daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old October 21st, 2009, 02:20 PM   #1
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,398

[INDONESIA] Defence and Military Issues [Part3]

continue from Part 2

Navy deploying five warships to safeguard Natuna
Wednesday, October 21, 2009 06:02 WIB | National |

Pontianak, W Kalimantan (ANTARA News) - The Indonesian Navy (TNI AL) is deploying five warships and one reconnaissance plane to protect the Natuna waters from fish thefts, a spokesman said.

"The five warships and reconnaissance plane have conducted routine patrols in the Natuna waters as part of efforts to reduce the number of fish thefts," Commander of the Main Naval Base IV Commodore S.M. Darojatim said here on Tuesday.

He said the Navy would always conduct routine patrols although the waters bordering neighboring states were conducive in general.

The Main Naval Base IV oversaw Pontianak, Ranai and Terempa naval bases as well as a number of TNI AL command posts, he said.

He said the Natuna waters and the South China Sea were vulnerable to a number of criminal offences, including fish and coral reef thefts.

"The Pontianak naval base has so far secured the West Kalimantan waters well so that it sets a good example to other naval bases to safeguard the Indonesian waters," he said.

He said the Pontianak naval base`s operational area was one of the highly vulnerable waters and therefore, in the future it would become one of the choices to develop a sea defense zone in the western part of the country.

"Therefore, the Pontianak naval base is required to be proactive in empowering all its capacities to perform its future duties," he said.

The post of the Pontianak naval base commander was very strategic because the naval base was the backbone of the main naval base IV to safeguard its defense area, he said.

Col. Parno, the newly-appointed chief of the Pontianak naval base, said he was ready to protect the West Kalimantan waters against fish thefts and other illegal activities.

"In the near future, I will coordinate with the TNI AL staff in Pontianak to identify problems we have to solve immediately," he said.(*)
__________________
welcome you participants the 7th meeting of IMT-GT working group on agriculture agro-based industry & environment 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  

Sponsored Links
 
Old October 22nd, 2009, 11:17 AM   #2
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

weeeewww, ternyata dah sampe part 3 ya... pantes yg part 2 pindah ke arsip, dah terlanjur posting disana lagi...ck ck ck
btw lanjjuuuuuuuttt daaaaaahhh
Rock Star no está en línea  
Old October 22nd, 2009, 11:21 AM   #3
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

aku pindah aja dari part 2, dari pada gak kebaca, sori om momod


Quote:
Originally Posted by Rock Star View Post
Pemerintah RI Resmi Tutup Namru-2

JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan kerja sama dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).

Berkaitan dengan hal itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah mengirim surat kepada pemerintah Amerika Serikat. "Dengan hormat, pemerintah Republik Indonesia menyatakan penghentian kerja sama," ujar Siti Fadilah seperti yang ditulis dalam suratnya kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron Hume.

Surat penghentian kerja sama itu disampaikan pada 16 Oktober dengan nomor 919/Menkes/X/2009. Surat juga ditembuskan kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dan Menteri-Sekretaris Negara.

Dalam suratnya, Fadilah menyatakan apresiasinya terhadap kerja sama dengan Namru dalam bidang kesehatan dan teknologi. "Pemerintah juga menyatakan penghargaan atas kerja sama yang telah dibangun sejak 16 Januari 1970,"katanya.

Beberapa waktu yang lalu kerja sama pemerintah dengan Namru-2 sempat menimbulkan polemik. Fadilah menghendaki kerja sama tersebut dihentikan karena tidak mendatangkan manfaat serta tak memberikan keadilan dan kesetaraan. Sejumlah politikus di Senayan juga menuntut hal serupa. Bahkan, dalam kaitan dengan kasus ini, sempat beredar tudingan bahwa Namru-2 melakukan aktivitas intelijen.

Namun, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, Namru-2 bukan operasi intelijen Amerika Serikat di Indonesia.
Alasannya, Namru-2 hanya badan pelaksana unit penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat."Namru2 bukan mata-mata," kata Juwono di Jakarta, pertengahan Mei 2008.

Untuk mengurangi kontroversi, Juwono menyarankan agar dokter dari Angkatan Laut Indonesia dilibatkan dalam penelitian Namru-2."Dari Angkatan Laut harus disertakan mengawasi, meneliti, dan mendapat manfaat dari penelitian itu," ujarnya.

Sumber : Koran Tempo

____________________________________________________________________________

salut untuk bu Siti Fadilah Supari yg berani menentang ketidak adilan dari amerika yg super power.. LANJUTKAN

Rock Star no está en línea  
Old October 22nd, 2009, 11:26 AM   #4
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Isra Si Pengawas Laut : Radar Pantai Pertama Buatan LIPI


Alat yang terpancang di pinggir pantai itu tak lebih besar dari kotak es yang biasa dibawa para nelayan untuk menangkap ikan, tapi tak ada kapal besar yang bisa menghindarinya. "Kepalanya" yang berbentuk dua potongan silinder berwarna abu-abu secara kontinu menembakkan gelombang dengan modulasi FM-radio ke arah laut.

Begitu "menangkap" kapal laut yang mendekat, sinyal itu kembali memantul ke pantai. Dalam sekejap, keberadaan kapal laut itu sudah terlihat di layar monitor.

Begitulah cara kerja Isra, si radar pengawas laut. Isra (Indonesia Sea Radar) adalah radar buatan Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI). Bersama Indra (Indonesian Radar), radar buatan tim RCS-247 (divisi radar dari perusahaan teknologi informasi Solusi247), Isra ditampilkan dalam Seminar Radar Nasional III Tahun 2009 di Bandung, Kamis pekan lalu. "Keduanya merupakan radar pertama buatan Indonesia," ujar Kepala Bidang Telekomunikasi PPET LIPI Mashury Wahab kepada Tempo.

Berbeda dengan Indra yang "lahir duluan", Isra merupakan jenis radar pengawas pantai (coastal surveillance radar). Sedangkan Indra dikembangkan sebagai radar navigasi kapal. "Selain itu, peranti lunak Indra harus mengikuti ketentuan International Maritime Organization (IMO), sedangkan ISRA tidak," kata Mashury.

Aplikasi dari radar ini, kata Mashury, paling tidak untuk memonitor lalu lintas kapal laut di pelabuhan. Radar ini bisa digunakan sebagai pemandu kapal-kapal besar yang berseliweran di pelabuhan tidak sampai bertabrakan atau mengantisipasi masuknya kapal laut pendatang ilegal. "Juga memonitor kapal laut di pinggir pantai, seperti daerah pantai di pulau terluar atau Selat Malaka yang rawan didatangi kapal asing tanpa izin," katanya.

Syahrul Aiman, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, menyatakan sampai 2014, LIPI mentargetkan pengembangan tiga radar pengawas pantai yang akan dipasang di tiga kawasan terujung pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. "Untuk sementara, LIPI baru mengembangkan radar darat untuk navigasi pantai," ujarnya. "Radar untuk militer masih akan dibahas."

Saat ini Isra memang masih dalam taraf uji coba. Tes pertama dilakukan di atas gedung LIPI di Sangkuriang, Bandung. Tes berikutnya akan dilaksanakan di pinggir laut di Cilegon, Banten, di dekat PLTU Suralaya pada akhir Mei.

Untuk tes dalam skala lebih besar tersebut, 20 peneliti dengan tim inti sebanyak enam orang telah menyelesaikan beberapa prototipe. Nantinya Isra akan diletakkan di beberapa tempat berbeda yang satu sama lain dihubungkan dengan jaringan. "Karena jangkauan setiap radar 64 kilometer, dengan menggabungkannya dalam satu jaringan, pemantauan radar itu akan mencakup ratusan kilometer," katanya.

Sejauh ini, tes menunjukkan radar bisa bekerja baik, tapi masih ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan sesuai prinsip cara kerja pantulan pada radar. Salah satunya, obyek yang dideteksi bisa memancarkan kembali sinyal yang dipancarkan oleh ISRA. "Misalnya, pantulan dari kapal kecil yang terbuat dari fiber pantulannya akan lebih kecil dibandingkan dengan kapal besar yang sebagian besar terbuat dari metal," katanya.

LIPI sengaja membatasi kemampuan pembacaan obyek kapal untuk menghindari radar berteknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) itu mendeteksi semua jenis kapal mulai yang paling besar hingga perahu nelayan yang kecil. "Kita harus memilih daerah mana yang akan dilihat," katanya.

Nantinya Isra akan dipasang di atas menara setinggi 10 meter. Idealnya, kata Mashury, lebih tinggi lebih bagus namun tidak lebih dari 40 meter. "Kami harus memperhitungkan tamparan angin yang akan semakin kencang jika radar semakin tinggi," katanya.

Gangguan angin dan kondisi alam memang salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja Isra sehingga Mashury berencana meningkatkan kemampuan radar itu dalam mendeteksi obyek, baik dari sisi jangkauan maupun kemampuan untuk mengurangi gangguan alam sekitar. Tekanan angin yang kencang, misalnya, dapat mengacaukan sinyal yang terbaca di alat penerima. Angin kencang juga bisa membahayakan kestabilan kaki pancangnya sehingga survei lokasi amat penting dilakukan sebelum menempatkan radar.

Meski belum sempurna betul, Mashury amat bangga dengan radar baru ini. Dengan bobot sekitar 150 kilogram, Isra memiliki peralatan elektronik yang semuanya dipasang di dalam badan radar. "Ini yang membedakan dengan produk lain yang menyimpan peralatan elektronik di tempat terpisah," katanya.

Sebagai radar pertama buatan dalam negeri, Isra dan Indra dibuat dengan semangat mandiri alias tidak bergantung pada komponen luar negeri. Itu sebabnya, sejak dirancang pada Mei 2006, radar ini sudah diwarnai dengan sejumlah komponen lokal asli buatan dalam negeri. Dari peranti lunaknya, komponen-komponen seperti filter, modul antena, konstruksi mekanik, dudukan antena, penggerak motor, sampai radome (kepala berbentuk dua potongan silinder yang menyelubungi antena radar).

Meski demikian, tim LIPI maupun RCS-247 tak bisa menghindari komponen impor karena radar membutuhkan banyak peralatan yang belum bisa dibuat di dalam negeri. Komponen impor yang digunakan antara lain peralatan pengatur frekuensi seperti penguat daya (power amplifier) dan low noise amplifier, penerima sinyal dengan gangguan noise yang dikurangi dan diletakkan di bagian penerima sinyal. "Konten lokal masih empat puluh persen, sisanya impor," katanya.

Antara 'Adik' dan 'Kakak'

Isra bisa dikatakan sebagai "adik kandung" Indra. Isra dirancang oleh para peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI), sedangkan Indra, yang selesai dibuat pada 2008, merupakan hasil kreativitas divisi Radio & Communication System (RCS) dari PT Solusi 247.

Meski begitu, para ahli dari LIPI juga terlibat di dalam pembuatan Indra karena pada proyek Indra-1, LIPI juga sudah terlibat terutama pada pengukuran dan pengetesan. "Kami juga terlibat mengerjakan Indra-1 dan dalam waktu yang sama juga menggarap Isra," kata Mashury.

Keduanya membutuhkan waktu pengerjaan yang relatif sama, yaitu sekitar tiga tahun.

Pada tahap berikutnya, kedua radar ini akan berganti nama. "Nama radar Indra-1 nantinya akan diganti menjadi Indera, sedangkan Indra-2 adalah nama radar yang kemudian diganti menjadi Isra," ujarnya.

Persamaan di antara keduanya adalah teknologi yang diterapkan, yaitu Frequency-Modulated Continuous Wave (FM-CW). "Dengan teknologi ini, konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil dari radar pada umumnya," katanya.

Keuntungan lain teknologi ini adalah hemat biaya. Dibandingkan dengan radar yang menggunakan Integrated Maritime Surveillance System (IMSS), misalnya, ongkos radar buatan Indonesia ini jauh lebih murah.

Kalau rusak, kata Mashury, penggantian komponen radar IMSS lebih mahal. Begitu pula biaya perawatannya. "Kira-kira perbandingannya bisa menjadi satu berbanding 10," ujarnya.

Ini juga diakui oleh Chief Executive Officer PT Solusi 247 Beno K. Pradekso. Menurut Beno, harga radar buatan dalam negeri ini lebih murah ketimbang radar impor. "Harga belum bisa katakan, tapi yang pasti lebih murah dibandingkan radar serupa buatan luar negeri," ujar Beno.

Adapun perbedaan di antara kedua radar ini, "si kakak" didesain untuk disimpan di kapal laut. Jadi desainnya pun, menurut Mashury, disesuaikan dengan pengaruh ombak atau guncangan di atas kapal.

Sedangkan "si adik" dirancang untuk disimpan di pinggir pantai sehingga desainnya berdasarkan perhitungan terpaan angin. "Kegunaannya untuk memantau pergerakan kapal dari pinggir pantai dengan jangkauan mencapai hingga 64 kilometer," ujar dia.

Perbedaan lain adik-kakak ini juga terlihat dari desain radome, pelindung berbentuk silinder yang ditempatkan pada pemindai radar untuk mencegah risiko guncangan dan untuk melindungi radar dari efek cuaca. Jika pada Indra ditemukan lekuk-lekuk yang mengarah ke depan radar, pada ISRA tidak ada lekukan sedikit pun. "Bentuknya ini ada perhitungannya karena jangan sampai sinyal yang dikeluarkan berkurang kekuatannya karena sudut atau bentuk yang salah," ujarnya.

Sumber: Ristek
Rock Star no está en línea  
Old October 22nd, 2009, 12:56 PM   #5
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 27,050
Likes (Received): 2051

this thread should be thank full with Rock Star,his contribute topic and picture its brilliant..
VRS está en línea ahora  
Old October 23rd, 2009, 07:00 AM   #6
typhoonbringer
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 2,387
Likes (Received): 51

itu yg natuna OPV ap FPB?
typhoonbringer no está en línea  
Old October 23rd, 2009, 07:07 AM   #7
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by typhoonbringer View Post
itu yg natuna OPV ap FPB?
mungkin pake yg FPB gan.... kapal cepat dengan persenjataan berat
Rock Star no está en línea  
Old October 23rd, 2009, 11:12 AM   #8
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Purnomo Janji Kelola Anggaran Pertahanan Seefisien Mungkin

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berjanji akan mengelola anggaran pertahanan seefisien mungkin agar benar-benar mendukung sistem pertahanan nasional secara maksimal.

"Hal itu sesuai dengan pesan Presiden agar penggunaan anggaran pertahanan dikelola secara efektif dan efisien," katanya setelah menghadiri serah terima jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Kamis.

Purnomo mengatakan anggaran pertahanan yang ada harus dibagikan ke seluruh satuan kerja di Departemen Pertahanan dan Mabes TNI serta Mabes TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

"Jadi, ini harus dikelola dengan baik termasuk bagi pengadaan alat utama sistem senjata," katanya.

Purnomo menambahkan, untuk pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien pihaknya mengintensifkan pengawasan termasuk bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPKP serangkaian audit yang dilakukan.

"Untuk pengadaan alat utama sistem senjata, kita akan intensifkan melalui "multi years budgeting", jadi dapat ditekan berbagai kemungkinan bocornya anggaran," ujarnya.

Purnomo mengatakan tingkat kebocoran anggaran di Departemen Pertahanan sudah menurun secara signifikan. "Dan ini yang akan kita teruskan," katanya.

Selain pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien, Purnomo juga berjanji untuk memperhatikan tingkat kesejahteraan prajurit dan kenaikan anggaran bagi pertahanan. "Itu pasti, tetapi bertahap. Dan kita juga akan memfokuskan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri," katanya.

Industri pertahanan dalam negeri harus sudah mulai meningkatkan orientasi ekspornya. "Sekarang ini sudah, namun itu harus lebih ditingkatkan lagi," demikian Purnomo.


_________________________________________________________________________________

Asal jangan janji tinggal janji aja pak...... sama juga boong


Rock Star no está en línea  
Old October 23rd, 2009, 05:49 PM   #9
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,929

masalah NAMRU-2...karena ortu saya adalah orang kedokteran dan peneliti cancer, yang notabene juga bekerja di US beberapa tahun, jadi kurang lebih saya bisa bilang...dont believe anything they said about NAMRU-2

dari tahun 1968 ampe skrg..buktinya ga ada apa2 kok...justru NAMRU-2 turut andil dalam pencegahan malaria/DB dan bahkan flu burung...pil generic dsb....bahkan waktu di Aceh, saya masih ingat, lab Namru-2 turut andil dalam pencegahan outbreak virus akibat tsunami.....mereka set up satu lab disana....

siti fadilla adalah menteri kesehatan yang saya bilang...GAGAL...karena satu contoh saja...

kasus flu burung dan flu babi...dia merasa aman2 saja kok Indonesia, tapi ketika sudah telat..langsung bingung....

bahkan ada pengamat politik yang berkata...siti fadilla...is the minister with NATO...\

so buat dr endang....yang menurut saya sangat kompeten di bidangnya...karena dia lulusan S2 kesehatan umum di Harvard...which is one of the best...dan pengalaman nya yg bagus di kesehatan umum....cocok untuk depkes...

orangnya tenang, ga banyak omong2...tau2 udah kerja dengan peneliti lain saat flu burung dan swine flu datang...sehingga pencegahan nya bagus...sayang waktu yg dia bawa sample itu malah di mutasi...padahal cuman mau ngecocokin sample virus nya dengan yg di vietnam...yg lebih ganas....

cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old October 23rd, 2009, 05:58 PM   #10
blinkblink
Registered User
 
blinkblink's Avatar
 
Join Date: May 2009
Posts: 127
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by David-80 View Post
masalah NAMRU-2...karena ortu saya adalah orang kedokteran dan peneliti cancer, yang notabene juga bekerja di US beberapa tahun, jadi kurang lebih saya bisa bilang...dont believe anything they said about NAMRU-2

dari tahun 1968 ampe skrg..buktinya ga ada apa2 kok...justru NAMRU-2 turut andil dalam pencegahan malaria/DB dan bahkan flu burung...pil generic dsb....bahkan waktu di Aceh, saya masih ingat, lab Namru-2 turut andil dalam pencegahan outbreak virus akibat tsunami.....mereka set up satu lab disana....

siti fadilla adalah menteri kesehatan yang saya bilang...GAGAL...karena satu contoh saja...

kasus flu burung dan flu babi...dia merasa aman2 saja kok Indonesia, tapi ketika sudah telat..langsung bingung....

bahkan ada pengamat politik yang berkata...siti fadilla...is the minister with NATO...\

so buat dr endang....yang menurut saya sangat kompeten di bidangnya...karena dia lulusan S2 kesehatan umum di Harvard...which is one of the best...dan pengalaman nya yg bagus di kesehatan umum....cocok untuk depkes...

orangnya tenang, ga banyak omong2...tau2 udah kerja dengan peneliti lain saat flu burung dan swine flu datang...sehingga pencegahan nya bagus...sayang waktu yg dia bawa sample itu malah di mutasi...padahal cuman mau ngecocokin sample virus nya dengan yg di vietnam...yg lebih ganas....

cheers
salah kamar
blinkblink no está en línea  
Old October 23rd, 2009, 10:47 PM   #11
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,929

No, gua respon page no 3....its not salah kamar...tapi karena NAMRU-2 ada hubungan nya ama defence...because, NAMRU was iniated by the US navy...so its should be here...

and daripada, ngomong salah kamar, why dont you give opinion blinkblink?

Cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old October 24th, 2009, 04:06 AM   #12
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

klo menurut saya permasalahan NAMRU II sebenarnya sudah dikotomi oleh kepentingan politik....apa lagi ibu siti fadilah yg bekerja hanya lebih mementingkan pencitraan (sama dengan karakter pemerintahan SBY)
novian no está en línea  
Old October 24th, 2009, 07:50 AM   #13
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Rantis Dipangga di Pameran Teknologi di Lemjiantek




(Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/hp/09)

23 Oktober 2009, Malang - Seorang anak menaiki prototipe kendaraan Taktis Dipangga dalam Pameran Teknologi di Lemjiantek, Karangploso, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/10). Kendaraan hasil modifikasi dari mobil jenis jeep tersebut mampu digunakan di segala medan dan dilengkapi dengan senjata.

_________________________________________________________________

awas nak, hati2, jangan pencet pelatuknya ntar meledak semua.....
Rock Star no está en línea  
Old October 24th, 2009, 07:55 AM   #14
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Perolehan Lpd Makassar Perkasakan Lagi Semangat Kejiranan Asean!


Kuala Lumpur, KLS: Selepas berlaku kebakaran KD Sri Inderapura, rakyat kini menanti-nantikan penggantiannya dan rata-rata tertumpu kepada LPD ataupun kapal sokongan pelbaga guna dari Kelas Dokdo, Kelas Mistral ataupun Kelas 071 dari China.

Persoalannya, kenapa sesetengah penganalisis ketenteraan tempatan yang mengemukakan artikel analisis mereka hanya asyik tertumpu pada MPSS dari kalangan negara bukan Asean?

KL Security Review merupakan satu agensi media yang dimiliki oleh sebuah syarikat berdaftar ingin menyatakan di sini, bahawa selain dari MPSS keluaran negara bukan Asean yang harus menjadi pertimbangan, kami berharap dan mencadangkan kerajaan Malaysia boleh mempertimbangkan perolehan kapal MPSS dari keluaran negara ASEAN!

PAL Indonesia yang sekarang mula mempromosikan LPD Kelas Makassar manakala ketika berlangsungnya IMDEX 2009, ST Marine Singapura turut memperkenalkan Ropax Kapal Sokongan Armada yang dibina menggunakan konsep rekebentuk komersial tetapi kegunaan aplikasi ketenteraan.

Akan tetapi, artikel ini tidak akan membincangkan panjang lebar Ropax Kapal Sokongan Armada ataupun Fleet Support Ship malah akan tertumpu pada Makassar terlebih dahulu.

Apakah impak sekiranya Malaysia memperolehi Makassar serta impak keseluruhannya terhadap Asean?

Mungkin kita boleh lihat daripada beberapa prospektif atau prospek positif seperti berikut.

Indonesia dan Malaysia merupakan dunia Islam yang berwibawa di rantau Asean malah kedua-dua negara mempunyai kepentingan strategik hadapan bersama.

Hubungan pertahanan Jarkata dengan Kuala Lumpur mencatat rekod dan sejarah baru apabila Malaysia membuat keputusan untuk membeli lapan pesawat pengangkut taktikal jarak sederhana jenis CN-235.

Maka mulanya urusniaga pembelian aset-aset ketenteraan antara negara-negara Islam di rantau ini dan seharusnya hubungan seumpama ini harus diteruskan pada masa akan datang.

Sebelum kami meneruskan perbincangan lapaoran ini, ingin pihak kami tegaskan di sini bahawa kami tidak pernah melawat LPD Makassarn sebelum ini dan tidak pernah berbincang prestasi keupayaan LPD kelas tersebut dengan pihak TNI,begitu juga tidak pernah kami berjumpa dengan jurutera-jurutera PAL Indonesia dan pihak Daewoo shipyard.

Tetapi, cukup sekadar kami menyatakan di sini bahawa LPD Makassar boleh dijadikan sebagai calon pertimbangan untuk TLDM.
LPD KELAS MAKASSAR.Adakah ianya sesuai untuK TLDM?


KL Security Review juga tidak berani menyatakan ianya sesuai dan kelas yang terbaik untuk TLDM, tapi cukup menyatakan secara amnya, LPD Makassar yang menggunakan teknologi Korea Selatan mampu memberi jaminan kuanlitinya.

Sebagai negara Islam di kalangan rantau ini, Malaysia seharusnya memberi sokongan kepada produk ketenteraan keluaran negara Islam dan dunia Islam.

Contoh yang terbaik ialah perolehan kenderaan Adnan dari Turki serta Manpas dan ATGW dari Pakistan serta CN-235 dari Indonesia.

Kini Brunei berkemungkinan akan membeli kenderaan IFV jenis ACV-300 dari Turki dan difahamkan kenderaan IFV ini akan dipasang di DEFTECH.

Sekiranya ia menjadi kenyataan, maka akan wujud satu lagi jaringan kerjasama mantap hubungan pertahanan antara dunia islam di rantau ini.

Selaras cadangan penubuhan Majlis Pertahanan Asean yang akan dikemukan oleh Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, adakah Malaysia sedia mengkaji kemungkinan untuk membeli kapal Makassar dari Indonesia?

Sekiranya Ahmad Zahid Hamidi berjaya menyakinkan kerajaan membeli kapal Makassar untuk TLDM, maka secara langsung Ahmad Zahid Hamidi akan mencipta beberapa rekod sejarah baru urusniaga pembelian aset-aset ketenteraan di antara kalangan negara Asean.

Rekod pertama, iaitu Malaysia akan menjadi negara kedua di rantau ini membeli kapal sokongan logistik ataupun MPSS dari kalangan negara Asean. Thailand telah membeli sebuah kapal LST dari ST Marine.

Ianya dijanka akan diserahkan kepada Tentera Laut Thailand pada tahun 2012.

Perolehan kapal ketenteraan di negara rantau ini sememangnya dapat mempertingkatkan hubungan politik dan pertahanan kalangan negara Asean ataupun singkatannya CBM.

Ini akan menjadi satu trend perolehan masa hadapan di mana negara-negara Asean akan mula mempertimbangkan perolehan aset-aset pertahanan dari negara jiran dengan kos yang lebih murah tetapi berkuanliti.

Jadi Thailand telah memulakan langkah berani ini dan ianya telah menjadi tumpuan ketika berlangsungnya IMDEX 2009 bulan MEI yang lalu, apabila kesemua pakar dan pegawai diplomatik bersetuju pandangan KL Security Review bahawa ini satu petanda baik kerjasama pertahanan Asean dan dapat memperkukuhkan semangat Asean.

Maka, adakah Datuk seri Ahmad Zahid Hamidi yang selaku pencetus penubuhan Majlis Industri Pertahanan Asean akan sedia menerima cadangan ini dan mengkaji kemungkinan ini?

Rekod kedua, jaringan kerjasama pertahanan dunia Islam akan dibentuk sekiranya Datuk seri Ahmad Zahid Hamidi sudi mempamerkan kemahuan politik beliau!
Adakah Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi sedia mempamerkan kemahuan politik beliau untuk menjalinkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia?


Biar kita ambil satu contoh, sekiranya Ahmad Zahid mempamerkan kemahuan politik(political will)beliau untuk merancang dan pihak Indonesia juga tidak ada masalah juga dan turut mempamerkan kemahuan politik, maka besar kemungkinan kapal-kapal Makassar dapat dibina di Limbungan Malaysia.Sebagaic contoh Boustead Shipyard mungkin boleh diberi amanah ini.

Maka sudah terjadilah lagi satu projek Nasional yang turut melibatkan kerjasama dunia Islam. Seterusnya konsortium bersama ataupun Limbungan Bersama dapat dibentuk antara Boustead Shipyard dengan PAL Indonesia.

Secara langsung wujudlah pakatan kerjasama MALINDO ataupun limbungan bersama ini boleh dinamakan sebagai MALINDO SHIPYARD!

Sekiranya pihak Daewoo Shipyard sudi terlibat dalam program ini maka pakatan kerjasama pertahanan ini boleh terjadi kepada fomula Malindo+Korea di mana satu kerjasama pintar akan diwujudkan.

Kerja-kerja pemasangan dan pembinaan kapal Makassar boleh dilakukan di Indonesia dan Malaysia dengan ini ianya dapat menjana ekonomi di rantau ini.

Dengan usaha-usaha di atas ini, maka hubungan pertahanan dunia islam di rantau ini dapat diperkasakan lagi dan kepercayaan politik kedua-dua negara dapat dipertingkatkan lagi demi kepentigan masa hadapan bersama!

Lawatan Ahmad Zahid ke Indonesia pada bulan Jun yang lalu secara langsung juga membuktikan kemahuan politik Ahmad Zahid untuk memperkasakan hubungan pertahanan kedua-dua negara.

Hubungan Malaysia dengan Indonesia masih kukuh, namun kurangnya pemamhaman antara kedua-dua rakyat menyebabkan masalah berlaku membabitkan dua negara ini biar kecil sekali pun menimbulkan rasa kurang senang antara rakyat.

Ketika lawatan ke Indonesia, Ahamd Zahid telah menunjukkan komitment tinggi untuk menjalinkan hubungan kerjasama industri pertahanan antara kedua-dua negara.

Kami tidak berani menyatakan Makassar LPD ini sesuai untuk TLDM tetapi kita percaya Ahamd Zahid boleh mengarahkan pasukan penilaian TLDM ke Indonesia untuk menilai keupayaan kapal kelas tersebut.

Sejak Perdana Menteri Malaysia Datuk seri Najib Tun Abdul Razak mengambil alih pucuk pimpinan negara, beliau telah memperkenalkan beberapa dasar-dasar perubahan, jadi adakah Ahmad Zahid juga akan mengambil langkah berani tetapi terancang untuk membeli kapal LPD dari Indonesia?

Segala-gala ini, terpulang kepada kebijaksanaan pimpinan KEMENTAH Malaysia, kita tetap percaya barisan pimpinan pembuat dan perancang pertahanan negara akan mempertimbangkan semua dasar perolehan yang membina.

Apa yang pasti, pada kaca mata KL Security Review, sekiranya perolehan Makassar LPD menjadi kenyataan, ianya tentu lebih bermakna dan di situlah nanti semangat kejiranan Asean akan diperkasakan!

Akan tetapi, kita sedar segala-gala ini memerlukan kemahuan politik yang tinggi dan sekiranya Malaysia ingin mempamerkan komitment untuk berusaha memperkukuhkan semangat Asean, mungkin perolehan LPD Makassar yang dalam harga murah boleh dijadikan sebagai salah satu usaha ke arah ini.

Sumber : http://www.klsreview.com/HTML/2009Ju...091021_01.html

___________________________________________________________________________________

Menurut anda semua, kasih gak nih LPD ke Malaysia...
Rock Star no está en línea  
Old October 24th, 2009, 08:08 AM   #15
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1



KRI Makassar 590



KRI Tanjung Dalpele 972, sekarang menjadi KRI dr.Soeharso 990



KRI dr.Soeharso 990

Last edited by Rock Star; December 2nd, 2009 at 06:21 AM.
Rock Star no está en línea  
Old October 24th, 2009, 10:57 AM   #16
blinkblink
Registered User
 
blinkblink's Avatar
 
Join Date: May 2009
Posts: 127
Likes (Received): 0

kalo malaysia pesan ke PAL langsung, saya setuju...asal jangan langsung pesan ke korea
blinkblink no está en línea  
Old October 24th, 2009, 11:45 AM   #17
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Quote:
Originally Posted by blinkblink View Post
kalo malaysia pesan ke PAL langsung, saya setuju...asal jangan langsung pesan ke korea
tenang aja bro, menurut wacana di atas yg di utamakan negara anggota ASEAN, ya cuma PT PAL yg punya License-nya dari Korea...
Rock Star no está en línea  
Old October 24th, 2009, 12:51 PM   #18
Rock Star
Anarchy
 
Rock Star's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Posts: 671
Likes (Received): 1

Rusia Ingin Perkuat Hubungan dengan RI





Presiden Susilo Bambang Yudhoyon (kanan) menunjukkan cenderamata berupa sebuah senjata laras panjang yang biasa digunakan untuk berburu yang diberikan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev melalui Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov (kiri) di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (24/10). Presiden Dmitry Medvedev memberikan cenderamata tersebut sebagai hadiah ulang tahun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-60 tahun. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/hp/09)



24 Oktober 2009, Jakarta -- Pemerintah Rusia menginginkan hubungan kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia terutama menjelang ulang tahun ke-60 hubungan kedua negara tahun depan.

Hal itu disampaikan Dubes Rusia di Indonesia Alexander A Ivanov sebelum menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu pagi, di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Ivanov menyampaikan hadiah ulang tahun untuk Yudhoyono dari Presiden Rusia Dimitri Medvedev berupa senapan berburu laras panjang.

"Kedua presiden sudah memiliki hubungan personal yang baik dan hadiah ini merupakan simbol persahabatan dan perhatian untuk memperkuat hubungan terutama menjelang perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia tahun depan," kata Ivanov.

Juru bicara Presiden Dino Patti Djalal mengatakan, saat Presiden berulang tahun ke-60 pada 9 September lalu, Presiden Medvedev sudah memberikan ucapan selama ulang tahun melalui telefon.

"Presiden Rusia menegaskan perhatiannya untuk membangun hubungan dengan partner strategisnya Indonesia," katanya.

Presiden Yudhoyono, Sabtu pagi, bertolak menuju Hua Hin, Thailand, untuk mengikuti KTT ASEAN yang berlangsung hingga Minggu (25/10).

Dino menjelaskan, setelah mendarat di Hua Hin, Presiden langsung ikut dalam pertemuan ASEAN + 3, dan setelah itu akan menghadiri ASEAN India Summit.

"Minggu besok, akan ada acara East Asia Summit. Beliau tidak bisa mengikuti seluruh kegiatan ASEAN pada Jumat (23/10), karena ada rapat paripurna pertama kabinet penuh," katanya.

Sumber: Antara News


Rock Star no está en línea  
Old October 25th, 2009, 05:04 PM   #19
karbol
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 123
Likes (Received): 7

hai semuanya.. salam kenal!!

newbie neh disini, mohon bimbingan yah...
karbol no está en línea  
Old October 25th, 2009, 05:09 PM   #20
karbol
Registered User
 
Join Date: Oct 2009
Posts: 123
Likes (Received): 7

nambahin foto aja dulu yah...

sorry for any repost..

talk about marines.. this is our marines.. semper fi...







karbol no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 09:22 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu