|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
|
|
#1 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
PIDIE ( BUMI EMPING MELINJO )
Kabupaten Pidi adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Aceh, Namun anehnya Kabupaten Pidi tidak mencantumkan nama aceh diawal sebutan daerahnya. Kabupaten Pidi terletak di belahan pantai timur aceh tepatnya pada ruas jalan Banda Aceh Medan dengan Batas-batas Timur dengan Pidi Jaya ( Hasil Pemekaran dari Kabupaten Pidi ), Barat dengan Aceh Besar, Selatan dengan Aceh Jaya dan Aceh Barat dan Utara dengan Selat Malaka. Kabupaten Pidi dengan Ibukota Sigli terkenal dengan Emping melinjo ( Kerupuk Meulieng ), disamping itu Kabupaten Pidi juga terkenal karena dari asal muasal pemberontakan Aceh Merdeka dimana Alm. T. Hasan Ditiro pertama sekali mendeklarasikan perjuangannya digunung Pidi.
![]() |
|
|
|
|
|
#2 | |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
[IMG]
[/IMG]Quote:
|
|
|
|
|
|
|
#3 |
|
where is my Zanpakutou
Join Date: Apr 2010
Location: Langsa, Aceh
Posts: 1,344
Likes (Received): 30
|
wow! BANK BPD nya keren! Di Langsa mah kecil... Ditunggu pic2 sigli lainnya...
__________________
"Although different,but still one!" Visit Our Nanggroe!! Aceh Province Thread || Banda Aceh Thread || Sabang Thread ||Langsa Thread ||Nagan Raya Thread |
|
|
|
|
|
#4 | |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
[IMG]
[/IMG]Quote:
|
|
|
|
|
|
|
#5 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
Mon, Jun 21st 2010, 13:05
12 Iblis Terkurung di Tubuh Wanita Korban Santet * Lima Berhasil Dikeluarkan Pidie SIGLI - Seorang perempuan bernama Nurul Ilmi (30), penduduk Kemukiman Langga, Kecamatan Sakti, Pidie dilaporkan telah empat tahun lebih sakit akibat pengaruh 12 iblis yang terkurung di tubuhnya. Iblis itu sendiri dimasukkan oleh seorang dukun berinisial Is (57), sebagaimana pengakuan sang dukun dalam surat pernyataan kepada Imum Mukim Langga, T Sulaiman Bugis. Is berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Suami Nurul Ilmi bernama Ismail Yusuf secara khusus mendatangi Biro Serambi/Prohaba di Sigli, Minggu (20/6). Ismail mengatakan, istrinya sudah empat tahun lebih sakit akibat diguna-guna oleh Is yang juga warga setempat. Kini Is sudah menghilang dari kampung. Sebelum menghilang, Is membuat surat pernyataan/pengakuan yang ikut ditandatangani Imum Mukim Langga T Sulaiman Bugis. Dalam surat tersebut Is mengaku melakukan santet terhadap Nurul Ilmi dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan itu. Namun kenyataannya, Nurul Ilmi masih tetap diganggu makhluk halus tersebut. Ismail Yusuf mengatakan, sebenarnya dia tak percaya dengan santet. tetapi ketika membawa istrinya berobat secara medis yang mengalami keluhan sakit perut hingga mengeluarkan darah kotor, ternyata hasil pemeriksaan dokter tidak ada gejala apapun di dalam perut istrinya. “Anehnya istri saya sering sakit perut yang luar biasa,” tutur Ismail. Berobat ke ‘ahli’ Dari pengobatan secara medis, Nurul Ilmi dibawa ke orang ahli yang pandai mengusir makhlus halus. Alhasil, dari beberapa orang ahli yang mengobati istrinya terungkap, Nurul terkena guna-guna oleh dukun kampung. “Iblis yang menguasai istri saya mengatakan yang menyantet adalah Is,” ungkap Ismail. Menurut anjuran para ahli, iblis itu harus dikeluarkan oleh Is selaku orang yang memasukkannya. Atas anjuran itu, pada 17 Juni 2010, Ismail menjemput Is di rumahnya. Pada hari itu, Is mengambil bungkusan di dalam tanah yang diduga dia yang menanam sebagai persyaratan santet. Masyarakat nyaris saja menghabisi Is ketika melihat kenyataan tersebut. Untung saja anggota Polsek Sakti cepat berada di lokasi. “Is langsung diamankan. Namun kini dia sudah tak ada lagi di kampung. Sebelum menghilang, Is sempat membuat surat pernyataan yang disampaikan kepada Imum Mukim Langga, T Sulaiman Bugis,” ujar Ismail sambil memperlihatkan surat pernyataan kepada wartawan. Tujuh iblis lagi Menurut Ismail, berdasarkan keterangan orang ahli yang mengobati istrinya, ada 12 iblis yang dimasukkan oleh penyantet ke tubuh Nurul. Dari jumlah itu, lima di antaranya sudah berhasil diusir, sedangkan sisanya hanya mampu dilakukan oleh Is. Sayangnya, kini Is sudah menghilang dari kampung. Meski demikian Ismail tetap berharap agar Is bisa kembali untuk mengobati istrinya. Ismail mengatakan, jika Is takut pulang ke kampung karena emosi masyarakat, maka tak masalah kalau pun harus minta pengamanan di Mapolsek Sakti. “Biar saya yang membawa istri saya ke Mapolsek. Yang penting iblis itu bisa diusir semuanya, dan dia bisa sembuh,” ujar Ismail penuh harap.(naz) |
|
|
|
|
|
#6 |
|
SUMSEL GEMILANG
Join Date: Jul 2008
Location: Palembang
Posts: 6,420
Likes (Received): 34
|
wkkk lucu bener julukan-nya "Bumi Emping Melinjo"
gak ada positioning lain yah??Bala cuma sekedar kasih masukkan aja nih , perlu diketahui bahwa:
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !! |
|
|
|
|
|
#7 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
Mon, Jun 21st 2010, 10:53
Pabrik Rotan Beroperasi Akhir Tahun Ini Ekonomi | Bisnis SIGLI - Pabrik Rotan di Desa Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Pemerintah Kabupaten Pidie akan melibatkan penyertaan modal pihak ketiga untuk mewujudkan rencana tersebut. Wakil Bupati Pidie, Nazir Adam, mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk penyertaan modal awal menghidupkan industri rotan tersebut. “Kita inginkan setelah launching, pabrik rotan terus berjalan dan jangan sampai terhenti karena itu membutuhkan dana modal awal lagi,” katanya di Sigli, Minggu (20/6). Ia mengharapkan, adanya pabrik rotan di Pidie dapat menjadi pemasukan pendapatan untuk daerah. Tentunya untuk menampung ratusan tenaga kerja di Pidie dan menjadi denyut peningkatan ekonomi masyarakat Pidie khususnya. Cuma kendalanya dana dari daerah minim sehingga perlu penyertaan modal dari pihal lain. “Nantinya akan ditempatkan salah seorang penanggungjawab di pabrik rotan tersebut di bawah kewenangan Pemkab Pidie. Sehingga dapat dipantau langsung kemajuannya. Sedangkan bahan baku rotan dipastikan melimpah dari sejumlah hutan di Pidie,” katanya. Sebelumnya Kepala Disperindagkop Kabupaten Pidie, H Said Mulyadi SE, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelatihan tenaga teknis industri rotan yang dipersiapkan dari Cirebon. Pelatihan berlangsung dari tanggal 13-17 April di pusatpengembangan industri rotan Pidie di bawah bimbingan tenaga teknis dari Departemen Perindustrian. Ke-25 tenaga teknis yang dilatih tersebut nantinya akan ditempatkan di pusat pengembangan industri mebel rotan terbesar di Aceh. Industri tersebut akan segera dioperasikan pada bulan ini dan diharapkan mampu menampung ratusan tenaga kerja setempat. “Kita sudah mempersiapkan tenaga teknis agar nantinya dapat mengoperasikan industri mebel tersebut,” sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, Said Mulyadi, SE, Minggu. Katanya, pusat pengembangan industri mebel rotan yang dibangun di Pidie dimulai sejak tahun 2007 yang menyedot anggaran sekitar Rp 3 Miliar dari APBA dan mesinnya bantuan langsung dari Departemen Perindustrian. Sejauh ini pihaknya masih terkendala biaya operasional, sedangkan secara teknis sudah siap seluruhnya mulai dari kapasitas mesin produksi hingga bahan baku. “Tinggal biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pusat industri mebel rotan tersebut. Dananya sudah diajukan ke Pemkab provinsi senilai Rp 500 juta,” sebut dia.(aya) |
|
|
|
|
|
#8 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
Mon, Jun 21st 2010, 10:53Pabrik Rotan Beroperasi Akhir Tahun Ini Ekonomi | Bisnis SIGLI - Pabrik Rotan di Desa Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Pemerintah Kabupaten Pidie akan melibatkan penyertaan modal pihak ketiga untuk mewujudkan rencana tersebut. Wakil Bupati Pidie, Nazir Adam, mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk penyertaan modal awal menghidupkan industri rotan tersebut. Kita inginkan setelah launching, pabrik rotan terus berjalan dan jangan sampai terhenti karena itu membutuhkan dana modal awal lagi, katanya di Sigli, Minggu (20/6). Ia mengharapkan, adanya pabrik rotan di Pidie dapat menjadi pemasukan pendapatan untuk daerah. Tentunya untuk menampung ratusan tenaga kerja di Pidie dan menjadi denyut peningkatan ekonomi masyarakat Pidie khususnya. Cuma kendalanya dana dari daerah minim sehingga perlu penyertaan modal dari pihal lain. Nantinya akan ditempatkan salah seorang penanggungjawab di pabrik rotan tersebut di bawah kewenangan Pemkab Pidie. Sehingga dapat dipantau langsung kemajuannya. Sedangkan bahan baku rotan dipastikan melimpah dari sejumlah hutan di Pidie, katanya. Sebelumnya Kepala Disperindagkop Kabupaten Pidie, H Said Mulyadi SE, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelatihan tenaga teknis industri rotan yang dipersiapkan dari Cirebon. Pelatihan berlangsung dari tanggal 13-17 April di pusatpengembangan industri rotan Pidie di bawah bimbingan tenaga teknis dari Departemen Perindustrian. Ke-25 tenaga teknis yang dilatih tersebut nantinya akan ditempatkan di pusat pengembangan industri mebel rotan terbesar di Aceh. Industri tersebut akan segera dioperasikan pada bulan ini dan diharapkan mampu menampung ratusan tenaga kerja setempat. Kita sudah mempersiapkan tenaga teknis agar nantinya dapat mengoperasikan industri mebel tersebut, sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, Said Mulyadi, SE, Minggu. Katanya, pusat pengembangan industri mebel rotan yang dibangun di Pidie dimulai sejak tahun 2007 yang menyedot anggaran sekitar Rp 3 Miliar dari APBA dan mesinnya bantuan langsung dari Departemen Perindustrian. Sejauh ini pihaknya masih terkendala biaya operasional, sedangkan secara teknis sudah siap seluruhnya mulai dari kapasitas mesin produksi hingga bahan baku. Tinggal biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pusat industri mebel rotan tersebut. Dananya sudah diajukan ke Pemkab provinsi senilai Rp 500 juta, sebut dia.(aya) |
|
|
|
|
|
#9 |
|
where is my Zanpakutou
Join Date: Apr 2010
Location: Langsa, Aceh
Posts: 1,344
Likes (Received): 30
|
aceh makin eksis... :thumb:
tp kok Pidi? Bukannya Pidie ya? Hehe... Setiap manusia pasti punya kesalahan kecil dan besar....
__________________
"Although different,but still one!" Visit Our Nanggroe!! Aceh Province Thread || Banda Aceh Thread || Sabang Thread ||Langsa Thread ||Nagan Raya Thread |
|
|
|
|
|
#10 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
[IMG]
[/IMG]KUBURAN MASSAL TSUNAMI PIDIE. |
|
|
|
|
|
#11 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
aceh makin eksis... :thumb:
tp kok Pidi? Bukannya Pidie ya? Hehe... Setiap manusia pasti punya kesalahan kecil dan besar.... __________________ iya benar s x val, seharusnya pidie.... bukan pidi. dengan demikian kesalahan sudah diralat. |
|
|
|
|
|
#12 |
|
SUMSEL GEMILANG
Join Date: Jul 2008
Location: Palembang
Posts: 6,420
Likes (Received): 34
|
Diusulkan aja ke moderator utk diperbaiki namanya.. "Pidie (Bumi Emping Melinjo)". Apa ada usulan atau tambahan lain?
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !! |
|
|
|
|
|
#13 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
|
|
|
|
|
|
#14 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
![]() Fri, Jun 25th 2010, 08:55 Lintasan Beureunuen-Meulaboh Amblas * Arus Transportasi Terancam Lumpuh Pidie Badan jalan nasional lintasan Beurenun-Meulaboh di kawasan Lhok Riman, Kecamatan Mane, Pidie, ambruk ke sungai. Meski sudah diberi rambu, namun kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas terutama pada malam hari. Foto direkam, Kamis (24/6) SERAMBI/M NAZAR SIGLI - Sepanjang 20 meter badan jalan provinsi di lintasan Beureunuen-Meulaboh di kawasan Krueng Meriam (Pidie), amblas sejak seminggu terakhir. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan arus lalu lintas di jalur tengah itu terancam lumpuh total, karena badan hanya tinggal sekitar dua meter. Konon lagi, kondisi tanah di pinggir jalan gembur dan mudah runtuh. Pantauan Serambi, Rabu (23/6), di sekitar jalan amblas selebar sekitar tiga meter itu telah dipasangi police line untuk menghindari kecelakaan. Selain jalan amblas, beberapa titik juga ditemukan tumpukan tanah bercampur batu besar di badan jalan persisnya di lokasi Sungai Krueng Meriam. Tumpukan tanah tersebut berasal dari longsoran tebing di pinggir jalan. Camat Tangse, Drs Jafaruddin, kepada Serambi, Kamis (24/6) mengatakan, akibat curah hujan tinggi di kawasan pergunungan tersebut selama sepekan ini menyebabkan tebing jalan dihantam air sungai yang meluap. “Pengguna jalan sangat resah saat melintasi jalan tersebut. Karena sudah tiga meter badan jalan amblas ke Sungai Krueng Meriam itu,” kata Jafaruddin.Ia meminta Pemerintah Aceh segera memperbaiki badan jalan Beureunuen-Meulaboh yang telah amblas tersebut. “Karena jika tidak, lambat laun korban akan jatuh di jalan amblas itu,” tuturnya. Rawan patah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Musdi Isbah, yang dihubungi Serambi, Kamis (24/6) menjelaskan, pihaknya sudah tiga tahun menangani pembangunan jalan provinsi tersebut, yang panjangnya 50 kilometer dengan total anggaran Rp 74 miliar bersumber dari Work Bank. Jalan tersebut dikerjakan sejak tahun 2007 dalam bentuk aspal hotmix, dimulai dari Kecamatan Keumala. “Kendati pembangunan jalan itu berasal dari Work Bank, tapi saat pencairan dana itu tetap menggunakan sistem di Indonesia. Artinya lanjutan pembangunan jalan itu harus menunggu proses DIPA. Tapi, sekarang ini proses pencairan dana sudah turun dan kita sudah bisa melanjutkan pengaspalan kembali jalan tersebut,” kata Musdi. Dikatakan, berdasarkan hasil survei di jalan Beurenuen-Meulabah pada tanggal 5 Mei 2009, teridentifikasi jalan tersebut rawan patah akibat kondisi tanah di pinggir jalan itu gembur. “Makanya, kami berusaha melobi pihak pendonor, agar bisa dibangun tanggul tebing sebagai penahan jalan tersebut. Karena jika jalan diaspal tanpa adanya pengaman jalan, sewaktu-waktu jalan tersebut bisa amblas. Apalagi jalan itu sering dilewati kendaraan berukuran besar. Untuk itu, perlu dibangun tanggul di pinggir jalan. Kalau tidak pengaspalan jalan akan sia-sia,” kata Musdi. Ia mengharapkan arus transportasi di jalur tersebut tidak boleh lumpuh dan masyarakat harus aman melintasi lintasan tersebut.(naz) |
|
|
|
|
|
#15 |
|
World Traveller
Join Date: May 2008
Location: INA
Posts: 20,282
|
yup, moga2 momod bisa bantu perbaiki judulnya. Sptnya, julukan Bumi Emping Melinjo bagus juga. Jadi, apakah Pidie memang penghasil emping melinjo terbesar di Indonesia?
|
|
|
|
|
|
#16 | |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
Quote:
|
|
|
|
|
|
|
#17 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
Tue, Jul 13th 2010, 09:58
Pemkab Komit Bangun Lahan Sentral Sayuran Ekonomi | Bisnis SIGLI–Pemkab Pidie menyatakan komitmennya untuk membangun lahan sentral sayuran seluas 400 hektar di Panton Rasi, Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie, dengan plot dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2010 sebesar Rp 1 miliar.Wakil bupati Pidie Nazir Adam SE MM kepada Serambi, Sabtu (10/7) ...
__________________
ada apa aceh pasca 2022? |
|
|
|
|
|
#19 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
ue, Jul 20th 2010, 11:23
Krueng Tangse Meluap Jalan Beureunuen-Meulaboh Rusak Utama SIGLI - Hujan deras dalam tiga hari terakhir menyebabkan Krueng (Sungai) Tangse, Pidie, meluap. Akibatnya, tiga titik jalan Beureunuen-Meulaboh, tepatnya di Desa Blang Dot, Dusun Kulu Krueng, dan Desa Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, rusak karena amblas. Rahmawati (35), warga Desa Blang Dot, kepada Serambi, Minggu (18/7) mengatakan, rusaknya ruas jalan Beureunuen-Meulaboh itu disebabkan meluapnya air Krueng Tangse pada Jumat (16/7) lalu. Menurutnya, air sungai tak leluasa mengalir karena tersumbat oleh pepohonan yang tumbang dari kawasan gunung. Luapan air sungai itu juga merendam rumah penduduk yang terletak di pinggir Krueng Tangse. Meski dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa, kata Rahmawati, tapi banyak ternak piaraan masyarakat yang mati karena terseret air bah. “Air sungai tersebut hanya beberapa jam saja meluap. Tapi, setelah air sungai surut, kami perhatikan beberapa titik jalan yang dekat dengan sungai telah amblas, akibat erosi,” tutur Rahmawati. Camat Tangse, Drs Jafaruddin yang dihubungi Serambi, Senin (19/7) menjelaskan, hujan yang mengguyur daerah pegunungan Tangse dan sekitarnya itu, telah menyebabkan tiga titik jalan nasional amblas. Ketiga titik jalan itu tersebar di Desa Blang Dot, Dusun Kulu Krueng, dan Desa Krueng Meriam. “Selebihnya ada juga jalan yang amblas, tapi sudah termasuk di dalam Kecamatan Mane,” kata Jafaruddin. Menurut Jafaruddin, amblasnya bibir jalan Beureunuen-Meulaboh itu, otomatis menimbulkan kerawanan bagi pengguna jalan dalam berlalu lintas, mengingat kendaraan sulit melintas karena badan jalan telah menyempit. Untuk itu, pengguna jalan harus ekstra hati-hati melintasi jalan tersebut demi menghindari jatuhnya korban jiwa. “Saat ini di lintasan Beureunuen-Meulaboh banyak titik jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Jalan tersebut juga rawan longsor, lebih-lebih di kawasan Desa Krueng Meriam,” ujar Jafaruddin. (naz)
__________________
ada apa aceh pasca 2022? |
|
|
|
|
|
#20 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2009
Location: NAGAN RAYA ACEH
Posts: 1,313
Likes (Received): 12
|
Fri, Jul 23rd 2010, 09:31
Breakwater Laweueng Butuh Dana Rp 15 M Pidie SIGLI-Untuk membangun tanggul pemecah ombak (breakwater) di pantai Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie membutuhkan dana sebesar Rp 15 miliar. Namun, pembangunan tanggul itu tidak dapat dilakukan setengah-setengah karena dikhawatirkan bisa mengakibatkan persoalan baru bagi masyarakat di desa sekitarnya. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Pidie, Ir Syamsurizal mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan hal ini ke pemerintah provinsi, cuma karena dana dibutuhkan besar kemungkinan tidak dapat diplot sekaligus. “Kita perkirakan membutuhkan dana sampai Rp 15 miliar untuk breakwater di Ujung Pie,” katanya kepada Serambi, Rabu (21/7). Kendati begitu, Pemerintah Aceh juga mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010 sebesar Rp 2,3 miliar, dan dari Otsus Rp 17,5 miliar. Namun, diprioritaskan di antaranya untuk pembuatan saluran irigasi yang juga dinilai mendesak. Sehingga proyek dalam jumlah besar itu diharapkan dapat diplotkan pada tahun mendatang. “Saluran irigasi sekarang ini yang memerlukan bantuan segera di tiga kecamatan, yaitu Glumpang Baro, Kembang Tanjung, Simpang Tiga, dan sebagian kecil Kecamatan Pidie. Cuma karena anggaran terbatas tidak dapat dikerjakan sekaligus, apalagi plot dari APBK Pidie juga minim,” ujar Syamsurizal, didampingi Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDA Pidie, Musallamini ST dan Kamaruddin Kasie Perencanaan setempat. Persoalan irigasi, tambah Syamsurizal, juga menjadi prioritasnya di tahun 2010. “Kita harapkan pembuatan irigasi untuk meningkatkan produktivitas petani yang selama ini sering mengeluhkan masalah kekurangan air,” katanya. (aya)
__________________
ada apa aceh pasca 2022? |
|
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|