daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Pictures of Indonesia > Sulawesi, Kalimantan, Papua and Other Cities Pictures



Reply

 
Thread Tools
Old January 13th, 2013, 08:32 AM   #101
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Sudut lain pelabuhan samping Pusat perbelanjaan Mentaya di sampit
__________________

ChazTumbelaka, bozenBDJ liked this post
onede_javu no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old January 13th, 2013, 08:35 AM   #102
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Museum kayu di jl.S.parman sampit
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 13th, 2013, 09:12 AM   #103
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Ruko lantai 3 dikota sampit (*sayangnya sebagian dijadikan sarang burung walet)









onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 14th, 2013, 12:18 PM   #104
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Salah satu Swalayan di kota sampit "Bintang Swalayan"

onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 16th, 2013, 07:06 AM   #105
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

BI Rekrut Karyawan di Sampit

image hosted on flickr

SAMPIT – Teka teki tentang kemungkinan kembali dibukanya kantor Bank Indonesia (BI) di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memang belum berujung. Namun senin (14/1) pagi, BI menggelar seleksi calon karyawan mereka bertempat di Aula Gedung Radar Sampit.
“Masalah BI akan beroperasi di Sampit, yang memberi wewenang bukan BI Perwakilan Palangka Raya, tetapi BI pusat,” jelas Staf Direksi Pelaksaan Pemenuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Indonesia Perwakilan Palangka Raya, Andriana.
Kewenangan tersebut, menurut Andriana, memang langsung dipegang oleh BI Pusat karena untuk pelayanan sendiri, BI tidak melayani nasabah, tetapi melayani bank-bank lainnya. (radar sampit/sampitonline.com)
http://www.sampitonline.com/index.ph...id=101&lang=en
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2013, 09:43 AM   #106
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Sungai mentaya ( Sampit )

onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2013, 12:53 PM   #107
doddy-bjm
Registered User
 
doddy-bjm's Avatar
 
Join Date: Apr 2012
Location: Banjarmasin INDONESIA
Posts: 364
Likes (Received): 11

lumayan besar juga yaa bangunan Gedung BI Sampitnya , keberadaan Perwakilan

BI di Kota Sampit tersebut setidaknya secara awam dapat dilihat sebagai "penting" nya

keberadaan Kota tersebut terhadap Kalimantan Tengah
doddy-bjm no está en línea   Reply With Quote
Old January 18th, 2013, 03:18 AM   #108
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Quote:
Originally Posted by doddy-bjm View Post
lumayan besar juga yaa bangunan Gedung BI Sampitnya , keberadaan Perwakilan

BI di Kota Sampit tersebut setidaknya secara awam dapat dilihat sebagai "penting" nya

keberadaan Kota tersebut terhadap Kalimantan Tengah
yup benar bro...perputaran uang disampit lebih besar dikalimantan tengah
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 18th, 2013, 03:22 AM   #109
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

pengrajin ukiran kayu Kalimantan ( Mentaya seberang sampit )


mendapat penghargaan dari Menegpora

Salah satu hasil karya

masih setengah jadi

onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old January 18th, 2013, 03:28 AM   #110
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

sampit/mentaya FOOD COURT boleh dibilang aset yg mubazir


Last edited by onede_javu; January 18th, 2013 at 03:33 AM.
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old March 8th, 2013, 04:50 AM   #111
Kotawaringin
Calo parkir
 
Join Date: Nov 2012
Posts: 38
Likes (Received): 10

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana membangun rumah susun swa (rusunawa), guna mengakomodasi perkembangan penduduk ibukota, yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang yang setiap tahun terus mengalami peningkatan.

“Proposal pembangunan rusunawa itu sudah diserahkan pak bupati kepada Menteri Perumahan Rakyat di Jakarta pada Oktober lalu,” ungkap Kepala Dinas Kebersihan, Pemukiman dan Tata Kota Juanda, kamis (7/3).

Sedangkan rencana lokasi pembangunan, kata Juanda pemkab akan memilik lokasi yang strategis yakni berada di kawasan pemukiman penduduk di Jalan Pemuda.

“Letaknya memang sangat dekat dengan jalan arteri, jalan Tjilik Riwut. Tentu sangat dekat dengan pusat kegiatan perkotaan dan pemukiman,” ucap dia. (borneonews/sampitonline.com)

Kotawaringin no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2013, 07:51 AM   #112
jayus
Registered User
 
jayus's Avatar
 
Join Date: Dec 2012
Posts: 43
Likes (Received): 9

Pelengkap Hal1

Sejarah sampit dari beberapa versi

Sejarah Sampit dan Kalimantan Setelah Merdeka


Orang pertama yang membuka daerah kawasan Sampit pertama kali adalah orang yang bernama Sampit yang berasal dari Bati-Bati, Kalimantan Selatan sekitar awal tahun 1800-an. Sebagai bukti sejarah, makam “Datu” Sampit sendiri dapat ditemui di sekitar Basirih. “Datu” Sampit mempunyai dua orang anak yaitu Alm. “Datu” Djungkir dan “Datu” Usup Lamak. Makam keramat “Datu” Djungkir dapat ditemui di daerah pinggir sungai mentaya di Baamang Tengah, Sampit. Sedangkan makam “Datu” Usup Lamak berada di Basirih.

Sedangkan kata Sampit menurut versi buku “Merajut Sampit dalam Persfektif Global” karya Drs. Wahyudi K. Anwar(Bupati Kotawaringin Timur) berasal dari bahasa China atau pun berbagai versi lainnya adalah salah besar. Buku tersebut menurut Drs H. Madjedi Filmansyah, MBA adalah membodohi orang Sampit akan kebenaran Sejarah Sampit yang sebenarnya atau bahasa Banjarnya buku Wahyudi tersebut “mambunguli urang banyak tentang sejarah Sampit”.

Gubernur pertama yang ada di Kalimantan bernama Ir. Pangeran Muhammad Nur (1950)
Yang kedua bernama Dr. Murjani (1953)
Yang ketiga bernama RTA Milono (1956)
Setelah masa jabatan RTA Milono, Kalimantan dimekarkan menjadi 3 propinsi, yaitu :
1. Kalimantan Barat dengan Gubernur RA. Afflus
2. Kalimantan Selatan dengan gubernur Sarkawi
3. Kalimantan Timur
4. Kalimantan Tengah (Masih dalam persiapan) dengan gubernur RTA. Milono yang berkantor di Kalimantan Selatan.

Tjilik Riwut menjadi bupati kotawaringin, yang kantornya berada di kota Sampit.

Untuk mewujudkan Palangkaraya sebagai propinsi terjadi gerakan yang dilaksanakan oleh :
1. Simbar
2. Embang

Dan pada saat itu, Tjilik Riwut masih menjabat sebagai Bupati Kotawaringin di Sampit.
Adapun Simbar, pada saat itu menjabat sebagai WEDANA, sedangkan Embang, sebagai anak buah dari Simbar.
Semua ini adalah merupakan trik-trik politik yang dilakukan oleh seorang untuk mewujudkan ibukota Propinsi Kalimantan Tengah berada di Palangkaraya.

Tahun 1957

Tahun 1957, Tjilik Riwut menjadi Gubernur Palangkaraya. Kemudian 6 bulan setelah itu, Kodam Tambun Bungai didirikan di kota Sampit.
- Yang pertama kali menjabat sebagai Pangdam Tambun Bungai di kota Sampit, adalah Letkol Darmo Sugondo pada tahun 1957
- Yang kedua adalah Letkol Erman Harirustaman pada tahun 1959
- Yang ketiga adalah Kolonel Darsono pada tahun 1960.
- Yang keempat adalah Kolonel Sabirin Muhtar pada tahun 1962.
Dan pada saat itu, hanya ada 1 buah mobil jeep di kota Sampit.

Soekarno datang ke kota Sampit

Soekarno datang ke kota Sampit pada tanggal 9, bulan 9, tahun 1959, jam 9. Dalam pidatonya di kota Sampit, Tjilik Riwut mengatakan bahwa kedatangan Bung Karno ke Kota Sampit adalah merupakan angka keramat. Kemudian, dalam sambutannya di kota Sampit, Bung Karno mengatakan “ Saya datang bukanlah sebagai seorang malaikat, akan tetapi saya datang sebagai seorang hamba ALLAH yang sama seperti kalian yang ada disekitar saya.”

Soekarno sempat menikahi seorang perempuan yang berasal dari Sampit yang bernama Lori Ismail, di Palangkaraya. Setelah Bung Karno datang, pada bulan November, setelah terjadi Gajah Timpang. Arti Gajah Timpang tersebut adalah pemotongan uang seribu rupiah menjadi seratus rupiah. Kemudian pada tahun 1965, kembali terjadi, Gajah Lumpuh dari seribu rupiah menjadi satu rupiah.


Demikianlah cerita singkat dari Drs. H. Madjedi Bin Filmansyah cucu dari Usup Lamak Buyut dari Alm. Sampit, pengusung Propinsi Kotawaringin

Narasumber lainnya yang masih hidup :
Dachri bin Djungkir bin Sampit
Syamsuri bin Kaderi bin Djungkir bin Sampit
http://propinsikotawaringin.blogspot...n-setelah.html
jayus no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2013, 07:54 AM   #113
jayus
Registered User
 
jayus's Avatar
 
Join Date: Dec 2012
Posts: 43
Likes (Received): 9

vesi 2

Menelusuri jejak sejarah Kota Sampit, nama ibukota Kotawaringin Timur itu ternyata tak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa. Konon, asal mula nama Sampit diambil dari bahasa Cina, yang artinya Sam (tiga) dan It (satu). Bagaimana sejarahnya? Sejarah Sampit tak lepas dari sejarah Kotawaringin Timur. Secara historis, semuanya tak terlepas dari pemerintahan Majapahit dan masuknya agama Islam ke Kalimantan, yang saat itu wilayah pantai Kalimantan Tengah bagian selatan dikuasai oleh Kerajaan Demak.
Sejarah Kotawaringin Timur sendiri dimulai dengan masuknya pengaruh kerajaan Hindu Majapahit di tahun 1365, dengan mengangkat kepala-kepala suku menjadi menteri kerajaan. Ini dikuatkan dengan disebutnya daerah Kotawaringin dalam pupuh XIII Nagarakretagama karya Mpu Prapanca.

Pada masa itu disebutkan, terutama pada masa keemasan Kerajaan Majapahit, yang diperintah oleh Raja Hayam Wuruk dengan mahapatihnya yang tersohor yaitu Gajah mada. Di salah satu bagian buku yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365 itu juga disebutkan, bahwa pernah dilakukan ekspedisi perjalanan Nusantara di mana salah satu tempat yang mereka singgahi adalah Sampit dan Kuala Pembuang.
Sedangkan nama Kotawaringin sendiri berasal dari nama pohon beringin yang banyak tumbuh di daerah ini. Pohon ini mempunyai akar yang panjang dan daun yang lebat (Yusuf dan Kassu, 1989: 48).
Terlepas dari itu, munculah di Kotawaringin sebuah pemukiman penduduk yang saat ini dijadikan sebagai ibukota Kabupaten, yang dinamakan Sampit. Nah, bagaimana sejarahnya hingga dinamakan Sampit? Data sejarah yang ada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kotim menyebutkan, bahwa sejarah Sampit tak lepas dari kisah kedatangan 31 orang Cina yang masuk ke Sungai Mentaya dan menetap di tepian Sungai.
Di dalam sejarah yang diterbitkan oleh Bappeda Kotim, tidak disebutkan di mana letak persis lokasi pendaratan etnis Tionghoa ini. Yang jelas, kedatangan 31 orang Cina ini adalah untuk berdagang dan membuka usaha perkebunan di wilayah Kotawaringin Timur ini.
Lantaran jumlah pedagang dari Cina ini berjumlah 31 itulah, atau dalam bahasa Cinanya tiga adalah Sum dan satu disebut It, maka jika digabungkan kedua sebutan angka tersebut menjadi Samit; entah siapa yang kali pertama menyebutkan nama Samit menjadi Sampit. Yang jelas, tempat mereka datang kemudian dikenal dengan nama Sampit, yang kemudian diabadikan hingga menjadi ibukota kabupaten hingga sekarang.
Sejarahnya, orang-orang Cina ini bukan saja berdomisili dan berusaha di wilayah Sampit, namun mereka juga mengembangkan usaha hingga ke wilayah Samuda, yang dikenal menjadi basis pertahanan pejuang ketika melawan penjajahan Belanda dan Jepang.
Etnis-etnis Tionghoa ini berbaur menjadi satu bersama warga setempat baik dengan warga etnis Dayak, maupun warga etnis lainnya yang hidup di pesisir pantai seperti daerah Samuda. Karena, saat itu, wilayah Kotawaringin sendiri sudah dikenal menjadi wadah tujuan perdagangan dari luar Sampit, sehingga sudah dikenal memunyai multi etnik yang terdiri beberapa suku bangsa.
Keberadaan orang-orang Cina ini tentu saja selain memengaruhi kehidupan perekonomian warga, juga memberikan pengaruh terhadap arsitektur lokal Sampit sendiri. Sehingga arsitekturnya dikenal dengan sebutan arsitektur Bahari.
http://chunghwahweekoan.wordpress.co...h-kota-sampit/
jayus no está en línea   Reply With Quote
Old March 21st, 2013, 05:00 AM   #114
jayus
Registered User
 
jayus's Avatar
 
Join Date: Dec 2012
Posts: 43
Likes (Received): 9

SAMPIT - Ini penegasan kembali dari Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi setelah sebelumnya melempar tantangan untuk beradu argumen mengenai program penataan Kota Sampit melalui pembangunan ikon Patung Jelawat. Kepala daerah termuda berlatar belakang pengusaha tersebut menyatakan diskusi tetap akan diagendakan. Belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan diskusi. Namun, ia menghendaki agar diskusi dilakukan di gedung DPRD Kotim.

“Pelaksanaan diskusi akan diagendakan setelah kegiatan pameran industri kelapa sawit nasional selesai,” kata Supian Hadi disela mensosialisasikan program pembangunan Patung Jelawat kepada para pedagang, Senin (18/3).

Supian menginginkan diskusi bisa dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pedagang, akademisi, pemerhati masalah sosial, LSM, organisasi kemasyarakatan, dan tentu saja anggota DPRD.

“Tentu saya akan didampingi oleh tim eksekutif. Silakan memberikan pandangan, masukan, atau mengkritik sekalipun,” tandasnya.

Akan tetapi, tegas dia, program penataan kota melalui pembangunan Patung Jelawat dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti taman bermain, tempat santai, pintu gerbang, tambatan perahu wisata lokal dan komplek pertokoan bertingkat tiga tersebut tetap akan dilanjutkan.

Ia menegaskan, program pembangunan Patung Jelawat tidak muncul sekonyong-koyong karena telah melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran. Program tersebut juga telah disosialisasikan kepada warga yang terkena dampak dari kegiatan pembangunan tersebut.

“Setelah mendapat penjelasan secara detail, warga yang terkena dampak akhirnya bisa mengerti dan memberikan dukungan,” ujarnya.

Ia meyakini kawasan berkonsep river front city dengan fasilitas pendukungnya tersebut akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi mikro dan makro Kota Sampit.

“Konsep dan strategi untuk mengangkat perekonomian yang berkaitan dengan ikon Kota Sampit telah kita miliki. Tentu akan ada penguatan-penguatan program yang akan dilakukan oleh instansi terkait,” ujarnya.

Terpisah, pengamat sosial dan politik M. Gumarang mengatakan, pembangunan ikon Patung Jelawat jangan hanya dilihat dari sampul ikon-nya saja. Dampak ekonomi mikro dan makro juga perlu mendapat perhatian.

“Jika pemda memang telah memiliki program dan strategi yang terukur untuk menumbuhkan multiplayer effect, dimilikinya ikon Patung Jelawat tentu sangat positif bagi perkembangan wisata dan ekonomi Kota Sampit,” ujarnya.

Terlepas dari polemik ikan Jelawat dijadikan ikon Kota Sampit, ia menilai apa yang dilakukan oleh Bupati Kotim merupakan sebuah terobosan. “Sampit sudah bergerak lebih cepat dari daerah lain dengan mengklaim ikan jelawat dan anggrek tebu sebagai ikon-nya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, rencana pembangunan patung jelawat yang akan dibangun tingginya sekitar 12 sampai 15 meter dan lebarnya 2 sampai 3 meter. Selain itu, juga ada duplikat anggrek tebu dan air mancur yang akan dibangun disekeliling untuk memperindah patung tersebut. Luas komplek total ikon direncanakan sekitar 2000 meter persegi. (jid)

Sumber
__________________

onede_javu liked this post
jayus no está en línea   Reply With Quote
Old March 25th, 2013, 09:10 AM   #115
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Tiga Investor Berebut PDAM

SAMPIT – Jumlah investor yang diseleksi untuk Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim), terus diciutkan. Dari lima investor yang sebelumnya telah diseleksi, kini tersisa tiga investor yang akan masuk seleksi tahap akhir.

Tiga investor yang tersisa tesebut adalah PT Moya Indonesia, PT Siskem Aneka Indonesia dan PT Inogreen. Ketiga investor ini akan melakukan paparan, namun sebelumnya mereka harus memasukkan proposal penawaran proyek tersebut.

“Insya allah tanggal 28 maret ada pemasukan proposal oleh investor, jadi nanti investor ini akan pemaparan dulu, bagaimana cara-cara mewujudkan keinginan PDAM itu. Jadi investor ini sedang menghitung, yang diinginkan kami itu seperti apa, beberapa biayanya, seperti apa teknologinya dan berapa lama waktu pelaksanaannya,”jelas Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit, Firdaus Hernan Ranggan.

“Jadi kita tunggu tanggal mainnya saja, ini kan sudah Maret, April nanti harus sudah klir. Jadwal kita itu, April ini sudah harus kontrak dan itu sudah langsung mulai proyeknya,” pungkasnya.(radar sampit/sampitonline.com)
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old March 25th, 2013, 09:17 AM   #116
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Quote:
Originally Posted by jayus View Post
SAMPIT - Ini penegasan kembali dari Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi setelah sebelumnya melempar tantangan untuk beradu argumen mengenai program penataan Kota Sampit melalui pembangunan ikon Patung Jelawat. Kepala daerah termuda berlatar belakang pengusaha tersebut menyatakan diskusi tetap akan diagendakan. Belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan diskusi. Namun, ia menghendaki agar diskusi dilakukan di gedung DPRD Kotim.

“Pelaksanaan diskusi akan diagendakan setelah kegiatan pameran industri kelapa sawit nasional selesai,” kata Supian Hadi disela mensosialisasikan program pembangunan Patung Jelawat kepada para pedagang, Senin (18/3).

Supian menginginkan diskusi bisa dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pedagang, akademisi, pemerhati masalah sosial, LSM, organisasi kemasyarakatan, dan tentu saja anggota DPRD.

“Tentu saya akan didampingi oleh tim eksekutif. Silakan memberikan pandangan, masukan, atau mengkritik sekalipun,” tandasnya.

Akan tetapi, tegas dia, program penataan kota melalui pembangunan Patung Jelawat dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti taman bermain, tempat santai, pintu gerbang, tambatan perahu wisata lokal dan komplek pertokoan bertingkat tiga tersebut tetap akan dilanjutkan.

Ia menegaskan, program pembangunan Patung Jelawat tidak muncul sekonyong-koyong karena telah melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran. Program tersebut juga telah disosialisasikan kepada warga yang terkena dampak dari kegiatan pembangunan tersebut.

“Setelah mendapat penjelasan secara detail, warga yang terkena dampak akhirnya bisa mengerti dan memberikan dukungan,” ujarnya.

Ia meyakini kawasan berkonsep river front city dengan fasilitas pendukungnya tersebut akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi mikro dan makro Kota Sampit.

“Konsep dan strategi untuk mengangkat perekonomian yang berkaitan dengan ikon Kota Sampit telah kita miliki. Tentu akan ada penguatan-penguatan program yang akan dilakukan oleh instansi terkait,” ujarnya.

Terpisah, pengamat sosial dan politik M. Gumarang mengatakan, pembangunan ikon Patung Jelawat jangan hanya dilihat dari sampul ikon-nya saja. Dampak ekonomi mikro dan makro juga perlu mendapat perhatian.

“Jika pemda memang telah memiliki program dan strategi yang terukur untuk menumbuhkan multiplayer effect, dimilikinya ikon Patung Jelawat tentu sangat positif bagi perkembangan wisata dan ekonomi Kota Sampit,” ujarnya.

Terlepas dari polemik ikan Jelawat dijadikan ikon Kota Sampit, ia menilai apa yang dilakukan oleh Bupati Kotim merupakan sebuah terobosan. “Sampit sudah bergerak lebih cepat dari daerah lain dengan mengklaim ikan jelawat dan anggrek tebu sebagai ikon-nya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, rencana pembangunan patung jelawat yang akan dibangun tingginya sekitar 12 sampai 15 meter dan lebarnya 2 sampai 3 meter. Selain itu, juga ada duplikat anggrek tebu dan air mancur yang akan dibangun disekeliling untuk memperindah patung tersebut. Luas komplek total ikon direncanakan sekitar 2000 meter persegi. (jid)

Sumber
mudah2an anggran sesuai dengan bentuknya ntar...maklum warga sampit masih kurang tempat rekreasi,apalagi ini konsepnya river view
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old March 30th, 2013, 06:37 PM   #117
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

sepi nih...mana update foto2nya
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2013, 05:26 AM   #118
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Yangon - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyambut positif wacana pemisahan pusat pemerintahan dan pusat bisnis di Indonesia, yang saat ini masih berada di Jakarta.

Hatta menjelaskan, sudah ada usulan dan studi yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) soal pemindahan pusat pemerintahan. Ke mana usulan ITB?

ITB, ujar Hatta, mengusulkan pusat pemerintahan Indonesia dipindah ke Kalimantan Tengah bagian barat, tepatnya di dekat Kabupaten Sampit. Wilayah ini dinilai tepat untuk dirancang dan dikembangkan menjadi sebuah pusat pemerintahan baru Indonesia seperti yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar atau Malaysia.

"Dari studinya ITB. Wilayah yang tepat ada di Kalimantan Tengah bagian barat atau dekat Sampit," tutur Hatta di Yangon, Myanmar, Rabu Malam (3/4/2013).

Dari kajian itu, Hatta menjelaskan, ketersediaan lahan dan geografi Sampit sangat mendukung untuk dibangun sebuah pusat pemerintahan
baru.

"Di sana ada sungai, tanahnya luas serta jaraknya sekitar 1 jam penerbangan dari ibukota (Jakarta), sama seperti Nay Pyi Taw (Myanmar)," tambahnya.

Dari pantauan detikFinance di peta, Kabupaten Sampit diapit oleh Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Kabupaten ini, langsung berhadapan dengan laut Jawa.
Sumber
onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2013, 06:30 AM   #119
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

lokasi tambat perahu kayu sampit

Pintu gerbang selamat datang sampit

Sudut jl Ahmad yani sampit

onede_javu no está en línea   Reply With Quote
Old April 9th, 2013, 06:33 AM   #120
onede_javu
Registered User
 
onede_javu's Avatar
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 407
Likes (Received): 65

Taman Kota sampit


Tugu adipura samping taman kota sampit

Jn ahmad yani dekat Bank BI sampit

Bundaran Polres Kotim

Last edited by onede_javu; April 16th, 2013 at 04:59 AM.
onede_javu no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 12:02 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu