search the site
 daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Bandung



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old March 26th, 2010, 12:46 PM   #41
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 9,250
Likes (Received): 951

Selasa, 23 Maret 2010
Pemkot Diizinkan Buka Akses Pintu Tol untuk Pembangunan SUS Gedebage

WASTUKANCANA,(GM)-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Kota Bandung membuka akses pintu Tol Purbaleunyi di Km 151 guna memperlancar pembangunan Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage. Pembukaan akses jalan ini diharapkan mempercepat proses pembangunan SUS Gedebage.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivanada saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jln. Wastukancana, Senin (22/3). Menurut Ayi, setelah pembangunan SUS Gedebage selesai, Pemkot Bandung juga berencana membangun pintu gerbang tol di Km 149. Nantinya, gerbang itu akan menjadi akses utama yang permanen menuju SUS Gedebage. Rencana ini telah disetujui Kementerian PU dan telah ada pembicaraan dengan pihak Jasa Marga.

"Kami memang berharap pembangunan ini cepat selesai untuk mencegah kenaikan harga bangunan yang bisa jadi semakin tinggi," ujar Ayi.

Pembangunan SUS Gedebage, lanjutnya, akan memasuki tahapan pembangunan fisik, setelah sebelumnya melewati tahap pematangan lahan. Tahun ini diperkirakan dibutuhkan dana sebesar Rp 278 miliar, sebesar Rp 135 miliar dari Pemprov Jabar dan sisanya dari Pemkot Bandung. Sayangnya, meski telah dianggarkan di APBD provinsi tahun 2010 senilai Rp 50 miliar, namun masih belum jelas kapan dana itu akan cair. Pemkot pun masih belum tahu kapan kira-kira dana itu bisa dicairkan.

"Tapi saya yakin, pembangunan akan selesai tepat waktu, mengingat telah ada kesepakatan antara pemkot dan pemprov mengenai masalah pembiayaan SUS ini," tegas Ayi.

Menanggapi kabar pemprov akan mengkaji ulang bantuan ke pemkot, Ayi mengatakan, itu hak pemprov sebagai pihak pemberi dana. Namun jika ditanya masalah perkembangan pembangunan dan penyerapan dana dari pemprov, Ayi mengaku bisa mempertanggungjawabkannya.

"Dana itu bukan tidak terserap. Hanya jika memang tidak ada pengerjaan yang sesuai dengan posnya, bagaimana kami bisa mengeluarkan dana," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah dipastikan mendapat bantuan dari Pemprov Jabar, namun pembangunan SUS Gedebage masih mengalami kekurangan dana. Untuk menyelesaikan pembangunan hingga 40-50 persen pada akhir tahun ini, setidaknya diperlukan dana sebesar Rp 278 miliar. (B.114)**
__________________
v-sun está en línea ahora   Reply With Quote

Sponsored Links
Old March 26th, 2010, 01:17 PM   #42
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 9,250
Likes (Received): 951

Rabu, 24 Maret 2010
Minta Bantuan Bappenas Buat Detail Engineering Design (DED)

Pemkot Tetap Bangun PLTSa

WASTUKANCANA,(GM)-
Pemerintah Kota Bandung tetap akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Bahkan, pemkot mengklaim, saat ini tahapan rencana pembangunan sudah memasuki pembuatan detail engineering design (DED). DED dibuat tim Technical Advisory Services (TAS) yang ditunjuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Kami memang meminta bantuan Bappenas untuk melakukan penelitian mengenai kemungkinan membangun PLTSa di Kota Bandung. Bappenas sendiri membentuk tim TAS yang bekerja dari Februari hingga Maret. Dan, mereka akan menggelar ekspose di depan kami, termasuk masalah DED-nya," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda kepada wartawan, Selasa (23/3).

Ayi menyatakan, Pemkot Bandung tetap berencana membangun PLTSa karena cara penanganan sampah secara manual, yaitu dengan landfill atau open dumping sudah tidak memungkinkan lagi. Produksi sampah Kota Bandung setiap harinya mencapai 1.500 ton. "TPA Sarimukti 'kan akan segera habis masa sewanya, dan untuk sementara kita tidak punya pilihan lain selain membangun PLTSa," ujar Ayi.

Ayi menyadari rencana Pemprov Jabar yang akan membangun TPA regional di Legoknangka. Namun, itu juga tidak akan mungkin tahan lama karena sampah diproduksi setiap hari, sementara lahan semakin sempit. "Lagi pula sudah ada pembicaraan dengan PLN, dan mereka sepakat untuk bekerja sama dengan kita," tambah Ayi.

Lelang

Sementara itu, Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Cece H. Iskandar membenarkan, pihaknya meminta bantuan Bappenas untuk pembangunan PLTSa. Saat ini, Bappenas melalui tim yang ditunjuk, tengah melakukan pembuatan DED.

"Kita masih menunggu dan mereka katanya akan menjelaskan dalam waktu dekat," kata Cece.

Ditambahkan Cece, setelah proses DED selesai, tahapan berikutnya adalah melakukan proses pelelangan. PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) yang sejak awal menjadi satu-satunya investor, harus juga mengikuti proses lelang. "Meski di awal, PT BRIL telah melaksanakan tahapan hingga melaksanakan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal)," jelasnya.

Untuk menghargai kerja sama yang sebelumnya terjalin dengan PT BRIL, Pemkot Bandung mempunyai beberapa pilihan. Membeli semua kajian yang telah dilakukan PT BRIL atau menjadikan PT BRIL sebagai pemrakarsa. "Jadi bila PT BRIL kita jadikan pemrakarsa, maka bisa mendapat fee dari harga lelang itu," ungkap Cece.

Bicara mengenai pembangunan fisik, Cece mengatakan, semua bergantung pada anggaran yang dimiliki Pemkot Bandung. Cece optimistis pembangunan PLTSa akan terealisasi dan rampung sebelum masa TPA Sarimukti berakhir. (B.114/vin.job)**
__________________
v-sun está en línea ahora   Reply With Quote
Old March 26th, 2010, 01:50 PM   #43
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 9,250
Likes (Received): 951

PLTSa Harus Melalui Lelang
Tak Bisa Langsung oleh PT BRIL Meskipun Sudah Studi Amdal



BANDUNG, (PR).-
Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage, Kota Bandung, tidak bisa dilakukan langsung oleh PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL). Pasalnya, Pemkot Bandung harus melakukan tender lebih dulu dan melaksanakan berbagai studi yuridis soal penyertaan aset.

Kepala PD Kebersihan Kota Bandung Cece H. Iskandar mengatakan, meskipun PT BRIL sudah melakukan kajian amdal (analisis dampak lingkungan), Pemkot Bandung tidak bisa langsung melakukan perjanjian kerja sama. Berdasarkan ketentuan, projek sebesar itu tidak boleh lewat mekanisme penunjukan langsung.

Menurut Cece, amdal telah diselesaikan PT BRIL pada 2008. Sebelumnya, pada 2007, PT BRIL sudah melakukan studi kelayakan. "Setelah amdal, seharusnya bisa langsung ke perjanjian. Namun, aturan tidak memungkinkan," katanya di Balai Kota Bandung, Selasa (23/3).

Cece menambahkan, PT BRIL harus mengikuti tender bersama perusahaan lain yang berminat. Langkah ini tentu berpeluang menimbulkan konflik. Apalagi, PT BRIL telah mengeluarkan dana untuk melakukan berbagai kajian tersebut.

"Alternatifnya, PT BRIL bisa ikut lelang tersebut sebagai pemrakarsa. Dengan demikian, mereka berhak mendapat angka 10 persen untuk penilaian tender. Jadi, PT BRIL akan mendapat tambahan nilai 10 persen sebagai pemrakarsa," ujarnya.

Alternatif kedua, kata Cece, semua studi yang dilakukan PT BRIL dibeli Pemkot Bandung. "Kita harus tunduk dengan aturan yang ada. Kita belum bisa menetapkan karena sedang konsultasi ke Bappenas," tuturnya pula.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandharu menilai, Pemkot Bandung tidak perlu terburu-buru berbicara soal tender PLTSa. Sebelum melaksanakan proses tender, pemkot masih harus membuat berbagai kajian yuridis. "Kami sudah menyampaikan nota kepada pimpinan dewan. Intinya, pemerintah harus melakukan berbagai kajian yuridis supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ucapnya.

Tidak menghambat

Haru menjelaskan, kajian yuridis tersebut, antara lain soal penyertaan aset Pemkot Bandung. "Itu tanahnya milik siapa? Kalau milik pemkot, berarti harus ada perda yang mengatur penyertaan aset. Jika PLTSa itu swasta, ya tanahnya dari swasta saja," ujarnya lagi.

Kajian yuridis juga diperlukan terkait dengan teknologi yang digunakan. Pasalnya, PLTSa menggunakan insenerator yang dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan. Apalagi, saat ini sudah berlaku UU lingkungan yang baru, yakni UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Idealnya, dilakukan kajian baru sesuai dengan UU tersebut.

Di sisi lain, menurut Haru, revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung juga belum selesai. Oleh karena itu, sebelum masuk tender, pemerintah harus melakukan berbagai kajian yuridis tersebut.

"Tugas dewan hanya mengingatkan, bukan berarti menghambat. Jika seluruh kajian sudah diselesaikan, soal tender akan lebih mudah," tuturnya menegaskan.

Sejauh ini, belum ada komentar dari PT BRIL seputar masalah tersebut. Direktur Utama PT BRIL Yosef Soenaryo yang bermaksud dikonfirmasi, belum bisa dihubungi. (A-170)***
__________________
v-sun está en línea ahora   Reply With Quote
Old April 25th, 2010, 11:26 AM   #44
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 9,250
Likes (Received): 951

Kamis, 22 April 2010
Pengerjaan SUS Gedebage Melenceng dari Target

GEDEBAGE,(GM)-
Perkembangan pembangunan Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage di Kel. Rancanumpang, Kec. Gedebage melenceng dari target awal. Kondisi cuaca nenyebabkan pengerjaan proyek sampai bulan April baru 1,5%, padahal seharusnya sudah mencapai 2-3%.

Enginering Manager PT Adhi Karya, Hanif Setyo Nugroho menjelaskan, keterlambatan pengerjaan memang diakibatkan masalah cuaca dan bukan adanya masalah internal. Meski ada sedikit keterlambatan, Hanif tetap optimistis pengerjaan SUS Gedebage hingga 80% fisik bangunan berdiri akan tetap tercapai. PT Adhi Karya dan Pemkot Bandung sebelumnya menargetkan pembangunan 80% fisik stadion selesai akhir Desember 2011.

"Kita akui ada sedikit keterlambatan dalam pengerjaan pematangan lahan dan ada sedikit pergeseran target. Ini semua akibat cuaca yang buruk beberapa waktu lalu. Sekarang kita berusaha maraton, salah satunya dengan menambah jam kerja," tutur Hanif kepada wartawan di lokasi proyek SUS Gedebage, Rabu (21/4).

Hanif menambahkan, selain menambah jam kerja, faktor lainnya yang akan menunjang pengerjaan, yaitu dibukanya akses tol Padaleunyi KM 151. Jika akses itu dibuka, maka kendaraan berat pengangkut material tanah untuk pengurugan akan lebih leluasa. Artinya kendaraan berat tidak lagi harus menggunakan akses Jln. Cimincrang.

"Saat ini kita sedang ada di posisi koordinasi dengan Kementerian PU. Informasinya berkas sudah ada di Menteri dan tinggal tanda tangan. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa mulai dibuka akses tersebut," tutur Hanif.

Dengan dibukanya akses KM 151, pengangkutan material tanah untuk pengurugan akan bisa diperbanyak. Selama ini dengan menggunakan Jln. Cimincrang pengangkutan tanah dilakukan sebanyak 60-70 rit dengan armada 30 dump truck.

Di tempat yang sama, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Umum Proyek SUS Gedebage, Yayat Ahmad Hidayat membenarkan bergesernya target pengerjaan. Yayat menyatakan keterlambatan itu akibat faktor cuaca.

"Kami juga menekankan pada pelaksana maupun konsultan konstruksi untuk mengganti kehilangan waktu dengan membuat action plan baru. Ya salah satunya penambahan jam kerja," kata Yayat. (B.114)**
__________________
v-sun está en línea ahora   Reply With Quote
Old April 25th, 2010, 11:30 AM   #45
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 9,250
Likes (Received): 951

PLTSa Gedebage Diminati 80 Investor
Minggu, 18 April 2010 | 18:27 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Peminat investasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Gedebage, Kota Bandung, melebihi perkiraan Pemerintah Kota Bandung. Menurut hasil market sounding yang dilakukan perwakilan Pemkot dalam acara Asia Pacific Ministry Conference (APMC) di Jakarta, Jumat (16/4), 80 investor, baik dari dalam maupun luar negeri, berminat untuk berinvestasi dalam proyek tersebut.

"Jadi, saya merasa optimistis proyek PLTSa ini dapat dilaksanakan dan berjalan sesuai dengan rencana," ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi dalam penyataan tertulisnya, Sabtu (17/4).

Edi berharap, setelah market sounding ini, jumlah investor akan semakin mengerucut pada Juni nanti. Selanjutnya, lelang dapat dilakukan pada September tahun ini. Sesuai dengan rencana Pemkot, legal constructing dengan pemenang lelang diharapkan sudah dapat dilakukan pada Januari 2011.

"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 35 investor peminat yang terdaftar di Bappenas dan Pemkot Bandung. Kalaupun hanya 50%-nya saja yang serius dan mengikuti tender, itu sudah bagus," kata Edi.

Tentang keberadaan PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) sebagai penggagas proyek PLTSa, Edi mengatakan, Pemkot Bandung tidak mungkin menunjuk langsung PT BRIL. Penunjukan langsung, lanjutnya, tidak sesuai dengan aturan sehingga harus dilakukan tender terbuka.

"Hak PT BRIL sebagai pemrakarsa tidak hilang. Mereka berhak ikut tender, bahkan mereka memiliki keistimewaan right to match, yaitu apabila tidak ada penawaran yang lebih rendah daripada PT BRIL, maka pemenang tender secara otomatis adalah PT BRIL. Apalagi, PT BRIL juga mendapatkan bonus nilai sebagai pemrakarsa," ujar Edi.

Edi berharap, tender dapat dilakukan secara terbuka, akuntabel, serta memenuhi standar prosedur yang ada sehingga pada saat pelaksanaan proyek nanti tidak ada permasalahan. (ss)
__________________
v-sun está en línea ahora   Reply With Quote
Old July 18th, 2010, 11:19 AM   #46
WiWiWi
Registered User
 
WiWiWi's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: Bandung
Posts: 1,324
Likes (Received): 61


berarti design yang dipake yang ini ya
WiWiWi no está en línea   Reply With Quote
Old October 5th, 2010, 01:30 AM   #47
okiazr
Registered User
 
Join Date: Sep 2010
Posts: 33
Likes (Received): 10

ngeliat dari "GEDEBAGE CITY MASTER PLAN" direncanain blok K and Blok L buat perumahan,
yang aku tau di lokasi itu udah ad perumahan bumi adipura, yang bikin kaget, di selatan Blok L bakal dibangun interchange and kolam retensi, padahal di tempat tersebut udah dibangun cluster V dan Cluster IV Bumi Adipura. Untung temenku masih mikir2 beli rumah rumah di lokasi itu, kalo udah beli, bakalan nyesel dia karena bisa digusur tuh rumah barunya jadi kolam or jadi interchange
okiazr no está en línea   Reply With Quote
Old November 18th, 2010, 11:19 AM   #48
preangerplanter
Registered User
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 1
Likes (Received): 0



hahaa....
don't be too naif...

itu pengembangnya punya lahan di situ sejak akhir 90-an itu..
coba tanyakan pada konsultannya apakah mereka melakukan kajian kepemilikan lahan sebelum bikin blok-blok-an begitu..? hehehee... nanti saya kenalkan sama salah satu konsultannya kalau bapak mau, jadi bisa tanya langsung sebab musabab rencananya bisa seperti itu..

anyway, di dalam RTRW pun lokasi tsb masuk dalam peruntukan permukiman, sementara posisi kolam retensi di RTRW tidak dijelaskan karena sifatnya lebih detail.. Jadi kemungkinan utk gusur-menggusur tipis sekali yaa... selain faktor kepemilikan lahan, izin2 peruntukan yg sudah dimiliki pengembang sejak lama, dan kesesuaian dengan RTRW tadi, juga biayanya akan sangat besar...

Pada kenyataannya, pintu tol dan jalan menuju pintu tol (exit-ramp) yang semula direncanakan akan melintas (jalan layang) di atas perumahan tadi pun tidak terwujud karena biayanya akan lebih tinggi, walaupun pengembang dan warga perumahannya nrimo saja dgn rencana tadi (karena kalau ada gerbang tol sekitar situ mreka juga yg untung). Jadi saat ini jalan/exit-ramp yg sedang disiapkan posisinya itu di luar lahan milik pengembang perumahan tadi, tepatnya agak ke timur dari lokasi perumahan tersebut... sudah mulai dibangun, kalau bapak lewat tol dari arah bandung menuju cileunyi nanti akan terlihat ada jalan keluar yg sedang disiapkan... tapi entah kapan rampungnya juga, seharusnya berbarengan dengan penyelesaian SOR Gedebage yg ditargetkan sekitar 2012 (apa mungkin..?)

Yg namanya rencana sifatnya utopis...
kadang konsultannya sudah capai2 survey ngukur ngitung dan memperkirakan, tapi client (which is pemkot dan juga DPRD yg suka ikut nimbrung sebagai 'wakil rakyat') punya ide lain, jadi dipaksakan harus tercipta... berhubung project oriented, daripada ga beres2 dan merugi lebih baik dijadikan saja dulu masterplannya sebagai gambaran awal.. kalau 'melenceng'2 dikit gapapalah, gitu cenah... hahahaa...

so, 50% tercapai sudah sangat bagus...

cheers...
preangerplanter no está en línea   Reply With Quote
Old November 20th, 2010, 06:56 AM   #49
D3Y
Jiva & Kasabian
 
D3Y's Avatar
 
Join Date: May 2010
Location: Cilegon "BERSERI"
Posts: 11,714
Likes (Received): 2313

wait & see aja, terlalu pesimis jangan...optimis harus !
memang alasan yang masuk di akal, tetapi who know's jika semua plan2 itu benar2 terwujud walau dengan progress yang sangat lama dan walau dengan kemungkinan tipis sekalipun. soalnya masterplan wilayah ini sudah sangat lama digulirkan...kalo ga salah dari tahun 90-an udah mulai rame.
__________________
The Right Man at The Right Time and The Right Place
He is Ridwan Kamil
D3Y no está en línea   Reply With Quote
Old January 26th, 2011, 08:28 AM   #50
aa coy
Registered User
 
aa coy's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: citayam,bogor - cikupa,tangerang
Posts: 2,353
Likes (Received): 47

SUS Rampung Desember 2011



DIPONEGORO,(GM)-Rabu, 26 Januari 2011
Anggota tim teknis PT Adhi Karya, Hanief Setio Nugroho mengungkapkan, meski pembangunan Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage diprediksi akan "menyeberang" hingga ke tahun 2012, namun pihaknya memiliki keyakinan sarana olahraga ini bakal rampung pada Desember 2011.

Namun tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya diberlakukannya overtime untuk pengerjaan selama 24 jam, penambahan armada dan alat-alat konstruksi, juga sosialisasi kepada warga sekitar. "Dulu warga menolak overtime karena mereka merasa terganggu jika ada yang bekerja larut malam. Namun hal ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi kita mengejar target akhir 2011 pembangunan stadion bisa selesai. Ya mudah-mudahan cuaca pun mendukung, juga hal-hal lainnya, sehingga kita bisa mencapai target," ungkap Hanief.

Sedangkan anggota Manajemen Konstruksi (MK) PT Indah Karya, Dwinik Winawangsari menambahkan, pengembang, perencana, dan MK pembangunan Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage bukannya tidak ingin menyelesaikan pembangunan konstruksi di tahun 2011. Namun karena alasan teknis dan nonteknis yang bisa dipertanggungjawabkan, pembangunan SUS yang terletak di Cimincrang Gedebage tersebut pelaksanaannya diprediksi akan menyeberang ke tahun 2012.

Menurutnya, hingga 16 Januari 2011 progres pembangunan SUS Gedebage mencapai 19%, padahal targetnya 27%. Jadi ada deviasi - (minus) 7. "Di antara kendala itu, telatnya perizinan dari Kementerian PU, telatnya izin dari PT Jasa Marga untuk penggunaan akses jalan tol km 151 dan 149, akses Jalan Cimincrang yang kurang memadai hingga adanya gesekan dengan masyarakat sekitar," kata Dwinik dalam pertemuan antara Pemkot Bandung, pengembang SUS Gedebage, dan anggota Komisi D DPRD Jabar di Gedung DPRD Jabar, Selasa (25/1). Selain itu, cuaca ekstrem sepanjang 2010 pun turut memengaruhi. "Faktor inilah yang membuat realisasi proyek hingga akhir tahun 2010 hanya mencapai 16 persen," ungkapnya.

Sementara tim perencana pembangunan SUS Gedebage dari PT Penta, Forest Jieprang menambahkan, lahan di lokasi pembangunan SUS Gedebage memang memiliki kendala, terkait kontur tanah yang berbeda dengan kontur di daerah lainnya. Tanah di lokasi SUS ini bekas rawa sehingga pemadatannya membutuhkan waktu cukup lama. Bahkan pihaknya menambah ketinggian sekitar 1,7 - 2 meter untuk mengejar elevasi banjir yang biasa terjadi di daerah tersebut dan menyamakannya dengan jalan kota.

"Kami juga melakukan rekayasa teknologi agar pemadatan tanah bisa lebih kuat. Di samping itu, setelah dipadatkan kita harus menunggu beberapa saat untuk memasang tiang pancang. Berdasarkan kontur tanah, jika sudah dipadatkan harus didiamkan beberapa saat. Sebab sesuai sifatnya setelah dipadatkan tanah akan melebar ke samping," kata Forest.

Jika setelah dipadatkan, ujarnya, tanah langsung dipasangi tiang pancang, dikhawatirkan tiang pacang tersebut akan miring, seiring pergeseran tanah setelah dipadatkan. Hal ini terjadi di beberapa negara, seperti pada pembangunan jembatan. Sebab itu, kata Forest, hingga saat ini pihaknya belum memasang tiang pacang. "Kami tidak ingin hal ini terjadi pada pembangunan SUS Gedebage. Kami beranji akan berusaha sebaik mungkin dalam pengerjaannya," katanya. (B.96)**
aa coy no está en línea   Reply With Quote
Old January 26th, 2011, 08:33 AM   #51
aa coy
Registered User
 
aa coy's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: citayam,bogor - cikupa,tangerang
Posts: 2,353
Likes (Received): 47

Pemkot Ajukan Dana Rp 145 M

DIPONEGORO,(GM)-Rabu, 26 Januari 2011
Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung sepakat untuk mengalokasikan anggaran bersama, guna membangun Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage. Tahun ini, untuk pembangunan SUS, Pemkot Bandung mengajukan anggaran sekitar Rp 145 miliar ke Pemprov Jabar.

Dana tersebut terdiri atas Rp 50 miliar dana yang sudah dianggarkan dalam APBD Jabar 2010 dan Rp 95 miliar ajuan murni di tahun 2011. Pemkot Bandung juga berjanji akan memberikan progress report kepada DPRD dan Pemprov Jabar, terkait pembangunan SUS Gedebage secara periodik. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Komisi D DPRD Jabar bersama Pemkot Bandung, yang diwakili Sekda Kota Bandung, Edi Siswadi dan Manajemen Konsultan (MK) PT Indah Karya, Manajemen Perencana (PT Penta), Pengembang SUS Gedebage, juga PT Adhi Karya di ruang Badan Musyawarah DPRD Jabar, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (25/1). Selain itu, hampir seluruh pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Jabar hadir dalam kesempatan tersebut.

"Ya kami meminta anggaran ke Pemprov Jabar untuk tahun 2011 ini sekitar Rp 145 miliar. Sebenarnya anggaran yang murni tahun ini hanya Rp 95 miliar, karena yang Rp 50 miliarnya sudah dianggarkan pada tahun 2010," katanya. Namun, tambah Edi, karena terbentur aturan gubernur, anggaran yang Rp 50 miliar tidak bisa dicairkan. "Untuk itu, kami memintanya kembali tahun ini," kata Edi kepada wartawan. Tahun ini, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun SUS Gedebage sekitar Rp 374 miliar, Rp 145 di antaranya diharapkan berasal dari bantuan Pemprov Jabar, sisanya dari APBD Kota Bandung.

Menurutnya, sejak Desember 2010 pemprov dan pemkot sudah tidak ada lagi kontrak penganggaran untuk pembangunan SUS Gedebage, seperti yang sebelumnya disepakati yaitu 60:40. Saat ini pemprov memberi anggaran yang sifatnya hanya bantuan. Pihaknya berkomitmen, karena pemprov membantu penganggaran pemkot siap mempertanggungjawabkan anggaran tersebut, termasuk memberikan progress report pembangunan SUS.

Tidak dianggarkan

Sementara itu, menurut Ketua Komisi D DPRD Jabar, H.M. Qudrat Iswara, sah-sah saja Pemkot Bandung mengharapkan adanya penambahan anggaran untuk pembangunan SUS Gedebage dari Pemporv Jabar sekitar Rp 145 miliar. Apalagi jika masih ada asumsi pembagian anggaran 60:40 antara pemprov dengan pemkot. "Dengan asumsi pembagian itu wajar jika pemkot mengharapkan bantuan dari pemprov sekitar Rp 145 miliar," katanya.

Pada APBD 2011 murni pemprov tidak menganggarkan untuk pembangunan SUS Gedebage. Salah satu faktornya, dana Rp 50 miliar yang dianggarkan pada APBD tahun 2010 tidak terserap. Namun jika perkembangan pembangunan SUS tersebut cukup signifikan, pihaknya bisa mengalokasikannya pada APBD perubahan 2011. "Saya kira saat ini kita semangatnya sudah sama, yakni ingin segera menyelesaikan pembangunan SUS Gedebage. Jika progres yang ditunjukkan pemkot dan pengembang bagus, maka kita bisa membahas dan mengalokasikannya di APBD perubahan tahun 2011," ujar Iswara.

Sementara itu, Edi menambahkan, adanya ancaman dari Komisi D DPRD Jabar tentang akan diputusnya anggaran dari pemprov, melihat adanya keterlambatan pembangunan, ia tidak menganggapnya negatif. Ia menilai, komentar Komisi D tersebut merupakan teguran dan evaluasi yang wajar untuk mereduksi kesalahan persepsi selama ini. "Saya menilainya wajar, teguran dan evaluasi tersebut untuk memacu semangat dan tanggung jawab kita. Saya juga meminta maaf yang setulus-tulusnya karena ada sedikit miskomunikasi selama ini. Saya berjanji setelah pertemuan ini kita akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi, terkait pembangunan SUS Gedebage yang menjadi kebanggaan masyarakat Jabar dan Kota Bandung ini," kata Edi.

Ia memprediksi pembangunan SUS Gedebage tidak akan selesai akhir tahun 2011 sehingga ada tambahan waktu sampai 2012. Namun keterlambatan ini bukan wanprestasi atau cedera janji, melihat adanya sejumlah permasalahan di lapangan yang tidak bisa dihindari, seperti cuaca ekstrem. Namun klausul seperti ini sudah ada dalam kontrak perjanjian. "Artinya, jika ada masalah yang tidak dapat dihindari, keterlambatan itu masih bisa ditoleransi," katanya. (B.96)**
aa coy no está en línea   Reply With Quote
Old January 26th, 2011, 08:39 AM   #52
aa coy
Registered User
 
aa coy's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: citayam,bogor - cikupa,tangerang
Posts: 2,353
Likes (Received): 47

sorry oot, smalem baca running text di berbagai tv kira2 bunyinya : pemerintah akan menyiapkan 3 kota metropolitan. maybe ada yg tau, kota apa aja yah?
aa coy no está en línea   Reply With Quote
Old January 26th, 2011, 08:46 AM   #53
aa coy
Registered User
 
aa coy's Avatar
 
Join Date: Dec 2009
Location: citayam,bogor - cikupa,tangerang
Posts: 2,353
Likes (Received): 47

Keterlambatan Pembangunan Stadion Dinilai Wajar
Selasa, 25 Januari 2011 | 13:00 WIB



BANDUNG, TRIBUN - Konsultan Perencana Stadion Utama Sepak Bola (SUS) Gedebage, Fores, mengatakan, SUS Gedebage berada di lokasi tanah endapan dengan kondisi tanah lunak sampai dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Lokasi tanah berada di bawah elevasi rencana jalan kota dan berada di bawah elevasi jalan tol, sehingga membutuhkan timbunan tanah untuk menaikan elevasi supaya di atas elevasi. Akibatnya, jika dibiarkan akan terjadi banjir dan problem tanah lunak adalah perlunya dilakukan penimbunan yang butuh waktu. "Bagaimana mengatasi problema daya dukung tanah SUS Gedebage yang kecil menyebabkan pemilihan pondasi harus tepat, timbunan tanah harus berada tiga meter sehingga bebas banjir dan terlihat megah dari jalan tol," ujarnya saat memberikan keterangan di depan anggota DPRD Provinsi Jabar, Selasa (25/1).

Ia mengatakan, metode teknis yang dilakukan untuk mempercepat naiknya air dari tanah endapan dibuat prefabricated vertical dan vertical drain, lalu dibuat horizontal drain. "Dari lokasi yang tidak realistis kita buat menjadi realistis," katanya. Saat ini tiang pancang belum dipasang karena bisa mengakibatkan tiang pancang menjadi miring jika lokasi tanah masih labil.

Managemen Konstruksi PT Indah Karya, Tintin mengatakan, pihaknya membantu mengawasi pekerjaan yang melingkupi pekerjaan pembangunan stadion. "Kita mengawasi pengendalian mutu pekerjaan, pekerjaan tanah (165 ribu meter kubik dari 800 ribu meter kubik dari kontrak), pemasangan material geotextile (seluas 64.973 meter kubik), pekerjaan vertical drain (seluas 64.973 meter kubik), pekerjaan kermeer (525 meter dari total 2530 meter persegi)," ujarnya.

Jika ada keterlambatan semata-mata bukan dari Adhi Karya tapi karena aspek non teknis. Seperti aksesibilitas dan cuaca menjadi faktor penyebab terjadinya keterlambatan. Kontraktor, Hanif Setyo Nugroho mengatakan, hanya ada selisih enam persen dari target awal yang dilakukan Adhi Karya. "Kita berusaha memperkecil kesalahan, poin utama kendala adalah masalah akses, karena secara schedule perencanaan kita sudah sesuai," ujarnya. (fam)

Last edited by aa coy; January 26th, 2011 at 08:55 AM.
aa coy no está en línea   Reply With Quote
Old January 27th, 2011, 03:45 AM   #54
unity
Tionghoa Indonesia
 
unity's Avatar
 
Join Date: Jan 2009
Location: Born in Balikpapan - Raised in Surabaya - Now in Sydney
Posts: 1,425
Likes (Received): 395

Quote:
Originally Posted by aa coy View Post
sorry oot, smalem baca running text di berbagai tv kira2 bunyinya : pemerintah akan menyiapkan 3 kota metropolitan. maybe ada yg tau, kota apa aja yah?
Medan, Makassar, dan Denpasar, broo...
Bandung gak termasuk... Pemerintah pusat dah angkat tangan kali...
__________________
"Ményak manis éla inélén, bapait éla iut"
unity no está en línea   Reply With Quote
Old January 27th, 2011, 04:34 AM   #55
D3Y
Jiva & Kasabian
 
D3Y's Avatar
 
Join Date: May 2010
Location: Cilegon "BERSERI"
Posts: 11,714
Likes (Received): 2313

nope bro...
itu adalah batam, pekanbaru dan bandar lampung, yang sudah mencapai titik angka 1 juta lebih untuk penduduk perkotaan di tiga kota tersebut, sehingga nanti dalam ajang penilaian semacam ADIPURA ketiga kota tersebut berubah kategori-nya bersama kota metropolitan lain yang sudah ada ( Jakarta barat, timur, pusat, selatan, utara...surabaya, bandung, medan, palembang, makassar, semarang, bekasi, tangerang dan depok )
__________________
The Right Man at The Right Time and The Right Place
He is Ridwan Kamil
D3Y no está en línea   Reply With Quote
Old January 27th, 2011, 05:07 AM   #56
unity
Tionghoa Indonesia
 
unity's Avatar
 
Join Date: Jan 2009
Location: Born in Balikpapan - Raised in Surabaya - Now in Sydney
Posts: 1,425
Likes (Received): 395

Quote:
Originally Posted by DJ_Archuleta View Post

Pemerintah Siapkan 3 Kawasan Kota Metropolitan Baru

Selasa, 25 Januari 2011 - 20:20 wib
Martin Bagya Kertiyasa - Okezone


JAKARTA - Pemerintah meyakinkan bahwa tiga kota besar yaitu Medan, Makasar, dan Denpasar akan menyusul Jakarta menjadi kota metropolitan

Dirjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum Imam Santoso Ernawi menyebutkan pemerintah tengah menggarap tiga kawasan tersebut untuk menjadi metropolitan baru di Indonesia.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terkait kawasan strategis nasional dan perbatasan disebutkan Medan Makasar dan Denpaaar sebagai target metropolitan yang akan dikembangkan.

"Ini akan berkembang sebagai metropolitan Medan, Makasar, Denpasar itu akan ditetapkan dalam RTRW kawasan nasional, sebagai perkotaan metropolitan," ujar Erwani kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Adapun tata ruang ini dibentuk agar perkembangan menunju ke arah yang positif "Mengapa diperlukan tata ruang metro supaya perkembangannya tidak karuan, agar terarah," ucapnya.

Menurut Erwani kawasan ini karena dinilai strategis, dan termasuk kota-kota yang besar di Indonesia. "Karena strategis, perlu disusun tata ruangnya sebagai kawasan metropolitan," tandasnya.(adn)(rhs)

sumber : http://economy.okezone.com/index.php...ropolitan-baru

Ini nih yang gw baca...
Lain berita kali yaa...
Sorry OOT...
__________________
"Ményak manis éla inélén, bapait éla iut"
unity no está en línea   Reply With Quote
Old January 27th, 2011, 05:25 AM   #57
D3Y
Jiva & Kasabian
 
D3Y's Avatar
 
Join Date: May 2010
Location: Cilegon "BERSERI"
Posts: 11,714
Likes (Received): 2313

lah, kirain seperti yang gw lihat di berita global tivi
btw bukannya medan dan makassar udah kategori metropolitan ya...OOT
__________________
The Right Man at The Right Time and The Right Place
He is Ridwan Kamil
D3Y no está en línea   Reply With Quote
Old January 27th, 2011, 05:35 AM   #58
unity
Tionghoa Indonesia
 
unity's Avatar
 
Join Date: Jan 2009
Location: Born in Balikpapan - Raised in Surabaya - Now in Sydney
Posts: 1,425
Likes (Received): 395


Mungkin metropolitan di sini maksudnya konsepnya atau penataan ruang kotanya yang dibuat layaknya metropolitan. Bukan cuman status kota karena jumlah penduduk aja...
Haha... OOT terus nih, kang...

btw... Gedebage ini jauh ya dari rencana Kertajati. Jalan tolnya bakalan nyambung ke Cisumdawu kah??
__________________
"Ményak manis éla inélén, bapait éla iut"
unity no está en línea   Reply With Quote
Old January 27th, 2011, 05:52 AM   #59
D3Y
Jiva & Kasabian
 
D3Y's Avatar
 
Join Date: May 2010
Location: Cilegon "BERSERI"
Posts: 11,714
Likes (Received): 2313

betul, rencananya menurut materplannya sih tol bandung intra urban ( dimana tol gedebage salahsatunya) bakalan nyambung nantinya ke cisumdawu dan kertajati.
kapan ya semuanya bener2 terealisasi...

ah pemerintah kita terlalu banyak HOAX, bisa jadi semuanya hanya pengalihan isyu dari berita2 miring sekarang terutama yang menyangkut korupsi gayus, bank century dll
__________________
The Right Man at The Right Time and The Right Place
He is Ridwan Kamil
D3Y no está en línea   Reply With Quote
Old January 29th, 2011, 04:48 PM   #60
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 9,250
Likes (Received): 951

Batas Waktu SUS Gedebage Bisa Diundur
Sabtu, 29/01/2011 - 19:21

BANDUNG, (PRLM).- Pembangunan Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage sebaiknya tak usah dipaksakan untuk memenuhi deadline. Hal itu dikatakan anggota Komisi D DPRD Prov. Jabar Achdar Sudrajat di Bandung, Sabtu.

Sebaliknya Achdar menyarankan, pengembang dan Pemkot Bandung perlu memperhatikan kualitas stadion dan tidak perlu bernafsu menyelesaikannya tahun 2011. "Jangan sampai setelah jadi nanti, baru beberapa bulan sudah rusak ini dikarenakan kualitasnya kkurang baik akibat terburu-buru," ucapnya.

Achdar menuturkan, pengembang dan Pemkot Bandung bisa memperpanjang batas waktu pembangunan, dan pemprov pun masih tetap mendukung dalam pembiayaan. Pasalnya, SUS Gedebage tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bandung, tapi juga masyarakat Jabar secara keseluruhan. Namun, soal bantuan biaya itu pun, tergantung dari progress pembangunan.

Mengenai perpanjangan waktu pembangunan tersebut, kata Achdar, memang bakal melanggar batas akhir kontrak yang dijanjikan Pemkot Bandung. "Dan biasanya, jika melanggar kontrak ada denda-denda atau sangsi lainnya. Itu ada mekanismenya tergantung MoU yang dibuat antara pengembang dan Pemkot Bandung. Nah, sayangnya, kami tidak mengetahui isi MoU tersebut. Kami sudah meminta draf MoU tersebut kepada Pemkot Bandung sejak minggu lalu, namun kami belum menerimanya.”

Sebelumnya tim teknis PT Adhi Karya sebagai pengembang menegaskan keyakinannya SUS Gedebage tuntas akhir tahun 2011. Namun itupun dengan sejumlah persyaratan utama yaitu cuaca yang mendukung, overtime 24 jam (sekarang hanya 14 jam), penambahan armada dan peralatan berat, serta sosialisasi ke warga sekitar agar tidak terjadi penentangan. (A-128/A-26).***

http://pikiran-rakyat.com/node/133711
v-sun está en línea ahora   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Related topics on SkyscraperCity


All times are GMT +2. The time now is 05:34 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.11 Beta 4
Copyright ©2000 - 2017, vBulletin Solutions Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2017 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu