daily menu » news links | rate the banner | guess the satellite | guess the city | one on one

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Asian Skyscraper Forums > South East Asia > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > WarTeg > Urban transportation, sports facilities, Infrastructures

Reply


 
Thread Tools Rate Thread Display Modes
Old October 5th, 2009, 06:18 PM   #21
David-80
Monkey that goes mooo...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: The homeground of true blue!
Posts: 3,297
kok sampe di repeat 4x beritanya?

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 06:21 PM   #22
joeylen
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 484
Quote:
Originally Posted by tollfreak View Post
Aspal, cuma berlubang banyak dan perbaikannya lama sementara sering dilalui truk, kira2 jalanan yang rusak sepanjang 30 km-an, tapi waktu ke sana yang diperbaiki cuma 3 km-an. Pernah juga tanya ke para park ranger di Taman Nasional Kutai mereka bilang perbaikan jalan udah tertunda sekitar dua tahun. Tapi abis pertigaan bontang ke samarinda jalan nya tiba2 mulus dan marka nya masih baru
ya...jalan bontang - sengatta emank hancue lebur...xixixixi.pdhal yang jadi bupatinya dulu sekarang sudah jadi gubernur......
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2009, 06:23 PM   #23
joeylen
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 484
Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
kok sampe di repeat 4x beritanya?

cheers
ada kesalahan bro...tapi udah kubaiki di ganti dgn pict...
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 6th, 2009, 03:21 PM   #24
joeylen
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 484
BSB di Tengah Rebutan
Pemrov Kaltim tak menutup kemungkinan mengambil alih proyek pembangunan BSB (Bandara Samarinda Baru) di Sungai Siring setelah diaudit konsultan independen.

KEINGINAN warga Kaltim – khususnya Samarinda dan sekitarnya -- segera melihat dan menikmati keindahan BSB Sungai Siring, Samarinda, masih harus tertunda. Pembangunan proyek yang dikerjakan kontraktor PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) itu tersendat. Malah terkesan macet total, dan besar kemungkinan Pemprov yang akan mengambil alih kelanjutan proyek ini.

“Kita masih menunggu jawaban kesanggupan Pemkot Samarinda apakah sanggup meneruskan proyek ini atau tidak. Dan, kalau tidak, Pemprov sendiri yang akan mengambil alih penyelesaian proyek BSB itu,” ungkap Gubernur H Awang Faroek Ishak dalam konfrensi pers dengan wartawan di ruang rapat Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Agenda jumpa pers hari Senin itu, 27 Juli 2009, bukan hanya soal BSB semata. Faroek yang ditemani Plt Sekprov Sulaiman Gafur, Asisten I Setprov H Abdul Samad, Asisten IV Irianto Lamberi, termasuk Karo Humas Zairin Zain juga membicarakan soal formasi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Kaltim tahun 2009, termasuk langkah-langkah menangkal ancaman teroris. Tapi, persoalan proyek BSB menjadi salah satu topik menarik yang dibicarakan.

Kenapa? Faroek melalui Sulaiman Gafur menyatakan, Pemkot Samarinda sebenarnya diberi kepercayaan oleh Pemprov melaksanakan pembangunan BSB. Sebuah Bandara baru sebagai pengganti Bandara Temindung yang dianggap tidak layak lagi. Sudah dikepung perkampungnan penduduk. Sayangnya, proyek BSB yang dinanti-nantikan itu malah tersendat. Tak heran, kalau Pemprov pun meminta ketegasan Pemkot Samarinda apa memang sanggup meneruskan atau tidak.

“Kalau misalnya Pemkot tidak sanggup, ya kita siap mengambil alih. Tapi, pengambilalihan itu pun tentu setelah dilakukan audit dulu tentang volume pekerjaan kontraktor, PT NCR. Auditnya sendiri kita harapkan dilakukan oleh konsultan yang benar-benar independen,’’ ucap Sulaiman Gafur sambil mengerutkan kening.

Gubernur Faroek pun agak kecewa berat dengan proyek ini. Faroek melihat, kontraktor pelaksana proyek BSB (Bandara Samarinda Baru) itu, PT.NCR, bukan sebagai investor dan bukan pula kontraktor. NCR dianggapnya tidak memiliki kemampuan dan pengalaman secara teknis membangun sebuah Bandara. ‘’Kenapa saya begitu? Kalau dia itu investor atau kontraktor seharusnya punya peralatan. Masak, ada kontraktor yang tidak punya alat, lantas bagaimana perusahaan itu bisa kerja dan memenuhi targetnya,” gumam Faroek.

Faroek menghendaki, kalau BSB itu nanti diambil alih oleh Pemprov, maka kelanjutan pembangunannya sebaiknya dilakukan beberapa kontraktor yang berpengalaman dan profesional. ‘’Ya, semacam konsorsium, terdiri beberapa kontraktor seperti pembangunan infrastruktur PON XVII Kaltim. Istilahnya kerja ‘keroyokan’ dengan melibatkan beberapa kontraktor,” ujarnya seraya menimpali, pekerjaan landasan pacu misalnya dikerjakan oleh kontraktor sendiri, hangar dikerjakan sendiri, dan lainnya.

Faroek merasa yakin, bila proyek BSB itu dikerjakan dengan melibatkan beberapa kontraktor, maka pembangunan BSB Sungai Siring bisa segera diselesaikan dan dapat dinikmati masyarakat. ”Persoalannya sekarang, kita hanya menunggu jawaban kesanggupan Pemkot Samarinda saja,” pungkas Faroek.

Bagaimana Pemkot Samarinda? Walikota Samarinda, H Achmad Amins sendiri belum memberikan statemen terkait persoalan ini. Tapi, Amins sepertinya tetap bertekad untuk menyelesaikan pembangunan BSB yang memang ditunggu-tunggu masyarakat. Terlebih, upaya mewujudkan pembangunan BSB itu dilakukan dengan perjuangan gigih dan tak kenal menyerah.

Di bagian lain, Karo Humas Setprov Kaltim sendiri, Zairin Zain mengaku kepada BONGKAR!, sejauh ini pekerjaan PT NCR terkesan tidak beres. Tidak salah kalau ada keingginan mengganti kontraktor proyek itu dengan kontraktor lain yang lebih berpengalaman di bidangnya. Namun, kata Zairin, sampai saat ini Pemkot dan Pemrov belum menunjuk kontraktor lain untuk menggantikan NCR.

“Kita masih masih menunggu hasil audit administrasi dan kroscek pelaksanaan fisik di lapangan. Pemkot Samarinda sudah menunjuk konsultan independen untuk mengaudit pelaksanaan pekerjaan fisik PT NCR, apakah sudah sesuai dengan Bistek atau malah sebaliknya ada kerugian Negara di sana,” tandas Zairin.

Zairin mengaku, Pemprov sendiri sudah mengeluarkan dana cukup besar untuk membantu perwujudan proyek BSB. Tahun anggaran 2007 dan 2008, Pemprov sudah menggelontorkan dana yang totalnya Rp 110 miliar. Malah, tahun 2009 ini pun dianggarkan untuk membantu kelanjutan proyek BSB. “Hanya saja, karena adanya temuan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) yang menyatakan proyek BSB itu bermasalah, maka kita stop,” tandas mantan salah satu Kabid di bappeda kaltim itu.

Zairin membenarkan, BPKP sudah melakukan audit administrasi terhadap pelaksanaan proyek BSB. Dan, kenyataan di lapangan bahwa pekerjaan PT NCR sejak mulai persiapan hingga pelaksanaan banyak masalah atau tidak beres. Karena itu, Pemprov menghentikan dulu bantuan anggaran tahun 2009 untuk proyek itu sampai benar-benar hasil audit administrasi dan audit fisik pekerjaannya selesai. ‘’Nah, setelah itu nanti, baru kemudian kita mencari kontraktor yang menggantikan NCR.,” ucap Zairin.

Proyek pembangunan BSB di Sungai Siring, Samarinda Utara, itu memang menarik dicermati. Proyek yang seolah menjadi rebutan antara Pemkot Samarinda dengan pemprov Kaltim. Maklum, proyek BSB yang ditangani Pemkot Samarinda ini ditaksir menyedot pembiayaan senilai Rp 995 miliar. Bahkan, nilai proyek ini masih mungkin membengkak sampai triliunan rupiah lebih.

Tapi, persoalannya kontraktor PT NCR sendiri yang terkesan kurang becus. NCR sering mengeluh faktor cuaca dan alam yang menjadi penghambat keterlambatan proyek ini. Malah, sejumlah wakil rakyat di DPRD Samarinda pun sering ‘turun gunung’ menginspeksi proyek BSB yang ternyata tak mampu juga menggenjot volume pekerjaannya cepat selesai.

Kenapa ini bisa terjadi? Ada semacam kongkalikongkah dalam pengerjaan proyek BSB? Semuanya masih belum transparan. Tapi, proyek pembangunan BSB sendiri memang diwujudkan dengan perjuangan gigih dan tak kenal lelah. BSB sendiri dimaksudkan sebagai pengganti Bandara Temindung Samarinda yang harus diakui sudah tak layak lagi, karena sudah terkepung dengan permukiman penduduk.

Bagaimana dengan eks lahan Bandara Temindung itu nanti? Belum ada penjelasan resmi terkait masalah ini. Tapi, isu santer yang berkembang menyebut, eks lahan Temindung akan dijadikan semacam pusat bisnis dan perumahan elit yang representatif, seperti halnya pusat-pusat bisnis yang sudah ada di Samarinda. ‘’Lahan Bandara Temindung itu adalah milik Pemprov Kaltim. Soal mau dijadikan atau ditukar guling dengan apa kalau BSB sudah selesai, saya belum tahu persis,” ucap salah satu pejabat di lingkungan Setprov Kaltim.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 7th, 2009, 03:13 AM   #25
joeylen
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 484


Bandara lama Temindung yang sudah sangat tidak layak lagi karena berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 7th, 2009, 03:14 AM   #26
joeylen
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 484


Bandara lama Temindung yang sudah sangat tidak layak lagi karena berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2009, 08:42 AM   #27
gussinyo
Registered User
 
gussinyo's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Malang
Posts: 530
apa gak terlalu kecil tuh bandara baru untuk kota level samarinda? klu liat renderingnya kok urut aku kurang besar ya, minimal tambah satu terminal lagi harusnya
gussinyo no está en línea   Reply With Quote
Old November 22nd, 2009, 08:06 AM   #28
mouRINHO
sparkling samarinda 2010
 
mouRINHO's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: samarinda, indonesia
Posts: 426
Quote:
Originally Posted by gussinyo View Post
apa gak terlalu kecil tuh bandara baru untuk kota level samarinda? klu liat renderingnya kok urut aku kurang besar ya, minimal tambah satu terminal lagi harusnya
kabar terakhir, panjang landasan BSB yg disetujui pusat cuman 1600 meter, jadi hanya sbg bandara perintis. tapi kita optimis BSB akan terus dikembangkan jika emang sudah jadi 1600 meter, minimal bisa mnjadi bandara yg melayani kebutuhan transportasi domestik, seperti samarinda direct to jakarta,surabaya,makassar dll, secara smrd dihuni 700 ribu penduduk, plus tenggarong,bontang,sengatta,berau,kutai barat dsk yg klo ditotal jadi 1 juta jiwa lebih.

dengan demand yg demikian besar, kami optimis BSB akan menjadi bandara besar juga, meski harus menunggu wktu yg agak lama.... musti sabarrrrrr....
mouRINHO no está en línea   Reply With Quote
Old November 22nd, 2009, 08:14 AM   #29
Rivadh
Registered User
 
Rivadh's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Location: Balikpapan-Samarinda
Posts: 763
I hope so...
Rivadh no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools
Display Modes Rate This Thread
Rate This Thread:

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 12:09 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.3
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.

SkyscraperCity - In Urbanity We Trust

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
BBS server management by DaiTengu
Forums Directory