daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old March 26th, 2009, 03:30 PM   #1
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,853
Likes (Received): 7

[Indonesia] Aviation and Airport Thread PART VIII

New Thread guys

Continue to discuss Indonesia's Aviation here


Part I: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=108325
Part II: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=333395
Part III: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=224391
Part IV: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=455460
Part V: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=544154
Part VI:http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=598772
Part VII:http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=706036
tollfreak no está en línea  

Sponsored Links
 
Old March 26th, 2009, 03:38 PM   #2
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,853
Likes (Received): 7

Recent News:

March 19, 2009
Putri Prameshwari-Jakarta Globe

Japan to Provide Transport Safety Funds, Support
The country’s transportation accident investigation agency is in need of more state funding and assistance, a visiting safety official said on Wednesday.

Norihoro Goto, chairman of the Japan Transport Safety Board, said Indonesia’s National Transportation Safety Committee, or KNKT, lacks funding and facilities, despite being one of the country’s most vital institutions.

“The [KNKT] does not receive enough funds from the Indonesian government,” Goto said, adding that Japan will assist Indonesia in creating an improved transportation safety board through the Japan International Cooperation Agency.

The aid, he said, would be in the form of funding assistance and training for KNKT investigators, as well as transport safety equipment donations.

“Investigations are very important to prevent transport-related accidents from happening again in the future,” he said.

KNKT chairman Tatang Kurniadi admitted the lack of funding and facilities, but said the government has been giving more attention to the agency.

“The budget for 2008 and 2009 were significantly larger compared to 2007,” he said.

He said that i n 2007, the government allocated Rp 9 billion ($756,000) for the KNKT, but the figure rose to Rp 20 billion in the next two years.

The agency currently has around 53 investigators, 29 of whom are working on aviation cases, he said.

Agus Pambagyo, a transportation industry observer, said that since the KNKT was placed under the Transportation Ministry, the government has failed to allocate adequate funds to the agency.

Because the Aviation Law mandates that the KNKT should be an independent agency under the Office of the President, Agus said the Transportation Ministry should immediately issue a government regulation that would establish KNKT’s independence.

Last year, Australia offered to help the KNKT by sending experts from the Australian Transport Safety Board to train local investigators under a program called the International Transportation Safety Package.

Under the program, three KNKT officers were given one-year scholarships to obtain a diploma in transportation safety investigation in Australia.
tollfreak no está en línea  
Old March 27th, 2009, 02:45 AM   #3
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Jum'at, 27 Maret 2009 , 08:16:00
Banyak Bautnya Lepas
Puluhan Pesawat Bermasalah


JAKARTA - Departemen Perhubungan (Dephub) akan memperketat pengawasan terhadap pesawat-pesawat yang sudah berusia tua. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas maskapai penerbangan Indonesia. Kebijakan ini diambil menyusul maraknya permasalahan yang muncul terhadap pesawat berusia lanjut itu.

"Kami akan meningkatkan lagi pengawasan terhadap semua maskapai yang menggunakan pesawat-pesawat yang kami anggap memerlukan perhatian terhadap perawatan pesawat terbang,'' kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Kamis (26/3).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Ditjen Perhubungan Udara Dephub di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin ditemukan 21 unit pesawat yang perangkat keselamatannya kurang, yakni banyak bautnya yang lepas dan tak dilengkapi lampu sinyal mendarat.

Dirjen Perhubungan Udara Harry Bhakti yang memimpin pemeriksaan, tetap mengizinkan pesawat-pesawat terbang. Hanya saja, pemiliknya akan diperingatkan.

Jusman Syafii Djamal menjelaskan, pengecekan mendalam terhadap pesawat-pesawat yang mengalami masalah tentunya akan menjadi salah satu agenda pokok dalam program peningkatan pengawasan ini. Dia mencontohkan seperti yang dialami pesawat Sriwijaya Airlines.

Sebenarnya, kata dia, sudah direkomendasikan lebih untuk mengganti pesawat-pesawatnya yang jenis 200-nya itu (Boeing 737-200, Red) dengan jenis yang lebih baru. "Waktu dulu, rekomendasi saya lebih kepada alasan bahan bakar terlalu boros,'' ungkap mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia ini.

Pesawat Sriwijaya Airlines yang dimaksudkan Jusman Syafii Djamal adalah jenis Boeing 737-300 yang memutuskan mengalihkan pendaratan ke Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (23/3) lalu. Pesawat yang membawa 108 penumpang itu terbang dari Bandara Raja Ali Haji Fisabilillah Tanjungpinang pada pukul 07.10 WIB. Pesawat itu direncanakan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada 08.40 WIB. Namun, beberapa menit setelah terbang, mesin nomor satu (sebelah kiri) pesawat beregistrasi PK-CJN itu diketahui tidak berfungsi. Sehingga, guna mengantisipasi risiko, pilot pun memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Sebenarnya, imbuh Menhub, dirinya telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan Investigator (KNKTI) Direktorat Kelaikan Udara dan Pengawasan Pesawat Udara (DKUPPU) pada Direktorat Perhubungan Udara Dephub untuk melakukan penyelidikan. Jika dari penyelidikan kedua institusi itu ditemukan ketidakberesan yang menyangkut hal teknis, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan aksi seperti yang dilakukan terhadap pesawat jenis MD-90 milik Lion Airlines, yakni menghentikan sementara operasi pesawat yang bersangkutan.

"Supaya hal-hal semacam ini dapat dihindari, kami ingin membangun suatu suasana bahwa pesawat terbang itu dipelihara dengan baik," tegasnya.

Terkait hal tersebut, Jusman Syafii Djamal meminta setiap maskapai untuk meningkatkan prosedur dan intensitas perawatan pesawat, khususnya pesawat-pesawat yang tergolong berusia tua. Karena, kelaikan terbang sebuah pesawat udara tidak dipengaruhi oleh usia dan frekuensi terbang, meski dari sisi operasional dinilai kurang efisien bila dibandingkan dengan pesawat berusia lebih muda.

"Sebetulnya kalau mereka mau memelihara pesawat yang tua seperti itu, syaratnya satu, yakni harus melakukan perawatan yang lebih baik lagi. Kalau perawatan pesawat terbangnya kurang baik, maka akan mengalami hal semacam ini (masalah, Red). Pada akhirnya maskapai itu tidak laku lagi," ujarnya.(sid/jpnn)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea  
Old March 27th, 2009, 03:43 AM   #4
Phetoy6
Registered User
 
Phetoy6's Avatar
 
Join Date: Aug 2008
Location: Jakarta
Posts: 145
Likes (Received): 2

Btw, bandara mana lagi ya, yang bakal ngikutin jejak modernitas bandara sultan hasanuddin??
Phetoy6 no está en línea  
Old March 27th, 2009, 07:11 AM   #5
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,144
Likes (Received): 1755

Liat New Airport Design / Rendering Thread aja
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=578387
AceN no está en línea  
Old March 27th, 2009, 09:06 AM   #6
UMD
Registered User
 
UMD's Avatar
 
Join Date: May 2005
Location: Sydney
Posts: 1,472
Likes (Received): 514

Quote:
Originally Posted by Sizter85 View Post
Jum'at, 27 Maret 2009 , 08:16:00
Banyak Bautnya Lepas
Puluhan Pesawat Bermasalah


JAKARTA - Departemen Perhubungan (Dephub) akan memperketat pengawasan terhadap pesawat-pesawat yang sudah berusia tua. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas maskapai penerbangan Indonesia. Kebijakan ini diambil menyusul maraknya permasalahan yang muncul terhadap pesawat berusia lanjut itu.

"Kami akan meningkatkan lagi pengawasan terhadap semua maskapai yang menggunakan pesawat-pesawat yang kami anggap memerlukan perhatian terhadap perawatan pesawat terbang,'' kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Kamis (26/3).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Ditjen Perhubungan Udara Dephub di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin ditemukan 21 unit pesawat yang perangkat keselamatannya kurang, yakni banyak bautnya yang lepas dan tak dilengkapi lampu sinyal mendarat.

Dirjen Perhubungan Udara Harry Bhakti yang memimpin pemeriksaan, tetap mengizinkan pesawat-pesawat terbang. Hanya saja, pemiliknya akan diperingatkan.

Jusman Syafii Djamal menjelaskan, pengecekan mendalam terhadap pesawat-pesawat yang mengalami masalah tentunya akan menjadi salah satu agenda pokok dalam program peningkatan pengawasan ini. Dia mencontohkan seperti yang dialami pesawat Sriwijaya Airlines.

Sebenarnya, kata dia, sudah direkomendasikan lebih untuk mengganti pesawat-pesawatnya yang jenis 200-nya itu (Boeing 737-200, Red) dengan jenis yang lebih baru. "Waktu dulu, rekomendasi saya lebih kepada alasan bahan bakar terlalu boros,'' ungkap mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia ini.

Pesawat Sriwijaya Airlines yang dimaksudkan Jusman Syafii Djamal adalah jenis Boeing 737-300 yang memutuskan mengalihkan pendaratan ke Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (23/3) lalu. Pesawat yang membawa 108 penumpang itu terbang dari Bandara Raja Ali Haji Fisabilillah Tanjungpinang pada pukul 07.10 WIB. Pesawat itu direncanakan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada 08.40 WIB. Namun, beberapa menit setelah terbang, mesin nomor satu (sebelah kiri) pesawat beregistrasi PK-CJN itu diketahui tidak berfungsi. Sehingga, guna mengantisipasi risiko, pilot pun memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Sebenarnya, imbuh Menhub, dirinya telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan Investigator (KNKTI) Direktorat Kelaikan Udara dan Pengawasan Pesawat Udara (DKUPPU) pada Direktorat Perhubungan Udara Dephub untuk melakukan penyelidikan. Jika dari penyelidikan kedua institusi itu ditemukan ketidakberesan yang menyangkut hal teknis, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan aksi seperti yang dilakukan terhadap pesawat jenis MD-90 milik Lion Airlines, yakni menghentikan sementara operasi pesawat yang bersangkutan.

"Supaya hal-hal semacam ini dapat dihindari, kami ingin membangun suatu suasana bahwa pesawat terbang itu dipelihara dengan baik," tegasnya.

Terkait hal tersebut, Jusman Syafii Djamal meminta setiap maskapai untuk meningkatkan prosedur dan intensitas perawatan pesawat, khususnya pesawat-pesawat yang tergolong berusia tua. Karena, kelaikan terbang sebuah pesawat udara tidak dipengaruhi oleh usia dan frekuensi terbang, meski dari sisi operasional dinilai kurang efisien bila dibandingkan dengan pesawat berusia lebih muda.

"Sebetulnya kalau mereka mau memelihara pesawat yang tua seperti itu, syaratnya satu, yakni harus melakukan perawatan yang lebih baik lagi. Kalau perawatan pesawat terbangnya kurang baik, maka akan mengalami hal semacam ini (masalah, Red). Pada akhirnya maskapai itu tidak laku lagi," ujarnya.(sid/jpnn)
Tapi MD-90 Lion masih beraksi sampai sekarang. 2 hari lalu baru aku lihat banyak MD-90 Lion yg tinggal landas dari Soetta.

Aksi yang paling tepat diperlakukan adalah perbaikan yang benar benar sesuai standar penerbangan tidak yg ugal ugalan dan juga direktorat / badan keselamatan penerbangan yang kuat, cermat, dan bersih.
UMD no está en línea  
Old March 27th, 2009, 01:44 PM   #7
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Quote:
Originally Posted by UMD View Post
Aksi yang paling tepat diperlakukan adalah perbaikan yang benar benar sesuai standar penerbangan tidak yg ugal ugalan dan juga direktorat / badan keselamatan penerbangan yang kuat, cermat, dan bersih.
Agree,.. jadi ga da lagi aksi saling serobot-menyerobot traffict for landing(nyindir mode:on), sdh bkn rahasia umum lg ada salah satu maskapai swasta kita yg sering sekali melakukan aksi bgini, bikin kewalahan traffict pihak airlines lain dan pihak ATC, maskapai mana tu yach, hmm....?!
(nyindir mode:off)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea  
Old March 28th, 2009, 08:43 AM   #8
Ampelio
...is the art of space
 
Ampelio's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Location: Antapani City
Posts: 6,664
Likes (Received): 701

__________________
EVERYDAY URBANISM

Last edited by Ampelio; March 30th, 2009 at 08:34 AM.
Ampelio no está en línea  
Old March 28th, 2009, 12:10 PM   #9
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,735

Quote:
Originally Posted by Sizter85 View Post
Agree,.. jadi ga da lagi aksi saling serobot-menyerobot traffict for landing(nyindir mode:on), sdh bkn rahasia umum lg ada salah satu maskapai swasta kita yg sering sekali melakukan aksi bgini, bikin kewalahan traffict pihak airlines lain dan pihak ATC, maskapai mana tu yach, hmm....?!
(nyindir mode:off)
Wah maskapai mana tuh yah? Coba inisialnya... hehe

Yah semua maskapai pastinya sih pengen efisien.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea  
Old March 29th, 2009, 10:20 AM   #10
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,853
Likes (Received): 7

Indonesia’s traffic up 3.5% last year; Lion Air now #1 among domestic carriers; still no non-stop flights to Western Europe
27th March 2009 | Country Feature | No Comments »

There’s little doubt which Indonesian carrier has the most fun or the main implication of its “love is in the air” themed marketing. The scenes are from Lion Air’s televised lottery and credit card promotions. It now also has the ‘lion’s share’ of domestic capacity (32.2%) over 34 routes.

This summer 56 airports across Indonesia will be hosting scheduled airlines services. According to government statistics these airports handled close on 80 million passengers last year, up 3.5% on 2007. Jakarta’s Soekarno-Hatta airport alone handled around 32 million passengers though the airport suffered from the demise last March of local carrier Adam Air which operated around 20 aircraft and was based at the airport.

Air traffic in Indonesia has recovered impressively from the East Asian financial crisis in the late 90s. Since 1999 passenger volumes at the country’s airports have more than trebled with growth of more than 25% in both 2003 (despite SARS impacting international traffic) and 2004. Since then growth has been at a more sustainable rate. While domestic traffic in 2008 was up just 2.4%, international traffic was up 9.1% as the country’s marketing campaign to celebrate “100 years of national awakening” increased international visitors.



Jakarta is by far the busiest airport in the country followed by Denpasar Bali and Surabaya. With a population of some 220 million people spread across several islands traffic should continue to grow strongly if the economy continues to prosper. If the UK’s propensity to travel (240 million airport passengers in an island country of around 60 million inhabitants) were applied to Indonesia, airport passenger numbers would be more than 10 times bigger than at present.
Six major players in the domestic market:
Airline Frequency share Capacity share Number of routes
Lion Air 24.6% 32.2% 34
Garuda Indonesia 30.3% 29.3% 31
Sriwijaya Air 16.7% 15.9% 39
Merpati 12.6% 9.1% 41
Indonesia AirAsia 5.3% 6.3% 9
Wings Air 6.1% 5.6% 15

Fast-growing Lion Air has recently surpassed Garuda as the biggest carrier in the domestic market based on share of seat capacity. Analysis of schedule data for the summer season reveals that six carriers have at least a five per cent share of domestic capacity.


Several domestic routes see all five of the largest domestic airlines competing head-to-head in the market, while most major routes have at least three carriers vying for the public’s patronage.
16 airports have international services

A total of 16 airports in Indonesia will be offering international flights this summer though Jakarta accounts for around 50% of all international capacity and Denpasar Bali a further 25%. Most of the remaining 14 airports are limited to serving Kuala Lumpur and/or Singapore. This week saw the launch of four new services from Indonesia to Singapore operated by Indonesia AirAsia. These were from Bandung, Denpasar Bali, Jakarta and Yogyakarta.

January: Sriwijaya Air starts twice daily Jakata-Singapore services. Routes to Malaysia and Singapore both account for around 30% of international seat capacity.

Routes to Malaysia and Singapore both account for around 30% of international seat capacity, followed by Hong Kong, Australia and Japan with between 5% and 7% each. The nearest thing to a direct service to Europe is Transaero’s twice-weekly flights to Moscow Domodedovo. There are no direct flights to anywhere in either North or South America. The leading airlines on international routes to and from Indonesia are:

Airline Frequency share Capacity share Number of routes
Garuda Indonesia 17.4% 15.1% 23
Indonesia AirAsia 14.6% 11.1% 17
AirAsia 12.6% 11.3% 13
Singapore Airlines 6.6% 10.8% 2
Malaysia Airlines 6.6% 6.0% 5
Cathay Pacific 2.8% 4.6% 3
On March 26th, 2009 Bali celebrated their Hindu’s New Year “Çaka” 1931 also known as “Nyepi”. It started at 06.00 and ended the next day at 06.00. “Nyepi” mean Silence. For the Hindu’s New Year in Bali, people stopped any activities and refrained from any worldly activities. They turned off all lights, fasted, stopped working, and kept away from entertainment. There were no activities in Bali on that day. The airport was closed. Even tourists were not allowed to go anywhere and stayed at the hotel for one day.

Lion Air currently only operates three international routes and ranks 10th among carriers. A total of 43 airlines currently operate international routes to and from Indonesia. This does not at present include any US carriers. Despite the lack of non-stop services to Europe both KLM and Lufthansa are present at the airport. KLM operates to Amsterdam via Kuala Lumpur while Lufthansa serves Frankfurt via Singapore. The ‘MEB3′ airlines are all present with Emirates and Etihad serving their home bases non-stop from Jakarta while Qatar Airways currently serves Doha from Jakarta via Singapore.




from:http://www.anna.aero/2009/03/27/indo...-35-last-year/
tollfreak no está en línea  
Old March 30th, 2009, 05:33 PM   #11
lombok
BANNED
 
lombok's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 2,810
Likes (Received): 121

Senin, 30/03/2009 14:40 WIB

UE diduga perpanjang larangan terbang maskapai RI


oleh : Hendra Wibawa


JAKARTA (Bisnis.com): Uni Eropa kemungkinan memperpanjang larangan terbang seluruh maskapai Indonesia ke kawasan Eropa selama 3 bulan ke depan.

Dirjen Perhubungan Udara Dephub Herry Bakti S. Gumay mengatakan prediksi itu diperoleh dari laporan perwakilan Indonesia yang mengikuti sidang Komisi Eropa pada akhir Maret ini.

"Maret ini tidak ada decision untuk airlines ban Indonesia," katanya dalam Pers Background Ditjen Perhubungan Udara, hari ini.

Dia menyatakan seluruh maskapai Indonesia yang berjumlah 47 perusahaan masih dilarang terbang ke Eropa, termasuk Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast dan Premiair.

Herry menambahkan Komisi Eropa telah melihat ada perbaikan positif di penerbangan Indonesia dengan menyisakan temuan (finding) tujuh item dari total 69 item kekurangan. Temuan 7 item itu, papar dia, menyangkut perlunya peningkatan pengawasan yang dinilai Komisi Eropa masih lemah.

Untuk itu, Herry mengungkapkan pihaknya menambah 10 pilot swasta sebagai inspektur di Ditjen Perhubungan Udara. Inspektur swasta itu diambil dari pilot senior di maskapai nasional dengan rating pesawat wide body dan helikopter.

"Kami harapkan next time atau pada sidang Komisi Eropa Juni ada keputusan airlines ban Indonesia dicabut," ujar Herry.

Sampai saat in, Indonesia telah menyelesaikan UU No. 1/2009 tentang Penerbangan dan menyiapkan PP dan Permenhub sebagai turunan UU itu. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia mencapai 47, yang terdiri atas maskapai berjadwal 15 perusahaan, dan sisanya maskapai carter.(er)
lombok no está en línea  
Old March 31st, 2009, 03:30 AM   #12
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Gangguan Mesin, Batavia Air Mendarat Darurat di Semarang

SEMARANG - Pesawat Batavia Air dengan jurusan Jakarta-Surabaya-Ampenan-Mataram melakukan pendarat darurat di Bandara Ahmad yani, Semarang pada Senin malam.

"Benar ada pesawat kita yang mendarat darurat," kata salah seoranag petugas tiket Batavia Air kepada okezone di Bandara Ahmad Yani, Senin (30/3/2009).

Dia menjelaskan, pendaratan tersebut dilakukan karena ada kerusakan teknis di bagian mesin.

"Pesawat kami mengalami gangguan mesin sehingga terpaksa melakukan pendaratan darurat. Di sini (Semarang) hanya mendarat saja," tegasnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Batavia Air maupun bandara Ahmad Yani. Sementara itu, 140 penumpang yang ada di pesawat tersebut dikabarkan selamat. (kem)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea  
Old March 31st, 2009, 04:57 AM   #13
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 27,618
Likes (Received): 2240

so lucky they can still make emergency landing....thx God...
VRS no está en línea  
Old March 31st, 2009, 05:59 AM   #14
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Batam Cegat Pesawat Asing
Pasang Radar di Hang Nadim
Telan Dana Rp 150 Miliar

BATAM, TRIBUN-Pemerintah Indonesia akan memasang radar senilai Rp 150 miliar di Bandar Udara Hang Nadim pada 2010. Sehingga ketergantungan penerbangan di wilayah Kepulauan Riau kepada Singapura dapat diatasi.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengaku kecewa dengan ketergantungan penerbangan dengan Singapura. Terlebih lagi, saat militer Singapura melakukan latihan, tidak ada pesawat yang boleh melintas.

“Ketika dilanggar, tentu mereka akan mengambil tindakan yang diawali dengan ancaman. Pesawat kita harus berputar menjauh dari area udara yang mereka inginkan, bayangkan kalau harus berputar jauh, sudah berapa banyak bahan bakar harus digunakan,” kata Jusman ketika melakukan kunjungan kerja ke Bandara Hang Nadim Batam, Senin (30/3).

Rencana pemasangan radar hanya berselang beberapa minggu setelah kandasnya kesepakatan kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) Indonesia dengan Singapura. Jusman menambahkan, Hang Nadim nantinya mengatur penerbangan di seluruh Sumatera.

“Singapura sana memiliki Radar yang disebut Premiere Sureilance Radar (PSR) dan kita akan beli Monopulse Secondary Surveilance Radar (MSSR). Kalau sudah ada MSSR, kita bebas mengatur lalu lintas udara yang melewati wilayah kita,” ujar Menteri.

Rancangannya, dana Rp 150 miliar termasuk pembangunan tower. Jika ini telah terpasang, maka seluruh penerbangan yang melewati udara Indonesia dan meminta pemanduan radar harus membayar fee.

“Selama ini hanya Singapura yang mendapat keuntungan pada penerbangan dengan ketinggian di atas 3000 kaki,” ungkap Jusman.

Saat ini di Hang Nadim hanya ada Auto Defance Surveilance Brodcase (ADSB). Fungsinya hanya alat yang membantu berhubungan dan mendeteksi pesawat ketinggian kurang dari 3.000 kaki.

Sedangkan, yang memberikan izin untuk mendarat atau pesawat harus memutar ke mana dulu harus dari Singapura.

Dari segi kesiapan, sumber daya manusia di ATC Hang Nadim sudah sangat profesional dan sama dengan petugas di Singapura.

Pimpinan Kelompok Teknisi Pemanduan Lalu Lintas Udara Bandara Hang Nadim Indah Irwansyah mengatakan, Bandara Hang Nadim memang membutuhkan radar tersebut.

Sebelumnya, bandara di Tanjungpinang memiliki MSSR yang bisa digunakan bersama. Namun sudah empat tahun ini rusak. Belum adanya radar memang cukup menyulitkan petugas. Saat Lion Air JT 972 mendarat darurat akibat roda depan tidak keluar, petugas ATC terpaksa memantau pergerakan roda secara manual.
Beberapa waktu lalu, penerbangan di Batam sempat terganggu lantaran kerusakan radar di Singapura. Setidaknya 10 pesawat mengalami penundaan penerbangan.(ded)
novian no está en línea  
Old March 31st, 2009, 06:02 AM   #15
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Batam-Natuna Terganggu Militer

KEBERADAAN radar di Bandar Udara Hang Nadim memang sudah diperlukan. Bahkan Kepala UPT Bandara Hang Nadim Razali Abubakar sudah mengusulkan sejak 2007 lalu.

“Kesiapan kita tentu didukung dengan luas area yang cukup luas. Tenaga dan operator ATC kita selama ini telah teruji dan mereka siap mengoperasikan radar itu nantinya.

Mereka tinggal penyesuaian saja,” kata Razali kepada Tribun, Senin (30/3).
Rencananya, radar tersebut akan dibangun dekat tower ATC.

“Mudah-mudahan saja radar yang sejak lama kita inginkan ini dapat terwujudkan dan disetujui oleh pemerintah pusat. Sehingga target kita mencetak tenaga ahli di bidang komunikasi radar di Kepri akan semakin banyak nantinya,” ujar Elfi Amir Kepala Teknisi dan Keselamatan Penerbangan Bandara Hang Nadim.

Konvensi Chicago 1964, lalu lintas penerbangan sipil di udara Kepulauan Riau masih diatur Singapura. Konvensi Chicago yang melibatkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memberi kewenangan kepada Singapura untuk mengatur penerbangan di Kepri melalui Flight Information Region (FIR).

Dengan persetujuan tersebut, setiap pendaratan atau pemberangkatan pesawat dari Batam, Karimun, Tanjungpinang, Matak dan Ranai di bawah Pusat Pengendalian Wilayah atau Area Control Centre (ACC) FIR Singapura.

Akibatnya, sekarang transportasi udara Batam-Natuna terganggu perjanjian militer Indonesia dengan Singapura yang membolehkan negara jiran itu menggunakan perairan Kepulauan Riau sebagai daerah latihan perang.

Akibat jalur terbang yan harus memutar, maka jarak tempuh pesawat menjadi dua kali lipat dari semestinya. Biaya bahan bakar pun menjadi dua kali lipat.(ded)
novian no está en línea  
Old April 1st, 2009, 04:51 AM   #16
UMD
Registered User
 
UMD's Avatar
 
Join Date: May 2005
Location: Sydney
Posts: 1,472
Likes (Received): 514

Quote:
Originally Posted by novian View Post
Batam Cegat Pesawat Asing
Pasang Radar di Hang Nadim
Telan Dana Rp 150 Miliar



Pimpinan Kelompok Teknisi Pemanduan Lalu Lintas Udara Bandara Hang Nadim Indah Irwansyah mengatakan, Bandara Hang Nadim memang membutuhkan radar tersebut.

Sebelumnya, bandara di Tanjungpinang memiliki MSSR yang bisa digunakan bersama. Namun sudah empat tahun ini rusak. Belum adanya radar memang cukup menyulitkan petugas. Saat Lion Air JT 972 mendarat darurat akibat roda depan tidak keluar, petugas ATC terpaksa memantau pergerakan roda secara manual.
Beberapa waktu lalu, penerbangan di Batam sempat terganggu lantaran kerusakan radar di Singapura. Setidaknya 10 pesawat mengalami penundaan penerbangan.(ded)
Dan MENGAPA dibiarkan tetap rusak selama 4 tahun? Begitulah Indonesia dan siapa akan menjamin kalao MSSR baru di Batam tidak akan dibiarkan ruska terus menerus. Inilah mengapa sebabnya kualitas jasa penerbangan kita dipertanyakan dunia. Apa kata dunia nanti kalo kita terus menerus begitu?.
UMD no está en línea  
Old April 2nd, 2009, 04:52 AM   #17
bagak
Rang Chaniago
 
bagak's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,763
Likes (Received): 97

Quote:
Originally Posted by tollfreak View Post
Indonesia’s traffic up 3.5% last year; Lion Air now #1 among domestic carriers; still no non-stop flights to Western Europe
27th March 2009 | Country Feature | No Comments »

There’s little doubt which Indonesian carrier has the most fun or the main implication of its “love is in the air” themed marketing. The scenes are from Lion Air’s televised lottery and credit card promotions. It now also has the ‘lion’s share’ of domestic capacity (32.2%) over 34 routes.

This summer 56 airports across Indonesia will be hosting scheduled airlines services. According to government statistics these airports handled close on 80 million passengers last year, up 3.5% on 2007. Jakarta’s Soekarno-Hatta airport alone handled around 32 million passengers though the airport suffered from the demise last March of local carrier Adam Air which operated around 20 aircraft and was based at the airport.

Air traffic in Indonesia has recovered impressively from the East Asian financial crisis in the late 90s. Since 1999 passenger volumes at the country’s airports have more than trebled with growth of more than 25% in both 2003 (despite SARS impacting international traffic) and 2004. Since then growth has been at a more sustainable rate. While domestic traffic in 2008 was up just 2.4%, international traffic was up 9.1% as the country’s marketing campaign to celebrate “100 years of national awakening” increased international visitors.



Jakarta is by far the busiest airport in the country followed by Denpasar Bali and Surabaya. With a population of some 220 million people spread across several islands traffic should continue to grow strongly if the economy continues to prosper. If the UK’s propensity to travel (240 million airport passengers in an island country of around 60 million inhabitants) were applied to Indonesia, airport passenger numbers would be more than 10 times bigger than at present.
Six major players in the domestic market:
Airline Frequency share Capacity share Number of routes
Lion Air 24.6% 32.2% 34
Garuda Indonesia 30.3% 29.3% 31
Sriwijaya Air 16.7% 15.9% 39
Merpati 12.6% 9.1% 41
Indonesia AirAsia 5.3% 6.3% 9
Wings Air 6.1% 5.6% 15

Fast-growing Lion Air has recently surpassed Garuda as the biggest carrier in the domestic market based on share of seat capacity. Analysis of schedule data for the summer season reveals that six carriers have at least a five per cent share of domestic capacity.


Several domestic routes see all five of the largest domestic airlines competing head-to-head in the market, while most major routes have at least three carriers vying for the public’s patronage.
16 airports have international services

A total of 16 airports in Indonesia will be offering international flights this summer though Jakarta accounts for around 50% of all international capacity and Denpasar Bali a further 25%. Most of the remaining 14 airports are limited to serving Kuala Lumpur and/or Singapore. This week saw the launch of four new services from Indonesia to Singapore operated by Indonesia AirAsia. These were from Bandung, Denpasar Bali, Jakarta and Yogyakarta.

January: Sriwijaya Air starts twice daily Jakata-Singapore services. Routes to Malaysia and Singapore both account for around 30% of international seat capacity.

Routes to Malaysia and Singapore both account for around 30% of international seat capacity, followed by Hong Kong, Australia and Japan with between 5% and 7% each. The nearest thing to a direct service to Europe is Transaero’s twice-weekly flights to Moscow Domodedovo. There are no direct flights to anywhere in either North or South America. The leading airlines on international routes to and from Indonesia are:

Airline Frequency share Capacity share Number of routes
Garuda Indonesia 17.4% 15.1% 23
Indonesia AirAsia 14.6% 11.1% 17
AirAsia 12.6% 11.3% 13
Singapore Airlines 6.6% 10.8% 2
Malaysia Airlines 6.6% 6.0% 5
Cathay Pacific 2.8% 4.6% 3
On March 26th, 2009 Bali celebrated their Hindu’s New Year “Çaka” 1931 also known as “Nyepi”. It started at 06.00 and ended the next day at 06.00. “Nyepi” mean Silence. For the Hindu’s New Year in Bali, people stopped any activities and refrained from any worldly activities. They turned off all lights, fasted, stopped working, and kept away from entertainment. There were no activities in Bali on that day. The airport was closed. Even tourists were not allowed to go anywhere and stayed at the hotel for one day.

Lion Air currently only operates three international routes and ranks 10th among carriers. A total of 43 airlines currently operate international routes to and from Indonesia. This does not at present include any US carriers. Despite the lack of non-stop services to Europe both KLM and Lufthansa are present at the airport. KLM operates to Amsterdam via Kuala Lumpur while Lufthansa serves Frankfurt via Singapore. The ‘MEB3′ airlines are all present with Emirates and Etihad serving their home bases non-stop from Jakarta while Qatar Airways currently serves Doha from Jakarta via Singapore.




from:http://www.anna.aero/2009/03/27/indo...-35-last-year/


Itu data-nya bener gak? yang top airports di Indo? Kok bandara PKU paling buncit...???

Last edited by bagak; April 2nd, 2009 at 09:10 AM.
bagak no está en línea  
Old April 2nd, 2009, 06:19 AM   #18
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Minimal Punya 10 Pesawat
Syarat Pendirian Maskapai Pada 2012

JAKARTA - Persyaratan untuk mendirikan perusahaaan penerbangan di Indonesia makin sulit. Sebab, Departemen Perhubungan (Dephub) mensyaratkan maskapai tersebut harus mengoperasikan minimal 10 pesawat pada 2012 nanti.

"Kita perkirakan jumlah maskapai akan berkurang pada 2012, menyusul pemberlakuan UU No. 1/2009 tentang penerbangan,” ujar Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Dephub Tri S. Sunoko di gedung Dephub, kemarin.

Sesuai UU Nomor 1 Tahun 2009, maskapai diwajibkan mengoperasikan minimal 10 unit pesawat dengan lima yang wajib dimiliki. Sampai saat ini, maskapai berjadwal yang mengoperasikan pesawat di bawah 10 unit adalah Linus Airways, Express Air, Kartika Airlines dan Indonesia Air Transport Tbk. Maskapai penerbangan berjadwal di Indonesia sendiri jumlahnya 15 perusahaan yang menerbangi 169 rute dan kota terhubung sebanyak 83 kota.

Dengan adanya aturan itu, lanjut Tri, maskapai yang mengoperasikan pesawat di bawah 10 unit harus merger dengan maskapai lain. Selain itu, maskapai berjadwal yang mengoperasikan pesawat hanya lima unit akan ditawari menjadi maskapai carter. "Bila tidak mampu memenuhi 10 unit pesawat, maka akan kami tawari beralih menjadi maskapai carter," tuturnya.

Sementara itu, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto menyambut baik aturan tersebut. Sebab, hanya maskapai yang kuat yang bisa menerbangi rute-rute di Indonesia. Garuda sendiri menargetkan membuka 18 rute baru sepanjang 2009. "Sebagai realisasi pembukaan 18 rute baru, kita akan buka kembali penerbangan rute Mataram-Denpasar pp pada 1 April 2009, setelah dihentikan beberapa tahun lalu akibat krisis ekonomi," tuturnya.

Penerbangan rute Denpasar-Mataram ini akan dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Denpasar (GA 436) pulul 18.35 WITA dan tiba di Mataram pukul 19.15 WITA, kemudian terbang kembali dari Mataram (GA 437) pada pukul 19.50 WITA, dan tiba di Denpasar pukul 20.25 WITA dengan menggunakan pesawat B 737-500 kapasitas 12 kelas bisnis dan 96 kelas ekonomi. "Ini sebagai upaya untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat," tegasnya.(wir/bas/jpnn)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea  
Old April 2nd, 2009, 06:21 AM   #19
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

-------------------edited------------------------
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-

Last edited by Sizter85; April 2nd, 2009 at 06:21 AM. Reason: Salah thread
Sizter85 no está en línea  
Old April 4th, 2009, 03:04 AM   #20
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,689

Agency warns pilots to stay alert amid bad weather
The Jakarta Post | Fri, 04/03/2009 8:58 PM | National

The Meteorological, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) is alerting pilots and airport crews throughout Indonesia to the possibility of strong winds and heavy downpours for at least the next six weeks.

“Strong winds accompanying downpours can come at any time, so be careful, always keep an eye on our reports,” BMKG head of the Public Meteorological Information Unit Kukuh Ribudiyanto said Thursday.

He urged airline crews to thoroughly maintain their aircraft.

He said, however, the potential bad weather should not deter people from carrying out activities because BMKG has sophisticated tools to inform every airport about weather changes in minutes.

Kukuh said pilots should obtain and use the most recent reports along the routes they will be flying.

“If pilots stick to the procedures, they will be able to decide whether they can land or need to delay landing, or if they have to choose another, safer air route,” he added.

Kukuh cited a Lion Air aircraft that skidded off the runway after landing at Soekarno-Hatta International Airport earlier this month as an example.

“That accident was because of a sudden strong wind which, in my opinion, the pilot should have anticipated,” Kukuh said.

“The downpours and heavy winds will fade away when the dry season comes. The times for this will vary depending on the region,” he said.
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  
Closed Thread

Tags
aviation

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 04:12 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu