daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Regional Construction and Development > Sumatra

Sumatra » Lampung | Pekanbaru | Palembang



Reply

 
Thread Tools
Old November 14th, 2008, 03:51 AM   #1
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

DOMPAK ISLAND (Goverment Centre of Riau Islands Province)

Pemerintah dan DPRD Provinsi Kepri menetapkan Pulau Dompak sebagai pusat perkantoran Pemerintahan Provinsi Kepri. Penetapan tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepakatan antara Gubernur Kepri H. Ismeth Abdullah dengan Ketua DPRD Provinsi Kepri H.M. Nur Syafriadi dan Wakil Ketua I DPRD Jumaga Nadeak. Acara penandatanganan nota kesepakatan tersebut dilakukan di aula kantor Gubernur Kepri Tanjungpinang (Sabtu, 6/1), disaksikan oleh Wakil Gubernur Kepri H.M. Sani, Walikota Tanjungpinang Hj. Suryatati A.Manan, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto, Sekda Provinsi Kepri H. Eddy Wijaya serta beberapa orang anggota DPRD Provinsi Kepri.

ImageNota kesepakatan tersebut merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Kepri yang berkewajiban untuk melakukan percepatan proses pembangunan infrastruktur perkantoran Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau beserta fasilitas pendukung lainnya serta mengalokasikan dana untuk pembangunan Kompleks Perkantoran Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dalam bentuk Multiyears (tahun jamak) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau yang dimulai dari tahun anggaran 2007 s/d 2010.

Dalam pengantar Nota Keuangan Tahun 2007, Gubernur Kepri H. Ismeth Abdullah telah menyampaikan bahwa alokasi dana yang dibutuhkan untuk membangun kompleks perkantoran Pemerintahan Provinsi Kepri tersebut adalah sebesar Rp.1.052 triliun yang menurut rencana akan selesai pembangunannya dalam waktu 2,5 tahun. Sedangkan pembayaran keseluruhan proyek tersebut akan dilakukan dalam waktu empat tahun anggaran (2007 s/d 2010).
__________________
Marzuki:"Jangan bandingkan harga bangunan istana dengan bangunan rakyat biasa"
novian no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old November 14th, 2008, 03:59 AM   #2
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

MASTERPLAN LANDSCAPE DOMPAK ISLAND

Pulau Dompak dengan luas lebih kurang 925 ha direncanakan akan dikembangkan menjadi daerah perkantoran dan pusat pemerintahan daerah, oleh karenanya diperlukan perancangan lansekap yang menyeluruh bagi rencana pengembangan Pulau Dompak agar pembangunan yang direncanakan tetap selaras norma-norma lingkungan dan kelestarian alam, serta memiliki suasana dan karakter yang representatif sebagai kawasan Pusat Pemerintahan propinsi Kepulauan Riau.

__________________
Marzuki:"Jangan bandingkan harga bangunan istana dengan bangunan rakyat biasa"
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 03:59 AM   #3
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84


__________________
Marzuki:"Jangan bandingkan harga bangunan istana dengan bangunan rakyat biasa"
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 04:06 AM   #4
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Jakarta Kuasai Proyek Dompak

Hearing dengan LPJKD Panas
TANJUNGPINANG-Sedikitnya 11 dari 20 paket proyek pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang telah selesai dilelang. Pemenang tender sebagian besar adalah kontraktor atau perusahaan asal Jakarta.

Kontrak pengerjaan proyek-proyek yang didanai dari APBD Kepri secara tahun jamak (multiyears) itu telah diteken sejak 15 Desember 2007 lalu. Total nilai ke-11 proyek yang telah selesai dilelang mencapai Rp1,513 triliun. Sedangkan total nilai proyek pembangunan pusat pemerintahan di Dompak adalah Rp1,9 triliun. Pembangunan pusat pemerintahan secara multiyears ini dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kepri Nomor 14 Tahun 2007.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Ismanullah mengatakan proses lelang proyek-proyek itu telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Para pemenang tender, kata Ismanullah, memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan dan dinilai paling layak oleh panitia lelang mengerjakan proyek-proyek multiyears pembangunan Pulau Dompak.

"Proses lelang yang kita lakukan pada saat itu terbuka untuk umum dengan melalui berbagai tahapan, salah satunya melalui prakualifikasi. Memang tidak ada perusahaan lokal dapat, karena tidak satupun perusahaan lokal yang lolos prakualifikasi," kata Ismanullah usai rapat dengar pendapat (hearing) Komisi III DPRD Kepri membahas pembangunan Dompak di Gedung DPRD Kepri, Tanjungpinang, Jumat (14/3).

Kendati dikuasai kontraktor-kontraktor luar Kepri, kata Ismanullah, kontraktor lokal masih tetap dimungkinkan untuk ikut berpartisipasi dengan menjadi sub-kontraktor. Caranya, kata dia, kontraktor lokal bisa mendatangi langsung pemenang tender tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa disubkontrakkan.

"Subkon bisa dilakukan, tapi tidak bisa seluruhnya, melainkan hanya untuk pekerjaan tertentu saja. Bagi yang mau subkon langsung saja datangi perusahaan-perusahaan bersangkutan, atau bisa melalui perantara (Dinas) PU. Namun, mengenai negosiasi harga diputuskan antara perusahaan pemegang kontrak dengan perusahaan subkon bersangkutan. Dan tanggung jawab subkon berada di tangan perusahaan pemegang kontrak," katanya.

11 paket pekerjaan yang sudah selesai dilelang adalah proyek pembangunan jembatan Pindo (Tanjungpinang-Dompak) senilai Rp236,637 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh PT Nindya Karya (Persero), Jakarta. Kemudian, pembangunan jalan utama senilai Rp187,099 miliar dimenangkan PT Duta Graha Indah, Jakarta.

Proyek pembangunan jalan penghubung Pulau Dompak senilai Rp48,388 miliar dimenangkan PT Tamako Raya Perdana, Pekanbaru, pembangunan jalan lokal di Pulau Dompak sebesar Rp54,706 miliar jatuh ke PT Propelat asal Bandung.

Selanjutnya, proyek paling besar yakni pembangunan Kantor Gubernur, Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan Pemprov Kepri dimenangkan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala, Jakarta. Nilai proyek yang dimenangkan oleh perusahaan yang disebut memiliki cabang di Batam ini mencapai Rp258,380 miliar.

PT Pembangunan Perumahan (PP), Jakarta kebagian dua proyek, yaitu pembangunan gedung DPRD Provinsi Kepri senilai Rp64,144 miliar dan kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebesar Rp45,165 miliar. Sedangkan proyek pembangunan masjid raya dan Islamic Centre senilai Rp102,030 miliar dimenangkan oleh PT Waskita Karya, Jakarta.

Adapun untuk pembangunan RSUD Kepri akan dilaksanakan PT Duta Graha Indah, Jakarta dengan nilai kontrak Rp132,938 miliar, dan proyek pemotongan bukit (obstacle) di Bandara Kijang akan dilakukan oleh PT Alam Baringin Mas, Jakarta dengan milai Rp58 miliar.

Terakhir, proyek finishing kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri yang berada di Batam Centre, Batam, akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), Jakarta. Biaya penyelesaian akhir gedung yang letaknya persis di belakang Asrama Haji Batam ini mencapai Rp32,977 miliar.

Proses Lelang Diduga KKN

Sementara itu hearing Komisi III DPRD membahas pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Kepri kemarin berlangsung alot dan panas. Hearing yang dilakukan atas permintaan Lembaga Pengkajian Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Kepri ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Eddy Wijaya.

Selain Eddy, seluruh kepala dinas dan biro yang terlibat langsung dalam proyek pembangunan Pulau Dompak juga hadir. Mereka adalah Kepala Dinas PU Ismanullah, Kepala Dinas Pendidikan Ibnu Maja, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Amhar Ismail, Kepala Dinas Perhubungan Azibar, Asisten Tata Praja Tengku Mukhtaruddin, Kepala Biro Hukum Muhammad Nur, Kepala Biro Ekonomi Lamidi, Kepala Biro Pemerintahan Yusneli, dan lain-lain.

Sedangkan rombongan dari LPJKD Kepri terdiri atas berbagai profesi, seperti PII (Persatuan Insinyur Indonesia), Gabpeknas, Akaindo, Afta Indonesia, Aspekindo dan Pati.

Ketegangan dipicu oleh Ismanullah yang mempertanyakan kelayakan LKPJD Kepri ikut menghadiri hearing membahas Perda Nomor 14 tersebut ketika hearing baru dibuka oleh Ketua Komisi III Lis Darmansyah. Bahkan Ismanullah juga minta kepada pengurus LPJKD untuk menjelaskan fungsi dan wewenang LPJKD kepada peserta hearing.

Mendapat pertanyaan tersebut, Suparman langsung melakukan interupsi dan mengancam akan melakukan walk out jika LPJKD dan asosiasi dinilai tidak layak mengikuti atau berdiskusi tentang Perda No 14. “Kalau kami dirasa tidak layak untuk ikut rapat ini mending kami semua keluar saja,”ujar Ketua Gabpeknas Kepri ini.

Namun Lis Darmansyah berhasil menengahi sehingga hearing tetap berlanjut. Akan tetapi, ketegangan kembali muncul saat Maraden Purba dan Apkomatek terlibat adu argumen dengan Lis di pertengahan hearing.

Adu argumen bermula ketika Maraden mempertanyakan kepada Komisi III apakah bisa mempertangungjawabkan kelanjutan pembangunan Dompak setelah nantinya tidak duduk lagi di DPRD Kepri. “Kalau nanti bapak (Lis dan anggotanya-red) tidak terpilih lagi, apakah bapak bertanggung jawab terhadap proses kelanjutan pembangunan Dompak?" tanya Maraden.

Dengan nada meninggi Lis kemudian menjawab, “Saya minta saudara tidak menggiring materi rapat ini ke dalam ranah politik.”

Hearing semakin tegang ketika Ketua Gabpeknas Kepri Suparman dipersilahkan memberikan tangggapnnya seputar pembangunan Dompak. Dengan lugas Suparman menyatakan bahwa pembangunan Dompak sangat tidak transparan dan menduga diwarnai praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal itu terjadi mulai dari proses penetapan Dompak hingga proses pembangunanya. Untuk itu, dia minta agar Pemprov Kepri berpatokan kepada undang-undang yang ada dan transparan dalam melakukan pembangunan Dompak.

Sementara itu, Junaidi, Sekretaris LPJKD Kepri dalam kesempatan itu meminta agar Pemerintah Kepri dapat melibatkan kontraktor lokal dalam proses pembangunan Pulau Dompak. “Selama ini kami dari LPJKD Kepri merasa selalu ditinggalkan oleh pemerintah. Mestinya di dalam perda tersebut dapat dibunyikan kerja sama dengan kontraktor lokal,” katanya yang terkesan menguasai jalannya hearing dengan membatasi peserta lain bertanya.

Sekdaprov Kepri Eddy Wijaya, mengemukakan selaku ketua tim koordinasi, ia akan memantau semua rancangan yang akan dikerjakan sedangkan tanggung jawab teknis tetap berada di masing-masing SKPD selaku owner pemegang dana. “Untuk diketahui saat ini Pemprov Kepri sedang menyiapkan satu ruko yang akan dijadikan sebagai pusat informasi masalah pembangunan ibukota Kepri di Pulau Dompak, agar semua elemen dapat mengakses serta memantau langsung mega proyek tersebut,” kata Eddy.

Tengku Mukhtaruddin menambahkan penyusunan Perda No 14 Tahun 2007 sudah melalui tahapan yang berliku, termasuk didahului dengan studi banding ke beberapa daerah. "Proses telah memenuhi ketentuan yang berlaku,”ujarnya.

Ia berjanji akan mengakomodir masukan dan kritikan LPJKD dengan melakukan pertemuan untuk membahas proses pembangunan Pulau Dompak. "Ini agar terjalin komunikasi timbal balik," ujarnya.

Lis Darmansyah juga berjanji akan kembali mengundang LPJKD Kepri untuk membahas hal-hal lain yang masih belum tuntas dalam hearing kemarin.

Usai hearing, Suparman kembali mengatakan bahwa proses pelelangan proyek-proyek pembangunan Dompak sudah diatur sedemikian rupa untuk memenangkan kontraktor tertentu. Hal itu, kata Suparman, antara lain bisa dilihat dari proses lelang tersebut yang terkesan terlalu tergesa-gesa atau dipaksakan. ”Ini sangat ironis dan disayangkan, mestinya dapat disikapi bersama dengan niat yang jujur,” katanya.

Menurutnya, terlihat jelas pada saat pelelangan terjadi pembohongan publik, dengan tidak samanya tahapan pengumuman lelang dengan berita acara lelang. "Seperti contoh tanggal pelaksanaan aanwidzing dalam proses lelang disebutkan tanggal 3 September, namun ternyata dalam berita acara lelang anwizing tersebut dilakukan tanggal 6 September 2007."

Suparman menambahkan Perda No 14 tidak mengakomodir dengan baik dan benar dalam mengadopsi UU No 10 tentang pembuatan perundang–undangan. "Nyatanya acuan hukumnya tidak diperhatikan dimana sangat disayangkan pernyataan yang mengatakan semua sudah lengkap dalam perda tersebut," ujarnya.

Namun Kepala Biro Hukum Kepri M Nur membantahnya. Nur mengatakan Perda No 14 hanya mengatur hal-hal yang pokok dalam pembangunan Pulau Dompak. “Ini sebetulnya hanya bagaimana menetapkan komitmen. Hal-hal teknis yang ditetapkan tidak menyampingkan hal lainnya,“ ujarnya. (sm/bs/mm/ez)
__________________
Marzuki:"Jangan bandingkan harga bangunan istana dengan bangunan rakyat biasa"
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 04:09 AM   #5
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Proyek Pembangunan Dompak

----------------------------------------------------------------------------
Proyek Nilai Pemenang
----------------------------------------------------------------------------
Jembatan Pindo Rp236,637 M PT Nindya Karya
Jalan utama Rp187,099 M PT Duta Graha Indah
Jalan penghubung Rp48,388 M PT Tamako Raya Perdana
Jalan lokal Rp54,706 M PT Propelat
Kantor Gubernur Rp258,38 M PT Jaya Konstruksi Manggala
Gedung DPRD Rp64,144 M PT Pembangunan Perumahan
Kampus UMRAH Rp45,165 M PT Pembangunan Perumahan
Masjid Raya Rp102,030 M PT Waskita Karya
RSUD Kepri Rp132,938 M PT Duta Graha Indah
Obstacle Bandara Kijang Rp58 M PT Alam Baringin Mas
Finishing Kantor Dispenda Rp32,97 M PT Hutama Karya
__________________
Marzuki:"Jangan bandingkan harga bangunan istana dengan bangunan rakyat biasa"
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 05:31 AM   #6
=NaNdA=
Liverpool holic
 
=NaNdA='s Avatar
 
Join Date: Dec 2007
Location: Anfield Stadium
Posts: 8,535
Likes (Received): 32

ajib bro.. klo bisa kaya yang di Putra Jaya.. ehehe..
=NaNdA= no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 06:23 AM   #7
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,070
Likes (Received): 1685

Wah, bener2 keterlaluan..bikin proyek ampe bikin g ngiler... di Jakarta aja kaga ada

tapi mantap boo

Thanks novian update terus yak !!
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 07:52 AM   #8
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

Congratz to Kepulauan Riau again

Proyek yg berjibun hanya terdapat di provinsi Kepulauan Riau .. dari Batam, Bintan, Karimun sampai ke pulau dompak .. Gw harap proyek satu ini bisa jadi yg paling prestius and hopefully it will turn into another Putrajaya
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung

Last edited by DJ_Archuleta; January 15th, 2009 at 07:41 PM.
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 07:54 AM   #9
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,373
Likes (Received): 1272

wowwwww..i'm speechless.....

klo bisa renderingnya yg gede dunk..n petanya juga digedein...
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 11:40 AM   #10
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 29,373
Likes (Received): 280

Kirain bangunnya bakal di Senggarang ... wah rupanya di Pulau Dompak yaa ... Manttaaaaapppp
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 03:26 PM   #11
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Klo Senggarang nantinya bakal di jadikan pusat ibukota Kota Tanjungpinang, disana sudah di bangun Kantor Walikota, Gedung DPRD dan Politeknik
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 03:30 PM   #12
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Quote:
Originally Posted by DJ_Archuleta View Post
Proyek yg berjibun hanya terdapat di provinsi Riau .. dari Batam, Bintan, Karimun sampai ke pulau dompak ..
bukan provinsi Riau tapi Provinsi Kepulauan Riau
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 14th, 2008, 03:40 PM   #13
DJ_Archuleta
Registered User
 
DJ_Archuleta's Avatar
 
Join Date: Apr 2008
Location: ~Sumatera~
Posts: 3,059
Likes (Received): 14

haha gw salah ngetik
__________________
Sumatera Photo Gallery - Click Here for Sumatera Buildings
Architectures - | Medan | Batam | Pekanbaru | Palembang | Padang | Bangka-Belitung
DJ_Archuleta no está en línea   Reply With Quote
Old November 15th, 2008, 01:46 AM   #14
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Tim Pembebasan Dompak Diminta Ekstra Hati-hati
TANJUNGPINANG (BP) - Hingga kini, Pemerintah Provinsi Kepri telah merampungkan proses pembebasan lahan Dompak Laut sekitar 503 hektar. Luas keseluruhan Dompak untuk lahan pusat pemerintahan sekitar 957 hektar.


Yang belum dibebaskan sekitar 454 hektar lagi. ‘’Di dalam 454 hektar yang belum dibebaskan juga termasuk lokasi hutan bakau (manggrove) yang jumlahnya mencapai 150 hektar. Selain itu, juga ada tiga sungai yakni Menilai, Petong dan Johor,’’ ujar Ketua Tim Lapangan Pembebasan Lahan Dompak melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Kepri, Irmansyah kemarin (13/11).


Terkait hal ini, Ketua Umum Dompak Center, Sulaiman meminta tim pembebasan bekerja ekstra hati-hati karena lahan yang ada di Dompak rawan sengketa. Salah satu contoh katanya ada lahan yang memiliki keterangan kepemilikan namun warga yang memiliki tak mengetahui lokasi lahannya.
‘’Dalam melakukan proses pembebasan, tim jangan gegabah. Jangan cepat percaya pada seseorang yang mengaku lahan milik mereka. Sebelum dibebaskan harus ada kejelasan status dan kejelasan sempadan lahan,’’ ujarnya kemarin (13/11).


Warga Dompak lanjutnya tak menginginkan di satu sisi proses pembangunan berjalan, tapi di sisi yang lain terjadi gejolak akibat kelalaian tim pembebasan lahan tak bekerja maksimal. Dalam menjalankan proses pembebasan, tim juga harus melibatkan perangkat desa yang ada seperti RT, RW dan sebagainya.


‘’Kita tak menginginkan, tim pembebasan lahan Dompak terjerat kasus hukum. Karena itu, kita mengingatkan agar kinerja tim profesional dan kedepan tak berurusan dengan masalah hukum,’’ katanya, mengingatkan. (zek)
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 15th, 2008, 06:43 AM   #15
BATAMANIA
All About Free
 
BATAMANIA's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Nusantara
Posts: 1,363
Likes (Received): 2

semoga pusat pemerintahan Prov kepri di dompak lebih bagus dari yang di putra jaya
BATAMANIA no está en línea   Reply With Quote
Old November 25th, 2008, 12:47 AM   #16
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,735
Likes (Received): 84

Pemprov Sudah Bebaskan 503 Hektare

TANJUNGPINANG, TRIBUN - Permintaan Dompak Center agar tim pembebasan lahan bekerja hati-hati langsung mendapat tanggapan Ketua Tim Pembangunan Dompak, Eddy Wijaya. Ia menegaskan pihaknya selalu bekerja di atas peraturan yang ada.

“Tim selalu bekerja dengan cepat. Akan tetapi prosesnya harus tertib dan baik. Kami menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tegas Eddy usai menghadiri pelantikan ketua pengadilan negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (19/11).

Hingga hari ini, lahan yang sudah dibebaskan di Pulau Dompak mencapai 503 hektare dari total 925 hektare lahan di Pulau yang akan disulap menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kepri tersebut. Di atas lahan seluas 503 hektare itu sendiri akan dibangun kantor Gubernur, DPRD, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).

Sementara untuk lahan tumpang-tindih, Eddy yang juga Sekretaris daerah provinsi (Sekdaprov) mengatakan, pihaknya menunggu pemilik lahan yang bersengketa menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah ada penyelesaian barulah pihaknya akan memberikan ganti rugi lahan. Namun, dalam prosesnya, ternyata banyak ditemukan kepemilikan lahan ganda.

Sebelumnya dalam kesepakatan dengan pemilik tanah, pemerintah menjanjikan ganti rugi sebesar Rp 3.000 per meter persegi untuk lahan yang memiliki surat tebas. Sedangkan untuk lahan yang memiliki surat Alashak, pemerintah memberikan kompensasi sebesar Rp 4.000 per meter persegi.

Untuk lahan yang memiliki sertifikat, pemerintah daerah memberikan ganti rugi sebesar Rp 5.000. Sedangkan lahan yang di atasnya ditumbuhi tanaman palawija, selanjutnya akan dibicarakan sistem ganti ruginya sesuai dengan kesepakatan berdasarkan mufakat bersama, agar kelak tidak menimbulkan pihak yang merasa dirugikan.

Kesepakatan itu diambil setelah tim berunding dengan pemilik lahan, badan pertanahan dan organisasi lahan yang ada. Pemerintah provinsi juga merencanakan membangun rumah pengganti milik warga yang lahannya di bebeskan. “Nantinya rumah yang akan kami bangun disesuaikan berciri khas Melayu,” sambung Eddy.

Untuk pembangunan mega proyek Dompak diperkirakan menelan anggaran Rp 1,9 triliun. Pemprov dan DPRD Kepri sudah menyepakati pembiayaan proyek besar ini dilakukan secara tahun jamak (multiyears).
Bila pusat pemerintahan ini selesai, Pulau Dompak yang saat ini hanya didiami sejumlah nelayan akan berubah menjadi kota yang moderen. Nantinya, Pemprov mendesain pulau kecil tersebut menjadi city state yang berisi kompleks pemerintahan dengan fasilitas lengkap dan tata ruang yang indah.

Sebelumnya, Dompak Center meminta agar tim pembebasan lahan berhati-hati dalam hal pergantian lahan. Dompak Center mengklaim bahwa hingga kini setidaknya 250 hektare lahan lagi masih belum dibebaskan.

Dompak Center membeberkan bahwa permasalahan terbesar dari pembebesan lahan tersebut adalah ganti rugi lahan. Lembaga ini juga mengatakan bahwa hingga saat ini para pemilik lahan tidak mengetahui dimana letak lahan pengganti yang dijanjikan pemerintah.(eik)
novian no está en línea   Reply With Quote
Old November 25th, 2008, 06:15 AM   #17
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,373
Likes (Received): 1272

Quote:
Originally Posted by BATAMANIA View Post
semoga pusat pemerintahan Prov kepri di dompak lebih bagus dari yang di putra jaya
putrajaya maish kurang bagus toch?.....

hampir sama ma putrajaya ja kayaknya udah bersyukur dach klo di indo....

gak tau y klo punya nya kepri..secara prov kep terkaya...

S7....
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old November 25th, 2008, 09:59 PM   #18
dipa
Registered User
 
Join Date: Nov 2008
Posts: 39
Likes (Received): 0

beberapa foto maket gedung di dompak nanti

ini ada bebrapa foto maket bangunan di dompak nantinya yg sedang dalam pengerjaan..






yang lainnya nyusul..
dipa no está en línea   Reply With Quote
Old November 26th, 2008, 06:50 AM   #19
anno_malay
Nomaden
 
anno_malay's Avatar
 
Join Date: Feb 2006
Location: Jakarta .. Bandung .. Padang .. Palangkaraya .. Balikpapan(now)
Posts: 5,373
Likes (Received): 1272

wow...dompak is the colaboration of SQ n Putrajaya ...


lanutttt....fotonya....

tapi bandara tetap di tanjung pinangnya y?.....
n jembatan kayaknya bakal bukan 2011 dach?....kudu yg pettama seharusnya
anno_malay no está en línea   Reply With Quote
Old November 26th, 2008, 08:24 AM   #20
dipa
Registered User
 
Join Date: Nov 2008
Posts: 39
Likes (Received): 0

Bandaranya tetap di Tanjungpinang..dan sekarang dalam pelebaran, Akhir tahun ini runeway bandara Raja Haji udah nyampe 2.400 m ,dan tahun 2009 udah bsa didarati Boeing 737 seri 300 dan taon depan akan dibangun Terminal baru. kira-kira seperti Hang nadim lah..tapi agak kecil dikit..
ntar Render Design Bandara juga Nyusul...

kalo jembatan selesainya sekitar 2010, bersamaan dengan Mesjid Agung dan Kantor Pemerintahan serta Gedung Universitas maritim Raja Ali Haji( Calon Universitas Negeri di Tanjungpinang). selanjutnya dalam rentang tahun 2011 s.d 2013 akan dibangun Komplek Olahraga seluah 40 ha di Dompak...dan fasilitas Lainnya.
dipa no está en línea   Reply With Quote


Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:30 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu