daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old September 12th, 2012, 02:06 AM   #1
yudibali2008
WADD/DPS, WALL/BPN
 
yudibali2008's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Ziemia
Posts: 28,538

Part X | Economy, Trade, Monetary, and Businesses

Part X of this thread, thank you all.....keep them rolling

Thread Archives : Part I, Part II, Part III, Part IV, Part V, Part VI, Part VII, Part VIII, Part IX



==================


last posted subject!


Quote:
Originally Posted by Ocean One View Post
http://www.beritasatu.com/makro/7115...indonesia.html

AS Tegaskan Tidak Ada Larangan Impor Sawit Indonesia


Salah satu standar untuk minyak kelapa sawit yang diberlakukan EPA sejak dikeluarkannya notifikasi Januari lalu adalah tingkat emisi gas rumah kaca.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel menegaskan, AS tidak melarang impor minyak kelapa sawit asal Indonesia.

“Tidak ada pembatasan impor terhadap minyak kelapa sawit dari Indonesia,” ujar Marciel kepada wartawan di kediaman resminya hari ini.

Marciel mengatakan, lembaga perlindungan lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) mempunyai program internal yang memberlakukan standar bahan bakar dari sumber yang terbarukan.

Salah satu standar untuk minyak kelapa sawit yang diberlakukan EPA sejak dikeluarkannya notifikasi Januari lalu adalah tingkat emisi gas rumah kaca.

“Ini adalah untuk menentukan apakah minyak kelapa sawit itu memenuhi kualifikasi program tersebut. Bila memenuhi ambang batasnya, maka impor minyak kelapa sawit itu akan disetujui,” ujar Marciel,

Marciel mengatakan, isu ini tidak secara spesifik berada dalam agenda yang akan dibahas dalam pertemuan Komisi Bersama Indonesia – Amerika Serikat mengenai kerjasama komprehensif kedua negara yang akan diadakan pada tanggal 19 September mendatang di Washington DC dan akan dipimpin oleh masing-masing Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa dan Hillary Clinton.

“Namun bisa saja isu ini muncul dalam pembahasan,” ujar Marciel.
__________________
If you cannot be positive, then at least be quiet ~ Joel Osteen

Last edited by yudibali2008; September 12th, 2012 at 02:22 AM.
yudibali2008 no está en línea  

Sponsored Links
 
Old September 12th, 2012, 02:19 AM   #2
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,817

BI Rate Bakal Stay 5,75% Hingga Akhir Tahun


Quote:
"BI Rate akan stay di 5,75% sampai akhir tahun karena inflasi akan tetap rendah dan terkendali di bawah 5%. Selain karena level ini bisa diterima pasar," kata Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto saat dihubungiINILAH.COM, Sabtu (8/9/2012).

Menurutnya, bertahannya BI Rate di level 5,75% adalah untuk menjaga agar rupiah tidak makin tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. "Saya kira kurs rupiah berpeluang ikut meguat mengikuti arah euro karena selama ini rupiah tertekan lantaran sentimen negatif euro. Rupiah bisa bergerak kembali ke kisaran 9500 per dolar AS," ujarnya.

Salah satu senteimen penguatan rupiah berasal dari langkah Bank Sentral Eropa (ECB) yang membeli obligasi negara-negara Eropa. Pasar meyakini, hal ini dapat meredakan ketidakpastian di Eropa. AS sendiri tidak suka kalau dolar menguat terlalu tajam terhadap hard mata uang lain, khususnya euro. "Kita tunggu 2-3 hari ke depan. Juga setelah keputusan ECB direalisasikan," ungkapnya.

Sebelumnya, BPS mencatat angka inflasi pada Agustus 2012 berada pada kisaran 0,95%. Angka tersebut, jauh lebih tinggi ketimbang inflasi Juli sebesar 0,70 %. Sementara untuk tahun kalender 2012 inflasi di kisaran 3,48%, sementara secara year on year (yoy) berada di kisaran 4,58%. Sedangkan untuk komponen inti inflasi sebesar 0,97%, secara yoy sebesar 4,16%.

Ekonom Lana Soelistianingsih juga memprediksikan BI rate masih akan bisa bertahan di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 13 September mendatang. “Keputusan tetap tersebut dengan mempertimbangkan tekanan inflasi yang masih cukup aman hingga akhir tahun,”ujarnya.

Menurutnya, dengan sisa waktu empat bulan ke depan, target inflasi 5% tampaknya masih bisa tercapai, dengan rata-rata per bulan 0,4% mom. “Demikian pula untuk inflasi inti juga masih dapat dianggap aman, walaupun meningkat sebesar 0,97% mom pada Agustus tersebut,”katanya.
Sumber : http://ekonomi.inilah.com/read/detai...ga-akhir-tahun
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea  
Old September 12th, 2012, 02:19 AM   #3
typhoonbringer
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 2,417
Likes (Received): 65

asik tret baru

lanjut dari pos terakir, larangan ekspor sawit itu kan keluar dari konsorsium alias mafia refinery sawit di eropa, bukan US, seinget gw, US dari dulu agak2 reluctant untuk sustainable and green economy, unlike EU
typhoonbringer no está en línea  
Old September 12th, 2012, 08:06 AM   #4
onosqaciw
Registered User
 
onosqaciw's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,317
Likes (Received): 92

damn EU.....emang amrik agak longgar masalah environment protection kalo dibandingkan EU
onosqaciw está en línea ahora  
Old September 12th, 2012, 10:18 AM   #5
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,471
Likes (Received): 333

Quote:
Originally Posted by onosqaciw View Post
damn EU.....emang amrik agak longgar masalah environment protection kalo dibandingkan EU
EU itu environment protection nya sangat peduli,,,

karena mau gak mau... trend politik domestik di negara-negara anggota EU memang rakyatnya mendorong pemerintahannya ke arah Hemat Energi dan Ramah Lingkungan.

Jerman termasuk salah satu pengembang teknologi ramah lingkungan terbesar di dunia (dan beberapa negara di Eropa). Dan industri ramah lingkungan ini lagi ON THE RISE di Europe. Jadi EU memang mempersiapkan instrumen ke arah itu.


Amerika di lain sisi bukan hanya mereka sendiri sangat-sangat tidak ramah lingkungan teknologinya, pemeritah federal (bukan STATES/City) kepedulian rendah. Isu-isu lingkungan juga bukan termasuk hal yang menarik di publik Amerika. Kalah sama isu-isu lain.

I believe mungkin ada perbedaan pendekatan 'ENVIRONMENT CONCERN' dalam sistem pendidikan di Amerika dan Eropa. After all, kalau ngliat gaya hidup orang Amerika, bahkan kelistrikannya saja sangat-sangat FOSSIL-based. Asal tahu aja, di antara negara maju.... Amerika termasuk yang RELUCTANT dalam pakai tenaga nuklir untuk listrik sipil (less than 10%).

Ini beda banget dengan negara seperti Korea Selatan atau Jepang :P. Apalagi Prancis yang listriknya hampir 80% dari Nuklir. Atau Jerman yang hampir seperempat listri di negaranya pernah pakai nuklir. Jepang bahkan 30-40% energi dari nuklir. Korsel juga hampir 30%.
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell

Last edited by rilham2new; September 12th, 2012 at 10:26 AM.
rilham2new no está en línea  
Old September 12th, 2012, 10:37 AM   #6
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

http://www.antaranews.com/berita/332...a-ri-australia

Quote:

Gaikindo sambut baik FTA RI-Australia



Jakarta (ANTARA News) - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik kerja sama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Indonesia dengan Australia.

"FTA Indonesia dan Australia bisa membuka kesempatan ekspor yang besar bagi Indonesia karena pertumbuhan industri otomotif akan semakin kuat," kata Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto di Jakarta, Rabu.

Ekspor kendaraan dari Indonesia ke Australia, menurut Yongkie, akan didominasi oleh jenis Sport Utility Vehicle (SUV) dan Multi Purpose Vehicle (MPV).

"Beberapa jenis kendaraan yang sudah diproduksi di Indonesia telah memiliki asean content di atas 50 persen, terutama untuk jenis SUV dan MPV. Lagipula, kita tidak perlu banyak melakukan modifikasi karena di Australia posisi setirnya sudah di sebelah kanan," paparnya.

Yongkie berharap masing-masing prinsipal kendaraan bisa berperan secara aktif agar bisa meningkatkan ekspor ke Australia.

"Gaikindo tidak bisa bicara seberapa besar potensi ekspor ke Australia, itu tergantung dari masing-masing prinsipal. Mereka harus bisa berperan aktif dalam menentukan produk mana yang memiliki kualitas lebih untuk diekspor ke Australia," ujarnya.

Ekspor roda empat ke Australia, lanjut Yongkie, akan meningkatkan kinerja otomotif nasional.

"Perluasan pasar di Australia akan menambah kapasitas pabrikan otomotif nasional lantaran Australia merupakan salah satu pasar yang potensial," tandasnya.
Ocean One no está en línea  
Old September 12th, 2012, 10:43 AM   #7
onosqaciw
Registered User
 
onosqaciw's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,317
Likes (Received): 92

tapi german mang mantep katanya nuclear mau di phase out ganti ma solar power semua...padahal insulationnya masih jauh lebih gede di indonesia....
onosqaciw está en línea ahora  
Old September 12th, 2012, 10:46 AM   #8
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,817

Indonesia juga mantap karena kedepannya akan memaksimalkan geothermal power plants
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea  
Old September 12th, 2012, 05:06 PM   #9
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

http://www.beritasatu.com/bisnis/713...rnitur-ri.html

Quote:

Jepang Minati Investasi Rumput Laut dan Furnitur RI


Tertariknya para pengusaha Jepang berinvestasi di Tanah Air karena kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil.

Sebanyak 23 perusahaan asal Jepang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Jepang (Japan Forest Technology Association/jafta) akan menanamkan investasinya di Indonesia.

Mereka berminat menanamkan modalnya pada sektor energi terbarukan, komponen otomotif, furnitur dan rumput laut.

"Mereka berasal dari latar belakang industri berbeda," kata Presiden Jafta, Noritada Ito saat memberikan keterangan pers di Jakarta, hari ini.

Perusahaan berskala menengah ini datang dalam rombongan Japan Foreign Traders Association. Kedatangannya ke Indonesia langsung disambut Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif, Gatot Prasetyo Adji dan perwakilan pengusaha lokal. "Kami dari Jafta menawarkan kepada asosiasi-asosiasi, bahwa kami akan ke Indonesia," kata Ito.

Namun kedua belah pihak belum bisa menyebutkan besaran nilai investasi tersebut karena maish dalam tahap penjajakan. "Angka yang pasti belum ada, tetapi sudah punya keinginan untuk melakukan investasi," ungkap Ito.

Gatot mengungkapkan, para pengusaha Jepang tersebut akan menjajaki potensi investasi rumput laut dan furniture di Tanah Air.

"Jepang sudah lama menjadi pasar utama produk Indonesia khususnya furniture berbahan kayu dan rumput laut," kata dia.

Tertariknya para pengusaha Jepang berinvestasi di Tanah Air karena kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil. Selain itu, mereka juga tertarik pada potensi sumber daya alam dan besarnya tenaga kerja dengan upah yang memadai.

Pada 2011, ekspor Indonesia ke Jepang mencapai US$33 miliar dengan komoditas dominan seperti mineral, karet, tembaga, nikel, dan produk turunanya. Adapun impor Indonesia dari Jepang pada 2011 sebesar US$19 miliar dengan produk dominan mesin dan otomotif.
Ocean One no está en línea  
Old September 13th, 2012, 05:58 AM   #10
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,108
Likes (Received): 1724

santai sejenak, mari 'berkonspirasi' :D

Rabu, 05 September 2012
Bakrie vs Rothschild

http://teguhidx.blogspot.com/2012/09...othschild.html

Bumi Resources (BUMI) terus saja turun akhir-akhir ini, namun itu tidak menjadikannya tidak menarik lagi di mata sebagian para pelaku pasar. Malah, beberapa investor justru mulai melirik lagi saham yang pernah menyandang gelar sebagai saham sejuta umat ini, dengan berbagai alasannya. Disisi lain, para ‘nyangkut-ers’ masih dilanda kebingungan hebat untuk menentukan pilihan yang sama-sama sulit: Apakah saya harus bertahan, ataukah lebih baik keluar saja, yang itu berarti merealisasikan potensi kerugian yang terjadi?

BUMI mencatat pendapatan US$ 1.95 milyar di 1H12, naik 8.6% dari US$ 1.79 milyar di 1H11. Namun seperti juga perusahaan batubara lainnya, BUMI mencatatkan kenaikan beban yang lebih tinggi ketimbang kenaikan pendapatannya, sehingga laba usahanya pun turun dari US$ 461 menjadi 239 juta. Sampai disini, semuanya masih normal. Namun kerugian yang dialami perusahaan akibat transaksi derivatif, selisih kurs, dan pelepasan investasi pada entitas asosiasi, menyebabkan BUMI akhirnya mencatat laba minus alias rugi bersih komprehensif US$ 327 juta. Ini menarik, sebab di catatan cash flow-nya, BUMI mencatat perolehan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$ 144 juta, naik nyaris tiga kali lipat dari US$ 53 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Jadi, apakah dalam hal ini kinerja BUMI sengaja dibuat minus? I don’t know, karena pertanyaannya kalaupun kinerja BUMI dibikin tampak jelek, apa tujuannya?

Tapi mungkin, yang menarik untuk diperhatikan dari BUMI bukanlah soal kinerjanya yang minus tersebut.

Anda mungkin masih ingat dengan aksi korporasi penting yang dilakukan Grup Bakrie sebagai pemilik BUMI dengan mitra baru mereka asal Inggris, Nathaniel Rothschild, dimana perusahaan investasi milik Nathaniel yang terdaftar di Bursa London, Vallar Plc, mengambil alih sejumlah kepemilikan pada BUMI dan Berau Coal Energy (BRAU). Sebagai gantinya, Grup Bakrie kemudian menjadi salah satu pemegang saham utama Vallar Plc, dengan persentase kepemilikan 47.6%. Vallar Plc sendiri kemudian berubah nama menjadi Bumi Plc. Proses dari transaksi barter saham tersebut selesai sepenuhnya pada April 2011, dan Nathaniel kemudian menjadi salah satu pemegang saham BUMI.

Beberapa waktu kemudian, sepertinya Nathaniel mulai menemukan hal-hal yang ‘tidak biasa’ dalam kegiatan finansial yang dilakukan manajemen BUMI. Dan pada tanggal 8 November 2011, Nathaniel akhirnya menulis surat kepada Ari Hudaya (Saptari Hoedaja), Presiden Direktur BUMI. Dalam surat tersebut, Nathaniel secara gamblang meminta penjelasan dari Mr. Ari terkait empat hal berikut:

1. Jadwal yang jelas terkait monetisasi dari aset-aset pengembangan bisnis.
2. Repatriasi (pemulangan/pengembalian) dana yang ditempatkan pada pihak berelasi, yaitu Recapital, Bukit Mutiara, dan Chateau Asean fund I.
3. Penjelasan tertulis terkait progress dari tindakan no. 2
4. Penjelasan lebih detail dan transparan terkait semua ‘transaksi non-batubara’ yang dilakukan oleh BUMI dan BRAU.

Nathaniel menulis surat tersebut setelah mengetahui bahwa BUMI memiliki akun ‘investasi dan aset lain-lain’ pada neracanya, sebesar US$ 867 juta, dimana akun tersebut tidak berhubungan dengan bisnis batubara dan logam yang dijalani BUMI, melainkan merupakan piutang kepada pihak berelasi, dalam hal ini Recapital, Bukit Mutiara, dan Chateau Asean Fund I, dan aset-aset pengembangan bisnis yang cenderung ‘tidak jelas’. Menurut Nathaniel, aset sebesar US$ 867 juta tersebut seharusnya bisa di-monetisasi (dicairkan menjadi uang cash), untuk kemudian digunakan untuk membayar utang kepada China Investment Corporation (CIC). Dengan demikian, BUMI bisa menghemat beban bunga pinjaman sebesar US$ 104 juta per tahun. Sebelumnya pada tahun 2009, BUMI memang memperoleh pinjaman sebesar US$ 1.9 milyar dari CIC, dan utang tersebut mengandung bunga yang sangat tinggi, yakni 19% secara keseluruhan. BUMI sebenarnya sudah membayar sebagian utang tersebut pada tahun 2011, yakni US$ 600 juta. Namun Nathaniel memandang bahwa seharusnya BUMI memiliki cukup aset untuk bisa melunasi pinjaman dari CIC secara penuh.

Nathaniel menulis dalam suratnya, ‘I want to see you initiate a radical cleaning up of BUMI’s balance sheet. I want an immediate transformation of the way you are choosing to manage BUMI.’

Tidak ada keterangan soal apakah pihak manajemen BUMI kemudian membalas surat tersebut, namun Nathaniel jelas tampak tidak nyaman dengan kebijakan pengelolaan investasi yang dilakukan BUMI. Mr. Ari sebagai Presiden Direktur BUMI sendiri sepertinya beranggapan bahwa ia tidak perlu terlalu mendengarkan keluhan Nathaniel, mengingat Nathaniel bukanlah pemegang saham mayoritas dari BUMI, melainkan hanya 29.2%.

Hanya selang dua bulan kemudian, pada akhir Desember 2011, Grup Bakrie menjual separuh kepemilikannya atas Bumi Plc kepada PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN), senilai US$ 1 milyar, sehingga kemudian Grup Bakrie dan BORN masing-masing memegang 23.8% saham Bumi Plc. Grup Bakrie sendiri menggunakan sebagian dari uang US$ 1 milyar tersebut untuk membayar utang-utangnya yang akan jatuh tempo di tahun 2012.

Karena BORN kemudian menjadi salah satu pemegang saham utama di Bumi Plc, maka pemilik BORN, Samin Tan, diangkat menjadi chairman Bumi Plc, menggantikan Indra Bakrie yang kemudian menjadi co-chairman. Nathaniel sendiri, yang sebelumnya menempati posisi sebagai co-chairman, kemudian ‘turun derajat’ menjadi direktur non-eksekutif.

Nah sekarang, jika anda adalah Nathaniel Rothschild, apa perasaan anda setelah dikerjai dua kali berturut-turut seperti itu?

Hingga saat ini, belum ada kelanjutan lagi soal kisah persahabatan antara Bakrie dan Nathaniel. Nathaniel sendiri dalam wawancaranya dengan FT.com mengatakan bahwa hubungannya dengan Bakrie masih baik-baik saja. Namun yang menarik adalah, setelah menyelesaikan transaksi tukar guling saham Vallar dengan BUMI dan BRAU, Nathaniel kemudian mendirikan sebuah perusahaan investasi lagi, kali ini dengan nama Vallares Plc, dengan minat di bidang minyak dan gas (migas). Perusahaan ini kemudian listing di Bursa London, dan pada September 2011 berubah nama menjadi Genel Energy Plc.

Jika dirunut lagi kebelakang, Nathaniel mendirikan Vallar Plc sebagai ‘kendaraan investasi’ yang akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain, dalam hal ini perusahaan batubara dan bijih logam. Dalam perusahaan barunya ini, Nathaniel merekrut James Campbell, mantan CEO Anglo American Plc, sebuah perusahaan batubara asal Inggris, sebagai partner. Tidak ada keterangan soal kapan Vallar Plc didirikan, namun Vallar listing di Bursa London pada Juli 2010, dengan nilai IPO US$ 1.1 milyar. Itu adalah sebuah nilai IPO yang sangat-sangat besar, mengingat Vallar Plc sebenarnya tidak memiliki aset.

Beberapa bulan setelah IPO-nya, tepatnya pada November 2011, Vallar mengumumkan akan mengakuisisi sebagian kepemilikan di dua perusahaan batubara asal Indonesia, yakni BUMI dan BRAU (dan juga Bumi Resources Minerals/BRMS sebagai anak usaha BUMI), dengan nilai akuisisi senilai total US$ 3 milyar. Vallar akan membayar sebagian biaya akuisisi tersebut secara tunai menggunakan dana hasil IPO-nya, dan sebagian lagi dengan cara barter 47.6% sahamnya. Dengan cara ini barulah Vallar kemudian menjadi memiliki aset, yakni 29.2% saham BUMI dan 85% saham BRAU. Disisi lain, 47.6% saham Vallar Plc kemudian menjadi milik Grup Bakrie, sehingga Vallar kemudian berubah nama menjadi Bumi Plc. Meski demikian, Nathaniel tetap memegang sebagian kepemilikan saham di Bumi Plc.

So, jika Mr. Hary Tanoesoedibjo dengan luar biasanya bisa meraup Rp2.1 trilyun dari IPO MNC Sky Vision (MSKY), yang sebenarnya sudah listing di bursa melalui induknya, Global Mediacom (BMTR), sehingga bisa dikatakan bahwa Mr. Hary making Rp2.1 trillion out from nothing, maka Nathaniel Rothschild ini ternyata lebih hebat lagi: Ia bisa mencetak US$ 3 milyar atau sekitar Rp27 trilyun dalam bentuk kepemilikan saham di BUMI dan BRAU, nyaris tanpa mengeluarkan modal sepeserpun!

Transaksi tukar guling saham Vallar dengan BUMI dan BRAU, seperti disebut diatas, selesai pada April 2011. Hanya dalam waktu dua bulan kemudian, yaitu pada Juni 2011, Nathaniel meng-IPO-kan sebuah perusahaan lagi ke Bursa London, yakni Vallares Plc, dengan nilai IPO yang lebih gila lagi, yakni US$ 2.2 milyar. Vallares, seperti juga Vallar, awalnya tidak memiliki aset. Bedanya, jika Vallar dipakai untuk masuk ke sektor batubara, maka Vallares digunakan untuk masuk ke sektor migas. Di Vallares, Nathaniel merekrut Tony Hayward, mantan CEO BP Plc, sebuah perusahaan minyak terkemuka asal Inggris, sebagai partner. Pada September 2011, Vallares melakukan tukar guling saham dengan perusahaan migas asal Turki, Genel Energy, dan Vallares seketika berubah nama menjadi Genel Energy Plc, dengan Tony Hayward menjadi CEO-nya. Model transaksi antara Vallares dengan Genel Energy ini bisa dikatakan 99% identik dengan transaksi antara Vallar dengan BUMI dan BRAU.

Namun, berbeda dengan Vallares yang berhasil memegang 50% saham Genel, Vallar hanya berhasil memegang 29.2% saham BUMI. Entahlah, tapi penulis kira Grup Bakrie paham betul bahwa Vallar jangan sampai menjadi pemegang saham utama di BUMI (lebih dari 40%), karena jika begitu kejadiannya, maka BUMI bisa saja terlepas seluruhnya ke tangan Nathaniel. Mungkin itu sebabnya Grup Bakrie akhirnya menyertakan BRAU dalam transaksinya dengan Rothschild, dimana Nathaniel kemudian memperoleh 85% saham BRAU. Istilahnya, gak apa-apa kehilangan BRAU, yang penting BUMI tetap di tangan. BRAU sendiri, meski bukan dimiliki oleh Bakrie melainkan oleh Grup Recapital, namun Recapital memperoleh dana untuk mengakuisisi BRAU dari Bakrie, sehingga sebenarnya pemilik BRAU adalah Bakrie melalui Recapital.

Tapi, hanya karena sekarang Vallar memegang 29.2% saham BUMI dan 85% saham BRAU, bukan berarti Nathaniel memegang BUMI dan BRAU sebanyak itu bukan? Karena Vallar sendiri, yang sekarang bernama Bumi Plc, sebagian sahamnya dipegang oleh Bakrie dan Samin Tan, sehingga Bakrie (dan Mr. Samin) masih menjadi salah satu pemegang dari 29.2% saham BUMI dan 85% saham BRAU tersebut, hanya saja melalui Bumi Plc. Yup, benar, tapi jangan lupa bahwa Bakrie bersama Samin Tan hanya memegang total 47.6% saham Bumi Plc, dan selebihnya tidak diketahui secara jelas dipegang oleh siapa. Nathaniel sendiri tidak memperinci berapa persen kepemilikannya di Bumi Plc, melainkan ada yang bilang 11%, tapi penulis kira bisa saja lebih dari itu. Intinya disini, Nathaniel melalui Bumi Plc berhasil masuk menjadi salah satu pemegang saham yang cukup substansial di BUMI, sesuatu yang belum pernah bisa dilakukan oleh pihak lain sebelumnya (saham BUMI memang pernah dipegang oleh Credit Suisse, kreditornya sendiri, tapi bank gak boleh pegang aset lama-lama, sehingga harus dijual kembali. Ini berbeda dengan Vallar/Bumi Plc yang bukan merupakan bank), dan itu bisa jadi merupakan pintu gerbang bagi Nathaniel untuk bisa masuk lebih dalam lagi. Istilahnya, untuk sekarang yang penting tembus benteng aja dulu.

Tapi lalu kenapa Grup Bakrie mau menukar sahamnya di BUMI dengan Vallar, jika itu berisiko membuat BUMI terlepas sepenuhnya ke tangan Nathaniel? I don’t know, tapi mungkin Grup Bakrie melihat terdapat keuntungan jika mereka bisa listing di Bursa London melalui Vallar yang kemudian berubah nama menjadi Bumi Plc. Disisi lain, bukan tidak mungkin pula Grup Bakrie menyetujui keinginan Nathaniel untuk masuk ke BUMI karena terpaksa, mengingat bahwa Nathaniel sebagai anggota dari Keluarga Rothschild memiliki cukup power untuk melakukan itu (menekan Bakrie untuk menyerahkan sebagian saham BUMI). Namun Grup Bakrie tentunya juga bukan kelompok usaha biasa, sehingga mereka tidak segampang itu juga melepas BUMI meski ke tangan Rothschild sekalipun. Bisa jadi pula, dalam hal ini Grup Bakrie akhirnya meminta ‘bantuan’ kepada Samin Tan.

So, dalam hal ini, sepertinya kita sedang menonton seorang pengusaha asing yang luar-biasa-kaya sedang mencoba mengambil alih salah satu aset paling berharga dari salah satu Grup usaha terkaya di Indonesia. Terkait surat yang ditulis Nathaniel kepada Ari Hudaya, seperti yang sudah kita bahas diatas, sepertinya itu cuma pengalih perhatian, atau untuk menimbulkan kesan bahwa Nathaniel bisa dengan mudah dikerjai oleh Bakrie. Dan terkait kejadian berikutnya, yaitu turunnya jabatan Nathaniel di Bumi Plc dari co-chairman menjadi hanya direktur non-eksekutif, itu semakin mempertegas ‘ketidak berdayaan’ Nathaniel di hadapan Bakrie. Well, kita tahu bahwa Grup Bakrie bisa dengan mudahnya mengerjai investor publik di market dengan berbagai aksi korporasinya, tapi apakah mereka juga bisa melakukan hal yang sama ke seseorang sekelas Nathaniel Philip Rothschild? I don’t think so! Ingat bahwa meski BUMI adalah aset terbesar dari Grup Bakrie, namun bagi Nathaniel, BUMI cuma salah satu dari sekian banyak investasinya di seluruh dunia.

Jadi jika kita balik lagi ke pertanyaan diatas, apa perasaan anda setelah dikerjai dua kali berturut-turut oleh Bakrie? Maka Mr. Nathaniel mungkin akan menjawabnya sambil tersenyum, ‘What makes you think that anybody in this world could do tricks on me?’

Lalu apa kaitan ini semua dengan penurunan saham BUMI belakangan ini? Jika dikatakan bahwa Nathaniel sengaja menyuruh para bandarnya untuk menjatuhkan saham BUMI, agar nanti dia bisa masuk di harga murah dan pada akhirnya meningkatkan kepemilikannya atas BUMI, maka mungkin caranya nggak bisa semudah itu juga, karena meski sebagian besar saham BUMI tercatat sebagai milik publik, namun sebagian dari ‘publik’ tersebut kemungkinan adalah Bakrie juga, dan mereka gak akan menjual sahamnya. Disisi lain jika tujuan Nathaniel adalah untuk masuk ke BUMI di harga bawah, lalu kenapa saham BRAU juga ikutan turun? Bukannya Vallar sudah memegang 85% sahamnya?

Tapi jika dikatakan bahwa saham BUMI terus turun karena utangnya yang sudah kelewat besar hingga berpotensi default, maka itu cuma rumor, sama dengan rumor penjualan Fajar Bumi Sakti yang dikutip Reuters dari ‘sumber yang tidak mau disebutkan namanya’ (kirain media lokal aja yang suka kaya gini, gak taunya Reuters juga sama aja). Sebab meski utang BUMI segunung, namun Grup Bakrie paling jago soal urusan men-treatment kreditor. Dan berbeda dengan perusahaan-perusahaan Grup Bakrie lainnya yang mungkin memang beneran ‘kosong’, BUMI sejatinya merupakan perusahaan yang sangat-sangat ‘berisi’ karena terdapat KPC dan Arutmin didalamnya, sehingga wajar jika para bankir tetap setia berhubungan dengan Bakrie sebagai pemilik BUMI.

Yang jelas, kalau bagi penulis sendiri, yang menarik untuk dicermati disini bukan soal saham BUMI akan turun sampai berapa, atau apakah nanti dia akan menguat lagi, karena itu adalah pertanyaan yang sama sekali tidak akan bisa dijawab oleh siapapun. Melainkan, kira-kira akan ada cerita apa lagi terkait hubungan Bakrie dan Rothschild? Dan jika BUMI akhirnya benar-benar lepas dari tangan Bakrie, maka apa yang akan terjadi selanjutnya?
AceN no está en línea  
Old September 13th, 2012, 08:41 AM   #11
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

http://www.antaranews.com/berita/332...yang-strategis

Quote:

Indonesia - Panama menuju kerja sama ekonomi yang strategis


Jakarta (ANTARA News) - Indonesia memandang Panama sebagai negara yang prospektif di kawasan Amerika Tengah. Panama menempati posisi keempat di bawah Brasil, Argentina, dan Chili sebagai negara yang terbesar nilai perdagangannya dengan Indonesia dari kawasan Amerika Latin.

Kerja sama bidang perdagangan antara Indonesia dan Panama masih belum banyak dilakukan, namun prospek peningkatan perdagangan kedua negara sangat besar.

Siaran pers Kementerian Perdagangan menyebutkan, dalam kesempatan courtesy call Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, kepada Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Panama, Jose Pacheco Tejeira, pihak Panama menyampaikan bahwa keberadaan Colon Free Zone (CFZ) sebagai pusat aktivitas ekonomi di Panama dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia untuk berinvestasi dan membuka semacam show room untuk produk-produknya agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Oleh Pemerintah Panama, CFZ telah diberikan fasilitas berupa infrastruktur dan kemudahan dari sisi insentif pajak dan keimigrasian. Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Panama, Dwi Ayu Arimami.

“Bagi Indonesia, Panama merupakan mitra yang sangat penting dalam kerja sama ekonomi. Oleh sebab itu, informasi terkini dari perkembangan ekonomi Indonesia penting kami komunikasikan dalam kunjungan ini, sekaligus terus mengekplorasi kesempatan-kesempatan bisnis dan investasi yang bisa dikembangkan antar kedua negara,” kata Dirjen PEN.

Panama merupakan salah satu negara di Amerika Tengah yang strategis secara geografis sehingga menjadi lokasi yang menarik bagi perdagangan dan investasi Indonesia.

Panama juga memiliki keunggulan karena mempunyai akses dan menjadi hub ke beberapa negara lainnya di kawasan seperti Amerika Latin, Amerika Tengah dan Utara.

Pemerintah Panama mendorong Indonesia untuk memanfaatkan Colon Free Zone (CFZ) dan terusan Panama sehingga selain untuk pasar Panama, produk Indonesia juga dapat menjangkau kawasan sekitarnya.

CFZ letaknya sangat strategis pada jalur masuk terusan Panama serta telah memiliki sarana dan infrastruktur yang lengkap dan terpadu dan telah menjadi salah satu pusat pasar dan distribusi perdagangan dunia.

Pada sesi business luncheon yang dibuka oleh Duta Besar Dwi Ayu Arimami, acara ini dihadiri sekitar 31 perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan, tekstil dan produk tekstil, turisme, perhotelan, dan transportasi. Para peserta yang hadir sangat antusias dan menyambut positif apa yang disampaikan dan dipresentasikan khususnya mengenai kondisi terkini perkembangan ekonomi Indonesia.

Sesi ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kedutaaan Besar Republik Indonesia di Panama City.

Dalam pertemuan tersebut, Dirjen PEN memberikan gambaran tentang peluang dan iklim bisnis serta investasi Indonesia.

Setelah melakukan berbagai upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, setelah 14 tahun dua organisasi internasional memberikan ranking Investment Grade Indonesia menjadi 18,4% pada tahun 2011 dan diharapkan dapat terus lebih membaik.

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga menjadi program yang menarik bagi para pengusaha Panama.

MP3EI memberikan gambaran bagaimana rencana terintegrasi melalui 6 koridor ekonomi di seluruh Indonesia yang terdiri dari 22 aktivitas ekonomi.

Selain menjamin kepastian hukum dibidang ketertsediaan tanah, insentif pajak juga diberikan kepada 129 sektor bisnis, antara lain perkebunan, pertambangan, real estate, elektronik, dan farmasi khusus untuk makanan.

Pemerintah Indonesia juga memberikan pengurangan pajak selama 5 sampai 10 tahun khususnya di sektor logam dasar, kilang minyak, petrokimia, energi terbarukan dan perangkat telekomunikasi.

Dirjen PEN juga mengajak para peserta yang hadir untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-27 yang akan diselenggarakan pada 17-21 Oktober 2012 di Jakarta.

“TEI merupakan pameran terbesar bagi produk dan jasa Indonesia, ini membuka kesempatan bisnis dengan Indonesia,” kata Gusmardi.

Total perdagangan Indonesia dan Panama tahun 2011 mencapai USD 218,7 juta, meningkat 45,1% dibanding tahun 2010 sebesar USD 150,7 juta.

Periode Januari-Juni 2012 adalah sebesar USD 184,9 juta, meningkat 40,8% dibanding periode yang sama tahun 2011 yang sebesar USD 76,8 juta.

Ekspor Indonesia periode Januari-Juni 2012 sebesar USD 74,1 juta, meningkat 8,32% dibanding periode yang sama tahun 2011 sebesar USD 68,4 juta.

Sementara impor dari Panama periode Januari-Juni 2011 sebesar USD 8,4 juta dan periode yang sama tahun 2012 sebesar USD 110,8 Juta.

Saat ini Indonesia masih defisit perdagangan dengan Panama sebesar USD 36,7 juta.

Hubungan perdagangan Indonesia dengan Panama terus meningkat dari tahun 2007 hingga tahun 2011 dengan rata-rata kenaikan sebesar 33,7%.

Ekspor utama Indonesia ke Panama adalah alas kaki, suku cadang elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta ban kendaraan bermotor.

Sementara dari Panama Indonesia mengimpor vessel untuk penumpang dan barang, tanker, dan ferrous waste & scrap.

Total perdagangan Panama dengan dunia pada tahun 2011 mencapai USD 36,4 miliar.

Pertumbuhan ekonomi Panama mencapai 10,6% pada tahun 2011 dengan inflasi sebesar 5,9% dan diperkirakan akan tumbuh 7,6% pada tahun 2012.
Ocean One no está en línea  
Old September 13th, 2012, 11:42 AM   #12
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,817

Berita kurang menggembirakan

Target Investasi 5 Tahun Terakhir Hanya Terealisasi 36,8%
Selasa, 11/09/2012 18:34 WIB


Quote:
Target investasi yang direncanakan pemerintah tak sesuai dengan harapan. Dari rencana investasi, yang tidak terealisasi lebih banyak karena hambatan tumpang tindih izin, infrastruktur dan lain-lain.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea mengungkapkan, dalam 5 tahun terakhir, realisasi investasi baru mencapai 36,8%.

"5 tahun terakhir dari tahun 2008 sampai kuartal pertama sampai 2012 ada Rp 2.222,8 triliun rencananya, realisasinya Rp 818,6 triliun," ungkap Tamba usai menghadiri Rakernas terkait Investasi dan Transportasi Kadin di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (11/9/12).

Tamba menambahkan itu berarti masih ada Rp 1.404,2 triliun (63,2%) total investasi. Sementara, total rencana proyek yang akan diinvestasikan di Indonesia adalah sebesar 16.784 proyek.

Banyaknya rencana investasi yang tidak terealisasikan ini karena beberapa faktor. Faktor internal dari pemerintah seperti tumpang tindih kebijakan dan peraturan dan sektor infrastruktur yang kurang memadai pun menjadi beberapa alasan tidak terealisasinya investasi ini.

"Banyak yang tidak terealisir, masalah-masalah tumpang tindih izin, lokasi, infrastruktur, pasokan gas industri, banyak kita sampaikan," katanya.

Permasalahan di pemerintah, dari sisi investor pun masih ada beberapa yang mengalami masalah. "Sisi internal mereka juga ada permasalahan, dari pembiayaan. Kita akan terus pantau, monitoring apa permasalahannya," pungkasnya.
Sumber : http://finance.detik.com/read/2012/0...erealisasi-368
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea  
Old September 13th, 2012, 06:08 PM   #13
r4d1ty4
Beraque
 
r4d1ty4's Avatar
 
Join Date: Mar 2006
Location: Stamford Bridge
Posts: 2,964
Likes (Received): 480

acen

wah, itu lebih seru drpd konspirasi laminating/rheumason cen..hahaha
__________________
Impian Wright bersaudara dalam menciptakan pesawat adalah agar manusia bisa foto sayapnya yang berlatar awan dan mengunggahnya ke Instagram
r4d1ty4 no está en línea  
Old September 13th, 2012, 06:56 PM   #14
typhoonbringer
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 2,417
Likes (Received): 65

tak posting juga konspirasi kurma?

jerman memang gila green economynya, dia nomor satu di dunia, kalo ke rural area pasti nemu windmill kolosal, ketimpa bladenya sebiji aja langsung ga berbentuk
typhoonbringer no está en línea  
Old September 13th, 2012, 07:15 PM   #15
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...amburg-Jakarta


Quote:
DHL Hubungkan Hamburg-Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - DHL Global Forwarding, spesialis jasa pengiriman udara dan angkutan laut milik Deutsche Post DHL mengumumkan peluncuran layanan Less than Container Load (LCL) antara Jakarta (Indonesia) dan Hamburg (Jerman).

Layanan langsung mingguan LCL, yang mengkonsolidasikan pengiriman di Jakarta ini, hanya butuh 25 hari dari pelabuhan ke pelabuhan dan menghemat hingga 10 hari waktu transit.

"Menurut laporan bisnis terakhir, Asia Tenggara merupakan kawasan yang pertumbuhan ekonominya terkuat di dunia. Layanan langsung LCL kami dari Jakarta ke Hamburg akan membantu Indonesia memperluas ekspor, dan memberi kesempatan bagi pelanggan untuk memperoleh keuntungan lebih dari rute perdagangan ini dengan cara yang paling efisien dan hemat biaya," kata Kelvin Leung, CEO, DHL Global Forwarding untuk wilayah Asia Pasifik , Kamis (13/9/2012) melalui surat elektroniknya.

Layanan LCL tidak saja menjamin pengiriman barang yang lebih cepat ke Jerman, tapi juga dapat menghemat karbon dioksida hingga 8 persen.

Nilai perdagangan Uni Eropa (UE) dan Indonesia tetap positif dengan peningkatan pertumbuhan yang kuat. Tahun 2011, total nilai perdagangan Uni Eropa dan Indonesia meningkat 22,3 persen menjadi 25 miliar euro dengan peningkatan ekspor dari Indonesia sebesar 19,7 persen dari 13 miliar euro (2010) menjadi 15,5 miliar euro .

"Perdagangan di Asia Tenggara telah melampaui tingkat ekspor sebelum masa krisis di tahun 2008. Kelapa sawit dan pertanian lainnya, bahan bakar, tekstil dan perabotan mendominasi ekspor Indonesia ke Eropa, dan kami siap melayani bila terjadi peningkatan permintaan," kata Welani Widjaja, Managing Director, DHL Global Forwarding Indonesia.

Waleni menambahkan, layanan LCL baru dari Jakarta ke Hamburg merupakan satu dari banyak rute langsung yang diluncurkan tahun ini, yang akan membantu memenuhi meningkatnya permintaan eksportir dari wilayah ini.
Ocean One no está en línea  
Old September 14th, 2012, 09:14 AM   #16
onosqaciw
Registered User
 
onosqaciw's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,317
Likes (Received): 92

sayang potensi wind energy di indonesia gak terlalu besar....padahal investasinya termasuk murah diantara semua renewable energy resource
onosqaciw está en línea ahora  
Old September 14th, 2012, 09:18 AM   #17
David-80
Le Nozze di Figaro...
 
David-80's Avatar
 
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 6,984

stocks market bull run hari ini, naik lebih dari 2% index, udah pada cuan belum nih forumer ssc?

Cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside
David-80 no está en línea  
Old September 14th, 2012, 01:15 PM   #18
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

Neh beritanya bang Dave..

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...kir.Rekor.Baru

Quote:
IHSG Ukir Rekor Baru


JAKARTA, KOMPAS.com - Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor baru. Pada akhir perdagangan Jumat (14/9/2012) IHSG ditutup naik 2,07 persen menjadi 4,256.99.

Indeks LQ45 juga menunjukkan keperkasaannya dengan menguat 2,32 persen atau 16,64 poin menjadi 733,887. Semua sektor saham menguat hari ini.

IHSG melonjak antara lain karena The Fed yang siap meluncurkan program stimulus lanjutan untuk mendorong perekonomian AS.

Sementara itu, para investor asing tercatat melakukan pembelian bersih y di pasar regular sebesar Rp 1,36 triliun. Total nilai perdagangan sebesar Rp 6,72 miliar.

Indeks saham di Asia juga menguat. Indeks Shanghai menguat 13,47 poin atau 0,64 persen menjadi 2.123,85.Indeks Hang Seng naik 582,15 poin atau 2,90 persen menjadi 20.629,78. Indeks Nikkei 225 menguat 14,55 poin atau 0,89 persen menjadi 9.159,39.
Ocean One no está en línea  
Old September 14th, 2012, 07:56 PM   #19
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

Baru tahu kalau ijin usaha Lawson tuh adalah retail. Kirain kafetaria macam si Sevel..

http://www.tribunnews.com/2012/09/14...i-ke-izin-awal

Quote:
7-Eleven dan Lawson Siap Kembali Ke Izin Awal


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Polemik izin dua waralaba asing, 7-Eleven dan Lawson akan berujung. Pasalnya, dua waralaba asing ini siap untuk menjalankan bisnisnya sesuai dengan perizinan yang dimiliki masing-masing.

Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Gunaryo mengatakan demikian kepada wartawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/9/2012). "Mereka siap kembali ke izin awalnya," ujarnya.

Dijelaskan, bahwa hal ini berdasarkan pertemuan pihaknya dengan kedua waralaba asing tersebut.Bukan itu saja, baik 7-eleven dan Lawson juga menyatakan kesediaannya menjual produk sesuai izin.

Untuk diketahui, waralaba 7-Eleven memegang izin sebagai kafetaria. Namun pada kenyataannya waralaba ini menjual ritail. Sedangkan Lawson memiliki izin retail, namun kenyataannya menjadi kafetaria.

"7-Eleven siap akan mempertahankan konsep kafetaria. Dia lebih prefer kesana. Lawson juga siap untuk kembali ke arah retail," jelasnya.

Lebih lanjut, Gunaryo menyampaikan kedua waralaba ini juga bersedia untuk mengikuti aturan perdagangan, yakni 90 persen menjual produk sesuai portofolio perizinannya masing-masing.

"Terpenting adalah portofolionya harus dipenuhi 90 persen.Dan improvisasi 10 persen dari produk utama.Ngak ada keluhan. Artinya Sevel akan kurangi jumlah barang kelontongan dan akan usahakan makanan khas Indonesia juga," terang Gunaryo lebih lanjut.
Ocean One no está en línea  
Old September 14th, 2012, 08:02 PM   #20
Ocean One
Live On The Ocean
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Stuttgart, Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 9,812
Likes (Received): 447

http://nasional.kontan.co.id/news/li...komoditas-asia

Quote:
Lima negara sepakat bentuk bursa komoditas Asia


JAKARTA. Indonesia dan empat negara Asia menyepakati rencana pembentukan bursa komoditas regional. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, kesepatan ini tercapai dalam pertemuan di Jepang beberapa waktu lalu.

Keempat negara itu yakni China, Thailand, Vietnam dan Jepang. “Mereka setuju namun ada beberapa kendala seperti perbedaan sistem perdagangan di setiap negara,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (14/9).

Salah satu kendala contohnya di China. Menurut Bayu, China tidak memberikan kebebasan negara lain bertransaksi. Karena itu, kelima negara akan kembali membahas rencana itu dan mengundang negara seperti Singapura dan Malaysia. Pertemuan itu dijadwalkan pada 2013 mendatang.

Bayu menjelaskan, pembentukan bursa komoditas regional sangat diperlukan untuk meninggalkan ketergantungan negara-negara Asia terhadap preferensi harga yang selama ini berasal dari bursa komoditas di London dan Amerika Serikat. Padahal, dia bilang mayoritas produksi dan konsumsi barang-barang komoditas berada di wilayah Asia.

Menurutnya, bursa komoditas akan menjadi sebuah solusi bagi adanya fluktuasi harga komoditas. Hal ini bisa terjadi karena bursa komoditas menggunakan sistem lindung nilai yang bisa menjadi alat penstabil harga.

Apa jenis komoditas yang akan diperdagangkan, Bayu bilang belum masuk dalam inti pembahasan. “Namun barang komoditas yang berpotensi masuk bursa seperti beras dan karet,” ujarnya.

Bayu juga mengaku optimis pembentukan bursa komoditas regional di Asia akan sangat bermanfaat bagi negara-negara di Asia. Ia mencatat, nilai kapitalisasi yang bisa didapat dari bursa komoditas di Asia bisa mencapai US$ 250 miliar per tahun.
Ocean One no está en línea  
Closed Thread

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 03:32 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu