daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old August 11th, 2005, 10:31 AM   #1
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

All about PON Kaltim 2008

This thread will give information about PON (Indonesian sport tournament) in east kalimantan on 2008

any question, discussion, info and update news can be put here
Blue_Sky no está en línea  

Sponsored Links
 
Old August 11th, 2005, 10:39 AM   #2
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Persiapan PON di Kalimantan Timur Megah dan Wah…

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0...ah/1040550.htm

=========================================================

Stated in this news that PON in east kalimantan will become the most deluxe and expensive PON ever heald in Indonesia...
With budget more than Rp 3 trillion for the venues and accomodotaion in more than 5 city in east kalimantan which is Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Tiumur, Kutai Kartanegara, and Berau makes this sport tournament become deluxe


=========================================================

Persiapan PON di Kalimantan Timur Megah dan Wah…

PENYELENGGARAAN Pekan Olahraga Nasional XVII di Kalimantan Timur memang masih sekitar empat tahun lagi. Namun, saat ini penyelenggara sudah sangat sibuk menyiapkan berbagai fasilitas yang akan digunakan pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

SELAMA 15 kali penyelenggaraan pesta olahraga nasional terbesar itu belum sekali pun dilaksanakan di luar Jawa. Kota Samarinda dan beberapa kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim) berkesempatan menjadi kota kedua di luar Jawa setelah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang rencananya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI tahun 2004.

Terpilih menjadi penyelenggara peristiwa "kolosal" itu tentu menjadi kebanggaan daerah. Ibarat sebuah ajang pertaruhan, Kaltim tentunya tidak mau dipermalukan jika sampai pelaksanaan PON nanti amburadul. Untuk itu, dibutuhkan persiapan, kesiapan, dan biaya besar untuk menyelenggarakannya.

Provinsi yang terkenal kaya sumber daya alam ini langsung menyiapkan berbagai tempat pertandingan (venues) cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Gedung olahraga dan stadion pun segera dibangun. Saat ini sedang dibangun stadion madya berikut berbagai fasilitas olahraga lainnya, termasuk hotel atlet.

Tidak tanggung-tanggung, sarana akomodasi dan fasilitas olahraga itu disiapkan untuk menampung sekitar 7.420 atlet, belum termasuk ofisial. Selain Kota Samarinda, lima kota lain di Kaltim juga tidak kalah sibuk mempersiapkan PON.

Menurut rencana, ada enam kota dan kabupaten yang mendapat jatah menggelar sejumlah pertandingan PON XVII, yaitu Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau. Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda mendapat jatah terbanyak, yaitu ajang pertandingan 19 cabang olahraga dengan 3.441 atlet, disusul Balikpapan 1.144 atlet, Kutai Kartanegara 971 atlet, Bontang 860 atlet, Kutai Timur 762 atlet, dan Berau 242 atlet. Hebatnya, masih menurut rencana, semua akomodasi ditanggung oleh tuan rumah alias gratis bagi semua kontingen yang datang.

Boleh jadi, inilah salah satu bentuk kemegahan PON di provinsi yang memiliki produk domestik regional bruto (PDRB) Rp 87 triliun lebih ini.

DARI segi persiapan dana, jika dibandingkan dengan PON di Palembang, PON pertama di Pulau Sumatera itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan PON di Kaltim. PON 2004 di Palembang disiapkan dengan membangun venues di sebuah kawasan bernama Jakabaring.

Pemerintah daerah setempat menetapkan pengalokasian dana persiapan dan penyelenggaraan PON XVI itu Rp 227,6 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. Pengalokasian dana ini terbagi dalam empat tahun anggaran sejak tahun 2001.

Secara total, penyelenggaraan PON XVI diperhitungkan menelan biaya sedikitnya Rp 255,7 miliar. Tambahan dana senilai Rp 28,08 miliar di luar APBD Sumsel merupakan bantuan pembangunan fasilitas olahraga oleh badan usaha milik negara dan swasta.

Dana yang disiapkan Sumsel itu jauh sangat kecil jika dibandingkan dengan dana yang disediakan Provinsi Kaltim. Untuk membangun kompleks Stadion Madya Sempaja saja, misalnya, dianggarkan dana sekitar Rp 352 miliar. Belum lagi rencana pembangunan stadion utama yang modern dengan kapasitas sekitar 40.000 penonton, lengkap dengan segala fasilitas pendukungnya.

ITU masih belum cukup. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyediakan dana 10 persen dari nilai APBD selama lima tahun hingga pelaksanaan PON 2008. Tahun 2004, APBD Kaltim nilainya sekitar Rp 3 triliun. Jika 10 persennya saja, sudah lebih dari anggaran yang disediakan oleh Sumsel untuk penyelenggaraan PON XVI di Palembang.

Dari beberapa kali presentasi yang dilakukan oleh sejumlah kontraktor yang berminat membangun stadion utama di hadapan pejabat Pemprov Kaltim, biaya pembangunan kompleks stadion utama berkisar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,9 triliun! Adapun desain stadion utama yang dipresentasikan sangat beragam, mulai dari stadion terbuka hingga stadion mewah dengan atap bisa dibuka-tutup.

Meskipun desain stadion utama belum ditetapkan, rencananya stadion ini akan dibangun di kawasan Simpang Pasir, Palaran, di hilir Kota Samarinda. Menurut Gubernur Kaltim Suwarna AF, pembangunan stadion utama itu akan dimulai tahun 2004 ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Syaiful Teteng mengatakan, sumber dana PON 2008 Samarinda salah satunya dari APBD Kaltim, dan itu diatur dalam sebuah peraturan daerah (perda). "Setiap tahun dianggarkan 10 persen dari APBD Kaltim hingga tahun 2008 mendatang. Hal itu sudah diatur dalam perda," katanya.

Menurut Teteng yang juga Chief Executive Officer (CEO) PON XVII Samarinda ini, selain dana dari APBD, penyelenggara juga berencana menarik dana dari masyarakat. "Rencananya kami akan buat semacam stiker yang dijual ke masyarakat dan hasilnya untuk biaya PON," katanya.

Namun, Senchihan Serang Kadir dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pokja 30, mengatakan, pembiayaan PON di Samarinda merupakan sebuah pemborosan anggaran. "Apalagi dibandingkan dengan anggaran pendidikan Kaltim yang hanya di bawah tiga persen. Kalau rata-rata APBD Kaltim sebesar Rp 3 triliun per tahun, dana yang terserap untuk kegiatan PON itu dari APBD saja sekitar Rp 1,5 triliun," kata Senchihan.

Menurut dia, dana sebesar itu akan lebih bermanfaat untuk membuat sarana dan prasarana transportasi atau pembenahan sektor pendidikan di Kaltim yang kondisinya masih sangat buruk. Apalagi, di provinsi yang kaya ini masih ada ribuan warga miskin dan ribuan anak masih kekurangan gizi. Selain membebani anggaran, PON juga dinilai membebani warga karena penyelenggara berencana menarik dana dari masyarakat dengan menjual stiker.

Jalan-jalan ke pedalaman, dari pemantauan Kompas, sangat buruk dan tidak memperlihatkan bahwa provinsi ini kaya. Misalnya, jalan dari Samarinda ke Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, akan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan. Selain itu, jumlah warga miskin tahun 2002 di provinsi ini masih ada sekitar 313.000 dari 2,7 juta penduduk Kaltim.

Dalam berbagai kesempatan, penyelenggara PON Samarinda selalu menyebutkan bahwa PON juga dimaksudkan untuk memberdayakan ekonomi rakyat. Menurut Syaiful Teteng, PON 2008 akan berhasil jika sukses dalam penyelenggaraan, sukses dalam prestasi, dan sukses memberdayakan perekonomian warga.

Akan tetapi, Senchihan menyangsikan PON akan berhasil memberdayakan warga ekonomi lemah. "Memang saat penyelenggaraan akan banyak yang datang, bawa oleh-oleh saat pulang, tetapi berapa lama? Terus fasilitas mewah yang dibangun dengan dana ratusan miliar itu siapa yang akan memakai selanjutnya? Apa bisa mendorong pemberdayaan ekonomi warga?" katanya.

Semua keyakinan dan keraguan akan tujuan itu memang masih harus dibuktikan. Kota Samarinda sudah telanjur ditunjuk menjadi penyelenggara. Yang jadi taruhan sekarang, bagaimana ratusan miliar uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan kompleks olahraga itu bisa bermanfaat, hingga PON tidak hanya menjadi ajang menghambur-hamburkan uang. (Prasetyo Eko P)
Blue_Sky no está en línea  
Old August 11th, 2005, 10:57 AM   #3
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Diarea seluas 350 HA, sebuah perkampungan atlit akan dibangun dengan daya tampung 1.300 atlit dan official. Maka diperkampungan atlit ini akan disediakan fasilitas yang menjamin keamanan dan kenyamanan atlit, sehingga mampu membantu atlit untuk tetap tampil dengan kinerja yang tinggi selama berlangsungnya PON XVII. Setelah penyelenggaraan PON ini selesai, maka perkampungan atlit tersebut akan difungsikan sebagai kawasan hunian bagi penduduk KALTIM.

=========================================================

An 350 HA land will become an athletes accomodation that can accomodate 1,300 athletes which provide with security and comfortableness.
If the PON is finished this atheletes accomodation will become housing complex for east kalimantan residences


=========================================================






Blue_Sky no está en línea  
Old August 11th, 2005, 11:00 AM   #4
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Indoor stadium that can accomodate more than 5,000 peoples are currently u/c in Samarinda

Blue_Sky no está en línea  
Old August 11th, 2005, 11:01 AM   #5
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Main Stadium for PON east kalimantan than will accomodate more than 40,000 peoples in Samarinda are u/c right now





Blue_Sky no está en línea  
Old August 11th, 2005, 11:09 AM   #6
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

lattest information

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0...or/1594230.htm

===========================================================

stated here Sempaja Sport Complex already exist in 27 HA area in Samarinda,
Atheletes hotel which contain of 274 rooms and will accomodate 1,000 atheletes and 2 houses complex than can accomodate 400 peoples

In the year 2005 will build a Rp 700 billion stadium that will accomodate more than 30,000 peoples. In this area also will build badminton complex, baseball, swimming pool, hotel, skate park, tennis court and a mosque


============================================================

Gaya Kalimantan Timur Menyongsong PON XVII 2008

SIAPA bilang politik tidak berdampak kepada olahraga. Peristiwa politik terkenal yang pernah terimbas pada olahraga pernah terjadi dalam pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade. Ketika Moskwa, Uni Soviet, menjadi tuan rumah Olimpiade 1980, Amerika Serikat dan beberapa negara blok barat melakukan boikot sebagai protes terhadap invasi Uni Soviet di Afganistan. Sebagai balasan, ketika Los Angeles menjadi tuan rumah Olimpiade 1984, giliran Uni Soviet dengan beberapa negara blok timur melakukan boikot.

Di Tanah Air, peristiwa politik bahkan membuat insan olahraga yang berasal dari satu daerah menjadi musuh bebuyutan. Peristiwa itu terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni antara Ketua Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Suwarna Abdul Fatah yang juga Gubernur Kaltim dan Ketua KONI Provinsi Kaltim Syaukani.

Runyamnya hubungan politik dua insan olahraga itu telah membuat suasana Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) KONI pekan lalu di Samarinda, Kaltim, menjadi kurang sempurna.

Syaukani yang menjadi Ketua KONI dan Ketua Umum salah satu cabang olahraga tidak hadir. Seakan menjadi kesepakatan tidak tertulis di antara dua pihak bahwa bila ada Suwarna, Syaukani tidak akan hadir, demikian pula sebaliknya.

Rusaknya hubungan Suwarna dan Syaukani sebenarnya tidak ada pengaruhnya kepada Raparnas secara umum. Namun, akan menjadi pertanyaan besar apabila dikaitkan dengan persiapan KONI Kaltim sebagai tuan rumah PON tahun 2008 mendatang. Apakah hubungan Syaukani dan Suwarna tidak akan mengacaukan pelaksanaan pesta olahraga nasional itu?

Lupakan dulu soal pertikaian Suwarna dan Syaukani, yang dahulu dikenal sebagai dua sahabat. Dari peninjauan Kompas ke Samarinda, Kaltim memang sudah bersiap menjadi tuan rumah PON yang baik.

Tidak seperti Palembang yang berusaha keras untuk menyukseskan PON XVI dalam waktu terdesak, Kaltim begitu santai membangun sarana dan prasarana PON yang baru akan berlangsung tiga tahun lagi.

Di kota Samarinda, di atas lahan seluas 27 hektar, berdiri sebuah kompleks Bumi Olahraga Sempaja. Proyek senilai Rp 413 miliar itu dibangun hanya dalam tempo delapan bulan.

Di Sempaja sudah tersedia stadion madya untuk cabang atletik dan sepak bola dengan tribun berkapasitas sebanyak 7.000 penonton. Selain itu, tersedia satu gedung olahraga yang dapat dipakai untuk pertandingan olahraga bela diri, ditambah satu GOR lainnya untuk pertandingan bola basket, bola voli atau bulu tangkis.

Untuk penginapan atlet, sudah pula dipersiapkan. Di bagian depan stadion madya berdiri sebuah hotel atlet dengan 274 kamar untuk 1000 orang serta dua asrama yang mampu menampung 400 orang.

Mulai tahun 2005, Pemerintah Provinsi Kaltim mulai membangun stadion utama tempat pembukaan dan penutupan PON. Di stadion yang diperkirakan menelan biaya Rp 700 miliar ini akan terdapat lapangan sepak bola dengan tribun yang mampu menampung 30.000 penonton.

Di areal stadion berdiri gedung bulu tangkis, lapangan bisbol, kolam renang (dengan berbagai keperluan baik rekreasi, pertandingan, kolam loncat indah), hotel, arena sepatu roda, lapangan tenis, serta masjid.

Menurut Wakil Wali Kota Samarinda Sahari Jaang, di Kota Samarinda akan digelar 20 cabang olahraga selama PON. Selain Bumi Olahraga Sempaja dan Stadion Utama, masih ada lagi satu Stadion Segiri untuk pertandingan sepak bola dan atletik.

Di kawasan Waduk Benanga, didirikan fasilitas lintasan dayung dan ski air. Areal ini nantinya dijadikan lokasi pariwisata Kota Samarinda yang dilengkapi wisata perahu, taman bermain, sampai restoran terapung.

"Samarinda telah memiliki beberapa hotel dengan berbagai kategori yang terdiri dari 2.244 kamar. Juga tersedia mes, guest house, gedung diklat sebanyak 1.751 kamar, serta kompleks perumahan dan home stay sebayak 1.000 unit. Untuk penginapan atlet, ofisial, dan tamu selama PON, rasanya dapat kami penuhi," kata Sahari.

Dari paparan Sahari serta fakta sudah berdirinya berbagai prasarana olahraga di Samarinda, Kaltim memang siap menjadi tuan rumah PON. Namun, kembali kepada persoalan politik yang menimpa dua orang kuat di Kaltim tadi, bagaimana prestasi atlet Kaltim di PON XVII 2008 mendatang?

Syaukani saat ini memang kalah karena tergeser dari kedudukannya sebagai bupati. Namun, bagaimana kondisinya bila dalam pemilihan bupati langsung bulan Juni mendatang dia akan terpilih lagi. Bila Syaukani menjadi bupati lagi, niscaya perang Baratayudha akan berkembang semakin panas.

Mungkin semua itu adalah pemanasan gaya Kaltim menyongsong PON. (SAH)
Blue_Sky no está en línea  
Old August 11th, 2005, 12:54 PM   #7
h4nh4n
Tukulers
 
h4nh4n's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Location: Sydney
Posts: 486
Likes (Received): 0

any pictures of u/c on there?
h4nh4n no está en línea  
Old August 11th, 2005, 01:32 PM   #8
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

u/c pics will post later
right now its very difficult since nobody in east kalimantan right now
but i will, soon
Blue_Sky no está en línea  
Old August 11th, 2005, 01:56 PM   #9
wonkcerbon
came with peace
 
wonkcerbon's Avatar
 
Join Date: Sep 2004
Posts: 705
Likes (Received): 156

wow sweet..

this's better than what i had expected,



i like the design verymuch,
wonkcerbon no está en línea  
Old August 11th, 2005, 02:00 PM   #10
wonkcerbon
came with peace
 
wonkcerbon's Avatar
 
Join Date: Sep 2004
Posts: 705
Likes (Received): 156

Quote:
Originally Posted by Blue_Sky
Gaya Kalimantan Timur Menyongsong PON XVII 2008

Di Tanah Air, peristiwa politik bahkan membuat insan olahraga yang berasal dari satu daerah menjadi musuh bebuyutan. Peristiwa itu terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni antara Ketua Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Suwarna Abdul Fatah yang juga Gubernur Kaltim dan Ketua KONI Provinsi Kaltim Syaukani.

Runyamnya hubungan politik dua insan olahraga itu telah membuat suasana Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) KONI pekan lalu di Samarinda, Kaltim, menjadi kurang sempurna.

Syaukani yang menjadi Ketua KONI dan Ketua Umum salah satu cabang olahraga tidak hadir. Seakan menjadi kesepakatan tidak tertulis di antara dua pihak bahwa bila ada Suwarna, Syaukani tidak akan hadir, demikian pula sebaliknya.

Rusaknya hubungan Suwarna dan Syaukani sebenarnya tidak ada pengaruhnya kepada Raparnas secara umum. Namun, akan menjadi pertanyaan besar apabila dikaitkan dengan persiapan KONI Kaltim sebagai tuan rumah PON tahun 2008 mendatang. Apakah hubungan Syaukani dan Suwarna tidak akan mengacaukan pelaksanaan pesta olahraga nasional itu?

Dari paparan Sahari serta fakta sudah berdirinya berbagai prasarana olahraga di Samarinda, Kaltim memang siap menjadi tuan rumah PON. Namun, kembali kepada persoalan politik yang menimpa dua orang kuat di Kaltim tadi, bagaimana prestasi atlet Kaltim di PON XVII 2008 mendatang?

Syaukani saat ini memang kalah karena tergeser dari kedudukannya sebagai bupati. Namun, bagaimana kondisinya bila dalam pemilihan bupati langsung bulan Juni mendatang dia akan terpilih lagi. Bila Syaukani menjadi bupati lagi, niscaya perang Baratayudha akan berkembang semakin panas.

Mungkin semua itu adalah pemanasan gaya Kaltim menyongsong PON. (SAH)
bego , di tingkat daerah aja kita kayak ghini apelagi di tingkat internasional ya ?
wonkcerbon no está en línea  
Old September 25th, 2005, 12:17 PM   #11
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Terwujudnya Bandara Samarinda Baru

SAMARINDA-Tuntasnya perjalanan panjang untuk mewujudkan pembangunan Bandara Samarinda Baru di Sei Siring, ternyata amat melegakan Gubernur Kaltim H Suwarna AF. Ia sangat gembira atas dimulakannya pembangunan bandara pengganti Temindung tersebut, Sabtu (17/9).

"Nggak cuma saya yang senang, seluruh warga di Kaltim utamanya warga Samarinda dan sekitarnya, saya yakin juga ikut senang," sebut Suwarna kepada Kaltim Post. Menurutnya, sejak tahun 1990-an, keberadaan Sei Siring sudah dibidik menjadi lokasi bandara Samarinda yang baru. Perjalanan panjang itulah, kata Suwarna, patut disyukuri. Termasuk memberikan apresiasi kepada Walikota Samarinda Achmad Amins yang amat gigih memperjuangkan terlaksananya pembangunan bandara tersebut.

Untuk diketahui, sebenarnya pekerjaan fisik bandara di Sungai Siring sudah dilakukan sejak tahun anggaran 1995/1996 berturut-turut hingga tahun 1997/1998 melalui dana APBN. Selanjutnya pada tahun 1998/1999 melalui dana APBD Pemprov Kaltim. Lantas apa yang membuat orang nomor 1 di Kaltim ini tak dapat menyembunyikan kegembiraannya dengan dimulakannya pembangunan bandara ini?

"Kalau mau ke mana-mana jadi lebih dekat dong. Orang dari Bontang, Sangatta, Muara Badak, Anggana, atau Tenggarong, tak perlu lagi ke Balikpapan. Cukup di Samarinda saja," sebutnya. Disebutkan, ke depan, kepadatan Samarinda tentu memerlukan sarana transportasi yang memadai. Termasuk persiapan Kaltim menjadi tuan rumah PON XVII/2008 mendatang. Tak hanya itu, keberadaan bandara ini juga diharapkan meningkatkan investasi di Kaltim.

"Kalau sebelumnya investor harus bermalam untuk sebuah urusan di Samarinda, dengan adanya bandara ini, investor yang tak punya banyak waktu bisa memanfaatkan bandara ini," imbuhnya.

Tak kalah pentingnya, kata Suwarna, adalah masalah kenyamanan dan keselamatan penumpang. Menurut Suwarna, kondisi Bandara Temindung yang ada, saat ini sudah tidak memungkinkan. Bahkan, Suwarna sendiri merasa sedikit waswas jika menggunakan bandara ini.

Seperti yang terjadi Kamis (15/9) lalu, ketika Gubernur beserta rombongan bertolak dari Berau ke Samarinda dengan pesawat Kalstar Trigana Air, sempat dihantam cuaca buruk. Beberapa menit sebelum mendarat di Bandara Temindung Samarinda, pesawat ATR 42 dengan register PK-YRE ini berguncang hebat menembus langit yang gelap berawan. Sontak saja seluruh penumpang terdiam, bahkan sampai pucat. Tak terkecuali Gubernur Suwarna beserta istri Ny Nelly Chairunnisa Suwarna yang duduk di deretan paling depan juga ikut tegang.

Untungnya saat itu pesawat mendarat dengan selamat. Mengetahui pendaratan berlangsung dengan mulus, Suwarna pun langsung bertepuk tangan diikuti penumpang lainnya. "Ya dengan adanya musibah kecelakaan pesawat DAS beberapa hari lalu, makin memperkuat alasan bahwa Bandara Temindung memang tidak layak," pungkasnya. Kegembiraan atas terwujudnya pembangunan Bandara Samarinda Baru memang terus disuarakan berbagai pihak, termasuk paguyuban masyarakat. Misalnya Bubuhan Banjar Kalimantan Timur Cabang Samarinda, Punguan Nauli Samarinda yang menghimpun etnis Batak, Kerukunan Pemuda Tionghoa Samarinda, kalangan DPRD, pengusaha, dan masyarakat secara umum.(eff)
Blue_Sky no está en línea  
Old September 25th, 2005, 03:41 PM   #12
macgyver
Registered User
 
Join Date: Apr 2004
Posts: 1,070
Likes (Received): 2

Thanks to Decentralization :-p
macgyver no está en línea  
Old September 25th, 2005, 03:49 PM   #13
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

After Samarinda, now Kutai Kartanegara

SAMARINDA-Rencana Pemkab Kukar yang hendak membangun bandara di wilayahnya, menurut Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Moh Iksan Tatang tidak menjadi masalah. Penegasan ini menjawab isu yang menyebutkan kabupaten yang paling besar anggaran daerahnya ini tidak boleh memiliki bandara lantaran Pemkot Samarinda sudah membangun bandara lebih dulu.

"Siapa pun boleh membangun bandara, asalkan ada studi kelayakan dan tentunya rekomendasi dari Pemprov Kaltim untuk tatanan transportasinya," kata Tatang kepada wartawan seusai melakukan ground breaking Bandara Sei Siring, Sabtu lalu.

Yang perlu diperhatikan, lanjutnya, posisi bandara ini tidak boleh terlalu dekat dengan pemukiman. Untuk mengantisipasi itu, maka pemerintah daerah harus membuat peraturan daerah (Perda) sebagai hukum yang mengikat terhadap keberadaan bandara tersebut.

"Jadi, silakan saja membangun bandara lagi. Selama ini kami tidak pernah menolak kepada daerah yang ingin membangun infrastruktur, apalagi yang dibangun termasuk wilayah dengan nilai ekonomi tinggi," imbuhnya.

Menurut dia, Pusat sangat terbuka jika memang ada keinginan untuk pembangunan bandara, yang penting melalui tahapannya. Jangan sampai pembangunan bandara ini menjadi sia-sia dan tak bermanfaat. Mengenai kondisi pasar, apakah tak mengganggu keberadaan bandara yang sudah ada? Tatang menyebutkan, hal itu tergantung keperluan pasar, apakah mau melalui Samarinda, Kukar, atau Balikpapan. "Itu tak menjadi masalah, di Samarinda boleh, Balikpapan boleh, atau di Kukar juga boleh," tukasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Kutai Kartanegara tetap membangun bandara, kendati Samarinda sudah membangun bandara di Sei Siring. Bupati Kukar Dr H Syaukani HR MM mengatakan, tidak ada larangan bahwa Kukar tak boleh membangun bandara. Pernyataan Syaukani ini tentu tidak main-main, karena lokasi untuk bandara ini sudah disiapkan, yaitu di Desa Loa Kulu.(zom)
Blue_Sky no está en línea  
Old September 25th, 2005, 03:56 PM   #14
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Quote:
Originally Posted by macgyver
Thanks to Decentralization :-p
To be honest I think its a big waste to build a Rp 700 M (Samarinda) and Rp 1.3 T (Kutai Kartanegara) airport

Not becoz I'm Balikpapanese feeling threatened but I prefer they build a highway to Balikpapan since they are prety close to Balikpapan. Samarinda-Balikpapan 115 km or 90 minutes road trip (If they build highway will around 85 km or 45 minutes road trip)

And more crazy is Kutai Kartanegara-Samarinda is only 30 minutes road trip!!!

For your information Kalimantan Timur already have 2 international airoport in Balikpapan (Sepinggan) and in Tarakan (Juwata) now we'll have more 2 major airport!!! this gonna break the market flight in those 4 places (Balikpapan, Samarinda, Tarakan and Kutai Kartanegara)
Blue_Sky no está en línea  
Old September 26th, 2005, 03:03 AM   #15
bahar
Registered User
 
bahar's Avatar
 
Join Date: Nov 2004
Location: Jakarta, Singapore
Posts: 274
Likes (Received): 0

No doubt it's a waste of money, for now. But let them compete and the fittest will survive. I reckon they are dozens of airports in a city like L.A. alone. Just let's hope the entire pie of this region will grow with the support of new airports.
__________________
http://ihedge.wordpress.com/
bahar no está en línea  
Old September 26th, 2005, 04:36 PM   #16
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,941

I agree, its a waste of money to build new airport in Kutai and Samarinda, because the airlines traffic in that area is still very small and its not profitable looking from the business perspective. BUT whatever it is they going to build, it will surely make them more accessible to the rest of the world and grow their tourism industry.

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old September 26th, 2005, 05:04 PM   #17
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Actually they want to have share from Balikpapan's airport which according to http://en.wikipedia.org/wiki/Balikpa...inggan_Airport is the second busiest airport after Soekarno- Hatta International Airport.

Coz they think 60% of Sepinggan's passenger is from Samarinda and Kutai Kartanegara
Blue_Sky no está en línea  
Old September 26th, 2005, 05:06 PM   #18
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427


busiest airport according to the number of flight not number of passenger
Blue_Sky no está en línea  
Old March 24th, 2006, 09:03 AM   #19
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,566
Likes (Received): 427

Final, Tiga Maskot PON XVII



SAMARINDA - Setelah bekerja selama dua bulan terakhir, Tim Kreatif Pemprov Kaltim akhirnya telah menyelesaikan tugasnya melakukan finishing tiga Maskot PON XVII 2008 yang telah dilombakan beberapa waktu lalu.

Dari hasil finishing dengan sentuhan desain tim ahli, perubahan yang paling mencolok terutama untuk maskot dengan klasifikasi Orangutan. Sementara untuk maskot dengan klasifikasi Ikan Pesut dan Burung Enggang tidak banyak mengalami perubahan. "Memang untuk Maskot Orangutan yang perubahannya agak mencolok. Hasil finishing tim kreatif, ekspresi Orangutan-nya dibuat lebih tersenyum. Warnanya pun sedikit diubah. Beberapa atribut juga banyak dihilangkan agar tidak terlihat terlalu ramai," ujar Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim, Jauhar Efendi kepada Kaltim Post.

Sedangkan untuk maskot dengan klasifikasi Ikan Pesut, kata Jauhar, yang sedikit dikurangi adalah nonong kepala ikan. "Kalau sebelumnya nonong kepala ikan terlalu menonjol, maka sedikit dikurangi," tambahnya.

Seperti diketahui, untuk mencari logo dan maskot PON XVII 2008, Pemprov Kaltim telah menggelar lomba. Setelah beberapa bulan melakukan seleksi, akhirnya 17 Januari lalu telah ditetapkan para pemenang untuk masing-masing klasifikasi maskot.

Ketika itu, Gubernur Kaltim Suwarna AF mengatakan, karya para pemenang tidak serta merta dijadikan maskot PON XVII. Sebab, kata Gubernur, akan dilakukan finishing terlebih dahulu oleh Tim Kreatif agar layak jual (marketable). "Setelah proses finishing barulah disosialisasikan ke seluruh penjuru Tanah Air," katanya waktu itu.

Lebih jauh, Jauhar mengatakan, pengunaan tiga maskot sekaligus pada pelaksanaan PON XVII 2008 mendatang merupakan pertama kali di Indonesia. Menurutnya, ketiga hewan Kalimantan yang dilindungi tersebut juga akan mewakili jenis cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Yakni untuk cabor yang dipertandingkan di darat, di udara dan di air. "Tentulah nanti untuk masing-masing cabor akan kita buat maskotnya. Misalnya cabor yang dipertandingkan di darat, maka yang digunakan adalah maskot orangutan. Demikian pula, untuk cabor yang dipertandingkan di air dan di udara masing-masing diwakili maskot ikan pesut dan burung enggang," pungkasnya. (gs)
Blue_Sky no está en línea  
Old March 24th, 2006, 03:20 PM   #20
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,423

Great News

Indonesia makin banyak tempat to be host of SEA Games or Asian Games he he he...
Maju terus Kaltim!!!!
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 07:53 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu