daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Sumatra

Sumatra » Lampung | Pekanbaru | Palembang



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old August 25th, 2009, 10:50 PM   #1
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

[ DUMAI ] Projects & Development

Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Butuh Ratusan Triliun
Monday, 24 August 2009 02:42

Emrizal Pakis
Pembangunan jembatan penghubung Indonesia dan Malaysia, yang direncanakan dibangun di Dumai-Melaka sepanjang 48 kilometer, bisa menelan biaya ratusan triliun rupiah. Kalau terealisasi, masa perencanaan dan pembangunan diperkirakan memakan waktu 10 tahun.

Hal tersebut terungkap pada Seminar Rencana Pembangunan Jembatan Dumai-Malaka, yang diadakan pekan lalu di Malaysia, sempena pertemuan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). “Untuk itu rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan dua negara tersebut perlu dibahas secara mendalam,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis, yang menghadiri seminar tersebut, kepada riaubisnis.com, kemarin.

Emrizal bilang, seminar itu dihadiri pengusaha Malaysia yang berminat membangun jembatan tersebut bekerja sama dengan China. “Dari studi kelayakan yang mereka lakukan, pembangunan jembatan Dumai-Malaka membutuhkan waktu perencanaan tiga tahun dan pembangunan selama 7 tahun. Jadi total waktu yang dibutuhkan selama 10 tahun,” jelas Emrizal.

Emrizal mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan Dumai-Malaka akan dilakukan secara konsorsium dengan swasta. Kemudian melibatkan tenaga ahli dari China yang telah berpengalaman membangun beberapa jembatan di Asia.

“Panjang jembatan yang menghubungkan Dumai-Melaka sekitar 48 km dengan titik koordinat jalan keluar di Batu Panjang Dumai sepanjang 79 km. Secara detailnya akan kita tindak lanjuti,” katanya.

Lebih lanjut Emrizal menjelaskan, proses pembangunan jembatan Dumai-Malaka membutuhkan proses yang cukup panjang, karena melibatkan dua negera, Indonesia dan Malaysia. Untuk itu, rencana pembangunan jembatan tersebut akan disikapi oleh kepala negara bersangkutan.

“Kehadiran saya di Malaysia kemarin dalam rangka mengikuti seminar rencana pembangunan jembatan Dumai-Malaka. Selanjutnya dari hasil seminar itu akan saya laporkan ke Gubernur Riau agar dapat ditindak lanjuti,” pungkas Emrizal, tanpa menyebut secara pasti kapan pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan. (*)

sumber : Riaubisnis.com
bama84 no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old August 25th, 2009, 10:51 PM   #2
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

Pengamat: Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Tak Substansial
Tuesday, 25 August 2009 05:05

Riau kembali merencanakan mega proyek pembangunan jembatan Dumai-Melaka. Tetapi, mega proyek itu dinilai tidak tepat. Mengingat masih banyak persoalan yang dihadapi Riau, terutama soal kesejahteraan.
Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi Riau Edyanus Herman Halim kepada riaubisnis.com, Senin (24/8/2009). Ia menilai, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Forum Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) untuk membuat mega proyek jembatan Dumai-Melaka sangat tidak substansial. Sebab, tidak ada keuntungan mega proyek itu dilakukan dan hanya akan menghabiskan anggaran saja.


“Kita bisa merencanakan sesuatu yang sebenarnya kita sendiri belum tahu kapan akan dibangun. Sementara ada begitu banyak masalah di sekitar kita,” kata Edyanus.

Ediyanus menyebutkan, persoalan yang dihadapi Riau saat ini banyak yang lebih penting. Seperti persoalan listrik, kesejahteraan masyarakat, kasus kabut asap, pengangguran, kebakaran hutan dan lain-lain. “Persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan jembatan,” katanya.


Untuk itu, kata Edyanus, mestinya Pemprov Riau melalui Bappeda bisa merencanakan sesuatu yang lebih baik. Event-event yang berskala nasional yang tidak memberikan efek jangka panjang di daerah juga semestinya dikurangi.

“Saya rasa itu yang mesti dilakukan Pemprov, jangan hanya merencanakan sesuatu yang belum tahu pasti kapan akan kita lakukan, sebaiknya melihat yang riil saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis mengatakan, hasil pertemuan forum IMTGT beberapa waktu lalu di Malaysia sepakat akan membangun jembatan Dumai-Melaka.


“Ini akan menjadi privat sector yang bisa dibangun dunia usaha. Naanti kita akan lakukan pertemuan untuk membicarakan bagaimana kelanjutan pembangunannya. Tapi waktunya belum dipastikan,” kata Emrizal.

Rencana mega proyek itu akan dilakukan kontraktor dari China dengan funding dari Exim Bank. Mega proyek itu akan ditawarkan swasta.


“Kontraktor yang ditawarkan untuk terlibat pembangunan jembatan Dumai-Melaka itu katanya sudah sangat berpengalaman dalam membangun jembatan. Yang sudah berpengalaman di Swedia dan Denmark,” ujar Emrizal.

Ia mengaku, rencana itu sudah disampaikan pada presiden. Secara lisan, presiden sudah menyetujui.


Pelaksanaan pembangunan jembatan itu, kata Emrizal, membutuhkan waktu selama 10 tahun. Perinciannya, tiga tahun untuk persiapan perencanaan dan tujuh tahun waktu pembangunan.

“Jika jembatan ini terealisasi, maka akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi kedua belah pihak secara ekonomi. Kita yakin akan memberikan arti positif bagi kita, walaupun kita perkirakan dana yang akan dihabiskan ratusan miliar,” katanya. (*)
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old August 26th, 2009, 08:46 AM   #3
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

kayaknya selesai kan dulu jembatan sumatera jawa... masih lama lagi
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove
chow no está en línea   Reply With Quote
Old August 27th, 2009, 04:02 AM   #4
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

Industri Kelapa Sawit Harus Terus Diperjuangkan
Monday, 24 August 2009 03:56

Produksi kelapa sawit di Riau sangat besar. Tapi potensi itu belum didukung oleh sektor industri hilir. Produksi sawit Riau masih banyak diekspor dalam bentuk minyak kelapa sawit mentah (CPO), sehingga benefit yang didapatkan belum optimal.
Demikian dikatakan pengamat ekonomi Riau, Deliarnov kepada riaubisnis.com akhir pekan kemarin. Ia mengungkapkan, peluang untuk menjadikan Riau sebagai klaster industri sawit harus diperjuangkan. Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sudah berjanji akan membangun industri kelapa sawit di Indonesia.

“Kesempatan itu jangan sampai dilewatkan, kalau perlu tagih agar nantinya kita tidak kecewa. Sebagai daerah penghasil kelapa sawit terbesar, mestinya kita lebih siap. Jangan sampai diambil oleh daerah lain,” katanya.

Apalagi, kata Deliarnov, selama ini Riau belum memiliki klaster industri kelapa sawit seperti Malaysia. Padahal Riau merupakan daerah penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sudah saatnya memiliki industri pengolahan minyak sawit.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, kata Deliarnov, Indonesia jauh tertinggal. Saat ini Malaysia memiliki lima klaster industri kelapa sawit. Sementara Indonesia tidak memiliki satu pun klaster industri sawit.

“Padahal luas perkebunan sawit di Indonesia lebih besar. Selama ini, Riau hanya mengekspor dalam bentuk CPO. Belum menjadi barang jadi turunan minyak kelapa sawit. Kelemahan kita karena tidak didukung oleh industri hilir yang memadai,” ujar Deliarnov.


Untuk itu, tambah Deliarnov, Pemprov Riau harus menyiapkan langkah strategis untuk mengambil peluang itu. Termasuk melakukan koordinasi dan pembenahan infrastruktur pendukung industri sawit.

“Jangan sampai perjuangan itu gagal,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal juga pernah menyebutkan, Riau sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan klaster industri sawit di Riau. Apalagi untuk tujuan ekspor, posisi Riau sangat strategis sehingga bisa menguntungkan negara.

“Kita kehilangan triliunan rupiah setiap tahun karena hanya mengekspor CPO saja. Padahal jika kita dimanfaatkan menjadi berbagai produk turunan, industri sawit kita lebih menguntungkan,” ujar Gubri.

Gubri berharap, pusat dapat merealisasikan wacana pembangunan industri hilir sawit di Riau. Sebab, Pemprov Riau berkomitmen untuk memback-up dengan menyiapkan segala infrastruktur yang bisa membantu rencana itu. “Apalagi kita sudah memilikinya semuanya, termasuk pelabuhan Dumai yang bisa mendukung industri itu,” pungkasnya. (*)

sumber : riaubisnis.com
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old August 27th, 2009, 04:02 AM   #5
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

Quote:
Originally Posted by chow View Post
kayaknya selesai kan dulu jembatan sumatera jawa... masih lama lagi
yah, kalau bisa dikerjain bareng, mengapa tidak ?
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old August 27th, 2009, 08:41 PM   #6
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

Dumai – Malaka Overland Bakal Terwujud
Jembatan Terpanjang di Asean Akan Dibangun
--------------------------------------------------------------------------------

25 Agustus 2009 - 08:24 WIB
Pekanbaru (Riaunews). Dalam waktu dekat akan segera dilaksakan pembangunan jembatan terpanjang di Asean, yaitu antara Dumai dan Malaka. Jembata tersebut kedepan direncanakan sebagai penghubung sejumlah negera Asean.

"Pembangunan jembatan Dumai - Malaka akan segera dilaksanakan kerena dari pihak PU sudah survai dan tinggal tunggu waktu saja,” ucap Kepala BAPPEDA Provinsi Riau Emrizal Pakis ditemui RiauNews usai rapat di kantor Gubernur, baru-baru ini

Dikatakan Emrizal, untuk pelaksanaan pembanguan diperkirakan dalam tujuh tahun akan selesai. “Tujuh tahun bisa selesai dan kekuatan pemakaian dipreedisikan mampu bertahan hingga delapan puluh tahun masa penggunaan,” ucapnya lagi

Ditanyakan jarak tempuh jembatan yang menghubungkan dua negara tersebut, Emrizal mengatakan seluruhnya sekitar 119 km.”Dari Rupat ke Dumai kurang lebih 71km sedangkan Malaka ke Rupat 48km dan belum yang ke lainya," jelasnya lagi

Sedangkan wacan kapan belum diketahnui akan tetapi dalam waktu dekat akan segeradilaksanakan , dan itusemua adalah rancangan atau terlibat secara teknis adalah Indonesia dan malaisya lagi pula diperkirakan akan menghabiskan dana kurang lebih Ratusan trelyiun rupiah ," karena rencana pembangunan ini sudah mulai jaman Presidin Suharto dulu". (Dewo)


sumber : riaunews.com
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old September 2nd, 2009, 08:21 AM   #7
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by bama84 View Post
yah, kalau bisa dikerjain bareng, mengapa tidak ?
wah wah kayaknya, ni proyek g bisa jalan melhat hubungan kita dengan malaysia
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; November 10th, 2009 at 12:50 PM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 3rd, 2009, 05:21 PM   #8
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,590
Likes (Received): 377

Hahaha, diklaim gimana maksudnya :p ... Jujur aku agak anti dengan penggunaan kata "klaim"..
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 3rd, 2009, 07:45 PM   #9
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

makanya, kita mesti turut andil dalam membangun jempatan tsb. Entah itu berupa tenaga ahli, pekerja, material konstruksi, penyertaan modal, dll. Kalau ngga ada modal sama sekali, bisa jadi tuh jembatan di klaim sama malaysia. Kita jugakan yang rugi.
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old September 4th, 2009, 06:39 AM   #10
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,590
Likes (Received): 377

setahu aku Dumai lagi pembangunan proyek air bersih senilai Rp 200 miliar. Pilot project nasional gitu, dibiayai investor Belanda. Ada beritanya, gak!?? Soalnya terakhir Kali lihat di Riaupos, gambar konstruksinya udah Ada
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 5th, 2009, 07:35 AM   #11
gliazzurra
Ini Medan Bung!!
 
gliazzurra's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 672
Likes (Received): 0

klo menurut gua sih, pembangunan jembatan dumai-melaka belum tepat waktunya.. kalo dibangun sekarang hanya akan menguntungkan pihak malaysia, karena industri di sana sudah maju.. sedangkan di sumatera umumnya belum maju dan riau khusus nya masih hanya di industri bahan baku.. yg ada malah tar kita ekspor besar2an bahan baku dan impor barang jadi.. skrg aja bisa kita liat begitu banyak produk impor legal/ilegal asal malaysia di sana..dan ini bahaya karena industri bisa mati sebelum berkembang..

daripada bikin jembatan, mendingan bikin pelabuhan yg bertaraf internasional.. artinya pelabuhan harus efisien dan bersih dari KKN.. jadi mendingan kita bagusin dulu akses jalan di sumatera, bikin highway dari aceh sampe lampung.. begitu sumatera uda bisa mandiri (industri hulu sampe hilir sudah maju), baru deh kita bikin jembatan ke malaysia..
__________________
** Visit Indonesia **
Click here and here
gliazzurra no está en línea   Reply With Quote
Old September 7th, 2009, 05:04 AM   #12
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

Quote:
Originally Posted by gliazzurra View Post
klo menurut gua sih, pembangunan jembatan dumai-melaka belum tepat waktunya.. kalo dibangun sekarang hanya akan menguntungkan pihak malaysia, karena industri di sana sudah maju.. sedangkan di sumatera umumnya belum maju dan riau khusus nya masih hanya di industri bahan baku.. yg ada malah tar kita ekspor besar2an bahan baku dan impor barang jadi.. skrg aja bisa kita liat begitu banyak produk impor legal/ilegal asal malaysia di sana..dan ini bahaya karena industri bisa mati sebelum berkembang..

daripada bikin jembatan, mendingan bikin pelabuhan yg bertaraf internasional.. artinya pelabuhan harus efisien dan bersih dari KKN.. jadi mendingan kita bagusin dulu akses jalan di sumatera, bikin highway dari aceh sampe lampung.. begitu sumatera uda bisa mandiri (industri hulu sampe hilir sudah maju), baru deh kita bikin jembatan ke malaysia..
aku setuju banget, infrastruktur disumatra masih belum memadai terutama jalan tolnya. Bisa2 kita kalah bersaing dengan malaysia. Jadi kapan dong saatnya ? Jalan tol Pekanbaru- Dumai belum juga dimulai. Harus dikebut dari sekarang, jangan sampai Jembatan udah jadi duluan. Lagian, perdagangan bebas antar sesama negara anggota ASEAN tidak bisa dihindari.
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old September 7th, 2009, 05:06 AM   #13
DanangSuthoWijoyo
Trah Mataram
 
DanangSuthoWijoyo's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: Ngayogyokarto Hadiningrat
Posts: 6,301
Likes (Received): 372

Maap ganggu bos....

Need help to complete 100 wonder of indonesian heritage

http://www.skyscrapercity.com/showth...=803042&page=5

Thanks&REgards
HONAS
DanangSuthoWijoyo no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2009, 01:06 PM   #14
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Hahaha, diklaim gimana maksudnya :p ... Jujur aku agak anti dengan penggunaan kata "klaim"..
ya, kan bang ilham bisa lihat sendiri di tv tuh hehehe
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2009, 01:16 PM   #15
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Masterplan of Dumai Port



dapat dari tetangga
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; October 26th, 2009 at 07:13 AM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2009, 01:24 PM   #16
Sony Sjklw
Registered User
 
Sony Sjklw's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Posts: 9,777

dermaganya banyak banget
Sony Sjklw no está en línea   Reply With Quote
Old September 10th, 2009, 11:38 AM   #17
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by Sony Sjklw View Post
dermaganya banyak banget
ya maklum deh, atas minyak bawah minyak,heheh
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 10th, 2009, 11:46 AM   #18
chow
gomuzzz
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 749
Likes (Received): 1

Coba lihat peta (cek atalas atau google earth)
sebenarnya hanya ada tiga kota yang terletak di selat malaka (pelayaran international)yang benar2 strategis
1. Medan, dekat dengan penang dan KL
2. Batam, sangat dekat dengan singapore
3. Dumai, sangat dekat dengan malaka dan KL
__________________
"Only paranoid will survive".
Andy Grove

Last edited by chow; September 10th, 2009 at 12:00 PM.
chow no está en línea   Reply With Quote
Old September 11th, 2009, 05:25 PM   #19
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,590
Likes (Received): 377

Quote:
Originally Posted by chow View Post
ya, kan bang ilham bisa lihat sendiri di tv tuh hehehe
Klaim itu istilah yang harusnya "DIBAWA" dan "DIAKUI" oleh orang yang melakukan KLAIM ...

Contoh: Al-Qaeda mengKLAIM telah mengebom sebuah Hotel Mewah di Pakistan..... Ya karena memang Al-Qaeda nya yang ngaku mereka sendiri yang nge-bom, mereka sendiri yang kirim pesan ke media2... Mereka sendiri yang jumpa pers.


Kalau kata "KLAIM" yang diusung media di Indonesia itu udah menyimpang... Kenapa ??? Karena mereka membawa istilah, "MALAYSIA meng-klaim" ... Lah kapan ngeklaim nya ?? ngasih klarifikasi aja belum ??? Malahan, kebanyakan ngebantah.... KLAIM ini berarti dari perspektif media di Indonesia donk. Belum tentu perspektif Pemerintah Malaysianya sendiri. Parahnya, belum ada pembicaraan resmi bilateral antar pemerintah, tapi media udah buru2 mempopulerkan perspektif "KLAIM" mereka yang menyimpang itu ...

Beda banget dengan penggunaan kata KLAIM pada contoh Al-Qaeda... Karena KLAIM dibawa dari SENSE dan PERSPECTIVE Al-Qaeda sendiri.


Itulah alasan kenapa aku gak suka kata KLAIM.... Kalau memang berani, kenapa gak pake kata "NYOLONG" dan "CURI" aja sekalian, karena orang yang "NYURI" dan "NYOLONG" belum tentu harus mengaku. Tapi, orang yang "MENGKLAIM" itu dimana-mana memang PASTI MENGAKU....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 14th, 2009, 05:50 AM   #20
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

Quote:
Originally Posted by chow View Post
Coba lihat peta (cek atalas atau google earth)
sebenarnya hanya ada tiga kota yang terletak di selat malaka (pelayaran international)yang benar2 strategis
1. Medan, dekat dengan penang dan KL
2. Batam, sangat dekat dengan singapore
3. Dumai, sangat dekat dengan malaka dan KL
Dumai, memang kota masa depan. Apalagi bila sudah terhubung jalan tol ke Pekanbaru ditambah Jembatan ke Malaka. Bakalan booming tuh kota.
bama84 no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 05:29 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu