa.
Menurut Titik, di museum satwa ini dipamerkan berbagai macam jenis hewan langka dari beberapa belahan dunia. Selain dari hewan terkecil berbentuk serangga, beraneka macam jenis burung dan mamalia darat serta laut ikut menghiasi nuansa museum yang dirancang bak habitat asli binatang tersebut.
Tak juga ketinggalan, hewan-hewan omnivora dan carnivora macam srigala, harimau, serta singa gurun juga menghiasi diorama museum yang menghabiskan dana miliaran itu. Guna menarik animo pengunjung, pihak museum yang penangannya murni dikelola swasta di bawah bendera PT Sasri Utama itu, juga menghadirkan replica binatang purba persis di depan pintu masuk areal museum. Lebih dari itu, pengelola juga mendatangkan ratusan fosil purba serta ribuan jenis kupu-kupu dan serangga dari belahan negara macam Peru, New Guinea, Kolombia, Malaysia , China, dan dataran Kepulauan Madagaskar.
“Kami ingin menghadirkan nuansa museum yang beda dengan sebelumnya. Visi kami juga ingin memberikan liburan dengan bernuansa edukatif. Kenapa? karena dengan mengunjungi museum satwa, mereka bisa mengenal sekaligus menambah ilmu pengetahuan mereka tentang spesies berikut asal usulnya,” ucap Sudariono, Manager Pengelola Museum Satwa.
Dengan dibukanya museum satwa itu, praktis Batu yang punya julukan kota wisata kini menambah koleksi tempat wisata baru. Sebelumnya, Batu juga sudah punya Jawa Timur Park yang penuh dengan petualangan seru berikut taman bermain yang penuh edukatif.
Selain itu, BNS atau Batu Night Spectacular e yang menjual aneka wahana permainan seru macam bianglala dan flying tornado ditambah permainan sinar laser, kini harus berbagi tempat dengan munculnya wahana wisata baru museum satwa.[air/yog]
Silver Arrows December 29th, 2009, 09:52 AM klu desa beji mmg ada, tp bukan penghasil bunga, ada beberapa penjual bunga saja di situ...
kalau penghasil bunga saat ini di desa sidomulyo dan gunungsari kec. batu, dan kec. bumiaji... saat ini sudah banyak penjual bunga yg tersebar di sepanjang jalan dan desa, dan beberapa pasar bunga kecil... nah yg akan dibangun di bumiaji itu pasar bunga yg besar, proyeknya muncul bersamaan proyek museum satwa ini...
iya emang di pinggir2 jalan sepanjang bumiaji kayaknya banyak jg penjual bunga hias, yo wis sipp, kl JATIM PARK 3 jadi sentra bunga, tp harus ada sisi entertainmentnya(tema parknya) deh biar tambah banyak pengunjungnya...
Jatim Park 1 ---> edukasi n entertainment
Jatim Park 2 ---> museum satwa
Jatim Park 3 ---> bunga & ????
Silver Arrows December 29th, 2009, 09:56 AM Menurutku brand "Jatim Park" itu kurang marketable.....
terlalu lokal gitu:lol:
Pak Paul itu sebenarnya tinggal di Malang.....
dulu menangani renovasi Pasar Besar
dan sempat bikin real estate di Buring...
Bersama walikota Malang waktu itu (Susamto) bermimpi menyulap kawasan Buring menjadi kota satelit baru..
Sayang...proyeknya kurang berkembang
mungkin karena miskinnya infrastruktur di sana..
mudah2an suatu saat beliau kembali lagi bikin proyek di gunung Buring
untuk mengembangkan kawasan timur Malang yang emang sangat potensial
betul betul betul...(ipinmodeon)
dulu juga mikirnya kayak gitu, kok ga batu park, apa panderman park, or whateva lah yg lebih ear catchy gitu n marketable....hehe tapi mbalek lg apa kate yg punya aja, buktinya sekarang aja pengunjungnya ruaame luar binasa...:lol:
*teman di daerah sekardangan sidoarjo bilang, ada satu rumah besar di pojokan situ katanya rumah yg punya jatim park, jd kemungkinan pak paul sastro itu punya banyak rumah ga hanya di malang aja bro hermawan sidoarjo jg...:)
hermawan December 30th, 2009, 02:28 AM ^^
Thx....mudah2an Mr. Paul baca usulan ini....
Oya..memang orang se kelas pak Paul rumahnya pasti lebih dari satu ...
yang bikin salut itu dedikasinya bikin proyek2 wisata di jatim itu loh yang perlu dihargai...
dan umumnya berhasil:)
BTW.... Batu/Jatim Park etc ...itu kayanya lebih dikenal di Indonesia timur
daripada di barat....
nggak tau kenapa..? mungkin salah?
Ini hasil omong2ku dengan teman2 terutama di luar Jawa:cheers:
Ebek21 December 30th, 2009, 02:37 AM Kelihatannya Museum Satwa ini kelasnya masih diatas Jatim Park maupun BNS, apalagi kedepannya masih akan ada ekspansi dan ada hotelnya juga. Kalo dipikir2, hebat juga ya Batu ini, kota kecil dan baru seumur jagung, tapi major tourism objectnya saja ada 3, semuanya objek wisata buatan dan baru2 lagi. Sorry, seingatku, di Kota Malang pun belum ada objek wisata buatan (yg baru) yg seheboh Batu (CMIIW).
Jadi tahun depan, selain pengembangan Phase II Museum Satwa, apa ada lagi rencana objek wisata lain di Batu ? Atau hotel lain, mall dll barangkali ?
Ebek21 December 30th, 2009, 02:48 AM ^^
BTW.... Batu/Jatim Park etc ...itu kayanya lebih dikenal di Indonesia timur
daripada di barat....
nggak tau kenapa..? mungkin salah?
Ini hasil omong2ku dengan teman2 terutama di luar Jawa:cheers:
Jelaslah, sebagian besar orang yg berbisnis atau sekolah di Jatim (terutama Surabaya dan Malang) kan dr Indonesia Timur.
Tiap tahun, Surabaya menerima puluhan ribu pelajar dr berbagai tingkat mulai dr SD sampai Universitas dr luar kota, seperti Jatim sendiri, Kaltim, Kalsel, Kalteng, seluruh Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Maluku, Papua, dan bahkan juga wilayah timur Jateng, seperti Semarang dan Solo. Dulu thn 90an ketika gw kuliah (di Ubaya), statistik menunjukkan separuh dr mahasiswa baru berasal dr sekolah2 di luar Sby, dan yg berasal dr sekolah2 di Sby pun pasti pelajar2nya sebagian juga dr luar kota. Belum lg yg sekolah di Malang. Keluarga2 mereka pasti sedikit banyak pernah ke Jatim (berwisata) atau bahkan memiliki properti di Jatim. Jadi ya gak heran kalo objek2 wisata di Jatim imagenya lebih kuat di Indonesia Timur.
d'sulovyo December 30th, 2009, 06:41 AM ^^
BTW.... Batu/Jatim Park etc ...itu kayanya lebih dikenal di Indonesia timur
daripada di barat....
nggak tau kenapa..? mungkin salah?
Ini hasil omong2ku dengan teman2 terutama di luar Jawa:cheers:
karena Jatim Park/Batu dan tourism Jawa Timur secara umum kurang promosi.
contohnya anak2 muda jakarta,tahunya tempat liburan itu ya cuma jakarta,bandung,bali..........jakarta,bandung,bali..........jakarta,bandung,bali.udah itu aja.:bash::bash::bash:
rata-rata anak jakarta gak tahu Jatim punya Jatim Park I/II,WBL,Taman Safari,Kusuma Agrowisata dsb.
bagi orang jakarta,Jatim is definetely out of the map.:nuts:
oops sorry kalau OOT.
Ebek21 December 30th, 2009, 07:09 AM ^^ Maaf ngelanjutin OOTnya dikit ya :) Dan bagi orang China sini, objek wisata di Indonesia tahunya cuma Bali, Bali, dan Bali. Disuruh mampir menginap 1 hari di Jakarta pun nggak mau, apalagi yg waktunya mepet. Maunya cuma transit di Jkt lalu langsung ke Bali. Baik yg paket wisata resmi maupun yg mengatasnamakan "kunjungan kerja".
hermawan December 30th, 2009, 07:22 AM ^^^^
Ya. gak papa...
Kalo gitu yang diperlukan ya promosi yang lebih serius lagi...
Wisatawan khan nggak salah..taunya ada informasi tentang suatu destinasi..
menarik..lalu datang
Jadi gimana pemda?
Silver Arrows December 30th, 2009, 07:28 AM ^^
jangan kita yang di ujung pulau jawa, yg ditengah aja(jateng) apa masih nengok orang jakarta ?? belum lg jabar (selain bandung tentunya), jarang kan kedengeran ?? mungkin krn emang keterbatasan waktu aja, n jarak deket jadinya taunya ya itu2 aja...kl waktunya lebih luang, mungkin mereka langsung ke bali (no wonder lah kl itu---the best island inda world gitu lohh :lol:)
lg an dg kondisi yg sekarang aja (tanpa banyak orang jakarta nya), tempat2 itu masih eksis n rame, malah makin ekspansif tuh...gpp lah ga ada orang jakarta (batu out of the map!) wong orang berduit sby, mlg, n jatim scr keseluruhan masih banyak kok :lol:
*udah ada ga ya, pemikiran orang pemkot batu buat jadiin Krisdayanti Brand Ambassador nya batu ?? kan wong batu asli iku ?? :lol:
ato sepaket sama kakaknya mbak yuni ahmad ??
d'sulovyo December 30th, 2009, 09:08 AM ^^ tadi pagi di dahsyat RCTI sempat review episode2 di 2009 yg salah satunya di Batu.ada satu komen dari Luna Maya tadi pagi yg perlu di underline :lol: "Batu penontonnya seru dan kotanya bagus banget"
dimasputra December 30th, 2009, 09:15 AM ^^Batu sangat membanggakan:okay:
ditunggu nih festival-festival lainnya di Batu..
hermawan December 30th, 2009, 09:16 AM Kalo project2nya mulai rame...
apa nggak sebaiknya ini diletakkan di project & development ya...:)
sbyctzn December 31st, 2009, 12:29 PM Barusan (sore, tgl 31 des 09) ada acara khusus tentang kota Batu di JTV.
Ada pemaparan visi pemkot dan banyak deskripsi2 detil kota Batu sebagai Kota Wisata...
Dan ternyata semua Dinas di Kota Batu visi dan misinya fokus ke wisata,
bener2 salut sama pemkot.
Btw Kota Batu bener2 cantik di lensa kamera...
Lengkap banget penggambaran Kota Batu...
Keren...
Sayang tidak bisa sharing disini
gantengscool December 31st, 2009, 03:15 PM .
Boleh upload foto ya.
Waktu jalan2 ke Kusuma Agro Wisata (wisata memetik apel) :
*All of my big family.
http://img140.imageshack.us/img140/6849/cimg9450.jpg (http://img140.imageshack.us/i/cimg9450.jpg/)
gantengscool December 31st, 2009, 03:19 PM .
Jatim Park.
http://img705.imageshack.us/img705/4773/cimg9473.jpg (http://img705.imageshack.us/i/cimg9473.jpg/)
dimasputra January 1st, 2010, 11:00 AM .
Boleh upload foto ya.
silahkan..silahkan..mas gantengscool :D
thanks for the pics :okay:
:cheers:
hermawan January 2nd, 2010, 04:43 AM Sabtu, 2 Januari 2010
Batu-Surya- Terjepit di tengah ingar bingar tempat rekreasi mewah yang bermunculan di Kota Batu, tidak membuat petani apel mati kutu. Mereka menggelar rekreasi petik apel dengan swadaya dan kreatifitas sendiri.
Mereka adalah Kelompok Tani Makmur Abadi di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji. Mulai dari promosi, memandu wisatawan, hingga menyediakan transportasi, mereka kelola secara mandiri.
“Jangan mencoba melihat kami di peta wisata yang dikeluarkan oleh Pemkot Batu, karena Pemkot sendiri tampaknya tak tahu keberadaan kami,” ungkap Pramono, bendahara Kelompok Tani Makmur Abadi di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Jumat (1/1).
Tak ada nama baru yang dicetuskan para anggota kelompok tani untuk menjual produk wisata mereka. Pun tidak ada tambahan modal laiknya fasilitas wisata dilakukan sejumlah investor wisata di Kota Batu. “Kami hanya petani apel biasa, jadi yang kami jual juga apa yang kami punya. Yakni kebun apel kami yang dirawat sedemikian rupa. Ternyata setelah dua tahun berjalan, kami mampu mendatangkan 1.000-1.500 wisatawan setiap bulannya untuk wisata petik apel ini,” ujar Pramono.
Hal yang sama juga diamini Sugiman. Ketua kelompok tani ini telah merasakan untung besar dari wisata petik apel dibanding mengandalkan hasil panen. Bagaimana tidak, setiap wisatawan yang ingin berwisata petik apel membayar Rp 20.000 per orang. “50 persen biaya ini kami berikan ke pemilik kebun sedangkan sisanya untuk kebutuhan kelompok dan gaet-nya. Para wisatawan juga bisa membeli apel itu di kebun dengan harga yang sama di pasaran,” sela Sugiman.
Berkat kreatifitas ini, kualitas hidup kelompok petani apek ini menjadi lebih baik. Daharno, contohnya, yang semula selalu was-was dan kebingungan jika harga apel anjlok, kini tak perlu risau lagi karena kedatangan wisatawan petik apel ke kebunnya mampu menambah 25 persen penghasilan daripada sekadar mengandalkan hasil panen. “Untuk menambah penghasilan saya juga menyambi jadi guide-nya,” tandasnya.st11
Kalo ke Batu..jangan lupa mampir ke sini..
sebab keuntungannya langsung ke petani:)
gantengscool January 2nd, 2010, 09:13 PM Kalo ke Batu..jangan lupa mampir ke sini..
sebab keuntungannya langsung ke petani:)
Ya klo ngga ada brosur or promosinya...kita yg di luar kota kan ngga akan tahu, bro..
hermawan January 3rd, 2010, 01:07 AM ^^
Iya he..he..
kelemahan obyek wisata di Indonesia itu rata2....
hm....minimnya promosi, kualitas produk yang pas2an dan lemahnya manajemen
Ok......
Siapa tau ada pejabat kita suka baca thread2 SSC bak forum Surabaya, Yogya, Solo, Malang, Semarang dll:)
lumayan untuk tambah wawasan.......
sbyctzn January 3rd, 2010, 03:22 AM ^^
tapi sudah lumayan kok hermawan, promosi pemkot Batu, bagusnya promosi masih sebatas untuk domestik jatim,
dimana2 sudah ada baliho Batu Kota Wisata, saya sempat baca di bbrp media iklanny jg.
G tau domestik luar jatim bagaimana promosinya,
mungkin ya lewat FFI dan RCTI yg kmarin.
hermawan January 4th, 2010, 02:03 AM ^^
Ya lumayan...mungkin anggarannya masih kecil...
memang harusnya wisatawan domestik itulah yang perlu di push....
karena relatif nggak gampang terpengaruh macam2 isyu...
beda sama wisman...
ada bom, flu burung, flu babi dll langsung drop.....
yang perlu didorong di Batu itu sebenarnya adalah MICE ...
karena Batu punya potensi yang bagus untuk jenis wisata ini..
tinggal menambah dengan convention center dengan kapasitas 5000 orang
baik convention center mandiri atau bagian dari fasilitas hotel berbintang.
Kalo yang dibawah 1000 an orang sepertinya sudah ada...(Purnama,Orchid, Kusuma Agrowisata ... kalo nggak salah sudah ada)
Oya satu lagi wisata Golf....
ini untuk menjaring wisatawan berduit tebal....
kayanya di Batu juga belum ada....
hermawan January 4th, 2010, 05:21 AM BATU - Kemacetan di sejumlah jalan di Kota Batu berakhir kemarin. Hari ini jalan-jalan menuju atau dari arah Kota Batu dipastikan lancar. Karena arus wisatawan yang membanjiri kota apel ini sudah banyak yang meninggalkan Batu kemarin. Mengingat mulai hari ini sudah memasuki efektif setelah libur panjang sejak 31 Desember 2009 lalu.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Eny P. Rostam mengatakan, puncak kemacetan di Kota Batu terjadi sejak pada malam tahun baru hingga malam Minggu kemarin. Puluhan ribu wisatawan yang datang menggunakan mobil pribadi dan bus pariwisata membuat sejumlah jalan macet pada jam-jam tertentu. "Tapi hari ini sudah berkurang banyak," ujar dia.
Menurut Eny, kebanyakan wisatawan yang datang ke Batu dalam liburan panjang akhir tahun ini adalah dari luar kota. Itu bisa dilihat dari nomor kendaraan yang datang. Banyak dari Surabaya, Sidoarjo, Jawa Tengah, dan berbagai kota lain di Indonesia. Meski demikian, kendaraan-kendaraan bernopol Malang Raya juga masih banyak yang hilir mudik.
Yang menggembirakan, jelas dia, meski arus lalu lintas begitu padat, tetapi angka kecelakaan kecil sekali. Tercatat hanya ada dua kecelakaan ringan. "Ini karena sistem pengaturan lalu lintas yang dilakukan polisi bisa berjalan efektif," terang dia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu Syamsul Huda menambahkan, jumlah kunjungan wisata pada akhir tahun ini sangat besar. Hal itu disebabkan semakin banyaknya tujuan wisata di Kota Batu, seperti dibukanya Batu Night Spectacular (BNS) serta Museum Satwa di Jatim Park 2. Untuk itu, dia berharap tahun 2010 ini jumlah kunjungan ke Batu semakin besar lagi. (lid/ziz)
PS :
Kota Batu jangan gampang berpuas diri dengan kondisi sekarang
macetnya jalan memang indikator semakin banyaknya wisatawan yang datang ke kota ini...
tapi kalo kondisi ini nggak segera dibenahi dan ruas2 jalan di Batu nggak ditambah dan diperlebar...
kondisi jalan di masa yang akan datang akan semakin macet
lama2 orang males ke Batu ....:)
So...tolong pemda Batu..gimana caranya agar pariwisata di Batu trus berkembang...
Pikirkan punya infrastruktur yang baik....jalan yang lebar2....
Studi ke Genting Highland!
Trus terang..sangat susah nyetir mobil di Batu...macet...sempit...nanjak...
bener2 ngabisin energi
gussinyo January 4th, 2010, 06:14 AM ^^
Ya lumayan...mungkin anggarannya masih kecil...
memang harusnya wisatawan domestik itulah yang perlu di push....
karena relatif nggak gampang terpengaruh macam2 isyu...
beda sama wisman...
ada bom, flu burung, flu babi dll langsung drop.....
yang perlu didorong di Batu itu sebenarnya adalah MICE ...
karena Batu punya potensi yang bagus untuk jenis wisata ini..
tinggal menambah dengan convention center dengan kapasitas 5000 orang
baik convention center mandiri atau bagian dari fasilitas hotel berbintang.
Kalo yang dibawah 1000 an orang sepertinya sudah ada...(Purnama,Orchid, Kusuma Agrowisata ... kalo nggak salah sudah ada)
Oya satu lagi wisata Golf....
ini untuk menjaring wisatawan berduit tebal....
kayanya di Batu juga belum ada....
betul kt hermawan, udah saatnya Batu punya lap golf view gunung juga convention center kelas besar gitu
Silver Arrows January 4th, 2010, 06:36 AM ^^
lho batu belum punya lap golf ya ??:bash:
pasuruan aja dah punya taman dayu, finna golf, (ada lg ga ya, taunya sih 2 itu)
:nuts:
gussinyo January 4th, 2010, 10:20 AM MUSEUM SATWA JATIM PARK 2 ==== UPDATE 02-01-10
bagi yg penasaran, silahkan....
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA2.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA1.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA5.jpg
Museum Satwa
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA7.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA6.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA9.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA8.jpg
Batu Secret Zoo
Zoo 4 Lantai (lt2-5)
yang paling bawah itu area restoran dan fastfood....
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA12.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA14-1.jpg
Hotel
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA16.jpg
gussinyo January 4th, 2010, 11:01 AM MUSEUM SATWA... INDOOR AREA
Dibagi menjadi beberapa ruangan, antara lain;
- lobi stlh pintu masuk; ada kurungan raksasa serta patung hewan dekoratif
- lobi utama ; ada fosil tyranosaurus dan dinosaurus raksasa di tengah2, dikelilingi pajangan hewan2 dr eropa @ afrika
- zona ikan
- zona fosil
- zona satwa indonesia
- zona serangga
- zona hewan liar afrika eropa
- zona ice area < per 2-1-10 masih belum ada hewannya>
- area pengetahuan satwa
ada juga layar raksasa yang memutar film satwa
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA18.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA19-1.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA23.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA27.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA41.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA45.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA51.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA46.jpg
masih penasaran ???
tunggu koleksi berikutnya :banana:
gussinyo January 4th, 2010, 11:05 AM foto2 yg lain segera diupload... sabar ya....
he5x...
hermawan January 4th, 2010, 12:21 PM ^^
Lagi2 thanks Gus:cucumber::banana::cucumber::banana::cucumber:
Di luar dugaan...serba gigantis....Mudah2an hotelnya juga super giga
Salut ama Mr. Paul:okay::okay::okay:
sbyctzn January 4th, 2010, 02:21 PM BATU - Kemacetan di sejumlah jalan di Kota Batu berakhir kemarin. Hari ini jalan-jalan menuju atau dari arah Kota Batu dipastikan lancar. Karena arus wisatawan yang membanjiri kota apel ini sudah banyak yang meninggalkan Batu kemarin. Mengingat mulai hari ini sudah memasuki efektif setelah libur panjang sejak 31 Desember 2009 lalu.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Eny P. Rostam mengatakan, puncak kemacetan di Kota Batu terjadi sejak pada malam tahun baru hingga malam Minggu kemarin. Puluhan ribu wisatawan yang datang menggunakan mobil pribadi dan bus pariwisata membuat sejumlah jalan macet pada jam-jam tertentu. "Tapi hari ini sudah berkurang banyak," ujar dia.
Menurut Eny, kebanyakan wisatawan yang datang ke Batu dalam liburan panjang akhir tahun ini adalah dari luar kota. Itu bisa dilihat dari nomor kendaraan yang datang. Banyak dari Surabaya, Sidoarjo, Jawa Tengah, dan berbagai kota lain di Indonesia. Meski demikian, kendaraan-kendaraan bernopol Malang Raya juga masih banyak yang hilir mudik.
Yang menggembirakan, jelas dia, meski arus lalu lintas begitu padat, tetapi angka kecelakaan kecil sekali. Tercatat hanya ada dua kecelakaan ringan. "Ini karena sistem pengaturan lalu lintas yang dilakukan polisi bisa berjalan efektif," terang dia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu Syamsul Huda menambahkan, jumlah kunjungan wisata pada akhir tahun ini sangat besar. Hal itu disebabkan semakin banyaknya tujuan wisata di Kota Batu, seperti dibukanya Batu Night Spectacular (BNS) serta Museum Satwa di Jatim Park 2. Untuk itu, dia berharap tahun 2010 ini jumlah kunjungan ke Batu semakin besar lagi. (lid/ziz)
PS :
Kota Batu jangan gampang berpuas diri dengan kondisi sekarang
macetnya jalan memang indikator semakin banyaknya wisatawan yang datang ke kota ini...
tapi kalo kondisi ini nggak segera dibenahi dan ruas2 jalan di Batu nggak ditambah dan diperlebar...
kondisi jalan di masa yang akan datang akan semakin macet
lama2 orang males ke Batu ....:)
So...tolong pemda Batu..gimana caranya agar pariwisata di Batu trus berkembang...
Pikirkan punya infrastruktur yang baik....jalan yang lebar2....
Studi ke Genting Highland!
Trus terang..sangat susah nyetir mobil di Batu...macet...sempit...nanjak...
bener2 ngabisin energi
betul Hermawan...
mumpung masih gampang diatur mending segera diatur.....
jangan sampai seperti Bandung,,
saya melihat Kota Batu ini akan mengarah seperti Bandung.....
edan euy.... baru jadi beberapa tahun langsung melejit jauh.....
Segera bentuk Bappeko.....
yang sepertinya Kota Batu belum ada Bappeko tuh....
sbyctzn January 4th, 2010, 02:27 PM btw RUARRRRR biasa foto-fotonya GUSSINYO...
top banget..... deh pokoknya Kota Wisata Batu.....
ternyata konstruksi besar setinggi 5 lantai itu bagian Batu Screet Zoo
besar banget yah bangunannya....
cuman untuk kebun binatang saja sampe bikin konstruksi sebesar itu....
wowowowow matur suwun sanget Gussinyo....
LAGI DONG FOTO-FOTONYA....
sbyctzn January 4th, 2010, 02:50 PM btw sedikit curhat boleh??? terkait kota Batu juga nih...
saya ingin memberikan sumbangsih atas kemajuan kota Batu....
kalau mau dapat data statistik kunjungan wisatawan domestik tahun 2008/2009 kota batu kemana yah???
dinas pariwisatanya saja yah???
dulu sebelum kota batu dilakukan pemekaran, statistik jumlah kunjungan wisatawan domestiknya masuk dinas pariwisata kabupaten malang kan???
saya ada ide sedikit,, dan kalau berhasil mau bikin skripsi tentang kota wisata Batu....
walaupun itu sebenarnya harus ada korbannya yaitu molor 1 tahun....
karena proposal sebelumnya sudah disetujui jadi kalau mau bikin skripsi dengan topik beda harus mengajukan lagi... jadi molor 1 tahun lagi....
dimasputra January 4th, 2010, 03:47 PM @gussinyo : thanks for the pics :okay:
jadi Jatim Park 2 benar-benar taman satwa toh..
di sana menarik ga..??
ada hewan hidupnya juga kan..??
hermawan January 5th, 2010, 02:05 AM btw sedikit curhat boleh??? terkait kota Batu juga nih...
saya ingin memberikan sumbangsih atas kemajuan kota Batu....
kalau mau dapat data statistik kunjungan wisatawan domestik tahun 2008/2009 kota batu kemana yah???
dinas pariwisatanya saja yah???
dulu sebelum kota batu dilakukan pemekaran, statistik jumlah kunjungan wisatawan domestiknya masuk dinas pariwisata kabupaten malang kan???
saya ada ide sedikit,, dan kalau berhasil mau bikin skripsi tentang kota wisata Batu....
walaupun itu sebenarnya harus ada korbannya yaitu molor 1 tahun....
karena proposal sebelumnya sudah disetujui jadi kalau mau bikin skripsi dengan topik beda harus mengajukan lagi... jadi molor 1 tahun lagi....
IMO : jangan mengorbankan waktu kuliahlah....sayang...
topik tentang Batu bisa diambil nanti kalo berniat ke pascasarjana
...dan bikin tesis....
ato kalo nanti punya kerjaan yang terkait penelitian bagus juga....
Kalo data kunjungan wisatawan...datang saja ke Dinas Pariwisata kota Batu...
kalo nggak salah aku ada yang kenal. Namanya bu Selvia atau mas Koko:)
Ebek21 January 5th, 2010, 02:43 AM Beneran sudah mencapai 4 juta ? Wah22 luar biasa sekali :applause: Infrastruktur Kota Batu mau nggak mau harus segera ditingkatkan nih, jgn sampai kayak Puncak, kelamaan macet dijalan bikin orang segan kembali ke Batu.
Batu Tembus Empat Juta Wisatawan
Batu-Surya- Liburan panjang di saat Natal dan akhir tahun sukses menggenjot pendapatan Pemkot Batu di sektor pariwisata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mencatat jumlah wisatawan menembus empat juta orang. Angka ini jauh melampaui target Pemkot Batu yang hanya 2,5 juta turis pada tahun 2009.
“Kami juga kaget ternyata respons wisatawan semakin bertambah untuk menghabiskan liburan mereka di Kota Batu. Beragam wisata baru yang ditawarkan nampaknya menjadi daya tarik bagi para wisatawan memilih Kota Batu,” ungkap Syamsul Huda, kepala Disparbud Kota Batu, Senin (4/1).
Kenaikan ini juga dirasakan oleh pengelola tempat wisata seperti Agro Wisata yang mengaku mendapat kunjungan lebih dari 18.000 orang. Hal yang sama juga dirasakan pengelola Jatim Park yang mengalami kenaikan jumlah pengunjung hingga 15 persen.
“Tahun ini yang menginap di Vila Songgoriti jauh lebih lama. Semua vila juga terisi semua,” ungkap Titut Harijadi, Ketua Paguyuban Pemilik Vila Songgoriti.
Kenaikan ini juga direspons Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, yang berniat akan lebih menggiatkan pemberdayaan masyarakat di desa. Tujuannya agar berkah wisatawan tak hanya dirasakan oleh pengelola tempat wisata besar, melainkan juga bisa dinikmati masyarakat pedesaan.
“Salah satunya dengan menggali potensi yang ada di setiap desa yang ada. Mulai dari bunga, sayuran hingga buah-buahan,” tukas Eddy Rumpoko ditemui terpisah.
Ditambahkan, penggiatan wisata pedesaan akan dilakukan secepatnya. Untuk tahapan awal, mengajak semua kepala desa membeberkan potensi di daerahnya. “Setelah itu, kami memetakan wisata apa saja yang layak dikembangkan. Ini akan menjadi tambang emas baru bagi warga kota Batu. Setidaknya mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga desa selain hasil pertanian yang mereka geluti selama ini,” tandasnya.
Taken from Surya, Jan 5, 2009
hermawan January 5th, 2010, 02:55 AM -delete-
iwe January 5th, 2010, 04:16 AM .
Boleh upload foto ya.
Waktu jalan2 ke Kusuma Agro Wisata (wisata memetik apel) :
*All of my big family.
http://img140.imageshack.us/img140/6849/cimg9450.jpg (http://img140.imageshack.us/i/cimg9450.jpg/)
http://farm3.static.flickr.com/2492/4221427237_b24c90f8d1.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/4221427237/) :banana:
gw ke agro tanggal 23 :lol:
gambar2 agrokusuma yang laen : http://www.flickr.com/photos/iwe/tags/batu/
sbyctzn January 5th, 2010, 06:25 AM ^^
post semuanya saja IWE.....
sayang kok tidak semua kamu post pic nya...
bagus-bagus lho.....
soalnya langka banget pic-pic kota batu.....
dimasputra January 5th, 2010, 07:27 AM ^^jangan lupa IWE,..promosiin Batu ke teman-temanmu..:D
iwe January 5th, 2010, 12:10 PM ini salah satu cottage klub bunga
http://farm3.static.flickr.com/2728/4222204438_f9ed7fb0ef.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/4222204438/)
jalanan di dalem hotel agrokusuma
http://farm3.static.flickr.com/2794/4221441043_ebfc6009c0.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/4221441043/)
stawberry klo ga salah, cuman ga bisa petik karena buahnya lagi abis
http://farm5.static.flickr.com/4041/4222191190_52c5e0f291.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/4222191190/)
ini kebun apelnya, gw kira ada jalan paving, trus apelnya di kanan kirinya, ga taunya offroad gini
http://farm3.static.flickr.com/2564/4221427681_a9d7e947f0.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/4221427681/)
hotel agro-kus, ini yang deretan depan (deket receptionist)
http://farm3.static.flickr.com/2561/4221414799_1371c2d106.jpg (http://www.flickr.com/photos/iwe/4221414799/)
dimasputra January 5th, 2010, 04:38 PM ^^waktu kecil pernah ke situ (Kusuma Agrowisata)..sampai sekarang ya lupa bagaimana bentuknya..
ternyata begini toh..:okay:
thanks iwe :D
hermawan January 6th, 2010, 06:04 AM ^^
dua kali kesana ....
sial! apelnya lagi habis...:lol:
hermawan January 6th, 2010, 07:01 AM http://img37.imageshack.us/img37/9044/jalanalternatifbatu.gif (http://img37.imageshack.us/i/jalanalternatifbatu.gif/)
BATU-Dua ruas jalan alternatif yang mengakses Kota Batu mulai dilalui pengendara setelah sempat kurang sosialisasi. Ramainya kendaraan melintas di jalan alternatif, arus lalu lintas di Jalan Raya Beji hingga Pendem yang biasanya macet diwaktu liburan lancar sejak dua hari terakhir.
Dua ruas jalan alternatif yang mulai digunakan pengendara luar kota yakni, Jalan Raya Pandanrejo hingga mengakses Karangploso. Satu jalan alternatif lagi yakni Jalan Raya Oro Oro Ombo melewati Junrejo kemudian mengakses Jalan Dr Sutomo hingga Jalan Mojorejo.
Selain itu dari Proliman Junrejo juga ada jalan alternatif menuju Kota Malang yang bisa menghindari kemacetan di Dinoyo, Kota Malang. Yakni dari Proliman Junrejo menuju arah selatan melewati Dau hingga mengakses Merjosari.
Pantauan Malang Post, diberbagai jalan alternatif itu sejak Sabtu dan Minggu kemarin ramai dilewati mobil. Umumnya mobil bernopol luar kota seperti Surabaya, Sidoarjo dan Blitar melewati jalan alternatif.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Enny P Rustam membenarkan kendaraan wisatawan mulai menggunakan jalan alternatif usai berlibur di Batu. Enny menjelaskan, walau arus lalu lintas wisatawan masih tinggi tapi tidak ada kemacetan lagi.
Ia mencontohkan kendaraan wisatawan berupa bus yang meninggalkan Selecta masih banyak hingga kemarin siang. Tapi kendaraan wisatawan dari arah Selecta langsung berbelok ke Jalan Raya Pandanrejo kemudian melewati Kali Lanang hingga keluar di Karangploso menuju Surabaya.
“Kami sudah memberi imbauan kepada pengendara agar sebaiknya melewati jalan-jalan alternatif yang ada. Sebab kondisi jalannya juga bagus dan semakin memperlancar arus kendaraan,” jelas perwira Polisi dengan tiga balok dipundak itu.
Sejumlah pengendara yang ditemui Malang Post secara terpisah mengaku baru mengetahui adanya jalan alternatif yang mengakses Batu selain Jalan Raya Beji hingga Pendem.
Dion Prambodo membenarkan jalan alternatif yang melewati Dau hingga kemudian keluar di Merjosari layak dilalui kendaraan. “Kondisi jalannya bagus, jarak tempuhnya juga sama kalau dibandingkan melewati Beji dan Pendem. Malah lewat sini bisa terhindar dari kemacetan Dinoyo,” katanya. (van)
Silver Arrows January 6th, 2010, 08:27 AM hadeehh, jatim park masuk surat pembaca jawapos hari ini....
*semoga ke depan, dg banyaknya kritikan semakin baik dlm hal pelayanan pd wisatawan...
gussinyo January 6th, 2010, 09:53 AM hadeehh, jatim park masuk surat pembaca jawapos hari ini....
*semoga ke depan, dg banyaknya kritikan semakin baik dlm hal pelayanan pd wisatawan...
mgkn public relationnya perlu diganti aja :bash:
gussinyo January 6th, 2010, 10:52 AM sisi lain Museum Satwa
ternyata ada layar raksasa buat mutar film satwa lho, yg bisa otomatis dilipat
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA22.jpg
ribuan serangga berbagai jenis ada disini
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA37.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA49.jpg
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA26.jpg
gussinyo January 6th, 2010, 10:57 AM ini suasana restorannya
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/MUSEUMSATWA14.jpg
hermawan January 7th, 2010, 05:16 AM Weh...jadi pengin kesana nih!!!!
gussinyo January 7th, 2010, 06:24 AM Cepetan hermawan.... kalau bawa KTP Batu diskon 50%
hermawan January 7th, 2010, 07:24 AM Wah...KTP Malangku sudah expired....:nuts:
gussinyo January 7th, 2010, 08:16 AM KTP kota Batu, bukan kota/kab Malang, he6x...
hermawan January 7th, 2010, 08:26 AM ^^
Wah...apalagi.........:nuts::nuts::nuts:
sbyctzn January 7th, 2010, 06:47 PM ^^
Cepat kabur naik pesawat saja hermawan...
Ajak teman-teman juga, buat promosiin kota Batu, cara promosi dari mulut ke mulut cukup ampuh buat alat promosi, karena testimoni efek persuasinya sangat kuat.
hermawan January 8th, 2010, 02:08 AM ^^
Ya nih...sekitar Juli nanti kantorku bikin event kecil2an di Sby.....
lumayan ada 1 rombongan sekitar 8 orang....
ntar kalo acara sudah selesai ku giring ke Malang/Batu
Tahun lalu sudah ke Bromo dan Batu...+ Suramadu
Sayangnya sampe Batu sudah menjelang sore...
Apes...waktu sampe Kusuma Agrowisata pas apelnya habis...
Trus pengin lihat Cangar...apes..10 menit baru tutup:ohno:
Tapi lumayan masih terhibur pemandangan indah selama perjalanan...
Bromo via Ngadisari....
dan Batu-Cangar....teman2 lumayan takjub juga!!
Tahun ini rencana ke Batu lagi...pengin pamerin Jatim Park 1 dan 2:)
Tapi sorry, aku nggak pandai ambil foto!
hasilnya..:bash:
gussinyo January 8th, 2010, 06:24 AM he5x...
gak harus pandai ambil foto kok, aku aja pake kamera hp, asal klik aja, yg penting kan bisa bagi informasi ke tmn2 yg lain..
untung anda telat ke cangar, nurut aku cangar itu kurang bagus sisi dalamnya, cuma menang view di sekitarnya aja, dan airnya yg panas.... klu kolamnya gak bagus, berendam jg campur nenek2 yg lagi penyembuhan....
maklum pengelolanya kan banasional gub suryo, mgnkn masuk dephut ya... jadinya gak profesional, coba kalau dikasih BUMD atau swasta kayak om sastro gitu, pasti keren jadinya...
hermawan January 8th, 2010, 09:13 AM Digerojok Rp 5 Miliar
Percantik Kawasan Gunung Banyak
http://img707.imageshack.us/img707/4593/0801gunungbanyak.gif (http://img707.imageshack.us/i/0801gunungbanyak.gif/)
BATU-Semakin diminati untuk wisata selain paralayang, kawasan Gunung Banyak dalam tahun 2010 ini segera disulap jadi tempat wisata. Total anggaran yang diusulkan untuk penataan obyek wisata yang sedang diminati itu sebesar Rp 5 Miliar. Investor pun dipersilahkan menjajaki membangun hotel di Gunung Banyak.
Total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 5 Miliar itu bersumber dari APBD Kota Batu dan APBD Jatim. Dari APBD Kota Batu sebesar Rp 2 Miliar, sedangkan dari APBD Jatim diusulkan Rp 3 Miliar.
“Untuk usulan anggaran ke Pemprov Jatim sedang kami susun dan segera selesai agar di kirim ke Pemprov Jatim,” jelas Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Syamsul Huda kepada Malang Post kemarin.Dipaparkan, anggaran Rp 2 Miliar digunakan untuk mempercantik dan menata ulang kawasan landing paralayang, di kawasan Songgokerto. Atlit dan penghobi paralayang yang take off dari Gunung Banyak bakal dimanja oleh sejumlah fasilitas saat landing. Diantaranya lokasi landing yang diperlebar lengkap dengan rumput yang lebih nyaman. “Rumputnya akan dibuat seperti rumput dilapangan sepak bola,” cetusnya.
Tidak hanya itu saja, gedung kantor yang ada saat ini di dekat lokasi landing segera diperbaiki. Nantinya selain gedung kantor yang nyaman dan tempat bersantai sekaligus istirahat. “Akses menuju jalan masuk lokasi landing diperbaiki lagi. Perbaikannya terdiri dari pelebaran jembatan yang menghubungkan ke lokasi landing. Selama ini, jembatannya sempit sehingga hanya bisa dilewati motor,” jelasnya. Selain pelebaran jembatan, jalan yang mengakses ke lokasi landing juga diperbaiki.
Sedangkan penataan kawasan Gunung Banyak, lanjut Syamsul akan menggunakan anggaran dari Pemprov Jatim yang segera diusulkan. Penataan di Gunung Banyak sebagai salah satu ikon wisata dan lokasi take off paralayang itu terdiri dari pemasangan lampu penerang, MCK serta branding Kota Wisata Batu.
Branding Kota Wisata Batu berupa tulisan raksasa di salah satu sisi gunung. Tulisan rakasasa itu berbunyi, ‘Kota Wisata Batu’. Dari berbagai penjuru kota wisata itu akan melihat tulisan tersebut. Syamsul menambahkan, tren wisatawan ke Gunung Banyak semakin meningkat sejak tahun 2009 lalu. “Wisatawan yang ke Gunung Banyak untuk melihat view Kota Batu dan Malang yang memang sangat bagus. Tidak hanya siang saja, tapi ada juga yang ke Gunung Banyak saat malam hari,” paparnya.
Pria ramah ini mengungkapkan Pemkot Batu saat ini bersiap menata kawasan wisata tersebut. ‘’Selanjutnya silahkan saja investor menjajaki pembangunan hotel di kawasan Gunung Banyak,’’ tutupnya. (van/nug)
hermawan January 8th, 2010, 09:16 AM BTW : thanks mas Gus infonya...
dimasputra January 8th, 2010, 09:17 AM ^^keren :okay:
bakal ada tullisan ala "Hollywood" di Batu..."BATU KOTA WISATA"...
hermawan January 8th, 2010, 09:41 AM Lha wong.....
Dhani Acungkan Jempol
URL=http://img138.imageshack.us/i/0801ahmaddhani.gif/]http://img138.imageshack.us/img138/10/0801ahmaddhani.gif[/URL]
KEINDAHAN Gunung Banyak juga diakui musisi papan atas Ahmad Dhani.
Pentolan grup band Dewa 19 ini bahkan sengaja membawa tiga anaknya yakni Al,El dan Dul untuk melakukan terbang tandem di kawasan indah ini, kemarin.
“Gunung Banyak ini memang bagus dan memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan,’’ puji musisi asal Surabaya ini seraya mengacungkan jempolnya. Ia kemudian memaparkan bahwa pengembangan wisata Gunung Banyak perlu memperhatikan sarana penunjang. Akses ke Malang harus lebih baik lagi dan kemacetan harus dicegah sejak dini.
Dhani juga menuturkan bahwa mengembangkan potensi wisata di kawasan Gunung Banyak tidak hanya Pemkot Batu saja. “Memang perlu ada kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Ya dengan Departemen PU, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Pemprov Jatim dan Pemkot Batu,” kata dia.
Khusus jalan tanjakan menuju puncak Gunung Banyak, mantan suami Maia ini mengakui cukup menantang. Bahkan menambah lengkap keindahan berwisata ke puncak gunung tersebut. Selama berada di kawasan Gunung Banyak, Dhani sempat lama menikmati indahnya Kota Batu dan Malang. Penyanyi Mulan Jameela juga ikut dalam rombongan tersebut. (van/nug)
sbyctzn January 8th, 2010, 01:55 PM Nih tambahi
Ahmad Dhani Lirik Investasi Wisata di Batu
Jum'at, 08 Januari 2010 19:26:26 WIB
Reporter : Panca Rakhmad P
Batu(beritajatim.com)-Pimpinan group band DEWA, Ahmad Dhani mulai lirik Kota Batu untuk berinvestasi. Hal ini diakuinya setelah melihat Kota Batu selama dua hari untuk pembuatan video clip The Virgin.
"Rasanya ingin sekali membuat usaha wisata di Kota Batu. Perkembangan Kota Batu sangat pesat," kata Ahmad Dhani,Jumat(8/1/2010).
Terlebih lagi dengan banyaknya tempat wisata baru yang bermunculan sehingga Kota Batu yang saat ini sebagai icon wisata Jawa Timur. "Sudah saatnya Kota Batu sebagai ikon wisata pulau Jawa. Ini sudah bisa dilihat dari pesatnya wisata dan kelengkapan penunjang wisata di Kota Batu ini," paparnya.
Ahmad Dhani tidak mau membuka rahasia bisnis atau investasi apa yang akan dilaksanakan di Kota wisata Batu. "Lihat saja nanti, kita masih mencari bentuk tapi yang jelas investasi itu akan menunjang kepariwisataan Kota Batu," urainya.
Kedatangan Ahmad Dhani hari ini di Pemkot Batu menjadikan aktivitas di Pemkot Batu lumpuh sekitar 30 menit, karena para pegawai banyak yang keluar hanya ingin melihat dan ingin berfoto dengan Ahmad Dhani.
"Masa kita ingin foto dengan Ahmad Dhani dilarang, ntar lagi kita juga masuk kerja mas," kata salah satu staf di bagian pemerintahan.[mad/ted]
sbyctzn January 8th, 2010, 01:58 PM Batu mulai jadi magnet orang Jakarta,,,
tak lama lagi Batu akan semakin maju dan akan booming besar-besaran wisata
dimasputra January 8th, 2010, 03:10 PM ^^ mungkin Ahmad Dhani mau bikin The Rock Hotel...:D (*prediksi)
hermawan January 9th, 2010, 02:52 AM ^^
Yang agak kurang di Batu itu toko2 suvenir kerajinan....
Kalo makanan sudah lumayan banyak:)
Menanggapi saran Mas Dhani...nih ada beritanya......:)
Hindari Macet, Tiga Ruas Jalan Dilebarkan
BATU - Dalam tahun ini tiga ruas jalan bakal dilebarkan untuk jalan alternatif yang mengakses Kota Batu dan Malang. Pelebaran jalan alternatif itu untuk mengurangi kemacetan yang selama ini keluhkan.
Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga, Ir Budi Santoso mengatakan, jalan alternatif yang akan dilebarkan jalan desa yang melintas Tulungrejo hingga Dadaprejo.
“Pelebaran dimulai dari pertigaan Emanuel sampai Dadaprejo, tepatnya arah menuju Arhanud. Jalan yang dilebarkan antara 4 sampai 5 meter sepanjang 5 Km,” jelas Tosi, sapaan akrab Budi Santoso, kemarin siang.
Pelebaran jalan itu akan dilakukan pada dua tahun anggaran. Yakni tahun 2010 dan tahun 2011 mendatang.
Sedangkan jalan alternatif lainnya yang dilebarkan yakni jalan keluar dari Jalan Lingkar Selatan (JLS). Rencana semula pintu keluar JLS di Jalan Raya Junrejo hanya satu, yakni di sekitar krematorium.
“Tapi setelah survei dan evaluasi, dari proliman Junrejo yang mengakses Dau akan menjadi pintu keluar dan masuk JLS. Jadi nantinya masuk dan keluar JLS ada dua akses,” jelasnya.
Jalan alternatif yang dari proliman Junrejo hingga perbatasan Dau, menurut Tosi sudah mulai digunakan pengendara. Setiap pagi dan sore, ruas jalan yang bisa mengakses hingga ke kawasan Merjosari, Kota Malang itu dipadati oleh pengendara.
Karena menjadi salah satu pintu keluar dan masuk JLS, lanjut Tosi, pelebaran jalan wilayah Junrejo yang berbatasan dengan Dau dilakukan dalam tahun ini juga. Luas jalan yang dilebarkan yakni dua meter dari kondisi saat ini selebar 5 meter. Selain pelebaran, pengaspalan pun dilakukan dalam tahun ini.
Setelah membuka tiga ruas jalan alternatif, Tosi berharap kemacetan disaat liburan panjang segera teratasi. Begitu juga kepadatan kendaraan di jalur utama, Jalan Raya Beji hingga Pendem bisa segera berkurang karena berfungsinya jalan alternatif. (van/eno)
hermawan January 9th, 2010, 02:56 AM Sebenarnya yang lebih afdol itu kalo ada pelebaran jalan
terutama dari pertigaan Karanglo sampe Batu
Dulu ada berita mau dibikin 4 jalur ....
tapi nggak tau koq redup!
gussinyo January 11th, 2010, 06:18 AM suvenir : saya pernuah menyusuri desa2 di Junrejo, ternyata banyak produsen suvenir disitu, cuma memang mereka belum bunya toko yg representatif, hanya dititipkan para penjual di daerah pinggir jalan junrejo, dan songgoriti dan objek wisata lain
pelebaran jalan; pemkot sebenarnya sudah punya program pelebaran jalan di jalur utara dan jalur selatan, cuma banyak kendala yg dihadapi, misalnya; harus menebang pohon (ditentang LSM), pembebasan lahan, dan sinergi dgn kabupaten/kota malang yg belum nyambung, contohnya pelebaran jalan daerah karangploso dan jalan tembus dari sukarno hatta ke jalan pendem, masing2 saling melempar tanggung jawab......
gussinyo January 11th, 2010, 06:20 AM ^^ mungkin Ahmad Dhani mau bikin The Rock Hotel...:D (*prediksi)
prediksi saya ; karaoke Dhani Vista, :banana:
hermawan January 13th, 2010, 01:50 PM http://img16.imageshack.us/img16/6691/1301pasarbatu.gif (http://img16.imageshack.us/i/1301pasarbatu.gif/)
BATU– Pemkot Batu segera melakukan lelang tender kepada investor untuk pembangunan Pasar Besar Batu menjadi semi modern. Pemkot sudah membentuk satu tim khusus untuk menangani rencana pembangunan pembangunan pasar yang lokasinya di Jalan Dewi Sartika. ‘’Rencana pembangunan jalan terus dan kami pasti akan segera melakukan lelang kepada investor,’’ ungkap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kepada Malang Post, kemarin.
Ditemui usai menghadiri rapat kerja Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Batu di Hotel Puri Bunga, kemarin, orang nomor satu di jajaran Pemkot Batu ini menjelaskan, kapan lelang kepada investor dilakukan itu tergantung kesiapan tim yang sudah dibentuk. Tim pembangunan Pasar Besar Batu ini kini mulai bekerja mempersiapkan konsep hingga pelelangan kepada investor yang akan mengikuti tender.
Menurutnya, Ketua tim pembangunan ini Sekkota Batu, Widodo. Sedangkan intansi yang masuk dalam keanggotaan tim diantaranya Badan Perencanaan Daerah, Dinas Pasar hingga Disperindag. Pihaknya juga masih menunggu kesiapan tim ini sebelum melangkah untuk pelelangan kepada investor.
Penghobi olah raga motor trail ini hanya menargetkan, pembangunan pasar menuju semi modern itu sudah berlangsung mulai tahun 2010 ini. Hanya saja, Pemkot tetap tidak boleh gegabah dalam pembangunan, meski menginginkan terlaksana secepatnya.
Salah satu dasar pembangunan Pasar Batu itu untuk menghindari kesemerawutan, seperti yang banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Apalagi Pasar Batu juga menampung pedagang sayur yang berjualan di halaman pasar depan untuk malam hari. Sedangkan pagi hingga sore, halaman harus steril karena giliran pedagang dalam pasar yang giliran berjualan. Namun, pedagang pasar sayur sering terlambat meninggalkan lokasi sehingga menambah kesemarutan.
Untuk menghindari banyak keluhan, Pemkot mengakomodasi dengan membangun pasar semi modern, agar lebih tertata. Demikian juga dengan Mall, akan terdapat dalam pasar itu, namun tetap tidak meninggalkan pedagang tradisional, khususnya pedagang-pedagang lama. ‘’Prinsipnya, penataan harus lebih modern, namun pedagang tradisional tetap terwadahi,’’ pungkasnya. (feb/udi)
hermawan January 14th, 2010, 04:36 AM BATU - Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu merencanakan untuk membangun hutan kota di lapangan luar Stadion Brantas. Hutan kota itu diharapkan bisa menjadi tempat yang bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan yang berkaitan dengan alam.
Susetyo Herawan, kepala dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang mengatakan, meski Kota Batu sudah banyak memiliki hutan sesungguhnya di pinggiran kota, tetapi belum punya hutan di dalam kota. Padahal, fungsi hutan kota sangat penting untuk menciptakan keseimbangan lingkungan. "Keberadaan hutan kota itu bisa dijadikan tempat alternatif bagi warga untuk bermain," ujar dia.
Namun, dia masih belum bisa memastikan, apakah tempatnya pasti di lapangan luar Stadion Brantas itu atau bukan. Hanya, untuk sementara, dari berbagai tempat strategis yang ada di Kota Batu, tempat tersebut dinilai paling representatif. Meski demikian untuk lokasi ini masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu Bambang Parianom menyambut baik upaya pengadaan hutan kota itu. Mantan Camat Bumiaji ini mengatakan, meski udara di Kota Batu masih relatif baik, tetapi tidak ada salahnya jika dibangun hutan kota. "Logikanya, orang itu meski rambutnya sudah lebat, kan masih butuh kumis, ya hutan kota itu ibarat kumis," ujar dia.
Menurut Bambang, ada beberapa hal yang paling penting diperhatikan di Kota Batu ini, yaitu masalah kerusakan hutan, konservasi air, ancaman kesuburan tanah dan tumpukan sampah. Jika masalah itu bisa diatasi, menurut dia, persoalan besar di Kota Batu bisa diselesaikan. (lid/lia)
:okay::okay::okay:
hermawan January 14th, 2010, 04:38 AM Tapi analoginya koq parah ya...coba
"Logikanya, orang itu meski rambutnya sudah lebat, kan masih butuh kumis, ya hutan kota itu ibarat kumis,":lol::lol::lol::lol:
gussinyo January 14th, 2010, 08:26 AM kerusakan hutan di Batu memang udah parah, liat aja tuh daerah bumiaji, banyak yg dah jadi lahan pertanian.... juga daerah gunung panderman... harusnya nggak cukup hutan kota, tapi penghijauan massal...
hermawan January 18th, 2010, 04:27 AM Senin, 18 Januari 2010
BATU - SURYA- Pengunjung objek wisata buah apel di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu, Jawa Timur, mencapai 12.000 orang dalam setahun.
Menurut ketua kelompok pengelola lokasi wisata buah apel di area seluas 82 hektare itu, Suharno, tempat ini tergolong populer dan banyak didatangi pengunjung. Sebab, pengunjung bisa makan buah apel sepuasnya di lokasi wisata ini.
“Hanya dengan uang Rp20 ribu, pengunjung bisa makan apel sepuasnya di lokasi ini,” katanya kepada puluhan wartawan dari Pamekasan yang melakukan perjalanan jurnalistik ke wilayah itu, Minggu (17/1).
Lokasi wisata buah apel di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo itu dikelola 45 kelompok tani yang ada di wilayah setempat. Mereka merawat lokasi wisata buah apel tersebut secara bergantian setiap hari, termasuk memelihara tanamannya.
Suharno yang juga pengurus kelompok tani Makmur Abadi bidang angrowisata ini mengatakan, meski para pengunjung diberi kesempatan makan buah apel di lokasi itu, namun sampai sekarang pihaknya tidak pernah rugi.
Bahkan, kata dia, keuntungan yang diperoleh para petani dengan mengelola objek wisata buah apel itu mencapai ratusan juta rupiah. “Selama 2009 kami mampu mengumpulkan uang Rp500 juta lebih, dengan jumlah pengunjung sekitar 12 ribu orang,” katanya.
Sementara itu, menurut pemandu wisata dari Pusat Informasi Pariwisata Kota Batu Vido Raharja, total luas lahan objek wisata buah apel ini sekitar 1.200 hektare, yang tersebar di 20 desa dan empat keluharan.
Tahun lalu, Pemkot Batu menggelar kampanye penanaman apel karena produksi buah ikon Kota Batu ini semakin menurun dari tahun ke tahun. Data pada Oktober 2009, tercatat 1.500 dari 5.000 hektare lahan pertanian di Kota Batu ditanami apel.
“Mulai 2010, semua program pengembangan pertanian harus diarahkan pada penambahan lahan tanaman apel. Tujuannya agar apel tetap bertahan sebagai ikon utama di Kota Batu. Apalagi di wilayah Indonesia, hanya daerah Batu yang bisa ditanami apel secara keseluruhan, kami tak mau apel hilang di Batu,” ujar HA Budiono waktu mencanangkan kampanye penanaman kembali apel pada Oktober 2009.
Ketakutan itu memang tampaknya sangat berdasar, sebab Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kota Batu mencatat dari 700 hektar lahan apel yang ada 200 hektar lebih lahan yang tidak berproduksi secara maksimal lagi. Bahkan sebagian ada yang sudah ditinggal pemiliknya dan dibiarkan tanpa diolah lagi.ant
:)
gussinyo January 18th, 2010, 09:22 AM iya, apel mmng dah pelan2 mau mati di Batu ini, krn lahan udah nggak bagus lagi, ditambah jg tdk ada perhatian dr pemkot...
hermawan January 20th, 2010, 02:16 AM Sayang ya...
kabarnya sekarang produksi apel Batu sudah kalah sama Poncokusumo ya?
ASTERIX's January 20th, 2010, 05:33 AM Sayang ya...
kabarnya sekarang produksi apel Batu sudah kalah sama Poncokusumo ya?
kalah klo sama apel lokal , apa lagi satu daerah...rasanya g masalah. tapi klo kalah ama buah impor utamanya dari China...tu yang repot, menguras devisa bwt sesuatu yg g perlu...jg pernah terbujuk harga murah...CINTAI PRODUK DALAM NEGERI
gussinyo January 20th, 2010, 09:19 AM Pengiriman Anggrek dari Junrejo Tergantung Cuaca
Laris Manis di Singapura dan Malaysia
DIRJEN Tanaman Hias Depertamen Pertanian terus memberikan garansi bahwa ekspor untuk jenis itu akan terus meningkat. Garansi ini pula yang menjadikan kalangan pengusaha tanaman hias, termasuk anggrek di Kota Batu terus mengembangkan usaha meski sempat terganggu oleh cuaca ekstrem.
Data yang dihimpun kalangan pengusaha anggrek Kota Batu dari Dirjen Tanaman Hias menyebutkan, permintaan tanaman hias di pasar dunia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga permintaan produk tanaman hias tropis cenderung terus meningkat.
Produsen tanaman hias tropis jumlahnya masih relatif terbatas, dan Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki keunggulan sumberdaya alam yang cukup dipandang mampu melakukan penetrasi pasar internasional tanaman tropis.
‘’Dirjen tanaman hias memang getol melakukan pembinaan termasuk upaya ekspor. Semua itu harus ditangkap sehingga kalangan pengusaha anggrek untuk mengembangkan usaha,’’ ungkap Fatimah Nursandi, pemilik Mitra Anggrek Indonesia (MAI) Kota Batu kepada Malang Post kemarin.
Istri Untung Santoso ini mengungkapkan, dia selalu memberikan data tersebut kepada warga yang menjadi binaanya. Jika pasar ekspor tumbuh, pasar lokal pasti semakin baik. Seperti diketahui, MAI juga melakukan pembinaan terhadap warga Batu seperti warga Desa Dadaprejo, Mojorejo hingga Junrejo karena kedekatan wilayah. MAI beberapa kali sudah melakukan penjualan kepada buyer asal negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Di kedua negara tersebut, anggrek dari kota wisata ini memang cukup digemari. Mereka bertemu dalam pameran-pameran yang berada di Indonesia, seperti Jakarta, Bali hingga Malang. ‘’Setelah bertemu dalam pameran, kami baru menjual anggrek kepada pembeli luar negeri,’’ ungkap pemilik usaha di Jalan Hasanudin Junrejo Kota Batu ini.
Pengusaha MAI ini mengakui cuaca ekstrem sempat mempengaruhi penjualan karena jadwal kapal tidak menentu. Lirikan pasar ekspor hingga penelitian-penelitian terus dikembangkan selain melakukan penjualan kepada pasar lokal tersebut. Anggrek merupakan tanaman yang unik dan banyak variasi sehingga membutuhkan penelitian khusus dalam melakukan pembibitan hingga menjadikan pohon berbunga. Melalui penelitian tersebut, bunga akan anggrek semakin bervariasi.’’Misalnya serat anggrek memiliki ciri khas berwarna merah. Namun dengan berbagai penelitian, serat tersebut bisa berwarna putih. Penelitian tidak akan mudah karena perlu mengetahui jenis induknya,’’ tutup dosen salah satu Perguruan Tinggi di Malang ini. (febri setyawan/nug)
ASTERIX's January 20th, 2010, 11:57 AM @Gussinyo...:
gedung baru pas sebelah Matos mau di bikin mall juga...? Gus tahu g siapa anchor tenant dia...? mungkin Metro,Centro atw Sogo...? mungkin sekelas dia belum berani masuk Malang ya...? ada info Gus...?
hermawan January 21st, 2010, 01:46 PM http://img138.imageshack.us/img138/1313/istrijk.gif (http://img138.imageshack.us/i/istrijk.gif/)
Ny. Mufidah Jusuf Kalla dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, di Museum Satwa, kemarin.
BATU - Sebagai Kota Wisata, Batu terus menjadi jujugan artis dan tokoh nasional. Kemarin sore, Ny.Mufidah Jusuf Kalla, istri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Museum Satwa di Oro-oro Ombo. Meski hanya sebentar, ia mengaku terkesan dan ingin segera kembali ke lokasi wisata baru ini.
Sayangnya rombongan istri mantan Wakil Presiden ini tidak lama berada di dalam museum. Dia hanya menghabiskan waktu di gedung tersebut selama sekitar 15 menit.
Perempuan kelahiran 12 Februari 1943 ini sempat melihat beberapa hewan yang sudah diawetkan. Salah satu hewan yang menjadi perhatian adalah kerangka Tyrannosaurus, dengan ukuran panjang tubuh 12 meter. Hewan ini hidup sekitar 75 juta tahun yang lalu di Amerika Selatan. ‘’Saya sangat tertarik dengan hewan-hewan dalam museum satwa ini. Sayang, saya tidak memiliki banyak waktu karena harus bertolak ke Jakarta,’’ ungkapnya. (feb/nug)
hermawan January 21st, 2010, 01:57 PM http://img651.imageshack.us/img651/6691/1301pasarbatu.gif (http://img651.imageshack.us/i/1301pasarbatu.gif/)
BATU – Wali Kota Batu Eddy Rumpoko siap melakukan dialog dengan pedagang Pasar Batu yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar (HPP) terkait rencana pembangunan menjadi semi modern. Dialog ini guna mencari solusi yang baik sehingga pembangunan bisa berjalan.
Orang nomor satu dilingkungan Pemkot Batu ini mengakui belum melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan pasar itu. Rencananya, pasar akan dibangun lebih modern dan di atasnya terdapat mall sehingga pengunjung akan lebih nyaman.
‘’Kami harus melakukan sosialisasi kepada pedagang sekaligus memberikan pengertian-pengertian. Harapannya, pembangunan pasar akan segera berjalan dan tidak akan merugikan pedagang,’’ tegas Eddy Rumpoko kepada Malang Post, kemarin.
Mantan pengusaha ini sangat memahami permasalahan-permasalahan aktual yang berkembang di Pasar Batu. Permasalahan yang juga disampaikan HPP kepada kalangan DPRD Kota Batu itu antara lain jalanan yang berlubang dan becek, terbatasnya toilet, sampah berserakan, banyak lincak pedagang ditinggal, kurangnya penerangan di dalam, terbatasnya prasarana keamanan, PMK dan parkir yang kurang representatif.
Sedangkan masalah non fisik antara lain terbatasnya personil satpam, berubahnya fungsi fasum menjadi tempat jualan, banyak pedagang unit I dan II gulung tikar dan pedagang kaki lima tidak mematuhi jam kesepakatan, serta pedagang sayur mengalami penurunan omzet.
Menurutnya, permasalahan-permasalahan yang berkembang itu akan bisa diatasi jika pasar sudah dibangun lebih bagus nanti. Pemkot pasti tidak hanya meminta investor sekedar membangun, namun harus melengkapinya dengan berbagai fasilitas.
Kondisi pasar sekarang ini terkesan masih kurang dalam kebersihan dan kenyamanan. Kondisi inilah yang menyebabkan pembali enggan datang sehingga omzet pedagang menjadi berkurang. Apalagi sejumlah pasar modern memberikan harga yang sangat bersaing dengan aneka kebutuhan lengkap dan mereka ada hingga pelosok-pelosok kota.
Pembangunan pasar itu justru pemkot ingin melindungi pedagang penataan pasar yang rapi dan nyaman akan semakin menggugah pembeli datang ke pasar. Malahan pedagang nanti tidak hanya membidik pembeli warga Batu, namun juga wisatawan yang banyak datang ke kota wisata ini. ‘’Kalau pasar semrawut, pembeli utamanya wisatawan pasti enggan datang,’’ tegasnya.
Seperti diberitakan Malang Post kemarin, pedagang pasar yang terhimpun dalam Himpunan Pedagang Pasar HPP ngluruk DPRD Kota Batu, Senin (18/1). Mereka menyampaikan permasalahan yang sedang berkembang di Pemkot Batu menjelang pembangunan. Mereka menuntut adanya perbaikan, penertiban peraturan, mengembalikan fungsi fasum, pedagang unit I dan II menolak dibongkar, serta unit III, pedagang sayur dan buah merelakan pasar dibangun asal mereka tidak rugi. (feb/nug)
sbyctzn January 22nd, 2010, 02:34 AM good..... terus maju batu
ASTERIX's January 22nd, 2010, 09:50 AM selalu tak tunggu postingan Nya:cheers::cheers:
gussinyo January 26th, 2010, 09:38 AM Batu Agropolitan
Pulang Kampung, Yuni Shara dan KD Selalu Mampir
Warung Ketan Alun-alun Bertahan Sejak Tahun 1967
KETIKA sedang menikmati dinginnya Kota Batu di malam hari, tidak ada salahnya jika Anda mampir ke Warung Ketan Alun-alun. Warung yang berdiri sejak tahun 1967 ini dikenal dengan istilah Pos ‘Yuni Shara’ letaknya cukup strategis. Yakni berada di Jalan Munif atau sisi selatan alun-alun Kota Batu.
Seorang perempuan tua berjilbab nampak masih cekatan melayani calon pembelinya. Tangan kirinya mengambil sebuah daun pisang yang sudah dipincuk, sedangkan tangan kanan memegang sendok untuk segera mengambil segenggam ketan dari bakul.
Tangannya yang masih cekatan kemudian mengambil bubuk untuk ditaburkan di atas ketan yang sudah tertaruh pada daun pisang tadi. Dialah Siami, perempuan berumur 70 tahun sang pemilik Warung Ketan ‘Yuni Shara’. ‘’Ketika masih kecil, Yuni Shara sering ikut saya berjualan di sini. Begitu juga adiknya Krisdayanti (KD) sering ikut ‘marut kelopo’. Keduanya tetangga dan sangat dekat dengan saya sehingga sering membantu berjualan,’’ ungkap Siami kepada Malang Post.
Kondisi sekitar tahun 1970-an itu sudah sangat berbeda dengan sekarang. Dulu Yuni maupun Krisdayanti masih menjadi anak-anak yang polos. Namun keduanya kini berubah menjadi artis terkemuka dan lebih banyak menjalani aktivitas di ibukota. Sebagai artis, sudah banyak liku-liku yang dijalani dua perempuan asli Batu itu.
Begitu juga dengan Siami sudah berubah. Ibu enam anak ini dulunya bisa berjualan mulai sore hingga menjelang Subuh. Namun seiring usia yang terus menggerogoti, perempuan yang pernah mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, bulan Maret 2009 lalu hanya bisa berjualan mulai jam 15.00 hingga 18.00. Perjuangan mengais rezeki lewat kuliner Alun-alun ini dilanjutkan oleh kedua anaknya. ‘’Ibu saya sudah tua. Setelah pukul 18.00, dia harus pulang untuk istirahat. Setelah itu giliran saya yang berjualan hingga pukul 23.00. Saya kemudian pulang pukuk 23.00 dan dilanjutkan oleh kakak hingga pagi,’’ ungkap Purnomo, anak Siami.
Satu hal yang tidak berubah adalah ketan dan cara penyajiannya. Penyajian yang dilakukan Siami dan anaknya saat ini dengan cara pada puluhan tahun lalu tetap sama. ‘’Kami bisa saja mengganti daun pisang dengan kertas, tetapi kekhasan malah bisa hilang. Makanya kami tetap mempertahankan cara tradisional itu karena itulah yang dicari pembeli,’’ tambah bapak tiga anak ini.
Soal harga memang sudah ada beberapa kali penyesuaian. Hanya saja ketan ‘Yuni Shara’ ini tetap terjangkau karena dijual dengan harga Rp 2500 setiap pincuk. Penjual juga tidak membedakan apakah pembeli berasal dari Batu, Malang, Surabaya, Jakarta atau bahkan wisatawan asing.
Lalu bagaimana dengan artis yang menjadi ikon Pos Ketan itu ? Meski sudah sukses di ibukota, Yuni maupun Krisdayanti (KD) tetap tidak bisa melupakan ketan di alun-alun Batu ini. Setiap kali liburan dan pulang kampung ke Batu, keduanya selalu mampir di Pos Ketan yang sangat terkenal ini. (febri setyawan/nug)
ASTERIX's January 27th, 2010, 01:14 AM Batu Agropolitan
Pulang Kampung, Yuni Shara dan KD Selalu Mampir
Warung Ketan Alun-alun Bertahan Sejak Tahun 1967
KETIKA sedang menikmati dinginnya Kota Batu di malam hari, tidak ada salahnya jika Anda mampir ke Warung Ketan Alun-alun. Warung yang berdiri sejak tahun 1967 ini dikenal dengan istilah Pos ‘Yuni Shara’ letaknya cukup strategis. Yakni berada di Jalan Munif atau sisi selatan alun-alun Kota Batu.
Seorang perempuan tua berjilbab nampak masih cekatan melayani calon pembelinya. Tangan kirinya mengambil sebuah daun pisang yang sudah dipincuk, sedangkan tangan kanan memegang sendok untuk segera mengambil segenggam ketan dari bakul.
Tangannya yang masih cekatan kemudian mengambil bubuk untuk ditaburkan di atas ketan yang sudah tertaruh pada daun pisang tadi. Dialah Siami, perempuan berumur 70 tahun sang pemilik Warung Ketan ‘Yuni Shara’. ‘’Ketika masih kecil, Yuni Shara sering ikut saya berjualan di sini. Begitu juga adiknya Krisdayanti (KD) sering ikut ‘marut kelopo’. Keduanya tetangga dan sangat dekat dengan saya sehingga sering membantu berjualan,’’ ungkap Siami kepada Malang Post.
Kondisi sekitar tahun 1970-an itu sudah sangat berbeda dengan sekarang. Dulu Yuni maupun Krisdayanti masih menjadi anak-anak yang polos. Namun keduanya kini berubah menjadi artis terkemuka dan lebih banyak menjalani aktivitas di ibukota. Sebagai artis, sudah banyak liku-liku yang dijalani dua perempuan asli Batu itu.
Begitu juga dengan Siami sudah berubah. Ibu enam anak ini dulunya bisa berjualan mulai sore hingga menjelang Subuh. Namun seiring usia yang terus menggerogoti, perempuan yang pernah mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, bulan Maret 2009 lalu hanya bisa berjualan mulai jam 15.00 hingga 18.00. Perjuangan mengais rezeki lewat kuliner Alun-alun ini dilanjutkan oleh kedua anaknya. ‘’Ibu saya sudah tua. Setelah pukul 18.00, dia harus pulang untuk istirahat. Setelah itu giliran saya yang berjualan hingga pukul 23.00. Saya kemudian pulang pukuk 23.00 dan dilanjutkan oleh kakak hingga pagi,’’ ungkap Purnomo, anak Siami.
Satu hal yang tidak berubah adalah ketan dan cara penyajiannya. Penyajian yang dilakukan Siami dan anaknya saat ini dengan cara pada puluhan tahun lalu tetap sama. ‘’Kami bisa saja mengganti daun pisang dengan kertas, tetapi kekhasan malah bisa hilang. Makanya kami tetap mempertahankan cara tradisional itu karena itulah yang dicari pembeli,’’ tambah bapak tiga anak ini.
Soal harga memang sudah ada beberapa kali penyesuaian. Hanya saja ketan ‘Yuni Shara’ ini tetap terjangkau karena dijual dengan harga Rp 2500 setiap pincuk. Penjual juga tidak membedakan apakah pembeli berasal dari Batu, Malang, Surabaya, Jakarta atau bahkan wisatawan asing.
Lalu bagaimana dengan artis yang menjadi ikon Pos Ketan itu ? Meski sudah sukses di ibukota, Yuni maupun Krisdayanti (KD) tetap tidak bisa melupakan ketan di alun-alun Batu ini. Setiap kali liburan dan pulang kampung ke Batu, keduanya selalu mampir di Pos Ketan yang sangat terkenal ini. (febri setyawan/nug)
Ini yang pantas di contoh artis artis laen... tidak melupakan asal usul nya atw pepatah Jawa mengatakan kacang tidak boleh melupoakan kulitnya:okay::okay:
sbyctzn January 27th, 2010, 02:58 AM ^^
Cocok hehehe
sukur2 kalau mau seperti Dhani, yang mau invest di Batu
gussinyo January 27th, 2010, 06:31 AM aku jg pengen invest, tapi dananya belum ada, wakakkaaka....
gussinyo January 29th, 2010, 08:24 AM Cari Alternatif, Relokasi PKL Sekitar Alun-alun
BATU – Relokasi PKL sekitar Alun-alun harus mencari alternatif lain jika pembebasan lahan tanah kosong di Jalan Sudiro Kota Batu menemui kendala. Pemkot tetap tidak akan mengurungkan niatnya melakukan relokasi PKL itu karena akan membangun alun-alun dan Mall menjadi sentra wisata yang lebih indah.
‘’Jika relokasi masih terhalang pembebasan lahan akibat mahalnya harga tanah, paling tidak harus ada alternatif lain. Lokasi mana yang bisa dituju, harus dicari dulu yang cocok. Misalnya saja lapangan luar stadion atau jalan Sultan Agung,’’ ungkap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kepada Malang Post kemarin.
Ditemui setelah menghadiri apel besar satgas kesiapan bencana di halaman Dinas Pemuda, Olahraga dan Ketenagakerjaan, dia menjelaskan, alternatif dilakukan jika pembebasan lahan di Jalan Sudiro benar-benar mentok. Sejauh ini Pemkot tetap meminta investor melakukan pembebasan lahan tersebut sebelum menggulirkan kepada para PKL di sekitar alun-alun.
‘’Harga lahan memang sudah cukup tinggi. Namun sejah ini investor masih berusaha keras melakukan pembebasan. Itu karena lahan kosong di Jalan Sudiro merupakan kawasan terbaik untuk relokasi PKL tersebut,’’ kata penghobi motor tril ini.
Mantan pengusaha ini menjelaskan, pemkot berencana membangun alun-alun dan Mall menjadi kawasan wisata yang representatif. Pembangunan itu juga diharapkan semakin menarik kunjungan wisatawan datang ke Kota Batu, baik siang maupun malam.
Sebelum melakukan pembangunan, Pemkot sudah harus melakukan relokasi PKL karena sekitar alun-alun kini dipadati oleh PKL. Pemkot menginginkan kegiatan PKL tidak terganggu dan mereka tetap bisa berjualan karena membutuhkan biaya hidup.
Pemkot menginginkan PKL akan tertata dengan rapi sehingga akan menjadi pusat wisata kuliner di Kota Batu. Selain itu fungsi jalan harus dikembalikan sehingga kendaraan tidak akan macet di sekitar alun-alun Batu nanti. ‘’Relokasi itu selayaknya bisa terlaksana dalam tahun 2010 ini sehingga program lain akan berjalan dengan baik,’’ tambahnya.
Seperti pernah diberitakan, investor sudah melirik lahan seluas 13 ribu meter persegi di Jalan Sudiro untuk relokasi PKL. Lima pemilik lahan yang merupakan warga Surabaya meminta harga tanah Rp 1,5 juta per meter sedangkan penawaran awal adalah Rp 800 ribu per meter persegi. (feb/nug)
gussinyo January 29th, 2010, 08:58 AM Berburu Adrenalin di Coban Rondo
BOLEH dikata, Kota Batu dan Pujon, Kabupaten Malang merupakan ‘gudangnya’ untuk menikmati wisata alam. Meskipun, di tempat tersebut sudah berdiri berbagai tempat wisata keluarga seperti Jatim Park dan Batu Night Spectaculer, namun janganlah dilewatkan beberapa tempat wisata alam yang bisa dinikmati seluruh keluarga untuk berlibur. Kali ini, tim Uklam-Uklam Malang Post mengunjungi wana wisata Coban Rondo yang terletak di sebelah barat Kota Batu.
Apabila dari kota Batu, menempuh jalan berkelak-kelok sekitar 2 kilometer hingga menemukan patung sapi di Dusun Sebaluh, Desa Pandesari, Pujon. Dari tempat ini, papan petunjuk menuju Coban Rondo pun sudah terlihat. Untuk menuju ke kawasan yang dikenal dengan hutan pinusnya tersebut, pengunjung bisa menggunakan mobil pribadi ataupun menggunakan jasa ojek yang biasa mangkal di dekat patung sapi.
Kalau dihitung-hitung, hanya sekitar 10 menit untuk mencapai pos pintu masuk wana wisata tersebut. Di pos inilah, beberapa petugas menjual tiket masuk untuk masuk kawasan yang masih asri ini. Usai membayar tiket masuk inilah, terserah kita. Bisa menggunakan kendaraan ataupun berjalan kaki di tengah dinginnya udara Pujon menuju air terjun Coban Rondo.
Kalau memilih jalan kaki, anda bisa memarkir mobil di tempat parkir atau camping ground yang persis 1 kilometer dari pos pembelian tiket masuk. Namun, kalau malas berjalan kaki, injak saja gas kendaraan sejauh 1,5 kilometer hingga tiba di tempat parkir air terjun. Parkirnya luas. Kalaupun masih ingin beristirahat, bisa berada di kios para penjual jagung, mie dan makanan ringan lainnya sambil melihat air terjun Coban Rondo yang memiliki ketinggian 84 meter ini.
Saat ini, tempat wisata yang dikelola PT Perhutani Alam Wisata itu, memiliki kegiatan out bond yang bernuansa alam. Mereka menyebutnya Wet Trekking. Yakni wisata berjalan kaki menyusuri aliran sungai di atas puncak Coban Rondo. Panjang rute sekitar 500 hingga 600 meter, tapi medannya sungguh menantang.
Start dari Camping Ground dekat pintu masuk tiket, wisatawan yang dipandu guide dibawa menyusuri hutan menuju puncak Coban Rondo. Dari puncak, mulailah masuk sungai dan menyusuri aliran sungai yang penuh bebatuan. Kedalaman sungai pun bervariasi. Antara selutut hingga sepinggang orang dewasa. Cukup untuk memacu adrenalin.
Dalam air yang mengalir deras dan dingin itu, semua peserta Wet Trekking berjalan melewati Watu Dudo, menuju Coban Telaga hingga melintas di kolong jembatan peninggalan Belanda. Kolong jembatan yang kini membentuk terowongan sepanjang 10 meter dengan diameter 6 meter merupakan salah satu sensasi Wet Trekking yang tidak bisa dilupakan. Gelap, namun derasnya air membuat peserta Wet Trekking pasti ingin mengulangi.
Satu sisi, pemandangan alam yang ditawarkan sangat menawan. Kita bisa melihat rimbunnya pepohonan yang mengelilingi sungai dan gemericik air yang mengalir menemani sepanjang mengikuti Wet Trekking. “Menyenangkan dan pasti ingin mengulangi lagi,” kata M Elvis Aldrin S.Hut, staf PT Perhutani Alam Wisata.
Tidak puas dengan Wet Trekking, kita bisa mencoba Jungle Trekking. Rutenya lebih panjang, sekitar 5 kilometer dari Camping Ground menuju Coban Manten, salah satu dari tiga air terjun dalam wana wisata Coban Rondo. Jungle Trekking menuju Coban Manten tak kalah menantang. Sebab, harus melewati jalan mendaki dan berkelok di tengah hutan, melewati lahan pertanian sayuran dan sungai. Karena itulah rasa letih cepat terobati lantaran terkagum-kagum pada panorama alamnya.
Menyusuri hutan menuju Coban Manten, akan terlihat pemandangan sisi barat Gunung Panderman, sebagian wilayah Malang, Cemorokandang hingga Gunung Kawi. Setelah berjalan kaki sepanjang 5 kilometer ini, keringat dan letih langsung sirna mata dihadapkan pada dua air terjun yang berdampingan. Itulah Coban Manten yang meiliki tinggi 100 meter.
Khusus anda yang ingin lebih bersantai dan tak menguras energi, cukup melihat air terjun Coban Rondo. Airnya yang dingin mengundang pengunjung ingin berbasah ria sembari berteriak kagum.
Usai menikmati air terjunnya, jangan pulang dulu. Karena kera yang hidup di alam bebas dan bergelantung di pohon dan tebing tak malu pada manusia. Rombongan puluhan kera akan turun ke jalan setapak yang mengakses air terjun Coban Rondo sembari menunggu pemberian makanan dari pengunjung. (van)
Flying Fox sampai Naik Gajah
SELAIN menikmati air terjun, terdapat berbagai wahana wisata yang membuat wisatawan enggan pulang. Di arena satwa misalnya terdapat flying fox, mini zoo, wisata Toga, sarana pendidikan lingkungan hidup, out bond air softgun, pertanian strawberry, pertanian organik hingga kebun mawar.
Arena satwa paling mudah dijangkau. Karena usai membeli tiket di gerbang masuk, arena satwa adalah tempat rekreasi pertama yang dijumpai dalam kawasan wana wisata itu. Masuk dalam arena satwa, kebun toga yang mengoleksi sekitar 250 tanaman obat sudah menunggu pengunjung.
“Pada setiap tanaman ada keterangan jenis tanaman, fungsinya dan pengolahan. Ini merupakan informasi sekali pendidikan manfaat tanaman kepada wisatawan,” kata staf marketing PT Perhutani Alam Wisata, Sofya Loren. Misalnya tanaman Lilin Mas, terdapat tulisan keterangan tentang kegunaannya untuk obat luka dan memberhentikan pendarahan. Cara penggunaannya pun dijelaskan pula yakni direbus dulu kemudian diminum atau dilumat untuk obat luar.
Dalam arena yang sama, pengunjung akan diarahkan ke mini zoo. Pada Sabtu dan Minggu, tepatnya jam 11.00 WIB sampai 12.00 WIB kata Loren, ada atraksi gajah. Dua ekor gajah, yang diberi nama Yudha dan Ariyanti siap jadi ditunggangi berkeliling arena satwa.
“Dalam mini zoo selain gajah, ada juga rusa, landak dan kaswari,” terang Loren.
Yang ingin mengetahui cara budidaya mawar, tanaman hias hingga strawberry sudah tersedia kebun khusus. Guide akan memberi penjelasan secara detail tentang cara bercocok tanam. (van)
Sahabat Desa
Tak kalah menariknya lagi wisata bertajuk Sahabat Desa. Konsep wisata ini menarik sekaligus bernuansa pendidikan. Sofya Loren menjelaskan, wisatawan yang memilih paket wisata ini akan dipandu guide bercocok tanaman sayur ke kebun hingga cara memanen sayur.
Dari lahan pertanian, pemandu mengajak ke peternakan sapi perah untuk diajarkan tentang cara beternak hingga memerah susu sapi. “Susu sapi yang sudah diperah wisatawan, langsung dimasak lalu diminum bersama,” katanya.
Selain mendekatkan masyarakat kota dengan kehidupan di desa, ada juga wisata pendidikan lingkungan hidup. Wisata ini tak sekadar mengagumi ciptaan Tuhan, tapi mengajak wisatawan mencintai lingkungan.
“Disini akan dijelaskan tentang jenis tanaman dan satwa yang ada di Coban Rondo. Termasuk manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Elvis menambahkan, saat ini Coban Rondo ditumbuhi pinus dan egaliputus. Selain itu terdapat juga damar. Sedangkan satwa yang hidup bebas di alam beraneka ragam jenisnya. Berdasarkan penelitian tahun 2006, kata Elvis terdapat 20 sampai 25 spesies burung yang hidup di Coban Rondo. Diantaranya burung Elang, jalak hitam hingga perkutut. “Kalau sore, biasanya elang terbang rendah dan bisa dilihat leluasa oleh wisatawan,” tambahnya. Di sisi lain Coban Rpndo, terdapat satwa liar lainnya. Misalnya rusa hingga celeng. Rusa yang hidup tak jauh dari hutan di sekitar Coban Manten, kata Elvis pernah nyasar hingga mendekat ke lahan pertanian sayur. (van)
Jika Bermalam
Camping ground seluas 1,5 hektare sudah tersedia lengkap dengan MCK untuk wisatawan yang menyukai camping. Jika tak membawa tenda, pengunjung bisa menyewa pada pengelola Coban Rondo. Berbagai sarana penunjang pun sudah tersedia.
Jika tak ingin bermalam di kemah, wisatawan bisa tidur di penginapan. Namanya Griya Wana. Ada empat kelas di Griya Wana dengan 17 kamar yang tersedia. Tipe kamarnya Rasamala untuk VIP, Gemilina untuk standar, Profilia kelas ekonomi, Adem Ati tipe vila, aula Rasamala dan aula Prifilia. (van)
Mampir di Payung Yuk
USAI menikmati alam bebas di Coban Rondo, mampirlah ke Payung. Ada tiga lokasi penjualan jagung bakar dan berbagai jenis makanan dan minuman. Mulai dari Payung I, II dan III terletak di tepi jalan sepanjang kawasan Payung, Kota Batu.
Jagung bakar adalah makanan yang paling mendominasi dan menjadi identitas kawasan Payung. Jenis jagung bakar pun beraneka rasa. Ada jagung bakar rasa manis, pedas, keju, coklat hingga nano-nano.
Jagung bakar rasa keju termasuk jagung bakar spesial. Misalnya di warung Kharisma milik Karyono yang menjual jagung bakar dengan rasa keju hasil olahan sendiri. Karyono memang pandai membuat keju.
”Keju bikinan sendiri dari susu yang dimasak sampai kental kemudian diambil lemaknya. Setelah itu dikukus dan didinginkan. Jadilah keju olahan sendiri yang kemudian dioleskan pada jagung bakar,” kata Karyono sembari mengatakan pembuatan keju berlangsung cepat, hanya sekitar 1 jam saja.
Menikmati jagung bakar di Payung membuat Anda lupa waktu. Apalagi deretan warungnyna menghadap ke jalan dan bagian belakangnya merupakan panorama Kota Batu hingga Malang. Kalau malam hari, terasa menyenangkan karena kerlap kerlip lampu di Batu hingga Malang indah terlihat.
Tempat ini memang memanjakan pengunjungnya. Karena itu tak pernah ada batasan waktu nongkrong di Payung. “Saya baru tutup kalau tamu sudah pulang. Disini ada yang nongkrong sampai lima jam pun tak apa-apa. Kami menjaga kenyamanan tamu,” kata pria ramah ini.
Di musim hujan, deretan warung jagung bakar di Payung tetap buka. Lumayan bisa sekaligus jadi tempat berteduh saat hujan mengguyur. (van)
Coban Rondo
Tiket masuk Rp 10 ribu.
Naik gajah : Rp 10 ribu
Bersepda gunung Rp 5.000
Arena tali Rp 15 ribu
Wet Trekking Rp 60.000
ASTERIX's January 30th, 2010, 07:43 AM ada yang tahu gak gedung mall baru di sebelah Matos...? apa nama mall baru tu...? siapa anchor tenan nya,,,? kamu da tahu Guss...?
dimasputra January 30th, 2010, 08:38 AM ^^ That's MX Square..
i don't know its anchor tenants :dunno:
gussinyo February 1st, 2010, 05:55 AM iya. MX square, dulu dikenal mall cibogo
anchorx blm tau
gussinyo February 1st, 2010, 10:18 AM perkantoran terpadu Pemkot Batu
BATU – Pembangunan block office atau perkantoran terpadu Pemkot Batu di Jalan Panglima Sudirman harus bisa terealisasi dalam tahun anggaran 2010 ini. Pembangunan yang menggunakan lahan eks Agritech itu akan menelan dana Rp 150 Miliar.
‘’Perkantoran yang harus lebih dulu digarap. Dalam tahun ini, perkantoran sudah harus terealisasi sehingga cepat dapat digunakan kepentingan publik,’’ ungkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko kepada Malang Post.
Mantan pengusaha ini menjelaskan, dana untuk pembangunan sebesar Rp 150 Miliar itu berasal dari pemerintah pusat. Pemerintah juga sudah siap mengucurkan dananya ketika lahan sudah siap untuk digarap menjadi komplek perkantoran itu.
Menurutnya pemerintah pusat memberikan dana untuk pembangunan block office itu, namun pemerintah daerah harus menyiapkan lahan. Pemkot Batu sendiri sudah membeli lahan eks Agritech dengan luas sekitar 5 hektar dari PT Saptanadia sebesar Rp 37 Miliar sejak pertengahan Juli 2009 lalu.
‘’Pemerintah pusat mengucurkan dana untuk perkantoran untuk daerah baru seperti Batu. Kami sebagai pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan sehingga tinggal menunggu pengucuran dana dari pemerintah pusat itu,’’ tambahnya.
Eddy menyebut perkantoran menjadi prioritas pertama karena dalam block office akan dilengkapi dengan lahan parkir representatif, sarana olah raga termasuk kantin. Semua perkantoran yang menyangkut pelayanan publik akan menjadi satu di kawasan eks agritech itu. Pemkot juga akan menerapkan sistem one stop service sehingga masyarakat cukup berada dalam satu kawasan ketika mengurus segala bentuk administrasi. Lokasi yang sangat strategis karena berada di jantung Kota Batu membuat akses sangat mudah dari segala penjuru. Perkantoran Kota Batu selama ini banyak tercecer pada beberapa lokasi dengan status menyewa.
Pemkot Batu juga sudah mendapat bantuan Rp 2 Miliar dari pemerintah provinsi untuk pematangan lahan dalam tahun anggaran 2009 lalu. Dalam pelaksanaan lelang dana untuk pematangan lahan itu mendapatkan biaya sebesar Rp 1,85 Miliar. (feb/nug)
sbyctzn February 1st, 2010, 02:39 PM Walah...
Setelah pemkot Malang..
Giliran pemkot Batu..
Jadi penasaran seperti apa jadinya nanti, siap2 sering update nih Gus
gussinyo February 2nd, 2010, 05:53 AM lahannya udah mulai dimatangkan kok, lokasinya bagus, jalan utama, dekat kantor pemkot yg lama
sbyctzn February 2nd, 2010, 09:54 AM update gus....!!!!!
gussinyo February 2nd, 2010, 09:55 AM ok, klu udah jalan progressnya saya update... klu lahannya pernah saya upload kok, yg ada papan namanya itu...
gussinyo February 3rd, 2010, 06:12 AM Mirip TKBJ, Dibangun di Oro-oro Ombo
Gedung Kesenian
BATU – Kota Batu segera memiliki gedung kesenian dalam tahun 2010 ini. Itu karena Pemkot melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang akan membangun sebuah Gedung Kesenian di Jl Raya Oro-Oro Ombo Batu. Gedung itu rencananya akan dibangun pada lahan seluas 4000 meter persegi.
Susetya Herawan, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menegaskan pembangunan ini akan rampung tahun ini. Karena seluruh persiapan sudah dilakukan termasuk melakukan pembebasan tanah dan dana sekitar Rp 4 Miliar melalui APBD.
“Gedung itu nanti akan menjadi pusat kegiatan kesenian di Kota Batu. Lokasinya yang sangat strategis karena berada diantara pusat kota dan BNS menjadikan wisatawan atau penikmat seni tidak kesulitan mencapai lokasinya,’’ ungkap Susetya Herawan kepada Malang Post.
Salah satu konsep gedung kesenian ini seperti Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang. Selain ruang utama untuk berbagai kegiatan atau panggung hiburan, gedung ini dilengkapi fasilitas seperti ruang public indoor dan out oor. Ruang ganti artis, gudang, ruangan pelatihan hingga art shop juga disediakan.
‘’Kami sudah membebaskan lahan sebagai tahap awal. Sekarang kami tinggal melakukan pembangunan yang akam dimulai tahun ini,’’ terang mantan Kabag Keuangan Pemkot Batu ini.
Saat ini Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang masih koordinasi dengan Dinas Pariwisata. Itu karena Dinas Pariwisata adalah instansi yang paling tahu teknis hingga tata ruang yang akan dibangun. Pembangunan gedung kesenian nanti tetap harus melihat aspek seni maupun keindahan untuk mendukung Batu sebagai Kota Wisata. ‘’Arsitektur harus bagus karena untuk menyesuaikan Batu sebagai wisata. Tidak hanya bagus, ruangan juga harus sesuai kebutuhan untuk berbagai macam kegiatan. Kalau gedung itu digunakan untuk fasilitas hiburan berarti fasilitas pendukung harus ada. Demikian juga jika digunakan untuk pameran juga harus lengkap fasilitasnya,’’ pungkasnya. (feb/nug)
gussinyo February 3rd, 2010, 06:19 AM Sehari Satu Ton, Dikirim Hingga Kalimantan
Buah Naga Laris Manis Jelang Imlek
JERIH payah budidaya Buah Naga yang dilakukan sejak tahun 2005 lalu membuat Hasan Syafa’at, petani sekaligus penjual Buah Naga asal Kota Batu tinggal menikmati hasilnya. Terlebih, penjualan buah ini memang mencapai puncaknya menjelang pelaksanaan Hari Raya Imlek seperti sekarang ini.
Toko Buah Segar di Jalan Imam Bonjol nampak ramai seharian kemarin. Kendaraan roda dua maupun mobil banyak berjajar di bagian depan toko yang menjadi salah satu pusat penjualan Buah Naga di kota wisata ini. Kondisi seperti ini sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir karena mereka sedang mempersiapkan Buah Naga untuk perayaan Imlek.
‘’Buah Naga memang menjadi salah satu sajian khas dalam perayaan hari raya Imlek. Jadi banyak orang yang sekarang membeli buah ini sebagai persiapan Imlek, 14 Februari nanti,’’ ungkap Hasan Syafa’at kepada Malang Post, kemarin.
Bapak enam anak ini bisa menjual sebanyak tiga ton Buah Naga dalam tiga hari sehingga rata-rata per hari adalah satu ton. Penjualan itu tidak hanya dilakukan di tokonya, tetapi dikirimkan ke Malang Raya hingga luar pulau seperti Bali, Madura dan Kalimantan.
Buah Naga dengan ukuran besar bisa dijual dengan harga Rp 15 hingga Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan buah dengan ukuran kecil dijual dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 12.000. Penjualan buah itu bisa dilakukan ke pasar tradisional hingga supermarket dalam setiap wilayah.
Meski produk lokal, Buah Naga hasil kebun Hasan siap bersaing dengan produk impor khususnya dari Taiwan. Produk lokal itu malahan lebih mahal dari impor karena kualitasnya yang lebih baik. Buah Naga lokal lebih manis karena sudah masak di pohon, sedangkan produk hasil impor belum sepenuhnya matang ketika dipetik sehingga rasanya kurang manis.
Hasan tidak hanya mengembangkan Buah Naga di Batu, tetapi menggunakan lahan di kawasan Lumajang. Lahan seluas tujuh hektar itu setiap hari sudah menghasilkan Buah Naga yang siap dipanen. ‘’Selain menjadi sajian Imlek, Buah Naga juga bagus untuk kesehatan, misalnya menurunkan kolesterol. Wajar jika Buah Naga semakin diburu,’’ katanya.
Sebelum melakukan budidaya Buah Naga, pria yang memiliki rumah di Jalan Diponegoro Batu ini berangkat dari petani apel. Hanya saja apel selalu membutuhkan biaya tinggi dan banyak penyakit yang menyerang. Sedangkan Buah Naga lebih aman. (febri setyawan/nug)
gussinyo February 4th, 2010, 08:09 AM Batu Agropolitan
Gerak Cepat
Peralihan Aset dari Pemkab
BATU – Pemkot Batu langsung bergerak cepat menangani peralihan Songgoriti Resort dan Pasar Songgoriti dari Pemkab Malang. Pemkot akan segera melakukan koordinasi dengan kalangan DPRD sekaligus mempelajari UU tentang pembentukan Kota Batu.
‘’Kami pelajari secara mendalam aturannya. Setelah itu kami juga koordinasi dengan DPRD untuk melihat tanggapannya soal Songgoriti tersebut,’’ tegas Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kemarin.
Awal keinginan peralihan Songgoriti Resort dari Pemkab Malang ke Pemkot Batu tertuang dalam dialog Wali Kota bersama pelaku usaha setempat Senin (1/2) lalu (baca Malang Post kemarin). Pemkot Batu bersama warga Songgoriti sepakat melakukan pengembangan wisata. Hanya saja hambatan yang masih mengganjal adalah kepemilikan Songgoriti Resort dan Pasar yang masih menjadi hak Pemkab Malang. Padahal kedudukan dua lokasi itu adalah objek yang cukup sentral di kawasan wisata ikon Kota Batu ini.
Hanya saja Pemkot tidak akan mampu harus membeli asset tersebut kepada Pemkab Malang agar status kepemilikan berubah dari PD Jasa Yasa Pemkab ke Kota Batu. Apalagi dalam UU No 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu, Pemkab harus menyerahkan aset yang ada. ‘’Kalau harus membeli, anggarannya dari mana ?’’ tanya mantan pengusaha ini.
Diungkapkan, dalam UU No 11 Tahun 2001, penyerahan aset diatur dalam Bab V Pasal 14. Petikan dalam pasal itu antara lain berbunyi, Untuk Kelancaran Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Batu, Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang terkait, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Malang sesuai kewenanganya menginventarisasi dan menyerahkan kepada Pemkot Batu, meliputi pegawai karena tugasnya diperlukan Pemkot Batu, barang milik/kekayaan daerah, dimiliki/dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah Jawa Timur dan Kabupaten Malang yang berada di Batu sesuai perundang-undangan, BUMD milik Provinsi Jatim dan Kabupaten Malang yang berkedudukan atau kegiatannya di Kota Batu. Dalam pasal itu juga diatur bahwa penyerahan dilakukan selambat-lambatnya satu tahun. Padahal Kota Batu kini sudah berumur delapan tahun, namun asset tetap belum diserahkan.
Selain Songgoriti Resort, Pemkab Malang semula memiliki PDAM. PDAM itu sudah diserahkan ke Pemkot Batu sehingga pengelolaan perusahaan daerah itu menjadi wewenang Pemkot Batu. Pemilihan Direksi PDAM malahan sudah dilakukan Wali Kota Batu I, Imam Kabul. Malahan masa jabatan direksi selama lima tahun pertama sudah habis dan sekarang masih menunggu penetapan direksi lima tahun kedua. (feb/nug)
gussinyo February 4th, 2010, 08:29 AM Promosikan Potensi Wisata Batu ke Bellarusia
Dwi Retnowati (jongkok paling kanan) bersama peserta kongres IAAS di Bellarusia.
ADA hikmah tersendiri dari keikutsertaan Dwi Retnowati, warga Jalan Melati Pesanggrahan Kota Batu mengikuti kongres IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences) di Bellarusia,beberapa waktu lalu. Yakni, Kota Batu berhasil ditunjuk sebagai tuan rumah even internasional tersebut bulan Juli mendatang.
Kepada Malang Post, Dwi menuturkan kongres IAAS merupakan kegiatan yang mempertemukan pelajar seluruh dunia dalam bidang pertanian, agrowisata hingga pengenalan potensi lokal.
Keberhasilan Indonesia memenangkan tuan rumah kongres mendatang, juga berkat promosi yang cukup bagus, Dwi dan ketiga kawannya di Bellarusia pertengahan tahun lalu. Dia bersama dua mahasiswa Unibraw lainnya Eri Hadyansyah dan Hafiz Iqbal Maulana banyak memberikan promosi tentang potensi wisata yang ada di Batu. ‘’Kami mempromosikan potensi Batu, seperti Agrowisata apel, bunga, paralayang dan arung jeram. Sedangkan potensi Malang yang kami bawa antara lain batik, snack tradisional seperti kripik tahu, kentang hingga makanan pecel,’’ tambah kodew yang sedang menyelesaikan skripsi ini.
Keberadaan potensi-potensi Kota Batu dan Malang itu ternyata mampu memberikan nilai plus kepada para penilai. IAAS Indonesia mampu mengalahkan dua negara pesaing untuk menjadi tuan rumah, yakni Australia dan Swiss. ‘’Kami melakukan promosi disana dengan membawa CD dan membawa barang secara langsung. Misalnya, keripik apel, kentang, kami sajikan disana. Malahan kami juga membawa bumbu dan makanan pecel dan semua itu menjadi nilai plus,’’ ujar Eri Hadyansyah, mahasiswa yang juga ikut ke Bellarussia.
Dipaparkan bahwa 40 negara peserta kongres baru ini merupakan wakil dari lima benua. Mereka berasal dari Jerman, Swiss, Perancis, Australia, Togo, Nigeria, Tunisia, Thailand, India, Srilanka dan beberapa negara. ‘’Kami sudah mengenalkan potensi Batu dan sekitarnya dalam kongres di Bellarusia. Ketika mereka datang ke sini, kami harus mengajaknya ke lokasi langsung,’’ tambahnya.
Meski kongres yang akan digelar di Batu dan Malang berlangsung bulan Juli, Dwi yang terlibat langsung dalam kongres itu harus mulai melakukan persiapan mulai sekarang. Dia bersama anggota IAAS Indonesia lainnya mulai melakukan audensi dengan Pemkot Batu terkait pelaksanaan kongres nanti. ‘’Kami baru melakukan audensi dengan Dewanti Rumpoko, istri Wali Kota Batu, terkait dengan pelaksanaan tuan rumah kongres nanti,’’ tutupnya kepada Malang Post. (febri/nug)
sbyctzn February 4th, 2010, 09:33 AM MANTAB!!!
Salut.... semoga terus dipertahankan dan ditingkatkan....
tinggal menarik investor untuk investasi MICE
hermawan February 5th, 2010, 12:24 PM http://img297.imageshack.us/img297/6541/0502ianantonojpg.gif (http://img297.imageshack.us/i/0502ianantonojpg.gif/)
Promosikan Coban Rondo dan Gunung Banyak
Ari Lasso dan Ian Antono Syuting Klip
BATU sebagai Kota Wisata semakin banyak menarik tokoh hingga artis-artis papan atas. Setelah Ahmad Dani menikmati olah raga paralayang di Gunung Banyak, giliran Ari Lasso yang berkunjung ke Batu sejak kemarin. Mantan vokalis grup band Dewa 19 ini, berkolaborasi dengan Ian Antono, melakukan syuting untuk single terbarunya dengan memanfaatkan keindahan Coban Rondo dan Gunung Banyak.
Hujan rintik-rintik terus mengguyur kawasan wana wisata Coban Rondo, sore kemarin. Meski tidak terlalu deras, namun hujan ini sudah mendatangkan kabut tebal di kawasan pegunungan dan hutan pinus yang masih lumayan lebat ini.
Tiga tenda berukuran besar terpasang diantara pohon pinus. Peralatan syutingpun dikeluarkan dari kendaraan yang banyak berjajar di jalan menuju air terjun itu. ‘’Suasana ini yang kami inginkan. Hujan rintik-rintik dan keluar kabutnya,’’ ungkap Ari Lasso kepada Malang Post.
Suasana itu sangat cocok dengan single terbaru yang segera dirilis Ari Lasso, yakni Huma di atas Bukit. Dia sengaja mengambil lokasi itu untuk pembuatan video klip lagu milik God Bless yang tenar sekitar tahun 1980-an silam. ‘’Lagu itu juga berceritaa suasana di atas bukit dengan suasana hutan berkabut. Jadi semuanya sudah pas,’’ tambah artis yang menjadi bintang tamu dalam Dahsyatnya Kota Batu FFI, bulan Desember 2009 lalu.
Dalam menggarap lagu lawas itu, Ari Lasso akan berduet dengan Ian Antono. Musisi kawakan asli Ngalam juga sudah hadir dalam pembuatan video klip hari pertama kemarin. Rencananya pengambilan gambar video klip itu dilakukan pada dua lokasi, yakni Coban Rondo dan Gunung Banyak. Jika syuting hari perdana dilakukan di Coban Rondo, kemarin, hari ini mereka akan pindah ke Gunung Banyak.
Ari Lasso yang baru mengeluarkan Album The Best of Ari Lasso ini mendapatkan inspirasi pengambilan gambar di Batu ketika mengikuti rangkaian acara FFI, beberapa waktu lalu. Saat itu, dia pernah diajak oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ke Coban Rondo dan Gunung Banyak. Saat itulah dia langsung tertarik menggunakan dua lokasi tersebut untuk tempat pengambilan gambar video klip sekaligus mempromosikan keindahan dua kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, single terbaru itu akan segera dirilis resmi ke pasaran. Dia menargetkan penggarapan lagu sekaligus video klip rampung hingga akhir Februari sehingga akan segera bisa dinikmati oleh para penggemar lagu-lagunya. (febri setyawan/nug)
Lagi2.....
hermawan February 17th, 2010, 08:01 AM http://img269.imageshack.us/img269/9339/batuparalayang.gif (http://img269.imageshack.us/i/batuparalayang.gif/)
Batu Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Paralayang
foto : Atlet paralayang internasional segera berlaga dalam kejuaraan dunia di Gunung Banyak, awal Juni mendatang.
BATU – Setelah sukses menggelar Festival Film Indonesia (FFI), Kota Wisata Batu mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional. Kegiatan tersebut adalah Kejuaraan Dunia Parayalang yang akan diselenggarakan di Gunung Banyak, 3-7 Juni 2010 mendatang.
‘’Kejuaraan paralayang ini sebagai salah satu bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap Kota Batu. Kegiatan itu harus kita sukseskan karena merupakan salah satu bentuk pengembangan wisata Kota Batu,’’ ungkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko kepada Malang Post kemarin.
Ditambahkan, kejuaraan dunia mendatang diikuti sedikitnya 150 atlit internasional. Mayoritas atlit itu berasal dari negara-negara di Eropa Timur. Sedangkan selebihnya, negara yang ikut ambil bagian adalah negara-negara dari Asia, Australia, Afrika dan Amerika. Atlit paralayang dari Indonesia pasti juga akan ikut ambil bagian karena menjadi tuan rumah.
Panitia tentu tidak akan sembarangan memilih lokasi untuk menggelar Kejuaraan Dunia itu. Paling tidak lokasi yang digunakan mulai take off hingga landing harus memenuhi standar internasional. Begitu juga arah mata angin harus sesuai dengan ketentuan yang bisa digunakan untuk keselamatan terbang.
Gunung Banyak Kota Batu sudah memiliki kriteria yang standar internasional. Selain itu atlit paralayang juga bisa menikmati indahnya alam pegunungan dan Kota Batu yang sangat indah dari udara. ‘’Selain berbagai fasilitas, kelebihan yang ada di Gunung Banyak adalah pemandangan. Jika di tempat lain atlit hanya bisa menyaksikan hutan, di Batu ada pemandangan pegunungan hingga suasana Kota,’’ tegasnya.
Even-even seperti itu diharapkan ikut menggairahkan kehidupan wisata yang ada di Kota Batu. Ratusan atlit dan ofisial juga butuh penginapan sehingga hotel dan villa akan bertambah ramai. Begitu juga mereka butuh oleh-oleh sehingga oleh-oleh khas Batu akan bertambah laris. Belum lagi jika kejuaraan dunia itu dikemas dengan paket wisata yang lain. Atlit atau official bisa diajak ke wisata agro seperti apel, bunga hingga mendatangi perkampungan. (feb/nug)
Manteb ker:banana::banana::banana:
hermawan February 17th, 2010, 08:13 AM .............
Segera Dibangun Hotel di Komplek Museum
MUSEUM Satwa ini terletak di kawasan yang sangat strategis sehingga cukup mudah diakses dari segala penjuru di Kota Batu. Museum raksasa ini berlokasi di Jalan Raya Oro-oro Ombo Kecamatan/Kota Batu. Dengan nuansa indah, karena bagian depan terdapat pemandangan Gunung Arjuno, sedangkan sisi belakang Gunung Panderman.
Jika pengunjung menjalani perjalanan dari Kota Malang, lokasi yang bisa ditempuh adalah melewati Jalan Dewi Sartika (depan Pasar/Terminal) Kota Batu. Begitu menemui pertigaan, tinggal berbelok ke kiri, sehingga akan mendapatkan pintu gerbang yang bertuliskan Jatim Park 2.
Jika jalan utama itu sangat padat hingga macet, ada jalan alternative yang bisa ditempuh. Perjalanan tersebut menggunakan jalur selatan dengan melewati Buk Anyar (Krematorium), Junrejo, Oro-oro Ombo, Museum. Jika menempuh perjalana dari Kediri, bisa menggunakan jalur Jalan Suropati, Sultan Agung, Agus Salim dan mengarah ke Oro-oro Ombo.
Jangan takut kehabisan lokasi parkir, manajemen sudah memberikan fasilitas ini sangat luas. Lahan seluas 2,5 hektar khusus untuk parkir sehingga bisa menampung ribuan kendaraan. Mulai motor, mobil hingga bus.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Museum Satwa akan dilengkapi dengan Pohon Inn. Hotel yang berlokasi di komplek Museum ini dibangun enam lantai dengan suasana yang berbeda. Pengunjung hotel nantinya akan bisa melihat suasana kebun binatang. Sebab bagian belakang objek wisata akan digunakan sebagai kebun binatang.
Pengunjung atau penginap di hotel akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Dari kamar yang berada di lantai atas, mereka akan bisa menikmati indahnya Gunung Arjuno di bagian timur dan Gunung Panderman di bagian belakang. (feb/udi)
hermawan February 21st, 2010, 03:10 AM Tak Gentar Hadapi Hotel Baru
BATU – Kalangan pengusaha hotel di Kota Batu tidak akan gentar bersaing jika muncul beberapa hotel baru di Batu. Mereka menganggap persaingan adalah hal yang biasa mengingat dunia pariwisata di Kota Batu memiliki perkembangan yang sangat bagus.
Ketua PHRI Kota Batu, Udi Syaifudin menjelaskan, animo pelaku usaha menanamkan modal di Batu menjadi salah satu indikasi bahwa dunia pariwisata Kota Batu semakin berkembang. Sebelum memutuskan pendirian hotel di Batu, manajemen pasti sudah melakukan survey yang matang untuk mengetahui untung ruginya mendirikan hotel.
“Keberadaan hotel baru akan menjadikan banyak pilihan kepada pengunjung. Banyaknya pilihan itu juga menjadi hal positif bagi pengelola usaha perhotelan yang sudah berdiri di Kota Batu untuk terus memperbaiki layanan dan fasilitas,” ungkap pemilik Hotel Grawidya ini kepada Malang Post.
Mantan pegawai Hotel Purnama ini juga yakin keberadaan empat hotel baru di Batu nanti tidak akan mematikan hotel yang sudah lama berdiri. Pasalnya setiap hotel memiliki pangsa pasar sendiri. Pangsa pasar mana yang ingin dimasuki hotel baru itu, semuanya akan diketahui setelah berdiri.
Sementara itu Dirut Kusuma Agrowisata Group, Edy Antoro lebih memilih bersaing dalam fasilitas untuk bersaing dengan hotel-hotel baru yang akan berdiri di Kota Batu nanti. Hotel Kusuma Agrowisata akan terus memberbaiki fasilitas sehingga lebih memanjakan pengunjung atau tamu hotel berlokasi di Jalan Abdul Gani Kota Batu ini.
Kusuma memiliki bangunan hotel seluas delapan hektar dan 20 hektar fasilitas agro. Fasilitas itu yang harus semakin dimaksimalkan sehingga tidak akan kalah bersaing dengan hotel-hotel baru yang akan berdiri nanti. “Keberadaan hotel baru pasti menambah persaingan semakin ketat. Namun kami harus berperang dengan fasilitas,” ungkapnya.
Kusuma akan melakukan renovasi atau menambah fasilitas Agro. Sebut saja fasilitas outbond akan ditambah dengan motor ATV, flying fox, fasilitas camping hingga mobil untuk penginapan pada lapangan terbuka. Fasilitas itu pasti akan menambah pasar baru sehingga tingkat kunjungan tidak akan menurun dalam persaingan. (feb/eno)
dimasputra February 21st, 2010, 09:32 AM ^^ four new hotels will come to Batu.. :cheers: great..
sayaka February 22nd, 2010, 05:07 AM Berwisata Pendidikan di Batu Malang
Liputan 6 - Minggu, 21 Februari 2010
http://d.yimg.com/hb/xp/lptn/20100221/11/15084312-berwisata-pendidikan-di-batu-malang.jpg?x=213&y=159&sig=_Ksfe2u2SXZbvOUTqiFNxw—
Liputan6.com, Batu: Sebuah obyek wisata baru berdiri di Batu, Jawa Timur, baru-baru ini. Museum Satwa, namanya. Di tempat ini pengunjung tak hanya bisa melepas penat, namun juga mengenal ribuan fosil dari berbagai belahan penjuru dunia.
Tiga fosil binatang raksasa dinosaurus menjadi pemandangan pertaman yang akan ditemui saat memasuki ruang utama Museum Satwa. Fosil binatang yang hidup jutaan tahun lalu itu menjadi simbol ruangan utama, tempat ratusan fosil binatang purba berderet di sekelilingnya.
Tak hanya fosil dinosaurus yang hidup di daratan. Ada pula fosil binatang laut yang tak kalah besar ukurannya dengan dinosaurus darat. Seluruh fosil yang ditampilkan adalah kerangka binatang asli yang didatangkan dari berbagai benua dunia.
Tentu kelengkapan fasilitas di sini bisa berfungsi sebagai sarana pembelajaran. Konsep wisata pendidikan memang diterapkan di sini. Sebuah ruangan bernama Khasanah Pengetahuan pun dibuat bagi pengunjung anak-anak untuk mendapatkan berbagai bacaan yang berkaitan dengan pengetahuan fauna.
Lepas dari ruang fosil dinosaurus, pengunjung akan menemukan ruangan penuh dengan ratusan jenis kupu-kupu yang tertata rapi di balik etalase. Para pengunjung juga bisa mengenali berbagai jenis serangga dengan berbagai karakter dan sifat.
Bagi para penyuka biota laut, segeralah berpindah ke ruangan berikutnya. Beragam jenis ikan yang hidup di laut, rawa, maupun sungai lengkap terpajang di sini.
Dengan demikian di tempat ini pengunjung tak hanya berekreasi, namun juga bisa menambah wawasan tentang kehidupan fauna yang pernah dan masih hidup saat ini.(ZAQ)
--------------------------------------------------------------------------
cool..:okay::okay:
hermawan February 22nd, 2010, 08:57 AM http://img692.imageshack.us/img692/2374/2202pestadurian.gif (http://img692.imageshack.us/i/2202pestadurian.gif/)
PESTA durian berlangsung cukup seru di Kusuma Agrowisata Hotel Kota Batu, hari Minggu kemarin. Semua tamu hotel ikut ambil bagian dalam pesta durian sudah menjadi agenda tahunan hotel berbintang berlokasi di Jalan Abdul Gani Kota Batu ini.
Suasana dingin masih menyelimuti Kota Apel ini. Tiga buah tenda yang terdapat panggung hiburan elekton lengkap dengan seorang penyanyi itulah yang mampu menghangatkan suasana. Suara itupula yang memancing tamu hotel berdatangan ke lahan parkir yang berdekatan dengan lapangan tenis ini.
Satu per satu durian dikeluarkan dari keranjangnya. Ada 500 buah durian yang ada dalam lima keranjang berukuran besar. Durian-durian inilah yang harus disantap oleh tamu hingga pengunjung lainya. ‘’Pesta dilakukan dengan lomba makan durian dan joget sembari makan durian,’’ ungkap Gatot Soetrisno, General Manajer Kusuma Agrowisata Hotel kepada Malang Post.
Ada beberapa aturan yang harus dilakoni peserta dalam lomba makan durian. Durian terlebih dahulu sudah dibelah sehingga peserta tinggal mengambil. Panitia kemudian memberikan waktu tiga menit untuk makan durian sebanyak-banyaknya.
Dalam waktu tiga menit, peserta bernama Alim berhasil menghabiskan 20 buah durian dalam lomba itu. Pria asal Madiun ini dinyatakan menjadi pemenang dan berhak mendapatkan voucher menginap semalam di Kusuma Agrowisata Hotel. ‘’Alim baru pertama menginap di hotel kami. Dia tertarik mengikuti lomba setelah melihat iklan di Malang Post,’’ tambahnya.
Alhasil, dalam waktu sekitar satu jam, sebanyak 500 buah durian langsung ludes dalam pesta yang berlangsung menarik ini. Cara seperti itu dilakukan Kusuma Agrowisata untuk memberikan kesan tersendiri kepada tamu. Mereka tidak hanya menikmati indahnya Kota Batu, khususnya di Hotel, namun juga ada kesan lain sehingga mereka akan terpancing datang lagi tahun depan. Tamu tentu akan ingat bahwa pesta durian akan dilakukan dalam bulan Februari sehingga mereka akan datang pada bulan itu. Bulan Februari merupakan salah satu bulan dengan tingkat okupansi sangat turun. Dengan keberadaan kegiatan seperti itu, okupansi bisa lebih terdongkrak. (febri setiawan/nug)
gussinyo February 22nd, 2010, 10:26 AM ^^ four new hotels will come to Batu.. :cheers: great..
iya, salah satunya di jl. bukit berbunga udah mulai konstruksi..
hermawan February 22nd, 2010, 02:02 PM Kota Batu selalu bikin kejutan ya Gus.....
bintang berapa hotel itu Gus?
dimasputra February 23rd, 2010, 03:58 AM ^^ sambil menunggu pemasangan giant letters BATU KOTA WISATA.. :cheers:
kapan ya..?? :shifty:
gussinyo February 23rd, 2010, 08:15 AM Kota Batu selalu bikin kejutan ya Gus.....
bintang berapa hotel itu Gus?
wah belum tahu bos....
gak ada tulisan, ditutup seng semua lokasinya
bharadya February 23rd, 2010, 11:05 AM Entrance
http://img190.imageshack.us/img190/1223/img5039bl.jpg (http://img190.imageshack.us/i/img5039bl.jpg/)
http://img697.imageshack.us/img697/6710/img5049m.jpg (http://img697.imageshack.us/i/img5049m.jpg/)
Galeri Etnik Nusantara
http://img193.imageshack.us/img193/6444/img5051e.jpg (http://img193.imageshack.us/i/img5051e.jpg/)
Peta Lokasi
http://img687.imageshack.us/img687/6363/img5057t.jpg (http://img687.imageshack.us/i/img5057t.jpg/)
Ulat Coaster
http://img59.imageshack.us/img59/2207/img5058s.jpg (http://img59.imageshack.us/i/img5058s.jpg/)
Spinning Coaster
http://img714.imageshack.us/img714/3925/img5066p.jpg (http://img714.imageshack.us/i/img5066p.jpg/)
http://img693.imageshack.us/img693/2043/img5069hw.jpg (http://img693.imageshack.us/i/img5069hw.jpg/)
Star Chase
http://img522.imageshack.us/img522/6673/img5077i.jpg (http://img522.imageshack.us/i/img5077i.jpg/)
PrinceArchibald February 23rd, 2010, 11:46 AM Wah bharadya abis jalan2 dari jatimpark ya?
dimasputra February 25th, 2010, 02:47 PM ^^ ada wahana baru tak..?? :D
hermawan March 3rd, 2010, 04:26 AM http://img191.imageshack.us/img191/5857/jalurselatankotabatu.gif (http://img191.imageshack.us/i/jalurselatankotabatu.gif/)
Selasa, 02 Maret 2010 19:45
BATU – Jalur lingkar selatan Kota Batu ditarget selesai 2011 mendatang. Dalam tahun anggaran 2010 ini, Pemkot Batu akan melakukan pembangunan sekitar 20 persen dari ruas jalan sepanjang 30 kilometer di kawasan selatan kota wisata itu.
Jalur lingkar selatan Kota Batu meliputi Desa Oro-oro Ombo, Tlekung dan Junrejo. Selama ini jalan yang sudah tergarap meliputi Temas hingga Oro-oro Ombo, yakni pembangunan berupa pelebaran dan hotmik untuk kawasan itu. Jalan mulai Oro-oro Ombo-Tlekung hingga Junrejo selama ini masih sempat dan hotmik banyak yang rusak.
‘’Anggaran Pemkot Batu untuk pembangunan lingkar selatan itu cukup terbatas. Makanya kami harus melakukan pembangunan berupa pelebaran dan hotmik secara bertahap,’’ ungkap Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga, Budi Santoso kepada Malang Post, kemarin.
Jalan lingkar selatan tersebut paling dikeluhkan warga setempat hingga wisatawan yang datang. Masalahnya arus lalu lintas sering macet pada weekend atau hari besar, terutama di depan Museum Satwa dan BNS Kota Batu. Itu karena jalanan yang sempit serta kondisi yang masih rusak sehingga tidak mampu menampung lalu lintas yang cukup ramai ke kawasan wisata itu.
Dinas Pengairan dan Bina Marga mendapatkan anggaran sebesar Rp 16 miliar di 2010 ini. Hanya saja dana melalui APBD ini digunakan untuk kebutuhan lain seperti pengembangan kawasan tertinggal dan pembangunan jalan di lingkar utara. Dengan begitu, Dinas tetap melakukan prioritas pembangunan sesuai dengan anggaran yang ada.
Jalur lingkar selatan saat ini hanya memiliki lebar empat meter. Melihat lebar yang ada tersebut, jalan itu belum memadahi untuk kendaraan besar, apalagi bus pariwisata banyak masuk kawasan tersebut, sehingga akan diperlebar menjadi enam meter, lebih ideal untuk semua kendaraan termasuk bus.
‘’Kami juga ingin memberikan jalur alternatif yang lebih layak. Jika jalan lingkar selatan ini sudah terbangun, kamacetan menuju kawasan wisata terutama dalam akhir pekan atau hari-hari besar akan bisa teratasi,’’ pungkas pria yang akrab disapa Tosi ini. (feb/han)
BTW : yang nampak lagi konstruksi itu apa Gussinyo?
gussinyo March 3rd, 2010, 09:56 AM hotel, tapi gak tau hotel apa namanya
hermawan March 3rd, 2010, 02:20 PM keliatannya sudah mencapai lantai 5 ya dan masih naik lagi...
apa ini Pohon Inn punya Museum satwa?
sbyctzn March 3rd, 2010, 03:59 PM Masak itu hotelnya Museum Satwa?
gussinyo March 5th, 2010, 07:27 AM klu yg udah lantai 5 itu bangunan Kebun Binatang, paling bawah food court...
klu hotelnya yang baru lantai 2 di sampingnya itu...
|
|