daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Surabaya



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old January 28th, 2008, 05:00 PM   #861
glitz_boy
Registered User
 
Join Date: Feb 2006
Location: Singapore - Surabaya
Posts: 1,039
Likes (Received): 2

ooo by BGA again .....
glitz_boy no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old January 30th, 2008, 01:32 AM   #862
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Bangun Air Mancur di Tengah Sungai


SETELAH melakukan pengerukan, revitalisasi Kalimas dilanjutkan lagi dengan membangun air mancur di tengah sungai dekat Monkasel. Air mancur yang dianggarkan sekitar Rp 100 juta itu merupakan penunjang proyek sebelumnya.

Beberapa pekerja mulai mengerjakan proyek itu kemarin. Mereka menyelam di tempat bakal munculnya air mancur itu. Kepala Divisi Jasa Asa IV Perum Jasa Tirta 1, Sunu Suprapto, mengatakan, proyek tersebut merupakan penunjang revitalisasi.

Air mancur itu merupakan proyek 2007. Tapi, "Belum tergarap karena banyak pengerukan yang harus kami selesaikan," kata Sunu. "Targetnya, satu bulan ini air mancur itu sudah selesai," tambahnya.

Keberadaan air mancur itu akan melengkapi pembangunan taman-taman yang sudah dibangun di sepanjang sungai. "Konsep pengerjaan air mancur itu terinspirasi ketika kami mengunjungi Jepang bersama Pak Wali (Bambang D.H., Red) beberapa waktu lalu," kata Sunu.

Hanya, lanjut dia, kualitas air sungai di Jepang jauh lebih bersih. "Karena itu, prioritas kami tahun ini adalah pengerukan sungai. Kami sudah belajar banyak di Jepang," ujarnya.

Lebih jauh Sunu menjelaskan, proyek revitalisasi Kalimas bakal digarap oleh beberapa institusi. Antara lain, Dinas Bina Marga dan Pematusan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan Perum Jasa Tirta 1. Khusus Jasa Tirta, kata Sunu, tahun ini menganggarkan dana Rp 2 miliar.

Anggaran itu untuk pengerukan sungai, pengerjaan plengsengan, dan jalan inspeksi. Dia meminta kerjasama dengan Satpol PP untuk mencegah pendirian bangunan liar di sepanjang sungai. "Pembuatan plengesengan itu juga untuk mencegah supaya bangunan liar tak kembali lagi," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, ada lima dari sembilan spot yang rencananya direvitalisasi sepanjang tahun ini. Yaitu, spot 5 (Monkasel dan sekitarnya), spot 6 (Pasar Bunga Kayon dan sekitarnya), spot 7 (Pemukiman Dinoyo-Darmokali), spot 8 (jembatan BAT), spot 9 (petemuan Kalimas-Kali Surabaya-Kali Wonokromo). "Tahun ini, pengerukan kami prioritaskan di Monkasel," cetusnya.

Taken from Jawapos, Jan 30, 2008
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old January 30th, 2008, 07:34 AM   #863
OPTX
Registered User
 
OPTX's Avatar
 
Join Date: Dec 2004
Location: INA
Posts: 1,061
Likes (Received): 267

Metropolis Apartment

From Jawapos today



http://www.savefile.com/files/1349498

The Rendering :

OPTX no está en línea   Reply With Quote
Old January 30th, 2008, 07:40 AM   #864
OPTX
Registered User
 
OPTX's Avatar
 
Join Date: Dec 2004
Location: INA
Posts: 1,061
Likes (Received): 267

Trillium Office & Residence





Last edited by OPTX; January 30th, 2008 at 07:49 AM.
OPTX no está en línea   Reply With Quote
Old January 30th, 2008, 08:15 AM   #865
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,940
Likes (Received): 104

^I see where Trillium will be. I think the plot of land is ex Bank Maspion. Not too big plot of land, but good to see more high rise where suppose to be!
If I am not wrong, there is another empty plot of land on the corner, next to Hotel Garden. Hopefully that is belong to Maspion and they will built a high rise office as well there!
And I wish ex bioskop Indra and the ugly BNI Office gone too!
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old January 30th, 2008, 09:18 AM   #866
Ampelio
...is the art of space
 
Ampelio's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Location: Antapani City
Posts: 6,700
Likes (Received): 729

Quote:
Originally Posted by teddybear View Post
^I see where Trillium will be. I think the plot of land is ex Bank Maspion. Not too big plot of land, but good to see more high rise where suppose to be!
If I am not wrong, there is another empty plot of land on the corner, next to Hotel Garden. Hopefully that is belong to Maspion and they will built a high rise office as well there!
And I wish ex bioskop Indra and the ugly BNI Office gone too!
yes, Good location for highrise in CBD Surabaya ... and afterall BII tower will not stand tall alone up there

How many storey the proposed Trillium Office project?
IMO from the rendering, probably between 25-30 storey tall
__________________
EVERYDAY URBANISM
Ampelio no está en línea   Reply With Quote
Old January 30th, 2008, 02:22 PM   #867
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,373
Likes (Received): 44

Quote:
Originally Posted by Ebek21 View Post
Bangun Air Mancur di Tengah Sungai


SETELAH melakukan pengerukan, revitalisasi Kalimas dilanjutkan lagi dengan membangun air mancur di tengah sungai dekat Monkasel. Air mancur yang dianggarkan sekitar Rp 100 juta itu merupakan penunjang proyek sebelumnya.

Beberapa pekerja mulai mengerjakan proyek itu kemarin. Mereka menyelam di tempat bakal munculnya air mancur itu. Kepala Divisi Jasa Asa IV Perum Jasa Tirta 1, Sunu Suprapto, mengatakan, proyek tersebut merupakan penunjang revitalisasi.

Air mancur itu merupakan proyek 2007. Tapi, "Belum tergarap karena banyak pengerukan yang harus kami selesaikan," kata Sunu. "Targetnya, satu bulan ini air mancur itu sudah selesai," tambahnya.

Keberadaan air mancur itu akan melengkapi pembangunan taman-taman yang sudah dibangun di sepanjang sungai. "Konsep pengerjaan air mancur itu terinspirasi ketika kami mengunjungi Jepang bersama Pak Wali (Bambang D.H., Red) beberapa waktu lalu," kata Sunu.

Hanya, lanjut dia, kualitas air sungai di Jepang jauh lebih bersih. "Karena itu, prioritas kami tahun ini adalah pengerukan sungai. Kami sudah belajar banyak di Jepang," ujarnya.

Lebih jauh Sunu menjelaskan, proyek revitalisasi Kalimas bakal digarap oleh beberapa institusi. Antara lain, Dinas Bina Marga dan Pematusan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dan Perum Jasa Tirta 1. Khusus Jasa Tirta, kata Sunu, tahun ini menganggarkan dana Rp 2 miliar.

Anggaran itu untuk pengerukan sungai, pengerjaan plengsengan, dan jalan inspeksi. Dia meminta kerjasama dengan Satpol PP untuk mencegah pendirian bangunan liar di sepanjang sungai. "Pembuatan plengesengan itu juga untuk mencegah supaya bangunan liar tak kembali lagi," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, ada lima dari sembilan spot yang rencananya direvitalisasi sepanjang tahun ini. Yaitu, spot 5 (Monkasel dan sekitarnya), spot 6 (Pasar Bunga Kayon dan sekitarnya), spot 7 (Pemukiman Dinoyo-Darmokali), spot 8 (jembatan BAT), spot 9 (petemuan Kalimas-Kali Surabaya-Kali Wonokromo). "Tahun ini, pengerukan kami prioritaskan di Monkasel," cetusnya.

Taken from Jawapos, Jan 30, 2008


Cool... Bagus sekali pemikiran dan implementasi bisa bersinergi.. Gud Surabaya
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old January 31st, 2008, 10:05 AM   #868
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,373
Likes (Received): 44

CATATAN AKHIR TAHUN TRANSPORTASI 2007 : FOKUS BANGUN ANGKUTAN MASAL DI PERKOTAAN

-Berita Dishub. Prop. Jatim - Dinas Informasi dan Komunikasi, 15-01-2008 07:07 WIB -

Ada kabar menggembirakan bagi masyarakat Jatim, awal tahun ini berbagai problem transportasi di Jatim akan diselesaikan. Pemprop Jatim berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana transportasi di Jatim. Berbagai program yang akan dirampungkan di antaranya pembangunan transportasi bus rapid transit (busway), waterway (bus air), penambahan rute citylink, penambahan rute komuter, dan pembangunan kereta monorel.


--------------------------------------------------------------------------------





Ada kabar menggembirakan bagi masyarakat Jatim, awal tahun ini berbagai problem transportasi di Jatim akan diselesaikan. Pemprop Jatim berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana transportasi di Jatim. Berbagai program yang akan dirampungkan di antaranya pembangunan transportasi bus rapid transit (busway), waterway (bus air), penambahan rute citylink, penambahan rute komuter, dan pembangunan kereta monorel.
Jika tahun 2007 boleh disebut sebagai tahun wacana penyelesaian problem transportasi. Tahun ini akan dijadikan sebagai tahun realisasi pembangunan transportasi di Jatim. Berdasarkan evaluasi tahun 2007, Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Jatim sudah mewujudkan beberapa pembangunan transportasi di Jatim. Di antaranya pembangunan jaringan rute komuter Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Lamongan (Sulam), dan pembangunan jaringan transportasi citylink Surabaya-Malang.
Upaya itu ternyata belum sepenuhnya maksimal di dalam menyelesaikan persoalan transportasi di Jatim. Menurut hasil evaluasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jatim, kebutuhan transportasi masal di darat, air dan udara masih kurang maksimal. Buktinya, beberapa titik ruas jalan khususnya di kota besar di Jatim kondisinya padat kendaraan yang mengakibatkan arus lalulintas menjadi lambat. Ini memungkinkan masyarakat menjadi jenuh selama melakukan perjalanan.
Untuk itu, MTI meminta Pemprop Jatim lebih memprioritaskan pembangunan transportasi di darat khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan kota-kota lainya di Jatim. “Kami tetap mendorong kepada pemprop agar transportasi masal segera direalisasikan,” ujar Ketua MTI Jatim Choirul Djaelani.
Kebutuhan yang paling mendesak untuk pembangunan transportasi di Jatim itu lebih terfokuskan pada jalur di darat. Sedangkan kebutuhan pembangunan transportasi di udara dinilai masih mengarah pada perkembangan wilayah.
Dimulai dengan pembangunan bus rapid transit (busway), pemerintah pusat, Pemprop Jatim dan Pemkot Surabaya telah melakukan kerjasama untuk mewujudkan transportasi masal tersebut. Sedangkan untuk waterway, sudah mulai dilakukan perintisan. “Kebutuhan transportasi yang paling mendesak pada kebutuhan angkutan di darat khususnya di kota-kota besar Jatim,” ujarnya.
MTI Jatim juga memandang transportasi massal komuter dinilai membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pelayanan transportasi. Semua itu akan terwujud, jika kapasitas daya tampung penumpang ditingkatkan, artinya gerbong ditambah. Akan tetapi, moda ini perlu juga didukung moda transportasi lainnya seperti Bus Rapid Transit (busway). Untuk monorel, MTI memandang pembangunan transportasi itu dilakukan secara bertahap. Sebab memerlukan biaya yang cukup besar. “Pembangunan monorel sedang tahap merintis, mungkin akan ada pencanangan relnya,” kata Djaelani yang juga menjabat Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprop Jatim.
Menurut dia, jika pembangunan transportasi itu dimulai tahun ini, diperkirakan tahun 2020 kelengkapan jaringan transportasi sudah terbentuk dan disempurnakan.
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim juga menyoroti masalah angkutan masal. YLKI mendesak Pemerintah Propinsi Jatim segera membangun transportasi massal, baik di darat, udara maupun di air. YLKI menilai tingkat kejenuhan masyarakat khususnya pengguna jalan sudah mencapai puncak ketika melakukan perjalanan di darat. Jika ini terus dibiarkan, dikhawatirkan puncak kejenuhan masyarakat menjadi tidak terkontrol. Akibatnya, masyarakat mudah emosi.
Ketua YLPK Jatim, Drs M Said Sutomo mengatakan, saat ini tingkat kejenuhan masyarakat Jatim khususnya pengguna jalan di darat sudah mencapai titik puncak, jika hal ini tidak segera diantisipasi maka kejenuhan bisa berubah menjadi emosi.
Said mengaku senang jika ada wacana tahun ini akan dilaksanakan program pembangunan transportasi di Jatim. Program citylink sebaiknya diteruskan dan diselesaikan secepatnya. Mengingat, pelayanan angkutan masal melalui jalur udara ini ternyata ditunggu-tunggu oleh konsumen. “Sejak adanya luapan lumpur Lapindo, perjalanan melalui darat menuju Malang membutuhkan waktu cukup lama. Ada baiknya kalau citylink ini diperluas jaringan rutenya, kami yakin konsumen akan memilih jasa pelayanan ini,” katanya.
Perjalanan darat yang memakan waktu lama dinilai tidak efisien, melelahkan, dan merugikan khususnya bagi para pebisnis.
Selain citylink, YLPK Jatim juga menunggu penambahan rute komuter, karena pelayanan jalur KA komuter ini masih diminati masyarakat. Saat ini rute komuter baru melayani Surabaya-Sidoarjo (Susi) dan Surabaya-Lamongan (Sulam). “Ada baiknya ada penambahan rute di wilayah lainnya. Contohnya, penambahan rute komuter di Pasuruan, Jombang, Mojokerto, Tulungagung, dan sebagainya,” urainya.
Begitu juga program pembangunan transportasi bus air. Bagi Said, program ini membantu memberikan pilihan kepada masyarakat Jatim. Jika komuter yang hanya melayani jalur Mojokerto dan seterusnya, kini masyarakat yang tinggal di wilayah Surabaya-Gresik bisa memakai jasa layanan bus air.
Yang perlu diperhatikan, kata Said, pemprop juga memperhatikan tempat pemberhentian jalur transportasi masal itu. ”Jangan sampai, membangun tempat pemberhentian jauh dari lokasi terminal. Akibatnya masyarakat masih mengeluarkan biaya tambahan, jika ingin ke terminal,” paparnya.

Fokus
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Prop Jatim Hary Soegiri melalui Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Penyusunan Program Dishub Jatim Ir Wahid Wahyudi MT mengatakan, tahun ini di mulai pembangunan seluruh moda angkutan transportasi masal seperti monorel, busway, waterway, dan citylink.
Menurutnya, semua program pembangunan transportasi di Jatim itu memiliki nilai kepentingan yang sama, sehingga tidak ada program yang menjadi prioritas. Akan tetapi, Dishub Propinsi Jatim pada tahun ini lebih memfokuskan pada perencanaan pembangunan jalur rel kereta api yang melayang di atas jalan raya.
“Jalur rel KA khususnya di persimpangan jalan raya akan dibongkar. Sebagai gantinya, Dishub akan membangun jalur rel KA yang melayang di atas jalan raya,” ujar Wahid yang juga menjabat sebegai Sekretaris MTI Jatim ini.
Tujuan dibangunya rel di atas persimpangan jalan raya itu untuk kelancaran arus lalulintas. Keberdaan rel yang melayang di atas jalan raya ini diharapkan dapat menekan kecelakaan yang terjadi di perlintasan.
Pada tahun ini melalui APBN 2008, Dishub merealisasikan dengan memberikan rekomendasi kepada tim Prancis agar mulai melaksanakan pembangunan rel di atas jalan sebidang. Sebagai tahap pertama, akan dibangun jaringan atau sambungan antara Stasiun Gubeng ke Stasiun Pasar Turi.
Ada tiga daerah yang akan dibangun rel di atas jalan raya, yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Sebelum melangkah membangun daerah, sebagai tahap awal tim dari Prancis akan membangun jaringan rel di atas jalan raya untuk rute KA Stasiun Kandangan Tandes menuju Stasiun Waru. “Pembangunan dimulai 2008 dan didanai APBN serta investor dari Prancis,” ujarnya.,
Wahid menjelaskan, selain membangun di atas jalan raya, rel ini memiliki double track (dua arah) berlawanan. Sedangkan jenis KA yang beroperasi, akan disesuaikan dengan teknologinya. Program ini berbeda dengan program pembangunan kereta monorel. “Monorel lebih fokus pada pelayanan transportasi di perkotaan saja,” katanya..

Outlet Pelabuhan
Selain berencana membangun rel di atas jalan raya, Dishub juga akan membangun outlet pelabuhan di Sendang Biru, Kabupaten Malang. Keberadaan outlet ini berdekatan dengan Pulau Sempu. “Dilihat dari sisi investasi, outlet ini tidak mengeluarkan biaya besar,” katanya.
Yang menjadi permasalahan Dishub, lahan yang akan digunakan sebagai outlet itu berada di atas tanah milik Departemen Kehutanan (Dephut). “Kami sudah mengajukan izin pemakaian lahan ini kepada Menhut, namun sampai sekarang belum ada tidak lanjut, “ katanya.
Jika pelabuhan kecil ini sukses dan berjalan, ada kemungkinan akan dijadikan pelabuhan yang besar. Pelabuhan ini akan melayani sektor perdagangan, perikanan, dan pertanian, karena pelabuhan ini memiliki rute yang cukup luas dari arah selatan, Jika lewat jalan darat menggunakan Jalan Lintas Selatan (JLS), kemudian menggunakan jalur laut di outlet pelabuhan Kab Malang.

Sumo Siap Beroperasi
Setelah sukses meluncurkan komuter rute Surabaya-Sidoarjo dan Surabaya Lamongan (Sulam), tahun ini Dishub siap meluncurkan komuter rute Surabaya-Mojokerto pada tahun ini. Namun, saat ini armada komuter masih sedang dalam perbaikan.
KA Komuter Sumo yang dioperasikan tadinya KA KRD elektrik yang saat ini sedang diperbaiki PT Industri Nasional Kerata Api (INKA) yang ada di Madiun.
Sebelum KA dioperasikan terlebih dulu dilakukan cek fisik dan teknis oleh tim teknis gabungan yang terdiri dari Departemen Perhubungan (Dephub), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VII Madiun, dan KAI Daops VIII Surabaya. Setelah dinyatakan layak beroperasi langkah selanjutnya KA Sumo diujicoba di Balai Yasa Jogjakarta sebagai syarat untuk mendapatkan izin beroperasi dari Dirjen Perkeretaapian, “Kemungkinan satu hingga dua minggu protap dan ujicoba selesai. Kemungkinan KA Komuter Sumo siap beroperasi,” tutur Wahid
Rangkain gerbong KA komuter Sumo ini berjumlah 10 gerbong dan terbagi menjadi dua train set (satu train set memiliki lima gerbong) akan melewati 10 stasiun dan dua halte. Sepuluh stasiun dan dua halte yakni Stasiun Surabaya Kota, Gubeng, Wonokromo, Krian, Kedinding, Tarik, Bangsal, dan Mojokerto. Sedangkan halte yang dilalui adalah Kemendung dan Kebonsari.
Wahid mengharapkan, pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur yang memadai di setiap pemberhentian KA Komuter Sumo seperti tangga turun penumpang sejajar badan jalan stasiun. “Kami sudah mengkoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Mojokerto untuk melakukan perbaikan pada setiap stasiun yang tidak memiliki tangga yang sejajar dengan badan jalan KA,” paparnya.

Citylink Banyuwangi
Untuk pengoperasian citylink di sejumlah daerah di Jatim, Dishub masih sedang menunggu keluarnya izin operasinal jalur udara dari pihak terkait. Akan tetapi, untruk citylink Banyuwangi, sedang dalam proses pembahasan subsidi operasional selama enam bulan. Bentuk subdisi berupa pengantian biaya transport, apabila ada kursi penumpang yang kosong. Jika volume penumpang penuh, maka kemungkinan pemberian subsidi dibatalkan atau ditiadakan.
Meskipun citylink belum direalisasikan, Dishub berencana membuka akses citylink ke daerah lainnya di Jatim. “Mudah-mudahan tahun ini, citylink rute Banyuwangi beroperasi dan berjalan lancar,” tutur Wahid.
Untuk maskapai yang siap melayani citylink ke Banyuwangi, Dishub memberikan kepercayaan kepada Sriwijaya Air. Sebelum menerima tawaran melayani jalur penerbangan ini, pihak maskapai ini meminta Pemda Banyuwangi memberikan subsidi selama enam bulan. *(Aris Effendi
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old February 3rd, 2008, 03:22 AM   #869
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Pintu Tol Terpasang, April Beroperasi



Jalur Cepat Waru-Juanda
SURABAYA - Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya pembangunan tol Waru-Juanda mendekati titik akhir. Maret mendatang, pengerjaan jalan tol sepanjang 12,8 km itu diharapkan bisa selesai dan awal April bisa dioperasikan. "Rata-rata persentase penyelesaiannya sudah lebih dari 98 persen. Sekarang masuk tahap take hand over," kata Lukman Effendy, pimpro proyek tersebut.

Menurut Lukman, pembangunan jalan tol Waru-Juanda itu terdiri atas empat paket. Paket pertama berupa jalan layang Menanggal sepanjang 1,7 km yang selesai sejak Maret 2005. Tiga paket lainnya tinggal tahap finishing. Pekerja proyek hanya perlu menambah beberapa perlengkapan rambu jalan dan lampu serta pemasangan pintu tol dan tempat peristirahatan. Kemarin (2/2), pintu tol di kawasan Menanggal sudah terpasang.

Ketiga paket yang belum rampung itu adalah Menanggal-Berbek sepanjang 2,9 km (rampung 98,59 persen), Berbek-Tambaksumur sepanjang 3,8 km (rampung 95,92 persen), dan Tambaksumur-Juanda sepanjang 4,4 km (rampung 96,88 persen). "Doakan saja dapat selesai tepat waktu. Penyelesaian tol ini pasti sangat bermanfaat untuk masyarakat Jatim," tuturnya.

Jika seluruh konstruksi telah diselesaikan, lanjut Lukman, masalah kemacetan di kawasan Waru dan Jalan A. Yani akan terkurangi. Sebab, jalan tol yang terdiri atas empat ruas itu dapat menampung hingga dua ratus ribu unit kendaraan (dua jalur).

Selain itu, waktu tempuh kendaraan dari Waru-Juanda sangat cepat. Lukman menjamin tidak sampai sepuluh menit, pengendara dari Waru telah sampai gerbang tol di Juanda. "Saya sudah membuktikan sendiri. Jalan ini akan sangat efektif," katanya.

Meski optimistis bisa dioperasikan April, Lukman mengungkapkan masih ada beberapa kendala kecil. Terutama, masalah pembebasan lahan untuk jalan akses di beberapa titik. Salah satunya di Desa Wadungasri.

Ada beberapa bidang tanah yang belum dibebaskan Panitia Pembebasan Tanah (P2T). Pemilik tanah tidak mau dibayar dengan harga yang sudah disepakati. "Kami sudah mendekati mereka dengan cara persuasif. Kami juga menjalin koordinasi dengan Tim Pengadaan Tanah dari Departemen Pekerjaan Umum untuk penyelesaian dengan pemilik tanah yang menghambat pelaksanaan fisik konstruksi," jelasnya.

Pembangunan jalan tol tersebut bagian dari Lima Program Pengungkit Jatim. Pembangunan jalan tol di Jatim itu merupakan upaya menghubungkan beberapa provinsi di Pulau Jawa melalui program nasional, yakni Trans Java Tollway System, yang dimulai dari Merak di Banten sampai bagian timur Pulau Jawa di Banyuwangi. "Tol ini berguna untuk penambahan ruas jalan di Jatim," katanya.

Taken from Jawapos, Feb 3, 2008
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old February 3rd, 2008, 10:21 AM   #870
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,228
Likes (Received): 1847

waw Nice Toll Plaza ! is it really in Surabaya ?...
__________________
Centroval Studio | The Archivetecture
NEW COLLECTION ! -> 22 April 2014 : Changi Airport Collections | Previous Collection -> 9 January 2014 : Jakarta - Singapore - Seoul Skyline

"Amateurs worry about gear - Professionals worry about money - Masters worry about light"
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old February 4th, 2008, 02:35 AM   #871
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Quote:
Originally Posted by AceN View Post
waw Nice Toll Plaza ! is it really in Surabaya ?...
It is in Sby. You can see the word "Menanggal" on the plaza roof.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old February 4th, 2008, 05:58 AM   #872
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,228
Likes (Received): 1847

Oh..yea It's like a Toll Plaza in my Simcity 4..
__________________
Centroval Studio | The Archivetecture
NEW COLLECTION ! -> 22 April 2014 : Changi Airport Collections | Previous Collection -> 9 January 2014 : Jakarta - Singapore - Seoul Skyline

"Amateurs worry about gear - Professionals worry about money - Masters worry about light"
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old February 6th, 2008, 02:04 PM   #873
paw25694
Batik
 
paw25694's Avatar
 
Join Date: Nov 2006
Location: Jakarta
Posts: 4,754
Likes (Received): 30

pintu tol yang pake kartu itu ya?
__________________
Visit Indonesia
Click here
"The sound of invitation is rising, waiting for you to come... It's time to visit, Indonesia"
paw25694 no está en línea   Reply With Quote
Old February 6th, 2008, 04:24 PM   #874
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Quote:
Originally Posted by paw25694 View Post
pintu tol yang pake kartu itu ya?
Rencananya ada sistem manual dan otomatis. Yg manual yah seperti pintu tol biasa, pengguna bayar uang cash di pintu tol. Yg otomatis hanya untuk pengguna berlangganan, dimana kartu tinggal disentuhkan ke mesin pembacanya (touch and pass) atau bisa juga kartu ditempel di mobil sehingga mobil yg melintas langsung terdeteksi tanpa perlu berhenti, tidak jelas yg sistem sentuh atau yg sistem tempel mobil yg dipakai nantinya.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old February 7th, 2008, 04:52 PM   #875
glitz_boy
Registered User
 
Join Date: Feb 2006
Location: Singapore - Surabaya
Posts: 1,039
Likes (Received): 2

wah klo pake sistem yg tempel dimobil itu lebih enak and faster .... kek di sg gitu ..
glitz_boy no está en línea   Reply With Quote
Old February 8th, 2008, 03:21 PM   #876
studio_one
Tribalwars
 
studio_one's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Mlg, Sby, Sgp
Posts: 170
Likes (Received): 0

tapi kek nya susah diterapkan di Indo. Ntar yg ada pada bingung n bikin macet >.<
studio_one no está en línea   Reply With Quote
Old February 10th, 2008, 08:11 AM   #877
glitz_boy
Registered User
 
Join Date: Feb 2006
Location: Singapore - Surabaya
Posts: 1,039
Likes (Received): 2

koq malah macet? klo pake kartu itu kan reader nya dr atas? malah kan seamless ga pake gate lagi???
glitz_boy no está en línea   Reply With Quote
Old February 10th, 2008, 09:40 AM   #878
studio_one
Tribalwars
 
studio_one's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Mlg, Sby, Sgp
Posts: 170
Likes (Received): 0

Itu kan km yg udah familiar, coba bayangkan kalo disini diterapkan kayak gitu..
apa orang2 ngga pada bingung..
studio_one no está en línea   Reply With Quote
Old February 12th, 2008, 12:05 PM   #879
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Ini memang hanya penertiban pedagang pasar sore, tapi efeknya luar biasa karena lokasinya benar2 ada di tengah kota dan jumlah pedagangnya yang ribuan. Jalan Pandegiling panjangnya lebih dr 1,5 km, menghubungkan Jalan Kedungdoro/Banyu Urip/Diponegoro dengan Jalan Raya Darmo/Urip Sumoharjo. Jalan ini begitu lewat jam 12 siang sudah gak bisa dilewati karena berubah fungsi jadi pasar liar, dan itu sudah sejak 1980an. Rencananya Jalan Pandegiling setelah bersih dr pasar liar ini, akan segera dibangun underpass yang akan menghubungkan Sby Barat dan Sby Timur, untuk mengurangi beban Jln Mayjend Sungkono yang sering macet.

Belakangan Satpol PP Surabaya dan Polwiltabes Surabaya gencar menertibkan para pedagang PKL liar yang berdagang di badan jalan. Tiap kali obrakan bisa ratusan Satpol PP dan polisi yang terjun ke lapangan. Ini terbukti efektif melawan pedagang yang membandel tidak mau pindah. Pasar pandegiling ini salah satu yang paling sulit ditertibkan, sekarang sudah beres. Berikutnya adalah Pasar Gembong, Pasar Keputran (ini bener2 kayak borok di tengah kota deh), dan Pasar Tembok.

Bravo Polisi dan Pemkot Sby !

PKL-Satpol PP Saling Lempar



Penertiban di Jalan Pandegiling, Lima Orang Diperiksa Polisi
SURABAYA - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Pandegiling berlangsung ricuh. Petugas Satpol PP yang mengangkuti lapak-lapak milik pedagang sempat mendapatkan perlawanan dari pedagang. Mereka saling lempar dan saling dorong. Namun, tim gabungan Polresta Surabaya Selatan dan Satlantas Polwiltabes Surabaya berhasil mengatasi keributan tersebut.

Dalam operasi penertiban itu, polisi sempat menahan lima pria yang diduga memprovokasi pedagang untuk menentang penertiban. Hingga tadi malam, mereka masih diperiksa di Mapolresta Surabaya Selatan. "Dia mengaku sebagai perwakilan pedagang. Saat ini masih ditahan di mapolres," kata Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP M. Iqbal.

Meski sudah tampak lebih bersih, Jalan Pandegiling belum bebas seratus persen dari PKL. Sebab, polisi dan pemkot masih menoleransi pedagang untuk berjualan di pinggir jalan. PKL diperbolehkan menggelar dagangan di sebelah utara jalan.

"Itu jalan tengah hasil koordinasi dengan pedagang dan PD Pasar Surya. Sebab, tidak semua pedagang bisa ditampung di tempat lain. Makanya, kami beri space sedikit untuk berjualan. Yang penting, kendaraan sudah bisa lewat," jelas Iqbal.

Namun, pedagang yang mendapat "fasilitas" tersebut tak bisa berlama-lama menempati trotoar dan badan jalan sebelah utara. "Kami memberi deadline hingga 1 April buat mereka. Setelah itu, pedagang harus pindah," tegas perwira asal Palembang tersebut.

Penertiban dimulai sejak pagi, sekitar pukul 10.00. Satpol PP langsung mengangkuti lapak-lapak. Saking banyaknya, tempat dagangan PKL tersebut harus diangkut menggunakan lima truk.

Awal penertiban berjalan lancar. Nyaris tak ada perlawanan dari pedagang, meski tempat jualan mereka diangkut ke atas truk. Hanya ada insiden kecil ketika seorang pedagang memegang erat lapaknya ketika akan dibawa anggota Satpol PP. Dia juga membuntuti petugas hingga ke dalam truk dan meminta agar tempat jualannya dikembalikan. Karena tak tega, petugas akhirnya mengembalikan lapak tersebut dengan syarat tidak boleh menggelar dagangan di sekitar lokasi itu.

Setelah bersih dari lapak, polisi dan Satpol PP langsung mendirikan tenda sebagai pos penjagaan sementara. Yaitu, di sisi timur (pintu masuk Pandegiling) dan sisi barat (dekat bekas tempat pembuangan sampah). Keduanya akan dijaga dua peleton Satpol PP dan satu peleton polisi. "Pengawasan kami lakukan mulai pagi tadi (kemarin pagi, Red) hingga malam nanti (tadi malam, Red)," jelas Kepala Satpol PP Utomo ketika ditemui di lokasi kemarin siang.

Pendirian pos tersebut juga ditujukan untuk menjaga agar pedagang tak kembali berjualan hingga menutup badan Jalan Pandegiling. "Selama seminggu ke depan akan terus dipantau. Kalau ada yang melanggar, langsung ditindak," tegasnya.

Setelah itu, petugas Dinas Bina Marga dan Pematusan mulai beraksi. Mereka mengaspal lubang bekas tancapan kayu dan lapak milik pedagang. Selain itu, mereka membuat garis batas (markah) di sepanjang bekas Pasar Pandegiling (sisi utara). Markah tersebut dicat kuning. Tujuannya, markah itu menjadi pembatas jualan antara pedagang dengan jalan raya. Lebarnya sekitar empat meter.

Setelah penertiban, Jalan Pandegiling yang tampak kumuh terlihat lebih bersih. Apalagi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengalihkan TPS (tempat pembuangan sampah) yang semula di badan jalan menuju sisi timur (depan Hotel Santika).

Menurut Kepala DKP Hidayat Syah, lahan baru yang dipakai TPS tersebut milik pemkot. Selain itu, pihaknya akan menanam pohon pelindung di trotoar sebelah selatan. "Rencananya besok (hari ini, Red) ditanami pohon. Selain penghijauan, itu mencegah adanya pedagang yang berjualan di situ," katanya.

Menjelang magrib, semakin banyak personel polisi yang bersiaga di lokasi. Sebab, saat itulah pedagang biasanya membuka barang dagangan. Nah, sejak itu, terjadi beberapa insiden yang membuat Satpol PP dan polisi harus bersitegang dengan mereka.

Seorang pria mengajak pedagang membuka dagangan di tengah jalan, melewati markah yang telah dibuat. Tentu saja Satpol PP menghadang langkah pedagang itu. Saling dorong pun tak terhindarkan lagi.

Sejumlah pedagang bahkan sempat melemparkan kursi dan meja kayu ke kerumunan Satpol PP. Karena emosinya terpancing, anak buah Utomo itu membalas lemparan tersebut. Mereka juga melempar pedagang menggunakan benda-benda dari kayu. Akhirnya, polisi turun tangan dan berhasil meminggirkan pedagang.

Setelah reda, ada seorang lagi yang memprovokasi pedagang untuk kembali ke tengah. Beberapa pedagang bahkan membawa keluarga dan berebahan di tengah jalan.

Kali ini, mereka berhadapan langsung dengan polisi. Pasukan dari Polresta Surabaya Selatan dan Satlantas Polwiltabes menarik pria yang diduga sebagai provokator itu. Tim polisi, Satpol PP, dan Bakesbang Linmas kemudian meminggirkan pedagang.

Taken from Jawapos, Feb 12, 2008


Aksi Bentrok Tidak Terhindarkan
Jalan Pandegiling Terpaksa Ditutup Seluruhnya


suarasurabaya.net| Upaya negosiasi dan persuasi yang dilakukan langsung AKBP M IQBAL Kasatlantas Polwiltabes Surabaya, tidak membuahkan hasil. Puluhan petugas polisi yang sudah berjaga-jaga di jalan Pandegiling ditambah unit cegah tangkal Polwiltabes Surabaya meminta pedagang segera memindahkan barang-barangnya.

Ratusan anggota Satpol PP juga bergerak mulai dari depan Hotel Santika dan di belakangnya ratusan anggota Samapta dan Lantas Polwiltabes bergerak mengangkuti barang, tenda serta lapak yang berada di tengah jalan Pandegiling.

Beberapa kali terjadi aksi saling dorong dan tarik lapak, tenda dan bedak, antara polisi dan pedagang. Beberapa kali polisi menghalau pedagang yang mencoba merangsek maju mendekati lapak dan bedaknya.

Sementara itu, beberapa orang yang dianggap memprovokasi pedagang lainnya untuk melakukan perlawanan langsung diringkus polisi. Jalan Pandegiling saat ini seluruhnya ditutup.

Taken from www.suarasurabaya.net, Feb 11, 2008


Pemkot Siapkan Under Pass

SURABAYA (SINDO) – Pemkot Surabaya menyiapkan terobosan baru dalam membangun akses jalan. Salah satu proyek besar yang disiapkan adalah membangun jalan bawah tanah atau under pass.

Jalan ini akan dibangun di bawah Jalan Raya Darmo,untuk menghubungkan akses Jalan Keputran menuju Pandegiling. Ini merupakan bagian dari proyek besar Pemkot dalam membuat akses jalan besar dari kawasan Surabaya Timur menuju Surabaya Barat. Akses jalan tersebut juga untuk menghubungkan ke Jalan Banyu Urip–Tandes, yang juga akan diperlebar tahun ini.

Selama ini, dua kawasan ini belum tersambungkan langsung. Jalan besar yang menghubungkan kawasan Surabaya Barat hanyalah Jalan Mayjen Sungkono atau lewat kawasan utara. Itu pun belum bisa memberikan akses langsung kawasan timur ke Surabaya Barat.

Dengan menjebol Jalan Raya Darmo untuk proyek under pass nanti, Jalan Keputran bisa tembus ke Pandegiling. ”Upaya ini kita kerjakan sebagai persiapan sebelum membangun Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB),” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bap-peko) Tri Rismaharini, kemarin.

Dengan dibangunnya proyek jalan besar dari Surabaya Timur menuju Surabaya Barat ini, diharapkan bisa menyambungkan JLLB dengan Middle East Ring Road (MERR). Di sisi timur,jalan tersebut juga akan tersambung dengan Jalan Raya Kertajaya.

Dengan dibangunnya underpass ini, kendaraan dari JalanKertajaya bisa langsung menuju Jalan Sulawesi–Keputran, masuk menuju underpass di bawah Jalan Raya Darmo tembus ke Pendegiling. Setelah itu,arus bisa masuk Jalan Diponegoro menuju kawasan Banyu Urip, atau belok menuju Jalan Raya Mayjen Sungkono.

”Selama ini kan tidak bisa seperti itu. Surabaya Timur jika ingin ke Mayjen Sungkono saja harus memutar lewat Jalan Raya Darmo dan Jalan Raya Diponegoro,” tambah mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu. Namun, proyek besar ini rencananya baru akan dianggarkan pada APBD 2009 mendatang. Pemkot akan lebih dahulu membangun box culvert di Jalan Banyu Urip.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C (Bidang Pembangunan) Agus Sudarsono mengatakan, langkah pengurangan kepadatan lalu lintas dengan membuat akses jalan baru ini cukup efektif.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan adanya genangan air di jalan bawah tanah tersebut. ”Ini yang perlu dikaji, apakah under pass itu justru menimbulkan genangan air atau tidak.Kalau tidak, saya kira itu positif,”katanya.

Taken from Sindo, Jan 11, 2008
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old February 15th, 2008, 12:12 AM   #880
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,940
Likes (Received): 104

^Yeah, kawasan Urip Simoharjo sampai ke Pandegiling, dan seberangnya (daerah Hotel Olympic - Pasar Keputran) memang borok di tengah kota. Another effort to clean up mess in Gembong-Kapasari-Ngaglik-Kalianyar. I remember passing this area during the day - my car is difficult to get thru since the street vendor has taken about half the road (or more)!

------

Kawasan Gembong, Kapasari, Ngaglik, Kalianyar setelah Penertiban

SURABAYA - Usai ditertibkan kemarin, kawasan Gembong-Kapasari tampak lega. Tak ada lagi lapak-lapak di sepanjang Jalan Gembong Tebasan. Lapak yang sebelumnya berderet di sisi kiri-kanan jalan, sudah diangkuti Dinas Kebersihan dan Petamanan (DKP).

Sampai tadi malam, kawasan tersebut masih dijaga ketat petugas Kepolisian. Tapi, warga sudah bisa melewati jalan tersebut. "Plong rasanya lewat jalan itu sekarang," kata Rully Hapsari, salah seorang pengendara motor yang melintasi jalan itu sekitar pukul 17.00.

Kepala Satpol PP Pemkot Utomo merasa lega berhasil menertibkan barometer PKL di Surabaya itu. "Untuk menertibkan PKL Gembong-Kapasari memang harus gabungan. Dengan demikian, hasilnya maksimal," katanya. "Kami salut atas kinerja rekan-rekan dari Polisi dan instansi lain. Ini sungguh luar biasa," lanjut Utomo di sela-sela penertiban.

Kini, aparat mulai fokus pada recovery. Yakni, memperbaiki badan jalan yang berlubang akibat ditancapi tiang stan sekaligus pengaspalan. "Untuk pekerjaan itu kami serahkan ke Dinas Bina Marga dan Pematusan serta Dinas Tata Kota dan Permukiman," kata Kabag Binamitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu.

Selain itu, Jalan Gembong-Kapasan-Kapasari-Ngaglik-Kalianyar selama satu bulan penuh berada di bawah pengawasan Polisi. "Kami akan awasi 24 jam penuh," tegasnya. Sebab, kata wanita yang akrab dipanggil Yayuk itu, tak ada yang menginginkan penertiban itu sia-sia. "Kami sudah melangkah jauh, karena itu harus diawasi." cetusnya.

Setelah recovery sekitar satu bulan, jalan difungsikan sebagai sarana lalu-lintas. Dinas Perhubungan akan mengkaji penataan lalu lintas di kawasan itu. "Kan banyak rambu-rambu lalin yang hilang. Kita cek dulu, bila ada yang perlu ditambahi, ya kita lakukan," kata Kepala Dinas Perhubungan Mas Bambang Suprihadi.

Salah satu yang dikaji adalah, apakah arus lalu lintas di Jalan Gembong Tebasan itu nanti satu arah atau dua arah. "Kami segera mengkajinya. Mudah-mudahan tak sampai satu bulan," katanya. Kajian tersebut dilakukan bersama Polisi. "Mudah-mudahan ya nggak sampai satu bulan. Wong, Pandegiling saja rambu-rambunya sudah kita pasang kok," ujar Kasatlantas AKBP Moh Iqbal.

Secara umum, penertiban berjalan lancar. Meski sempat terjadi cekcok mulut antara warga dan petugas ketika penertiban di Pecindilan II. Pemilik bangunan bersikukuh bahwa dia warga asli Surabaya. Namun, petugas tidak tebang pilih. Beberapa bangunan yang dianggap liar itu juga digusur.

Sesuai skenario, tak kurang dari 1.500 personel diterjunkan dalam penertiban tersebut. Polwiltabes Surabaya mengerahkan personel dari Polres Surabaya Selatan, Utara, dan Timur. Bahkan dari Polres Sidoarjo dan Gresik serta Brimob.

Pemkot Surabaya menerjunkan Satpol PP, Bakesbang Linmas, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Bina Marga dan Pematusan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Mereka masih di-backup TNI dan PLN. Petugas juga menyiapkan dua water cannon.

Sebelum subuh tim negosiator mulai negosiasi dengan pemilik lapak di sepanjang Gembong Tebasan. Namun, hanya beberapa pedagang yang mau mengemasi barang dan lapaknya. Sekitar pukul 04.30 petugas PLN memutus aliran listrik.

Setelah tak ada lagi pedagang yang mengemasi barangnya, petugas pun bergerak menertibkan seluruh lapak. Satu unit alat berat membongkar lapak satu per satu.

Ketika alat berat bekerja, seorang wanita setengah baya mempertahankan lapaknya sambil mengacung-acungkan senapan angin pada petugas. "Saya juga punya senjata. Saya tidak takut pada Polisi," katanya. Tanpa kesulitan petugas mengamankan senapan angin itu.

Sekitar pukul 08.00 pembongkaran lapak Gembong Tebasan selesai. Petugas Satpol PP langsung mengangkut kayu bekas lapak itu ke atas truk. Setelah itu, penertiban bergeser ke Jalan Kapasari. Namun, kondisi jalan itu sudah bersih. Hanya beberapa lapak yang dengan mudah diangkut ke truk. Pembersihan tersebut rampung sekitar pukul 12.00.

Bagaimana nasib pedagang? Umumnya mengaku pasrah. Hj Romlah dan salah seorang familinya, Ema, mengaku tak tahu harus kemana. Dia mengaku lapaknya yang ikut digerus eskavator itu merupakan peninggalan turun temurun dari keluarganaya. "Sudah empat keturunan kami tinggal di sini. Kami tidak tahu akan pindah kemana," ujar Romlah.

Dia mengaku sudah berjualan di Gembong sejak 1980-an. Sedangkan abahnya sudah ada di situ sejak 1950-an "Nggak ada ganti rugi sama sekali. Ini kan tidak adil," kata perempuan asal Bangkalan itu.

Hal yang sama diungkapkan Ema. "Lapak kami habis, harusnya pemerintah mencarikan tempat. Tapi, kalau sudah seperti ini, ya kami tak bisa berbuat apa-apa," katanya sendu. (bal/kit/cfu)
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
development, east java, indonesia, surabaya

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 11:13 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu