daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Railway and Station



Reply

 
Thread Tools
Old November 12th, 2012, 08:45 AM   #1
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 10,860
Likes (Received): 1358

Jakarta MRT

Last 2 pages from Part IV

Previous part : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1455555


Quote:
Originally Posted by taPaNoolee View Post
Lebih tepatnya denda pending proyek. Rp 800 juta / hari
Tapi Pak Jokowi tidak gentar sedikitpun dengan 'teror' denda ini.
Beliau berpendapat "lebih baik DKI menanggung kerugian 800jt/hr karena proyek MRT dipending drpd rakyat ke dpnnya dirugikan akibat ketidakjelasan detail rencana & anggaran proyek MRT"
Begitulah kira-kira.
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Emangnya ada denda keterlambatan? Ini isu dilempar tapi gak ada yang bisa kasih tahu mana pasal yang menyebut denda. Loan usianya udah 5 tahun lebih gak ada yang ngomong denda, sekalinya Pak Gubernur mau evaluasi selama sebulan saja langsung ribut. Gak proporsional banget.

Mengenai saving yang bisa dicapai, saya pribadi perkirakan bisa minimum 20% atau minimum 3 trilyun. Nilai yang cukup besar, lumayan bisa dipakai untuk yang lain.

Lagian yg tanggung denda keterlambatan itu Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan. Bagi Kemenkeu, udah biasa tuh bayar denda keterlambatan. Bahkan saya baca, Pak Menteri sudah oke pak Gubernur mau evaluasi lagi proyeknya. Tentunya evaluasi tidak terlalu lama.
Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
@Acen,

NZ dan USA melakukan apa yg SMI mau lakukan yakni bail out, hasilnya hutangnya naik dan yg senang cuma segelintir org (yg berinvestasi di bank ini). Di NZ buat nutup hutang bail out pajak penghasilan di naikin.

Perusahaan yg di bail out kemarin di NZ itu perusahaan finance kelas kakap di sini. Gilanya yg punya perusahaan dah narik duit gede2an ke negara tax haven karena dia tahu perusahaan itu harusnya sudah kolaps sejak lama. Tapi buku accountingnya di goreng sama yg punya perusahaan.
Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Saya nggak ngerti tentang denda ini... aneh banget... Karena sepanjang yang saya tahu dan itu sudah saya tulis di thread lain, seharusnya kalau loan itu belum dipakai ya belum ada yang namanya interest, belum ada yang namanya denda atau apa pun...

Denda keterlambatan itu maksudnya yg seprti apa ya? Kalaupun itu berkaitan dengan penggunaan yang tidak tepat waktu, atau terlambat menggunakannya, saya rasa ya belum telat telat banget... Bener yang diomongkan DKI 1 & 2, yang kurang lebih bunyinya lebih baik didenda di depan daripada bermasalah di belakang hari....
Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Di thread Social and Political Issue ada tuh itungannya, tapi cuma perkiraannya aja... Sori nanya lagi, denda cicilan hutang ini maksudnya bunga kan? Atau denda keterlambatan bayar cicilan... atau apa nih?
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Denda yang dimaksud adalah commitment fee. Umumnya diterapkan pada loan2 Eropa, tapi sudah mulai diterapkan di loan2 Jepang.

Contohnya gini : ada loan 100 USD efektif thn 2000. Sejak thn 2000, ada comitment fee misalnya 0,1 permil : si peminjam bayar 1 sen tiap tahun. Artinya sejak loan dinyatakan efektif sampai kontrak, bayar 1 sen setahun.

Kemudian setelah kontrak, comittment fee selesai, diganti pembayaran pokok dan bunga interest. Misalnya interest 0,2 permil dan masa loan 50 tahun. Artinya tiap tahun membayar 2 USD (pengembalian pokok utang) dan 2 sen (interest).

Kembali, Kemenkeu udah biasa bayar berbagai commitment fee. Kemenkeu gak pernah ribut bayar. Ya biasa aja kali, bayar commitment fee bayar interest bayar pokok hutang. Namanya orang pinjam, ya ada syaratnya. Masih banyak lagi administrasi yg harus dibayar. Untung gak disuruh bayar asuransi stabilitas politik, yaitu asuransi kalau2 negara Indonesia ini kolaps. Banyak deh, yang harus dibayar.

Sekarang saya tanya, Pemprov DKI merasa pernah bayar satu sen pun commitment fee? Nggak khan? boleh dicek deh di APBD, keuangan PT MRTJ dan kas yang lain.
Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
I got it, berarti musti dilihat lagi dong kontrak atau agreement-nya... Lagian kalau memang belum pernah bayar commitment fee, bukankah itu juga bisa diartikan bahwa komitmen fee ini tidak ada atau memang bukan APBD DKI yang harus bertanggung jawab... BUkankah demikian?
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Ya.

"Isu commitment fee" ini dulu pertama jadi alat politis tahun 1996. Dulu sih yang dijadikan obyek isu meletakkan jabatan dalam 3 bulan. Kok ya metode ini masih dipakai2.

Tenang aja ini baru manuver kecil, makin lama akan ada manuver2 lain. Kita jaga bareng2 deh, namanya international business, banyak tricky2nya. Yang punya kepentingan gajah2 besar. Jangan sampai kepentingan rakyat terkorbankan.

Ahok : "mau makan daging 10 kilo, jangn sampai sapinya disembelih"
Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Different case here. What SMI did was to prevent panic effect amongst financial institutions and foreign investors that would be disastrous (FYI, what did Baht -US rate have to do with our 98 financial crisis? Panic attack! Our economic and financial fundamentals were in trouble long ago before 98 and our economy crashed only in 98 as the panic over Thai economic collapse spread throughout the region).
Why did a particular political party pursue the bailout controversy throughout whatever means to get SMI out from her ministry? The answer lay in her decision not to suspend BUMI trading in IDX which caused Bakrie family wealth plummeted.
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Nah ini dia, mari kita berhitung dengan angka. Habis, dikasih tahu legal finansial udah, sekarang kita lihat kewajaran dari hitungan matematis. Kalau Rp 800 juta sehari, sebulan Rp 24 Milyar, setahun Rp 288 Milyar.

Loan yang sudah ditandatangani itu sekitar Rp 5 trilyun berarti dendanya 5,7% setahun. Ini kalau sukubunga internasional udah luar biasa besar. Buat bank lokal juga termasuk gede.

Okaylah, biar tambah asyik, kita pura2 loan udah ditandatangan semua sesuai keinginan Rp 16 trilyun, bunga masih luar biasa di 1,8%. Lumayan, jadi setara loan komersial kalau pinjam ke Canary Islands.

Kalau government loan gak mungkin segitu. Kecuali kredit ekspor pesawat sih...... Kenyataannya bukan kredit ekspor tapi STEP loan.
Quote:
Originally Posted by fajarmuhasan View Post
yang gw heran kenapa tahap sekarang koq belum jelas detil rencana dan anggarannya.
setahu gw kalo udah ada perjanjian loan berarti sudah detil,,,detil rencana kerja mungkin disertakan sbg lampiran perjanjian tsb.
pihak pemberi kredit juga gak berani ngasih pinjaman manakala proyek tsb belum jelas.
karena proyek tsb melibatkan DKI maka pihak DKI juga punya detil rencana tsb.

kalo asumsi gw bener, maka aneh jika gubernur koq repot repot minta pihak kontraktor utk presentasi...kan tinggal buka arsip saja,,kalo bingung tinggal tanya ke staff yg nanganin proyek tsb,,,jika staff-nya bingungan,,baru dech bertanya ke kontraktor. Tapi sifatnya bertanya bukan minta presentasi.

mohon diluruskan jika gw salah berasumsi.....gw hanya merefer ke proyek2 di kantor gw yg kebetulan juga JICA dg loan ke JBIC
Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
Bukankah itu juga bisa diartikan bahwa ada sesuatu yang mesti diperjelas?

Dan tolong dicek di tempat Anda, setahu saya, pinjaman berbasis proyek seperti itu tidak akan dihitung denda ataupun bunga sepanjang proyeknya belum berjalan. Soalnya beberapa tahun lalu ketika saya masih di Jakarta, saya pun beberapa kali terlibat langsung dalam negosiasi proyek yang menggunakan loan LN, entah dari JICA maupun dari China. Hampir semuanya saat itu memiliki mekanisme yang sama.
Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
To be honest, ini yang saya suka dari kedua bos DKI ini, tidak gentar terhadap apa pun. Dan itu pun menyiratkan bahwa bukan tidak mungkin denda itu sebenarnya tidak ada. Dengan kata lain adalah, sepanjang proyeknya belum oke, ya dendanya belum dihitung. Bukankah seperti itu kemungkinannya?
Quote:
Originally Posted by Omluki View Post
`Ini reportnya mendiskusikan pesan yang tidak terlalu jelas. Kita di thread ini hanya bisa melakukan interpretasi, berasumsi, dan berpersepsi. Mustinya Pak Gub Jokowi menjelenterehkan dengan gamblang program evaluasi yang dia maui terhadap proyek MRT ini. Sehingga tdk perlu ada mispersepsi.

Yang mau dievaluasi apakah beaya, atau juga hal@ teknis lainnya.

Kalau masalah beaya tentu bukan dievaluasi, tapi cukup dinegosiasi; atau speknya diturunkan, misalnya dari bahan2 kelas satu, lantai granit, menjadi keramik, elevator diganti tangga biasa, dll, dll

Tapi kalau jalurnya juga mau dipersoalkan, itu berarti sebenarnya mau dibatalkan. Dan buat MRT baru.

Thread ini dibuat karena warga Jakarta, khususnya, forumer di sini, menginginkan MRT segera dibangun.

Tugas gubernur bukan melakukan check and Balances -- itu tugas DPR atau pengamat. Gubernur cuma cukup mernyatakan:

- Yak, proyek ini jalan terus, dan segera dibangun. beaya yang kemahalan lagi ditawar, agar bisa lebih murah. atau
- Proyek MRT ini banyak kolusi, dibatalkan. Akan dikaji jalur baru, dengan membentuk Tim baru.

Mestinya juga ada batasan dead line kapan proses evaluasi ini diselesaikan agar masayarakat tidak bingung menunggu. Seminggu, sebulan, setahun? nunggu gubernur baru lagi tahun 2019

Dan tidak perlu perdebatan yang tdk produktif.

peace and cheers
Quote:
Originally Posted by Wicak_15 View Post
Yg gw bold merah, masalahnya yg bikin mahal bukan materialnya, tapi teknologinya yg bikin mahal. Sekarang aja gw belum tahu bagaimana menjalankan keretanya. Apa pakai operator masinis atau otomatis. Klo otomatis pasti mahal. Kedua, ada yg tahu gak harga pasti sewa alat ini (Tunnel Boring Machine):



Ini alat sangat dibutuhkan dalam proyek MRT, diseluruh dunia. Kalo gak pakai itu alat, buat terowongan pasti memakan waktu lebih lama. Dan desain tunnelnya double line lagi



Kalo itu yang dipakai, pasti membutuhkan minimal 4 buah alat Tunnel Boring Machine, dengan rincian 2 di sisi Senayan, 2 lagi di sisi Thamrin. Jadi kesimpulannya, yg bikin mahal MRT sebenarnya adalah teknologinya, baik konstruksinya maupun keretanya. Itu yg seharusnya pak Jokowi lihat.
Quote:
Originally Posted by jonathanterbang View Post

kenapa dibuat 2 terowongan ya ?? nda jadiin satu aja ya... plus minusnya banyak mana sih antara dua terowongan dan satu terowongan ??

trims sebelumnya
Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Untuk pembangunan MRT di Singapore (red & green line) cuma pakai boring machine di beberapa lokasi, sisanya gali-bangun-tutup. Pembangunan Circle Line dan Downtown Line pun sama, selama masih bisa gali, mending digali. Kalau ada sektor yang tidak bisa digali ya mau tidak mau pakai TBR.
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Operasi Tunnel Boring Machine lebih banyak otomatisnya. Hal ini karena dibutuhkan kepresisian yang tinggi dalam mengarahkannya. Manusia tetap diperlukan untuk merawat dan menjaga dari insiden2.

Sebetulnya tanah di Singapura itu lunak sekali, sehingga memerlukan penjagaan manusia yang ketat. Dalam membor tanah, lebih disukai tanah yg keras dan homogen. Karena tanah di Singapura itu lunak maka proses bornya mahal.

Entah mengapa harga satuan TBM MRT Jakarta selalu saja mengacu Singapura. Padahal juga, dari spesifikasi keretanya aja udah beda jauh. Waktu menghitungnya juga yg jadi patokan terutama Delhi. Kenapa jadi selalu dikaitkan Singapura?

Sebaliknya kenapa Delhi, karena waktu itu dipandang Delhi sangat efisien dalam pembangunan dan pengoperasian MRT. Katanya tarifnya termasuk paling murah di sana.
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
BTW, MRT Jakarta juga sebagian pakai cut and cover (gali bangun tutup) sih. Boleh juga didiskusikan di sini. Makin lengkap didiskusikan, moga2 bisa ketemu yang terbaik.
Quote:
Originally Posted by Efriansyah Ramadhan View Post
udah 1000 post nih thread, silahkan kalo ada yang mau buat lanjutannya
Quote:
Originally Posted by CounterA View Post
@jonathan, maaf ya bro saya awam tapi coba ngasi pendapat...
1. Ukuran bor emang segitu, jadi pengerjaan terowongan sesuai ukuran jadi lebih efisien karena lebih presisi.
2. Kalau lebih besar yakni 2 terowongan digabungkan jadi 1 maka ketahanan pelindung mesti lebih kuat sehingga diperlukan material yg lebih kuat, bisa jenisnya lebih tinggi atau ketebalan ditambah.
3. Bila 2 kereta yg bersebelahan berpapasan maka akan saling memberikan daya hembusan, mengingat angin akan terkonsentrasi di dalam terowongan.
Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Mungkin karena Singapura lebih familiar di masyarakat kita dibanding Delhi (tetangga sebelah gitu lhooo) makanya setiap ada proyek di Indonesia yang mirip di Singapura selalu dikait-kaitkanlah. Lebih lagi, bisa dihitung perbandingan masyarakat Indonesia yang pernah merasakan MRT Delhi dengan yang pernah merasakan MRT Singapura. It works by association I guess....
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Yeah, bener juga sih. MRT Singapura itu mewah sekali. Jangan sampai nantinya kecewa, ternyata MRTJakarta itu jauh lebih sederhana. Jangankan Singapura, Gambir aja lebih megah dari MRT Jakarta.

Mungkin karena renderingnya cantik2.

Stasiun terbesar yaitu Blok M saja kira2 sebesar Cikini. Stasiun Dukuh Atas, ada rendering buat segala halte busway, park and ride dst. Silahkan ditinjau langsung ke Dukuh Atas. Tempatnya sempit sekali, ada gardu PLN pula. Bisa sih jadi transportation hub, kalau tanah dan jalan sekitar dikondisikan. Silahkan ditinjau, atau dilihat via GoogleMap atau sejenis. Dibandingkan dgn stasiun Sudirman yg sama2 sempit
Quote:
Originally Posted by nowan View Post
Satu terowongan dengan diameter lebih besar bisa menghasilkan deformasi tanah di permukaan yang lebih besar dan luas. Bahaya buat infrastruktur di atas (jalan, terminal bus, pondasi bangunan). Apalagi kalau dinding terowongan tidak cukup kaku. Selain itu diperlukan dua terowongan transisi lebih kecil untuk membelah trek ganda di dalam terowongan tunggal tsb saat mendekati stasiun, karena platformnya didesain di tengah (diapit trek). Konstruksi jadi lebih rumit dan mahal. Perlu digali atau menggunakan TBM lebih kecil. Kalau platform stasiun berada di tepi, sistem transfer penumpang jadi kurang efisien.

Kebetulan jalan Sudirman dan batas sepadan bangunannya kan cukup lebar, jadi tidak masalah dipakai terowongan ganda.
Quote:
Originally Posted by tukang gali sumur View Post
Mungkin ada baiknya kita liat video ini untuk membaca pola pikir Jokowi-Ahok dalam hal penataan anggaran, krn terlalu banyak mark-up

Setelah menonton ini, gua jadi lebih rela MRT diundur sebentar agar anggaran lebih ramping, efisien dan efektif

Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
Nah ini yang bener2 paham sudah mulai bisa bicara. Willingness to pay penumpang cuma segitu. Lebih dari Rp 10.000 ntar kayak kasus Bangkok, sepi penumpang.

http://www.tempo.co/read/news/2012/1...-Penumpang-MRT


TEMPO.CO, Jakarta - Berbicara moda transportasi yang menggunakan teknologi tinggi, seperti mass rapid transit, maka masyarakat akan melihat juga berapa harga tiketnya. Kepala Bagian Perencanaan Kementerian Perhubungan Hadi Sritjahjo Legowo kepada Tempo pada Kamis, 8 November 2012, mengatakan, harga tiketnya adalah Rp 150 per kilometer.

"Sedangkan harga masuk peron adalah Rp 3.000 per orang," katanya. Dengan hitung-hitungan ini, maka seseorang akan mengeluarkan ongkos Rp 5.100 untuk jarak dari Lebak Bulus-Dukuh Atas dan Rp 6.300 untuk Lebak Bulus hingga Kampung Bandan.

Harga tiket ini merupakan perhitungan detail enginering design (DED) milik Kementerian yang disesuaikan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Targetnya, pada 2020, permintaan penumpang menembus angka 378 ribu jiwa per hari, dan pada jam sibuk sebanyak 21.900 jiwa.
Quote:
Originally Posted by pisslur View Post
kalau membaca dari hitungan harga tiket per km diatas, rasanya 1T/KM mustahil feasible

selain harga tiket, intermoda angkutan umum juga penting, begitu juga park & ride

untuk aplikasi park and ride agak sulit kalau mengandalkan kapasitas tanah milik pemda DKI sendiri, kecuali melibatkan pihak swasta mendirikan khusus gedung parkir. setahu saya, di luar negeri banyak gedung parkir high rise yang dikelola swasta
Quote:
Originally Posted by Zectiaro View Post
Mau nimbrung bos...

Soal harga tiket memang desain awal semua di subsidi dari pemda, kisaran harga tiket sekitar 10k (minimum) subsidi pemda sekitar 30-40%.. itupun cuma sekali naek...

IMO yang di butuhkan jakarta adalah tulang kerangka transportasi.. liat aja hampir semua jalur kereta bersifat loop line, jarang menjangkau titik tengah dari kota jakarta..

Ntah jadi apa gak, cuma katanya jalur busway bundaran senayan - Bank indonesia dan seterusnya akan di hilangkan karena route busaway tersebut di bawahnya akan melintas MRT..

masih bisa di diskusikan kok
Quote:
Originally Posted by asudarsono View Post
MRT ini emang mission impossible, hahaha. A mistery wrapped in an enigma opened by a riddle cloaked with an uncertainty. Tapi jalan keluarnya ada beberapa alternatif. Tinggal keputusan pimpinan, jalan mana yg mau ditempuh. Memang gak fair MRT disandingkan dengan busway atau PT KAI yang udah gak bayar infrastrukturnya, dikasih subsidi lebih dari setengah trilyun setahun lagi. Terlebih, bunga yang harus dibayar PT MRT bukan 0,2% lagi karena ini 2 step loan. Kalau PT KA, biasanya dikasih bunga tambahan 1% oleh Pemerintah Pusat untuk 2 step loan. Lha, kalau PT MRT / Pemprov DKI Jakarta harus bayar bunga 1,2% rak kojur tenan.

Untuk itu, saya mendukung sekali program efisiensi biaya MRT. Koridor keuntungan cukup tipis. Semuanya perlu diperhitungkan sehingga finansial masuk dalam koridor itu. Yang jelas kalau 1 T / km ya bisa2 aja, tapi setengah mati dan berseiko tinggi.


Emang betul, park and ride akan membantu sekali dalam meningkatkan okupansi MRT. Target 300 ribu penumpang per hari itu tidak main2. Haruslah ada yg bangun park and ride. Tapi saya yakin bahwa ini akan solve dengan sendirinya, karena orang Indonesia itu sangat cepat menangkap peluang. Pasti ada yg mau investasi. Tentu tidak semua stasiun cocok untuk park and ride.
Mari dilanjut ...

Quote:
Originally Posted by AceN View Post
reshare Jakarta MRT Brochure











Quote:
Originally Posted by AceN View Post











Last edited by AceN; May 7th, 2013 at 06:18 AM.
AceN no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old November 12th, 2012, 09:11 AM   #2
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,404
Likes (Received): 1199

selamat buat thread barunya, semoga segera dapat titik cerahnya..amin.
__________________
Only in Your Dream..
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old November 12th, 2012, 10:58 AM   #3
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 26,175
Likes (Received): 1795

how many Part for Jakarta MRT thread, till construction begin??
VRS está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 13th, 2012, 03:46 AM   #4
Venantio
Yours to discover
 
Venantio's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Toronto
Posts: 4,224
Likes (Received): 600

Quote:
Originally Posted by VRS View Post
how many Part for Jakarta MRT thread, till construction begin??
We don't know yet... till the construction's finished and the MRT is ready to serve the people of DKI
Venantio no está en línea   Reply With Quote
Old November 13th, 2012, 05:34 AM   #5
pisslur
BANNED
 
Join Date: Feb 2012
Posts: 139
Likes (Received): 6

Quote:
Originally Posted by Venantio View Post
We don't know yet... till the construction's finished and the MRT is ready to serve the people of DKI
kalau menurut Gub Jokowi, 10 tahun lagi

10 tahun itu mungkin termasuk tahap 2

tahap 3 east west wallahualam
pisslur no está en línea   Reply With Quote
Old November 13th, 2012, 01:11 PM   #6
pisslur
BANNED
 
Join Date: Feb 2012
Posts: 139
Likes (Received): 6

Komite Inovasi Nasional: Jepang Pelit Berbagi Teknologi

source : http://finance.detik.com/read/2012/1...ologi?f9911033

Jakarta - Ketua Komite Inovasi Nasional M. Zuhal berpendapat selama ini Jepang dan hampir kebanyakan negara lain hanya mengambil pasar Indonesia yang besar sebagai bidikan saja tanpa dibarengi dengan transfer teknologi. Padahal, transfer teknologi sangat penting bagi industri dalam negeri.

"Jepang jangan ambil market kita yang besar saja, tetapi barengi dengan transfer teknologi dan pengetahuan," katanya di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Zuhal berpendapat selama ini hubungan diplomatik dengan negara Jepang sudah berlangsung lama yaitu memasuki usia 55 tahun. Lamanya hubungan diplomatik di antara kedua negara tidak dibarengi dengan transfer teknologi secara utuh antara Jepang dan Indonesia padahal Jepang memegang peranan besar dalam perkembangan teknologi di dunia.

"Jepang memegang peranan besar dalam infrastruktur dan teknologi. Jadi hubungan tidak bisa dilakukan dengan bisnis partner saja. Seharusnya bersifat win-win yang saling menguntungkan termasuk transfer teknologi yang utuh," paparnya.

Saat ini Indonesia sedang sumringah karena salah satu perusahaan besar Jepang yaitu Toyota menambah nilai investasinya di Indonesia sebesar Rp 26 triliun. Menyangkut hal ini Zuhal hanya berkomentar.

"Jepang sedang mengalami resesi ekonomi saat ini dan Indonesia adalah kebutuhan pasar mereka. Sebagai contoh pertumbuhan kendaraan bermotor (otomotif) sebanyak 1,4 juta/tahun. Toyota menambah investasi Rp 26 triliun dan ini harus dibarengi transfer teknologi. Sehingga bisnis akan berkembang secara bekerlanjutan. Indonesia harus berubah menjadi negara dengan produktif bukan konsumtif," cetusnya.
pisslur no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 01:28 AM   #7
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,578
Likes (Received): 417

Iyalah, mana ada org yg mau kasih satu2nya periuk buat cari makan? Logika sajalah...

Kalau mau yah seperti China atau Samsung, beli lalu di photo copy. Kita punya engineer banyak kok.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 04:51 AM   #8
onosqaciw
Registered User
 
onosqaciw's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,312
Likes (Received): 87

kalau mau transfer teknologi eropa cenderung lebih "baik"....walaupun dia gak punya kemampuan untuk ikut membiayai proyek....seperti jepang
onosqaciw no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 04:52 AM   #9
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 26,175
Likes (Received): 1795

Quote:
Originally Posted by pisslur View Post
Komite Inovasi Nasional: Jepang Pelit Berbagi Teknologi

source : http://finance.detik.com/read/2012/1...ologi?f9911033

Jakarta - Ketua Komite Inovasi Nasional M. Zuhal berpendapat selama ini Jepang dan hampir kebanyakan negara lain hanya mengambil pasar Indonesia yang besar sebagai bidikan saja tanpa dibarengi dengan transfer teknologi. Padahal, transfer teknologi sangat penting bagi industri dalam negeri.

"Jepang jangan ambil market kita yang besar saja, tetapi barengi dengan transfer teknologi dan pengetahuan," katanya di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Zuhal berpendapat selama ini hubungan diplomatik dengan negara Jepang sudah berlangsung lama yaitu memasuki usia 55 tahun. Lamanya hubungan diplomatik di antara kedua negara tidak dibarengi dengan transfer teknologi secara utuh antara Jepang dan Indonesia padahal Jepang memegang peranan besar dalam perkembangan teknologi di dunia.

"Jepang memegang peranan besar dalam infrastruktur dan teknologi. Jadi hubungan tidak bisa dilakukan dengan bisnis partner saja. Seharusnya bersifat win-win yang saling menguntungkan termasuk transfer teknologi yang utuh," paparnya.

Saat ini Indonesia sedang sumringah karena salah satu perusahaan besar Jepang yaitu Toyota menambah nilai investasinya di Indonesia sebesar Rp 26 triliun. Menyangkut hal ini Zuhal hanya berkomentar.

"Jepang sedang mengalami resesi ekonomi saat ini dan Indonesia adalah kebutuhan pasar mereka. Sebagai contoh pertumbuhan kendaraan bermotor (otomotif) sebanyak 1,4 juta/tahun. Toyota menambah investasi Rp 26 triliun dan ini harus dibarengi transfer teknologi. Sehingga bisnis akan berkembang secara bekerlanjutan. Indonesia harus berubah menjadi negara dengan produktif bukan konsumtif," cetusnya.
dont just asking n crying, copy n made innovation that knowledge. already 55 years with japan but cant innovation..??
Japan also never give 100% to malaysia or thailand
VRS está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 05:30 AM   #10
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,567

Kitanya aja yang baru nyadar kalau transfer teknologi itu sangat penting. Seandainya saja ini dilakukan dari dulu
Kalau Indonesia mau minta jepang pasti kasih sebagian teknologi mereka dan selebihnya tinggal kita yang melakukan inovasi

Kalau mengharapkan jepang transfer teknologi sepenuhnya, berarti kita yang rakus
__________________
Salam 3 Besar
Dari Bawah
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 06:19 AM   #11
TWK90
Infrastructure
 
TWK90's Avatar
 
Join Date: May 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 4,106
Likes (Received): 849

Quote:
Originally Posted by Namewee View Post
Kitanya aja yang baru nyadar kalau transfer teknologi itu sangat penting. Seandainya saja ini dilakukan dari dulu
Kalau Indonesia mau minta jepang pasti kasih sebagian teknologi mereka dan selebihnya tinggal kita yang melakukan inovasi

Kalau mengharapkan jepang transfer teknologi sepenuhnya, berarti kita yang rakus
About technology transfer, here in Malaysia we are doing like this.

Kelana Jaya line train (Bombardier), government required them to assemble part of the trains in Malaysia.

Then, for new LRT train for Ampang line supplied from China, our government requires new train to be built in Malaysia.

In our MRT plan, government requires the supplier to build trains in Malaysia, as well as transferring technologies to local company.

http://www.bursacommunity.com/t8952-...ed-for-mrt-job

So for Indonesia case, Indonesia should at least negotiate with JICA, to allow joint-venture in train manufacturing between any Japanese supplier with your local company such as INKA. From then on, I am sure INKA can do necessary improvements on that design. INKA already built electric train with some components from Bombardier. That means, INKA already has some capability to produce MRT train, but then it can try to rope in foreign companies to better improve the manufacturing and technology for the MRT rolling stock

China got good example. Changchun (CNR) of China did joint-venture with Bombardier, so CNR enjoys getting new technology from Bombardier, but at the same time, helping Bombardier to grow business in China, and at the same time, CNR does export own metro trains to Thailand, Saudi Arabia etc.

Last edited by TWK90; November 14th, 2012 at 06:26 AM.
TWK90 está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 06:29 AM   #12
asudarsono
Subaru, Beyond Words
 
Join Date: Aug 2007
Location: Jakarta
Posts: 512
Likes (Received): 0

First of all, I would like to congratulate DKI Jakarta on the efficient construction of the Casabanca and Antasari overground roads. When the Railway Central (Gambir) Line was constructed in the 1980s, it was an engineering feat, not only for Indonesia but also for Japan. Now, Indonesia has the capability to build viaduct type constructions as ordinary projects.

Also in the 1980s - 1990s a Train Operation Control System project was undertaken that introduced centralized train control from Manggarai CTC. Today, new train double tracking and new lines are being constructed at a rapid pace by purely Indonesian companies and knowhow including in the field of signalling and comunications.

The introduction of the tunnel boring machine in the Jakarta MRT as an urban railway tool will improve on the Indonesian railway knowledge. If possible the vast expertise of Indonesian State Owned Companies and also private companies should be welcomed and in fact encouraged to the maximum, to compliment the 30% mandatory Japanese content. For example, the train manufacturer INKA has excellent facilities and experience to accomodate MRTJ EMU assembly and even provide technical assistance from the design phase.
__________________
Catch the light
www.lensa.net
asudarsono no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 08:06 AM   #13
asudarsono
Subaru, Beyond Words
 
Join Date: Aug 2007
Location: Jakarta
Posts: 512
Likes (Received): 0

Menarik nih kalau bener akan disiarkan, syukur2 lewat youtube, biar lengkap. Pendapat saya pribadi, saya optimis bisa dijawab dengan baik. Udah solved.

http://finance.detik.com/read/2012/1...ahan-soal-mrt?



Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi menegaskan, pekan depan dirinya akan mendapat kejelasan mengenai nasib pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

"Belum (pembahasan), minggu depan," ungkap Jokowi singkat seusai melakukan pertemuan bersama Menteri PU, dan Menpera di Kantor Kementerian PU, Rabu (14/11/12).

Minggu depan itu, lanjut Jokowi, dirinya akan membahas kelanjutan 3 pertanyaan yang belum dapat dijelaskan secara detail oleh investor.

"Itu nanti minggu depan itu, pembicaraan yang tiga itu aja. Nanti, ikut saja di dalam rapat lah biar tak buka semuanya," ungkap Jokowi kepada wartawan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Jokowi sempat mengungkapkan ada tiga permasalahan yang terus dipertanyakan terkait proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Tiga masalah itu belum bisa terjawab oleh manajemen PT MRT Jakarta selaku pelaksana proyek MRT.

Masalah pertama yang masih menjadi pembahasan adalah persoalan mengenai return of investment atau waktu pengembalian investasi. Hal ini penting karena sangat menentukan pengembalian pinjaman utang triliunan rupiah kepada JICA Jepang.

Persoalan kedua soal intensitas penumpang yang akan menggunakan MRT saat nanti telah beroperasi. Menurut Jokowi hal ini juga betul-betul perlu diperhitungkan secara matang karena akan berpengaruh terhadap pendapatan dan pengembalian investasi.

Masalah terakhir yang masih menjadi ganjalan adalah mengenai pinjaman untuk investasi MRT memakai skema pinjaman bersyarat ketat. Salah satu yang menonjol adalah masuknya para kontraktor asal Jepang dalam proyek ini.
__________________
Catch the light
www.lensa.net
asudarsono no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 10:30 AM   #14
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 26,175
Likes (Received): 1795

Quote:
Originally Posted by nazrey View Post
Siemens group wins 2 MRT jobs, tender prices RM1.78b
By Joseph Chin Published: Friday September 14, 2012 MYT 6:02:00 PM
http://biz.thestar.com.my/news/story...&if_height=202

KUALA LUMPUR: Mass Rapid Transit Corporation awarded five work packages for the Sungai Buloh-Kajang (SBK) MRT Line totaling RM3.474bil, of which two contracts with a total tender price of RM1.783bil was secured by two Siemens AG-led consortia.

The work packages were announced on Friday following the conclusion of the One Stop Procurement Committee (OSPC) meeting chaired by Prime Minister Datuk Seri Mohd Najib Tun Razak in Putrajaya.

The work packages were for the viaduct Package V8; electric trains; signaling and train control system; power supply and distribution; and depot equipment and maintenance vehicles.

The other companies also awarded contracts were government-linked company UEM Construction Sdn Bhd, Bombadier (Malaysia) Sdn Bhd and Meidensha Corporation.

The first contract with a tender price of RM1.365bil for the electric trains was awarded to Siemens AG-Siemens (M) Sdn bhd-SMH Rail Sdn Bhd consortium.

The second contract for the depot equipment and maintenance equipment, with a tender price of RM418mil, was awarded to Siemens AG-Siemens (M) Sdn Bhd-Hisniaga Sdn Bhd consortium.

MRT Corp said package V8, comprising of the construction of the viaduct guideway from Taman Mesra to Kajang, was awarded to the UEM Construction. The tender price was RM951mil.

Meidensha secured the power supply and distribution package with its tender price of RM459mil; while the signaling and train control system contract was awarded to Bombadier whose tender price was RM281mil.
Quote:
Originally Posted by nazrey View Post
im sorry about paste from malaysia, but seems they ready for start construction.
VRS está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 12:24 PM   #15
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,578
Likes (Received): 417

@TWK90,

Thanks for sharing. Bisa pakai model malaysia asal jgn spt GE dg salah satu BUMN indonesia. Mesin masih beli gelondongan. Itu sama spt produk GE di kasih label lokal.

How do the Malaysia Government finance the project?
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 12:29 PM   #16
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,567

Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
@TWK90,

Thanks for sharing. Bisa pakai model malaysia asal jgn spt GE dg salah satu BUMN indonesia. Mesin masih beli gelondongan. Itu sama spt produk GE di kasih label lokal.

How do the Malaysia Government finance the project?


Kan BUMN tersebut memang sub kantraktornya GE
__________________
Salam 3 Besar
Dari Bawah
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 02:56 PM   #17
TWK90
Infrastructure
 
TWK90's Avatar
 
Join Date: May 2007
Location: Petaling Jaya
Posts: 4,106
Likes (Received): 849

Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
@TWK90,

Thanks for sharing. Bisa pakai model malaysia asal jgn spt GE dg salah satu BUMN indonesia. Mesin masih beli gelondongan. Itu sama spt produk GE di kasih label lokal.

How do the Malaysia Government finance the project?
Model Malaysia asal, is less likely because it is only possible, if we do have consistent spending on building new rail lines, otherwise it cannot be economical.

For this MRT line, the government basically issues bond and sell it to investors to fund the project.
TWK90 está en línea ahora   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 03:38 PM   #18
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 2,910
Likes (Received): 493

Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
Iyalah, mana ada org yg mau kasih satu2nya periuk buat cari makan? Logika sajalah...

Kalau mau yah seperti China atau Samsung, beli lalu di photo copy. Kita punya engineer banyak kok.
Biasa disuapin terus sih... jadi kebiasaan apa-apa minta. Kalau rahasia perusahaan dibocorkan, mereka cari duit dari mana?
Kita punya engineer banyak... tapi masalahnya kalau ga impor, ada yang periuk nasinya terganggu nanti...
__________________
Wonderful Indonesia

Tolak penggantian nama Bandara Sepinggan! Nama Sepinggan sudah melekat di masyarakat dan penggantian nama hanya pemborosan uang semata!.
We are against the renaming of Sepinggan International Airport, Balikpapan. Viva Sepinggan!

Sign the petition NOW!
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2012, 11:21 PM   #19
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,578
Likes (Received): 417

@blablanonses,

Kalau ada yg terancam, ya di alihkan saja jadi mendukung kemajuan indonesia.

@TWK90,

I know it. This is the same as in NZ.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old November 15th, 2012, 11:16 AM   #20
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Parijs van Jawa, Merlion City
Posts: 2,910
Likes (Received): 493

Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
@blablanonses,

Kalau ada yg terancam, ya di alihkan saja jadi mendukung kemajuan indonesia.
Masalahnya yang terancam itu yang punya kuasa buka tutup keran impor brooooo.
__________________
Wonderful Indonesia

Tolak penggantian nama Bandara Sepinggan! Nama Sepinggan sudah melekat di masyarakat dan penggantian nama hanya pemborosan uang semata!.
We are against the renaming of Sepinggan International Airport, Balikpapan. Viva Sepinggan!

Sign the petition NOW!
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
indonesia, jakarta, mrt

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 06:49 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu