daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Politics, Economics, Tourism and Business

Reply
 
Thread Tools
Old July 18th, 2010, 03:23 PM   #1
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,700

Indonesia's Songket | The Gold Ceremonial Dress | Images & Issues

SONGKET



Songket is a fabric that belongs to the brocade family of textiles. It is hand-woven in silk or cotton, and intricately patterned with gold or silver threads. The metallic threads stand out against the background cloth to create a shimmering effect.

In the weaving process the metallic threads are inserted in between the silk or cotton weft (latitudinal) threads. The term songket comes from the Malay/Indonesian word sungkit, which means "to hook". It has something to do with the method of songket making; to hook and pick a group of threads, and then slip the gold threads in it. The word menyongket means ‘to embroider with gold or silver threads’. Songket is a luxury product traditionally worn during ceremonial occasions as sarong, shoulder cloths or head ties. Tanjak or Songket headdresses were worn at the courts of the Malay Sultanates.

Traditionally Muslim women and adolescent girls wove songket; "some boys and men are also weaving today".[3] Songket as king's dress was also mentioned by Abdullah bin Abdul Kadir writings 1849.

Traditionally-patterned Sumatran textiles embody a system of interpretable emblems.

In Indonesia, songket is produced in Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok and Sumbawa. In Sumatra the famous songket production centers is in Minangkabau, West Sumatra, and Palembang, South Sumatra. In Bali, songket production villages can be found in Klungkung regency, especially at Sidemen and Gelgel village. While in the neighboring island of Lombok, the Sukarara village in Jonggat district, Central Lombok regency, is famous for songket making.

Outside of Indonesia, further production areas include the east coast of the Malay Peninsula and Brunei. Songket weaving is historically associated with areas of Malay settlement, and the production techniques could have been introduced by Arab and Indian merchants. Historically, production was located in politically significant kingdoms because of the high cost of materials; the gold thread used was originally wound with real gold leaf.
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old July 21st, 2010, 03:51 AM   #2
bagak
Rang Chaniago
 
bagak's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,763
Likes (Received): 97

Cladding masjid raya sumbar direncanakan juga menggunakan motif songket....


__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
bagak no está en línea   Reply With Quote
Old September 2nd, 2010, 02:39 PM   #3
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,700

Quote:
Originally Posted by bagak View Post
Cladding masjid raya sumbar direncanakan juga menggunakan motif songket....


sekarang underconstruction? wow, menarik juga melihatnya kalau sudah jadi
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old September 23rd, 2010, 01:29 AM   #4
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,700



Motif Songket SFC Belum Terdaftar
Wednesday, 22 September 2010

PALEMBANG (SINDO) – Dari 71 motif songket yang dimiliki Provinsi Sumsel, baru 22 motif yang terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara,49 motif lainnya belum terdaftar, termasuk motif Berante Berakam pada seragam resmi Sriwijaya Football Club (SFC). Selain motif Berante Berakam, beberapa motif lain yang belum terdaftar yakni motif Songket Lepus Bintang Berakam, Nago Besaung, Limar Tigo Negeri Tabur Intan, Limar Tigo Negeri Cantik Manis, Lepus Bintang Penuh, Limar Penuh Mawar Berkandang, dan sejumlah motif lain.

Pemerhati dan pencinta songket Palembang,Asnedi, mendesak pemerintah untuk segera mendaftarkan motif-motif songket tersebut. Jika tidak segera terdaftar, dikhawatirkan negara lain akan lebih dahulu mengakui motif-motif tersebut sebagai produk kebudayaan mereka. Dia memaparkan, pada 2004, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel telah mendaftarkan 71 motif songket baik produk batik maupun tenun tradisional ke Ditjen HKI.

Namun, yang diterima hanya 22 motif. ”22 motif songket Palembang yang telah terdaftar dengan nomor C00200402293-2414-35 di antaranya motif yang terdaftar Bungo Intan, Lepus Pulis, Nampan Perak, Limar Beranti,” papar pria yang sering mengurus proses Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) songket tahun 2005–2007.

Pengamat hukum Unsri Prof Dr Joni Emirzon mengharapkan pemerintah segera bergerak cepat mendaftarkan motif songket. Sebab, sangat disayangkan jika sampai motif songket tersebut sampai jatuh ke tangan orang lain dan dipatenkan. Padahal, sudah jelas motif tersebut berasal dari Palembang. (yayan darwansah)

__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018

Last edited by paradyto; October 11th, 2010 at 07:51 AM.
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old October 11th, 2010, 07:45 AM   #5
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,700



Kalau Medan punya ulos dan Jawa punya batik, Palembang punya songket sebagai kain khas andalan. Tak heran jika kainnya sangat cantik elegan dan harganya cukup mahal. Warisan kebudayaan Indonesia dari selatan Sumatera ini bukan kain sembarang kain, tetapi ratunya kain!

Selasa siang tanggal 4 September 2010, saya dan rekan petualang mengunjungi tempat Zainal Songket yang terletak di Jl. Ki Gede Ing Suro no. 173, Ilir, Palembang. Menurut penduduk sekitar, Zainal Songket tidak hanya menjual produk saja tetapi juga mempunyai alat tenun untuk membuat songket. Namun, karena tempatnya sedang direnovasi, kami pun akhirnya menelusuri daerah lain.

Dari Ilir, mobil kami segera menuju ke bagian Ulu Palembang. Kami akhirnya menemukan rumah seorang ibu yang salah satu pekerjanya masih menenun songket di daerah Naga Swidak. Nina, begitu kak ayu yang sedang asyik menenun songket itu dipanggil. Ia sangat telaten sekali memasukkan setiap benang secara horisontal ke untaian benang vertikal yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu anyaman kain.

Pengerjaan satu kain songket bisa mencapai satu bulan. Songket bukan seperti kain-kain lain yang bisa diproduksi dengan mesin dan memungkinkan adanya penjiplakan motif. Kain ini dikerjakan dengan tangan, selembar demi selembar benang dianyam dan dirapatkan sampai selesai.

"Selain harus teliti, nenun songket itu harus sabar dan pakai hati. Menahan alat songketnya itu kan bisa buat badan pegal-pegal, tapi kalau dilakukan dengan hati senang, pasti hasilnya bagus." kata Kak Nina sambil mengajarkan saya menenun songket.

Harga songket di Palembang berkisar mulai dari Rp. 1.000.000,- sampai ada yang puluhan juta. Yang membuatnya mahal tentu saja kerumitan pembuatannya, motif, dan juga jenis benang yang digunakan. Biasanya, kain songket yang harganya lebih mahal adalah kain yang menggunakan benang emas dan benang sutera.

Menurut Zainal Arifin pemilik Zainal Songket, kain tenun tangan ini merupakan ratunya kain. Keindahan dan kemewahan ragam hias dan desainnnya tak dapat disangkal. Namun, jangan berpikir kalau kain tradisional itu selalu identik dengan kata kuno. Pemakaian kain songket bisa dipadupadankan dengan kebaya klasik ataupun modern. Bahkan sekarang pun, songket bisa ditenun menjadi busana pesta atau pakaian kasual yang bisa dipakai sehari-hari. Dengan cara yang kreatif ini, kain tradisional bisa menjadi tradisi yang lebih mudah diterima semua kalangan.

Jika anda berwisata ke Palembang, janganlah sungkan untuk menawar. Harga songket dari tempat penenunnya langsung bisa jauh lebih murah. Ayo mulailah lestarikan kain tradisional masing-masing daerah, agar budaya Indonesia yang lain juga mempunyai kesempatan yang sama dengan batik! (@lucianancy)

source: http://aci.detik.com/read/2010/10/11...-belaga-nian/1

__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old October 11th, 2010, 07:48 AM   #6
james911
BANNED
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 3
Likes (Received): 0

Hello, dear to the fashion of men and women recommend a good

Replica watches

website: http://www.good-replica-watch.com. This site contains

a variety of high quality replica watches in the world. For

example, Replica Rolex

, Replica longines, Replica omega, replica Audemars so. .

. And these watches are from China. Is a senior designer works

out, won the profession's favorite table.
If you want to have your own Replica watches , if you like

Replica watches ,

to http://www.good-replica-watch.com visit, you will find your

own surprise
We proudly
Replica watches
Replica louis vuitton

watches

Replica Rolex Watches


such as the supply of a large number of customers choose the

most respected 。
james911 no está en línea   Reply With Quote
Old October 11th, 2010, 07:49 AM   #7
james911
BANNED
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 3
Likes (Received): 0

aha

Hello, dear to the fashion of men and women recommend a good

Replica watches

website: http://www.good-replica-watch.com. This site contains

a variety of high quality replica watches in the world. For

example, Replica Rolex

, Replica longines, Replica omega, replica Audemars so. .

. And these watches are from China. Is a senior designer works

out, won the profession's favorite table.
If you want to have your own Replica watches , if you like

Replica watches ,

to http://www.good-replica-watch.com visit, you will find your

own surprise
We proudly
Replica watches
Replica louis vuitton

watches

Replica Rolex Watches


such as the supply of a large number of customers choose the

most respected 。
james911 no está en línea   Reply With Quote
Old November 5th, 2010, 12:07 PM   #8
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,692

Motif Tenun Songket Siak | Riau

By. riauinfo.com






* Presiden RI menggunakan Baju Teluk Belanga dengan Motif Songket Pucuk Rebung dan ibu negara menggunakan baju kebaya laboh dengan motif Pucuk Rebung bertabur bunga cermai
drie no está en línea   Reply With Quote
Old November 5th, 2010, 03:43 PM   #9
gunny.gunason
Indonesian Malay
 
gunny.gunason's Avatar
 
Join Date: Feb 2010
Location: PLM/SIN
Posts: 1,471
Likes (Received): 25

Yang dipakai SBY itu, seperti baju kebangsaan bangsa melayu, bagus sangat.
__________________
Venice of The East 东方威尼斯

Singapore Internasional School @Rajawali - Palembang
Singapore Intenational School @CitraGrand City - Palembang

PALEMBANG 653 - 2012
gunny.gunason no está en línea   Reply With Quote
Old November 13th, 2010, 01:57 PM   #10
Nick_2
Minangkabau
 
Nick_2's Avatar
 
Join Date: Apr 2010
Location: Padang
Posts: 2,247
Likes (Received): 3

Kain Songket untuk Michelle Obama

Sabtu, 13 November 2010 | 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Perancang muda Auguste Soesastro mendapat kesempatan untuk memberikan busana rancangannya sebagai cinderamata kenegaraan bagi ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama.

Karya Auguste itu diberikan kepada Michelle saat berkunjung ke Indonesia Selasa (9/11) lalu.

Busana rancangan Auguste itu menggunakan kain songket Pandai Sikek Sumatera Barat bermotif Limpapeh (simbol wanita Minang). Kain tenun itu merupakan hasil perajin binaan Rumah Pesona Kain (RPK).

Auguste mengatakan, kain yang digunakan dalam rancangannya itu berbahan organik.

"Selain kain songketnya sendiri digunakan dengan teknik tradisional, saya menggunakan katun berbahan organik dan juga menggunakan teknik potong sedemikian rupa sehingga hampir tidak ada bahan baku kain yang terbuang," kata pria berusia 29 tahun itu.

Karya Auguste juga ditampilkan di depan istri Barack Obama, bersama karya dua desainer Indonesia lain, Sebastian Gunawan, Priyo dan Oktaviano. Auguste mengaku dirinya bangga rancangannya dipercaya oleh istana.

"Rasanya bangga sekali saat Michelle Obama mengucapkan terima kasih," kata Auguste.

Desainer yang yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu memiliki rumah mode bernama Kraton. Seluruh busana Kraton diproduksi di New York. Sumber inspirasi utama koleksi Kraton berasal dari seni dan budaya Indonesia.

Dalam ajang Jakarta Fashion Week yang berlangsung 6-12 November 2010 Auguste menampilkan karyanya. Peragaan busana yang bertajuk "'Kromo" ditampilkan Jumat (12/11) di Pacific Place Mall, Jakarta.

"Di Jakarta Fashion Week ini, saya bekerja sama dengan Rumah Pesona Kain menampilkan Kromo. Di mana rancangan busana kali ini saya dedikasikan kepada para perempuan Indonesia yang intelek yang tidak ingin terlalu menonjolkan diri, bercita rasa seni tinggi, dan berpengaruh besar di bidangnya masing-masing," kata Auguste.

Rancangan yang ditampilkan Auguste sederhana, tidak banyak pernak pernik namun tetap terlihat elegan.

http://oase.kompas.com/read/2010/11/...chelle.Obama-5
Nick_2 no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2010, 04:32 AM   #11
gunny.gunason
Indonesian Malay
 
gunny.gunason's Avatar
 
Join Date: Feb 2010
Location: PLM/SIN
Posts: 1,471
Likes (Received): 25

ada motifnya untuk songket yang diberikan ke Michele Obama?
__________________
Venice of The East 东方威尼斯

Singapore Internasional School @Rajawali - Palembang
Singapore Intenational School @CitraGrand City - Palembang

PALEMBANG 653 - 2012
gunny.gunason no está en línea   Reply With Quote
Old November 15th, 2010, 02:36 PM   #12
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,700

Palembang's Traditional..


__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old November 15th, 2010, 03:20 PM   #13
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,692

Tenun Songket Melayu Pekanbaru Terpanjang di Indonesia



Rekoris : Pemerintah Kota Pekanbaru dan Hj. Evi Meirosa Herman ( Bergelar : Puan Sri Julang Songket Negeri)
Dalam rangka mengembangkan dan melestarikan songket sebagai salah satu produk budaya melayu Riau sekaligus memperingati Hari Ibu, Pemerintah Kota Pekanbaru bekerjasama dengan Hj. Evi Meirosa Herman menyelenggarakan pembuatan tenun songket terpanjang, dengan ukuran panjang 45 meter; lebar 60 cm. Penyerahan piagam berlangsung di Pekanbaru pada 22 Desember 2008.



Pekanbaru ( RP )- Tenun songket Melayu Pekanbaru yang digagas Puan Gemilang Songket Negeri Hj Evi Meiroza Herman kembali mendapatkan rekor dari Musium Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kedua kalinya, Senin (22/12/2008) malam.

Muri menilai tenun songket Melayu memberikan inspirasi dan motivasi kaum perempuan. “Tenun Songket Melayu Pekanbaru menimbulkan inspirasi kreatif yang dapat dikenakan kepada seluruh negara di dunia,” ungkap Paulus Pangka, Manager Muri, pada acara penganugerahan rekor Muri tersebut di halaman Bandar Serai Pekanbaru, Senin (22/12).

Keberhasilan Tenun Songket Melayu Pekanbaru dicatatkan setelah membuat tenun songket sepanjang 45 meter, sekaligus memperbaharui rekor yang dibuat sebelumnya yaitu tenun songket 17 meter yang juga digagas oleh Ny Hj Evi Meiroza pada tahun 2005 lalu.

Menurut Paulus, kain songket sebelumnya sepanjang 17 meter yang dipajang di Muri, cukup banyak pengunjungnya, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga pembuatannya menjadi sumber inspirasi dan motivasi kaum perempuan.

Banyak wisatawan bertanya, kata Pulus, tentang songket terpanjang ini dan bertanya-tanya dari mana asalnya. Muri selalu menyampaikan, bahwa songket tersebut datangnya dari Pekanbaru.

“Kami berusaha menduniakan tenun songket Melayu Pekanbaru ini, untuk dicintai, dilestarikan dan menjadi sumber informasi,” imbuhnya.

Pada prosesi penyerahan piagam penghargaan rekor Muri tadi malam, Paulus langsung menyerahkan kepada penggagas Tenun Songket Melayu Pekanbaru, Puan Gemilang Songket Negeri, Ny Hj Evi Meiroza Herman. Selain itu Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM juga menerima rekor Muri sebagai penyelenggara songket terpanjang di Indonesia, bahkan di dunia.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Erizal Muluk, unsur Muspida Kota Pekanbaru, 45 anak yatim panti asuhan, anggota BKMR Pekanbaru dan pejabat Pemko lainnya. Prosesi dimulai dengan penampilan atraktif aksi penari Melayu. Penyerahan piagam penghargaan, diberikan Paulus kepada pasangan suami istri ini.

Tenun Songket Melayu Pekanbaru tersebut dibuat sepanjang 45 meter, dengan motif disesuaikan nilai-nilai Islam. Seperti halnya warna yang dibuat sebanyak lima untuk satu warna diartikan sebagai Rukum Islam, enam warna lainnya mencerminkan rukun iman dan sembilan warna menunjukkan sifat Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam.

Hj Evi Meiroza Herman menyebutkan, tenun songket yang diprakarsainya tersebut, tidak hanya mencerminkan kebudayaan Melayu, tapi juga dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam. Ada nilai esensial budaya, dasar dan pedoman selaku umat Islam. “Motif-motif yang indah, kemilau mencerminkan hati nurani yang menggetarkan. Di dalamnya juga terdapat ayat-ayat Al-quran. Semoga kita semua kekal iman dalam menapaki kehidupan dan menapaki tugas mengemban amanah negeri. Semoga dalam gema tasbih, dapat mengangkat marwah negeri,” katanya.

‘’Untuk belajar membuat motif, jujur saya tak segan untuk meminta songket kepada penenun aslinya,’’ ucapnya saat itu. Dengan belajar dan terus belajar itulah, diakuinya telah melahirkan 10 motif baru yang kemudian menjadi inovasi terbaru pada tenun songket dengan gaya dan warna berbeda namun tidak meninggalkan motif aslinya. Dari ke 10 motif baru inilah Evie menggandeng beberapa penenun dari 14 penenun yang sudah ada di Pekanbaru untuk membuat songket dengan warna-warna baru, meski diakuinya itu bukanlah hal yang mudah.

Ceritanya, setiap kuntum bunga yang dihasilkan selalu indah dan mengundang hasrat untuk menyentuh, membeli dan memakainya. ‘’Tidak ada bunga pada tenunannya yang tidak menyenangkan mata yang memandang. Jadi berbeda sekali dengan motif tempo dulu yang selalu menawarkan pilih-pilih selera karena minimnya motif,’’ ucapnya.

Dikatakannya 10 motif songket menjadi andalannya, yaitu siku keluang, dengan artian kepribadian yang memiliki sikap dan tanggung jawab menjadi idaman setiap orang Melayu Riau. Selanjutnya motif siku awan, dengan artian budi pekerti, sopan santun dan kelembutan akhlak menjadi asas tamadun Melayu, pengayoman terhadap masyarakat dengan budi pekerti yang luhur.

Selanjutnya pucuk rebung kaluk pakis bertingkat, melambangkan kemakmuran hidup lahiriyah dan batiniah. Sifat yang penting sesuai dengan ungkapan tahu diri dengan perintah, tahu duduk dan tegaknya, tahu alur dan patutnya. Kemudian motif pucuk rebung bertabur bunga cermai, dalam motif ini melambangkan nilai kasih sayang, hormat menghormati, lemah lembut dan bersih hati menjadi acuan dalam budaya Melayu Riau.

Motif berikutnya yaitu siku tunggal, mencerminkan sikap atau perilaku orang Melayu yang amat mengutamakan persebatian iman atau perpaduan umat baik antar sesama Melayu atau pendatang. Sedangkan motif daun tunggal mata panah tabir bintang, mengandung arti nilai falsafah keluhuran dan kehalusan budi, keakraban dan kedamaian. Begitu juga dengan motif wajik sempurna melambangkan sifat Allah SWT yang maha pemurah.

Dan motif tak kalah menarik di antaranya, kata Evie Mairoza yaitu pucuk rebung bertali, yang melambangkan nilai budaya Melayu yang sangat dipengaruhi nilai-nilai Islam. Tambahnya, setelah menghasilkan beberapa motif songket tersebut dirinya terus mengembangkan kerajinan tenun tersebut. Menurutnya, yang semula di Pekanbaru hanya 14 penenun kemudian jumlahnya terus melonjak di Pekanbaru yaitu menjadi 38 penenun. ‘’Pada umumnya para penenun yang saya gandeng para tenaga muda dan masih bersemangat untuk menenun,’’ jelasnya.

Tak hanya menggandeng kata Evie lagi, tapi pembinaan dan pembiayaan terus diberikan. Namun tidak dilepas begitu saja, sebab setiap ada kesempatan dirinya selalu berkunjung ke tempat penenun tinggal dan menjalankan aktivitasnya. Ternyata dalam karya yang membawa tuah negeri Pekanbaru ini tidak hanya sekadar rangkaian benang dan motif yang ditawarkan Evie. Sebab dalam karyanya tersebut, Evie juga menyampaikan syiar agama melalui tenun songketnya.

‘’Sebagian tenun saya bertuliskan salawat yang disuguhkan kepada masyarakat dengan iringan lagu-lagu islam beriramakan melayu berjudul ’’Riau Kemilau’’,’’ jelasnya. Makanya tak heran jika ada pagelaran baik dalam kota maupun luar kota bahkan manca negara Sanggar Mahratu yang dipimpinnya sendiri menyuguhkan penampilan dan atraksi seni songket beriring salawat dipadu dengan musik dan irama lagu Melayu.

Wali Kota, Drs H Herman Abdullah MM menyampaikan sambutan dan suka cita atas perolehan rekor Muri untuk keduakalinya tersebut. Ia berharap nantinya songket akan dikembangkan lagi, terutama PON ke XVIII nanti dimana pendatang dari luar memperoleh oleh-oleh khas Pekanbaru dengan cara mudah
drie no está en línea   Reply With Quote
Old November 17th, 2010, 06:14 AM   #14
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,692

Mangkuk Bermotif Songket Dikembangkan



pekanbaru-pos.com - KOTA—Usaha Ekonomi Kerakyatan (UEK) di Kota Pekanbaru sepertinya akan terus berkembang dan meningkat. Setelah tenun songket berkembang dan menambah jumlah pengusahanya, kini usaha baru yang berbau dengan songket akan segera muncul. Usaha tersebut berbentuk gelas dan mangkuk atau kaca sejenisnya yang dihias dengan bahan khusus dengan motif songket.
Ketua PKK Kota Pekanbaru Hj Evie Meiroza Herman, mengatakan, saat ini usaha tersebut memang belum dikembangkan atau baru akan dikembangkan. Salah satu kendalanya karena tidak adanya pengrajin yang mampu melaksanakan usaha tersebut. Kalau pun ada, bentuk atau motif yang dikembangkan merupakan motof biasa atau bukan motif songket.

‘’Selain mengembangkan usaha warga Pekanbaru, kita juga ingin terus mengangkat nilai-nilai budaya melayu sehingga kian dikenal dan disayangi orang banyak. Kita akan mengambangkan kerajinan gelas, mangkuk atau kaca lainnya yang kemudian dihias dengan motif songket. Kita sudah membawa contohnya yang sengaja kita pesan di Bandung,’’ kata Evie kepada Pekanbaru Pos, akhir pekan lalu usai mengikuti sensus penduduk di rumahnya.

Gelas-gelas kaca dan mangkuk yang sudah dihias dengan motif songket tersebut dipajang Evie di lemari khusus di ruang tamu rumahnya. Gelas-gelas tersebut terkesan begitu mewah dan anggun. Tidak hanya bisa dijadikan hiasan berharga atau pemanis ruangan, gelas-gelas tersebut juga bisa digunakan untuk hantaran bagi pengantin perempuan. Sedangkan mangkuk besar yang juga bermotif songket bisa digunakan untuk tempat nasi kuning saat khatam Alquran pada perhelatan pesta perkawinan.

Mengingat tidak adanya pengrajin yang bisa dimanfaatkan, maka PKK berniat mengirim pengrajin yang sudah mahir untuk belajar lebih mendalam ke Kota Bandung. ‘’Kita akan mengirimkan pengrajin yang sudah ahli ke Bandung. Kenapa yang sudah ahli, supaya belajarnya tidak lama. Biaya belajarnya sangat mahal di Bandung, sehari Rp800 ribu. Selain tidak ada pengrajin, bahan bakunya juga mahal bahkan tidak ada di Pekanbaru,’’ kata Evie lagi.

Menyikapi niat dan tekad Ketua PKK tersebut, Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM, memberikan dukungan. ‘’Inikan untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat, ya harus kita dukung. Soal biaya belajar di Bandung, Pemko siap membantu. Usaha yang seperti ini bisa menjadi ciri khas daerah. Kesannya terlihat mewah, tapi di sana ada unsur budaya dan khas daerah,’’ kata Herman pula.(kun)
drie no está en línea   Reply With Quote
Old February 25th, 2011, 11:38 AM   #15
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,700

Promosikan Tenun Songket hingga London
Friday, 25 February 2011

Ajang pameran berskala internasional terbukti mampu membawa produk kerajinan asal Indonesia lebih dikenal dunia.Termasuk produk tenun songket hasil usaha kecil dan menengah yang mengundang kekaguman konsumen luar negeri.

SEPERTI saat stan usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM) bernama Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan berpartisipasi dalam ajang Remarkable Indonesia pada Maret-Mei 2010 di London,Inggris. Bertempat di Megastore Harrods Department Store (HDS), pengunjung terpukau dengan keindahan tenun songket hasil karya perajin asal Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

“Sambutan mereka sungguh luar biasa,” ujar Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M Suwondo. Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan merupakan salah satu mitra binaan BNI yang tercakup dalam program unggulan bertajuk Kampoeng BNI.Program unggulan itu di bawah payung besar Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BNI. Pembentukan Kampoeng BNI yang dilakukan sejak 2007 dilandasi spirit pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk koperasi.Kampoeng BNI berlandaskan konsep kluster. Sekelompok masyarakat atau perajin dalam satu kawasan diberi pinjaman kredit kemitraan dari BNI dengan tingkat bunga lebih rendah dibandingkan kredit pada umumnya.

“Dengan pinjaman lunak ini, mereka dapat mengembangkan usahanya yang semula masih kecilkecilan hingga menjadi besar dan mandiri,”papar Gatot. Tak sekadar memberi pinjaman modal, BNI juga terus melakukan pendampingan terhadap mitra binaan Kampoeng BNI hingga pada proses akhir pemasaran produk. Selain menyediakan galeri untuk tempat transaksi jual-beli produk, BNI juga mengikutsertakan mitra binaan dalam kegiatan pemeran bertaraf nasional maupun internasional. “Tujuannya agar produk usaha kecil mereka bisa dikenal secara nasional bahkan tidak mustahil akan mendunia,”tandasnya.

Di tingkat nasional, tahun lalu tak kurang 20 ajang pameran di Jakarta dan Surabaya turut dimeriahkan UMKM mitra binaan BNI antara lain Gelar Karya PKBL BUMN di Jakarta Convention Center (JCC) pada 24-28 Maret 2010 yang melibatkan 50 mitra binaan, Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran pada 10 Juni-11 Juli 2010 yang melibatkan 38 mitra binaan, dan PKBL Expo di Surabaya pada 27-31 Oktober 2010 yang melibatkan 20 mitra binaan. Sementara untuk pameran di luar negeri, Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan terbukti mampu unjuk gigi dalam ajang Remarkable Indonesia di London. Upaya agar tenun songket Indonesia lebih diminati asing juga dilakukan dengan melibatkan desainer ternama seperti Chossy Latu dan Oscar Lawalata.

Namun, perajin Indonesia juga diharapkan peka terhadap selera pasar internasional. Tenun songket hasil olahan tangan perajin Sumatera Selatan ini diperagakan dalam acara Jakarta Fashion Week pada 6-14 November 2010 di Pacific Place,Jakarta. Peragaan ini menghadirkan perancangkenamaansepertiOscarLawalata, Chossy Lattu,Era Sukamto, Stephanus Hamy,Denny Wirawan, Luwi Salvadji,Oka Diputra,Tayada, Bubble Girl,dan Priyo Oktaviano. Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan merupakan salah satu ikon program Kampoeng BNI bidang industri kreatif.Pembeli produknya tak hanya warga lokal,tapi juga datang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Di kampung yang terletak di Kecamatan Indralaya,Kabupaten Ogan Ilir ini tergabung sekitar 250 ibuibu dan remaja putri perajin tenun dengan bantuan modal kerja dari BNI sebesar Rp1,5 miliar.

Secara keseluruhan, program Kampoeng BNI saat ini telah berhasil mengangkat derajat hidup ribuan kepala keluarga dengan berbagai pekerjaan seperti perajin, petani, dan peternak di berbagai daerah.Akhirnya upaya BNI dalam memacu pemberdayaan masyarakat dan mengembangkan ekonomi kerakyatan ini mendapat apresiasi dari sejumlah lembaga berkompeten di Indonesia. Sepanjang 2010, PKBL BNI tercatat meraih setidaknya delapan penghargaan antara lain Platinum Award kategori Pemberdayaan Masyarakat untuk Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan dari Panitia Kesetiakawanan Sosial Nasional pada 3 Oktober yang diserahkan di JCC oleh Wakil Presiden Boediono.

Pada 24 Maret 2010, BNI mendapat anugerah “Pembina PKBL Teladan Nasional 2010” bidang industri kreatif dari Kementerian BUMN di JCC.November 2010,BNI juga dianugerahi penghargaan “Program PKBL Terbaik Nasional 2010” dari Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (Ippkindo) yang diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan di Balai Kartini,Jakarta. Sementara di penghujung tahun, BNI kembali menyabet CSR for Indonesia Award 2010 untuk kategori CSR Ekonomi Kerakyatan yang diselenggarakan di Hotel Four Seasons,Jakarta. (inda s)

source: http://www.seputar-indonesia.com/edi...iew/383983/38/
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old February 26th, 2011, 11:00 AM   #16
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,692

MELAYU RIAU
image hosted on flickr

by, Sri Maharatu
drie no está en línea   Reply With Quote
Old February 26th, 2011, 11:01 AM   #17
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,692

MELAYU RIAU

by. Rilham2new
drie no está en línea   Reply With Quote
Old February 28th, 2011, 05:26 AM   #18
bagak
Rang Chaniago
 
bagak's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,763
Likes (Received): 97

Songket Dalam Keseharian Masyarakat Minangkabau



By Aldo Cimpago

Gerakan jurus "Kucing Siam" dalam Silek Tuo Minangkabau, pesilat dengan ikat kepala Deta ala Agam dari kain jawo (batik) dan songket.


By Ervan Nanggalo



By Atet Dwi Permana

Para Datuk Koto Gadang
__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
bagak no está en línea   Reply With Quote
Old February 28th, 2011, 10:18 AM   #19
bagak
Rang Chaniago
 
bagak's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,763
Likes (Received): 97

Dari postingannya Satrial.... Songket have been woven and worn since 2 centuries ago in Minangkabau.....

Quote:
Originally Posted by Satrial View Post
Model-model ala 1800an...

image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr
__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
bagak no está en línea   Reply With Quote
Old March 6th, 2011, 07:23 AM   #20
drie
Registered User
 
Join Date: Feb 2010
Posts: 14,692

BAJU MELAYU bermotif Songket Melayu

Laki - Laki : Baju Melayu Cekak musang, dengan Tanjak bermotif PUCUK REBUNG, Kain Samping bermotif Pucuk Rebung bertabur Bunga Ceremai

Perempuan : Baju Kurung Kebaya Laboh, Kerudung Bermotif Taburan Bunga Ceremai, Kain Samping bermotif Pucuk Rebung bertabur Bunga Ceremai

drie no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 01:49 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu