daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old November 20th, 2012, 01:11 PM   #1
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Languages and Dialects of Indonesia

Beberapa sumber menyebutkan kalau ragam bahasa di Indonesia lebih dari 700 bahasa

Dibawah ini keragaman bahasa di Indonesia menurut Kemendikbud

Quote:
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Mahsun, mengatakan bahwa Indonesia kaya akan ragam bahasa. Jumlahnya terus bertambah seiring penelitian yang terus dilakukan.

Pihaknya mencatat sedikitnya ada 442 bahasa yang dimiliki Indonesia yang terungkap dalam Kongres Bahasa ke-9 yang digelar 2008 silam. Pada 2012, penelitian berlanjut dengan mengambil sampel di 70 lokasi di wilayah Maluku dan Papua. Hasil dari penelitian itu, jumlah bahasa dan sub bahasa di seluruh Indonesia mencapai 546 bahasa.

"Jumlahnya akan lebih banyak karena penelitian belum selesai," kata Mahsun, Jumat (31/8/2012), di gedung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Jakarta.

Tak sampai di situ, tahun depan, Mahsun optimistis jumlahnya akan menembus 600 jenis karena penelitian kembali dilakukan dengan mengambil sampel di 109 wilayah.

"Pihak luar juga melakukan penelitian bahasa di Indonesia dan jumlahnya berbeda-beda. Tetapi yang paling akurat hanya kita," tandasnya.
Sumber
Yang jelas, bahasa di Indonesia salah satu yang paling beragam di dunia dan mencakup 10% dari seluruh bahasa yang ada
Mohon partisipasi saudara-saudara semua untuk berbagi segala informasi tentang berbagai bahasa yang dituturkan di Indonesia
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia
Namewee no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old November 20th, 2012, 01:17 PM   #2
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

"Apa kabar" dalam 13 bahasa daerah

Quote:
Bahasa Sunda: KUMAHA KABARNA ?
Bahasa Cirebon = priben kabare?
Bahasa Jawa (Surabaya): Yok opo kabare rek?
Bahasa Jawa (solo, yogya) : Piye kabare ?
Bahasa betawi : gimane kabarnye ?
Bahasa Dayak (banjar) : napa habar ?
Bahasa dayak (ngaju) = Narai….kabar..?
Bahasa Aceh = Peu na haba?
Bahasa Sumbar = Ba a kabanyo?
Bahasa Makasar = apa kareba?
Bahasa Bima NTB= bune haba?
Bahasa Nias = Hadia Duria?
Bahasa Kalsel = kyapa habar pian?
Sumber

Silahkan ditambahkan untuk bahasa lainnya
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia

Last edited by Namewee; November 20th, 2012 at 02:51 PM.
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 01:19 PM   #3
Mehome
Moved
 
Mehome's Avatar
 
Join Date: Dec 2010
Location: uaceland
Posts: 4,189
Likes (Received): 982

Saya ragu deh kalau jumlahnya 700, sepertinya lebihlah..

Contoh saja, di kepulauan Mentawai ada 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai utara dan Pagai selatan. Nah di Siberut saja bahasanya beda antara di bagian barat, timur dan selatan. Dan bahasa Siberut ini juga berbeda dgn di Sipora dan Pagai. Itu contoh dari 1 kepulauan kecil saja.

Belum lagi di Nias, Simeuleu etc etc

Lalu pengertian sub-bahasa apa ya?

Anyway, thread yang bagus
__________________
Rotary Club D3400 Indonesia
Mehome no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 01:43 PM   #4
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Quote:
Originally Posted by Mehome View Post
Saya ragu deh kalau jumlahnya 700, sepertinya lebihlah..

Contoh saja, di kepulauan Mentawai ada 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai utara dan Pagai selatan. Nah di Siberut saja bahasanya beda antara di bagian barat, timur dan selatan. Dan bahasa Siberut ini juga berbeda dgn di Sipora dan Pagai. Itu contoh dari 1 kepulauan kecil saja.

Belum lagi di Nias, Simeuleu etc etc

Lalu pengertian sub-bahasa apa ya?

Anyway, thread yang bagus
Sub-bahasa bisa dikatakan penggolongan lebih detail terhadap sebuah rumpun bahasa, contohnya bahasa daerah. Tapi tidak semua bahasa daerah memiliki sub-bahasa

Misalnya bahasa batak. Salah satu sub-bahasa batak yang banyak penuturnya adalah bahasa batak simalungun. Bahasa batak simalungun tersebut juga memiliki empat dialek yaitu Silimakuta, Raya, Topi Pasir, dan Jahe-jahe. Namun dialek-dialik tersebut tidak disebut sebagai sub-bahasa karena kesemuanya nyaris sama

Untuk mentawai, mereka mempunyai bahasa yang digolongkan berbeda dengan bahasa Minangkabau (bukan sub-bahasa Minangkabau). Jadi di Sumatera Barat ada 2 bahasa daerah, yaitu bahasa Mentawai dan bahasa Minangkabau.

Kurang lebih begitulah sis. cmiiw

Anda sendiri berasal darimana ya??
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia

Last edited by Namewee; November 20th, 2012 at 02:08 PM.
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 02:40 PM   #5
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Beberapa bahasa di Indonesia berdasarkan jumlah penutur


Selengkapnya
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 03:44 PM   #6
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,716
Likes (Received): 763

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Sub-bahasa bisa dikatakan penggolongan lebih detail terhadap sebuah rumpun bahasa, contohnya bahasa daerah. Tapi tidak semua bahasa daerah memiliki sub-bahasa

Misalnya bahasa batak. Salah satu sub-bahasa batak yang banyak penuturnya adalah bahasa batak simalungun. Bahasa batak simalungun tersebut juga memiliki empat dialek yaitu Silimakuta, Raya, Topi Pasir, dan Jahe-jahe. Namun dialek-dialik tersebut tidak disebut sebagai sub-bahasa karena kesemuanya nyaris sama

Untuk mentawai, mereka mempunyai bahasa yang digolongkan berbeda dengan bahasa Minangkabau (bukan sub-bahasa Minangkabau). Jadi di Sumatera Barat ada 2 bahasa daerah, yaitu bahasa Mentawai dan bahasa Minangkabau.

Kurang lebih begitulah sis. cmiiw

Anda sendiri berasal darimana ya??
Tanya dong... sub bahasa itu apakah sama dengan dialek?
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 03:46 PM   #7
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,496
Likes (Received): 1344

beda, dialek ya dialek. sub-bahasa mungkin sama kata tapi beda arti. koreksi kalo salah.

Bahasa-Bahasa alay gak masuk hitungan eah kakak ?
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 04:15 PM   #8
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,496
Likes (Received): 1344

Quote:
Originally Posted by Mehome View Post
Saya ragu deh kalau jumlahnya 700, sepertinya lebihlah..

Contoh saja, di kepulauan Mentawai ada 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai utara dan Pagai selatan. Nah di Siberut saja bahasanya beda antara di bagian barat, timur dan selatan. Dan bahasa Siberut ini juga berbeda dgn di Sipora dan Pagai. Itu contoh dari 1 kepulauan kecil saja.

Belum lagi di Nias, Simeuleu etc etc

Lalu pengertian sub-bahasa apa ya?

Anyway, thread yang bagus
so do i, saya percaya ada 2000 lebih bahasa di indonesia beserta sub-bahasanya.

percaya atau tidak, di suatu daerah di kalimantan barat. beda RT aja accent ngomongnya beda. beda kota beda lagi gaya ngomong ditambah kata2 yang sama tapi beda arti.
sebagai contoh:

Dayak pedalaman melawi dan melayu :
Melayu : Aek (Air)
Dayak : Arai ( Air)
Melayu: Makan
Dayak: Makai
Melayu: Kemane ( Kemana)
Dayak: Kemenai
Melayu: Anjing
Dayak: Ukoi ( disini sudah beda )
Melayu: Kucing
Dayak: uncin (Kucing, sudah beda lagi )
Melayu: Beras
Dayak: Beraih
dll..

Banjar:
Ikam: kamu

Dayak kalbar:
Ikau : Kamu
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 04:32 PM   #9
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,716
Likes (Received): 763

Quote:
Originally Posted by embassyofaudrey View Post
beda, dialek ya dialek. sub-bahasa mungkin sama kata tapi beda arti. koreksi kalo salah.

Bahasa-Bahasa alay gak masuk hitungan eah kakak ?
Bedanya di mana?

cek link mbak wiki tentang dialek: http://en.wikipedia.org/wiki/Dialect
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 04:46 PM   #10
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,716
Likes (Received): 763

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Sub-bahasa bisa dikatakan penggolongan lebih detail terhadap sebuah rumpun bahasa, contohnya bahasa daerah. Tapi tidak semua bahasa daerah memiliki sub-bahasa

Misalnya bahasa batak. Salah satu sub-bahasa batak yang banyak penuturnya adalah bahasa batak simalungun. Bahasa batak simalungun tersebut juga memiliki empat dialek yaitu Silimakuta, Raya, Topi Pasir, dan Jahe-jahe. Namun dialek-dialik tersebut tidak disebut sebagai sub-bahasa karena kesemuanya nyaris sama
Untuk mentawai, mereka mempunyai bahasa yang digolongkan berbeda dengan bahasa Minangkabau (bukan sub-bahasa Minangkabau). Jadi di Sumatera Barat ada 2 bahasa daerah, yaitu bahasa Mentawai dan bahasa Minangkabau.

Kurang lebih begitulah sis. cmiiw

Anda sendiri berasal darimana ya??
Lha terus, kembali ke pertanyaan saya semula, apa bedanya sub bahasa dengan dialek dan juga dengan aksen (accent)?

Sepanjang yang saya tahu, jika suatu daerah mempunyai cara pengucapan yang berbeda dengan orang dari daerah lain ketika berbicara dalam bahasa yang sama, itu berarti orang itu memiliki aksen. Misalnya: kita mendengar orang Jawa bicara dengan orang dari Sumatera Utara, kita bisa langsung tahu mana orang Jawa dan mana orang Sumut dari cara mereka bicara/mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Pihak-pihak yang terlibat pembicaraan sama sekali tidak menemui kesulitan dalam berkomunikasi, walaupun aksennya berbeda (tetapi bukan berarti aksen berbeda terus komunikasi pasti terus lancar).

Setahu saya, aksen biasanya terkait tentang cara pengucapan atau pronounciation.

Sementara itu, dalam bertutur kata sehari-hari, katakan dalam bahasa Jawa, orang Yogya bicara dalam dialek Yogya yang sangat berbeda dengan orang Banyumas. Pada saat kedua orang itu bertemu dan bicara dalam bahasa Jawa dengan dialek masing-masing, bisa dipastikan keduanya akan menemui kesulitan untuk saling mengerti topik pembicaraan. Karena dialeknya berbeda.

Dialek mungkin sebenarnya sudah mulai membuka adanya cabang bahasa baru. Ada perbedaan-perbedaan dalam beberapa kata, cara pengucapan, dan komunitas yang menggunakannya.

Lha kalau sudah begini terus sub bahasa terletak di mana?

Last edited by Venantio; November 20th, 2012 at 04:51 PM.
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 05:57 PM   #11
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Lha terus, kembali ke pertanyaan saya semula, apa bedanya sub bahasa dengan dialek dan juga dengan aksen (accent)?

Sepanjang yang saya tahu, jika suatu daerah mempunyai cara pengucapan yang berbeda dengan orang dari daerah lain ketika berbicara dalam bahasa yang sama, itu berarti orang itu memiliki aksen. Misalnya: kita mendengar orang Jawa bicara dengan orang dari Sumatera Utara, kita bisa langsung tahu mana orang Jawa dan mana orang Sumut dari cara mereka bicara/mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Pihak-pihak yang terlibat pembicaraan sama sekali tidak menemui kesulitan dalam berkomunikasi, walaupun aksennya berbeda (tetapi bukan berarti aksen berbeda terus komunikasi pasti terus lancar).

Setahu saya, aksen biasanya terkait tentang cara pengucapan atau pronounciation.

Sementara itu, dalam bertutur kata sehari-hari, katakan dalam bahasa Jawa, orang Yogya bicara dalam dialek Yogya yang sangat berbeda dengan orang Banyumas. Pada saat kedua orang itu bertemu dan bicara dalam bahasa Jawa dengan dialek masing-masing, bisa dipastikan keduanya akan menemui kesulitan untuk saling mengerti topik pembicaraan. Karena dialeknya berbeda.

Dialek mungkin sebenarnya sudah mulai membuka adanya cabang bahasa baru. Ada perbedaan-perbedaan dalam beberapa kata, cara pengucapan, dan komunitas yang menggunakannya.

Lha kalau sudah begini terus sub bahasa terletak di mana?
Suatu sub-bahasa telah digolongkan menjadi sebuah bahasa tersendiri. Seperti bahasa batak yang saya contohkan diatas. Bahasa batak memiliki beberapa sub-bahasa diantaranya bahasa batak toba, mandailing, simalungun dan angkola. Sehingga, bila kita menghitung keragaman bahasa di Indonesia, kesemua bahasa tersebut dihitung terpisah.

Secara awam saya mendefinisikan sub-bahasa adalah bermacam-macam jenis bahasa yang terdapat dalam satu rumpun bahasa. Mereka dikatakan serumpun bisa saja karena faktor geografis, penggunaan aksara yang sama atau kesamaan identitas penutur (misalnya etnis). Dan lebih banyak perbedaan daripada kemiripannya.

Ini jelas berbeda dengan dialek yang tak bisa digolongkan menjadi sebuah bahasa tersendiri. Apalagi aksen yang hanya berbeda berdasarkan pengucapan

Kalau memang anda merasa bahasa Banyumas berbeda jauh dengan Bahasa Yogya, silahkan lapor ke pihak berwajib
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 06:35 PM   #12
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,716
Likes (Received): 763

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Suatu sub-bahasa telah digolongkan menjadi sebuah bahasa tersendiri. Seperti bahasa batak yang saya contohkan diatas. Bahasa batak memiliki beberapa sub-bahasa diantaranya bahasa batak toba, mandailing, simalungun dan angkola. Sehingga, bila kita menghitung keragaman bahasa di Indonesia, kesemua bahasa tersebut dihitung terpisah.

Secara awam saya mendefinisikan sub-bahasa adalah bermacam-macam jenis bahasa yang terdapat dalam satu rumpun bahasa. Mereka dikatakan serumpun bisa saja karena faktor geografis, penggunaan aksara yang sama atau kesamaan identitas penutur (misalnya etnis). Dan lebih banyak perbedaan daripada kemiripannya.

Ini jelas berbeda dengan dialek yang tak bisa digolongkan menjadi sebuah bahasa tersendiri. Apalagi aksen yang hanya berbeda berdasarkan pengucapan

Kalau memang anda merasa bahasa Banyumas berbeda jauh dengan Bahasa Yogya, silahkan lapor ke pihak berwajib
Apakah sub bahasa bisa diartikan sebagai suatu bahasa turunan? Kalau begitu apakah Bahasa Indonesia bisa disebut sebagai sub bahasa Bahasa Melayu?

Sori, saya belum bisa membedakan apa sih sub bahasa itu?
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 07:33 PM   #13
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Apakah sub bahasa bisa diartikan sebagai suatu bahasa turunan? Kalau begitu apakah Bahasa Indonesia bisa disebut sebagai sub bahasa Bahasa Melayu?

Sori, saya belum bisa membedakan apa sih sub bahasa itu?
Suatu sub-bahasa belum tentu punya sejarah yang sejalan dengan sub-bahasa lainnya. Contohnya di Kalimantan ada yang bernama bahasa kayan karena penuturnya disebut suku Kayan. Sementara nama suku kayan sendiri terbentuk karena mereka (orang2 dayak dari serawak) mula-mula masuk ke Indonesia melalui aliran sungai kayan dan menetap di sana. Pastinya mereka semua tidak berasal dari kelompok yang sama dan tidak bertutur dengan bahasa yang sama. Tapi tetap bahasa yang mereka gunakan disebut bahasa kayan dan walau tidak berakar dari sejarah yang sama, tetap bahasa-bahasa mereka yang berbeda itu digolongkan kedalam sub-bahasa kayan

Untuk bahasa Indonesia, kalau saya tak salah mengadopsi salah satu dialek melayu yaitu dialek riau lingga. Bila dalam perkembangannya terjadi perubahan ketatabahasaan, pengucapan dan kosakata dalam bahasa Indonesia, berarti bahasa Indonesia bisa disebut sebagai sub-dialek dari dialek Riau Lingga
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 07:36 PM   #14
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,716
Likes (Received): 763

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Suatu sub-bahasa belum tentu punya sejarah yang sejalan dengan sub-bahasa lainnya. Contohnya di Kalimantan ada yang bernama bahasa kayan karena penuturnya disebut suku Kayan. Sementara nama suku kayan sendiri terbentuk karena mereka (orang2 dayak dari serawak) mula-mula masuk ke Indonesia melalui aliran sungai kayan dan menetap di sana. Pastinya mereka semua tidak berasal dari kelompok yang sama dan tidak bertutur dengan bahasa yang sama. Tapi tetap bahasa yang mereka gunakan disebut bahasa kayan dan walau tidak berakar dari sejarah yang sama, tetap bahasa-bahasa mereka yang berbeda itu digolongkan kedalam sub-bahasa kayan

Untuk bahasa Indonesia, kalau saya tak salah mengadopsi salah satu dialek melayu yaitu dialek riau lingga. Bila dalam perkembangannya terjadi perubahan ketatabahasaan, pengucapan dan kosakata dalam bahasa Indonesia, berarti bahasa Indonesia bisa disebut sebagai sub-dialek dari dialek Riau Lingga
Terima kasih... Boleh dibagi sumbernya? Atau link tentang hal ini?
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 09:59 PM   #15
Mehome
Moved
 
Mehome's Avatar
 
Join Date: Dec 2010
Location: uaceland
Posts: 4,189
Likes (Received): 982

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Sub-bahasa bisa dikatakan penggolongan lebih detail terhadap sebuah rumpun bahasa, contohnya bahasa daerah. Tapi tidak semua bahasa daerah memiliki sub-bahasa

Misalnya bahasa batak. Salah satu sub-bahasa batak yang banyak penuturnya adalah bahasa batak simalungun. Bahasa batak simalungun tersebut juga memiliki empat dialek yaitu Silimakuta, Raya, Topi Pasir, dan Jahe-jahe. Namun dialek-dialik tersebut tidak disebut sebagai sub-bahasa karena kesemuanya nyaris sama

Untuk mentawai, mereka mempunyai bahasa yang digolongkan berbeda dengan bahasa Minangkabau (bukan sub-bahasa Minangkabau). Jadi di Sumatera Barat ada 2 bahasa daerah, yaitu bahasa Mentawai dan bahasa Minangkabau.

Kurang lebih begitulah sis. cmiiw

Anda sendiri berasal darimana ya??
Waduh saya suka galau kalau ditanya asal mana bang

Soalnya saya blasteran es campur, intinya yang penting saya orang Indonesia aja deh

Oh kalau pengertian sub-bahasa seperti yang bang Namawee jelaskan, maka seharusnya bahasa Siberut, Sipora dan Pagai itu berdiri sendiri sebagai sebuah bahasa dong, bukan dialek. Sebab mereka alien satu sama lain, alias benar-benar sangat berbeda.

Lalu Sumatra Barat juga ga bisa dikatakan hanya memiliki 2 bahasa. Soalnya bahasa minang di Payakumbuh, Pariaman, Maninjau, Sijunjung itu berbeda-beda. Bukan hanya di dialek saja lo ya, ada beberapa kosakata yang bener-bener asing bagi penutur bahasa minang mainstream seperti saya

Kebetulan saya besar di kota Padang, disini antar kecamatan saja udah beda-beda cara ngomongnya, misalnya saja urang Kalawi, Pauh, Kalumbuk etc nah saya kurang yakin apakah itu perbedaan dialek atau memang perbedaan bahasa

Contoh

Di kota Padang, ada sebuah daerah yg disebut daerah Kuranji yang penduduknya disebut orang Kalawi

Bahasa Minangkabau Padang Mainstream
Lalidih (kangkung)
Lah habih padi dek jawi (sudah habis padi karena kerbau)

Bahasa Kalawi
Kolidai (kangkung)
Lah habaih padai dek jawai (sudah habis padi karena kerbau)
Saya dan kebanyakan orang Padang lainnya (mungkin) suka lucu kalau mendengar orang Kalawi ngomong hehehe

Terus perbedaan bahasa lain bisa dilihat disini

Indonesia : Apa katanya ke kamu?
Padang/Minang mainstream : A keceknyo ka kau?
Pariaman : A kate e bakeh kau?
Ludai : A kecek o ka rau?
Sungai Batang : Ea janyo ke kau?
Kurai : A jano kale gau?

Ada lagi bahasa Talu yang lebih "ekstrim" lagi, roaming banget kalau main kesana. Sangkan teh yuang!!
__________________
Rotary Club D3400 Indonesia

Last edited by Mehome; November 20th, 2012 at 10:15 PM.
Mehome no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 10:18 PM   #16
vindoarga
Ing Ngarsa Sung Tuladha
 
vindoarga's Avatar
 
Join Date: Nov 2009
Location: Madiun
Posts: 1,482
Likes (Received): 150


wah mungkin perbedaannya mirip orang surabaya ketemu orang banyumas atau cirebon kali yak?
ngomongnya mesti pelan-pelan dulu kalo mau memahami
__________________

Bhumcaya Jalesu Jayamahe
vindoarga no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 10:58 PM   #17
Mehome
Moved
 
Mehome's Avatar
 
Join Date: Dec 2010
Location: uaceland
Posts: 4,189
Likes (Received): 982

Hehehe thanks god banget kita udah punya bahasa Indonesia, coba kalau tidak, di forum ini mungkin kita kudu pake bahasa inggris semua
__________________
Rotary Club D3400 Indonesia
Mehome no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2012, 11:05 PM   #18
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,716
Likes (Received): 763

Quote:
Originally Posted by Mehome View Post
Waduh saya suka galau kalau ditanya asal mana bang

Soalnya saya blasteran es campur, intinya yang penting saya orang Indonesia aja deh

Oh kalau pengertian sub-bahasa seperti yang bang Namawee jelaskan, maka seharusnya bahasa Siberut, Sipora dan Pagai itu berdiri sendiri sebagai sebuah bahasa dong, bukan dialek. Sebab mereka alien satu sama lain, alias benar-benar sangat berbeda.

Lalu Sumatra Barat juga ga bisa dikatakan hanya memiliki 2 bahasa. Soalnya bahasa minang di Payakumbuh, Pariaman, Maninjau, Sijunjung itu berbeda-beda. Bukan hanya di dialek saja lo ya, ada beberapa kosakata yang bener-bener asing bagi penutur bahasa minang mainstream seperti saya

Kebetulan saya besar di kota Padang, disini antar kecamatan saja udah beda-beda cara ngomongnya, misalnya saja urang Kalawi, Pauh, Kalumbuk etc nah saya kurang yakin apakah itu perbedaan dialek atau memang perbedaan bahasa

Contoh

Di kota Padang, ada sebuah daerah yg disebut daerah Kuranji yang penduduknya disebut orang Kalawi

Bahasa Minangkabau Padang Mainstream
Lalidih (kangkung)
Lah habih padi dek jawi (sudah habis padi karena kerbau)

Bahasa Kalawi
Kolidai (kangkung)
Lah habaih padai dek jawai (sudah habis padi karena kerbau)
Saya dan kebanyakan orang Padang lainnya (mungkin) suka lucu kalau mendengar orang Kalawi ngomong hehehe

Terus perbedaan bahasa lain bisa dilihat disini

Indonesia : Apa katanya ke kamu?
Padang/Minang mainstream : A keceknyo ka kau?
Pariaman : A kate e bakeh kau?
Ludai : A kecek o ka rau?
Sungai Batang : Ea janyo ke kau?
Kurai : A jano kale gau?

Ada lagi bahasa Talu yang lebih "ekstrim" lagi, roaming banget kalau main kesana. Sangkan teh yuang!!
Maka dari itu, kalau sudah dua bahasa yang berbeda, apakah masih disebut sub bahasa atau gimana? Mumet nih...
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 21st, 2012, 03:02 AM   #19
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Quote:
Originally Posted by Mehome View Post
Waduh saya suka galau kalau ditanya asal mana bang

Soalnya saya blasteran es campur, intinya yang penting saya orang Indonesia aja deh

Oh kalau pengertian sub-bahasa seperti yang bang Namawee jelaskan, maka seharusnya bahasa Siberut, Sipora dan Pagai itu berdiri sendiri sebagai sebuah bahasa dong, bukan dialek. Sebab mereka alien satu sama lain, alias benar-benar sangat berbeda.

Lalu Sumatra Barat juga ga bisa dikatakan hanya memiliki 2 bahasa. Soalnya bahasa minang di Payakumbuh, Pariaman, Maninjau, Sijunjung itu berbeda-beda. Bukan hanya di dialek saja lo ya, ada beberapa kosakata yang bener-bener asing bagi penutur bahasa minang mainstream seperti saya

Kebetulan saya besar di kota Padang, disini antar kecamatan saja udah beda-beda cara ngomongnya, misalnya saja urang Kalawi, Pauh, Kalumbuk etc nah saya kurang yakin apakah itu perbedaan dialek atau memang perbedaan bahasa

Contoh

Di kota Padang, ada sebuah daerah yg disebut daerah Kuranji yang penduduknya disebut orang Kalawi

Bahasa Minangkabau Padang Mainstream
Lalidih (kangkung)
Lah habih padi dek jawi (sudah habis padi karena kerbau)

Bahasa Kalawi
Kolidai (kangkung)
Lah habaih padai dek jawai (sudah habis padi karena kerbau)
Saya dan kebanyakan orang Padang lainnya (mungkin) suka lucu kalau mendengar orang Kalawi ngomong hehehe

Terus perbedaan bahasa lain bisa dilihat disini

Indonesia : Apa katanya ke kamu?
Padang/Minang mainstream : A keceknyo ka kau?
Pariaman : A kate e bakeh kau?
Ludai : A kecek o ka rau?
Sungai Batang : Ea janyo ke kau?
Kurai : A jano kale gau?

Ada lagi bahasa Talu yang lebih "ekstrim" lagi, roaming banget kalau main kesana. Sangkan teh yuang!!
Bila bahasa Siberut, Sipora dan Pagai masing-masing berdiri sendiri, maka memang pantas dipisah. Walau nanti ketiga bahasa tersebut disebut sub-bahasa mentawi karena penuturnya orang mentawai dan memang hanya berkembang dikalangan orang mentawai.

Sementara untuk bahasa Minanagkabau, kalau memang ada bahasa yang hanya berkembang dikalangan orang Minangkabau yang benar-benar berbeda dari mainstream, dan bisa terjadi saling ketidakmengertian dengan penutur lainnya, maka menurut gw itu bisa disebut sub-bahasa Minangkabau. Yang jelas, gw bukan orang yang punya hak untuk menggolongkan suatu bahasa adalah sub-bahasa atau sekedar dialek.

Menurut gw secara awam, sub-bahasa digolongkan dengan mencari letak persamaan dari bahasa-bahasa yang jelas-jelas berbeda atau mencari-cari kemiripannya walau itu hanya sedikit.

Belum semua bahasa di Indonesia diteliti secara mendalam dan memadai. Jadi bisa saja apa yang selama digolongkan sebagai dialek, ternyata sebuah bahasa yang berdiri sendiri. Tapi terkadang faktor ego peneliti dan pihak tertentu juga berpengaruh
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 21st, 2012, 04:31 AM   #20
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,985

Quote:
Originally Posted by vindoarga View Post

wah mungkin perbedaannya mirip orang surabaya ketemu orang banyumas atau cirebon kali yak?
ngomongnya mesti pelan-pelan dulu kalo mau memahami
Beberapa ahli berbeda pendapat tentang bahasa cirebon. Ada yang bilang bahasa tersebut masih tergolong dialek jawa, adapula yang bilang bahasa tersebut adalah bahasa yang berdiri sendiri. Makanya sampai sekarang masih kontroversi.
__________________
N K R I
Negara "Kriminal" Republik Indonesia
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 07:54 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu