daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Surabaya



Reply

 
Thread Tools
Old May 26th, 2012, 06:09 PM   #13141
sbyctzn
gumiho
 
sbyctzn's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 9,081

Quote:
Originally Posted by Ebek21 View Post
Saya gak tahan untuk gak comment mengenai hal ini.

"Pembangunan Sby gak asal2an dan RTH masih banyak"

Ok, yg bilang Surabaya itu RTH (Ruang Terbuka Hijau)nya masih banyak, tolong tunjukkan dimana RTH Surabaya ?? Pemkot selalu menepuk dada, bilang RTH Sby sudah tercapai minimal 30% dll, berhasil dlm memproteksi lingkungan hidup, dll.

Coba tunjukkan deh di peta, mana RTH Surabaya yg 30%. Hijaunya dimana ? Dan sekarang berwujud apa ? Lalu ada jaminan bahwa itu akan masih tetap hijau di kemudian hari karena pembangunannya direncanakan dgn matang (tidak asal2an) ?

Saya bilang, di peta, bukan foto2 Jln Raya Darmo atau Jl Pemuda. Itu cuma pohon dan walaupun masuk RTH, tapi gak masuk hitungan karena kecilnya.

Sebetulnya postingan ini sama aja dgn membongkar borok kota sendiri di forum terbuka. Sesuatu yg saya sendiri sangat segan sebetulnya. Tapi kalau untuk kebaikan kota ini sendiri dan juga supaya kita gak selalu diselomoti oleh kabar2 bagus dan hal2 yg indah nan semu mengenai kota ini (sesuatu yg sering jg digunakan untuk menipu masyarakat yg emang gak ngerti atau gak mau ngerti), maka saya kira ini worthed.
30% itu mungkin kebanyakan di daerah barat dan timur kali ya Ebek...
Klo daerah pusat, utara, dan selatan memang sudah g ada lagi lahan yg banyak RTH nya.
Pusat RTH nya ya cuman pohon2 di tengah jalan macem Darmo, Diponegoro, Kertajaya, akses tanjung perak, mayjend sungkono dll, beberapa taman kota dan tentunya Taman Flora di Bratang dan KBS itu yg kelihatan menonjol banget RTH nya.
Klo daerah selatan yang masih banyak RTH nya ya daerah Jambangan, Gayungsari, daerah Golf A Yani dan hutan di belakang Kodam itu juga masih lebat dan luas banget.

Untuk daerah barat sepengetahuan saya, yang pernah 2 tahunan tinggal di Benowo, Tandes, dkk nya itu memang masih banyak wilayah hijau seperti di desa.

Nah kalau timur mungkin ya yang kehitung itu taman kebun bibit di Wonorejo, dan yang paling besar ya Hutan Bakau Wonorejo yang cukup luas (saya sering kesana waktu jaman kuliah dulu, memang asri, luas dan banyak banget pepohonan).

Just IMHO, 30% itu klo itung2an kasar dari saya memang benar...
Cuman titik2 lokasinya g banyak di pusat kota dan tidak berada di keramaian ato lokasi yg mudah orang dapat memberikan perhatian.
Jadi di Surabaya Pusat yang memang sangat mudah mendapat perhatian memang kelihatan kurang sekali RTH nya.

Makin menarik nih diskusinya, lanjut terus ya semua... Semoga ada pembisik2 ato orang pemkot yang intip2 forum kita ini .
Silahkan koreksi pernyataan saya klo ada yang salah
__________________

The Sunrise of Java

banyuwangitourism.com
sbyctzn no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old May 26th, 2012, 07:18 PM   #13142
thedaydreamer
ordinary jackass
 
thedaydreamer's Avatar
 
Join Date: Aug 2010
Location: surabaya
Posts: 390
Likes (Received): 33

Quote:
Originally Posted by sbyctzn

30% itu mungkin kebanyakan di daerah barat dan timur kali ya Ebek...
Klo daerah pusat, utara, dan selatan memang sudah g ada lagi lahan yg banyak RTH nya.
Pusat RTH nya ya cuman pohon2 di tengah jalan macem Darmo, Diponegoro, Kertajaya, akses tanjung perak, mayjend sungkono dll, beberapa taman kota dan tentunya Taman Flora di Bratang dan KBS itu yg kelihatan menonjol banget RTH nya.
Klo daerah selatan yang masih banyak RTH nya ya daerah Jambangan, Gayungsari, daerah Golf A Yani dan hutan di belakang Kodam itu juga masih lebat dan luas banget.

Untuk daerah barat sepengetahuan saya, yang pernah 2 tahunan tinggal di Benowo, Tandes, dkk nya itu memang masih banyak wilayah hijau seperti di desa.

Nah kalau timur mungkin ya yang kehitung itu taman kebun bibit di Wonorejo, dan yang paling besar ya Hutan Bakau Wonorejo yang cukup luas (saya sering kesana waktu jaman kuliah dulu, memang asri, luas dan banyak banget pepohonan).

Just IMHO, 30% itu klo itung2an kasar dari saya memang benar...
Cuman titik2 lokasinya g banyak di pusat kota dan tidak berada di keramaian ato lokasi yg mudah orang dapat memberikan perhatian.
Jadi di Surabaya Pusat yang memang sangat mudah mendapat perhatian memang kelihatan kurang sekali RTH nya.

Makin menarik nih diskusinya, lanjut terus ya semua... Semoga ada pembisik2 ato orang pemkot yang intip2 forum kita ini .
Silahkan koreksi pernyataan saya klo ada yang salah
okey skrg membahas masalah rth kota surabaya ya... amat menarik krn sy pnya bbrp data hasil studi waktu kuliah dulu yg menunjukkan klo rth kota surabaya emang sdh 30persen sesuai amanat undang2.. dan rth itu terdiri dari 20% rth publik dan 10%rth privat... rth publik artinya rth yg untuk kepentingan umum ( termasuk makam. taman. jalur hijau. lapangan. busem. waduk dll) yg kalo ditotal sdh mencapai 20,2 persen klo g salah .. sdgkn rth privat adalah rth yg merupakan milik perorangan. swasta dll termasuk jg rth di kawasan militer. industri. pelabuhan dll jg termasuk taman/ halaman di rumah kita msg2. kawasan perbelanjaan dll ... lapangan golf. jg termasuk) dan itu jumlahnya sdh 10 persen mngkn.

. n klo dinalar sbnrnya masuk akal jg... contohnya tiap bangun rumah pasti kita sisain halaman depan dan belakang rumah kita utk taman dll .. gak mungkin kan kita bangun semuanya.. ? atau ad yg bangun semuanya.. yg artinya ngelanggar aturan jg dan ad jg ketentuan jumlah lahan terbangun tiap kawasan yg harus menyisakan lahan terbuka utk resapan air... idealnya seperti itu.. bahkan skrg ketentuan rth tidak cuman lahan landed saja.. tapi green roof, green building, vertical garden jg bisa dihitung sbg rth..

contoh yg bagus misalnya gedung sampoerna di merr.. yg bikin green wall.. itu salah satu contoh bagus rth vertikal.. bahkan klo sby mau bikin vertical garden kayak yg mw dibikin di kawasan marina bay singapura ( sy taunya di masterplannya ada rencana itu.. terakhir ke singapura jg nengokin marina barrage yg seluruh atapnya dilapisin rumput.. dan ide menutupi semua kolom beton dengan tanaman rambat jg bisa dianggap sbg rth..( ini harusnya sgr diterapin jg di sby)...

dan kalo diliat dr peta tata ruang kota.. memang sebaran terbesarnya ad di wilayah pinggiran kota dgn dominasi utama di kawasan pantai timur surabaya.. tapi hal ini tidak berarti di kwsn pusat sby rthnya tidak ada.. klo saya bilang sih masih ada cman msh krg.. dan hal ini harusnya bisa diintensifkan dgn menambah rth landed maupun rth vertikal sebanyak2nya IMHO

Last edited by thedaydreamer; May 26th, 2012 at 07:25 PM.
thedaydreamer no está en línea   Reply With Quote
Old May 26th, 2012, 07:45 PM   #13143
vankovic
Z E N
 
vankovic's Avatar
 
Join Date: Nov 2011
Location: Soerabaia Haven
Posts: 762

Mengenai RTH saya punya data dari Bapekko (thn2010),, sekarang mungkin udah bertambah (ato mungkin malah berkurang??)


vankovic no está en línea   Reply With Quote
Old May 26th, 2012, 08:00 PM   #13144
thedaydreamer
ordinary jackass
 
thedaydreamer's Avatar
 
Join Date: Aug 2010
Location: surabaya
Posts: 390
Likes (Received): 33

Quote:
Originally Posted by vankovic
Mengenai RTH saya punya data dari Bapekko (thn2010),, sekarang mungkin udah bertambah (ato mungkin malah berkurang??)
wah lngkp jg datanya.. dan dari data ini jg tidak menyebutkan lahan rth di kawasan pelindo dan kwsn militer.. pdhl sy yakin dsana rthnya jg bnyk.. kbrnya rth di kawasan2 tsb tidak dimasukkan krn termasuk Zona khusus dan tidak diatur / tidak mau diatur ikut ketentuan pemerintah kota.. dan memang dirahasiakan tata guna lahannya krn menyangkut keamanan obyek vital.. jd klo lahan2 rth disana diitung jg pasti lmyn buat nambahin rrh kota
thedaydreamer no está en línea   Reply With Quote
Old May 26th, 2012, 08:53 PM   #13145
MinImaX
Top Top
 
MinImaX's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Sėshuǐ (スラバヤ)
Posts: 694
Likes (Received): 2

Lajur sepeda itu untuk apa, untuk siapa, dan untuk kapan penggunaannya? Kok rasanya kalau tujuannya untuk peralihan moda transportasi tidak terlalu signifikan. Siapa juga yang mau panas2 di tengah jalan dengan aroma asap dan debu dalam waktu yang cukup panjang, dan resiko tinggi untuk kena cium kendaraan. Tanda pembatasnya yang bergerigi lumayan juga untuk menambah pendapatan pemilik usaha ban . Seingat gw di China pengendara sepeda malah dianjurkan naik trotoar.

Begitu juga dengan car free day meskipun hari Minggu, memang benar di kawasan itu polusi berkurang, tapi di kawasan lain polusinya bertambah karena jadi lebih padat. Sama saja dengan memindahkan polusi ke tempat lain, kalau sudah ada transportasi masal yang layak bolehlah dibuat car free day hari Minggu di semua jalan utama di Surabaya.

Tidak adanya transportasi masal membuat pedestrian way sampai sekarang tidak signifikan jumlah penggunanya, saat ini bisa dianggap proyek sia-sia menghabiskan anggaran.

Cagar budaya biasa yang menghalangi pembangunan juga perlu dibongkar seperti viaduk Sulawesi, juga hotel Olympic di Urip yang mestinya ada rencana dibuat underpass itu sejarahnya apa ya? cagar budaya biasa yang tidak menghalangi pembangunan & Cagar budaya level dunia tidak boleh dibongkar. Lalu cagar budaya yang sudah hancur, seperti Stasiun Surabaya Kota (Semut) tidak perlu dibangun lagi karena sejarah sudah hilang tidak bisa diganti dengan yang baru.

Oya betul wangweijie84 yang persimpangan kereta api terutama jalur padat seperti persimpangan Wonokromo, Margorejo, Jemur perlu segera dibuat elevated. Penyebab kemacetan! Pernah lewat di Margorejo pas traffic light hijau, 1 detik kemudian jadi merah karena sepur lewat, lalu setelah palang naik, traffic light tetap merah cukup lama, yang bikin programnya kurang pintar ini.

Mau komentar tentang pendapat Ebek21 juga, intinya gw setuju. Taman2 di Liuzhou besar2 ya, yang seluas KBS ada sedikitnya 5 biji, apakah itu termasuk obyek wisata yang mana kita bisa jalan2 santai seperti di Taman Bungkul Surabaya yang cuma bisa duduk2 santai? Kota Liuzhou ini masuk daerah otonomi khusus ya? Ini kalau mau lihat taman2 di pusat kota Liuzhou:
http://wikimapia.org/#lat=24.3144595...9&z=15&l=0&m=b
MinImaX no está en línea   Reply With Quote
Old May 26th, 2012, 09:08 PM   #13146
huahaha
Registered User
 
Join Date: Apr 2009
Location: lala
Posts: 190
Likes (Received): 47

Quote:
Originally Posted by fath90 View Post
Lizhou..
hmm, pertama kali dengar dan lihat fotonya ya di thread ini.
My opinion at the first sight :
1. Jelek, meski pembangunannya cepat tp terkesan asal bangun, dan asal jadi.
2. Kurang RTH, kurang hijau dan asri. Kalau saja Lizhou beriklim tropis, pasti bisa kebayang bgmn panasnya kota itu.
3. Secara Lizhou berada di RRC, tanah adalah milik negara. Jd, ya gampang aja buat mereka untuk gusur sana-sini dan bikin gedung baru. Biarpun begitu massive pembangunannya, tetep aja kelihatan amburadul.

Saya lebih suka pembangunan Surabaya. Meski terasa lambat merayap, tapi ga asal-asalan. Gedung tinggi cuma dikit, RTH masih banyak, lihat aja kampung-kampung Surabaya sekarang... hijau dan asri. Sebagai kota di negara berkembang, keadaan Surabaya bisa dibilang cukup layak dan nyaman untuk dihuni. Thanks.
bro.. yang saya tau, tata kota di china jauh lebih profesional dibanding surabaya, sorry no offend. pemerencanaan jalur hijau, sistem downtown dan sistem pedastrian yang lebih jelas dan terencana, satu lagi, 30 tahun lalu kota2 kecil seperti di liuzhuo china hampir tidak ada jalan besar dan rata2 mereka masih seperti pemukiman kumuhh yang berdempetan, jika di bandingkan dengan tata kota surabaya 50 thaun yang lalu, saya yakin untuk menata surabaya, akan jauh lebih mudah, dan bilamana pemerintahan china bisa membuat kotanya seperti sekarang ini, itu sudah termasuk pekerjaan yang sangat luar biasa,.. yang mana pemerintah kita di indonesia nga mungkin bisa menandinginya. surabaya adalah kota ke dua terbesar di indonesia, bila mau di bandingkan harusnya seperti kota kedua di china juga (shanghai), sistem pembangunan di china sudah merata sampai ke pedalaman bro... seharusnya kita jangan terlalu membela diri, kita harus mengakuinya dan berusaha mengejar ketingalan kita. sorry kalo ada yang kurang setuju.
huahaha no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 02:56 AM   #13147
sbyctzn
gumiho
 
sbyctzn's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 9,081

Quote:
Originally Posted by thedaydreamer View Post
okey skrg membahas masalah rth kota surabaya ya... amat menarik krn sy pnya bbrp data hasil studi waktu kuliah dulu yg menunjukkan klo rth kota surabaya emang sdh 30persen sesuai amanat undang2.. dan rth itu terdiri dari 20% rth publik dan 10%rth privat... rth publik artinya rth yg untuk kepentingan umum ( termasuk makam. taman. jalur hijau. lapangan. busem. waduk dll) yg kalo ditotal sdh mencapai 20,2 persen klo g salah .. sdgkn rth privat adalah rth yg merupakan milik perorangan. swasta dll termasuk jg rth di kawasan militer. industri. pelabuhan dll jg termasuk taman/ halaman di rumah kita msg2. kawasan perbelanjaan dll ... lapangan golf. jg termasuk) dan itu jumlahnya sdh 10 persen mngkn.

. n klo dinalar sbnrnya masuk akal jg... contohnya tiap bangun rumah pasti kita sisain halaman depan dan belakang rumah kita utk taman dll .. gak mungkin kan kita bangun semuanya.. ? atau ad yg bangun semuanya.. yg artinya ngelanggar aturan jg dan ad jg ketentuan jumlah lahan terbangun tiap kawasan yg harus menyisakan lahan terbuka utk resapan air... idealnya seperti itu.. bahkan skrg ketentuan rth tidak cuman lahan landed saja.. tapi green roof, green building, vertical garden jg bisa dihitung sbg rth..

contoh yg bagus misalnya gedung sampoerna di merr.. yg bikin green wall.. itu salah satu contoh bagus rth vertikal.. bahkan klo sby mau bikin vertical garden kayak yg mw dibikin di kawasan marina bay singapura ( sy taunya di masterplannya ada rencana itu.. terakhir ke singapura jg nengokin marina barrage yg seluruh atapnya dilapisin rumput.. dan ide menutupi semua kolom beton dengan tanaman rambat jg bisa dianggap sbg rth..( ini harusnya sgr diterapin jg di sby)...

dan kalo diliat dr peta tata ruang kota.. memang sebaran terbesarnya ad di wilayah pinggiran kota dgn dominasi utama di kawasan pantai timur surabaya.. tapi hal ini tidak berarti di kwsn pusat sby rthnya tidak ada.. klo saya bilang sih masih ada cman msh krg.. dan hal ini harusnya bisa diintensifkan dgn menambah rth landed maupun rth vertikal sebanyak2nya IMHO
jd maksudny 30% RTH yg dicapai pemkot itu belum termasuk RTH Privat seperti hutan milik kodam di belakang kodam itu?
Wah jd klo ditotal semua bisa 40% tuh? CMIIW

Quote:
Originally Posted by MinImaX View Post
Lajur sepeda itu untuk apa, untuk siapa, dan untuk kapan penggunaannya? Kok rasanya kalau tujuannya untuk peralihan moda transportasi tidak terlalu signifikan. Siapa juga yang mau panas2 di tengah jalan dengan aroma asap dan debu dalam waktu yang cukup panjang, dan resiko tinggi untuk kena cium kendaraan. Tanda pembatasnya yang bergerigi lumayan juga untuk menambah pendapatan pemilik usaha ban . Seingat gw di China pengendara sepeda malah dianjurkan naik trotoar.

Begitu juga dengan car free day meskipun hari Minggu, memang benar di kawasan itu polusi berkurang, tapi di kawasan lain polusinya bertambah karena jadi lebih padat. Sama saja dengan memindahkan polusi ke tempat lain, kalau sudah ada transportasi masal yang layak bolehlah dibuat car free day hari Minggu di semua jalan utama di Surabaya.

Tidak adanya transportasi masal membuat pedestrian way sampai sekarang tidak signifikan jumlah penggunanya, saat ini bisa dianggap proyek sia-sia menghabiskan anggaran.

Cagar budaya biasa yang menghalangi pembangunan juga perlu dibongkar seperti viaduk Sulawesi, juga hotel Olympic di Urip yang mestinya ada rencana dibuat underpass itu sejarahnya apa ya? cagar budaya biasa yang tidak menghalangi pembangunan & Cagar budaya level dunia tidak boleh dibongkar. Lalu cagar budaya yang sudah hancur, seperti Stasiun Surabaya Kota (Semut) tidak perlu dibangun lagi karena sejarah sudah hilang tidak bisa diganti dengan yang baru.

Oya betul wangweijie84 yang persimpangan kereta api terutama jalur padat seperti persimpangan Wonokromo, Margorejo, Jemur perlu segera dibuat elevated. Penyebab kemacetan! Pernah lewat di Margorejo pas traffic light hijau, 1 detik kemudian jadi merah karena sepur lewat, lalu setelah palang naik, traffic light tetap merah cukup lama, yang bikin programnya kurang pintar ini.

Mau komentar tentang pendapat Ebek21 juga, intinya gw setuju. Taman2 di Liuzhou besar2 ya, yang seluas KBS ada sedikitnya 5 biji, apakah itu termasuk obyek wisata yang mana kita bisa jalan2 santai seperti di Taman Bungkul Surabaya yang cuma bisa duduk2 santai? Kota Liuzhou ini masuk daerah otonomi khusus ya? Ini kalau mau lihat taman2 di pusat kota Liuzhou:
http://wikimapia.org/#lat=24.3144595...9&z=15&l=0&m=b
proyek lajur sepeda itu proyek g jelas.
Itu cuman buat nyenengin warga surabaya aja, dan cuman dipake pajangan aja...
Proyek buang2 duit, mana duitnya yang dibuang nanggung lagi... Pelit banget.
Jadinya ya serba nanggung.
Mau dipake pajangan tapi jelek banget, mau bener2 difungsikan jadi lajur sepeda proyeknya g niat banget
mending tidak usah deh menurut saya
sbyctzn no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 05:09 AM   #13148
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 23,333
Likes (Received): 5496

wah salut banget liat Lizhao. berulang kali saya liat ulang pics perkembangannya dr thn 70-an. Dr tahun 90-an ke tahun 2008 aj dah berkembaaang bgt
buat iri aja. Knpa ya pemerintah di RI belum memiliki fikiran yg semaju pemerintah China.
Harusnya kota-kota berpenduduk padat di Indonesia bisa meniru Lizhao. Kawasan kumuh harus digusur buat dibangun RTH atau sesuatu yg lebih komersial dan bermanfaat, penduduknya dikasih subsidi rumah susun murah.

Di Indonesia profesi sebagai "nelayan" berada di posisi mata pencaharian dgn nilai penghasilan yg rendah, so fenomena yg tidak bisa dihindari adalah jejeran rumah nelayan yg kumuh dan tidak sehat berada dikawasan pesisir. Klo di Medan kawasan perumahan nelayan juga kumuh dan bau ikan asin, apalagi perkampungan nelayan dan kawasan hunian ribuan buruh (kawasan industri medan) berdekatan. Walaupun setauku sih ad banyak rumah susun di kawasan tsb. Ttp pusat kota Medan tidak terletak di pinggir laut ttp menjorok 20KM ke daratan. Plusnya pusat kota lebih terbebas dr yg kumuh-kumuh dan minusnya perhatian Pemkot ke kawasan Medan Utara (daerah pelabuhan) sangat minim sehingga yg kumuh2 itu terus dan terus ada
apalagi jakarta liat muara angke itu

salut bgt dgn Lizhao..


Quote:
(Antara/m risyal hidayat) Sejumlah perahu layar mengikuti lomba balap perahu layar di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, Jatim, Sabtu (26/5). Lomba yang diikuti 60 peserta nelayan Surabaya dan Madura tersebut dalam rangka memeriahkan hari jadi kota Surabaya (HJKS) ke-719 yang juga untuk membangkitkan perahu tradisional.
http://www.analisadaily.com/news/rea.../#.T8Ghz3KCrMw
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams


Last edited by rahul medan; May 27th, 2012 at 05:42 AM.
rahul medan no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 07:51 AM   #13149
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791

Terima kasih untuk yg sudah coba jawab pertanyaan saya dan menyediakan data2 atau hasil pengamatan visual. Kurang lebih ya jawaban seperti ini yg saya perkirakan.

Pemkot selalu menepuk dada sudah mencapai RTH 30% dari luas kota Surabaya. Mungkin menurut hitung2an Pemkot, yg saya yakin pasti ada dasar hitungannya, benar sudah tercapai (atau tidak, sapa yg tahu ??).

Tapi kalau mau lebih kritis, tidak perlu ahli statistik atau ahli lingkungan hidup atau keliling2 kota untuk melihat "RTH 30%" ini (walaupun saya pernah blusukan di tengah2 kolam2 tambak di Wonorejo , sayang gak kepikir ambil fotonya). Mari saya ajak jalan2 keliling Google Earth (sorry Wikimapia dan Google Maps gak bisa dibuka disini, padahal lebih praktis sebetulnya).



Ini foto satelit kota Sby thn 2010 dan 2011 (campuran), mestinya sangat update. Sekali lihat saja sudah tahu, hijau2nya tidak ada 30%. Dan berapapun persentase yg sebenarnya, saya yakin dari angka itu, sebagian besar berada di area Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) yg membentang dari area Pakuwon City sampai ke area Gununganyar. So, mari kita fokus ke daerah sini dulu.



Mari kita lihat sebentar Pamurbaya ini kondisinya seperti apa skrg. Ini zoom saya untuk Pamurbaya daerah Keputih sampai Sukolilo (daerah tengah). Loh, hutan bakau (mangrove) kok kayak lapangan sepakbola, kotak2 gt ? Karena apa yg disebut2 sebagai hutan mangrove/bakau yg dibangga2kan Sby itu skrg ini tidak lain sudah menjadi tambak udang. Ratusan atau seribuan petak lebih (saya gak ngitung, kalo ada yg tertarik, boleh dihitung sendiri deh).



Ini foto satelit Pamurbaya wilayah Pakuwon City. Sama aja kan. Kotak2 juga. Pakuwon City pun asalnya juga dibangun diatas kotak2 lahan tambak udang ini.





Kebetulan sekali untuk daerah Pakuwon City ini, saya pernah potret petak2 kolam tambak ini dari Eastcoast Residence. Beruntung sekali saya bisa dapat foto ini sehingga kita semua bisa bandingkan, sebenarnya apa sih hutan mangrove itu aslinya (lihat foto kedua di area yg pinggir laut, yg masih alami belum sempat diutik2) dan bagaimana setelah dibabat habis oleh petambak Surabaya.



Oke, ternyata hutan mangrovenya sudah menjadi tambak udang. Lalu kenapa memangnya ? Lihat di foto satelit yg sudah saya zoom ini. Pohon2 bakaunya hanya ada di sekeliling tambak, seakan memagari petak2 tambak tsb. Pohon bakau yg semula ada di area kolam tambak tsb, sudah habis dibabat oleh yg punya tambak. Dan ini sudah sejak paling gak 40 tahun yg lalu.



Ini foto satelit sepanjang sungai Wonorejo. Bisa dilihat sepanjang sungai tsb, vegetasi mangrovenya masih sedikit kelihatan, walaupun sudah parah juga. Ohya, lupa bilang, selain dibabat untuk tambak udang, pohon mangrove (bakau) ini juga ditebangi untuk dijadikan kayu bakar. Kayu bakau terkenal sebagai kayu dgn kualitas terbaik karena kerasnya. Untuk dijadikan arang, lebih bagus dr batok kelapa.

Kalau dibuat "wisata hutan bakau", di sepanjang sungai ini kita dikibuli seakan2 masih hijau, padahal kalau saja mau mendarat, dan melihat lebih ke dalam, yg dilihat tidak lain tidak bukan hanya hamparan kolam2 tambak udang.



Ini wilayah yg selatan, di daerah Medokan sampai dekat Gununganyar Kondisinya sama aja dgn yg diatas.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 08:22 AM   #13150
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791

Seriously, pembabatan hutan mangrove dengan skala sebesar ini (ribuan hektar), di tengah kota sebesar ini (kota terbesar kedua di Indonesia), di depan mata pejabat2 kota dan jutaan penduduk kota (lokasinya gak jauh2 banget dr pusat kota) dan untuk jangka waktu selama itu (sudah 40 tahunan lebih, hasil omong2 dgn penduduk situ) adalah BIG CRIME.

Bukan hanya pembabatan ini dibiarkan saja, tapi dengan bangganya kawasan ini masih dihitung sebagai RTH. Menurut saya, bener2 gak tahu malu Pemkot itu.

Kalo bicara DPR, lebih lucu lagi. Pernahkah petambak2 ini dipanggil hearing ke dewan untuk mempertanggungjawabkan kriminalitas ini ? Yg bolak balik dipanggil adalah Pakuwon Jati selaku pengembang Pakuwon City yg dianggap merusak lingkungan. Mengenai PJ, ntar saya singgung lagi, saat ini fokus dulu di tambak2 ini.

OK, lalu siapa petambak2 ini ? Petak2 tambak sebanyak dan seluas itu milik siapa ? Milik segelintir orang (jumlahnya gak lebih dr 50 orang) yg berprofesi juragan2 udang. Turun temurun mereka menguasai lahan ini tanpa tersentuh hukum. Bayar pajak gak ? Pajak Bumi Bangunan untuk lahan seluas ribuan hektar itu ? Pajak penghasilan untuk hasil udangnya ? Boro2 bayar, ngerti pajak aja kagak. Saya tahu ada beberapa forumer yg bekerja di kantor pajak di SSCI ini, mungkin bisa kasih tambahan keterangan tentang bagaimana seharusnya perlakuan pajak terhadap juragan2 ini dan bisa dicek jg berapa penghasilan negara yg hilang gara2 pajak ini selama puluhan tahun tsb.

Sorry saya terpaksa singgung dikit mengenai pajak. Kita warga kota sama2 bayar pajak, tapi ada yg gak tersentuh pajak. Padahal gaji pegawai negeri itu dibayar pake pajak warga. Dan saya gak rela kalo pajak saya dipake walikota untuk nyapu sampah2 pasar liar yg pedagang2nya aja gak bayar pajak dan bikin rusuh keindahan kota. Bukan hanya gak bayar pajak, tapi juga menarik iuran gelap yg mestinya masuk kas negara. Saya rasa, semuanya sependapat kan kalo negara itu hidupnya dari pajak ?

Juragan2 udang ini ada di sepanjang Pamurbaya. Mulai dr Rungkut, sampai Sukolilo, Wonorejo, dan Keputih, sampai Kenjeran. Orang melarat ? Juragan kecil ? Coba aja datangi mereka di tempat mereka terima setoran udang, dan cek laci mereka. Gw melihat dgn mata kepala sendiri bagaimana mereka ngitung duit belasan juta uang cash. Mobilnya mewah2, Odyssey dll. Tapi rumahnya di kampung2 yg identik dgn kekumuhan.

Yg setor udang ? Orang2 dekil yg naik sepeda pancal, motor butut, tua2, bawa sejerigen udang, tiap hari setor. Boleh ditanyakan apa benar mereka mendapat penghasilan setara atau lebih UMR tiap bulannya. UMR itu apa aja gak bakal mereka tahu. Dan FYI, ratusan/ribuan orang hidup dgn bermata pencaharian penyetor udang ini, baik yg punya tambak kecil2an hasil sewa dr juragan besar, atau memang sebagai pekerja dr juragan besar ini.

Bicara produktivitas, tambak2 ini rendah sekali produktivitasnya, karena hampir semuanya adalah tambak tradisional, yg mengandalkan pasang surut air laut dan mengandalkan tingkat kepadatan yg rendah. Klop sudah, lingkungan hidup ribuan hektar hancur untuk hasil udang yg tak seberapa, dan semuanya masuk ke kantong2 gelap tanpa kontribusi sedikit pun ke negara.

Pembangunan yang tidak asal2an ? Berarti pengrusakan kawasan Pamurbaya ini adalah pembangunan yg direncanakan dong.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 08:40 AM   #13151
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,889
Likes (Received): 94

Ternyata itu tambak udang, gua pikir apa petak2x itu keliatan di google map. So hutan mangrove nya nggak luas, banyak yg hilang. So kampung nelayannya dimana ya?
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 08:51 AM   #13152
sbyctzn
gumiho
 
sbyctzn's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 9,081


tambah pusing nih bu Risma....
__________________

The Sunrise of Java

banyuwangitourism.com
sbyctzn no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 09:17 AM   #13153
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791

Nah mari kita lihat (bahasa Jawane "dipetani" ) satu2, dimana aja sih RTH Surabaya itu, atau lahan kosong di Sby yg katanya menyumbang 30%.



Boezem Morokrembangan. Saban kali lewat situ, selalu geleng2 kepala. Baca postingan saya tahun tgl 31 Okt 2008 disini. Mestinya sejak pengerjaan bersih2 skala besar ini, kondisinya sudah jauh membaik. Itu asumsi saya. Tapi kenyataan thn lalu lewat situ, ckckck. Parah abis. Tapi kalau dipikir wajar jg. Selama kampung2 luar biasa padat dan kumuh itu (lihat foto satelit) tetap disitu, jgn pernah berharap boezem ini jadi bersih.



Benowo, sekitaran Stadion Gelora Bung Tomo. Pertama2, pembangunan stadion itu sendiri aja udah nggak karu2an, kurang koordinasi, seperti bangun stadion di tengah tambak tanpa jalan akses yg layak. Dan sampai hari ini serah terimanya belum jelas atau apa gt. Mgkn yg lain bisa tambahin. Oya, bau sampahnya gimana ? Sudah mulai dibangunkah tempat pengolahan sampah terpadu itu ? Proyek simpel yg carut marut gak jelas.

Disekitar stadion ini adalah lahan tambak garam yg luasnya ratusan hektar. Setali tiga uang dgn tambak udang di Pamurbaya, lahan tambak garam ini pun dikuasai oleh juragan2 garam. Dan digarap oleh buruh2 migran dr Madura. Kisah mereka pernah diangkat di Jawapos entah berapa thn lalu. UMR ? Mimpi kali. Kontribusi ke negara ? Tanyain aja bayar pajak nggak tuh. Produktivitas ? Itu tambak garam tradisional dgn peralatan sangat tradisional, tak perlu ditanyakan lagi rendahnya produktivitasnya. Sudah berapa lama aktivitas ini berlangsung ? Yg ini saya gak pernah tanya hehe, tapi yg jelas sudah sangat lama.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 09:34 AM   #13154
andry.mulyono
BANNED
 
Join Date: Jun 2010
Location: Jakarta
Posts: 1,448
Likes (Received): 216

Well turut nimbrung, sebagsinputra daersh surabaya.

Kl mau d bandinhin dengan kota lain d indonesia, surabaya termasuk kota ygnpaling nyaman dengan ke asri an, lahan hijau serta taman kota yg outstanfing (pengamatan saya dan teman2 saya yg seslesai mengunjungi surabaya.)

Saat ini masih blum sangat urgent pembangunan sistem transportasi masal d surabaya, mengingat kepadatan lalin nya masih normal. Tapi bagaimana ke depan nya? Sangat penting. Dan sistem transportasi masal yg nyaman jg sangst mendukung dunia pariwisata

Saya merasa bahwa pemertahanan ruang hijau, daerah nelayan, theme park dunia, sistem transportasi massl. Semua demia 1 kata kemajyan tourism d surabaya.

Surabaya membutuhkan identitas kota nya. Sebagai kota perdagangan. Dan kampung nelaysn merupakan salah satu identitas awal kota yg cukup authentic. Bagaimana lingkungan ini bisa terbentuk dengan indah, akan mendatangkan devisa yg luar niasa untuk tourism d surabaya. Bagaimana ukm merrka bs lebih kreatif mengembangkan usaha mereka. Saat ini kliatan tidak kreatif krn tidak ada tantangan buat mrteka untuk mengasahkekreatifan mereka, dengan adanya persaingan dan keyerjeputan, maka mrteka akan mengkreatifkan ukm merrka dengsn sendiri

Taman ria kenjeran, itulah yg harus diselesaikan. Mengenai adanya bangunan yg tampak aneh seperti heaven of temple, seperti nya merupakan salah satu daya wisata sebagai simbol diversity kota in8, bs d kembangkan dengan tempat ibadah agama lain, yg hidup berdampingan dan bangunan yg unik yg memecahkan rekor dunia.... maka akan menjafi sumber devisa negara lagi
andry.mulyono no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 09:42 AM   #13155
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791



Kalau gak salah, ini adalah satu2nya lahan hijau yg masih tersisa di Benowo, dekat perbatasan Gresik. Itupun kemungkinan sudah dimiliki oleh Citraland, mengingat wilayah di timurnya adalah Citraland. Kalaupun bukan Citraland, mgkn sudah dimiliki pengembang lain. CMIIW. Intinya bentar lagi habis juga RTH ini.



Ini benar2 lahan yg masih hijau di Sambikerep. Tapi sudah dikuasai oleh Intiland, untuk proyek Graha Natura. Habis lagi kan RTH satu lagi. 100 ha lebih loh.



Kalau yg ini saya kira sisa lahan cukup besar satu2nya di Lakarsantri, daerah Menganti situ. Yg kearah timur sudah habis dibagi2 Wisata Bukit Mas (I dan II), Royal Residence, dan Prambanan Residence. Utaranya sudah Citraland. Tinggal tunggu waktu juga habis pula lahan ini. Mgkn skrg pun sudah dimiliki pengembang entah yg mana.

Pembangunan proyek properti memang menyediakan hunian untuk rakyat. Tapi yg gak dipikir itu adalah pemborosan lahan yang luar biasa besar untuk proyek2 landed house. Singkatnya, lahan seluas itu bisa ditinggali berapa banyak penduduk kalau dibangun hunian vertikal. 2000 ha lahan Citraland itu 6% dari luas Sby. Asumsikan ada 10,000 KK disana, masing2 4 org, ada 40,000 penduduk. Itu hanya 1,3 % dari penduduk Sby (asumsi 3 juta). Itupun saya tahu banyak banget rumah yg gak dihuni, jd mustahil penduduknya segitu. Sama aja dgn proyek Pakuwon City 600 ha, Pakuwon Indah 200 ha, dll. Semua boros lahan sekali. Di China, rumah2 landed house gini sangat mahal sekali di kota besar. Sebutannya sudah bukan rumah lagi, tapi villa. Harganya minimal 5 kali lipat harga apartemen.

Belum lagi dampaknya terhadap lingkungan hidup. Landed house, baik yg di kampung atau di rumah mewah, hitung aja pemakaian air tanahnya berapa. Gak heran kota Sby ini diperkirakan nyungsep kayak Jkt di berapa tahun kedepan, karena permukaan air tanah turun.

So, ini pembangunan yg tidak asal2an ? Jadi sudah jelas konsepnya, semua pembangunan kota diarahkan ke landed house dgn "sedikit" gedung2 tinggi sebagai dekorasi ? Just joking.

Disini sudah masuk domainnya pemerintah. Pengembang hanya memanfaatkan celah aturan yg ada, ditambah lagi kultur masyarakat yg enggan berubah.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 09:56 AM   #13156
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791



Kompleks makam Kembang Kuning, terbesar di Sby, jauh lebih besar daripada TMP Mayjen Sungkono dan Ngagel. Peninggalan Belanda, sama seperti pohon2 gede di sepanjang jalan Darmo, Pemuda dll yg sudah ada sejak jaman saya belum lahir. Kalaupun ada penambahan, ya hasil pekerjaan pemerintah jaman dulu. Bukan kontribusi pemerintah beberapa periode terakhir.



Lahan sebelah kiri (dan bawah ?? CMIIW) adalah lapangan tembak Marinir Surabaya di daerah Putat. Yg kanan itu lapangan golf A. Yani. Memang ini kompleks militer. Tapi gak perlu dipikir dua kali untuk mengetahui andai saja ini bukan kompleks militer, sudah dari dulu dibabat habis oleh pengembang untuk dijadikan kompleks komersial atau warga sekitar untuk perluasan kampung. Lokasinya kan super strategis. Lahan ginian dimasukkan RTH, emang seandainya militer mau bangun apa2 disitu, bisa Pemkot mencegah ??
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 10:01 AM   #13157
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,388
Likes (Received): 62

Soal pemukiman kumuh kayak di Wonokrembangan, Tunjungan, dan lain-lain sepertinya sudah sangat sulit dibersihkan karena mereka sudah punya sertifikat dan hak milik tanah sangat kuat. Butuh waktu lama buat membersihkan semua ini (mungkin sampe jamannya satrio piningit kali ). Kalau perlu pemkot sebaiknya membersihkan daerah kumuh yang tidak permanen (squatter) seperti di bantaran rel atau pinggiran sungai karena mereka biasanya gak punya IMB.

Soal RTH memang akhir-akhir ini banyak berkurang. Namun RTH di Surabaya (termasuk lahan kosong) masih cukup banyak dan masih bisa dikembangkan ketimbang Jakarta. kalau ada lahan kosong yang tak bertuan (atau belum diklaim developer atau biayanya murah), manfaatin aja jadi ruang hijau.Kan pemkot specialized amat ama pertamanan dan penghijauan. Kalau begitu maksimalkan terus program taman kota, penanaman pohon, dan jalur hijau. Jangan kalau udah jadi walikota trus santai. Gak akan maju-maju neh kota sampai satrio piningit datang.

Masak mau Surabaya jauh ketinggalan ama Hanoi Vietnam yang udah pesat dan membangun MRT bahkan Cebu Filipina yang udah lebih teratur ketimbang Surabaya (di kota Cebu umumnya daerah kumuh tersebar). Even Surabaya berpotensi banget jadi Jakarta kedua dan sejajar dengan kota di Afrika (Lagos) atau Timur Tengah (Baghdad). Jangan-jangan yang jadi tuan rumah Asian Games 2019 nantinya Hanoi lagi.

Sekedar perbandingan
Quote:
Surabaya

Pencakar langit menyebar, sangat tidak teratur, kampung kumuh yang luas, dan ruang hijau yang minim

Hanoi

Sudah abnyak skyline yang menyebar namun masih teratur, tetapi masih banyak daerah kumuh. Ruang hijau juga dimanfaatkan cukup baik

Cebu

Skyline teratur, ruang hijau masih banyak, namun pemukiman kumuh menyebar di setiap sudut kota.

IMO yang terbaik menurut ane
1. Hanoi, Vietnam
2. Cebu, Filipina
3. Surabaya, Indonesia

Bahkan kota Hanoi dan Cebu masih terbilang cukup baik untuk MICE, Sementara Surabaya belum bisa dikatakan kota MICE karena sarana prasarana yang minim.
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.

Last edited by @b1; May 27th, 2012 at 10:11 AM.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 10:05 AM   #13158
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791



Lahan di sebelah timur Kompleks Pangkalan TNI-AL Ujung. Saya kira lahan kosong ini mestinya milik TNI-AL juga. Kalo gak, sudah jauh2 hari disikat habis oleh warga kampung2 sekitar.



Lahan di Kedung Cowek, sebelah timur Suramadu. Milik TNI-AL jugakah ??



Lahan di Kenjeran, dekat Pantai Mentari. Saya hampir yakin ini lahan TNI-AL, karena persis di belakangnya kompleks perumahan mereka yg pakai nama2 kelasi itu loh (masuk dr Jl. Wiratno).

Lihat lokasi2 lahan kosong ini yg dikepung oleh pemukiman super padat. Sekiranya itu bukan milik militer, sudah pasti habis juga disikat penduduk2 kampung tsb.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 10:13 AM   #13159
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,791



Dan ini yg terakhir, lahan2 kosong yg cukup luas di Asemrowo. Entah milik siapa.

Lahan2 kecil2 di pusat2 kota tidak saya bahas. Terlalu kecil untuk dihitung RTH. Oya, masih ada bundaran Waru, tapi itu milik Jasa Marga ? (CMIIW) Lahan2 lain, ya kita tahu bersama Kebun Binatang Sby kondisinya seperti apa kita tahulah. Kebun Bibit Bratang, yg ini Pemkot jamannya Pak Bambang patut diparesiasi karena berhasil mempertahankannya dr tangan si HJG. Lainnya lagi kepemilikannya sudah jelas kayak Unair, ITS dll.

Penambahan2 taman2 kota dan CPW di segenap penjuru kota itu tentu patut sekali diapresiasi. Tapi balik lagi, itu semua jamannya Pak Bambang. Yg jamannya Bu Risma mana ? Dia sendiri yg bisa bikin banyak taman dulu, tapi skrg dia sendiri yg jadi walikota kok malah melempem. Diwarisi Taman Memorial Park depannya JMP itu aja gak kelar2 sampai skrg.

Last edited by Ebek21; May 27th, 2012 at 10:19 AM.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old May 27th, 2012, 10:33 AM   #13160
sbyctzn
gumiho
 
sbyctzn's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 9,081

Quote:
Originally Posted by Ebek21 View Post
So, ini pembangunan yg tidak asal2an ? Jadi sudah jelas konsepnya, semua pembangunan kota diarahkan ke landed house dgn "sedikit" gedung2 tinggi sebagai dekorasi ? Just joking.

Disini sudah masuk domainnya pemerintah. Pengembang hanya memanfaatkan celah aturan yg ada, ditambah lagi kultur masyarakat yg enggan berubah.
so memang berarti kemajuan semu ya?
Cover atau kemasannya aja yang sudah bagus.
Sekarang tinggal pemkot berani g tuh ngatasi masalah yg begitu sulit begitu?
Aslinya sih butuh walikota yang berani.
Yang bagus ya memang pak BDH dulu...
Klo seperti bu Risma sekarang sih no hope walaupun memang kepemimpinannya g buruk.
Tapi g maju g mundur bingung..
sbyctzn no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
development, east java, indonesia, surabaya

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 12:13 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu