daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Politics, Economics, Tourism and Business

Reply
 
Thread Tools
Old October 8th, 2015, 04:05 PM   #261
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Menteri Malaysia Luncurkan Kamus Baso Minangkabau

Quote:
PADANG PANJANG – Sebuah sejarah baru bagi etnis Minangkabau terukir di kampus ISI Padang Panjang, Kamis (8/10). Bertempat di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, sebuah kamus berbahasa Minang yang diberi judul ‘Kamus Baso Minangkabau’ diluncurkan oleh Menteri Penasihat Sosio Budaya Kerajaan Malaysia, Tan Sri Dato’ Seri Utama DR. Rais Yatim.

Turut hadir dalam acara itu Gubernur Sumbar yang diwakili Kadis Pendidikan, Syamsurizal, Rektor ISI Padang Panjang Prof. Novesar Jamarun, Walikota Padang Panjang yang diwakili staf ahli bidang hukum dan HAM, Ervic Rinaldy, Penjabat Bupati Tanah Datar, Hardiman, Ketua PWI Cabang Sumbar, Basril Basyar, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi.

Dipercayanya Rais Yatim meluncurkan kamus yang ditulis Yos Magek Bapayuang itu bukanlah tanpa alasan. Sang menteri adalah tokoh Malaysia yang berasal dari etnis Minangkabau. Kampung asalnya adalah Lariang, Kabupaten Agam. Dan ia termasuk salah seorang tokoh yang selalu memotivasi orang Minangkabau kembali berbahasa Minangkabau.
Menteri Malaysia Luncurkan Kamus Baso Minangkabau

“Orang Minang itu ada sekitar 10 juta, 5 juta di kampung halaman dan 5 juta lainnya di perantauan (Indonesia maupun negara lain). Dari jumlah yang tak sedikit itu, ternyata banyak yang tidak lagi pandai atau tidak terbiasa lagi berbahasa Minang. Dengan adanya Kamus Baso Minangkabau ini, mudah-mudahan ini menjadi pelecut semangat kita mencintai bahasa kita sendiri,” harap Rais. (jasriman)
http://hariansinggalang.co.id/menter...o-minangkabau/
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 9th, 2015, 04:22 PM   #262
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Perempuan Minang dari masa ke masa



Quote:
Kisah Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah Kosmetic asal Padang Panjang.

-------------------------------------------------------------------------------

Nurhayati Subakat (lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 27 Juli 1950; umur 64 tahun) adalah seorang pengusaha kosmetik asal Indonesia. Dia merupakan pendiri PT Pusaka Tradisi Ibu, yang mengelola merek kosmetik muslimah Wardah dan Zahra.

Nurhayati merupakan putri kedua dari delapan bersaudara yang berasal dari Minangkabau. Ia menghabiskan masa kecilnya di kota kelahiran, Padang Panjang. Seusai menamatkan sekolah Diniyah Putri, ia kemudian pindah ke Padang. Disini, sambil bersekolah ia juga membantu usaha orang tuanya. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung.

WARDAH, Kosmetik kecantikan ini sudah dipakai berjuta orang. Para wanita muda. Ibu rumah tangga. Wanita karir. Para pesohor yang bermunculan di layar televisi kita. Bahkan hingga ke manca Negara. Wardah juga sudah mensponsori begitu banyak hajatan besar. Sekedar menyebut satu: Indonesian Idol, tayangan yang membetot berjuta mata itu.

Cerita tentang Nurhayati, bukan cerita tentang kecantikan belaka, tapi juga kisah tentang gagasan. Kejelian melihat pasar. Jatuh bangun membesut bisnis. Pantang menyerah. Keringat. Dan selalu melihat "Pertolongan dari Atas" pada setiap kemajuan yang dilalui.

Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 27 Juli 1950, dia melewati masa belia di kota di sana. Dia sekolah di Diniyah Putri. Lalu pindah ke kota Padang. Masa remajanya dilewati di kota itu. Menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di situ. Sesudah lulus dari sekolah menengah, dia kuliah di Jurusan Farmasi Institut Teknologi Bandung. Dia cerdas. Juga rajin belajar. Kuliah tuntas lalu wisuda tepat pada waktu.

Kecintaan pada kampung halaman, memulangkan Nurhayati ke Sumatera Barat sesudah wisuda itu. Dia bekerja sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum di Padang. Merasa cukup berbakti di sana, dia memilih pindah ke Jakarta. Bekerja sebagai staf quality control di sebuah perusahaan kosmetik yang sudah sohor. Bekerja di perusahaan itu adalah dambaan para professional muda lulusan farmasi. Dari rumahnya di Kebayoran lama, Nurhayati melaju ke kantor perusahaan di timur Jakarta itu. Saban hari begitu.

Dan karir di situ sesungguhnya sudah mulai berkilau. Tapi sebuah kejadian kecil di perusahaan ini mendorongnya keluar. "Saya kurang cocok dengan seorang petinggi di situ," kenangnya kepada Dream.co.id.

Keluar dari perusahaan raksasa itu, dia tak mau menyerah. Dapur harus mengepul. Semangat harus menyala. Dua anaknya beranjak remaja, butuh uang yang cukup. Dia lalu memulai bisnis sendiri. Dan itu tahun 1985. Sebuah industri rumahan. Semula tenaga kerjanya cuma satu orang. Pembantu rumah tangganya sendiri. Produk pertama yang dibesut adalah sampo dengan merek Putri. Dan membesarkan si putri itu mengucurkan keringat.

Si Putri itu mekar berkembang. Keuangan juga mulai berkilau. Meski pelan diterima pasar. "Alhamdulillah, sebagian besar salon menerima produk kami," kata Nurhayati mengenang masa pahit itu. Saat itu sejumlah produk besutannya dikenal di salon-salon ternama di Jakarta. Sudahlah bisa diramalkan, masa depan perusahaan ini bakal kemilau.

Tapi cobaan berat itu datang lima tahun kemudian. Pabriknya hangus terbakar. Usaha yang dirintis dari nol itu tiba-tiba saja jadi arang. Lenyap juga semua mimpi yang sudah lama menyala itu.

Dihantam krisis ke titik nadir seperti itu, Nurhayati hendak menutup perusahaan itu. Matematika bisnis sudah tak mungkin membangkitkan usaha itu. Sudah tak masuk akal. Utang dibank belum lunas. Ketika usaha ini merangkak naik, Nurhayati memang membeli secara kredit sebuah mobil box. Mobil itulah yang mengantarkan si Putri ke salon-salon. Jadi? Jalan paling masuk akal, tutup itu usaha. Tapi Nurhayati bukan seorang pebisnis belaka. Dia juga seorang ibu, yang bisa meleleh air mata memikirkan nasib para karyawannya. "Bila perusahaan saya tutup, bagaimana nasib mereka," kenangnya mengingat masa-masa susah itu. Mencoba bangkit juga sungguh tak gampang.

Pabrik sudah hangus. Menyerah bukan pilihan.

Dan Nurhayati adalah kata lain dari tekad. Dia mulai lagi. Dari nol. Benar-benar nol. Modal awal pinjam dari tabungan suami. Bayar gaji karyawan diambil dari gaji bulanan suami. Kerja keras episode kedua ini juga ada hasilnya. Mesin pabriknya kembali menyala, "Bahkan bisa bayar gaji dan THR para karyawan," kisahnya.

Sesudah itu mesin pabriknya terus menderu. Begitu untung, dia melakukan inovasi. Dan salah satu inovasi itu masuk ke bisnis kosmetik. Nurhayati jitu membidik konsumen. Merekam apa yang diperluka dunia di sekitarnya. Dari pergaulan sehari-hari dia merasa bahwa ada kebutuhan para muslimah untuk tampil elegan. Merias diri secara bebas tanpa perlu cemas soal halal tidaknya sebuah produk.

Nurhayati seperti menemukan rumah usahannya. Dia membidik segmen muslimah itu. Meramu produk kosmetik yang kini kita kenal dengan nama Wardah. Bunga mawar yang indah. Perlahan si bunga itu mekar. Merangsek pasar. Mulai dikenali dan jadi kosmetik langanan kalangan kelas menengah ke atas. Kaki bisnis ini kuat. Konsumen juga setia. Kesetian pemakai dan manajemen yang kuat membuat Wardah sanggup melewati badai krisis yang menggulung ekonomi Indonesia 1997.

Banyak cara ditempuh memasarkan produk kosmetik ini. Selain lewat sejumlah agen di beberapa kota besar, Wardah juga dipasarkan dengan cara Multi Level Marketing (MLM). Dan kerja keras itu memang ada hasilnya. Produk Wardah terus berkembang seiring dengan membaiknya ekonomi nasional. Modal juga kian banyak. Laba yang diraih dipakai untuk terus memperluas jaringan pasar. Wardah kemudian merangsek ke pasar Negara tetangga. Masuk ke kota-kota di Malaysia. Dan di sana sejumlah produknya laku keras. Diminati banyak muslimah di sana, bersaing dengan produk negeri serumpun itu.

Kini Wardah menjadi salah satu produk kosmetik terbesar di negeri ini. Banyak tokoh wanita dan pesohor yang memakai produk kosmetik dan menjadi bintang iklan perusahannya. Inneke Koesherawati dan Dian Pelangi, yang ada dibaliho kecil di ruang tamu itu, adalah dua contoh bintang itu. Inneke adalah mantan artis. Dian Pelangi adalah desainer hijab yang sukses dan sudah melalangbuana ke sejumlah Negara. Dua wanita cantik itu adalah bintang iklan Wardah. Syuting iklan itu hingga ke kota Paris.

Selain Wardah itu, dia juga meluncurkan produk merek lain seperti Zahra, Camilla, Fadila dan Muntaz. Omset seluruh perusahaannya menjulang ke bilangan Rp200 miliar. Sudah cukup? Belum. "Ini semua belum mencapai puncaknya," katanya kepada Dream.co.id.

Nurhayati bertekad meraih pasar yang lebih luas. Go international. Dia mematok memasang target, perusahaan ini harus go public tahun 2016. Dan itu bisa saja terjadi. Masih ada waktu dua tahun. Meski sudah menyusun rencana besar itu, pada usia 63 tahun, Nurhayati kini mulai menepi. Kendali perusahaan diserahkan kepada kedua anaknya. Kedua anaknya itu juga lulusan ITB. Memegang kendali pemasaran dan produk, dua sektor penting yang menjadi ujung tombak perusahaan ini. Mereka siap go internasional.

ampir 28 tahun menekuni bisnis ini, Nurhayati memperkirakan bahwa segmen muslimah dan kecantikan ini bakal terus bersinar. Bahkan pesat melaju. Tapi dia berharap agar bisnis ini tidak akan pernah mencapai puncak. “Saya justru berharap, bisnis mode, lifestyle muslim ini jangan pernah berada di puncaknya dulu,” katanya. Sebab begitu mencapai puncak, lanjutnya, tinggal menunggu waktu untuk turun.

PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang menaungi setidaknya 300 item kosmetik itu pesat berkembang. Tumbuh 50 persen setahun. Padahal secara umum, bisnis kosmetika di Indonesia tumbuh dengan rata-rata 10 hingga 15 persen.

Size bisnis segmen muslimah ini, kata Nurhayati, kian melebar lantaran bertumbuhnya fashion muslim yang lifestyle. Lebih modis tapi tetap bermartabat. Dan anak-anak muda seperti hijabers lebih agresif dalam perkara ekspansi dagang. Itu sebabnya Nurhayati menyala optimismenya begitu bicara soal masa depan perusahaan yang dirintis dengan susah payah itu.

Kini, Paragon membuka pabrik di dua lahan yang luas. Dari semula dikerjakan bersama pembantu di rumah, perusahaan ini memperkerjakan 4000 ribu lebih karyawan.

Kesuksesan itu diapresiasi banyak orang dan lembaga. Sebuah Majalah Mingguan di Jakarta memberi penghargaan kepada sebagai salah sati Chief Executive Officer (CEO) terbaik di Indonesia. Sejumlah penghargaan lain juga sudah diterima.

Di usia yang tak lagi terbilang muda, Nurhayati kini diundang banyak orang, banyak lembaga demi membagi resep dan kisah suksesnya. "Saya memulainya dari situ," katanya kepada Dream.co.id, sembari mengarahkan pandangan ke sebuah rumah di belakang kantor itu. Dan kami semua menoleh ke situ.
https://www.facebook.com/minang.official/photos_stream
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old October 10th, 2015, 04:36 PM   #263
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Nagari Sijunjung, Nagari Adat Warisan Dunia

Quote:
Mencoba bertahan dengan wajah ‘kekunoan’ yang elok, bersetia dengan masa silam Minangkabau yang terancam terlupakan, Nagari Sijunjung sedang meniti jalan menjadi ‘nagari adat’ warisan dunia. Di nagari itu, terutama pada dua jorongnya, Padang Ranah dan Tanah Bato, rumah-rumah gadang yang berumur ratusan tahun, yang jumlahnya mencapai 80an buah, berjajar teratur mengikuti garis jalan nagari. Rumah-rumah gadang itu nyaris seragam dari sisi arsitektur, hampir seluruhnya berlangkan, semuanya bergonjong empat, dan dengan garis posisi yang saling berhadapan.

Nagari Sijunjung dengan rumah gadang-rumah gadangnya yang berlimpah itu, bagai hendak menjadi ingatan, monumen, tentang masa lalu Minangkabau yang masih bertahan di tengah berbagai pelosok kawasan wilayah kultural ini yang hampir terjerembab dalam kepunahan. Jika rumah gadang ambruk, matrilini juga akan ambruk, begitu analisa beberapa Minangkabauis. Posisi rumah gadang menjadi sangat sentral dalam memelihara kekerabatan satu-satunya etnik penganut matrilini yang disinyalir masih tersisa di bumi itu.

Rumah gadang-rumah gadang di Nagari Sijunjung adalah merupakan kepunyaan atau milik enam suku yang menghunyi nagari itu sudah sejak lama. Nyaris tidak ada catatan tertulis untuk mengetahui secara pasti kapan persisnya untuk pertama kali orang-orang enam suku itu datang dan membangun rumah gadang di kawasan itu. Tetapi, sumber lisan setempat menyebutkan bahwa rumah-rumah gadang itu tumbuh seiring munculnya Nagari Sijunjung itu sendiri. Dari sumber lisan setempat pula, Nagari Sijunjung diperkirakan pertama kali terbentuk pada abad ke-14. Dan pula, Nagari Sijunjung itu sendiri tumbuh sebagai bagian dari perkembangan pemukiman sebelumnya. Perkembangan pemukiman yang dalam konsepsi Minangkabau tradisional dikenal dalam beberapa tingkatan sebelum terbentuk menjadi nagari: dusun, taratak, dan koto.

Rumah gadang-rumah gadang itu bermula ketika secara bersama-sama seluruh anggota kaum dalam nagari itu bersepakat mulai membangun rumah gadang ketika Nagari Sijunjung baru terbentuk berabad yang silam. Pada kesepakatan awal, para penghulu di nagari itu menyepakati pembangunan 30 buah rumah gadang. Jumlah ini berdasarkan jumlah pemimpin suku dan perangkatnya dalam nagari itu. Di Nagari Sijunjung sesungguhnya terdapat 6 suku, dan tiap suku dipimpin oleh penghulu suku yang dibantu oleh apa yang disebut dalam konsepsi adat Minangkabau sebagai ‘orang yang empat jenis’. Penghulu suku dan keempat pembantunya itulah pada masing-masing suku yang berhak memiliki rumah gadang menurut konsepsi adat tradisional Minangkabau. Pembangunan secara bersama dan serempak ini pulalah, yang di antaranya menyebabkan pola pemukiman di nagari itu teratur dan tertata.

Tetapi kemudian, dalam perkembangan pemukian dan pertumbuhan perkauman, rumah gadang di Nagari Sijunjung bertambah jumlahnya hingga mencapai 80an buah. Bagaimana pertumbuhan dan pertambahan ini berlangsung? Pertambahan rumah gadang memang berjalan seiring pertumbuhan suku. Ketika sebuah suku, secara biologis, menelurkan lebih banyak anggota yang tempat bermukim mereka tidak mampu lagi ditampung oleh rumah gadang-rumah gadang yang tersedia, pada kondisi serupa inilah rumah gadang-rumah gadang baru dapat dibangun untuk memenuhi tuntutan-tuntutan pertumbuhan jumlah anggota suku tersebut. Pemimpin di rumah gadang-rumah gadang yang baru ini bukan lagi penghulu atau orang yang empat jenis, tetapi mereka bernama ‘tungganai’, yang dalam konsepsi adat Minangkabau pertumbuhan semacam ini dibolehkan dalam perkembangan pemukiman. Tidak didapatkan sumber yang memadai untuk menjelaskan bagaimana perkembangan atau pertumbuhan rumah gadang-rumah gadang ini berlangsung dalam periode ini. Apakah pembangunan rumah gadang-rumah gadang yang baru ini serempak dilakukan sebagaimana pada periode awal pembentukan nagari, atau pertumbuhannya berlangsung fluktuatif sesuai kebutuhan suatu perkauman?

Namun, dapat dipastikan, jumlah rumah gadang yang ada sekarang ini tampaknya tidak pernah bertambah-tambah lagi setidak-tidaknya sejak 70 tahun yang silam. Harizal Datuk Panghulu Sati bersuku Tobo sepanjang hidupnya, yang telah berumur lebih dari 60 tahun tidak pernah menyaksikan pembangunan rumah gadang baru di nagari itu. Juga Irham Tobo bergelar Khatib Rajo dari suku yang sama, yang berumur lebih tua dari itu, sepanjang umurnya tidak pernah melihat ada pembangunan rumah gadang baru di nagari itu. “Yang ada hanya renovasi-renovasi”, kata Penghulu Sati.

Alih-alih penambahan jumlah rumah gadang, yang ada malah berkurang. Sejak zaman kolonial, dari 80an rumah gadang yang ada di nagari itu, satu di antaranya telah terbakar. Rumah gadang yang terkabar itu adalah rumah gadang milik kaum Imam Malin Sutan, yang dibakar Angku Lareh (penguasa pribumi berafiliasi kolonial) pada masa itu karena dianggap Imam Malin Sutan sebagai ulama mengganggu otoritas kekuasaanya. Sampai hari ini, rumah yang terbakar itu tidak pernah dibangun-bangun lagi karena terkendala biaya rekonstruksi yang besar. Dua rumah gadang yang lain terbakar pada zaman pergolakan daerah tahun 1950an. Namun, dua rumah yang terbakar itu segera dibangun lagi oleh kaum yang bersangkutan setelah pergolakan selesai, kata Khatib Rajo. (deddyarsya)
http://www.inioke.com/berita/seni-bu...-warisan-dunia
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old October 21st, 2015, 05:32 PM   #264
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Grup Musik Etnik Minang Talago Buni Berkeliling Eropa, akan Tampil di 20 Kota -

Quote:
LONDON, GOSUMBAR.COM - Grup musik etnik Sumatera Barat, Talago Buni akan berkeliling Eropa usai menggelar pertunjukan musik kontemporer di Paviliun Indonesia pada Pameran Buku Frankfurt (Frankfurt Book Fair) 2015.


"Kami bangga bisa ikut menampilkan kesenian dari Minangkabau pada acara Frankfurt Book Fair dimana Indonesia menjadi guest of honour (tamu kehormatan)," ujar Artistic Director Talago Buni, Edy Utama kepada Antara London, Selasa (20/10).


Menurut Edy Utama, usai menghibur pengunjung Paviliun Indonesia selama Frankfurt Book Fair , grup musik Talago Buni akan melanjutkan tour di beberapa kota di Jerman yang berlangsung hingga Desember 2015.


Di Jerman, Talago Buni akan tampil tunggal di 15 kota dari 20 Oktober hingga 18 November 2015 di gedung-gedung opera yang berkelas dunia, seperti di Philharmonie, Berlin.


Penampilan Talago Buni di Teater In Der Brotfabrik di Bonn juga akan direkam kemudian disiarkan di sebuah radio di Jerman.

- See more at: http://www.gosumbar.com/berita/umum/....MNRmP4Eo.dpuf
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old October 21st, 2015, 05:39 PM   #265
Mehome
Moved
 
Mehome's Avatar
 
Join Date: Dec 2010
Location: uaceland
Posts: 4,922
Likes (Received): 1500

Wow saya baru tau ternyata wardah punya orang padang panjang

Lipstiknya enak lo di bibir.. bahan-bahannya soft dan rata2 cocok buat yg sensitif
__________________
Indonesia, scientifically proven home to both of
To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.
and
To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.
!

Be selective with your battles. Sometimes peace is better than being right - Buddha
Mehome no está en línea   Reply With Quote
Old November 2nd, 2015, 04:02 PM   #266
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Quote:
Masyarakat Minang di Eropa Gelar Gerakan Budaya di Paris


LONDON – Warga keturunan Minang yang tinggal di Eropa menggelar acara Pagelaran Gerakan Budaya Minang di Balai Budaya Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris, Perancis, Sabtu (31/10).

Menu sate Padang, nasi kapau dan bubur kampiun serta berbalas pantun menyemarakkan acara yang dihadiri sekitar 300 masyarakat Minang yang datang dari Inggris, Jerman, Belanda dan Perancis, kata Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Paris, Henry Katily kepada Antara di London, Minggu.

Duta Besar RI untuk Paris Hotmangaradja MP Pandjaitan menyampaikan penghargaannya dengan digelarnya acara promosi budaya Indonesia khususnya dari Minangkabau di Perancis yang diakuinya sangat akrab dengan kehidupannya.

Ia mengatakan pentas budaya yang dilakukan warga Minang di Eropa dapat dijadikan momentum memperlihatkan kepada warga Perancis yang hadir tentang kekayaan budaya Indonesia sebagai perekat masyarakat Indonesia di Eropa.

Dubes mengharapkan agar warga Minang di perantauan dapat memperat tali persaudaraan dengan perhimpunan warga daerah lainnya yang ada di luar negeri dan memberikan kontribusi bagi tanah air Indonesia.

Dalam acara Gebu Minang, masyarakat Minang yang mengikuti acara mengenakan baju kurung yang membuat acara Gebu Minang semakin meriah apalagi dengan ditampilkannya slide mengenai Minangkabau dan juga dihadiri Ketua Gebu Minang dari Jakarta DR H Aragar Putri Deli dan Ketua Gebu Minang se-Eropa Adeiano Painan.

Berbagai kesenian dari Minang ditampilkan dalam acara Gebu Minang. Selain lagu-lagu Minang juga tari piring, tari rantak, tari indang, tari alang babega dan tari liling serta peragaan busana pengantin Sumatera Barat.

“Saya sangat terkesan dengan digelarnya acara Gebu Minang oleh masyarakat Minang yang ada di Paris,” ujar Nani Clansey yang khusus datang bersama sang suami Jason Clansey untuk mengikuti acara Gebu Minang se-Eropa.

Dikatakannya dalam acara Malam budaya Gebu Minang, yang juga dihadiri Dubes RI untuk Unesco beserta Ny Bonita Sulaiman masyarakat Minang yang ada di Eropa mengumpulkan dana bagi saudara yang ada di Sumatera Barat yang kena musibah asap akibat pembakaran hutan.

Acara penggalangan dana terkumpul 1050 euro yang langsung dibawa Ketua Umum Gebu Minang Jakarta, Aragar Putri.

Selain itu terdapat door price bagi yang beruntung mendapatkan diantaranya sumbangan dari Gebu Minang Jakarta berupa kain songket pandai sikek. (*/lek)
http://hariansinggalang.co.id/masyar...daya-di-paris/
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 7th, 2015, 05:00 PM   #267
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Ternyata, Silek Harimau Ranah Minang Berkembang Pesat di Austria -



Quote:
KETIKA perkembangan seni beladiri tradisional pencak silat di Indonesia terlihat stagnan, di Austria justru sebaliknya. Di negara yang sangat jauh dan mungkin kurang begitu populer bagi masyarakat umum Indonesia tersebut, pencak silat mulai digemari. Berikut adalah liputan menarik dari Reza Khomaini yang dikutip GoSumbar.com dari Bola.com.


Pencak Silat Verband Oesterreich (PSVOe) atau Persatuan Pencak Silat Austria memiliki 10 perguruan pencak silat, yakni Silat Akademie, Pencak Silat Tapak Suci, Seni Gayung Fatani Austria, Seni Gayung Fatani Perchtoldsdorf, Seni Gayung Fatani Baden, Silat Harimurti, Pencak Silat Panglipur, Pencak Silat Perpi Mataram, Aliran Bersatu, dan Pencak Silat Anak Harimau. Semua perguruan ini terdaftar resmi di bawah federasi.


Di antara 10 sekolah silat tersebut, Pencak Silat Anak Harimau yang cukup aktif mempromosikan kesenian beladiri Indonesia ini. Perguruan yang didirikan Stefan Taibl ini tidak hanya aktif mengajarkan jurus-jurus silat asal Ranah Minang Sumatera Barat ke masyarakat Austria, tapi juga sering membantu Kedutaan RI dan masyarakat Indonesia saat menggelar pagelaran budaya.


Bola.com belum lama ini mengunjungi markas Anak Harimau yang terletak di Kota Ladendorf, Provinsi Lower Austria. Di kota kecil yang berjarak sekitar 75 kilometer dari ibu kota Austria itu, Stefan Taibl bersama Martin Jagoditsch, melatih beberapa muridnya di sebuah hall olahraga Volksschule atau sekolah negeri setempat. ’’Selamat datang di Ladendorf. Selamat datang di sekolah kami,’’ ucap Stefan Taibl.


Penduduk Lokal


Di hall basket dan atletik milik sekolah negeri itu, Anak Harimau menjalankan latihan rutin. Guru dan murid Anak Harimau semuanya penduduk lokal. Tidak ada warga Indonesia atau keturunan dari Tanah Air yang menjadi tenaga pendidiknya. Nuansa Indonesia hanya hadir dalam pakaian tradisional kesenian pencak silat Sumatra Barat yang dikenakan guru dan sebagian besar muridnya.


Sesekali saat latihan Stefan Taibl mengeluarkan instruksi dalam bahasa Indonesia kepada murid-muridnya. ’’Pelan-pelan,’’ begitu ucap Stefan saat memulai memeragakan gerakan silat khas Minang ini.


Stefan Taibl adalah sosok di balik terciptanya padepokan pencak silat yang mengadopsi seni beladiri asal Sumbar itu. Pria kelahiran Wina, 2 April 1966 ini mengatakan perguruan Anak Harimau yang digagasnya berdiri sejak 2001. ’’(Anak Harimau) Berdiri sekitar 14 tahun lalu. Sebelum berdiri, saya sudah lebih dahulu belajar pencak silat,’’ terang Stefan membuka kisah awal pendirian seni beladiri Indonesia tersebut.


Ketertarikan Stefan terhadap pencak silat berawal pada 1991. Saat duduk di bangku sekolah kejuruan, dia mencari kegiatan olahraga untuk melengkapi kurikulum pendidikannya. Pilihannya ada dua, akrobatik atau silat. ’’Pilihan saya jatuh ke pencak silat. Guru yang mengajar saat itu dari Indonesia . Namanya Mihar. Lewat dia saya mengenal silat, khususnya pencak silat Sumatra Barat,’’ kenang Stefan.


Tiga bulan menekuni dasar silat di sekolah kejuruan rupanya tak membuat Stefan puas diri. Selepas lulus dari bangku sekolah, Stefan terus memperdalam ilmu silatnya. ’’Saya tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah di sekolah, saya lanjut belajar silat hingga saat ini,’’ terang Stefan.


Beladiri Paling Komplet


Untuk memperdalam kemampuannya, Stefan berkunjung ke Indonesia pada 1992. Di Tanah Air, dia berlatih pencak silat di sejumlah daerah di Sumatra Barat. Bahkan saat itu Stefan menguji kemampuannya dengan terjun ke kompetisi pencak silat di Jakarta. Stefan mengakui berlatih dan mengikuti kejuaraan silat di Indonesia merupakan pengalaman yang tidak akan dilupakannya.


’’Saya memang tidak menang dalam kejuaraan, tapi selama di Indonesia, saya belajar banyak. Bisa berlatih di Sumatra Barat merupakan sesuatu yang membanggakan,’’ tuturnya.


Menurut Stefan, pencak silat merupakan seni beladiri paling komplet. Di pencak silat, semua gerakan ada. Mulai dari teknik membanting, pukulan, tendangan, kuncian, dan juga gerakan seperti akrobatik. Silat merupakan gabungan dari seluruh seni beladiri dan akrobatik. Filosofi silat juga menambah keragaman seni beladiri.’’Saya tidak menemukan seni beladiri yang paling sempurna selain pencak silat,’’ kata bapak tiga anak ini.


Pernyataan yang serupa juga diutarakan Martin Jagoditsch. Pria yang juga sudah belasan tahun menekuni pencak silat ini mengakui kesempurnaan seni beladiri Indonesia ini. ‘‘Sebelum menekuni silat, saya sempat belajar jijutsu dan seni beladiri lainnya. Tapi, hanya di silat saya merasakan kecocokan, ’’ucapnya. ’’Silat itu tidak ada batasnya. Selalu berkembang dan tidak pernah habis. Saya masih terus belajar dan belajar, ’’tambahnya.


Pemilihan Nama Anak Harimau


Penjelasan dua guru di atas juga senada dengan muridnya. Susanne Kummer, yang sudah lebih dari 8 tahun berlatih pencak silat ini mengatakan, pencak silat sangat berbeda dengan seni beladiri lainnya.


’’Sebelum saya belajar silat, saya sempat satu tahun berlatih Capoeira (seni beladiri asal Brasil). Saya merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Banyak hal yang positif yang saya dapati dari silat. Salah satu yang paling saya rasakan berkembang adalah reaksi saya,’’ ungkap wanita yang sering tampil memeragakan pencak silat di pentas budaya ini.


Perihal pemilihan Anak Harimau sebagai nama padepokan pencak silatnya, Stefan menerangkan kata Harimau diambil dari gaya pencak silat Sumatra Barat yang telah diperlajarinya selama puluhan tahun, yakni Silek Harimau. Sedangkan kata ‘’Anak’’ menurut Stefan merupakan filosifi para guru dan murid di padepokannya.

’’Seperti anak harimau saja, masih suka bermain, belajar, dan terus berimprovisasi. Kalau saya namakan ‘Harimau Perkasa’, nanti kalau ada guru dan murid yang sakit apakah tetap perkasa? Ini makna dari nama perguruan kami,’’ tegas Stefan.


Niat Stefan mendirikan perguruan Anak Harimau memang bukan untuk gagah-gagahan. Fokus utama dari perguruan ini adalah olahraga, kesehatan, dan berkawan. Kepada setiap calon murid yang ingin belajar di padepokannya, Stefan selalu bertanya tujuan utama mereka belajar silat. Jawaban para calon murid selalu sama. ’’Mereka mencari kesehatan dan memperbanyak teman,’’ kata pria yang menggemari sambal Indonesia ini.(bersambung)
- See more at: http://www.gosumbar.com/berita/umum/....LtubWY6x.dpuf
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 10th, 2015, 04:11 PM   #268
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718



Quote:
SINGAPURA, GORIAU.COM - Zubir Zaid merupakan sosok sangat dikenal rakyat Singapura. Sebab, dialah musisi dan komponis yang menciptakan ''Majulah Singapura'', lagu kebangsaan negeri yang dulu dsebut dengan nama Tumasik itu.


Zubir merupakan seniman dari Indonesia. Dia lahir di Fort de Kock, sekarang disebut Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 22 Juli 1907. Zubir meninggal di Singapura dalam usia 80 tahun, tepatnya pada 16 November 1987.


Dia merupakan musisi otodidak. Sejak kecil memang suka musik. Pria berjuluk "komponis dengan jiwa Melayu sejati" ini telah menggubah lebih dari 1.500 lagu. Namun hanya 1.000 lagu yang telah dipublikasikan


Saat berusia 21 tahun, Zubir memutuskan merantau ke Singapura. Di Negeri Singa itu, dia menjadi musisi bersama kelompok opera Melayu City Opera. Berbagai prestasi ditorehkan oleh Zubir.


Pada tahun 1990, kehidupan Zubir didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul "Zubir Said: His Songs". Empat belas tahun kemudian, patung Zubir yang terbuat dari perunggu dipajang di Taman Warisan Melayu, Singapura.***
- See more at: http://www.goriau.com/riau-lifestyle....mH5zpf5P.dpuf
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 10th, 2015, 04:20 PM   #269
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 2,010
Likes (Received): 970

Tidak Siti Nurbaya Shooting di Keindahan Ranah Minang



Santana Sartana saat mengunjungi Mandeh bersama Andrinof Chaniago, Komisaris Utama PT Angkasa Pura I, akhir pekan lalu. (ist)

PADANG – Film berjudul “Tidak Siti Nurbaya” akan shooting di beberapa lokasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya akan mengekspose tentang budaya di Ranah Minang, tapi juga keindahan alamnya yang luar biasa.
Produser Flying Stars Pictures, Santana Sartana mengatakan, film ini mengangkat kisah kawin bajapuik dua anak manusia asal Minangkabau, yakni Nurbaiti yang direncanakan diperankan Isyana, penyanyi pendatang baru yang lagi naik daun dan Syamsir yang diperankan Ibnu Jamil. Keduanya dikisahkan dijodohkan karena masalah hutang piutang mamak masing-masing.
Film ini juga akan diperankan bintang-bintang besar seperti Christine Hakim, Jajang C. Noer, Richard Kevin, dan Ira Wibowo. Sesuai genrenya, tentu bakal ada keseruan luar biasa dalam film ini. Apalagi banyak lokasi indah yang akan terekspose di sini, diantaranya Rumah Gadang milik Ny. Mufidah Jusuf Kalla di Lintau, Istana Pagaruyung, dan Kawasan Mandeh yang sekarang juga lagi booming. (yuni)
http://hariansinggalang.co.id/tidak-...-ranah-minang/
__________________



To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.
ARTALENT_art está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2015, 05:18 PM   #270
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Senjata Tradisional Paling Mematikan di Dunia dari Ranah Minang



Quote:
Bagi yang pernah menonton film Merantau yang dibintangi Iko Uwais, tentu akan terpukau dengan scene-scene di awal ketika Iko yang memerankan Yuda, berlatih Silek (Silat) Harimau, seni beladiri dari ranah Minang, di kawasan Lembah Harau yang mendunia itu.

Ada satu hal kecil yang menarik perhatian saya, yakni ketika Yuda di-shoot dari dekat, dan di tangannya terselip sebuah benda kecil yang ternyata ada senjata tangan yang baru saya tahu, menjadi senjata tradisonal paling mematikan di dunia.

Itulah Kerambit atau Karambit.

Kerambit adalah pisau genggam kecil berbentuk melengkung dari Indonesia (dan juga ada di Malaysia dan Filipina). Di ranah Minang sendiri disebut kurambiak/karambiak. Senjata ini termasuk senjata sangat berbahaya karena dapat digunakan menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat tanpa bisa terdeteksi sebelumnya.

Dikutip dari Wikipedia, berdasarkan sejarah tertulis, kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung Melayu dan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu.

Senjata di sebagian besar kawasan nusantara, pada awalnya merupakan alat pertanian yang dirancang untuk menyapu akar, mengumpulkan batang padi dan alat pengirikan padi. Namun berbeda dengan kerambit, ia sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau bertarung dengan menggunakan cakarnya, hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi Alam takambang jadi guru.

Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain habis atau hilang dalam pertempuran. Kerambit terlihat sangat jantan, sebab ia dipakai dalam pertarungan jarak pendek yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri. Para pendekar silat Minang, terutama yang beraliran silat harimau sangat mahir menggunakan senjata ini. Para prajurit Bugis Sulawesi juga terkenal untuk keahlian mereka dalam memakai kerambit. Saat ini kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.

Dengan makin populernya seni bela diri Pencak Silat, senjata inipun semakin populer. Beberapa perusahaan besar AS seperti Emerson Knives dan Strider Knives membuat pisau kerambit dalam jumlah banyak. Pelopor penggunaan kerambit adalah Steve Tarani yang mempunyai dasar kerambit dari Silat Cimande Sunda. Saat ini kerambit telah dikembangkan pihak barat dengan banyak varian.

Di Indonesia sendiri kerambit di pakai oleh Silat Sumatera seperti Silat Harimau/Silek Harimau Minangkabau dengan sebutan kurambiak/karambiak. Untuk kerambit asal Sumatera, catatan tertua yang ditemukan adalah penggunaan kerambit yang ditulis pada Asian Journal British, July – Dec 1827.

Meski secara umum bentuk kerambit adalah sama yaitu melengkung dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya kerambit memiliki beberapa varian. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal dan tajam ganda (double edges). Sedangkan di Indonesia sendiri, kerambit ada dua yaitu kerambit Jawa Barat dan kurambiak/karambiak Minang. Kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan kerambit Minang memiliki lengkungan siku.
http://www.goodnewsfromindonesia.org...-ranah-minang/
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang

Last edited by sherif_claude; November 14th, 2015 at 05:31 PM.
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2015, 05:30 PM   #271
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

Alam Takambang jadi guru

Motif itiak pulang Patang (Itik pulang petang)
http://afif-bae.blogspot.co.id/2013/...au-part-1.html



__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2015, 05:34 PM   #272
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718



Quote:
Bendera dan Cap Mohor Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini di dahului oleh Kerajaan Dharmasraya pada tahun 1183 dengan luas kekuasaan mencapai Thailand, Kamboja, Malaysia, Sumatera dan Sunda. Pada tahun 1347 Adityawarman memproklamirkan kerajaan Malayapura dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Dharmasraya ke pedalaman Pagaruyung tepatnya di Saruwasa (Saruaso). Sistem Kerajaan di Ranah Minang berakhir dengan jatuhnya Pagaruyung ke tangan Belanda.
https://www.facebook.com/minang.official/?fref=ts
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 18th, 2015, 04:33 PM   #273
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718


https://www.facebook.com/erison.j.ka...ref=ts&fref=ts
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 20th, 2015, 02:57 PM   #274
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 2,010
Likes (Received): 970

Menghidupkan kembali "Silek Lanyah" Silek Tuo Asli Rang Kubu Gadang Padangpanjang

Jumat, September 25, 2015 Share to:


URL




Kabarancak.com Padangpanjang -- "Silek" atau Silat merupakan seni tradisi beladiri turun temurun yang ada di Minangkabau. Bermacam filosofi terkandung dalam ajarannya, begitu juga dengan teknik dan metode dalam 'mendidik' watak penggiatnya.

Tradisi inilah yang kemudian kembali gencar diangkat oleh masyarakat Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang setelah sempat mati suri beberapa waktu.

Berdasarkan sejarah kesenian lokal, ternyata silek sudah sangat akrab melekat dengan sendi kehidupan masyarakat Kubu Gadang dikelurahan Ekor Lubuk kecamatan Padangpanjang Timur.

Dan siapa sangka jika di kota Padangpanjang kota berjuluk "Serambi Mekah" itu, juga merupakan daerah asal salah satu guru besar silek tuo perempuan di Minangkabau bernama "Inyiak Upiak Palatiang" yang disaat berusia seabad lebih ternyata masih piawai bersilat dengan lincah hingga penghujung hayatnya.

Mendiang Inyiak Upiak Palatiang. Foto: mantagisme.blogspot.com

Dalam perjalanannya banyak sekali metode yang dipakai masyarakat setempat dalam melestarikan kearifan lokal warisan leluhurnya ini, salah satunya adalah "Silek Lanyah" yakni seni bersilat dalam kubangan lumpur sawah. Meskipun terlihat sederhana namun tantangan bersilat dalam kondisi ini terbilang sulit dan berat.

Kegiatan tradisi ini biasa dilakukan warga saat akan membajak sawah usai panen raya yang dimotori langsung oleh para pemuda-pemudi kampung setempat yang peduli dengan kearifan lokal milik mereka yang harus dilestarikan.

Sebuah kegiatan yang patut diberi apresiasi disaat era gadget canggih lebih mendominasi gerak raga dan olah otak para generus, alih alih kembali bergerak dan bersentuhan langsung dengan alam seperti yang sedang diprakarsai oleh pemuda pemudi kreatif Kubu Gadang kota Padangpanjang ini.

Penasarankan seperti apa kegiatannya, ini dia parade foto Silek Tuo Inyiak Upiak Palatiang di lumpur sawah karya Mevi Rosdian Pamong Budaya Kemendikbud Sumatera Barat untuk dinikmati.








(Mevro)
http://www.kabarancak.com/2015/09/me...yah-silek.html
__________________



To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.
ARTALENT_art está en línea ahora   Reply With Quote
Old December 7th, 2015, 05:14 AM   #275
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 2,010
Likes (Received): 970


Istana Pagaruyung memiliki Juru Masak Kerajaan bak Drama Korea "Jewel In The Place"

POSTED BY: Riri Saputra | DATE: 28 November, 2015
Anak-Anak Minang pasti ingat dengan drama korea "jewel in the palace/Dae Jang Geum" yang booming di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Drama tersebut bersetting di dapur kerajaan dengan dayang-dayangnya yang bertanggung jawab atas makanan raja.
Taukah anda kalau Istana pagaruyung juga memiliki tim juru masak kerajaan yang bernama " Kambang Salayan Awan Nan Bamego " nan ahli masak sarato mengatur menu makanan di istana. satu menunya disebut 'mato kuah nan duo baleh'.
Juru masak Istana pagaruyung ini juga terorganisir seperti dalam drama korea tersebut, memiliki pimpinan koki, pemerikasa makanan dan anggota. Samapai saat ini masih dijumpai juru masak yang serupa di Istana Pagaruyung meskipun mereka bekerja hanya ketika ada tamu-tamu VIP dari luar daerah.
Tersebut subuah nama "Maiyar" perempuan berusia 57 tahun pemimpin koki Pagaruyung saat ini. Dia dan juru masak lainnya diwarisi para leluhurnya ”rahasia kelezatan” masakan Istana Silinduang Bulan. Resep-resep masakan di Istana itu diturunkan tanpa catatan sehingga semuanya harus diingat dalam ingatan.
Beliau dan timnya terbiasa memasak makanan untuk jamuan makan besar dengan tetamu VVIP yang bertandang ke Pagaruyung, seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Hamengku Buwono X, Raja Negeri Sembilan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, pejabat daerah, cendekia, musisi, dan penyanyi tenar.
Maiyar bercerita, kalau makanan yang dihidangkan untuk pejabat tinggi negara biasanya diperiksa dulu oleh pasukan keamanan.
Rendang belut yang dimasak para koki Istana itu adalah salah satu lauk pelengkap dalam jamuan makan resmi yang diadakan Kerajaan Pagaruyung.
Menurut Rhauda yang merupakan ahli waris tahta Pagaruyung, lauk utamanya yang harus ada adalah rendang daging sapi/ kerbau . Lauk pelengkap lainnya adalah sambal lado, pangek ikan, gulai kuning, perkedel, jariang (jengkol) yang dimasak dengan ikan bilih, dan sambal petai-cabai hijau.
Kemampuan memasak para koki Silinduang Bulan, kata Rhauda, tidak perlu diragukan lagi. Mereka pernah menyiapkan makanan untuk 500 orang ketika Silinduang Bulan kedatangan seorang pejabat partai. Kata Maiyar, saat itu 30 juru masak bekerja dengan tungku kayu bakar berderet-deret.
Para koki Istana Silinduang Bulan saat ini adalah bagian dari jejak Kerajaan Pagaruyung yang berdiri abad ke-14. Kerajaan Pagaruyung merupakan kerajaan besar yang mencakup wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.
Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang Nurmatias menyebutkan, terdapat 75 wilayah kerajaan yang menginduk atau berhubungan dengan Pagaruyung, baik di Nusantara maupun luar negeri.
Kerajaan Pagaruyung menjadi pemersatu bagi nagari-nagari yang memiliki sistem politik otonom. Berpadu dengan kultur Melayu yang kaya perhelatan mulai dari perayaan siklus hidup, pengangkatan pejabat adat, hingga sejumlah hari raya keagamaan, selalu disertai dengan jamuan makan. Untuk kepentingan itu, di kerajaan ada orang-orang khusus dalam struktur kekuasaan yang menjamin sajian lezat terhidang.
Setiap kali Istana Silinduang Bulan menggelar perhelatan, Maiyar dan pasukannya itulah yang menyiapkan masakan. Kalau tugas itu diberikan kepada orang lain, mereka bisa marah. Pasalnya, memasak untuk istana adalah sebuah kehormatan.




- See more at: http://anakminang.com/detail/index/2....oTBnxR8H.dpuf
__________________



To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.
ARTALENT_art está en línea ahora   Reply With Quote
Old February 3rd, 2016, 04:13 PM   #276
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Tangerang selatan
Posts: 6,387
Likes (Received): 718

INACRAFT 2016 Mempersembahkan SUMATERA BARAT Sebagai IKON

Quote:
Pada hari Kamis (9/4) kemarin, berlokasi di Sekretariat Room, Jakarta Convention Center, pihak dari ASEPHI dan PT Mediatama Binakreasi mengumumkan bahwa untuk ikon INACRAFT pada tahun berikutnya akan dipersembahkan oleh Sumatera Barat.

Acara ini dihadiri dan diwalikili oleh Istri Gubernur Sumatera Barat, Nevi Zuairina, Ketua Umum ASEPHI, Thamrin Bustami, Direktur Utama PT Mediatama Binakreasi Bramantyo, Ketua BPD ASEPHI Sumatera Barat, Irwan Baharudin, dan beserta jajaran-jajaran lainnya.

Di dalam rapat, dijelaskan tentang tata cara penyelengaraan, proses, kewajiban hingga syarat-syarat apa saja yang harus dilakukan di pameran INACRAFT. Provinsi Sumatera Barat sebagai ikon INACRAFT 2016 nanti akan menyiapkan segalanya dengan matang karena masih mempunyai waktu hingga satu tahun. Penyelenggaraan INACRAFT selanjutnya direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2016.
http://inacraft.co.id/2015/11/09/ina...-sebagai-ikon/
__________________
Sparkling Padang

Bingkuang, Rendang, Rumah Gadang, Malin kundang
Mengundang anda untuk datang ke Padang
sherif_claude está en línea ahora   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:58 PM. • styleid: 14


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2016 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2016 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu