|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#261 |
|
Yus3R
Join Date: Aug 2010
Location: Bintaro
Posts: 44
Likes (Received): 1
|
Hentikan Dulu Tol Semarang-Ungaran
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA [IMG] Uploaded with ImageShack.us[/IMG]Tiang-tiang penyangga jembatan ruas tol Semarang-Ungaran KM 20 di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dengan kondisi tanah yang labil mudah retak dan ambles, seperti terlihat, Selasa (15/3). Kondisi tanah yang labil tersebut dikhawatirkan akan merusak struktur jembatan yang nantinya akan membahayakan keselamatan saat digunakan. Semarang, Kompas - Menyusul amblesnya badan jalan di STA 5+500 hingga STA 5+700, tepatnya di jalur Gedawang-Susuka, pada 3 Maret 2011 mestinya sudah cukup menjadi alasan untuk menghentikan sementara proyek tol tersebut. Demi keselamatan pengguna tol, proyek tersebut harus dikaji ulang agar saat jalan tol dioperasikan tidak menelan korban jiwa. Sejauh ini, upaya yang dilakukan dinilai tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan masalah baru. Daerah retakan makin meluas, mulai Gedawang sampai jembatan Penggaron, atau 3-5 kilometer. Dengan begitu, ada kesempatan semua pemangku kepentingan duduk bersama mengevaluasi kelanjutan proyek berbiaya Rp 7 triliun-Rp 8 triliun itu. Hal ini mengemuka dalam diskusi terbatas yang digelar Kompas dan Lembaga Konsumen Jasa Konstruksi (LKJK) Jawa Tengah, Senin (14/3) malam di Kantor Perwakilan Kompas Jawa Tengah di Semarang. Diskusi pengurus LKJK Jateng terdiri dari sejumlah ahli geologi, hidrologi, teknik sipil, transportasi jalan, dari perguruan tinggi Semarang. Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan anggota Komisi Informasi Publik Jateng, Bona Ventura, juga hadir. Ketua Presidium LKJK Jateng Robert J Kodoatie menegaskan, konsumen jalan raya membutuhkan kepastian bahwa Jalan Tol Semarang-Solo benar-benar aman, nyaman, dan memenuhi standar jalan tol sebagai diatur pemerintah. ”Kondisi alam, terutama di ruas Gedawang-Penggaron, harus segera direspons dengan cara-cara yang benar. Harus dicarikan solusi yang tepat dan tidak menimbulkan kerugian yang besar,” ujarnya. Rukma bahkan mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan tol yang belum dioperasikan tetapi sudah banyak masalah itu. (who/son/wen) http://cetak.kompas.com/read/2011/03...marang-ungaran |
|
|
|
|
|
#262 |
|
Kiasu, R U ?
Join Date: Jan 2010
Posts: 8,238
|
Prihatin banget ![]() ![]() Berita Utama 16 Maret 2011 Beton Ikut Dikepras * Jalan Tol Semarang-Ungaran SEMARANG- Pengeprasan jalan tol Semarang-Ungaran yang ambles dan retak, yang semula hanya dilakukan sepanjang 500 meter, kemarin dilaksanakan sampai lebih dari 800 meter. Pengeprasan itu dilakukan dengan tujuan mengeruk keretakan urukan sampai setebal tiga meter dari permukaan. Semula diperkirakan pengeprasan urukan hanya sepanjang 500 meter, yakni di jalan yang permukaannya aspal. Sebab di muka-belakang jalan aspal itu telah dibeton. Namun dari pantauan lapangan, Selasa (15/3), pada jalan yang permukaannya telah dibeton dan bukan merupakan tanah urukan, pun ikut dikeruk. Lapisan beton kemarin sudah berhasil dikelupas sampai mendekati jembatan pada ruas Gedawang-Penggaron. Jika dari arah Semarang, jalan beton yang dikelupas adalah jalur kanan. Komisaris PT Transmarga Jateng Danang Atmodjo mengungkapkan, pengeprasan urukan itu diperpanjang dengan maksud untuk mengejar posisi kelandaian supaya tidak melebihi enam persen. ”Kami akan cari angka kekuatan keamanan di atas 1,5. Pengeprasan urukan sedalam tiga meter ini nanti akan menambah kekuatan angka keamanan,” katanya. Pakar geologi Undip Dwiyanto secara terpisah menjelaskan, pengeprasan permukaan jalan tol yang terletak di Kampung Karangpucung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, kemungkinan sudah diperhitungkan tim ahli dari PT Waskita Karya yang menggarap pekerjaan tersebut. ”Untuk mencapai angka keamanan di atas 1,5 memang bisa dihitung. Dalam perhitungan biasa, kondisi retak itu angka keamanannya dianggap satu. Setelah itu dihitung balik untuk menganalisa agar mencapai angka keamanan di atas 1,5 ketinggian urukannya berapa,” jelasnya. Fondasi Diterangkannya, tanah di bawah urukan dalam ilmu bangunan disebut sebagai pondasi. Tanah fondasi tersebut mesti diteliti hingga kedalaman 1,5 x tinggi urukan. Sedalam itu nanti akan dinilai sudah baik atau belum. Kalau belum baik, maka harus diperbaiki sampai memenuhi syarat untuk mendukung ketinggian urukan yang diinginkan. ”Jadi prinsipnya begitu saja,” paparnya. Dalam kasus tanah urukan di ruas Gedawang-Penggaron tersebut, setelah dilakukan bore pile ternyata masih retak akibat gerakan tanah di bawahnya. Karena itu, menurutnya, harus dicari angka keamanan terhadap kondisi tanah sekarang. ”Jalan utuh dan jalan retak kondisinya kan beda, sehingga mesti dihitung dengan kondisi sekarang. Tim ahlinya mestinya sudah memperhitungkan itu, sehingga menempuh langkah pengeprasan yang sekarang ini,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, ruas tol di Karangpucung mengalami retak-retak dan ambles, diduga karena jalan itu dibangun di atas lahan tanah yang labil. (H30,H23-43) Source : http://suaramerdeka.com
__________________
mung abang2lambe Simply SKIP ►► |
|
|
|
|
|
#263 |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
Tol Solo Semarang
![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us _______________________________________ |
|
|
|
|
|
#264 |
|
Yus3R
Join Date: Aug 2010
Location: Bintaro
Posts: 44
Likes (Received): 1
|
Proyek Tol Semarang-Ungaran Bukan Daerah Patahan, Tapi Rawan Longsor
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membantah keras bahwa kawasan Semarang-Ungaran yang kini dilalui Proyek Tol Semarang-Solo seksi 1 sebagai daerah patahan. "Kawasan itu bukan
daerah patahan. Silahkan cek datanya ke Geologi. Jika daerah rawan longsor memang benar," kata Direktur Pengembangan Usaha, PT Jasa Marga Tbk, Abdul Hadi di Jakarta, Rabu (23/3). Penegasan itu disampaikan terkait pernyataan sejumlah akademisi bahwa daerah tersebut sebenarnya masuk zona merah karena daerah patahan sehingga secara alami tidak layak untuk proyek seperti jalan tol. Pernyataan akademisi tersebut dipicu setelah ambles dan retaknya Tol Semarang-Ungaran seksi satu sepanjang 200 meter (km 05+500 hingga km 05+700), sesaat setelah selesai dikerjakan pada 27 Februari 2011 atau molor dari target pertengahan tahun lalu. Menurut Abdul Hadi, rute jalan tol tersebut ditetapkan oleh pemerintah dan merupakan opsi yang layak dari sisi teknis, sosial, lingkungan maupun finansial. Data penyelidikan tanah pada tahap perencanaan, lanjut Hadi, secara teknis kontruksi timbunannya pada derah tersebut hanya timbunan biasa dengan ketinggian hingga 25 meter tanpa perkuatan khusus. "Untuk itu, pada tahap konstruksi di kawasan itu sesuai saran ahli geoteknik dan pengalaman di tol Cipularang, dipasanglah 'borepile' (tiang beton bertulang) pada titik tertentu untuk penahan longsor," katanya. Senada dengan Hadi, Kepada Divisi Teknik Jasa Marga, Edy Bambang S menyebut, langkah penanganan saat ini adalah mengurangi beban timbunan dengan menggali atau menurunkan permukaan tanah. Pada kawasan itu dikenal sebagai daerah dengan lempung keras (clay shale) dan jika terkena air lalu melembek dan cenderung tergelincir sehingga tak bisa disebut sebagai daerah patahan. "Untuk itu, kita pasang sumuran setiap jarak 25 meter dan mengalirkan air dari sendang di sisi barat timbunan dengan drainase di bawah timbunan (subdrain)," katanya. Tidak hanya itu, pihaknya telah memasang alat pendeteksi getaran tanah (inclinometer) di kawasan itu. Edy yang juga Komisaris PT Trans Marga Jateng (TMJ), anak usaha PT Jasa Marga, selaku pelaksana proyek tol Semarang-Solo ini menyatakan, apa yang terjadi di kawasan itu adalah lazim terjadi dalam pekerjaan pembuatan jalan. "Apa yang terjadi di Semarang-Ungaran seksi 1 ini tidak ada apa-apanya dibanding problem Cipularang," katanya. Namun, keduanya enggan merinci berapa total anggaran untuk melakukan penanganan tersebut. "Yang jelas, kejadian ini tak berpengaruh pada kelayakan finansial dan ekonomi proyek itu. Rate of Return-nya tetap terjaga," kata Hadi. Dia juga memastikan pihaknya telah mengantisipasi dana kontijensi sekitar 5-10 persen dari nilai proyek sehingga sama sekali tak menggangu yang bersumber dari APBN. Proyeksi investasi tol Semarang-Solo sepanjang 72 km sekitar Rp 7-8 triliun dan untuk seksi satu Semarang-Ungaran sepanjang 3-4 km sekitar Rp 400 miliar. http://www.republika.co.id/berita/br...-rawan-longsor |
|
|
|
|
|
#265 |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
GEDAWANG
![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us ____________________________________ |
|
|
|
|
|
#266 |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
Perbaikan jalan yang ambles
![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us jalan yg sudah jadi dikepras dan diturunkan 3m dititik yg ambles,. ______________________________________ |
|
|
|
|
|
#267 |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
AKSES KELUAR PINTU TOL UNGARAN
Dari sisi utara ![]() Uploaded with ImageShack.us Dari sisi selatan (kota Ungaran) ![]() Uploaded with ImageShack.us ![]() Uploaded with ImageShack.us ______________________________________ |
|
|
|
|
|
#268 |
|
Kiasu, R U ?
Join Date: Jan 2010
Posts: 8,238
|
Very nice pictures update, KPA ! Wah baru liat ini pintu keluar Ungarannya... jelas sangat gak imbang lebar pintu keluarnya... sayang banget... Dua jempol deh buat foto2nya !
__________________
mung abang2lambe Simply SKIP ►► |
|
|
|
|
|
#269 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2007
Posts: 7,883
Likes (Received): 333
|
berapa kilo panjang jalan akses keluar tolnya ya? Kenapa nggak sekalian dijadikan jalan tol ya? kalo ttup botol gini akses keluarnya justru bikin rawan macet lah... apalagi kalo yang keluar masuk kendaraan bodi gede...
Tq KPA update foto22nya...
__________________
30k... lewat... |
|
|
|
|
|
#270 |
|
Unregistered User
Join Date: Sep 2006
Location: Java Island
Posts: 3,500
Likes (Received): 1
|
Nice reports, thanks KPA
![]() ============================ Foto satelit jalan tol Semarang - Ungaran - Bawen:
|
|
|
|
|
|
#271 |
|
Unregistered User
Join Date: Sep 2006
Location: Java Island
Posts: 3,500
Likes (Received): 1
|
|
|
|
|
|
|
#272 | ||
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
Quote:
Quote:
_________________________________ |
||
|
|
|
|
|
#273 | |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
Quote:
yang paling ujung arah Solo itu dah masuk wilayah Babadan..kontraktornya masih Istaka karya, dan dah mulai dikepras juga. cm masih lama karena bukitnya sangat tinggi.. ________________________________ |
|
|
|
|
|
|
#274 |
|
Yus3R
Join Date: Aug 2010
Location: Bintaro
Posts: 44
Likes (Received): 1
|
nice pic
|
|
|
|
|
|
#275 |
|
Registered User
Join Date: Oct 2010
Posts: 7
Likes (Received): 0
|
jadi kapan selsainya nih...
![]()
|
|
|
|
|
|
#276 |
|
Yes they are
Join Date: Nov 2006
Posts: 14,003
Likes (Received): 174
|
updatenya mantab KPA bisa dapet foto2 gt orang proyeknya ya hehe
__________________
Never interrupt your enemy when he is making a mistake |
|
|
|
|
|
#277 |
|
Yes they are
Join Date: Nov 2006
Posts: 14,003
Likes (Received): 174
|
@om titus juga, akses masuk tol nya sama kok dengan tol2 yang baru, seperti tol talang-kanci, jalan masuk tolnya juga cuman sgitu doank ya memang sih dilewatin truk2 besar akan ngantri panjang kalau gak berani nyalip. mungkin kalo dijadikan tol akan lebih besar lg biayanya terutama pembebasan lahannya karena sudah masuk wilayah perkotaan.
__________________
Never interrupt your enemy when he is making a mistake |
|
|
|
|
|
#278 |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
|
|
|
|
|
|
#279 | |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
Quote:
________________________________ |
|
|
|
|
|
|
#280 |
|
Joglosemar
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,745
Likes (Received): 107
|
news info: dari masarakat sekitar pemerhati proyek yg setiap hari nongkrongin dilokasi,
Proyek tol Ungaran - bawen sudah mulai dikerjakan tepatnya di karangjati kontraktornya Adhi Karya lagi... bener ga sih? ada yang tau.. ______________________________ |
|
|
|
![]() |
| Tags |
| semarang, solo |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|