daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Nationwide Fabric > Highways and Roadways



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old October 18th, 2008, 06:56 PM   #1
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 16

[Indonesia] Membangun Sumatera yang Maju dan Makmur: East and West Trans Sumateran Highway

MEMBANGUN SUMATERA YANG MAJU DAN MAKMUR
(Paradigma Baru Island Based Development)

Oleh: H. Sampurno 1

Sumatera adalah pulau impian – the real dream Island. Pulau yang luasnya hampir sama dengan gabungan wilayah Jerman, Austria dan Switzerland tersebut sungguh subur dan kaya dengan berbagai sumber alam: minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, timah, bijih besi dan masih banyak lagi. Meskipun sudah ada berjuta hektar perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan berbagai tanaman holtikultura - [B]lahan pulau itu yang diolah baru sekitar 15 sampai dengan 20%. Jumlah penduduk pulau Sumatera juga ideal dibandingkan dengan luas wilayahnya. Sumatera juga dekat dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi regional: Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, China dan India. Selat Malaka dilalui sekitar 5.000. ship and boad tiap hari – tersibuk di wilayah Asia Pasifik yang hanya bisa ditandingi oleh Laut Utara di Eropa Barat. Lalu lintas udara di atas pantai timur Sumatera - Laut Cina Selatan juga merupakan salah satu yang tersibuk di dunia, tidak hanya membawa penumpang tetapi juga kargo udara. Pertumbuhan kargo udara di wilayah itu adalah tertinggi di dunia. Posisi geografis Sumatera ini mempunyai potensii geoekonomi yang luar biasa dan merupakan structural capital yang tidak dimiliki oleh pulau-pulau lain di Indonesia termasuk pulau Jawa sekalipun.

Tapi mengapa Sumatera tetap miskin dan jauh tertinggal dibandingkan dengan pulau Jawa? Jawabannya: failure of the regional development system - sistem pembangunan regional yang gagal/salah. Pembangunan di Sumatera selama ini tidak bertumpu pada keunggulan yang dimilikii oleh Sumatera. Pendekatan yang digunakan sangat provincial inward looking, tidak menggunakan prespektif Sumatera sebagai satu kesatuan entitas pembangunan/ekonomi. Jika pembangunan Jambi, Bengkulu, Lampung dan provinsi-provinsi lainnya hanya menggunakan perspektif masing-masing provinsi, maka Sumatera akan stagnan karena tidak ada networking yang dapat mensinergikan sumberdaya dan kapabilitas provinsi yang ada di Sumatera. Dengan kata lain tidak ada pooling sumberdaya yang dapat menciptakan nilai tambah yang besar untuk percepatan pembangunan Sumatera.
Ke depan perlu ada paradigma dan orientasi baru pembangunan Sumatera dengan intensitas dan percepatan yang tinggi menuju Sumatera yang maju dan makmur tahun 2015. Dengan mensinergikan pembangunan Sumatera sebagai satu networking ekonomi, dapat ditargetkan pertumbuhan Sumatera periode 2008 – 2015 di atas 10% per tahun dan PDRB per kapita Sumatera pada tahun 2015 mencapai sekurang-kurangnya US.$ 4000. Target ini dapat dicapai selain mempersyaratkan sistem dan implementasi pembangunan yang tepat, juga mempersyaratkan “total earning” Sumatera dikembalikan ke Sumatera (minimal 80%). Suatu lompatan besar memang, tetapi kesemuanya harus tetap dalam bingkai NKRI dan bahkan Sumatera harus menjadi pilar yang kokoh bagi Indonesia baru yang maju, makmur dan bersatu.

Infrastruktur Sumatera
Dalam konteks membangun Sumatera sebagai satu networking ekonomi, ada satu teori yang relevan yaitu resource dependence theory yang diintroduksi oleh Pfeffer dan Salancik (1998). Menurut teori ini tidak satu organisasi/institusi yang bisa hidup sendiri, dia harus berinteraksi dengan yang lain untuk bertukar sumberdaya (exchange resources). Dalam era globalisasi tidak hanya perlu bertukar sumberdaya tetapi juga perlu membangun aliansi stratejik dengan berbagai mitra untuk mensinergikan kekuatan, sumberdaya dan kapabilitas. Dengan aliansi akan diperoleh sumberdaya baru dan kapabiltitas baru serta ada peluang pembelajaran – saling belajar yang dapat melahirkan inovasi-inovasi baru. Aliansi stratejik akan berkelanjutan (sustainable) apabila dipenuhi dua prasyarat penting, yaitu: komplementaritas sumberdaya dan kompatibilitas sistem dan kultur.

Aliansi dapat berjalan dengan baik apabila sumberdaya masing-masing mitra saling melengkapi, sehingga ada saling ketergantungan yang menguntungkan para pihak yang beraliansi. Saling melengkapai sumberdaya akan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan meningkatkan daya saing institusi yang melakukan aliansi. Pada saat yang sama harus ada kompatibilitas dalam sistem dan kultur sehingga aliansi dan kerjasama dapat berjalan dengan harmonis dan produktif. Provinsi-provinsi di Sumatera dapat membangun aliansi stratejik di antara mereka karena dalam banyak hal terdapat komplementaritas sumberdaya dan mereka bisa membangun kompatibilitas sistem dan kultur dalam perspektif Sumatera.

Kelemahan Sumatera yang paling signifikan selama ini terletak pada infrastruktur ekonomi. Infrastruktur yang ada tidak mampu merangkai wilayah Sumatera menjadi satu networking ekonomi dalam satu entitas pembangunan regional. Kelemahan infrastruktur ini menyebabkan potensi besar Sumatera mengalami tidur yang panjang – ekonomi Sumatera tidak memiliki laju pertumbuhan yang menggambarkan bahwa Sumatera itu kaya raya. Transaksi ekonomi antar provinsi bahkan antar kabupaten dalam satu provinsi tidak berjalan dengan baik karena infrastruktur yang jelek. Jalan-jalan antar Kabupaten di Jambi, Bengkulu dan Aceh sangat buruk bila dibandingkan dengan jalan-jalan antar Kecamatan di Yogyakarta.

Oleh karena itu langkah strategis yang utama dan pertama yang perlu dilakukan adalah membangun infrastruktur Sumatera. East Trans Sumatra Highway dan West Trans Sumatra Highway harus dibangun sebagai urat nadi Sumatera. Di sebelah barat dibangun Trans Sumatra mulai dari Bakahuni, Bengkulu, Padang, Padangsidempuan, Sibolga, Meulaboh sampai Banda Aceh. Di sebelah timur membentang dari Bakahuni, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan sampai Banda Aceh.

Semua jalan Kabupaten diseluruh Sumatera harus terhubungkan dengan Trans Sumatera Highway sehingga seluruh Sumatera berada dalam satu keterhubungan jaringan ekonomi yang sangat dinamis dan atraktif. Bersamaan dengan itu dibangun Pelabuhan Samudra di Medan, Sabang, Batam dan Palembang serta bandara internasional di Medan, Batam dan Palembang. Selebihnya bandara disetiap ibu kota provinsi ditingkatkan minimal dapat didarati pesawat sekelas BOEING 737 seri 400.

Di Sumatera sangat penting untuk dibangun Zona Ekonomi Eksklusif seperti Pinang di Malaysia. Tidak hanya satu, tapi paling tidak tiga, yaitu: Medan, Batam dan Sabang. Untuk mengantisipasi percepatan pembangunan Sumatera, dibangun pembangkit listrik jenis PLTA yang digerakkan dengan batu bara dan gas alam yang cukup melimpah di Sumatera. Dengan dibangunnya infrastruktur tersebut, ekonomi Sumatera tidak hanya akan menggeliat, tetapi akan melompat melampaui region-region Indonesia yang lain bahkan mempunyai prospek yang dapat mengungguli Malaysia. Untuk mendukung pembiayaan pembangunan Sumatera, pemerintah provinsi se Sumatera perlu membentuk Sumatera Development Bank sebagai Holding dari Bank–Bank Provinsi se Sumatera. Perencanaan pembangunan Sumatera dikoordinasi dan disinergikan oleh Sumatra Development Board yang tentu saja disupervisi oleh Bappenas.

Human Capital
Suatu negara bisa maju dan makmur kalau negara itu memiliki human capital yang kuat. Tidak ada satupun negara maju di dunia ini yang human capital-nya lemah. Oleh karena itu bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, region Sumatra harus melakukan penataan secara serius dan sistematik terhadap human capital yang ada saat ini dan di masa depan. Sistem pendidikan yang ada dikaji ulang secara mendasar dan disinergikan dengan pembangunan dan masa depan Sumatera. Kurikulum sekolah umum mulai SD sampai dengan SLTA dilakukan perampingan sebagaimana layaknya di negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Pada tahun 2010 Sumatera harus berani mencanangkan: mulai SLTA mengggunakan dua bahasa pengantar yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Ini bukan hal yang mustahil karena Pondok Modern Gontor sudah menerapkannya lebih dari 60 tahun yang lalu.

Berbagai sekolah kejuruan: pertanian, perkebunan, holtikultura, peternakan dan perikanan dibangun dengan kualitas terbaik di dunia. Di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan di bangun sekolah kejuruan perkebunan kelapa sawit dan sekolah kejuruan holtikultura dimana tiap-tiap sekolah kejuruan tersebut memiliki lahan seluas 1000 ha untuk berpraktek. Demikian juga di Lampung, Bengkulu dan Jambi dibangun sekolah kejuruan perkebunan karet yang terbaik di dunia dan di Natuna dibangun sekolah perikanan dengan kualitas sekaliber sekolah perikanan di Jepang. Sekolah-sekolah kejuruan itu sarat dengan praktek lapangan, tidak seperti yang ada sekarang ini yang hanya dijejali dengan teori yang sangat miskin tacit knowledge. Bersamaan dengan itu human capital untuk lembaga-lembaga riset diperkuat dan Sumatra menjadi pusat riset unggulan dunia untuk tanaman pangan, kelapa sawit, karet, coklat, lada dan holtikultura dengan networking internasional yang kuat.

Knowledge Based Economy dan Reformasi Birokrasi
Telah lebih dari tiga dasa warsa ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) mendominasi perekonomian global.Hal ini disebabkan ekonomi yang berbasis pengetahuan memiliki teknologi yang menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan ekonomi tradisional. Costa Rica yang semula dikenal dengan banana economy dengan cepat meraih kemajuan dan kemakmuran karena switching pada knowledge based economy.
Road map pembangunan Sumatera ke depan adalah knowledge based economy. Seluruh aktivitas ekonomi dan semua sektor pembangunan di Sumatera harus berparadigma technological change – modernisasi teknologi dengan produktivitas dan nilai tambah yang besar. Pertanian dan agro industri di Sumatera bergerak ke depan berbasis teknologi modern dengan output yang besar dan kualitas yang berstandar internasional.
Selain itu, Sumatera di masa depan juga memiliki zona-zona ekonomi ekslusif untuk industri mikro elektronik dan IT. Zona –zona seperti ini tidak hanya memiliki benefit ekonomi, tetapi juga sebagai wahana yang sangat efektif untuk alih pengetahuan dan teknologi dengan efek ganda pada berbagai sektor pembangunan.

Lalu bagaimana dengan peran birokrasi Pemerintah? Birokrasi Pemerintah mempunyaii peran dan kontribusi yang sangat besar dengan satu catatan, yakni bila dilakukan reformasii secara mendasar. Birokrasi Pemerintah harus direformasi dari birokrat administratif menjadi birokrat entreprenour yang sangat peduli pada pelayanan publik dan pro-bisnis. Seluruh sistem pelayanan publik secara total diperbaiki dan segala bentuk perizinan disederhanakan dengan ketentuan semua perizinan apapun harus diselesaikan dalam rentang waktu antara 1 sampai maksimum 7 hari. Reformasi birokrasi ini dibarengi dengan perbaikan gaji PNS di Sumatera yang setidaknya sama dengan gaji PNS di Malaysia dengan profesionalisme, skill dan kedisiplinan yang lebih andal.

Bagaimana dengan pulau lainnya?

Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, NTB , NTT dan Jawa dibangun sesuaii dengan kondisi obyektif dan keunggulan masing-masing. Pembangunan dilakukan dengan pendekatan Island Based Development. Lebih dari 60 tahun kita telah “menyia-nyiakan” Sumatera, Maluku dan pulau-pulau lainnya karena sistem pembangunan regional yang salah. Maluku mestinya kita bangun sebagai region industri maritim kelas dunia dengan networking Jepang, Korea, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Demikian juga NTT dan NTB mesti dibangun berdasarkan keunggulan geoekonomi yang dimiliki oleh kepulauan itu.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung

Last edited by DJ_Archuleta; October 18th, 2008 at 07:51 PM.
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old October 19th, 2008, 02:35 AM   #2
roni12345
Registered User
 
Join Date: Oct 2008
Posts: 2
Likes (Received): 0

Bagaimana Sumatra atau luar jawa lainnya bisa dibangun, jika pemimpin masih berasal dari orang-orang yang tidak punya hati yang bisanya cuma merampas kekayaan luar Jawa,bagaimana SDM luar jawa cepat meningkat jika pemerintah lebih banyak membangun sekolah (baik sekolah umum maupun militer) di Jawa,seharusnya orang luar Jawa menyadari ini,pilihlah pemimpin yang punya ikatan emosional yang kuat dengan luar Jawa,hal ini walaupun sedikit pasti akan lebih berguna bagi Rakyat diluar Jawa tercinta,tugas pemerintahlah membangun jalur Tranportasi diluar jawa,dijawa jalur kereta api dibangun ganda,jalan tol mudah terwujud,jembatan jawa-madura sudah terbangun,semantara diluar Jawa jalan antar provinsi saja memprihatinkan,padahal luar jawa adalah penyumbang pemasukan terbesar bagi republik ini,selama pemimpin negeri ini masih dipimpin orang-orang yang berjiwa maling kekayaan rakyat luar jawa,orang yang tidak punya hati,orang yang tidak menghargai jasa pahlawan dari luar Jawa,jangan harap luar jawa cepat berbenah..hidup luar jawa,jangan mau dirampas lagi,jangan mau lagi disalahkan pembangunan tidak jalan karena diri kita sendiri yang tidak mau maju,itu cuma akal-akalan para maling kekayaan luar Jawa,anak-anak kita jauh2 keJawa cuma untuk sekolah?salah siapa?salah pemerintah yang memang tidak memperhatikan pendidikan bagi rakyat luar Jawa..sadarlah luar jawa,bersatulah,jangan biarkan para maling itu menjarah tanah kita lagi,jangan biarkan mereka tidak menghargai jasa para pahlawan dari luar Jawa lagi..ini Indonesia kita..bukan cuma Indonesia Jawa
roni12345 no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2008, 07:53 AM   #3
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,630
Likes (Received): 379

Aku kira aku loh yang paling vokal di SSC ini protes soal ini :p ....


Gini ya ... Yang SUmatra butuhkan itu bukan Highway yang all-interconnected dari utara ampe ke selatan .... Tapi lebih kepada highway yang interconnected dari Pesisir Barat sampe ke Timur .... Dan juga dari kawasan pedalaman ke tepian laut (dengan pelabuhan samudra nya) ... Supaya, sumatra gak jadi penonton doank dengan ramenya lalu lintas perdagangan di Selat Malaka.

Heran ya,, di Indonesia pelabuhan yang sibuk justru ada di Tanjung Priok, padahal jalur pelayaran tersibuk ada di Selat Melaka dan sekitar nya. TApi, lihat aja sampe hari ini gak ada satu kota besar dan skala pelabuhan internasional yang bener2 dibangun di Selat Malaka. Ada, memang di Batu Ampar, Batam. Tapi itu sih cuman peti kemas kegiatan industri sendiri (dan cuman menyuap dan menampung potensi cipratan dari Singapura dan Tanjung Pelepas di Johor doank)..

Coba aja cari Kota Besar di Psisir timur SUmatra yang bener2 menghadap laut ,, GAK ADA ... YA, GAK ADA ...!!! beTUl, sekali saudara2 gak ada satupun kota di Pesisir Timur SUmatra yang jadi kota pelabuhan besar, kecuali Belawan di Medan.

Di Riau lebih na'as lagi, rata2 kapal besar itu terpaksa berlayar ratusan kilometer ke pedalaman melintasi sungai2 untuk kegiatan bongkar muat. Sampe sungainya rusak parah tuh dinding2nya.

Abis gimana, gak ada highway yang memadai sih ....

At the certain extend, mungkin yang cocok dibangun itu Banda Aceh - Medan - Pekanbaru - Bukittinggi - Padang.

Kemudian di sisi selatan, bangun deh Palembang - Bengkulu - Lampung. Kalau NETWORK di dalam kawasan dah bagus, baru deh pikirin gimana bangun yang inter-network....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2008, 09:33 AM   #4
Peterongan
My Way or The High Way...
 
Peterongan's Avatar
 
Join Date: Aug 2008
Location: South of Jakarta
Posts: 350
Likes (Received): 30

- EDITED -

Last edited by Peterongan; October 21st, 2008 at 09:52 AM. Reason: not fair enough
Peterongan no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2008, 02:26 PM   #5
=NaNdA=
Liverpool holic
 
=NaNdA='s Avatar
 
Join Date: Dec 2007
Location: Anfield Stadium
Posts: 8,538
Likes (Received): 45

ini bener2 bakal dibangun apa cuma konsep / pandangan orang aja..?
=NaNdA= no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2008, 04:35 PM   #6
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 16

lihat artikel dibawah ini

Menanti hitungan ekonomis megaproyek tol Sumatra
oleh : Master Sihotang

Setelah melaksanakan seminar Sumatra Highway Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Medan dalam rangka memperingati ulang tahun Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara (USU) yang ke-44, sejumlah ekonom dari berbagai universitas negeri di Sumatra mendesak pemerintah mengeluarkan inpres pembangunan jalan tol Sumatra.

Desakan tersebut bukan untuk mencampuri urusan politik apalagi menekan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan jalan tol tersebut, namun sebagai salah satu cara untuk ikut membantu pemerintah secara proaktif dalam merealisasikan pembangunan yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom dari USU, Univesitas Andalas (Padang), Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya (Palembang), dan Universitas Syahkuala (Banda Aceh) berkumpul di Medan untuk membahas urgensi pembangunan jalan tol Sumatra. Mereka membeberkan potensi dan masalah di daerah masing-masing dengan kajian ilmiah.

Salah satu kesepakatan yang ditelurkan bersama Lira Institute, salah satu lembaga swadaya masyarakat, adalah mendesak pemerintah mengeluarkan inpres pembangunan Trans Sumatra Highway atau jalan bebas hambatan dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Lampung.

Pertanyaan yang muncul dari sejumlah kalangan adalah: apakah proyek sudah mendesak untuk direalisasikan dan dari mana dana untuk mewujudkan tol sepanjang 2.200 km itu.

Bukankah jalan lintas Sumatra (jalur timur, tangah, dan barat) yang selama ini dibangun pemerintah tak dapat dipelihara karena minimnya anggaran untuk memperbaiki kerusakan jalan kebanggaan penduduk Pulau Andalas yang berjumlah 57 juta jiwa?

Ataukah rencana tersebut dikeluarkan oleh ekonom dari beberapa universitas negeri di Sumatra sekadar berwacana agar terlihat ikut berpartisipasi untuk membangun negara ini.

Dekan Fakultas Ekonomi USU Jhon Tafbu Ritonga mengungkapkan desakan ekonom agar megaproyek itu diwujudkan adalah sebagai modal percepatan pembangunan.

Indikasi awal jalan tol Trans Sumatra (km)

No Nama ruas Operasi Rencana Indikasi awal
1. Bakauheni-Kalianda-Bandar Lampung-Terbanggi Besar - 150 -
2. Tebanggi Besar-Menggala-Pematang Panggang (Sumsel) - - 100
3. Pematang Panggang-Kayu Agung-SP Indralaya - - 110
4. SP Indralaya-Palembang - 22 -
5. Palembang-Betung-Tempino-Jambi - - 230
6. Jambi-Rengat - - 190
7. Rengat-Pekan Baru - - 165
8. Pekan Baru-Kandis-Duri-Dumai - 90 -
9. Dumai-SP Bagan Siapi-Api-SP Sigambal-Rantau Prapat - - 180
10. Rantu Prapat-Kisaran - - 100
11. Kisaran-Tebing Tinggi - - 68
12. Medan-Kuala Namu-T. Tinggi - 60 -
13. Belawan-Medan-TJ Morawa 33,7 - -
14. Medan-Binjai - 15,8 -
15. Binjai-Langsa - - 115
16. Langsa-Lhokseumawe - - 140
17. Lhokseumawe-Sigli - - 130
18. Sigli-Banda Aceh - - 80
19. Palembang-Muara Enim - - 115
20. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau - - 130
21. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu - - 100
22. Pakan Baru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi - - 160
23. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang - - 75

Total 2.188

Sumber: Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum

"Pembangunan Trans Sumatra Highway harus diwujudkan dalam jangka menengah untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Sejak Indonesia membangun jalan tol di Jakarta, dalam pandangannya, kebanyakan jalan bebas hambatan dibangun di Jawa. Di luar Jawa, jalan tol dijumpai hanya di Sulsel dan Sumut.

Padahal, menurut dia, ide membangun jalan tol sesungguhnya tidak hanya berpijak pada untung rugi, namun ada misi lain yang dibawa yakni mempercepat proses pembangunan satu daerah. Dengan kata lain, pembangunan jalan tol diharapkan mampu memacu pertumbuhan secara nasional, bukan hanya meningkatkan perekonomian daerah tertentu.

Pandangan seperti itu, lanjutnya, membuat sejumlah ekonom di Sumatra meminta kepada pemerintah agar mau memikirkan pembangunan jalan bebas hambatan di Sumatra.

Menurut dia, ekonom yang mendesak pemerintah mengeluarkan Inpres Pembangunan Trans Sumatra Highway adalah Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah, Dekan FE Unand, Pembantu Dekan III FE Unja, Dekan FE Riau, dan Dekan FE Unsri, Dekan FE USU, ditambah satu guru besar FE USU Bachtiar Hassan Miraza.

Ekonom dari berbagai universitas negeri di Sumatra itu, sudah membuat pernyataan bersama di Medan yang selanjutnya diteruskan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta lewat Lira Institute.

"Kami siap memberi sumbangan pemikiran guna percepatan pembangunan nasional," tutur Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Riau Yohanas Oemar.

Selain itu, lanjutnya, para ekonom itu akan ikut membantu pemerintah secara proaktif dalam merealisasi pembangunan Trans Sumatra Highway.


Mesin pertumbuhan

Oemar memperkirakan pembangunan jalan tol trans Sumatra bakal mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, karena menimbulkan efek ganda yang besar bagi pembangunan nasional.

Pemerintah, tampaknya sudah memulai rencana tersebut dengan menenderkan ruas tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km yang direncanakan dimulai pada 2007 dan selesai 2009.

Demikian juga ruas tol Medan-Binjai sepanjang 15,8 km sudah ditenderkan, walau belum ada peminatnya. Sedangkan ruas tol Pekanbaru-Kandis sepanjang 40 km juga sudah masuk dalam tender batch II. Bakauheni-Bandar Lampung (Tegineneng-Babatan) sepanjang 51 km juga sudah mulai direncanakan untuk ditender.

Tender investor batch III yang sedang berjalan adalah ruas tol Palembang-Indralaya sepanjang 24,5 km dan Kandis-Dumai 50 km juga masuk dalam sesi ketiga.

Tender investasi batch III rencananya dimulai pada 2008 dan selesai dikerjakan pada 2010.

Melihat perkembangan tersebut, kalau ruas-ruas tol di Sumatra yang memiliki prospek bagus diminati para investor, maka ruas-ruas tol yang tidak diminati investor swasta diambilalih oleh pemerintah, sehingga ruas-ruas tol yang dibangun dapat terkoneksi dengan baik.

Kendala dana

Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, tampaknya butuh dana dan waktu yang lama. Selain panjang rencana jalan bebas hambatan hampir 2.200 km, ternyata hambatan utama adalah soal sumber dana proyek yang tidak dapat mengandalkan dana dari pemerintah.

Sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Pengembangan dan Niaga PT Jasa Marga Frans S. Sunito dalam seminar Sumatra Highway tersebut, untuk mewujudkan pembangunan tol Sumatra membutuhkan dana sedikitnya Rp90 triliun.

Kalau hanya mengandalkan APBN, pemerintah tak akan mampu mewujudkan meghaproyek itu. Namun, lanjutnya, pembangunan jalan tol trans Sumatra itu bisa saja memadukan sumber pembiayaan yang berasal dari investor dan pemerintah.

Ruas yang sudah dilalui kendaraan yang ramai diserahkan kepada investor swasta, sedangkan ruas yang belum ekonomis dan kurang menguntungkan didanai oleh pemerintah lewat APBN atau pemerintah daerah dengan menerbitkan surat utang daerah untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Di China, menurut dia, seluruh pembiayaan jalan tol berasal dari pemerintah, pengelolanya hanya mengoperasikan. Pemasukan dari pas masuk dijadikan sebagai biaya operasional dan gaji karyawan. Dengan cara itu, negara yang memulai pembangunan jalan tol sekitar 1980-an itu, sudah membangun 40.000 km jalan tol dengan pembangunan per tahun rata-rata 3.000 km.

Di Indonesia, biaya pembangunan jalan tol ditanggung oleh investor dan sebagian oleh pemerintah lewat BUMN PT Jasa Marga. Karena itu, peningkatan jalan tol di Indonesia relatif lamban walau pembangunannya dimulai pada 1970-an.

Dengan menggandeng swasta, semoga saja megaproyek itu segera terwujud. Asalkan hitungan kelayakan ekonomi tetap menjadi alasan utamanya, tak ada alasan kuat untuk menolak kehadiran megaproyek tersebut. Jadi, mari kita menanti hitungan ekonomis megaproyek tersebut.
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old October 19th, 2008, 11:17 PM   #7
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,282
Likes (Received): 1906

dananya emang gede, USD 9 Bill...tapi kalo mo berpikir lebih jauh ke depan, manfaatnya bisa berpuluh-puluh kali lipat dari investasi awalnya.

The reason why India grows slower than China is because China spend more on infrastructure than India does.
__________________

bozenBDJ liked this post
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 08:48 AM   #8
ace4
Post Tenebras Lux
 
ace4's Avatar
 
Join Date: Dec 2006
Location: Montreux
Posts: 9,756
Likes (Received): 512


yap...

di India katanya kalo ada pembangunan infrastruktur yang melibatkan lebih dari dua negara bagian pastinya itu pemerintah negara bagian selalu berantem...

kalo China mah infrastruktur terus berkembang tanpa ada akhir gitu...
__________________
JAKARTA - Capital City of Indonesia:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=730218

Come Along with Me on a Never Ending Journey Around the World:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1630837
ace4 no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 11:00 AM   #9
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 856
Likes (Received): 0

edited..

Last edited by hellothere123; October 20th, 2008 at 11:39 AM. Reason: disclaimer
hellothere123 no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 11:09 AM   #10
Balaputradewa
SUMSEL GEMILANG
 
Balaputradewa's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: PALEMBANG
Posts: 7,544
Likes (Received): 1008

Yah.. jalintim n jalinbar aja masih termehek-temehek
Balaputradewa no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 11:19 AM   #11
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 3,769

Quote:
Originally Posted by ace4 View Post

yap...

di India katanya kalo ada pembangunan infrastruktur yang melibatkan lebih dari dua negara bagian pastinya itu pemerintah negara bagian selalu berantem...

kalo China mah infrastruktur terus berkembang tanpa ada akhir gitu...
Kalau mau kayak China, harus pakai cara pikir Orde Baru dalam hal pembebasan lahan. Dalihnya harus selalu "kepentingan rakyat", jadi pemilik lahan dipastikan menerima besaran ganti rugi sebesar apapun (mau itu dianggap cukup atau kurang).

Disini constrain utamanya ya itu lahan. Sejak era reformasi, pembebasan lahan dalam rangka proyek publik sudah tidak bisa semudah jaman dulu. Kalau dulu bisa (terpaksa) dibeli dengan harga murah dan harus mau, sekarang harus dibeli dengan patokan harga pasar (minimal NJOP) dan harus sepakat antara si pemilik tanah dan investor (swasta/negara).

Alhasil, proyek infrastruktur publik, membutuhkan kesabaran yang luar biasa dalam hal pembebasan lahan. Kecual disediakan pagu anggaran tanah yg tidak terbatas.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 está en línea ahora   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 11:34 AM   #12
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 856
Likes (Received): 0

jangan kan buat jalan trans sumatera, pas hari raya maren aj, jalinsum bolong2.

bajing loncat ny jg banyak..

"negara China yang memulai pembangunan jalan tol sekitar 1980-an itu, sudah membangun 40.000 km jalan tol dengan pembangunan per tahun rata-rata 3.000 km."

versus

"Di Indonesia, biaya pembangunan jalan tol ditanggung oleh investor dan sebagian oleh pemerintah lewat BUMN PT Jasa Marga. Karena itu, peningkatan jalan tol di Indonesia relatif lamban walau pembangunannya dimulai pada 1970-an."

bandingin aja.. swt..
hellothere123 no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 11:37 AM   #13
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,282
Likes (Received): 1906

Quote:
Originally Posted by hellothere123 View Post
kalo diliet, pembangunan trans sumatera masi angan2 deh..

Jalan Tol Trans-Sumatera

Sumatera adalah pulau yang memiliki potensi pengembangan kedua terbesar setelah Jawa. Pemerintah walau sedang menghadapi krisis berkepanjangan namun juga mengalokasikan dana buat pembangunan jalan tol di Sumatera.

Namun juga oleh karena kekurangan dana tersebut maka dalam periode tahun 2005-2010, Sumatera hanya kebagian 2 ruas jalan tol yaitu Jalan Tol Medan-Binjai (20,5 km) dan Jalan Tol Palembang-Indralaya (24,5 km). Padahal total panjang jalan tol yang direncanakan dibangun di seluruh Indonesia pada periode 5 tahun tersebut sejumlah total 1640 km.

overall length 1640 km, dan yg tercapai baru 45km dan rencananya diselesaikan dalam periode 5 tahun..
yg bener aja

quote dari wikipedia.
Duhh.......wikipedia lagii...sini, kasi linknya. Biar ponakan g kelas 3 SD yangg edit. Baca donk disclaimernya
__________________
Centroval Studio | The Archivetecture
NEW COLLECTION ! -> 22 April 2014 : Changi Airport Collections | Previous Collection -> 9 January 2014 : Jakarta - Singapore - Seoul Skyline

"Amateurs worry about gear - Professionals worry about money - Masters worry about light"
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 11:37 AM   #14
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 856
Likes (Received): 0


kalo negara China per tahun ny bisa bangun 3000 km jalan tol, berarti china

cuma butuh 1 tahun (ga perlu 5 tahun) buat bangun jalan trans sumatera highway!

panjang trans sumatera sekitar +/- 2000km

hellothere123 no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 12:27 PM   #15
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,735
Likes (Received): 266

Yang jelas China pengin cepet cepet disebut jadi negara maju, makanya gencar sekali membangun. Hasilnya kita bisa lihat kemarin olimpiade sangat sukses. Bisa bandingkan dg PON Kaltim, sampai hari H, fasilitas PON belum selesai.
Dengan adanya ini tentu kurang pas membandingkan pembangunan utamanya jalan tol di china dan di indonesia apalgi jalan tol sumatra.
Jalan tol sumatra sangat bagus untuk dibangun tapi dengan syarat pembangunannya bener bener bertujuan untuk kemajuan Sumatra bukan kepentingan bisnis (uang). Krn jika untuk kemajuan sumtra tentu tak akan memikirkan untung rugi jangka pendek tapi berpikiran jauh kedepan......
fajarmuhasan no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 02:20 PM   #16
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,630
Likes (Received): 379

Quote:
Originally Posted by Peterongan View Post
potensi sumatra sama baiknya dengan pulau jawa.., cuma lebih unggul dari segi posisi gegrafis di perlintangan lalu lintas perdagangan dunia..., sumatra atau indonesia memegang perdagangan dunia..., tapi sayangnya jawa memegang kekuasan di indonesia..., politik selalu penuh intrik dan lika liku..., yang memegang kekuasaan di indonesia.., dialah yang menentukan masa depan negara ini walaupun orang lain ga suka..., salah atau bener.., kalah atau menang.., pada akhirnya yang memegang tongkat komando lah yang menentukan hajat hidup anda dan orang lainnya...,

MEMANG SAKIT.., TAPI ITULAH REALITA YANG TERJADI..., WALAUPUN KEBIJAKAN YANG AKAN DI TEMPUH KURANG SESUAI MENURUT ORANG LAIN TAPI PENGUASA NAIK TAHTA MELALUI HUKUM NEGARA YANG SAH....,

MENURUTKU KUNCINYA PENDIDIKAN...,

jika ingin ada perubahan yang nyata.., masuklah ke dalam.., masuklah ke tataran penentu kebijakan.., bersainglah dengan penduduk lainnya di jawa yaitu tempat berkumpulnya kekuasaan , baik orang jawa, sunda, batak, padang, bugis, melayu dll..., dan tidak akan kita bisa lewati tanpa strategi dan kompetensi yang jitu.., makanya pendidikan adalah kuncinya...,

NO OFENSSE..

Out of context.

Tataran penentu kebijakan itu ada kok, kita melihat contoh dan bukti nyata dengan banyaknya putra daerah yang masuk ke pusat. Maka daerah itu akan dibangun dengan sendirinya. Sebenernya gak masalah .... Tapi, kalau sudah terlalu berlebihan dan timpang itu yang jadi masalah.

INI KUNCI YANG BENAR:
PENDIDIKAN adalah LADANG SUBSIDI NEGARA .... BOHONG BESAR, KALAU HAL INI TIDAK BENAR. BISA DIHITUNG KOK ANGGARAN PENDIDIKAN TINGGI NEGARA INI LARINYA KE UNIVERSITAS ELITE YANG ADA DI "SUATU" BAGIAN DI INDONESIA. Ketika, Universitas(yangseharusnya tahu subsidi mereka berasal dari mana) dan ketimpangan itu dibiarkan. Demi Tuhan, itu namanya kualat. ....

Jika ingin perubahan nyata, mari kita lihat "mereka" tanpa subsidi, kembalikan semua seperti sediakala dan "keadilan" yang sesungguhnya. Apa ada kawasan di Indonesia hari ini yang bener2 maju karena USAHA DAN DARAH mereka sendiri ???? Gak ada,, rata2 pusat ekonomi hari ini adalah pusat ekonomi terprogram dan terkoordinir di masa lalu. Batam hari ini maju karena diberi kemudahan. Surabaya maju, karena industri nasional diarahkan ke sana. Medan maju karena ekonomi SUmatra diputar ke sana. Makassar maju karena ekonomi Indonesia Timur diputar ke sana. Kalau cuman ekonomi sih ya gak terlalu penting2 amatlah. Tapi setidaknya standar pendidikan (yang sebenernya LADANG SUBSIDI), kesehatan, dan infrastruktur JANGAN SAMPAI terkotak-kotak seperti itu .... Dan itu lah yang terjadi di masa lalu. Ketika ketertinggalan itu dibuat terancang sedemikian rupa, apa perubahannya juga bisa sekejap saja ..... Mustahil, sangat mustahil. Butuh waktu ...... Ditambah fakta lain Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Bagaimana mungkin mendapatkan hasil yang singkat ketika KITA TAHU SAMA TAHU kalau pendidikan di "daerah" baru bener2 terperhatikan di era OTDA belakangan ini. Lalu lantas selama menunggu hasilnya. Layakkah kita berpangku tangan ???? Kayaknya gak relevan deh ...

Kalau Jakarta wahh jangan ditanya deh ...... AKu aja yang lahir di Jakarta, sekolah di Jakarta, tinggal di Jakarta, aja hatinya aja bisa tersentuh masalah yang ginian ...... Kalau dibiarkan nanti jadi pembenaran, malu kita sama cara Malaysia memperlakukan Sabah dan Sarawak yang kaya SDA nya .....


JANGAN HIGHLIGHT TULISAN DI BAWAH, KALAU KALIAN BENCI KENYATAAN ....

Tahun 1980-an adalah masa yang bersejarah bagi Riau, karena seorang Gubernur yang asli daerah Riau (dan sebenarnya cukup kompeten), berhasil menang melalui pemilihan di DPRD. Tapi, apa yang terjadi ..... Sebuah legitimasi primordial bernama "PUSAT" dengan serta merta MENCORET calon (yang sudah menang tadi). Dan diganti dengan calon gubernur pilihan mereka (pusat), YANG BUKAN ORANG RIAU. Hal ini jamak kok terjadi di mana2 Indonesia (di luar Jawa).... Cuman gak pernah kesentuh berita, lucunya aku gak melihat nya sebagai kesalahan sistem pendidikan, lha wong mereka (para putra daerah) juga produk pendidikan Jawa. Akibat kejadian itu, banyak cendekiawan Riau angkat kaki dari kepejabatan daerah dan pergi ke Jakarta... Karena sakit hati, dan bahkan setelah era OTDA mereka masih gak mau juga balik ke daerah. Dan itulah banyak orang Riau yang di Jakarta, kalau lebaran gak mau balik ke daerah soalnya ... keluarga mereka lebih banyak di Jakarta. Itu akibat eksodus 1980-an itu. Dan kebanyakan dari mereka TIDAK MISKIN DAN MERANA DI JAKARTA INI,..

= END OUT OF CONTEXT =

NO REPLY ..
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; October 20th, 2008 at 02:44 PM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 02:41 PM   #17
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,630
Likes (Received): 379

Quote:
Originally Posted by DJ_Archuleta View Post

Indikasi awal jalan tol Trans Sumatra (km)

No Nama ruas Operasi Rencana Indikasi awal
1. Bakauheni-Kalianda-Bandar Lampung-Terbanggi Besar - 150 -
2. Tebanggi Besar-Menggala-Pematang Panggang (Sumsel) - - 100
3. Pematang Panggang-Kayu Agung-SP Indralaya - - 110
4. SP Indralaya-Palembang - 22 -

5. Palembang-Betung-Tempino-Jambi - - 230
6. Jambi-Rengat - - 190
7. Rengat-Pekan Baru - - 165
8. Pekan Baru-Kandis-Duri-Dumai - 90 -
9. Dumai-SP Bagan Siapi-Api-SP Sigambal-Rantau Prapat - - 180
10. Rantu Prapat-Kisaran - - 100
11. Kisaran-Tebing Tinggi - - 68
12. Medan-Kuala Namu-T. Tinggi - 60 -
13. Belawan-Medan-TJ Morawa 33,7 - -
14. Medan-Binjai - 15,8 -

15. Binjai-Langsa - - 115
16. Langsa-Lhokseumawe - - 140
17. Lhokseumawe-Sigli - - 130
18. Sigli-Banda Aceh - - 80
19. Palembang-Muara Enim - - 115
20. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau - - 130
21. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu - - 100
22. Pakan Baru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi - - 160
23. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang - - 75

Total 2.188

Sumber: Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum
Mari aku LIST DOWN jalan raya yang kira2 memang butuh jalan tol menurutku ...

Nah yang aku BOLD itu yang menurut aku sangat diperlukan dalam jangka pendek ..... Lain dari itu mungkin penting, tapi jangka panjang ....

Sementara untuk JAMBI aku harapkan punya Jalan Tol Ke kota KUALA TUNGKAL, dan Kuala Tungkal mesti dibuka jadi kota Pelabuhan Internasional supaya Jambi semakin berkembang ....
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; October 20th, 2008 at 02:51 PM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 02:56 PM   #18
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,630
Likes (Received): 379

Quote:
Originally Posted by AceN View Post
dananya emang gede, USD 9 Bill...tapi kalo mo berpikir lebih jauh ke depan, manfaatnya bisa berpuluh-puluh kali lipat dari investasi awalnya.

The reason why India grows slower than China is because China spend more on infrastructure than India does.
ANd dont even try to say ... jangan2 kita spend lower than India does ...
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 04:17 PM   #19
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 16

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
ANd dont even try to say ... jangan2 kita spend lower than India does ...
Well, india has a little more budget to be spent but their population is also five times bigger than us but still we are far more developed compare to them
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old October 20th, 2008, 05:10 PM   #20
hellothere123
Registered User
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 856
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Mari aku LIST DOWN jalan raya yang kira2 memang butuh jalan tol menurutku ...

Nah yang aku BOLD itu yang menurut aku sangat diperlukan dalam jangka pendek ..... Lain dari itu mungkin penting, tapi jangka panjang ....

Sementara untuk JAMBI aku harapkan punya Jalan Tol Ke kota KUALA TUNGKAL, dan Kuala Tungkal mesti dibuka jadi kota Pelabuhan Internasional supaya Jambi semakin berkembang ....
iya..
sebenarnya jambi punya 2 pelabuhan yg selama ini dipakai buat ekspor-impor.

pelabuhan kuala tungkal dan pelabuhan muara sabak.

2 pelabuhan itu sangat teramat penting.

dulu sebelum dibuka penerbangan DJB-BTM, yg mau bepergian k batam ato singapore harus melewati pelabuhan kuala tungkal. dan itu memakan waktu 4 jam ferry, 2 jam perjalanan darat dari kota jambi k pelabuhan kuala tungkal.. (kalo dibayangin, uda kaya kembali k zaman batu aja, kemana2 serba repot .. masi inget waktu kecil, naik kapal sabang marindo ato marina)

tapi untung lah skarang, uda bnyak maskapai yg melayani rute DJB-BTM spt mandala airlines, kartika airline, riau airline, malah sempet merpati nusantara lagi

dulu merpati pake 737-400 kalo ga salah buat DJB-SIN.. harganya 70 USD.
dulu kelietannya pesawat 737-400 ini gede banget, soalnya bandara jambi dulu hanya melayani 737-300 paling gede sekarang uda seri 400 pun uda bisa mendarat aman setelah diperpanjang mjdi 2220m.

back to topic..

kalo muara sabak, pemkot memang sudah membangun jembatan dan jalan aspal menuju pelabuhan muara sabak.. bbrp wktu lalu uda diresmikan presiden SBY. disamping itu juga mau dibangun JAIP disamping pelabuhan international tsb. jadi ntar semua pabrik karet, kelapa sawit, dll ditaruh d 1 kompleks tsb. gw uda perna liet design ny, lumayan bagus utk sebuah kompleks terpadu.

begitu juga dengan jembatan batanghari 2 yg progress ny uda 90% lebih yg dibangun khusus mempersingkat jarak tempuh k pelabuhan muara sabak.. estimated selesai bulan awal taun 2009..

jadi ya, jalan tol d jambi memang sangat dimimpi-mimpikan.
hellothere123 no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 06:02 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu