search the site
 daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > General Construction and Development



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old September 27th, 2012, 06:01 PM   #101
galaxy358
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 79
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by aan_mustafa View Post
Toll 6 ruas Dalam Kota,
Bukannya akan dievalusai (terancam batal) ditangan Jokowi?





Nahhh mending seperti ini.
Mungkin batal mungkin tidak, tapi mengingat ini adalah proyek pemerintah pusat bukan daerah bahkan menteri PU akan ikut turun tangan, berarti proyek ini sangat dinanti-nati..

Tapi kelanjutan nya kita tidak tahu, tunggu saja tanggal main-nya.
galaxy358 no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
Old October 1st, 2012, 04:36 PM   #102
utomo
Registered User
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 719
Likes (Received): 33

Quote:
Originally Posted by rilham2new View Post
Dari segi desain sudah Barat-Timur dan Utara-Selatan kok ...

Tapi titik pertemuannya tidak mungkin dibuat TUNGGAL... Nanti terjadi kemacetan kronis (Contoh PARAH ... CAWANG).

Jadi daripada titik pertemuan Barat-Timur dan Utara-Selatan tadi dibuat TUNGGAL, lebih baik dibuat LOOP atau Lingkar-Mini saja .... Intinya jadi semacam Interchange Raksasa (sort-of).
menurut saya agak ruwet dan kurang efisien.

teman teman, coba yuk bikin coret coret kira kira menurut teman teman harusnya seperti apajalan tol/ jalur MRT/ monorail menurut teman teman

siapa tahu nanti di baca/ dilihat jokowi/ ahok
utomo no está en línea   Reply With Quote
Old October 3rd, 2012, 04:05 AM   #103
VRS
Registered User
 
VRS's Avatar
 
Join Date: Jun 2006
Location: Jakarta
Posts: 45,533
Likes (Received): 10523

I remember i was saw gathering photo members solo together with jokowi in event, long time ago, perhaps jokowi still remember scci ?
VRS no está en línea   Reply With Quote
Old October 3rd, 2012, 05:38 AM   #104
SEIBA
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 5
Likes (Received): 0

tol tol dan flayover ampe terbang kali ya

Indonesia jadi lahan konsumen mobil, terbukti dengan di bangunnya tol terus. Padahal sebanyak apa pun tol dibangun jakarta pasti akan macet dan macetttt terus macet lagi ampe ujungan ketemu macet lagi, karena tiap individu pakai kendaraan pribadi untuk beraktivitas.

seharusnya lahan tol tersebut di bangun akses jalan kendaraan massal (mass transportation) kereta listrik moderen MRT.

Contoh Beda banget pengembangan kota di Thailand. Pada saat berlibur disana kami terkaget-kaget. di sana kota bangkok udah ada kereta monorail melingkari kota. sekarang sedang pembangunan subway. Rencana pengembangan kotanya sudah tidak membangun tol tapi kendaraan transportasi massal.

Thailand memproduksi mobil nga laris tuh di jual di negaranya . semuanya di impor yg paling banyak ke indonesia (faktanya).

Nagara maju, jepang, china, bahkan tetangga kita malaysia mmm transportasi massalnya sudah bagus.

Pola pikir Kita seharusnya berubah melihat pengembangan kota-kota besar negara lain.

INDONESIA BISA KOK JADI YANG TERBAIK ASAL GENERASI MUDANYA MAU BERLAJAR, SETELAH BERLAJAR DARI ASING HARUS ROYAL KEPADA NEGARA
SEIBA no está en línea   Reply With Quote
Old October 3rd, 2012, 07:03 AM   #105
galaxy358
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 79
Likes (Received): 3

Thailand banyak ekspor mobil ya karena memang penduduk nya jauh lebih sedikit dripada Indonesia, perlu diingat bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk terbanyak ke-4 di duniaa, Thailand cuman 1/4 nya yaitu 60 jutaan orang. Secara rasio juga penjualan mobil di Indonesia dibagi dengan jumlah penduduk dibanding negara lain masih rendah (Thailand produksi 800 ribu mobil, penduduk 66 juta. Indonesia produksi 950rb mobil, penduduk 250 juta. Amerika produksi 15 juta mobil, penduduk 300 juta). Jakarta dan sekitarnya (bodetabek) populasi nya hampir 30 juta, angka ini menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota terbesar di dunia berdasarkan populasi. Ya tidak bisa disamakan dengan kota lain-nya. Penyebab macet adalah minim nya infrastruktur jalan dan transportasi publik yg kurang baik. Secara rasio, menurut menteri PU, rasio jalan trhdp area di Jakarta baru 10%, padahal kota macam Shanghai dan Tokyo sudah 20-25%. Didukung juga oleh minim nya infrastruktur transportasi publik, maka macet setiap saat. Jadi ya solusi nya harus pembangunan MRT dan jalan baru.. Suka tidak suka hanya mengandalkan transportasi umum pun juga pasti jalanan tetap macet selama infrastruktur jalan minim. Bahkan di Beijing yang jalan nya luar biasa panjang dan besar (bisa 16 jalur) dan memilki 15 jalur MRT!! juga ada macet, tetapi hanya saat jam pergi kantor saja..
galaxy358 no está en línea   Reply With Quote
Old October 3rd, 2012, 11:00 PM   #106
typhoonbringer
Registered User
 
Join Date: Jul 2009
Posts: 2,436
Likes (Received): 71

seperti yang banyak sudah dipost di thread thread lainya, jalanan dan MRT itu komplementer, bukan subtitusi
typhoonbringer no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2012, 03:03 AM   #107
nowan
Registered User
 
Join Date: Sep 2009
Posts: 1,226

Quote:
Originally Posted by galaxy358 View Post
Mungkin batal mungkin tidak, tapi mengingat ini adalah proyek pemerintah pusat bukan daerah bahkan menteri PU akan ikut turun tangan, berarti proyek ini sangat dinanti-nati..

Tapi kelanjutan nya kita tidak tahu, tunggu saja tanggal main-nya.
Kelihatannya lanjut.. SK pendukungnya sudah ditandatangani menPU beberapa hari lalu.

Quote:
Originally Posted by utomo View Post
menurut saya agak ruwet dan kurang efisien.

teman teman, coba yuk bikin coret coret kira kira menurut teman teman harusnya seperti apajalan tol/ jalur MRT/ monorail menurut teman teman

siapa tahu nanti di baca/ dilihat jokowi/ ahok
Corat-coretnya berdasarkan apa?
Punya data-data pendukung? Analisis distribusi perjalanan (asal-tujuan) misalnya?

Quote:
Originally Posted by galaxy358 View Post
Thailand banyak ekspor mobil ya karena memang penduduk nya jauh lebih sedikit dripada Indonesia, perlu diingat bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk terbanyak ke-4 di duniaa, Thailand cuman 1/4 nya yaitu 60 jutaan orang. Secara rasio juga penjualan mobil di Indonesia dibagi dengan jumlah penduduk dibanding negara lain masih rendah (Thailand produksi 800 ribu mobil, penduduk 66 juta. Indonesia produksi 950rb mobil, penduduk 250 juta. Amerika produksi 15 juta mobil, penduduk 300 juta). Jakarta dan sekitarnya (bodetabek) populasi nya hampir 30 juta, angka ini menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota terbesar di dunia berdasarkan populasi. Ya tidak bisa disamakan dengan kota lain-nya. Penyebab macet adalah minim nya infrastruktur jalan dan transportasi publik yg kurang baik. Secara rasio, menurut menteri PU, rasio jalan trhdp area di Jakarta baru 10%, padahal kota macam Shanghai dan Tokyo sudah 20-25%. Didukung juga oleh minim nya infrastruktur transportasi publik, maka macet setiap saat. Jadi ya solusi nya harus pembangunan MRT dan jalan baru.. Suka tidak suka hanya mengandalkan transportasi umum pun juga pasti jalanan tetap macet selama infrastruktur jalan minim. Bahkan di Beijing yang jalan nya luar biasa panjang dan besar (bisa 16 jalur) dan memilki 15 jalur MRT!! juga ada macet, tetapi hanya saat jam pergi kantor saja..
Dalam kurun waktu 2 tahun ke depan (2014), dimana diprediksi kemacetan akan semakin menggila, kira-kira kedua solusi tersebut, MRT dan jalan (tol), bisa diandalkan tidak?
nowan no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2012, 05:57 AM   #108
CounterA
Registered User
 
CounterA's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 1,999
Likes (Received): 198

Dimana sih kota-kota metro yang padat penduduknya yang sudah terlepas dari kemacetan..? Terutama yang seperti Jakarta kita ini yang pusat serba segalanya?

Yang parah Jakarta sekarang ini adalah semrawutnya terutama angkutan umum/massal.

Kedua polusinya, bagaimana mungkin digiatkan berjalan kaki (pedestrian) di tengah kota kalau malah jadi sumber penyakit akibat polusi asap terutama timbal dari bensin premium.

Pemerintah pusat memberi konsep dan subsidi yang cukup buat angkutan umum/massal.
CounterA no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2012, 12:46 PM   #109
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,576
Likes (Received): 432

@CounterA,

Paris mas metropolitan yg bebas macet karena subwaynya di buat utk mengantisipasi lonjakan ekonomi 100 tahun lamanya.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2012, 04:48 PM   #110
galaxy358
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 79
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by acoolguyfromnz View Post
@CounterA,

Paris mas metropolitan yg bebas macet karena subwaynya di buat utk mengantisipasi lonjakan ekonomi 100 tahun lamanya.
Paris penduduk 2,2 juta mas.. Jakarta 10 juta. Paris + sekitar-nya 12 juta. Jakarta 28 juta lebih jd perbandingan tdk satu level. Klau mau bandingin Jakarta itu sama Mumbai, Sao Paulo, Shanghai, Beijing dan lain-nya. Wong penduduk Jabodetabek lebih banyak dr penduduk benua Australia wakakak.

Semua kota diatas punya MRT + jalan buanyak ttp saja macet, Sao Paulo mlah masuk termacet didunia. Ya menurut saya macet tdk akan hilang, ini konsekuensi dri penambahan daya beli masyarakat. Yang saya heran pemprov DKI tdk berbuat maximal untuk menguranginya.. paling tidak berikan alternatif kpd masyarakat yg ingin tdk macet dgn transportasi umum yg nyaman dan cepat. Jd yg tdk mau macet tgl naik transport umum.
galaxy358 no está en línea   Reply With Quote
Old October 4th, 2012, 08:35 PM   #111
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Ich liebe Deutschland
Posts: 10,997
Likes (Received): 894

http://www.beritasatu.com/ekonomi/75...44-miliar.html

Realisasi Pembiayaan JORR W2 Baru Sebesar Rp244 Miliar

Quote:
Adapun progres pembangunan jalan tol tersebut telah mencapai 45 persen dari rencana sepanjang 7,67 kilometer

Realisasi pembiayaan pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Kebon Jeruk-Ulujami baru sebesar Rp244 miliar dari total pinjaman sindikasi dari PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank DKI sebanyak Rp1,55 triliun.

Adapun progres pembangunan jalan tol tersebut telah mencapai 45 persen dari rencana sepanjang 7,67 kilometer dan direncanakan beroperasi pertengahan 2013.

"Hingga September 2012, kami telah mencairkan kredit sebanyak Rp224 miliar dari sindikasi perbankan dalam pembiayaan proyek ini," ungkap Direktur Utama PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) Sonhadji Surahman di sela kegiatan corporate social responsibility di SDN Meruya Selatan 06 Pagi dan Masjid Al-Mubarok di Jakarta, hari ini.

Pembangunan ruas tol JORR W2 rute Kebon Jeruk-Ulujami sepanjang 7,67 kilometer ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp2,23 triliun dan anggaran pembebasan lahan senilai Rp832,27 miliar. Dari kebutuhan tersebut, proyek ini dibiayai oleh sindikasi perbankan dengan total Rp 1,55 triliun atau 70 persen dari total kebutuhan. "Sedangkan sebesar 30 persen dipenuhi dari kebutuhan ekuitas perusahaan," tambah dia.

Pembangunan jalan tol JORR W2 terbagi dalam empat seksi yakni seksi satu Kebon Jeruk-Meruya sepanjang 1,95 kilometer, seksi dua Meruya-Joglo sepanjang 1,50 kilometer, seksi tiga Joglo-Ciledug sepanjang 2,35 kilometer, dan seksi empat Ciledug-Ulujami sepanjang 2,07 kilometer.

Menurut Sonhadji, pengerjaan fisik seksi pertama hingga kedua telah mencapai 45 persen, sedangkan seksi tiga telah terbangun sekitar 30 persen dan seksi empat sekitar 5 persen. Dari seksi-seksi ruas tol tersebut masih memiliki sejumlah kendala berupa lahan yang belum dibebaskan.

"Tapi, kami optimistis itu bisa diatasi, sehingga operasionalisasi jalan tersebut bisa dilaksanakan pertengahan tahun 2013," ujar dia.

Beberapa lahan yang belum dibebaskan, di antaranya sebanyak 18 bidang yang berada di seksi I seluas 0,72 hektare. Pemilik lahan tersebut menginginkan adanya kenaikan harga. Adapun di seksi III terdapat lahan sengketa seluas 0,59 hektare antara Dinas Pertanian Provinsi DKI Jakarta dan seorang warga. Sementara di seksi IV terdapat 130 bidang seluas 2,28 hektare yang belum dibebaskan. Pembebasan lahan ditangani oleh tiga pihak, yakni Tim Pengadaan Tanah (TPT) dari Kementerian Pekerjaan Umum, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dari Badan Pertanahan Nasional, serta dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Kami harap ini bisa cepat, apalagi gubernur DKI Jakarta telah memberikan mandat kepada Pemkota Jakarta Barat untuk segera mengatasinya," pungkas Sonhadji.

Konsesi proyek jalan tol JORR W2 Utara dipegang oleh PT Jasa Marga Tbk yang menguasai saham 65 persen dan sisanya PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD DKI Jakarta.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 03:01 AM   #112
aan_mustafa
javaegyptian
 
aan_mustafa's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 4,037
Likes (Received): 2132

Quote:
Originally Posted by galaxy358

.... Yang saya heran pemprov DKI tdk berbuat maximal untuk menguranginya.. paling tidak berikan alternatif kpd masyarakat yg ingin tdk macet dgn transportasi umum yg nyaman dan cepat. Jd yg tdk mau macet tgl naik transport umum.
Transportasi Umumnya ka gak cukup mas walaupun angkutan jelek pun penuh sesak bahkan oleh orang berdasi & jas (lihat: kopaja, metromini). Maka dari itu banyak yg memakai kendaraan pribadi (termasuk saya).
Klo jumlah angkutan umum lebih banyak (tidak ngomong kualitas yg nyaman dulu) baru DKI banyakin iklan & buat aturan penggunaan angkutan massal.

*mohon koreksi
__________________
"I'm just an Indonesian who strive so hard to be proud of this great nation in any way possible"
aan_mustafa no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 04:17 AM   #113
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 4,235

Quote:
Originally Posted by aan_mustafa View Post
Transportasi Umumnya ka gak cukup mas walaupun angkutan jelek pun penuh sesak bahkan oleh orang berdasi & jas (lihat: kopaja, metromini). Maka dari itu banyak yg memakai kendaraan pribadi (termasuk saya).
Klo jumlah angkutan umum lebih banyak (tidak ngomong kualitas yg nyaman dulu) baru DKI banyakin iklan & buat aturan penggunaan angkutan massal.

*mohon koreksi
Sebenarnya bukan gak cukup. Transportasi umum disini itu "kelihatan" gak cukup hanya pada rush hour. Bayangkan berjuta orang melakukan perjalanan secara bersamaan pada suatu rentang waktu antara jam 6-8 pagi. Setelah rush hour ya relatif sepi penumpang angkutan umumnya. Silahkan cek isi muatan Kopaja/Metromini/Angkot pada jam 9 pagi dst.

Kalau kepadatan dan kemacetan pada saat rush hour kita sepakat semua kota metro di dunia mengalaminya, jadi masalahnya bukan di padat pas rush hournya. Masalah utamanya memang KUALITAS angkutan umum.

TJ sebenarnya konsep yg sangat baik dan bisa diandalkan bila memang MAU dibuat baik. Sayangnya resource untuk pengembangan dan peningkatan kualitas TJ itu sendiri misalnya malah tidak diprioritaskan secara maksimal oleh DKI ketimbang hal lain yg nyata2 hanya manjur sementara (mis: JLNT).

Contoh, kalau setiap halte di koridor satu platform haltenya diperpanjang untuk dapat menampung 2 buah bus gandeng sekaligus, kapasitas koridor 1 bisa ditingkatkan menjadi 4 kali (400%) dari kapasitas sebelumnya. Kalau bicara makro (12 koridor) bayangkan berapa ratus ribu penumpang bisa terangkut oleh TJ dalam satu hari? Belum lagi kalau jalurnya dibikin mendekati 100% steril dengan rekayasa teknik jalan dan lalu lintas.

Sayangnya pendekatan anggarannya tidak fokus kesitu. Malah sibuk mengejar target rasio jalan yang nyata2 tidak berkorelasi positif dengan tingkat efisiensi penggunaan jalan.
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 04:36 AM   #114
aan_mustafa
javaegyptian
 
aan_mustafa's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 4,037
Likes (Received): 2132

Quote:
Originally Posted by peseg5

Sebenarnya bukan gak cukup. Transportasi umum disini itu "kelihatan" gak cukup hanya pada rush hour. Bayangkan berjuta orang melakukan perjalanan secara bersamaan pada suatu rentang waktu antara jam 6-8 pagi. Setelah rush hour ya relatif sepi penumpang angkutan umumnya. Silahkan cek isi muatan Kopaja/Metromini/Angkot pada jam 9 pagi dst.

Kalau kepadatan dan kemacetan pada saat rush hour kita sepakat semua kota metro di dunia mengalaminya, jadi masalahnya bukan di padat pas rush hournya. Masalah utamanya memang KUALITAS angkutan umum.

TJ sebenarnya konsep yg sangat baik dan bisa diandalkan bila memang MAU dibuat baik. Sayangnya resource untuk pengembangan dan peningkatan kualitas TJ itu sendiri misalnya malah tidak diprioritaskan secara maksimal oleh DKI ketimbang hal lain yg nyata2 hanya manjur sementara (mis: JLNT).

Contoh, kalau setiap halte di koridor satu platform haltenya diperpanjang untuk dapat menampung 2 buah bus gandeng sekaligus, kapasitas koridor 1 bisa ditingkatkan menjadi 4 kali (400%) dari kapasitas sebelumnya. Kalau bicara makro (12 koridor) bayangkan berapa ratus ribu penumpang bisa terangkut oleh TJ dalam satu hari? Belum lagi kalau jalurnya dibikin mendekati 100% steril dengan rekayasa teknik jalan dan lalu lintas.

Sayangnya pendekatan anggarannya tidak fokus kesitu. Malah sibuk mengejar target rasio jalan yang nyata2 tidak berkorelasi positif dengan tingkat efisiensi penggunaan jalan.
Makasih mas pencerahannya,
Tapi bukannya ukuran pemenuhan daya angkut / kapasitas pada saat rush hour?
Saya rasakan di Singapore, China & Japan ketika rush hour MRT/angkutan massal lainnya penuh tp tidak begitu sesak. Sedangkan ketika jam biasa memang "sepi".
ketika "sepi" berarti ada kerugian / keuntungan tdk maksimal itulah resiko yg ditanggung untuk mengatasi kemacetan.


Kembali ke main topic,
Mau tanya, FOKE pernah bilang tahap awal pembangunan 6 ruas tol dalam kota yakni akan dibangun akses menuju Pulo Gebang tahun ini, sudah sampai mana tahapannya?
__________________
"I'm just an Indonesian who strive so hard to be proud of this great nation in any way possible"
aan_mustafa no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 04:49 AM   #115
galaxy358
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 79
Likes (Received): 3

Quote:
Originally Posted by aan_mustafa View Post
Makasih mas pencerahannya,
Tapi bukannya ukuran pemenuhan daya angkut / kapasitas pada saat rush hour?
Saya rasakan di Singapore, China & Japan ketika rush hour MRT/angkutan massal lainnya penuh tp tidak begitu sesak. Sedangkan ketika jam biasa memang "sepi".
ketika "sepi" berarti ada kerugian / keuntungan tdk maksimal itulah resiko yg ditanggung untuk mengatasi kemacetan.


Kembali ke main topic,
Mau tanya, FOKE pernah bilang tahap awal pembangunan 6 ruas tol dalam kota yakni akan dibangun akses menuju Pulo Gebang tahun ini, sudah sampai mana tahapannya?
Ya penuh tetap penuh, tp kan pemprov sana sudah plg tidak berusaha untuk mengatasi macet. Dengan membangun MRT dan lain2. Disini commuter line sebenernya bagus idenya cuman kalau selama melewati jalur KA yg bersinggungan dengan jalan ya ga bisa maximal, masak mau jalan ditutup 3 menit hahaha . Saya suka sih idenya Dahlan Iskan & Jokowi untuk bangun 24 underpass di setiap persimpangan KA, jd kecepatan dan frekuensi KA bisa maximal.

Katanya sih mau dibangun thn depan tolnya.. kita tunggu saja tgl main-nya.


http://m.detik.com/finance/read/2012...ngun-juli-2013
galaxy358 no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 05:31 AM   #116
peseg5
SSC Indonesia
 
peseg5's Avatar
 
Join Date: Jun 2004
Location: Jakarta
Posts: 4,235

Quote:
Originally Posted by aan_mustafa View Post
Makasih mas pencerahannya,
Tapi bukannya ukuran pemenuhan daya angkut / kapasitas pada saat rush hour?
Saya rasakan di Singapore, China & Japan ketika rush hour MRT/angkutan massal lainnya penuh tp tidak begitu sesak. Sedangkan ketika jam biasa memang "sepi".
ketika "sepi" berarti ada kerugian / keuntungan tdk maksimal itulah resiko yg ditanggung untuk mengatasi kemacetan.

Kembali ke main topic,
Mau tanya, FOKE pernah bilang tahap awal pembangunan 6 ruas tol dalam kota yakni akan dibangun akses menuju Pulo Gebang tahun ini, sudah sampai mana tahapannya?
Hehe, saya bilang sebenarnya cukup karena pada tau gak kalau pada saat rush hour sebenarnya gak semua bus / angkot yang teregistrasi di DKI beroperasi lho pada jam tersebut. Banyak bus/angkot yang nganggur di pool (dikandangin) walau jam rush hour. Ini memang trennya sudah terjadi beberapa tahun terakhir karena faktor: motor dan BBM murah. Pengusaha angkutan umum sudah melihat tren ini dan mulai teriak2 dari 5 tahun yg lalu. Hehe Contoh nyata: dalam beberapa tahun terakhir mulai banyak rute bus yang diberhentikan oleh operatornya sendiri, izinnya pdhl masih berlaku. Again, kalah persaingan kualitas, bukan kuantitasnya.

Masa sih di Singapura? China di kota apa? Jepang? Tokyo?

Photo by: Yahoo.


http://sg.news.yahoo.com/bishan-circ...rks-buzz-.html

Foto ini diambil di stasiun MRT Bishan dan diambil tahun 2011 lho pada saat jam sibuk pagi hari. Dan bahkan di artikel dalam tautan diatas, salah satu pembacanya mengakui kondisi rush hour di Tokyo atau HK lebih parah dibanding foto diatas.

Nah kalau urusan umpel2an saat rush hour menurut saya ya Jakarta, Singapura, HK, Tokyo ya sama2 aja. Ya sama2 tidak nyaman. Memang konsekuensi komuter yang sebagian besar pekerja yang terikat jadwal kerja ya seperti itu.

Tapi jelas yang membedakan antar kota metropolitan itu adalah yang satu umpel2an di SMRT, yang satu umpel2an di Metromini, saya rasa kita sepakat yg umpel2an di SMRT jelas lebih baik kondisinya daripada umpel2an di Metromini. #trusgueharusbilangWOWgitu

Jadi memang masalahnya di kualitas angkutan umum di DKI yang belum setara dengan Singapura / HK / Tokyo. Sehingga porsi penduduk kelas menengah di DKI mayoritas masih enggan bertransportasi dengan angkutan umum ketimbang porsi di Singapura / HK / Tokyo.

Kalau masalahnya kualitas, kenapa kualitasnya tidak ditingkatkan? Dimana hambatannya? Nah mari dibahas (di thread lain).
__________________
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)

peseg5 no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 01:57 PM   #117
aan_mustafa
javaegyptian
 
aan_mustafa's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Posts: 4,037
Likes (Received): 2132

Quote:
Originally Posted by peseg5

....
Masa sih di Singapura? China di kota apa? Jepang? Tokyo?

Photo by: Yahoo.

http://sg.news.yahoo.com/bishan-circ...rks-buzz-.html

Foto ini diambil di stasiun MRT Bishan dan diambil tahun 2011 lho pada saat jam sibuk pagi hari. Dan bahkan di artikel dalam tautan diatas, salah satu pembacanya mengakui kondisi rush hour di Tokyo atau HK lebih parah dibanding foto diatas.

Kalau masalahnya kualitas, kenapa kualitasnya tidak ditingkatkan? Dimana hambatannya? Nah mari dibahas (di thread lain).

Tokyo (shinjuku), Singapore, Shanghai hmm baobao station (klo g salah / lupa2 ingat), klo HK gw blm pernah kesono.
Saya tidak mengatakan "tidak padat", memang berjejal seperti foto di stasiunnya. Tapi ketika masuk kereta msh ada space walaupun padat gak kayak Metromini / Kopaja.
Hehe...
(Ups sorry bahas MRT di thread yg tersedia).

Back to main topic
Kita tunggu kebijakan Jokowi kedepan tentang proyek ini, walaupun ini proyek PU (nasional) tapi Pemda juga sangat berpengaruh. Contoh proyek nasional toll dalam kota Surabaya, walaupun proyek nasional namun ketikan walikota / Pemda tidak setuju akhirnya sampai saat ini statusnya gak jelas (cancel / hold).

Gw pribadi lebih berharap dibangun MRT / LRT / BRT dalam kota dari pada (toll) 2nd inner ring road.
__________________
"I'm just an Indonesian who strive so hard to be proud of this great nation in any way possible"
aan_mustafa no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2012, 02:18 PM   #118
galaxy358
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 79
Likes (Received): 3

Ya.. saya setuju 2nd inner ring road, tapi untuk jalur tertentu saja, seperti sunter-pulo gebang, kemayoran kampung-melayu. Tapi Jakarta sangat-sangat butuh transportasi massal berkualitas dan cepat..
galaxy358 no está en línea   Reply With Quote
Old October 6th, 2012, 12:38 PM   #119
vailixi
Registered User
 
vailixi's Avatar
 
Join Date: Jul 2012
Location: Tokyo
Posts: 1,132
Likes (Received): 176

Quote:
Originally Posted by aan_mustafa

Tokyo (shinjuku), Singapore, Shanghai hmm baobao station (klo g salah / lupa2 ingat), klo HK gw blm pernah kesono.
Saya tidak mengatakan "tidak padat", memang berjejal seperti foto di stasiunnya. Tapi ketika masuk kereta msh ada space walaupun padat gak kayak Metromini / Kopaja.
Hehe...
(Ups sorry bahas MRT di thread yg tersedia).

Back to main topic
Kita tunggu kebijakan Jokowi kedepan tentang proyek ini, walaupun ini proyek PU (nasional) tapi Pemda juga sangat berpengaruh. Contoh proyek nasional toll dalam kota Surabaya, walaupun proyek nasional namun ketikan walikota / Pemda tidak setuju akhirnya sampai saat ini statusnya gak jelas (cancel / hold).

Gw pribadi lebih berharap dibangun MRT / LRT / BRT dalam kota dari pada (toll) 2nd inner ring road.
Saya sekarang tinggal di Tokyo. Ampun banget pas rush hour, sumpeknya ga ketulungan di dalam kereta. Semua orang pada takut telat. Sudah tahu gerbong sudah penuh tp tetep maksa masuk. Ditambah orang jepang yang sudah apatis mereka menganggap biasa. Jepang kondisinya sama seperti Indonesia kota yang maju cuma Greater Tokyo 30 juta penduduk. Kota maju kedua Osaka yg cuma 2 juta-an masih satu pulau dengan tokyo, bisa dibilang surabayanya lah..

Klo ada yg bilang tidak padat dan masih ada ruang. Mari ke tokyo dan rasakan sendiri..
vailixi no está en línea   Reply With Quote
Old October 6th, 2012, 02:28 PM   #120
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,576
Likes (Received): 432

@galaxy358,

Jangan lihat perbandingan penduduknya tapi lihat kebijiakan pemkot paris utk berinvestasi membuat public transport utk perkembangan 100 tahun kedepan. Hal yg sama di lakukan oleh pemkot Sidney dan Melbourne.

Kalau kita bikin sesuatu terutama public transport gak pernah spt itu, artinya setelah 2 tahun nanti over capacity. Kita gak pernah menghitung deret laju pertumbuhan penduduk.

Contoh kalau sekarang jumlah penduduk jakarta 16 juta, apakah MRT, busway dsb benar2 bisa melayani paling tdk 50 juta penduduk ketika MRT jadi di tahun 2 ribu sekian? Saya rasa gak.

Selama Jkt masih pusat segalanya dan tdk ada alternative lain utk rakyat Indo utk urban, masalah yg sama akan selalu datang.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 11:38 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2017, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu