daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Urban Transportation, Sports Facilities and Infrastructures



Reply

 
Thread Tools
Old January 28th, 2010, 04:07 PM   #1
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Bendungan & PLTA Bribin II

Bendungan & PLTA Bribin II
World’s First Underground Dams




Hearing the word “Gunungkidul” then what comes to mind is the area of barren mountain. Each dry season, this area would be attacked by a long drought. Residents were forced to walk several miles to get clean water. But soon the image and the condition will slowly vanish.

The system’s first underground dam in the world will be operated continuously for 24 hours without energy costs. Appointment of water from underground streams using micro hydro system. Bribin II project is to improve water supply to the point I Bribin project pipeline has been built in 1984.

Bribin II project completion time is constrained due to a leak in the pipe connections and some underground water dams because of the high water pressure reached 20 bar. This high pressure is necessary to raise the water level of nearly 200 meters from the surface water sink beneath the ground to the main reservoir.

Bribin II project is one of the foundations for fulfilling the water needs of the people of Gunung Kidul that always suffers from drought in the dry season. There are a number of new technologies on offer, namely by utilizing the force of gravity.

The river water will ultimately flow into the lower places. Underground river that is at the lower end of the Cave Bribin width at not less than 7 meters.

Later, by using Earth’s gravity, the water will lead to a turbine in the dam, powering turbines to generate more electricity than a 240 kVA that will be interconnected to a pump, which pumps water to the surface.

Thus, it’s calculated no less than 200 liters of water per second can be generated without having to burden the cost of energy.

This program is established with the cooperation of:
Provincial Government of DIY, University of Karlsruhe, Batan and representatives of Ministry of Research and Technology Germany, and Department of Public Works, including a number of universities like the University of Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia, and Bandung Institute of Technology.

Credit to: Kaskus forum

http://goodnewsfromindonesia.org/201...-in-indonesia/

Mendengar kata "Gunungkidul" maka yang terlintas di benak adalah kawasan pegunungan yang kering kerontang. Tiap musim kemarau, kawasan ini bakal diserang kekeringan panjang. Warga terpaksa berjalan beberapa kilometer untuk mendapatkan air bersih. Namun tak lama lagi gambaran dan kondisi itu perlahan-lahan pupus.

Gagasan untuk membangun PLTA Bribin II berawal dalam suatu seminar yang dihadiri para alumni Jerman di Yogyakarta, Februari 2000.

"Ketika itu, saya (pk. As Natio) , sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), bertemu dengan Prof. Franz Nestmann dari Universitas Karlsruhe-Jerman. Ia adalah ahli di bidang hidrologi dan teknik sipil.

Ketika itu, saya menantang, apakah Universitas Karlsruhe dapat memenuhi kebutuhan air minum juga kebutuhan air untuk pertanian di daerah Gunungkidul. Kawasan itu memang sulit air, tapi di dalam perutnya terdapat banyak potensi air sungai bawah tanah. Potensi ini diketahui dengan adanya beberapa aliran dari pegunungan kapur selatan tersebut ke arah pantai selatan,sampai utara "

Pembangunan proyek diawali dengan pencarian lokasi ”bendungan” yang tepat di bawah tanah.


Peta yang pertama diperoleh ASC dari Pihak Jerman berupa file dalam format .DWG yang disurvai menggunakan peralatan TOTAL STATION dan dibuat menggunakan AutoCAD. Dua gambar berikut ini adalah peta tersebut :
.
image hosted on flickr

Peta Gua Bribin dari Tim Jerman
.
image hosted on flickr

Peta setelah layer atap dan dinding dimatikan

Peta Goa Bribin (format .DWG),yang kemudian di gabungkan dengan peta dari team Jerman :
.
image hosted on flickr

Peta berupa garis survai dan garis dinding,
bagian lorong dari bendungan lama ke arah upstream.
.
image hosted on flickr

Peta tampak atas, sambungan lorong dari bendungan lama (dilingkari kuning) ke arah hulu.
.
Disamping itu dilakukan pula pemetaan terhadap bagian lorong lain. Dari entrance ke pertigaan di bendungan lama.
.
image hosted on flickr

Peta perspektif, sambungan lorong dari entrance ke bendungan lama (dilingkari kuning).
.
image hosted on flickr

Dari bendungan baru dan lobang lift ke outlet sump ke arah hilir.
.
Sehingga menjadi lengkap seperti dibawah ini.
.
image hosted on flickr


image hosted on flickr

Model yang sudah digambari air, dinding, batuan, dan kelengkapan ornamen
.
image hosted on flickr

Penggambaran Detail Pada Model
.
image hosted on flickr

.
image hosted on flickr

Detail Model Di Pertigaan Sekitar Bendungan Lama
.
image hosted on flickr

Gambar Model Lorong Lengkap Dengan Situasi, Boulder, dan Air
.
image hosted on flickr

Model yang dilengkapi topografi permukaan
.
image hosted on flickr

Model Gua Yang Dilengkapi Block Potongan
.
image hosted on flickr

Model lengkap dengan keterangan gambar



image hosted on flickr
image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr
image hosted on flickr

image hosted on flickr
image hosted on flickr




image hosted on flickr
image hosted on flickr























image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr


image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr

image hosted on flickr
Program ini terjalin atas kerjasama dari :
Pemprov DIY, Universitas Karlsruhe, Batan dan perwakilan Mentri Riset dan Teknologi ( menristek ) Jerman,serta Departemen Pekerjaan Umum, termasuk sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

Sistem bendungan bawah tanah pertama di dunia ini nantinya dapat dioperasikan secara terus-menerus selama 24 jam tanpa biaya energi. Pengangkatan air dari aliran sungai bawah tanah menggunakan sistem mikrohidro. Proyek Bribin II mampu meningkatkan pasokan air bagi jalur perpipaan Proyek Bribin I yang telah dibangun 1984.

Penyelesaian Proyek Bribin II sempat terkendala karena kebocoran pada sambungan pipa dan sebagian bendungan air bawah tanah karena tingginya tekanan air yang mencapai 20 bar. Tekanan tinggi ini memang diperlukan untuk menaikkan air setinggi hampir 200 meter dari permukaan air sungai bawah tanah menuju bak penampung utama.

Kebocoran sambungan pipa ini sempat menyebabkan air dari sungai bawah tanah tidak bisa terpompa ke bak penampung air utama. "Setelah dievaluasi ternyata ada kesalahan dalam pemasangan sambungan pipa sehingga robek dan bocor," ujar Solichin.

ada sejumlah teknologi baru yang ditawarkan, yakni dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi.

Air sungai pada hakikatnya akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Sungai bawah tanah yang ada pada ujung bawah Gua Bribin mempunyai lebar tidak kurang dari 7 meter.

nantinya, dengan memanfaatkan gravitasi bumi,air yang ada akan menuju ke sebuah turbin di bendungan tersebut,turbin listrik menghasilkan listrik lebih dari 240 kVA yang akan di sambungkan ke sebuah pompa,yang memompa air ke atas permukaan.

Dengan demikian, diperhitungkan tidak kurang dari 200 liter air per detik dapat dihasilkan tanpa harus terbebani ongkos energinya.
Source and credit to ony31 @ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3227322
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old January 28th, 2010, 11:58 PM   #2
nowan
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Posts: 1,202

Wah trims infonya. Dengar tentang proyek ini sudah lama, tp baru kali ini lihat gambar2nya Bisa jadi tempat wisata juga kali ya? khusus buat petualang sejati
nowan no está en línea   Reply With Quote
Old February 4th, 2010, 02:55 PM   #3
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,018
Likes (Received): 491

Proyek Bribin Lahirkan Tujuh Master Jerman
Kamis, 4 Februari 2010



GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Proyek Bribin II yang telah berhasil mengangkat air dari sungai bawah tanah Goa Bribin di Semanu, Gunung Kidul lebih banyak dimanfaatkan sebagai wahana penelitian bagi orang asing. Proyek yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Penelitian (BMBF) Jerman senilai 3,2 juta euro tersebut telah menghasilkan tujuh master atau lulusan S2 dari berbagai universitas di Jerman.

Padahal bendungan air bawah tanah pertama di dunia ini tidak hanya didanai oleh Pemerintah Jerman, tetapi juga oleh Pemerintah Indonesia. Meskipun peluang penelitian terbuka lebar, minat peneliti lokal masih rendah. Selain bertujuan memenuhi kebutuhan air bagi penduduk Gunung Kidul, menurut Wakil Tim Universitas Karlsruhe Jerman untuk Proyek Bribin II, Solichin, Proyek Bribin II ini memang ditujukan untuk demonstrasi penelitian.

"Hingga kini, peneliti-peneliti dari beragam universitas di Indonesia atau bahkan Yogyakarta masih belum memanfaatkan Proyek Bribin II untuk menimba ilmu pengetahuan baru. Kami membuka diri bagi siapa saja yang ingin turut meneliti di Bribin. Terutama tentang pengelolaan air di wilayah kars," ujar Solichin, Kamis (4//2/2010).

Studi tentang bendungan sungai bawah tanah di wilayah kars ini sudah dilirik oleh beberapa negara di Asia Tenggara. Vietnam dan Laos, misalnya, telah menyatakan minat untuk mengadopsi teknologi Proyek Bribin II untuk pembangunan bendungan serupa di kawasan perbukitan kars yang porositasnya tinggi.

Iswantoro dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Yogyakarta juga menyayan gkan rendahnya minat peneliti Indonesia. Padahal, proyek pengangkatan air di Goa Bribin ini diawali riset yang dilakukan oleh BATAN sejak tahun 2002 dengan menggunakan zat radio aktif untuk mengetahui interkoneksi aliran air di dalam goa bawah tanah.

Menurut Iswantoro, peneliti lokal cenderung malas untuk meneliti sekaligus berpetualang di dalam goa bawah tanah. Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta juga sama sekali tidak terlibat dalam penelitian lanjutan di Bribin. "Saya melihat peneliti lokal masih malas dan ogah-ogahan. Padahal peluang terbuka," kata Iswantoro.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old March 2nd, 2011, 08:32 AM   #4
Mimihitam
Pengguna Jelata
 
Mimihitam's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Location: Jakarta
Posts: 2,682
Likes (Received): 35

Memeriksa Bribin
Rabu, 2 Maret 2011



Para petugas Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak turun ke bawah tanah menggunakan lift untuk memeriksa Bribin II di Dadapayu, Semanu, Gunung Kidul Yogyakarta, Jumat (25/2). Bribin II merupakan proyek pertama di dunia yang menggunakan turbin listrik mikrohidro untuk memompa air ke permukaan untuk mempermudah akses masyarakat ke air sungai bawah tanah. Bribin II mampu menghasilkan 80 liter air per detik. Air dialirkan ke sejumlah wilayah di Gunung Kidul. (Sigid Kurniawan)

http://m.nationalgeographic.co.id/li...meriksa-bribin
__________________
Si Tou Timou Tumou Tou
—Sam Ratulangi, manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
Mimihitam no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 12:06 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu