daily menu » rate the banner | guess the city | one on one

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Pictures of Indonesia > Sulawesi, Kalimantan, Papua and Other Cities Pictures


Reply

 
Thread Tools Display Modes
Old October 18th, 2010, 03:23 PM   #1
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Kabupaten Butta Toa Bantaeng - Bumi Adat 12 (The New Bantaeng).

Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan

SELAMAT DATANG DI BUMI ADAT 12 BUTTA TOA BANTAENG


WELCOME TO OLD LAND BONTHAIN REGENCY










Last edited by Putra Bantaeng; November 24th, 2010 at 12:33 PM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 18th, 2010, 03:25 PM   #2
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Swasta Besar Malaysia Wujudkan The New Bantaeng City
Rabu, 10 Maret 2010 03:56 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 937 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah BUMN Sirim Bhd menjajaki pengembangan rumput laut dan nira, kini perusahaan swasta besar dari Malaysia, Bina Puri Holdings Bhd dan Dimara Holdings Sdn, Bhd menyatakan siap membantu pembangunan kota baru Bantaeng (the new Bantaeng city).

Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd, Tan Sri Datuk Tee Hock Seng yang tiba di Bantaeng, Selasa, bersama Pimpinan kelompok usaha Dimara Sdn Bhd, K.C Ang dan lima orang pengusaha lainnya menyatakan tekad untuk membantu pembangunan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

"Sudah lama kami berencana mau ke sini, sejak Januari 2010, namun selalu terkendala kesibukan dan berbagai kegiatan yang tidak bisa ditunda. Akhirnya, pada kesempatan inilah kami datang," ujar Tan Sri Datuk Tee Hock Seng saat diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan bupati.

Di Malaysia, Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd itu juga merupakan senator dan kerabat dekat Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak. Sejumlah proyek raksasa di berbagai negara, termasuk di Abudabi, Bandara Bangkok Thailand dan pusat perkantoran Putra Jaya ditangani perusahaan tersebut.

"Kami senang bisa datang ke Bantaeng. Mudah-mudahan kami dapat membantu membangun daerah yang penuh potensi ini," urainya di hadapan pejabat lingkup Pemda Bantaeng diantaranya Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Plt Sekkab H Thamrin Husain, Asisten II H Zainuddin Tahir dan sejumlah Kadis, Ka Badan lingkup Pemda.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan pengusaha besar negeri jiran tersebut. "Bagi pengusaha sekelas Tan Sri Datuk Tee Hock Seng dan K.C Ang, untuk membangun Bantaeng tentu tak masalah karena kota ini merupakan kota terkecil di Sulsel."

Meski wilayahnya kecil, namun Bantaeng pernah menjadi afdeling yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Karena itu, kami berharap kehadiran pengusaha kawakan Malaysia ini bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di selatan Sulsel.

Bupati juga menggambarkan perkembangan wilayahnya dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya revitalisasi pantai seluas lima hektare yang segera dibanguni hotel bintang tiga, rumah sakit dan sejumlah fasilitas bisnis lainnya.

Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga memiliki pelabuhan namun masih perlu disempurnahkan. Selain itu, sudah ada instalasi air bersih, cekdam pencegah banjir serta fasilitas pariwisata pantai Korong Batu.

Sedang pada dataran tinggi yang hanya berjarak 18 kilometer dari Kota Bantaeng, dikembangkan tanaman apel dan strawberry. Di kawasan tersebut juga kita bisa menikmati pemandangan indah serta empat kabupaten tetangga, ujar Bupati.

Khusus di dataran rendah, kini dikembangkan hortikultura untuk menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin N mengungkapkan rencana pengembangan RS yang dibangun tahun 1921 tersebut. RS kelas C diharapkan meningkat menjadi kelas B dan dijadikan RS Trauma Center.

Ini penting sebab kasus trauma yang selama ini dirujuk ke Makassar selalu terlambat karena faktor jarak. RS ini sudah didesain berlantai lima dan menjadi satu-satunya RS yang memiliki pemandangan laut dan gunung. (RY/K004)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 03:28 PM   #3
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Bantaeng Keluar dari Daerah Tertinggal di Indonesia
Minggu, 17 Oktober 2010 05:24 WITA | Ekonomi | Dibaca 25 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mengeluarkan Kabupaten Bantaeng dari daftar Kabupaten Daerah Tertinggal di Indonesia.

Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim mengatakan hal itu setibanya di Bantaeng, Sabtu. Menurut Bakhtiar, pernyataan dikeluarkannya daerah berjuluk Butta Toa ini dari daerah tertinggal di Indonesia dikemukakan Alvin, Staf Ahli Kementerian PDT Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, pekan ini.

Rakor tersebut diikuti Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, serta Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim. Menurutnya, perubahan status tersebut berkat berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam dua tahun terakhir di bawah kendali Bupati HM Nurdin Abdullah dan Wakilnya HA Asli Mustadjab.

Bakhtiar yang juga Ketua Tanfisiah Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bantaeng mengatakan, terobosan yang dilakukan pasangan Nurani tersebut mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program pembangunan yang lebih berpihak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar.

Masih menurut Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng, dalam dua tahun, daerah ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dari 5,1 persen pada 2007 menjadi 7,3 persen pada 2009.

Angka kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan dari 61 persen menjadi 41 persen pada periode yang sama. Ia kemudian mengemukakan rasa terima kasihnya kepada Bupati, Wakil Bupati. Ketua DPRD dan anggota dewan serta petinggi daerah ini yang memberi dukungan terhadap Dinas Koperasi dan UKM yang bersentuhan langsung masyarakat.

"Atas dukungan tersebut, kami mampu melaksanakan program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng dan memberi andil dalam mengantar daerah ini keluar dari kategori daerah tertinggal berdasarkan penilaian Kementerian PDT," terangnya.

Ia berharap, program pembangunan yang sudah berpihak pada kepentingan masyarakat ini dapat lebih ditingkatkan sehingga harapan untuk menjadikan Bantaeng sebagai sentra perekonomian daerah di bagian selatan Sulsel dapat terwujud, urainya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 03:29 PM   #4
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Pembangunan Pasar Tradisional-Modern Bantaeng Dimulai
Minggu, 17 Oktober 2010 05:21 WITA | Daerah | Dibaca 22 kali
Pembangunan Pasar Tradisional-Modern Bantaeng Dimulai
(FOTO/Dok.Humas Bantaeng)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, Sabtu, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisiona-Moderen di Bantaeng.

Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas umum bernilai Rp1,15 miliar bantuan Pemerintah Provinsi Sulsel tersebut disertai Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita Langgara, Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng Hj Lies F Nurdin dan unsur Muspida di daerah ini.

Saat itu, Pemda Kabupaten Bantaeng juga menyerahkan lima unit (dari tujuh unit) kendaraan roda empat merek Hilux kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Bupati, secara perlahan mimpi kita untuk memajukan daerah ini akan terwujud. Mimpi-mimpi kita selama ini semakin jelas. Karena itu, ia berharap kepada semua pihak termasuk masyarakat agar memberikan partisipasi dengan baik.

"APBD kita memang terkecil di Sulsel, tapi kita bisa membangun. Itu karena komitmen untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah andalan di bagian selatan Sulsel," tandasnya.

Agar komitmen tersebut tetap terjamin, ia mengajak semua pihak, terutama masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif sebab hanya dengan kondisi keamanan yang baiklah, rezki akan datang ke daerah kita.

"Orang mau berinvestasi bila ada jaminan keamanan. Karena itu, mari kita jaga bersama daerah kita sehingga Bantaeng tetap menjadi model pembangunan daerah lainnya di Sulsel," pintanya.

Agar fasilitas yang kita bangun dapat berfungsi dengan baik, ia berharap masyarakat memanfaatkannya dengan baik pula. "Kalau sudah ada pasar moderen, jangan lagi menghabiskan uang di tempat lain agar perputaran ekonomi daerah tetap terjamin," Ujar Bupati.

Untuk menjadikan kawasan ini menjadi tempat persinggahan yang representatif, pasar ini akan dilengkapi fasilitas tempat istirahat, ganti pakaian, fasilitas ibadah hingga Rusunawa.

Kepala Dinas Perindag Tamben Kabupaten Bantaeng H Abdul Gani melaporkan, pembangunan Pasar Tradisional-Moderen ini akan melengkapi fasilitas wisata laut Marina Beach Korong Batu.

Pembangunan tahap awal yang merupakan bantuan hibah Gubernur Sulsel ini diharapkan rampung hingga akhir tahun ini. Pembangunan ini merupakan yang pertama dari 16 kabupaten untuk tahun 2010.

Luas bangunan awal yang dibangun PT Putra Hadi ini, terang Abdul Gani berukuran 30 X 25 m2 atau 750 m2 yang terdiri dua lods kering dan 1 lods basah yang dapat menampung 56 pedagang.

Untuk pembangunan lanjutannya, akan dilakukan Pemda Kabupaten Bantaeng berupa pembangunan fasilitas bangunan dan fasilitas umum memanfaatkan lahan 3.000 m2 memanfaatkan dana APBN 2011 sebesar Rp6 miliar.

Dana sebanyak itu akan digunakan untuk pembangunan kios di sekeliling lods, pembangunan musallah, shower, kamar ganti, serta area parkir yang menampung kendaraan dalam jumlah banyak.

Ia berharap, kehadiran pasar tradisional-moderen ini mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru serta wirausaha baru yang pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan dan berdampak pada pendapatan asli daerah serta penurunan angka kemiskinan. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 03:33 PM   #5
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

RS Modern Bantaeng Habiskan Rp 70 M

Rumah Sakit Umum Prof Dr Anwar Makkatutu akan segera dibangun. Pekerjaan fisik RS yang lebih modern tersebut akan menghabiskan dana Rp 70 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun fasilitas ruang berlantai 5 dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Hal itu terungkap dalam ekspose rencana pembangunan RS yang berada di bibir pantai Kota Bantaeng, Senin (27/4). Ekspose dipandu Direktur RSU Bantaeng, dr HM Syafruddin Nurdin, M.Kes. Hadir Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekkab H Syamsuddin, serta pimpinan SKPD.
Aswin Griksa Fitranto, IAI, konsultan perencana pembangunan RSU Bantaeng mengatakan, pembangunan konstruksi akan berlangsung selama 2 tahun. Untuk menunjang pembangunan tersebut, Pemkab melalui Dinas PU segera melakukan reklamasi.
Kepala Dinas PU, H Zainuddin Tahir menjelaskan, tahap awal reklamasi dimulai awal Mei 2009 dan dilakukan di areal seluas 3,5 hekar. Diapun memuji para perencana yang memanfaatkan lahan sehemat mungkin untuk memberi ruang terhadap fasilitas penunjang yang bisa berdampak positif terhadap pasien.
''Dengan memanfaatkan keindahan laut dan gunung serta kenyamanan pasien, mudah-mudahan bisa menjadi faktor penyembuh bagi pasien yang menderita sakit ringan,'' tuturnya.
Zainuddin juga minta RS Bantaeng memiliki ciri khas dengan mempertimbangkan budaya daerah. Meski begitu, Kadis Kesehatan Dr Takudaeng berharap, perencanaan RS ini memperhatikan penanganan limbah medis. Direktur RS Bantaeng, dr Syafruddin Nurdin mengaku, tim perencana sudah mempertimbangkan berbagai aspek penunjang, termasuk masalah buangan limbah.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu meminta para pihak yang terkait agar memberi perhatian penuh terhadap rencana pembangunan RS Bantaeng. Sebab RS ini diharapkan tidak hanya menjadi RS terindah di Sulsel, tapi juga menjadi RS plus karena letaknya yang strategis
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 03:36 PM   #6
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Bantaeng Bakal Punya Pabrik Cairan Infus

Penandatanganan naskah kesepahaman disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Rachmat Latief, Dirut Perusda Sulsel Haris Hody, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Bantaeng M Yasin, Kepala Bappeda Bantaeng Zainuddin Tahir, Kadiskes Bantaeng dr Hj Takudaeng, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr H M Syafruddin Nurdin, M.Kes dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulsel dan Bantaeng.

Kadiskes Sulsel Rachmat Latief mengatakan, kesepakatan diraih setelah melalui studi kerja ke PT Otsuka Indonesia di Lawang Jatim, membuat feasibility study untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan.

Ia juga mengatakan, pembangunan industri farmasi cairan infus di Sulsel merupakan rencana strategis Gubernur Sulsel di bidang kesehatan. Kehadiran industri ini diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian daerah, khususnya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan.

Selain itu, industri akan membuka peluang bagi tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan, sekaligus memenuhi kebutuhan obat di Indonesia yang mempunyai pangsa pasar 2,5 miliar dollar AS, terutama di kawasan timur Indonesia dan secara khusus di Sulsel.

Menurut Kadiskes Sulsel, pemberlakuan harmonisasi sistem peredaran obat dan standar pembuatan obat yang baik di kawasan ASEAN sejak 2008, akan membuka peluang besar, tak hanya pada pasar domestik tapi juga pasar global ASEAN, sekaligus menunjang program pelayanan kesehatan gratis yan ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman, bermutu, merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan industri cairan infus yang akan menelan investasi Rp 21 miliar ini merupakan bagian dari mimpi untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang unggul dan diperhitungkan.

Menurut Gubernur, masalah kesehatan dan pendidikan mendapat perhatian serius karena hanya dengan pendidikan, kita bisa maju, namun tanpa kesehatan juga tak ada artinya yang kita lakukan.

Salah satu kebutuhan tersebut Sulsel membutuhkan cairan infus 5.250.000 botol/tahun atau sekitar 10 juta botol/tahun di kawasan timur Indonesia. Cairan infus ini, lanjut Gubernur dibutuhkan semua pihak. Karena itu, kita ingin bila kita sakit tersedia fasilitas kesehatan dan obatnya.

"Saya merindukan, kelak suatu saat Sulsel memiliki rumah sakit yang luar biasa, ada fasilitas umum seperti karebosi di tengah laut, ada istana di luar Jawa yang ada di Makassar serta kereta api dari Parepare," urainya.

Itulah sebabnya, Pemprov juga sudah membangun industri kaporit di Jeneponto yang sebelumnya kita datangkan dari Surabaya, bahkan impor. "Bodohnya kita selama ini karena hal itu sebenarnya bisa kita bangun lalu kita impor. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak," ucapnya.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah melaporkan perkembangan pembangunan di wilayah kerjanya yang sudah berhasil melakukan ekspor produk perikanan melalui PT Global Seafood International Indonesia (GSII), ekspor biji kapuk dan akan disusul ekspor talas.

Bupati menyambut baik kesepakatan pembangunan industri farmasi di wilayahnya. Ini sangat sesuai sebab air yang akan diolah menjadi cairan infus di Kecamatan Ere Merasa memiliki NTU 0,0 persen. Melalui pemanfaatan potensi air ini diharapkan akan lebih berdaya saing tinggi, ujar Bupati.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:55 PM   #7
kang rey
Registered User
 
kang rey's Avatar
 
Join Date: May 2009
Location: Bogor_Kendari_Sulawesi Tenggara
Posts: 1,932
Likes (Received): 54

copas dari google

kang rey no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 01:40 AM   #8
eurico
Yes they are
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 13,994
Likes (Received): 170

Wah selamat atas dibukanya thread Bantaeng New City ini, menurut saya alangkah lebih baik apabila judul threadnya diganti menjadi Bantaeng Project and Development, sehingga kedepannya tidak hanya berita n update proyek Bantaeng New City saja yg tercover dan cakupannya lebih luas, ini saran saja untuk thread starternya, cheers
__________________
Never interrupt your enemy when he is making a mistake
eurico no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 04:57 AM   #9
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

makasih mas.. atas sarannya.. tapi bagaimana ya cara mengubah judul threadnya???

Last edited by Putra Bantaeng; October 20th, 2010 at 11:46 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 05:11 AM   #10
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

mas gmn cara mengubah judul threadx ya....
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 05:30 AM   #11
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19


Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 06:02 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 05:43 AM   #12
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19


Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 06:03 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 05:02 AM   #13
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19


Bantaeng Bentuk Brigade Siaga Bencana

Bantaeng, RCA News- Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyiagakan Brigade Siaga Bencana menyusul kondisi cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir. Brigade ini terdiri atas tim dokter, satgas pemadam, dan tim evakuasi.

Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Siaga Bencana Bantaeng, Abdullah Taibe mengatakan, untuk menunjang kerja tim tersebut, disiagakan kendaraan pemadam kabakaran dan kendaraan penyuplainya masing-masing tiga unit. Terdapat enam unit ambulans dan tiga unit perahu evakuasi.

"Kami upayakan semaksimal mungkin agar tim ini bisa mengantisipasi semua musibah kecil dan besar, baik di darat maupun laut," katanya sambil menghimbau masyarakat segera menghubungi 113, 118 dan 22724 bila terjadi musibah di sekitarnya.

Keanggotaan Brigade Siaga Bencana masing-masing, delapan anggota tim SAR, 15 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan 40 tenaga medis, dan tiga dokter terlatih bencana. Mereka kini dalam kondisi siaga 24 jam.

Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 07:47 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:00 AM   #14
bkz010019
Registered User
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 1,731
Likes (Received): 6

@Putra Bantaeng: coba deh lihat di http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=515217

Itu addres gambar diselipkan diantara [IMG]xxxxxxxx[/IMG]

Jadi copy image address (= xxxxxxxxxxx) kemudian selipkan diantara [IMG][/IMG]

Semoga berhasil......
bkz010019 no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:07 AM   #15
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Terima kasih.. atas infox..
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:14 AM   #16
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19




Quote:
Penguasa Bonthain periode 2008-2013 (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) memiliki keinginan yang kuat dalam mewujudkan Bonthain yang lebih maju ke depannya. Sebuah rumah sakit moderen akan dibangun bersamaan dengan Bonthain Beach Hotel. Rumah sakit yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bantaeng. Bahkan lebih luas lagi hingga ke daerah tetangga yakni Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Selayar.

Insya Allah disini akan dibangun RSUD Prof. DR. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng

Kalimat ini tertulis pada spanduk yang dibentangkan di lokasi rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:17 AM   #17
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19

Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:19 AM   #18
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: Bantaeng, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta
Posts: 1,243
Likes (Received): 19


Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Terletak dibagian selatan provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 395,83 km² atau 39.583 Ha, yang dirinci berdasarkan Lahan Sawah mencapai 7.253 Ha (18,32%) dan Lahan Kering mencapai 32.330 Ha. Secara administrasi Kabupaten Bantaeng terdiri atas 8 kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan dan 46 desa. Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa (sumber data BPS Bantaeng 2008). Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepanjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut.

Bantaeng Butta toa

Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5o21'23"-5o35'26" lintang selatan dan 119o51'42"-120o5'26"bujur timur. Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan. Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.

Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk dikembangkan lebih lanjut. Lahan yang dimilikinya ±39.583 Ha. Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Hektar dan hutan lindung 2.773 hektare. secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Hektar (2006).

Karena sebagian besar penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sektor pertanian. Masuk dalam pengembangan Karaeng Lompo sebab memang jenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini. Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.

Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk dikembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang dimasa mendatang, namun membutuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Industri-industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau daun lontar, dan lain-lain.

Pariwisata Sektor lain yang perlu diperhitungkan adalah sektor pariwisata. Kabupaten Bantaeng memiliki peninggalan sejarah yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Tak heran memang jika pemerintah kabupaten setempat sangat menaruh perhatian terhadap pariwisata. Terbukti direnovasinya berbagai objek wisata alam menjadi tempat menarik, sepeti permandian alam Bissappu. Juga dipeliharanya peningalan-peninggalan sejarah seperti Balla Tujua yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat.

Kabupaten Bantaeng terus berpacu dengan daerah lainnya dengan mengembangkan penataan kota melaui pembuatan taman, drainase, lampu jalan, dan lain-lain

Sejarah Yang Terlupakan

Komunitas Onto memiliki sejarah tersendiri yang menjadi cikal bakal Bantaeng. Menurut Karaeng Imran Masualle salah satu generasi penerus dari kerajaan Bantaeng, dulunya daerah Bantaeng ini masih berupa lautan. Hanya beberapa tempat tertentu saja yang berupa daratan yaitu daerah Onto dan beberapa daerah di sekitarnya yaitu Sinoa, Bisampole, Gantarang keke, Mamapang, Katapang dan Lawi-Lawi. Masing-masing daerah ini memiliki pemimpin sendiri-sendiri yang disebut dengan Kare’. Suatu ketika para Kare yang semuanya ada tujuh orang tersebut, bermufakat untuk mengangkat satu orang yang akan memimpin mereka semua.

Sebelum itu mereka sepakat untuk melakukan pertapaan lebih dulu, untuk meminta petunjuk kepada Dewata (Yang Maha Kuasa) siapa kira-kira yang tepat menjadi pemimpin mereka. Lokasi pertapaan yang dipilih adalah daerah Onto. Ketujuh Kare itu kemudian bersamadi di tempat itu. Tempat-tempat samadi itu sekarang disimbolkan dengan Balla Tujua (tujuh rumah kecil yang beratap, berdidinding dan bertiang bambu). Pada saat mereka bersemadi, turunlah cahaya ke Kare Bisampole (Pimpinan daerah Bisampole) dan terdengar suara :”Apangaseng antu Nuboya Nakadinging-dinginganna” (Apa yang engkau cari dalam cuaca dingin seperti ini). Lalu Kare Bisampole menjelaskan maksud kedatangannya untuk mencari orang yang tepat memimpin mereka semua, agar tidak lagi terpisah-pisah seperti sekarang ini. Lalu kembali terdengar suara: “Ammuko mangemako rimamampang ribuangayya Risalu Cinranayya (Besok datanglah kesatu tempat permandian yang terbuat dari bamboo).

Keesokan harinya mereka mencari tempat yang dimaksud di daerah Onto. Di tempat itu mereka menemukan seorang laki-laki sedang mandi. “Inilah kemudian yang disebut dengan To Manurunga ri Onto,” jelas Karaeng Burhanuddin salah seorang dari generasi kerajaan Bantaeng. Lalu ketujuh Kare menyampaikan tujuannya untuk mencari pemimpin, sekaligus meminta Tomanurung untuk memimpin mereka. Tomanurung menyatakan kesediaannya, tapi dengan syarat. “Eroja nuangka anjari Karaeng, tapi nakkepa anging kau leko kayu, nakke je’ne massolong ikau sampara mamanyu” (saya mau diangkat menjadi raja pemimpin kalian tapi saya ibarat angin dan kalian adalah ibarat daun, saya air yang mengalir dan kalian adalah kayu yang hanyut),” kata Tomanurung.

Ketujuh Kare, yang diwakili oleh Kare Bisampole pun menyahut; “Kutarimai Pakpalanu tapi kualleko pammajiki tangkualleko pakkodii, Kualleko tambara tangkualleko racung.” (Saya terima permintaanmu tapi kau hanya kuangkat jadi raja untuk mendatangkan kebaikan dan bukan untuk keburukan, juga engkau kuangkat jadi raja untuk jadi obat dan bukannya racun). Maka jadilah Tomanurung ri Onto ini sebagai raja bagi mereka semua. Dan pada saat ia memandang ke segala penjuru maka daerah yang tadinya laut berubah menjadi daratan. Tomanurung ini sendiri lalu mengawini gadis Onto yang dijuluki Dampang Onto (Gadis jelitanya Onto)

Setelah itu mereka pun berangkat ke arah yang sekarang disebut gamacayya. Di satu tempat mereka bernaung di bawah pohon lalu bertanyalah Tomanurung pohon apa ini, dijawab oleh Kare Bisampole: Pohon Taeng sambil memandang kearah enam kare yang lain. Serentak kenam kare yang lain menyatakan Ba’ (tanda membenarkan dalam bahasa setempat). Dari sinilah kemudian muncul kata Bantaeng dari dua kata tadi yaitu Ba’ dan Taeng jelas Karaeng Imran Masualle.

Konon karena daerah Onto ini menjadi daerah sakral dan perlindungan bagi keturunan raja Bnataeng bila mendapat masaalah yang besar, maka bagi anak keturunan kerajaan tidak boleh sembarangan memasuki daerah ini, kecuali diserang musuh atau dipakaikan dulu tanduk dari emas. Namun kini hal itu hanya cerita. Karena menurut Karaeng Burhanuddin semua itu telah berubah akibat kebijakan Pemda yang telah melakukan tata ruang terhadap daerah ini. Kini Kesakralan daerah itu hanya tinggal kenangan.


Tanggal 7 (Tujuh) menunjukkan simbol Balla Tujua di Onto, dan Tau Tujua yang memerintah dimasa lalu, yaitu : Kare Onto, Bissampole, Sinowa, Gantarangkeke, Mamampang, Mamampang, Katapang dan Lawi-Lawi.

Selain itu, sejarah menunjukkan, bahwa pada tanggal 7 Juli 1667 terjadi perang Makassar, dimana tentara Belanda mendarat lebih dahulu di Bantaeng sebelum menyerang Gowa karena letaknya yang strategis sebagai bandar pelabuhan dan lumbung pasngan Kerajaan Gowa. Serangan Belanda tersebut gagal, karena ternyata dengan semangat patriotiseme rakyat Bantaeng sebagai bagian Kerajaan Gowa pada waktu itu mengadakan perlawanan besar-besaran.

Bulan 12 (dua belas),menunjukkan sistim Hadat 12 atau semacam DPRD sekarang, yang terdiri dari perwakilan rakyat melalui Unsur Jannang (Kepala Kampung) sebagai anggotanya, yang secara demokratis mennetapkan kebijaksanaan pemerintahan bersama Karaeng Bantaeng.

Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada, ketika kerajaan Singosari dibawah pemerintahan Raja Kertanegaramemperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.

Bahkan menurut Prof. Nurudin Syahadat, Bantaeng sudah ada sejak tahun 500 masehi, sehiongga dijuluki Butta Toa atau Tanah Tuo (Tanah bersejarah).

selanjutnya laporan peneliti Amerika Serikat Wayne A. Bougas menyatakan Bantayan adalah Kerajaan Makassar awal tahun 1200-1600, dibuktikan dengan ditemukannya penelitian arkeolog dan para penggali keramik pada bagian penting wilayah Bantaeng yakni berasal dari dinasti Sung (960-1279) dan dari dinasti Yuan (1279-1368).

Dengan demikian, maka sesuai kesepakatan yang telah dicapai oleh para pakar sejarah,sesepuh dan tokoh masyarakat Bantaeng pada tanggal 2-4 Juli 1999. berdasarkan Keputusan Mubes KKB nomor 12/Mubes KKB/VII/1999 tanggal 4 Juli 1999 tentang penetapan Hari Jadi Bantaeng maupun kesepatan anggota DPRD Tingkat II Bantaeng, telah memutuskan bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254, Peraturan Daerah Nomor: 28 tahun 1999.

1. Bantayan pada awalnya sebagai Kerajaan yakni tahun 1254 - 1293 yang mana diperintah oleh Mula Tau yang bergelar To Toa
yang memimpin Kerajaan Bantaeng yang terdiri dari 7 Kawasan yang masing diantaranya dipimpin oleh Karaeng,
yaitu Kare Onto, Kare Bissampole, Kare Sinoa, Kare Gantarang Keke, Kare Mamampang, Kare Katampang dan Kare Lawi-Lawi,
yang semua Kare tersebut dikenal dengan nama “Tau Tujua”
2. Sesudah Mula Tau, maka Raja kedua yang memerintah yaitu Raja Massaniaga pada tahun 1293.
3. Pada tahun 1293 - 1332 dipimpin oleh To Manurung atau yang bergelar Karaeng Loeya.
4. Tahun 1332 - 1362 dipimpin oleh Massaniaga Maratung.
5. Tahun 1368 - 1397 dipimpin oleh Maradiya.
6. Tahun 1397 - 1425 dipimpin oleh Massanigaya.
7. Tahun 1425 - 1453 dipimpin oleh I Janggong yang bergelar Karaeng Loeya.
8. Tahun 1453 - 1482 dipimpin oleh Massaniga Karaeng Bangsa Niaga.
9. Tahun 1482 - 1509 dipimpin oleh Daengta Karaeng Putu Dala atau disebut Punta Dolangang.
10. Tahun 1509 - 1532 dipimpin oleh Daengta Karaeng Pueya.
11. Tahun 1532 - 1560 dipimpin oleh Daengta Karaeng Dewata.
12. Tahun 1560 - 1576 dipimpin oleh I Buce Karaeng Bondeng Tuni Tambanga.
13. Tahun 1576 - 1590 dipimpin oleh I Marawang Karaeng Barrang Tumaparisika Bokona.
14. Tahun 1590 - 1620 dipimpin oleh Massakirang Daeng Mamangung Karaeng Majjombea Matinroa ri Jalanjang Latenri Rua.
15. Tahun 1620 - 1652 dipimpin oleh Daengta Karaeng Bonang yang bergelar Karaeng Loeya.
16. Tahun 1652 - 1670 dipimpin oleh Daengta Karaeng Baso To Ilanga ri Tamallangnge.
17. Tahun 1670 - 1672 dipimpin oleh Mangkawani Daeng Talele.
18. Tahun 1672 - 1687 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Baso ( kedua kalinya ).
19. Tahun 1687 - 1724 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Ngalle.
20. Tahun 1724 - 1756 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Manangkasi.
21. Tahun 1756 - 1787 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Loka.
22. Tahun 1787 - 1825 dipimpin oleh Ibagala Daeng Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang.
23. Tahun 1825 - 1826 dipimpin oleh La Tjalleng To Mangnguliling Karaeng Tallu Dongkonga ri Bantaeng
yang bergelar Karaeng Loeya ri Lembang.
24. Tahun 1826 - 1830 dipimpin oleh Daeng To Nace ( Janda Permaisuri, Kr. Bagala Dg. Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang ).
25. Tahun 1830 - 1850 dipimpin oleh Mappaumba Daeng To Magassing.
26. Tahun 1850 - 1860 dipimpin oleh Daeng To Pasaurang.
27. Tahun 1860 - 1866 dipimpin oleh Karaeng Basunu.
28. Tahun 1866 - 1877 dipimpin oleh Karaeng Butung.
29. Tahun 1877 - 1913 dipimpin oleh Karaeng Panawang.
30. Tahun 1913 - 1933 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi.
31. Tahun 1933 - 1939 dipimpin oleh Karaeng Mangkala
32. Tahun 1939 - 1945 dipimpin oleh Karaeng Andi Mannapiang
33. Tahun 1945 - 1950 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi (kedua kalinya).
34. Tahun 1950 - 1952 dipimpin oleh Karaeng Andi Mannapiang (kedua kalinya).
35. Tahun 1952 - Karaeng Massoelle ( sebagai pelaksana tugas ).

Sejak terbentuknya Kabupaten daerah Tingkat II Bantaeng berdasarkasn UU Nomor 29 Tahun 1959, Bupati Kepala Daerah Tingkat II yang pertama dilantik pada tanggal 1 Pebruari 1960. Adapun pejabat pemerintahan sejak terbentuknya Kabupaten Bantaeng sebagai berikut:

1. A. Rifai Bulu Tahun 1960-1965.

2. Aru Saleh Tahun 1965-1966.

3. Solthan Tahun 1966-1971.

4. H. Solthan Tahun 1971-1978.

5. Drs. H. Darwis Wahab Tahun 1978-1988.

6. Drs. H. Malingkai Maknun Tahun 1988-1993.

7. Drs. H. said Saggaf Tahun 1993-1998.

8. Drs. H. Azikin Solthan, M. Si Tahun 1998 - 2008.

9. Prof.Dr.Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr Tahun 2008 - 2013.

Last edited by Putra Bantaeng; October 20th, 2010 at 11:59 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 08:20 AM   #19
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 8,848

Mantap Bro..threadnya..
seneng melihat satu persatu daerah Sulsel mulai bangkit dari ketertinggalan dan semoga Bantaeng bisa jadi pioneer pembangunan di bagian Selatan

oia..jika Putra Bantaeng mau ganti judul thread bisa di request disini http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=112047
Sony Sjklw no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 04:05 PM   #20
Ocean One
Life On the Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42

Dahsyat neh thread baru Bantaeng, baru 2 hari dah 3page. Congratz n thx buat Putar Bantaeng as starter thread...
Ocean One no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 05:51 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2013, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.1.2 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2013 DragonByte Technologies Ltd.
vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2013 DragonByte Technologies Ltd. (Resources saved on this page: MySQL 33.33%)

SkyscraperCity - In Urbanity We Trust

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu