daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Pictures of Indonesia > Sulawesi, Kalimantan, Papua and Other Cities Pictures



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old October 18th, 2010, 04:23 PM   #1
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

BANTAENG - South Sulawesi | Beyond the vision

Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan

















Sumber :
http://petatematikindo.wordpress.com...aten-bantaeng/

http://www.bantaeng-tourism.com/2014...ri-tarian.html

http://dakkabangkeng.blogspot.com/20...-bantaeng.html

https://www.facebook.com/doktrin.ars...21155957923963

https://www.facebook.com/humas.banta...1153008&type=1

Last edited by Putra Bantaeng; June 22nd, 2014 at 08:44 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 18th, 2010, 04:25 PM   #2
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

Swasta Besar Malaysia Wujudkan The New Bantaeng City
Rabu, 10 Maret 2010 03:56 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 937 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah BUMN Sirim Bhd menjajaki pengembangan rumput laut dan nira, kini perusahaan swasta besar dari Malaysia, Bina Puri Holdings Bhd dan Dimara Holdings Sdn, Bhd menyatakan siap membantu pembangunan kota baru Bantaeng (the new Bantaeng city).

Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd, Tan Sri Datuk Tee Hock Seng yang tiba di Bantaeng, Selasa, bersama Pimpinan kelompok usaha Dimara Sdn Bhd, K.C Ang dan lima orang pengusaha lainnya menyatakan tekad untuk membantu pembangunan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

"Sudah lama kami berencana mau ke sini, sejak Januari 2010, namun selalu terkendala kesibukan dan berbagai kegiatan yang tidak bisa ditunda. Akhirnya, pada kesempatan inilah kami datang," ujar Tan Sri Datuk Tee Hock Seng saat diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan bupati.

Di Malaysia, Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd itu juga merupakan senator dan kerabat dekat Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak. Sejumlah proyek raksasa di berbagai negara, termasuk di Abudabi, Bandara Bangkok Thailand dan pusat perkantoran Putra Jaya ditangani perusahaan tersebut.

"Kami senang bisa datang ke Bantaeng. Mudah-mudahan kami dapat membantu membangun daerah yang penuh potensi ini," urainya di hadapan pejabat lingkup Pemda Bantaeng diantaranya Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Plt Sekkab H Thamrin Husain, Asisten II H Zainuddin Tahir dan sejumlah Kadis, Ka Badan lingkup Pemda.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan pengusaha besar negeri jiran tersebut. "Bagi pengusaha sekelas Tan Sri Datuk Tee Hock Seng dan K.C Ang, untuk membangun Bantaeng tentu tak masalah karena kota ini merupakan kota terkecil di Sulsel."

Meski wilayahnya kecil, namun Bantaeng pernah menjadi afdeling yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Karena itu, kami berharap kehadiran pengusaha kawakan Malaysia ini bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di selatan Sulsel.

Bupati juga menggambarkan perkembangan wilayahnya dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya revitalisasi pantai seluas lima hektare yang segera dibanguni hotel bintang tiga, rumah sakit dan sejumlah fasilitas bisnis lainnya.

Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga memiliki pelabuhan namun masih perlu disempurnahkan. Selain itu, sudah ada instalasi air bersih, cekdam pencegah banjir serta fasilitas pariwisata pantai Korong Batu.

Sedang pada dataran tinggi yang hanya berjarak 18 kilometer dari Kota Bantaeng, dikembangkan tanaman apel dan strawberry. Di kawasan tersebut juga kita bisa menikmati pemandangan indah serta empat kabupaten tetangga, ujar Bupati.

Khusus di dataran rendah, kini dikembangkan hortikultura untuk menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin N mengungkapkan rencana pengembangan RS yang dibangun tahun 1921 tersebut. RS kelas C diharapkan meningkat menjadi kelas B dan dijadikan RS Trauma Center.

Ini penting sebab kasus trauma yang selama ini dirujuk ke Makassar selalu terlambat karena faktor jarak. RS ini sudah didesain berlantai lima dan menjadi satu-satunya RS yang memiliki pemandangan laut dan gunung. (RY/K004)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:28 PM   #3
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

Bantaeng Keluar dari Daerah Tertinggal di Indonesia
Minggu, 17 Oktober 2010 05:24 WITA | Ekonomi | Dibaca 25 kali
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mengeluarkan Kabupaten Bantaeng dari daftar Kabupaten Daerah Tertinggal di Indonesia.

Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim mengatakan hal itu setibanya di Bantaeng, Sabtu. Menurut Bakhtiar, pernyataan dikeluarkannya daerah berjuluk Butta Toa ini dari daerah tertinggal di Indonesia dikemukakan Alvin, Staf Ahli Kementerian PDT Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, pekan ini.

Rakor tersebut diikuti Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, serta Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim. Menurutnya, perubahan status tersebut berkat berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam dua tahun terakhir di bawah kendali Bupati HM Nurdin Abdullah dan Wakilnya HA Asli Mustadjab.

Bakhtiar yang juga Ketua Tanfisiah Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bantaeng mengatakan, terobosan yang dilakukan pasangan Nurani tersebut mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program pembangunan yang lebih berpihak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar.

Masih menurut Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng, dalam dua tahun, daerah ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dari 5,1 persen pada 2007 menjadi 7,3 persen pada 2009.

Angka kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan dari 61 persen menjadi 41 persen pada periode yang sama. Ia kemudian mengemukakan rasa terima kasihnya kepada Bupati, Wakil Bupati. Ketua DPRD dan anggota dewan serta petinggi daerah ini yang memberi dukungan terhadap Dinas Koperasi dan UKM yang bersentuhan langsung masyarakat.

"Atas dukungan tersebut, kami mampu melaksanakan program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng dan memberi andil dalam mengantar daerah ini keluar dari kategori daerah tertinggal berdasarkan penilaian Kementerian PDT," terangnya.

Ia berharap, program pembangunan yang sudah berpihak pada kepentingan masyarakat ini dapat lebih ditingkatkan sehingga harapan untuk menjadikan Bantaeng sebagai sentra perekonomian daerah di bagian selatan Sulsel dapat terwujud, urainya. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:29 PM   #4
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

Pembangunan Pasar Tradisional-Modern Bantaeng Dimulai
Minggu, 17 Oktober 2010 05:21 WITA | Daerah | Dibaca 22 kali
Pembangunan Pasar Tradisional-Modern Bantaeng Dimulai
(FOTO/Dok.Humas Bantaeng)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, Sabtu, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisiona-Moderen di Bantaeng.

Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas umum bernilai Rp1,15 miliar bantuan Pemerintah Provinsi Sulsel tersebut disertai Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita Langgara, Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng Hj Lies F Nurdin dan unsur Muspida di daerah ini.

Saat itu, Pemda Kabupaten Bantaeng juga menyerahkan lima unit (dari tujuh unit) kendaraan roda empat merek Hilux kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Bupati, secara perlahan mimpi kita untuk memajukan daerah ini akan terwujud. Mimpi-mimpi kita selama ini semakin jelas. Karena itu, ia berharap kepada semua pihak termasuk masyarakat agar memberikan partisipasi dengan baik.

"APBD kita memang terkecil di Sulsel, tapi kita bisa membangun. Itu karena komitmen untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah andalan di bagian selatan Sulsel," tandasnya.

Agar komitmen tersebut tetap terjamin, ia mengajak semua pihak, terutama masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif sebab hanya dengan kondisi keamanan yang baiklah, rezki akan datang ke daerah kita.

"Orang mau berinvestasi bila ada jaminan keamanan. Karena itu, mari kita jaga bersama daerah kita sehingga Bantaeng tetap menjadi model pembangunan daerah lainnya di Sulsel," pintanya.

Agar fasilitas yang kita bangun dapat berfungsi dengan baik, ia berharap masyarakat memanfaatkannya dengan baik pula. "Kalau sudah ada pasar moderen, jangan lagi menghabiskan uang di tempat lain agar perputaran ekonomi daerah tetap terjamin," Ujar Bupati.

Untuk menjadikan kawasan ini menjadi tempat persinggahan yang representatif, pasar ini akan dilengkapi fasilitas tempat istirahat, ganti pakaian, fasilitas ibadah hingga Rusunawa.

Kepala Dinas Perindag Tamben Kabupaten Bantaeng H Abdul Gani melaporkan, pembangunan Pasar Tradisional-Moderen ini akan melengkapi fasilitas wisata laut Marina Beach Korong Batu.

Pembangunan tahap awal yang merupakan bantuan hibah Gubernur Sulsel ini diharapkan rampung hingga akhir tahun ini. Pembangunan ini merupakan yang pertama dari 16 kabupaten untuk tahun 2010.

Luas bangunan awal yang dibangun PT Putra Hadi ini, terang Abdul Gani berukuran 30 X 25 m2 atau 750 m2 yang terdiri dua lods kering dan 1 lods basah yang dapat menampung 56 pedagang.

Untuk pembangunan lanjutannya, akan dilakukan Pemda Kabupaten Bantaeng berupa pembangunan fasilitas bangunan dan fasilitas umum memanfaatkan lahan 3.000 m2 memanfaatkan dana APBN 2011 sebesar Rp6 miliar.

Dana sebanyak itu akan digunakan untuk pembangunan kios di sekeliling lods, pembangunan musallah, shower, kamar ganti, serta area parkir yang menampung kendaraan dalam jumlah banyak.

Ia berharap, kehadiran pasar tradisional-moderen ini mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru serta wirausaha baru yang pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan dan berdampak pada pendapatan asli daerah serta penurunan angka kemiskinan. (T.pso-102/F003)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:33 PM   #5
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

RS Modern Bantaeng Habiskan Rp 70 M

Rumah Sakit Umum Prof Dr Anwar Makkatutu akan segera dibangun. Pekerjaan fisik RS yang lebih modern tersebut akan menghabiskan dana Rp 70 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun fasilitas ruang berlantai 5 dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Hal itu terungkap dalam ekspose rencana pembangunan RS yang berada di bibir pantai Kota Bantaeng, Senin (27/4). Ekspose dipandu Direktur RSU Bantaeng, dr HM Syafruddin Nurdin, M.Kes. Hadir Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekkab H Syamsuddin, serta pimpinan SKPD.
Aswin Griksa Fitranto, IAI, konsultan perencana pembangunan RSU Bantaeng mengatakan, pembangunan konstruksi akan berlangsung selama 2 tahun. Untuk menunjang pembangunan tersebut, Pemkab melalui Dinas PU segera melakukan reklamasi.
Kepala Dinas PU, H Zainuddin Tahir menjelaskan, tahap awal reklamasi dimulai awal Mei 2009 dan dilakukan di areal seluas 3,5 hekar. Diapun memuji para perencana yang memanfaatkan lahan sehemat mungkin untuk memberi ruang terhadap fasilitas penunjang yang bisa berdampak positif terhadap pasien.
''Dengan memanfaatkan keindahan laut dan gunung serta kenyamanan pasien, mudah-mudahan bisa menjadi faktor penyembuh bagi pasien yang menderita sakit ringan,'' tuturnya.
Zainuddin juga minta RS Bantaeng memiliki ciri khas dengan mempertimbangkan budaya daerah. Meski begitu, Kadis Kesehatan Dr Takudaeng berharap, perencanaan RS ini memperhatikan penanganan limbah medis. Direktur RS Bantaeng, dr Syafruddin Nurdin mengaku, tim perencana sudah mempertimbangkan berbagai aspek penunjang, termasuk masalah buangan limbah.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah pada kesempatan itu meminta para pihak yang terkait agar memberi perhatian penuh terhadap rencana pembangunan RS Bantaeng. Sebab RS ini diharapkan tidak hanya menjadi RS terindah di Sulsel, tapi juga menjadi RS plus karena letaknya yang strategis
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:36 PM   #6
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

Bantaeng Bakal Punya Pabrik Cairan Infus

Penandatanganan naskah kesepahaman disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Rachmat Latief, Dirut Perusda Sulsel Haris Hody, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Bantaeng M Yasin, Kepala Bappeda Bantaeng Zainuddin Tahir, Kadiskes Bantaeng dr Hj Takudaeng, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr H M Syafruddin Nurdin, M.Kes dan sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulsel dan Bantaeng.

Kadiskes Sulsel Rachmat Latief mengatakan, kesepakatan diraih setelah melalui studi kerja ke PT Otsuka Indonesia di Lawang Jatim, membuat feasibility study untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan.

Ia juga mengatakan, pembangunan industri farmasi cairan infus di Sulsel merupakan rencana strategis Gubernur Sulsel di bidang kesehatan. Kehadiran industri ini diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian daerah, khususnya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan.

Selain itu, industri akan membuka peluang bagi tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan, sekaligus memenuhi kebutuhan obat di Indonesia yang mempunyai pangsa pasar 2,5 miliar dollar AS, terutama di kawasan timur Indonesia dan secara khusus di Sulsel.

Menurut Kadiskes Sulsel, pemberlakuan harmonisasi sistem peredaran obat dan standar pembuatan obat yang baik di kawasan ASEAN sejak 2008, akan membuka peluang besar, tak hanya pada pasar domestik tapi juga pasar global ASEAN, sekaligus menunjang program pelayanan kesehatan gratis yan ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman, bermutu, merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan industri cairan infus yang akan menelan investasi Rp 21 miliar ini merupakan bagian dari mimpi untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang unggul dan diperhitungkan.

Menurut Gubernur, masalah kesehatan dan pendidikan mendapat perhatian serius karena hanya dengan pendidikan, kita bisa maju, namun tanpa kesehatan juga tak ada artinya yang kita lakukan.

Salah satu kebutuhan tersebut Sulsel membutuhkan cairan infus 5.250.000 botol/tahun atau sekitar 10 juta botol/tahun di kawasan timur Indonesia. Cairan infus ini, lanjut Gubernur dibutuhkan semua pihak. Karena itu, kita ingin bila kita sakit tersedia fasilitas kesehatan dan obatnya.

"Saya merindukan, kelak suatu saat Sulsel memiliki rumah sakit yang luar biasa, ada fasilitas umum seperti karebosi di tengah laut, ada istana di luar Jawa yang ada di Makassar serta kereta api dari Parepare," urainya.

Itulah sebabnya, Pemprov juga sudah membangun industri kaporit di Jeneponto yang sebelumnya kita datangkan dari Surabaya, bahkan impor. "Bodohnya kita selama ini karena hal itu sebenarnya bisa kita bangun lalu kita impor. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak," ucapnya.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah melaporkan perkembangan pembangunan di wilayah kerjanya yang sudah berhasil melakukan ekspor produk perikanan melalui PT Global Seafood International Indonesia (GSII), ekspor biji kapuk dan akan disusul ekspor talas.

Bupati menyambut baik kesepakatan pembangunan industri farmasi di wilayahnya. Ini sangat sesuai sebab air yang akan diolah menjadi cairan infus di Kecamatan Ere Merasa memiliki NTU 0,0 persen. Melalui pemanfaatan potensi air ini diharapkan akan lebih berdaya saing tinggi, ujar Bupati.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:42 PM   #7
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

Ekspor Bantaeng ke Jepang Rp 18,2 M/Bulan
Senin, 31 Mei 2010 | 04:19 WITA

KERJA sama bisnis antara Bantaeng dengan Jepang mampu mengalirkan dana hingga Rp 18,266 miliar per bulan ke kabupaten di bagian selatan Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

Khusus dari hasil ekspor ikan olahan, surimi, nilainya mencapai Rp 17,066 miliar per bulan. Angka itu dari hasil ekspor 40 ton surimi stiap pekan.
Ini belum termasuk hasil ekspor talas sekitar 10 ton per hari, berdasarkan permintaan Global Seafood Jepang. Menurut Direktur PT Global Seafood International Indonesia (GSII), Irfan, realisasi ekspor surimi dari Bantaeng baru sekitar 40 ton per pekan dan masih bisa ditingkatkan. "Kami sementara membicarakan dengan Marubeni (investor Jepang) dengan permintaan 300 ton per bulan," ujarnya.
Untuk merealisasikan permintaan 340 ton surimi per pekan itu, Irfan membutuhkan ikan segar ratusan ton per hari. "Kami datangkan ikan dari seluruh Indonesia," katanya.
Jenis ikan yang diolah menjadi surimi ini adalah daging ikan merah. "Nanti akan berkembang juga mengolah ikan sarden dan ikan terbang," jelasnya.
Sumber uang yang lain dari hasil ekspor talas. Menurut Direktur Perusda Baji Minasa, M Arif, harga talas di tingkat petani berkisar Rp 4.000 per kg. Itu artinya tiap hari uang yang beredar di Bantaeng dari perdagangan talas ini mencapai Rp 40 juta atau Rp 1,2 miliar per bulan.
Perusda Baji Minasa juga mengekspor biji kapok sebanyak 600 ton ke Korea. Hasilnya diperoleh uang Rp 780 juta. Menurut Arif ekspor biji kapok itu telah berlangsung sejak Januari lalu. Perusda Baji Minasa membeli biji kapok dari masyarakat Rp 1.300 per kg. "Kami membeli dari seluruh Sulsel," jelasnya.(ba)

Ekspor Ikan Olahan (surimi)
* Global Seafood Jepang: 160 ton/bulan
* Marubeni Jepang: 300 ton/bulan
* Harga ekspor per kg: Empat dolar AS atau Rp 37.100 (kurs Rp 9.275 per dolar AS)
Ekspor Talas:
* Permintaan: 10 ton talas per hari
* Harga: Rp 4.000/kg
Ekspor biji kapok:
* Volume: 600 ton
* Harga: Rp 1.300/kg
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:44 PM   #8
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

RSUD BANTAENG SEGERA DILENGKAPI IRD MODERN

Bantaeng, 26/9 – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr H Anwar Makkatutu Bantaeng segera dilengkapi gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD) modern yang baru.

Pembangunan gedung berukuran 18 X 25 meter bujur sangkar yang dibangun di atas tanah revitalisasi tersebut akan menghabiskan anggaran Rp 1,2 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Ketua DPRD Hj Novrita Langgara, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, dan unsur Muspida melakukan peletakan batu pertama, Sabtu (25/9).

Pembangunan ini merupakan rangkaian dari pembangunan rumah sakit modern berlantai 8 berskala internasional yang diharapkan selesai dalam tiga tahap, kata Direktur Utama RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu Bantaeng, dr H M Syafruddin Nurdin.

Tahap pertama penyiapan lahan, tahap kedua penyiapan dokumen amdal dan lainnya serta tahap letiga tahap konstruksi yang diharapkan dilaksanakan 2011. Khusus pembangunan IRD ini, diharapkan selesai pertengahan Desember 2010, tambahnya.

Masih menurut Dirut RSUD Bantaeng, meski rumah sakit ini bertaraf internasional, namun tetap berpihak kepada masyarakat miskin dengan menyiapkan 35 persen kelas 3 (di atas ketentuan yang hanya 25 persen).

Syafruddin optimistis rencana pembangunan ini akan berjalan sesuai jadwal karena adanya dukungan dari Kementerian Kesehatan. Dengan IRD baru dan modern ini, ruang bedah sudah terpisah dengan ruang pelayanan lainnya, termasuk pelayanan administrasi dan ruang tunggu serta ruang observasinya.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan kondisi saat ini yang masih bergabung dengan pelayanan lainnya sehingga pasien kerap terkena emotional stress.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik dan bangga terhadap perencanaan yang dilakukan pihak RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu. ‘’Saya sangat senang dan bangga terhadap perencanaan yang dilakukan pihak RSUD sehingga saya tinggal mencarikan dana penunjangnya saja,’’ terang Nurdin.

Perpaduan antara perencanaan dari bawah dan upaya pendanaan dari atas diyakini mampu memajukan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Bupati kemudian berharap kepada satuan kerja lainnya agar lebih banyak berinovasi.

‘’Jangan semua diserahkan kepada bupati. Apalagi bila selalu minta petunjuk. Lakukan saja. Bila sudah siap baru dilaporkan. Bupati tinggal meletakkan batu pertamanya. Kan enak, kalau begini,’’ tandasnya memuji kinerja Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.

Ia kemudian mengemukakan berbagai rintangan dalam melakukan reklamasi pantai. ‘’Saya tidak tahu dimana kita bisa membangun rumah sakit ini seandainya tidak ada tanah hasil reklamasi ini,’’ tambahnya lagi.

Bupati Bantaeng juga menunjuk pembangunan Cekdam Balang Sikuyu, Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM dan fasilitas lainnya yang sudah dibangun dalam 2 tahun kepemimpinan pasangan Nurani (Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab.

Menyinggung soal dana pembangunan RSUD tersebut, ia mengatakan, tahun ini sudah ada Rp 50 miliar yang dilakukan untuk pembelian peralatan. Tahun 2011 diharapkan turun lagi Rp 168 miliar dan diharapkan tambahan Rp 68 miliar untuk pembelian city scan.

Dengan peralatan yang lengkap, RSUD Anwar Makkatutu diharapkan menjadi pusat rujukan di bagian selatan Sulsel. Dengan begitu, Bantaeng juga membantu rumah sakit di Makassar yang selama ini menjadi tujuan.

‘’Coba kita perhatikan, hampir setiap hari ambulance berjejer ke Makassar membawa pasien. Tapi, kalau sudah ada di Bantaeng, ambulance tersebut tak perlu lagi berjejer ke Makassar,’’ tambahnya.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:46 PM   #9
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

BANTAENG DAPAT APBN RP 45 M UNTUK INFRASTRUKTUR JALAN

Bantaeng, 27/9 – Kabupaten Bantaeng tahun ini mendapat dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebesar Rp 45 miliar. Dana sebesar itu dimaksudkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kabupaten yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (27/9). Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Plt Sekda Zainuddin dan Asisten I Muslimin. Menurut bupati, setiap penggunaan anggaran harus dapat menjangkau kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia berharap koordinasi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Lurah dan Desa. Koordinasi sangat penting agar tidak menimbulkan tanggapan keliru masyarakat. ‘’Jangan nanti ada proyek bermasalah baru pak Camat dicari,’’ tutur Nurdin Abdullah yang berharap rapat tingkat kecamatan juga diaktifkan. Khusus jalan poros, Bupati Bantaeng mengatakan, harus bisa dijelaskan kepada masyarakat bahwa jalan tersebut merupakan jalan nasional yang sudah mulai dikerjakan. Jalan tersebut akan dikerjakan mulai dari perbatasan Jeneponto hingga Bulukumba. ‘’Sayangnya, masih ada kendala pembebasan tanah di Jeneponto,’’ terang bupati yang berharap, APBD 2011 lebih focus pada pengembangan desa. ‘’Mulai sekarang, lakukan pemantauan terhadap kebutuhan listrik, terutama masjid dan fasilitas umum di ibukota kecamatan agar ibukota kecamatan juga bersinar,’’ pintanya. Karena itu, ia berharap kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa agar lebih aktif melakukan sosialisasi sebab tanpa sosialisasi, masyarakat akan sulit mengetahui program yang masuk ke wilayahnya. ‘’Dampingi masyarakat dan beri pemahaman serta gambaran ke depan. Bangun sinergi agar setiap perkembangan diketahui. Jangan membuat masyarakat menjadi bingung. Tapi coba berfikir bagaimana Bantaeng ke depan,’’ tambah Nurdin Abdullah. Ia juga mengemukakan harapannya kepada Camat dan Kepala Desa agar mengawal program pengembangan tanaman talas karena komoditi ini dapat mengangkat pendapatan desa.(hms)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:47 PM   #10
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

PEMBANGUNAN RUSUNAWA BANTAENG DIMULAI

Bantaeng, 14/10 – Proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, Senin (11/10) dimulai pembangunannya. Proyek yang berlokasi di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu seluas 7.338 meter bujur sangkar untuk 2 blok masing-masing berlantai lima dengan total kamar 180 kamar tersebut merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedang Pemda Kabupaten Bantaeng hanya menyiapkan lahan. M Iskandar Adam, Ketua Panitia Pembangunan Rusunawa pertama di luar Kota Makassar yang dikerjakan kontraktor Makassar PT Putra Jaya serta konsultan Jakarta PT Blanctickindo Aneka ini dijadwalkan rampung Maret 2011. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pembangunan perumahan vertikal pertama di bagian selatan Sulsel ini. ‘’Ini merupakan rahmat bagi Kabupaten Bantaeng karena proyek ini sebenarnya dimaksudkan mengantisipasi bangunan kumuh perkotaan,’’ urainya. Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya juga masih menjanjikan pembangunan sebanyak 12 twin blok hingga 2013. Ini merupakan bukti kepedulian pmerintah pusat terhadap masyarakat Bantaeng dalam pemberian hunian yang layak. Karena itu, Nurdin Abdullah berharap, semua pihak, terutama masyarakat sekitar proyek agar memberikan dukungan hingga proyek ini bisa selesai tepat waktu. Menyinggung soal penempatan proyek disekitar pelabuhan, ia mengatakan, untuk menunjang pengoperasian Pelabuhan Mattoanging tahun 2011. Pelabuhan Mattoanging sendiri, sambung Bupati Nurdin Abdullah mendapat bantuan Rp 30 miliar untuk pembangunan terminal kontainer dan terminal penumpang yang juga akan dimulai pembangunannya 2011. Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, pelabuhan akan dilengkapi kapal cepat, jelas Bupati Nurdin Abdullah yang berharap ke depan, rumah-rumah kumuh di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini secara bertahap akan hilang. Ini sangat penting sebab Butta Toa, julukan Kabupaten Bantaeng diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel. Itulah sebabnya, pembangunan infrastruktur harus dapat dipacu sekaligus menyiasati keterbatasan lahan di daerah ini, tandasnya.(hms)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:48 PM   #11
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

GUBERNUR SULSEL PANEN PADI BASMATI DI BANTAENG

Bantaeng, 29/9 – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kadis Pertanian Tenaman Pangan Lutfi Halide dan pejabat lainnya melakukan panen perdana padi varietas Basmati dan Taiken Japonika di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa. Penanaman padi yang bibitnya diperoleh dari India dan Jepang di areal berketinggian 500-800 meter di atas permukaan laut tersebut dilakukan sebagai uji coba pengembangan komoditi yang disenangi masyarakat Timur tengah, khususnya Saudi Arabia dan Jepang tersebut. ‘’Kalau kita ke Tanah Suci, pasti kita jumpai beras ini. Dan itu, didatangkan dari Philipina. Ternyata di Bantaeng bisa tonji,’’ kata Gubernur Sulsel yang mengaku pernah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Saudi Arabia. ‘’Mereka mau menerima beras kita tapi jenis Basmati. Ternyata kita juga bisa kembangkan di Bantaeng. Karena itu, kami akan segera membahas kembali. Untuk pengembangannya, diharapkan tersedia lahan seluas 10 ribu Ha sebagai antisipasi,’’ urainya. Khusus beras Jepang, Syahrul berharap ada upaya mengawinkan dengan beras Sulsel sehingga ada karakter tersendiri, soalnya beras Jepang itu enak dan tahan. Tidak cepat rusak, tambahnya lagi. Gubernur pada kesempatan itu juga memuji Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang sudah melakukan lompatan jauh lebih cepat dibandingkan kabupaten lainnya di Sulsel, terutama di bidang pertanian. Selain padi-padian, Bantaeng juga mengembangkan pangan alternatif yang memiliki banyak manfaat yakni talas. ‘’Pengembangan tanaman yang banyak disukai masyarakat dunia ini juga merupakan lompatan yang jauh. Belum lagi bunga yang kalau semuanya bergerak bersama maka rakyat makin sejahtera. Meski begitu, Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Partai Golkar Sulsel berharap, semua pihak, termasuk seluruh masyarakat tetap menjaga kelestarian alam yang diberikan Allah. ‘’Pelihara alam dengan memanfaatkan segenap isinya dengan baik dan benar. Jaga pohon dan hutan agar air terjaga dan pada gilirannya lahan persawahan dapat teraliri dengan baik,’’ ujarnya. Ia kemudian meminta kepada seluruh aparat dan masyarakat untuk membantu program bupati bersama jajarannya agar ada kehidupan yang lebih baik. Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, panen kedua jenis padi ini merupakana rahmat bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng. Nurdin mengatakan, perkembangan dalam dua tahun terakhir di bidang pertanian sangat dirasakan. ‘’Kita sudah mampu menyiapkan bibit untuk kebutuhan masyarakat,’’ terangnya seraya menyebut sejumlah komoditi lainnya yang dikembangkan, termasuk stroberi, apel dan bunga di Kecamatan Ulu Ere. ‘’Insya Allah, tahun depan kami akan mengundang bapak Gubernur untuk panen apel di Kecamatan Ulu Ere,’’ tambah Bupati Nurdin Abdullah sembari memperkenalkan komoditi talas safira yang merupakan komoditas ekspor. Komoditas yang disenangi di luar negeri, khususnya Jepang ini memiliki kandungan kolagen yang tinggi dan baik bagi penderita kanker dan diabetes karena berkalori rendah. Tentang pasar, Nurdin Abdullah mengatakan, mitra Kabupaten Bantaeng yaitu Global Seafood menguasai 60 persen pasar talas dunia. Karenanya, kita tidak khawatir soal pemasarannya, jelasnya lagi.(hms)
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 04:51 PM   #12
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

Pembangunan Cekdam Pengendali Banjir Dimulai
i
Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pembangunan Cekdam pengendali banjir di Sungai Balang Sikuyu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dimulai.

Sebagai tanda dimulainya proyek bernilai Rp14 miliar lebih tersebut, Wahil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang bersama Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah melakukan peletakan batu pertama, Jumat.

Peletakan batu pertama Cekdam setinggi 10 meter dengan bentangan 138 meter disaksikan Kadis Praswil Sulsel, Abd Latif, unsur Muspida, Satuan Kerja Pemrintah Daerah (SKPD) dan pejabat terkait lainnya.

Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang berharap, pembangunan Cekdam multi fungsi ini dapat berjalan sesuai rencana. Ia juga berharap kepada masyarakat di sekitar agar memberi dukungan sebab Cekdam ini memiliki arti penting yang tak hanya sebagai pencegah banjir di musim hujan tetapi juga menyimpan air di musim kemarau serta menjadi tempat rekreasi baru.

Bila Cekdam ini selesai, akan melengkapi kompleksitas Kabupaten Bantaeng yang memiliki wilayah pegunungan, laut dan dataran rendah. Ia juga memuji kepiawaian Bupati Bantaeng yang mampu menyerap dana APBN.

Kemampuan lobi bupati patut diacungi jempol. Inilah hakekat otonomi daerah yang sebenarnya sebab bupati mendapat dana tanpa membuat provinsi menjadi pusing, tambah Wakil Gubernur yang menilai Bupati Nurdin Abdullah mengetahui dan mengerti betul potensi wilayahnya serta memiliki kemampuan lobi untuk mengolah potensi yang dimilikinya.

Agar Cekdam ini dapat dipergunakan dalam jangka panjang, ia berharap masyarakat tetap melakukan penghijauan dan melestarikan hutan yang ada sebagai pohon merupakan sumber air. Kondisi itu patut diperhatikan, terutama menghadapi perubahan iklim dalam beberapa waktu belakangan.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah melaporkan, pembangunan Cekdam dilakukan setelah dilakukan survei penyebab banjir yang melanda Kota Bantaeng. Dari delapan sungai yang menjadi sumber air, sungai Balang Sikuyu memiliki andil paling besar terhadap banjir di kota.

Karena itu, ia berharap, kehadiran Cekdam akan membebaskan Kota Bantaeng dari banjir, sekaligus menjadi penyimpan air pada musim kemarau dan dapat dijadikan area pariwisata. Ini juga dilakukan sebagai antisipasi gejala kekurangan air padahal daerah ini memiliki potensi air yang cukup baik.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 18th, 2010, 05:55 PM   #13
kang rey
Registered User
 
kang rey's Avatar
 
Join Date: May 2009
Location: kemaraya
Posts: 2,340
Likes (Received): 152

copas dari google

kang rey no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 02:40 AM   #14
eurico
Registered User
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 23,298
Likes (Received): 2335

Wah selamat atas dibukanya thread Bantaeng New City ini, menurut saya alangkah lebih baik apabila judul threadnya diganti menjadi Bantaeng Project and Development, sehingga kedepannya tidak hanya berita n update proyek Bantaeng New City saja yg tercover dan cakupannya lebih luas, ini saran saja untuk thread starternya, cheers
eurico está en línea ahora   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 05:57 AM   #15
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

makasih mas.. atas sarannya.. tapi bagaimana ya cara mengubah judul threadnya???

Last edited by Putra Bantaeng; October 20th, 2010 at 12:46 PM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:02 AM   #16
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148


Bantaeng Bentuk Brigade Siaga Bencana

Bantaeng, RCA News- Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyiagakan Brigade Siaga Bencana menyusul kondisi cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir. Brigade ini terdiri atas tim dokter, satgas pemadam, dan tim evakuasi.

Koordinator Lapangan (Korlap) Tim Siaga Bencana Bantaeng, Abdullah Taibe mengatakan, untuk menunjang kerja tim tersebut, disiagakan kendaraan pemadam kabakaran dan kendaraan penyuplainya masing-masing tiga unit. Terdapat enam unit ambulans dan tiga unit perahu evakuasi.

"Kami upayakan semaksimal mungkin agar tim ini bisa mengantisipasi semua musibah kecil dan besar, baik di darat maupun laut," katanya sambil menghimbau masyarakat segera menghubungi 113, 118 dan 22724 bila terjadi musibah di sekitarnya.

Keanggotaan Brigade Siaga Bencana masing-masing, delapan anggota tim SAR, 15 Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan 40 tenaga medis, dan tiga dokter terlatih bencana. Mereka kini dalam kondisi siaga 24 jam.

Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 08:47 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:11 AM   #17
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148

mas gmn cara mengubah judul threadx ya....
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:30 AM   #18
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148


Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 07:02 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:43 AM   #19
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148


Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 07:03 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2010, 06:44 AM   #20
Putra Bantaeng
Registered User
 
Putra Bantaeng's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Location: South Sulawesi And East Java
Posts: 1,796
Likes (Received): 148


Last edited by Putra Bantaeng; October 19th, 2010 at 07:04 AM.
Putra Bantaeng no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:57 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu