daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Java Island and Bali > Banyumas Raya



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old Yesterday, 01:02 PM   #3301
misbahul
Registered User
 
misbahul's Avatar
 
Join Date: Aug 2014
Posts: 85
Likes (Received): 19

biasanya kalo ada hospitalnya segala itu dari grup lippo nih. Semoga beneran yah, hehe
misbahul no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old Yesterday, 02:06 PM   #3302
Sitoneizer
Sitoneizer Ultima
 
Sitoneizer's Avatar
 
Join Date: Dec 2011
Location: Purwokerto, Eks Kabupaten Ajibarang
Posts: 9,772
Likes (Received): 475

Btw, ada info bahwa tahun ini tak ada anggaran untuk finishing taman terminal bulupitu, dana dialihkan ke daerah lain, yang juga membutuhkan RTH, sebaiknya taman kota di Purwokerto tidak menggunakan uang apbd, tapi sebaiknya CSR perusahaan, lebih diintensifkan.

Kecerobohan CSR PDAM, membuat air siap minum, di alun alun sementara banyak daerah rawan kekekeringan dan air bersih. Dana 65 juta untuk pendapa minimalis,
Semoga Pemda dan Perusahaan lebih bijak. Untuk perusahaan di luar Purwokerto, Btw ditunggu CSR Sari Antan , Nyonya Menir, Cebong Jaya, Dreamland dll, patungan bangun RTH .

Btw terkait taman bulupitu, meski belum tuntas, tetap sudah bisa dimanfaatkan.
__________________
"Banyumas telah membuat kawasan industri bagi para investor yang ingin
masuk. ''Sepanjang jalur Wangon- Ajibarang diperuntukkan untuk itu " Quote Aris Setiono 17 Maret 2003
perlu dibangun kawasan perkantoran terpadu di Wangon untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat wilayah barat.
Mari berkontribusi positif dengan sharing ide, info, data atau foto di forum

Last edited by Sitoneizer; Yesterday at 02:17 PM.
Sitoneizer está en línea ahora   Reply With Quote
Old Yesterday, 03:43 PM   #3303
Jaka jack
Registered User
 
Jaka jack's Avatar
 
Join Date: Mar 2014
Location: purwokerto
Posts: 790
Likes (Received): 223

Quote:
Originally Posted by Sitoneizer View Post
Btw, ada info bahwa tahun ini tak ada anggaran untuk finishing taman terminal bulupitu, dana dialihkan ke daerah lain, yang juga membutuhkan RTH, sebaiknya taman kota di Purwokerto tidak menggunakan uang apbd, tapi sebaiknya CSR perusahaan, lebih diintensifkan.

Kecerobohan CSR PDAM, membuat air siap minum, di alun alun sementara banyak daerah rawan kekekeringan dan air bersih. Dana 65 juta untuk pendapa minimalis,
Semoga Pemda dan Perusahaan lebih bijak. Untuk perusahaan di luar Purwokerto, Btw ditunggu CSR Sari Antan , Nyonya Menir, Cebong Jaya, Dreamland dll, patungan bangun RTH .

Btw terkait taman bulupitu, meski belum tuntas, tetap sudah bisa dimanfaatkan.
taman bulupitu masih bisa dilanjutkan tahun depan mas,
yg dikawatirkan justru proyek pltu terbesar didunia yg ada di cilacap terancam molor...

Proyek PLTU Terbesar Di Dunia Ini Terganjal Izin BPN
Bisnis.com, SEMARANG - Pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah berkapasitas 5 x1.000 megawatt oleh PT Jawa Energy Indonesia (JEI) kemungkinan molor lantaran terganjal perizinan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Proyek pembangkit terbesar di dunia dengan investasi senilai Rp90 triliun yang sedianya dimulai pada 2015 kemungkinan molor karena belum mengantongi perizinan penetapan lokasi dari kementerian terkait.

Perwakilan PT JEI Hendriyanto mengatakan terganjalnya proses perizinan karena perbedaan pandangan mengenai proses pembangunan pembangkit daya setrum tersebut. Pihak BPN berkukuh bahwa proyek itu bisa terealisasi dengan baik apabila pemerintah terlebih dulu turun tangan dalam pembangunan proyek tersebut.

“Kami stagnan, sudah berusaha minta pertimbangan dari berbagai pihak. Hasilnya mentok di Kementerian Agraria dan Tata Ruang, izin belum keluar,” papar Hendriyanto kepada Bisnis.com, Senin (23/2/2015).

Dia menuturkan alasan BPN itu mengacu pada Undang-undang (UU) No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, yang ditafsirkan proyek pembangkit boleh dibangun asalkan penanganan pertama dilakukan pemerintah.

Lain halnya dengan pandangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan proyek pembangkit listrik dalam pembangunan awal bisa dilakukan oleh pihak swasta.

Hal ini mengacu pada UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, yang menerangkan usaha penyedian tenaga listrik terdiri dari usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri dan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.

Hendriyanto menerangkan PT JEI merupakan perusahaan listrik swasta atau private power utility (PPU) yang akan menjual tenaga listrik kepada konsumen di wilayah Cilacap dan dapat menjual kelebihan tenaga listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Mestinya perizinan dipermudah. Lagi pula kalau ada hal atau ketentuan yang perlu direvisi kami siap membenahi. Kami juga tidak ingin menyimpulkan adanya kepentingan dari pihak tertentu,” ujarnya.

Perihal lahan yang seringkali menimbulkan pro dan kontra warga setempat, Hendriyanto memastikan tidak ada persoalan. Padahal, lokasi seluas 120 hektare (ha) mayoritas milik TNI atau sekitar 67 ha.

Menurutnya, PT JEI pekan lalu telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan pihak Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Semarang. “Pekan lalu, MoU sudah kami lakukan. Artinya tidak ada persoalan dengan lahan,” ujarnya.

Proyek pembangkit dengan daya setrum terbesar di dunia ini akan dikerjakan dalam dua tahap yang memakan waktu sekitar tujuh tahun. Tahap pertama, proyek pembangkit akan digarap dengan kapasitas 2 x 1.000 MW. Adapun tahap kedua, yakni 3 x 1.000 MW akan dikerjakan sesudah itu.

“Salah satu tujuan pendirian proyek pembangkit untuk mengatasi krisis listrik di Jawa-Bali pada 2018,” paparnya.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Cilacap Budi Santosa mengatakan lokasi pembangunan PLTU tidak jauh dari proyek pembangkit listrik yang didirikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Lokasinya di Kecamatan Adipala. Di sana proyek dari PLN juga ada,” paparnya.

Dia mengatakan Pemkab Cilacap tidak henti memberikan dukungan dengan memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait dan sejumlah kementerian. Bahkan, kata Budi, upaya dukungan bukan hanya komunikasi awal saat perizinan berlangsung. “Kami dukung dan kawal hingga proses eksekusi pembangunan,” kata dia.

Dalam kesempatan terpisah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan rencana proyek pembangkit listrik di Jateng akan terus didorong supaya tidak terjadi defisit listrik dalam tiga tahun mendatang.

http://industri.bisnis.com/read/2015...anjal-izin-bpn
__________________
untuk berbuat hal yg besar tidak harus jd orang besar
Jaka jack no está en línea   Reply With Quote
Old Yesterday, 04:37 PM   #3304
rizky123
Registered User
 
rizky123's Avatar
 
Join Date: May 2012
Location: Cilacap Bercahaya
Posts: 525
Likes (Received): 19

Quote:
Originally Posted by Jaka jack View Post
taman bulupitu masih bisa dilanjutkan tahun depan mas,
yg dikawatirkan justru proyek pltu terbesar didunia yg ada di cilacap terancam molor...
Proyek PLTU Terbesar Di Dunia Ini Terganjal Izin BPN
Bisnis.com, SEMARANG - Pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah berkapasitas 5 x1.000 megawatt oleh PT Jawa Energy Indonesia (JEI) kemungkinan molor lantaran terganjal perizinan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Proyek pembangkit terbesar di dunia dengan investasi senilai Rp90 triliun yang sedianya dimulai pada 2015 kemungkinan molor karena belum mengantongi perizinan penetapan lokasi dari kementerian terkait.
Perwakilan PT JEI Hendriyanto mengatakan terganjalnya proses perizinan karena perbedaan pandangan mengenai proses pembangunan pembangkit daya setrum tersebut. Pihak BPN berkukuh bahwa proyek itu bisa terealisasi dengan baik apabila pemerintah terlebih dulu turun tangan dalam pembangunan proyek tersebut.
“Kami stagnan, sudah berusaha minta pertimbangan dari berbagai pihak. Hasilnya mentok di Kementerian Agraria dan Tata Ruang, izin belum keluar,” papar Hendriyanto kepada Bisnis.com, Senin (23/2/2015).
Dia menuturkan alasan BPN itu mengacu pada Undang-undang (UU) No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, yang ditafsirkan proyek pembangkit boleh dibangun asalkan penanganan pertama dilakukan pemerintah.
Lain halnya dengan pandangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan proyek pembangkit listrik dalam pembangunan awal bisa dilakukan oleh pihak swasta.
Hal ini mengacu pada UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, yang menerangkan usaha penyedian tenaga listrik terdiri dari usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri dan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.
Hendriyanto menerangkan PT JEI merupakan perusahaan listrik swasta atau private power utility (PPU) yang akan menjual tenaga listrik kepada konsumen di wilayah Cilacap dan dapat menjual kelebihan tenaga listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
“Mestinya perizinan dipermudah. Lagi pula kalau ada hal atau ketentuan yang perlu direvisi kami siap membenahi. Kami juga tidak ingin menyimpulkan adanya kepentingan dari pihak tertentu,” ujarnya.
Perihal lahan yang seringkali menimbulkan pro dan kontra warga setempat, Hendriyanto memastikan tidak ada persoalan. Padahal, lokasi seluas 120 hektare (ha) mayoritas milik TNI atau sekitar 67 ha.
Menurutnya, PT JEI pekan lalu telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan pihak Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Semarang. “Pekan lalu, MoU sudah kami lakukan. Artinya tidak ada persoalan dengan lahan,” ujarnya.
Proyek pembangkit dengan daya setrum terbesar di dunia ini akan dikerjakan dalam dua tahap yang memakan waktu sekitar tujuh tahun. Tahap pertama, proyek pembangkit akan digarap dengan kapasitas 2 x 1.000 MW. Adapun tahap kedua, yakni 3 x 1.000 MW akan dikerjakan sesudah itu.
“Salah satu tujuan pendirian proyek pembangkit untuk mengatasi krisis listrik di Jawa-Bali pada 2018,” paparnya.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Cilacap Budi Santosa mengatakan lokasi pembangunan PLTU tidak jauh dari proyek pembangkit listrik yang didirikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Lokasinya di Kecamatan Adipala. Di sana proyek dari PLN juga ada,” paparnya.
Dia mengatakan Pemkab Cilacap tidak henti memberikan dukungan dengan memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait dan sejumlah kementerian. Bahkan, kata Budi, upaya dukungan bukan hanya komunikasi awal saat perizinan berlangsung. “Kami dukung dan kawal hingga proses eksekusi pembangunan,” kata dia.
Dalam kesempatan terpisah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan rencana proyek pembangkit listrik di Jateng akan terus didorong supaya tidak terjadi defisit listrik dalam tiga tahun mendatang.
http://industri.bisnis.com/read/2015...anjal-izin-bpn
Tanah aja di persoalkan , ini juga untuk kepentingan umum ...
Nanti kalau udah krisis , baru tahu rasa !!!
__________________
CILACAP
THE LIGHT OF JAVA
rizky123 no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 03:47 AM   #3305
ahonksirad
kawula Nagari
 
ahonksirad's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Nagari Ngayogyakarta Adiningrat
Posts: 2,112
Likes (Received): 437

Quote:
Originally Posted by Jaka jack View Post
taman bulupitu masih bisa dilanjutkan tahun depan mas,
yg dikawatirkan justru proyek pltu terbesar didunia yg ada di cilacap terancam molor...

Proyek PLTU Terbesar Di Dunia Ini Terganjal Izin BPN
Bisnis.com, SEMARANG - Pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah berkapasitas 5 x1.000 megawatt oleh PT Jawa Energy Indonesia (JEI) kemungkinan molor lantaran terganjal perizinan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Proyek pembangkit terbesar di dunia dengan investasi senilai Rp90 triliun yang sedianya dimulai pada 2015 kemungkinan molor karena belum mengantongi perizinan penetapan lokasi dari kementerian terkait.

Perwakilan PT JEI Hendriyanto mengatakan terganjalnya proses perizinan karena perbedaan pandangan mengenai proses pembangunan pembangkit daya setrum tersebut. Pihak BPN berkukuh bahwa proyek itu bisa terealisasi dengan baik apabila pemerintah terlebih dulu turun tangan dalam pembangunan proyek tersebut.

“Kami stagnan, sudah berusaha minta pertimbangan dari berbagai pihak. Hasilnya mentok di Kementerian Agraria dan Tata Ruang, izin belum keluar,” papar Hendriyanto kepada Bisnis.com, Senin (23/2/2015).

Dia menuturkan alasan BPN itu mengacu pada Undang-undang (UU) No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, yang ditafsirkan proyek pembangkit boleh dibangun asalkan penanganan pertama dilakukan pemerintah.

Lain halnya dengan pandangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan proyek pembangkit listrik dalam pembangunan awal bisa dilakukan oleh pihak swasta.

Hal ini mengacu pada UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, yang menerangkan usaha penyedian tenaga listrik terdiri dari usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri dan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.

Hendriyanto menerangkan PT JEI merupakan perusahaan listrik swasta atau private power utility (PPU) yang akan menjual tenaga listrik kepada konsumen di wilayah Cilacap dan dapat menjual kelebihan tenaga listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Mestinya perizinan dipermudah. Lagi pula kalau ada hal atau ketentuan yang perlu direvisi kami siap membenahi. Kami juga tidak ingin menyimpulkan adanya kepentingan dari pihak tertentu,” ujarnya.

Perihal lahan yang seringkali menimbulkan pro dan kontra warga setempat, Hendriyanto memastikan tidak ada persoalan. Padahal, lokasi seluas 120 hektare (ha) mayoritas milik TNI atau sekitar 67 ha.

Menurutnya, PT JEI pekan lalu telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan pihak Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Semarang. “Pekan lalu, MoU sudah kami lakukan. Artinya tidak ada persoalan dengan lahan,” ujarnya.

Proyek pembangkit dengan daya setrum terbesar di dunia ini akan dikerjakan dalam dua tahap yang memakan waktu sekitar tujuh tahun. Tahap pertama, proyek pembangkit akan digarap dengan kapasitas 2 x 1.000 MW. Adapun tahap kedua, yakni 3 x 1.000 MW akan dikerjakan sesudah itu.

“Salah satu tujuan pendirian proyek pembangkit untuk mengatasi krisis listrik di Jawa-Bali pada 2018,” paparnya.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Cilacap Budi Santosa mengatakan lokasi pembangunan PLTU tidak jauh dari proyek pembangkit listrik yang didirikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Lokasinya di Kecamatan Adipala. Di sana proyek dari PLN juga ada,” paparnya.

Dia mengatakan Pemkab Cilacap tidak henti memberikan dukungan dengan memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait dan sejumlah kementerian. Bahkan, kata Budi, upaya dukungan bukan hanya komunikasi awal saat perizinan berlangsung. “Kami dukung dan kawal hingga proses eksekusi pembangunan,” kata dia.

Dalam kesempatan terpisah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan rencana proyek pembangkit listrik di Jateng akan terus didorong supaya tidak terjadi defisit listrik dalam tiga tahun mendatang.

http://industri.bisnis.com/read/2015...anjal-izin-bpn
Quote:
Originally Posted by rizky123 View Post
Tanah aja di persoalkan , ini juga untuk kepentingan umum ...
Nanti kalau udah krisis , baru tahu rasa !!!
sabar mas, daripada ketika sudah beroperasi malah dipersoalkan?
ahonksirad no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 04:11 AM   #3306
rizky123
Registered User
 
rizky123's Avatar
 
Join Date: May 2012
Location: Cilacap Bercahaya
Posts: 525
Likes (Received): 19

Quote:
Originally Posted by ahonksirad View Post
sabar mas, daripada ketika sudah beroperasi malah dipersoalkan?
Yang mempersalahkan hanya pihak BPN , pihak lain sudah fiks2 saja tidak ada masalah ..
Seharusnya presiden selaku pencetus mega proyek ini , harus cepat bertindak untuk mencari solusi !! ..
__________________
CILACAP
THE LIGHT OF JAVA
rizky123 no está en línea   Reply With Quote
Old Today, 04:50 AM   #3307
ahonksirad
kawula Nagari
 
ahonksirad's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Nagari Ngayogyakarta Adiningrat
Posts: 2,112
Likes (Received): 437

kalau di kuliah saya kemarin, memang PLTU itu butuh lahan besar, sehingga harus sangat berhati-hati dalam setiap prosedurnya. apalagi lahan itu bukan untuk unit pembangkitnya, tapi untuk penyimpanan batu bara yang bisa berdampak secara kesehatan maupun sosial.

ikuti dulu saja prosedurnya, biar nanti ketika beroperasi tidak ada hambatan nonteknis macam ini.
ahonksirad no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
central java

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 09:20 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2015, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2015 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2015 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu