daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Kalimantan, Sulawesi and Papua > Samarinda



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old October 25th, 2009, 06:58 AM   #1181
mouRINHO
i'm samarinda lover
 
mouRINHO's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Samarinda
Posts: 5,543
Likes (Received): 1031

Quote:
Originally Posted by Rivadh View Post
waduh.. Bnar2 rahasia jg ternyata.. mau gak mau kita mesti sabar nih, tunggu rampung tahun depan.
iya rivadh, kayaknya STC ni dah gak buat "dijual" lagi, developer nya tinggal nunggu bangunan jadi lngsung open... agak2 bingung juga, padahal kayak BTC nya balikpapan aja mesti rajin pameran sampe ke smd buat cari tenant utk trade centernya....

nantinya parkir STC selain di sekitaran gedung juga ada basement, jadi total bangunan ada 4 lantai, STC cuman 3 lantai...
mouRINHO no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
Old October 25th, 2009, 11:36 AM   #1182
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443


wah..bakalan rame banget jalan M.Yamin, KH.Wahid Hasyim yah..mulai dari mall lembuswana, STC, banyak ruko n showroom, pusat pendidikan ada unmul, widyagama, stimik, salah satu pusat perkantoran seperti, BPN, Kejaksaan, Pengadilan, RRI, BPK, Stadion Sempaja dan sampe sempaja banyak perumahan yang udah dibangun maupun akan dibangun...cuma kurangnya daerah itu belum ada hotelnya, baru ada hotel atlet tapi gak digunakan untuk komersial...
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 25th, 2009, 03:51 PM   #1183
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,585
Likes (Received): 1427

Quote:
Originally Posted by mouRINHO View Post

cuman klo prediksi gw yg org bank,ekonomi bpn n smd maju beriringan, 2 kota ini bakal jd yg terdepan di kalimantan scr potensi kita pny sgalanya...ingat bro bpn-smd cuman 115 km... so klo msng2 gontok2an bgini jadi ketawa aja gw... ha ha ha...
Kebaca postingan lama ... Samarinda - Balikpapan itu jaraknya 115 km, kah ??? Wah, jauh sekali itu

Kurasa seharusnya Samarinda memang punya bandara yang aksesibel ke kota2 besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar kalau kubilang.

Angka 115 km itu membuat dan menghambat perekonomian!!! Kondisi jalan yang 115 km itu apa sudah setara Jalan Raya Jogja-Solo atau Jogja-Magelang ????

Logikanya orang pake Bandara itu kalau aksesibilitas nya bagus.
Bogor - Jakarta itu jaraknya 45 km lewat Jalan Tol (jadi orang Bogor bisa ikutan pakai Sukarno-Hatta).
Tangerang - Jakarta itu jaraknya 18 km, juga sudah jalan tol semua.
Bekasi - Jakarta aku kurang tahu, tapi kayaknya masih lebih dekat itupun Jalan Tol.


Setahu aku contoh ekstrem di Asia Tenggara itu bandara Kuala Lumpur!! Jadi dari KL ke bandaranya di KLIA itu jaraknya sekitar 60-70 km. Tapi udah Highway semua. Mana ada kereta api listrik cepat nya lagi.


Jogja dan Solo aja yang punya Jalan raya mulus bagus 4 lajur jaraknya 60 km, masing2 punya bandara sendiri, kok.
Surabaya dan Malang yang sebagian sudah Jalan TOl, sisanya jalan negara yang lumayan lebar.. jaraknya sekitar 70-80 km , masing2 punya bandara sendiri.


Apakah di Samarinda tersedia semacam BUS DAMRI/Shuttle bus yang bolak-balik dari Samarinda ke Airport Balikpapan ???? Ya kayak Bus Damri BOGOR - Sukarno-Hatta, gitu ??? Kalau gak, wah repot bener ...

Gak masalah, sih kalau Samarinda punya bandara (karena memang sudah seharusnya)... Karena jarak 115 km itu betul2 menghambat perekonomian, apalagi kalau transportasi umum/shuttle bus yang terjangkau belum ada?? Bukan apa-apa, mengingat kalau dari gambar2 di sini Samarinda sudah masuk kota besar yang secara keuangan cukup besar (setidaknya dari visual yang kutangkap di thread ini).
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 25th, 2009, 04:19 PM   #1184
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 4,287

Tapi ruas jalan antara SMD - BPP itu bagus ham, rata dan mulus dengan marka jelas, walaupun bukan standar jalan tol. Di masterplan pusat jalur SMD-BPP itu prioritas tertinggi untuk pembangunan jalur KA Kalimantan kalau terealisasi. Dan pernah dengar juga pemda Kaltim mau bikin tol antara SMD-BPP, jadi kemungkinan rutenya memotong pegunungan (lurus dan tidak belok2).
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old October 25th, 2009, 04:20 PM   #1185
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Kebaca postingan lama ... Samarinda - Balikpapan itu jaraknya 115 km, kah ??? Wah, jauh sekali itu

Kurasa seharusnya Samarinda memang punya bandara yang aksesibel ke kota2 besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar kalau kubilang.

Angka 115 km itu membuat dan menghambat perekonomian!!! Kondisi jalan yang 115 km itu apa sudah setara Jalan Raya Jogja-Solo atau Jogja-Magelang ????

Logikanya orang pake Bandara itu kalau aksesibilitas nya bagus.
Bogor - Jakarta itu jaraknya 45 km lewat Jalan Tol (jadi orang Bogor bisa ikutan pakai Sukarno-Hatta).
Tangerang - Jakarta itu jaraknya 18 km, juga sudah jalan tol semua.
Bekasi - Jakarta aku kurang tahu, tapi kayaknya masih lebih dekat itupun Jalan Tol.


Setahu aku contoh ekstrem di Asia Tenggara itu bandara Kuala Lumpur!! Jadi dari KL ke bandaranya di KLIA itu jaraknya sekitar 60-70 km. Tapi udah Highway semua. Mana ada kereta api listrik cepat nya lagi.


Jogja dan Solo aja yang punya Jalan raya mulus bagus 4 lajur jaraknya 60 km, masing2 punya bandara sendiri, kok.
Surabaya dan Malang yang sebagian sudah Jalan TOl, sisanya jalan negara yang lumayan lebar.. jaraknya sekitar 70-80 km , masing2 punya bandara sendiri.


Apakah di Samarinda tersedia semacam BUS DAMRI/Shuttle bus yang bolak-balik dari Samarinda ke Airport Balikpapan ???? Ya kayak Bus Damri BOGOR - Sukarno-Hatta, gitu ??? Kalau gak, wah repot bener ...

Gak masalah, sih kalau Samarinda punya bandara (karena memang sudah seharusnya)... Karena jarak 115 km itu betul2 menghambat perekonomian, apalagi kalau transportasi umum/shuttle bus yang terjangkau belum ada?? Bukan apa-apa, mengingat kalau dari gambar2 di sini Samarinda sudah masuk kota besar yang secara keuangan cukup besar (setidaknya dari visual yang kutangkap di thread ini).
Hei maz rilham...salam kenal.Kota Samarinda emank termasuk kota besar karena kepolisiannya aja di sebut poltabes, kemudian dalam kategori perebutan adipura juga masuk kategori kota besar dan penduduknya kurang lebih 700.000 jiwa...dan pembangunannya juga semakain pesat.
Nah...memang permasalahan yang sedang dihadapi oleh kota samarinda adalah bandara,kita tahu bahwa keberadaan bandara merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan perekonimian dan aksesbilitas suatu kota apalagi suatu ibukota provinsi..memang di kaltim bandara yang sudah dapat didarati oleh pesawat berbadan besar adalah sepinggan di bpp, juata di tarakan dan di berau atau bulungan kalau gak salah dan disamarinda yaitu bandara temindung hanya bisa didarati oleh pesawat kecil saja..oleh karena itu pemkot samarinda dan pemprov sedang melakukan pembangunan bandara pengganti bandara temindung yaitu bandara samarinda baru yang terdapat di sungai siring yaitu arah menuju ke bontang..memang bandara ini kelasnya masih dibawah bandara sepinggan di bpp karena bandara pengganti ini hanya untuk kelas penerbangan nasional dan bandara sepinggan untuk penerbangan nasional dan internasional maka dari itu pemprov juga akan membangun free way dari bpp, smd, sampai ke bontang dan sengatta semuanya itu untuk meningkatan perekonomian dan aksesbilitas kota - kota yang ada di kalimantan timur.sehingga semuanya adalah tujuannya untuk membangun kaltim untuk semua dan membangun kaltim untuk indonesia.
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 25th, 2009, 05:21 PM   #1186
sayaka
Beryl
 
sayaka's Avatar
 
Join Date: Aug 2008
Posts: 1,949
Likes (Received): 62

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Tapi ruas jalan antara SMD - BPP itu bagus ham, rata dan mulus dengan marka jelas, walaupun bukan standar jalan tol. Di masterplan pusat jalur SMD-BPP itu prioritas tertinggi untuk pembangunan jalur KA Kalimantan kalau terealisasi. Dan pernah dengar juga pemda Kaltim mau bikin tol antara SMD-BPP, jadi kemungkinan rutenya memotong pegunungan (lurus dan tidak belok2).

Yg bikin khas dan kalimantan bgt justru berkelok2nya itu lhoh.... excited bgt tiap perjalanan bppn-smd
Tp akan lebih baek kalo ada jln tol atau perbaikan transportasi, bingung jg kalo mau k bppn naik transportasi umum...

Well....kemaren lewat d bagian pinggirna samarinda.... Trus ketemu ini....

Extention RS Yarsi Samarinda, krn ditepi kota, jd mungkin agak terlupakan....
__________________
Building isn't my soul, Beauty is.... :-*
sayaka no está en línea   Reply With Quote
Old October 25th, 2009, 07:59 PM   #1187
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,585
Likes (Received): 1427

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Tapi ruas jalan antara SMD - BPP itu bagus ham, rata dan mulus dengan marka jelas, walaupun bukan standar jalan tol. Di masterplan pusat jalur SMD-BPP itu prioritas tertinggi untuk pembangunan jalur KA Kalimantan kalau terealisasi. Dan pernah dengar juga pemda Kaltim mau bikin tol antara SMD-BPP, jadi kemungkinan rutenya memotong pegunungan (lurus dan tidak belok2).
Rata dan mulus memang... tapi jaraknya 115 km.
Kalau dugaanku tepat, pasti bentuk jalannya seperti gelombang sinus, kan??

Kalau untuk penerbangan pagi atau malam. Kurasa repot sekali, akan ada dana lebih yang dikeluarkan untuk menginap semalam di hotel, penginapan, atau apalah gitu. Pasti kalaupun ada taksi, biaya taksinya akan sangat mahal, kan ???

Wah kalau ada Kereta Api ekspress, bagus banget tuh. Tapi, kalau harus naik taksi atau kendaraan sewa yang pastinya mahal sekali .. perekonomian yang bisa dihemat kalau bisa langsung terbang ke Samarinda besar sekali itu.

Jarak 115 km itu taksinya sekitar 400 ribu, kah??? Itu kalau di Jawa, udah bisa terbang pake pesawat ..

Kalau prinsipnya dalam ekonomi, jarak dan waktu itu bisa diukur dengan uang. Jarak 115 km sedikit banyak mempengaruhi kemampuan seseorang/frekuensi seseorang dalam berpergian. Bisa jadi jarak 115 km terhadap akses keluar dari KALTIM ini adalah penghambat kemajuan Kota Samarinda. Kalau simpelnya sih kurasa, begitu. Apalagi Samarinda bukan kota yang kecil.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.

Last edited by rilham2new; October 25th, 2009 at 08:19 PM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 02:31 AM   #1188
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Rata dan mulus memang... tapi jaraknya 115 km.
Kalau dugaanku tepat, pasti bentuk jalannya seperti gelombang sinus, kan??

Kalau untuk penerbangan pagi atau malam. Kurasa repot sekali, akan ada dana lebih yang dikeluarkan untuk menginap semalam di hotel, penginapan, atau apalah gitu. Pasti kalaupun ada taksi, biaya taksinya akan sangat mahal, kan ???

Wah kalau ada Kereta Api ekspress, bagus banget tuh. Tapi, kalau harus naik taksi atau kendaraan sewa yang pastinya mahal sekali .. perekonomian yang bisa dihemat kalau bisa langsung terbang ke Samarinda besar sekali itu.

Jarak 115 km itu taksinya sekitar 400 ribu, kah??? Itu kalau di Jawa, udah bisa terbang pake pesawat ..

Kalau prinsipnya dalam ekonomi, jarak dan waktu itu bisa diukur dengan uang. Jarak 115 km sedikit banyak mempengaruhi kemampuan seseorang/frekuensi seseorang dalam berpergian. Bisa jadi jarak 115 km terhadap akses keluar dari KALTIM ini adalah penghambat kemajuan Kota Samarinda. Kalau simpelnya sih kurasa, begitu. Apalagi Samarinda bukan kota yang kecil.
Biaya Taxi 300 rb maz..
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 04:31 AM   #1189
Van Koetai
Fergie Boys
 
Van Koetai's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: Samarinda-Surabaya
Posts: 1,514
Likes (Received): 187

Quote:
Originally Posted by mouRINHO View Post
iya rivadh, kayaknya STC ni dah gak buat "dijual" lagi, developer nya tinggal nunggu bangunan jadi lngsung open... agak2 bingung juga, padahal kayak BTC nya balikpapan aja mesti rajin pameran sampe ke smd buat cari tenant utk trade centernya....

nantinya parkir STC selain di sekitaran gedung juga ada basement, jadi total bangunan ada 4 lantai, STC cuman 3 lantai...
Kelihatannya STC terlalu besar kalau hanya diisi oleh Ramayana group saja (kemungkinan Grand Ramayana Dept. Store, Ramayana Hypermaket dan arena permainan). Perkiraanku tenant2 yang akan mengisi STC adalah tenant2 nasional (dari jakarta) yang selama ini sudah menjadi langganan mengisi mal2 milik Ramayana lainnya. Mungkin gambaran tenantnya bisa dilihat dari tenant2 yang mengisi Makassar Town Square (M'tos) yang juga milik Ramayana group, seperti Jesslyn K Cake, Rumah Makan Solaria, Dunkin Donuts, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut, Black Canyon (Resto), Kafe de Coral, Restaurant A & W, salon kecantikan, Studio 21, Zone 2000, Gramedia, dll (Sumber : http://makassarkota.go.id/index.php?...ate=2009-01-01). Atau ada kemungkinan juga kios2 baru ditawarkan setelah mal terisi oleh para anchor tenant.

Last edited by Van Koetai; October 26th, 2009 at 06:11 AM.
Van Koetai no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 06:00 AM   #1190
Sweet
Unregistered User
 
Sweet's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Nusantara
Posts: 2,371
Likes (Received): 54

Quote:
Originally Posted by joeylen View Post

wah..bakalan rame banget jalan M.Yamin, KH.Wahid Hasyim yah..mulai dari mall lembuswana, STC, banyak ruko n showroom, pusat pendidikan ada unmul, widyagama, stimik, salah satu pusat perkantoran seperti, BPN, Kejaksaan, Pengadilan, RRI, BPK, Stadion Sempaja dan sampe sempaja banyak perumahan yang udah dibangun maupun akan dibangun...cuma kurangnya daerah itu belum ada hotelnya, baru ada hotel atlet tapi gak digunakan untuk komersial...
Nambah satu lagi, Kantor Samsat Bersama (Jl. Wachid Hasyim)... seolah-olah ingin memanjakan showroom2 yg berkumpul di daerah itu untuk mengurus surat2 kendaraan... ga perlu jauh2...
__________________
"Always Be Positive"
Sweet no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 06:05 AM   #1191
Sweet
Unregistered User
 
Sweet's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Nusantara
Posts: 2,371
Likes (Received): 54

BTW gedung DPRD Kota Samarinda (Jl. Basuki Rahmat) dipagar seng keliling tuh... sepertinya mo di renovasi...
__________________
"Always Be Positive"
Sweet no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 08:10 AM   #1192
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443

Quote:
Originally Posted by Van Koetai View Post
Kelihatannya STC terlalu besar kalau hanya diisi oleh Ramayana group saja (kemungkinan Grand Ramayana Dept. Store, Ramayana Hypermaket dan arena permainan). Perkiraanku tenant2 yang akan mengisi STC adalah tenant2 nasional (dari jakarta) yang selama ini sudah menjadi langganan mengisi mal2 milik Ramayana lainnya. Mungkin gambaran tenantnya bisa dilihat dari tenant2 yang mengisi Makassar Town Square (M'tos) yang juga milik Ramayana group, seperti Jesslyn K Cake, Rumah Makan Solaria, Dunkin Donuts, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut, Black Canyon (Resto), Kafe de Coral, Restaurant A & W, salon kecantikan, Studio 21, Zone 2000, Gramedia, dll (Sumber : http://makassarkota.go.id/index.php?...ate=2009-01-01). Atau ada kemungkinan juga kios2 baru ditawarkan setelah mal terisi oleh para anchor tenant.
wah...hebat yah ramayana mau bangun mallnya sendiri di samarinda.biasa nya kan investor yang bangun mall baru dijual/disewakan tenantnya ke matahari atau ramayana seperti lembuz, scp n PM,klo ini laen ramayananya sendiri yang bangun mall.wow kereeeen.....terus maju deh samarinda...
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 08:44 AM   #1193
Sweet
Unregistered User
 
Sweet's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: Nusantara
Posts: 2,371
Likes (Received): 54

Quote:
Originally Posted by sayaka View Post
...Yg bikin khas dan kalimantan bgt justru berkelok2nya itu lhoh.... excited bgt tiap perjalanan bppn-smd ...
Bikin khas sekaligus bikin mual (mabuk darat) kalo ga tahan...
Tapi klo yang hobi balap ato tantangan silahkan mencoba sirkuit alam Samarinda-Balikpapan
__________________
"Always Be Positive"
Sweet no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 10:26 AM   #1194
Blue_Sky
Moderator
 
Blue_Sky's Avatar
 
Join Date: Jul 2005
Posts: 9,747
Likes (Received): 584

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Rata dan mulus memang... tapi jaraknya 115 km.
Kalau dugaanku tepat, pasti bentuk jalannya seperti gelombang sinus, kan??

Kalau untuk penerbangan pagi atau malam. Kurasa repot sekali, akan ada dana lebih yang dikeluarkan untuk menginap semalam di hotel, penginapan, atau apalah gitu. Pasti kalaupun ada taksi, biaya taksinya akan sangat mahal, kan ???

Wah kalau ada Kereta Api ekspress, bagus banget tuh. Tapi, kalau harus naik taksi atau kendaraan sewa yang pastinya mahal sekali .. perekonomian yang bisa dihemat kalau bisa langsung terbang ke Samarinda besar sekali itu.

Jarak 115 km itu taksinya sekitar 400 ribu, kah??? Itu kalau di Jawa, udah bisa terbang pake pesawat ..

Kalau prinsipnya dalam ekonomi, jarak dan waktu itu bisa diukur dengan uang. Jarak 115 km sedikit banyak mempengaruhi kemampuan seseorang/frekuensi seseorang dalam berpergian. Bisa jadi jarak 115 km terhadap akses keluar dari KALTIM ini adalah penghambat kemajuan Kota Samarinda. Kalau simpelnya sih kurasa, begitu. Apalagi Samarinda bukan kota yang kecil.
Namun jgn dilupakan jg ham, studi kelayakan jalan bebas hambatan BPN - SMD jika terealisasikan akan memberikan jarak baru antara kedua kota ini, yaitu disekitar angka 70 - 80 km (kita ambil tengah2nya aja yaitu 75 km) sebuah angka yang sangat mgkn ditempuh dalam waktu 50 - 55 menit menggunakan mobil pribadi. Sebuah ukuran waktu yang wajar untuk seseorang sampai di suatu bandara bukan
Blue_Sky no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 04:09 PM   #1195
mouRINHO
i'm samarinda lover
 
mouRINHO's Avatar
 
Join Date: Nov 2007
Location: Samarinda
Posts: 5,543
Likes (Received): 1031

Quote:
Originally Posted by Blue_Sky View Post
Namun jgn dilupakan jg ham, studi kelayakan jalan bebas hambatan BPN - SMD jika terealisasikan akan memberikan jarak baru antara kedua kota ini, yaitu disekitar angka 70 - 80 km (kita ambil tengah2nya aja yaitu 75 km) sebuah angka yang sangat mgkn ditempuh dalam waktu 50 - 55 menit menggunakan mobil pribadi. Sebuah ukuran waktu yang wajar untuk seseorang sampai di suatu bandara bukan

sebenarnya klopun freeway smd-bpn dah jadi, anggap lah 75 an km dg waktu tempuh 50-60 menit spt yang blue bilang, smd tetap memerlukan bandara yg representatif.... klo gara2 freeway terus bandara sei siring dicancel, wah ampun deh smd bakal trus ketinggalan smpe kiamat datang...

gw setuju bandara smd gak perlu besar, cukup dg landasan 2500 an meter buat nampung pesawat maksimal sekelas B-737 400, yg direct ke berbagai kota besar kayak jkt-sby-makassar. ingat lho pengguna bandara sei siring nantinya bukan cuman warga smd, tapi juga kota2 disekitarnya kayak bontang,tenggarong plus kota2 kecamatan di kutai kertanegara,sangatta dan berau

asal tau aja, org bontang klo mo brgkt lewat sepinggan minimal 5-6 jam sebelum take off mereka sdh harus jalan dr bontang. tidak ekonomis dan tidak efisien.... belum lagi orang sangatta. klo dari tenggarong minimal 4-5 jam dah harus keluar rumah...

beda klo ada bandara di smd, mereka bakal cuman sisihkan waktu 2-3 jam saja sebelum berangkat. gw yakin bandara sepinggan bpn tidak akan terlalu terpengaruh secara signifikan meski impact nya pasti ada. persis kayak bandara yogya-solo seperti yg rilham bilang....

en gw kayaknya feeling aja, insya Allah bandara sei siring tu bakal jadi, meski waktunya masih lamaaaaa dan kita mesti banyak sabar dan berdoa.... liat aja pelabuhan palaran, akhirnya jadi juga toh... hhehehe....
mouRINHO no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 04:57 PM   #1196
Chris_Lyantto
VEK2009
 
Chris_Lyantto's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 1,385
Likes (Received): 55

waktu dalam perjalanan ke bontang sebulan lalu saya melihat lokasi bandara sei siring yg letaknya sebelah kiri jalan jika dari arah samarinda dan dari samarinda ke lokasi BSB kira2 memakan waktu 45-50 menit lumayan jauh juga. Dan yg saya lihat di lokasi hanya ada 2 truk pasir yg sedang parkir dan belum terlihat fisik bangunan sama sekali.

sebenarnya gmana status pembangunan bandara sei siring ini?
Chris_Lyantto no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 06:22 PM   #1197
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443

Quote:
Originally Posted by mouRINHO View Post
sebenarnya klopun freeway smd-bpn dah jadi, anggap lah 75 an km dg waktu tempuh 50-60 menit spt yang blue bilang, smd tetap memerlukan bandara yg representatif.... klo gara2 freeway terus bandara sei siring dicancel, wah ampun deh smd bakal trus ketinggalan smpe kiamat datang...

gw setuju bandara smd gak perlu besar, cukup dg landasan 2500 an meter buat nampung pesawat maksimal sekelas B-737 400, yg direct ke berbagai kota besar kayak jkt-sby-makassar. ingat lho pengguna bandara sei siring nantinya bukan cuman warga smd, tapi juga kota2 disekitarnya kayak bontang,tenggarong plus kota2 kecamatan di kutai kertanegara,sangatta dan berau

asal tau aja, org bontang klo mo brgkt lewat sepinggan minimal 5-6 jam sebelum take off mereka sdh harus jalan dr bontang. tidak ekonomis dan tidak efisien.... belum lagi orang sangatta. klo dari tenggarong minimal 4-5 jam dah harus keluar rumah...

beda klo ada bandara di smd, mereka bakal cuman sisihkan waktu 2-3 jam saja sebelum berangkat. gw yakin bandara sepinggan bpn tidak akan terlalu terpengaruh secara signifikan meski impact nya pasti ada. persis kayak bandara yogya-solo seperti yg rilham bilang....

en gw kayaknya feeling aja, insya Allah bandara sei siring tu bakal jadi, meski waktunya masih lamaaaaa dan kita mesti banyak sabar dan berdoa.... liat aja pelabuhan palaran, akhirnya jadi juga toh... hhehehe....
bener banget masa gara - gara mau dibangun free way langsung gak jadi pembangunan bandara sei siring...mampus dah smd klo ampe jadi begini....apalagi untuk daerah kabupaten terjauh seperti warga kutai barat contohnya yang mau ke luar daerah..jarak tempuh melak - smd 8 jam ,smd - bpp 2 jam ...waduhhh butuh 10 jam untuk menuju bandara sepinggan bpp....mampus aje...
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 26th, 2009, 11:46 PM   #1198
Sizter85
Classy with Phan
 
Sizter85's Avatar
 
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 11,509
Likes (Received): 709

Quote:
Originally Posted by mouRINHO View Post
gw setuju bandara smd gak perlu besar, cukup dg landasan 2500 an meter buat nampung pesawat maksimal sekelas B-737 400, yg direct ke berbagai kota besar kayak jkt-sby-makassar.
Wohoho,.. 2500m itu sudah bukan cukup lagi tapi lebih dari cukup, utk penggunaan bandara sekelas tingkat nasional yang umumnya dilayani pesawat-pesawat seukuran narrow. Yang terpenting ialah ketebalan dan lebar runway, jadi posisi tekstur tanah disekitar lokasi jangan lembek dan rawa-rawa

Jika panjang runway yg diinginkan 2500 m, mending sekalian saja kelas airport dinaikkan jadi Int'l, karena dg panjang runway segitu Jumbo double deck 747 pun dapat mendarat di airport tsb, tentunya dg ketentuan2 adanya batasan beban pesawat, dan apron airport mencukupi utk parkir, tetapi jika wacana pemerintah daerah dan pemprov yg hanya membatasi status bandara hny mentok national saja, saya pikir 2200 m udah cukup dan lebih dari cukup malah
Sizter85 no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2009, 04:39 AM   #1199
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443

Selasa, 27 Oktober 2009
Proyek ACTS Dishub Habiskan Rp2,6 M
Pertengahan November Pasang CCTV di 8 Titik

SAMARINDA. Proyek pengadaan Automatic Control Traffic System (ACTS) atau sistem kontrol lalu lintas otomatis di Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan digunakan untuk mengawasi lalu lintas di Samarinda, menelan biaya Rp2,6 miliar. Itu belum termasuk pembangunan gedung untuk menyimpan peralatan elektronik yang lokasinya di belakang kantor Dishub Jl MT Haryono, Samarinda Ulu, sehingga totalnya mencapai Rp2,8 miliar.

Kepala Dishub Kota Samarinda Supriady Semta menjelaskan, ada 8 CCTV yang nantinya akan dipasang di sejumlah titik seperti di Jembatan Mahakam dan sejumlah persimpangan. Diantaranya simpangan Muara, Air Putih, Air Hitam, Mal Lembuswana, SMPN 1, Hotel Mesra dan persimpangan H Darjad.

"Tinggal menunggu bangunannya saja yang diperkirakan pertengahan November mendatang sudah rampung," jelasnya.

Ditambahkan Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Agus Wahyudi, didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas Hari Prabowo, tujuan pembangunan ACTS ini untuk memonitor kepadatan arus lalu lintas khususnya di 8 titik pemasangan CCTV. Sehingga Dishub lebih mudah melakukan kontrol.

"Kedepannya, kita hanya mengawasi kendaraan melalui visual yang berada di gedung pengendali. Bahkan, dalam pengawasan juga bisa disertai imbauan yang dapat didengar pengendara," kata Agus.

Pengendalian sistem arus lalu lintas ini juga sangat bermanfaat menghitung jumlah kendaraan yang melintas di 8 titik tersebut. Bila jumlah kendaraan sedikit atau sepi, maka traffic light dan countdown secara otomatis bisa mempercepat menunjukkan lampu berwarna hijau.

Sejauh ini lanjut Hari, proyek ACTS tersebut telah mencapai lebih 70 persen. Dengan komponen yang dikerjakan meliputi jaringan fiber optic 8 core, detektor, CCTV atau kamera. Proyek itu telah dilelang 8 Mei 2009 lalu. Kendati sempat menghadapi kendala anggaran yang kemudian mengakibatkan keterlambatan pengerjaan, dipastikan akan selesai pertengahan November nanti.

"Pemenang lelang adalah PT Manunggaling Rizki Karyatama Telmics, kontraktor dari Bandung dengan dana Rp2,6 miliar untuk pengadaan perangkat elektronik. Untuk bangunan gedung pengendali ditangani kontraktor lokal dengan dana Rp210 juta," tukasnya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana P Chabib menambahkan, saat ini dua titik yang sudah siap dipasang kamera yakni Jembatan Mahakam dan Simpang Muara. Nantinya, komponen elektronik dari jaringan di dua titik ini akan dirangkai yang terpusat di gedung pengendali.

"Makanya di gedung pengendali harus bersuhu dingin, guna menjaga peralatan elektronik yang ada," pungkasnya.(rm-1)
joeylen no está en línea   Reply With Quote
Old October 27th, 2009, 04:44 AM   #1200
joeylen
Registered User
 
joeylen's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: putar - putar
Posts: 6,136
Likes (Received): 443

Berang dan Kagum Warnai Sidak Wawali ke 7 Proyek

SAMARINDA. Tak ingin menyisakan anggapan negatif menjelang berakhirnya duet kepemimpinan Achmad Amins-Syaharie Jaang, terutama di beberapa proyek pembangunan, Wakil Walikota Samarinda Syaharie Jaang langsung turun lokasi proyek. Berang dan kagum dari orang nomor 2 di Samarinda ini mewarnai inspeksi mendadak (Sidak) terkait progress di 7 proyek yang dikunjunginya bersama tim, Senin (26/10).

"Seharusnya kontraktor besar tidak terganggu cashflow. Saya minta kontraktor proyek besar jangan bicara cashflow, begitu juga proyek besar lainnya," katanya.

Ia berharap ini jadi perhatian kedepannya, agar proyek besar ditangani kontraktor yang tidak bicara cashflow. Kalau perlu dicek kantornya maupun hubungan kontraktor itu dengan bank. Jangan khawatir, pemerintah pasti bayar. Saya ini juga 5 tahun menggeluti kontruksi,"

Ini dikatakan Syaharie saat mengetahui progress proyek SMPN 1 di Jl Kadrie Oening baru 35 persen per September, padahal seharusnya sudah 70 persen.

Oleh karena itu, lanjut Syaharie untuk mengejar target tersisa 5 bulan, pihak pelaksana harus bekerja maksimal dan konsisten.

"Ini ada waktu 5 bulan, jadi wajar saya teriak-teriak agar bisa mencapai target. Tidak seperti di SMAN 2, walaupun saya marah-marah, juga tidak akan bisa memperbaiki keadaan, karena targetnya November, beda dengan di sini (SMPN 1) yang masih ada 5 bulan untuk bernafas. Makanya saya minta maksimal dan konsisten," tandas Syaharie yang didampingi Asisten II Sekda Ir H Zulfakar dan Kabag Pembangunan Ananta Fathurrozi.

Namun, Syaharie juga berusaha bijak, ia berjanji akan melakukan koreksi di internal terkait masalah pembangunan gedung baru SMPN 1 yang dilaksanakan PT Askoni.

Berbeda dengan sidak diawal, saat di proyek pembangunan Disnaker Samarinda Jl Basuki Rahmat, Syaharie sempat kagum dengan realisasi progress dan juga bentuk bangunan yang seperti hotel. Dimana progress rencana 18,4391 persen, namun realisasi 20,6108 persen.

Namun, Syaharie pun tetap mengingatkan agar tidak terlena, dalam masalah progress dan termasuk masalah lingkungan agar diperhatikan.

"Lokasi ini kan dekat dengan DPRD. Anggota dewan tinggal jalan kaki aja melakukan kroscek. Makanya tolong benar-benar, walaupun tanpa ada kroscek," pesan Syaharie kepada pihak pelaksana pembangunan, dalam hal ini PT Duta Graha Indah yang melaksanakan proyek senilai Rp41.93 miliar dengan jangka waktu 16 bukan atau selesai 14 Agustus 2010.

Dari Disnaker, rombongan meninjau pembangunan di SMAN 2 Jl Kemakmuran yang mengalami keterlambatan alias molor, dimana targetnya Nopember tahun ini, namun masih jauh dari harapan.

"Kita tidak bisa mengeluarkan kebijakan dulu. Namun, harus melihat dulu ketentuan hukumnya, barulah ada kebijakan. Tentunya setiap melakukan peninjauan, kita akan melakukan evaluasi dalam mencarikan solusinya. Kita juga tidak ingin diakhir kepemimpinan kami Pak Achmad Amins dengan saya, menyisakan PR untuk yang berikutnya. Makanya, saya turun ke lapangan melakukan pengawasan sekaligus win-win solutions," ucapnya saat di SMAN 2.

Selain proyek pembangunan gedung, masalah banjir juga tak luput dari perhatian Syaharie, dimana tim mengunjungi lahan pembangunan Bendali (Bendungan Pengendali) di Jl Damanhuri. Kemudian lanjut meninjau proyek jalan lingkungan di Perumahan SKM Jl Damanhuri II.

Dari sini, rombongan meninjau juga pembangunan Dojang Taekwondo di Polder Air Hitam, pembangunan Polder Gang Indra yang sudah mencapai 91,49 persen, drainase di pergudangan Jl Ir Sutami dan berakhir di proyek Mapoltabes.
joeylen no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
kalimantan timur, kaltim, samarinda

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 06:13 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2018 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2018 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

tech management by Sysprosium