search the site
 daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > General Construction and Development



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old August 26th, 2012, 09:06 AM   #61
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Tjirebon
Posts: 12,302
Likes (Received): 3336

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Bukan membenarkan, tapi SALAH SATU CARA membatasi kendaraan ya bisa dilakukan dengan membatasi ruas jalan. Cara lain banyak, dan itu bisa dilakukan secara bersamaan, seperti ERP, 3 in 1, TDM, Kuota Plat, dll.

Logikanya mudah sekali, kalau bikin ruas jalan utk kapasitas 100, ya pertumbuhan mobil yang lalu lalang dijalur tersebut ya maksimal akan 100 di tahun2 mendatang, tapi ketika kapasitas jalannya ditingkatkan jadi 150 misalnya, ya lama kelamaan juga akan maksimal menjadi 150. Ada penambahan 50 dalam kurun waktu x tahun. Tentunya pergerakannya juga nambah diikuti dengan polusinya, konsumsi BBMnya, dll.

Yang sebenarnya bikin kita bingung adalah: Proyek 2nd Inner Ring Road ini yang plan-nya dimulai sekitar 2010 dan target konstruksi tahun depan (lhat http://rujak.org/2012/07/menggugat-6...lam-kota-baru/) dengan dana Lebih dari Rp 40 T dengan sumber dari APBD. Kok bangun MRT 1 line yang hanya Rp 7 T, itu ngemis2 ke Pusat dan Jepang? Dan prosesnya bertele2. Dari kondisi ini jadi bertanya: DIMANA SKALA PRIORITAS? Apa tidak mengenal namanya SKALA PRIORITAS?

Proyek ini bagus, bagi yang punya mobil pribadi. Bener lho, ini proyek yg indah dan nyaman sekali bagi yang ingin menikmati pemandangan JKT dari dalam mobil.

Tapi buat yang sehari2 naik angkutan umum, adakah efeknya buat Kopaja, Metromini, Angkot yang reyot2, semrawut, kotor, dan rawan tindak kejahatan? Tidak ada! Apakah ada efek buat meningkatkan mobilitas angkutan berat yang membawa barang2 dan jasa? Saya malah curiganya jalan ini diblokir buat kendaraan berat nantinya. So, mengurangi biaya logistik juga kecil kemungkinannya.

Maaf, kesimpulan buat saya: ini proyek ngawur!
Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Setuju. Tapi perlu digarisbawahi lho, pembangunan JLNT dan 2nd Inner Ring Road ini hanya meningkatkan kapasitas koridor2 eksisting, bukan membuat jaringan jalan di koridor2 baru. Padahal yang diperlukan di Jakarta adalah jalan2 arteri koridor baru dengan melingkar / grid yang menembus kawasan pemukiman padat, perumahan, pusat2 industri dan bisnis, sehingga memecah konsentrasi kepadatan kendaraan. Seperti contohnya proyek Jl. Arteri Pondok Indah / Jl. Panjang yang proyeknya dimulai awal 90-an.

Coba perhatikan kawasan selatan Jakarta yang jalur arteri timur Barat - Timur nya hanya mengandalkan Jl. Raya Cipulir - Tendean - MT Haryono dan Jl. TB Simatupang? Tidak ada jalur baru diantara koridor itu membuat jalan arteri kedua tempat tersebut sangat padat! Harusnya ada 3-4 koridor jalan arteri baru lagi. Dan JLNT dan Jalan Layang Tol Dalam kota 2 tidak menjawab kebutuhan hal tersebut, karena JLNT dan JLTDK 2 itu dibagun di koridor eksisting dan sifatnya hanya menggandakan kapasitas koridor eksisting.

Mungkin yang sehari2 lewat Tendean sudah tahu rasanya. Dan memang tidak ada pilihan jalan arteri lain yang sejenis lewat Tendean, kecuali jalan2 kecil / tikus.
Setuju banget sama bang peseg :p

IMO persoalan macet ini kalo saya cenderung melihat dari perspektif yang sedikit beda.

Jarinngan jalan yang banyak bottlenecknya

Apa bottleneck nya ? Banyak! Jalan yang tiba tiba menyempit diujung lah, lebar jalan yang beda2 dalam 1 ruas, dannnn pasar tumpah, angkot ngetem, pusat komersial dimana2. Yang 3 terakhir yang menurut saya akut.

Saya ambil case yang simple ya : JLNT Casablanca.

Tiap hari saya lewat jalan Satrio pagi dan sore, karena kantor saya di sebelah ambas. Tiap pagi dan sore juga itu jalan satrio macett.

Kalo pagi hari, yang sisi ke arah Rasuna Said macet SAMPAI depan Ambassador. Apa sebabnya ? Angkot angkot pada ngetem nurunin penumpang di depan ambas. Itu baru pagi hari. Siang hari, idemtito. Malem hari jam 10, woahh sama aja. Bubaran pegawai ambas bikin macet karena angkot satu kampung ngetem nunggu penumpang.

Di sisi yang sebaliknya, bottlenecknya ada 2. Satu pas di pintu keluar Mega Kuningan ( sebelum CWJ ) dan kalo udah berhasil melewatin MK, masih harus ketemu antrian kendaraan yang macet karena mau belok ke Sudirman ( samping Sampoerna Strategic ). Terutama sore hari, sisi yang ini sering ga bergerak. Dalam 1 taun, Macetnya 365 hari di tahun biasa, dan 366 hari di tahun kabisat. Yah, dikurangin lebaran seminggu deh biar ga dianggap hiperbolis. Oya, itu belum ditambah angkot yang ngetem di depan Mega Kuningan yak.

Trus, apa penyebabnya ? Karena kendaraan dari Brotherland yang buanyak sampe bikin macet sehingga perlu jlnt dari Brotherland sampe Casablanca ? Apa iya tu angkot ga bakal ngetem dan jalanan dibawahnya jadi lancarrrrr ? Apa iya tu kendaraan ga akan stuck di depan Mega Kuningan ? Ga akan stuck di depan Sampoerna Strategic karena adanya JLNT ?

You can call me idiot, karena menurut saya yang dibutuhkan Satrio bukan jalan layang tapi penertiban angkot. As simple as that.

Sekarang JLNT udah dibangun, dan adalagi proyek ini. Kalo misalnya JLNT dan JIUTR ini bisa secantik Shanghai atau Tokyo punya, that would be great. Tapi rasa rasanya feeling saya jadinya akan sperti Tol Wiyoto Wiyono semua.. JLNT Satrio udah keliatan tanda-tandanya.Hahaha.

Selama Astra masih berkuasa ( read : bayar pajak paling gede dan tentu saja pesan pesannya juga gede ), dan belum INKA atau ALSTOM atau BOMBARDIER atau SCOMI yang berkuasa ( impossible :p ), maju terus pembangunan jalan tol di Jakarta ! Saya dukung dengan tidak sepenuh hati ! Eh, dengan tidak pakai hati !

Hidup skala prioritas, hidup pengendara mobil pribadi ! Hidup foke, jangan dicoblos biar fotonya tetep bagus !
AceN no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
Old August 26th, 2012, 05:34 PM   #62
hildalexander
Separuh Aku Dirimu
 
hildalexander's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: in your heart
Posts: 7,207
Likes (Received): 1462

Quote:
Originally Posted by AceN

Setuju banget sama bang peseg :p

IMO persoalan macet ini kalo saya cenderung melihat dari perspektif yang sedikit beda.

Jarinngan jalan yang banyak bottlenecknya

Apa bottleneck nya ? Banyak! Jalan yang tiba tiba menyempit diujung lah, lebar jalan yang beda2 dalam 1 ruas, dannnn pasar tumpah, angkot ngetem, pusat komersial dimana2. Yang 3 terakhir yang menurut saya akut.

Saya ambil case yang simple ya : JLNT Casablanca.

Tiap hari saya lewat jalan Satrio pagi dan sore, karena kantor saya di sebelah ambas. Tiap pagi dan sore juga itu jalan satrio macett.

Kalo pagi hari, yang sisi ke arah Rasuna Said macet SAMPAI depan Ambassador. Apa sebabnya ? Angkot angkot pada ngetem nurunin penumpang di depan ambas. Itu baru pagi hari. Siang hari, idemtito. Malem hari jam 10, woahh sama aja. Bubaran pegawai ambas bikin macet karena angkot satu kampung ngetem nunggu penumpang.

Di sisi yang sebaliknya, bottlenecknya ada 2. Satu pas di pintu keluar Mega Kuningan ( sebelum CWJ ) dan kalo udah berhasil melewatin MK, masih harus ketemu antrian kendaraan yang macet karena mau belok ke Sudirman ( samping Sampoerna Strategic ). Terutama sore hari, sisi yang ini sering ga bergerak. Dalam 1 taun, Macetnya 365 hari di tahun biasa, dan 366 hari di tahun kabisat. Yah, dikurangin lebaran seminggu deh biar ga dianggap hiperbolis. Oya, itu belum ditambah angkot yang ngetem di depan Mega Kuningan yak.

Trus, apa penyebabnya ? Karena kendaraan dari Brotherland yang buanyak sampe bikin macet sehingga perlu jlnt dari Brotherland sampe Casablanca ? Apa iya tu angkot ga bakal ngetem dan jalanan dibawahnya jadi lancarrrrr ? Apa iya tu kendaraan ga akan stuck di depan Mega Kuningan ? Ga akan stuck di depan Sampoerna Strategic karena adanya JLNT ?

You can call me idiot, karena menurut saya yang dibutuhkan Satrio bukan jalan layang tapi penertiban angkot. As simple as that.

Sekarang JLNT udah dibangun, dan adalagi proyek ini. Kalo misalnya JLNT dan JIUTR ini bisa secantik Shanghai atau Tokyo punya, that would be great. Tapi rasa rasanya feeling saya jadinya akan sperti Tol Wiyoto Wiyono semua.. JLNT Satrio udah keliatan tanda-tandanya.Hahaha.

Selama Astra masih berkuasa ( read : bayar pajak paling gede dan tentu saja pesan pesannya juga gede ), dan belum INKA atau ALSTOM atau BOMBARDIER atau SCOMI yang berkuasa ( impossible :p ), maju terus pembangunan jalan tol di Jakarta ! Saya dukung dengan tidak sepenuh hati ! Eh, dengan tidak pakai hati !

Hidup skala prioritas, hidup pengendara mobil pribadi ! Hidup foke, jangan dicoblos biar fotonya tetep bagus !
hahahahahaha...... Entah kenapa itu Ciputra tidak protes, heran deh...padahal bikin kacau masterplannya


Oya artikel di rujak.org itu sebetulnya hasil pemikiran dari Faisal Basrie yg berdiskusi dgn tim sukses dan partisipannya yg kebetulan difasilitasi oleh pentolan ruang Jakarta, Elisa Tanujaya dan Marco Kusumawijaya yg dua-duanya merupakan pakar urban Development.....
__________________
... the most beautiful way to fall in love with life is falling in love with you ...
hildalexander no está en línea   Reply With Quote
Old August 27th, 2012, 04:59 AM   #63
TFM1
Registered User
 
Join Date: Oct 2011
Location: makassar, bogor, tangerang selatan, jakarta
Posts: 10,105
Likes (Received): 692

segera bangun,,, supaya yg punya mobil pada lewat jalan tol... dan para pengguna motor bisa sedikit bernapas di jalan non tol...

saya sangat setuju ini dibangun, namun jangan sampe menghentikan proyek2 Transportasi Umum...

saya lihat disana ada penambahan jalur kereta, ada monorel/MRT dan penambahan koridor busway menggunakan jalan tol nya...

keren...!!!
__________________
^_^
TFM1 no está en línea   Reply With Quote
Old August 27th, 2012, 05:59 AM   #64
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Tjirebon
Posts: 12,302
Likes (Received): 3336

Quote:
Originally Posted by hildalexander View Post
hahahahahaha...... Entah kenapa itu Ciputra tidak protes, heran deh...padahal bikin kacau masterplannya


Oya artikel di rujak.org itu sebetulnya hasil pemikiran dari Faisal Basrie yg berdiskusi dgn tim sukses dan partisipannya yg kebetulan difasilitasi oleh pentolan ruang Jakarta, Elisa Tanujaya dan Marco Kusumawijaya yg dua-duanya merupakan pakar urban Development.....
Bukannya Ciputra juga ada titipan ke Wiriyatmoko juga mam soal JLNT Satrio ? hehehehehe

Ahh, i see i see. Thanks mamee
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2012, 07:20 AM   #65
nowan
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Posts: 1,226

Quote:
Originally Posted by typhoonbringer View Post
jadi ini seperti amblesiyah fallacy ya, dimana tol dan angkutn umum adalah komplementer bukan subtitusi
Betul mas.. jalan (tol) itu prasarana, sedangkan angkutan umum itu sarana. Sampai kapan pun tidak bisa saling substitusi
Angkutan umum butuh jalan? Pasti..

Quote:
Originally Posted by skyscrapped View Post
...
Kalau dua-duanya dijalankan bersamaan malah akan membuat progres keduanya lambat. Lebih baik fokus di satu yg jadi prioritas, total football dijadiin dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
...
Benar.. itu juga sering terjadi di negara-negara maju.

Quote:
Originally Posted by TFM1 View Post
segera bangun,,, supaya yg punya mobil pada lewat jalan tol... dan para pengguna motor bisa sedikit bernapas di jalan non tol...
Setuju!... Tapi, itu mobil2 jangan turun ya, muter2 aja di atas... hehe.
nowan no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2012, 07:31 AM   #66
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,279
Likes (Received): 1134

Quote:
Originally Posted by skyscrapped View Post
Coba dilihat dari perspektif alokasi anggaran berdasarkan PRIORITAS.

Anggaran yang ada kan terbatas, jadi harus milih mana dulu yang diprioritaskan: Jalan Tol atau Public Transport?

Kalau dua-duanya dijalankan bersamaan malah akan membuat progres keduanya lambat. Lebih baik fokus di satu yg jadi prioritas, total football dijadiin dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Menurut saya yang lebih layak DIPRIORITASKAN dengan anggaran yang terbatas seperti saat ini adalah PUBLIC TRANSPORT.

nuff said
Sedikit meluruskan .... Public Transport itu tidak murah, Jalan raya relatif terjangkau. Lebih murah lagi, karena BBM dan Kendaraan kan jadi tanggung jawab yang mau 'bergerak'. Bukan tanggung jawab pemerintah. Yang salah ya kalau pemerintah sok-sokan mau mensubsidi BBM.

Jadi dengan anggaran terbatas, jelas Jalan Raya memang harus jadi solusi. Mau mengembangkan public transport, tapi tanggung jawab terhadap pengembangan jalan raya belum terpenuhi. Sama saja bohong. Kota-kota seperti New York dan Tokyo saja setidaknya sudah punya kadar jalan raya yang lebih tinggi dari Jakarta. UNLESS keadaan kita bener-bener ekstrem kayak HONG KONG. Yang perlu solusi CUTTING EDGE gimana gitu.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2012, 07:33 AM   #67
ChibaTadayoshi
Penikmat Arsitektur
 
ChibaTadayoshi's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Posts: 3,703
Likes (Received): 1244

Yang salah dengan sistem jalan tol ini adalah sebetulnya jalannya ngga nambah sama sekali. Jalan di Jakarta yang katanya sempit itu ya tetep segitu-gitu aja. Iya betul katakan saja anda bisa masuk area dalam kota lebih cepat dari daerah pinggiran, tapi selama kantor/tempat tujuan anda tidak nyambung langsung dgn jalan tol layang tsb, maka anda akan kembali masuk ke jalan-jalan arteri yang sekarang akan semakin padat karena mobil akan semakin cepat masuk kedalam kota bersaing dengan kendaraan yang asli dari dalam kota.
Pemerintah DKI harusnya memikirkan bagaimana caranya agar mengurangi masuknya kendaraan dari daerah pinggir ke tengah kota, bukannya berusaha mempercepat masuknya kendaraan dari pinggir ke tengh kota. Caranya ya dengan memperbaiki transportasi umum.

Harapan Jalan Tol Layang akan dibangun bersamaan dengan sistem transportasi umum ngga mungkin kesampaian. Duit dari mana? JLNT yang pendek aja abis 700Milyar. Kalau Pemda DKI sekaya itu harusnya JLNT bisa dibangun berbarengan dgn proyek Busway layang.

Belum lagi mau semrawut berapa lama? Liat aja proyek di Casablanca. Mau jalan kacau kayak gitu diseluruh Jakarta selama bertahun-tahun?
ChibaTadayoshi no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2012, 07:47 AM   #68
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,279
Likes (Received): 1134

Quote:
Originally Posted by ChibaTadayoshi View Post
Yang salah dengan sistem jalan tol ini adalah sebetulnya jalannya ngga nambah sama sekali. Jalan di Jakarta yang katanya sempit itu ya tetep segitu-gitu aja. Iya betul katakan saja anda bisa masuk area dalam kota lebih cepat dari daerah pinggiran, tapi selama kantor/tempat tujuan anda tidak nyambung langsung dgn jalan tol layang tsb, maka anda akan kembali masuk ke jalan-jalan arteri yang sekarang akan semakin padat karena mobil akan semakin cepat masuk kedalam kota bersaing dengan kendaraan yang asli dari dalam kota.
Pemerintah DKI harusnya memikirkan bagaimana caranya agar mengurangi masuknya kendaraan dari daerah pinggir ke tengah kota, bukannya berusaha mempercepat masuknya kendaraan dari pinggir ke tengh kota. Caranya ya dengan memperbaiki transportasi umum.

Harapan Jalan Tol Layang akan dibangun bersamaan dengan sistem transportasi umum ngga mungkin kesampaian. Duit dari mana? JLNT yang pendek aja abis 700Milyar. Kalau Pemda DKI sekaya itu harusnya JLNT bisa dibangun berbarengan dgn proyek Busway layang.

Belum lagi mau semrawut berapa lama? Liat aja proyek di Casablanca. Mau jalan kacau kayak gitu diseluruh Jakarta selama bertahun-tahun?
Menghubungkan kawasan 'pinggir kota' atau 'Jakarta Coret' itu kerjaan berat. Gubernur DKI dan PEMKAB/PEMKOT di sekitaran harus mau duduk bersama dan tidak egois. Sampai hari ini aja PEMPROV DKI masih ada 'clash' dengan PEMKAB BOGOR soal angkutan Kabupaten Bogor yang cuman boleh sampai Kampung Rambutan. Cawang is a NO NO.

Sy rasa dengan Tangerang juga ada masalah serupa, yang mana angkutan kabupaten cuman boleh sampai Kalideres, Grogol is a NO NO. Apalagi Senen EXCLUSIVE for angkutan DKI :P

Harus ada pihak di Pemerintah Pusat yang bekerja keras untuk 'menyatukan' hal ini.

Kesalahan persepsi soal 'Jalan Tol' adalah karena hanya akan dipakai untuk mobil pribadi saja. Padahal Jalan Tol bisa dipakai Bus juga . Dengan aturan dan regulasi bisa saja diterapkan THREE-IN-ONE di Jalan Tol.

Kenapa begitu susah mengakui kalau Jalan di Jakarta itu memang kurang adanya??? Buktinya ada kok, toh sekarang Three-In-One aja tetap macet. Artinya, kan memang bukan hanya mobil yang makin banyak. Tapi memang jalannya kurang . Tapi, sekali lagi Jalan Raya tidak hanya dipakai untuk mobil yang akan berangkat ke tempat kerja. Tapi juga sektor bisnis yang bergerak secara fleksibel, seperti Tukang AC atau Tukang Reparasi Lemari, Ambulans. Kita tidak bisa berekspektasi semua orang harus kerja di Kantor. Dan semua orang harus bekerja di CBD ??? Klaau trilyunan habis untuk PUBLIC TRANSPORT. Maka masyarakat yang gak kerja di sektor 'lucrative' di kawasan CBD tergadai donk haknya. Oke, pemerintah mungkin SUATU HARI nanti akan membangun public transport di kawasan seperti ini. Tapi dengan anggaran yang besar ya SUATU HARI bisa akan berubah menjadi SUATU BULAN atau SUATU TAHUN.

Dengan dana yang dikeluarkan untuk Jalan Raya, timeframe yang diperlukan bisa jadi malah lebih pendek sampai pada akhirnya pembangunan infrastruktur bisa menyentuh kalangan non-CBD.

Solusinya sih bangun dua-duanya SIMULTAN. Yang ada di CBD ya perlu PUBLIC TRANSPORT, yang lain-lain tetap masih perlu Jalan Raya.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.

Last edited by rilham2new; August 28th, 2012 at 07:53 AM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old August 28th, 2012, 10:41 AM   #69
ChibaTadayoshi
Penikmat Arsitektur
 
ChibaTadayoshi's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Posts: 3,703
Likes (Received): 1244

Jadi benerkan? masalahnya adalah hubungan daerah ke tengah kota. Jika Pemda bisa membuat warga jakarta coret cukup naik kendaraan umum maka kendaraan pribadi yang masuk kota akan berkurang

Ide jalan tol juga bisa untuk bus kota kontradiksi ama masalah pemda vs pemda. jika bus daerah tetap tidak bisa masuk jakarta, maka pemakai jalan tol akan tetap kendaraan pribadi.
.
Ujung-ujungnya hanya masalah aturan dan regulasi dgn bumbu keegoisan yg sangat banyak.

Kalau masalahnya jalan arteri dalam kota ya tambah jalan arteri dalam kota atau dilebarkan. Kalau hanya jalan tol yang ditambah sama saja menambahkan gula ke segelas air terus menerus, lama-lama jenuh dan tidak bisa larut lagi.

Lagian, emang public transport hanya akan melayani CBD?
Jika ada transportasi publik yang bisa membawa orang dari jakarta coret sampai tengah kota, sudah pasti sepanjang jalur yang dilalui akan terlayani juga bukan? Pembangunan infrastruktur jelas mencapai daerah pinggiran.

Kenyataannya jalan paling macet adalah waktu pulang dan berangkat kerja, artinya pemakai utama jalan raya orang kantoran, bukan pekerja dgn jam kerja flexible.
ChibaTadayoshi no está en línea   Reply With Quote
Old August 29th, 2012, 05:06 AM   #70
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 32,279
Likes (Received): 1134

Quote:
Originally Posted by ChibaTadayoshi View Post
Lagian, emang public transport hanya akan melayani CBD?
Jika ada transportasi publik yang bisa membawa orang dari jakarta coret sampai tengah kota, sudah pasti sepanjang jalur yang dilalui akan terlayani juga bukan? Pembangunan infrastruktur jelas mencapai daerah pinggiran.

.
Dari banyak kejadian di negara maju. PUBLIC TRANSPORT hampir selalu IN FAVOUR of Development di kawasan CBD atau kawasan komersial dengan kepadatan 'tinggi'. Untuk Masyarakat yang tinggal di suburb dan bekerja di suburb, Public transport sebenarnya sangat redundant.

Lagipula, memang tidak benar kalau semua pembangunan atau approach mau diarahkan ke Public Transport.

Jaringan jalan yang ada sekarang bukan hanya untuk bergerak ke pusat kota/CBD. Tapi juga CITY CROSSING Barat-Timur-Utara Selatan.

Coba deh bayangkan dengan pola Jalan Tol sekarang, Jalan Tol untuk bergerak Barat-Timur (jalur Pluit-Cawang) itu tidak semuanya diisi trafik ke arah CBD. Tapi juga orang yang mau CROSSING ke sisi Timur/Barat Jakarta. Tapi karena akibat Jalan Tol tadi tidak ada alternatif, mau tidak mau harus lewat CBD. Ya akibatnya macet lah dia.

Padahal kalau jalur alternatif bebas hambatannya banyak, tentu sangat memudahkan pihak-pihak yang pola pergerakannya NON-CBD.

Di kota yang jaringan jalan raya yang bagus, masyarakat tidak bekerja di sektor lukratif di CBD, tapi mereka mengembangkan jiwa kewirausahaan nya sendiri. Bayangkan kalau jalan raya cukup, dan saya seorang konsultan. Berapa banyak klien yang bisa saya jumpai setiap hari? Atau sy seorang teknisi peralatan telekomunikasi dan perlu membawa peralatan berat saya. Bayangkan kalau jalan raya bagus maka usaha saya bisa berkembang, jangkauan bisnis sy meluas. Atau sy punya usaha Catering, Sedot WC, Cleaning Service.

Inilah kenapa di negara-negara barat yang Kotanya mengacu 'Jalan Raya'. Masyarakat yang SELF-EMPLOYED, punya bisnis sendiri dan MOBILE sangat tinggi. Mereka terbantu dengan infrastruktur Jalan Raya.

Transportasi umum akan membuat penataan kota terpusat, dan pada akhirnya mengarahkan orang untuk bekerja secara massal ke SATU KANTOR/SATU GEDUNG. Dan dalam jangka panjang itu tidak baik dalam pengembangan Kewirausahaan dan UKM.
__________________
Been in SSC for 10 years now. I'm old.

Last edited by rilham2new; August 29th, 2012 at 05:11 AM.
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old September 4th, 2012, 06:10 PM   #71
Tonis
Registered User
 
Join Date: Jul 2012
Posts: 75
Likes (Received): 11

Sepertinya ada kabar buruk tentang proyek ini.....
Berita dari bursa saham....

Tapi kok di berita ini disebutkan panjang jalan tol-nya 194 Km ya....?? Apa proyek jalan tol-nya beda dari proyek tol di thread ini....???

Bingung saya....


Quote:
JAKARTA. UBS memangkas rekomendasi saham untuk PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dari beli ke netral. Pemangkasan ini mengacu pada valuasi JSMR yang lebih rendah plus penundaan beberapa proyek perusahaan.

“Kami memperkirakan penyelesaian salah satu proyek terpenting Jasa Marga, Jakarta Outer Ring Road 2, tertunda. Dari awal tahun sampai hari ini, akuisisi lahan masih 1%,” kata analis UBS Tim Alamsyah dalam laporan risetnya Selasa (4/9).

Ia memperkirakan proyek tol sepanjang 194 km itu baru akan rampung tahun 2017, mundur dari perkiraan awal di tahun 2016.
UBS memangkas target harga JSMR dari Rp 6.250 ke Rp 6,150. Broker itu juga menurunkan estimasi pertumbuhan laba JSMR untuk tahun 2012-2015 sebesar 10,6% menjadi 28%.
Hingga pukul 15.14 WIB, saham operator tol pemerintah itu turun 0,87% ke level Rp 5.700.
Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/u...ikan-beli-jsmr
Tonis no está en línea   Reply With Quote
Old September 4th, 2012, 10:11 PM   #72
KimFung
Registered User
 
Join Date: Mar 2009
Posts: 219
Likes (Received): 56

Quote:
Originally Posted by Tonis View Post
Sepertinya ada kabar buruk tentang proyek ini.....
Berita dari bursa saham....

Tapi kok di berita ini disebutkan panjang jalan tol-nya 194 Km ya....?? Apa proyek jalan tol-nya beda dari proyek tol di thread ini....???

Bingung saya....




Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/u...ikan-beli-jsmr
antara Inner dan Outer, dari tulisannya saja sudah jelas2 beda... kok bingung bung?
KimFung no está en línea   Reply With Quote
Old September 5th, 2012, 03:26 PM   #73
Tonis
Registered User
 
Join Date: Jul 2012
Posts: 75
Likes (Received): 11

Quote:
Originally Posted by KimFung View Post
antara Inner dan Outer, dari tulisannya saja sudah jelas2 beda... kok bingung bung?
Iya betul, saya kira sama proyek jalan tol-nya, maaf....

Saya sudah lihat video Waterfront City Jakarta di thread lain dan memang beda lagi proyek tol-nya.....
Tonis no está en línea   Reply With Quote
Old September 8th, 2012, 01:05 PM   #74
tollfreak
Valid User
 
tollfreak's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta
Posts: 1,856
Likes (Received): 9

Quote:
Originally Posted by peseg5 View Post
Setuju. Tapi perlu digarisbawahi lho, pembangunan JLNT dan 2nd Inner Ring Road ini hanya meningkatkan kapasitas koridor2 eksisting, bukan membuat jaringan jalan di koridor2 baru. Padahal yang diperlukan di Jakarta adalah jalan2 arteri koridor baru dengan melingkar / grid yang menembus kawasan pemukiman padat, perumahan, pusat2 industri dan bisnis, sehingga memecah konsentrasi kepadatan kendaraan. Seperti contohnya proyek Jl. Arteri Pondok Indah / Jl. Panjang yang proyeknya dimulai awal 90-an.

Coba perhatikan kawasan selatan Jakarta yang jalur arteri timur Barat - Timur nya hanya mengandalkan Jl. Raya Cipulir - Tendean - MT Haryono dan Jl. TB Simatupang? Tidak ada jalur baru diantara koridor itu membuat jalan arteri kedua tempat tersebut sangat padat! Harusnya ada 3-4 koridor jalan arteri baru lagi. Dan JLNT dan Jalan Layang Tol Dalam kota 2 tidak menjawab kebutuhan hal tersebut, karena JLNT dan JLTDK 2 itu dibagun di koridor eksisting dan sifatnya hanya menggandakan kapasitas koridor eksisting.

Mungkin yang sehari2 lewat Tendean sudah tahu rasanya. Dan memang tidak ada pilihan jalan arteri lain yang sejenis lewat Tendean, kecuali jalan2 kecil / tikus.
Jalan2 itu masih mending minimal 2x2 jalur dan minim bottleneck. Coba di selatan contoh korridor timur-barat pertama dari arah TB simatupang di Jakarta Selatan. Kesehatan Raya-Deplu Raya-Gd Hijau Raya-Terogong-Cipete Raya-Jeruk Purut hingga ke Pejaten. Dari ujung ke ujung didominasi oleh jalan 1x1 jalur dan banyak bottleneck, khususnya dari terogong ke cipete harus masuk ke jalan fatmawati lalu belok kanan. Selancar-lancarnya rute ini, minimal 45 menit lah untuk pergi dari ujung ke ujung.

Bandingkan dengan jalan-jalan arterial kawasan di negara2 tetangga, biasanya minimal 3x3 jalur

Masalahnya di Jakarta, lahan untuk mengekspansi ruas jalan2 ini agak ribet, apalagi melihat lingkungan sekitar korridor timur-barat yg di sebut di post ini sudah padat dan melewati daerah-daerah dengan tanah yang harga per meternya bisa dibilang tertinggi di Jakarta.


Quote:
Originally Posted by AceN View Post
Setuju banget sama bang peseg :p

IMO persoalan macet ini kalo saya cenderung melihat dari perspektif yang sedikit beda.

Jarinngan jalan yang banyak bottlenecknya

Apa bottleneck nya ? Banyak! Jalan yang tiba tiba menyempit diujung lah, lebar jalan yang beda2 dalam 1 ruas, dannnn pasar tumpah, angkot ngetem, pusat komersial dimana2. Yang 3 terakhir yang menurut saya akut.

Saya ambil case yang simple ya : JLNT Casablanca.

Tiap hari saya lewat jalan Satrio pagi dan sore, karena kantor saya di sebelah ambas. Tiap pagi dan sore juga itu jalan satrio macett.

Kalo pagi hari, yang sisi ke arah Rasuna Said macet SAMPAI depan Ambassador. Apa sebabnya ? Angkot angkot pada ngetem nurunin penumpang di depan ambas. Itu baru pagi hari. Siang hari, idemtito. Malem hari jam 10, woahh sama aja. Bubaran pegawai ambas bikin macet karena angkot satu kampung ngetem nunggu penumpang.

Di sisi yang sebaliknya, bottlenecknya ada 2. Satu pas di pintu keluar Mega Kuningan ( sebelum CWJ ) dan kalo udah berhasil melewatin MK, masih harus ketemu antrian kendaraan yang macet karena mau belok ke Sudirman ( samping Sampoerna Strategic ). Terutama sore hari, sisi yang ini sering ga bergerak. Dalam 1 taun, Macetnya 365 hari di tahun biasa, dan 366 hari di tahun kabisat. Yah, dikurangin lebaran seminggu deh biar ga dianggap hiperbolis. Oya, itu belum ditambah angkot yang ngetem di depan Mega Kuningan yak.

Trus, apa penyebabnya ? Karena kendaraan dari Brotherland yang buanyak sampe bikin macet sehingga perlu jlnt dari Brotherland sampe Casablanca ? Apa iya tu angkot ga bakal ngetem dan jalanan dibawahnya jadi lancarrrrr ? Apa iya tu kendaraan ga akan stuck di depan Mega Kuningan ? Ga akan stuck di depan Sampoerna Strategic karena adanya JLNT ?

You can call me idiot, karena menurut saya yang dibutuhkan Satrio bukan jalan layang tapi penertiban angkot. As simple as that.

Sekarang JLNT udah dibangun, dan adalagi proyek ini. Kalo misalnya JLNT dan JIUTR ini bisa secantik Shanghai atau Tokyo punya, that would be great. Tapi rasa rasanya feeling saya jadinya akan sperti Tol Wiyoto Wiyono semua.. JLNT Satrio udah keliatan tanda-tandanya.Hahaha.

Selama Astra masih berkuasa ( read : bayar pajak paling gede dan tentu saja pesan pesannya juga gede ), dan belum INKA atau ALSTOM atau BOMBARDIER atau SCOMI yang berkuasa ( impossible :p ), maju terus pembangunan jalan tol di Jakarta ! Saya dukung dengan tidak sepenuh hati ! Eh, dengan tidak pakai hati !

Hidup skala prioritas, hidup pengendara mobil pribadi ! Hidup foke, jangan dicoblos biar fotonya tetep bagus !
sangat setuju dengan yang di bold
tollfreak no está en línea   Reply With Quote
Old September 8th, 2012, 02:05 PM   #75
project-consultant
Registered User
 
project-consultant's Avatar
 
Join Date: May 2012
Posts: 287
Likes (Received): 42

asal tau aja itu utk proyek Tol Jorr 2 kunciran serpong...itu pembebasan lahannya bertele tele yang which is rumah gwe kena proyek itu...dulu kita sepakat ditawari 3jt/meter sekarang turun jadi 1jt/meter....ckckck parah...kayak gitu kita dibilang jangan menghalangi pembangunan...
project-consultant no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2012, 04:05 AM   #76
aan_mustafa
javaegyptian
 
aan_mustafa's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 4,051
Likes (Received): 2141

Quote:
Originally Posted by project-consultant
asal tau aja itu utk proyek Tol Jorr 2 kunciran serpong...itu pembebasan lahannya bertele tele yang which is rumah gwe kena proyek itu...dulu kita sepakat ditawari 3jt/meter sekarang turun jadi 1jt/meter....ckckck parah...kayak gitu kita dibilang jangan menghalangi pembangunan...
Tawaran pertama 3jt/m mungkin provokasi dr makelar tanah. NJOP nya brp sekitar situ?
Kerjaan makelar seperti itu, misal NJOP awal 1jt/m setelah terdengar ada proyek masuklah makelar dan mempengaruhi pemilik lahan. Sambil mengeruk keintungan. Masalah klasik.
__________________

GUE PRIBUMI, ADA YANG SALAH?

Pribumi :
semua warga negara yang cinta & setia dengan Bangsanya (meskipun keturunan)

"I'm just an Indonesian who strive so hard to be proud of this great nation in any way possible"
aan_mustafa no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2012, 11:13 AM   #77
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Ich liebe Deutschland
Posts: 10,999
Likes (Received): 894

Sorry sebelumnya kalau salah thread, bingung mo naruh di mana.
Kemarin lewat kali malang and nampak bagian dari tiang2 jalan layang yang dah ada tuh bagian bawahnya lagi bersihin, sekitaran sesudah belokan pondok gede kalau arah ke bekasi..
Dengar2 proyek neh dah mo di lanjutkan kembali ya??

Uploaded with ImageShack.us

Uploaded with ImageShack.us
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2012, 01:46 PM   #78
givary98
Registered User
 
Join Date: Mar 2012
Posts: 421
Likes (Received): 40



tol kalimalang yah?

padahal lokasinya SEJAJAR dgn tol cikampek..
__________________
Support These Airports into World-Class Airports!

Kuala Namu Intl (Medan) | Juanda Intl (Surabaya) | Ngurah Rai Intl (Bali)
Sultan Hasanuddin Intl (Makassar) | Sepinggan Intl (Balikpapan)

INDONESIA
------------------------------------------------------
givary98 no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2012, 01:48 PM   #79
Wicak_15
My (Future) Girlfriend
 
Join Date: Jan 2010
Location: Jakarta
Posts: 4,117
Likes (Received): 2016

Quote:
Originally Posted by Ocean One View Post
Sorry sebelumnya kalau salah thread, bingung mo naruh di mana.
Kemarin lewat kali malang and nampak bagian dari tiang2 jalan layang yang dah ada tuh bagian bawahnya lagi bersihin, sekitaran sesudah belokan pondok gede kalau arah ke bekasi..
Dengar2 proyek neh dah mo di lanjutkan kembali ya??

Uploaded with ImageShack.us

Uploaded with ImageShack.us
Kayaknya sudah mulai dilanjutkan tuh. Kelihatan bekas pekerjaan Land Clearing-nya.
Wicak_15 no está en línea   Reply With Quote
Old September 9th, 2012, 03:03 PM   #80
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Ich liebe Deutschland
Posts: 10,999
Likes (Received): 894

Kayaknya seh bro. Land clearingnya dah lumayan panjang juga dan masih terus di bersihkan..

Mudah2n aja bisa segera di lanjutkan neh proyek..
Ocean One no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 09:19 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2017, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu