daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Politics, Economics, Tourism and Business

Reply
 
Thread Tools
Old January 25th, 2012, 01:50 AM   #161
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 30,146

Tarian Gending Sriwijaya di SEAG 2011..

__________________
welcome you participants the 3rd musi triboatton 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old January 26th, 2012, 06:06 AM   #162
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

Quote:
Originally Posted by Balaputradewa View Post

Uploaded with ImageShack.us
Quote:
Originally Posted by Maxtini View Post
Loh~ koq busana cowok dan ceweknya sama? Apa memang begitu model pakaian adatnya?
iya itu busana Aesan Gede. Dalam adat Palembang, terdapat 2 busana 'kebesaran' yaitu Aesan Gede dan Aesan Pak Sangko. Aesan Pak Sangko digunakan oleh bangsawan diluar dinding keraton yang biasanya digunakan keluarga pembesar (datu, pesirah dan demang), sedangkan untuk kerabat raja/bangsawan didalam keraton, menggunakan Aesan Gede.

Untuk mahkota Aesan Gede pria berupa peci (sejenis kopiah) yang dibungkus dengan mahkota seperti pada perempuan. Mahkota tersebut terbuat dari emas 22 karat berhiaskan motif sulur, kembang cempako telok, bros serta sundur bertabur intan. Jadi kalo diliat dari mahkota bentuknya mirip tetapi sebenarnya berbeda, pun-hiasan kembang cempako-nya juga tidak sama karena sesuai dengan filosofi tertentu.

Jadi kalau diurutkan, Busana Aesan Gede tersebut sebagai berikut:
  1. Mahkota Aesan Gede
  2. Terate, hiasan yang menutupi dada dan pundak yang digunakan pengantin laki-laki maupun perempuan. Terate ini berbentuk lingkaran bersudut lima berhiaskan motif bunga melati bersepuh emas. Hiasan ini melambangkan kesucian dan kemegahan. Bagian tepinya terdapat pekatu berbentuk bintang serta rantai dan juntaian lempengan emas berbentuk biji ketimun.
  3. Kalung Tapak Jajo, dikenal juga Kebo Munggah yang terbuat dari emas 24 karat memiliki lempengan bersusun tiga. Pantang digunakan laki-laki atau perempuan yang belum menikah. Bila belum menikah hanya boleh memakai kalung yang terdiri dari 2 atau 1 susun lempengan.
  4. Selendang Sawit, berjumlah dua buah yang menyilang dari bahu kiri ke pinggang sebelah kanan dan dari bahu kanan ke pinggang sebelah kiri. Selandang Sawit terbuat dari emas 22 karat dengan ragam hias sulur dan ditengahnya terdapat aksen intan.
  5. Pending, yaitu ikat pinggang pengantin perempuan dan laki-laki berbentuk lempengan emas berukuran 6 cm x 9 cm terbuat dari emas 20 karat. Kepala pending disebut badong yang diukir ragam hias daun, bunga, naga dan burung hong.
  6. Keris, digunakan oleh pengantin pria keturunan raja/bangsawan yang diselipkan dipinggang depan sebelah kanan dengan gagang dihadapkan keluar. Sarung keris ini terbuat dari emas 20 karat. Bila rakyat, menyematkan keris dibagian belakang tubuh sebagai tanda penghormatan pada atasan.
  7. Gelang Kepala Ulo, gelang berbentuk ular naga bersisik dan berpulir yang terbuat dari emas 24 karat juga taburan berlian. Gelang ini hanya digunakan pengantin perempuan pada lengan.
  8. Gelang Kecak, terbuat dari emas 24 karat berbentuk mata berukuran besar yang dihiasi pekatu polos dan persis ditengah kecak ada 2 tumpukan lingkaran berhias emas. Gelang kecak digunakan pada pangkal lengan yang digunakan oleh laki-laki maupun perempuan.
  9. Gelang Sempuru dan Gelang Kanu.
  10. Saputangan Segi Tigo, hanya boleh digunakan bangsawan yang terbuat dari beludru merah yang salah satu sisinya bertabur kelopak bunga melatu dari emas. Pada pinggirnya terdapat rantai dan juntaian bandul serta lempengan logam berbentuk wajik. Pada Aesan Gede Pria menggunakan saputangan pada jari tengah sebelah kanan, Aesan Pak Sangko Pria menggunakannya pada jari telunjuk sebelah kiri. Sedangkan perempuan pada kedua adat tesebut memakai pada kelingking sebelah kanan.

sebenarnya masih banyak lagi sampai ke songket, baik jenis maupun motif, gelang kaki (kepala nago, burung hong dll), sandal/terompah (cenela), celana hingga kutang yang nanti dibedakan lagi antara kutang angkinan dan kutang jadam. Cuma tentunya akan semakin rumit karena memiliki makna dan filosofi tertentu


Mahkota Aesan Gede Pria




Uploaded with ImageShack.us
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !!
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Old January 26th, 2012, 06:21 AM   #163
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

ini busana Aesan Gede dan Aesan Pak Sangko

Quote:
Originally Posted by Balaputradewa View Post
Songket Palembang menjadi material pokok dalam pakaian perkawinan dan telah dipergunakan sejak masa kejayaan Sriwijaya.
Berikut 2 jenis pakaian perkawinan adat Palembang.


Busana Aesan Gede





Busana Aesan Pak Sangko





Foto merupakan koleksi dan seizin:
Bpk. Sudianto, Staf Humas dan Protokol Kabupaten Muaraenim

Uploaded with ImageShack.us
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !!
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Old January 28th, 2012, 02:44 PM   #164
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

Galeri Songket Palembang
Terminal VVIP Bandara Int'l Sultan Mahmud Badaruddin II








Uploaded with ImageShack.us
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !!
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Old January 28th, 2012, 02:46 PM   #165
Budi_anduk
Satria Berkuda
 
Budi_anduk's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Location: Pangkalan Kerinci
Posts: 1,206
Likes (Received): 14

lukisan yang indah
Budi_anduk no está en línea   Reply With Quote
Old January 28th, 2012, 03:02 PM   #166
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

bukan lukisan, itu songket asli
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !!
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Old January 28th, 2012, 05:58 PM   #167
Budi_anduk
Satria Berkuda
 
Budi_anduk's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Location: Pangkalan Kerinci
Posts: 1,206
Likes (Received): 14

haha ane lagi oot
Budi_anduk no está en línea   Reply With Quote
Old February 2nd, 2012, 05:16 PM   #168
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 30,146

songket neh

Quote:
Originally Posted by MARINHO View Post
Penyerahan Surat-Surat Kepercayaan Duta Besar Retno Marsudi kepada Ratu Beatrix





__________________
welcome you participants the 3rd musi triboatton 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old February 3rd, 2012, 03:21 PM   #169
Kris18
Registered User
 
Kris18's Avatar
 
Join Date: Dec 2008
Posts: 3,839
Likes (Received): 41

wah dresscodenya busana songket Palembang ya?

Songket Bali

1



1
image hosted on flickr



3




4
__________________


mari lanjutkan pembangunan !
Kris18 no está en línea   Reply With Quote
Old February 3rd, 2012, 03:22 PM   #170
Kris18
Registered User
 
Kris18's Avatar
 
Join Date: Dec 2008
Posts: 3,839
Likes (Received): 41

Masih , Songket Bali

1




2



Tradisi tenun songket sampai ke Bali yaa
__________________


mari lanjutkan pembangunan !
Kris18 no está en línea   Reply With Quote
Old February 3rd, 2012, 06:13 PM   #171
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 30,146

Gw jadi inget, Tari Pendet itu pakai Songket juga
__________________
welcome you participants the 3rd musi triboatton 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old February 6th, 2012, 10:04 AM   #172
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

Songket Palembang Percantik Terminal VVIP Bandara Int'l SMB II






Uploaded with ImageShack.us
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !!
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Old February 14th, 2012, 06:07 AM   #173
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 4,897
Likes (Received): 446

sorry
__________________
Cintailah Pekerjaanmu maka:
"every day is a holiday"

Last edited by sherif_claude; February 14th, 2012 at 06:53 AM.
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old February 14th, 2012, 06:19 AM   #174
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 4,897
Likes (Received): 446

Quote:
Originally Posted by tjokro_ragazzo View Post


What for??

Kalo cuma sebagai kebanggaan, "Asli Indonesia", "Ini punya Indonesia", "Budaya Indonesia" yang diganung-gaungkan oleh org2 buta yg sok tahu, buat apa??

Apa dengan diakui, taraf hidup pengrajin songket meningkat? Atau akan tetap miskin melarat hasil tenunannya dibeli cukong dengan harga murah, kemudian dgn harga selangit...


setau saya tidak pernah tau dan dengar kalau ada penenun songket yang hidupnya melarat!!!



wikipedia songket
http://id.wikipedia.org/wiki/Songket

http://tenunpusako.com/id/beranda/galeri

http://thearoengbinangproject.com/20...-pandai-sikek/




Quote:
Revitalisasi Songket Lama Minangkabau
Penulis: Bernhard Bart
Pengantar: Edy Utama
Penerbit: Studio Songket ErikaRianti Padang, 2006
Quote:

Salah satu kekayaan tradisi di Minangkabau adalah corak tenun songket. Beragam rupa corak songket berkembang dengan baik di tengah masyarakat tradisi Minangkabau. Beberapa nagari di Minangkabau memiliki kekayaan corak dan rupa songket dan merupakan karya seni yang sangat kaya kadar filosofi, ajaran, dan nilai-nilai kehidupan.

Beberapa peneliti pernah mencatat, sekitar 90 lebih ragam corak pada kain songket lama Minangkabau telah muncul di ranah Minang. Namun, saat ini, corak-corak tersebut sudah jarang ditemui. Kalau pun ada, hanya sebagian saja dan terbatas pada corak-corak sederhana. Itu pun sudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak pasar dan massif. Bentuk dan coraknya tidak berkembang. Sementara, beberapa corak lainnya hampir hilang terkubur oleh zaman, bahkan tidak dikenal lagi oleh para penenun masa kini.

Corak songket Minangkabau yang telah langka (bahkan nyaris punah) itu, kini direvilatisasi oleh Bernhard Bart, 59 tahun, seorang arsitek berkebangsaan Swiss. Dia 10 tahun terakhir sangat intens meneliti corak-corak songket lama Minangkabau.


"Bagi saya, melihat sehelai kain songket tidaklah sekadar mengamati selembar kain yang ditenun dengan ribuan helai benang. Memandang sehelai kain songket, saya dapat melihat sebuah dinamika dalam proses kehidupan yang kompleks dan beragam."

Kalimat itu ditulis Bernhard Bart, 59 tahun, dalam introduksi buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau yang diterbitkan Studio Songket ErikaRianti Padang. Bernhard Bart adalah seorang warga Swiss, 10 tahun terakhir melakukan penelitian songket lama Minangkabau. Buku ini membentangkan secara luas dan detail perjalanan dan upaya Bart merevitalisasi motif-motif lama songket yang pernah berkembang di Minangkabau pada abad-19 hingga awal abad-20.

Songket sebuah nama dari bahasa Melayu untuk kain brocade yang ditenun di Indonesia dan Malaysia. Hingga Perang Dunia II, kain itu dikenal dengan nama kain makau. Tenun songket adalah seni kerajinan yang cukup tua di Nusantara dan masih bertahan hingga sekarang. Di Sumatra Barat, ada beberapa sentra tenun yang tetap produktif menghasilkan kain songket Minangkabau. Bertahannya produksi tenun ini, karena masih ada konsumen yang membutuhkan. Selain itu, faktor yang membuat tenun songket masih eksis karena masyarakat Minangkabau hingga kini masih kuat mempertahankan adat dan budayanya: kain songket menjadi properti yang wajib dalam setiap pelaksanaan upacara adat.

Namun demikian, kain songket Minangkabau yang beredar di pasaran pada saat sekarang ini hadir dengan motif sederhana, dikerjakan dengan mudah dan cepat karena pasar menjadi target utama. Sebaliknya, jarang ditemui kain songket Minangkabau yang ditenun dan dikerjakan dengan menabur motif lama yang unik dan cerdas, yang setiap motif memiliki makna mendalam menyangkut filosofi hidup.

Songket Minangkabau yang pernah ditenun oleh para penenun masa lalu, dapat disebut sebagai karya seni yang berkualitas tinggi. Motifnya unik, rumit, dan kaya makna. Songket lama Minangkabau memang sudah langka dan sulit ditemukan di pasaran. Jika ingin menemukannya, tentu bukan di toko-toko souvenir yang menjual busana adat, melainkan di toko-toko antik, museum, atau pada beberapa keluarga yang masih menyimpan kain songket lama sebagai warisan. Salah satu sumber yang memungkinkan untuk melihat kembali kain songket lama Minangkabau, yakni di Negeri Belanda, baik kain yang dikoleksi oleh museum maupun koleksi perorangan. Itupun jika belum rusak akibat situasi Perang Dunia II. Karena kekuasaan kolonial Belanda mempunyai kemungkinan untuk mengoleksi kain yang benar-benar tua di Indonesia. Kain songket lama yang masih bisa ditemukan pada beberapa keluarga telah berusia sekitar 100-150 tahun.

Buku Reviltalisasi Songket Lama Minangkabau, selain ditulis Bernhard Bart sebagai penulis utama, juga diperkaya oleh beberapa penulis, yaitu Rifky Effendy (kurator seni rupa), Alda Wimar (budayawan), Suwati Kartiwa (peneliti songket), Jupriani (dosen seni rupa UNP), Nasrul Azwar (aktivis budaya), dan diberi pengantar oleh Edy Utama (pengamat budaya Minangkabau).

Kain songket lama-yang nyaris jadi barang langka-di dalamnya terbaca perjalanan peradaban dan kehidupan masyarakat Minangkabau. Melalui motifnya yang begitu beragam, tergambar makna dan pesan-pesan adat, moral, nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu yang bersumber dari filosofi alam terkembang jadikan guru. Motif-motif tersebut terukir kuat, rapi, dan memperlihatkan tingkat kerumitan yang sulit dikerjakan oleh tukang tenun masa kini.

Pada awalnya, tahun 1996, Bernhard Bart terpesona memandang kain songket basa hitam dari Nagari Tanjung dan Koto Gadang yang dihiasi corak dan motif yang penuh dengan nilai kearifan adat Minangkabau. Kain basa hitam, saat itu hanya ditenun Hj. Rohani, satu-satunya penenun perempuan yang bisa menenun dengan teknik yang benar, yaitu sisinya kain dibalik, yang bagus ke bawah. Galibnya corak lama songket Minangkabau "tempo dahoeloe" memang ditenun dengan teknik seperti ini.

Setelah mengenal lebih dekat kain songket basa hitam pun ingin menemui penenunnya, Hj. Rohani, saat itu berusia 76 tahun. Dalam tradisi Minangkabau, kain songket basa hitam yang digunakan untuk tangkuluak (penutup kepala) oleh perempuan dan selendang oleh laki-laki (penghulu).

Latar pendidikan Bernhard Bart memang bukan berangkat untuk mendalami tenun songket, keahliannya di bidang arsitektur. Akan tetapi, karena kegemarannya berkeliling dunia dan berkunjung ke situs-situs sejarah dan sentra-sentra kerajinan rakyat di pelosok Nusantara ini-terutama kerajinan menenun-"memaksa" dirinya sejenak meninggalkan dunia arsitektur.

Bernhard menyadari, sepintas, tampaknya, hasil seni tenun dan arsitektur jauh berbeda, tetapi pada sisi cara bekerjanya hampir sama. Seorang arsitek, katanya, harus tahu tentang statik, teknik atau fungsi listrik, air, saluran, mutu bahan bangunan, aturan pemerintah, pengaruh warna kepada orang, mencari solusi yang harmonis di antara lingkungan, gedung, dan masyarakat yang tinggal/bekerja di dalam gedung itu.

"Saya hanya bisa berhasil dengan baik, kalau saya mendapat sebuah solusi yang optimal (tak pernah mungkin maksimal, selalu ada kompromi) bersama orang yang ingin membangun gedung. Hampir sama dengan seni tenun. Saya harus tahu fungsi alat tenun, seperti ATBM, alat tenun gedogang, sistem dobi, pelengkapan atau penambahan alat tenun (karok, sisir, turak, dan lain-lain), teknik tenun (ikat, songket, tapestry weaving dan lain-lain), mutu bahan (sutra ulat, katun, rami, polyester, benang makau, dan lain-lain)," paparnya.

Selain yang bersifat teknis tadi, tambahnya, kita harus memahami dengan baik sisi filosofi Minangkabau yang sangat berkait dengan adatnya. Kain songket ditenun sesuai dengan aturan fungsi dan tujuan penggunaannya (deta, selendang, sarung, ikek pinggang, dan lain-lain). Juga, ada corak yang spesifik atau unik dalam kain songket, misalnya, corak kepala kain ("tumpal-dobel", pucuak-rabuang timba baliak) hanya untuk selembar sarung, tak pernah untuk selendang. Semua ini harus diteliti/diperiksa sebelum menggambar kain songket Minangkabau dengan corak lama, yang nanti ditenun dengan tehnik yang dipakai penenun-penenun Minangkabau ratusan tahun sebelum masa kini. Semua memiliki kandungan filosofi.

Kini, Bernhard Bart telah menikmati hasil jerih payahnya. Paling tidak, untuk saat kini, lebih 1000 corak songket Minang telah dikembangkannya, dari yang paling sederhana (hanya 2 baris yang berbeda) sampai corak yang sangat rumit dengan 110 baris dan lebar sampai 260 "gigi" sisir tenun. Katanya, yang sebesar 260 "gigi" hanya ditemukan di dalam kain songket Koto Gadang yang sangat khas.

"Saya telah mencoba mendesain sendiri alat tenun yang bisa dipergunakan oleh penenun di Sumatra Barat, dan membuatnya dengan bantuan seorang tukang kayu yang cukup ahli. Beberapa alat tenun telah saya buat dan alat itu pun kini telah menghasilkan beberapa lembar replika kain songket lama. Sekarang, saya sudah punya mesin tenun sesuai dengan desain saya, dan juga mesin untuk menggintir benang dari sutra tunggal yang cukup kuat untuk losen dan pakan," ujar Bernhard Bart.

Pada awal penelitiannya, Bernhard Bart sudah mempunyai rencana untuk menghidupkan kembali corak lama songket Minangkabau. Jika tidak dilakukan semenjak sekarang, kekhawatiran punahnya tradisi menenun motif lama Minang akan terbukti. Dia melihat, kain tenun songket yang beredar di Sumatra Barat saat ini, motif-motifnya terasa membosankan karena sudah masuk dalam industri yang massif. Tidak ada perkembangan corak lagi. Komposisi kain tetap (statis), selalu sama: pinggir kiri-kanan lebar, di antaranya banyak pengulangan baris bercorak kecil. Tentu tidak jadi masalah jika dipakai untuk sarung atau selendang, karena pinggirnya harus sama lebar. Yang divariasikan dan selalu dikembangkan pada kain songket di pasaran saat ini adalah kain dengan warna yang kerap menggunakan warna tren pada masa kini. Hampir tidak terlihat warna yang menjadi tradisi Minangkabau, misalnya merah terang, merah hati, biru tua (indigo), kuning, coklat, dan lain sebagainya. Banyak hal harus diteliti lebih dulu untuk menenun kain songket seperti yang ditenun 100 tahun yang lalu.

Kehadiran buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau, paling tidak telah mengisi khasanah referensi tentang songket Minangkabau yang selama ini diisi Fables Cloths of Minangkabau (1991) karya John Summerfield, terbitan Santa Barbara of Art. Selain ditulis dalam bahasa Indonesia, buku Revitalisasi Songket Lama Minangkabau juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.***
Reputation



Quote:
Kilau Pesona Songket Minangkabau
Mungkin selama ini kita hanya mengenal kebudayaan Minang dari Rumah Gadang atau makanan khasnya - Rendang, tapi ternyata daerah yang terletak di Barat Sumatera ini mempunyai kebudayaan lain yang tidak kalah pentingnya untuk dijaga, yaitu songket.




“Songket Minangkabau merupakan songket terhalus yang pernah saya temui di dunia”. Itulah yang dikatakan Bernhard Bart, Peneliti Songket Minangkabau asal Switzerland, saat diwawancarai tentang songket Minangkabau oleh Tabloid Ibadah di acara Pameran Revitalisasi Songket Minangkabau, Bentara Budaya, Sabtu Siang (03/12).


Ia juga menyebutkan, dari hasil penelitiannya selama 10 tahun di sejumlah negara dan kota-kota penghasil songket di Indonesia, songket Minang merupakan songket yang sangat kaya dengan motif-motif bermakna simbolik dan filosofis.



”Jika kita perhatikan produk-produk budaya Minangkabau yang dihasilkan sekitar 100 tahun lalu, seperti hasil kerajinan songket, Minangkabau memang memiliki kualitas yang patut dibanggakan. Minangkabau pernah mencapai suatu fase perkembangan yang mampu menciptakan karya budaya yang kualitasnya melewati zaman penciptaannya,” Jelasnya.


Selain itu, saat ditanya mengenai sejarah keberadaan songket, Pria berumur 58 tahun ini tidak bisa memastikan sejak kapan songket Minangkabau ditemukan, “Tidak bisa dipastikan kapan, karena kain yang paling tua saja mungkin sudah berumur sekitar 200 tahun”. Terangnya. Sedangkan sejarah dari songket Minangkabau sendiri berasal dari kerajaan Sriwijaya yang kemudian dikembangkan melalui kerajaan Melayu sampai akhirnya masuk ke ranah Minang.
__________________
Cintailah Pekerjaanmu maka:
"every day is a holiday"

Last edited by sherif_claude; February 14th, 2012 at 06:54 AM.
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old February 14th, 2012, 06:45 AM   #175
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 4,897
Likes (Received): 446

Tenun songket canduang kab. Agam tersimpan di museum tekstil dunia california AS

http://melayuonline.com/ind/news/rea...eum-california


Songket Minang kuno padang magek yang sudah punah tersimpan di fowler muesum los angeles AS

http://www.facebook.com/note.php?not...22389767825198
__________________
Cintailah Pekerjaanmu maka:
"every day is a holiday"

Last edited by sherif_claude; February 14th, 2012 at 10:48 AM.
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old February 16th, 2012, 01:26 AM   #176
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 30,146

Songket Palembang Maju Berkat Mitra Binaan

Quote:
Jakarta - Usaha pembuatan dan pemasaran kain songket palembang yang dimiliki kakak beradik Rusnani dan Ruliawati semakin maju, setelah menjadi Program Mitra Binaan, berupa bantuan modal dari sebuah BUMN.

Rusnani dan Ruliawati menjalankan usaha kain tenun ini secara turun temurun. Songket palembang mulai berdiri sejak 1981, dan menjadi mitra binaan bank Mandiri sejak 2008.

Ruliawati, ketika ditemui Gatranews di arena Pameran Kain Tradisional Unggulan Nusantara yang dikelola Adi Wastra Indonesia, di JCC, Rabu (15/2), mengatakan, kegiatan ini membantunya dalam memasarkan songket palembang. “Yah, lumayan lah dari segi penjualan, pengunjungnya juga banyak, ini udah kedua kalinya kami pameran di sini,” ujar Ruliawati, di Jakarta, Rabu (15/2).

Ajang pameran menjadi sarana bagi produsen songket palembang ini untuk mempublikasikan produknya ke masyarakat luas. Pasalnya, songket palembang tidak memiliki galeri khusus. Selama ini mereka menjual kain songket ke toko dan Pasar 16 Ilir di Palembang. Selain itu, ada pembeli yang memesan langsung ke rumahnya.

Proses satu kain songket membutuhkan waktu seminggu sampai sebulan, tergantung kerumitan dan detail motif. Harga kain songket bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta.

Permintaan songket meningkat bila menjelang Hari Natal dan Peringatan HUT RI. Hal ini dikarenakan peminat utama berasal dari Medan. “Orang Palembang justru hanya menggunakan bila ada acara pernikahan,” ujar Ruliawati.

“Songket palembang memiliki karakter yang khas. Warna kain songket didominasi merah, biru, dan warna cerah lainnya. Namun, tidak jarang ada pelanggan yang memesan langsung sesuai warna kesukaannya,” ujar Rusnani.

“Motif songket palembang juga bernuansa kembang yang terlihat lebih cantik dan manis, berbeda dengan motif Jambi yang bernuansa burung dan motif lainnya,” ujar Rusliawati menambahkan.

Kain songket palembang menggunakan benang berwarna emas, perak dan tembaga. Ruliawati mengaku sudah tidak menggunakan benang asli seperti jaman neneknya dulu. “Sekarang benang yang asli sudah tidak ada, kalaupun ada harganya mahal, biasanya saya memesan dari Singapura,“ ungkapnya. [WS]
source: http://www.gatra.com/terpopuler/46-e...t-mitra-binaan
__________________
welcome you participants the 3rd musi triboatton 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old February 17th, 2012, 03:06 PM   #177
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 4,897
Likes (Received): 446

Songket Silungkang

http://info.indotoplist.com/?YldWdWR...lwWkQweU1qZz0=

http://songketsilungkang.com/songket-silungkang-ss4d/

Tenunan songket dari Pattani hingga Silungkang

Quote:
Sabtu, 27 Agustus 2011 - 22:29:25 WIB
Tenunan dan Songket Dari Pattani Hingga Silungkang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: pariwisata - Dibaca: 592 kali

Pattani adalah sebuah negeri yang berada di negara tetangga Indonesia yaitu Thailand. Sedangkan Silungkang adalah sebuah negeri yang berada di Kota Sawahlunto yang berjulukan Kota Mutiara Hitam di Sumatera Barat, Indonesia. Lantas di mana korelasi atau hubungan antara kedua daerah ini? Jawabannya adalah tenun dan songket. Kemudian, bagaimana ceritanya hingga ada hubungan demikian?
Sejak dulunya, semasa Thailand belum merdeka, Negeri Pattani sudah terkenal dengan batiknya. Batik tersebut diproduksi oleh tangan-tangan cekatan para petenun hampir di seluruh pelosok negeri itu. Kemudian batik tersebut disulap menjadi songket yang beranekaragam motif, ukuran dan model. Hingga dengan batik itu, nama Pattani dikenal orang di seluruh penjuru Thailand hingga pelosok.
http://www.silungkang.com/berita-110...ilungkang.html


Songket Pandai sikek untuk michelle obama

Quote:
Perancang muda Auguste Soesastro mendapat kesempatan untuk memberikan busana rancangannya sebagai cinderamata kenegaraan bagi Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama.

Busana rancangan Auguste itu menggunakan kain songket Pandai Sikek Sumatera Barat bermotif Limpapeh (simbol wanita Minang). Kain tenun itu merupakan hasil perajin binaan Rumah Pesona Kain (RPK). Kain yang digunakan dalam rancangannya itu berbahan organik.
http://matanews.com/2010/11/13/kain-...ichelle-obama/
__________________
Cintailah Pekerjaanmu maka:
"every day is a holiday"

Last edited by sherif_claude; February 18th, 2012 at 02:41 PM.
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old February 17th, 2012, 03:49 PM   #178
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 4,897
Likes (Received): 446

Beauty of the songket minangkabau





__________________
Cintailah Pekerjaanmu maka:
"every day is a holiday"

Last edited by sherif_claude; February 17th, 2012 at 03:59 PM.
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old February 28th, 2012, 06:29 PM   #179
tjokro_ragazzo
sup!
 
tjokro_ragazzo's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: KB - AB - B
Posts: 6,811
Likes (Received): 371

Quote:
Originally Posted by sherif_claude View Post


setau saya tidak pernah tau dan dengar kalau ada penenun songket yang hidupnya melarat!!!



wikipedia songket
http://id.wikipedia.org/wiki/Songket

http://tenunpusako.com/id/beranda/galeri

http://thearoengbinangproject.com/20...-pandai-sikek/


[SIZE="4"][COLOR="DarkRed"]


setahu anda. sebanyak apa Anda tahu? Data yang anda sajikan semua dari Minangkabau. tidak dapat mencerminkan keseluruhan Songket Indonesia.

Yang akan didaftarkan Songket Indonesia kan? Bukan Songket Minangkabau saja? Kalau begitu, tidak bisa didasari dengan data seperti itu saja.

daerah lain? Anda pernah mengunjungi pengrajin songket kalimantan barat? sudah liat dengan mata kepala anda sendiri? saya sudah dan mengalami sendiri.
__________________
stay awesome, still amazing
tjokro_ragazzo no está en línea   Reply With Quote
Old March 6th, 2012, 10:49 AM   #180
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

Songket, Jumputan dan Angkinan Palembang












Uploaded with ImageShack.us
__________________
Sabbesatta Bhavantu Sukhitata: Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia !!
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 05:42 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu