daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old April 25th, 2010, 03:29 PM   #1
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,966

Indonesian Trains & National Railways [4]

from: Part 2 dan Part 3

Let's start to Part 4..

Siap bangun double track-pelabuhan TAA

(Palembang) PT Adani Global dari India memaparkan rencana mereka untuk membangun rel ganda (double track) dan Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA). Rencana itu dipaparkan di hadapan Gubernur Sumsel, Ir. H Alex Noerdin SH dan jajaran, kemarin.

Dijelaskan Asten II Bidang Ekonomis, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ir H Eddy Hermanto SH MM, untuk membangun kedua proyek itu, PT Adani Global mengaku telah menyiapkan investasinya.

"Mereka bilang sudah siap Rp 13 triliun untuk invest double track dan pelabuhan," katanya.

Secara umum, Pemprov Sumsel menilai paparan PT Adani Global tersebut cukup bagus. Namun, Pemprov Sumsel tentunya mencari investor terbaik yang dianggap bisa mewujudkan planning membangun TAA dan sarana pendukungnya. "Kita pelajari dulu, kan mereka tidak sendiri. Sebelumnya sudah ada 3 investor yang sudah paparan," jelas Eddy.

Ketiga investor itu, yakni Trimitra, RAK dan UEM (Malaysia). Dari sisi administrasi, PT Adani sudah setengah lengkap. Di antaranya untuk feasibility study (FS) sudah setengah siap, DED juga, dan penelitian lapangan untuk pelabuhan sudah selesai.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Sumsel, Yohanes H Toruan MSi mengatakan, saat ini memang sedang proses mendengarkan paparan dari sejumlah investor yang berminat membangun TAA. "Berharap, kita akan panggil dan dengarkan paparan program dari calon investor lainnya," cetusnya.

Khusus untuk jalan ke arah pelabuhan, dicari investor yang punya solusi kendala lahan gambut. Di jelaskan Yohanes, kedalaman gambut sepanjang 3,5 km menuju ke pelabuhan TAA mencapai 20 meter. Soal kapan jadwal paparan dari para calon investor akan disesuaikan dengan agenda Gubernur. "Kita tidak targetkan, namun diusahakan secepatnya bisa terpilih investor," tukasnya.
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  

Sponsored Links
 
Old April 26th, 2010, 02:32 AM   #2
PrinceArchibald
Lari Pagi >> Down 2 Earth
 
PrinceArchibald's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: SOC
Posts: 1,544
Likes (Received): 71

Wah udah ganti thread ya. Selamat, selamat.
__________________
I'm kind of an evil genius.
PrinceArchibald no está en línea  
Old April 26th, 2010, 04:09 AM   #3
eurico
Registered User
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 22,664
Likes (Received): 2220

picts by Rendra Habib, maaf kalo repost cuman hasil dari menjelajah di flickr

Argo Bromo Anggrek at Semarang City, Central Java, Indonesia

image hosted on flickr


The one of national heritage in Indonesia was the B2503 steam engine captured at ambarawa central java Indonesia

image hosted on flickr


BBR 16 cross with BBR 13 in Ketapang Station

image hosted on flickr


Sawunggalih Utama ( Jakarta - Kutoarjo) capture at Bekasi, Indonesia

image hosted on flickr
eurico está en línea ahora  
Old April 26th, 2010, 04:24 AM   #4
eurico
Registered User
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 22,664
Likes (Received): 2220

masih dari koleksi Rendra Habib

The new modification of Electric Train Rheostatic

image hosted on flickr


Argo Sindoro berangkat dari stasiun Semarang Tawang menuju Jakarta

image hosted on flickr


Serayu, Saat melintasi perlintasan jalan raya di saksikan oleh anak-anak TK

image hosted on flickr


Kamandanu train (Jakarta - Semarang) when passing the twin bridge at Bekasi City

image hosted on flickr
eurico está en línea ahora  
Old April 26th, 2010, 10:48 AM   #5
PrinceArchibald
Lari Pagi >> Down 2 Earth
 
PrinceArchibald's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: SOC
Posts: 1,544
Likes (Received): 71

Gambar yg terakhir dah almarhum tuh. T.T
__________________
I'm kind of an evil genius.
PrinceArchibald no está en línea  
Old April 26th, 2010, 01:22 PM   #6
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 28,316
Likes (Received): 2501

very nice picture....
VRS no está en línea  
Old April 26th, 2010, 05:33 PM   #7
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,751

Sisa-sisa kejayaan KA Parahyangan.

Tahun 1987, formasi KA Parahyangan bahkan terdiri dari 14 gerbong dan ditarik oleh 2 lokomotif sekaligus.

Foto oleh: Santo Tjokro




Formasi KA Parahyangan akhir-akhir ini dan menjelang pensiun.

Foto oleh: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO




:: Pertama kali naik Parahyangan, sekitar tahun 1990-1991 kalau tidak salah. Dan saya ingat betul di Bandung itu suhu malamnya masih 14-16 derajat celcius. Jadi waktu naik KA, sudah persiapan dengan memakai baju dan jaket tebal, serasa ada musim dingin di Indonesia. hehe Kalau sekarang mah, sering kepanasan di Bandung (siang dan malam hari).

SELAMAT TINGGAL KA PARAHYANGAN !
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)


Last edited by peseg5; April 27th, 2010 at 04:17 AM.
peseg5 no está en línea  
Old April 27th, 2010, 04:26 AM   #8
noe2009
ː̗̀(☉,☉)ː̖́
 
noe2009's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ː̗̀(☉,☉)ː̖́
Posts: 1,967
Likes (Received): 24


pict: Haryo A Lodayasura

Sepur Kluthuk Jaladara Purwosari-Solo Kota dan KA Feeder Purwosari-Solo Kota-Sukoharjo-Wonogiri
noe2009 no está en línea  
Old April 27th, 2010, 06:14 AM   #9
hakz2007
Moderador
 
hakz2007's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Location: Riŋkonāda
Posts: 11,689
Likes (Received): 3431

HUNDREDS BOARD PARAHYANGAN TRAIN FOR LAST JAKARTA-BANDUNG RUN
Quote:
JAKARTA, April 27 (NNN-BERNAMA) -- Hundreds of nostalgic passengers packed the coaches for the last Jakarta-Bandung trip of the Parahyangan train service which ended Monday after 39 years.

The tickets were all sold out and the passengers included members of the Indonesian Railway Preservation Society, while the train's stewardesses could not hold back their tears as the train left the Api Gambir station in the Indonesian capital at 4.45 pm when the whistle was blown for the 173-km one-way journey.

The scene was different from before when the number of passengers dropped drastically, forcing the train service operator, PT Kereta Api Indonesia (KAI), to terminate the service because of losses running to billions of rupiah.

In 2009 alone, the company lost Rp36 billion (about 4.0 million USD) following the opening of the tolled Cipularang Highway in 2005, with people preferring to use the highway as the journey would only take two hours compared with three hours by train.

There had also been instances where the train service was disrupted because of damage to the tracks caused by landslips in the Purwakarta area up to Bandung, capital of West Java province and Indonesia's third largest city with more than 7.0 million people.

Bandung, located 768 metres above sea level, is also a popular hill resort and was the venue for the 1955 Asian-African Conference, more popularly known as the Bandung Conference which led to the formation of the Non-Aligned Movement (NAM).

KAI corporate communications manager Sugeng Priyono said the company made various efforts to attract passengers like rescheduling the trips and offering a promotional one-way trip fare of Rp25,000, but without success.

However, he added, the termination of the Parahyangan service saddened train lovers and those who had been using its business-class and executive-class service for years to travel from their village to their workplace or university.

KAI also introduced another Jakarta-Bandung executive train service known as Argo Gedhe in conjunction with Indonesia's 50th independence anniversary in 1995, but that service also ended Monday.

Sugeng said the two services -- Parahyangan and Argo Gedhe -- would be merged into one called Argo Parahyangan, with four executive-class coaches and two business-class coaches. The daily trips will also be reduced to seven from 12 previously.
http://www.namnewsnetwork.org/v2/read.php?id=118232
__________________
CAMARINES SUR: SSC CAMSUR | PROJECTS AND CONSTRUCTION | PORTS AND SHIPPING
ASIA'S BEST THREAD: ASEAN REGIONAL NEWS THREAD
VISIT: CAMARINES SUR
hakz2007 no está en línea  
Old April 27th, 2010, 07:29 AM   #10
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,604
Likes (Received): 377

Hmm,, I cant believe people can be so emotional.... For this parahyangan train.
Fortunately, I had experienced once using this Parahyangan back in 1992. Not a something which gave me goosebumb anyway.

mayb, la untuk Frequent traveller...

*Parahyangan was my first and last experience to use any train service in Indonesia (except for KRL tentunya ...). Mungkin karena masa kecil sampai sekarang kehidupanku dihabiskan di tempat yang gak ada rel kereta apinya.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old April 28th, 2010, 04:37 AM   #11
noe2009
ː̗̀(☉,☉)ː̖́
 
noe2009's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ː̗̀(☉,☉)ː̖́
Posts: 1,967
Likes (Received): 24

28 April 2010
Madiun Jaya Beroperasi Sehari Dua Kali

SOLO- Beroperasinya kereta api (KA) Madiun Jaya jurusan Solo-Madiun dinilai efektif untuk mengangkut penumpang dari Sragen. Sebab, KA Prameks sudah tidak lagi beroperasi ke wilayah tersebut.

Apalagi, terhitung sejak sepuluh hari lalu, Madiun Jaya telah beroperasi dua kali dalam sehari. Sesuai jadwal, alat transportasi darat itu berangkat dari Solo ke Madiun pukul 08.15 dan 16.15 WIB. Sedangkan, keberangkatan dari Madiun menuju Kota Bengawan pukul 05.45 dan 13.15 WIB. Padahal, kereta yang berwarna orange itu sebelumnya hanya beroperasi satu kali.

Jadwalnya, saat itu dari Solo ke Madiun pukul 08.15 WIB. Sedangkan, dari Madiun ke Solo pada pukul 05.30. "Artinya, keberangkatan dari Madiun ke sini (Solo, Red) diundur selama 15 menit. Itu untuk memudahkan penumpang yang dari Sragen ke Solo. Sebab, waktunya tidak terlalu pagi," kata Staf Humas PT KA Daop VI Yogyakarta Jaka Mulyana kepada wartawan, Selasa (27/4).

Menurut Jaka, kereta kelas bisnis itu memang difungsikan untuk menghidupkan akses Sragen - Solo, yang trayek sebelumnya diambil Prambanan Ekspress (Prameks). "Kami berharap, masyarakat dari luar Solo, utamanya daerah Sragen ke timur bisa memaksimalkan kereta Madiun Jaya. Misal pergi ke Yogya pun bisa berganti dan melanjutkan dengan Prameks di stasiun Solo Balapan atau Jebres," ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, keberadaan kereta dengan empat gerbong itu untuk memudahkan masyarakat yang hendak berlibur ke Jawa Timur.

Lagipula, harga tiket yang ditawarkan tidak terlalu mahal. Untuk Solo - Madiun, karcisnya seharga Rp 12.000. Begitu juga harga tiket sebaliknya. "Waktu tempuhnya juga relatif singkat, antara satu setengah hingga dua jam karena hanya singgah di beberapa stasiun saja," jelasnya.

Stasiun yang disinggahi kereta api itu, di antaranya Stasiun Solo Balapan ñ Jebres ñSragen - Kedung Banteng (Sragen) - Walikukun (Ngawi) - Geneng (Ngawi), Barat (Magetan) dan Madiun Kota.

Alat transportasi yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Fredy Numberi, itu memiliki empat gerbong. Jumlah tempat duduk keseluruhan mencapai 236 buah. Rinciannya, dua gerbong terdapat 54 kursi dan dua gerbong yang lain memiliki 64 buah. (K4-64)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...i-Dua-Kali
noe2009 no está en línea  
Old April 28th, 2010, 11:32 AM   #12
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,181
Likes (Received): 530

PT. Kereta Api Akan Luncurkan KA. Malabar.
Rabu, 28 April 2010

TEMPO Interaktif, Yogyakarta - PT Kereta Api Persero akan meluncurkan kereta api yang gerbongnya memuat tiga kelas sekaligus, yakni kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Kereta api yang diberi nama KA Malabar alias Malang Bandung Baru yang melayani trayek Bandung-Malang tersebut akan mulai diluncurkan per 30 April 2010 mendatang.

“Tujuannya agar masyarakat bisa membedakan kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi dalam satu gerbong,” kata Kepala Humas Daerah Operasional VI Eko Budianto, Rabu (28/4).

Karena itu, harga tiket antar kelas berbeda-beda meskipun menempuh jarak yang sama dari Bandung-Malang. Untuk kelas eksekutif atau kereta kelas I (KA I) harganya Rp 200 ribu, KA II atau kelas bisnis Rp 130 ribu, dan KA III atau kelas ekonomi Rp 80.000. Sedangkan harga tiket KA Malabar dengan lokasi keberangkatan dari Yogyakarta-Malang adalah Rp 160 ribu untuk KA I, Rp 110 ribu untuk KA II, dan Rp 60 ribu untuk KA III.

Eko menjelaskan, yang membedakan antara kelas ekonomi di KA Malabar dengan kereta ekonomi lainnya adalah tidak adanya penumpang yang berdiri. Jadi, meskipun kelas ekonomi, semua penumpang tetap mendapatkan tempat duduk.

Jumlah tempat duduk di kelas ekonomi KA Malabar disediakan lebih banyak, yakni 104-106 tempat duduk dalam dua rangkaian. Sedangkan kelas bisnis ada 64-68 tempat duduk dalam tiga rangkaian dan kelas eksekutif ada 50 tempat duduk dalam dua rangkaian.

Menurut Ekon, KA Malabar diluncurkan, untuk memenuhi permintaan penumpang, khususnya yang bertujuan ke Malang dan Kediri. Saat ini, kata dia, baru satu kereta yang melayani trayek ke Malang, yakni KA Gajayana (kelas eksekutif) . Sedangkan yang menuju ke Kediri hanya KA Kahuripan (kelas s ekonomi).

KA Malabar tujuan Malang dari Yogyakarta akan berangkat pukul 23.54 WIB, sedangkan tujuan Bandung akan berangkat dari Yogyakarta pukul 23.52 WIB.
Ocean One no está en línea  
Old April 29th, 2010, 06:21 AM   #13
noe2009
ː̗̀(☉,☉)ː̖́
 
noe2009's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ː̗̀(☉,☉)ː̖́
Posts: 1,967
Likes (Received): 24

Balapan-Purwosari Sasaran Proyek Daop VI
Kamis, 29/04/2010 09:00 WIB - nun

LAWEYAN—Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta bakal menggarap beberapa proyek infrastruktur di wilayah Solo. Proyek yang telah berjalan dan disiapkan di antaranya mengganti bantalan rel kereta api (KA), pembangunan peron tinggi di Solo Balapan, serta pembangunan upper caping atau kanopi di Stasiun Purwosari.

Pihak Daop VI Yogyakarta berdalih, seluruh proyek yang dikerjakan di wilayah Solo dan sekitarnya, merupakan upaya meningkatkan pelayanan terhadap para pengguna jasa kereta api.

”Kalau upper capping ini hanya bangunan tambahan saja, bukan jadi satu dengan bangunan yang sekarang. Karena bangunan stasiun ini adalah cagar budaya, maka tak boleh diubah,” terang Kepala Humas Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, kemarin.

Tak hanya proyek pemasangan kanopi, namun proyek pergantian rel juga dilakukan di jalur rel Solo-Wonogiri dari R33/25 bantalan kayu/besi menjadi R 54 sepanjang 26 kilometer.

Dijelaskan, upper capping (kanopi) yang ada di Stasiun Purwosari difungsikan untuk menutupi semua jalur rel di stasiun itu. Pembangunan itu, kata dia, dilakukan oleh Dirjen Perkeretaapian dan mulai dilaksanakan pada Selasa (27/4) kemarin. Rencananya upper capping tersebut memiliki panjang 140 meter dan lebar 20 meter. Sementara untuk tinggi bangunan akan disesuaikan dengan bangunan yang sekarang ada.

Saat ini di Stasiun Purwosari ada 4 jalur kereta penumpang. Pada saat memberhentikan dan menaikkan penumpang, biasanya akan dilewatkan di jalur satu karena sudah tertutup atap walau belum lebar. Hal ini akan sangat bermanfaat pada saat hujan turun. Namun demikian, jika jalur I (tengah) dipakai, maka mau tak mau penumpang diturunkan di jalur lainnya. Begitu keluar kereta, akan langsung terkena air hujan.

Pelayanan

Pembangunan direncanakan selesai tepat sebelum Lebaran tahun ini, atau sekitar bulan November 2010. Dengan demikian, pada saat arus mudik dan arus balik bisa memberikan pelayanan yang maksimal pada pengguna jasa moda transportasi Kereta Api.

Selain pembangunan kanopi, saat ini juga tengah dilakukan pemavingan jalan di stasiun. Namun luasnya hanya sekitar 400 meter persegi dan diutamakan di akses jalan masuk stasiunnya.

Program pembangunan semacam ini dilakukan di semua sisi perkerataapian baik infrastruktur dan transportasinya. ”Ini kan program Pemerintah Pusat yang mulai mengalihkan transportasi massal dari bus ke kereta api. Karena saat ini jalan raya sering terjadi kemacetan. Pengalihan itu dimulai dengan perbaikan infrastruktur,” kata Eko. (nun)

http://www.harianjoglosemar.com/beri...-vi-14186.html
noe2009 no está en línea  
Old April 30th, 2010, 07:02 AM   #14
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,181
Likes (Received): 530

KA Bandung-Malang Beroperasi 30 April
Kamis, 29 April 2010

Bandung (ANTARA News) - KA Malabar rute Bandung - Malang akan memulai operasinya Jumat (30/4) dan rencana pemberangkatan perdana akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Stasiun Bandung.

"KA Malabar akan dioperasikan besok, diberangkatkan dari Stasiun Bandung pukul 15.30 WIB," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno di Bandung, Kamis.

KA Malabar yang berformasi dua kereta eksekutif, empat kereta bisnis, dua kereta ekonomi plus serta masing-masing satu kereta barang dan makan itu akan melayani penumpang Bandung - Malang yang selama ini harus transit dan melanjutkan dengan KA lainnya.

Dengan adanya KA Malabar, kata Bambang penumpang Bandung - Malang tidak perlu lagi ganti kereta karena bisa langsung menikmati perjalanan ke Malang dalam sekali perjalanan.

KA Malabar tersebut, kata Bambang merupakan KA unik karena terdiri dari formasi lengkap yakni kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi dalam satu rangkaian. Hanya saja kereta ekonomi KA Malabar fasilitasnya lebih baik dari kereta ekonomi biasanya.

"KA Malabar merupakan KA pertama yang berformasi lengkap ada kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi sekaligus dalam satu rangkaian. Ini KA unik," kata Bambang.

Sementara itu harga tiket KA Malabar untuk kelas eksekutif Rp200 ribu, kereta bisnis Rp130 ribu dan kereta ekonomi Rp80 ribu.

KA Malabar namanya diambil dari salah satu nama gunung di Jawa Barat yakni Gunung Malabar yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat. Rangkaian KA Malabar itu merupakan `reposisi jalur` KA setelah operasional KA Parahyangan Bandung - Jakarta dihentikan sejak 27 April 2010.

Selanjutnya, kereta-kereta KA Parahyangan dialihkan untuk menjadi KA Malabar jurusan Bandung - Malang yang sepanjang perjalannya akan dilakukan empat kali pergantian masinis dan kondektur.

Kehadiran KA Malabar sekaligus melengkapi pelayanan KA jurusan ke timur yang mana saat ini telah dilayani KA Turangga, Argo Wilis dan KA Mutiara Selatan (Bandung - Surabaya), Lodaya Pagi dan Lodaya Malam (Bandung - Solo), KA Harina (Bandung - Semarang), KA Ekonomi Pasundan (Bandung - Surabaya), KA Kahuripan (Bandung - Madiun), KA Kutojaya (Bandung - Kutoarjo).

Selain membuka jalur Bandung - Malang, PTKA juga membuka jalur KA Kontainer dari Stasiun Cibungur ke Stasiun Pasoso Tanjung Priok.
Ocean One no está en línea  
Old April 30th, 2010, 02:04 PM   #15
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,058
Likes (Received): 16

Train in West Sumatra
by Spoor_Soni

image hosted on flickr
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea  
Old April 30th, 2010, 04:24 PM   #16
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,181
Likes (Received): 530

Pembangunan Double-Double Track KA Terhambat
Jumat, 30/4/2010



Pembangunan double-double track Manggarai-Cikarang, terutama di Jakarta Timur, terhambat pembebasan tanah


JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan rel dwi ganda atau double-double track (DDT) kereta api, utamanya di Jakarta Timur hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. Dari total 222 bidang yang terkena proyek, saat ini masih tersisa 52 bidang tanah yang belum dibebaskan. Diprediksi, proses pembebasannya baru akan selesai pada akhir tahun 2010 ini.

Sekretaris P2T (Panitia Pembebasan Tanah) Jakarta Timur, Eka Dharmawan menyebutkan dari 222 bidang yang berada di tiga kelurahan yakni Kelurahan Cipinang, Jatinegara, dan Penggilingan, baru 170 bidang yang terealisasi.

Masing-masing 18 bidang di Cipinang, 82 bidang di Jatinegara, dan 70 bidang di Penggilingan. Sedangkan sisanya 52 bidang, yakni di Kelurahan Cipinang sebanyak 26 bidang, Jatinegara 20 bidang, dan Penggilingan enam bidang belum dibebaskan. Namun sayangnya ia enggan menyebutkan anggaran yang dikeluarkan untuk nilai ganti rugi tersebut.

Beberapa kendala yang dihadapi P2T Jakarta Timur adalah, karena 26 bidang seluas 1.725 meter persegi di Cipinang merupakan eks eigendom atau tanah negara bebas sehingga pelaksanaan pembayaran ganti ruginya masih menunggu pedoman harga dari Gubernur DKI Jakarta.

Sedangkan 20 bidang atau seluas 1.465 meter persegi di Jatinegara, belum ada kesepakatan nilai ganti ruginya. Bahkan sebagian lahan tersebut merupakan lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dikuasai oleh warga setempat. Untuk enam bidang di Penggilingan seluas 803 meter persegi saat ini masih dalam proses pemberkasan kelengkapan administrasi.

“Kami masih menginventarisir berkas-berkas yang harus dilengkapi oleh para pemilik tanah. Pihak kelurahan juga sudah melakukan sosialisasi mengenai pemberkasan tersebut agar masyarakat paham dan mengerti. Sehingga proses pembayaran bisa cepat diselesaikan," ujar Eka Dharmawan, Jumat (30/4).

Eka juga menyebutkan, sejauh ini warga sangat terbuka dan 100 persen mendukung pembangunan DDT tersebut. Namun warga hanya meminta kepastian nilai ganti rugi dan proses pembebasannya dilaksanakan. Sehingga Eka sangat berharap kepada para lurah dan camat untuk terus melakukan inventarisir tanah warga yang terkena proyek DDT.

“Tentunya semua tergantung kelengkapan berkas dari warga pemilik tanah, sehingga bisa langsung diproses dan diberikan ganti rugi. Karena akhir tahun 2010 ini seluruh proses pembebasan lahan DDT harus selesai,” tandasnya.

Proyek DDT Manggarai (Jakarta Selatan) hingga ke Cikarang (Bekasi), merupakan proyek nasional yang kegiatan konstruksinya berasal dari pinjaman luar negeri (loan JBIC No IP-508). Sedangkan kegiatan pengadaan lahannya berasal dari alokasi dana APBN melalui Departemen Perhubungan.

Lingkup pembangunan DDT mencakup tiga paket, meliputi paket A Manggarai- Jatinegara sepanjang 3 kilometer, paket B Jatinegara-Bekasi sepanjang 15 kilometer dan paket C Bekasi-Cikarang sepanjang 17 kilometer.
Ocean One no está en línea  
Old May 1st, 2010, 03:08 PM   #17
noe2009
ː̗̀(☉,☉)ː̖́
 
noe2009's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ː̗̀(☉,☉)ː̖́
Posts: 1,967
Likes (Received): 24

Proyek Rail Bus Survei Jalur Rel Dimulai Juni
Sabtu, 01/05/2010 09:00 WIB - ina/dya

BANJARSARI—Proyek rail bus atau lebih dikenal jaringan rel dalam kota ini, mulai dikaji oleh Dinas Perhubungan, Juni mendatang. Rencananya pengoperasian rail bus tidak hanya di wilayah Solo saja. Jalur Solo-Wonogiri, kelak ikut dipikirkan.

Terlepas dari itu, kajian utama yang dilakukan untuk proyek pembangunan rail bus ini, difokuskan pada kajian utama dari jalur Gladak hingga Jebres. “Bulan Juni mendatang kita lakukan kajian jaringan rel di dalam kota. Jika semua ide mengenai pembangunan ini disepakati dan diketahui total biaya yang digunakan, kita mulai pembangunan tahun 2011,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Yosca Herman kepada wartawan, Kamis (29/4).

Disebutkan Yosca, rencananya rail bus ini akan beroperasi pada koridor empat, yang akan melewati Sukoharjo, Jalan Slamet Riyadi hingga Palur. Saat ini pengoperasian rail bus tengah diusulkan oleh walikota pada Pemerintah Pusat.

Terkait rencana pembangunan rail bus ini, ada dua studi yang dilakukan. Salah studi itu mengenai bangunan yang kini banyak bermunculan di kanan dan kiri perlintasan kereta api, yang secara tidak langsung mengganggu kelancaran operasi jalur rel kereta.

“Kalau soal bangunan yang berada di sepanjang jalur rel, yang nantinya akan dilewati, kita kaji lebih dahulu bangunan-bangunan mana saja yang sekiranya masih bisa dipertahankan dan bangunan mana yang harus diubah. Bangunan itu ada di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga Stasiun Jebres,” paparnya. Disebutkan, dana yang terserap untuk proyek itu sekitar senilai Rp 6 miliar.

Dikatakan, proyek itu dipandang penting, karena saat ini jalan-jalan di Solo cukup macet dan dijubeli sekitar 250 kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Agus Djoko Witiarso membenarkan, rencana dihidupkannya kembali jalur rel yang menghubungkan Stasiun Sangkrah dengan Stasiun Jebres, ditambah dengan Stasiun Purwosari.

“Dari dulu sebenarnya antara Stasiun Sangkrah dengan Stasiun Jebres memang sudah terhubung dengan rel. Maka dari itu, ke depan kita hanya akan mengaktifkan jalur itu kembali. Kalau sudah terhubung, jalur lingkar kota siap diluncurkan untuk rail bus misalnya,” terang dia, ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (30/4). (ina/dya)

Sumber: http://www.harianjoglosemar.com/berita/p...14365.html

Edisi : Sabtu, 01 Mei 2010 , Hal.2
Rel dalam kota bakal dihidupkan
”Dirjen Kereta Api sudah menyetujui”


Banjarsari (Espos) Rel tersebut pernah ada dan digunakan lalu lintas kereta dari Stasiun Sangkrah ke Stasiun Jebres pada tahun 1941.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Yosca Herman Soedrajat menerangkan rencana untuk menghidupkan kembali rel dalam kota itu telah mendapat lampu hijau dari pihak Ditjen Kereta Api Kementrian Perhubungan. Menurut rencana, kajian atas rencana tersebut dilaksanakan tahun ini juga. ”Jalur kereta api dalam kota yang menghubungkan Stasiun Kota, Sangkrah dan Stasiun Jebres pernah ada di Solo, itu akan dihidupkan kembali. Dirjen Kereta Api sudah menyetujui dan studi atau kajiannya akan dilakukan tahun ini. Sedangkan DED (detail engineering design-red) di tahun 2011,” papar Herman, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (29/4).

Herman merinci, hingga saat ini sebagian besar dari total hampir 10 km rel dalam kota di Solo masih terawat baik, seperti yang terlihat di rel sepanjang Jl Slamet Riyadi dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Kota, Sangkrah. Untuk menghidupkan kembali seluruh rel dalam kota, pihaknya hanya perlu membangun kembali rel dari kawasan Gladak menuju Stasiun Jebres. Jarak antar dua stasiun tersebut diperkirakan mencapai 2 km. Dengan asumsi setiap 1 km dibutuhkan anggaran Rp 3 miliar, maka Herman menyebut pihaknya memerlukan anggaran senilai total Rp 6 miliar. Anggaran itu rencananya diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan.

Kajian

Keberadaan rel dalam kota sejalan dengan upaya Pemkot Solo untuk memperbanyak moda transportasi masal dan menekan pemakaian kendaraan pribadi. Apalagi, Herman menambahkan, sekitar bulan Juni tahun ini, moda transportasi anyar, railbus, akan meramaikan Solo. ”Adanya rel penghubung Stasiun Jebres dan Gladak tidak hanya menguntungkan dari segi transportasi tapi juga perekonomian dan budaya, karena masyarakat dapat menjangkau kawasan ekonomi dan budaya dengan banyak pilihan moda transportasi,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Agus Joko Witiarso, ditemui terpisah, membenarkan rencana melakukan kajian rel dalam kota. Dia sendiri menilai langkah menghidupkan kembali rel antara Gladak ke Stasiun Jebres tidak mustahil dilakukan. Soal perkara non teknis di lapangan, Agus menilai hal itu bisa diatasi. ”Saya kira tidak masalah, karena rel itu memang pernah ada, dari Gladak, ke Jl Jenderal Sudirman, crossing di Pasar Gede dan bergerak ke utara, di Jl Urip Sumoharjo,” ujar Agus. - Oleh : Tika Sekar Arum edisicetak.solopos.com
noe2009 no está en línea  
Old May 3rd, 2010, 04:19 AM   #18
noe2009
ː̗̀(☉,☉)ː̖́
 
noe2009's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ː̗̀(☉,☉)ː̖́
Posts: 1,967
Likes (Received): 24


Espos / Sunaryo Haryo Bayu
RUSAK – Lokomotif CC 203 19 penarik rangkaian KA Bangunkarta jurusan Jombang – Jakarta lewat Semarang rusak berat di bagian depan saat berhenti di Stasiun Solo Jebres, Minggu (2/5)



Espos / Sunaryo Haryo Bayu
BANGKAI BUS – Masyarakat mengerumuni bangkai bus langsung Jaya yang ditabrak KA Bangunkarta eksekutif jurusan Jombang – Jakarta lewat Semarang di pintu pelintasan KA Palur, Minggu (2/5) sehingga memacetkan jalan raya Solo – Karanganyar
noe2009 no está en línea  
Old May 3rd, 2010, 07:33 AM   #19
noe2009
ː̗̀(☉,☉)ː̖́
 
noe2009's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ː̗̀(☉,☉)ː̖́
Posts: 1,967
Likes (Received): 24

Argo Prameks





PICT: Iksan derailment/S35
noe2009 no está en línea  
Old May 4th, 2010, 03:54 AM   #20
gantengscool
Enjoy di Joglosemar !
 
gantengscool's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: bagian dari 1,145 juta penduduk Solo
Posts: 10,809

Quote:
Originally Posted by noe2009 View Post


“Dari dulu sebenarnya antara Stasiun Sangkrah dengan Stasiun Jebres memang sudah terhubung dengan rel. Maka dari itu, ke depan kita hanya akan mengaktifkan jalur itu kembali. Kalau sudah terhubung, jalur lingkar kota siap diluncurkan untuk rail bus misalnya,” terang dia, ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (30/4). (ina/dya)


[/FONT]Edisi : Sabtu, 01 Mei 2010 , Hal.2
Rel dalam kota bakal dihidupkan
”Dirjen Kereta Api sudah menyetujui”


Banjarsari (Espos) Rel tersebut pernah ada dan digunakan lalu lintas kereta dari Stasiun Sangkrah ke Stasiun Jebres pada tahun 1941.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Yosca Herman Soedrajat menerangkan rencana untuk menghidupkan kembali rel dalam kota itu telah mendapat lampu hijau dari pihak Ditjen Kereta Api Kementrian Perhubungan. Menurut rencana, kajian atas rencana tersebut dilaksanakan tahun ini juga. ”Jalur kereta api dalam kota yang menghubungkan Stasiun Kota, Sangkrah dan Stasiun Jebres pernah ada di Solo, itu akan dihidupkan kembali. Dirjen Kereta Api sudah menyetujui dan studi atau kajiannya akan dilakukan tahun ini. Sedangkan DED (detail engineering design-red) di tahun 2011,” papar Herman, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (29/4).

Herman merinci, hingga saat ini sebagian besar dari total hampir 10 km rel dalam kota di Solo masih terawat baik, seperti yang terlihat di rel sepanjang Jl Slamet Riyadi dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Kota, Sangkrah. Untuk menghidupkan kembali seluruh rel dalam kota, pihaknya hanya perlu membangun kembali rel dari kawasan Gladak menuju Stasiun Jebres. Jarak antar dua stasiun tersebut diperkirakan mencapai 2 km. Dengan asumsi setiap 1 km dibutuhkan anggaran Rp 3 miliar, maka Herman menyebut pihaknya memerlukan anggaran senilai total Rp 6 miliar. Anggaran itu rencananya diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan.

Kajian

Keberadaan rel dalam kota sejalan dengan upaya Pemkot Solo untuk memperbanyak moda transportasi masal dan menekan pemakaian kendaraan pribadi. Apalagi, Herman menambahkan, sekitar bulan Juni tahun ini, moda transportasi anyar, railbus, akan meramaikan Solo. ”Adanya rel penghubung Stasiun Jebres dan Gladak tidak hanya menguntungkan dari segi transportasi tapi juga perekonomian dan budaya, karena masyarakat dapat menjangkau kawasan ekonomi dan budaya dengan banyak pilihan moda transportasi,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Agus Joko Witiarso, ditemui terpisah, membenarkan rencana melakukan kajian rel dalam kota. Dia sendiri menilai langkah menghidupkan kembali rel antara Gladak ke Stasiun Jebres tidak mustahil dilakukan. Soal perkara non teknis di lapangan, Agus menilai hal itu bisa diatasi. ”Saya kira tidak masalah, karena rel itu memang pernah ada, dari Gladak, ke Jl Jenderal Sudirman, crossing di Pasar Gede dan bergerak ke utara, di Jl Urip Sumoharjo,” ujar Agus. - Oleh : Tika Sekar Arum edisicetak.solopos.com
[/FONT]

klo hanya 2 km ngga susah, apalagi biayanya relatif murah hanya 6 milyar , tahun depan harusnya sudah terealisasi.
gantengscool no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 02:34 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu