search the site
 daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Sumatra > Pekanbaru



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old September 28th, 2012, 11:30 AM   #18641
prammana
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Location: Pekanbaru - Jogja - Jakarta - Bukittinggi
Posts: 27
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
tentulah inikan forum projects & development..

coba aja lihat sendiri mana yang lebih kencang pertumbuhan PKL daripada peritel di pku ini..

soal kencangnya perizininan ya karena cuma peritel yang mengurus perizinan, ada PKL mengurus perizinan?

soal masalah sosial justru lebih banyak di timbulkan oleh PKL itu sendiri, mereka di mana mana berjualan, gak memandang tempat..

bedalah dengan peritel, mereka harus mengikuti regulasi dari pemerintah..
Oke kita bahas peritel vs pkl..

In my humble opinion, regulasi itu sendiri yang menganak tirikan pkl.. pkl dengan modal kecil itupun dapetinnya susah payah disuruh nurutin birokrasi yang njelimet n dipersulit, dibanding peritel yang modalnya gede n akrab dengan pemerintah gimana? pkl sendiri merasa dapat ijin dari oknum2 yg melakukan pungli di lapangan. pemerintah cuma maunya menertibkan, tanpa mikirin untuk memajukan pkl.

ah itu kan masalah di pemerintah?

emang sih,
tapi menurut saya ga bijak kalo kita menjadi apatis dan ikut2 menyalahkan pkl, padahal kita tau masalahnya dimana. itu yang saya kritisi disini, lebih oke kan kalo kita ngebahas solusi buat mereka, daripada ikut menyalahkan mereka, gitu2 mereka ngebangun usaha dengan perjuangan berdarah2 mas, masak udah didesak pedagang modern, dianak-tirikan sama pemerintah, mereka juga ga bisa dapet empati dari kita.

walopun ga menghasilkan apa2, setidaknya kita nunjukin peduli kita kan..
prammana no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
Old September 28th, 2012, 11:59 AM   #18642
jendry
 
jendry's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 10,527
Likes (Received): 172

Quote:
Originally Posted by prammana View Post
Oke kita bahas peritel vs pkl..

In my humble opinion, regulasi itu sendiri yang menganak tirikan pkl.. pkl dengan modal kecil itupun dapetinnya susah payah disuruh nurutin birokrasi yang njelimet n dipersulit, dibanding peritel yang modalnya gede n akrab dengan pemerintah gimana? pkl sendiri merasa dapat ijin dari oknum2 yg melakukan pungli di lapangan. pemerintah cuma maunya menertibkan, tanpa mikirin untuk memajukan pkl.
peraturan usaha itu di buat sama, cara mendapatkannya yang berbeda ada yang lewat calo ada jalan biasa..

pkl yang mana yang mengajukan izin usaha? harus di bedakanlah mana yang di pungut pemerintah mana yang di pungut premen jalanan..

ya sangat wajar pemerintah menertibkan, mereka berjualan bukan pada tempatnya..

pemerintah itu punya target mau di bawa kemana ini kota, kalau semua dibiarkan mau jadi apa kota ini,

izin dipersulit? saya juga sering kok berurusan dengan birokrasi, ada beberapa hal yang saya perhatikan, yaitu masyakarat yang mau serba instan, ini sasaran empuk oknum tertentu untuk jadi calo, yang sisi lain ada juga mengikuti prosedur..

dimana mana kalau mengikuti prosedur itu gak bakal ada pungutan liar kok, bahkan ada nomer pengaduan di instansi perizinan itu kalau ada pungli, beda hal nya kalau sama - sama sepakat yang bersangkutan dengan si calonya.


Quote:

ah itu kan masalah di pemerintah?

emang sih,
tapi menurut saya ga bijak kalo kita menjadi apatis dan ikut2 menyalahkan pkl, padahal kita tau masalahnya dimana. itu yang saya kritisi disini, lebih oke kan kalo kita ngebahas solusi buat mereka, daripada ikut menyalahkan mereka, gitu2 mereka ngebangun usaha dengan perjuangan berdarah2 mas, masak udah didesak pedagang modern, dianak-tirikan sama pemerintah, mereka juga ga bisa dapet empati dari kita.

walopun ga menghasilkan apa2, setidaknya kita nunjukin peduli kita kan..
mereka berjuang berdarah - darah di tempat jualan yang salah, ada penggusuran yang dilakukan di pasar yang di beri izin pemerintah?

coba deh ke samping perpustakaan soeman H.s itu kalau anda berdomisili di pku, taman jadi lapak PKL itu yang mereka perjuangankan, itu satu contoh, mau contoh lain, nanti saya foto kan kalau mau... lihat deh di sepanjang jalan besar di pku ini,

lihat juga PKL yang menyediakan tempat mesum yang mereka pertahankan berdarah - darah dibelakang MTQ, jangan lihat dari kecilnya mereka, tapi lihat dari aturan yang berlaku dong,

lihat sampah yang mereka hasilkan setiap habis jualan, berserakan dimana - mana, lantas mereka gak perlu di persalahkan juga karena mereka orang kecil gitu?

aduuuhh pliss deehh..


saya tidak apatis bahkan konsen sekali kok melihat perkembangan pekanbaru itu, cuma PKL nya yang apatis terhadap kota ini, bahkan PKU tidak lagi mendapatkan adipura karena kontribusi mereka yang besar itu


PKL itu justru jadi masalah biang masalah sosial di pku,

coba deh baca ini

Quote:
"Ini ada indikasi bahwa pedagang yang ada di sana dan tak mau dipindah itu adalah pedagang dari luar daerah yang mengatasnamakan masyarakat Kota Pekanbaru untuk tidak mau pindah ke tempat yang telah disiapkan pemerintah. Untuk itu, kita meminta kepada Disdukcapil, agar segera turun ke lapangan guna merazia atau melakukan pengecekan terhadap KTP pedagang itu, apakan benar pedagang ini masyarakat Pekanbaru, atau bukan," ungkap Kamaruzaman ketika dikonfirmasi di gedung DPRD Kota Pekanbaru, Senin (24/9).
sumber : http://halloriau.com/read-dprd-pekan...-pedagang.html

teringat saya zaman herman abdullah dulu mereka berdemo di kantor walikota dan diajak ke ruang rapat kantor walikota, banyak pedangan yang protes mereka dilarang berjualan, tidak pro pada warganya...


kemudian walikota dengan lantang menanyakan KTP yang bersangkutan, ternyata sama sekali pedagangan nya tidak punya identitas PKU, cuiiih, urusan kecil saja tidak dipenuhi, nuntut pula yang bukan hak..
__________________


YangSelalu Baru YaPekanbaru'

Last edited by jendry; September 28th, 2012 at 12:04 PM.
jendry no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 01:18 PM   #18643
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by drie View Post
Silahkan lihat langsung pada Baliho yang di pajang di depan Perpustakaan Soeman Hs
POSTERnya udah dicopot!!!
Gak tahu kenapa

Tadi pagi lewat situ masih ada, sorenya udah hilang...!
padahal niat ngambil gambarnya...
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 01:39 PM   #18644
aboy_wew
Registered User
 
aboy_wew's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 2,461
Likes (Received): 151

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
peraturan usaha itu di buat sama, cara mendapatkannya yang berbeda ada yang lewat calo ada jalan biasa..

pkl yang mana yang mengajukan izin usaha? harus di bedakanlah mana yang di pungut pemerintah mana yang di pungut premen jalanan..

ya sangat wajar pemerintah menertibkan, mereka berjualan bukan pada tempatnya..

pemerintah itu punya target mau di bawa kemana ini kota, kalau semua dibiarkan mau jadi apa kota ini,

izin dipersulit? saya juga sering kok berurusan dengan birokrasi, ada beberapa hal yang saya perhatikan, yaitu masyakarat yang mau serba instan, ini sasaran empuk oknum tertentu untuk jadi calo, yang sisi lain ada juga mengikuti prosedur..

dimana mana kalau mengikuti prosedur itu gak bakal ada pungutan liar kok, bahkan ada nomer pengaduan di instansi perizinan itu kalau ada pungli, beda hal nya kalau sama - sama sepakat yang bersangkutan dengan si calonya.




mereka berjuang berdarah - darah di tempat jualan yang salah, ada penggusuran yang dilakukan di pasar yang di beri izin pemerintah?

coba deh ke samping perpustakaan soeman H.s itu kalau anda berdomisili di pku, taman jadi lapak PKL itu yang mereka perjuangankan, itu satu contoh, mau contoh lain, nanti saya foto kan kalau mau... lihat deh di sepanjang jalan besar di pku ini,

lihat juga PKL yang menyediakan tempat mesum yang mereka pertahankan berdarah - darah dibelakang MTQ, jangan lihat dari kecilnya mereka, tapi lihat dari aturan yang berlaku dong,

lihat sampah yang mereka hasilkan setiap habis jualan, berserakan dimana - mana, lantas mereka gak perlu di persalahkan juga karena mereka orang kecil gitu?

aduuuhh pliss deehh..


saya tidak apatis bahkan konsen sekali kok melihat perkembangan pekanbaru itu, cuma PKL nya yang apatis terhadap kota ini, bahkan PKU tidak lagi mendapatkan adipura karena kontribusi mereka yang besar itu


PKL itu justru jadi masalah biang masalah sosial di pku,

coba deh baca ini



sumber : http://halloriau.com/read-dprd-pekan...-pedagang.html

teringat saya zaman herman abdullah dulu mereka berdemo di kantor walikota dan diajak ke ruang rapat kantor walikota, banyak pedangan yang protes mereka dilarang berjualan, tidak pro pada warganya...


kemudian walikota dengan lantang menanyakan KTP yang bersangkutan, ternyata sama sekali pedagangan nya tidak punya identitas PKU, cuiiih, urusan kecil saja tidak dipenuhi, nuntut pula yang bukan hak..
yap setuju...
hehe..tenang aja..terkadang forum ini juga jauh melenceng kok..tapi kami menerima aja kok untuk bhan diskusi..bisa saling tukar pendapat..
klo tidak memihak yang menengah ke bawah mngkn itu sudah d jelaskan teman2 dri forumer ini..

pertanyaan saya adalah..kenapa indonesia gak bisa d buat seperti d negara luar yang tertib teratur..lah wong kita ini ke luar negeri patuh sama peraturan sana..kita gak berani buang sampah disana tapi d sini kita berani buang sampah sembarangan...
itu lah yg terjadi di indonesia..merubah prilaku yang sulit..
kalo mau berjualan di kota pekanbaru ya silakan..tidak ada yang melarang tapi ada aturan yang harus dipatuhi..kalo tidak patuh...SILAKAN KELUAR saja dari kota ini daripada menambah pengangguran dan PKL2..saya bukan tidak suka sama PKL tapi benar kata walikota pekanbarus skrg..kalo tidak ada skill jangan ke kota pekanbaru..

mereka rata2 pendatang yang tidak mau ikut aturan..mau maah2 lagi..siapa skrg yang gak sopan???masuk rumah org trus mau atur2 orang pula..

dan forumer kami gak selamanya memuji2 kota kami kok..
kalo bagus kami blg bagus..kalo jelek kami bilang jelek..

wass..
aboy_wew no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 01:41 PM   #18645
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by jendry View Post

teringat saya zaman herman abdullah dulu mereka berdemo di kantor walikota dan diajak ke ruang rapat kantor walikota, banyak pedangan yang protes mereka dilarang berjualan, tidak pro pada warganya...


kemudian walikota dengan lantang menanyakan KTP yang bersangkutan, ternyata sama sekali pedagangan nya tidak punya identitas PKU, cuiiih, urusan kecil saja tidak dipenuhi, nuntut pula yang bukan hak..
Pedagang yang tukang protes itu biasanya dari luar pekanbaru, kaget aturan main pak Herman...
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; September 28th, 2012 at 01:50 PM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 01:45 PM   #18646
andry.mulyono
BANNED
 
Join Date: Jun 2010
Location: Jakarta
Posts: 1,447
Likes (Received): 216

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
peraturan usaha itu di buat sama, cara mendapatkannya yang berbeda ada yang lewat calo ada jalan biasa..

pkl yang mana yang mengajukan izin usaha? harus di bedakanlah mana yang di pungut pemerintah mana yang di pungut premen jalanan..
pernahkah ada sosialisasi untuk perijinan PKL? yang ada hanya main gusur.
yang nama nya seluruh kota di dunia ini, pasti ada PKL, hanya tinggal pemerintah nya melihat PKL sebagai sahabat untuk meningkatkan ekonomi lokal plus mendatangkan devisa pariwisata atau sebagai musuh bersama yang harus dihabiskan

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
ya sangat wajar pemerintah menertibkan, mereka berjualan bukan pada tempatnya..
apakah pemerintah memberikan tempat yang layak untuk PKL berjualan? kita ambil contoh LABUAY CITY WALK. secara konsep pemerintah bagus sekali, tetapi bagaimana kah manajemen dari pemerintah untuk mempromosikan tempat tersebut? apakah bisa si PKL yang minim pendidikan mengerti ilmu manajemen?

berbeda dengan MALL besar dimana tim yang punya mall sudah mempunyai cara untuk meningkatkan pengunjung di mall mereka.

apakah pernah manajemen pemerintah untuk meningkatkan potensi LABUAY CITY WALK dengan mendatangkaan sekedar acara festival band lokal pekanbaru?



Quote:
Originally Posted by jendry View Post

izin dipersulit? saya juga sering kok berurusan dengan birokrasi, ada beberapa hal yang saya perhatikan, yaitu masyakarat yang mau serba instan, ini sasaran empuk oknum tertentu untuk jadi calo, yang sisi lain ada juga mengikuti prosedur..

dimana mana kalau mengikuti prosedur itu gak bakal ada pungutan liar kok, bahkan ada nomer pengaduan di instansi perizinan itu kalau ada pungli, beda hal nya kalau sama - sama sepakat yang bersangkutan dengan si calonya.
mas bro.... kalo mengikuti nomor pengaduan tersebut makin susah.. karena mereka bekerja selayak nya monopoli. kalo kita mengadu, bisa2 nanti nya uang lagi yang keluar sementara ijin belum tentu keluar.

saya ada pengalaman pribadi akan saya share di inbox anda

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
mereka berjuang berdarah - darah di tempat jualan yang salah, ada penggusuran yang dilakukan di pasar yang di beri izin pemerintah?
ingat bro untuk membuka lapak tersebut mereka berhutang sana sini, dan juga lapak tersebut mereka sendiri yang jaga. jadi hidup mati mereka adalah di lapak tersebut.

bayangkan: dengan jualan di lapak tersebut satu bulan mereka bisa untung sampai 3jt.... seandainya mereka jadi pegawai non-skill berapa penghasilan mereka?

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
coba deh ke samping perpustakaan soeman H.s itu kalau anda berdomisili di pku, taman jadi lapak PKL itu yang mereka perjuangankan, itu satu contoh, mau contoh lain, nanti saya foto kan kalau mau... lihat deh di sepanjang jalan besar di pku ini,
solusi nya bukan sekedar pemerintah main gusur. tapi komunikasi untuk mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan oleh mereka.
saya melihat di samping perpustakaan taman jadi lapak PKL, saya rasa sangat wajar. hanya tinggal bagaimana pemerintah kota pekanbaru ini bisa menyikapinya tidak main gusur. bagaimana menjaga estetika keindahan kota tetapi masih mengakomodasi keinginan sang PKL, sehingga bisa menjadi objek wisata. dan ketika dipindah tempat. bagaimana pemerintah bisa memenejemen i tempat tersebut dengan baik, dan tanpa memberatkan sang PKL dengan uang sewa yang TINGGI, dan memastikan bahwa tempat yang baru tersebut bisa ramai.......

example:
LABUAI CITY WALK
ditambahkan lampu LED yang menarik. dibuat event menarik akhir pekan, dengan mendatangkan konsep acara sesuai target konsumen nya.
konsep acara: FESTIVAL anak band, FESTIVAL jajanan PEKANBARU, FESTIVAL ketupat, FESTIVAL budaya RIAU.
tempat baru ramai, manajemen pemerintah bagus.... pada tahun berikut nya bila diminta uang sewa lebih pasti mau dong.

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
lihat juga PKL yang menyediakan tempat mesum yang mereka pertahankan berdarah - darah dibelakang MTQ, jangan lihat dari kecilnya mereka, tapi lihat dari aturan yang berlaku dong,
yang ini memang tidak bisa dipertahankan, karena sudah tidak benar. dan harus digusur.


Quote:
Originally Posted by jendry View Post
lihat sampah yang mereka hasilkan setiap habis jualan, berserakan dimana - mana, lantas mereka gak perlu di persalahkan juga karena mereka orang kecil gitu?
kalo manajemen dari pemerintah bagus, dan pendekatan bagus. boleh lah. pasti masalah sampah dapat dicarikan solusinya




Quote:
Originally Posted by jendry View Post
saya tidak apatis bahkan konsen sekali kok melihat perkembangan pekanbaru itu, cuma PKL nya yang apatis terhadap kota ini, bahkan PKU tidak lagi mendapatkan adipura karena kontribusi mereka yang besar itu
ya salah satu sebab ADIPURA gagal mungkin PKL, tapi sebab besar nya bukan PKL.. tetapi masalah TPA nya dan koordinasi pemerintah.. baca artikelnya: bit.ly/NB2Ypb


Quote:
Originally Posted by jendry View Post
teringat saya zaman herman abdullah dulu mereka berdemo di kantor walikota dan diajak ke ruang rapat kantor walikota, banyak pedangan yang protes mereka dilarang berjualan, tidak pro pada warganya...


kemudian walikota dengan lantang menanyakan KTP yang bersangkutan, ternyata sama sekali pedagangan nya tidak punya identitas PKU, cuiiih, urusan kecil saja tidak dipenuhi, nuntut pula yang bukan hak..
mas bro... Kita semua WARGA NEGARA INDONESIA. saya rasa hal yang sangat wajar apabila warga kota lain masuk ke pekanbaru karena prestasi gemilang dari PEKANBARU.

masalah tersebut bisa terselesaikan apabila pemerintah bukan asal main gusur. tetapi menyediakan solusi yang tepat bagi PKL,
bisa saja pendata an PKL dengan tempat yang strategis dan bagaimana manajemen pemerintah membuat tempat tersebut laku.
kalo pemerintah nya tanggap hal ini, maka yang ada PKL akan mendukung perekonomian rakyat PEKANBARU, dan akan menurunkan masalah2 sosial terkait kriminalitas. meskipun bukan salah satu faktor utama nya
andry.mulyono no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 02:14 PM   #18647
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Satpol PP Tertibkan PKL Pekanbaru

Quote:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, kembali menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan di jalan utama karena dianggap mengganggu pengguna jalan.

"Selesai PON XVIII/2012 pedagang kaki lima kembali berjualan di jalan utama sehingga harus ditertibkan," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT, Rabu.

Dia mengatakan, pihaknya tidak akan kompromi lagi dengan keberadaan pedagang yang berjualan karena menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Pernyataan tersebut terkait banyak pengguna jalan di jalan HR Soebrantas, kawasan Panam, Pekanbaru yang mengeluh karena arus lalu lintas macet akibat pedagang berjualan di bahu jalan.

Bahkan laporan tentang keberadaan pedagang itu juga diterima langsung melalui pesan singkat (SMS) telepon selular, sehingga dianggap mengganggu kendaraan yang melintas.

Padahal sepekan menjelang PON XVIII/2012 kawasan tersebut telah bersih dan tidak ada lagi pedagang yang ditemui di kawadan itu karena merupakan areal Stadion Utama Riau untuk acara pembukaan dan penutupan.

"Kami sering menerima keluhan dari penguna jalan bila mereka melewati kawasan Panam, selalu macet akibat pedagang, maka perlu ditertibkan oleh Satpol PP," katanya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya sudah menyediakan lokasi baru bagi pedagang tersebut yaitu di belakang pertokoan MTC Giant Panam agar tampak tertib dan tidak mengganggu penguna jalan.

Namun para pedagang itu sebelumnya pernah didata oleh Yayasan Pekanbaru Metro Madani untuk dipindahkan dengan fasilitas yang memadai, tapi hanya sebagian bersedia menempati areal itu.

Walau begitu, tidak ada alasan lagi bagi pedagang untuk berjualan di jalur utama karena sudah disediakan tempat dengan fasilitas memadai.

Mulai besok, katanya, bila masih ada juga pedagang yang bandel maka dipindahkan secara paksa demi ketertiban lalu lintas serta keindahan kota.(ant)
Berjualan Lagi, PKL Soebrantas Langsung Ditertibkan

Quote:
PEKANBARU (RP) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tak mau main-main dengan pedagang kaki lima (PKL) Jalan HR Seobrantas, Dengan tegas Pemko meminta, bahwa terhitung Rabu (5/9), semua PKL sudah harus mengosongkan Jalan Soebrantas. Jika nekad berjualan, tim khsuus yang dibentuk Pemko akan langsung melakukan penertiban.

Kepala Dinas Pasar Kota Pekanbaru, Zulkifli yang dijumpai Riau Pos di Pemko Pekanbaru mengatakan, sesuai dengan arahan dan perintah dari Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT, apabila ada yang masih berjualan di lokasi tersebut, maka tim yang sudah dibentuk oleh Pemko akan langsung melakukan penertiban.

‘’Sesuai perintah yang disampaikan Wali Kota kepada kita, bahwa mulai besok tidak ada lagi pedagang yang berdagang disana. Semuanya harus pindah ke lokasi yang berada di sekitar Giant. Karena tempat yang sudah diberi izin oleh Wali Kota adalah yang berada di samping Giant, yang saat ini dikelola oleh Yayasan Pekanbaru Metro Madani. Sementara tempat yang dihuni oleh pedagang sekarang ini dinilai ilegal dan tidak dibenarkan untuk tempat berdagang,’’ katanya.

Penegasan yang sama juga disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi MSi kepada Riau Pos saat di jumpai di ruang kerjanya.

Menurut Ayat, mulai Rabu tidak ada lagi alasan bagi para PKL yang berjualan di sepanjang jalan Subrantas itu untuk tidak pindah.

Apapun alasannya semua PKL yang berjualan ditempat tersebut harus pindah kelokasi yang sudah diberikan izin oleh Pemko Pekanbaru, yakni di kawasan sekitar Giant.

‘’Rapat yang tadi kita gelar, ini adalah rapat tim pemindahan pasar Jongkok yang ada di Jalan Subrantas. Ini merupakan rapat teknis. Mengapa ini kita katakan rapat teknis, karena sebagaimana kita sampaikan kepada pedagang beberapa kali, bahwa kita melakukan pembinaan terhadap pedagang, dan ini merupakan amanah pemerintah kota untuk membina para pedagang, dan ini sudah kita sosialisasikan, dan hari ini (Selasa, red) akan kita sampaikan surat edaran untuk pengosongan tempat,’’ katanya.

Karena lanjutnya, saat ini tempat untuk para pedagang sudah dipersiapkan di Giant, yang sudah di SK-kan oleh wali kota.

Sementara lokasi di Jalan HR Seobrantas tidak ada izin sama sekali.

‘’Secara peraturan daeran ini sudah melanggar ketertiban umum, di mana dilarang berjualan di badan jalan, ruang terbuka hijau. Begitu juga mereka (PKL) sudah mengganggu para pedagang lain, seperti pemilik toko. Makanya tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak pindah,’’ ujarnya.(lim)
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; September 28th, 2012 at 02:27 PM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 02:18 PM   #18648
jendry
 
jendry's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 10,527
Likes (Received): 172

Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post
pernahkah ada sosialisasi untuk perijinan PKL? yang ada hanya main gusur.
yang nama nya seluruh kota di dunia ini, pasti ada PKL, hanya tinggal pemerintah nya melihat PKL sebagai sahabat untuk meningkatkan ekonomi lokal plus mendatangkan devisa pariwisata atau sebagai musuh bersama yang harus dihabiskan
yang punya usaha harus mengerti dong kan ada perizinan yang bernama surat izin tempat usaha (situ) cmiiw..

saya dari dulu tidak pernah mengatakan PKL itu musuh, tapi biang masalah sosial di PKU, sederhana saja kok, ikuti aturan


Quote:
apakah pemerintah memberikan tempat yang layak untuk PKL berjualan? kita ambil contoh LABUAY CITY WALK. secara konsep pemerintah bagus sekali, tetapi bagaimana kah manajemen dari pemerintah untuk mempromosikan tempat tersebut? apakah bisa si PKL yang minim pendidikan mengerti ilmu manajemen?


berbeda dengan MALL besar dimana tim yang punya mall sudah mempunyai cara untuk meningkatkan pengunjung di mall mereka.

apakah pernah manajemen pemerintah untuk meningkatkan potensi LABUAY CITY WALK dengan mendatangkaan sekedar acara festival band lokal pekanbaru?
yang berjualannya gak mau di sana bro, saya tanya balik mereka berjualan di tempat sekarang apa punya juga agenda promosi untuk usaha mereka?
enggak kan, yang dilakukan pemko PKU itu lebih dari apa yang mereka lakukan, tinggal dihargai saja.. tapi sayangnya kalau gak di jalanan mereka gak puas..

MAL dan PKL segmentasi pasarnya berbeda, itu jauh pembahasannya sampai ke gaya hidup masyakarat urban..





Quote:
mas bro.... kalo mengikuti nomor pengaduan tersebut makin susah.. karena mereka bekerja selayak nya monopoli. kalo kita mengadu, bisa2 nanti nya uang lagi yang keluar sementara ijin belum tentu keluar.

saya ada pengalaman pribadi akan saya share di inbox anda
silahkan di share, itu lebih baik.. dan silahkan juga di share oknum yang melakukan pungli tersebut, kalau melakukan urusan birokrasi sesuai aturan tanpa melalui calo, kalau melalui calo ya itu sama - sama salah..


Quote:
ingat bro untuk membuka lapak tersebut mereka berhutang sana sini, dan juga lapak tersebut mereka sendiri yang jaga. jadi hidup mati mereka adalah di lapak tersebut.

bayangkan: dengan jualan di lapak tersebut satu bulan mereka bisa untung sampai 3jt.... seandainya mereka jadi pegawai non-skill berapa penghasilan mereka?
saya mengapresiasi mereka berjualan, yang saya komentari itu, ketidak tertiban mereka berjualan, harus tau hak dan kewajiban..




Quote:
solusi nya bukan sekedar pemerintah main gusur. tapi komunikasi untuk mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan oleh mereka.
saya melihat di samping perpustakaan taman jadi lapak PKL, saya rasa sangat wajar. hanya tinggal bagaimana pemerintah kota pekanbaru ini bisa menyikapinya tidak main gusur. bagaimana menjaga estetika keindahan kota tetapi masih mengakomodasi keinginan sang PKL, sehingga bisa menjadi objek wisata. dan ketika dipindah tempat. bagaimana pemerintah bisa memenejemen i tempat tersebut dengan baik, dan tanpa memberatkan sang PKL dengan uang sewa yang TINGGI, dan memastikan bahwa tempat yang baru tersebut bisa ramai.......
itu gak wajar jualan di taman, kurang ajar yang ada..
kalau bro berada di pekanbaru sejak tahun 2005 ke bawah gak ada tuh nama nya PKL disana, lebih kurang sama kondisinya seperti ruang terbuka hijau di kompleks masjid agung, dulu di sana area jogging..

pemko sudah memindahkan PKL di jalan soebrantas ke jalan belakang MTC GIANT panam, semua sudah di pindah kesana, tapi ada yang ngotot berjualan di tempat semula dan muncul lagi pedagang baru disana..

Quote:
example:
LABUAI CITY WALK
ditambahkan lampu LED yang menarik. dibuat event menarik akhir pekan, dengan mendatangkan konsep acara sesuai target konsumen nya.
konsep acara: FESTIVAL anak band, FESTIVAL jajanan PEKANBARU, FESTIVAL ketupat, FESTIVAL budaya RIAU.
tempat baru ramai, manajemen pemerintah bagus.... pada tahun berikut nya bila diminta uang sewa lebih pasti mau dong.
LOOOOH, ini sudah pernah di lakukan kaleeee...

sayakan sudah bilang bukan pemko PKU nya yang tidak mau memajukan mereka, tapi mereka sendiri yang memang maunya seperti itu itu teruss...


Quote:
yang ini memang tidak bisa dipertahankan, karena sudah tidak benar. dan harus digusur.
coba deh ke beberapa tempat banyak PKL yang menyediakan hal begituan, jangankan aturan pemko yang di langgar aturan tuhan pun tak sanggup membentengi mereka..




Quote:
kalo manajemen dari pemerintah bagus, dan pendekatan bagus. boleh lah. pasti masalah sampah dapat dicarikan solusinya
mungkin karena tidak tau saja, ada looh manajemen sampah pemko, gak mungkin dong dapat adipura 7 kali berturut - turut kalau gak ada manajemennya, hehe



Quote:
ya salah satu sebab ADIPURA gagal mungkin PKL, tapi sebab besar nya bukan PKL.. tetapi masalah TPA nya dan koordinasi pemerintah.. baca artikelnya: bit.ly/NB2Ypb
betul, TPA juga bermasalah, ya nilai sendiri lah bagaimana kondisi pekanbaru, kalau gak mau PKL di salahkan, hehehe



Quote:
mas bro... Kita semua WARGA NEGARA INDONESIA. saya rasa hal yang sangat wajar apabila warga kota lain masuk ke pekanbaru karena prestasi gemilang dari PEKANBARU.

masalah tersebut bisa terselesaikan apabila pemerintah bukan asal main gusur. tetapi menyediakan solusi yang tepat bagi PKL,
bisa saja pendata an PKL dengan tempat yang strategis dan bagaimana manajemen pemerintah membuat tempat tersebut laku.
kalo pemerintah nya tanggap hal ini, maka yang ada PKL akan mendukung perekonomian rakyat PEKANBARU, dan akan menurunkan masalah2 sosial terkait kriminalitas. meskipun bukan salah satu faktor utama nya

gak masalah lah banyak pendatang ke pekanbaru, asal punya pekerjaan yang jelas saja, ini skills tidak ada cuma jadi beban saja...

pemko pekanbaru itu tidak mengurusi PKL itu saja kerjaannya..
__________________


YangSelalu Baru YaPekanbaru'
jendry no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 02:39 PM   #18649
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Wako Dicegat PKL
25 September 2012 - 07.36 WIB



Quote:
Usai sidang paripurna DPRD Pekanbaru membahas RAPBD-P 2012, Senin (24/9), Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT dicegat Ketua Umum Himpunan Usaha Kecil Masyarakat Mandiri Pekanbaru, Al Jambak bersama satu orang yang ikut serta bersamanya.

Al Jambak mencegat Wali Kota Pekanbaru untuk menyampaikan aspirasi dari pedagang kaki lima (PKL) yang tidak mau digusur dan meminta supaya tetap diizinkan berjualan di Jalan HR Soebrantas.

‘’Dulu kami berjualan di situ tidak ada masalah, karena mendapat izin dari tuan-tuan yang memiliki toko-toko di Soebrantas itu, asal tidak di trotoar, dan tidak di badan jalan. Sekarang semuanya digusur, ini yang saya tanyakan ke wali kota. Kata pak wali dia sudah melakukan sosialisasi, tapi saya tidak tahu,’’ ungkap Al.

Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT menanggapi dengan dingin aspirasi yang disampaikan perwakilan pedagang tersebut.

Sekitar sepuluh menit, Wako berdialog dan kemudian berlalu menuju mobil dinasnya meninggalkan perwakilan pedagang tersebut.

Wako bersikukuh untuk menggusur seluruh PKL di Jalan Soebrantas.

’Saya cinta dan sayang kepada pedagang ini, makanya dipindahkan ke tempat yang kami anggap layak untuk mereka berjualan dengan AMAN dan SELAMAT,’’ ujar Firdaus kepada Riau Pos yang juga disampaikannya kepada perwakilan pedagang tersebut.

Wako juga mengaku heran terhadap pedagang-pedagang yang masih enggan pindah ke tempat yang sudah ditetapkan. Padahal sebagian besar dari pedagang sudah pindah.

‘’Ini yang menjadi persoalan, dan saya minta kepada Satpol PP untuk dapat melakukan penertiban sampai pedagang ini pindah,’’ pintanya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Adri Yanto menegaskan jika sudah ada instruksi dari wali kota soal penertiban lokasi itu, maka Satpol PP harus melakukannya. Artinya ini kan untuk ketertiban dan keamanan pedagang dan pembeli.

“Jika ada pedagang yang masih enggan pindah, padahal sudah disiapkan tempat, tertibkan saja. Jika perlu tidak hanya di Soebrantas, pedagang di belakang kantor Gubernur pun sudah mulai marak, ini harus ditertibkan juga,” tegasnya.

Tantang Wako
Pedagang lainnya bernama Ronald yang ditemui Riau Pos sedang berdagang di pasar jongkok Jalan HR Soebrantas, Ahad (23/9) malah berani menantang Wako untuk datang langsung ke lokasi pasar jongkok dan menemui pedagang.

‘’Kami tidak akan pindah, karena kami sudah lama di sini. Meski tempat baru gratis, kami tetap bertahan karena sudah ada pelanggan, apalagi bayar. Apapun yang terjadi, walaupun Satpol PP turun, kami akan lawan. Dari dulu tidak ada masalah kami berdagang di sini, kenapa sekarang dipermasalahkan. Ini tempat kami mencari makan,’’ tegas Ronald, salah seorang pedagang yang masih tetap bertahan di lokasi lama kepada Riau Pos, Ahad (23/9) malam.

Menurut Ronald, beberapa rekannya berpendapat sama. Bahkan dia menyatakan jika ada tempat yang baru itu bagus untuk pedagang yang lain, tapi itu hanya menjadi salah satu alternatif saja.

Selain karena di lokasi baru ada pembayaran, di lokasi yang baru juga akan bersaing dengan MTC yang memberikan kenyamanan yang lebih.

Keras hati para pedagang tersebut juga ditunjukkannya dengan tetap berdagang meski beberapa personel Satpol PP berada disekitar mereka, Ahad (23/9) malam.

Bahkan mereka menantang Wali Kota Pekanbaru yang datang sendiri ke lokasi tersebut dan melihat kondisi pasar jongkok.

Terkait hal ini, Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT kembali menegaskan kalau lokasi lama tersebut haram untuk pedagang karena memang bukan untuk lokasi berdagang.

Sebagai penggantinya, Pemko sudah memberikan kesempatan lokasi baru yang lebih tertib dan aman.

Untuk itu dia meminta mereka tetap mentaati aturan tanpa menjawab apakah dia akan datang ke pasar tersebut seperti permintaan pedagang atau tidak.

Tidak hanya itu, Wako juga menyatakan tidak ada yang bisa menjamin mereka bebas berdagang di lokasi tersebut sekalipun orang tersebut adalah Wali Kota Pekanbaru.

Untuk itu dia meminta kepada pedagang untuk legowo dan pindah, atau akan ada tindakan tegas tanpa kompromi lagi.

‘’Tidak perlu diulang-ulang lah, jelas-jelas di lokasi tersebut bukan tempat berdagang kenapa mereka berdagang. Jika memang tidak bisa ditertibkan dengan cara persuasif tentu ada tindakan lain. Tapi saya harapkan saudara-saudara saya ini mentaati aturannya di Kota Pekanbaru. Lagi pula kita sudah siapkan tempat tapi mereka yang menolak.

Parahnya lagi mereka juga bukan pedagang yang lama melainkan pedagang yang baru, itu sama saja dengan tidak memahami aturan,’’ tegasnya
.(yls)
Udah OOT back to Construction and Development
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; September 29th, 2012 at 02:41 AM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 03:10 PM   #18650
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 15,327

Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post

apakah pemerintah memberikan tempat yang layak untuk PKL berjualan? kita ambil contoh LABUAY CITY WALK. secara konsep pemerintah bagus sekali, tetapi bagaimana kah manajemen dari pemerintah untuk mempromosikan tempat tersebut? apakah bisa si PKL yang minim pendidikan mengerti ilmu manajemen?

Coba jalan - jalan ke Pasar Senggol Belakang MTC, Pujasera Arifin Ahmad, Jl. Samratulangi, atau Taman PCR Rumbai, JL. Ronggowarsito dan WR Supratman itu pemerintah memberikan tempat yang layak.

Kalau Labuay City Walk tujuannya kan memang bukan untuk PKL, tapi untuk wisata kuliner. Cuma pedagangnya aja merubah konsep jadi tempat Mesum, yah pasti di gusur dong, tempat bisnisnya Koko andry dijadikan tempat mesum di diamkan, atau di tertibkan ? atau malah ikut - ikutan

Udah lah gak usah di bahas soal beginian, gak sekali dua kali juga, intinya jangan mengulang lagu lama. Dulu minta dasar Hukum soal penertiban PKL, udah dikasih dasar Hukum tetap ada juga yang salah, dan masalah sosial juga bukan disini tempat membahasnya, cari Thread lain aja untuk membahas hal itu. ini thread project and development jadi kirang relevan membahas PKL disini

Dan buat prammana selamat datang di SSC Indonesia, kalau ada waktu silahkan ikut gathering sama forumer SSC lainnya, begitu juga dengan koko andry mulyono, ayoo dong ko ikut gathering sama kita - kita , masa koko aktif di thread Riau gak pernah ketemu sama Forumer SSC Riau yang lain ? Koko domisilinya di Pekanbaru kan Oh ya yang untuk gathering lanjut di PM aja yah, nanti kalau lama - lama OOT ad yang marah
drie no está en línea   Reply With Quote
Old September 28th, 2012, 04:24 PM   #18651
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 15,327

Quote:
Originally Posted by jendry View Post
Bus Trans Metro Akan Gunakan Tiket Flazz

sumber : http://utusanriau.com/news/detail/10...an-tiket-flazz

macam ezlink singapore lah tuh ya
Niat baik harus didukung, tapi yang lebih penting realisasi, realisasi, dan realisasi. jangan lupa juga wacana mau mengoperasikan ke 7 Koridor TMP tahun 2013 nanti. Oh ya itu Armada Bus TMP koridor 1 dan 2 kondisinya udah kayak Bus Kota PD Pembangunan tu, gak ada wacana untuk memperbaiki kah ?
drie no está en línea   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 02:23 AM   #18652
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,265
Likes (Received): 1123

Quote:
Originally Posted by prammana View Post
Oke kita bahas peritel vs pkl..

In my humble opinion, regulasi itu sendiri yang menganak tirikan pkl.. pkl dengan modal kecil itupun dapetinnya susah payah disuruh nurutin birokrasi yang njelimet n dipersulit, dibanding peritel yang modalnya gede n akrab dengan pemerintah gimana? pkl sendiri merasa dapat ijin dari oknum2 yg melakukan pungli di lapangan. pemerintah cuma maunya menertibkan, tanpa mikirin untuk memajukan pkl.
Tolong tunjukkan bukti, ke kita semua di sini. Kalau di Pekanbaru lebih gampang buat usaha RETAIL/TOKO ... ketimbang buka lapak kaki lima yang tinggal gelar ?????

Gak usah neko-neko, mereka yang buka lapak kaki lima itu juga awalnya karena memang perizinan mereka sama sekali gak susah.

Jelas lah lebih susah bangun mal dari segi perizinan ketimbang buka lapak kaki lima, yang tinggal kabur kalau ada razia. Kemudian balik lagi kalau razia sudah selesai.


Quote:
Originally Posted by prammana View Post
ah itu kan masalah di pemerintah?

emang sih,
tapi menurut saya ga bijak kalo kita menjadi apatis dan ikut2 menyalahkan pkl, padahal kita tau masalahnya dimana. itu yang saya kritisi disini, lebih oke kan kalo kita ngebahas solusi buat mereka, daripada ikut menyalahkan mereka, gitu2 mereka ngebangun usaha dengan perjuangan berdarah2 mas, masak udah didesak pedagang modern, dianak-tirikan sama pemerintah, mereka juga ga bisa dapet empati dari kita.

walopun ga menghasilkan apa2, setidaknya kita nunjukin peduli kita kan..
PKL itu udah dikasih solusi, disuruh PINDAH ke lokasi yang disediakan. APA MEREKA MAU PINDAH? Tidak, kan???

Disuruh berdagang di lokasi yang legal (karena lokasi legal itu ada ...), tapi tetap membantah maunya di lokasi ilegal.

Kita sudah kehabisan solusi, masa' maunya ikut mereka saja? Kota ini juga bukan hanya milik PKL.

Dan tidak ada empati bagi sy untuk orang yang 'bandel'.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.
rilham2new está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 02:34 AM   #18653
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,265
Likes (Received): 1123

Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post
pernahkah ada sosialisasi untuk perijinan PKL? yang ada hanya main gusur.
yang nama nya seluruh kota di dunia ini, pasti ada PKL, hanya tinggal pemerintah nya melihat PKL sebagai sahabat untuk meningkatkan ekonomi lokal plus mendatangkan devisa pariwisata atau sebagai musuh bersama yang harus dihabiskan
Pernahkah ada sosialisasi??? PERNAH! Rajin baca koran lokal ya ...

Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post
apakah pemerintah memberikan tempat yang layak untuk PKL berjualan? kita ambil contoh LABUAY CITY WALK. secara konsep pemerintah bagus sekali, tetapi bagaimana kah manajemen dari pemerintah untuk mempromosikan tempat tersebut? apakah bisa si PKL yang minim pendidikan mengerti ilmu manajemen?

berbeda dengan MALL besar dimana tim yang punya mall sudah mempunyai cara untuk meningkatkan pengunjung di mall mereka.

apakah pernah manajemen pemerintah untuk meningkatkan potensi LABUAY CITY WALK dengan mendatangkaan sekedar acara festival band lokal pekanbaru?
Gak ada hubungannya dengan ilmu manajemen, kalau sudah berani berbisnis mau buka lapak kaki lima kek, buka LOT di Mall besar kek ... Ya harus siap dengan konsep di kepala, lah ...

Semua kerjaan mau apapun bentuknya, ya harus punya perencanaan masing-masing.

Labuai City Walk itu lokasinya sudah di tepi Sudirman, gak perlu promosi apa-apa juga tinggal lihat kiri-kanan.... Penandanya sedemikian besar....Terang benderang pula.

Masih bandel, kan??



Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post
solusi nya bukan sekedar pemerintah main gusur. tapi komunikasi untuk mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan oleh mereka.
saya melihat di samping perpustakaan taman jadi lapak PKL, saya rasa sangat wajar. hanya tinggal bagaimana pemerintah kota pekanbaru ini bisa menyikapinya tidak main gusur. bagaimana menjaga estetika keindahan kota tetapi masih mengakomodasi keinginan sang PKL, sehingga bisa menjadi objek wisata. dan ketika dipindah tempat. bagaimana pemerintah bisa memenejemen i tempat tersebut dengan baik, dan tanpa memberatkan sang PKL dengan uang sewa yang TINGGI, dan memastikan bahwa tempat yang baru tersebut bisa ramai.......
Pemerintah tidak main gusur seenaknya. JUSTRU KARENA TIDAK MAIN GUSUR ITU LAH BERITANYA MERAJALELA DI RIAU POS.

Dorongan dari masyarakat untuk menertibkan itu BESAR !! Di media-media juga ramai, kok. Lagipula, bukannya tempat berjualan sudah disediakan, tinggal PINDAH ke sana kok susah. Jangan berjualan di tempat yang tidak semestinya....



Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post
masalah tersebut bisa terselesaikan apabila pemerintah bukan asal main gusur. tetapi menyediakan solusi yang tepat bagi PKL,
bisa saja pendata an PKL dengan tempat yang strategis dan bagaimana manajemen pemerintah membuat tempat tersebut laku.
kalo pemerintah nya tanggap hal ini, maka yang ada PKL akan mendukung perekonomian rakyat PEKANBARU, dan akan menurunkan masalah2 sosial terkait kriminalitas. meskipun bukan salah satu faktor utama nya

Di sini ada pihak-pihak yang berusaha 'mengalihkan' ISU....

Masalahnya adalah bukan sama sekali tidak ada solusi, tapi ITIKAD BAIK dari PKL nya itu sendiri untuk ikut peraturan ya memang tidak dan/atau belum ada.

Solusi ada, cuman kalau memang 'bandel' ya mau gimana lagi. Yang melarang berjualan itu ya tidak ada, tapi berjualanlah di tempat yang benar. Kalau tidak sanggup ya jangan berjualan sekalian
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.
rilham2new está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 05:30 AM   #18654
CrazyForID
Registered User
 
CrazyForID's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 8,206
Likes (Received): 1860

Quote:
Originally Posted by andry.mulyono View Post

mas bro... Kita semua WARGA NEGARA INDONESIA. saya rasa hal yang sangat wajar apabila warga kota lain masuk ke pekanbaru karena prestasi gemilang dari PEKANBARU.
pendatang ya jangan nambah masalah. daripada nambah masalah, mending di pulangkan
kalau datang tujuannya jelas (mau berbisnins, dan mengikuti regulasi) ya silahkan. tidak ada yang melarang. ini sudah pendatang, tidak punya izin, malah minta macam-macam dari pemerintah
__________________
“Dan Timur dan Barat pastilah konsep yang amat ganjil, sebab kita berbicara tentang kesopanan sambil telanjang.”
- Ayu Utami
CrazyForID está en línea ahora   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 11:28 AM   #18655
andry.mulyono
BANNED
 
Join Date: Jun 2010
Location: Jakarta
Posts: 1,447
Likes (Received): 216

Progress indogrosir panam pekanbaru. As 29sep. Will be open officially at dec 21st. Starting for filling stuff at beginning of novmber.

Indogrosir adalah ritel dengan model cash n carry model seperti lotter wholesaler. Nantinya indogrosir ini akan digunakan sebagai gudang awal indomaret.

Saat ini aktivitas yg dilakukN indogrosir adalah pembagian kartu member merah k toko2 di pekanbaru. Dimana kartu tersebut digunakan sebagai diskon card yg cukup besar.

Semoga saja pemerintah bisa mengatur perijinan dari mini market agar toko2 tradisionL lokal tidak mati dan yang pasti lokasi dari minimarket diatur jauh dr pasar. Tidak seperti sekarang.

Indogrosir lokasi terlalu dekat dengan pasar




andry.mulyono no está en línea   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 12:02 PM   #18656
Light_4
Registered User
 
Join Date: Aug 2008
Posts: 195
Likes (Received): 0

sebenarnya sih solusi pkl adalah membuat ramai tempat yang baru...
Light_4 no está en línea   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 12:10 PM   #18657
prammana
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Location: Pekanbaru - Jogja - Jakarta - Bukittinggi
Posts: 27
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by drie

Udah lah gak usah di bahas soal beginian, gak sekali dua kali juga, intinya jangan mengulang lagu lama. Dulu minta dasar Hukum soal penertiban PKL, udah dikasih dasar Hukum tetap ada juga yang salah, dan masalah sosial juga bukan disini tempat membahasnya, cari Thread lain aja untuk membahas hal itu. ini thread project and development jadi kirang relevan membahas PKL disini

Dan buat prammana selamat datang di SSC Indonesia, kalau ada waktu silahkan ikut gathering sama forumer SSC lainnya, begitu juga dengan koko andry mulyono, ayoo dong ko ikut gathering sama kita - kita , masa koko aktif di thread Riau gak pernah ketemu sama Forumer SSC Riau yang lain ? Koko domisilinya di Pekanbaru kan Oh ya yang untuk gathering lanjut di PM aja yah, nanti kalau lama - lama OOT ad yang marah
Aduh sedihnya baca komen kayak gini.. masalahnya gini lho mas, pembangunan, ekonomi, sosial n lingkungan itu saling kait mengait ga bisa dipisahkan.. tidak membahasnya sama aja boong.. buktinya disini sering kok ngebahas masalah sosial, tapi ketika yg dibahas masyarakat menengah kebawah kebanyakan temen2 diforum ini menanggapinya sangat objektif..

Hehe makasih ucapan slamat datangnya kawan tapi sbenarnya udah 4tahunan ini saya ikuti nih forum walopun ga tiap waktu, tapi ya sayangnya saya gak ikuti forum selain pekanbaru emang (kayak yg dibilang bang rilham)

Kalo ada gathering coba aja kasi tau infonya. Kalo lagi di pekanbaru n ada kesempatan insyaallah datang, udah 5taun belakangan pindah2 kota, jadi jarang pulang ke pku. Gatheringnya bukan buat debat2an adu hebat kan? hehe
prammana no está en línea   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 12:15 PM   #18658
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Itu sih tergantung pedagangnya lagi, udah dikasih izin, di beri tempat yang layak gratis pula... masa pemerintah yang disuruh bikin dagangan mereka supaya laris. Pintar2 pedagangnya juga sih...
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; September 29th, 2012 at 12:27 PM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 12:21 PM   #18659
prammana
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Location: Pekanbaru - Jogja - Jakarta - Bukittinggi
Posts: 27
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by rilham2new

Tapi maaf ya, semua saran di sini berpeluang dibantah, disanggah, dan/atau didukung. Jadi kalau semua saran yang masuk mau langsung diterima tanpa mendapat bantahan. Ya jangan bergabung ke dalam forum kalau takut pendapatnya dibantah ?

We don't take comment for granted.

Semua komentar yang masuk harus siap untuk mendapatkan FEEDBACK secara langsung. Kalau anda memang kokoh dengan pendapat anda. Anda pasti akan selalu punya argumen untuk mempertahankannya..

Tapi, forumer yang lain juga punya hak yang sama untuk menyanggah.

Jadi kalau anda tidak cocok dengan sanggahan-sanggahan forumer lain terhadap andry.mulyono, anda dipersilahkan untuk membantu beliau mempertahankan argumennya.

Tapi jangan khawatir, forumer lain tetap punya hak menyuarakan argumen masing-masing.

Lagipula, kita di Skyscrapercity Indonesia terutama di thread Project and Development, umumnya memang lebih concern kepada pembangunan fisik. Hampir semua forum kota lain juga begitu. :P ... In case, you do not pay attention.
Siappp tapi mohon maaf saya punya keterbatasan buat nyanggah argumen secara cepat.. hee

Iya sayangnya saya gak ikuti forum2 kota lain. Maafkan
prammana no está en línea   Reply With Quote
Old September 29th, 2012, 12:28 PM   #18660
hafis
Registered User
 
hafis's Avatar
 
Join Date: Sep 2010
Location: PEKANBARU - BATAM
Posts: 1,542
Likes (Received): 113

Info: Giant ke 2 yang di jl. Tuaku tambusai udah naik kontruksinya
hafis no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
indonesia, pekanbaru, riau

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 03:32 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2017, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu