daily menu » rate the banner | guess the city | one on one

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive


Closed Thread

 
Thread Tools Display Modes
Old December 10th, 2009, 04:49 PM   #1
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48

Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII - 2012 - Riau Province - Official Thread

The 18th Pekan Olahraga Nasional will be held in Riau Province. Since, the data and construction update source is actually quite abundant -- but, no construction pics on main stadium. I postponed the opening of this thread.

And, thanks to mr. AMZ, we've got the sneak peek of the main stadium construction progress already. Since the construction seems had been commenced ... and some old venues also had started the revitalization. ANd also, the team from national sport committee had been inaugurated.


So let the thread begin.


And what to be posted on this thread:

1. It will include NEWS and PICTURES about the development of sport venues and supporting infrastructures (airports, roads, mass transports, media centers, and so on).
2. It will also include MISCELLANOUS updates related to the activity in preparing the Pekan Olahraga Nasional (souvenirs, the national sport committee-related news, social issues, and so on).
3. It will (Insya Allah) include the MEDAL TALLY, as the PON started.

What not to be posted on this thread:
1. Trolling, Harassing, personal attack, non-constructive comment, and so on. -- Smart forumer should already know about this.

Where on Earth, Riau Province is? Here is the google earth imagery of Riau province with all of its cities and the capital of every regencies.
image hosted on flickr


The concentration of sport venues will be OF COURSE in the city of Pekanbaru, comprising 2 sport complexes which are RUMBAI SPORT COMPLEX and PANAM SPORT COMPLEX. To give a view on the location of both sport complexes, check the google earth imagery below
image hosted on flickr


Google earth imagery showing RUMBAI SPORT COMPLEX as May 2007
Distance from City-Center :
For Light Vehicle (Car, Minibus, Van) : 7.5 km (via Siak I Bridge through Jalan Yos Sudarso and Jalan Riau)
For Truck and Bus : 25 km (via Siak II Bridge through Jalan Tuanku Tambusai, Jalan SM Amin, and Siak II Ring Road)
* Truck and Bus with High Clearance are not allowed to pass on Siak I Bridge and enter Jalan Riau.

image hosted on flickr


Google earth imagery showing PANAM SPORT COMPLEX as May 2007
Distance from City-Center : 9 km
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; July 29th, 2010 at 06:03 PM.
rilham2new no está en línea  

Sponsored Links
 
Old December 10th, 2009, 04:50 PM   #2
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48

Here is the news dated back on January 2009

Quote:
Berita dari RIAUPOS Edisi Cetak 23 Januari 2009



bagi yang malas baca, aku udah HIGHLIGHT beberapa poin penting dalam berita SCAN dari EPaper di atas.

Bagi yang merasa lama menunggu loading SCAN halaman di atas: ini aku ringkas isinya :
1. Ternyata pembangunan venue untuk beberapa cabang olahraga dalam persiapan menuju PON XVII 2012 nanti itu sudah dilakukan dari tahun 2008 kemarin.

2. Venue yang dianggarkan di tahun 2009 ini adalah main stadium sebesar Rp 218 Miliar. Adapun lokasi dari main stadium adalah Kampus Bina Widya, UNRI Panam. Dan kapasitas yang semula direncanakan untuk 60 ribu orang, sudah direkondisi jadi hanya 40 ribu orang saja.

3. Venue untuk cabang olahraga bulu tangkis ternyata adalah GOR REMAJA/PEMUDA yang letaknya ada di Jalan Jendral Sudirman. Dan pembangunannya telah hampir rampung. Hall Renang di GOR Rumbai juga sudah selesai dikerjakan.

4. Untuk GOR Senam nya sudah kita ketahui bersama pembangunannya lagi heboh2nya (kemaren kalau gak salah pake CRANE segala). GOR Basket kayaknya bakal direhab lagi hehehe ...

5. Untuk pembangunan main stadium, target penganggaran dana adalah 3 tahun. Dan DANANYA SUDAH ADA, Insya Allah tidak akan mengganggu pos pengeluaran lain dalam 2-3 tahun ke depan.

6. Yang akan direhab lagi adalah GOR Tribuana di Jalan Diponegoro, PKM UNRI, dan UNILAK.. Dikabarkan, sedang dipersiapkan untuk venue cabang olahraga silat, judo, dan anggar.

7. Venue untuk takraw akan dipersiapkan di Bengkalis. Venue untuk AeroSport bakal ada di Bandara Japura, Rengat - Inhu. Venue untuk baseball akan mempergunakan lapangan milik PT. Chevron Pacific Indonesia.

Selamat baca
How big is the spending ??? Check the RIAUPOS article below
Quote:
Anggaran Dana PON XVIII Riau 2012

Menyangkut anggaran yang telah termakan oleh pembangunan venues-venues cabor tersebut, menurut Emrizal Pakis berkisar di antara angka Rp600-700 miliar lebih. Anggaran ini belum termasuk untuk rencana pembangunan main stadium yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp900 miliar.

‘’Secara menyeluruh untuk pembangunan Gelanggang Remaja, Hall Basket, Senam, danau Kebun nopi di Kuansing, dan beberapa pembangunan maupun renovasi yang dilakukan telah menghabiskan sekitar Rp700 miliar. Untuk tahun ini, pembangunan awal main stadium dan finishing dari penyelesaian pembangunan venues baik di Kota Pekanbaru, Kuansing, Dumai, termasuk Bengkalis, serta renovasi PKM yang terdapat di tiga universitas dianggarkan Rp320 miliar lebih yang diambil dari dana APBD 2009,’’ ujarnya.

Dari Rp320 miliar tersebut Rp218 miliar digunakan untuk pembangunan main stadium. Dan ke depannya untuk menyelesaikan proyek mercusuar ini, menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears. Dengan target penyelesaian pekerjaan tiga tahun anggaran.

Anggaran ini belum termasuk untuk kegiatan pembangunan jembatan Siak III, pembangunan air bersih Pekanbaru selatan yang pada tahun ini sudah mulai dikerjakan. Begitu juga dengan kesediaan tenaga listrik, pembangunan infrastruktur jalan, serta armada transportasi bagi atlit. Untuk yang terakhir ini, sarana dan prasarananya tinggal melengkapinnya saja. Sebab khusus untuk kota Pekanbaru, Pemko sudah menyediakan Sarana angkutan umum masal (saum) yang akan dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan PON.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Riau Ir H Fendri Jaswir anggaran yang diperuntukan bagi pembangunan venues, main stadium, dan penyelenggaraan PON ditetapkan sebesar Rp2,2 triliun. Dimana perinciannya untuk pembangunan fisik dianggarkan sebesar Rp1,7 triliun. Sisanya sebesar Rp500 miliar diperuntukkan bagi penyelenggaraan PON. Anggaran ini dikelola dalam bentuk dana cadangan. Dimana setiap tahun anggaran dikeluarkan dari APBD dana cadangan sebesar Rp400 miliar. Dana cadangan ini sudah dijalankan sejak tahun 2008.

‘’Dana cadangan ini dianggarkan setiap tahunnya, atas pertimbangan kemampuan anggaran APBD. Sebab jika dianggarkan sekaligus sebesar Rp2,2 triliun tentu ini tidak memungkinkan. Makanya diambil kebijakan dengan pengelolaan anggaran dana cadangan,’’ sebut Fendri Jaswir.

Sumber: Riau Pos
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; December 11th, 2009 at 01:55 AM.
rilham2new no está en línea  
Old December 10th, 2009, 05:02 PM   #3
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48

Supported infrastructures for PON XVIII

1. Siak III bridge (interconnects Pekanbaru Central Downtown to Rumbai as Pekanbaru northern suburb). The construction had been commenced.
Current Progress
Dari RIAUPOS edisi cetak 3 November 2009
image hosted on flickr

DariRIAUPOS edisi cetak 16 November 2009
image hosted on flickr


2. Siak IV bridge (interconnects Pekanbaru Central Downtown to Rumbai as Pekanbaru northern suburb). The construction also had been commenced.
Rendering
Courtesy Kris18


Current Progress
Dari RIAUPOS edisi cetak 30 November 2009
image hosted on flickr


3. New Terminal of Sultan Syarif Kasim II International Airport. The construction also had been commenced.
Rendering, design, and data
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=912678

Current Progress
Dari RIAUPOS edisi cetak 3 Desember 2009
image hosted on flickr


Dari RIAUPOS edisi cetak 4 Desember 2009


4. Trans Metro Pekanbaru (Pekanbaru BUS RAPID TRANSIT system), had started its operation in 2009 (1st and 2nd corridore). With 20 armadas.

Pictures by lancang_kuning

Quote:
Originally Posted by lancang_kuning View Post
Trans Metro Pekanbaru

Berikut ini beberapa foto dari pengoperasian Trans Metro Pekanbaru...







5. PLTU (Coal-generated Power Plant) Tenayan Raya 2x100 MW telah masuk program 10ribu MW tahap I pemerintah pusat ... yang ini harap beneran kejadian.

Quote:
Originally Posted by sejar View Post
Ada berita baru ni dari riaupos.com

Gubri Minta Pusat Segera Tenderkan
PLTU 2x100 MW Riau Disetujui
28 Oktober 2009
PEKANBARU (RP) - Harapan masyarakat Riau untuk segera keluar dari krisis listrik lebih cepat tampaknya mulai menemui titik terang. Ini setelah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau dengan kapasitas 2 x 100 MW di Tenayan Raya, Pekanbaru disetujui untuk masuk dalam proyek nasional, pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap I.

Bila sesuai rencana, proyek ini akan selesai pada 2011, meski belum diketahui kapan pembangkit tersebut dioperasikan.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Fahmi Mochtar, usai rapat tentang stabilisasi persediaan listrik di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (27/10), memastikan bahwa Riau dan Kaltim memang masuk dalam rencana pemerintah pusat.

“Untuk Riau dan Kaltim yang di tahap I belum masuk, tadi sudah saya laporkan dan sudah disetujui untuk dimasukkan juga. (Akan dilakukan) supaya Perpres-nya (Peraturan Presiden) memasukkan lokasi ini,’’ kata Fahmi seperti dikutip di vivanew.com.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau dan Kaltim meminta pembangkit di wilayahnya masuk dalam proyek tahap I pada akhir Juli lalu. Karena berdasarkan Perpres Nomor 71 tahun 2006, Riau dan Kaltim masuk dalam proyek tahap II.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal saat dihubungi Riau Pos malam tadi mengatakan, bila memang telah disetujui itu merupakan hasil dari proses panjang perjuangan Riau sejak krisis energi listrik makin parah.

“Saya minta konfirmasi ke Dirut PLN, tapi belum dijawab. Mungkin karena sudah malam. PLN Riau, saat saya tanya, saat ini juga masih mencari informasi yang lebih konkrit. Tapi, saya memang sudah mendapatkan informasi bahwa Riau memang masuk pada rencana tahap I,’’ ujar Gubri.

Proses itu, lanjut Gubri, dimulai saat kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Riau. Itu merupakan follow up kerja sama dengan PLN yang disaksikan Menteri BUMN (saat itu dijabat Sofyan Jalil) di Kementrian BUMN. “Kemudian kita juga sudah bicara dengan Menteri ESDM (saat itu dijabat Purnomo Yusgiantoro, red) dan beliau sudah menyetujui. Waktu itu, Menkeu dan Bappenas juga sudah menyetujui,’’ ujar Gubri.

Untuk melengkapi itu, lanjut Rusli Zainal, pihaknya meminta perubahan Perpres untuk bisa masuk tahap I melalui surat resmi Pemerintah Provinsi Riau. Surat resmi ke Presiden untuk meminta perubahan Perpres tersebut langsung diserahkan ke Mensesneg (saat itu masih dijabat Hatta Rajasa). “Dan Mensesneg mengatakan ini sedang diproses dan ia berjanji akan mengawal langsung prosesnya,’’ ujarnya.

Kemudian, Pemprov Riau juga sudah menyiapkan sindikasi anggaran untuk proyek tersebut sebesar Rp250 miliar di depan Menkeu. “Kita bersyukur berbagai hal yang kita perjuangkan itu akhirnya disetujui,’’ ujarnya. Ditanya tentang follow up yang dilakukan Pemprov Riau terhadap kepastian ini, Gubri mengatakan, bahwa pihaknya memang memantau intensif setiap perkembangan usulan pembangunan pembangkit Riau ini.

‘’Prosesnya terus kita ikuti, kita kawal. Bahkan, terakhir, saya sudah bertemu Ketua Bappenas membicarakan ini dan Bappenas juga sudah berjanji memasukkan anggarannya,’’ ujarnya. Bila ini disetujui masuk tahap I, Gubri berharap pusat sesegera mungkin ditenderkan atau paling lambat awal 2010 sudah ditenderkan. “Kita harapkan apapun alasannya untuk PON sudah terpenuhi semua,’’ ujarnya.

Di bagian lain, kabar tersebut belum diketahui jajaran petinggi PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR). Humas PLN WRKR, Suwandi yang dihubungi malam tadi melalui telepon selulernya mengaku belum mengetahui adanya informasi rencana pembangunan PLTU 2x100 MW Riau disetujui. ‘’Kami belum mendapat informasi itu. Bisa saja memang pemerintah akhirnya menyetujui pembangunan PLTU 2x100 MW Riau,’’ ucapnya.

Menurut Suwandi, disetujui atau tidak oleh pemerintah, pihaknya tetap melanjutkan rencana pembangunan pembangkit untuk mengatasi krisis di Riau. Sekarang ini sudah dalam tahap proses tender sehingga diharapkan bisa selesai sebelum pelaksanaan PON 2012 di Riau. Sedangkan mengenai lahan ditetapkan Tenayan Raya sebagai lokasi pembangunan PLTU tersebut.

“Bahan-bahan untuk pelelangan segera kami siapkan. Begitu sudah selesai maka proses tender akan langsung dilakukan,’’ jelasnya.

Pembangunan PLTU 2x100 MW tersebut merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda. Apalagi kondisi listrik di Riau memang sudah dalam tahap krisis hebat sehingga perlu dilakukan langkah cepat untuk mengatasinya. “Pembangunan PLTU 2x100 MW ini merupakan salah satu solusi. Kalau tidak bagaimana kita bisa meminimalisir pemadaman bergilir di Riau,’’ ujarnya.

Dalam rapat dengan Wapres tersebut, juga membahas tentang perkembangan proyek tahap I yang tetap ditargetkan selesai 2011. Hingga akhir tahun ini, dari keseluruhan proyek diharapkan telah selesai sebesar 900 hingga 1400 MW. “Kalau betul-betul beroperasi, tanpa commisioning (uji coba operasi) itu 900 MW. Tapi kalau termasuk commisioning 1400 MW,” ujar Fahmi.

Hingga akhir 2009, diharapkan pula beroperasi secara penuh pembangkit di Rembang sebanyak 1 unit dan Labuan sebanyak 2 unit. Pembangkit di Indramayu juga sudah disiapkan untuk beroperasi. Rapat yang dipimpin Wapres Boediono ini juga diikuti Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menneg BUMN Mustafa Abubakar dan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto.(int/mar/ria/fia)



Ini berita yg dari riauterkini.com

Rabu, 28 Oktober 2009 09:18
PLN Riau Belum Tahu Riau Masuk Program 10.000 MW Tahap I

Kabar penting disampaikan Dirut PLN tentang masuknya Riau pada program pembangkit 10.000 MW, namun sampai saat ini PLN Riau justru belum mengetahuinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Kemarin, Selasa (27/10/09) di Jakarta, Direktur Utama PT. PLN (Persero) Fahmi Mochtar mengungkapkan kesepakatan untuk memasukkan Riau dan Kalimantan Timur pada program pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW). Kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan perubahan kembali Peraturan Persiden (Pepres) No.71.

Namun kabar penting itu sampai sekarang ternyata belum diketahui PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR). Humas PLN WRKR Suwandi Siregar saat dihubungi riauterkini, Rabu (28/10/09) mengaku sudah mendengar dari pemberitaan media massa, namun belum mendapat informasi resmi mengenai masalah itu. “Saya baru dengar dari pemberitaan media, tetapi sampai saat ini belum ada informasi apapun mengenai masalah itu dari pusat,” ujarnya.

Meskipun demikian, Suwandi menegaskan, masuk atau tidak masuknya Riau pada program pembangkit listrik 10.000 MW, tidak akan mempengaruhi rencana pembangunan pembangkit PLTU 2x100 MW di Tenayan Raya, Pekanbaru. Rencana tersebut merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda. Apalagi kondisi listrik di Riau memang sudah dalam tahap krisis hebat sehingga perlu dilakukan langkah cepat untuk mengatasinya.

“Kalau memang ada persetujuan seperti itu, akan lebih baik, tetapi intinya, rencana pembangunan PLTU 2x100 MW ini merupakan salah satu solusi dan tidak bisa ditunda. Kalau tidak, bagaimana kita bisa meminimalisir pemadaman bergilir di Riau,’’ ujarnya.***(mad)
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; December 11th, 2009 at 01:37 AM.
rilham2new no está en línea  
Old December 10th, 2009, 05:06 PM   #4
fcaesarn
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 184
Likes (Received): 0

Thnks for the thread... it will be last for 3 years ahead...
fcaesarn no está en línea  
Old December 10th, 2009, 05:40 PM   #5