daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Pictures of Indonesia > Sumatra Island



Reply

 
Thread Tools
Old March 24th, 2006, 01:14 PM   #1
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

Mentawai Island,West Sumatera

Please post ur photo about mentawai islands here, Mentawai Islands is The best Surf Place in The worlds!!!!

anno_malay no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old March 24th, 2006, 01:16 PM   #2
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

Transport to mentawai, VIA Muaro Port,Padang

anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old March 24th, 2006, 01:32 PM   #3
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

Position of Mentawai Islands
Mentawai Islands is region of west sumatera (wuichh ribet inggrisnya), pokoknya sekarang itu Kepulauan Mentawai sdh menjadi kabupaten sendiri yang sebelumnya merupakan kecamatan dari kabupaten padang pariaman, dan kepulauan mentawai itu sendiri terletak di sebelah barat pulau sumatera dan dibagian barat kota padang, mkn sekitar 150 km kali, gak tau pasti juga sich...N disana sekarang menjadi tujuan pesurfer dunia , yg transit via BIM(bandara internasional minangkabau) dan melanjutkan lg dengan speed boat/kapal cepat, atau mkn ada pesawat carter....... klo boat via MUARO, dekat panatai padang.


here the position of........




anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old March 25th, 2006, 05:29 AM   #4
XxRyoChanxX
holla holla hey!
 
Join Date: Jul 2005
Location: California/Indonesia
Posts: 3,303
Likes (Received): 9

lovely.. there's so many hidden paradise in indo
__________________
*****EXQUISITE INDONESIA*****
XxRyoChanxX no está en línea   Reply With Quote
Old March 26th, 2006, 04:27 AM   #5
Mahaputra
Jakarta : Home sweet Home
 
Mahaputra's Avatar
 
Join Date: May 2003
Location: Jakarta and Adelaide
Posts: 770
Likes (Received): 0

that's the place that I was going to last year on my cancelled surfing trip.. ahhaha
oh well.. I heard that it's really hard to get to Mentawai.. and the boat services are expensive..
but Mentawai is still a gem.. I hope it stays that way... I hope it doesnt get commercialised... like Bali..hahhaa
__________________
Jakarta - Indonesia
&
Adelaide - Australia
Mahaputra no está en línea   Reply With Quote
Old June 28th, 2007, 06:45 AM   #6
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

hmm..this thread no new update for right now...
and here the update....

http://web.mac.com/rickcameron/iWeb/...xperience.html




the culture



the beach





the resort in ebay


the wave in ebay

anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old June 28th, 2007, 06:52 AM   #7
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

Sudah Dua Minta Tiga...
from : http://kompas.com/kompas-cetak/0603/...ut/2534365.htm
Kamis, 23 Maret 2006...heheh setahun yg lalu ternyata...


Pernyataan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Minggu (19/3) lalu ketika meresmikan Aloyta Resort yang dikelola investor dari Italia, di Pulau Simakakang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, sungguh membuat puluhan pejabat Sumbar dan ratusan tamu yang hadir kaget dan heran.

”Selama Sumbar terkembang, baru dua Gubernur Sumbar yang pernah menginjakkan kakinya ke Kepulauan Mentawai, yang berjarak sekitar 120 mil barat dari Kota Padang. Pertama ketika Harun Zein, dan saya gubernur yang kedua,” ujar Gamawan.

Boleh dikatakan, puluhan tahun daerah ini sepertinya sengaja ditelantarkan. Pantas saja, Kompas yang beberapa kali masuk ke pedalaman di Siberut, Kepulauan Mentawai, sejak tahun 1990-an sampai 2005, masyarakat masih menyebut nama Harun Zein sebagai gubernur. Yang sangat berkesan adalah sapi bantuan Harun Zein yang kini sudah berkembang biak di Pulau Siberut.

Memang di Kepulauan Mentawai sangat terbatas media informasi dan transportasi. Telepon saja baru hari Selasa (21/3) diresmikan beroperasi oleh Gubernur Gamawan, itu pun jaringannya terbatas. Infrastruktur jalan terbatas. Bahkan, ada camat yang belum pernah mengunjungi warganya di pedalaman, yang terkadang butuh waktu berhari-hari untuk sampai ke tujuan.

Pentingnya bandara

Gamawan tidak menyangka bahwa Kepulauan Mentawai memiliki potensi sangat luar biasa, terutama di sektor pariwisata. Kekayaan flora dan fauna endemik, pantai pasir putih, keindahan alam yang memesona di darat atau alam bawah laut, gulungan ombak yang menantang, serta tradisi suku Mentawai.

”Kalau dikelola semuanya dengan baik, Mentawai bisa menjadi daerah kunjungan wisata alternatif setelah Bali. Cuma, kendalanya akses transportasi masih terbatas. Ada Bandara Rokot, itu pun belum memadai,” katanya.

Menurut Gamawan, ada 26 investor yang ingin membangun resor di Kepulauan Mentawai. Namun, Bandara Rokot yang selama ini menghubungkan Padang-Mentawai tidak terurus. Bangunan yang ada, terutama perumahan, hancur, dipenuhi semak- belukar, dan terancam abrasi karena hanya berada sekitar 10-20 meter dari bibir pantai.

Para investor, kata Gamawan, ingin bandara dibangun di Siberut selatan. ”Ini daerah yang paling ramai dikunjungi turis mancanegara karena ada 40 titik terbaik untuk selancar,” ujarnya.

Kalau terwujud, Bandara Siberut merupakan bandara ketiga di Mentawai, selain Bandara Rokot dan Bandara MPLC, bandara khusus pemilik HPH di Desa Pagai Selatan. (YURNALDI)
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old June 28th, 2007, 06:55 AM   #8
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

hmmm..here..the new news....
http://www.e-bursa.com/berita/conten...223&d=20070320
Bisnis Indonesia - SMAC buka rute Padang-Kep. Mentawai

Tuesday, 20 March 2007 15:34:00

Bisnis Indonesia - PADANG: Operator penerbangan PT Sabang Merauke Air Charter (SMAC) lusa akan mulai membuka rute baru dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang ke Bandara Rokot, Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Station Manager PT SMAC di Padang, Abdullah Bahari, mengatakan prospek penerbangan ke daerah kepulauan di pantai barat pulau Sumatra tersebut sangat menjanjikan.


Dia menjelaskan daerah Kepulauan Mentawai merupakan salah satu tujuan wisata bahari yang sangat menjanjikan ke depannya. Namun daerah tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur berupa angkutan udara agar jarak dari Padang makin dekat.


Sebagai tahap awal, frekuensi penerbangan Padang-Mentawai tiga kali dalam satu minggu. Jika permintaan terus meningkat frekuensi penerbangan akan ditambah menjadi setiap hari pulang-pergi.


"Tiap tahun rata-rata peselancar yang datang ke Mentawai mencapai 3.000 orang. Angka itu sangat prospek sekali sekali, makanya kami berani membuka rute ke Kepulauan tersebut," jelasnya.


Selain menerbangi Padang-Mentawai, SMAC juga telah menerbangi rute Polonia Medan, Nias, Pulau Telo dan Padang dengan frekuensi penerbangan tiga kali satu mimggu. (tw)
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old June 28th, 2007, 12:14 PM   #9
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,480
Likes (Received): 338

Errrr, but SMAC (aka Sabang - Merauke Air Charter) service has been suspended, and the govt has cancelled SMAC license to have any flight across Indonesia ...

This news is just in ... Last Monday, govt announced the airline which has fulfilled good criteria or not. Unfortunately, SMAC got the bad criteria ..
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old June 29th, 2007, 03:34 AM   #10
hen_mart2006
We Are Bedulur Galo
 
hen_mart2006's Avatar
 
Join Date: May 2007
Location: Palembang City
Posts: 573
Likes (Received): 14

dulu orang klo ke mentawai sering menggunakan pesawat carteran yang memang dicarter oleh perusahaan Timber yang ada di mentawai... klo gw ga salah inget..memang bandara tersebut dibangun oleh perusahaan timber tersebut... walau memang selain harga tiketnya mahal tapi juga penggunaan pesawat tersebut lebih diutamakan untuk kepentingan perusahaan itu..( waduuuuh gw lupa nama perusahaannya... ), jika menggunakan kapal penyeberangan bisa dilakukan tetapi masih tergantung dengan keadaan cuaca karena kepulauan tersebut berada di samudera indonesia. buthu sekitar 12 - 15 jam untuk mencapai kepulauan tersebut dengan menggunakan kapal penyeberangan...
hen_mart2006 no está en línea   Reply With Quote
Old November 17th, 2008, 03:40 AM   #11
kakakido
my paradise
 
kakakido's Avatar
 
Join Date: Nov 2008
Location: Phaa Liem Bang
Posts: 315
Likes (Received): 0

Dear... Anno-malay
Ada teman yang cerita kalau P.Siberut masih alami dan gak kalah eksotik.... Ada cerita gak tentang p. Siberut dan mungkin pic nya ?
kakakido no está en línea   Reply With Quote
Old November 17th, 2008, 03:50 AM   #12
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

p.siberut?

yup emang bgs n eksotik....
tapi sayang gw juga belum sempat kesana euy....

p.siberut salah satu pulau terbesar dari gugusan kep mentawai di sumbar....
dan di banyak pantainya ombaknya layak dan sangat bagus untuk surfing
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old March 9th, 2009, 11:13 AM   #13
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

Ke Makakang, Yuk ke Makakang


Minggu, 08 Maret 2009
Sample Image Pesona Mentawai ternyata bukan hanya kebudayaannya yang unik, tetapi juga alam, terutama pantai-pantainya yang eksotik. Pantai-pantai ini tidak kalah menariknya bagi turis-turis mancanegara selain ombak Mentawai yang telah membuat gila para surfer (peselancar) di seluruh dunia. Contohnya Pantai Makakang.

Makakang, nama ini sudah lama saya dengar. Tapi sekalipun belum pernah berkunjung. Maklum selama ini yang menarik dari Mentawai bagi saya hanyalah budaya yang konsentrasinya di pedalaman Siberut Selatan dan Siberut Tengah, alias sangat jauh dari pantai.

Setelah mengenal Tuapeijat dan Mapaddegat di Sipora Utara, saya harus mengakui, ternyata pantainya alamaak, benar-benar mempesona. Tak heran kalau ribuan turis tergila-gila betul dengan Mentawai. Dari website-website cantik di internet yang mereka buat, terlihat sekali kekaguman mereka pada pantai-pantai Mentawai. Maka nama Makakang mau tak mau makin menyedot minat saya.

Jadi di suatu siang yang terik di bulan Januari yang kering, akhirnya boat Yayasan Citra Mandiri (YCM) bermesin 80 pk itu nyala juga dan kami melaju membelah Teluk Tuapeijat yang tenang. Horay Makakang kami datang! Tak sampai 15 menit salah satu dermaga Aloita Resort & Spa sudah terlihat. Kami turun ke pantai berpasir lembut, lalu jalan kaki sejenak melewati hamparan pasir di bawah pohon kelapa yang berjejer rapi. Di kiri kanan jalan setapak itu ada lampu-lampu tersembunyi dalam tiang pohon. Alami dan efeknya di malam hari pasti romantis sekali (bukan gaya Taman Melati lho).

Aloita Resort & Spa

Kawasan paling terkenal di Makakang adalah Aloita Resort & Spa. Aloita adalah sebuah resort dengan motto pleasure in paradise (pelesir di surga ho ho). Tempat ini terdiri dari 8 bungalow beranjang lebar. Ada juga yang berisi 2 dan 3 ranjang single. Surfer yang menginap di bungalow ini dikenai charge US$ 200 (sekitar Rp2 juta lebih) per kepala per malam, sementara tamu non surfer US$150 per kepala per malam. “Untuk tamu lokal, cukup Rp700 ribu per kepala per malam,” kata Andi, Humas Aloita Resort. Menurut dia pejabat-pejabat Kabupaten Kepulauan Mentawai sering mengadakan rapat di Aloita.

Tak perlu sedih kalau tak bisa menikmati segala fasilitas Aloita, seperti restaurant dan barnya yang cantik di tepi pantai, spanya yang sarat aroma terapi dan soSample Imageft message (pijatan lembut jemari-jemari trampil), scuba diving dan snorkeling (menyelam dan eksplorasi bawah air), memancing dengan perlengkapan khusus kelas kaum jet set, surfing, jet sky yang serba wah dan mahal, makanan dan minumannya yang tak terjangkau kantong, karena ada kemewahan lain yang tak perlu dibayar di pantainya yang indah, di mana warga lokal jatuh bangun belajar surfing di ombaknya yang tak terlalu ganas. Atau sekedar bakar ikan hasil pancingan di pantainya nan menawan.

Kita juga masih main tenis meja di bar, volley pantai, atau memancing di Pulau Setan. Tak perlu melongok ruang belajar scuba diving yang tarifnya US$80 sampai US$400 (kalikan saja Rp11.000 kalu mau tahu harganya dengan uang kita), kalau punya Rp150 ribu atau Rp250 ribu, sebenar Anda bisa mencoba spa dan pijatan lembut wanita berjari lentik itu selama 30 menit, minuman termurah adalah air mineral Aqua, yang botol medium Rp10.000 saja.

Harga bir berkisar Rp20.000 (Bintang) sampai Rp33.000 (Guiness), camilan Tango Rp5.000. Makanan Indonesia rata-rata Rp37.000, misalnya nasi goreng, mie goreng, dan tempura. Kue-kue Rp18.000. Pilih saja, asal bayar pasti bisa Anda nikmati. Banyak putra putri asli Mentawai yang bekerja di Aloita. Beberapa di antaranya berasal dari Madobag, Siberut Selatan.

Jangan Asal Buang Sampah

Sebagai obyek wisata internasional, Aloita Resort dan Spa menerapkan aturan yang sangat ketat di areanya. Tamu atau karyawan misalnya tidak dibenarkan memancing atau membuang sampah di perairan depan resort. “Misalnya membuang kertas bungkus nasi, kantong plastik dan botol plastik, kalau benda-benda itu terlihat, tamu asing takkan segan-segan melompat ke air dan memungutnya untuk dibuang ke tempat sampah, kita yang malu dibuatnya” kata Andi. Saya teringat Maninjau, Lembah Anai, Singkarak, Lembah Harau dan lain-lain, di situ wisatawan lokal membuang sampah sesukanya, kalau ditegur mereka marah dan bilang kita lebay. “Kan ada yang akan membersihkan,” omel mereka. “Sok bersih Lu,” begitulah kira-kira.

Tak heran kalau air dan pantainya bersih sekali. Turis asing tak kan terusik oleh dedaunan dan ranting pohon yang terdampar di pantai, karena bagi mereka itu bukan sampah, takkan merusak lingkungan dan kecantikan Makakang. Memancing ikan karang di dermaga juga tak diperbolehkan karena ikan-ikannya tergolong ikan hias yang biasa menghuni aquarium. Mereka akan lebih cantik bila terlihat hidup dan berenang kian ke mari di air yang jernih kehijauan atau di sela-sela bunga karang yang jelas terlihat di bawah air daripada telentang tak berdaya dalam penggorengan atau pasrah di pemanggangan.

Yang bukan tamu hotel sebenarnya juga dilarang lewat di halaman resort, tapi aturan yang ini kami anggap keterlaluan, apalagi kalau diberlakukan pada orang Mentawai, yang sebelum ada resort tersebut bebas saja menikmati keindahannya. Tentu toleransi yang bijak bisa menjadi solusi. Pantai ini juga bersih dari preman yang banyak di obyek wisata Pantai Aie Manih atau Lembah Harau, yang uang masuknya diminta sampai beberapa kali dan parkirnya bisa Rp10.000. Belum lagi gaya mereka yang tengik. Benar-benar tak sesuai konsep wisata sama sekali.

Kami menikmati Makakang dan Aloita Resort sampai pukul 4 sore. Kebanyakan waktu habis untuk bermain pasir, mandi di airnya yang teduh dan sok berjemur ala turis berkulit pucat, padahal sudah coklat kehitaman dibakar matahari, minum air kepala muda, nonton surfer lokal berselancar, mandi dan berenang, karena di pantai langsung banyak shower untuk membersihkan diri dari air asin. Air tawarnya berasal dari laut, yang disaring sedemikian rupa.
Ketika speed boat melaju kembali ke Tuapeijat, ada yang kami bawa dari Makakang: kenangan abadi akan keindahannya. (Imran Rusli)
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 11:34 AM   #14
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,499
Likes (Received): 1320

macaroni resort
http://www.macaronisresort.com













anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 11:44 AM   #15
bagak
Rang Chaniago
 
bagak's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Location: Ranah Minang - Global Traveller
Posts: 1,763
Likes (Received): 97

Hmmm ada thread mentawai juga ya? ikut berpartisipasi juga yah...tapi cuma repost hehehehe, ntar dicari gambar2 baru mentawai..........



Quote:
Originally Posted by bagak View Post
Why bother going all the way to Hawai if we have some thing much better....

M - E - N - T - A - W - A - I , SUMATRA BARAT.


Semua foto diambil dari Wavepark Mentawai Surfing Resort. http://www.wavepark.com/

alamat kontak :
Padang Office:
Jalan Nipah No. 20J
Padang, West Sumatra 25118
Indonesia
PH: 0751 812837
FAX: 0751 812835
CELL: +628126607764, +628126635551

Email:
info@wavepark.com
alice@wavepark.com
christie@ranahminang.net
wavepark@ranahminang.net

New Zealand Residence:
100 Lysnar Rd.
Gisborne, New Zealand
PH: +64 6 868 8164
FAX: +64 868 1624




...off the West Coast of Sumatra in the Mentawai Archipelago - West Sumatra




The aerial photograph below is the best tool to show you where things are in relation to each other on the island resort. The island is about 66 acres, to give you some sense of scale.





The Accommodation














and the Actions:






































And the views:














So is it going to be Hawaii or Mentawai.... I think those guys prefer Mentawai....





SUPPORT INDONESIAN TOURISM........
__________________
Seorang pecundang mengatakan bahwa bangsa Minangkabau adalah bangsa pemimpi yang suka berpangku tangan, tapi kami bangsa Minangkabau berkata, ya kami adalah pemimpi, pemimpi untuk jadi besar dan sukses, itulah sebabnya kami punya tradisi dimana setiap anak lelaki diakhir baligh-nya akan berjalan meninggalkan tanah kelahirannya mencari jati diri dan posisi di masyarakat dan pemerintahan, dan torehan mimpi mimpi bangsa Minangkabau itu bisa dilihat dari sejarah bangsa ini hingga sekarang.
bagak no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 03:18 PM   #16
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4

Rupanya thread ini sudah mati suri lebih dari satu tahun, time to show of mentawai...
post and post..
afril no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 04:28 PM   #17
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4

Kerei, Dukun Mentawai yang Makin Langka



Kerei atau biasa disebut sikerei, dukun Mentawai, saat ini makin sulit dijumpai, bukan hanya karena ritual adat yang membutuhkan jasa kerei makin berkurang, tetapi juga disebabkan oleh minat generasi muda yang sangat minim untuk menjadi kerei, meski memang tak sembarang orang bisa menjadi kere
Anak-anak Sirilanggai, Siberut Utara, kader-kader kerei masa depan.
i.

Ketika YCMM (Yayasan Citra Mandiri Mentawai), ornop yang bergerak dalam aksi pelestarian budaya Mentawai, merancang acara Pagelaran Budaya Mentawai 2008 di Tuapejat, Kecamatan Sipora, tanggal 11– 16 November lalu, mereka harus mendatangkan kerei dari Dusun Salappa, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, karena di Sipora, Sioban, Sikakap dan Pagai Utara Selatan kerei sudah tak ditemukan, bahkan sejak puluhan tahun silam. Tahun 2009 kesulitan serupa terulang lagi.

Bisa dikatakan, kerei sekarang hanya ditemukan di Pulau Siberut, seperti di Rogdog, Madobag, Matotonan, Sakuddei, Salappa, Simatalu, Simalegi dan sekitarnya yang termasuk kawasan Sarareiket yakni sebagian Siberut Selatan, Siberut Utara, Siberut Barat Daya dan Siberut Tengah. Di sana masih banyak punen dan lia (ritual adat) yang membutuhkan peranan kerei. Orang sakit kadang-kadang juga masih dibawa ke kerei, meskipun Puskesmas dan Polindes makin lama makin diminati masyarakat, termasuk kerei sendiri.

”Saat ini memang lebih mudah menemukan kerei di kawasan Sarareiket, atau pedalaman Siberut Selatan, karena di sana masih banyak masyarakat yang membutuhkan mereka,” kata Sandang Paruhum, mantan Direktur YCMM.

Perantara Dua Dunia

Dalam persepsi banyak orang, kerei adalah dukun yang jasanya diperlukan untuk mengobati orang sakit atau untuk meramal nasib, kerei juga dianggap sebagai penghibur penyemarak pesta-pesta rakyat Mentawai, padahal sebenarnya semua itu hanyalah varian yang dihasilkan dari fungsi kerei yang sebenarnya yakni sebagai mediator (perantara) yang bertugas menjaga kelancaran arus komunikasi antara manusia di alam nyata dengan makhluk halus di alam maya agar harmoni—yang akan menguntungkan manusia—bisa tetap terjaga.

Dalam penelitian tahun 1986 di Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, saya menemukan fakta bahwa kerei bukanlah profesi yang sengaja dicari-cari, melainkan semacam panggilan. Mereka yang menjadi kerei tidak jadi kerei karena mereka menginginkan, melainkan terpilih dan mereka tak bisa lari dari pilihan tersebut. Pilihan itu dijatuhkan lewat mimpi.

”Taikamanua (penguasa langit) yang memilih kami, bukan rimata (kepala keluarga) atau sikebukkat uma (kepala suku),” kata sipaumat (guru para kerei) dari suku Tasiriotoi (saya lupa namanya). Taikamanua adalah penguasa tertinggi alam semesta yang terdiri dari tiga bagian, yakni dunia bawah, dunia tengah dan dunia atas. Mungkin identik dengan Tuhan pada agama-agama samawi seperti Islam, Katolik atau Protestan.

Rimata adalah kepala keluarga sedangkan sikebukkat uma adalah pemilik uma atau kepala uma. Uma sendiri adalah sebutan untuk kelompok suku, rumah asal suku dan kampung, karena dulu di Mentawai biasa saja satu kampung hanya dihuni oleh satu suku, misalnya Sakuddei di Siberut Barat Daya. Sedangkan sipaumat adalah sebutan untuk kerei senior yang mengepalai seluruh kerei yang ada di satu uma atau laggai (kampung).

Nah, setelah terpilih kerei kemudian dibekali kemampuan memahami dan berbicara dalam bahasa roh dan jiwa-jiwa yang ada di dunia lain, dunia mahluk halus yang diyakini paralel dengan dunia nyata.

Namun kedua penghuni dunia yang berbeda ini bisa saja saling berbenturan tanpa salah satunya—biasanya manusia—menyadari bahwa dia telah berinteraksi dengan warga dunia yang lain itu. Dengan kemampuan tersebut kerei bisa berperan sebagai mediator yang menjaga harmoni hubungan kedua mahluk ini.

Jiwa Jahat Jiwa Baik

Orang Mentawai percaya seluruh mahluk dan benda di alam semesta ini memiliki jiwa (kina). Alam semesta juga dipenuhi roh (simagere). Meski kina dan simagere sama-sama mahluk halus, mereka berbeda. Simagere bisa berasal dari kina orang yang sudah mati atau memang sudah “dari sono”nya sebagai roh yang berdiri sendiri. Sementara kina ya kina saja, mereka sejak awal sudah berdiri sendiri. Jadi ada kina pada semua mahluk hidup dan semua benda mati. Manusia punya kina, pepohonan punya kina, sampan dan rumah juga punya kina.

Agar harmoni tercipta—juga rasa aman dan kenyamanan hidup—hubungan dengan semua roh dan jiwa ini harus dijaga baik-baik. Caranya dengan bantuan kerei yang menguasai bahasa mereka. Mereka harus dihibur, diberi makan, dihormati, kalau manusia tidak ingin sakit, mengalami musibah atau bahkan mati, sebab roh dan jiwa yang tidak diperhatikan dengan baik bisa marah, bisa sedih, bisa cemburu, dan bentuk-bentuk emosional lainnya. Kalau jiwa bersedih dan pergi dari tubuh manusia, manusia akan jatuh sakit dan mati. Kalau roh yang marah manusia bisa celaka yang ujung-ujungnya mati juga.

Ketika seseorang sakit, berburu, mencari kayu bakar, berternak, membangun rumah, menangkap ikan, menikah, membuat sampan, membuka ladang, dan berbagai aktivitas lainnya, dia akan meminta bantuan kerei, untuk mengetahui keinginan jiwa dan roh yang berhubungan dengan kegiatannya itu, agar tidak menimbulkan kemarahan atau kesedihan. Kerei akan membantu dengan menanyakan, meminta keikhlasan, menyampaikan permintaan, menghibur jiwa-jiwa dan roh itu agar manusia bisa melaksanakan aktivitasnya dengan aman dan selamat, tanpa gangguan.

Makin Berkurang

Sekarang, ketika pengaruh agama-agama samawi, juga media massa seperti televisi yang sudah masuk ke pedalaman Mentawai, serta interaksi langsung dengan berbagai etnis lainnya masyarakat Mentawai menemukan pemahaman lain tentang alam semesta, akibatnya kepercayaan pada arat sabulungan (agama tradisional Mentawai) yang erat dengan fungsi dan peranan kerei menyusut tajam.

”Tak banyak lagi yang butuh kerei sekarang,” kata Jacobus Salaisak (60), kerei dari Salappa yang saya temui di Mapaddegat, Tuapeijat, Sipora Utara. “Tak banyak lagi orang yang terpilih jadi kerei,” tambah temannya Valentinus Salimu (56), juga dari Salappa. “Anak-anak sekarang lebih suka bersekolah ke tanah tepi dan pulang jadi pejabat, bisa punya banyak uang,” tambahnya sambil menjelaskan bahwa dalam setiap kegiatan yang menggunakan jasanya, kerei tidak boleh meminta imbalan uang. “Bayarannya hanya otcai, daging babi dan ayam pembagian,” katanya

Pdt Urlik Tatubeket, Ketua AMA-PM (Aliansi Masyarakat Adat-Peduli Mentawai) Kabupaten Mentawai mengatakan generasi muda sekarang sudah tak tertarik lagi menjadi kerei, tapi karena ada peluang sebagai obyek budaya, banyak juga yang menyaru jadi kerei. “Kerei gadungan ini mencari uang dari turis,” katanya. Jadi kerei benar-benar akan lenyap dari bumi Mentawai, kecuali sebagai komoditas pariwisata?

”Sepertinya belum”, kata Selester Saguruwjuw (55), anggota AMA-PM Kabupaten Mentawai. “Di kampung saya di Rogdog, kerei memang tersisa sekitar 10 orang, tapi di Madobag, Matotonan, Salappa dan Simatalu sepertinya masih banyak,” kata mantan Kepada Dusun Rogdog, Kecamatan Siberut Selatan ini. Tapi kita tahu, dia ragu. (Imran Rusli).

(source:http://www.puailiggoubat.com/?kanal=budaya&id=5832)
afril no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 04:30 PM   #18
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4


www.mentawaiislands.com
afril no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 04:37 PM   #19
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4

pantai tuapeijat by imran rusli - West Sumatra - A Journey to Paradise_files
afril no está en línea   Reply With Quote
Old May 18th, 2010, 04:38 PM   #20
afril
Registered User
 
Join Date: Mar 2010
Location: Indonesia
Posts: 2,118
Likes (Received): 4

Sikakap, Desa Persinggahan di Pagai

Sikakap adalah daerah yang paling terkenal di Pagai, terutama di era kejayaan bisnis kayu. Kini setelah kayu habis dan perbukitan pada gundul, masyrakakat Desa Sikakap mencoba mencari pemasukan dari perdagangan hasil bumi dan pariwisata.

Desa Sikakap, merupakan ibu kota Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terletak di Pulau Pagai Utara Selatan. Desa ini merupakan desa persinggahan bagi masyarakat yang ingin pergi ke atau datang dari Padang, ibukota Provinsi Sumatra Barat. Bagi warga Pagai yang ingin ke pulau-pulau lainnya dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, atau pulang dari wilayah-wilayah lainnya dalam Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sikakap juga menjadi tempat berkumpul, karena hanya di sinilah terdapat pelabuhan yang kapal yang melayani rute-rute tersebut.

Wilayah PUS terdiri dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Sikakap, Kecamatan Pagai Utara dan Kecamatan Pagai Selatan. Desa Sikakap berpenduduk sekitar 6.000 jiwa, terdiri dari berbagai suku di antaranya Mentawai, Minang, Batak, Nias, dan Jawa dengan 3 agama dominant yakni Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Islam. Mereka hidup hormat menghormati antara suku dan agama.

Desa Sikakap salah satu desa yang ada tempat wisata, seperti Pantai Mabola Indah di Dusun Mabola, dan Bakkat Binuang atau Liberty-nya Desa Sikakap, di mana sebelum Anda sampai di Pelabuhan Sikakap kalau Anda dari Padang atau Tuapeijat, Anda pasti melewati terlebih dulu gunung hijau dengan perpohonan berdiri kokoh di tengah laut dengan tinggi sekitar 1 Km dari permukaan air laut. Itulah Bakkat Binuang.

Ambu-ambu

Bagi Anda ingin ke Pagai Utara Selatan dari Padang hanya bisa lewat jalur laut, dengan kapal KMF (Kapal Motor Ferry) Ambu-Ambu, yang berangkat setiap hari Selasa, jam 17.00 sore, di Bunguih, Kecamatan Teluk Kabung, Padang dengan tiket Rp 67.000 per orang, dan lama perlayaran 14 jam. Sebaliknya dari Sikakap ke Padang KMF Ambu-ambu melayani setiap Rabu. Tarifnya sama, jam berangkatnya juga sama.



Tarif Rp67.000 itu untuk kelas ekonomi. Fasilitasnya hanya kursi dan dua baris tempat berbaring. Kalau Anda ingin ruang yang lebih ekslusif ada kelas bisnis. Tapi di sini hanya ada kursi berjok empuk, AC dan televisi layar lebar. Tarifnya Rp125.000. Tapi kebersihannya kurang terjaga, jadi mungkin Anda kurang segar saat turun kapal nanti, maklum udara kalengan.

Ingin yang lebih lagi ada kamar ABK, tarifnya Rp400.000. AC juga, tapi saya tak jamin kesegarannya, karena kamar ABK tahu sendirilah. Kalau saya lebih suka kelas ekonomi, karena ada angina laut segar yang masuk dari sela-sela terpal dan kalau tidak hujan terpalnya biasa terbuka, sehingga saya bisa menikmati sunset atau sunrise, kalau sedang beruntung. Lumba-lumba juga sering muncul di air, terutama kalau sudah dekat ke Pelabuhan Sikakap atau Bunguih. Mereka sering muncul saat cuaca bagus, menjelang Pelabuhan Sikakap, mulai sekitar pukul 05.30 Wib sampai pukul 06.30 Wib.

Di atas kapal KMF Ambu-ambu Anda dapat menikmati fasilitas seperti matras dengan sewa Rp20.00. Bermacam merek minuman ringan dan makanan juga tersedia di kantin kapal. Cobalah Indocafe Coffeemix panas, atau Coca Cola dingin, segar sekali rasanya. Sekitar pukul 07.00 Wib, KMF Ambu-ambu sudah sandar di pelabuhan ASDP Sikakap di Dusun Sikakap Barat, Desa Sikakap.

Penginapan Cukup Layak

Bagi pengunjung tidak memiliki rumah di Desa Sikakap, Anda jangan cemas, ada 3 wisma siap melayani. Di antaranya Wisma Bagindo, Wisma Lestari, dan Wisma Asri, dengan uang sewa hanya Rp60.000 per malam untuk kelas ekonomi , Rp100.000 per malam untuk kelas VIP. Kelas ekonomi kamar mandi dan WC-nya di luar. VIP punya kamar mandi sendiri di dalam, ditambah televise dan kipas angin.

Wisma Lestari, salah satu wisma di Desa Sikakap, memiliki jumlah kamar 14, dengan rincian 10 kamar ekonomi, dan 4 kamar VIP. Wisma ini merupakan penginapan pertama di Desa Sikakap dan berdiri sejak tahun 1995,

Selain fasilitas tersebut pengelola Wisma Lestari juga punya kantin. Kantin Bitha namanya. Di kantin tersebut Anda bisa menikmati bermacam jus buah, aneka minuman ringan dan makanan mulai dari sup kepiting bakau, sup lobster, dan sup ikan gurapu. Semuanya bisa Anda dapatkan di kantin Bitha dengan harga terjangkau. Tak sampai Rp5 juta sekali makan, ha ha becanda!

Pihak Wisma Lestari juga menyediakan jasa laundry bagi tamunya. Satu stel pakaian Rp7.500. Anda juga bisa mendapatkan bermacam jenis cendera mata asli Mentawai, seperti panah, ukiran, sampan. dan bermacam jenis manik-manik. Bahan dasarnya dari hasil kekayaan laut Mentawai seperti kucing-kucing yang asli diambil dari laut Mentawai.

Bagi tamu rombongan, ada diskon 10 persen. Kalau biasanya sewa kamar Rp60.000, karena diskon jadi Rp50.000 per malam. Hari ramai wisma ini 2 kali seminggu, yakni Senin dan Jumat sesuai jadwal kapal antar pulau ke Sikakap. “Dua hari itu bisa dipastikan semua kamar penuh,” kata Jhoni Napitulu, pemilik Wisma Lestari.

Menurut Jhoni Wisma Lestari juga mengalami saat-saat sepi. Terutama dari Januari sampai April, saat itu pengunjung hanya dari wisatawan lokal. Penghasilan wisma rata-rata hanya Rp5 juta per bulan. Bulan Juli sampai Oktober adalah musim ramai. Empat bulan ini adalah musim ombak di Mentawai, banyak turis datang, maka penghasilanWisma Lestari naik. “Bisa mencapai Rp7-10 juta per bulan,” kata Jhoni.

Wisma Lestari juga menyediakan transportasi boat 40 Pk, 15 Pk bagi pengunjung yang ingin menikmati objek wisata, kalau ingin ke Macaroni Resort di Desa Silabu cukup dengan carter Rp500.000 pe rhari, mengunakan mesin 40 Pk waktu tempuh hanya 1 jam, “Pihak wisma juga menyediakan rental sepeda motor dengan tarif Rp 150.000 per hari,” jelasnya

Bisa Booking Kamar

Kalau pengunjung yang ingin membooking kamar bisa menghubungi ke nomor 081266601399 atau 081266143591.

Dengan banyaknya turis masuk ke Desa Sikakap, sector wisata bisa dijadikan sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kalau pemerintah Desa Sikakap membuat peraturan desa, misalnya setiap turis yang masuk ke Desa Sikakap kapalnya hanya boleh sampai di Pelabuhan Sikakap saja, atau turis yang ingin ke Macaroni Resort hanya boleh mengunakan speed boat, dan turis tersebut diwajibkan melapor ke Pemerintah Desa Sikakap, pastilah kas desa akan berisi.

“Ini akan sangat berarti bagi Desa Sikakap, selain PAD desa, juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang periwisata,” tambah Jhoni lagi.

(source:http://www.puailiggoubat.com/?kanal=wisata&id=5954)
afril no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 06:38 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu