daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Politics, Economics, Tourism and Business

Reply
 
Thread Tools
Old March 10th, 2014, 09:01 AM   #241
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724

Tradisi "Mengirik" Padi Yang Nyaris Lenyap Di Minangkabau

Memanen padi dilakukan dengan banyak cara. Di beberapa daerah di Sumatera Barat dulunya padi yang sudah sabit untuk mendapatkan bulir-bulir padinya dilakukan dengan “mengirik” yaitu memelintir dengan telapak kaki bulir-bulir padi yang masih melekat pada tangkainya. Bila padi telah menguning biasa sipemilik sawah akan mempersiapkan segala sesuatu bagi makan dan minumum untuk orang-orang yang akan menyabit dan mengirik padi mereka. Dan anggota keluarga ketika musim menyabit dan mengirik itu tiba, sangatlah senang hati mereka karena kaum kerabat berkumpul bersama-sama ditengah sawah. Saat-saat itu sekaligus menjadi media berbagi suka duka diantara mereka.

Mengirik itu biasanya dilakukan setelah padi disabit dan ditumpuk selama dua atau tiga hari di tengah sawah dan kemudian baru di "iriak".. Padi yang sudah ditumpuk ditengah sawah itu disebut juga dengan "lungguak" yang tersusun dengan rapi dengan bulir padi saling menghadap ke dalam.. Namun saat ini luangguak padi itu hampir tidak terlihat lagi di sawah-sawah di Minangkabau. Padahal tradisi mengirik padi itu merupakan bagian dari rasa kekerabatan orang-orang di ranah Minangkabau. Tetapi cara itu sekarang nyaris sudah ditinggalkan dan kebanyakan dilakukan dengan cara “melambuik” seperti umumnya dilakukan para petani padi di Jawa dan dilakukan oleh orang-orang upahan..

Tradisi mangiriak yang sarat nilai itu sekarang sudah tidak terlihat lagi. Kini panen padi kebanyakan dilakukan oleh orang-orang upahan dan hal itu sekaligus memperlihatkan kian menipisnya budaya gotong royong di ranah Minangkabau.

Mengiriak padi dengan “menyarayo” atau dibantu kaum kerabat sepertinya telah menghilang. Selain itu mengirik ada fisofosinya sebagai memperlakukan padi dengan baik.. Padi dilambuik dipandang sebagai cara memperlakukan padi kurang baik. Disamping itu dengan panen dengan cara malambuik yang dilakukan oleh orang-orang upahan selain menunjukkan renggangnya rasa kekerabatan , sekaligus mengurangi pendapatan dari hasil bersawah.
# Tradisi "Mengirik" Padi Yang Nyaris Lenyap Di Minangkabau # Memanen padi dilakukan dengan banyak cara. Di beberapa daerah di Sumatera Barat dulunya padi yang sudah sabit untuk mendapatkan bulir-bulir padinya dilakukan dengan “mengirik” yaitu memelintir dengan telapak kaki bulir-bulir padi yang masih melekat pada tangkainya. Bila padi telah menguning biasa sipemilik sawah akan mempersiapkan segala sesuatu bagi makan dan minumum untuk orang-orang yang akan menyabit dan mengirik padi mereka. Dan anggota keluarga ketika musim menyabit dan mengirik itu tiba, sangatlah senang hati mereka karena kaum kerabat berkumpul bersama-sama ditengah sawah. Saat-saat itu sekaligus menjadi media berbagi suka duka diantara mereka. Mengirik itu biasanya dilakukan setelah padi disabit dan ditumpuk selama dua atau tiga hari di tengah sawah dan kemudian baru di "iriak".. Padi yang sudah ditumpuk ditengah sawah itu disebut juga dengan "lungguak" yang tersusun dengan rapi dengan bulir padi saling menghadap ke dalam.. Namun saat ini luangguak padi itu hampir tidak terlihat lagi di sawah-sawah di Minangkabau. Padahal tradisi mengirik padi itu merupakan bagian dari rasa kekerabatan orang-orang di ranah Minangkabau. Tetapi cara itu sekarang nyaris sudah ditinggalkan dan kebanyakan dilakukan dengan cara “melambuik” seperti umumnya dilakukan para petani padi di Jawa dan dilakukan oleh orang-orang upahan.. Tradisi mangiriak yang sarat nilai itu sekarang sudah tidak terlihat lagi. Kini panen padi kebanyakan dilakukan oleh orang-orang upahan dan hal itu sekaligus memperlihatkan kian menipisnya budaya gotong royong di ranah Minangkabau. Mengiriak padi dengan “menyarayo” atau dibantu kaum kerabat sepertinya telah menghilang. Selain itu mengirik ada fisofosinya sebagai memperlakukan padi dengan baik.. Padi dilambuik dipandang sebagai cara memperlakukan padi kurang baik. Disamping itu dengan panen dengan cara malambuik yang dilakukan oleh orang-orang upahan selain menunjukkan renggangnya rasa kekerabatan , sekaligus mengurangi pendapatan dari hasil bersawah.
Info Minang
https://www.facebook.com/pages/Info-...17799154948660
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old March 12th, 2014, 05:24 PM   #242
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 5,159
Likes (Received): 509



Mahasiswa Oberlin College Ikuti Workshop Kesenian Minangkabau

Padangpanjang, - The Conservatory of Music at Oberlin College, Division of Musicology USA-Amerika mengikuti workshop Kesenian Tradisi Minangkabau di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Jennifer Fraser dosen Oberlin College, Rabu, mengatakan, kunjungan mahasiswa dan dosen salah satu perguuan tinggi di Amerika tersebut untuk mempelajari dan mendalami kesenian tradisi di Indonesia, salah satunya di Sumatera Barat.

"Kami sangat senang berkunjung ke ISI Padangpanjang, selain disambut dengan baik, kami dapat langsung melihat pertunjukan kesenian tradisi Minangkabau," kata Jennifer Fraser dosen talempong di Oberlin College Amerika yang telah lama belajar di Sumatera Barat beberapa tahun yang lalu. Kunjungan tersebut diisi dengan pemberian workshop Talempong dan Randai.

Selain itu, ISI Padangpanjang juga mempersembahkan beberapa pertunjukan tradisi Minangkabau seperti Talempong, Selawat Dulang dan pertunjukan Randai. Selain itu juga para mahasiswa Oberlin College dapat memainkan alat musik talempong dan belajar randai, para mahasiswa baru kali ini dapat memainkan talempong dan pertunjukan randai secara langsung.

"Kesenian ini nanti akan menjadi referensi dan akan dikembangkan di Oberlin College Amerika," ungkapnya. Workshop tersebut dipimpin oleh dosen karawitan ISI Padangpanjang yang didampingi oleh puluhan mahasiswa ISI Padangpanjang yang mengerti tentang alat musik yang dimainkan. Sebelumnya rombongan telah berkunjung ke Aceh belajar Saman dan Seudati. Kemudian di Sumatera Barat belajar Talempong dan Randai. Selanjutnya rombongan tersebut akan menuju UGM Yogyakarta dan ISI Surakarta belajar tentang kesenian Jawa. (antara/kominfo)
http://www.padangpanjangkota.go.id/i...aku&Itemid=627
__________________
[FONT="Comic Sans MS"]Bekerjalah dengan profesianal, Pasti di bayar Mahal
by: sherif claude
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old April 17th, 2014, 06:57 PM   #243
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724

Musik Minang Diperkenalkan pada Masyarakat Tiongkok

dalam Budaya 17 April 201418:45 WIB 0 111 dikunjungi
RANAHBERITA- Atase Pendidikan KBRI Beijing bekerjasama dengan Departmen Ethnomusicology Central Conservatory of Music (CCOM) Beijing untuk menyelenggarakan Lokakarya Musik Tradisional Minangkabau pada 10 hingga 12 April lalu.
Acara tersebut menghadirkan nara sumber dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Demikian siaran pers KBRI Beijing sebagaimana dilansir situs resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (16/4/2014)
Lokakarya dibuka oleh Prof. Chen Zi Ming, President of World Music Society of China dan dipandu oleh Prof. An Ping, Vice Director of Ethnomusicology Department CCOM. Kegiatan lokakarya yang diikuti oleh 76 peserta ini, memperkenalkan dan mengkaji berbagai alat musik tradisional serta sejarah perkembangan musik Minangkabau.
http://ranahberita.com/10913/musik-m...rakat-tiongkok
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old April 17th, 2014, 06:58 PM   #244
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724

Dari Sariak Menjadi Saluang

dalam Budaya 10 April 201413:08 WIB 0 12 dikunjungi

RANAHBERITA – Masyarakat tradisi di masa silam, berusaha memperkaya budaya dengan keterbatasannya. Misalnya Saluang. Memanfaatkan seruas bambu untuk menghasilkan nada yang memikat.
Saluang bisa berbunyi berkat lubang-lubangnya. Bibir meniup di bagian atas, lalu jemari tangan bermain dengan empat lubang di bawahnya.
Saluang memiliki ukuran yang berbeda-beda di setiap daerah Minangkabau. Namun rata-rata Saluang memiliki Panjang 40 hingga 60 Cm dengan diameter 3 sampai 6 centimeter dan tebal lebih kurang 1 mm.
Saluang hanya punya empat lubang. Agar dapat menghasilkan nada yang bagus, lubang dibuat bulat sempurna dengan ukuran garis tengah 0.5 cm.
Bagian atas dan bawah saluang dibiarkan berongga atau berlubang. Bagian atas berfungsi untuk meniup dan bagian bawah berfungsi untuk tempat keluarnya udara. Keempat lubang nada saluang itu berada di ujung bawah. Hal ini merupakan salah satu yang membedakan pembuatan Saluang dan seruling biasa.
http://ranahberita.com/9643/dari-sariak-menjadi-saluang
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old April 17th, 2014, 06:59 PM   #245
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724

Saluang, Tidak Sebatas Ratapan

dalam Budaya 10 April 201412:36 WIB 0 12 dikunjungi

RANAHBERITA – Alat tradisional Minangkabau Saluang tidak sekedar untuk menghasilkan nada penghibur. Jauh dari itu, Saluang media untuk menyampaikan petuah adat dan pesan moral.
Hal itu disampaikan Dosen Sosiologi Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang Jamil kepada ranahberita.com.
“Saluang memiliki filosofi yang dalam, mulai dari lubang di saluang yang hanya ada 4 buah. Lalu Saluang yang ujung dan pangkalnya sama-sama memiliki lubang. Kekhasan garinyiak nya, nasehat dan petuah yang disampaikan, hingga pedendangnya yang rata-rata perempuan 30 tahunan ke atas,” katanya.
Selama ini, kata Jamil, Saluang identik dengan ratapan. Tapi menurut Jamil, Saluang bisa juga sebagai media penyampaian nasehat dan sindiran.

http://ranahberita.com/9640/saluang-...ebatas-ratapan
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old April 17th, 2014, 07:01 PM   #246
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724

Bernafas Bersama Saluang

dalam Budaya 10 April 201412:32 WIB 0 16 dikunjungi

RANAHBERITA – Suara saluang meliuk-liuk bersama angin. Sayup sampai membawa pesan rindu dan kepedihan. Memisau.
Siapapun yang mengerti pesan musikal saluang, akan terbawa dengan suasana. Terhipnotis bunyi kerisauan dari akar rumput.
Tak semua orang bisa membunyikan nada dari alat musik tiup yang terbuat dari bambu itu. Butuh ketekunan belajar dan menguji kepekaan rasa.

http://ranahberita.com/9638/bernafas-bersama-saluang
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2014, 02:08 PM   #247
Bagindo Pamuntjak
SSCI Ranah Minangkabau
 
Bagindo Pamuntjak's Avatar
 
Join Date: Jul 2013
Location: West Sumatera
Posts: 1,861
Likes (Received): 575

Group Tarian Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas





Group Tarian Mahasiswa
Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas

Padang
Sumatera barat
Bagindo Pamuntjak está en línea ahora   Reply With Quote
Old May 18th, 2014, 01:21 PM   #248
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724

Buru Babi, Tradisi dan Identitas Ala Orang Minang

dalam Budaya 4 Mei 201410:29 WIB 0 158 dikunjungi
Salah satu even buru babi di Kabupaten Limapuluh Kota

RANAHBERITA- Buru babi adalah pengisi laman-laman Bukit Barisan yang terhampar luas sepanjang Sumatera Barat. Bahkan, tradisi ini berkembang hingga ke daerah tetangga Riau dan Jambi.
Wakil Gubernur Sumatra Barat Muslim Kasim yang juga Ketua Persatuan Olah Raga Buru Babi (Porbi) Padang Pariaman mengatakan, tradisi buru babi di seluruh wilayah Sumbar masih hidup dan aktif.
“Setiap kabupaten itu aktif. Selalu ada agenda. Di Padang Pariaman, misalnya, setiap minggu pasti berburu. Setiap tiga bulan ada agenda buru babi kabupaten. Yang datang hampir dari seluruh Sumbar,” kata mantan Bupati Padang Pariaman itu, Minggu (4/5/2014).
Muslim sendiri, terakhir ikut berburu sebulan lalu di Sikabu, Lubuk Aluang, Padang Pariaman. “Selain membantu masyarakat memberantas hama, ini kan pariwisata. Tentunya juga mempererat silaturahim, tali kekerabatan kita,” ujarnya.
Tradisi buru babi di Sumbar, menurut Muslim, tetap menjunjung ‘adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah’ yang menjadi filosofi dasar adat Minangkabau. “Babi jelas bukan untuk dimakan dan bukan untuk dijual. Agama juga sudah jelas mengatur syariat bagaimana membersihkan diri dari najis anjing,” ujarnya.
Di Sumbar, secara umum, buru babi dikategorikan dua. Pertama, buru babi biasa yakni pergelaran buru babi yang dilakukan secara bergilir di tiap nagari berdasarkan kalender PORBI Sumbar dan kedua buru babi berdasarkan kesepakatan para pecandu buru babi di daerah yang saling berdekatan.
http://ranahberita.com/13745/buru-ba...a-orang-minang
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old September 13th, 2014, 03:15 PM   #249
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724


Solok
by artalentalle_picture, on Flickr


Solok
by artalentalle_picture, on Flickr


Solok
by artalentalle_picture, on Flickr
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old September 13th, 2014, 03:19 PM   #250
ARTALENT_art
artalent_picture
 
ARTALENT_art's Avatar
 
Join Date: Oct 2013
Location: Padang - Jambi
Posts: 1,756
Likes (Received): 724


Solok
by artalentalle_picture, on Flickr


Sumani
by artalentalle_picture, on Flickr
__________________


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.

To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


To view links or images in signatures your post count must be 10 or greater. You currently have 0 posts.


ARTALENT_art no está en línea   Reply With Quote
Old May 15th, 2015, 05:00 PM   #251
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 5,159
Likes (Received): 509

Quote:
Film yang bercerita tentang Minangkabau, Minangakanwa yang tengah digarap oleh sutradara film Salisiah Adaik, Ferdinand Almi masih membutuhkan dua orang pemeran utama.

Dihubungi oleh infoSumbar pada senin (11/5), Ferdinand Almi mengatakan ia masih membutuhkan seorang pemeran anak perempuan berusia sekitar 10 tahun dan seorang anak laki-laki dengan usia yang sama.

Kedua anak tersebut masing-masing akan memerankan Naya, pemeran utama dalam film Minangakanwa dan Hamda teman Naya yang berasal dari Pariaman.
http://www.infosumbar.net/hiburan/fi...ran-utama-mau/
__________________
[FONT="Comic Sans MS"]Bekerjalah dengan profesianal, Pasti di bayar Mahal
by: sherif claude
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Old May 16th, 2015, 05:48 PM   #252
sherif_claude
Registered User
 
sherif_claude's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Padang Your Motherland
Posts: 5,159
Likes (Received): 509

http://beritasumbar.com/rumah-budaya...-sungaidareh/#

Quote:
TANAH DATAR – Koleksi Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat, bertambah satu lagi. Koleksi itu berupa “batu akik” yang sedang booming setahun terakhir. Tujuannya, memberi apresiasi atas minat masyarakat Sumatera Barat terhadap batu mulia tersebut.

Manajer Rumah Budaya Fadli Zon, Edin Hadzalic, melalui Siaran Pers Senin (20/4/2015), mengatakan, koleksi batu akik yang dikoleksi itu berasal dari Suliki dan Sungaidareh. Di Sumatera Barat, kedua daerah ini dikenal sebagai produsen batu akik yang gaungnya sampai ke mancanegara.

“Bertambahnya koleksi Rumah Budaya ini juga bermaksud memperkenalkan batu akik Suliki dan Sungaidareh, khususnya bagi tamu-tamu yang berkunjung ke Rumah Budaya,” ujar Edin Hadzalic.

Dia mengatakan, koleksi batu akik Suliki dan Sungaidareh itu, didapatkan langsung dari kedua daerah tersebut. Koleksi yang tersedia di Rumah Budaya berupa batu bongkahan maupun batu yang sudah siap pakai.

“Semoga koleksi batu akik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke rumah Budaya dan bisa menjadi bahan promosi pariwisata Sumatera Barat,” harap Edin Hadzalic.

Sementara itu, Direktur Rumah Budaya Fadli Zon, Hj. Elvia Desita mengatakan, Rumah Budaya Fadli Zon diresmikan pada 4 Juni 2011. Salah satu koleksi unggulannya yaitu 100 keris Minangkabau yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Keris itu di antaranya Keris Luk Sembilan asal Pagaruyung yang dibuat pada abad ke-18.

Selain keris, ada songket corak Minangkabau tempo dulu, juga ada 700 lebih judul buku bersejarah yang bertema Minang, sejumlah lukisan kuno, termasuk fosil kerbau berusia dua juta tahun dan fosil-fosil kayu yang telah menjadi batu.

“Rumah Budaya telah menjadi salah satu kantong kebudayaan di Ranah Minang yang keberadaannya diharapkan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. (rel)
__________________
[FONT="Comic Sans MS"]Bekerjalah dengan profesianal, Pasti di bayar Mahal
by: sherif claude
sherif_claude no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 08:37 AM. • styleid: 14


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2015, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2015 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2015 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu