daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > General Construction and Development



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old April 26th, 2013, 10:55 AM   #1
lombok
BANNED
 
lombok's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 2,799
Likes (Received): 122

NORTH SUMATERA | Kuala Tanjung Port



Kuala Tanjung Port construction to kick off in 2014



ndonesia will next year kick off construction on the much-anticipated Kuala Tanjung Port in North Sumatra that will connect the country’s western region to the international world.

The construction of the port will be managed by state-run port company Pelindo I, which already manages ports in Sumatra.

Pelindo I spokesman Eriansyah says the port’s master plan had been approved and signed by Transportation Minister E. E. Mangindaan and that its detailed engineering design had been completed.

The firm is currently processing all the necessary documents and permits before getting started on the project.

“We are processing several documents, including the amdal [environmental impact analysis] with the Environment Ministry. We are optimistic that we’ll start the project next year as this is an important project for the country,” Eriansyah told The Jakarta Post, adding that Pelindo I had also secured a presidential decree in 2012 to help the project.

According to the master plan, Eriansyah said the port was going to be developed in several phases because it would have a total capacity of 25 million 20-foot equivalent units (TEUs) by the end of 2030.

The port’s draft would be 17 meters deep to allow large ships to enter the port.

In the first phase, the port will be built with a capacity of 1 million TEUs and it is projected to be completed by the end of 2015.

“The port needs to begin operations soon because container traffic passing through Malacca Strait reached 51 million TEUs last year. The figure will continue to increase in coming years. This is a good opportunity for us,” he said.

He said the first phase of the project would cost around Rp 6.5 trillion (US$668.86 million) and that it would be financed by a syndicated loan from state-owned banks.

The firm expects to sign the loan agreement in the first semester of this year.

In addition, he said that Kuala Tanjung was an important project because the existing Belawan Port had become overcrowded, particularly in its terminal that accommodated crude palm oil (CPO).

The firm plans to build a container terminal for CPO in the first phase of the project to serve palm oil produced by state-run plantation company PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, he said.

Contacted separately, Transportation Ministry sea transportation director general Bobby Mamahit said that Kuala Tanjung was part of the central government’s Masterplan for the Expansion and Acceleration of Indonesia’s Economic Growth (MP3EI) programs.

The project would be developed in a public-private partnership scheme as it was a huge project.

He said that the port was an important project because it would play a role in capturing markets in the western region of Indonesia.

“We are hoping this project can be as successful as Kalibaru [Port in North Jakarta] and can be developed as soon as possible because it is an important port infrastructure in the western [part of Indonesia],” he told the Post.

He said that the port infrastructure project was crucial, not only because Indonesia is a maritime country but also because the country is expected to see strong trade growth.

In addition to that, Kuala Tanjung has been listed in the National Logistics System (Sislognas) as a project that might help improve the nation’s logistics chain by reducing inefficiencies.

Apart from Kuala Tanjung, he said that the new Bitung Port in North Sulawesi was expected to be port hub in the eastern part of Indonesia.

The government is currently studying the Bitung Port project and expects to finish the master plan in the near future.

http://www.thejakartapost.com/news/2...kick-2014.html
__________________

Tawon liked this post
lombok no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
Old April 26th, 2013, 10:57 AM   #2
Happy Man
My Dearest Daughters
 
Happy Man's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Location: 棉 蘭 (Medan)
Posts: 9,985
Likes (Received): 1919

Congrats for the new thread...

Btw, beneran mau dibangun sampai kapasitas total 25 juta teus. wuih, kalo beneran mantap banget. Bersinergi dengan pelabuhan Belawan akan mengakseleresi pertumbuhn ekonomi Sumut ke level yang lebih tinggi lagi. Tentunya harus didukung juga dengan infrastruktur lain seperti jalan, listrik dan gas. 2 terakhir ini yang lagi parah sekarang. Banyak perusahaan di KIM jerit2 kekurangan gas.
__________________

bozenBDJ liked this post

Last edited by Happy Man; April 26th, 2013 at 11:02 AM.
Happy Man está en línea ahora   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 11:42 AM   #3
a4win
Registered User
 
a4win's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Location: R.Prapat-Medan-Munich
Posts: 981
Likes (Received): 407

Quote:
Belawan-andalas Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, akan dibangun menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia. Hal ini karena kondisi pelabuhan Kuala Tanjung sangat strategis pada lintasan pelayaran kapal dagang dunia dan memiliki kedalaman memadai, sehingga tidak membutuhkan dana lagi untuk pengerukan dermaga sandar kapal.

’’Jika dibandingkan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan dan Makassar tidak mungkin untuk dikembangkan lagi. karena mengalami keterbatasan di berbagai lini seperti areal yang semakin sempit bahkan cenderung terpaksa ditutup bagi penampungan arus barang ekspor maupun impor demi memuluskan kepentingan lain,’’kata Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Belawan Ir Sugiyono disela-sela sosialisasi UU No 17 tahun 2008 tentang pelayaran di Belawan, Jumat (7/9).


Lay out Terminal Peti Kemas Pelabuhan Kuala Tanjung
Dikatakannya di Pelabuhan Belawan sudah dapat dipastikan tidak lagi dapat dikembangkan karena areal terbatas seperti lapangan kontainer hanya 950 hektare sehingga sulit untuk menampung lebih banyak lagi arus barang ekspor dan impor karena area dermaga dan peralatan yang sangat terbatas.


Layout Terminal Peti Kemas Pelabuhan Kuala Tanjung

Dikatakan Sugiyono sesuai master plan yang sudah dibuat untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung areal pelabuhan itu mencapai 10.000 hektare- 15.000 hektare cukup sebagai areal pelabuhan yang bertaraf dunia.


’’Bila benar Pelabuhan Kuala Tanjung terwujud akan dapat mengimbangi Pelabuhan Singapura dan Malaysia , sehingga pada gilirannya menjadi salah satu pusat pengendali perdagangan dunia,’’kata Sugiyono.

Sementara itu, Anggota DPD RI Asal Sumut, Parlindungan Purba pada Rapat Kerja Komite II DPD RI bersama Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI, Jumat (7/9) di Gedung DPD Jakarta mengatakan Kementerian KP (kelautan dan perikanan) juga perlu mempertimbangkan peningkatan kapasitas pelabuhan Sibolga-Tapteng, Nias dan Pangkalan Susu serta dapat disinggahi kapal-kapal besar selain pelabuhan Belawan dan pelabuhan Tanjung Balai yang hingga saat ini masih menjadi fokus pelabuhan laut di Sumatera Utara.

“Ini akan dapat meningkatkan perekonomian di daerah tersebut dan dapat tercapai pemerataan di tiap-tiap daerah. Selain itu, Provinsi Sumatera Utara membutuhkan cold storage untuk peningkatan mutu ikan tangkapan nelayan,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, Parlindungan mengapresiasi Kementerian KP untuk program bantuan kapal kepada Provinsi Sumatera Utara, yang dinilainya lebih efektif bila bantuan kapal dengan kapasitas 30 GT dapat diubah dengan kapal jenis 10 GT karena dianggap kapal 10 GT lebih efisien pemakaiannya di Sumatera Utara dib andingkan dengan yang 30 GT sehingga pemakaiannya dapat lebih maksimal.

“Ini adalah aspirasi dari HNSI Sumatera Utara dan Asosiasi Pengusaha Gabion-Belawan,” katanya. (dp/yn)


http://www.bumn.go.id/pelindo1/publi...-di-indonesia/

saya tambahin.
a4win no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 12:49 PM   #4
Losbp
Registered User
 
Losbp's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Location: Breda (NL) - Jakarta (RI)
Posts: 4,941
Likes (Received): 5415

Selamat untuk thread baru

Muantap ini Sumatera Utara, bertekad sekali kayaknya untuk menjadi basis transportasi laut dan udara di Indonesia bagian barat dengan proyek masifnya
__________________
Watch and subscribe!
LTV Indonesia Driving and Public Transportation Series

Transport for Jakarta - FDTJ
Drove in RI AUS NL L B F D CZ A
Losbp no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 01:20 PM   #5
BeWiseMan
freewill
 
BeWiseMan's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: Jekate
Posts: 1,437
Likes (Received): 374

Kuala Tanjung Kalahkan Prioritas JSS

Quote:
MedanBisnis – Jakarta. Proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak masuk dalam proyek infrastruktur konektivitas yang diprioritaskan untuk groundbreaking tahun 2014. Namun Presiden SBY ingin proyek JSS bisa dimulai pada tahun tersebut. Dari data Kementerian PPN/Bappenas yang dikutip wartawan, Senin kemarin hanya ada sembilan proyek yang siap mulai dibangun tahun depan.

Sembilan proyek tersebut adalah kereta Medan-Kualanamu (double track), Pelabuhan Kuala Tanjung (Sumatera Utara), Jembatan Pulau Balang (Kalimantan Selatan), Pelabuhan Maloy (Kalimantan Timur).

Kemudian Makassar New Port (Sulawesi Selatan), Pembangunan Bandara Kertajati (Jawa Barat), Solo-Madiun (Double track railway), Pelabuhan Teluk Lembar (Nusa Tenggara Barat) dan Pelabuhan Sorong.

Menteri PPN/Bappenas Armida Alishjabana yang ditemui usai pemaparan Rancangan Awal RKP 2014 dan Pagu Indikatif 2014 kepada Kepala Bappeda se-Indonesia, enggan berkomentar. "Nanti ya," ungkap Armida di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain sembilan proyek yang diprioritaskan, ada 22 proyek lainnya yang sudah memasuki tahap akhir dan diperkirakan selesai tahun 2014. Itupun khusus untuk penunjang sistem logistik Sumatera-Jawa-Indonesia Timur.

JSS Tanpa APBN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan kembali bahwa pembangunan JSS tidak akan menggunakan APBN. Pembangunan proyek ini akan dilakukan oleh swasta dan/atau menggandeng BUMN. "Pembangunan JSS tidak akan pakai APBN sama sekali," ujar Hatta ketika bertemu dengan Menteri Ekonomi Singapura di Hotel Borobudur, Senin kemarin.

Menurut Hatta pembangunan JSS memerlukan dana yang sangat besar sekali. "Perlu dana yang sangat besar, sayang jika menggunakan dana APBN karena lebih baik APBN digunakan untuk membangun sekolah, jalan, rumah sakit dan lainnya," katanya.

Seperti diketahui pembahasan persiapan proyek ini dilakukan oleh Tim 7 yang terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum dengan anggota Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perindustrian, Sekretaris Kabinet, dan Kepala Bappenas ditunjuk oleh Presiden SBY pertengahan tahun lalu.

JSS ditargetkan mulai groundbreaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 Km itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun. Sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo sempat mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).

Dalam perkembanganya usulan itu menuai perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (Pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.

Masalah ini dibahas di kantor menko, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS. Sejak Juli lalu sejatinya masalah ini sudah ada keputusan namun hingga kini sudah hampir satu tahun belum ada hasil. (dtf
http://www.medanbisnisdaily.com/news.../#.UXpTx6JHKCM
__________________
Ini bentuk kepedulianku...
BeWiseMan no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 01:26 PM   #6
BeWiseMan
freewill
 
BeWiseMan's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: Jekate
Posts: 1,437
Likes (Received): 374



Quote:
WOL MEDAN – Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara akan menjadi faktor penarik ekonomi yang dapat mendorong perkembangan wilayah bagian Barat Indonesia.
“Sehingga Kabupaten Batubara nantinya menjadi salah satu daerah yang paling strategis di tanah air,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho ketika berpidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Batubara dalam rangka Hari Jadi ke-6 di Gedung DPRD, akhir pekan ini.

Sidang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Batubara Selamat Arifin dihadiri Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Wakil Bupati Asahan Surya, forum koordinasi pembangunan daerah setempat, tokoh adat, masyarakat, pemuda dan agama serta Kepala Desa dan Camat.
Gatot mengatakan, Pelabuhan Kuala Tanjung menghadap langsung ke perairan Selat Melaka yang termasuk jalur pelayaran internasional yang paling sibuk, serta memiliki kedalaman yang memungkinkan untuk disinggahi kapal-kapal besar.

Pelabuhan Kuala Tanjung dirancang menjadi hubungan internasional Indonesia wilayah Barat yang merupakan bagian dari desain Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.
Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp 2 triliun sudah mulai dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I dengan pembangunan terminal curah cair untuk pemuatan minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) dengan nilai investasi sekitar Rp570 miliar,” ujarnya.

Gatot mengatakan, keberadaan pelabuhan Kuala Tanjung ini nantinya akan menjadi penting bagi kebangkitan ekonomi, dan tidak hanya bagi Batubara, melainkan juga Sumatera Utara, bahkan Indonesia.
Kemudian Gatot memaparkan berbagai keberhasilan yang diraih Kabupaten Batubara di usianya yang masih seumur jagung. Diantaranya adalah kontribusi sektor Industri dan pengolahan yang menyumbang hingga 53,54 persen, disusul dengan sektor perdagangan sebesar 22,95 persen, dan pertanian dengan kontribusi 15,44 persen.

“Kontribusi sektor ini menunjukkan bahwa produk unggulan dan daya saing daerah terletak pada sektor industri. Tentu hal ini bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai, karena sektot industri dan jasa biasanya berkembang mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada daerah perkotaan,” ucap dia. Lebih lanjut Gatot menjelaskan, bahwa Kabupaten Batubara mampu mengembangkan sektor tersebut dengan baik, karena kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah juga mendukung hal itu. Penciptaan iklim yang kondusif dan rasa aman bagi investor akan merangsang pertumbuhan sektor industri.

Sementara itu, Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumut yang banyak memberikan bantuan.
“Kami sudah banyak mendapatkan bantuan dan saat ini bantuan tersebut telah dimanfaatkan masyarakat.Tentunya kami masih mengharapkan bantuan lebih terutama di bidang infrastruktur. Masih banyak yang perlu dilakukan, mudah-mudahan dengan dukungan masyarakat berbagai kekurangan dapat diperbaiki,” kata Arya.

Kabupaten Batubara yang memiliki luas 92 ribu hektare, terdiri atas 7 Kecamatan, 141 Desa dan 10 Kelurahan dengan penduduk sekitar 390 ribu jiwa. Saat ini di Kabupaten Batubara tengah dibangun jalur rel kereta api sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan stasiun Bandar Tinggi menuju Kuala Tanjung dengan investasi Rp600 miliar.

Jalur kereta api tersebut akan mendukung Kabupaten Simalungun.Transportasi hasil olahan industri dari Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke. Selain itu, pemerintah telah mulai mempersiapkan dukungan infrastruktur jalan mulai tahun 2012 dalam bentuk peningkatan kapasitas maupun jalan baru dengan dukungan dana APBD Provinsi Sumut dan APBN.
http://bappeda.batubarakab.go.id/ber...g-perekonomian
__________________
Ini bentuk kepedulianku...

Last edited by BeWiseMan; June 1st, 2013 at 07:18 AM.
BeWiseMan no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 01:29 PM   #7
BeWiseMan
freewill
 
BeWiseMan's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: Jekate
Posts: 1,437
Likes (Received): 374

18 April 2013
NILAI EKSPOR SUMUT: Pelabuhan Kuala Tanjung & KEK Sei Mengkei Bisa Genjot 30%

Quote:
BISNIS.COM, MEDAN–Nilai ekspor Sumatera Utara diprediksi akan meningkatan hingga 30% dan terus menanjak bila Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Sumatera Utara beroperasi.
Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara Khairul Mahalli mengatakan dengan dibangunnya pelabuhan yang akan menjadi hub port Indonesia tersebut akan mempermudah konektivitas sehingga dapat mempercepat arus logistik dan menghemat biaya logistik. Pasalnya, selama ini mahalnya biaya logistik yang harus dikeluarkan ekportir dan importir menjadi salah satu kendala utama yang menghambat pertumbuhan ekspor di Sumut. Diakui olehnya saat ini biaya logistik yang harus dikeluarkan mencapai 25% dari ongkos produksi padahal normalnya maksimal 15%.

“Nilai ekspor di Sumut bisa naik 30% karena dengan adanya KEK Sei Mangkei barang-barang yang diekspor telah memiliki nilai tambah, biaya logistiknya pun akan lebih murah karena bia langsung dikirim melalui Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung,” ucapnya kepada Bisnis, Selasa beberapa waktu lalu. Diakui olehnya saat ini masih banyak eksportir dan importir Sumut yang mengirim barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, selain karena biayanya yang lebih murah juga karena barang yang dikirim bisa langsung ke negara tujuan. Sementara Pelabuhan Belawan yang kedalamannya lautnya masih belum terlalu dalam menyebabkan kapal-kapal besar belum ada yang bersandar ke dermaga tersebut sehingga harus diekspor terlebih dahulu ke Singapura dan Malaysia untuk transit.

Melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, sambungnya, eksportir dan importir bisa langsung mengirim barang ke negara tujuan dalam jumlah yang lebih besar sehingga dapat lebih menghemat biaya, barang yang dikirim pun akan lebih besar jumlahnya. Selain itu, dengan akan terbangunnya Kuala Tanjung, akan banyak kapal asing yang langsung masuk ke Sumatera melalui Sumut sehingga lebih dekat.

“Yang terpenting Sumut juga harus membenahi infrastruktur, perlu juga keseriusan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Kuala Tanjung yang sudah lama diwacanakan ini.” Senior Manager Perencanaan Pembangunan Usaha Pelindo I Hartono mengatakan proses konstruksi perluasan pelabuhan tersebut kemungkinan baru dapat dimulai pada 2015 mendatang. Saat ini pihaknya masih menunggu penugasan khusus dari pemerintah atau menunggu dimulainya proses tender. Menurutnya, konektivitas antara pelabuhan, bandara, dan kawasan industri diperlukan untuk menghemat biaya logistik sehingga dapat menekan biaya produksi guna kompetensi industri dan perdagangan di Sumut.

“Infrastruktur logistik di Sumatera ini sangat medium, dan konektivitas antara pelabuhan jalan raya dan rel sangat rendah sehingga perlu dibuat strategi pengembangan untuk konektivitas sistem logistik antara pelabuhan, bandara, dan kawasan industri sehingga mobilitasnya bisa menjadi tinggi,” ucapnya. Menurutnya, industri harus bersanding dengan pelabuhan, karena 70% pergerakan barang yang akan didistribusikan melalui pelabuhan. “Optimistis Pelabuhan Kuala Tanjung akan berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,” tuturnya.

Tentu saja untuk menuju ke pelabuhan dibutuhkan peningkatan jalan raya dan akses rel kereta api. Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengakui kesiapannya membantu dalam hal perbaikan 9 ruas jalur ke Pelabuhan Kuala Tanjung. Dua diantaranya telah diperbaiki yakni ruas jalan Lomo Manis menuju Simpang Dolok, dan dari Simpang Dolok menuju Pelabuhan Kuala Tanjung. Selain jalur darat juga akan dibangun jalur kereta api dari Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 20 km.

Angkutan kereta api tersebut dibangun untuk menekan ongkos angkutan crude palm oil (minyak sawit) guna mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Saat ini baru ada empat terminal di pelabuhan Kuala Tanjung, antara lain satu buah terminal Pelindo, dua buah terminal milik PT Inalum, dan satu lainnya merupakan milik perusahaan swasta.

Ke depan, Pelabuh Kuala Tanjung akan ditambah kapasitasnya menjadi 21 juta teus peti kemas per tahun yang ditargetkan dapat selesai pada tahun 2025 mendatang. Terminal peti kemas dan terminal curah air/SPO yang dibangun sebanyak 20 terminal dengan kapasitas per terminal mencapai 1 juta teus. “Kami siap menjadikan Batubara menjadi daerah transportasi logistik Internasional mengingat di sini terdapat pelabuhan Kuala Tanjung yang sudah direncanakan sebagai international hub port,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan pelabuhan ini nantinya akan dibangun terminal petikemas dan terminal curah cair/CPO sebanyak 20 terminal degan kapasitas tiap terminalnya mencapai 1 juta Teus. “Kuala Tanjung memiliki letak yang strategis yakni di Selat Malaka yang menjadi daerah strategis perdagangan dunia.” (k10/dan/yop)
http://www.bumn.go.id/pelindo1/publi...isa-genjot-30/
__________________
Ini bentuk kepedulianku...

Last edited by BeWiseMan; June 1st, 2013 at 07:21 AM.
BeWiseMan no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 01:31 PM   #8
Dio Tri
Study Hard!!
 
Dio Tri's Avatar
 
Join Date: Feb 2013
Location: Bandung | Padang
Posts: 68
Likes (Received): 25

Wah...
Project macam kuala tanjung dan bandara kertajati paling saya favoritkan diantara 9 project diatas...
Dio Tri no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 02:33 PM   #9
unity
Tionghoa Indonesia
 
unity's Avatar
 
Join Date: Jan 2009
Location: Born in Balikpapan - Raised in Surabaya - Now in Sydney
Posts: 1,426
Likes (Received): 410

Lombok udah bertaun2 di sini, bikin judul trit tetep aja sembarangan

Quote:
Originally Posted by Dio Tri View Post
Wah...
Project macam kuala tanjung dan bandara kertajati paling saya favoritkan diantara 9 project diatas...

Kalau saya sih semuanya favorit..
__________________
"Ményak manis éla inélén, bapait éla iut"

rahul medan liked this post
unity no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 03:38 PM   #10
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 32,519
Likes (Received): 11994

Kuala Namu International Airport, Pelabuhan International Belawan dan Pelabuhan International Kuala Tanjung akan bersinergi dan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian di Indonesia
__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams

rahul medan no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 03:44 PM   #11
rahul medan
Registered User
 
rahul medan's Avatar
 
Join Date: Jun 2011
Location: medan, north sumatra
Posts: 32,519
Likes (Received): 11994



__________________
Medan The City of Million Smiles
The Living of Million Dreams


svaerd firemanska liked this post
rahul medan no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 04:13 PM   #12
PoetraDaerah
Bujang Desa
 
PoetraDaerah's Avatar
 
Join Date: Jul 2010
Location: lemuria
Posts: 8,365

Selamat buat thread barunya memang sudah sepatutnya sumut memiliki pelabuhan besar yang mampu mengakomodir pergerakan kapal di selat malaka, agar arus barang tidak cuma menjadikan spore dan klang sebagai basisnya
PoetraDaerah no está en línea   Reply With Quote
Old April 26th, 2013, 04:57 PM   #13
Losbp
Registered User
 
Losbp's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Location: Breda (NL) - Jakarta (RI)
Posts: 4,941
Likes (Received): 5415

Mungkin saingan Pelabuhan Kuala Tanjung kalo misalnya sudah operasional itu Pelabuhan Tanjung Pelepas di Johor kali yah?
__________________
Watch and subscribe!
LTV Indonesia Driving and Public Transportation Series

Transport for Jakarta - FDTJ
Drove in RI AUS NL L B F D CZ A
Losbp no está en línea   Reply With Quote
Old April 27th, 2013, 07:18 AM   #14
Namewee
Dilarang
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Makassar, Sulawesi Utara
Posts: 9,069

Keren sekali

Dan bakal terkoneksi rel dengan Kawasan Industri Sei Mangkei

Pelabuhan ini juga strategis. Dan bakal besar dampaknya terhadap perekonomian Sumut
__________________
Tidak akan pernah maju orang-orang yang tidak objektif
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old April 28th, 2013, 10:29 AM   #15
Arestullah
. : Visit MUSI 2016 : .
 
Arestullah's Avatar
 
Join Date: Jan 2011
Location: Palembang-South Sumatera, Kuala Enok-Riau
Posts: 2,244
Likes (Received): 35

Wah, mantap nih Sumatera. Semakin jaya aja, saya dari propinsi sedaratan sangat mendukung setiap pembangunan di pulau tercinta ini
__________________
-----------------------------------------
Welcome To Bhumi Srivijaya
Milad Palembang 689-2016
-----------------------------------------
Arestullah no está en línea   Reply With Quote
Old April 29th, 2013, 03:54 PM   #16
a4win
Registered User
 
a4win's Avatar
 
Join Date: Nov 2012
Location: R.Prapat-Medan-Munich
Posts: 981
Likes (Received): 407

Seandainya nih Port di hubungin (udara, air dan darat) langsung dengan Kuala Namu en Belawan, juga Pelabuhan Asahan. Pasti sangat Positif buat Ekonomi Sumut.
a4win no está en línea   Reply With Quote
Old May 1st, 2013, 09:34 AM   #17
blablanonsense
Fiat Voluntas Tua
 
blablanonsense's Avatar
 
Join Date: May 2008
Location: Planet Earth
Posts: 6,216
Likes (Received): 1609

Quote:
Originally Posted by Losbp View Post
Mungkin saingan Pelabuhan Kuala Tanjung kalo misalnya sudah operasional itu Pelabuhan Tanjung Pelepas di Johor kali yah?
Kapal susah muter di Tanjung Pelepas... Mending bersandar di Pasir Panjang, Keppel, Pulau Brani atau Tuas Port. Selama Singapore gak mau bongkar Causeway, bakal susah untuk Tanjung Pelepas untuk tumbuh. Semoga Kuala Tanjung bisa memberikan service lebih daripada apa yang ditawarkan Port Klang, Port of Tanjung Pelepas dan Ports of Singapore.
__________________
CONGRATULATIONS


ARISKA PUTRI PERTIWI
MISS GRAND INTERNATIONAL 2016

MISS GRANDSLAM 2017

bataxbond liked this post
blablanonsense no está en línea   Reply With Quote
Old May 1st, 2013, 08:35 PM   #18
bataxbond
In the gettho
 
bataxbond's Avatar
 
Join Date: Aug 2010
Location: Medan - Jakarta
Posts: 1,190
Likes (Received): 520

Quote:
Originally Posted by a4win View Post
Seandainya nih Port di hubungin (udara, air dan darat) langsung dengan Kuala Namu en Belawan, juga Pelabuhan Asahan. Pasti sangat Positif buat Ekonomi Sumut.
sepertinya masih memungkinkan terkoneksi dengan bandar udara.
bukannya proyek Tol Sumatera juga sampai menyentuh kawasan asahan?cmiiw
bataxbond no está en línea   Reply With Quote
Old May 2nd, 2013, 05:06 AM   #19
EenyMeenyMinyMo
Registered User
 
Join Date: May 2011
Posts: 135
Likes (Received): 47

Quote:
Originally Posted by blablanonsense View Post
Kapal susah muter di Tanjung Pelepas... Mending bersandar di Pasir Panjang, Keppel, Pulau Brani atau Tuas Port. Selama Singapore gak mau bongkar Causeway, bakal susah untuk Tanjung Pelepas untuk tumbuh. Semoga Kuala Tanjung bisa memberikan service lebih daripada apa yang ditawarkan Port Klang, Port of Tanjung Pelepas dan Ports of Singapore.
Semoga....
Dan semoga juga bisa membuat beberapa shipping company memindahkan operasinya ke Kuala Tanjung.
Tanjung Pelepas dengan kondisi yang disebutkan di atas aja masih bisa membuat Maersk mindahin tempat operasinya dari Port of Singapore. Yang penting servisnya bisa sebaik negara tetangga dan harga bersaing, biar bisa jadi alternatif dulu.
EenyMeenyMinyMo no está en línea   Reply With Quote
Old May 7th, 2013, 12:53 AM   #20
BeWiseMan
freewill
 
BeWiseMan's Avatar
 
Join Date: Jan 2013
Location: Jekate
Posts: 1,437
Likes (Received): 374

2 Mei 2012
Mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung



Quote:
Sebagai pelabuhan terbesar kedua di Sumut setelah Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung fungsinya lebih menitikberatkan kepada kegiatan untuk kepentingan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan beberapa perusahaan yang ada di seputaran pelabuhan tersebut.

Untuk mengoptimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung, tentu butuh pembenahan di sana sini, guna melengkapi perannya sebagai pelabuhan terkemuka di wilayah Pantai Timur Sumut, mendampingi Pelabuhan Belawan. Apalagi, pelabuhan ini telah ditetapkan sebagai koridor pengembangan ekonomi untuk wilayah Barat, khusus untuk hasil bumi turunan sawit serta lumbung energi.

Mengingat aksesnya langsung berhadapan ke Selat Malaka, Kuala Tanjung, ke depan telah diplot menjadi penyangga Pelabuhan Belawan. Tahun 2012 bisa dilaksanakan pekerjaan yang bisa mendukung Kuala Tanjung menjadi pelabuhan yang bakal diminati para pengguna jasa kepelabuhanan.

Pembenahan tersebut guna memberdayakan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan ekspor untuk hasil-hasil produksi perkebunan sawit dan antar pulau. Selama ini, pelabuhan yang memiliki dermaga menjorok ke laut sepanjang lebih dari 1.000 meter itu, belum banyak dimanfaatkan oleh kalangan produsen hasil-hasil perkebunan (kelapa sawit, karet, kakao) dan industri yang terdapat di kabupaten tetangga Batubara. Sehingga pelabuhan yang semula dipersiapkan menjadi pelabuhan komersial (umum) itu, terkesan lebih banyak mubazirnya. Ini karena pelabuhan itu, hanya dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan saja.

Padahal, jika melihat posisi dan letak Pelabuhan Kuala Tanjung, cukup strategis, dan perannya diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus bongkar muat Pelabuhan Belawan. Namun karena kurangnya fasilitas kepelabuhanan di sini, membuat para user (pengguna jasa kepelabuhanan) dan pemilik barang, lebih berpaling (memanfaatkan) Pelabuhan Belawan.

Pembenahan pelabuhan ini, sangat terkait dengan pembangunan kawasan industri berskala besar yang saat ini tengah dipersiapkan di Sei Mangke, Kabupaten Simalungun. Rencananya, kawasan industri yang lebih memadukan antara industri hulu dan hilir kelapa sawit ini akan menjadi Kawasan Kluster Industri Kelapa Sawit Sei Mangke.

Hanya berjarak 40 kilometer dari Pelabuhan Kuala Tanjung, kawasan kluster industri ini tengah dipersiapkan di atas lahan seluas 1.400 hektare dari luas keseluruhan proyek ini yang mencapai 3.000 hektare. Di bagi dalam tiga tahap pembangunan, proyek Sei Mangke telah memasuki tahapan awal, yakni seluas 104 hektare yang kini siap dijual kepada investor. Salah satu investor yang menyatakan minatnya masuk dalam kawasan ini adalah Ferrostal AG dari Jerman.

Untuk menghadapi limpahan produksi (ekspor) dari Kawasan kluster Industri Sei Mangke, yang diperkirakan siap beroperasi pada tahun 2014, Pelabuhan Kuala Tanjung kini tengah dipersiapkan menampung 2,4 ton CPO produk ekspor. Untuk merealisasikan itu, baru-baru ini telah ditandatangani pembangunan jalur kereta api Kuala Tanjung – Sei Mangke, yang rencananya akan selesai pada 2014.
http://www.bumn.go.id/pelindo1/publi...ala-tanjung-2/

Pelan-pelan tapi pasti....dimulai dari infrastruktur akses.
__________________
Ini bentuk kepedulianku...

Last edited by BeWiseMan; May 8th, 2013 at 11:31 PM.
BeWiseMan no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 03:12 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2017, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu