daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Kalimantan, Sulawesi and Papua

Kalimantan, Sulawesi and Papua » Samarinda | Manado | Pontianak | Banjarmasin



Reply

 
Thread Tools
Old April 28th, 2009, 03:50 AM   #1
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

EAST KALIMANTAN l Projects & Development ( excluding Balikpapan & Samarinda )

Bingung juga mau post dimana, progress pembangunan di Kaltim mulai tumbuh dinamis awal pemerintahan AFI ini, berikut list dari sebagian infarstructure's projects and Development Kaltim kedepan-nya :

• Rencana Pembangunan outlet CPO(crude palm oil)se-Kalimantan di Maloy/Kutim
• Rencana Pembangunan KEK/Kawasan Ekonomi Khusus di Pelabuhan Maloy(Kutim)
• Project Pembangunan MDI(Madrasah Bertaraf International) di Tanah Grogot/Kab.PPU
• Rencana mendirikan perusahaan airlines ‘Kaltim Air’ oleh PT. Merex Ind.
• Rencana Pembangunan Jembatan Nipah2-Melawai di Kab.PPU
• Projects Pembangunan Jembatan P.Balang yg telah tuntas dan didukung APBN Pusat
• Perluasan bandara Kalimarau di Berau/Tj.Redep, meliputi perluasan apron dan terminal Keberangkatan
• Extend runway bandara Juwata Tarakan yg telah memanjang 2500m, dilengkapi dg peralatan ILS/Instrument Landing System dan akan difungsikan dlm wktu dekat
• Rencana pembangunan bandara Bontang baru di Bontang
• Rencana pembangunan ‘freeway’ yg akan dilakukan 2010 mndatang oleh Pemprov Kaltim dan telah menarik minat 3 investor dari Korea, UEA, dan Aruba Malaysia
• Revetment pantai Amal di Tarakan, phase 2 oleh PT Wijaya Karya
• Pembenahan Infrastruktur obyek Pariwisata P.Derawan di Berau dalam rangka mensukseskan program pemprov ‘Visit East-Kalimantan year 2009’

Nb, Mohon kontribusinya bila dirasa kurang, Thanks
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old April 28th, 2009, 03:56 AM   #2
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Senin, 27 April 2009 , 09:18:00
Pemprov Lobi Menko Perekonomian
Agar Maloy Jadi KEK dan Pusat CPO di Kalimantan


– Hingga kemarin, belum ada keputusan provinsi di Kalimantan yang akan menjadi pelabuhan pusat minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Masing-masing provinsi bersikeras ingin menjadi outlet CPO di Kalimantan. Kaltim pun tak ingin kalah. Rencananya, Senin (27/4) hari ini, Pemprov Kaltim akan melobi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta agar Pelabuhan Maloy bisa menjadi outlet CPO di Kalimantan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sulaiman Gafur saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Besok (hari ini, Red.) pemprov secara khusus akan membicarakan hal ini dengan Menteri Koordinator Perekonomian. Kami akan mengusulkan agar Pelabuhan Maloy menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus, Red.),” ujar Sulaiman.

Untuk diketahui, bila Pelabuhan Maloy menjadi KEK, maka keinginan Kaltim agar pusat pelabuhan CPO di Pelabuhan Maloy bisa terwujud. Pasalnya, KEK adalah suatu kawasan industri yang diberi eksklusivitas atau perlakuan-perlakuan khusus terutama dalam bidang ekonomi dibanding kawasan-kawasan lain. Seperti kawasan-kawasan eksklusif yang sudah ada yaitu bonded zone (kawasan berikat), free trade zone (zona perdagangan bebas), dan industrial estate (kawasan industri).

“Ini rencana pemprov. Bila Pelabuhan Maloy jadi KEK, maka akan memiliki keunggulan dari lokasi lainnya. Maka, bisa dipastikan pelabuhan di Kutim ini bisa menjadi pusat segalanya. Tak hanya CPO, tapi juga batu bara dan hasil bumi lainnya di Kalimantan,” ujarnya.

Selain itu, agar Pelabuhan Maloy bisa menjadi KEK, maka Pemprov Kaltim juga akan mendesak agar pemerintah pusat mau memberikan suntikan dana dalam pembangunannya. “Harapannya, ada dana dari pusat khusus untuk peningkatan Pelabuhan Maloy,” jelasnya.

Dikatakan Sulaiman, pemprov nantinya meminta pemerintah pusat membantu pendanaan dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan dan jaringan jalan. Pasalnya katanya, jaringan jalan dari Pelabuhan Maloy ke Simpang Perdau harus bagus. Karena kondisi saat ini, sering terjadi kerusakan di ruas jalan itu. Akibat jalan kelas III yang dalam kondisi basah setelah hujan, dilintasi truk-truk CPO bermuatan lebih dari 8 ton. Sehingga jarak tempuh yang hanya 5-6 jam kini harus ditempuh hingga hitungan hari.

“Untuk besaran dana, masih kami bahas. Tapi, kami usulkan agar pusat dapat memberikan dana khusus untuk Maloy. Untuk besarannya, masih kami bicarakan. Mungkin akan mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.

Seperti diberitakan, tak hanya Kaltim yang ingin membangun pelabuhan yang akan digunakan sebagai outlet CPO, provinsi lain di Kalimantan juga berminat. Tiga provinsi lainnya adalah Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Ketiganya juga enggan untuk melepaskan peluang ini. “Ke-4 provinsi bersikeras pelabuhan di daerahnya yang harus dijadikan pelabuhan outlet CPO. Karena itu, hingga kini masih tarik ulur,” ujar Wagub Farid Wadjdy.

Untuk diketahui, Kaltim menjagokan Pelabuhan Maloy di Kutai Timur, sebagai outlet CPO di Kalimantan. Alasannya, letak Pelabuhan Maloy yang strategis tepat menghadap Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Lokasi ini kata Farid, menyebabkan alur transportasi laut di pelabuhan itu pasti ramai.

Sementara, progres pembangunan pelabuhan Maloy terus dikejar. Tahap pembebasan lahan terus dilakukan. Progres saat ini katanya, mencapai 60 persen. Targetnya, 2010 atau 2011 nanti, pelabuhan ini sudah siap digunakan. Bahkan tahun ini, rencananya akan ada subsidi dari pemprov sebesar Rp 50 miliar untuk percepatan pembangunan Pelabuhan Maloy. (*/che)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea   Reply With Quote
Old April 28th, 2009, 03:59 AM   #3
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Selasa, 28 April 2009 , 09:31:00
Pemkab Minta Dukungan Swasta
Baru Tiga Perusahaan Bantu Pembangunan MBI


TANAH GROGOT
- Harapan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi agar pihak swasta atau perusahaan yang beroperasi di daerah itu berperan mewujudkan pembangunan Madrasah Bertarap Internasaional (MBI) di Paser, sepertinya masih kurang mendapat respons. Terutama untuk kegiatan pematangan lahan, pemagaran lokasi tahap satu, serta pembangunan kolam.

Padahal perusahaan yang mengerok hasil bumi Paser cukup banyak. Hingga Senin (27/4) kemarin, selain PT Kideco Jaya Agung (KJA) dan subkontraktornya yang menyanggupi pekerjaan pematangan lahan MBI, baru satu perusahaan tambang batu bara yang ikut menyumbang. Yakni, PT Tunas Muda Jaya (TMJ) sebesar Rp 30 juta.

Untuk diketahui, dukungan perusahaan, baik yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan maupun kehutanan sangat diperlukan untuk mempercepat realisasi kesiapan lahan untuk pembangunan MBI di kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot. Pemkab Paser telah mencoba melakukan penggalangan dana untuk pematangan lahan, pemagaran lokasi pembangunan pagar tahap satu serta pembangunan kolam.

Hanya, pengalangan dana yang dihadiri langsung Bupati Paser HM Ridwan Suwidi tersebut, tak berjalan sesuai harapan. Dari dua perusahaan di luar subkontraktor KJA, hanya TMJ yang bersedia membantu. Sementara sejumlah perusahaan lain malam itu tak berani mengambil keputusan, karena hanya diwakili para stafnya.

“Kami menunggu amal jariah perusahaan yang ingin terlibat dalam pembangunan MBI, khususnya untuk pematangan lahan, pembuatan pagar dan kolam,” tandas Asisten Pembangunan dan Ekonomi Setkab Paser Hj Herwati, saat diterima Bupati Paser dan didampingi Kabag Pembangunan M Fauzi MT serta Kabag Keuangan Setkab Paser Chandra Ssos, kemarin.

Menurut Herwati, perusahaan yang ingin terlibat dalam pembangunan MBI dapat menghubungi dirinya atau ke Bagian Keuangan Setkab Paser pada Kantor Bupati Paser dikawasan Jl RM Noto Sunardi Tanah Grogot.

Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengatakan, ditawarkannya partisipasi pihak swasta terhadap pematangan lahan MBI, pembangunan pagar, dan kolam, karena pemerintah daerah tidak memiliki anggaran akan hal itu tahun 2009 ini. Sementara kesiapan lahan tersebut sangat mendesak.

“Pembebasannya sudah dilakukan dengan dana yang cukup besar. Karena itu, sebagai wujud keseriusan kami, sementara seperti yang diketahui anggaran kita sangat terbatas, maka harapan kami untuk pematangan lahan, pembuatan pagar, dan kolam ada partisipasi pihak swasta yang mencari makan di daerah ini,” kata Ridwan Suwidi. (hp9)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea   Reply With Quote
Old April 29th, 2009, 06:12 AM   #4
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

salam kenal semuanya.... q mau ikutan gabung.....
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old April 29th, 2009, 06:45 AM   #5
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by d1541n View Post
salam kenal semuanya.... q mau ikutan gabung.....
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old April 29th, 2009, 01:16 PM   #6
Chris_Lyantto
VEK2009
 
Chris_Lyantto's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 1,234
Likes (Received): 3

welcome d1541n

-------------------

Rabu, 29 April 2009 , 09:12:00
Tahun Ini, Rp 100 Miliar Ngucur
- Dana APBN untuk Bentang Pendek Jembatan Pulau Balang

SAMARINDA – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan melalui Pulau Balang semakin mendapat perhatian serius Pemerintah Pusat. Tahun ini, Rp 100 miliar akan dikucurkan untuk penyelesaian bentang pendek yang panjangnya 470 meter.

Joko Setiyono, Kasi Perencanaan dan Jembatan Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim mengatakan, informasi ini diperoleh dari Direktur Bina Program Dirjen Bina Marga Departemen PU Ir Taufik MSc di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bahkan, kata Joko, untuk di Kaltim Jembatan Pulau Balang saat ini menjadi fokus Departemen PU agar bisa segera diselesaikan.

"Jadi sudah ada kepastian dana APBN tahun ini Rp 100 miliar untuk Jembatan Pulau Balang," tutur Joko di sela Pelatihan Peningkatan Kompetensi (Tipe II) Pengendalian Pekerjaan Beton di Kantor Dinas PU Kaltim, kemarin.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan ini dibagi dua bagian. Yakni pembangunan bentang panjang dan bentang pendek. Pembangunan bentang pendek yang diperkirakan menelan Rp 340 miliar selama ini telah dibiayai pemprov melalui APBD Kaltim dan telah terserap Rp 110 miliar. Sementara bentang panjang 1,344 km diperkirakan menelan Rp 3,1 triliun dan anggarannya akan diusulkan dari pemerintah pusat.

Joko mengatakan, dengan dana Rp 100 miliar, maka ditargetkan pembangunan jembatan bentang pendek tuntas pada tahun 2011 atau paling lama 2012. Setelah itu, tahun 2012 baru fokus untuk penyelesaian bentang panjang. "Kalau targetnya bergantung dana APBN dan dana pinjaman," tandasnya.

Soal rencana Pemkab PPU yang tetap ingin membangun Jembatan Nipahnipah-Melawai Balikpapan, Joko mengatakan, Pemkab PPU dipersilakan tetap membangun jembatan, namun dananya investor.

"Kalau berharap dari APBN jelas tidak mungkin," tandasnya.

Apalagi kata dia, dari segi teknis, Jembatan Nipahnipah-Melawai masih harus melalui kajian mendalam. Seperti keamanan dan keselamatan operasi penerbangan dan lainnya. "Jembatan ini belum melalui OSP (operational standard procedure, Red.) desain jembatan dari Departemen PU," katanya.

Sebelumnya, ketika melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan dan PPU, beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, pembangunan jembatan tersebut telah melalui berbagai proses kajian. Di antaranya telah dilakukan studi kelayakannya serta ditinjau dari berbagai sektor. Di antaranya sektor teknis, ekonomis, sosial dan budaya.

"Kajian yang dilakukan termasuk mengenai tipe jembatan. Yang direkomendasikan menggunakan sistem struktur jembatan gantung berbentang tunggal dengan panjang bentang 810 meter," katanya.

Menurut Faroek, tubuh jembatan itu menggunakan rangka baja dengan lebar 9 meter, dengan ketinggian 42 meter dari permukaan air pasang tertinggi.

Keberadaan jembatan itu, menurut dia, sangat strategis. Sebab, akan memengaruhi pengembangan sektor perekonomian di Kaltim. Utamanya untuk mendukung kelancaran transportasi pelabuhan peti kemas di kawasan industri Kariangau. Jembatan yang menghubungkan PPU dengan Balikpapan melalui Pulau Balang itu dekat dengan jalur free way Balikpapan-Samarinda, dan free way ke arah Sepinggan, Balikpapan. Bahkan dekat dengan jalan tembus pelabuhan peti kemas Kariangau lewat kilometer 13. Jembatan ini juga sudah melalui kajian keamanan keselamatan operasi penerbangan yang lepas dari radius 24,3 km dari titik bandara.

Hal ini kaitannya dengan tower jembatan yakni 92 meter di atas permukaan lantai jembatan. Termasuk sudah ada kajian ruang bebas dari permukaan air tertinggi yang disyaratkan yakni 42 meter. (gs)
__________________
Think Safety
Chris_Lyantto no está en línea   Reply With Quote
Old April 30th, 2009, 05:48 AM   #7
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Jumat, 3 April 2009
Berau Bakal Jadi Ikon Pariwisata Kaltim
Tingkatkan Pariwisata Mohon Dukungan Semua Pihak


TANJUNG REDEB- Rancangan program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Berau yang dinilai cukup banyak. Program tersebut tidak akan dapat terealisasi dengan baik tanpa dukungan semua pihak, seperti instansi pemerintah terkait, swasta maupun masyarakat itu sendiri. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Berau Dra Hj Rusdiani.

"Berbicara program Disparbud kita tidak bisa target, lantaran tidak lepas dari peranan instansi lain, karena keterkaitan erat dengan berbagai sarana maupun fasilitas penunjang yang dibentuk oleh komponen yang ada, padahal program yang kami buat sangat banyak" ungkap Rusdiani saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin (2/4).

Seperti halnya upaya peningkatan sarana di sektor pariwisata di beberapa daerah yang memiliki potensi wisata seperti pemandian air panas Bapinang, ataupun potensi wisata air terjun di Kelay masih terkendala infrastruktur jalan yang tidak memadai. Hal inilah menurut Kadisparbud menjadi pertimbangan pihaknya belum menargetkan selesainya program kerja yang dibuat.

Kendati demikian, penyusunan program hingga tahun 2010 tetap berjalan. Disebutkan beberapa program masih sebatas pendataan potensi objek wisata yang ada di luar objek yang telah tergarap.

Program menyangkut infrastruktur dikatakan Rusdiani kemungkinan baru dilaksanakan tahun 2010 mendatang. Untuk Pemandian air panas Bapinang saat ini telah ada master plannya dengan beberapa tahapan melalui kajian tim teknis untuk melihat sejauh mana kemungkinan peningkatan sarana wisata tersebut secara optimal.

Sementara keberadaan objek wisata Bahari seperti Pulau Derawan, Kakaban, dan Maratua juga tidak lepas dari upaya Disparbud guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.

Dari sektor inilah lanjut Rusdiani terbanyak menarik minat wisatawan manca dan domestik. Diharapkan dengan peningkatan layanan fasilitas akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Telah disiapkan situs pariwisata Berau agar wisatawan dapat mengakses informasi seputar pariwisata di Bumi Batiwakal secara rinci.

Sebab situs itu menurutnya sangat diperlukan sebagai media promosi untuk mendongkrak jumlah kunjungan ke Berau. "Karena kami akui kita masih lemah dalam promosi," ujar Rusdiani. Diharapkan dengan adanya situs informasi itu kedepan dapat meningkatkan lagi jumlah wisatawan yang masuk. Kendati jumlah kunjungan setiap tahun ada peningkatan, namun itu masih perlu ditingkatkan lagi. Adapun target jangka panjang, Berau bakal dapat menjadi ikon daerah Pariwisata Kaltim.

Dengan adanya rencana penempatan pelayanan imigrasi cabang Berau, kata Rusdiani lagi merupakan langkah tepat dalam mendukung program peningkatan kunjungan wisatawan di Berau. "Kami sangat antusias dengan rencana itu semoga dapat menjadi salah satu kemudahan bagi wisatawan mancanegara juga penunjang program kami," tuturnya. Karenanya diharapkan program-program Disparbud dapat didukung oleh semua instansi terkait lain termasuk masyarakat. (raj)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 09:44 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old April 30th, 2009, 05:55 AM   #8
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Senin, 27 April 2009
Tujuh Jam Bandara Kalimarau Tutup
Akibat Overlay Runway yang Terlambat Selesai

TANJUNG REDEB- Bandara Kalimarau Berau berhenti beroperasi mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, Minggu (26/4) kemarin. Akibatnya seluruh penerbangan dari Berau ke kota-kota lainnya atau sebaliknya terpaksa telat. Bahkan Bupati Berau Makmur HAPK yang baru tiba di Balikpapan dengan rute Jakarta-Balikpapan-Berau menggunakan Batavia Air terpaksa menunggu beberapa jam di Bandara Sepinggan Balikpapan untuk kembali ke Berau.

Hasil pantauan harian ini, ternyata sedang diadakan overlay runway di Bandara Kalimarau. Target proyek overlay runway bandara yang ditargetkan selesai pada pukul 06.00 Wita, kemarin, telat akibat hujan deras yang melanda Berau, Minggu (26/4) dini hari.

Oleh karena itu, terpaksa overlay runway dilanjutkan sekitar pukul 11.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Hasil informasi yang dikumpulkan harian ini, dilakukan overlay runway sepanjang 1.200 meter dan lebar 30-45 meter. Sebelumnya, Bandara Kalimarau pernah di-overlay pada akhir 2007 lalu.

Sebelum turun hujan deras sekitar pukul 01.00 Wita, Minggu (26/4), proses overlay sudah mencapai 1.000 meter, sedangkan sisa runway itulah yang menyebabkan keterlambatan jadwal. Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Fahmi menuturkan, pengerjaan overlay baru dimulai pada pukul 18.00 Wita, Sabtu (25/4). Menunggu seluruh jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau selesai.

“Jika tadi malam (Minggu dini hari, Red) tidak turun hujan lebat, overlay tidak akan sampai siang hari,” tuturnya.

Terpisah Kepala Dishub Berau Busairi enggan mengomentari panjang lebar mengenai keterlambatan overlay tersebut. “Itu adalah proyek provinsi,” tuturnya. Banyak calon penumpang pesawat yang mengeluhkan keterlambatan tersebut. Seperti yang dikatakan Iwan, salah satu calon penumpang Batavia Air yang rela menunggu 4 jam di Bandara Kalimarau. “Mungkin para kontraktor proyek seharusnya bisa memprediksikan ketepatan waktu sehingga penumpang tidak terlantar seperti ini,” ungkapnya. (fir)
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 07:52 AM   #9
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Menambahkan, selain
-Perluasan bandara Kalimarau di Berau/Tj.Redep, meliputi perluasan apron dan terminal Keberangkatan
-Pembenahan Infrastruktur obyek Pariwisata P.Derawan di Berau dalam rangka mensukseskan program pemprov ‘Visit East-Kalimantan year 2009’
proyek yang lagi jalan di Berau :
- pembangunan PDAM (air langsung bisa diminum)
- Pemasangan siring di sepanjang tepian Kecamatan Sambaliung & Kecamatan Gunung Tabur
- Pembangunan Pasar Induk Kabupaten Berau (progres sejak tahun 2007)
- Pembangunan Gedung Serba Guna Kab. Berau

(jka ada yang tau cara upoad pic, kasi tau ya... soalnya aq masih ga tau caranya)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 09:28 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 07:53 AM   #10
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Menambahkan, selain
-Perluasan bandara Kalimarau di Berau/Tj.Redep, meliputi perluasan apron dan terminal Keberangkatan
-Pembenahan Infrastruktur obyek Pariwisata P.Derawan di Berau dalam rangka mensukseskan program pemprov ‘Visit East-Kalimantan year 2009’
proyek yang lagi jalan di Berau :
- pembangunan PDAM (air langsung bisa diminum)
- Pemasangan siring di sepanjang tepian Kecamatan Sambaliung & Kecamatan Gunung Tabur
- Pembangunan Pasar Induk Kabupaten Berau (progres sejak tahun 2007)
- Pembangunan Gedung Serba Guna Kab. Berau

(jka ada yang tau cara upoad pic, kasi tau ya... soalnya aq masih ga tau caranya)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 09:29 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 08:11 AM   #11
Ampelio
...is the art of space
 
Ampelio's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Location: Antapani City
Posts: 6,667
Likes (Received): 702

PRA RANCANGAN KANTOR WALIKOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR


Lokasi: Bontang, Kalimantan Timur
Luas Bangunan:408 m2
Jumlah Lantai:3


MASTERPLAN
__________________
EVERYDAY URBANISM

Last edited by Ampelio; May 4th, 2009 at 08:18 AM.
Ampelio no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 08:16 AM   #12
Ampelio
...is the art of space
 
Ampelio's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Location: Antapani City
Posts: 6,667
Likes (Received): 702

MASTER PLAN PASAR INDUK SANGATTA


Lokasi : Sangatta,Kab.Kutai Timur, Kalimantan Timur
__________________
EVERYDAY URBANISM

Last edited by Ampelio; May 4th, 2009 at 08:29 AM.
Ampelio no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 09:13 AM   #13
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Minggu, 03 Mei 2009 , 11:57:00
Berau Bakal Terima Penghargaan
Di Ajang World Ocean Conference 2009


TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau bakal menerima penghargaan berkelas internasional di ajang World Ocean Conference (WOC) 2009 yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, pada 11-15 Mei 2009 mendatang. Bupati Berau Makmur HAPK mengatakan, sudah mendengar rencana pemberian penghargaan tersebut. Namun demikian, ia mengaku tidak bisa hadir karena padatnya kegiatan di Kabupaten Berau.

“Penghargaan itu terkait kawasan konservasi laut (KKL, Red.) yang berhasil dilakukan di Berau,” sebut Makmur.

Ia menyebutkan, selama ini komitmen untuk menjaga kawasan konservasi laut sudah tertanam dengan baik. “Supaya kawasan pulau itu terpelihara dengan baik. Sekaligus menarik turis dari tahun ke tahun dan akan memacu kunjungan wisata. Diharapkan sumber daya alam ini bisa terjaga dan terpelihara secara berkesinambungan,” sebutnya.

Ia kemudian berharap, ke depan Berau juga bisa dilirik sebagai ajang untuk pertemuan kelautan bertaraf internasional. Karena tak kurang dari 12 persen luas KKL di Indonesia, disumbangkan oleh Berau.

“Supaya seluruh dunia bisa melihat potensi, kenapa ini dipertahankan dan kenapa jadi komitmen. Ke depan mudah-mudahan ada komitmen kebersaman dari daerah sampai pemerintah pusat. Sehingga ada pembagian kewenangan yang jelas dari pusat dan provinsi hingga kabupaten,” bebernya.

Untuk diketahui, ajang World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado diharapkan meningkatkan promosi wisata bahari Indonesia, termasuk Berau sebagai lokasi tujuan wisata bahari andalan Kaltim. Di samping sebagai acara pertemuan tingkat tinggi kepala pemerintahan dan tingkat menteri untuk membahas pengelolaan kelautan, perikanan dan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan secara lintas sektoral, konferensi tingkat tinggi itu juga dapat berfungsi sabagai sarana promosi potensi wisata bahari di Indonesia.

MedanDi tengah krisis ekonomi dan keuangan dunia, sektor pariwisata mau tidak mau ikut terkena dampaknya. Di antaranya berupa penurunan jumlah kunjungan wisata manca negara (wisman) ke Indonesia.

Dengan tingkat selektivitas wisman yang hendak berwisata ke luar negeri semakin tinggi, diperlukan destinasi yang lebih menarik, unggul dan unik. (eff)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 09:47 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 09:19 AM   #14
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Jum'at, 30 Januari 2009 , 06:05:00
Mengikuti Kunjungan Kerja Gubernur Kaltim ke Berau (1)
Kaget Lihat Pasar Induk yang Megah, Minta Dijadikan Contoh Daerah Lain


MODERN: Pasar Induk di Tanjung Redeb yang tak lama lagi fungsikan. Gubernur takjub oleh bangunan yang megah.
Kunjungan kerja (kunker) Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama Wakil Gubernur Farid Wadjdy ke Kabupaten Berau pada 27-29 Januari masih menyisakan cerita menarik. Apalagi ini merupakan kunjungan kerja pertama sejak Awang Faroek-Farid Wadjdy dilantik 17 Desember 2008 lalu.

Agus Susanto, Tanjung Redeb

Rombongan yang ikut kali ini cukup besar atau lebih dari 30 orang. Ikut serta di antaranya Sekprov Kaltim Syaiful Teteng, Kepala Bappeda Kaltim Sulaiman Gafur, Kepala Disperindagkop Irianto Lambrie, Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim Husinsyah, dan sejumlah kepala instansi lain.

Ada beberapa agenda yang direncanakan dalam kunker ini. Yakni meninjau sejumlah proyek di Berau, rapat kerja daerah (rakerda) antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau, meninjau sekolah SMA Plus di Sambaliung, membuka Musyawarah Kerja (Musker) Hidayatullah se-Kaltim, meresmikan pabrik crude palm oil (CPO) di Talisayan, dan terakhir bersilaturahmi dengan warga Berau.

Rombongan dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama adalah rombongan humas, protokol, dan para wartawan yang datang lebih awal dan mendarat di Bandara Kalimarau Tanjung Redeb, pukul 11.00 Wita, Selasa (26/1).

Sementara Awang-Farid bersama rombongan baru tiba pukul 15.30 Wita. Ini karena pagi harinya, rombongan masih harus menghadiri peringatan Merah Putih di Sanga-Sanga Kutai Kartanegara.

Begitu mendarat, rombongan dijemput Bupati Berau Makmur HAPK bersama istri dan sejumlah pejabat Pemkab Berau. Rombongan langsung diajak berkeliling meninjau beberapa proyek di Berau.

Proyek yang ditinjau yakni Pasar Induk, proyek pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) PDAM, dan kolam renang yang sudah digunakan untuk pelaksanaan PON XVII 2008 lalu.

Dari tiga proyek yang dikunjungi, pembangunan pasar induk yang cukup menyita perhatian Faroek. Pasalnya, pasar induk dengan konstruksi modern ini ternyata baru diketahuinya. “Terus terang saya sangat terkejut melihat ada pasar induk semegah ini,” puji Faroek sembari memperhatian sekeliling bangunan Pasar Induk.

Bangunan dengan luas 3 hektare dari luasan lahan 7 hektare ini dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah yang cukup besar berada di lantai 1, dengan luas 10.532 m2. Bangunan yang sudah tuntas 100 persen ini mampu menampung 1.338 pedagang.

Kemudian di bagian lain ada Plaza Amphitheatre yang berada di lantai 1 dengan luas 6.898 m2 yang saat ini masih dalam penyelesaian. Kemudian ada pasar kering yang mengambil tempat di lantai 2 dengan luas 9.702 m2. Pasar kering ini mampu menampung 585 pedagang. Di sudut lain ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 m2.

Bagian depan juga disiapkan lahan parkir yang mampu menampung roda empat sebanyak 504 kendaraan dan roda dua 874 kendaraan, serta truk 21 kendaraan. Proyek yang dikerjakan dengan dana APBD Berau dengan dana 190 miliar ini dilaksanakan dengan sistem multiyears. Berdasarkan kontrak bisa selesai pada Maret 2009.

“Saya sudah pernah ke seluruh kabupaten kota, dan tak pernah melihat pasar induk sebagus ini. Saya kira ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ucap Faroek.

Soal pengelolaannya, Bupati Berau Makmur menimpali rencananya akan dipadukan dengan swasta. “Kita akan libatkan swasta untuk pengelolaannya agar lebih tertib. Nanti di sini juga akan dilengkapi dengan pujasera. Jadi warga yang punya anak, bisa memanfaatkan permainan di sini,” ucap Makmur.

Sementara Irianto Lambrie mengatakan, desain modern pasar induk di Berau ini sudah dipublikasikan ke Departemen Perdagangan. Bahkan, rencananya akan diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk meresmikannya.

Selain pasar induk, proyek pembangunan IPA PDAM dengan kapasitas 200 liter per detik juga cukup menyita perhatian. Pasalnya, proyek yang dibangun dengan dana APBD Berau Rp 89,75 miliar ini bukan memproduksi air bersih, tetapi yang siap minum. (**)

Minggu, 19 April 2009 , 10:21:00
Jusuf SK: Seperti di Singapura

MANTAN wali kota Tarakan Jusuf SK mengakui kemegahan pasar induk Berau di Sei Buluh yang hampir rampung pembangunannya. Pasar itu diyakini bisa menjadi kiblat pembangunan pasar di Kalimantan Timur, bahkan Indonesia sekalipun. Dia bahkan tidak menyangka keindahan pasar induk itu, yang disebutnya bisa sebagus pasar di Singapura.

Pasar ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah dan bisa menjadi acuan pembangunan pasar. Karena di mana-mana kawasan pasar terlihat kumuh, kotor, rawan dan tidak aman. “Saya sudah keliling Indonesia, namun pasar Berau-lah yang terbaik,” ujarnya saat meninjau pasar induk. Kedatangan Jusuf merupakan ajang silaturahmi bersama Bupati Berau Makmur HAPK, dan Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai serta Sekab Berau Ibnu Sina Asyari.

Dia juga berniat memberitahukan kemegahan pasar induk Berau kepada wali kota Tarakan, untuk segera melakukan kunjungan. Pasalnya, di Tarakan ada pasar tua yang berdiri sejak 1973, akan dibongkar dan diganti bangunan baru.

“Ini suatu karya besar bagi pemkab Berau dalam mewujudkan pasar tradisional berkonsep modern demi mensejahterakan masyarakat. Dia beranggapan pasar semegah ini seharusnya dibangun di sebuah negara yang sudah maju seperti Singapura. Bila Berau yang hanya sebuah kabupaten mampu mewujudkan pembangunan pasar termegah tersebut, perlu ditiru daerah lain manapun. (bm3)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 10:05 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 09:20 AM   #15
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Minggu, 19 April 2009 , 10:22:00
Pasar Induk Terealisasi 94 Persen

TANJUNG REDEB - Pembangunan pasar induk Berau di Sei Buluh sudah terealisasi 94 persen. Seluruh bangunan, baik pasar basah, pasar kering maupun plaza sudah selesai dan tinggal sentuhan akhir. Dalam waktu dekat PT Total Bangun Persada selaku kontraktor pasar termegah di Kaltim ini akan melakukan pembangunan tahap ketiga. Yakni pembangunan masjid, pagar, pos polisi, pos jaga dan toilet umum. PT Total memastikan seluruh tahapan pembangunan pasar tradisional berkonsep moderen itu rampung Juli mendatang.

“Kita targetkan Juli seluruh pekerjaan selesai. Sementara ini kami tinggal menyelesaikan pekerjaan ringan tahap ketiga,” ujar Asep Nasruddin, Site Manajer PT Total Bangun Persada.

Bangunan pasar dengan luas 7,5 hektare itu dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah dengan luas 10.532 M2 yang mampu menampung 1.412 pedagang, pasar kering seluas 9.702 M2 dan mampu menampung 565 pedagang, sedangkan pembangunan plasa dengan luas 6.898 M2 berkapasitas 52 petak pedagang. Juga ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 M2.

Bagian depan disiapkan untuk lahan parkir yang mampu menampung hampir dua ribu kendaraan, baik roda empat roda, serta truk pengangkut barang. Pembangunan pasar induk sejak April 2007 itu, untuk tahap pertama dianggarkan Rp 136 miliar. Yakni untuk pembangunan gedung pasar basah dan pasar kering. Sedangkan tahap kedua senilai Rp 74,98 miliar untuk pembangunan food court berlantai dua dengan kapasitas 52 petak, serta tahap ketiga dengan dana Rp 10 miliar untuk melangsungkan pembangunan masjid, pos jaga, pos polisi pagar, serta toilet umum.

Pasar itu juga telah dialiri air bersih dari PDAM)dan telepon, namun belum dialiri listrik. Pasar kebanggan warga Berau itu membutuhkan daya listrik sebesar 800 Kilowatt (KW), untuk menunjang berbagai fasilitas kenyaman bagi pedagang dan konsumen. Salah satunya untuk menggerakkan eskalator dan penerangan petak. “Kami sudah membuat surat kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bertanya kapan listrik bisa dikoneksikan. Pasalnya generator set (genset) yang tersedia hanya berdaya 250 KW. Itu tidak mampu mem-back up kebutuhan listrik pasar sebesar 800 KW. Genset itu disediakan untuk mengatasi jika listrik PLN padam,” jelas Asep. (bm3)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 10:00 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 4th, 2009, 09:20 AM   #16
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Minggu, 22 Maret 2009 , 10:36:00
Diresmikan pada Hari Jadi Berau
Bupati Puas Lihat Kemajuan Pembangunan Pasar Induk


TANJUNG REDEB- Bupati Makmur HAPK mengaku puas melihat bangunan pasar induk di Sei Buluh, Riding, Teluk Bayur. Hal ini diungkapkannya saat meninjau pasar tradisional berkonsep modern yang dikerjakan PT Total Bangun Persada tersebut.

Orang nomor satu di Berau itu mengatakan, konsep pasar induk ini dapat digunakan multi fungsi, baik sebagai tempat rekreasi maupun berbelanja.

“Pergelaran pameran dan konser musik dapat digelar di pasar ini,” ujar Makmur.

Diakui, pasar induk Berau ini juga akan menjadi pusat perekonomian warga Berau, bahkan tidak menutup kemungkinan pasar ini juga bisa dimanfaatkan warga di kabupaten tetangga, baik yang ingin berekreasi, berbelanja maupun memasok bahan makanan.

Bupati Makmur merencanakan peresmian pasar induk tersebut bersamaan dengan gedung serbaguna di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, yakni, pada hari ulang tahun Kabupaten Berau dan Hari Jadi kota Tanjung Redeb, September mendatang.

Kedua bangunan itu akan menjadi ikon kabupaten Berau, yang sekaligus sebagai hadiah ulang tahun kabupaten Berau.

Sebagaimana diketahui, penyelesaian pembangunan pasar induk itu terus dipercepat. Saat ini PT Total Bangun Persada tinggal menyelesaikan pembangunan foodcourt yang sudah terealisasi 85 persen.

“Insya Allah pembangunan pasar ini selesai sebelum jadwal kontrak yang ditentukan,” ungkap Site Manajer PT Total Bangun Persada Asep Nasruddin.

Bangunan pasar dengan luas 8 hektare itu dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah dengan luas 10.532 meter persegi yang mampu menampung 1.338 pedagang. Kemudian ada pasar kering dengan luas 9.702 meter persegi dan mampu menampung 585 pedagang.

Di sudut lain ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 meter persegi. Sementara pada bagian foodcourt dengan luas 6.898 meter persegi yang saat ini masih dalam penyelesaian.

Bagian depan juga disiapkan lahan parkir yang mampu menampung lebih dari dua ribu kendaraan, baik roda empat dan roda dua, serta truk pengangkut barang. Saat ini perusahaan tersebut juga mengerjakan pembangunan kontrak tambahan, yakni pembangunan masjid dan pagar yang ditargetkan selesai akhir April.

Sedangkan awal Mei mendatang, seluruh bangunan pasar selesai 100 persen. Pembangunan pasar yang dikerjakan sejak April 2007 itu, kontrak pengerjaannya dibagi dua tahap. Tahap pertama dianggarkan Rp 136 miliar untuk pembangunan pasar basah dan pasar kering. Sedangkan tahap kedua senilai Rp74,98 miliar untuk pembangunan foodcourt berlantai dua dengan kapasitas 52 petak dan masjid serta pagar.

Pasar yang diakui termegah di Kalimantan Timur bagian utara itu juga telah difasilitasi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan telepon. Perusahaan tersebut menjamin tetap mengedepankan kualitas bangunan. Hal itu merupakan tuntutan bagi perusahaan yang menyandang predikat standar nasional Indonesia. (bm3)

Last edited by d1541n; May 4th, 2009 at 10:01 AM.
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 5th, 2009, 06:07 AM   #17
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Senin, 04 Mei 2009 , 10:14:00
Investor Harus Diberi Batas Waktu
Khawatir Kaltim Air Terhenti di Tengah Jalan

SAMARINDA–Pendirian maskapai penerbangan Kaltim Air yang terancam tertunda, mendapat sorotan DPRD Kaltim. Pemprov Kaltim diminta untuk memberi batas waktu atau deadline pada investor mengenai pembentukan maskapai itu. “Kami khawatir pembentukan Kaltim Air malah setop di tengah jalan. Kalau perlu di-deadline. Misalnya, tahun depan sudah terbentuk,” ujar Ketua DPRD Kaltim Herlan Agussalim, kemarin.

Dia mengakui pemenuhan 10 pesawat terbang seperti diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, memang cukup berat dipenuhi. Terutama untuk maskapai yang baru terbentuk. “Apalagi kalau modalnya juga terbatas. Kalau pemprov tak pasang deadline, bukan tak mungkin Kaltim Air berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi II DPRD Kaltim Nurhuda Trisula mengatakan, kalau memang PT Merex Indonesia tak sanggup mengikuti UU No 1 tahun 2009, maka tak usah dipaksakan. “Kalau dipaksakan, pasti imbasnya akan merugikan berbagai pihak. Karena itu, pemprov harus mulai memikirkan alternatif lain,” ujarnya.

Alternatif lain yang dimaksud Nurhuda, adalah pembatalan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang sudah disetujui kedua belah pihak pada Januari lalu. Menurutnya, bila PT Merex tak sanggup melengkapi syarat minimal 10 unit pesawat itu, maka secara sepihak perjanjian dengan PT Merex bisa dibatalkan. Namun, sebelumnya perlu dilakukan kajian hukum.

"Masalahnya pemprov terikat MoU, tanpa mengetahui kepastian apakah PT Merex sanggup atau tidak membeli 10 pesawat. Karena itu, risiko Kaltim Air berhenti di tengah jalan sangat besar. Maksud saya segera dilakukan kajian hukum yang membuka peluang nota kesepahaman itu dibatalkan karena terbentur oleh aturan undang-undang," jelasnya.

Senada dengan Herlan, menurut Nurhuda, sebelum pembatalan nota kesepahaman dilakukan, pemprov harus memberikan deadline dulu ke PT Merex. Kedua belah pihak juga harus sepakat untuk membatalkan nota kesepahaman bila deadline tak terpenuhi. “Bila deadline pembentukan Kaltim Air tak terpenuhi, maka bisa dibatalkan,” ujarnya.

Selanjutnya katanya, pemprov bisa mencari investor lain yang berminat. "Cari investor yang sanggup melewati syarat jumlah pesawat di UU No 1 tahun 2009 agar masalah itu tak kembali terulang,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerja sama antara pemprov dan PT Merex Indonesia sebagai investor dalam pembentukan Kaltim Air mengalami hambatan. Ini setelah UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan yang berisi bahwa sebuah maskapai harus memiliki minimal 10 pesawat, mulai diberlakukan sejak Januari 2009 lalu. Padahal, sesuai presentasi awal dengan pemprov, PT Merex baru akan membeli satu pesawat dan menyewa 5 pesawat untuk memenuhi rute penerbangannya.

Kemudian muncul usulan penundaan pendirian Kaltim Air. Namun, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku tak menyetujui permohonan penangguhan selama setahun yang diajukan investor PT Merex Indonesia. “Soal penundaan itu tak kami setujui. Meskipun sekali lagi, pembentukan maskapai ini akan tetap memakan waktu lama,” ujarnya. (*/che/kpnn)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea   Reply With Quote
Old May 7th, 2009, 08:21 AM   #18
Chris_Lyantto
VEK2009
 
Chris_Lyantto's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 1,234
Likes (Received): 3

Kamis, 07 Mei 2009 , 08:50:00

Posisi Kaltim Diuntungkan
Bisa Jadi Pusat Era Perubahan Ekonomi




PRO USAHA KECIL: Gubernur Awang Faroek menandatangani prasasti tanda beroperasinya UKM Center Forum Biru. Tempat ini bisa dimanfaatkan koperasi dan pelaku UKM untuk penguatan basis ekonomi rakyat.( GUSTI AMBRI/KP)

BALIKPAPANKetua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono menyatakan bahwa Kaltim dapat menjadi pusat era perubahan di bidang ekonomi dunia. Kaltim bisa menjadi bagian era baru jika Pemprov, Pemkot dan Pemkab bisa berkomitmen mendukung kegiatan sektor perekonomian, terutama agrindustri.
Dijelaskannya, dalam tiga atau empat tahun mendatang, 10 negara di Asia Tenggara membentuk ASEAN Economic Community, sebuah era baru bagi perekonomian negara-negara tersebut, termasuk Indonesia. Nantinya akan terjadi pergeseran pelayaran internasional dan kegiatan ekonomi dari wilayah barat ke timur.

“Kaltim bisa menjadi perhatian besar dan sangat menjanjikan. Terobosan Kaltim dalam lakukan upaya lintasi batas provinsi untuk kegiatan ekonomi dapat perhatian masyarakat luas, khususnya masyarakat Kaltim. Itu jadi dasar kuat menjadi daerah perekonomian,” ujarnya usai pelantikan Pengurus Dekopinwil Kaltim di auditorium Kantor Wali Kota Balikpapan, kemarin (6/5).

Untuk menuju ke arah tersebut, diperlukan peran Pemerintah Daerah dalam membantu pembiayaan pembentukan koperasi yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi di Kaltim sebagai daerah yang dikenal memiliki SDA yang berlimpah.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim sangat mendukung terbentuknya Dekopin di Kaltim. Ia berharap, semua pihak terkait dapat turut membangun koperasi yang profesional di Kaltim.

Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian bangsa, lanjut Faroek, harus diberi perhatian yang baik. Ia juga berkeinginan agar Kaltim bisa menjadi provinsi koperasi dalam lima tahun ke depan, dan menargetkan 1.000 lembaga penjamin kredit bagi koperasi dan UKM di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Ia mengatakan, sejauh ini Balikpapan dan Kutim dinilai bisa mendirikan lembaga penjamin kredit. Pelaksanaan di Balikpapan tersebut nantinya akan dikembangkan di seluruh kabupaten/kota lainnya. Kaltim juga akan mendorong terbentuknya sejumlah lembaga keuangan mikro, berupa koperasi simpan pinjam dan Bank Perkreditan Rakyat(BPR) untuk memberikan akses pada pelaku UKM mencari tambahan modal

“Sebagai awal langkah ini, pada 12 Juli nanti Kaltim jadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional. Kaltim bertekad untuk mengembangkan koperasi sebagai salah satu andalan pertumbuhan daerah, sehingga seluruh masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan ekonomi,” katanya.

Dengan adanya kegiatan itu, menurut Faroek, pasti akan dihadiri oleh ribuan orang yang secara ekonomi menguntungkan. “Terutama terkait masalah promosi berbagai potensi dan pengembangan usaha di daerah masing-masing,” tegas Faroek yang pada pukul 13.30 Wita kemarin mereskikan UKM Center Forum Biru di Balikpapan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Fauzi A Bahtar menambahkan, selain melalui koperasi, UKM-UKM Center di Kaltim juga harus digalakkan. Sebab, bisa menjadi pendukung ekonomi luas. “Sektor ekonomi yang seperti ini nantinya, jika berkembang, tentunya akan menghasilkan keuntungan tersendiri. Di kala sumber daya alam kita mulai berkurang, UKM inilah yang diharapklan menjadi jagoan baru ekonomi di Kaltim,” tutup Bahtar.(tom/qq)
__________________
Think Safety
Chris_Lyantto no está en línea   Reply With Quote
Old May 17th, 2009, 01:03 PM   #19
d1541n
Registered User
 
d1541n's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Berau, Samarinda, Banjarmasin
Posts: 12
Likes (Received): 0

Minggu, 17 Mei 2009 , 12:08:00
PDAM Pesan Pipa Standar Internasional
Tahun Ini, Pemasangan Jaringan Air Bersih Dilanjutkan


TANJUNG REDEB- Proyek pemasangan pipa Perusahaan Air Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Berau akan terus belangsung. PT Wika dan PT Karka selaku kontraktor yang mengerjakan pembangunan jaringan PDAM tersebut, tahun ini akan memasang pipa sejauh 140 kilometer guna mencapai tiga kecamatan, yakni, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

Pipa pendistribusian air bersih tersebut telah dipesan melalui pabrik pipa terkenal di Indonesia dan di dunia, yakni PT Indopipe yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Pipa tersebut telah mendapatkan standar pelayanan mutu ISO 9001:2000, standar produksi ISO 4427, maupun sertifikat SNI 06-4829-2005. Bahkan kualitas pipa itu diakui memiliki keunggulan lebih dari pipa sejenisnya, yakni memiliki ketahanan hingga 50 tahun pada kondisi normal dengan temperatur 20 derajat celsius.

Pipa lentur dan antikorosi tersebut memiliki sistem sambungan yang lebih kuat dan aman serta tahan terhadap bahan kimia maupun sinar ultra violet. Pipa itu tidak hanya tahan cuaca dan tekanan, bahkan juga telah teruji terhadap bencana alam seperti bencana Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, hingga gempa bumi di Kobe Jepang.

Manajemen PT Wika Karka Pospman Sitourus menyebutkan, keunggulan pipa tersebut tidak diragukan lagi. Pasalnya pihak kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau dan manajemen PDAM Tirta Segah telah melihat langsung kualitas pipa tersebut.

“Ternyata pipa ini sesuai dengan kontrak yang telah ditentukan. Untuk itu kami menargetkan di akhir Juni ini, pipa tersebut sudah sampai ke Berau untuk dilakukan pemasangan,” ujarnya yang ditemui usai meninjau pabrik pipa milik PT Indopipe, yang juga anak perusahaan dari Electroplast di Belanda.

Dia juga mengaku puas terhadap kualitas pipa tersebut, kendati harganya lebih mahal dari pipa sekelasnya. Hal senada yang diungkapkan Kasubbag Pendistribusian PDAM Tirta Segah P Manurung. Dia juga menyetujui langkah kontraktor untuk membeli pipa yang berkualitas tersebut.

“Setelah saya melihat langsung pengujian pipa di pabrik, kami percaya pipa tersebut mampu tahan lebih lama. Pasalnya, pipa itu tidak hanya digunakan di daerah berkembang, bahkan negara maju seperti Jepang dan China pun sudah menggunakannya,” katanya.

Sementara itu, menurut Project Manager PT Karka Untung Tri Uripto, pemasangan pipa pendistribusian air bersih itu akan dibagi menjadi empat zona, yakni Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Tanjung Redeb. Di kawasan tersebut ada pemasangan pipa induk yang masih berlangsung untuk sambungan rumah (SR).

Dia mengungkapkan, sesuai kontraknya realisasi pemasangan pipa tersebut akan selesai pada akhir Desember 2010 mendatang, “Bila tidak ada kendala, Insya Allah target tersebut akan tercapai,” ucapnya. (bm3)
d1541n no está en línea   Reply With Quote
Old May 19th, 2009, 07:02 AM   #20
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 10,774
Likes (Received): 463

Selasa, 19 Mei 2009 , 09:05:00
Tiap Tahun Rp 12 Triliun
Target Pertumbuhan Investasi dalam Renstra Daerah

SAMARINDA – Investasi di Kaltim tiap tahun terus meningkat. Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPM) Kaltim Nursyirwan Ismail menguraikan, pada 2003, investasi mencapai Rp 12,47 triliun. Lima tahun kemudian (2007) menjadi Rp 14, 86 triliun.

Pertumbuhan ini menunjukkan minat yang cukup besar dari investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Etam. “Kita berharap ke depan investasi ini bisa terus meningkat. Dalam renstra (rencana strategis) daerah, investasi malah diharapkan bisa bertambah Rp 12 triliun tiap tahun. Ini disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 3-4 persen,” kata Nursyiwan di hadapan para pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, kemarin di Kantor BPPM Jl Basuki Rahmat, Samarinda.

BPPM Kaltim sengaja mengundang para pengurus Kadin yang dipimpin Fauzi Bahtar untuk menyampaikan peluang usaha di Kaltim. Pertemuan yang bertemakan “upaya perbaikan iklim usaha dalam rangka menarik investasi” ini diikuti para kepala bidang di BPPM. Hadir juga perwakilan Kadin, para wakil ketua dan dewan pakar.

Nusyirwan menjelaskan, investasi yang cukup besar adalah pada sektor perkebunan. Nilai Penanaman Modal Asing (PMA) untuk perkebunan pada 2008 lalu mencapai USD 190.192.000. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 2,27 triliun. Sektor ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal 29.247 orang. Sektor berikutnya yang diminati adalah perdagangan, pertambangan dan perdagangan (lihat grafis).

“Sementara negara yang paling banyak berinvestasi adalah Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, India, Jepang, China. Kebanyakan masih di Asia. Negara-negara Eropa masih sangat minim. Mudah-mudahan ke depan negara Eropa bisa terlibat. Tahun ini Timur Tengah sudah terlibat pada pembangunan jaringan rel kereta api,” papar Nursyirwan.

Sementara, Ketua Kadin Kaltim Fauzi Bahtar mengatakan, salah satu persoalan yang sering mengemuka adalah soal tumpang tindih lahan. Peraturan perundang-undangan soal penanaman modal, katanya, masih ada yang tumpang tindih. Selain itu, juga terkait dengan infrastruktur yang belum memadai. “Kami harapkan hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah untuk menarik minat investasi,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Reformasi Keuangan dan Perbankan Kadin Wahyudi Manaff menambahkan, yang perlu juga dilakukan pemerintah adalah memperbaiki bargaining position dengan investor. “Yang selama ini saya lihat, kita sering menjadi bulan-bulanan investor. Semoga pemerintah bisa berada di posisi yang kuat,” harapnya. (ran)
__________________
Remember The GIRL
#Love 146

From B A L I K P A P A N with Love ♥,-
Sizter85 no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 04:09 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu