daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Politics, Economics, Tourism and Business



Reply

 
Thread Tools
Old October 12th, 2011, 04:45 PM   #281
ssphila
Kiasu, R U ?
 
ssphila's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 8,898

Dulu ada, malah sempet upload foto Simpang Lima/Pahlawan segala.... entah koq ambles lagi, nickname-nya pake polarbear87. Moga aktif lagi.
__________________

mung abang2lambe




Simply SKIP ►►

ssphila no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 12th, 2011, 04:53 PM   #282
damarsinyo
Kodam IV/Diponegoro
 
damarsinyo's Avatar
 
Join Date: Sep 2011
Location: SMG-PKU-JKT
Posts: 22,914

Quote:
Originally Posted by ssphila View Post
Dulu ada, malah sempet upload foto Simpang Lima/Pahlawan segala.... entah koq ambles lagi, nickname-nya pake polarbear87. Moga aktif lagi.

wah ada 87 nya, kemungkinan tahun lahirnya 87.....diatas saya, tapi gak ap2 dr pada gk ada sama sekali, ayo mbak polarbear muncul lagi donk....

mari kita rencanakan gath dg matang.....
damarsinyo no está en línea   Reply With Quote
Old October 12th, 2011, 04:58 PM   #283
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,224
Likes (Received): 600

Quote:
Originally Posted by damarsinyo View Post

wah ada 87 nya, kemungkinan tahun lahirnya 87.....diatas saya, tapi gak ap2 dr pada gk ada sama sekali, ayo mbak polarbear muncul lagi donk....

mari kita rencanakan gath dg matang.....
Siipp... Kalau semua lancar, aku pasti teko... Ben ono mbak-mbak-e, dik Damar ngajak kancane/calone wae piye?
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old October 12th, 2011, 05:00 PM   #284
ssphila
Kiasu, R U ?
 
ssphila's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 8,898

sudah oot-nya jangan diterusin... entar disemprit Om Momod, back to topic aja dulu, entar soal gath dibahas lewat PM saja. :Cheers2:

Bahas lumpia, maksudnya sejarahnya :P ato Ki Ageng Pandanaran, etc.
__________________

mung abang2lambe




Simply SKIP ►►

ssphila no está en línea   Reply With Quote
Old October 12th, 2011, 05:53 PM   #285
titus15
Registered User
 
titus15's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 9,525
Likes (Received): 632

Jangan lupa kita punya forumer kehormatan disini. Mr Bustamar... kali aja malah bisa Gath sambil kemping di Crowne Plasa... sekalian nganyari wkwkwk.... akhir tahun, abis soft lounching yang Peak season pula... di hotel bintang 5+++ yang baru...wahhhhh....
__________________
40k...
titus15 no está en línea   Reply With Quote
Old October 14th, 2011, 07:59 AM   #286
edytoah
Registered User
 
edytoah's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Semarang
Posts: 1,214
Likes (Received): 42

Teman sy pernah bikin skripsi di jurusan Perdata Barat tentang sengketa merk Wingko Babat cap Kereta Api ini (yang asli ada tulisan D.Mulyono),entah yang bersengketa siapa tapi wingko Babat cap Kereta Api ini mampu menarik perhatian dari kalangan bawah sampai atas,dari yang buta huruf sampai akademisi.Hampir orang2 diluar kota Semarang selalu minta oleh-2 wingko babat ini kalau ada kerabat yg pulang kampung ke Semarang.
Sekarang mungkin mereka tidak fanatik merk Kereta api,pokoknya wingko,apalagi sekarang ada rasa macam-2,spi melon,coklat,jeruk,rasa duren pun ada. .


Budaya Kemasan Wingko Babat

Pada hari Sabtu, 8 November 2008, di DKV ISI Yogyakarta telah dilangsungkan kuliah terbuka dengan narasi sejarah, yaitu Iklan Enamel (oleh Karina Rima Melati, alumni DKV ISI, mahasiswi S2 Ilmu Religi dan Budaya Sanata Dharma Yogyakarta), Etiket Teh oleh Johanes Budi Gunawan (alumni DKV ISI Yogyakarta), dan Kemasan Wingko Babat Semarang oleh Natalia Afnita (mahasiswa DKV ISI semester 7). Berikut adalah makalah yang disampaikan oleh Natalia Afnita. (Redaksi)

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Budaya Kemasan Wingko Babat
Natalia Afnita

“The product is the package”, sebuah produk adalah sebuah kemasan itu sendiri.. Berangkat dari sinilah keingintahuan mengenai produk makanan lokal wingko babat dimulai, dan dari wingko babat Cap Kereta Api-lah pembahasan lebih lanjut mengenai sebuah kemasan meluas.

Pada umumnya orang mengenal wingko babat sebagai makanan khas dari Semarang. Ini dikarenakan sebuah merek terkenal lahir di ibukota Jawa Tengah ini, sehingga dari satu merek tersebut, lahirlah banyak pesaing yang memperkaya jumlah produsen wingko di Semarang. Meskipun demikian, dari namanya akan dapat diketahui bahwa sebenarnya wingko babat berasal dari Kota Babat, yang merupakan daerah kecil di Lamongan, Jawa Timur.

Bagaimana satu merek bisa berpengaruh terhadap perkembangan produksi wingko babat di sebuah daerah yang notabene bukan merupakan daerah asal produk tersebut, dengan kemasan yang identik, serupa tapi tak sama, sehingga memunculkan banyak alternatif kemungkinan dari sudut pandang yang berbeda?

Mengutip Seno Gumira Ajidarma dalam tulisannya mengenai Riwajat Persaingan Wingko Babat dari majalah Blank! Edisi 6 tahun 2003, memperkuat keingintahuan akan pembahasan mengenai wingko babat itu sendiri :
“..merk-merk wingko babat ini hanya bisa berbicara lebih baik dengan memperhatikan kembali hubungan-hubungan di bawah permukaan melalui sudut pandang baru, yang tidak lagi peduli kepada ‘indah tak indah’, bukan bagaimana kebudayaan terpajang sebagai benda-benda, melainkan kepada bagaimana kebudayaan itu berlangsung.”

Sekilas Sejarah Wingko Babat di Semarang
Masyarakat Semarang hampir dipastikan akan menunjuk wingko babat Cap Kereta Api sebagai rujukan wingko terenak di kota ini. Tak heran kalau kita tahu bahwa ternyata produsen dari merk inilah memang, yang pertama mempopulerkan makanan khas Babat di Semarang. Dalam kemasannya tercantum bahwa wingko tersebut dibuat oleh D.Mulyono.

Awalnya seorang wanita Tionghoa kelahiran Tuban bernama Loe Lan Hwa bersama suaminya The Ek Tjong alias D.Mulyono beserta kedua anaknya mengungsi dari Kota Babat ke Semarang sekitar tahun 1944 karena suasana panas Perang Dunia II membuat kota Babat terimbas huruhara. Sang suami lalu mendapat pekerjaan di K.A. jurusan Tawang-Surabaya Pasar Turi, sedang sang istri lalu mencari usaha tambahan membuat dan menjual kue wingko, dan ternyata memang merupakan keahlian yang diturunkan dari ayahnya, Loe Soe Siang. Kue itu kemudian dijajakan di sekitar stasiun K.A Tawang Semarang, tempat suaminya bekerja.

Kue wingko buatan Loe Lan Hwa itu ternyata banyak disenangi warga Semarang. Banyak yang menanyakan nama kue tersebut. Di Babat sendiri kue tersebut hanya disebut kue wingko. Maka, untuk memenuhi keingintahuan pembelinya dan sekaligus sebagai kenang-kenangan terhadap Kota Babat tempat dia dibesarkan, Loe Lan Hwa menyebut kue buatannya itu sebagai wingko babat.

Dengan dijual di stasiun, tersebarlah kue itu ke mana-mana sebagai oleh-oleh. Sampai saat ini pun kue wingko babat masih tetap dicari oleh orang-orang yang berkunjung ke Semarang, untuk dibawa pulang sebagai salah satu makanan oleh-oleh.

Ilustrasi kereta api yang dibuat dalam kemasan wingkonya merupakan pilihan dari D.Mulyono, karena ketertarikannya dengan gambar kereta api pada sampul muka buku formulir isian saran di gerbong restorasi. Pada awalnya dia menggunakan gambar kereta api dengan sebutan Cap Spoor. Tapi kemudian, sesuai perkembangan bahasa Indonesia, kata-kata Cap Spoor diganti dengan Cap Kereta Api.

Kue wingko babad cap Kereta Api buatan Loe Lan Hwa itu semakin terkenal dan dicari banyak orang untuk oleh-oleh dari Semarang. Hal ini pun lalu menarik orang lain untuk mencoba membuat kue yang sama dengan menggunakan gambar kereta api juga sebagai mereknya, walau gambarnya tidak sama seratus persen. Keadaan ini cukup membingungkan konsumen.

Maka, untuk membedakan kue wingko babad buatannya dari buatan orang lain, Loe Lan Hwa kemudian mencantumkan nama suaminya “D. Mulyono”, dengan di belakangnya ditambah kata-kata “d/h Loe Soe Siang” (nama ayahnya) pada pembungkus wingko babad buatannya. Tambahan “d/h Loe Soe Siang” tersebut dimaksudkan sebagai penegasan bahwa wingko babad merek D Mulyono itu merupakan kelanjutan dari wingko babad yang dibuat Loe Soe Siang di Babad. (sumber:Kompas, 26 Mei 2003 & brosur wingko babat Cap Kereta Api)

Analisis Kemasan Etiket Wingko Babat
Kemunculan dan kesuksesan merk Cap Kereta Api sebagai perintis wingko babat di Semarang, seperti magnet yang menarik pengusaha lain untuk turut memproduksi wingko babat dengan kemasan yang identik, serupa tapi tak sama, sehingga menimbulkan kebingungan konsumen ketika memilih. Dalam analisis semiotik Seno Gumira pada tulisannya mengenai ‘Riwajat Persaingan Wingko Babat’, disebutkan bahwa bagaimana pemilihan gambar kereta api dengan lokomotif batu bara sebagai ilustrasi kemasan makanan empuk nan gurih ini bisa diterima dan terhubungkan dengan citarasa enak?

Kemungkinan pertama ialah konsep modernitas, yang pada saat kemunculan pertamanya, kereta api dengan lokomotif itu merupakan representasi kemajuan , perubahan kearah yang lebih baik, penghubung dari kota ke kota, kecepatan dalam menempuh jarak, ruang dan waktu. Singkatnya, kecepatan itulah ciri modernisasi, dan modernisasi itulah kesempurnaan mengenai gagasan rasionalitas. Sehingga apabila suatu merk berwujud gambar kereta api yang terpampang dalam kemasan wingko tersebut, bisalah diandaikan bahwa maksudnya adalah menunjukkan betapa cita rasa wingko didalamnya adalah juga yang sempurna, yaitu yang paling enak.

Kemungkinan kedua jauh lebih sederhana: wingko ini dijual di stasiun Tawang, dan kereta api-lah gambar yang paling tepat untuk mengingatkan dimana wingko ini dijual. Dan menurutnya, logika para ‘bakul’ yang cenderung konkret karena alasan tersebut mungkin masih bisa diterima, namun konsep modernitas lebih dianggap memungkinkan perbincangan lanjutan.

Konsep modernitas mengantar kita kepada produsen lain yang tak kalah seru-nya memilih gambar kereta api sebagai ilustrasi kemasannya. Bermunculanlah merk-merk wingko babat seperti Cap Kereta Api Expres, Cap Kereta Api Senja Utama, Cap Kereta Api Argo, dll. Merk-merk inilah yang memperkuat konsep modernitas, karena seiring berjalannya waktu, kereta api-pun juga mengalami perkembangan, bahkan juga alat transportasi selain itu. Dan rupa-rupanya gagasan lebih cepat berarti lebih modern sangat disadari oleh D.Mulyono terhadap para pesaingnya yang setidaknya secara simbolik telah melebihinya, sehingga dalam satu masa perkembangan perusahaannya, ia sempat mengganti merknya menjadi ‘Cap Kereta Api Diesel & Jet’ (Dengan gambar kereta api berlokomotif diesel dan jet di atasnya).

Lain lagi dengan kompetitornya bernama N.N.Meniko yang tampil dengan merk Cap Setoom Mini, menampilkan alat transportasi yang sangat lambat, jauh dari representasi modern. Namun jika diteliti lebih lanjut, imbuhan kata ‘asli’ di dalam kemasannya akan menjelaskan konsep N.N.Meniko dilihat dari makna ‘yang tertua’, yang pertama, yang asli… Seolah imbuhan ini menjadi keunggulan kemasan karena sekaligus mempromosikan dirinya sebagai yang ‘asli’, meskipun kenyataannya tidak demikian.

Selain berkompetisi dalam keunggulan kecepatan kereta api karena konsep modernitas tersebut, kompetitor lain bermunculan dengan varian transportasi yang berbeda. Contohnya Wingko Babat Cap Bus Bisnis, Cap Mobil Antik, Cap Kapal Laut, Cap Kapal terbang, Cap Kapal Laut, Cap KM. Mutiara, dll. Merk-merk ini dianggap masih saja terbayang kesuksesan Cap Kereta Api, karena dilihat dari macamnya, merk yang digunakan masih menginduk pada alat transportasi. Representasi yang timbul dari konsep pemilihan alat transportasi seperti kereta api, bus, kapal laut / kapal terbang ialah sebuah sarana yang menunjukkan prasarana dimana logikanya menjelaskan keberadaan tempat transit dari segala penjuru, dari berbagai macam orang datang dan pergi, sehingga merupakan tempat yang strategis dalam menjajakan berbagai varian oleh-oleh, termasuk juga wingko. Selain itu, konsep mengenai kenyataan yang ada, realitasnya, symbol kereta api sebagai modernitas tak lagi cukup menjelaskan bahwa kereta api mewakili citra modernitas saat ini. Banyak alat transportasi lain yang berkembang dan menjadi alternatif selain kereta api yang sama halnya menjadi alat yang menghubungkan ruang, jarak dan waktu yang singkat. Dan meski masih terkesan mengekor sebagai pengikut Cap Kereta Api, pemilihan alat transportasi lain sebagai merk mungkin mengindikasikan beragamnya tempat penjualan wingko saat ini, tak hanya di sekitar stasiun seperti awal mula kesuksesan Cap Kereta Api, namun juga di terminal bus, pelabuhan, bandara, dll. Hal ini mungkin yang menjadi pertimbangan para produsen baru dalam membaca peluang selain masih berpatok pada alasan D.Mulyono memilih kereta api.

Ada pula kompetitor merk Cap Stasiun Lokomotif yang lebih kreatif dengan memunculkan gambar stasiun, dimungkinkan karena pesaing lain masih berkutat seputar alat transportasi sebagai gambaran yang hampir serupa dengan merk Kereta Api agar konsumen seolah terkecoh dan kebingungan saat memilih. Namun wingko dengan merk ini seperti berjalan di jalurnya sendiri, karena realitas stasiun sebagai ‘rumahnya’ kereta api, bisa membuka 2 kemungkinan. Pertama, secara halus mengungkapkan bahwa merk ini juga berlomba memberi kesan ‘asli’ atau paling tidak tak jauh dari aslinya , karena merk Kereta Api yang menggunakan gambar kereta api pastilah membutuhkan stasiun sebagai tempat berhentinya penumpang. Jadi kaitan antara stasiun dan Kereta api ialah suatu hubungan yang tak terpisahkan. Kemungkinan kedua, stasiun sebagai pemberhentian kereta merupakan tempat dijualnya oleh-oleh berupa wingko babat seperti halnya wingko merk Kereta Api yang pada mulanya dijual di stasiun oleh D.Mulyono (meskipun dalam kemasan tidak tercantum tempat penjualan di stasiun).

Terakhir, kompetitor wingko babad Cap Cakra dengan konsep merk dan gambar etiket yang tak ingin mengekor pada fenomena kesuksesan gambar kereta api menjadikan produknya lain dari yang lain . Gambar yang digunakan adalah cakra dan produsennya adalah Sri Kresna. Dari keduanya dapat diketahui bahwa cakra adalah senjata dari Kresna. Ia menggunakan symbol yang tak ada hubungannya dengan kereta api maupun alat transportasi lainnya. Tapi dari ukuran kemasan, penataan merk dan gambar, masih bisa dikategorikan terbius dengan pakem kemasan wingko babat a la Cap Kereta Api.

Kesimpulan
Dari sebuah kemasan, memunculkan kemasan lain yang identik, baik merk, warna, tipografi, layout, ukuran dan bentuk kemasan. Faktor kesuksesan dan perintisan pertama dimungkinkan yang membuat hal ini banyak terjadi di sekitar kita. Dalam hal ini wingko babat Cap Kereta Api merupakan perintis sebuah ‘pergerakan’ persaingan wingko babat di Semarang.

Konsep Modernitas yang membawa pesaing dengan nama kereta api yang lebih modern belum mampu menggeser kepercayaan akan simbol kereta api yang masih berlokomotif batu bara. Konsep realitas mengenai varian alat transportasi sebagai tempat dijualnya oleh-oleh termasuk wingko, juga belum cukup bersaing meski banyak imbuhan ‘asli’ menyertainya. Bahkan konsep kreativitas dan keunikan merk yang muncul-pun seolah menghiasi jajaran pesaing di level amatir, meski keberanian untuk tampil beda merupakan hal yang patut dihargai. Terkadang merk-merk yang mengikutinya terdengar semakin aneh bahkan nyleneh ditelinga, karena cabang dari merk pertama, kedua dan seterusnya menghasilkan berpuluh-puluh merk untuk sekedar mengecoh konsumen dari produk aslinya. Fenomena ini menarik untuk diamati, karena sejauh apapun para kompetitor berusaha menampilkan produknya berbeda, tetap saja masih ada sisa-sisa ‘penghormatan’ pada produk aslinya.

“The product is the package”, adalah awal mula dan berakhirnya ulasan ini. Wingko babat dan kereta api-nya adalah contoh hubungan simbiosis mutualisme, meskipun pada mulanya kereta api dipilih karena faktor kesukaan dan bukan dari hasil pemikiran konsep yang panjang. Mungkin D.Mulyono sendiri tak mengira persaingan wingko babat ini justru bermula dari kereta api yang dipilihnya. Namun cabang yang ditumbuhkan dari benih itulah yang membuat kebudayaan berlangsung sehingga memunculkan banyak alternative pertanyaan baru yang direspon otak jika kita mengamatinya.

•••

Sumber : http://desaingrafisindonesia.wordpre...-wingko-babat/
__________________
Semarang ... The purely Asia ... Let's Go to Semarang ...
edytoah no está en línea   Reply With Quote
Old October 14th, 2011, 08:19 AM   #287
edytoah
Registered User
 
edytoah's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Semarang
Posts: 1,214
Likes (Received): 42

Lumpia semarang adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.
Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah.Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang ketika pesta olahraga GANEFO diselenggarakan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Variasi

Dewasa ini, terdapat enam jenis lumpia semarang dengan cita rasa yang berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih dan yang terakhir adalah lumpia Jalan TanggaMus (Ny. Mechtildis Tyastresna Halim) lumpia nya bulat-bulat dan gurih
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (68), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang ”luar” yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.

Harga

Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Lumpia_semarang

Monggo disambi ...

__________________
Semarang ... The purely Asia ... Let's Go to Semarang ...
edytoah no está en línea   Reply With Quote
Old October 14th, 2011, 10:40 AM   #288
ssphila
Kiasu, R U ?
 
ssphila's Avatar
 
Join Date: Jan 2010
Posts: 8,898

NAH ini dia... sejarah yg 'layak' dimengerti... dipelajari & dinikmati....
__________________

mung abang2lambe




Simply SKIP ►►

ssphila no está en línea   Reply With Quote
Old October 14th, 2011, 01:47 PM   #289
damarsinyo
Kodam IV/Diponegoro
 
damarsinyo's Avatar
 
Join Date: Sep 2011
Location: SMG-PKU-JKT
Posts: 22,914



Quote:
Originally Posted by edytoah View Post

Monggo disambi ...

wah, om edy tau aja saya suka banget ama lumpia..
bahkan ni jauh2 dijakarta jg tadi makan lumpia mataram semarang disini. ke jakarta gak nyari soto betawi malah nyar lumpia...
damarsinyo no está en línea   Reply With Quote
Old October 15th, 2011, 03:13 AM   #290
titus15
Registered User
 
titus15's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 9,525
Likes (Received): 632

KISAH PERTEMPURAN 5 HARI di SEMARANG
diperingati hari ini

===============================================
Semarang Metro
14 Oktober 2011
Share :Facebook Twitter
Upacara Pertempuran Lima Hari di Semarang
Ketokohan dr Kariadi Difragmenkan Lagi


SEMARANG - Ketokohan dokter Kariadi yang menghambat upaya Jepang untuk meracuni reservoir atau tangki air kembali dipentaskan dalam upacara pertempuran, Jumat (14/10).

Dalam gladi resik semalam, dr Kariadi, Gubernur Wongsonegoro dan masyarakat Semarang diperankan oleh mahasiswa Untag. Koordinator fragmen, FX Sukirno menjelaskan, nantinya penampilan itu akan berlangsung selama lebih kurang 10 menit. "Waktu yang kami alokasikan cukup singkat, namun bisa mencakup keseluruhan cerita," katanya, Kamis (13/10).

Untuk kostum, lanjutnya, semua peraga mengikuti aslinya dahulu. Untuk itu, selain menyewa pihaknya juga memperoleh pinjaman dari beberapa komunitas yang biasa mengenakan kostum pejuang.

Tokoh dr Kariadi merupakan tokoh sentral dalam fragmen tersebut, yang nantinya akan tewas dalam perjalanan menuju reservoir karena dibunuh tentara Jepang. Mengetahui dr Kariadi tewas, rakyat berontak dan menyerang tentara hanya saja kalah kekuatan.

”Tokoh Gubernur Wongsonegoro akan tampil memberikan senjata kepada masyarakat untuk melawan tentara Jepang,” ungkapnya.

Fragmen ini nantinya juga akan didukung musik orkresta, di dalamnya akan disisipi lagu-lagu perjuangan.

Rencananya, upacara yang akan dilaksanakan di Tugumuda itu akan dihadiri berbagai semua unsur meliputi sekolah, mahasiswa, organisasi pemuda, para veteran. Puncak dari upacara akan dilakukan penyulutan meriam sebanyak lima kali sebagai tanda penghormatan para pahlawan.
(rni-39)
__________________
40k...
titus15 no está en línea   Reply With Quote
Old October 15th, 2011, 03:47 AM   #291
edytoah
Registered User
 
edytoah's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Semarang
Posts: 1,214
Likes (Received): 42


Enak ra Mas damarsinyo,Mas ssphila lumpiane hehehehe opo wingkone
Kalau sy enak dua2nya wkkwkkwkk
Mas Titus dan yg lain nyobain bandeng Presto aja untuk oleh2 di rumah,dimakan ama nasi hangat dan sambel puedes ..uenak tenan.

Kt orang2 wingko cap Kereta api D Mulyono kira2 20th lalu dibeli resepnya spi 75jt (lumayan besar ya .sekarang berapa ya .) Lha ngak tau gimana sekarang Pak Mulyono .. Pake cap kereta api yg lain khali ..

Sebetulnya mau nambahi Bandeng Presto tp googling belum nemu cerita Bandeng Presto Juana yg pertama ditemukan seorang Dokter.
Katanya panci/dandang presto besar rancangan dia sendiri sebelum di pasaran banyak dijual panci presto kecil.
Pencetus Bandeng Presto pertama ini skrg punya industri bandeng presto besar di Kawasan Industri Candi Blok 23,tp tetap banyak memperkerjakan tenaga kerja wanita yg secara manual mencabut sebagian duri besar /semua duri Bandeng (ada varian bandeng duri lunak dan otak bandeng yg hrs diambil semua durinya).

Khusus untuk pendiri Bandeng Presto duri lunak ini,yang tokonya di pojok sendiri Presto Juana,skrg ada logo Bandeng besar di atas,si Om Dokter msh nungguin di kasir tp beliau krg ramah (semanak/grapyak) tp herannya yg beli berjubel karena memang disitu yg enak dan pertama.
__________________
Semarang ... The purely Asia ... Let's Go to Semarang ...
edytoah no está en línea   Reply With Quote
Old October 15th, 2011, 04:01 AM   #292
edytoah
Registered User
 
edytoah's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Semarang
Posts: 1,214
Likes (Received): 42

Quote:
Originally Posted by titus15 View Post
KISAH PERTEMPURAN 5 HARI di SEMARANG
diperingati hari ini

===============================================
Semarang Metro
14 Oktober 2011
Share :Facebook Twitter
Upacara Pertempuran Lima Hari di Semarang
Ketokohan dr Kariadi Difragmenkan Lagi


SEMARANG - Ketokohan dokter Kariadi yang menghambat upaya Jepang untuk meracuni reservoir atau tangki air kembali dipentaskan dalam upacara pertempuran, Jumat (14/10).

Dalam gladi resik semalam, dr Kariadi, Gubernur Wongsonegoro dan masyarakat Semarang diperankan oleh mahasiswa Untag. Koordinator fragmen, FX Sukirno menjelaskan, nantinya penampilan itu akan berlangsung selama lebih kurang 10 menit. "Waktu yang kami alokasikan cukup singkat, namun bisa mencakup keseluruhan cerita," katanya, Kamis (13/10).

Untuk kostum, lanjutnya, semua peraga mengikuti aslinya dahulu. Untuk itu, selain menyewa pihaknya juga memperoleh pinjaman dari beberapa komunitas yang biasa mengenakan kostum pejuang.

Tokoh dr Kariadi merupakan tokoh sentral dalam fragmen tersebut, yang nantinya akan tewas dalam perjalanan menuju reservoir karena dibunuh tentara Jepang. Mengetahui dr Kariadi tewas, rakyat berontak dan menyerang tentara hanya saja kalah kekuatan.

”Tokoh Gubernur Wongsonegoro akan tampil memberikan senjata kepada masyarakat untuk melawan tentara Jepang,” ungkapnya.

Fragmen ini nantinya juga akan didukung musik orkresta, di dalamnya akan disisipi lagu-lagu perjuangan.

Rencananya, upacara yang akan dilaksanakan di Tugumuda itu akan dihadiri berbagai semua unsur meliputi sekolah, mahasiswa, organisasi pemuda, para veteran. Puncak dari upacara akan dilakukan penyulutan meriam sebanyak lima kali sebagai tanda penghormatan para pahlawan.
(rni-39)
Apa dibuat sinetron 20 episode wae Mas Titus,tp dgn low budget trs dijual ke stasion tv piye Mas Titus.Kalau perlu stasion2 TV Semarang,PNKA atau RS Dr. Kariadi kon nalangi sik dana low budgetnya ..
Pernah baca tweter-nya Mbah Sudjiwo Tedjo ..Artis ngikuti selera pasar Seniman ngak ... Jd khudu golek sponsor .
__________________
Semarang ... The purely Asia ... Let's Go to Semarang ...
edytoah no está en línea   Reply With Quote
Old October 16th, 2011, 09:52 AM   #293
edytoah
Registered User
 
edytoah's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Semarang
Posts: 1,214
Likes (Received): 42

Tim Sepakbola Semarang PSIS dijuluki juga Tim Mahesa Jenar.
Siapakah Mahesa Jenar itu ? Bahkan di Purbalingga ada Gelanggang Olahraga dan Seni, dengan nama Mahesa Jenar,terletak di Jalan Wirasaba No. 4 Purbalingga.Nama Wirasaba adalah tokoh wanita yang mencintai Mahesa Jenar dalam cerita Nogo Sosro Sabuk Inten juga.

Mahesa Jenar adalah sosok khayal yang namanya pernah begitu populer, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Mahesa Jenar adalah pendekar dalam cerita Nagasasra-Sabuk Inten karya SH Mintarja tahun 60an. Dahulu dibaca oleh segala kalangan. Ceriteranya bernuansa Jawa namun ia menyentuh imajinasi rakyat tak kenal batas. Siapa saja disentuhnya. Dulu setiap truk akan menuliskan salah satu tokoh cerita pada baknya. Karya ceritera Nagasasra-Sabuk Inten kadang dinilai sebagai karya sastra yang tidak “mutu” namun pencapaiannya ternyata sulit untuk ditandingi oleh novel lain.

Karya S.H. Mintardja ini awalnya dimuat setiap hari di harian Kedaulatan Rakyat (KR) pada tahun 1966. Pertama dalam bentuk buku, seluruhnya ada 64 jilid, tiap jilid 80 halaman. Namun pada tahun tahun 1982, rupanya dipadatkan menjadi 32 jilid dengan tebal 160 halaman. Buku yang tiap jilidnya 80 halaman, dulu amat mudah ditemukan, bisa di warung koran, kios buku, bahkan warung rokok pun kadang dijual. Tahun 2005 ada cetakan edisi luks, dengan hard cover, berjumlah tiga jilid dengan tebal masing-masing sekitar 800 halaman waktu itu per jilid harganya seratus ribu rupiah

Sebuah cerita di th 60an karangan SH Mintarja Nogo Sosro Sabuk Inten.

Mahesa Jenar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mahesa Jenar merupakan tokoh utama dalam cerita Nagasasra dan Sabukinten karya S.H. Mintardja. Cerita yang populer tahun 1960 ini mengisahkan tentang sosok mantan prajurit Kasultanan Demak dalam upaya mencari pusaka kerajaan, yakni keris Nagasasra dan Sabukinten.

Penggambaran tokoh

Mahesa Jenar dikenal pula sebagai Senapati Rangga Tohjaya. Gelar itu didapatnya saat masih menjabat sebagai salah satu prajurit pilihan di Kerajaan Demak. Mahesa Jenar berasal dari Kadipaten Pandan Arang (Semarang). Dia adalah murid dari Ki Ageng Pengging Sepuh alias Pangeran Handayaningrat, putra dari Prabu Brawijaya kelima. Saudara seperguruannya adalah Ki Ageng Pengging alias Ki Kebo Kenanga adalah putra dari Ki Ageng Pengging Sepuh. Di dalam perantauannya, Mahesa Jenar juga dikenal sebagai Manahan. Nama itu dipakainya saat melarikan diri dari kejaran laskar banyubiru demi menyelamatkan Arya Salaka, putra sahabatnya, Ki Ageng Gajah Sora.
Masa kecilnya dilalui sebagai teman bermain "Nis" yang dikenal juga sebagai Ki Ageng Sela Enom. Nis Sela atau yang dikenal juga dengan sebutan Ki Ageng Ngenis adalah putra dari Ki Ageng Sela Sepuh.
Legenda mengatakan bahwa Ki Ageng Sela Sepuh (yang tinggal di daerah Sela, Boyolali, Jawa Tengah) memunyai kelincahan yang luar biasa sehingga mampu menangkap petir. Dan kemampuan ini menurun pada anaknya (Nis Sela)
Dalam cerita rekaan ini, tokoh fiktif ini digambarkan dekat dengan beberapa tokoh yang masuk dalam sejarah Jawa, di antaranya: Sultan Trenggana, Jaka Tingkir, Panjawi, dan sosok-sosok lainnya.
Hubungan dengan beberapa tokoh nyata ini karena jalan ceritanya mengambil latar ketika masih berkuasanya Kasultanan Demak. Mahesa Jenar merupakan salah satu prajurit yang sangat dihormati di lingkungan kerajaan, termasuk oleh Sultan Trenggana sendiri. Sayang saat terjadi peristiwa terbunuhnya Ki Kebo Kenanga ditambah pencurian pusaka kerajaan, Kyai Nagasasra dan Kyai Sabukinten, Mahesa Jenar dianggap sebagai seteru kerajaan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan mulai merantau untuk melacak keberadaan kedua keris pusaka itu.
Mahesa Jenar dikenal dengan sikapnya yang jantan dan ksatria. Dia adalah tipikal prajurit yang berjuang tanpa berharap imbalan. Begitu gigihnya dalam perjuangan, Mahesa Jenar sampai kadang melupakan kepentingan pribadinya. Mahesa Jenar juga tipe pria yang keras hati dan kadangkala dianggap kaku oleh kaum perempuan. Kekakuannya itu sebenarnya adalah cerminan dari ketulusan jiwanya dan kerelaannya berkorban untuk sesuatu yang dianggapnya benar. Termasuk jika dia harus mengorbankan perasaannya sendiri demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Sikapnya yang demikian juga karena kecanggungannya jika berhadapan dengan wanita sehingga membuatnya bisa bersikap tidak wajar. Peristiwa yang melibatkan dirinya dengan Nyai Wirasaba menunjukkan betapa Mahesa jenar kurang peka dalam menyelami perasaan seorang wanita.
Dalam perjalanannya, suatu hari di Hutan Tambak Baya, dirinya menolong seorang gadis cantik bernama Dewi Rara Wilis dari cengkeraman penjahat yang menamakan dirinya Jaka Soka dan Lawa Ijo setelah melalui pertempuran sengit dan nyaris tewas oleh kekuatan pusaka Lawa Ijo. Dari situlah Mahesa Jenar kemudian menaruh bibit cinta pada Rara Wilis. Rara Wilispun ternyata membalas cintanya, meskipun kemudian Mahesa Jenar berusaha meninggalkannya karena tahu dirinya tidak bisa memberikan apa-apa pada gadis yang sangat dicintainya itu. Hal itu dilakukannya setelah mengetahui saudara perguruan Rara Wilis, Demang Sarayuda yang kaya raya juga mencintai Rara Wilis. Tidak diketahui apakah sikap Mahesa Jenar yang demikian itu benar-benar keluar dari dasar hatinya ataukah sekedar akibat kecemburuan sesaat. Beruntung kemudian Mahesa Jenar mendapat nasihat dari Ki Ageng Pandan Alas, kakek sekaligus guru dari Rara Wilis.
Dalam perantauannya, Mahesa Jenar bersahabat dengan Ki Ageng Gajah Sora dari Banyubiru. Ki Ageng Gajah Sora adalah putra sekaligus murid dari Ki Ageng Sora Dipayana yang juga adalah sahabat gurunya. Uniknya, sebelum saling menyadari, keduanya terlibat pertarungan dahsyat yang nyaris merenggut nyawa mereka berdua. Persahabatan mereka berdua pula yang membawa Mahesa Jenar terlibat perang saudara di Banyubiru dan akhirnya harus melarikan diri setelah Ki Ageng Gajah Sora difitnah telah mencuri keris Nagasasra dan Sabukinten. Dalam pelariannya itu, dia membawa putra Ki Ageng Gajah Sora, Arya Salaka yang belakangan diangkatnya sebagai anak dan murid. Secara tidak diduga, dalam pelariannya selama hampir lima tahun itu, dia bertemu dengan paman gurunya Ki Kebo Kanigara saudara seperguruan sekaligus anak tertua Ki Ageng Pengging Sepuh , yang memiliki kesaktian jauh lebih dahsyat dari gurunya sendiri. Dan lewat bimbingan dari Kebo Kanigara pulalah Mahesa Jenar akhirnya bisa melewati batas kemampuan ilmunya sendiri yang membuat ilmunya meningkat berlipat-lipat hingga diapun juga berhasil melampaui kesaktian gurunya.

Kesaktian

Mahesa Jenar menguasai Ilmu Sasra Birawa dari perguruan Pengging dengan baik. Sebelum mendapat bimbingan dari Ki Kebo Kanigara, ilmunya masih belum seberapa, hanya setingkat lebih tinggi dari kesaktian para pendekar level menengah seperti Mantingan, Wirasaba, Jaka Soka atau Lawa Ijo. tapi setelah menggembleng diri di bawah bimbingan Ki Kebo Kanigara, ilmunya meningkat tajam, bahkan jika harus melawan para sesepuh dunia persilatan sekalipun Mahesa Jenar tidak akan kalah Sehingga Mahesa Jenar kemudian disebut sebagai titisan dari Almarhum Pangeran Handayaningrat sendiri. Bahkan oleh sebagian kalangan tua, Mahesa Jenar dipandang lebih hebat dari gurunya tersebut.
Tata Gerak yang diperagakan oleh Mahesa Jenar selain murni dari tata gerak perguruan Pengging, juga dikembangkan dengan kemampuannya menirukan gerak binatang di alam liar, sehingga perkembangan gerakan Perguruan Pengging menjadi semakin bervariasi. Mahesa Jenar kerap disebut memiliki kelincahan seekor kijang dengan tenaga seekor banteng. Dia juga bisa menggunakan berbagai macam senjata dengan baik berkat latihannya sebagai prajurit, segala benda yang ada di tangannya bisa digunakan sebagai senjata yang mematikan.
Mahesa Jenar juga gemar mengamati setiap tata gerak dari setiap lawannya membuatnya mampu membaca setiap gerakan lawannya. Ki Kebo Kanigara menyebutnya bertarung dengan kecerdasan. Tidak salah jika disebut demikian karena Mahesa Jenar selain jeli juga memiliki otak yang cemerlang. Kecerdasannya dibuktikan saat mengungkap teka-teki keberadaan tokoh misterius bernama Pasingsingan, bahkan dia berhasil pula menghubungkan keberadan Pasingsingan dengan Panembahan Ismaya, sesepuh Padepokan Karang Tumaritis, yang sejatinya adalah guru dari seluruh Pasingsingan yang ada. Berkat kecerdasannya pula dia berhasil menyempurnakan ilmu Sasrabirawa tidak hanya sebagai ilmu untuk menyerang, tapi juga bisa berfungsi sebagai pertahanan. Pasingsingan yang bernama Umbaran pernah merasakan bagaimana ilmunya berhasil dipatahkan dengan perlindungan Sasrabirawa yang disempurnakan oleh Mahesa jenar.
Mahesa Jenar juga kebal racun karena di dalam darahnya mengalir bisa ular Gundala Seta yang terkenal mampu menetralisir segala macam racun. Bisa ular Gundala Seta tersebut diperolehnya dari Ki Ageng Sela. Kemampuannya dibuktikan saat mengobati kaki Wirasaba, salah satu sahabatnya yang disebut juga sebagai Seruling Gading. Dan sekali lagi saat memunahkan racun dari pusaka Lawa Ijo yang dikenal dengan sebutan Akik Kelabang Sayuta.


Sumber :
http://totoendargo.com/2010/05/mahesa-jenar/
http://id.wikipedia.org/wiki/Mahesa_Jenar

Mau donwload Novel Nogo Sosro Sabuk Inten :
http://www.mahesajenar.com/2005/12/p...esa_jenar.html
__________________
Semarang ... The purely Asia ... Let's Go to Semarang ...
edytoah no está en línea   Reply With Quote
Old October 17th, 2011, 08:59 AM   #294
edytoah
Registered User
 
edytoah's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Semarang
Posts: 1,214
Likes (Received): 42

Sunan Kuning Tak Berkait dengan Lokalisasi

Oleh Rukardi
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0712/04/kot10.htm

KETIKA nama Sunan Kuning disebut, orang segera berasosiasi pada sebuah kompleks lokalisasi di kawasan Kalibanteng, Semarang. Siapa Sunan Kuning, hingga dijadikan tengara kompleks itu? Adakah relasi antara sang tokoh dengan ihwal pelacuran?

Kalau dirunut, pertautan itu sesuatu yang rancu. Di Kalibanteng Kulon memang ada petilasan yang dipercaya sebagai makam Sunan Kuning, namun situs itu sama sekali tak berhubungan dengan keberadaan lokalisasi.

Sunan Kuning di tempat itu juga tak merujuk langsung pada sosok Mas Garendi Sunan Kuning sebenarnya atau Sunan Amangkurat III, pemimpin pemberontakan orang-orang China terhadap Kartasura pada 30 Juni 1742.


Photo by : Suara Merdeka Cybernews


Sunan Kuning sebenarnya adalah Raden Mas Garendi, a.k.a Sunan Amangkurat III, salah satu raja dalam trah Kerajaan Mataram dan pecahan-pecahannya. Sunan Kuning termasuk murid Sunan Kalijaga, satu angkatan dengan Sultan Hadiwijaya (Pajang), Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Penjawi, dan Ki Juru Martani.

Raden Mas Garendi, juga disebut Sunan Kuning, adalah seorang cucu raja Amangkurat III dari Mataram. Tahun 1742, saat dia berumur 12 tahun, dia diangkat sebagai raja Mataram oleh pemberontak yang menantang kekuasaan Susuhunan Pakubuwana II (bertahta 1729-1746).
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Mas_Garendi

Makam Sunan Kuning Raden Mas Garendi, a.k.a Sunan Amangkurat III ada di Ds. Macanbang, Kabupaten Tulungagung. Makamnya ada di belakang masjid yang dikenal orang sebagai Masjid Tiban. Namun demikian — tanpa bermaksud berprasangka buruk — seperti halnya makam-makam tua, tempat ini lebih banyak digunakan sebagai kegiatan syirik seperti pencarian nomor togel, wangsit, pusaka, dll.
Sumber : http://blog.galihsatria.com/2007/11/...-sunan-kuning/



Sutomo (57), juru kunci, mengaku tak bisa menjelaskan sosok Sunan Kuning yang bermakam di Kalibanteng Kulon itu. Namun ketika diminta bercerita ikhwal penemuan makam oleh buyutnya yang bernama Mbah Saribin, ia teteh menuturkan.

Arkian Mbah Saribin yang punya kecakapan spiritual tinggi kehilangan lima ekor kerbau piaraannya. Tujuh hari tujuh malam ia mencari, menyisir desa-desa, keluar masuk hutan belantara. Tapi hewan-hewan itu tak ditemukan juga.

Sebagai guru spiritual yang dikenal sakti, Mbah Saribin merasa malu dan terpukul lantaran tak mampu menemukan kerbau-kerbaunya. Dalam keputusasaan, ia nekat menyepi di Gunung Pekayangan yang dikenal wingit dan tak pernah dijamah manusia.

Demikian wingit hingga dilekati sesorah jalma mara jalma mati (siapa yang datang akan mati).

''Dalam pikirannya, lebih baik mati dari pada menanggung malu kepada masyarakat, terutama para muridnya,'' papar Sutomo.

Saat bersemedi, Mbah Saribin merasa didatangi seseorang yang datang menunggang kereta kencana. Kepadanya ia memberi tahu keberadaan kerbau-kerbaunya. Benar saja, hewan-hewan piaraan itu terikat di bawah pohon kecil, tak jauh dari pertapaannya.

Mbah Saribin amat gembira, dan bisa pulang dengan mendongakkan kepala. Keesokan harinya, ia mengajak keluarga dan murid-muridnya membersihkan Gunung Pekayangan. Saat semak-semak dibabat, tampaklah enam punthukan batu, menyerupai nisan.

Mbah Saribin kembali bersemedi untuk mencari tahu, siapa yang dimakamkan di tempat itu. Sosok penunggang kereta kencana kembali muncul dan memperkenalkan diri sebagai Kanjeng Sunan Kuning. Bersamanya Kanjeng Sunan Kali, Sunan Ambarawa, serta para abdi: Mbah Kiai Sekabat, Kiai Jimat, dan Kiai Majapahit. Sejak itu, Gunung Pekayangan dikenal sebagai tempat ngalap berkah.

Siek Sing Kang

Suatu ketika, seorang warga keturunan asal Klaten bernama Ny Siek Sing Kang datang ke kompleks makam Sunan Kuning. Dia meminta tolong untuk menemukan emas berliannya yang hilang di kereta api. Tiga hari menyepi, dia mendapat wisik, harta yang ia cari telah berada di kantor polisi.

Sebagai ungkapan syukur, Siek Sing Kang membangun nisan serta cungkup permanen di kompleks makam Sunan Kuning. Dia mengkonstruksi kompleks itu dengan gaya akulturasi China-Jawa.

Kini, makam Sunan Kuning berada di wilayah administratif Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat. Letaknya di puncak bukit kecil, di sebelah utara Jalan Muradi Raya.

Untuk mencapai tempat itu, harus melewati pemakaman umum warga. Sebuah gapura berlanggam China terdapat di pintu masuk. Pohon-pohon tua seperti kecacil dan jangkang yang tumbuh merimbun membuat kompleks makam Sunan Kuning menjadi teduh.

Pengunjung makam berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur. Mereka datang dengan aneka maksud dan tujuan, mulai dari mencari jodoh, penglaris, kemuliaan hidup, dan kesembuhan. Makam Sunan Kuning ramai pada Bulan Besar atau malam Jumat Kliwon di Bulan Sura.

Paro kedua tahun 1970-an, muncul kompleks lokalisasi di Kalibanteng. Karena letaknya di Jalan Sri Kuncoro, orang sering menyebut lokalisasi itu dengan singkatan SK.

Nah, di sinilah kerancuan itu terjadi. Mereka yang tidak tahu mengira SK kependekan dari Sunan Kuning, yang lokasi makamnya tak jauh dari tempat itu. Celakanya, identifikasi itu dari waktu ke waktu kian terlembagakan.(18)
__________________
Semarang ... The purely Asia ... Let's Go to Semarang ...
edytoah no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2011, 10:29 AM   #295
NpF
I'm Here Now
 
NpF's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,939
Likes (Received): 122

Quote:
Originally Posted by titus15 View Post
Udah pernah Gath kecil disini, yang datang saya, pak YB Murty, om SSphila dsama bidadari kecilnya yang asyik main game hehe, om NpF sama om Momod. Castle mau gabung eh malah nyasar... ayo kapan Gath lagi??
oalah....kok sampai aku blas rak nglegewo ono thread iki barang lho, sepurane ingkang kathah om titus

anyway, ayo aku melu meneh nek arep ono gath, the previous one was emejingggggg lho, revealed many things


do ngomong semarangan neng kene, seneng ik...
__________________
Totally Delusional, Theye are NOT belong to YOU
NpF no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2011, 05:57 AM   #296
RAGIL77
Registered User
 
RAGIL77's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Posts: 708

SEMARANG METRO

19 Oktober 2011
Suara Merdeka, Selasa 10 Agustus 1971

Kereta Api Semarang - Sala 110 Menit Segera Dibuka

Tiap Hari 5 Kali Perdjalanan : Mulai Tg. 18 Agustus Dibuka Lintas KA Barang Tjepat Semarang - Djakarta Dalam Waktu Kurang Dari 24 Djam
M SHOEKIRLAN, humas PNKA Explotasi Djateng, dalam keterangannja pada “Suara Merdeka” menjatakan, bahwa pada tg. 28 September jad. untuk djurusan Semarang - Sala pp., akan dibuka lintas kereta-api penumpang tjepat terbatas (Patas). Djarak Semarang - Sala akan ditempuh dlm waktu 110 menit, hanja berhenti sebentar di Gundi. Lintas KA djurusan tsb. tiap harinya diselenggarakan 5 kali perjalanan pulang pergi.

Kereta2 penumpang jang akan digunakan merupakan kereta bekas seri 9000 jang sudah di up grade mendjadi CW. Dalam kereta ini tidak ada restorasi wagon, tetapi bagi para penumpang dalam perdjalanan dapat memesan makanan/minuman ringan. KA “Patas” dari stasium Semarang Tawang berangkat terpagi djam 06.11 sampai di Sala djam 08.01. Terachir berangkat dari Semarang Tawang djam 17.30 sampai di Sala djam 19.12. Untuk KA “Patas” jang berangkat pertama dan terachir dari stasiun Semarang Tawang semuanja sampai di Jogjakarta. Maksud diselenggarakan KA “Patas” ini untuk meningkatkan service PNKA terhadap masjarakat.

KA Tjepat barang Semarang - Djakarta

Sementara itu oleh M Soekirlan lebih landjut diterangkan pula bahwa pada tanggal 18 Agustus jad. oleh PNKA Explotasi Djateng akan dibuka lintas kereta api barang tjepat djurusan Semarang - Djakarta. Ketera barang tsb berangkat dari stasiun Semarang Gudang djam 15.41 sampai di Djakarta djam 13.11. Djadi dengan demikian djarak tsb ditempuh kurang dari 24 djam. Keamanan barang jang diangkut didjamin oleh pihak PNKA.

Maksud diselenggarakannja perdjalanan kereta api barang tjepat ini untuk menampung barang2 jang dikirim dari daerah2 misalnja dari Kudus Purwodadi dllnja untuk tudjuan ke Djakarta. Barang jg akan dikirim siang dimuat sore ditarik dan dalam djangka waktu relatip pendek sudah sampai ditempat tudjuan. Keuntungan jang akan diperoleh dari kereta api barang tjepat ini barang2 jang dimuat bisa banjak (tiap kereta bisa muat 10 - 15 ton). Demikian antara lain M. Soekirlan Humas PNKA Explotasi Djateng dalam keterangannja pada “Suara Merdeka”.

“Kotak Pengaduan” kepada PNKA

Achirnja dalam keterangannja pada “Antara” Soekirlan menjatakan bahwa PNKA Eksplotasi Jawa Tengah di Semarang dewasa ini telah mengadakan “Kotak2 Pengaduan” diseluruh stasiun2 di Djawa Tengah. Kotak tersebut dimaksud untuk menampung dan menjalurkan social control dari seluruh masjarakat dan petugas2 PNKA jang dulunja disalurkan melalui organisasi2 buruh PNKA. Surat2 jang masuk jang berisi kritikan2 jang sifatnja membangun akan dilajani dan ditangani dengan sewadjar2nja dan penuh objektif. Laporan2 dan surat2 pengaduan tersebut diambil pada tiap2 achir bulan. Diharapkan masjarakat maklum dan mengerti, demikian al Soekirlan.(Depo Arsip-Pusda SM)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php...-Segera-Dibuka
RAGIL77 no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2011, 06:30 AM   #297
titus15
Registered User
 
titus15's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 9,525
Likes (Received): 632

Ironis, sekarang pandanwangi Semarang Solo yang waktu tempuhnya 3 jam, harga mahal (20000) cuma jalan 2 kali malah mau ditutup jalurnya.
Bandingkan saja, dulu cuma 2 jam kurang, ada kafetarianya, jalan 5 kali sehari sampai jogja pula... wah...

Mas NpF tak tunggu ya... arep Gath kie...
__________________
40k...
titus15 no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2011, 06:39 AM   #298
NpF
I'm Here Now
 
NpF's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,939
Likes (Received): 122

Quote:
Originally Posted by titus15 View Post
Ironis, sekarang pandanwangi Semarang Solo yang waktu tempuhnya 3 jam, harga mahal (20000) cuma jalan 2 kali malah mau ditutup jalurnya.
Bandingkan saja, dulu cuma 2 jam kurang, ada kafetarianya, jalan 5 kali sehari sampai jogja pula... wah...

Mas NpF tak tunggu ya... arep Gath kie...
sip, kapan mas? kabar kabar yah,
__________________
Totally Delusional, Theye are NOT belong to YOU
NpF no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2011, 09:52 AM   #299
sembilanbelas
memilih tidak memilih
 
sembilanbelas's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: indONEsia
Posts: 7,334

Quote:
Originally Posted by damarsinyo View Post
mari kita gath seluruh forumer semarang....mas sembilanbelas & mas NPF dapet undangan special...

om bozhart jg spertinya sedang gak disemarang...
Jarang mampir disini, mo ada gath to? Wingi gek wae pulkam. Mesti gayeng tenan ki...
__________________
Masa' sih harus nunggu mati hanya untuk bisa berhenti merokok?
MEROKOK MEMBUNUHMU!
sembilanbelas está en línea ahora   Reply With Quote
Old October 19th, 2011, 04:55 PM   #300
titus15
Registered User
 
titus15's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 9,525
Likes (Received): 632

Nonton video Semarang tempo doeloe, jaman Londo
__________________
40k...
titus15 no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
history, semarang

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 09:04 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu