daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old April 10th, 2013, 03:41 AM   #821
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,843

PT DI memang cocoknya bikin prototype saja kalau dilihat dari lini produksi yang ada. Belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old April 10th, 2013, 06:45 PM   #822
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 3,079
Likes (Received): 549

Quote:
Originally Posted by emyrr3096 View Post
alasan dibalik pemberhentian program dikarenakan IMF yg mengultimatum
Karena pengeluaran IPTN sangat boros dan pekerjanya terlalu banyak dibandingkan dengan penerimaan yang didapat. Yah, tipikal BUMN zaman OrBa lah: terlalu gemuk dan tidak produktif. IMF gak pengen uang pinjeman dipakai buat hal-hal yang tidak mendukung pemulihan sistem perbankan dan perindustrian nasional seperti industri high-tech begini karena lebih penting untuk menyelamatkan industri berat dan manufaktur. Itu saja mbah Harto kurang senang ketika BJ Habibie hendak menyetop aliran uang ke program mainan anak-anaknya siMbah.
__________________
Wonderful Indonesia

Tolak penggantian nama Bandara Sepinggan! Nama Sepinggan sudah melekat di masyarakat dan penggantian nama hanya pemborosan uang semata!.
We are against the renaming of Sepinggan International Airport, Balikpapan. Viva Sepinggan!

Sign the petition NOW!
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old April 11th, 2013, 08:21 AM   #823
Sitoneizer
Sitoneizer Kuuga
 
Sitoneizer's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Purwokerto, SUMBAGSEL, 33.02, 17.03, 33.01
Posts: 8,950
Likes (Received): 408

kita harus berhati-hati dengan IMF karena seperti menyimpan agenda terselubung, ada banyak hal strategis yang secara diam-diam seperti dibuat mandul, tentu sebagai salah satu syarat untuk dapet pinjaman

Pasok Komponen Airbus, PTDI Raup Rp113 Miliar
Tahun ini, Airbus meningkatkan pengiriman komponen dari PTDI.

VIVAnews - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sejak 2002 lalu telah menjadi pemasok utama komponen untuk pesawat-pesawat Airbus, baik itu Airbus Military dan Airbus SAS sebagai produsen pesawat komersil.

Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, menjelaskan kerja sama dengan Airbus sangat penting bagi kondisi keuangan perusahaan. Meskipun jumlah yang diterima PTDI tidak sebesar dibandingkan menjual pesawat secara utuh, namun uang yang masuk berjalan secara berkelanjutan dan masuk setiap bulan.

"Ini tentu berpengaruh terhadap kelancaran kas PTDI," katanya saat berbincang dengan VIVAnews di ruang kerjanya, awal pekan ini.

Pada 2012, PTDI meraup pendapatan sebesar Rp2,98 triliun, di mana penjualan komponen ke Airbus menyumbang Rp113 miliar. Bahkan, pada tahun ini Airbus meminta agar pengiriman komponen ke maskapai Eropa itu ditingkatkan dari satu set sayap per hari menjadi dua set.

Airbus memiliki produksi standar tinggi, sehingga PTDI terus meningkatkan kemampuan untuk berusaha mensuplai komponen untuk perusahaan penerbangan tersebut. Dengan menggandeng Airbus, otomatis citra PTDI dalam industri penerbangan dunia akan meningkat.

"PTDI saat ini, menerapkan standar Airbus dari pembuatan pesawat hingga administrasi. Alhamdulillah, kita belum pernah gagal memenuhi permintaan Airbus," kata Budi.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...p-rp113-miliar

PT DI harus didukung sebagai salah satu perusahaan yang menunjang masa depan kepentingan nasional di dunia dirgantara...
__________________
Saya menyukai Skyline dan Skyscraper, berawal ketika membaca sebuah majalah terbitan 1995 yang membahas revitalisasi kali opak, subway, dan kota tropis
pada Program kota hijau, level tersulit adalah Green Society, menyadarkan masyarakat, menjaga lingkungan

Mari berkontribusi positif dengan sharing ide, info, data atau foto di forum

Last edited by Sitoneizer; April 11th, 2013 at 08:30 AM.
Sitoneizer no está en línea   Reply With Quote
Old April 11th, 2013, 08:33 AM   #824
Sitoneizer
Sitoneizer Kuuga
 
Sitoneizer's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Purwokerto, SUMBAGSEL, 33.02, 17.03, 33.01
Posts: 8,950
Likes (Received): 408

Airbus Gandeng PTDI Produksi A320 Lion Air
Setiap bulan, PTDI kirim 12 bagian sayap senilai Rp7 miliar ke Airbus.

VIVAnews - Pemesanan 234 unit Airbus A320 oleh maskapai Lion air membawa berkah bagi PT Dirgantara Indonesia. PTDI sejak 2008 lalu telah menjadi pemasok dan memproduksi hidung dan bagian depan sayap (engine pylons) berbagai varian A320.

Airbus menyatakan A320 yang diproduksi di Eropa memiliki kontribusi besar dari berbagai pemasok di seluruh dunia. Sedangkan PTDI telah terlibat sebagai salah satu pemasok utama berbagai program Airbus.

"PTDI telah memproduksi suku cadang untuk hidung dan bagian depan sayap A320," kata Juru Bicara Airbus dalam surat elektroniknya kepada VIVAnews, Kamis 21 Maret 2013.

Selain A320, PTDI juga memproduksi sayap bagian depan A380, pesawat komersil terbesar di dunia saat ini. PTDI juga memproduksi beberapa bagian sayap A350 XWB (extra wide body) terbaru. Pada 2012 lalu, Airbus juga telah mempercayakan PTDI untuk melakukan frame struktural metalik bagian hidung pesawat A350-1000 yang akan mulai beroperasi pada 2017 mendatang.

"Semua pesawat produksi Lion Air akan dirakit di Eropa dan akan dikirim ke Indonesia melalui fasilitas Airbus di Toulouse dan Hamburg," katanya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Produksi PTDI, Supra Dekanto, menjelaskan PTDI telah memegang kontrak pembuatan bagian sayap A320 sejak 2008 lalu dan berlaku selama 10 tahun. Rata-rata setiap bulannya PTDI memproduksi dan mengirim 12 bagian sayap senilai Rp7 miliar ke Inggris.

"Kontrak untuk A320 dan A380 berlaku selama 10 tahun. Sedangkan kontrak untuk bagian pesawat A350 untuk 300 unit dan itu baru permulaan," katanya.

Ia mengakui maraknya pengguna A320 di Indonesia memberikan dampak positif bagi PTDI. PTDI kebanjiran pesanan dari Airbus untuk membuat bagian sayap dari A320. "Untuk pembuatan sayap A350 baru permulaan, kami berharap akan ada kontrak jangka panjang," katanya.


http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...-a320-lion-air
__________________
Saya menyukai Skyline dan Skyscraper, berawal ketika membaca sebuah majalah terbitan 1995 yang membahas revitalisasi kali opak, subway, dan kota tropis
pada Program kota hijau, level tersulit adalah Green Society, menyadarkan masyarakat, menjaga lingkungan

Mari berkontribusi positif dengan sharing ide, info, data atau foto di forum
Sitoneizer no está en línea   Reply With Quote
Old April 11th, 2013, 12:22 PM   #825
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,843

Selamat untuk PT DI karena adanya peningkatan pesanan dari Airbus. Berkat Lion kah?
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old April 12th, 2013, 03:51 AM   #826
emyrr3096
Registered User
 
emyrr3096's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Posts: 3,631
Likes (Received): 233

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post

Karena pengeluaran IPTN sangat boros dan pekerjanya terlalu banyak dibandingkan dengan penerimaan yang didapat. Yah, tipikal BUMN zaman OrBa lah: terlalu gemuk dan tidak produktif. IMF gak pengen uang pinjeman dipakai buat hal-hal yang tidak mendukung pemulihan sistem perbankan dan perindustrian nasional seperti industri high-tech begini karena lebih penting untuk menyelamatkan industri berat dan manufaktur. Itu saja mbah Harto kurang senang ketika BJ Habibie hendak menyetop aliran uang ke program mainan anak-anaknya siMbah.
Quote:
Originally Posted by Sitoneizer View Post
kita harus berhati-hati dengan IMF karena seperti menyimpan agenda terselubung, ada banyak hal strategis yang secara diam-diam seperti dibuat mandul, tentu sebagai salah satu syarat untuk dapet pinjaman

Pasok Komponen Airbus, PTDI Raup Rp113 Miliar
Tahun ini, Airbus meningkatkan pengiriman komponen dari PTDI.

VIVAnews - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sejak 2002 lalu telah menjadi pemasok utama komponen untuk pesawat-pesawat Airbus, baik itu Airbus Military dan Airbus SAS sebagai produsen pesawat komersil.

Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, menjelaskan kerja sama dengan Airbus sangat penting bagi kondisi keuangan perusahaan. Meskipun jumlah yang diterima PTDI tidak sebesar dibandingkan menjual pesawat secara utuh, namun uang yang masuk berjalan secara berkelanjutan dan masuk setiap bulan.

"Ini tentu berpengaruh terhadap kelancaran kas PTDI," katanya saat berbincang dengan VIVAnews di ruang kerjanya, awal pekan ini.

Pada 2012, PTDI meraup pendapatan sebesar Rp2,98 triliun, di mana penjualan komponen ke Airbus menyumbang Rp113 miliar. Bahkan, pada tahun ini Airbus meminta agar pengiriman komponen ke maskapai Eropa itu ditingkatkan dari satu set sayap per hari menjadi dua set.

Airbus memiliki produksi standar tinggi, sehingga PTDI terus meningkatkan kemampuan untuk berusaha mensuplai komponen untuk perusahaan penerbangan tersebut. Dengan menggandeng Airbus, otomatis citra PTDI dalam industri penerbangan dunia akan meningkat.

"PTDI saat ini, menerapkan standar Airbus dari pembuatan pesawat hingga administrasi. Alhamdulillah, kita belum pernah gagal memenuhi permintaan Airbus," kata Budi.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...p-rp113-miliar

PT DI harus didukung sebagai salah satu perusahaan yang menunjang masa depan kepentingan nasional di dunia dirgantara...
Quote:
Originally Posted by Sitoneizer View Post
Airbus Gandeng PTDI Produksi A320 Lion Air
Setiap bulan, PTDI kirim 12 bagian sayap senilai Rp7 miliar ke Airbus.

VIVAnews - Pemesanan 234 unit Airbus A320 oleh maskapai Lion air membawa berkah bagi PT Dirgantara Indonesia. PTDI sejak 2008 lalu telah menjadi pemasok dan memproduksi hidung dan bagian depan sayap (engine pylons) berbagai varian A320.

Airbus menyatakan A320 yang diproduksi di Eropa memiliki kontribusi besar dari berbagai pemasok di seluruh dunia. Sedangkan PTDI telah terlibat sebagai salah satu pemasok utama berbagai program Airbus.

"PTDI telah memproduksi suku cadang untuk hidung dan bagian depan sayap A320," kata Juru Bicara Airbus dalam surat elektroniknya kepada VIVAnews, Kamis 21 Maret 2013.

Selain A320, PTDI juga memproduksi sayap bagian depan A380, pesawat komersil terbesar di dunia saat ini. PTDI juga memproduksi beberapa bagian sayap A350 XWB (extra wide body) terbaru. Pada 2012 lalu, Airbus juga telah mempercayakan PTDI untuk melakukan frame struktural metalik bagian hidung pesawat A350-1000 yang akan mulai beroperasi pada 2017 mendatang.

"Semua pesawat produksi Lion Air akan dirakit di Eropa dan akan dikirim ke Indonesia melalui fasilitas Airbus di Toulouse dan Hamburg," katanya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Produksi PTDI, Supra Dekanto, menjelaskan PTDI telah memegang kontrak pembuatan bagian sayap A320 sejak 2008 lalu dan berlaku selama 10 tahun. Rata-rata setiap bulannya PTDI memproduksi dan mengirim 12 bagian sayap senilai Rp7 miliar ke Inggris.

"Kontrak untuk A320 dan A380 berlaku selama 10 tahun. Sedangkan kontrak untuk bagian pesawat A350 untuk 300 unit dan itu baru permulaan," katanya.

Ia mengakui maraknya pengguna A320 di Indonesia memberikan dampak positif bagi PTDI. PTDI kebanjiran pesanan dari Airbus untuk membuat bagian sayap dari A320. "Untuk pembuatan sayap A350 baru permulaan, kami berharap akan ada kontrak jangka panjang," katanya.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...-a320-lion-air
Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Selamat untuk PT DI karena adanya peningkatan pesanan dari Airbus. Berkat Lion kah?
kalau masalah IMF sidik punya selidik mereka sih menyetop proyek N250 karena memang merela tidak mau Indonesia maju dengan produksi industri pesawat terbangnya. dibilang boros pengeluaran? namanya. proyek penelitian dan pembuatan suatu pesawat? kalo laku dipasaran saat ini juga bisa balik-modal kok. mlah sekarang megap-megap.

kata rekanan orang tua saya PTDI banyak kok list backlog orderan CN235 yg belum terpenuhi serta produksi bagian sayap pesawat A320family tapi tidak ada modal usaha? seperti yg dibilang di acara 3.60 Metro TV juga. mereka menyebutkan membutuhkan modal usaha.

soal kontrak produksi komponen airbus semoga dapat berlanjut. siapa tau nanti kedepannya airbus memilih membangun pabriknya di Indonesia menggunakan fasilitas PTDI... [AMIN]
__________________
away from home
emyrr3096 no está en línea   Reply With Quote
Old April 12th, 2013, 06:21 PM   #827
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 3,079
Likes (Received): 549

Quote:
Originally Posted by Sitoneizer View Post
kita harus berhati-hati dengan IMF karena seperti menyimpan agenda terselubung, ada banyak hal strategis yang secara diam-diam seperti dibuat mandul, tentu sebagai salah satu syarat untuk dapet pinjaman .
Quote:
Originally Posted by emyrr3096 View Post
kalau masalah IMF sidik punya selidik mereka sih menyetop proyek N250 karena memang merela tidak mau Indonesia maju dengan produksi industri pesawat terbangnya. dibilang boros pengeluaran? namanya. proyek penelitian dan pembuatan suatu pesawat? kalo laku dipasaran saat ini juga bisa balik-modal kok. mlah sekarang megap-megap.
I have to disagree. I'm not buying this kind of conspiracy theory.
Sudah jadi rahasia umum kalau IPTN itu dipakai sebagai sapi perah OrBa yang bikin keuangan negara di saat itu in the red. Pengadaan yang tidak transparan, jumlah tenaga kerja yang tidak sebanding dengan kinerja dan lain lain. Kalau cuma R&D, gak bakal distop sampai kayak gitu. Lembaga R&D di negara lain bisa jalan, mengapa cuma yang di Indonesia (IPTN) saja yang jadi masalah? Kalau pengeluaran besar tapi bisa di-justified, pasti gak akan dipotong lah dananya. Beda soal kalau memang pengeluaran besar tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kalau kita pinjam uang ke bank, pasti bank ingin memastikan tujuan pinjaman uang untuk apa sebelum menyetujui pinjaman. IMF juga sama lah. Semua pemberi hutang ingin sang penghutang untuk bisa bayar hutang-hutangnya di kemudian hari. Kalau dikasih pinjam tanpa syarat ya siap-siap default debt dah...

Kalian bilang asing merasa terusik dengan kemajuan IPTN (terutamanya dari pihak Airbus dan Boeing). Tapi kalau begitu, mengapa Embraer dan Bombardier tidak diacak-acak juga. Mereka ini kan saingan Boeing dan Airbus? Bagaimana pula dengan perusahaan pesawat yang baru-baru seperti Kalau Airbus merasa terusik dengan PT DI, gak akan PT DI dikasih order dan dijadikan rekanan mereka. PT DI bisa tetap hidup karena ada order sampingan begini lhooo...
__________________
Wonderful Indonesia

Tolak penggantian nama Bandara Sepinggan! Nama Sepinggan sudah melekat di masyarakat dan penggantian nama hanya pemborosan uang semata!.
We are against the renaming of Sepinggan International Airport, Balikpapan. Viva Sepinggan!

Sign the petition NOW!

embassyofaudrey, r4d1ty4 liked this post
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old April 12th, 2013, 06:36 PM   #828
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,843

Uji Terbang CN-235 MPA dengan Sayap Winglet
Foto dari ARC.WEB.ID







__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old April 12th, 2013, 06:51 PM   #829
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,501
Likes (Received): 1309

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Kalian bilang asing merasa terusik dengan kemajuan IPTN (terutamanya dari pihak Airbus dan Boeing). Tapi kalau begitu, mengapa Embraer dan Bombardier tidak diacak-acak juga. Mereka ini kan saingan Boeing dan Airbus? Bagaimana pula dengan perusahaan pesawat yang baru-baru seperti Kalau Airbus merasa terusik dengan PT DI, gak akan PT DI dikasih order dan dijadikan rekanan mereka. PT DI bisa tetap hidup karena ada order sampingan begini lhooo...
kok gak ada theory conspiracy IPTN/PT.DI bikin panci segala macam ?
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old April 12th, 2013, 07:22 PM   #830
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,501
Likes (Received): 1309

masih terkait maiden flight CN-235 winglet version, mengenai radar yang mungkin di pake.

Quote:
The Indonesian Ministry of Defence and Security ordered 24 CN-235 aircraft, including six for the Indonesian Navy maritime reconnaissance squadron and three for the Indonesian Air Force.

THALES and IPTN signed a memorandum Of agreement in May 2000 for the supply of three CN235 aircraft manufactured by IPTN and equipped with AMASCOS from Thales Airborne Systems, to the Indonesian Air Force. The AMASCOS airborne maritime situation control system includes the Ocean Master search radar produced by Thales and EADS Deutschland, the Elettronica ALR 733 radar warning receiver, the Chlio thermal imager developed by Thales Optronique, the Gemini navigation computer from Thales (formerly Sextant) Avionics and the AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection (MAD) system from CAE.

There are three hardpoints under each wing that can carry Harpoon anti-ship missiles. The Indonesian maritime patrol version can be fitted with two mk46 torpedoes or Exocet M-39 air-launch anti-ship missiles.
source:Link
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old April 13th, 2013, 07:02 AM   #831
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,730

Quote:
Originally Posted by emyrr3096 View Post
kemaren hari disebuah acara tv nasional. membahas kelanjutan produksi PTDI dan dibahas saat ini PTDI membutuhkan 'modal usaha' bukan cuman penghapusan utang, tanpa modal ya gabisa beli bahan mentah dan itu faktor utama kenapa lambat pengerjaannya.

menurut kerabat dekat keluarga saya yg bekerja di PTDI pesanan luar negeri mulai berdatangan tapi kita(red: PTDI) blm sanggup buat bikinnya. maksutnya kembali ke modal usaha tadi lagi.

percuma pesanan banyak, pesawat dibuat lama, kena penalti. yang ada malah ngutang terus.
Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
@Emyrr,

sebenarnya kalau sudah ada pesanan bisa PT DI minta DP lalu bikin yg kira2 bisa bayar cash. Jika cash sudah punya bikin lagi buat yg bisa bayar cash. Jadi spt model TOYOTA. Yg bayar DP dan bisa bayar cash di taruh di urutan no.1 dan taruh yg paling buncit buat yg gak jelas.

Kalau cashflow sudah positif, tinggal bikin bond dan tunjukan prospect dan besarnya market.

Kalau pinjam loan, cash flownya bisa tersendat karena biasanya debtors minta di dahulukan di bayar.

Kalau model IPO, kontrol perusahaan akan terpangkas tergantung berapa besarnya porsi kepemilikan saham.

Buat saya pribadi CEO PT DI kurang jam terbangnya, tdk spt Pak Emir GIA.
Banyak order tapi gak punya modal itu tantangan financing. Mestinya tidak masalah karena Surat Ordernya bisa jadi bahan untuk pendanaan proyek (factoring istilahnya), apalagi buyernya itu bukan perusahaan abal2, Airbus.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old April 13th, 2013, 09:41 AM   #832
Republik Akanesia
Registered User
 
Join Date: Jan 2013
Posts: 571
Likes (Received): 122

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Banyak order tapi gak punya modal itu tantangan financing. Mestinya tidak masalah karena Surat Ordernya bisa jadi bahan untuk pendanaan proyek (factoring istilahnya), apalagi buyernya itu bukan perusahaan abal2, Airbus.
Bankernya PDI kebanyakan sih bank plat merah ... seharusnya nggak susah bagi PTDI mendapatkan KMK dari mereka ..... Tetapi saat ini memang fasilitas produksi selain sudah usang ... juga belum memadai alias belum ada modernisai dan ekpansi peralatan. Tambahan modal pemerintah (PMP) selama ini habis untuk modal kerja saja ... bukan untuk keperluan capital expenditure .....
Republik Akanesia no está en línea   Reply With Quote
Old April 13th, 2013, 10:41 AM   #833
bonzmahardika
Registered User
 
bonzmahardika's Avatar
 
Join Date: Apr 2012
Location: colomadu-solo-bandung
Posts: 1,592
Likes (Received): 129

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
I have to disagree. I'm not buying this kind of conspiracy theory.
Sudah jadi rahasia umum kalau IPTN itu dipakai sebagai sapi perah OrBa yang bikin keuangan negara di saat itu in the red. Pengadaan yang tidak transparan, jumlah tenaga kerja yang tidak sebanding dengan kinerja dan lain lain. Kalau cuma R&D, gak bakal distop sampai kayak gitu. Lembaga R&D di negara lain bisa jalan, mengapa cuma yang di Indonesia (IPTN) saja yang jadi masalah? Kalau pengeluaran besar tapi bisa di-justified, pasti gak akan dipotong lah dananya. Beda soal kalau memang pengeluaran besar tidak bisa dipertanggungjawabkan.


Yakin mas ? Research & development untuk pesawat terbang itu sulit sangat mahal lho. Merancang pesawat adalah integrasi ilmu dan teknologi, membutuhkan engineer yang tidak main-main. Tingkat ketelitian jauh diatas mobil, kereta, kapal, atau membuat gedung bertingkat. Mulai desain awal, rinci, sampai produksi, semuanya perlu diuji dari tiap komponen sampai model dan prototipenya. Alatnya sangat mahal dan tentu kita harus membelinya.
Karyawan dan engineer IPTN tidak berlebihan kok, malah mereka "rela" digaji hanya sebesar PNS demi suatu produk teknologi bangsa.

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Kalau kita pinjam uang ke bank, pasti bank ingin memastikan tujuan pinjaman uang untuk apa sebelum menyetujui pinjaman. IMF juga sama lah. Semua pemberi hutang ingin sang penghutang untuk bisa bayar hutang-hutangnya di kemudian hari. Kalau dikasih pinjam tanpa syarat ya siap-siap default debt dah...

Kalian bilang asing merasa terusik dengan kemajuan IPTN (terutamanya dari pihak Airbus dan Boeing). Tapi kalau begitu, mengapa Embraer dan Bombardier tidak diacak-acak juga. Mereka ini kan saingan Boeing dan Airbus
Bagaimana pula dengan perusahaan pesawat yang baru-baru seperti Kalau Airbus merasa terusik dengan PT DI, gak akan PT DI dikasih order dan dijadikan rekanan mereka. PT DI bisa tetap hidup karena ada order sampingan begini lhooo...


Mungkin sebelumnya mas perlu lihat dulu N250 vs ATR 72-600 dan N2130 vs CRJ dan ERJ. Dan semoga bisa dapat jawabannnya
__________________
NGELMU IKU KALAKONE KANTHI LAKU
bonzmahardika no está en línea   Reply With Quote
Old April 13th, 2013, 04:40 PM   #834
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 3,079
Likes (Received): 549

Quote:
Originally Posted by bonzmahardika View Post
Yakin mas ? Research & development untuk pesawat terbang itu sulit sangat mahal lho. Merancang pesawat adalah integrasi ilmu dan teknologi, membutuhkan engineer yang tidak main-main. Tingkat ketelitian jauh diatas mobil, kereta, kapal, atau membuat gedung bertingkat. Mulai desain awal, rinci, sampai produksi, semuanya perlu diuji dari tiap komponen sampai model dan prototipenya. Alatnya sangat mahal dan tentu kita harus membelinya.
Karyawan dan engineer IPTN tidak berlebihan kok, malah mereka "rela" digaji hanya sebesar PNS demi suatu produk teknologi bangsa.
R&D pesawat memang sangat mahal karena ilmu terbang beda dengan ilmu jalan raya dan ilmu berlayar. Siapa yang bilang murah? Saya berargumen justified expenditure (hal yang normal di perusahaan manapun) vs unjustified expenditure (pengeluaran fiktif dan mark-up)
Yang saya permasalahkan itu IPTN di zaman Orde Baru yang sangat bloated dan akhirnya harus memecat ribuan karyawannya di masa reformasi. Bacalah tentang kegendutannya IPTN di zaman Orde Baru di mana jumlah karyawan tidak proporsional dengan kinerja. Bacalah tentang pengeluaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan (anggaran fiktif). Saya gak mengomentari present day PT DI, bacalah yang tersurat dan tersirat di post saya.

Quote:
Mungkin sebelumnya mas perlu lihat dulu N250 vs ATR 72-600 dan N2130 vs CRJ dan ERJ. Dan semoga bisa dapat jawabannnya
Dude, I know. CRJ dan ERJ itu kan baru muncul belakangan... Gw bilang gini karena banyak orang yang percaya akan konspirasi untuk meniadakan saingan bagi Boeing dan Airbus. But guess what, Embraer dan Bombardier bisa tuh maju... mereka ini kan saingan Boeing dan Airbus juga...
PT DI memang industri strategis negara dan perlu mengembangkan N250 dan N2130. I never question this notion!
__________________
Wonderful Indonesia

Tolak penggantian nama Bandara Sepinggan! Nama Sepinggan sudah melekat di masyarakat dan penggantian nama hanya pemborosan uang semata!.
We are against the renaming of Sepinggan International Airport, Balikpapan. Viva Sepinggan!

Sign the petition NOW!
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old April 13th, 2013, 08:46 PM   #835
Kopassus
Registered User
 
Kopassus's Avatar
 
Join Date: Jan 2006
Posts: 4,090
Likes (Received): 1005

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Uji Terbang CN-235 MPA dengan Sayap Winglet
Foto dari ARC.WEB.ID







Great to see this pictures, thanks for sharing!
Kopassus no está en línea   Reply With Quote
Old April 14th, 2013, 03:14 PM   #836
typhoonbringer
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 2,417
Likes (Received): 65

IPTN itu proyek mercusuar, makanya bangkrut, dus IMF gamau modalin sebelum IPTN jadi profit oriented company, thats it gada conspiracy conspiracy-an

kalo IPTN maju yang enak erbhass juga, bisa subkon murah meriah hal2 yang hitech, like now
typhoonbringer no está en línea   Reply With Quote
Old April 14th, 2013, 03:21 PM   #837
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,577
Likes (Received): 421

@Republik Akanesia,

PT DI bisa juga pakai Bond kalau mau utk mendapatkan modal. Banyak cara menuju Roma.

@blablanonsense,

Masih ingat kasus IMF dgn South Korea? Kalau gak salah salah satu klausalnya kan ttg konglomerat korea selatan. Dan Ford serta GM ternyata sudah menunggu membeli produk korea dgn harga murah. Tapi malah senjata makan tuan. Mereka jual lagi pabrik mobil korea selatan.

Kalau saya punya bank spt IMF juga pasti liat2 apa yg bisa saya bikin barrier terhadap usaha saingan saya jadi usaha saya tetap gak ada saingannya dan saya caplok kalau ada yg bisa di caplok. Biasanya kalau sudah kepepet, di suruh masuk sumur juga debitor mau saja spt Cyprus.

Tapi saya setuju dgn anda, dari awal memang management PT DI amburadul dan jadi sapi perah mbah.

PT DI bisa bangkit kalau mau mengikuti cara Hyundai dan KIA. Mereka juga waktu musim batuk asia hampir sekarat.

I just disagree with PT DI management.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old April 14th, 2013, 05:01 PM   #838
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,501
Likes (Received): 1309

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin aja lah.....N-219 aja masih belum jelas. Susi Air ntar suruh beli


Mock-UP at ITB Fair


N-219 Series.


local part, tambah gak yakin. 26 tahun dari skarang semoga gak berakhir jadi mock-up.



Bikin maskapai baru ahh... #Carinamadulu
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old April 14th, 2013, 06:37 PM   #839
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,993

Quote:
Originally Posted by typhoonbringer View Post
IPTN itu proyek mercusuar, makanya bangkrut, dus IMF gamau modalin sebelum IPTN jadi profit oriented company, thats it gada conspiracy conspiracy-an

kalo IPTN maju yang enak erbhass juga, bisa subkon murah meriah hal2 yang hitech, like now
betul banget bro

nih kalau mau baca sedikit info dari "dalam" kenapa IPTN ga profit oriented.

http://www.freelists.org/post/piston...ryawan-PT-DI,1

Cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea   Reply With Quote
Old April 14th, 2013, 08:20 PM   #840
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,501
Likes (Received): 1309

Budi Santoso: Kami Seperti Lahir Kembali, Konsumen Mulai berdatangan

Quote:
VIVAnews - Aktivitas di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali bergairah. Kolaborasi antara generasi muda dengan orang-orang berpengalaman di PTDI terlihat sinergis membuat berbagai komponen pesawat.

Pemandangan itu berbeda saat 2007 lalu, di mana PTDI terseok-seok dan harus memproduksi panci untuk bertahan hidup.

Perlahan tapi pasti, PTDI terus berbenah. Di bawah pimpinan Budi Santoso, program restrukturisasi yang diluncurkan pada 2010 lalu mulai membuahkan hasil. PTDI mulai meraup laba operasi pada 2012 lalu. PTDI berhasil keluar dari beban masa lalu dan mencoba bangkit kembali.

Budi Santoso bukanlah orang lama di PTDI. Ia bergabung sejak 1987, saat masih bernama IPTN. Pada 1998 lalu, ia pindah menjadi Direktur Utama PT Pindad dan berhasil. Pada 2007 lalu, doktor Robotika Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, ini diminta pemerintah untuk membenahi PTDI.

VIVAnews berkesempatan untuk wawancara langsung Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, di kantornya, Bandung 8 April 2013. Ditemani oleh Direktur Niaga dan Restrukturisasi, Budiman Saleh, Budi Santoso memaparkan kinerja dan kondisi PTDI. Berikut petikannya:
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 07:38 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu