search the site
 daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > General Construction and Development



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old August 20th, 2012, 06:38 PM   #21
hem2mars
Registered User
 
hem2mars's Avatar
 
Join Date: Sep 2011
Location: BDO-BDL
Posts: 292
Likes (Received): 31

kalo ini programnya foke, saya milih foke lagi aja deh.
aneh aja sama proyek beginian kok dibilang stupid idea, padahal kebutuhan akan penambahan ruas-ruas jalan di jakarta itu sudah super urgent alias darurat. Kalo bisa mbangun jalan baru + MRT kenapa tidak???
__________________


hem2mars no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
Old August 20th, 2012, 06:53 PM   #22
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 32,202
Likes (Received): 11660

berasa di Dubai.. please build..
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea   Reply With Quote
Old August 20th, 2012, 08:49 PM   #23
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,576
Likes (Received): 433

@hem2mars,


Sudah pernah di analisa Oom, penambahan jalan hanya akan memperbanyak jumlah kendaraan.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 12:48 AM   #24
hem2mars
Registered User
 
hem2mars's Avatar
 
Join Date: Sep 2011
Location: BDO-BDL
Posts: 292
Likes (Received): 31


kebijakan siapa tuh yang membenarkan kalo ingin membatasi kendaraan harus membatasi ruas jalan? sementara orang-orang sekarang dapat dengan mudah memiliki kendaraan, bahkan sedang ramai2nya nih berita tentang mobil murah <100juta dan mobil nasional.
__________________


hem2mars no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 01:44 AM   #25
eurico
Moderator
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 30,083
Likes (Received): 6017

Bagaimanapun fakta bahwa jumlah ruas jalan di Jakarta kurang itu ada benar dan nyata adanya. Namun menurut saya proyek seperti ini seharusnya sudah mulai dikerjakan pada medio 90an, sehingga sekarang seharusnya sudah jadi.
Intinya pemprov DKI Jakarta jangan sampai lupa bahwa pembangunan transportasi masal juga sudah sangat mendesak untuk dibangun.
Jakarta ini serba terlambat....

Quote:
Originally Posted by hem2mars View Post

kebijakan siapa tuh yang membenarkan kalo ingin membatasi kendaraan harus membatasi ruas jalan? sementara orang-orang sekarang dapat dengan mudah memiliki kendaraan, bahkan sedang ramai2nya nih berita tentang mobil murah <100juta dan mobil nasional.
betul bagaimanapun juga kita tidak bisa membatasi orang untuk membeli mobil atau motor. Pemprov Jakarta seharusnya memiliki aturan khusus masalah ini. Misalnya dengan erp untuk membatasi jumlah kendaraan yg melintas di jalan tertentu. Bisa juga dilakukan pembatasan tahun kendaraan yg layak jalan di jalanan kota Jakarta, sekarang aja mobil2 tahun 80anke atas masih banyak yg bersliweran, hal ini jelas selain mengurangi beban jalan tetapi juga membantu menguranhi emisi gas buang
__________________
Don't Rich People Difficult

Last edited by eurico; August 21st, 2012 at 01:51 AM.
eurico no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 06:31 AM   #26
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 4,260

Quote:
Originally Posted by hem2mars View Post

kebijakan siapa tuh yang membenarkan kalo ingin membatasi kendaraan harus membatasi ruas jalan? sementara orang-orang sekarang dapat dengan mudah memiliki kendaraan, bahkan sedang ramai2nya nih berita tentang mobil murah <100juta dan mobil nasional.
Bukan membenarkan, tapi SALAH SATU CARA membatasi kendaraan ya bisa dilakukan dengan membatasi ruas jalan. Cara lain banyak, dan itu bisa dilakukan secara bersamaan, seperti ERP, 3 in 1, TDM, Kuota Plat, dll.

Logikanya mudah sekali, kalau bikin ruas jalan utk kapasitas 100, ya pertumbuhan mobil yang lalu lalang dijalur tersebut ya maksimal akan 100 di tahun2 mendatang, tapi ketika kapasitas jalannya ditingkatkan jadi 150 misalnya, ya lama kelamaan juga akan maksimal menjadi 150. Ada penambahan 50 dalam kurun waktu x tahun. Tentunya pergerakannya juga nambah diikuti dengan polusinya, konsumsi BBMnya, dll.

Yang sebenarnya bikin kita bingung adalah: Proyek 2nd Inner Ring Road ini yang plan-nya dimulai sekitar 2010 dan target konstruksi tahun depan (lhat http://rujak.org/2012/07/menggugat-6...lam-kota-baru/) dengan dana Lebih dari Rp 40 T dengan sumber dari APBD. Kok bangun MRT 1 line yang hanya Rp 7 T, itu ngemis2 ke Pusat dan Jepang? Dan prosesnya bertele2. Dari kondisi ini jadi bertanya: DIMANA SKALA PRIORITAS? Apa tidak mengenal namanya SKALA PRIORITAS?

Proyek ini bagus, bagi yang punya mobil pribadi. Bener lho, ini proyek yg indah dan nyaman sekali bagi yang ingin menikmati pemandangan JKT dari dalam mobil.

Tapi buat yang sehari2 naik angkutan umum, adakah efeknya buat Kopaja, Metromini, Angkot yang reyot2, semrawut, kotor, dan rawan tindak kejahatan? Tidak ada! Apakah ada efek buat meningkatkan mobilitas angkutan berat yang membawa barang2 dan jasa? Saya malah curiganya jalan ini diblokir buat kendaraan berat nantinya. So, mengurangi biaya logistik juga kecil kemungkinannya.

Maaf, kesimpulan buat saya: ini proyek ngawur!
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 06:40 AM   #27
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 4,260

Quote:
Originally Posted by eurico View Post
betul bagaimanapun juga kita tidak bisa membatasi orang untuk membeli mobil atau motor. Pemprov Jakarta seharusnya memiliki aturan khusus masalah ini. Misalnya dengan erp untuk membatasi jumlah kendaraan yg melintas di jalan tertentu. Bisa juga dilakukan pembatasan tahun kendaraan yg layak jalan di jalanan kota Jakarta, sekarang aja mobil2 tahun 80anke atas masih banyak yg bersliweran, hal ini jelas selain mengurangi beban jalan tetapi juga membantu menguranhi emisi gas buang
Beli mobil bisa saja dibatasi. Beli pistol / senjata api juga dibatasi kan?

Kalau mau contoh nyata ya aplikasi di Singapura. Itu ada peraturan sah secara UU yang memang membatasi pembelian mobil. Disana beli mobil bisa masuk waiting list. Memang terlihat kurang adil bagi sebagian orang, tapi pemerintahnya CERDAS, mereka lebih mengorbankan itu ketimbang sok populis tapi jalanannya semakin stuck, padat tidak bergerak. Karena nyatanya biar ada ERP dan quota licensing pun Singapore masih macet.

Lalu silahkan tanya ke polantas2 yang bekerja di Jakarta terutama saat rush hour, semakin hari pelanggaran Lalu Lintas, semakin dibiarkan. Bukan karena tidak mampu, karena spertinya untuk greater benefit di kondisi tersebut. Bayangin kalau nilang satu2, yang ada jalanan semakin macet dan tidak bisa bertugas mengatur kelancaran lalu lintas. Saya rasa Polantas juga sepakat kerjaannya semakin bikin stress dan semakin tidak sebanding dengan take home pay-nya.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 07:15 AM   #28
charl1e
Jump like spiderman
 
charl1e's Avatar
 
Join Date: Apr 2009
Location: Jakarta
Posts: 721
Likes (Received): 200

Masalahnya Jakarta ngak bakal bisa kayak singapura. Singapura sekali lagi satu negara, satu kota. Ngak ada pendatang dari daerah. Nah jakarta, kendaraan dari mana2 bisa masuk. Misal, bogor, bandung, sampe pernah liat mobil dari medan, manado dsb.. Nah, itu kalo peraturanny daerah sama jakarta beda gimana? ERP kan pakai mesin dimobil. Nah, kalo dibatasin beli mobil di jakarta, yah orang tinggal beli mobil didaerah. Malah pajak jakarta berkurang donk.
Anyway, back to topic, jalan tol dalam kota, merusak estetika kota, mengendapkan polusi, dan bukan solusi yg ideal. Akan lebih bijak jika membangun seperti JLNT tapi lebih baik lagi jika JBTNT (jalan bawah tanah non tol). Jalan tol hanya untuk perjalanan jauh. Kalo deket mah, jangan d. Cukup perbaikan jalan, Lebar jalan yg konsisten, perpecahan jalan pada simpang yang ramai (belok kiri boleh langsung), parkir yg memadai.
Dan hilangkan warna hitam putih hitam putih hitam putih dari pembatas jalan!!

Oh iya, di singapur beli "izin beli mobil" sistem lelang. Misal, tahun ini ada 150 izin yg dikeluarkan, nah, bid 150 orang tertinggi yg berhak beli mobil. Terakhir dengar, izin aja ada yg bayar sekitar 700jt/mobil. Itu belum beli mobil-nya lhoo.. Terus hanya boleh pakai 10 tahun. Ampunnn....
__________________
1000+
charl1e no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 07:47 AM   #29
ChibaTadayoshi
Penikmat Arsitektur
 
ChibaTadayoshi's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Posts: 3,691
Likes (Received): 1233

Model jalan kayak gini mending dibangun aja di bandung, jelas jalannya lebih sempit dan rumit daripada di jakarta.
trolling mode
ChibaTadayoshi no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 08:02 AM   #30
ndrendre11
Registered User
 
ndrendre11's Avatar
 
Join Date: Jul 2011
Location: Malang
Posts: 30
Likes (Received): 2

+ ) keren bener tuh proyek. . .(Cuman itu doang)

- ) eits, tunggu dulu, itu kan cuman di rendering, nah kalo misalnya kalo udah jadi gimana? Yg jelas kendaraan pribadi tmbh bnyak,polusi tambah ga karu2an. . . Ak ga bisa bayangin jakarta ntar, macetnya lebih edan dari sekarang -____-

Bagaimana dengan amdalnya? Apa ga tambah banjir tuh sekitarnya masalah lainnya , dll. . .

mending, dana segede itu buat bngun MRT (lg) atau subway, percuma nuruti permintaan jalan, ga bakalan habisnya,. . .

udah deh foke cukur kumis aja, buat monorel aja nggak jadi2 -____-
biar pak jokowi yg mlnjtkan (y)

Ane bukan warga jakarta, cuman ngasi opini. . . CMIIW
ndrendre11 no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 08:07 AM   #31
eurico
Moderator
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 30,083
Likes (Received): 6017

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Beli mobil bisa saja dibatasi. Beli pistol / senjata api juga dibatasi kan?

Kalau mau contoh nyata ya aplikasi di Singapura. Itu ada peraturan sah secara UU yang memang membatasi pembelian mobil. Disana beli mobil bisa masuk waiting list. Memang terlihat kurang adil bagi sebagian orang, tapi pemerintahnya CERDAS, mereka lebih mengorbankan itu ketimbang sok populis tapi jalanannya semakin stuck, padat tidak bergerak. Karena nyatanya biar ada ERP dan quota licensing pun Singapore masih macet.

Lalu silahkan tanya ke polantas2 yang bekerja di Jakarta terutama saat rush hour, semakin hari pelanggaran Lalu Lintas, semakin dibiarkan. Bukan karena tidak mampu, karena spertinya untuk greater benefit di kondisi tersebut. Bayangin kalau nilang satu2, yang ada jalanan semakin macet dan tidak bisa bertugas mengatur kelancaran lalu lintas. Saya rasa Polantas juga sepakat kerjaannya semakin bikin stress dan semakin tidak sebanding dengan take home pay-nya.
nah kalo gt memang yg salah adalah perilaku prngendaranya, hal ini hanya akan menjadi paradox semua tanpa adanya pemecahan masalah yg pasti, tentu pembangunan jalan tol ini bukanlah satu2 nya dan memang gak akan memecahkan masalah macet jakarta. tetapi ini adalah salah satu bentuk fasilitas publik yg memang sudah seharusnya disediakan oleh kota sekaliber jakarta. singapura sudah bisa menerapkan pembatasan mobilnya krn semua fasilitas umun transportasi masalnya mendukung semua. makanya di awal td saya bilang jkarta itu serba terlambat. dan nmpknya pendekatan yg diambil oleh pengambil kebijakan di jakarta saat ini tidak populis bagi kita2 dan masyarakat pd umumnya.
saya melihat beberapa faktor antara lain:
1. secara konstruksi pengerjaan jalan tol ebih mudah dan lebih cepat drpd membangun mrt bawah tanah.
2. secara ekonomi jalan tol lebih menguntunglan drpd membangun transportasi masal lain. jalan tol tentu dibangun secara partnership dengan swasta
beban pemprov jakarta lebih kecil daripada membangun mrt yg full tangung jawab pemprov walaupun itu awalnya drpinjaman.
dari dua hal di atas saja pemprov jakarta tentu akan lbh memilih membangun tol ini terlebih dhlu.
__________________
Don't Rich People Difficult
eurico no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 10:21 AM   #32
tersier
Registered User
 
tersier's Avatar
 
Join Date: Jun 2012
Posts: 159
Likes (Received): 21

Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
Ini loh yg katanya masterplan kelas dunia...Makanya g anti sama parpol (rubish)!
masterplan kelas dunia era awal abad 19 lebih tepatnya
tersier no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 02:22 PM   #33
jonathanterbang
In The ****
 
jonathanterbang's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: Semarang
Posts: 4,944
Likes (Received): 897

rame ya.....

udahlah dari pada habisin duit buat jalan layang, mending buat beli bus yang banyak, rekrut sopir, dan perbanyak halte...
bangun stasiun lagi di jalur KRL, jadi kita seakan paksa orang untuk naik angkutan umum, dari pada kasih fasilitas jalan lagi, keenakkan yang naik mobil, makin dimanja aja, nambah-nambahin polusi lagi..
makin kacau deh kalau jalan layang begitu, apalagi kalau sampai polusi terperangkap dibawah jalan layang, makin nda sehat...
__________________
Our God is GREATER, Our God is STRONGER, God you are HIGHER than any other
Our God is HEALER, Awesome in POWER, Our GOD, our GOD
jonathanterbang no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 04:31 PM   #34
Wicak_15
My (Future) Girlfriend
 
Join Date: Jan 2010
Location: Jakarta
Posts: 4,117
Likes (Received): 2016

Sebelumnya thanks ya udh meramekan thread ini (sebagai TS ane senang).
Mengenai masalah Elevated road, ini alasannya kenapa harus dibangun:

1. Di sini (Jakarta) ada anggapan "tidak ada mobil = tidak ada kaki" yg artinya gak ada mobil tidak bisa jalan kemana2.
2. Kalo cuma mengandalkan transportasi umum, beban subsidi yg harus ditanggung pemerintah sangatlah besar. Jika tidak harga tiket bisa naik turun dan buruknya bisa sangat tinggi dan tidak logis.
3. Kendaraan pribadi MASIH menjadi sumber utama PAD (pendapatan asli daerah).
4. Di Jakarta sebenarnya dengan jumlah total panjang jalan yg sekarang dirasa masih SANGAT KURANG dibandingkan dengan kota2 besar lain di dunia. Belum lagi banyaknya "Missing link" atau banyak jalan yg masih belum tersambung dengan jalan lain.
5. Umumnya efektivitas transportasi umum kota Jakarta bertipe "Sprawl" alias menyebar, yg artinya ada banyak daerah "Blank spot" atau daerah yg tidak dijangkau oleh transportasi umum (kalo yg ini sumbernya ane baca dari buku).
6. Transportasi umum di Jakarta sejatinya TIDAK AKAN pernah menyelesaikan masalah selama tata ruang yg ada berorientasi menyebar. Contoh area pemukiman jauh dari pusat aktifitas (Perkantoran, toko, mall, dll).

Sebenarnya jalan layang bukan sesuatu yg menakutkan. Buktinya di Shanghai dan Tokyo banyak jalan layang malang melintang di tengah kota. Ane lebih memilih kota tersebut karena karakteristik kedua kota tsb hampir sama dengan Jakarta. Contoh salah satu persimpangan elevated road di Shanghai

image hosted on flickr


Sumber: http://www.flickr.com/photos/leniners/5869731005/

Dan juga kalo sudah kelar semuanya, Jakarta bakal memiliki 4 jalur Ring Road, 2 jalur Inner Ring Road, 2 jalur Outer Ring Road.
Wicak_15 no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 04:56 PM   #35
eurico
Moderator
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 30,083
Likes (Received): 6017

lha ya padahal Shanghai dan Tokyo tuh jalur mrt nya juga sudah seperti apa coba tapi tetep kan jalanannya melayang ke mana2....
__________________
Don't Rich People Difficult
eurico no está en línea   Reply With Quote
Old August 21st, 2012, 05:17 PM   #36
Andre Is The Best
Indonesia Raya
 
Andre Is The Best's Avatar
 
Join Date: Mar 2010
Location: Bekasi
Posts: 30
Likes (Received): 9

sy jg setuju dgn rencana jln layang tol dan non tol di jakarta. namun, sepertinya tidak semua ruas yg tercantum diperlukan, sperti koridor semanan-sunter-pulogadung dan kp melayu-kemayoran, yg menurut sy lebih bagus dgn rute spt busway, mrt or monorel karena jalur tersebut hanya mengalami kemacetan di titik tertentu saja karena lampu lalin dan situasi lalin semeraut.

untuk ruas lainnya, sperti ulujami-senayan, ps minggu-casablanca dan bekasi-kp melayu, saya sangat setuju untuk membangun ruas tol or arteri layang, mengingat ketiga ruas tersebut cukup padat oleh arus kendaraan khususnya roda 2 dan roda 4. namun, jalur di kolongnya pun perlu juga dibangun underpass atau flyover (jika tingginya memungkinkan), untuk membantu kendaraan, khususnya roda 2 yg sptnya tdilarang melewati jln2 layang tersebut, yg tidak mengganti arah (kiri-kanan) saat melwati persimpangan. hal ini juga untuk meminimalisir kekacauan lalin di jalur kolong juga
Andre Is The Best no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2012, 03:26 AM   #37
eurico
Moderator
 
Join Date: Nov 2006
Posts: 30,083
Likes (Received): 6017

nah yang seharusnya bisa dilakukan adalah jalur tersebut nantinya juga digunakan untuk busway juga dan saya pun gak yakin semua jalur itu akan terealisasi dalam jangka waktu dekat ini, bisa jadi 5-10 tahun yang akan datang baru jadi proyeknya... Jakarta udah seperti apa tuh 10 tahun lagi yak....
__________________
Don't Rich People Difficult
eurico no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2012, 04:13 AM   #38
panitiakurban
Registered User
 
Join Date: Jan 2010
Location: Jakarta
Posts: 1,228
Likes (Received): 329

Quote:
Originally Posted by eurico View Post
lha ya padahal Shanghai dan Tokyo tuh jalur mrt nya juga sudah seperti apa coba tapi tetep kan jalanannya melayang ke mana2....
Masalahnya dimari itu, MRTnya gak ada dan lama, tapi napsu bikin jalan yang melayang kemana2 lebih gede.. Menurut saya, jalan layang dan tol yang paling diperlukan itu, cuma jalan khusus dari kawasan industri dan pergudangan ke pelabuhan. Itu di daerah Plumpang Semper Gading jalannya segede ucrit, tapi yang lewat truk-truk kontener tiada henti, yassalaaam...
panitiakurban no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2012, 04:15 AM   #39
nowan
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Posts: 1,226

Sehubungan dengan pembangunan JLNT termasuk rencana pembangunan 6 ruas jalan tol, "si Ahlinye Jakarte" pernah mengatakan seperti ini:

Quote:
Ke depan, kata Fauzi, jalan di Jakarta akan dibangun hingga lima tingkat. Hal ini mencontoh pembangunan jalan yang dilakukan kota-kota besar di dunia seperti, Tokyo dan Shanghai. "Barangkali lima sampai 10 tahun ke depan kita bisa lihat jalan di Jakarta lapis tiga, empat, atau lima, seperti di Tokyo dan Shanghai," katanya.

Dikatakan Fauzi, pertumbuhan jalan di Jakarta tidak mungkin untuk dihentikan. Hal ini untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan yang ada. Saat ini, kata Fauzi, pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 9-11 persen. Karena itu, dirinya mempertanyakan jika pembangunan jalan dihentikan, apakah pertumbuhan kendaraan akan bisa ditekan hingga nol persen.

"Kendaraan di Jakarta ini tumbuh dengan persentase yang sangat tinggi. Ini yang perlu dipertanyakan apakah kalau kita tidak membangun jalan, pertumbuhan kendaraan jadi nol. Silahkan para ahli menjawab itu. Tapi saya kira tidak mungkin kita turunkan menjadi nol, itu yang menyebabkan Jakarta masih harus mengembangkan rasio jalannya," kata Fauzi.

http://www.beritajakarta.com/2008/id...&nNewsId=50418
Padahal yang dikatakan ahli transportasi sebenarnya kan seperti ini:

Quote:
Rencana pembangunan 6 ruas tol dalam kota dinilai tidak akan jadi solusi kemacetan. Hal ini disampaikan oleh Bambang Susantono, wakil menteri perhubungan.

Berapa pun jumlah jalan yang dibuat tidak akan menjawab permasalahan kemacetan. Penambahan jumlah jalan justru akan menambah masalah kemacetan. "Tetap akan terjadi suatu titik kemacetan karena jalan yang ada tidak dapat menampung dan mengatasi kebutuhan," kata Bambang.

Justru yang harus di utamakan adalah memperbesar kapasitas angkutan umum. "Fasilitas umum itu harusnya lebih banyak dari kendaraan pribadi. Saya lihat belum ada keberpihakan pada transportasi umum. Prinsipnya harus seimbang antara membangun jalan dengan mengembangkan kapasitas angkutan."

http://industri.kontan.co.id/news/ke...si-kemacetan-1
Sudah seimbang belum?
nowan no está en línea   Reply With Quote
Old August 22nd, 2012, 05:03 PM   #40
Namewee
Dilarang
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Makassar, Sulawesi Utara
Posts: 9,044

Proyek ini lumayanlah, daripada Jakarta tidak punya jalanan bertingkat-tingkat sama sekali

Lagipula proyek subway, monorel dan penambahan koridor untuk busway tetap lanjut kan??
__________________
Tidak akan pernah maju orang-orang yang tidak objektif
Namewee no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 05:25 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2017, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu