daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old October 26th, 2007, 07:35 PM   #1
lombok
BANNED
 
lombok's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 2,810
Likes (Received): 121

Flood problem and the solution

Atasi Banjir Rp9,5 Trilyun

Jumat 26 Oktober 2007, Jam: 10:00:00

JAKARTA (Pos Kota) – Mengendalikan bencana banjir di DKI Jakarta dibutuhkan dana Rp 9,5 trilyun, di mana Rp 3,5 trilyun diantaranya berasal dari partisipasi swasta. Dana itu sudah termasuk untuk merehabilitasi 2 buah jembatan yang melintasi sungai di Kampung Melayu dan Kalibata.

Diakui Panitia Anggaran dan anggota Komisi V DPR-RI Enggartyasto Lukita, sulit membebaskan Jakarta dari masalah banjir. “Kami sudah memfasilitasi pejabat dan tenaga ahli yang berkompeten dibidangnya. Tapi untuk merealisasikan master plan yang telah disepakatinya tetap saja membuat kita sakit kepala,” kata wakil rakyat itu.

Menurut dia, upaya yang dilakukan Departemen Pekerjaan Umum dalam mengurangi masalah banjir di DKI Jakarta sudah maksimal. Dan bila saat ini hasilnya belum seperti yang diharapkan itu semata-mata karena keterbatasan dana. Sementara itu, pemerintah baru akan mengalokasikan dana yang cukup besar pada anggaran tahun jamak (multy years) dan dimulai 2008.

Pembebasan tanah di bantaran sungai untuk pekerjaan normalisasi sangat melelahkan. Disamping belum ada kesadaran dari penghuni bantaran sungai, mereka juga sulit diarahkan untuk direlokasi ke rumah susun.

Menurut Kasubdit Perencanaan Teknik Sungai Danau & Waduk Ditjen Sumber Daya Air Departemen PU Budi Santoso, perlunya singkronisasi antara penanggulangan banjir di DKI Jakarta dengan UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air (SDA).

Masalahnya, UU ini telah mengamanatkan kegiatan penanganan banjir disesuaikan dengan konservasi dan pendayagunaan SDA. Menurutnya, ada tiga faktor penyebab masalah banjir di DKI Jakarta yaitu tersendatanya aliran air ke laut akibat sedimentasi sungai, tumpukan sampah dan kerusakan lingkungan di daerah hulu.

SIAGA BANJIR
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengimbau semua unsur masyarakat dan aparat Penanggulangan Bencana mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana menimpa ibukota.

"Bencana bisa saja terjadi di ibukota. Untuk itu, persiapan penanggulangan bencana mutlak harus dimulai dari sekarang," tegas Prijanto di sela-sela peninjauan Pekan Sadar Bencana, di Silang Monas Jakarta, Kamis (25/10).

Ia mengungkapkan sebanyak 3.400 aparat sudah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Mereka harus tetap siaga,”katanya.

Dalam kesempatan tersebut wagub juga menyempatkan diri mengunjungi pameran sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Ikut memeriahkan pameran tersebut Kotamdya lima wilayah DKI, Kabupaten Kepulauan Seribu, TNI, Polri, PMI, ORARI, dan unsur lainnya.

Pada pameran tersebut terlihat masing-masing unsur tersebut memperagakan alat dan prasarana dalam penanggulangan bencana seperti perlengkapan evakuasi, dapur umum, hingga alat telekomunikasi.


Gue bikin thread baru abis kagak ketemu dimana thread masalah banjir ? boleh dipindahkan kalau memang udah ada...
lombok no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 27th, 2007, 01:28 AM   #2
asudarsono
Subaru, Beyond Words
 
Join Date: Aug 2007
Location: Jakarta
Posts: 512
Likes (Received): 0

Ada ya hubungannya banjir dan jembatan?

Kalau ada yg tahu masterplan penanggulangan banjir, boleh donk aq dikasih tunjuk. Siapa tahu dgn banyaknya kepala yg berpikir, sakit kepalanya bisa berkurang.
__________________
Catch the light
www.lensa.net
asudarsono no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2007, 04:15 AM   #3
kamski
hardcore
 
kamski's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 323
Likes (Received): 1

Bukannya penyebab banjir itu karena hilangnya endapan air? Perumahan Pantai Indah Kapuk berdiri diatas endapan air kan?
__________________
Haha naw, I'm just kidding.
kamski no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2007, 06:15 AM   #4
sanhen
Urban Monk
 
sanhen's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Tokyo, Japan
Posts: 2,437
Likes (Received): 2

Judul thread nya ngga sesuai tradisi. Harusnya : "Welcome to the Annual Jakarta Flood Festival 2007"
sanhen no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2007, 07:03 AM   #5
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,147
Likes (Received): 1759

Quote:
Originally Posted by sanhen View Post
Judul thread nya ngga sesuai tradisi. Harusnya : "Welcome to the Annual Jakarta Flood Festival 2007"
Biar agak kerenan dikit..


Jakarta International Flood Festival 2008
"Save our water"

Jakarta, 21-31 Mei 2008

Bintang tamu :
Fauzi Bowo, pembicara utama
DPRD Jakarta, tersangka utama ( pembangunan BKT & BKB yg tak kunjung kelar )
Rakyat Jakarta, korban utama


__________________
Centroval Studio | The Archivetecture
NEW COLLECTION ! -> 22 April 2014 : Changi Airport Collections | Previous Collection -> 9 January 2014 : Jakarta - Singapore - Seoul Skyline
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2007, 10:49 AM   #6
lombok
BANNED
 
lombok's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 2,810
Likes (Received): 121

janji melulu...

Pembangunan Fisik BKT Awal 2008

Sabtu 27 Oktober 2007, Jam: 9:33:00

JAKARTA (Pos Kota) – Pemda DKI Jakarta mentargetkan, awal tahun 2008 mendatang, pembangunan fisik Banjir Kanal Timur (BKT) dimulai.

Menurut Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo, pembangunan BKT tetap sesuai rencana. “Pemda tengah menyelesaikan masalah pembebasan yang diharapkan selesai tahun ini,”katanya, kemarin.

Menurut Fauzi, pembangunan BKT harus terlaksana. Sebab, BKT tersebut merupakan salah satu upaya pemda mengatasi masalah banjir. “Memang tidak akan terselesaikan seluruhnya. Tapi beberapa bagian harus dituntaskan,”katanya.

Ia menjelaskan, 40 persen dari luas Jakarta berada di bawah permukaan laut. Selain itu, sebanyak 13 sungai bermuara di Jakarta. Kondisi tersebut membuat Jakarta tetap rawan banjir. “Tapi pengentasan banjir di Jakarta tetap menjadi salah satu program utama pemda,”katanya.

TAHUN DEPAN
Pemda DKI Jakarta bertangungjawab dalam pembebasan lahan. Sedangkan pekerjaan fisik BKT dikerjakan Departemen Pekerjaan Umum (DPU).

“Pemda membebaskan lahan sedangkan penggalian dan pembangunan fisik oleh Departemen Pekerjaan Umum,”kata H. Wisnu A Soebagio, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Ia menyebutkan, bila BKT selesai maka masalah banjir di kawasan industri dan pemukiman di Jakarta Timur dan Jakarta Utara bisa teratasi. Setidaknya sekitar 30 persen masalah banjir di kawasan itu bisa terselesaikan. Sebab, BKT akan menyedot air dari sejumlah kali yang membelah kawasan itu.

Sejak awal BKT diharapkan mampu menuntaskan masalah banjir di dua kawasan itu. Bila digabung dengan Banjir Kanal Barat (BKB) maka akan berbentuk tapal kuda sehingga penuntasan anjir di barat dan timur dapat dituntaskan pula.

Dana yang dikucurkan untuk BKT senilai Rp 5 trilyun. Separuh dana tersebut digunakan untuk membebaskan lahan sepanjang 23,7 KM dengan lebar 100 meter.

Saat ini, pemda masih terus melakukan pembebasan tanah. Namun masih ada yang belum terbebaskan. Dua walikota Jakut dan Jaktim tengah melakukan penuntasan pembayaran gantirugi.

Sementara itu, Pemda DKI Jakarta saat ini tengah melakukan perbaikan drenase atau saluran air.

Menurut Wisnu, perbaikan drenase tersebut dilakukan karena aliran air di kawasan tersebut tersendat.

Ia meminta kesadaran warga Jakarta agar tidak membuang sampah ke kali atau selokan. Sebab tidak sedikit selokan yang mampet akibat ditutupi sampah.
lombok no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2007, 05:17 PM   #7
UMD
Registered User
 
UMD's Avatar
 
Join Date: May 2005
Location: Sydney
Posts: 1,472
Likes (Received): 514

Pake Pakar dari Belanda. Itu kota Amsterdam juga lebih dari separuh berada di bawah permukaan laut. Schiphol aja di bawah permukaan laut.

Bukankah ada proyek penentasan banjir yg di desain oleh Belanda pada zaman dulu yg sampe sekarang juga belum diselesaikan di Jakarta?
UMD no está en línea   Reply With Quote
Old October 28th, 2007, 03:20 PM   #8
Dazon
Oceana Community Union
 
Dazon's Avatar
 
Join Date: Oct 2007
Location: Buitenzorg
Posts: 8,349
Likes (Received): 709


sebenernya project basenya udah dibuat dari jaman VOC tapi sekarang banyak disalah gunakan oleh pemkot jakarta tapi faktor dominan yg buat kesalahan ya itu daerah slum di jakarta.
Dazon no está en línea   Reply With Quote
Old October 28th, 2007, 08:26 PM   #9
lombok
BANNED
 
lombok's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 2,810
Likes (Received): 121

Awas Jakarta Kelelap

Minggu 28 Oktober 2007, Jam: 6:45:00

JAKARTA (Pos Kota) –“Awas banjir!” Sebagian warga Jakarta tidak akan terkejut dengan kalimat tersebut. Sebab banjir dianggap peristiwa alam yang lazim terjadi. Tiap tahun sebagian wilayah Jakarta dipastikan terendam air. Terutama warga di bantaran Kali Ciliwung dan Kali Cipinang.

Namun yang membuat was-was, hujan sedikit atau sebentar saja, air sudah menggenang dimana-mana. Di Ibukota Jakarta, curah hujan menurut prakiraan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) sebetulnya masih rendah kurang dari 50 milimeter.

Dalam kondisi ini saja hujan yang baru beberapa hari turun di Jakarta pasca kemarau panjang sudah membuat Ibukota nyaris lumpuh. Belum lagi jika curah hujan tinggi. Jakarta bisa kelelep lagi seperti Februari lalu.

Pemda DKI sendiri dituding kurang gerak cepat mengantisipasi banjir di Jakarta. “Perbaikan saluran air saja dilakukan saat hujan sudah mulai turun. Seharusnya itu dilakukan jauh-jauh hari. Sebagai bukti, hujan sedikit saja Jalan Thamrin-Sudirman sudah kebanjiran,” ujar H Torong SH, warga Cililitan.

Sejumlah saluran air yang tersebar diberbagai lokasi di lima wilayah Jakarta, menurut pantauan Pos Kota, banyak yang tersumbat sampah dan dipenuhi lumpur. Seperti di Koja, Semper, Warakas, Kelapa Gading Jakarta Utara, Cipinang, Cililitan, Pondok Kopi, Jaktim, Jl. Sudirman, Thamrin, Salemba Raya, Gunung Sahari Jakpus, Kebayoran Lama, Tebet, Manggarai, Jaksel dan Grogol, Jl. Daan Mogot, Joglo Jakbar.

Selain itu, perusakan lingkungan. Tata ruang yang tidak ditata dengan baik menambah parahnya kondisi itu. Tumbuhnya rumah mewah dan gedung bertingkat, tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan di Ibukota ditambah rusaknya kawasan hulu di Bogor dan Cianjur.

TITIK RAWAN BANJIR
Selama ini terdapat 79 titik kawasan yang selalu menjadi langganan banjir di Jakarta. Titik banjir tersebut tersebar di lima wilayah. Di kawasan Utara Jakarta sebagai muara sungai kini berkembang berbagai kawasan bisnis dan perumahan mewah. Muara sungai di Pantai Indah Kapuk diurug. Bahkan sekitar 800 hektar kawasan tersebut sudah ditinggikan.

Mereka yang tinggal di kawasan tersebut tidak tersentuh banjir. Sebab kawasan tersebut dipasang sistim polder atau pompa air. Namun, lingkungan sekitar yang sudah terhambat oleh tingginya dataran setelah menjadi langganan banjir.

Upaya pemeliharan saluran dan pengerukannya, seperti yang kini tengah dilaksanakan Sudin PU Tata Air Kodya Jakarta Utara di Jalan Bugis, Tanjung Priok, serta Jalan Semper Raya, sudah sangat terlambat. Mengingat pelaksanaannya sudah memasuki musim hujan, bukan pada waktu-waktu sebelumnya.

Sementara itu mengenai kesiapan logistik bagi warga bila terjadi bencana banjir, Kepala Bagian Bintal Kesos Jakarta Utara, Tri Kurniadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan peralatan dapur umum dan tenda bila ada kejadian banjir di satu wilayah.

PERBAIKAN SALURAN MAKRO
Kepala Dinas PU DKI Jakarta Wishnu Subayo Yusuf mengatakan antisipasi banjir dengan perbaikan saluran mikro meliputi pembersihan saluran air atau drainase, normalisasi saluran primer. Perbaikan saluran mikro kini tengah dilakukan di Cikini, Jl RP Soeroso, Jl Teuku Umar, dan Jl Sam Ratulangi.

Untuk wilayah Jakarta Barat, kata Wishnu yaitu di sepanjang Jl Daan Mogot mulai dari perempatan Grogol sampai Kalideres.

perbaikan saluran makro dilakukan pemerintah pusat adalah normalisasi Kali Ciliwung mulai dari Jembatan Merah sampai stasiun Jakarta Kota.

“Kita juga membuka muara banjir kanal barat (BKB) di Muara Angke, pengerukan BKB, dan pengerukan Kali Cengkareng Drain,”katanya.

Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan sudah siagakan 15 unit mesin pompa dan 6 rumah pompa yang tersebar di sepuluh kecamatan di Jaksel berikut sepuluh ribu karung pasir.

Walikota Jaksel Syahrul Effendi SH, MM, didampingi Kasudin PU Tata Air Ir Hj Endang Setiawati dan Amir Mudjahid, Kasi Pemeliharaan menjelaskan, pihaknya sudah rutin menyiapkan segala perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan .

PROYEK BKT
Pemda DKI Jakarta berupaya mengentaskan Jakarta dari banjir. Uang trilyunan rupiah dirogoh untuk pembuatan Banjir Kanal Timur (BKT). Mukhayar Wakil Komisi D DPRD DKI Jakarta mengatakan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) bukan berarti akan bebas banjir. Namun bisa mengurangi titik-titik banjir diwilayah Jakarta Timur. Sebab aliran Sungai Cipinang, Sungai Sunter maupun Sungai Bauran debitnya bisa berkurang.

Untuk itu dewan berharap anggaran dana untuk pembebasan tanah yang belum terserap sekitar Rp 850 milyar ini segera dibayarkan. “Pemda DKI hanya membebaskan lahan sedangkan biaya pembangunan dari anggaran pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sedangkan untuk mengurangi genangan air di wilayah lainnya, lanjut Mukhayar pihaknya memintan Dinas Pekerjaan Umum Air harus bekerja lebih ekstra lagi. Karena saat ini musim hujan sudah mulai tiba sedangkan proses pengerukan dan perbaikan saluran masih banyak yang belum selesai.

“Kami minta Dinas PU Air untuk lebih mempercepat lagi proses perbaikan saluran air,” ucapnya. “Bila perlu beli alat canggih untuk nyedot lumpur utamanya untuk jembatan dibawah jalan raya yang sulit dibongkar.”

POLDA SIAPKAN BANTUAN
Guna mengantisipasi kemacetan akibat banjir di musim penghujan nanti, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan jalur alternatif dadakan. Selain itu juga dipersiapkan pelayanan dan pemutakhiran informasi lebih lengkap melalui Traffic Management Center (TMC) dan pemasangan rambu peringatan jebakan banjir di sejumlah jalur rawan banjir, serta sistem buka tutup arus lalu lintas yang tergenang air, kata Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Firman Santyabudi.


LOKASI RAWAN BANJIR
JAKARTA PUSAT 41. Pesing
1. Matraman Dalam 42. Krendang, Duri Utara
2. Kalipasir Kwitang 43. Jelambar
3. Bunderan HI, Kebon Kacang, Teluk Betung 44. Tomang Rawa Kepa
4. Pejompongan/AL 45. Jati Pulo
5. Jatipinggir 46. Pinangsia
6. Mangga Dua 47. Mangga Besar
7. Karang Anyar 48. Tanjung Duren
8. Serdang 49. Grogol
9. Gunung Sahari 50 Sukabumi Utara
10. Cempaka Putih 51. Kelapa Dua
52. Duri Kepa
JAKARTA UTARA
11. Kapuk Kamal JAKARTA SELATAN
12. Kapuk Kamal Sediatmo 53. IKPN
13. Pantai Indah Kapuk 54. Pondok Pinang
14. Kapuk Muara, Teluk Gong, Muara Angke 55. Cireundeu Permai
15. Pluit 56. Kebalen, Mampang Prapatan
16. Pademangan Barat 57. Tegal Parang
17. Pademangan Timur 58. Petogogan
18. Sunter Agung 59. Pondok Karya
19. Sunter Jaya 60. Damai Jaya
20. Lagoa Buntu 61. Pulo Raya
21. Kebon Bawang 62. Setiabudi Barat
22. Warakas 63. Bukit Duri, Kebayoran Baru, Bidara Cina,Kampung Melayu
23. Sungai Bambu 64. Pengadegan, Kalibata, Rawa Jati, Gang Arus
24. Papanggo 65. Cipulir, Ciledug Raya
25. Yos Sudarso
26. Sunter Timur, Kodamar JAKARTA TIMUR
27. Perum Walikota Jakarta Utara 66. ASMI, Perintis
28. Kelapa Gading 67. Pulo Mas
29. Rawa Badak, Tugu, Lagoa 68. Pulo Nangka
30. Tugu Utara 69. Rawa Bunga
31. Semper 70. Kebon Nanas
32. Dewa Ruci, Dewa Kembar 71. Cipinang Jaya
33. Rorotan/Babek ABRI 72. Cipinang Indah, Cipinang Muara,Cipinang Melayu
73. Malaka Selatan, Pondok Kelapa
JAKARTA BARAT 74. Buluh Perindu, Tegal Amba
34. Rawa Buaya 75. Halim Perdanakusuma
35. Duri Kosambi 76. Kramat Jati
36. Tegal Alur 77. Kampung Rambutan, Ciracas, Cibubur
37. Kapuk Kedang/Poglar 78. Ujung Menteng
38. Cengkareng
39. Kembangan Green Garden
40. Meruya



SEDENGKUL KEMASI BARANG
Banjir bagi sebagian warga yang tinggal di DAS (daerah aliran sungai) Ciliwung merupakan kejadian biasa. Sebab setiap musim hujan wilayahnya tak luput dari genangan air.

“Di sini kebanjiran sudah biasa, namanya juga tinggal di bantaran kali. Itu tuh…rumah mewah aja kelelap banjir,” ucap Ratminah,60, yang sejak tahun 1970 dia tinggal di wilayah tersebut. Ibu empat orang anak ini sudah menganggap banjir sebagai hal biasa.

Ia mengatakan bila hujan tiba air masuk selutut kaki itu sudah merupakan hal yang masih wajar. Apalagi musibah banjir di Jakarta pada bulan Februari lalu air hingga menyentuh atap rumahnya.”Daerah lain gak banjir wilayah sini pasti kebanjiran bila musim hujan tiba. Kalau banjirnya sedengkul kemasi barang. Kalau air sudah seleher baru ngungsi,” ungkapnya.

Bila Pemda DKI akan melakukan relokasi, kata Ratminah akan menolaknya. Pasalnya sudah enak tinggal dibantaran kali, gak usah beli air terlalu banyak. Bila mau mandi cuci maupun kakus (MCK) tinggal di belakang rumah air sungai mengalir deras. ”Kami gak mau bila disuruh pindah di rumah susun karena biaya hidupnya lebih mahal,” papar Ratminah. Wanita ini mengaku mengandalkan hidupnya sehari-hari dari buruh cuci pakaian.

MENOLAK DIRELOKASI
Hal senada juga dikatakan, Ny.Wartini yang mengaku banjir merupakan kejadian biasa bagi dia sekeluarga. Banjir sudah menjadi langganan di lingkungannya setiap musim hujan tiba. Padahal rumah-rumah yang berada dibantaran kali sudah dibangunkan talud pembatas agar luapan air tidak meluber. Namun karena wilayahnya lebih rendah dengan sungai hujan ringanpun air masuk kerumahnya.
“Kami sudah anggap banjir kejadian wajar bila hujan turun,” jelas Wartini warga RW 03 Kelurahan Kebon Manggis Jaktim ini. Dia mengatakan perabotan rumah tangganya, bila banjir sering hanyut namun dirinya tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan keselamatan. ”Asal masih diberikan kesehatan barang-barang hanyut masih bisa dibeli lagi,” ujarnya enteng.

Wartini maupun keluarganya juga menolak bila warga yang ada di sekitar bantaran kali direlokasi. Keengganan warga untuk pindah membuat Pemda DKI kesulitan untuk menormalisasi Kali Ciliwung. Sebagaian warga menolak pindah karena penghidupan mereka tak jauh dari mereka tinggal. Di wilayah Kampung Melayu misalnya, warga di sana sebagain besar menjadi pedagang di Pasar Jatinegara. Setelah Perda Ketertiban Umum disahkan beberapa waktu lalu, Pemda DKI berharap warga akan dapat dipindah dan direlokasi.

(TIM PK)














Analisis Redaksi
Butuh Ketegasan Polisi
Kejahatan jalanan, terutama kasus-kasus perampokan, akhir-akhir ini banyak terjadi di Jakarta. Targetnya tergolong ‘naik kelas’. Bukan lagi rumah atau bangunan sekelas toko, melainkan bank yang sudah pasti ada penjaganya pun, mereka satroni.
Lihat Daftar...






Nah Ini Dia ... !
Korban Janda Kegatelan
Cinta bila telah melekat, biar embok-embok (baca: lebih tua) tetap saja teraca coklat. Bayangkan, usia Misdi kepala dua juga belum nyampe, tetapi bisa tergila-gila pada janda Murniati, 30, yang lebih pantas jadi ibunya. Kalau begini, siapa yang kebangetan? Si anak muda yang masih cemlolo (belia), atau si janda yang kadung kegatelan? Tetapi gara-gara jalinan asmara yang terlalu njomplang tersebut, Misdi, 17, harus berantem dengan Herman, 16, anak janda Murniati, yang tidak rela ibunya menikah lagi.
Lihat Daftar...
lombok no está en línea   Reply With Quote
Old October 28th, 2007, 09:01 PM   #10
BauIng
SkyscraperCity Addict
 
BauIng's Avatar
 
Join Date: Sep 2007
Location: Jakarta, Indonesia
Posts: 2,342
Likes (Received): 19

Quote:
Originally Posted by lombok View Post
Nah Ini Dia ... !
Korban Janda Kegatelan
Cinta bila telah melekat, biar embok-embok (baca: lebih tua) tetap saja teraca coklat. Bayangkan, usia Misdi kepala dua juga belum nyampe, tetapi bisa tergila-gila pada janda Murniati, 30, yang lebih pantas jadi ibunya. Kalau begini, siapa yang kebangetan? Si anak muda yang masih cemlolo (belia), atau si janda yang kadung kegatelan? Tetapi gara-gara jalinan asmara yang terlalu njomplang tersebut, Misdi, 17, harus berantem dengan Herman, 16, anak janda Murniati, yang tidak rela ibunya menikah lagi.
Lihat Daftar...
ikut ke copy paste
__________________
Visit Indonesia 2011

"Technique is not everything.
But without technique everything is nothing."
BauIng no está en línea   Reply With Quote
Old October 29th, 2007, 05:07 AM   #11
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,510
Likes (Received): 361

Hahaha, lombok kalo copas, hati2 donk,, bagian LIST BERITA di bawahnya gak perlu di COpY Paste juga
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 29th, 2007, 07:58 AM   #12
Balandra
bitch ' cum to me '
 
Balandra's Avatar
 
Join Date: Mar 2007
Location: Kota U.I
Posts: 615
Likes (Received): 31

wakakak
Balandra no está en línea   Reply With Quote
Old October 29th, 2007, 03:17 PM   #13
Dazon
Oceana Community Union
 
Dazon's Avatar
 
Join Date: Oct 2007
Location: Buitenzorg
Posts: 8,349
Likes (Received): 709

pssstt OOT tuh
tapi g ikutan ngakak juga

Om Fauzi Bowo katanya masih pusing sama banjir yg ada... apa lagi ditambah masalah bus way yg bkin macet ibu kota
__________________
need some beer.
Dazon no está en línea   Reply With Quote
Old October 30th, 2007, 06:27 PM   #14
BauIng
SkyscraperCity Addict
 
BauIng's Avatar
 
Join Date: Sep 2007
Location: Jakarta, Indonesia
Posts: 2,342
Likes (Received): 19

30-10-2007
Antisipasi Banjir, Bangunan di Bantaran Kali Dibongkar

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat tengah gencar-gencarnya melakukan penertiban terhadap bangunan liar di bantaran kali. Upaya itu dimaksudkan untuk menimalisir bencana banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan tiba. Setelah dilakukan pembongkaran, kemudian dilanjutkan dengan pengerukan kali.

Setelah berhasil membongkar ratusan bangunan liar yang berdiri di atas bantaran Kali Jilakeng, Kecamatan Tambora akhir bulan Oktober lalu, kini petugas gabungan di bawah komando Suku Dinas PU Tata Air kembali melanjutkan penertiban puluhan bangunan liar yang sempat tertunda di sisi selatan sampai ke Kali Opak.

Penertiban bangunan liar ini dilakukan untuk mempercepat dan memudahkan pengerukan sampah dan lumpur yang membuat kali dangkal. “Warga sudah lama mengusulkan agar Kali Jilakeng dikeruk. Kini, pemerintah akan menertibkan seluruh bangunan di bantaran kali agar pengerukan bisa dilakukan,” kata Wali Kota Jakarta Barat Fadjar Panjaitan, Selasa (30/10).

Pemkot Jakbar, kata Fadjar, tidak bisa lagi menunda pengerukan karena musim hujan telah tiba dan lumpur dari semua saluran air akan masuk ke kali. "Jika tidak segera dikeruk maka sampah dan lumpur semakin menumpuk," katanya. "Oleh karena itu saya meminta warga untuk tidak membuang sampah ke kali," tandasnya.

Pengerukan sampah dan lumpur yang dilakukan, kata dia, setidaknya akan meminimalkan dampak buruk akibat banjir "Kalau kalinya bersih aliran air akan lancar, dan kemungkinan banjir sangat kecil," katanya.

Untuk melakukan pengamanan terhadap bantaran kali yang telah dibebaskan dari bangunan liar tersebut, wali kota akan melakukan koordinasi instansi terkait seperti Sudin Pertamanan, Sudin Pertanian, dan Sudin PU Tata Air.

Selain Kali Jilakeng, Pemkot Jakarta Barat juga akan mengeruk sejumlah kali dan saluran penghubung lainnya diantaranya saluran penghubung Kedaung Kaliangke dan anak kali Ciliwung di kawasan Manggabesar.

“Saya juga menghargai kian meningkatnya kesadaran warga pemilik bangunan di bantaran kali,” lanjut Fadjar. "Pembongkaran bangunan di bantaran Kali Jilakeng, misalnya, dilakukan oleh pemiliknya. Aparat hanya datang untuk membantu." tambahnya.

Senada dengan wali kota, Kasudin PU Tata Air Heriyanto mengatakan setelah sampah dan lumpur kali dibersihkan maka diharapkan dapat mengurangi tingkat kerawanan banjir. "Sungai ini sudah sedemikian kotor sehingga mengakibatkan kawasan sering kebanjiran. Setelah kotoran dikeruk diharapkan dapat mengurangi tingkat kerawanan banjir," harapnya.
__________________
Visit Indonesia 2011

"Technique is not everything.
But without technique everything is nothing."
BauIng no está en línea   Reply With Quote
Old November 2nd, 2007, 05:55 PM   #15
BauIng
SkyscraperCity Addict
 
BauIng's Avatar
 
Join Date: Sep 2007
Location: Jakarta, Indonesia
Posts: 2,342
Likes (Received): 19

02-11-2007
Wagub Tinjau 13 Pintu Air

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto hari ini meninjau 13 pintu air dan pompa pengendali banjir. Ke-13 pintu air dan pompa pengendali banjir tersebut yaitu Pintu Air Manggarai, Pompa Setiabudi Barat, Pompa Melati, Pintu Air Karet, Pompa Tomangbarat, Pompa Pluit, Pintu Air Pasarikan, Pompa Ancol, Pompa Sunterbarat, Pompa Suntertimur Kodamar, Saringan Perintis Kemerdekaan, Pompa Istana, dan Pompa Cideng.

Inpeksi tersebut dimaksudkan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana pengendali banjir yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kita dari Satkorlak ingin mengecek langsung tentang sarana pengendalian banjir di ibu kota. Apakah seluruh alat itu berfungsi dengan baik atau tidak?,” jelas Prijanto saat konferensi pers usai mengunjungi pompa dan pintu air, Jumat (2/11).

Mantan Aster KASAD ini menjelaskan, bahwa tanggung jawab pengendalian banjir itu dibagi menjadi dua yaitu menjadi kewenangan pemerintah pusat yaitu Departemen Pekerjaan Umum dan kewenangan pemerintah daerah.

Dia mencontohkan kondisi Banjir Kanal Barat (BKB) yang terbentang dari Pintu Air Manggarai hingga Muara Angke itu menjadi kewenangan Departemen PU, “Pendangkalan akibat sampah di BKB itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” jelasnya.

Begitu pula dengan PA Manggarai dan Karet, serta Kali Ciliwung dari Hulu (Bogor) hingga Manggarai juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Meski demikian, kata Prijanto, penanganan sampah di PA Manggarai dan Karet, saat ini ditangani oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dia menuturkan, sarana dan prasarana banjir yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta saat ini dan yang tengah dibangun, tidak secara otomatis menjamin bahwa Jakarta tidak akan ada banjir sebab sarana dan prasarana tersebut memiliki batas kemampuan.

Prijanto mengungkapkan, untuk BKB memiliki kapasitas 370 m3/detik. “Banjir tahun 2002 dan 2007, volume air di BKB itu melebihi kapasitas normal yaitu lebih dari 370 m3/detik,” katanya.

Lantas apakah yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah dan menanggulangi banjir? Kembali Prijanto mengatakan bahwa pemprov telah membuat 54 lokasi stasiun pengendali banjir dimana di tempat tersebut terdapat waduk dan pompa pengendali banjir. “Pompa-pompa tersebut ada yang sudah lama dan ada juga yang baru sehingga kemampuannya ada yang 70 persen, 80 persen, dan bahkan ada yang masih 100 persen,” ujarnya.

“Dan dari pengecekan tadi ternyata hanya ada satu pompa yang mati karena switch stater-nya rusak yaitu di Waduk Melati, namun itu dapat diperbaiki satu atau dua hari ini,” jelasnya.

Selain itu, pada tahun 2007 ini, pemprov juga melakukan pengadaan pompa baru yaitu dua unit di Cilincing yang berkapasitas 0,75 m3/detik, satu unit di bendungan Melayu yang berkapisitas 0,5 m3/detik, dua unit di Kedaung Kaliangke dengan kapasitas 1m3/detik, dua unit di Sindang Pindang berkapasitas 2,5 m3/detik, tiga unit di Yos Sudarso berkapasitas 1 m3/detik, satu unit di Muaraangke yang berkapasitas 0,5 m3/detik.

Secara teknis, kata dia, air dari kawasan yang tergenang air itu dengan drainase lokal akan dialirkan ke waduk-waduk dan setelah itu dinaikkan dengan pompa pengendali banjir dimasukkan ke BKB dan dialirkan ke laut.

Selain penyiapan pompa tersebut, lanjut Prijanto, pihaknya juga melakukan pengerukan kali seperti di Sungai Ciliwung Bawah antara jembatan Merah sampai Pasarikan, Muaraangke, Kali Krukut, Kali Cideng, dan Kali Grogol.
Sementara itu itu perbaikan drainase juga telah dilaksanakan di setiap kotamadya. “Di Jakarta Pusat ada 69 lokasi, Jakbar 35 lokasi, jakut 92 lokasi, Jaksel 50 lokasi, dan Jaktim 65 lokasi,” ucapnya.

Pihaknya, imbuh Prijanto juga terus menambah saringan sampah otomatis di setiap pintu air. “Pada tahun 2006 telah dibangun tujuh unit dan tahun ini dibangun tujuh unit lagi,” imbuhnya.

“Saringan sampah itu terdapat di Sungai Sunterkresek, Sunterselatan, Sunterutara, Sungai Tirem, Waduk Pulomas, Cengkareng Drain,’ tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas PU DKI Jakarta Wishnu Subagyo Yusuf mengatakan, untuk mengeruk lumpur dan sampah kali di ibu kota pada tahun 2007 ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Namun pada kenyataannya, alokasi dana yang dimiliki hanya sebesar Rp 272 miliar. “Kita akan prioritaskan sungai mana yang rawan meluap saat musim penghujan,” ujarnya.

Wishnu juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke kali karena itu akan menjadi salah satu penyebab banjir di ibu kota. “Kesadaran masyarakat perlu terus ditumbuhkan bahwa pencegahan dan penanganan banjir itu menjadi tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat,” terangnya.
__________________
Visit Indonesia 2011

"Technique is not everything.
But without technique everything is nothing."
BauIng no está en línea   Reply With Quote
Old November 4th, 2007, 01:19 AM   #16
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,510
Likes (Received): 361

Some BANJIR snapshoot across Sumatra

Medan *on Hari Raya Idul Fitri this year

Untungnya, banjir di Medan cuman banjir kilat yang akan segera menyusut dalam kurang dari 1-2 jam.

Banjir di persekitaran Jalan Zainul Arifin



Masih di sekitaran depan SUN PLAZA


Di sekitar MERDEKA WALK


Idem ma yang di atas


Courtesy of ME MYSELF
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old November 4th, 2007, 01:21 AM   #17
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,510
Likes (Received): 361

Banjir di Kawasan RUMBAI *kawasan utara Pekanbaru

Banjir tidak menyurutkan minat anak-anak SDN 034 untuk bersekolah

Dari RIAUTERKINI
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old November 10th, 2007, 10:40 AM   #18
BauIng
SkyscraperCity Addict
 
BauIng's Avatar
 
Join Date: Sep 2007
Location: Jakarta, Indonesia
Posts: 2,342
Likes (Received): 19

09-11-2007
Antisipasi Banjir, Sejumlah Sungai Dikeruk

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus berupaya untuk mengantisipasi bencana banjir yang diperkirakan melanda Ibu Kota November hingga Februari 2008 mendatang. Selain melakukan normalisasi saluran air dan menyiapkan bantuan logistik, Pemprov DKI juga tengah gencar-gencarnya melakukan pengerukan dan penurapan sejumlah kali di Jakarta. Namun revitalisasi sungai tersebut dilakukan berdasarkan skala prioritas karena terbatasnya anggaran yang ada.

Pemprov DKI melakukan pengerukan di beberapa titik kali yang dianggap krusial dan berpotensi menimbulkan banjir. Pengerukan kali Krukut, kali Mookervart, serta Muaraangke itu merupakan program jangka pendek yang ditujukan untuk mengurangi dampak banjir di ibu kota.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan mengatakan pengerukan dan penurapan kali tersebut dilakukan secara prioritas. Sebab, anggaran yang dimiliki sangat terbatas. Betapa tidak, untuk pengerukan satu sungai saja diperkirakan menelan anggaran hampir Rp 1 miliar.

Untuk kali Krukut, pengerukan dilakukan di dua titik yakni di Pintu Air Pejompongan serta di Pondokkarya Jakarta Selatan. “Kali Krukut yang mengalir ke Banjir Kanal Barat (BKB), harus dikeruk untuk membebaskan sepanjang Bendungan Hilir dari genangan air yang berlebihan,” ungkap Fauzi Bowo, saat meninjau pengerjaan pengerukan Kali Krukut di Pejompongan, Jumat (9/11).

Dia mengungkapkan pengerukan di kali Krukut Pejompongan ini dilakukan sepanjang 400 meter dengan menelan biaya sebesar Rp 400 juta. Tidak hanya di Pejompongan, pengerukan aliran kali Krukut yang merupakan salah satu sungai yang berpotensi menimbulkan banjir besar di ibu kota ini juga dilakukan di Pondokkarya Jakarta Selatan. Di titik tersebut, pengerukan diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 577 juta.

Selain itu, pengerukan juga dilakukan di kali Mookervart yang merupakan aliran kali Cisadane. Kali Mookervart ini juga mempunyai beban lain yaitu tempat penampungan aliran kali Semanan. “Berangkat dari kondisi tersebut, pengerukan kali Mookervart haruslah dilakukan untuk mengoptimalkan fungsinya untuk mengalirkan air ke Muara,” papar mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.

Pengerukan kali Mookervart ini dilakukan sepanjang 600 meter dengan total biaya 900 juta. Selain terjadi pendangkalan akibat lumpur, kali ini juga dipenuhi sampah dengan warna air kehitam-hitaman.

Gubernur mengungkapkan dengan dikeruknya kali Mookervart ini diharapkan aliran kali Cisadane dan kali Semanan dapat mengalir lancar ke Cengkareng Drain melewati Kapuk serta berujung di Muara Angke. ”Aliran ini sangatlah krusial dan perlu terus dijaga kondisinya karena nantinya aliran ini juga akan bertemu dengan aliran Banjir Kanal Barat,” tambah Fauzi Bowo.

Sementara itu untuk menjamin air yang mengalir dari Cengkareng Drain dan BKB dapat ditampung di Muara, saat ini di kawasan Muaraangke juga tengah dibangun turap-turap sepanjang 500 meter. “Pembangunan turap ini juga bertujuan untuk memastikan tidak adanya back water dari laut ke darat,” lanjutnya.

Gubernur yang diusung 19 parpol ini mengungkapkan pengerjaan pengerukan ini telah berjalan optimal. Untuk pengerukan kali Krukut telah rampung 60 persen, kali Mookervart 40 persen, dan pengerjaan Muara di atas 60 persen. “Semakin cepat semakin bagus, karena untuk pengerukan ini menjamin arus air dari kali mampu dialirkan ke Muara,” tukasnya.

Selain melakukan pengerukan skala makro, Pemprov DKI juga melakukan pengerukan saluran air di lima wilayah kotamadya. Untuk Jakarta Selatan pengerukan dilakukan di 35 titik, di Jakarta Barat di 55 saluran, Jakarta Timur 50 titik, Jakarta Utara 60 saluran, serta Jakarta Pusat 65 saluran.

Sementara total anggaran yang dialokasikan pada 2007 untuk mengantisipasi banjir terkait saluran air sebesar Rp 272 miliar. Rinciannya, 10 miliar untuk revitalisasi situ, Rp 182 miliar untuk perbaikan saluran, dan Rp 57 miliar untuk bidang lainnya.

Walaupun telah dilakukan pengerukan secara mikro dan makro di beberapa sungai, namun Fauzi Bowo tidak menjamin Jakarta akan terbebas dari banjir. “Pengerukan hanya dilakukan di titik-titik klasik banjir, jadi bukan berarti Jakarta akan terbebas dari banjir,” tukasnya.
__________________
Visit Indonesia 2011

"Technique is not everything.
But without technique everything is nothing."
BauIng no está en línea   Reply With Quote
Old November 11th, 2007, 02:08 AM   #19
asudarsono
Subaru, Beyond Words
 
Join Date: Aug 2007
Location: Jakarta
Posts: 512
Likes (Received): 0

OK, thats all very good. Now what tipe of banjir will we expect in 2008?
__________________
Catch the light
www.lensa.net
asudarsono no está en línea   Reply With Quote
Old November 11th, 2007, 08:20 AM   #20
paw25694
Batik
 
paw25694's Avatar
 
Join Date: Nov 2006
Location: Jakarta
Posts: 4,754
Likes (Received): 30

banjir di sekolah waktu februari 2007















c/o friendster guru bk
__________________
Visit Indonesia
Click here
"The sound of invitation is rising, waiting for you to come... It's time to visit, Indonesia"

Last edited by paw25694; November 11th, 2007 at 08:45 AM.
paw25694 no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:41 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu