daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old April 8th, 2010, 10:28 PM   #261
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Kamis, 08-04-2010
Bantaeng ingin Kurangi Beban Makassar

MAKASSAR, Upeks--Dengan sumber daya alam dan letak yang sangat strategis, Kabupaten Bantaeng sangat berpotensi untuk berkembang lebih maju dan menjadi salah satu kabupaten andalan di Sulsel.
Sangat pantas jika kabupaten yang memiliki laut, dataran rendah, dan dataran tinggi ini dijuluki kecil-kecil cabe rawit. Dari sisi letak, Bantaeng berada pada posisi jalur pelayaran internasional. Curah hujan cukup intens karena terjadi selama delapan bulan dalam setahun membuat kabupaten itu cukup subur. Rumput laut, ikan, beras, cengkeh, hingga buah, bunga, dan holtikultura diproduksi daerah ini. Sebagai sebuah daerah, laik jika Bantaeng dijuluki kabupaten komplit.
Karena dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Bantaeng bercita-cita untuk membangun daerah tersebut menjadi sebuah kota baru yang nantinya bisa menjadi pusat pariwisata, pertanian, perniagaan, dan lainnya.

Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, disela-sela kunjungannya ke Harian Ujungpandang Ekspres, Rabu (7/4) mengemukakan Bantaeng ke depan diharapkan bisa menjadi seperti Bogor atau Puncak. Dimana, warga Makassar yang merasa jenuh dengan suasana sumpek bisa lari ke Bantaeng. Turut serta mendampingi Bupati Bantaeng pada kunjungannya ke Upeks diantaranya Ketua DPRD Bantaeng Hj A Novrita A Langgara, Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustajab, Asisten I Muslimin, Asisten II HM Yasin, Kepala Bappeda H Zainuddin, Kadis Perindag Abd Gani, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kabag Perekonomian Asruddin, Kabag Pembangunan Abdullah, Kabag Humas Syahrul Bayan, dan Staf Ahli Bidang Pertanian Moktar A Nawir.

Untuk itu, pemkab setempat berusaha menggenjot pembangunan infrastruktur. Mulai dari jalan-jalan yang diperlebar, kawasan pariwisata semakin ditata, kawasan agrobisnis dan holtikultura yang bisa menjadi destinasi wisata juga ditingkatkan.

Pelabuhan juga mulai dibangun dan saat ini dalam proses persiapan peresmian. Rencananya akan dibuka jalur pelayanan pariwisata Bantaeng-Bali, Bantaeng-Selayar dan berharap kabupaten tersebut menjadi pintu gerbang di kawasan selatan.
"Saya dengan PHRI Kota Bandung juga akan melakukan kerjasama memenuhi kebutuhan untuk hotel-hotel disana, termasuk sayuran, buah hingga bunga segar," jelasnya.

Bukan itu saja, untuk meningkatkan sarana kesehatan, dibangun rumah sakit yang representatif yang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk berobat. "Kita ingin jadikan Bantaeng sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Sulsel. Mengurangi beban Makassar karena beberapa tahun ke depan, Makassar semakin tak bisa bergerak," jelasnya.

Banyak harapan yang ingin direalisasikan. Tinggal inovasi, kesungguhan, dan kerja keras untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Apalagi, semua itu mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Bantaeng. Seperti yang dikemukakan Ketua DPRD Bantaeng Hj A Novrita A Langgara.
"Untuk kemajuan Bantaeng, kami akan dukung. Dewan dan bupati sama-sama dipilih rakyat. Jadi kita harus sama-sama membangun Bantaeng," tandas Novrita. (mg03)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=44443
Comeliness no está en línea  

Sponsored Links
 
Old April 8th, 2010, 10:32 PM   #262
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Kamis, 08-04-2010
Pelabuhan Pelni Pamatata segera Difungsikan

KEPULAUAN SELAYAR, UPEKS--Pelabuhan Pelni Pamatata di Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar, rencananya akan difungsikan pada pelaksanaan Even International, yang rencananya akan dilangsungkan pada pertengahan Oktober mendatang.

Sebagai bukti keseriusan Pemkab Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk memanfaatkan pelabuhan pelni yang sementara dalam tahap perampungan oleh pelaksana proyek asal Makassar itu, maka pihak pemkab terus melakukan upaya-upaya agar proyek itu rampung secepatnya.
Pemkab Kepulauan Selayar melalui Dinas Perhubungan Selayar yang dinahkodai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, Ir H Arman, melakukan koordinasi dengan pelaksana pembangunan pelabuhan pelni tersebut, dalam hal ini PT Nur Jaya Makassar.
Ir H Arman, kepada Upeks melalui telepon selulernya, Selasa (6/4) menjelaskan bahwa terkait dengan difungsikannya Pelabuhan Pelni Pamatata adalah dalam rangka pelaksanaan agenda tahunan Pemprov Sulsel, yakni Festival Takabonerate Islands Ekspedition yang kedua, sebagaimana yang diawali pada tahun 2009 lalu, tepatnya Oktober.

"Kami melakukan koordinasi untuk meminta pihak kontraktor pelaksana, agar pembangunan yang dilakasanakan yang sudah rampung sebagian agar pelabuhan ini difungsikan perdana dengan kegiatan even tersebut, yaitu untuk disinggahi kapal besar baik kapal mancanegara maupun kapal milik Pelni. Dengan harapan, agar kapal yang akan singgah dan berlabuh di Pelabuhan Pelni Pamatata, dapat menikmati perjalanan Pamatata Benteng," katanya.
Sementara Direktur PT Nur Jaya, Juhannes ST, yang dihubungi melalui telepon, Selasa (6/4) mangatakan bahwa pihaknya bersedia memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun dan saat ini memang pelaksanaannya sudah hampir rampung dan siap difungsikan. (den)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=44483
Comeliness no está en línea  
Old April 11th, 2010, 08:31 PM   #263
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Bantaeng Genjot Proyek Infrastruktur
Minggu, April 11, 2010

MAKASSAR – Kabupaten Bantaeng terus berbenah menyambut kedatangan investor di daerahnya. Salah satunya menggenjot pembangunan infrastruktur hingga 2011.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan, kelengkapan fasilitas pendukung di Butta Toa (gelar Bantaeng) mutlak dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada pihak yang akan menanamkan modalnya di daerah itu. “Kami masih minim infrastruktur. Karena itu, yang sedang kami genjot pada 2010 hingga 2011,” katanya saat bersilaturahmi ke Kantor Harian Seputar Indonesia (SI) Biro Sulsel, kemarin.

Dia mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir ini laju investasi di Bantaeng cukup menggembirakan. Hanya masih terkendala pada persoalan infrastruktur. Dalam kunjungannya, dia datang bersama Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustdjab, Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita A Langgara, Asisten I Muslimin, Asisten II HM Yasin, dan staf ahli bupati bidang pertanian Dr Mukhtar A Nawir.

Turut didampingi pula Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir,Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Asruddin, Kabag Pembangunan Abdullah, Kabag Humas Syahrul Bayan,dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam. Melihat potensi yang dimilikinya, Bantaeng merupakan daerah yang sangat layak dijual kepada investor, seperti bidang pariwisata, pertanian, perkebunan, hasil lautnya.

Sejak terpilih sebagai Bupati Bantaeng periode 2008–2013, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng seakan langsung tancap gas dengan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Saat ini sudah hadir pabrik pengalengan ikan, pengembangan pertanian, pembangunan bendungan, reklamasi pantai, ekspor, dan pariwisata. “Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan ekspor perdana pengalengan ikan,” ungkapnya.

Akhir tahun lalu, kabupaten yang berjarak sekitar 60 kilometer arah selatan Kota Makassar juga sudah mengirim biji kapuk ke Korea. “Sekarang kami mengembangkan kota wisata yang berbasis agrowisata. Buah-buahan yang kami kembangkan, seperti apel, stroberi, sayuran. Wisatawan bisa berwisata sambil memetik buah dan sayuran,”tutur Nurdin. Kepala Biro SI Sulsel Mukhramal Azis berharap kerja sama dengan Pemkab Bantaeng bisa terus dikembangkan. SI sebagai media yang memiliki jaringan secara nasional, bisa menjadi wadah yang tepat menjadi alat publikasi mengajak investor datang ke Bantaeng. (si-ai pasinringi)

Source: http://www.makassarterkini.com/index...ini&Itemid=139
Comeliness no está en línea  
Old April 16th, 2010, 06:18 PM   #264
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Sulsel Siapkan Lahan untuk Capai Swasembada Gula
Rabu, 14 April 2010 18:50

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemrov Sulsel) menyiapkan lahan tanaman tebu seluas 60.000 hektare (ha) untuk mencapai target swasembada gula.

"Kami menyiapkan lahan tanaman puluhan ribu hektare untuk mencapai target swasembada gula di daerah ini," kata Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Rabu.

Menurut dia, selama ini produksi gula lokal Sulsel hanya sekitar 40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi di daerah ini rata-rata 120.000 ton per tahun.

"Akibatnya kekurangan gula itu ditutupi dari produksi gula di Pulau Jawa," katanya.

Agar kondisi itu tidak terjadi setiap tahun, lanjutnya, perlu menggenjot produksi gula lokal dengan meningkatkan areal pertanaman tebu melalui perluasan areal tanam.

Sebagai gambaran, jika areal tanam tebu mampu mencapai seluas 60.000 ha maka diharapkan produksi gula di daerah ini dapat mencapai sekitar 2,4 juta ton.

Dengan produksi seperti itu, Burhanuddin mengatakan, Sulsel tidak perlu mendatangkan gula dari Pulau Jawa lagi karena sudah tertutupi oleh produksi gula lokal.

Selain itu, kelebihan produksinya bisa dikirim ke daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang masih kekurangan stok gula pasir.

Di Sulsel terdapat tiga pabrik gula (PG) yang beroperasi selama puluhan tahun, yakni PG di Kabupaten Takalar dan dua PG di Kabupaten Bone, Sulsel. Namun yang berproduksi secara rutin hanya PG Takalar. (T.S036/A023)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...news&Itemid=56
Comeliness no está en línea  
Old April 16th, 2010, 06:23 PM   #265
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Sulsel akan Bangun BLK Internasional
Jumat, 16 April 2010 05:12

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana membangun Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Internasional guna meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah itu yang akan bekerja di luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sulsel, Saggaf Saleh di Makassar, Kamis, mengatakan, pembangunan BLKI Internasional tersebut rencananya akan direalisasikan paling lambat 2011 mendatang.

"Ini sebenarnya program Kementerian Tenaga Kerja yang akan membangun BLKI Internasional di lima provinsi. Sulsel salah satunya dan kita siap untuk itu," ujarnya.

Dia mengatakan, lokasi lahan pembangunan seluas 30 hektar belum ditentukan, namun sejumlah pemerintah kabupaten telah menyatakan kesiapannya jika diberi mandat.

Kabupaten tersebut antara lain Enrekang, Bantaeng dan Takalar. Saggaf mengatakan, pihaknya telah menemui semua bupati kabupaten tersebut dan mereka siap jika daerahnya ditunjuk sebagai lokasi pembangunan.

"Pekan lalu kami menemui Bupati Takalar. Dia menyatakan sangat siap," katanya.

Saggaf menambahkan, tujuan pembangunan BLKI Internasional itu yakni meningkatkan keterampilan tenaga kerja Sulsel, terutama yang berencana akan bekerja di luar negeri.

Lulusan BLKI Internasional akan mendapat sertifikasi internasional sehingga diharapkan mereka mampu bekerja di negara manapun dan memenuhi kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan negara penerima.

"Grade lulusan akan meningkat, misalnya mereka sudah akan bisa mengelas di bawah laut," ujarnya.

Sementara itu, mengenai pengadaan instruktur, Saggaf belum mengetahui apakah instruktur yang akan mengajar di BLKI Internasional itu dipasok oleh pihak Kementerian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi atau instruktur lokal yang akan diberi pendidikan lanjutan.

Kendati tidak mengetahui anggaran yang akan disiapkan, dia memperkirakan pembangunan BLKI Internasional itu akan memakan biaya ratusan milyar. Tingginya anggaran yang dibutuhkan, terutama disebabkan karena akan dilengkapi dengan peralatan kerja moderen.

Diharapkan pula, dengan adanya BLKI Internasional tersebut, dapat mengurangi tingkat pengangguran di Sulsel yang saat ini mencapai 8,7 persen dari jumlah pencari kerja.

Saggaf menambahkan, kebutuhan tenaga kerja dari Sulsel setiap tahun meningkat. sampai saat ini, Sulsel telah mengirimkan 20 ribu tenaga kerja yang tersebar di negara Malaysia dan semenanjung Arab.

Sebanyak 50 persen diantaranya bekerja di sektor perkebunan disusul sektor rumah tangga. Kendati begitu, Sulsel juga memasok tenaga kerja teknik. Hal tersebut ditandai dengan pengiriman 400 tenaga kerja perminyakan ke Brunai Darussalam pada tahun 2009. (T.KR-AAT/E001)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...news&Itemid=56
Comeliness no está en línea  
Old April 19th, 2010, 10:41 PM   #266
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Peluang Investasi Sektor Perikanan Sulsel Besar
Senin, 19 April 2010 13:16

Makassar (ANTARA News) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Iskandar mengatakan, peluang investasi sektor perikanan di Sulsel masih cukup besar.

"Besarnya peluang investasi di bidang perikanan ini, diikuti dengan pemberian kemudahan dalam berinvestasi khususnya kepada investor asing," kata Iskandar di Makassar, Senin.

Dia mengatakan, peluang investasi di sektor perikanan itu terdiri dari budidaya tambak, budidaya laut dan penangkapan ikan di laut. Sumberdaya perikanan yang luas di tiga sektor itu memiliki potensi produksi terbesar di Indonesia.

Sebagai gambaran, untuk budidaya tambak terdapat areal tambak seluas 119.680 hektare (ha) dengan komoditi budidaya udang, rumput laut dan ikan bandeng.

Untuk budidaya laut dengan komoditi budiduaya rumput laut, terdapat luas areal 193.700 ha, sementara penangkapan ikan laut tersedia multi jenis ikan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan (surimi).

"Rata-rata produksi udang Sulsel mencapai 50 ribu ton per tahun, sedang rumput laut jenis Eucheuma Cottoni spp 7,7 juta ton lebih (basah) dan jenis Glacillaria spp 1,3 juta ton per tahun," kata Iskandar.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel diketahui, ikan bandeng produksinya mencapai 300 ribu ton per tahun, ikan mas 15 ribu ton per tahun dan ikan laut (multi fungsi) sebanyak 650 ribu ton per tahun.

Mengenai kemudahan yang diberikan Pemprov Sulsel dalam berinvestasi di sektor perikanan ini, diberikan kebijakan fiskal berupa pembebasan bea masuk atau impor bahan baku utama/pokok dan mesin yang terkait langsung dengan kegiatan industri.

Selain itu, pembebasan balik nama atau pendaftaran kapal untuk pertama kali di Indonesia. Pembebasan fasilitas perpajakan atau penanaman modal di bidang usaha terkait.

Hal itu termasuk pengurangan sebesar 50 persen dari PBB (pajak bumi dan bangunan) selama delapan tahun sejak memperoleh izin penempatan tanah dan pembebasan pajak penghasilan atau barang modalnya.(T.S036/F004)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old April 20th, 2010, 07:49 PM   #267
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Bantaeng Jadi Pusat Pengembangan Rumput Laut
Selasa, 20 April 2010 15:20

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kecamatan Bantaeng dijadikan pusat pengembangan rumput laut di daerah ini. Kecamatan ibukota Kabupaten Bantaeng ini memiliki panjang pantai 21 kilometer.

Asisten bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) HM Yasin di Bantaeng, Selasa, mengatakan, potensi rumput laut akan dikembangkan hingga pembangunan industrinya.

Bahkan dalam jangka panjang, kabupaten berjuluk Butta Toa ini diharapkan dapat menjadi Kota Madya (Kodya) di bagian selatan Sulsel.

Green Desain pengembangan kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini sudah dibuat, termasuk rencana sister city (kota kembar) dengan salah satu kota di Jepang yang penandatanganan kerjasamanya dijadwalkan Mei 2010.

Selain di kawasan pantai, green desain kabupaten tersebut juga menunjuk Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan agro wisata. Di kawasan ini sudah dikembangkan tanaman endemik stroberi dan apel.

Selain itu, di kawasan itu juga dikembangkan tanaman bunga potong (Krissan). Untuk menjadikan daerah ini menjadi daerah terkemuka di bagian selatan Sulsel, jelasnya.

Menurut HM Yasin, pembangunan harus berada pada tata ruang yang baik. Karena itu, diperlukan integrasi yang baik antara pemda, swasta dan masyarakat, urainya. (T.KR-RY/F003)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old April 20th, 2010, 07:57 PM   #268
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Sulsel Bisa Mengekspor Langsung ke Singapura
Laporan: Antara
Selasa, 20 April 2010 | 21:57 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sulsel dan Singapura di Makassar, Selasa (20/04/2010), menandatangani kerjasama ekspor sejumlah komoditas Sulsel langsung ke Singapura.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, mengatakan, dengan kerja sama ini, ekspor komoditas Sulsel ke Singapura tidak perlu lagi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Selain memerlukan biaya tinggi, jalur ekspor melalui Surabaya membuat kualitas komoditas ekspor menjadi buruk karena tersimpan lama di pelabuhan," jelasnya.

Deputy Chief dan Eksekutif International Enterprise Singapore, Cua Taik Him, mengatakan, sudah ada dua perusahaan penyedia jasa pelayaran yang siap melayani ekspor komoditas Sulsel, yakni Maritim Global International dan Jurong Port International.

Kedua perusahaan tersebut telah menyiapkan kapal khusus untuk melayani pengiriman komoditas Sulsel langsung ke Singapura.

Pihaknya berharap pemerintah provinsi dapat memfasilitasi pengurusan izin, termasuk koordinasi dengan Pelindo IV sebagai pengelola pelabuhan untuk mendukung realisasi kerja sama yang ditargetkan terlaksana paling lambat akhir tahun ini.

Selain perizinan operasi, pemerintah Singapura juga memerlukan izin jenis komoditas ekspor, terutama beras. Pemerintah Singapura juga menawarkan kerja sama dengan industri pengolahan cokelat, kopi, dan perikanan dengan mengharapkan pasokan bahan baku secara rutin dari Sulsel.

Kerja sama ini dilakukan karena pemerintahnya menilai, Sulsel merupakan penghasil komoditas agro terbesar di Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Amar Kadir, jumlah maupun nilai ekspor Sulsel ke Singapura selama tiga bulan terakhir meningkat dibanding realisasi 2008 dan 2009. (*)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...g-ke-Singapura
Comeliness no está en línea  
Old April 21st, 2010, 03:27 AM   #269
bkz010019
Registered User
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 1,761
Likes (Received): 14

Dari : http://www.tribun-timur.com/read/art...a_Lirik_Sulsel

Investor Singapura Lirik Sulsel

Rabu, 21 April 2010 | 07:01 WITA

Makassar, Tribun - Dua perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang peti kemas, IE Singapore dan Jurong Ports International, mencoba jajaki peluang usaha di Sulawesi Selatan (Sulsel).


Dua perusahaan tersebut tertarik melirik sektor komoditi Sulsel yang menurut keduanya produksinya berpotensi besar untuk diekspor ke Singapura.
Penjajakan itu terungkap dalam kunjungan sejumlah perwakilan dua perusahaan tersebut, perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura Arya Widyatmoko, dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Singapura, Jimmy Michael, di kantor sekretariat Kadin Sulsel Jl Ahmad Yani Makassar, Selasa (20/4).
Pertemuan ini juga dihadiri Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel Yudi 'Ondong' Arsono, Ketua Kadin Makassar Amirullah, dan sejumlah perwakilan Kadin Sulsel.
Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arif, yang hadir dalam kunjungan tersebut menyambut baik penjajakan tersebut sekaligus bisa berkenalan langsung untuk membuka peluang kerja sama.
"Kita berharap nanti bisa mengekspor produk komoditi langsung ke Singapura, karena negara ini menjadi investor terbesar bagi Indonesia," ungkapnya.
Selain sebagai investor nomor satu di Indonesia, Singapura juga merupakan partner ketiga terbesar Indonesia, setelah Jepang dan Amerika. Tercatat tahun 2009 lalu, negara tersebut menanamkan modalnya di Indonesia mencapai 4,3 juta dolar Amerika Serikat.
Tahun 2009 lalu, juga Gubernur Sulsel dan rombongan pernah mengunjungi Singapura untuk membuka hubungan dagang langsung sekaligus pariwisata antara Sulsel dan Singapura.
"Semoga hubungan ini bisa dijalani lebih erat lagi, apalagi kami tahu Indonesia memiliki sejarah dengan Singapura," tutur Jimmy.(mel)

Difasilitasi Perwakilan Kadin

PERWAKILAN Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Singapura, Jimmy Michael, ekspor komoditi Sulsel jangan hanya tertuju ke Malaysia saja, pasalnya negara Singapura juga memiliki kesempatan yang lebih besar.
Untuk itu, pihak Kadin Indonesia di Singapura berusaha memfasilitas sejumlah kegiatan berkaitan dengan pengenalan dan peluang hubungan kedua negara untuk bekerja sama dalam ekspor.
Jimmy menambahkan, pihaknya juga berusaha membuka jalur tidak hanya melalui udara saja, juga membuka jalur melalui laut. Saat ini Sentosa Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan tujuan Singapura.
"Untuk kawasan udara, kami akan membuka penerbangan untuk jalur manapun baik dari Makassar-Singapura atau dari Medan-Singapura, dan sejumlah rute lainnya," kata Jimmy.(mel)

****************************************
Sentosa Airlines??? Hmmm baru denger nih...
bkz010019 no está en línea  
Old April 21st, 2010, 06:39 PM   #270
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Rabu, 21-04-2010
5 Ha Lahan Untuk Bangun Kolam Renang

BELOPA, BKM -- Bupati Luwu, Andi Mudzakkar makin intens membangun dan melakukan perubahan di wilayahnya. Pada tahun anggaran 2010 ini, Bupati yang biasa dipanggil Cakka itu akan membangun kolam renang prestasi dan rekreasi.

Pembangunan fasilitas ini dimaksudkan untuk membuka ruang prestasi warga Luwu di bidang olahraga. Termasuk di dalamnya peningkatan fasilitas hiburan bagi masyarakat, yaitu kolam renang rekreasi.

"Kolam renang rencana akan dibangun di Desa Balo-balo, Kecamatan Belopa. Luas lahan yang disiapkan sekitar 5 hektar. Disamping itu, juga akan dibangun stadion olahraga berdampingan dengan rencana pembangunan kolam renang prestasi dan rekreasi," jelas Cakka, Selasa (20/4).

Untuk mendukung program ini, Bupati telah memerintahkan Camat Belopa melalui Kadis Cipta Karya guna melakukan pendekatan kepada warga terkait pembebasan lahan yang diperuntukkan bagi proyek tersebut.


"Bagi warga yang lahannya terkena proyek pembangunan kolam renang, akan diberikan ganti rugi sesuai kesepakatan. Yang pasti, Pemkab Luwu tak akan merugikan masyarakat," jelas Mudzakkar kepada sejumlah warga yang hadir pada saat pemantauan lahan kolam renang di Desa Balo-balo, kemarin.

Ikut mendampingi Bupati, Kadis Cipta Karya Andi Maserrang, anggota DPRD Luwu Muhaddar dan Andi Muharir, Kepala DPKAD Andi Akrab, mantan Ketua KPU Luwu Zul Rahman dan Astamanga Azis serta beberapa tokoh masyarakat yang peduli atas pembangunan kolam renang ini.

Sebelumnya, Cakka sempat melakukan peninjauan lokasi di Desa Rumaju, Kecamatan Bajo. Namun kondisi lahan di desa itu ,nampaknya tak memenuhi syarat.
"Kalau Saya bandingkan lahan di Balo-balo, ini cocok bagi pembangunan kolam renang dan stadion. Lokasinya sangat strategis," kuncinya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/in...d&newsid=41985
Comeliness no está en línea  
Old April 21st, 2010, 08:31 PM   #271
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Pegawai di LAPAN kan digaji utk ngurusin Antariksa national dan bukan utk wilayah tertentu saja yg jaraknya dekat dengan kantor LAPAN, jadi tidak ada alasan dong mengeluhkan kesulitan penelitian hanya karena Bone jauh dari Bandung.


Meteor Bone Lima Kali Lebih Besar dari Meteor Wisconsin
Rabu, 21 April 2010 | 09:24 WIB


Hujan Meteor di Wisconsin-Madison Kamis malam (15/4). AP Photo/University of Wisconsin-Madison Department of Atmospheric and Oceanic Sciences



TEMPO Interaktif, Jakarta -Para astronom memperkirakan diameter meteor di angkasa meledak di langit Wisconsin, Amerika Serikat, pada 16 April lalu masih kalah besar dengan meteor Bone yang jatuh di laut Sulawesi 8 Oktober 2009.

Menurut Dr. Thomas Djamaludin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kepada Tempo meteor Wisconsin besarnya antara 1-2 meter. Ukuran itu berdasarkan hitungan kekuatan ledakan meteor di atmosfir. "Adapun meteor Bone, ukurannya diperkirakan sekitar 10 meter dan jatuh ke dasar laut perairan Bone," kata Thomas.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan meteor yang meledak di Bone itu kekuatannya tiga kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima atau 50 ribu ton TNT (bahan pembuat bom).

Untunglah, ledakan meteor itu tak menyebabkan kerusakan massal. Menurut pakar astronomi, Peter Brown dari University Western Ontario, Kanada, kehancuran tak terjadi karena meteor meleduk pada ketinggian 15 sampai 20 kilometer di atas bumi.

Asteroid Bone adalah salah satu yang terbesar yang pernah diobservasi. Sampai sekarang, lokasi jatuhnya meteor itu belum ditemukan. Lapan mengaku kesulitan menelitinya karena berada di dasar laut dan jarak lokasinya jauh dari kantor Lapan di Bandung.


Thomas Djamaludin menyatakan meteor Wisconsin hancur di ketinggian sekitar 100 kilometer dari tanah. Begitu sampai di bumi, pecahan meteor tersebar dalam berbagai ukuran. "Ada yang kecil dalam ukuran ons," katanya, Selasa (20/4). Pecahnya meteor Wisconsin itu, kata dia, kemungkinan terjadi karena unsur pembentuknya lebih banyak dari bebatuan, seperti silikat atau karbon.

Dia memastikan, meteor Wisconsin bukan bagian dari hujan meteor Lyrids yang tengah turun sepanjang 16-26 April ini. "Itu meteor sporadis dari batuan antar planet. Beda dengan meteor Lyrids yang berupa debu sisa komet," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan itu.

Dibandingkan meteor yang jatuh di perairan Bone, Sulawesi, pada Oktober 2009, meteor Wisconsin lebih rapuh. "Meteor Bone materi pembentuknya diperkirakan lebih banyak metal (logam) atau komposisinya lebih kuat," ujarnya.

Menurut Djamaluddin, fenomena jatuhnya meteor ke bumi dalam ukuran agak besar, biasanya terjadi 2-3 tahun sekali di suatu tempat.

ANWAR SISWADI

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/it...241994,id.html
Comeliness no está en línea  
Old April 23rd, 2010, 03:20 PM   #272
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

JUMAT, 23 APRIL 2010 | 23:50 WITA | 351 Hits
Minapolitan Pacu Produksi Udang Pinrang

MAKASSAR -- Kawasan minapolitan berbasis keunggulan perikanan lokal mulai dikembangkan tahun ini di Kabupaten Pinrang. Luas areal yang dijadikan perkampungan nelayan terpadu ditargetkan 5.000-10.000 hektare.

Komoditas perikanan yang akan dikembangkan di kawasan minapolitan sesuai potensi perikanan Kabupaten Pinrang, yakni udang. Pinrang selama ini memang telah dikenal sebagai sentra penghasil udang yang telah memiliki pasar ekspor dominan ke Jepang.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kawasan minapolitan dikembangkan mulai dari sektor hulu hingga hilir. Pengembangan perikanan dengan konsep minapolitan tidak hanya sekadar memproduksi lalu mengekspornya. "Industrinya juga akan dibangun di kawasan fishery village," katanya, Kamis, 22 April.

Pemantapan rencana kawasan minapolitan dibahas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, pada pertemuan rapat kerja gubernur se-Indonesia di Istana Tampak Siring, Bali, 19-21 April. Syahrul juga ikut menghadiri pertemuan tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Sulsel, Iskandar, mengatakan, pembuatan master plan konsep minapolitan telah dimulai tahun ini. Pembiayaan master plan hingga realisasi di lapangan menggunakan dana sharing antara pemerintah pusat dan daerah.

Konsep minapolitan yang juga diterapkan pada sekira 200 kabupaten/kota se-Indonesia ini menargetkan peningkatan produksi yang terbilang sangat besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan peningkatan sekira 353 persen pada 2014 dari produksi pada 2009 sebesar delapan juta ton.

Pemprov Sulsel sendiri menargetkan produksi kelautan dan perikanan khusus jenis udang pada 2013 nanti sebesar 33.200 ton. Konsep minapolitan yang digagas Pemerintah Pusat diharapkan bisa membantu memacu target tersebut.

Gebrakan memacu produksi sektor kelautan dan perikanan sebenarnya bukanlah barang baru. Gerakan Protekan telah digaungkan pada era pemerintahan BJ Habibie, kemudian pada era Megawati dikenal dengan nama Gerbang Mina Bahari.

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada masa periode pertamanya menjabat presiden juga telah memprogramkan peningkatan produksi kelautan dan perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan yang saat itu dijabat Freddy Numberi menamai programnya Revitalisasi Perikanan. (rif)

Source: http://news.fajar.co.id/read/89934/4...-udang-pinrang
Comeliness no está en línea  
Old April 23rd, 2010, 03:24 PM   #273
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Nilai Ekspor Sulsel Naik 22 Persen
Kamis, 22 April 2010 16:18

Makassar (ANTARA News) - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan I 2010 mencapai 104,2 juta dolar AS atau naik 22,26 persen dibanding periode yang sama 2009 yang hanya mencapai 85,2 juta dolar AS.

"Nilai ekspor triwulan I 2010 jauh lebih baik dibanding periode yang sama 2009, meskipun dari segi volume ekspor pada tahun ini lebih rendah yakni 40.234 ton dibanding periode triwilan I 2009 yang mencapai 50.700 ton," kata Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulsel H Achmad Habib di Makassar, Kamis.

Menurut dia, total nilai dan volume ekspor komoditi andalan Sulsel itu bersumber dari lima subsektor yakni kehutanan, perikanan, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.

Dia mengatakan, dari lima subsektor tersebut, perkebunan dan perikanan tercacat memberikan sumbangan ekspor yang lebih dominan baik dari segi volume maupun nilai ekspor.

Berdasarkan data Disperindag Sulsel diketahui, pada triwulan I 2010 sektor perkebunan memberikan sumbangan volume ekspor sebanyak 29.800 ton dengan nilai ekspor 81.944.375 dolar AS.

Sementara sektor perikanan, pada periode yang sama tercatat volume ekspor 9.542 ton yang memberikan nilai ekspor sebesar 21.811.874 dolar AS.

Untuk sektor perkebunan, komoditi andalan Sulsel seperti kakao, kopi arabika, kopi robusta dan jambu mete banyak diserap AS, Belgia, Jepang, Australia, India dan Singapura.

Sedang untuk komoditi sektor perikanan seperti ikan laut segar, ikan hias, kepiting hidup, rumput laut dan kerang pangsa pasarnya didominasi AS, Belgia, Chile, Jepang, Australia, Arab dan China. (T.S036/S016)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...omic&Itemid=62
Comeliness no está en línea  
Old April 23rd, 2010, 03:26 PM   #274
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

JUMAT, 23 APRIL 2010 | 00:05 WITA |
Sulsel Diusul Dapat Rp 1,5 T
Dana Percepatan Infrastruktur


JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Sulsel dalam waktu dekat akan mendapatkan tambahan dana untuk percepatan pembangunan infrastruktur sekitar Rp 1,5 triliun. Dana ini akan dialokasikan dalam APBN Perubahan yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Tamsil Linrung mengatakan, dalam APBNP yang masih dibahas, Badan Anggaran telah mengusulkan untuk memberikan dana percepatan pembangunan infrastruktur bagi Sulsel.

Dana ini akan membiayai sejumlah proyek, termasuk penyelesaian sejumlah proyek yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

"Dana ini rencananya akan diberikan untuk pengerjaan sejumlah proyek, antara lain proyek strategis seperti jalan nasional, jalan penghubung provinsi serta kabupaten/kota, juga prasarana lainnya, termasuk pasar tradisional," jelas Tamsil Linrung, Kamis 22 April.

Politikus PKS asal Sulsel ini mengatakan dana ini juga akan diperuntukkan pembangunan sejumlah bangunan kantor pemerintah yang masih belum rampung. "Ada beberapa proyek pembangunan kantor gubernur, bupati, walikota, kantor dinas, dan prasarana lainnya yang dibiayai namun belum rampung. Dana ini juga akan dianggarkan untuk pembangunan itu," tambah Tamsil.

Pada pembahasan APBNP ini, Badan Anggaran juga mengalokasikan dana untuk peningkatan kegiatan ekonomi di Sulsel yang diikutsertakan dalam anggaran Rp 1,5 triliun itu. Dana ini akan digunakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti sektor pertanian dan industri manufaktur.

"Kami juga mengusulkan agar Sulsel mendapatkan dana untuk pembangunan irigasi, sanitasi, dan air bersih. Khusus irigasi ini, kami harapkan akan dapat membantu program Pemprov Sulsel untuk mencapai surplus dua juta ton beras," kata Tamsil.

Dalam pembahasan ini, Tamsil juga mengakui bahwa pihak legislator di DPR sudah melakukan komunikasi dengan pihak DPD untuk memperoleh masukan atau usulan proyek yang akan mendapatkan alokasi anggaran.

Di tempat terpisah, anggota Komite IV DPD RI Bahar Ngitung yang membidangi anggaran juga mengatakan ada sejumlah proyek di Sulsel telah diusulkan para senator ini. Antara lain dana bagi hasil migas, pembangunan CPI, anggaran untuk proyek rumah sakit Sayang Rakyat, dan tambahan irigasi untuk program surplus beras.

Meski begitu, DPD juga mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk meningkatkan DAU Sulsel sebesar 33 persen dan pengalokasian DAK ke daerah dengan melibatkan pemerintah provinsi. Masalahnya, selama ini, DAK dialokasikan dan disalurkan ke daerah di Sulsel tanpa sepengatahuan gubernur.

Padahal, sebagai wakil pemerintah pusat, gubernur harus mengetahui DAK yang diberikan ke daerah untuk pengawasan.

"Pembahasan DAK ini sebaiknya melibatkan gubernur sehingga nanti pemerintah provinsi juga mengetahui anggaran yang akan diberikan ke daerah dan untuk apa saja. Sehingga, anggaran ini tidak saja diberikan ke daerah secara mentah-mentah," tambah Bahar. (die)

Souce: http://metronews.fajar.co.id/read/89...-dapat-rp-15-t
Comeliness no está en línea  
Old April 25th, 2010, 12:30 AM   #275
Andhy2
Registered User
 
Andhy2's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 498
Likes (Received): 1

Sengkang Kota Sutera

Gerbang Kota Sengkang dari arah Pare-Pare


Monumen Pesawat A4-Sky Hawk








Marsekal Madya Alimunsiri Rappe (sekarang dah pensiun),
putra Wajo yang juga mantan Pangkoopsau II
Andhy2 no está en línea  
Old April 25th, 2010, 12:34 AM   #276
Andhy2
Registered User
 
Andhy2's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Makassar Great Expectation
Posts: 498
Likes (Received): 1

Watampone (Bone) Bumi Arung Palakka

Gerbang Kota Watampone dari Arah Sengkang (sama persis yang dari arah Makassar)


Bola Soba


Sumpang Labbu


Andhy2 no está en línea  
Old April 25th, 2010, 02:10 PM   #277
Felix_Bpp
Anak kampung masuk kota
 
Felix_Bpp's Avatar
 
Join Date: Jul 2009
Location: Makassar -> Balikpapan -> Jakarta
Posts: 1,062
Likes (Received): 58

kota watampone.. kota dimana orang tua gw lahir thanks Andhy2 for those pictures..
__________________
Sekali SEPINGGAN tetap SEPINGGAN !!!
Felix_Bpp no está en línea  
Old April 26th, 2010, 11:27 PM   #278
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Kamis, 22-04-2010
Fox Vacancy Reizen Bidik Sulsel

MAKASSAR,UPEKS--Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga berharap lebih banyak lagi wisatawan mancanegara.
Khususnya dari Eropa yang datang ke Indonesia setelah Garuda Indonesia menerbangi rute Jakarta-Amsterdam.

"Kami melakukan komunikasi dengan salah satu whole seller terbesar di Eropa yakni Fox Vacancy Reizen. Mereka berjanji pasca Garuda Indonesia terbang dari Jakarta ke Amsterdam akan fokus ke Indonesia dan berharap masuk ke Sulsel," kata Anggiat.

Dari sisi bisnisnya PHRI ingin ada jalinan komunikasi secara efektif dengan para whole seller (travel agent) besar di Belanda. Seperti yang telah dilakukan bersama Frits Limbunan dalam kunjungan promosi sebelumnya ke Belanda.

Menurutnya, promosi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulsel ke Belanda harus disikapi dengan pendekatan optimisme. Sebab Sulsel sudah cukup lama 'tidur terlelap' dalam kancah promosi internasional khususnya promosi ke pasar Eropa.

Berdasarkan data statistik tahun 2009, dari sejumlah 35.531 wisatawan mancanegara yang ke Sulsel, mayoritas atau sekira 60% dari pasar Eropa Timur seperti Belanda dan Jerman.

"Promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel baru-baru ini jangan langsung dilihat hasilnya sejauh mana, itu butuh proses karena promosi tidak seperti makan cabe, ketika dimakan langsung kepedisan," kata Anggiat.

Pastinya, kata Anggiat, promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel merupakan bagian dari pencitraan Sulsel dimata dunia internasional. Apalagi kunjungan tersebut serta merta menyajikan tarian tradisional dari Sulsel serta membawa miniatur-miniatur dan kepingan CD beberapa obyek wisata yang potensial di Sulsel sehingga memudahkan wisatawan mancanegara untuk melihat potensi pariwisata Sulsel.(mg03)

Pastinya, kata Anggiat, promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel merupakan bagian dari pencitraan Sulsel dimata dunia internasional. Apalagi kunjungan tersebut serta merta menyajikan tarian tradisional dari Sulsel serta membawa miniatur-miniatur dan kepingan CD beberapa obyek wisata yang potensial di Sulsel sehingga memudahkan wisatawan mancanegara untuk melihat potensi pariwisata Sulsel.(mg03)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=45744
Comeliness no está en línea  
Old April 27th, 2010, 08:16 PM   #279
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Dalam Dua Tahun Mereka Meraih Puluhan Penghargaan

Minggu, 11 April 2010
Oleh Fredrich C. Kuen

Makassar (ANTARA News) - Dua tahun kepemimpinan pasangan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, dan Wagub Agus Arifin Nu'mang, meraih 57 penghargaan nasional, tiga rekor MURI, dua di antaranya berhasil memecahkan rekor dunia

Penghargaan itu merupakan pembuktian kinerja berjalan baik dan diakui oleh berbagai pihak, namun yang terpenting adalah dinikmati oleh masyarakat Sulsel.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, semua yang dilakukannya adalah untuk rakyat, penghargaan dan rekor MURI hanyalah dampak bahwa berbagai pihak memberikan apresiasi positif terhadap apa yang dikerjakannya hingga saat ini.

"Betul, banyak yang telah kami raih, namun kami juga mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk tiga tahun ke depan," ucap Gubernur.
Program baik, strategi tepat, lalu kerja bukan untuk mencari penghargaan, melainkan ikhlas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Jujur saya katakan, kami tidak hanya mendapat pujian dan penghargaan, melainkan juga kritikan hingga demo, namun itu kami tanggapi sebagai kritikan untuk berbuat yang lebih baik, sebab sebagai manusia biasa pasti tidak sempurna, namun kami tetap akan berupaya berbuat yang terbaik untuk rakyat, minimal selama periode pemerintahan kami," ujar Gubernur.

"Teman wartawan pun sering melakukan kritikan dan ibarat tinju, itu adalah 'jab-jab' yang sering dilancarkan, namun saya maklum bahwa kontrol itu dilakukan karena teman wartawan mencintai kami agar tetap konsisten berbuat yang terbaik untuk rakyat," katanya.

Apa yang berhasil diraih pasangan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Agus Arifin Nu'mang tidak terlepas dari program yang berpihak kepada rakyat dan strategi tepat yang dilakukannya untuk pencapaian yang dilaksanakan dengan ikhlas.

Prof Dr J. Salusu, MA dalam bukunya "Pengambilan Keputusan Stratejik untuk organisasi publik dan organisasi nonprofit", mengatakan bahwa konsep-konsep stratejik selalu memberikan perhatian serius terhadap perumusan tujuan dan sasaran organisasi, faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahannya serta peluang-peluang dan tantangan yang senatiasa dihadapi oleh setiap organisasi.

Keputusan stratejik memegang peranan sentral bagi organisasi karena menyangkut komitmen yang sangat luas tentang sumber daya, ditambah dengan kemungkinan risiko besar yang bisa timbul, atau sebaliknya dapat membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Sementara menyangkut keikhlasan Gubernur Syahrul Yasin Limpo berbuat terbaik untuk masyarakat Sulsel, Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini dalam bukunya "Kubik Leadership, solusi esensial meraih sukses dan kemuliaan hidup" mengatakan bahwa kerja ikhlas adalah bentuk usaha terarah dalam mendapatkan sebuah hasil dengan menggunakan kesucian hati sebagai manifestasi kemuliaan dirinya.

Kesucian hati adalah modal utama seorang pekerja ikhlas, sama halnya dengan mesin kecerdasan menjadi modal utama pekerja cerdas. Orang yang ikhlas adalah orang yang hatinya bersih. Tidak ada sedikit pun energi negatif atau kesia-siaan dalam aktivitasnya bekerja, yang ada hanya energi positif.

Karo Humas Pemprov Sulsel, Agus Sumantri menguraikan, beberapa penghargaan strategis dari 57 penghargaan yang telah diraih Sulsel dalam dua tahun ini seperti penghargaan pembina terbaik nasional kategori pemeliharaan dan pengelola prasarana program nasional pemberdayaan masyarakat pedesaan, yang diserahkan oleh Mendagri dan disaksikan oleh Presiden RI (2010).

Selain itu, ada pula penghargaan Satya Lencana Pembangunan di bidang pendidikan dari Presiden RI (2009), penghargaan bidang Kesatria Bhakti Husada dan Manggala Karya Bhakti Husada dari Menteri Kesehatan (2009),

Penghargaan kinerja dalam pengelolaan sumber adaya air dari Menteri Pekerjaan umum (2009), penghargaan Adibakti Mina Bahari (pembangunan kelautan dan perikanan tingkat nasional) dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009), Penghargaan pembina kesehatan dan kesejahteraan kerja tahun 2009 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta penghargaan lainnya.

Sedangkan rekor MURi yang diraih 22 Maret 2010 adalah rekor MURI (4193) Transplantasi Terumbu Karang di 101 pulau sejumlah 22.220 terumbu karang yang sekaligus menjadi rekor dunia, rekor MURI (4194) penebaran ikan terbanyak 2,07 juta ekor dan rekor MURI (4195) Kerja Bhakti penanaman pohon pada 1.133 desa/kelurahan, 180 kecamatan pada 24 kabupaten/kota juga sekaligus memecahkan rekor dunia.

Di bidang ekonomi, terjadi pertumbuhan ekonomi 7,78 persen, inflasi turun dari 9,6 persen turun menjadi 3,1 persen, berhasil surplus beras dua juta ton yang menghasilkan Rp14 triliun pada areal pengembangan 800.000 hektare melalui pembagian benih gratis kepada petani dengan nilai Rp218 miliar, dan surplus jagung 1,5 juta ton menghasilkan Rp3,4 triliun.

Pendapatan Sulsel naik dari Rp68 triliun menjadi Rp82 triliun, pendapatan per kapita naik dari Rp9 juta menjadi Rp13 juta/kapita/tahun.

Komoditi lain yang juga terus berkembang berbasis rakyat seperti kakao, udang, ikan laut dan lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel secara nasional sangat kuat karena komoditi berbasis rakyat melibatkan 13.000 kelompok tani.

Sekarang, Sulsel juga sedang mengembangkan kawasan Center Point of Indonesia di kawasan Tanjung Bunga Pantai Losari Makassar yang bernilai triliunan rupiah, karena dalam kawasan itu akan dibangun pusat bisnis, superblok, lapangan sepakbola, lapangan golf, Istana Negara, masjid di laut, berbagai sarana pariwisata dan obyek wisata serta lainnya.

Memasuki tahun ketiga pemerintahannya, Syahrul Yasin Limpo yang merintis karir kepamongprajaannya dari Kepala Kelurahan, Kepala Kecamatan, Bupati, Wakil Gubernur dan kini Gubernur Sulsel, akan melakukan pengembangan industri di Sulsel, minimal dasar-dasar pengembangan yang kokoh.

"Ini kami programkan untuk kelanjutan program pertanian agar tidak terjadi stagnan, melainkan akan menjadi pengembangan ekonomi berbasis rakyat secara berkesinambungan," ujar Gubernur Syahrul.

Selain itu, mereka pun tetap melanjutkan prioritas pengembangan surplus beras dan jagung, peningkatan produksi kakao, sapi dan rumput laut. (T.F003/H-KWR)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...ures&Itemid=68
Comeliness no está en línea  
Old April 27th, 2010, 08:20 PM   #280
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,304

Ekspor Sulsel Bisa Capai Rp10 Triliun

Selasa, 27 April 2010 19:47

Makassar (ANTARA News) - Ekspor berbagai mata dagangan Sulsel 2010 bisa mencapai Rp10 triliun atau lebih tinggi dari target tahun ini Rp7 triliun.

"Target nilai ekspor yang lebih besar ini dipatok setelah melihat perkembangan jumlah permintaan ekspor yang meningkat signifikan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Amar Kadir di Makassar, Selasa.

Menurut dia, target nilai ekspor tersebut optimistis akan dicapai, apalagi Pemprov Sulsel sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah Atase Perdagangan dari luar negeri yang juga turut membantu mempromosikan produk ekspor Sulsel.

Dia mengatakan, bercermin pada triwulan pertama 2010 nilai ekspor Sulsel mencapai 104 juta dolar AS atau lebih tinggi 22 persen dibandingkan periode yang sama 2009 yang hanya 85 juta dolar AS.

Untuk nilai ekspor ke mancanegara seperti AS, Belgia, Chile, Jepang, Hongkong dan Singapura, umumnya bersumber dari produk perkebunan, perikanan dan pertanian.

Sementara untuk nilai ekspor 2011, Amar memprediksi akan turun dibanding target dan capaian 2010. Alasannya, karena pajak ekspor biji kakao mulai diberlakukan pada akhir 2010.

"Pajak ekspor biji kakao itu sedikit banyaknya akan mempengaruhi ekspor biji kakao ke negara tujuan," ujarnya.

Hal senada dikemukakan Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulsel H Achmad Habib pada keterangan terpisah.

Menurut dia, pemberlakukan pajak ekspor biji kakao itu akan menurunkan animo petani kakao menjual produknya ke luar negeri melalui eskportir.

"Pajak ekspor yang dinilai membebani petani secara tidak langsung itu, akan menyebabkan mereka memilih untuk memasarkan kakaonya di dalam negeri saja," ujarnya. (T.S036/S016)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...omic&Itemid=62
Comeliness no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 04:04 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu