|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#1 |
|
Registered User
Join Date: Sep 2007
Location: Mecklenburg-Vorpommern
Posts: 78
Likes (Received): 0
|
Electricity generation
Hi all...
I decide to start a new thread here about electricity generation. I do hope that there hasn't been any thread about this in this forum before. Okay, first news from me: Indonesia's parliament approves new electricity law By Muklis Ali JAKARTA, Sept 8 (Reuters) - Indonesia's parliament approved a new electricity law on Tuesday, opening up a sector that is inefficient, heavily subsidied, and plagued by blackouts to more competition and fairer pricing. Large swathes of Indonesia are still not connected to the grid, while the country's system of subsidies encourages wastage and inefficiency. Frequent blackouts serve as an additional deterrent to foreign investment, hampering economic growth. The new law revokes the monopoly of state electricity firm PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), which lacks the funds to build enough power plants to meet rapidly growing demand, and instead allows central and regional governments to issue power permits. (For a factbox, see [ID:nJAK480406]) That could encourage some of Indonesia's more prosperous, resources-rich provinces to embark on new power projects for local use. "The key to the new law is that regions can actively work to provide electricity for their respective areas," Energy Minister Purnomo Yusgiantoro told reporters. Analysts welcomed the new law, saying it could lead to improvements in the sector. "When there is competition between PLN and private power producers, efficiency can be improved. Thus cost of production can be reduced and prices can be lowered," said Fauzi Ichsan, economist at Standard Chartered Bank in Jakarta. "It means that in an ideal scenario, independent power producers (IPPs) will be able to sell electricity directly to consumers. In the end, PLN will have to compete with private firms and at the same time it is obliged to provide low-cost power for the poor." President Susilo Bambang Yudhoyono said in his state budget speech last month that the government intends to reduce expensive subsidies. However, some analysts warned that the new law might have to be introduced in stages to avoid too much disruption, and that it could lead to wide variations in tariffs. "It should be implemented in several stages. The electricity subsidy in 2010 budget will be lower (than this year), thus there will be an increase in electricity tariffs. This could be regarded as a preliminary step," said Destry Damayanti, economist at Mandiri Sekuritas. "There could be an economic distortion between regions if they have the right to decide their own electricity tariffs. Regions with limited supply will likely face difficulties." Indonesia's parliament had previously tried to end PLN's selling monopoly. In 2002, it approved a new electricity law ending the selling monopoly of PLN, but two years later, the constitutional court struck down the law, saying that generation and distribution should be controlled by the government because of its importance. (For details of the draft legislation, click on [ID:nJAK489762] (Additional reporting by Dicky Kristanto and Sonya Angraini) (Writing by Fitri Wulandari, editing by Sara Webb) http://in.reuters.com/article/oilRpt...49050120090908 ----------------------- As you guys can see, we finally have a new-new law that takes down the monopoly of PLN! ![]() No longer will we have to wait until PLN can scrap enough money to build new powerplants while in the mean time, blackouts. However, as I have underlined (and bolded out) there might be another challange from stupid people ( ) to the Constitutional Courts. The courts has ruled against private electricity company before.In my opinion, I am FOR private electricity companies. HOWEVER, if the investors are from foreign countries, I would like it to be from countries who are not going to try to steal something from us. Read: not from Malaysia (our islands and cultural products) or Singapore (the damn corruption money in their banks!) What do oyu guys think? Last edited by vsovereign; September 9th, 2009 at 05:48 AM. |
|
|
|
|
|
#2 |
|
SSC Indonesia
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,214
Likes (Received): 14
|
Kantor tempat kerja gw kebetulan letaknya di sebelah kantor PLN pusat. Dari hari Senin kemarin, suasananya gaduh karena ada demo beberapa (atau banyak?) karyawan2 (sarikat buruh?) PLN yg ternyata tujuan demonya adalah memprotes dan menolak RUU ini.
Dari jam 8 pagi sebelum masuk kantor, pendemo sudah memasang musik2 tahun 40-an hingga 60an yang bertema nasionalisme/kebangsaan/kebangkitan (saya sampai mengira ada rehearsal upacara di POLRI). Dan sang orator berteriak2 dari pagi hingga sore dengan pengeras suaranya mengecam RUU ini dan mengajak pengikutnya untuk bulat menolak RUU ini disahkan (malah kalau yg teriak2 saya mengirannya inspektur upacaranya lg latihan). Dan itu sudah berlangsung dari Senin kemarin, hingga Selasa kemarin. Mungkin pagi ini masih berlanjut. Kalau diingat2, waktu dimulainya liberalisasi pelabuhan pun melalui UU pelayaran yang baru, banyak karyawan Pelindo yang juga melakukan aksi serupa memprotes UU tsb, yang memang selama ini kegiatan pelabuhan dimonopoli oleh Pelindo. Kali ini RUU kelistrikan, ya karyawan2 PLN lah yang berdemo.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing. (Edmund Burke 1729-1797) |
|
|
|
|
|
#3 |
|
Final Fantasy Mania
Join Date: Jul 2008
Posts: 6,047
Likes (Received): 52
|
Gw nech:
1. Kalo untuk produksi listrik (Power plant) bisa siapa saja, baik itu PLN, PT swasta, BUMN, Perusahaan asing 2. Tramsmisi tegangan tinggi juga spt poin 1, siapa aja boleh 3. Distribusi tegangan rendah -----> ke konsumen, ini harus PLN Kalo ditelaah, ruwetnya kelistrikan kita adalah pasokan listrik yg tidak cukup dan tidak merata. Juga gak efisiennya pembangkitan sehingga ongkos produksi jadi tinggi dan harga ke konsumen juga tinggi. Jika pembangkitan dan transmisi diliberalkan bisa mendorong pemerataan dan tercukupinya listrik serta biaya produksi yg murah....sampai konsumen harusnya juga murah |
|
|
|
|
|
#4 |
|
Obsolete User
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48
|
Puji syukur kepada Allah SWT... kLau Pada akhirnya undang-undang ini disahkan juga. 100% Akan menjadi headline di media2 daerah terutama Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Dan Kalimantan Selatan.
Mengenai JawaBali biarin Aja sama PLN... Untuk luar JawaBali, PLN terbukti gagal, kok..... Baca signature saya,,, Riau konsumsi listrik Industri nya jauh sekali melampaui kapasitas listrik PLN .... Swasta2 penyedia listrik ini sanggup hingga ribuan MW. PLN cuman 300 MW punnnn gak sanggup... harusnya Malu ... Di Riau, BUMD Aja mampu menolong PLN sampai hampir 40%. lampu jalan Kota Pekanbaru sudah dihemat sampai 20MW... Sekarang jangan lagi daerah disuruh berkorban.... Sudah cukup!!!!! Pertumbuhan ekonomi Riau saja sudah 8.35% dengan krisis listrik. Kalau listrik surplus Ada peluang bisa 2 digit .......!!!!!!
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
Last edited by rilham2new; September 9th, 2009 at 04:24 AM. |
|
|
|
|
|
#5 | |
|
Obsolete User
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48
|
Quote:
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
|
|
|
|
|
|
|
#6 | |
|
Registered User
Join Date: Sep 2007
Location: Mecklenburg-Vorpommern
Posts: 78
Likes (Received): 0
|
Quote:
If PLN is to sell electricity at a profit-making rate, I have no problem with that. But PLN is NOT going to. Because the gov't still subsidies electricity in Indonesia. With more powerplants, NO or SMALL possibility of blackouts, we'd be willing to pay more for electricity. But with PLN like it is now...I'd say that I prefer that PLN monopoly is revoked... With more competition, I hope electricity costs will come down. If gov't is willing to subsidy PLN (reduced tax, fees, etc) that is up for the gov't. But I'm FOR competition. Especially since PLN has been in this business since Indonesian independence & its operational capability is pretty dismal... |
|
|
|
|
|
|
#7 |
|
Final Fantasy Mania
Join Date: Jul 2008
Posts: 6,047
Likes (Received): 52
|
Gak donk, subsidi pemerintah dilakukan yg terbesar untuk bahan bakar pembangkit
Kalo untuk distribusi harusnya gak ada yg disubsidi, secara gak perlu modal besar untuk melakukan ini, cuma pasang tiang listrik di pinggir jalan dan pasang meteran di rumah rumah warga. Yang sekarang jadi masalah kan di pembangkitannya. Daya yg dibuthkan gak imbang dg daya tersedia. Kalo pembangkitan dah bagus, transmisi bagus, distribusi ke warga kan tinggal nyambung kabel aja dan pasang meteran. Kalo cuma pasang tiang listrik, kabel, dan meteran .... ya sangat lucu jika harus disubsidi pemerintah. Tian listrik jika dari besi dinilai mahal kan bisa pake kayu..... Smoga aja bisa lebih maju masalah kelistrikan ini terutama di luar jawa |
|
|
|
|
|
#8 |
|
SSC Indonesia
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,214
Likes (Received): 14
|
Biasanya yg bikin PLN tidak efisien dan trus2an minta subsidi, bs di hulu atau d hilir. D hilir kbnyakan kasusnya adalah pencurian listrik yg sedihnya bnyk jg melibatkan oleh oknum pegawai PLN. D hulu utk pembangkit swasta biasanya tarif belinya mahal sdgkn PLN harus jual listrik dgn harga PSO, khusus yg < 6600kva.. Bisnis hulu sudh lama diliberalisasi, trutama u pembangkit swasta. Yg bikin Pln 'kebakaran jenggot' mungkin adalah kalau bisnis hilirnya jg ikut diliberalisasi..
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing. (Edmund Burke 1729-1797) |
|
|
|
|
|
#9 | |
|
Registered User
Join Date: Sep 2007
Location: Mecklenburg-Vorpommern
Posts: 78
Likes (Received): 0
|
Quote:
Profits make you invest more. More investment = more powerplants + no more blackouts. But PLN is a loss-making company. It depends on gov't subsidies for operational costs and investment. Guess what? Gov't no longer has the money for subsidies. If PLN is now allowed to operate as a truly (profit-making) company, electricity bill will go up. I have no problem with that tho. Just reduce your electricity consumption. But the small people will probably scream because prices go up and blackouts still happen. It will take at least 2 years of high electricity prices and constant blackouts for PLN to return to profitability and build more powerplants. I don't think the gov't want to be blamed for that. So they open the retail electricity market. As I said before, I have no problem with that too. What I DO have problem with, if the Malaysians and Singaporeans get a hold on our energy sector! Because this two countries have shown beyond all reasonable doubt what Indonesia means for them. Which is nothing... I don't have problem with the Arabs or Indians or Chinese or even the Thais. Oh & BTW I have problem with Australians too since they promote separatism. |
|
|
|
|
|
|
#10 |
|
Final Fantasy Mania
Join Date: Jul 2008
Posts: 6,047
Likes (Received): 52
|
Hulu belum sepenuhnya diliberalisasi karena PLN juga ikut bermain dg subsidi jadi permainan yg tidak fair. Hilir harusnya gak masalah ditangani PLN karena tinggal cari pelanggan dan pasang meteran. Sekarang ini daftar tunggu dah sangat panjang...jika di hulu ada listrik tentu daftar tunggunya bisa langsung diatasi.
Dan gw yakin bahwa pengeluaran terbesar produksi listrik ada di hulu, jadi hulu yg harus diberesin duluan. Mengenai tarif listrik di IPP nech, beberapa waktu yg lalu IPP jual listrik ke PLN skitar 600/kwh, sedang PLN jual ke masyarakat 500/kwh. Jadi emang tekor si PLN-nya, tapi kenapa bisa getu ya, kan bodohnya si PLN kenapa beli mahal dan jual murah. Harga listrik dari IPP harusnya lebih murah.... Auuu ah pusing mikirin listrik |
|
|
|
|
|
#11 |
|
Liverpool holic
Join Date: Dec 2007
Location: Anfield Stadium
Posts: 8,478
Likes (Received): 6
|
suka atau tidak, masa depan kita tergantung energi listrik ini...kira-kira 5-7 tahun lagi mulai banyak berseliweran mobil pake listrik dan hidrogen... dan itu akan merembet ke motor, bis, dan lainnya... ready to face the future!
__________________
a new comer in Palembang City.. |
|
|
|
|
|
#12 | |
|
Registered User
Join Date: Sep 2007
Location: Mecklenburg-Vorpommern
Posts: 78
Likes (Received): 0
|
Good news confirmed!
![]() Quote:
I hope the Constitutional COurts can be convinced that all this is for the advancement and prosperity of our country
Last edited by vsovereign; September 9th, 2009 at 03:46 PM. |
|
|
|
|
|
|
#13 | |
|
Registered User
Join Date: Sep 2007
Location: Mecklenburg-Vorpommern
Posts: 78
Likes (Received): 0
|
Quote:
48 trillions...for subsidies. with that amount of money we can get hundreds of kilometers of new toll-highways! or build hundreds of kilometers of new railroads! ![]() I hope those crash programmes will be able to alleviate the chronic needs of electricity in Indonesia.
|
|
|
|
|
|
|
#14 | |
|
Obsolete User
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48
|
REPOST dari Thread Pekanbaru .... alasan saya marah besar sama PLN .... KOk kayak laki2 impoten ..
Oke, kali ini aku mau menulis tentang kelistrikan ![]() Ini ada dari HARIAN SURYA, dimuat 24 Januari 2009 Quote:
Jadi kemudian datanglah "iseng2 berhadiah" kerjaan saya ini... Jadi saya coba membagi angka daftar tunggu tersebut dengan jumlah penduduk masing2 provinsi (sayangnya yang akurat cuman ada data 2005).... Tapi, gak papa sedikit membantu angka2 PLN.... maklum, kalau pake data 2009, ntar ketahuan makin gak becus kerjaan PLN nya. Karena ntar rasionya makin parah ![]() Makin tinggi RASIO nya ... menunjukkan tingginya permintaan listrik BARU di daerah tersebut, dimungkinkan karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi, jumlah penduduk melonjak drastis, dan tingkat kemakmuran yang menyebabkan kebutuhan rasio kebutuhan listrik semakin tinggi ... Juga dimungkinkan karena rasio elektrifikasi yang memang sudah rendah sebelumnya, disebabkan karena provinsi2 tersebut punya memiliki jumlah penduduk yang terkonsentrasi di luar perkotaan SUMATRA UTARA : penduduk : 12,450,911 daftar tunggu : 75,531 rasio : 0.0060663 SUMATRA BARAT : penduduk : 4,566,126 daftar tunggu : 30,429 rasio : 0.00666407 SUMATRA SELATAN penduduk : 6,782,339 daftar tunggu : 100,933 rasio : 0.01488174 KALIMANTAN BARAT penduduk : 4,052,345 daftar tunggu : 45,202 rasio : 0.01115453 KALIMANTAN TIMUR penduduk : 2,848,798 daftar tunggu : 22,086 rasio : 0.00775274 JAWA BARAT penduduk : 38,965,440 daftar tunggu : 387,864 rasio : 0.00995405 JAWA TIMUR : penduduk : 36,294,280 daftar tunggu : 207,918 rasio : 0.00572867 Mari kita tampilkan 2 provinsi dengan rasio tertinggi , heheKALIMANTAN SELATAN penduduk : 3,281,993 daftar tunggu : 120,589 rasio : 0.03674261 RIAU penduduk : 4,579,219 daftar tunggu : 103,192 rasio : 0.02253485 pertumbuhan ekonomi : 8% pertumbuhan penduduk : masih berani nanya??
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
|
|
|
|
|
|
|
#15 | |
|
Obsolete User
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48
|
Repost dari Thread PEKANBARU
Di RIau terjadi anomali penyediaan kelistrikan, yang seharusnya MENAMPAR WAJAH PLN sekaligus. Tapi mungkin mukanya udah susah ditampar. Berbeda dengan kenyataan di Riau , kelistrikan di Jawa adalah isu sensitif karena selain menyangkut kepentingan residensial dan komersial, INDUSTRI juga pake listrik PLN di Jawa... Nah, bedanya di Riau adalah INDUSTRI lah yang seringkali menolong kekurangan (ke-impoten-an) PLN ...
================= Ohya, kemarin baca di RIAUBISNIS ... katanya kapasitas kelistrikan Riau untuk masyarakat sipil (yang dipasok oleh PLN) saat berada pada beban puncak mencapai 264.5 MW, padahal untuk memenuhi rasio elektrifikasi setidaknya harus 300 MW. JUmlah pelangan mencapai 541,445 pelanggan. Dengan daftar tunggu lebih dari 100 ribu pelanggan. Pertumbuhan penduduk 5.02%, jumlah penduduk saat ini 5.07 juta jiwa. Ehh ternyata saudara-saudara,,, RIAU ini provinsi yang bener2 sudah INDUSTRIALIS HABIS !!!... LUAR BIASA INDUSTRI di RIAU ini, GILA-GILAAN !!!! Tapi, kelistrikan nya dipasok sama mereka sendiri sebagian besarnya, gak ada ceritanya minta bantuan PLN (kayak di JAWA misalnya, perindustrian konon katanya dipasok PLN, kecuali perusahaan potensial raksasa seperti KRAKATAU STEEL .. sehingga kelistrikan begitu harus diutamakan, sampai2 begitu keluar isu untuk membedakan tarif listrik untuk industri, langsung rame di surat kabar). Ini profil2 perusahaan besar beroperasi di Riau (yang men-supply kebutuhan listriknya sendiri): 1. PT. Riau Andalan Pulp & Paper (APRIL Group), produsen bubur kertas terbesar di Indonesia, dan salah satu terbesar di Asia Pasifik. Pemasok kertas dengan merk dagang PaperONE (bohong, kalau gak tahu ..). Kapasitas produksi listrik 583 MW. 2. PT. Indah Kiat Pulp & Paper (SINARMAS Group), produsen bubur kertas terbesar kedua di Indonesia, dan salah satu terbesar di Asia Pasifik. Pemasok kertas dengan merk dagang IndahKIat (wuihh,, banyak banget di Malaysia yang pakai kertas ini). Kapasitas produksi listrik 539 MW. 3. PT. Chevron Pacific Indonesia (dulunya CALTEX), perusahaan eksplorasi minyak bumi TERBESAR di Indonesia, karena menguasai 60% kapasitas produksi nasional. Nilai investasi ratusan juta dollar, sudah beroperasi di Riau sejak 1940, dengan sumur MINAS nya. Pencatatan sejarah, dilakukan pada tahun 1960-an, karena dimulai dengan dibukanya ladang minyak DURI. Saat kejayaannya pada tahun 1980-an, mampu mencapai angka 1 juta barrel/hari. Sekarang, sudah turun sekitar setengahnya. Hmm, kapasitas kelistrikan sepertinya lebih besar dari IKPP dan RAPP, ada yang bilang 600 MW lebih ?? berita dari RIAUPOS Quote:
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
|
|
|
|
|
|
|
#16 | |
|
Registered User
Join Date: Sep 2007
Location: Mecklenburg-Vorpommern
Posts: 78
Likes (Received): 0
|
Quote:
So here's a thought: Now that energy market has been saved (finally) from the clutches of PLN, why not try to venture into renewable energy? Yes, it's going to take a lot of time, work and investment. But, as I have marked in the article above, Indonesia's reserves of oil and gas are slated to dry off in 30 to 40 years. However, we have a virtually unlimited supply of geothermal energy in the forms of our many volcanoes ![]() It can generate around 33,000 MW!! Do you know that Iceland, which is also a volcanic island like Indonesia, generate most (90% ?) of its electricity from geothermal powerplants? Personally, I've seen this before at Dieng Plateau in central Java. A facility to generate electricity from geothermal sources. I think they're run by (ever-inefficient & lacking money) PLN. If it's run by efficient and profit-making companies? Java, Sumatra & Sulawesi are volcanic islands with abundance in geothermal resources. We should really tap that rather than the old coal-and-oil-fired powerplants
|
|
|
|
|
|
|
#17 |
|
Strive for the best!!
Join Date: Jun 2008
Location: 雅加达, 印度尼西亚 (Jakarta, Indonesia)
Posts: 961
Likes (Received): 0
|
Kamis, 08/10/2009 15:03 WIB
Telan US$ 2,2 M, Sistem Listrik Sumatera dan Jamali Bakal Terhubung Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance Jakarta - PT PLN (Persero) berencana untuk memasang kabel yang akan menghubungkan sistem Sumatera dengan Sistem Jawa Madura dan Bali sepanjang 700 kilometer senilai US$ 2,2 miliar. Direktur Perencanaan PLN Bambang Praptono menjelaskan, dari 700 Km tersebut, 40 Km diantaranya merupakan kabel bawah laut di selat Jawa. "Pada triwulan 2 atau 3 tahun depan akan di tender. Pembangunannya tahun 2011 dan selesai pada 2016," ujar Direktur Perencanaan PT PLN (Persero) Bambang Praptono di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (7/10/2009). Menurut Bambang, pendanaan untuk proyek tersebut mencapai US$ 2,2 miliar tersebut 85 persennya berasal dari Japan International Corporation Agency (JICA) dan sisanya didanai PLN. Pinjaman lunak ini dengan jangka waktu pinjaman selama 40 tahun. "Karena besar pendanaan tersebut, maka pencairannya dibagi dalam lima tahap. Misalnya, untuk pembelian barang itu nanti akan disetujui dalam rapat JICA di Jepang pada bulan Maret tahun depan sebesar US$ 400 juta," jelasnya. Menurut Bambang, kabel-kabel tersebut akan menyalurkan pasokan listrik dari enam pembangkit mulut tambang di Sumatera Selatan yang dibangun oleh swasta (Independen Power Producer/IPP) dengan total kapasitas 3600 MW. Keenam mulut tambang tersebut diantaranya berada di Bangko Tengah, Bangko Timur, Siramas dan Pendopo. "Sebesar 3.000 MW akan dipasok ke Jawa, sementara 600 MW ke Sumatera. Jadi kabel ini menghubungkan Sumatera ke Sistem Jamali, begitu sebaliknya," ungkapnya. Bambang menambahkan, hingga saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri yang sudah menyatakan minatnya. Salah satunya perusahaan asal Perancis Areva dan Mitsubishi, Jepang. (epi/qom)
__________________
INDONESIA; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa INDONESIA; One Motherland, One Nation, One Unifying-Language It's Time to Visit INDONESIA... |
|
|
|
|
|
#18 | |
|
Final Fantasy Mania
Join Date: Jul 2008
Posts: 6,047
Likes (Received): 52
|
Quote:
|
|
|
|
|
|
|
#19 |
|
Registered User
Join Date: May 2008
Posts: 1,053
Likes (Received): 8
|
aku harap, DPRD Sumsel memveto rencana ini. Bayangkan saja, dari 3600 MW daya yang dihasilkan 3000 MW dibawa ke Jawa. 600 MW buat sumatra ???
Sumatra masih krisis listrik bung. Seharusnya daya yang ada diprioritaskan buat sumatra, seperti Lampung,bengkulu,Jambi, Riau.
|
|
|
|
|
|
#20 | |
|
SSC Indonesia
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,214
Likes (Received): 14
|
Quote:
Ini seharusnya menjadi peluang buat para PLS (Perusahaan Listrik Swasta) untuk lebih banyak berinvestasi di Sumatera yang beberapa propinsinya mempunyai pertumbuhan ekonomi yang diatas2 rata2 pertumbuhan ekonomi nasional.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing. (Edmund Burke 1729-1797) |
|
|
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|