daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old April 28th, 2010, 07:06 PM   #281
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Sulsel Ditarget Penghasil Udang Terbesar di Indonesia
Rabu, 28 April 2010 | 21:19 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar- Makassar-Ke depan Pemerintah Sulawesi Selatan menargetkan mampu menjadi produsen udang nomor wahid di Indonesia. Pada 2013, produksi udang di daerah ini diharap mencapai 33.200 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Iskandar, mengatakan Provinsi Sulawesi Selatan sangat berpotensi menjadi produsen udang terbesar di Indonesia. Indikatornya, melihat luas tambak di daerah ini 24 persen dari luas tambak secara nasional.

Pada 2009, produksi udang Sulawesi Selatan mencapai 18 ribu ton. Asumsi peningkatan produksi udang ditarget mencapai lima ribu ton per tahun.“Dengan asumsi ini, kita optimis mencapai target di 2013,” kata dia dihubungi via telepon.

Mencapai target tersebut, dinas kelautan dan perikanan telah melakukan identifikasi masalah. Hasilnya, ada tiga persoalan pokok menjadi hambatan yaitu bibit, infrastruktur, dan permodalan.

“Ketiganya butuh penanganan secara menyeluruh,” katanya.

Dia memaparkan, selama ini petani tambak tidak menggunakan bibit unggul yang disarankan instansi terkait. Petambak kerap pula menerapkan pola pembudidayaan udang secara tradisional. Padahal ini membuat bibit rentan terhadap penyakit seperti bintik putih.

“Ke depan, kita akan menerapkan sistem sertifikasi penggunaan bibit udang,” lanjutnya.

Masalah lain yang ikut jadi perhatian, lahan tambak yang tidak memenuhi standar rencananya direhabilitasi dengan cara memperbaiki sistem pengairan. Pemerintah akan melakukan perbaikan, melalui teknologi budidaya monokultur dan polikultur udang.

Mengenai kendala modal, diharap dapat teratasi. Sebab pemerintah provinsi melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan empat bank yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Nasional Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Sulawesi Selatan.

Dari kerja sama tersebut, pemerintah mentargetkan tidak kurang dari Rp 528 miliar dana segar dapat dikucurkan ke petani tambak. “Dengan anggaran tersebut, kami optimsitis sanggup melakukan perbaikan-perbaikan untuk mencapai target produksi,” yakin dia.

Menurut dia, di Sulsel terdapat 99.453 hektar potensi tambak tersebar di 19 kabupaten/ kota. Sentra pengembangan udang terbesar berada di Kabupaten Pinrang, Wajo, Barru dan Pangkep. Potensi tambak ini ditunjang 35 unit perusahaan hatchery skala besar dan 100 unit hatchery skala rumah tangga.
ARIFUDDIN KUNU

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/ma...244044,id.html
Comeliness no está en línea  

Sponsored Links
 
Old April 29th, 2010, 08:31 PM   #282
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Kamis, 29-04-2010
HRI Investasi Hotel Rp50,3 M di Palopo

MAKASSAR,UPEKS-Sektor pariwisata di Sulawesi ke depan akan terus bertumbuh pesat, itu terlihat dari semakin tingginya nilai investasi sektor perhotelan, sebut saja PT Hikmah Resources Indonesia (HRI) yang berencana membangun Hotel Grand Hikmah Luwu dengan nilai investasi menembus angka Rp50,3 miliar.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT HRI, Ola Hikmah, kepada Upeks saat peresmian kantor barunya di Menara Makassar, Rabu (28/4).

Menurut Hikmah, hotel tersebut merupakan hotel bintang 3 dengan fasilitas dan pengelolaan sistem bintang 4 yang dilengkapi 101 kamar terdiri dari deluxe room, superior dan presiden suite.

"Kita mempunyai banyak rencana pembangunan hotel, seperti yang di Luwu rencananya peletakan batu pertama tanggal 25 Mei 2010 yang akan dibangun selama 11 bulan atau setahun, pada 25 Maret 2011 nanti kita usahakan sudah soft opening," katanya.

Selain itu, tambah Hikmah, pembangunan hotel tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dengan kepemilikan saham 80% dimiliki PT HRI dan sekira 20% dimiliki Pemda.

"Hotel itu dibangun diatas lahan pemda seluas 5.600 meter persegi dengan enam lantai," jelasnya.

Tidak hanya membangun hotel di Luwu, secara berkesinambungan, PT HRI pula akan membangun sebuah hotel bintang 4 yang dipusatkan di bilangan jalan Aroepala Makassar pada 2012 mendatang dan sejumlah kota besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).(rul-mg11)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=46014
Comeliness no está en línea  
Old April 30th, 2010, 06:52 AM   #283
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,648
Likes (Received): 427

Ekonomi Sulsel Diprediksi di Atas 7%

MAKASSAR – Biro Pusat Statistik (BPS) memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel untuk 2010 akan melewati angka 7%.Perkiraan tersebut berdasarkan teratasinya krisis listrik yang sempat menghambat investasi dan kinerja ekonomi riil.

Kepala BPS Sulsel Bambang Suprijanto mengatakan, dengan teratasinya krisis listrik, kinerja unit ekonomi di luar sektor pertanian diharapkan kembali pulih.Beberapa unit ekonomi baru, seperti perikanan dan perkebunan, mulai memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi.

”Di tengah deraan krisis listrik dan keuangan global,ekonomi Sulsel masih mampu bertahan pada angka 6,20% dan itu sangat mengesankan. Karena itu, pada 2010 ini, diprediksi ekonomi Sulsel akan bertumbuh di atas 7%,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel. Sebagai gambaran awal, pertumbuhan PDRB pada triwulan I/2010 telah meningkat sekitar 18,80% dibanding periode yang sama 2009 lalu.Sementara pertumbuhan PDRB konstan triwulan I/- 2010 dibandingkan PDRB konstan triwulan I/2009, mengalami peningkatan 7,52%.

Sekadar diketahui, hingga akhir 2009, PDRB per kapita Sulsel sesuai survei BPS mencapai Rp12,6 juta. ”Selain peningkatan kapasitas produksi, diharapkan juga terjadi peningkatan penanaman modal atau investasi baru di Sulsel terutama sektor industri dan jasa,”tandasnya. Menurut dia, di tengah krisis yang menghancurkan perekonomian negara maju,Sulsel mampu menjaga kinerja ekonomi di luar sektor pertambangan sehingga dapat tumbuh impresif sebesar 7,34% pada 2009 lalu.Sementara pertumbuhan ekonomi nasional tanpa migas hanya 4,90%. Seb a l i k nya, pada sektor perdagangan, hotel, dan rumah makan masih dapat tumbuh sebesar 10,77%.

Begitu pula sektor properti, angkutan, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan masih dapat tumbuh 21% pada tahun ini.”Level PDRB Sulsel,seharusnya bisa lebih baik dari yang sekarang ini, jika unit ekonomi mau melaporkan data dengan sejujurnya,”paparnya. Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, basis pertanian sudah cukup kuat dan ke depan diarahkan pada pendekatan agroindustri untuk membuka lapangan kerja.

Gubernur juga meminta dibuat prediksi pertumbuhan ekonomi sesuai data berdasarkan realisasi investasi dan kesiapan infrastruktur penunjang.Menurutnya, kinerja ekonomi Sulsel hanya bisa dipertahankan dengan menyediakan infrastruktur penunjang, khususnya aksesibilitas jalan.
Ocean One está en línea ahora  
Old April 30th, 2010, 06:34 PM   #284
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Jumat, 30-04-2010
Gasing Group-Knut Investasi Rp 1 T
Untuk Bangun Listrik Tenaga Air di Toraja


MAKASSAR,UPEKS-Pengusaha listrik asal Nurwegia dan pengusaha sukses asal Tana Toraja, Yunus K akan membangun listrik tenaga air berkekuatan 300 mega watt.
Pembangunan tenaga listrik yang direncanakan akan dibangun itu merupakan kerjasama Gasing Group dan Knut Fossum Gruppen, pengusaha tenaga listrik swasta tertua di Nurwegia.

Pembangun Tenaga listrik itu menelan anggaran lebih Rp 1 triliun. Pimpinan Gassing Gorup, Yunus K didampingi Jansen Tangketasik di sela-sela ketika menggelar pertemuan dengan Knut, pengembang listrik swasta terbesar tenaga air Nurwegia, di Hotel Aryaduta, Kamis kemarin mengemukakan, pembangunan listrik tenaga air tersebut akan menyerap tenaga kerja ribuan orang. Dan kebanyakan akan diambil dari masyarakat Tana Toraja.

"Bagi saya dan Pak Jansen, tentunya pembangunan pembangkit listrik tenaga air kelak akan mendatangkan keuntungan besar bagi masyarakat Tana Toraja, selain karena merekrut tenaga kerja ribuan orang, juga manfaat lain menguntungkan bagi pendapatan asli daerah (PAD)," ujarnya.

Menurutnya, keinginannya bekerja sama dengan pengusaha terkenal asal Nurwegia tersebut bukan tanpa alasan. Selain, karena Tana Toraja masih kekurangan pasokan listrik. "Harus diingat, listrik tersebut, selain dikhususkan bagi masyarakat Toraja, juga masyarakat Sulsel umumnya," paparnya, seraya menambahkan, alasan kerja sama dengan pengusaha Nurwegia tersebut karena saat ini membangun listrik di Manipi dan Enrekang.

Di bagian lain Yunus mengemukakan, karena kapasitas listrik berkekuatan besar, 300 Mega Watt, maka pihaknya juga akan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Jadi kami juga akan melakukan kerja sama dengan PLN untuk menyalurkan kepada masyarakat," jelasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Yunus K mengatakan, pembangunan pembangkit listrik tenaga air tersebut tidak berkaitan dengan pesta demokrasi lokal lima tahunan di daerah tujuan wisata tersebut. "Begini, tidak ada hubungan apapun pembangunan pembangkit listrik di Tana Toraja dengan Pikalda. Artinya, jadi atau tidaknya saya dan Pak Jansen terpilih sebagai bupati dan wakil bupati di Toraja, pembangkit listrik itu tetap jalan," ujarnya.

Senada dengan Yunus K, pasangan calon wakil bupati Tana Toraja, Jansen mengemukakan, rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut karena masyarakat Toraja saat ini belum mendapatkan listrik dengan baik. "Bayangkan saja, sebagian besar masyarakat Tana Toraja belum menikmati listrik. (mg06)

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/i...d&newsid=46108
Comeliness no está en línea  
Old May 2nd, 2010, 12:09 AM   #285
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Sabtu, Mei 01, 2010
Realisasi Investasi Listrik Minim

MAKASSAR – Realisasi investasi pembangkit listrik di Sulsel ternyata masih minim. Dari tujuh rencana investasi yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) dengan kapasitas 265 megawatt (MW), hanya dua yang masuk tahap realisasi.

Dua pembangkit listrik tersebut, yakni PT Makassar Power di Kabupaten Pinrang dengan kapasitas 60 MW dan PT Energy Equity di Kabupaten Sengkang sebesar 135 MW. Sementara lima rencana investasi pembangkit listrik lainnya, yakni PT Malea di Kabupaten Tana Toraja dengan rencana kapasitas terpasang 182 MW dari PLTA dan PT Sulawesi Mini Hydro di Kabupaten Sinjai yang merupakan pembangkit tenaga air dengan kapasitas 10 MW. Tiga pembangkit lainnya yang masuk rencana investasi, yakni PT Bosowa Energy di Jeneponto, PT Fajar Futura Energy di Luwu, dan PT Kassa Listrindo di Kabupaten Takalar dengan rencana kapasitas 100 MW.

Kabid Pengendalian dan Pengawasan Investasi BKPMD Sulsel Yos Harmen mengatakan, total nilai investasi dari tujuh rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut sebesar Rp6,9 triliun. Tiga di antaranya investasi asing, yakni di Pinrang, Sengkang, dan Sinjai.

“Namun, sampai saat ini baru dua yang terealisasi dan memasok listrik untuk kebutuhan PLN Sulselbar. Sementara lima lainnya masih dalam rencana, padahal sudah mendapatkan izin dari PLN,” ungkapnya kepada Seputar Indonesia( SI) di Kantor Gubernur Sulsel. Dari tujuh pembangkit tersebut, baru 195 MW yang masuk sistem Sulselbar dari total rencana kapasitas terpasang sebanyak 689,5 MW.

Selain itu,direncanakan pengembangan investasi dengan penambahan kapasitas dari dua pembangkit, yakni PT Energy Sengkang sebesar 120 MW dan PT Sulawesi Mini Hydro menjadi 100 MW. Dari hasil pertemuan dengan direksi PLN, disepakati mempercepat investasi pembangkit listrik. Hal tersebut untuk mengantisipasi krisis listrik, sekaligus pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah tangga dan industri di Sulsel.

“PLN berkomitmen mempercepat realisasi investasi pembangkit yang lambat seperti di Jeneponto, Tana Toraja, dan Luwu. Untuk sementara direksi berkomitmen memenuhi suplai listrik Sulsel sebesar 280 MW dari penyewaan genset,” ujarnya. Menurutnya, hingga saat ini sektor pembangkit yang paling diminati dikembangkan,yakni PLTA dan PLTG, karena dinilai lebih murah. Harga jual per kwh listrik pun jauh lebih rendah dibanding pemakaian tenaga diesel.

Diharapkan, jika seluruh rencana investasi tersebut terealisasi, Sulsel akan mengalami overstok energi sehingga tidak terjadi lagi krisis. Ketersediaan energi tersebut diyakini mampu memicu sekaligus menjadi jaminan tumbuhnya investasi, baik asing maupun dalam negeri.

“Semua investasi pembangkit sudah pasti disetujui PLN sebagai konsumen. Karena itu, izinnya harus melalui PLN juga,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Suprijanto mengatakan, krisis listrik yang sempat melanda Sulsel sejak pertengahan 2009 lalu hingga akhir Maret 2010, memicu menurunkan produktivitas sektor industri pengolahan.

Dari survei yang dilakukan BPS, sektor industri pengolahan mengalami penurunan pertumbuhan yang cukup drastis. Pada 2008 lalu, sektor ini tumbuh sebesar 8,71%, tapi menurun tajam hingga 3,64% pada akhir 2009. (si-abriandi)

Source: http://makassarterkini.com/index.php...ini&Itemid=139
Comeliness no está en línea  
Old May 2nd, 2010, 04:43 PM   #286
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

SABTU, 01 MEI 2010 | 03:20 WITA |
Bank Sulsel Resmi Jadi Bank Sulselbar

MAKASSAR -- Untuk mengakomodasi kepentingan dua provinsi (Sulsel dan Sulbar), para pemegang saham Bank Sulsel sepakat mengganti nama menjadi Bank Sulselbar, Jumat, 30 April. Penggunaan nama baru tinggal menunggu pengesahan dari otoritas moneter, Bank Indonesia (BI).

Direktur Utama Bank Sulsel, Ellong Tjandra, mengatakan, sebagai konsekuensi dari pembentukan Bank Sulselbar tersebut, jajaran komisaris akan bertambah satu orang yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar). Kondisi tersebut untuk mengakomodasi keberadaan Sulbar dalam komposisi pengelolaan Bank Sulselbar.

"Selain itu, dalam RUPS juga direncanakan adanya penambahan satu orang jajaran direksi. Namun, pembahasan secara detail masih akan dilakukan secara intens," tuturnya Jumat, 30 April.

Mantan bankir Bank Mandiri tersebut menyatakan, terbentuknya Bank Sulselbar tersebut dengan sendirinya menutup peluang terbentuknya Bank Sulbar yang telah diwacanakan sejak tahun lalu. Ellong sendiri menyatakan, untuk posisi komisaris utama yang selama ini dijabat oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) akan tetap. Demikian pula dengan posisi komisaris yang dijabat Andi Tjoneng Mallombasang.

Menurut Ellong, terkait posisi saham Pemprov Sulsel yang terus mengalami penurunan, dia menyebutkan, sudah rencana untuk melakukan penambahan modal usaha di Bank Sulsel. Langkah tersebut harus dilakukan untuk menjaga kepemilikan saham mayoritas Pemprov Sulsel di bank tersebut. (id)

Source: http://news.fajar.co.id/read/90853/4...bank-sulselbar
Comeliness no está en línea  
Old May 3rd, 2010, 10:22 PM   #287
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Sabtu, 01 Mei 2010 19:11 WIB
Lima Kabupaten di Sulsel Terancam Gelap Gulita
Penulis : Lina Herlina

MI/M.Irfan

MAKASSAR--MI: Lima kabupaten di Sulawesi Selatan terancam gelap gulita akibat keluarnya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sengkang dari sistem kelistrikan PT PLN Sulselbar per Sabtu (1/5). Lima Kabupaten tersebut adalah Sidrap, Enrekang, Soppeng, Sinjai dan Bone.

Menurut General Menjer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tbk Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Ahmad Siang, keluarnya sistem PLTG Sengkang dari kelistrikan PLN Sulselbar, listrik di Sulsel defisit 130 Mega Watt (MW).

"Akibatnya kami meminta agar semua industri yang ada di Sulsel dan punyak pembangkit listrik sendiri sementara keluar dari sistem kelistrikan agar mengurangi defisit listrik. Meski sebenarnya industri tersebut keluar maka tetap terjadi defisit. Tapi setidaknya mengurangi defisit," jelasnya.

Karenanya setidaknya 56 industri yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya seperti pusat perbelanjaan, pabrik, telekomunikasi, hotel, warung waralaba dan perusahaan semen. Hanya saja, meski 56 industri tersebut dikeluarkan dari sistem kelistrikan sementara, itu hanya mengurangi defisit sebesar 63 MW sehingga kelistrikan Sulsel masih defisit sebesar 67 MW.

"Akibat kondisi tersebut, yang terjadi bukan pemadaman bergilir tapi pemadaman permanen yang bisa terjadi selama 12 jam. Tapi semoga hanya terjadi malam ini saja, karena kami pun tidak tahu masalah yang terjadi di PLTG Sengkang, karena tidak ada alasan dari sana, apakah rusak atau bagaimana," ungkap Ahmad.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, berkaitan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia, tenaga kontrak di PLTG Sengkang menggelar unjuk rasa menuntut upah layak dan kesejahteraan. Mereka menduduki PLTG Sengkang sehingga aktifitas di PLTG tersebut terhenti dan keluar dari sisten sejak pukul 04.42 Wita. (LN/OL-06)

Source: http://www.mediaindonesia.com/read/2...m-Gelap-Gulita
Comeliness no está en línea  
Old May 4th, 2010, 01:21 AM   #288
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261


Selasa, 4 Mei 2010 | 04:24 WITA
Mabes Polri Turun Tangan

KISRUH krisis listrik di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan sekitarnya membuat Markas Besar (Mabes) Polri "turun tangan".

Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Jusuf Manggabarani diagendakan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sengkang di Gilireng, Wajo, Senin (3/5).

Jusuf akan didampingi Kapolda Sulsel Irjen Polisi Adang Rochjana, Mereka akan melihat langsung kondisi di PLTGU Sengkang dan kawasan PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) yang menjadi pemasok gas bagi PLTGU.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Hery Subiansauri mengatakan, Wakapolri bersama kapolda akan memantau langsung perkembangan situasi keamanan di area EEES yang sempat diduduki warga yang berdemonstrasi.

Mantan Kapolda Sulsel ini dijadwalkan akan bertolak ke Sengkang dengan helikopter dari Markas Polda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan sekitar pukul 10.00 wita.
Jusuf dijadwalkan hanya berada satu jam di Sengkang sebelum kembali Makassar lalu ke Jakarta. Belum diperoleh konfirmasi seputar acara lain Jusuf di daerah ini.

Diplomasi
Sumber Tribun menyebutkan, Mabes Polri menaruh perhatian terhadap kasus pendudukan area PT EEES yang mengeksplorasi gas bumi di Wajo. Pihak Kedutaan Besar Australia dikabarkan melakukan kontak dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait dengan "nasib" perusahaan patungan asal Australia tersebut.

"Mereka cukup terusik dengan pendudukan itu. Apalagi ada beberapa tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut," ujar sumber tersebut.

Ratusan warga menduduki area PT EEES menuntut perusahaan tersebut membayar royalti kepada Pemkab Wajo. Alasannya, perusahaan tersebut sudah cukup lama menggerus kekayaan alam daerah tersebut.

Namun PT EEES berkilah, mereka tak bisa membayar royalti karena dalam kondisi merugi. Warga kembali mengancam akan melakukan aksi besar-besaran. Apalagi, aksi ini mendapat dukungan dari kalangan legislatif dan eksekutif.(ali/axa)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...i-Turun-Tangan
Comeliness no está en línea  
Old May 4th, 2010, 08:22 PM   #289
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Selasa, 4 Mei 2010 | 21:17 WITA
Instalasi Gas PLTGU Sengkang Dibuka
Laporan: Kompas.com

PLTG Sengkang

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Sengkang direncanakan segera pulih dengan dibukanya kembali instalasi gas di pembangkit tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjamin kecukupan listrik pada sistem Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara.

Menurut Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi R Priyono, Selasa (4/5/2010), saat dihubungi di Jakarta, kemarin sore instalasi gas sudah dibuka operator migas sehingga pasokan gas ke PLTGU Sengkang segera pulih. Sebelumnya operator migas melarikan diri karena akan disandera pengunjuk rasa dan aktivis lembaga swadaya masyarakat setempat.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan berharap agar pemerintah pusat segera turun tangan untuk memastikan kelancaran pasokan gas tersebut demi terjaminnya kecukupan listrik di sistem Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Sebelumnya, pasokan gas oleh PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) ke PLTGU Sengkang dihentikan akibat pendudukan massa atas instalasi gas di pembangkit itu sejak beberapa hari terakhir ini. Pendudukan massa itu sebagai protes atas belum diterimanya dana bagi hasil gas dari pemerintah pusat ke daerah setempat.

Hal ini menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi PLN dan masyarakat karena pasokan listrik berkurang yang mengakibatkan padamnya listrik di sebagian tempat di Sulawesi. Seharusnya pemda menuntut pemerintah pusat atas dana bagi hasil gas itu melalui berbagai saluran komunikasi, kata dia.

Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsudin khawatir pendudukan massa itu bisa mengubah persepsi risiko atas investasi di Indonesia mengingat instalasi gas dan pembangkitan adalah partisipasi investor luar negeri atau asing. Padahal saat ini investor asing di bidang kelistrikan sedang gencar-gencarnya diundang PLN dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.

Defisit daya
Selama ini PT EEES memasok 45 juta standar metrik kaki kubik gas per hari ke PLTG Sengkang yang berkapasitas 135 MW. Terhambatnya pasokan gas beberapa hari ini menyebabkan defisit daya sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sul serabar) 135 MW dan berakibat pemadaman bergilir di wilayah itu.

Direktur Operasi Indonesia Timur PLN, Vickner Sinaga menambahkan PLN terpaksa membakar solar untuk mengoperasikan PLTG miliknya untuk menambah pasokan 40 MW ke sistem kelistrikan di wilayah itu. Pihaknya juga meminta pelanggan industri dan bisnis PLN menggunakan genset sendiri untuk mengurangi pemakaian listrik hingga 50 MW.

Menurut Dahlan, PLTGU Sengkang sulit dioperasikan dengan solar karena lokasinya di pedalaman, tidak di pinggir laut . hal ini tidak memungkinkan mengadakan cadangan solar melalui angkutan darat. Karena itu, pembangkit listrik tersebut tidak bisa beroperasi secara normal jika tidak ada pasokan gas.(*)

Source: http://www.tribun-timur.com/read/art...engkang-Dibuka
Comeliness no está en línea  
Old May 5th, 2010, 11:16 PM   #290
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Edisi 05 Mei 2010 - Koran Tempo
Keliling Asia Perkenalkan Wisata Sulawesi Selatan

Di Selangor, komunitas ini sempat membawakan tari Paduppa, lengkap dengan baju adat Bugis-Makassar.

Syamsul menggenggam selembar brosur ukuran kuarto yang memamerkan foto tempat-tempat wisata di Sulawesi Selatan, lengkap dengan keterangan gambarnya. Beberapa tempat itu adalah Pelabuhan Paotere, Fort Rotterdam, Tanjung Bira, bengkel pembuatan kapal pinisi Bulukumba, Tana Toraja, serta Pemandian Alam Eremerasa Bantaeng.

Brosur informasi pariwisata Sulawesi Selatan itulah yang dibawa 35 anggota Komunitas Backpakers Makassar berkeliling Thailand, Singapura, dan Malaysia. Tiba di setiap negara tujuan, 100 lembar brosur dibagikan kepada penduduk setempat.
"Brosur itu tidak hanya dibagikan, tapi juga dijelaskan secara lisan kepada penerimanya," kata Syamsul, yang merupakan pendiri dan Ketua Komunitas Backpacker Makassar, kepada Tempo pekan lalu.

Bagi anggota komunitas ini, kegiatan menjelajahi negara-negara Asia Tenggara itu bukan sekadar untuk memuaskan hobi mereka bertualang, melainkan juga membawa misi memperkenalkan tempat-tempat wisata dan budaya Sulawesi Selatan.

"Kota Makassar maupun Provinsi Sulawesi Selatan kurang publikasi di luar negeri," kata Herlina, 25 tahun, salah satu anggota Backpackers Makassar, yang ikut kegiatan bertajuk "Invasi Asia Tenggara" itu.

Perjalanan Invasi Asia Tenggara dilakukan selama sepekan, sejak 9 April hingga 16 April 2010. Tidak hanya packer Makassar yang turut serta, empat packer Jakarta dan Bandung juga ikut bergabung melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan bertemu di Bandar Udara Changi, Singapura.

Bertemu di Changi, ke-35 orang ini kemudian dipecah menjadi 8 kelompok, masing-masing beranggotakan 4-5 orang. Mereka kemudian berpencar mendatangi tempat wisata dalam kota dalam sehari, seperti Pulau Sentosa, Little India, China Town, X-Plane, dan Botania Garden.

"Sistem titik pertemuan kami berlakukan karena terlalu banyak tempat yang dikunjungi. Kami semua bertemu kembali di suatu tempat," ujarnya.

Syamsul bercerita, di negara bekas jajahan Inggris itu, para packer tidur di Bandara Changi karena pesawat tiba dini hari. "Ternyata tindakan kami dianggap biasa. Kami kira akan diusir semua," kata dia sambil tertawa.

Sore harinya, semua anggota berkumpul di Little India untuk melanjutkan perjalanan dengan cara hitchhiking alias menumpang mobil orang ke Kuala Lumpur. "Di negara itu, kami tidak ingin berlama-lama karena harga makanan dan minuman sangat tinggi," ujarnya.

Alangkah senangnya packer Makassar karena, saat di Malaysia, mereka disambut mesra rekannya dari backpacker Malaysia dan Direktur Departemen Pariwisata Selangor. Hebatnya lagi, packer Makassar juga sempat membawakan tari Paduppa, lengkap dengan baju adat Bugis-Makassar.

"Kami memang sudah mempersiapkan baju adat dari Makassar. Karena kami sudah berkomunikasi sebelumnya," ujarnya.

Di Selangor, mereka menghabiskan waktu berkeliling Malaysia selama empat hari hingga perjalanan dilanjutkan ke Thailand. Demonstrasi oleh kelompok Kaus Merah, yang meramaikan bagian selatan negara itu, tidak menciutkan nyali para petualang ini untuk melewati Negeri Gajah Putih.

Di sana mereka juga bertemu dengan para backpacker negara itu. "Sebelumnya, kami sudah melakukan kontak via surat elektronik dengan mereka untuk berkunjung ke sana," kata Syamsul.

Ia menuturkan, Komunitas Backpackers Makassar terbentuk pada 2009. Pemrakarsanya adalah Syamsul dan beberapa temannya yang gemar menjelajahi kota dan negara. Hingga sekarang, jumlah anggota Backpackers Makassar sudah mencapai 2.000 orang yang terdaftar melalui Facebook.

"Facebook sangat membantu kami memperkenalkan klub ini dan menambah anggota," kata dia. Berkat situs web pertemanan itu pulalah anggota Backpackers Makassar tidak hanya berasal dari Makassar atau Indonesia, tapi juga dari berbagai negara.

Prosedur bergabung dengan Backpackers Makassar tidaklah rumit. Cukup bergabung di Facebook, kemudian mengikuti pertemuan dengan para anggotanya yang sudah melanglang buana ke berbagai negeri untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, atau bahkan berbagi peralatan packing.

"Agenda kami sangat banyak, kadang melayani para backpacker lain yang datang ke sini," katanya.
Peralatan perjalanan jelajah dalam kota itu tidak terlalu banyak seperti para penjelajah hutan, gunung, dan tebing, yang perlu peralatan khusus. Peralatan utama adalah dayback hingga carrier kemudian peralatan pendukung lainnya sesuai dengan tujuan.

"Selain itu, harus punya paspor dan visa serta surat perjalanan lainnya untuk negara-negara yang mewajibkan itu," ucapnya.

Dalam perjalanan Invasi Asia Tenggara, Syamsul melanjutkan, rata-rata packer membawa pakaian tiga sampai empat pasang baju dan celana, kantong tidur, obat-obatan pribadi, tempat makanan, sepatu, dan sandal.

"Peralatan lain yang dianggap penting, seperti spanduk dan baju adat Makassar-Bugis. Karena anggota yang perempuan akan menari di Malaysia," kata dia. ABD AZIS

Source: http://www.korantempo.com/korantempo...199306.id.html

Last edited by Comeliness; May 5th, 2010 at 11:32 PM.
Comeliness no está en línea  
Old May 6th, 2010, 02:48 PM   #291
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4

halo forumers sulsel, salam kenal ya , boleh ikutan posting ya..

Sulsel Butuh 500 Kamar Hotel Lagi

Kamis, 6/5/2010 | 17:16 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan penambahan sekitar 500 kamar hotel hingga tahun 2013 untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian yang terus meningkat setiap tahun.

"Kita masih membutuhkan sekitar 500 kamar hotel untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian hotel di Sulsel," kata Sekertaris Umum Pehimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Farid Said di Makassar, Kamis.

Menurut dia, jumlah kamar hotel di Sulsel saat ini mencapai 7.000 unit, sedang khusus Kota Makassar terdapat 3.950 unit kamar dari sekitar 50 hotel mulai dari hotel berbintang lima hingga kelas melati.

Dia mengatakan, pentingnya pengadaan kamar itu, terkait pula dengan persiapan Kota Makassar dan Sulsel menghadapi tahun kunjungan wisata 2011 dan 2012. "Makassar sudah diakui sebagai salah satu kota "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (MICE) di Indonesia, sehingga dapat menjadi lokasi pertemuan skala nasional dan internasional," katanya.

Terkait dengan pengadaan kamar hotel untuk wisatawan lokal dan mancanegara, ia mengatakan, pihak PHRI akan memberikan potongan harga pada saat tahun kunjungan wisata 2011 dan 2012.

Hanya saja, lanjut dia, semua itu akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Karena belakangan ini, di Sulsel terjadi krisis daya listrik, sehingga pengelola hotel terpaksa menggunakan gengset dengan biaya yang lebih mahal dibandingkan penggunaan daya listrik PLN.

"Kalau sebelumnya terjadi pemadaman bergilir, gengset hanya berfungsi sebagai pembantu (back up) saja, kini genset bergeser menjadi pembangkit utama, karena pasokan daya listrik dibatasi untuk industri perhotelan," ujarnya.

Kondisi itu, otomatis akan berpengaruh terhadap tarif kamar, karena terjadi pembengkakan biaya operasional dari kondisi normal.

Berkaitan dengan hal tersebut, Farid berharap, agar pihak PT PLN Sultanbatara segera membenahi persoalan krisis listrik di daerah ini. Utamanya pasokan daya listrik dari PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) Kabupaten Wajo.
afril no está en línea  
Old May 7th, 2010, 06:35 PM   #292
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,648
Likes (Received): 427

Quote:
Originally Posted by afril View Post
halo forumers sulsel, salam kenal ya , boleh ikutan posting ya..


Salam kenal juga afril. Ditunggu postingan yang lainnya ya n thx a lot dah ikut meramaikan thread sul-sel.
Ocean One está en línea ahora  
Old May 8th, 2010, 04:57 PM   #293
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,648
Likes (Received): 427

Pansus Rekomendasi Pembangunan Water Boom Dibatalkan
Sabtu, 8 Mei 2010

Parepare, Tribun - Panitia khusus (pansus) DPRD Kota Parepare yang dibentuk untuk mencermati Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Parepare tahun anggaran 2009, akan merekomendasikan ke Wali Kota M Zain Katoe membatalkan proyek pembangunan sarana bermain water boom di kolam renang Ujung Lare yang anggarannya Rp 3 miliar.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna di gedung DPRD Parepare, Jumat (7/5), dengan agenda persetujuan penyampaian hasil temuan pansus LKPj wali kota tahun anggaran 2009.

Rencana mengusulkan rekomendasi ke eksekutif untuk membatalkan proyek water boom itu sudah diisyaratkan anggota pansus setelah berkonsultasi ke departemen dalam negeri (depdagri), beberapa waktu lalu.

Menurut anggota pansus, Satriya dan Abd Rahman Saleh, pansus akan mengusulkan rekomendasi itu karena proyek yang dikerjakan
oleh CV Megah Abadi Group ini tidak pernah diekspos ke dewan dan tidak ditenderkan sebelumnya.

Menurutnya, kontrak kerja sama perusahaan itu dengan pemkot dalam pemanfaatan kolam renang Ujung Lare sebagai aset daerah, dapat dibatalkan karena tidak sesuai prosedur yang diatur dalam peraturan pemerintah.
Legislator PKS itu juga menilai, selama ini, proyek investasi itu tidak transparan. "Dewan dan sejumlah rekanan ahkan tidak tahu-menahu soal adanya kerja sama itu," katanya.

Sebelumnya, pihak pemkot menjelaskan, proyek itu telah melalui proses lelang atau tender di media cetak sebanyak dua kali. Hanya saja, saat diumumkan, hanya ada satu perusahaan yang berminat.

Selain proyek water boom, rehabilitasi lapangan Stadion Gelora Mandiri senilai Rp 45 juta di tahun 2009, juga akan direkomendasikan pansus untuk dicermati dan dijadikan perhatian serius oleh pemkot.

Dalam penjelasan Satriya, berdasarkan hasil kunjungan pansus ke lokasi stadion, rumput lapangan tidak standar atau rehabilitasi itu tidak berkualitas.
Selain itu, masa pengerjaan rehabilitasi juga telah melewati batas waktu, sementara pekerjaan fisiknya belum rampung.

Rencananya, sejumlah temuan pansus LKPJ terkait proyek 2009 akan dibacakan anggota pansus melalu sidang paripurna, Senin (10/5). Rapat ini akan dihadiri wali kota dan pejabat pemkot.

"Rapat tadi (kemarin) membahas laporan pansus untuk disetujui secara institusi, apakah cukup disahkan atau dibacakan. Hasilnya diputuskan laporan hasil temuan pansus LKPj akan dibacakan dalam rapat istimewa, Senin depan," jelas Rahman.
Ocean One está en línea ahora  
Old May 8th, 2010, 05:00 PM   #294
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,648
Likes (Received): 427

Warga Sulsel Masih Butuh Rumah Tipe 21
Sabtu, 8 Mei 2010



MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kebutuhan rumah bersubsidi khusus type 21 dianggap masih cukup besar di daerah, sementara pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penghapusan rumah type tersebut.

"Sebenarnya kalau kita melihat dari kebutuhan masyarakat, rumah subsidi type 21 masih sangat memungkinkan. Dibanding masyarakat tinggal di bawah kolong jembatan, lebih baik menempati rumah type ini," kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Jamaluddin Jafar di Makassar, Sabtu (08/05/2010).

Meskipun, lanjutnya kebijakan pemerintah menghapus rumah subsidi type 21 karena alasan kemanusiaan. "Memang kalau ditinjau dari sisi kemanusiaannya rumah ini tidak layak huni, tetapi masih banyak masyarakat kita yang belum mampu membeli rumah hunian diatas type ini," ucapnya.

Penghapusan rumah dengan luas bangunan hanya 21 meter persegi dengan satu kamar tidur itu dianggap tidak sesuai dengan standar minimal bangunan hunian berdasarkan kajian WHO (badan kesehatan dunia).

Kemampuan pengembang untuk membangun rumah sederhana bersubsidi diakui cukup sulit, jika pemerintah tidak menambah subsidi ke masyarakat, apalagi kebijakan saat ini pembangunan RSH (rumah sederhana) minimal type 27 keatas.

Dia mengungkapkan, subsidi dari pemerintah selama ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan Rp4,6 juta per bulan ke bawah, namun banyak di antara mereka yang berpenghasilan Rp 10 juta, juga ikut kebagian rumah bersubsidi.

"Perubahan alokasi subsidi rumah yang tidak lagi melalui harga jual, melainkan subsidi melalui standar gaji pegawai memang sudah cukup baik. Tetapi kemampuan pengusaha dan daya beli masyarakat semakin kecil, sehingga dibutuhkan lagi kajian yang jauh lebih baik," kata dia.

Menurut dia, pendapatan masyarakat di Sulsel sebenarnya sudah bisa diukur, siapa-siapa yang memiliki pendapatan besar sudah bisa di perkirakan. "Hanya saja, masyarakat yang berpendapatan rendah masih jauh lebih besar," ucapnya.

Kemampuan daya beli masyarakat di Sulsel terhadap kebutuhan perumahan, lanjutnya porsi pengembang melepas harga rumah ke masyarakat hanya di kisaran Rp500 juta ke bawah, lebih dari harga itu diakui sulit untuk memperoleh pasar.

"Dengan harga itupun mayoritas masyarakat hanya mampu mengangsur kredit rumah sederhana yang di subsidi oleh pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, Perum Perumnas sudah mulai menghentikan pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) tipe 21 tahun ini.

"Kami sudah tidak ada lagi produksi tipe 21, produk itu sudah lama ditinggalkan," kata Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson Siahaan saat berkunjung di Makassar.

Menurut dia, perumnas dituntut membangun perumahan yang lebih layak, sementara RSH tipe 21 yang ukurannya hanya 3 x 7 meter itu sudah kurang layak.

"Memang kita lihat dari sisi kemanusiaannya, kalau rumah tipe 27 sepertinya masih cocok untuk keluarga yang memiliki satu anak," ucapnya.

Dia menjelaskan, pembangunan yang modelnya "landed house" sudah tidak layak lagi menggunakan tipe 21, sebab pembangunan infrastruktur seperti teras rumah hingga tempat sampah cukup membebani pengembang.
Ocean One está en línea ahora  
Old May 10th, 2010, 01:18 AM   #295
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Minggu, 9 Mei 2010 | 03:09 WITA
4 SMP Sulsel Terbaik Nasional
Termasuk SMP di Sinjai dan Enekang ; Capai Nilai Rata-rata 9 ; SMA Tinggimoncong Lulus 100 Persen, 56 Persen Siswa Dipastian Bebas Tes Masuk PTN Favorit ; Tingkat Kelulusan Nasional UN SMP 90 Persen ;SBY Berbicara Langsung dengan Peraih Nilai Tertinggi UN SMP

Makassar, Tribun - Provinsi Bali mencatat prestasi terbaik pada ujian nasional (UN) tingkat SMP dan SMA tahun ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bangga karena Bali mendapat empat medali emas.

Prestasi tersebut diraih untuk tingkat kelulusan tertinggi (98,6 persen), sekolah dengan rata-rata nilai tertinggi (9,38), dua emas lagi untuk siswa dengan nilai tertinggi (9,95).

"Saya ucapkan selamat atas prestasi besar yang telah dicapai oleh Bali," kata SBY saat melakukan telewicara dengan siswa berprestasi di kediamannya di Puri Cikeas, Jawa Barat, Sabtu (8/5).

Dalam kesempatan tersebut, SBY berbicara langsung dengan dua siswi SMP peraih nilai tertinggi, Kadek Indra Puspayanti dan temannya Ni Made Yuli Lestari yang meraih nilai rata-rata 9,95. Keduanya didampingi Gubernur Bali I Made Pangku Pastika.

Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Nasional RI menunjukkan, empat SMP/sederajat di Sulsel bisa menembus 100 besar sekolah dengan tingkat kelulusan 100 persen dengan nilai rata-rata sembilan.

Keempat sekolah tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Tonrokombang, Tinggimoncong, Gowa yang berada di posisi 30 dengan nilai rata-rata 9,12. Kemudian SMP Kristen Batuputih Makassar dengan nilai rata-rata 9,01 di posisi 85 besar, SMP Islam Darul Istiqamah Sinjai dengan nilai rata-rata 9,00 di posisi 90 besar, dan SMP Negeri 6 Alla Enrekang di posisi 95 dengan nilai rata-rata 8,99.

Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Muhammad Nuh menyebutkan, jumlah peserta UN SMP sebanyal 3.254.365 siswa dengan tingkat kelulusan nasional 90,27 persen.

Source: http://tribun-timur.com/read/artikel...rbaik-Nasional

Last edited by Comeliness; June 23rd, 2010 at 01:48 AM.
Comeliness no está en línea  
Old May 10th, 2010, 01:26 AM   #296
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Senin, 10 Mei 2010, 03:55
BUMN Malaysia Bantu Pembangunan Infrastruktur Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Malaysia siap membantu pembangunan infrastruktur Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Sekretaris Perdana Menteri Malaysia Feriz Omar mengatakan, pihaknya sudah memberi kuasa kepada Bina Puri, perusahaan di bawah kementerian BUMN setempat untuk membantu pembangunan tersebut.

Asisten Ekonomi Pembangunan HM Yasin sekembalinya dari Malaysia memenuhi undangan Perdana Menteri Malaysia, Minggu, mengatakan, BUMN Malaysia itu tertarik pada pembenahan pembangunan pelabuhan, jalan dan jembatan serta pembangunan pembangkit listrik dan program revitalisasi yang dilakukan Pemda Bantaeng.

Khusus pembangkit listrik, HM Yasin yang mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng itu mengatakan, Bina Puri akan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas dua mega watt (MW).

Di bagian lain yang dibahas dalam pertemuan dengan petinggi Malaysia itu adalah adanya keinginan negara tetangga tersebut untuk memenuhi kebutuhan beras jenis matic dan japaniko.

Keinginan itu dipicu oleh kondisi negara Thailand yang sedang dalam dilema kepemimpinan.

"Akibat kondisi Thailand yang bergejolak, Malaysia butuh persiapan dari negara lain sebab selama ini Thailand menjadi pemasok utama beras ke Malaysia," terangnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang memimpin delegasi Kabupaten Bantaeng memenuhi undangan itu menanggapi dengan baik peluang tersebut.

Untuk pembangunan infrastruktur, Malaysia memberi keringanan dalam bentuk bantuan hibah dan loan, sedang untuk pemenuhan kebutuhan beras, Bantaeng sudah melakukan uji coba penanaman kedua jenis beras yang diinginkan negeri jiran itu.

Bupati berharap, kerjasama ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja sehingga dapat menekan angka kemiskinan.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, untuk memenuhi permintaan tersebut, Bantaeng akan memanfaatkan kerjasama antardaerah seperti yang dilakukan pada komoditi ikan untuk kebutuhan PT Global Seafood International Indonesia (GSII) dan biji kapuk untuk Perusda Baji Minasa.

Komoditi ikan selama ini tak hanya didatangkan dari daerah di Sulsel tapi juga dari Kota Baru, Kalimantan serta provinsi lainnya, demikian pula dengan biji kapuk yang tidak hanya dipenuhi dari sejumlah daerah di Sulsel tapi juga dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

"Kita akan lakukan kerjasama antara daerah untuk menjawab permintaan pasar Malaysia," ucap Bupati. (T.KR-AAT/F003)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old May 11th, 2010, 01:18 AM   #297
Comeliness
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Posts: 5,261

Senin, 10 Mei 2010 18:07
Mamminasata Sulsel Jadi Konsep Percontohan Nasional

Makassar (ANTARA News) - Konsep kota terpadu metropolitan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar) menjadi kawasan tata ruang dan wilayah percontohan secara nasional.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Sulsel, Syarif Burhanuddin di Makassar, Senin, mengatakan, pengembangan konsep kota terpadu ini telah memperoleh rekomendasi pemerintah pusat melalui konsep strategi nasional (KSN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Konsep Tata Ruang Nasional.

Luas wilayah ke empat kota tersebut mencapai 2.473 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa yang diproyeksikan jumlahnya akan menjadi 2,9 juta pada 2020.

Sejumlah proyek besar dengan anggaran yang mencapai trilunan rupiah hinggap di Sulsel yang dikemas dalam program pengembangan regional pembangunan kawasan mertopolitan Mamminasata.

Dari sejumlah jenis proyek program pembangunan kawasan tersebut, diantaranya proyek pembangunan lima jalan arteri dengan anggaran sekitar Rp970 miliar dengan panjang jalan 147,7 kilometer.

Untuk proyek pembangunan tempat pengolahan persampahan di Pattalassang (Gowa) menelan anggaran sekitar Rp400 miliar, instalasi pengolahan air (IPA) di Somba Opu Sungguminasa Gowa berkapasitas produksi 1000 liter hingga 2000 liter.detik menelan biaya sebesar Rp500 miliar.

Sedangkan anggaran untuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Rp400 miliar, semua dana tersebut sebagian besar berasal dari bantuan negara donor yakni Jepang dan Australia.

Kepala UPTD Mamminasata Distarkim Sulsel, Zulkarnaen Kitta mengatakan, untuk proyek kawasan kota baru yang berada di Mamminasata dengan luas lahan mencapai 3500 hektar ini, 60% akan dikelola oleh swasta, terutama untuk area pengembangan perumahan.

"Mengenai dana yang dibutuhkan, hingga saat ini masih dalam tahap pengkajian, dan sebagain besar kawasan tersebut dikelola oleh swasta," jelasnya.

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan proyek Mamminasata, anggaran pokok yang diperuntukkan mencapai Rp9 miliar, namun setelah ABT (anggaran belanja tahunan) Perubahan jumlahnya mencapai Rp6,6 miliar, sementara di 2010 anggaran pokok yang dialokasikan mencapai Rp6,4 miliar. (T.KR-HK/S016)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.co...-news&Itemid=1
Comeliness no está en línea  
Old May 11th, 2010, 09:10 AM   #298
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4

Pertumbuhan Ekonomi 7,77%
Monday, 10 May 2010

MAKASSAR(SI) – Laju pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal I/2010 sebesar 7,77%.Pertumbuhan ini didorong kenaikan yang besar pada sektor keuangan, real estate,dan jasa perusahaan.

“Sektor keuangan, real estate,dan jasa perusahaan mencapai 22,25%. Sementara sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 20,81% dan sektor angkutan, komunikasi sebesar 17,56%,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Bambang Suprijanto kemarin. Menurutnya,kinerja perekonomian Sulsel pada kuartal I/2010 dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q) terdapat kenaikan 2,63%. Peningkatan tersebut paling besar pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8,43%. Pertumbuhan ini menyebabkan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) Sulsel sebesar 2,63% pada kuartal I/2010 terhadap kuartal IV/2009. Meski demikian, terjadi kontraksi pada sektor angkutan dan konstruksi, yakni 3,92% dan 1,14%.

“Pertumbuhan PDRB Sulsel triwulan I/2010 dibanding periode sama tahun lalu tertinggi di sektor keuangan sebesar 22,25%.Namun, terjadi kontraksi di sektor pertanian sebesar 4,00%,”paparnya. Laju pertumbuhan ekonomi year on year (y on y), terutama digerakkan kinerja komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 15,22%. Selain itu,pengeluaran konsumsi rumah tangga dan nirlaba sebesar 6,69% dan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 4,31%. Pengamat ekonomi Unhas Hamid Paddu mengatakan, peningkatan ini cukup tinggi. Menurutnya, hal ini sudah sesuai pencanangan pertumbuhan ekonomi nasional antara 7%–8%.“Angka ini lumayan tinggi dan telah masuk dalam rencana nasional pertumbuhan ekonomi.

Karena y on y,berarti kami telah mencapai target,” ungkapnya yang dihubungi harian Seputar Indonesia (SI),kemarin. Namun, karena pertumbuhan ini banyak ditunjang dari investasi berupa konstruksi dan pabrikan, akan membutuhkan komponen impor. “Kalau industri berkembang ini harus diimbangi ekspor yang lebih tinggi untuk mengimbangi,” pungkasnya.

Pertumbuhan Kuartal I Sesuai Proyeksi

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2010 secara nasional mencapai angka 5,7% (year on year), sesuai proyeksi sebelumnya. Pencapaian itu makin menumbuhkan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi selama 2010 bisa mencapai 6%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, berdasarkan data kuartal I/2010 dan dengan pola-pola yang ada saat ini, pihaknya memperkirakan produk domestik bruto (PDB) pada 2010 akan berada di kisaran Rp6.300-6.400 triliun. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), PDB selama 2010 ditetapkan sebesar Rp6.254 triliun.

Perekonomian yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal I/2010 tercatat mencapai Rp1.498,7 triliun. “Itu (Rp6.254 triliun) adalah target pesimistis. BPS berani mengatakan bahwa PDB paling rendah Rp6.300 triliun,”tuturnya dalam jumpa pers mengenai kinerja ekonomi kuartal I/2010 di Jakarta kemarin. Secara kuartalan,pertumbuhan yang terjadi diukur dari kenaikan PDB mencapai 1,9%. Pertumbuhan ini terjadi pada sektor pertanian; sektor keuangan, real estat,dan jasa perusahaan; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor jasa-jasa; serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran.

Pertumbuhan tertinggi tercatat dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 18,1% karena ada musim panen tanaman padi pada kuartal I/2010. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah listrik, gas, dan air bersih (-1,9%); sektor konstruksi (-2,2%); sektor pertambangan dan penggalian (- 1,9%); serta sektor industri pengolahan (-1,0%). “Karena itu, jika ingin pertumbuhan ekonomi sehat dan berkualitas, Indonesia harus maju di sektor industri pengolahan,” imbuh Rusman. Ditinjau dari segi penggunaan, jika dibandingkan kuartal IV/2009, pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 0,9%, sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah menurun 44,4% dan pembentukan modal tetap bruto menurun 2,3%.

Demikian pula ekspor barang dan jasa turun sebesar 4,1% dan impor barang dan jasa turun sebesar 2,3%. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2009,pertumbuhan ekonomi didukung oleh kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 3,9%, pembentukan modal tetap bruto sebesar 7,9%, dan juga surplus neraca perdagangan berkat kenaikan ekspor sebesar 19,6% dan impor 22,6%.“Faktor negatif pada pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2010 adalah pengeluaran konsumsi pemerintah yang turun 8,8%,”imbuh Rusman. Lebih lanjut Rusman menuturkan, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal I/2010 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Jawa dan Sumatera.Kelompok provinsi di Jawa memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,8%, kemudian diikuti oleh Sumatera sebesar 23,6%, Kalimantan 9,5%, Sulawesi 4,4%, Bali-Nusa Tenggara 2,8%, dan sisanya Maluku dan Papua 1,9%.

“Bagaimanapun pergerakan ekonomi masih berpusat di Pulau Jawa. Ini belum akan bergeser dalam 10-20 tahun ke depan,”tuturnya. Pengamat ekonomi dari Standard Chartered Bank Indonesia Eric Alexander Sugandhi mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi kuartal I/2010 mencapai 5,7%, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2010 bisa mencapai 6%.Menurut dia, faktor penunjangnya adalah konsumsi rumah tangga yang terus meningkat, terkendalinya inflasi dengan kenaikan yang masih moderat. “Pertumbuhan ekonomi tidak akan terlalu tergerus dengan kenaikan inflasi,” katanya. (jumardin akas/ bernadette lilia nova)
afril no está en línea  
Old May 14th, 2010, 05:22 PM   #299
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,648
Likes (Received): 427

Bali Dukung Promosi Pariwisata Sulsel
Jumat, 14 Mei 2010



Rumah-rumah adat Toraja semakin sepi dari kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.


DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika di Denpasar, Jumat (14/5/2010) menyatakan kesiapannya mendukung promosi pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Pemprov Bali mendukung promosi pariwisata Sulsel antara lain dengan cara menitipkan materi promosi wisata Sulsel dalam acara internasional yang digelar di Bali.
Bali memiliki tenaga terlatih dan terdidik dari sekolah tinggi dan sekolah menengah kejuruan pariwisata.

Selain itu, Bali juga siap memberikan dukungan dalam bentuk sumber daya manusia sebagai salah satu unsur penting dalam peningkatan potensi pariwisata. "Bali memiliki tenaga terlatih dan terdidik dari sekolah tinggi dan sekolah menengah kejuruan pariwisata, "ujarnya usai menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) promosi pariwisata antar kedua provinsi.

Bali, lanjutnya, akan memberikan kiat-kiat sukses pariwisata. "Yang terpenting dari pariwisata adalah kenyamanan, pelayanan dan keamanan," katanya.

Pastika berharap kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Menurut mantan Kapolda Bali ini, Sulsel telah memiliki modal dasar yang baik untuk menjadi daerah tujuan wisata.

Sementara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kesepakatan kerja sama ini harus bisa dilaksanakan. "Kesepakatan ini adalah gerbang untuk melakukan kerja sama secara resmi dan saling mengisi kebutuhan kita," ujarnya.

Syahrul menggambarkan Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia dan Sulsel adalah salah satu gerbongnya yang diharapkan dapat ditarik oleh keberhasilan Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Syuaib Mallombasi mengatakan, kerja sama pariwisata kedua provinsi ini langsung dilaksanakan usai penandatanganan kesepakatan. "Pusat informasi pariwisata Sulsel mulai beroperasi di Jalan Bunisari, Legian," katanya.

Kantor pelayanan informasi pariwisata tersebut dikontrak selama dua tahun dimulai dengan mempromosikan Tana Toraja. Kemudian dilanjutkan dengan Kabupaten Bulukumba, Gowa, Bone, Soppeng, Wajo. Berikutnya wisata kelautan di Kabupaten Pangkep dan Selayar.

Pegawai Dinas Pariwisata dari masing-masing kabupaten dan kota akan mengisi pusat pelayanan informasi pariwisata tersebut secara bergantian masing-masing dua bulan.
Ocean One está en línea ahora  
Old May 14th, 2010, 07:25 PM   #300
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,648
Likes (Received): 427

Perluasan Bandara Tana Toraja Butuh Rp 4 Miliar
Jumat, 14/5/2010

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan dana Rp4 miliar untuk melakukan perluasan Bandara Tana Toraja.

Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Syuaib Mallombasi di Denpasar, Jumat, mengatakan, dana tersebut diambil dari dana dekonsentrasi yang akan diberikan Kementerian Pariwisata sebesar Rp10 miliar pada tahun 2011.

Selain akan dimanfaatkan untuk perluasan bandara juga akan digunakan untuk pembenahan infrastruktur jalan umum dan jalan pariwisata di Toraja. Sementara, sisanya dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur sejumlah pulau di Sulsel, terutama Pulau Takabonerate.

Jumlah ini, katanya, meningkat sekitar 200 persen dibanding alokasi 2010 sebesar Rp4 miliar. Pihaknya mengharapkan pembenahan infastruktur pariwisata ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Sulsel.

Peningkatan alokasi dana dekonsentrasi pariwisata ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program "Visit South Sulawesi 2012" untuk mencapai target kunjungan 100 ribu wisman.

Infrastruktur, khususnya jalan, selama ini menjadi salah satu kendala pemerintah provinsi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kepastian alokasi dana dekonsentrasi untuk pengembangan pariwisata Sulsel diperoleh dalam Musyawarah Pembangunan Nasional 2010 yang dilaksanakan awal Mei lalu.

Khusus untuk kerja sama promosi pariwisata Sulsel dan Bali, Dinas Pariwisata Sulsel mengalokasikan dana Rp1 miliar untuk seluruh program selama satu tahun ke depan.
Ocean One está en línea ahora  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 08:59 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu