daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Urban Transportation, Sports Facilities and Infrastructures



Reply

 
Thread Tools
Old January 29th, 2010, 04:57 PM   #161
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

94 Pembangkit Listrik Akan Dibangun
Jumat, 29 Januari 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 94 lokasi pembangunan pembangkit tenaga listrik yang merupakan proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 Mega Watt Tahap II ditetapkan pemerintah. Pembangunan proyek itu akan dikerjakan PT Perusahaan Listrik Negara dan pengembang listrik swasta. Untuk membangun pembangkit dan transmisi itu, kebutuhan dana diperkirakan men capai 16,34 miliar dollar AS.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2010 yang baru disahkan. "Ini sebagai upaya mempercepat diversifikasi energi untuk pembangkit tenaga listrik ke non-bahan bakar minyak dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang terus meningkat," kata Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM, J Purwono, Jumat (29/1/2010), di Jakarta.

Dalam peraturan Kementerian ESDM disebutkan, total jumlah proyek pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batu bara dan gas yang dilaksanakan PT PLN mencapai 21 unit pembangkit. Beberapa pembangkit yang akan dibangun perusahaan negara itu antara lain PLTU Indramayu 1x 1.000 MW, PLTU Pangkalan Susu 3 dan 4 di Sumatera Utara 2 x 200 MW, PLTU Takalar di Sulawesi Selatan 2 x 100 MW, dan PLTG Kalimantan Timur 2 x 50 MW.

"PT PLN juga akan membangun 11 unit pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP dengan total kapasitas 880 Mega Watt sebagai bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW Pada tahun ini, proses lelang untuk pembangunan PLTP ini sudah dimulai," kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang.

Sebelas unit pembangkit listrik tenaga panas bumi yang akan dibangun itu antara lain, Sembalun, Kotamobagu, Ijen, Sungai Penuh, Tulehu, Wilis, Ngebel, Iyang Agropuro, dan Lahendong. Pendanaan proyek itu berasal dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) dan Bank Pembangunan Asia atau ADB. "Total dana yang dibutuhkan mencapai 1,6 miliar dollar AS," ujarnya.

Sementara total jumlah proyek pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batu bara dan gas yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan pengembang listrik swasta mencapai 73 unit yang terdiri dari 33 unit PLTP, satu unit PLTA, 36 unit PLTU, dan dua unit PLTGU. Energi primer dari batu bara untuk pembangkit tenaga listrik masih diperlukan. "Namun pelaksanaannya wajib memakai teknologi ramah lingkungan," kata Nasri menambahkan.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old February 3rd, 2010, 02:05 PM   #162
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

BJ Habibie Dukung Pembangunan PLTN
Rabu, 03 Februari 2010



TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie mendukung percepatan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. "Saya suka pernyataan Pak Hilmi (Hilmi Panigoro, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), now or never," kata Habibie saat menghadiri pernyataan sikap lima lembaga swadaya masyarakat bidang nuklir di Hotel Gran Melia, Rabu (3/2).

Habibie yang juga pembicara dalam acara tersebut optimistis, PLTN dapat menjadi salah satu solusi atas krisis listrik yang terjadi di negara ini. "Nuclear is part of solution, not part of the problem," ujarnya.

Mantan Mentri Riset dan Teknologi itu juga memproyeksikan pada 2020 kebutuhan energi Indonesia akan meningkat sebesar 157%, sementara pada 2045, akan melonjak sebesar 483%.
Dalam paparannya, Habibie mengutip Kesimpulan dari Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) bahwa nuklir merupakan solusi yang tepat untuk energy security.

Habibie juga tidak mempermasalahkan bila nanti pihak swasta yang menjalankan PLTN ini. "Asal secara teknis bisa dikendalikan,"ujarnya. Menurutnya, peran pemerintah selain sebagai pengawas adalah untuk menyediakan sarana yang diperlukan demi kelancaran beroperasinya PLTN tersebut
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old February 6th, 2010, 04:57 PM   #163
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

SABTU, 06 FEBRUARI 2010
PLN Genjot Listrik Prabayar
Target 50 Persen Setiap Provinsi



Dirut PT PLN, Dahlan Iskan

SURABAYA -- PT PLN Persero terus memacu pemakaian listrik prabayar di kalangan konsumen. Untuk itu, PLN kembali meluncurkan program listrik prabayar di Desa Seruni Sidoarjo untuk 1.200 kepala keluarga sebagai percontohan nasional.

Ke depan, mereka akan mengembangkan di provinsi lain. Di 2012 ditargetkan konsumen listrik prabayar sudah mencapai 50 persen di setiap provinsi.

Dirut PT PLN, Dahlan Iskan, mengatakan, penggunaan listrik prabayar bisa menekan keluhan di kalangan konsumen. Seperti pencurian listrik maupun terganggu aktivitas pencatatan meteran. "Nah dengan listrik prabayar keluhan pelanggan bisa terselesaikan sampai 99 persen," katanya di sela-sela peresmian listrik prabayar percontohan di Desa Seruni Sidoarjo, Jumat, 5 Februari.

Selain itu listrik prabayar bisa menghemat pemakaian. Dia mencontohkan, biaya administrasi langganan yang tiap tahun mencapai Rp 1 triliun. "Nah dengan beralih ke listrik prabayar maka pengeluaran untuk biaya administrasi bisa ditekan. Akan tetapi itu tergantung persentase dari pemakai listrik prabayar, kalau satu persen berarti hemat Rp 10 miliar," ujarnya. Ditargetkan, pelanggan listrik prabayar meningkat sampai 50 persen pada 2012 di.

Dia menjelaskan, target itu juga mengikuti pengadaan meteran khusus prabayar. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan industri untuk mengalihkan produksi mereka ke meteran prabayar. "Rencananya bulan depan kita bicarakan dengan mereka, tapi itu tentu butuh waktu karena industri harus investasi peralatan baru," ucapnya.

Di sisi lain dia juga mengatakan biarpet (listrik menyala dan padam secara berulang-ulang) di kalangan pelanggan murni karena kontrol. Seperti terjadi listrik mati di salah satu area layanan Surabaya yang sampai 10 jam.

Menurutnya, kontrol di lapangan dilakukan kontraktor swasta. "Saya sedang mengkaji persoalan ini, kalau swasta tidak bisa menangani maka tugas itu kembali ditangani PLN. Untuk itu perlu evaluasi terhadap kontraktor, kalau dari hasil evaluasi bagus bisa diperpanjang," timpalnya.

Diakui, untuk saat ini pihaknya tidak bisa serius menggarap persoalan hilir. Sebab banyak persoalan dari sisi hulu yang perlu dibenahi, seperti pembangkit listrik tenaga gas yang mengonsumsi solar. Dari hasil penghitungan, penghematan dari pengalihan solar ke gas bisa mencapai Rp 15 triliun per tahun. Ditargetkan bisa terealisasi September tahun depan.

Sedangkan di luar Jawa untuk 150 pembangkit bisa menekan biaya sampai Rp 20 triliun per tahun yang siap beroperasi akhir tahun depan. "Banyak pembangkit tenaga gas yang tidak dapat pasokan gas seperti di PLTG Grati. Pembenahan di hilir akan percuma, kalau hulu tidak dibenahi terlebih dulu," tuturnya.

Secara terpisah, I Gusti Agung Ngurah Adnyana, Direktur Operasi PLN Jawa Bali, mengatakan, target pelanggan listrik prabayar tahun ini sebanyak 150 ribu. Sedangkan sampai 2009 lalu sudah ada 100 ribu pelanggan yang mulai memakai listrik dengan sistem token atau isi ulang energi. "Saat ini total pelanggan nasional 40 juta dan sekira 80 persen atau 28 juta di Jawa Bali," sebutnya.

Di Jatim, PLN akan melakukan pemasangan untuk 9.644 pelanggan. Dari total itu, baru terealisasi 8.600 pelanggan dan sisanya ditargetkan tuntas sampai semester pertama. "Ke depan kami sudah menyiapkan 12.500 meteran untuk memenuhi permintaan dari pelanggan lama maupun baru yang ingin memakai prabayar," imbuh general manager PLN Distribusi Jatim M Sulastyo.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old February 11th, 2010, 05:00 PM   #164
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

PLN Akan Bangun Pembangkit Tenaga Surya Di Lima Pulau
Kamis, 11 Februari 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lima pulau. Yakni, Pulau Banda, Bunaken, Belawan, Kepulauan Wakatobi, dan Gili Trawangan.

"Kelima pulau ini dipilih karena terkenal, dan bisa dapat dukungan internasional," kata Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (11/2).

Tapi, menurut Dahlan, pengadaan infrastruktur PLTS ini relatif mahal, yaitu sekitar Rp 3.500 sampai 4.000 per kwh. "Memang mahal,tapi (ongkos produksi listrik) di sana juga mahal banget kok," tuturnya.

Hal ini disetujui oleh, Dewi Aryani Hilman, anggota Komisi VII dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Menurutnya, PLTS hanya mahal di awal saja. "Sekali mahal di depan. Selanjutnya hanya maintenance," ujarnya.

Dicegat usai sidang Dahlan menyatakan tim PLN sedang meninjau kelima pulau tersebut. "Diharapkan tahun depan sudah mulai jalan"

Ia berharap selain faktor keterkenalan kelima pulau ini, proyek ini akan mendapat dukungan dunia karena proyek ini terkait dengan green energy. "Sekarang kan (green energy) seksi sekali,"ujarnya.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old February 18th, 2010, 04:17 PM   #165
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

Produksi Listrik Sampah Bantar Gebang Baru 2 Mega Watt
Kamis, 18 Februari 2010

TEMPO Interaktif, Bekasi - Produksi listrik sampah di tempat pembuangan akhir Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dimulai 8 Maret mendatang. Kapasitas awal hanya mampu menghasilkan dua megawatt (MW) listrik dari target produksi sebesar 26 MW.

Direktur PT Godang Tua Jaya Doglas Manurung mengatakan, mesin yang berfungsi membakar gas metan sampah menjadi energi listrik baru ada dua unit. "Masing-masing unit memproduksi satu MW listrik," kata Doglas, kepada Tempo, Kamis (18/2).

PT Godang Tua Jaya, adalah perusahaan rekanan yang ditunjuk Pemerintah DKI dan Kota Bekasi untuk mengolah sampah Bantar Gebang. Dalam operasionalisasi proyek listrik, PT Godang Tua menggandeng PT Navigat Organic Energy Indonesia, dengan nilai investasi Rp 700 miliar.

Menurut Doglas, target produski listrik sampah 26 MW akan dipenuhi secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun. Hingga akhir 2010 ini, produksi listrik dipatok hingga 10 MW, dan akhir 2011 mendatang terpenuhi 26 MW. Mesin produksi dua jenis. Terdiri, 16 unit engine pembakar gas metan (satu mesin kapasitas produksinya satu MW), dan satu mesin pirolisis dengan kapasitas produksi tujuh MW. Pirolisis merupakan pembakaran hampa udara, dan tidak menyisakan sedikitpun emisi yang mencemari lingkungan.

Menurut Doglas, teknologi yang digunakan itu ramah lingkungan. Tidak seperti pembakaran memakai insenerator yang mengeluarkan banyak asap. Listrik yang dihasilkan dijual ke PT (Persero) PLN regional Jawa Barat. "Berapa harga jualnya? kami masih negosiasi dengan PLN," kata Doglas.

Hanya saja, sampah di Bantar Gebang tetap tidak bisa habis sekalipun mesin pembangkit listrik sampah telah dihadirkan. Doglas mengakui, sampah yang diolah hanya sampah baru yang dibuang dari DKI setiap harinya 6.000 ton.

Adapun sampah lama yang telah membentuk lima gunung sampah sejak 1989 silam, tidak diolah Volume tumpukan sampah di lahan seluas 108 hektar itu telah mencapai 10 juta meterkubik. "Kami hanya mengolah sampah baru," kata dia.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 05:18 PM   #166
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

China Investasi PLN Mamuju 35 Triliun
Rabu, 17 Maret 2010

MAMUJU, KOMPAS.com - Investor dari China siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Karama, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan nilai investasi sebesar Rp 35 triliun.

Hal ini dikatakan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, usai membuka acara seminar pemberian nama bandara Tampa Padang dan Pelabuhan Belang-Belang, di Hotel Mamuju Beach, Rabu (17/3/2010).

Menurutnya, berdasarkan hasil kunjungan ke negara Tirai Bambu, China, pekan lalu telah menghasilkan penandatangan kerja sama kedua negara antara Indonesia dan China, terkait rencana pembangunan PLTA Sungai Karama, sekitar 70 kilometer dari kota Mamuju.

"Salah satu hasil kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan China terkait dengan pembangunan PLTA Karama, maka pihak pemodal bersedia menanamkan investasinya sebesar Rp 35 trilun lebih," kata Anwar.

Dikatakannya, potensi sungai Karama untuk PLTA tersebut mampu menghasilkan energi listrik sekitar 1.600 hingga 1800 megawatt melebihi dengan energi listrik PLTA Asahan di Sumatera yang hanya menghasilkan energi listrik sebesar 120 megawatt.

"Potensi sungai karama yang mampu menghasilkan energi listrik dari 1600 hingga 1800 megawatt hingga saat ini salah satu energi listrik yang terbesar di Indonesia," tuturnya.

Sehingga kata Anwar, kekayaan akan potensi sungai Karama tersebut membuat sejumlah investor asing seperti Korea dan Jepang berbesar hati untuk melakukan investasi ke Sulbar.

"Kedua negara ini mengundang kita untuk meningkatkan kerja sama, namun, kami lebih memilih ke China," ungkapnya.

Anwar mengungkapkan, rencana pembangunan PLTA Karama ini ditargetkan akan selesai hingga tahun 2014-2015 mendatang.

"Pembangunan PLTA Karama bisa masaok listrik ke provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui jaringan kabal bawa laut," kata dia.

Ia mengatakan, pemerintah Kaltim yang saat ini mengalami kondisi krisis listrik telah menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan kabel yang akan dibentangkan di bawah laut.

"Kondisi listrik di Kaltim saat ini sudah mengalami krisis apalagi, tambang batu bara mereka sudah habis terkuras sehingga tak ada lagi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembangkit listrik untuk daerah itu," kata Anwar.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 06:27 PM   #167
c00lridge
Kratos
 
c00lridge's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Posts: 369
Likes (Received): 0

Ibarat Pasien, Sudah Boleh Pulang ke Rumah

11:03 | Wednesday, 17 March 2010
BICARA: Dirut PT PLN Dahlan Iskan saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di kota Medan, kemarin.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
Dirut PT PLN Dahlan Iskan Bicara Kondisi Listrik di Sumut

Krisis listrik di Sumut telah berlalu. Perbaikan di PLTGU Belawan telah usai, hasilnya sukses. Pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri di daerah ini pun telah terpenuhi. Itulah yang diucapkan Dirut PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, saat berbincang-bincang dengan wartawan di Restoran Koki Sunda, Selasa (16/3) pukul 13.00 WIB.

Perbaikan demi perbaikan yang dilakukan manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Sumatera Utara mulai terasa. Pasokan listri ke konsumen diharapkan lebih stabil, minim pemadaman bergilir.

”Ibarat pasien di rumah sakit, kondisi listrik di Sumut sudah sembuh. Sudah keluar dari ruang perawatan dan sudah boleh kembali ke rumah,” kata Dahlan Iskan memberi perumpamaan.
Dahlan Iskan menjamin ke depan tidak ada lagi pemadaman bergilir. Jika masih ditemukan adanya pemadaman, lanjutnya, itu bersifat teknis jaringan, dan waktunya hanya 1-2 jam. ”Secara ilmiah hasil perbaikan sangat baik. Kalau masih ada pemadaman, mungkin karena ada pohon tumbang atau kabel yang putus, sifatnya sangat sementara. Saya jamin amannya pasokan listrik di Sumut ini tidak hanya satu atau dua minggu, tapi seterusnya.

Ini karena PLN telah melakukan perbaikan mendasar pada PLTGU Belawan,” ujarnya memberi jaminan.

Dahlan pun memuji anak buahnya. Menurutnya, kondisi saat ini merupakan hasil kerja keras, siang-malam dari teknisi PLN di Sumut. ”PLTGU Belawan telah beroperasi maksimal. Awalnya teman-teman (anak buahnya, Red) di sini berani mematikan satu mesin tiga sampai empat hari, setelah diperbaiki kapasitasnya naik lagi, bertambah 20 MW,” tukasnya.

Bukankah petinggi PLN sebelumnya juga sering umbar janji soal tidak ada pemadaman bergilir lagi? ”Ha ha ha…. Saya jamin tak ada pemadaman lagi. Kalau masih terjadi pemadaman, itu berarti takdir saya,” ujarnya bergurau. Sepanjang pembicaraan sambil menikmati makan siang kemarin memang sangat cair. Dahlan Iskan banyak bergurau, sama sekali tak kaku. General Manager PT PLN Wilayah Sumut, Denny Pranoto, General Manager PT PLN Pembangkitan Sumbagut, Ikuten Sinulingga, juga tak seperti biasanya. Semuanya ikut bicara dan tertawa lepas. Tak terkecuali Marganas Nainggolan, Penanggung Jawab Operasional Riau Pos Grup Divisi Regional Medan dan Kepri yang juga hadir.

Dahlan kemudian menceritakan kunjungannya ke PLTGU Belawan. Menurutnya, saat menginjakkan kaki ke lokasi PLTGU, dia sempat tegang. Namun setelah melihat mesin-mesin pembangkit telah selesai diperbaiki diapun merasa tenang. ”Mesin-mesin sekarang sudah bagus, kalau dulu hanya mampun 100 MW, sekarang sudah full 900-an MW,” jelasnya.

Kalau memang listrik di Sumut sudah membaik, lantas bagaimana dengan pinjaman daya dari PT Inalum? Dahlan Iskan mengatakan, pinjaman kepada Inalum 60 MW-70 MW akan berlanjut terus. ”Kenapa masih terus pinjam ke Inalum, tapi Sumut sudah cukup? Ya, yang dari Inalum untuk pasokan Medan, yang dari pembangkit lainnya untuk suplai daya ke Provinsi Riau sebesar 50 MW setiap hari,” tambahnya.

Ke depan, lanjutnya, kondisi kelistrikan di Sumut akan semakin baik, karena tahun depan dua unit pembangkit PLTU berkapasitas 2×200 MW yang ada di Pangkalan Susu sudah beroperasi. Kini pembangunannya sedang dikebut. ”Tahun depan Pangkalan Susu sudah menyala 400 MW. Jadi tahun depan kita sudah berani menyuplai full ke pabrik-pabrik. Ini akan menjadikan pergerakan ekonomi di Sumut semakin baik lagi. Saat inipun sebenarnya pabrik di KIM sudah merasakan manfaatnya, pasokan listrik ke mereka sudah lancar. Saat ini mereka sudah bisa beroperasi nonstop. Sebelumnya kan pukul lima harus stop, karena saat malam rakyat yang diutamakan,” sebutnya.

Saat disinggung nasib pembangunan PLTA Asahan III, Dahlan Iskan sempat terdiam sejenak. Dia bilang untuk Asahan III posisi PLN sangat sulit. ”Rakyat Sumut-lah yang harus mendesaknya,” ujarnya. Sebenarnya banyak hal yang dibicarakan Dahlan Iskan soal Asahan III, namun untuk alasan tertentu dia mohon penjelasannya soal Asahan III tidak dipublis.

Dia juga menjelaskan soal kontrak gas dengan Pertamina untuk PLTGU Belawan. Menurutnya, September 2011 pasokan gas sudah lancar. ”Kalau pakai gas bisa menghemat uang PLN sebesar Rp3 triliun. Apakah bakal ada overhaul lagi? ”Ya, bulan Juni ini ada mesin di PLTGU yang harus overhaul, tapi tak masalah, kan ada pasokan dari Labuhan Angin,” katanya.

Kenapa Medan dan Sumut umumnya yang saya perhatikan lebih dahulu? Giliran Dahlan Iskan yang bertanya. Dia pun langsung menjawab sendiri pertanyaannya. ”Begitu dilantik yang pertama saya urusi Medan, ini karena Medan kota besar, kebetulan yang kondisi listriknya paling parah, kebetulan juga sudah empat tahun dibiarkan. Medan setiap hari saya pikiri, ini tak boleh terus begini. Alhamdulillah, berkat kerja keras teman-teman di sini, semua bisa teratasi,” jelasnya.
Dahlan Iskan kemudian menjelaskan, untuk kondisi kelistrikan yang telah membaik ini, rakyat Sumut harus berterimakasih kepada Komisi VII DPR RI yang tak pernah lelah dan terus-menerus menekan PLN agar bisa segera mengatasi persoalan listrik di Sumut.
c00lridge no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2010, 06:28 PM   #168
c00lridge
Kratos
 
c00lridge's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Posts: 369
Likes (Received): 0

Agar Labuhan Angin Tidak Angin-anginan
10:56 | Wednesday, 17 March 2010
Catatan Dahlan Iskan

Alangkah senangnya ketika pagi ini saya benar-benar akan bisa mendarat di kota Sibolga. Inilah untuk pertama kalinya dalam hidup saya akan melihat kota yang menurut teman-teman saya sangat indah dengan pemandangan samudera Hindia yang biru.

Jabatan saya yang baru sebagai Direktur Utama PLN yang membuat saya harus datang ke Sibolga. Se jak dulu saya sangat ingin ke Sibolga tapi selalu saja terhambat kesibukan

Bahkan ketika teman-teman saya mendirikan surat kabar Metro Tapanuli (grup Sumut Pos) di Sibolga ini pun saya tidak bisa datang di hari peresmiannya. Bahkan sampai surat kabar ini berumur enam tahun dan sampai saya sudah melepaskan jabatan Chairman di grup media ini, saya tidak juga sempat melihat Sibolga

Pagi ini saya mendarat di Sibolga dengan dua tujuan. Pertama, saya mendampingi rombongan Komisi 7 DPR-RI yang dipimpin tokoh Sumut Effendi Simbolon yang akan melihat PLTU Labuhan Angin. Kedua, sebagai Dirut PLN saya memang harus melihat PLTU yang lokasinya terindah di seluruh Indonesia tapi prestasinya belum menggembirakan itu.

Sejak menjabat Dirut PLN lebih dua bulan lalu, saya memang terus mengikuti perkembangan PLTU Labuhan Angin. Saya kaget ketika melihat angka-angka laporan harian PLTU ini. Pembangkit yang mestinya bisa memproduksi listrik 2 x 115 MW, hanya bisa menghasilkan kurang dari 50 MW. Saya sangat terusik oleh kenyataan ini. Berbagai penyebab diinventarisasi. Hampir tiap hari saya menelepon pimpinan PLTU ini untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar.

Ketika saya mendapat laporan bahwa mesin pembangkit ini kurang baik, saya agak meragukan. Tidak mungkin ada mesin yang dibuat khusus agar hasilnya kurang baik. Tidak mungkin ada mesin yang karena untuk Sibolga maka sengaja dibuat sekadarnya saja. Apalagi pembangkit ini merupakan perwujudan dari dipulihkannya kerjasama ekonomi antara Indonesia-Tiongkok. Inilah proyek yang dananya diberikan oleh Tiongkok. Inilah proyek yang jadi simbol penting dari dimulainya babak baru hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok.

Di samping berdiskusi dengan pimpinan PLTU Labuhan Angin, saya juga memanggil kontraktor PLTU itu. Yakni perusahaan dari Tiongkok. Saya diskusikan dengan dia mengapa PLTU Labuhan Angin ini angin-anginan. Saya sungguh kaget ketika pimpinan perusahaan itu membawa sejumlah foto: foto batu yang jumlahnya luar biasa banyaknya.

Batu apakah itu? “Ini batu yang keluar dari boiler,” ujarnya dalam bahasa Mandarin. Dengan foto itu dia ingin menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada masalah dengan mesinnya. Dia ingin memperlihatkan bahwa mesin itu rusak karena banyaknya batu yang tercampur dengan batubara. Akibatnya batu-batu itulah yang menghantam boiler tiap hari secara terus-menerus.

Saya pura-pura membantah bahwa penyebab angin-anginnya PLTU Labuhan Angin karena batu-batu itu. Tapi dalam hati saya tidak bisa menolak alasan itu. Saya tidak mau mempersoalkan masa lalu. Saya mengatakan padanya bahwa saya akan berusaha keras untuk mengontrol batubara yang dikirim ke Labuhan Angin. Tapi saya juga minta agar kontraktor tersebut menangani kerusakan-kerusakan yang telah terjadi. Dengan risiko ada pada dirinnya.

Saya lantas minta dikirimi foto-foto stok batubara yang ada. Teman-teman Labuhan Angin mengirimkannya. Bukan main. Foto tumpukan batubara itu tidak ada bedanya dengan tumpukan lumpur. Pantas kalau PLTU ini batuk-batuk terus. Dia harus menelan makanan yang sebenarnya tidak bisa dia telan.

Memang ada kelemahan lain yang mendasar. Di samping kualitas batubara yang tidak cocok, prasarana PLTU ini juga kurang tepat. Atap gudang batubaranya kurang lebar. Akibatnya, di musim hujan seperti sekarang ini, sangat sengsara. Batubara yang kandungan ash (debu) nya sangat tinggi itu kena hujan. Jadilah lumpur! Itulah yang menyebabkan batubara tidak bisa mengalir lancer ke dalam boiler. Juga tidak bisa dibakar dengan sempurna.

Dengan modal foto kiriman teman-teman Labuhan Angin itu, kami memutuskan mengganti pemasok batubara untuk Sibolga. Kami tidak mau lagi batubara seperti itu. Tapi proses penggantian pemasok ini perlu waktu. Baru minggu lalu batubara yang lebih baik, dari Kalimantan, bisa tiba di Labuhan Angin.

Dengan batubara inilah teman-teman Labuhan Angin akan tahu persis di manakah persoalan sebenarnya. Kalau persoalannya pada mesin, tentu dengan pergantian batubara tidak akan ada bedanya. Tapi kalau memang persoalannya di batubara, maka begitu PLTU diberi makan batubara yang baru, tentu akan lebih baik.

“Malam ini sudah bisa menghasilkan 90 MW!,” lapor Ikuten Sinulingga, GM Pembangkitan Sumut, dalam laporannya via SMS kepada saya pekan lalu. “Sudah naik lebih dari 100%,” tambahnya.

Maka hari ini, ketika Komisi VII DPR RI tiba di Sibolga, kondisi PLTU ini sudah jauh lebih baik. Saya memang berjanji kepada Komisi VII untuk memperhatikan sungguh-sungguh PLTU ini. Sebab peranan PLTU ini dalam sistem kelistrikan Sumut sangat vital. Komisi VII selalu mempersoalkan kondisi PLTU Labuhan Angin ini ketika mengadakan rapat-rapat dengar pendapat dengan PLN.

Kini diketahuilah dengan pasti bahwa kualitas batubara memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja PLTU Labuhan Angin. Tapi persoalan belum selesai. Bagian-bagian tertentu dari PLTU ini sudah terlanjur “babak belur” kena hajar batu-batu yang menyelundup atau diselundupkan ke dalam batubara selama lebih dari setahun ini. Maka pada saat yang tepat nanti, PLTU ini harus dipaksa berhenti secara bergantian selama dua bulan. Untuk diadakan perbaikan. Program ini direncanakan dilakukan bulan Mei nanti. Yakni setelah listrik dari Asahan I sudah mengalir ke para konsumen.

Kami sangat menginginkan agar krisis listrik di Sumut yang sudah berlangsung selama empat tahun dan sudah teratasi seminggu yang lalu itu bisa berlangsung seterusnya. Minggu lalu adalah tonggak penting teratasinya krisis listrik di Sumut. Bahkan beberapa hari terakhir Sumut sudah bisa “mensedekahkan” listriknya sebanyak 50 MW ke Riau.

Untung, Komisi VII baru bisa ke Sibolga hari ini. Kalau saja wakil-wakil rakyat itu ke Sibolga bulan lalu pasti raut wajah mereka akan sangat bermuram durja! Bukan saja mengapa terjadi krisis listrik, tapi sampai bulan lalu saya pun belum tahu bagaimana harus mengatasinya!
c00lridge no está en línea   Reply With Quote
Old March 23rd, 2010, 10:26 AM   #169
gussinyo
Registered User
 
gussinyo's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Malang, Sidoarjo
Posts: 1,350
Likes (Received): 4

Santri di Jepara tolak PLTN

JAKARTA: Ratusan santri, mahasiswa, petani, dan masyarakat Jepara menolak rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di semenanjung Muria, sebelah barat Desa Balong Kecamatan Kembang, 10 km timur Kota Jepara.
Para santri Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari, Bangsri Jepara, dan mahasiswa, serta masyarakat sekitar, melakukan dialog publik dan seminar bertema tentang bahaya nuklir.

"Kami sebagai perwakilan masyarakat Jepara, menolak rencana pendirian PLTN di Balong, karena berdampak kurang baik di masyarakat sekitar," ujar KH Nuruddin Amin (Gus Nung), pengasuh Ponpes tersebut dalam rilis yang dikirimkan LSM Sehati Nusantara kemarin.

Siti Amroh Suudi, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Provinsi Jawa Tengah, menuturkan pembangunan PLTN bisa mengancam ketahanan pangan nasional. Pasalnya, proyek itu akan menyita banyak lahan pertanian.

Jika pembangunan PLTN itu tetap dilaksanakan, ujarnya, bisa mengusik ribuan hektare lahan pertanian. Padahal Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penopang pangan nasional. (Bisnis/yr)
gussinyo no está en línea   Reply With Quote
Old March 23rd, 2010, 12:45 PM   #170
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,583
Likes (Received): 238

Quote:
Originally Posted by gussinyo View Post
Santri di Jepara tolak PLTN

JAKARTA: Ratusan santri, mahasiswa, petani, dan masyarakat Jepara menolak rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di semenanjung Muria, sebelah barat Desa Balong Kecamatan Kembang, 10 km timur Kota Jepara.
Para santri Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari, Bangsri Jepara, dan mahasiswa, serta masyarakat sekitar, melakukan dialog publik dan seminar bertema tentang bahaya nuklir.

"Kami sebagai perwakilan masyarakat Jepara, menolak rencana pendirian PLTN di Balong, karena berdampak kurang baik di masyarakat sekitar," ujar KH Nuruddin Amin (Gus Nung), pengasuh Ponpes tersebut dalam rilis yang dikirimkan LSM Sehati Nusantara kemarin.

Siti Amroh Suudi, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Provinsi Jawa Tengah, menuturkan pembangunan PLTN bisa mengancam ketahanan pangan nasional. Pasalnya, proyek itu akan menyita banyak lahan pertanian.

Jika pembangunan PLTN itu tetap dilaksanakan, ujarnya, bisa mengusik ribuan hektare lahan pertanian. Padahal Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penopang pangan nasional. (Bisnis/yr)
gak paham dg santri tsb....
lahan pertanian akan hilang..selama ini lokasi pembangkit listrik biasanya di lahan yg gak produktif.
tapi jikapun di lahan produktif tentu gak masalah dg logika begini:
lahan pertanian hilang....dampaknya petani nganggur dan hilang potensi uang katakanlah 10M
setelah PLTN berdiri.....para petani yg nganggur bisa jadi karyawan di PLTN misal sbg tukang bersih2 atau tukang taman. Potensi uang 10M tergantikan dg listrik yg dihasilkan...hasil dari listrik bisa berlipat lipat dibanding hasil pertanian.
fajarmuhasan no está en línea   Reply With Quote
Old April 28th, 2010, 11:16 AM   #171
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

Krisis Listrik, Total Indonesie Kembangkan Energi Matahari
Rabu, 28 April 2010

TEMPO Interaktif, Balikpapan - Total E & P Indonesie mengembangkan solar sel atau listrik energi sinar matahari di Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sebelumnya, PT PLN menganggap kawasan ini tidak ekonomis untuk pengembangan jaringan listrik disebabkan terisolasi dari wilayah sekitar.

“Di sekitar kawasan Delta Mahakam. Kawasan ini jauh dari wilayah sekitar sehingga PLN tidak masuk,” kata Koordinator Program Ekonomi Coorporate Sosial Responsible (CSR) Total Indonesie, Hetty Berliana Damanik, di Balikpapan, Rabu (28/4).

Total membantu pengadaan empat unit solar sel masing masing seharga Rp 10 juta bagi fasilitas umum dan kepentingan perseorangan. Khusus peralatan solar sel bagi masyarakat, Total hanya menyiapkan proses kredit lunak dari bank relasi Total. “Agar masyarakat lebih mandiri dalam pengadaan energi listrik dari energi matahari,” ujarnya.

Program ini, kata Hetty, telah diresmikan penggunaanya oleh Gubernur Kalimantan Timur pada 2007 lalu. Pemerintah daerah dan Total berharap penggunaan sistem solar sel akan mampu membantu permasalahan krisis energi listrik di Muara Pantuan.

Menurut Hetty, penggunaan energi solar sel lebih efesien dibandingkan saat masyarakat menggunakan genset bahan bakar solar. Di samping lebih irit dalam penggunaana, solar sel juga mampu menghasilkan 800 watt energi listrik yang mencukupi bagi kebutuhan rumah tangga.

“Baterai solar sel maksimal mampu menyimpan 800 watt energi listrik saat panas matahari mencukupi. Jumlah ini cukup bagi kebutuhan rumah tangga tanpa membebani keharusan membeli bahan bakar,” tutur dia.

Pengadaan solar sel termasuk program tanggung jawab Total untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah operasi pengeboran minyak Delta Mahakam. Setiap tahun Total secara rutin mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan program tanggung jawab perusahaan di Kutai Kartanegara.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old April 30th, 2010, 04:56 AM   #172
dochan
дочан
 
dochan's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: Индонезия
Posts: 4,717
Likes (Received): 295

Babel Terdaftar Sebagai Studi Kelayakan PLTN
Senin, 26 April 2010 09:44 WIB

http://www.antaranews.com/berita/127...kelayakan-pltn

Pangkalpinang (ANTARA News) - Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah terdaftar sebagai studi kelayakan untuk peletakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) oleh Badan Atom Internasional.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Babel, Noor Nedi di Pangkalpinang, Senin, mengatakan, Badan Atom Internasional sudah melakukan studi kelayakan di Babel untuk peletakan PLTN di Babel.

"Ada tujuh titik yang tersebar di Babel yang telah diuji untuk peletakan PLTN antara lain di pesisir pantai wilayah Bangka Timur, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Belitung Timur," ujarnya.

Ia mengatakan, Babel dinilai cocok untuk peletakan PLTN dari segi geologi, geografi, tata ruang, lingkungan masyarakat serta dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Babel benar-benar aman untuk peletakan PLTN dari segi geologi, geografi, tata ruang, namun itu baru dilakukan studi kelayakan dan enam tahun kemudian baru ketahuan kepastiannya," kata Noor Nedi.

Noor Nedi menjelaskan, kondisi geologi dan geografis terutama bebatuan granit yang ada di pesisir pantai Babel sangat cocok untuk peletakan PLTN.

"Kondisi bebatuan granit di pesisir pantai Babel sangat cocok sekali untuk pondasi peletakan PLTN, terutama untuk menghemat biaya," ujarnya.

Menurut dia, Presiden SBY mengatakan PLTN belum menjadi prioritas untuk dibangun saat ini guna mengatasi krisis listrik di Indonesia.

"Saat ini PLTN belum menjadi prioritas Presiden SBY untuk mengatasi krisis listrik nasional dan saat ini baru dilakukan studi kelayakan yang bisa mencapai enam tahun lamanya," ujarnya.

Noor Nedi menjelaskan, satu PLTN minimal menghasilkan daya sebesar 2.600 megawatt dan bisa memenuhi kebutuhan listrik Babel.

"Satu PLTN bisa menghasilkan daya minimal 2.000 hingga 2.600 megawatt yang sudah melebihi kebutuhan listrik di Babel dan bisa mengaliri ke Sumatra dan Jawa," katanya.
__________________
Reticulating splines...
dochan no está en línea   Reply With Quote
Old April 30th, 2010, 08:38 AM   #173
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,002
Likes (Received): 489

Mundur, Pembangunan PLTN di Indonesia
Jumat, 30 April 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Hudi Hastowo mengatakan, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia diundur. Sedianya, pada tahun 2003, pemerintah berencana membangun PLTN pada 2016. Namun, berdasarkan realita tahun 2010, pembangunan ini diperkirakan baru terealisasi pada 2020.

"Rencana 2016 impossible," ujar Hudi kepada para wartawan, Jumat (30/4/2010) di Gedung BPPT, Jakarta. Hudi memaparkan beberapa persiapan yang masih perlu dilakukan, seperti program, infrastruktur, sumber daya alam dan sumber daya manusia, hingga laporan analisis keselamatan atau LAK. LAK dikatakan sebagai syarat pembangunan PLTN. Syarat inilah yang paling berat. Secara umum, LAK berisi analisis kejadian yang mungkin terjadi ketika PLTN dibangun, beserta asumsi yang disepakati bersama, penanganannya, serta perencanaan darurat (emergency planning) nya.

"Jadi, kita harus memetakan hal-hal terburuk yang dapat terjadi, serta penanganannya. Misalnya, sistem pendingin PLTN mati, atau pipanya patah akibat gempa. Ini cukup sulit," katanya.

Hudi menambahkan, hingga saat ini, belum diputuskan lembaga mana yang akan menjalankan PLTN. Batan, katanya, hanya bertugas mempersiapkan sarana dan prasarana. Ditegaskannya, pembangunan PLTN perlu melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari Batan, Bapeten, kementerian-kementerian terkait, hingga universitas.

Energi Terbarukan Tetap Jalan

Hudi mengatakan, pembangunan PLTN tidak berarti menegasikan usaha penciptaan energi terbarukan. Pemerintah masih terus mengupayakan penggunaan energi terbarukan, seperti bio mass, geotermal, bio etanol, energi surya, dan bio fuel. "Ayo, kita kembangkan semua sumber energi dan energi terbarukan," katanya.

Huda berpendapat, usaha penciptaan energi terbarukan tetap dilakukan secara bersamaan dengan pembangunan PLTN. Pasalnya, dirinya memperkirakan kebutuhan energi suatu negara terus meningkat seiring bertambah makmurnya negara tersebut. Ada korelasi antara peningkatan indeks pembangunan manusia dengan kebutuhan energi.

Sementara itu, Irwanuddin M Eng dari Pusat Pengkajian Pengembangan Energi Nuklir Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia meminta agar masyarakat tidak lagi menggunakan alasan bocornya reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina, sebagai alasan menentang pembangunan PLTN di Indonesia. "Di Chernobyl, ada empat reaktor nuklir. Tiga reaktor power plant, dan satu reaktor riset. Yang bocor adalah reaktor riset. Reaktor riset itu tipe 150, dan sifatnya masih klasik. Reaktor untuk power plant stabil," ujarnya.

Irwan mengatakan, penggunaan energi nuklir dapat disandingkan dengan penggunaan energi terbarukan lainnya. Dirinya mencontohkan Rusia, yang 75 persen sumber listriknya berasal dari PLTN.
Ocean One está en línea ahora   Reply With Quote
Old April 30th, 2010, 11:46 AM   #174
Aucostar
Registered User
 
Aucostar's Avatar
 
Join Date: May 2007
Location: Medan-San Francisco-Providence
Posts: 221
Likes (Received): 1

PLTA Asahan Mulai Dibangun Awal Mei
Jakarta, (Analisa)

PT PLN (Persero) akan segera memulai pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan Unit III di Sumatera Utara. Rencananya peletakan batu pertama PLTA dengan berkapasitas 2x87 MW tersebut akan dilaksanakan awal bulan Mei.

Menurut Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin, keberadaan PLTA tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara sehingga dapat membawa multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

"Seluruh listrik yang dihasilkan PLTA Asahan III akan dimasukkan ke sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin kepada detikFinance, Kamis (29/4).

Menanggapi pernyataan yang diungkapkan Gubernur Sumut Syamsul Arifin yang berjanji akan segera memberikan izin lokasi kepada PLN bila listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan perusahaan yang membutuhkan listrik besar dalam operasinya seperti PT Indonesia Asahan Aluminium, Murtaqi menegaskan PLN tidak pernah membangun pembangkit untuk kepentingan perusahaan atau perorangan tertentu.

Menurut dia, PLN sangat berkepentingan untuk membangun sendiri proyek PLTA Asahan III, selain untuk menambah daya mampu, proyek tersebut akan semakin menekan biaya pokok produksi listrik di Sumatera Utara, karena biaya pokok produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit berbahan bakar minyak.

Untuk pendanaan proyek tersebut, PLN mendapat pinjaman lunak dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) sebesar US$ 420 juta dengan jangka waktu 40 tahun dan bunga 0,7% per tahun, sehingga tidak perlu mencari-cari dana lagi serta tekah melakukan berbagai tender teknis.

Pembangunan PLTA yang rencananya telah digulirkan sejak 3 tahun yang lalu tersebut selalu terkendala oleh Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang belum kunjung memberikan izin lokasi kepada PLN.

Perizinan malah diberikan kepada perusahaan swasta yakni PT Bajra Daya Sentra Nusa (BDSN) yang merupakan pengembang proyek PLTA Asahan I. Belakangan diketahui perusahaan tersebut belum memiliki AMDAL sebagai syarat pemberian berbagai izin, baik izin prinsip maupun izin lokasi.

Saat ini daya mampu pembangkit di Sumut mencapai 1.233 MW, sementara beban puncak 1.063 MW. Untuk keseluruhan Sumatera, daya mampu sebesar 4.038 MW dengan beban puncak 3.750 MW. Kendati daya mampu tersebut lebih besar dari rata-rata beban puncak, PLN tetap akan membangun beberapa pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan ke depan. (dtc)
Aucostar no está en línea   Reply With Quote
Old May 2nd, 2010, 03:24 PM   #175
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,058
Likes (Received): 16

Govt Offering 15,000 MW Projects


VIVAnews - The Indonesian government this year plans to realize the third-phase power plant development which will be mostly built outside of Java. The total capacity of the designed projects reach 15 thousand megawatt (MW).

Coordinating Minister for the Economy Hatta Rajasa said the development is expected to be completed in 2014.

"We have gone through the development of the first and second phases 10 thousand power plant projects. To cover the yearly lack of electricity, 3,000 MW of capacity is needed," he said in Jakarta today, April 23.

Hatta went on to say that the required power plant in national level is quite high.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old May 2nd, 2010, 03:36 PM   #176
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Operasional PLN Bisa Hemat Rp 5 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com — Ongkos operasional pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN seharusnya dapat ditekan Rp 5 triliun dalam setahun jika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Pertamina mampu berkoordinasi. Akibat koordinasi yang lambat, pasokan energi kombinasi gas dan batu bara untuk pembangkit listrik menjadi terhambat sehingga PLN harus kembali mengonsumsi bahan bakar minyak yang jauh lebih mahal.

"Ada indikasi kesengajaan dari pihak-pihak yang diuntungkan dengan kesulitan energi yang diderita PLN saat ini. Saya akan mendesak adanya pemeriksaan atas apa yang terjadi pada pasokan gas, BBM, atau batu bara yang bermasalah ini," ujar Kepala Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis di Jakarta, Minggu (2/5/2010).

Menurut Harry, alasan yang disampaikan Kementerian ESDM, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Pertamina adalah pipanisasi sehingga gas yang mereka peroleh tidak dapat dipasok ke pembangkit listrik PLN. Padahal, saat ini, Indonesia sudah memasok gas dalam jumlah yang sangat besar ke Singapura dengan menggunakan pipa.

"Itu artinya, alasan mereka itu tidak bisa diterima. Masa ke Singapura bisa mengirim, kenapa ke PLN tidak bisa? Ya memang harus ada investasi. Sikap dan koordinasi yang tidak jelas ini membuat PLN dan negara harus boros Rp 5 triliun setahun," ujarnya.

Atas dasar itu, Badan Anggaran DPR RI menganggap wajar adanya setoran dividen PLN sebesar Rp 4 triliun pada tahun 2010. Dividen PLN dimungkinkan karena perusahaan tersebut mencatatkan laba usaha setelah terpuruk dalam kerugian bertahun-tahun lamanya.

"Dividen tahun 2010 itu memperhitungkan laba yang diperoleh PLN pada tahun 2009. Tahun lalu, PLN mencatatkan laba Rp 10,5 triliun," ungkap Harry.

Kewajiban untuk menyetorkan dividen PLN tersebut termaktub juga dalam Laporan Panitia Kerja Asumsi Ekonomi Makro, Penerimaan, Defisit, dan Pembiayaan Rancangan APBN Perubahan 2010 (RAPBN-P 2010) yang dibacakan Nirwan Amir, Ketua Panitia Kerja tersebut, Sabtu (1/5/2010) di Jakarta. Pembacaan laporan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Badan Anggaran dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengagendakan persetujuan fraksi untuk membawa RAPBN-P 2010 ke Rapat Paripurna DPR RI pada 3 Mei 2010 untuk disahkan menjadi Undang-Undang APBN-P 2010.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...t.Rp.5.Triliun
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old May 2nd, 2010, 03:37 PM   #177
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Utang PLN ke Pertamina Capai Rp 20,448 Triliun
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Jakarta - Nilai utang PT PLN (Persero) kepada PT Pertamina (Persero) dari penjualan BBM hingga 26 April 2010 mencapai Rp 20,448 triliun.

"Berdasarkan catatan Pertamina 20,448 triliun. Tapi angka ini akan terus berubah," ujar Vice Presiden Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra saat dihubungi detikFinance, Rabu (28/4/2010).

Sebelumnya, Direktur utama PLN Dahlan Iskan mengakui konsumsi BBM untuk mengoperasikan pembangkit milik perseroan memang terus mengalami peningkatan seiring dengan berkurangnya pasokan gas sebesar 100 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) di PLTGU Muara Tawar.

Menurut Dahlan, pengurangan pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk tersebut telah menyebabkan BUMN migas tersebut harus mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 5,9 triliun dalam setahun.

"Kalau dapat 100 MMSCFD berarti kita tidak usah beli BBM lagi untuk Muara Tawar," kata Dahlan.

Direktur Keuangan PLN, Setio Anggoro Dewo menambahkan, untuk menekan pembengkakan anggaran tersebut maka perseroan mengusulkan untuk mengadakan tender terbuka dalam pengadaan tambahan BBM sebagai dampak pengurangan gas tersebut.

"Kami usulkan tender terbuka agar bisa hemat dari tambahan tersebut. Tapi yang komitmen dengan Pertamina kita tidak ganggu gugat. Kita berharap minimal bisa hemat Rp 200 miliar. Karena kehilangan gas nilainya Rp 5,9 triliun maka dengan tendernya bisa ditekan jadi Rp 5,7 triliun dalam setahun," paparnya.

(epi/dnl)

http://www.detikfinance.com/read/201...-20448-triliun
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old May 2nd, 2010, 09:02 PM   #178
Dazon
Oceana Community Union
 
Dazon's Avatar
 
Join Date: Oct 2007
Location: Buitenzorg
Posts: 8,349
Likes (Received): 709

Quote:
Originally Posted by gussinyo View Post
Santri di Jepara tolak PLTN

JAKARTA: Ratusan santri, mahasiswa, petani, dan masyarakat Jepara menolak rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di semenanjung Muria, sebelah barat Desa Balong Kecamatan Kembang, 10 km timur Kota Jepara.
Para santri Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari, Bangsri Jepara, dan mahasiswa, serta masyarakat sekitar, melakukan dialog publik dan seminar bertema tentang bahaya nuklir.

"Kami sebagai perwakilan masyarakat Jepara, menolak rencana pendirian PLTN di Balong, karena berdampak kurang baik di masyarakat sekitar," ujar KH Nuruddin Amin (Gus Nung), pengasuh Ponpes tersebut dalam rilis yang dikirimkan LSM Sehati Nusantara kemarin.

Siti Amroh Suudi, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Provinsi Jawa Tengah, menuturkan pembangunan PLTN bisa mengancam ketahanan pangan nasional. Pasalnya, proyek itu akan menyita banyak lahan pertanian.

Jika pembangunan PLTN itu tetap dilaksanakan, ujarnya, bisa mengusik ribuan hektare lahan pertanian. Padahal Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penopang pangan nasional. (Bisnis/yr)
say no to Nuke power plant!
__________________
need some beer.
Dazon no está en línea   Reply With Quote
Old May 23rd, 2010, 04:33 PM   #179
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

PLN Tenderkan PLTU di NTB dan NTT

JAKARTA--MI: PT PLN (Persero) membuka tender pengadaan empat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) skala kecil di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Nasri Sebayang, di Jakarta, Jumat (21/5), mengatakan, pembangunan PLTU tersebut merupakan upaya menjamin pasokan listrik di kedua wilayah tersebut.

"Ini merupakan bagian dari pembangunan sekitar 70 PLTU berskala kecil di seluruh Tanah Air guna mengatasi krisis kelistrikan," katanya.

Keempat PLTU itu adalah dua di NTB yakni Alor berkapasitas 2x3 Mw dan Rote 2x3 Mw serta dua di NTT yaitu Labuhan Bajo 2x3 Mw dan Sumbawa Barat 2x7 Mw.

Menurut Nasri, sumber dana pembangunan PLTU berasal dari anggaran investasi PLN tahun 2010-2012 dengan perkiraan pagu proyek sebesar US$2,2 juta per Mw.

Lingkup pekerjaan mulai disain, rancang bangun, pengadaan, konstruksi, hingga komisioning, sebelum diserahterimakan ke PLN. Persyaratan peserta tender adalah berpengalaman membangun PLTU minimal tiga Mw dan beroperasi baik minimal dua tahun, jika bermitra yang menjadi ketua kemitraan adalah perusahaan nasional dengan minimal kepemilikan 30 persen, dan ketua kemitraan harus mempunyai pengalaman membangun PLTU atau sedang membangun dengan kemajuan 30 persen.

Masa pendaftaran dan pengambilan dokumen penawaran mulai 19 Mei hingga 2 Juni 2010, serta pemasukan dokumen pada 3 Juni 2010. (Ant/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2...di-NTB-dan-NTT
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote
Old May 24th, 2010, 03:44 PM   #180
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Menperin: PLN Perlu Benahi Diri

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus berani menerima kritik keras terhadap manajemennya di tengah rencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL). PLN harus berani melakukan otokritik. "PLN jangan hanya pikirkan kenaikan TDL untuk kenaikan revenue, tapi juga ada inefisiensi di PLN, banyak sambungan liar. Itu karena mismanajemen atau pengelolaan. Itu kritik," paparnya di Hotel Ritz-Carlton, Senin (24/5/2010).

PLN jangan hanya pikirkan kenaikan TDL untuk kenaikan revenue, tapi juga ada inefisiensi di PLN.
-- MS Hidayat

Menurut Hidayat, jika kenaikan TDL mutlak dilakukan, rencana persentase kenaikannya harus diturunkan. Lalu, penuhi tuntutan perbaikan manajemen dengan menertibkan sambungan liar PLN. "Itu sinyalemen masyarakat di bawah. Beban jangan hanya dibebankan tarif, tapi manajemen penghematan itu harus diperhatikan," katanya.
Namun di samping itu, lanjutnya, pemerintah mesti menegaskan peran PLN yang dibutuhkan. Jika PLN memang dibutuhkan untuk melayani masyarakat, subsidi tetap harus dilakukan. Namun, jika sebagai korporasi, bisa menetapkan tarif sesuai keekonomian perusahaan.

Hidayat mengatakan, besaran yang mungkin bisa dikompromikan adalah kenaikan sebesar 10 persen. Dia juga mengaku, kementeriannya sudah menghitung dengan kenaikan 10 persen, dampak kenaikannya hanya sebesar 0,9 persen. "Tapi kalau kenaikan 10 persen harus dilakukan sistem kategorisasi. Misalnya menggunakan parameter daya maksimum. Contohnya, saya simpel saja, tarif siang dan malam. Lalu kategori UKM dan industri besar dibedakan," tandasnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...lu.Benahi.Diri
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 07:50 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu