daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > The Skybazaar of Indonesia > Archive

Closed Thread
 
Thread Tools
Old October 27th, 2009, 08:09 AM   #1
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,954

Batam: The City of Industrial & Miniature of Indonesia [Part 2]

Continue from Part 1

Batam is an island and city in Riau Islands Province of Indonesia, known for its free trade zone area as part of the Sijori Growth Triangle, is located 20 km (12.5 miles) off Singapore's south coast. The 715 km² (276 miles²) island has a population of 965,062 (Jun 2009).[1].

The official language on the island is Indonesian, but due to the sizeable Chinese population, Chinese languages including Teochew, Hokkien and Mandarin are also spoken.

Miniature of Indonesia

Batam is one of the most unique island in Indonesia. You can find many ethnic in this island. All kinds of ethnic own different religion, language, and exactly culture. Although they are in ‘bhinneka’ (diversity) but still understand and tolerance each other. It is hardly to hear that one ethnic attack the other. Instead, they hand in hand to reach collective purpose, like keeping the housing cleanliness, and many local competition to grow togetherness among them. No wonder Batam purely safe right now. This condition really makes Batam growing rapidly. The following are several tribes who inhabit The Scorpion Island (Batam).

Malay is one of Batam pioneer. Many people says that this tribe came here in 1813. They opened a new village which was called Patam. Then, this name may became the nickname of this island ‘Batam’.

Another is Bataknese. Many people of this tribe came to Batam in 1970s. They derives from one of Indonesia province North Sumatera specially Tapanuli. There are so many Bataknese in Batam like, Piayu, Batu Aji, and Bengkong.

This tribe comes from West Sumatera which still one Indonesia province too. You may call them Padangnese. They have ‘nasi Padang’, it is very famous culinary all over Indonesia.

Then, there is Javanese. They come from Central Java, East Java, and Yogyakarta. They have many kinds of delicious culinary. Like, ayam penyet, pecel lele, gudeg, and many more.

The fifth is Sundanese which comes from West Java. They have also many special culinary like Javanese . There are several Sunda restaurants in Batam like, Bandung Resto, Sawung, and many ‘rumah makan ala Sunda’.

The next one is Flores. They have a blacksweet skin. It is easy for you to find them in Batam. There are many of them who live in Kabil, Punggur and Dapur 12. They come from Flores island in Nusa Tenggara.

Bugis and Makassar are two tribes from Sulawesi island specially South Sulawesi province. There are many people also say that Bugis was included as a pioneer tribe who inhabited Batam for the first time. They are a courageous tribe who could cross the sea by their special ship.

Except all above, there are the other tribes like, Acehnese from Aceh Sumatera, Palembang from South Sumatera province, Banjar and Dayak from Borneo island, and Moluccas from Maluku.[end]
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018

Last edited by paradyto; October 27th, 2009 at 08:14 AM.
paradyto no está en línea  

Sponsored Links
 
Old November 5th, 2009, 04:40 AM   #2
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Batam miliki 5.554 Kamar Hotel
Kamis, 05 November 2009

INFORMASI yang dihimpun Tribun, potensi pajak hotel sebanyak 5.554 kamar. Jumlah ini terdiri dari 12 hotel bintang empat, 13 hotel bintang tiga, 5 hotel bintang dua, dan 17 hotel bintang satu. Totalnya ada 47 hotel.



Pajak daerah hotel ini dikenakan 10 persen dari harga hunian yang dibayar tamu hotel. Pajak ini dihitung per tahun.
Seorang anggota DPRD Batam mengatakan, bila tingkat okupansi (hunian) 60 persen saja, maka dari 47 hotel itu bisa mengumpulkan pajak Rp 1,3 miliar per hari.
“Bila dikalikan 360 hari maka pajaknya sekitar Rp 46,8 miliar per tahun,” tegas dia.(rin)
novian no está en línea  
Old November 5th, 2009, 04:41 AM   #3
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Selama Pelaksanaan Haji
Bandara Hang Nadim Buka 24 Jam


BATAM, TRIBUN - Bandara Hang Nadim tetap membuka pengoperasian bandara 24 jam selama pelaksanaan haji. Dibukanya penerbangan ini untuk melayani pesawat dari daerah lainnya yang akan melakukan transit di Batam. Pengoperasian ini juga akan berakhir setelah selesainya pelaksanaan haji.

Kepala Bidang Operasi Darat Bandara Hang Nadim Pantun Banjarnahor menjelaskan, pengoperasian 24 jam ini guna memberikan kelancaran selama proses pelaksanaan haji. Bandara selama ini hanya membatasi pengoperasian 14 jam atau dari jam 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selama pelaksanaan haji ini maka 24 jam bandara siap menampung penerbangan dari beberapa daerah.

“Iya benar 24 jam kami membuka ini untuk kelancaran technical landing pesawat daerah lain. Pengoperasian kami batasi khusus selama pelaksanaan haji. Bila haji sudah selesai maka pengoperasian akan kembali normal. Normalnya jam tujuh sampai sebilan malam,” ujar Pantun Banjarnahor kepada Tribun, Senin (2/11).

Selain jadwal penerbangan jamaah haji dari daerah lain, seperti calhaj dari Makasar, Solo, dan Balikpapan. Bandara juga menambah enam flight selama pelaksanaan haji.

Selama pengoperasian pihak bandara membagi dalam beberapa fase yakni fase pemberangkatan dan kedatangan calhaj. Tidak hanya itu, pengoperasian ini juga membantu aktifitas penerbangan bagi calhaj di daerah lain. “24 jam bisa membantu seluruh penerbangan yang datang,” ujarnya.

Dari kloter pertama hingga kloter lima, sejumlah 2205 calhaj sudah diberangkatkan ke Arab Saudi ditambah 40 orang petugas kloter. Sehingga total yang calhaj yang berangkat dari Embarkasi Batam berjumlah 2245 orang.

Erizal Abdullah, selaku sekretaris panitia sebelumnya menjelaskan bahwa satu kloter terdiri dari lima petugas. Mereka terdiri dari satu ketua, satu pembimbing ibadah, satu dokter dan dua orang perawat. Untuk mem-backup ini, mereka dibantu oleh ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom).
“Untuk satu kloter berjumlah sepuluh rombongan, dan satu rombongan terdiri dari empat regu. Sementara satu regu terdiri dari sepuluh orang. Semua itu ikut membantu petugas kloter dan ditambah lagi satu petugas daerah,” ujarnya. Petugas daerah tersebut dibiayai oleh anggaran Pemerintah Daerah (Pemda). Semisal dari Kepri, maka cukup satu orang saja petugas daerahnya. Sementara untuk kabupaten atau kota juga juga memiliki petugas daerah yang jumlahnya satu orang.(urn)
novian no está en línea  
Old November 5th, 2009, 06:15 AM   #4
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Tiga Negara Antusias Investasi ke Batam
Kamis, 05 November 2009

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan baru saja menyelesaikan kunjungannya ke tiga negara, yakni Polandia, Rusia, dan China. Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Batam, ia menawarkan kerja sama investasi di bidang industri manufaktur dan pariwisata.


Dahlan mengatakan, dipilihnya Polandia, Rusia, dan China dengan alasan ketiganya sedang mengalami kemajuan dari sektor perekonomian. ”Perekonomian Polandia sedang menggeliat,” katanya saat ditemui di Kantor Wali Kota, kemarin.


Sebagai salah satu negara di Eropa Timur, Polandia bisa mengembangkan perekonomian dengan hasil menggembirakan. Lalu apa tawaran kerja sama yang disampaikan Pemko? ”Ya, seperti investasi manufaktur dan tourism,” kata Dahlan.


Pemerintah Polandia sendiri sebenarnya sempat menanyakan tentang kondisi keamanan dan juga termasuk kerawanan gempa di tanah air. ”Kita bilang Batam aman gempa. Keamanan bagus. Respon mereka bagus, antusias,” ujarnya.


Selain Polandia, Dahlan dan rombongan Pemko juga mengunjungi Rusia. Di negeri beruang merah itu, Pemko juga mempresentasikan kemungkinan kerja sama investasi. ”Di bidang kepelabuhanan, kelautan, industri, dan tourism,” jelas Dahlan.


Saat ini, lanjut dia, Rusia sedang bangkit, khususnya di sektor perminyakan. Bahkan, sudah mengalahkan negara-negara penghasil minyak di Arab.


Bagaimana dengan China? Dahlan mengatakan, kepada pemerintah negara Asia Timur itu, Pemko Batam juga menawarkan kerja sama investasi di bidang industri manufaktur.


Setelah menjajaki kemungkinan kerja sama, apakah sebagian sudah dituangkan dalam bentuk MoU? Dahlan hanya mengatakan, tahapannya belum sampai ke sana.


Polandia, katanya, sudah menunjukkan keseriusannya dengan mengutus timnya ke Batam. Begitu juga dengan China. ”China sudah mencapai tahap serius,” kata Dahlan. ***
novian no está en línea  
Old November 5th, 2009, 06:17 AM   #5
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Pendatang Harus Laporkan Barang
Kamis, 05 November 2009


BATAM, TRIBUN - Bila Anda hendak meninggalkan Batam melalui Bandara Hang Nadim, siap-siaplah direpotkan oleh ketentuan Departemen Keuangan. Sebab, Kantor Bea dan Cukai akan mengenakan pajak terhadap barang-barang yang nilainya di atas 250 dolar Amerika Serikat.

Ketentuan itu berlaku untuk seluruh penumpang, kecuali bila barang-barang penumpang yang dibeli di luar kawasan Batam, Bintan dan Karimun, sebagai kawasan perdagangan bebas. Kecuali bila Anda melaporkan barang-barang bernilai tinggi tersebut ke pos BC bandara, begitu tiba di Batam.

Ketentuan ini sudah mulai berlaku sejak Selasa (1/11) kemarin. Kantor pelayanan BC membuka pos pemeriksaan sebelum penumpang masuk ke ruang tunggu keberangkatan. Setiap barang bawaan penumpang diperiksa satu per satu, termasuk handphone, laptop, pakaian atau barang-barang lainnya.

Bila barang dibeli di Batam harganya di atas 250 dolar AS atau sekitar Rp 2,5 juta, harus menyertakan struk pembelian. Bila tidak, maka barang tersebut akan dikenakan pajak 5 persen. BC akan merujuk kepada harga barang tersebut, sesuai daftar harga resmi distributor.

Dengan berlakunya ketentuan ini, maka calon penumpang akan melewati lima pos pemeriksaan. Pertama, waktu melewati pintu X-ray ke ruang check in. Kemudian dua pemeriksaan saat boarding atau check in, karena BC akan memeriksa barang-barang yang akan masuk bagasi.

Sedangkan barang tentengan akan diperiksa di pintu masuk ke ruang tunggu menjelang naik pesawat. Sebelumnya, pemeriksaan juga sudah dilakukan oleh pihak bandara. Nah, pihak BC juga akan menempatkan satu pos pemeriksaan di pintu tersebut. Pemeriksaan juga berlaku untuk barang-barang yang dibeli di duty free, lantai dua bandara.

Sebelumnya, seorang pejabat di bandara mengeluhkan rencana BC yang menempatkan pos di pintu masuk ruang tunggu karena itu akan mengganggu mobilitas penumpang yang akan naik pesawat. “Kalau cuma mau memunguti pajak barang yang dibeli di bandara, kan bisa memungutnya melalui penjual di bandara, tak perlu harus memungut dari penumpang,” kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Namun, Kadiv Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC, Heru Setoko membantah adanya benturan antara BC, pihak bandara Hang Nadim dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Penempatan petugas BC di pintu masuk ruang tunggu saat akan naik pesawat, hanya untuk memantau barang bawaan penumpang yang nilainya lebih dari 250 dolar dan memantau penumpang barang-barang yang dibeli di areal duty free,” katanya.

Pantauan Tribun pada hari pertama pelaksanaan pemeriksaan ini, para petugas BC sudah mulai terlihat memeriksa seluruh barang bawaan penumpang. Memang belum terlihat adanya gangguan yang berdampak pada jadwal keberangkatan pesawat terbang. Sebab, belum ada ditemukan barang-barang yang harganya melebihi ketentuan.

Ketentuan ini tidak berlaku untuk barang-barang yang dipakai pemilik. Misalnya laptop atau jam tangan, meskipun berharga mahal. Sedangkan untuk handphone, BC meloloskan pemilik yang maksimal membawa dua HP. Lebih dari itu, maka HP tersebut akan dikenakan pajak.

Heru mengatakan, agar tidak merepotkan, pihaknya mengimbau masyarakat mempercepat kedatangannya ke bandara, terutama yang membawa banyak barang untuk oleh-oleh atau buah tangan ke daerah lain. “Kami hanya melaksanakan tugas untuk mengawasi barang yang keluar dari kawasan FTZ. Sebab, untuk Batam, Bintan dan Karimun, tidak diberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM),” katanya.

Aturan ini nantinya juga akan diterapkan di bandara Haji Fisabilillah, Tanjungpinang dan sejumlah pelabuhan FTZ di Kepri.

Terlalu berlebihan
Penerapan pemeriksaan barang bawaan oleh petugas BC kepada masyarakat di pintu keberangkatan, ditanggapi Fachri Agustar, Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Batam (YLKB). Menurutnya, BC terlalu berlebihan karena areal di dalam bandara hingga pesawat bukanlah wilayah kepabeanan.

“Pihak BC kalau mau menerapkan aturan, jangan melanggar aturan yang lain. Wilayah dalam bandara bukanlah wialayah kepabeanan. Kalau mau membuat pos, harusnya sebelum check in. Ini melanggar aturan penerbangan internasional,” kata Fachri

Menurut Fachri, seharusnya BC menerapkan pemberlakuan pajak itu kepada pedagang yang berjualan di bandara, bukan kepada penumpang dan tidak justru mengganggu mobilitas penumpang.
“BC tidak bisa menerapkan pajak 5 persen kalau sudah dilantai dua itu, karena areal itu sudah termasuk areal duty free, karena areal tersebut termasuk areal di bawah otoritas bandara,” katanya. (apr)
novian no está en línea  
Old November 5th, 2009, 06:24 AM   #6
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Batam Inflasi 0,23 Persen pada Bulan Oktober
Kamis, 05 November 2009




BATAM (BP) - Pasca Hari Raya Idul Fitri, harga beberapa kebutuhan masyarakat di Kota Batam masih menunjukkan pergerakan naik.


Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Komoditas (IHK) Batam sebesar 0,23 persen. Namun, dibandingkan laju inflasi September yang mencapai 1,27 persen, inflasi Batam di bulan Oktober relatif kecil. Bahkan, hasil prediksi Bank Indonesia (BI) Batam, inflasi Batam 2009 juga relatif kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya, berkisar 2,65 persen hingga 3,4 persen.


”Tingkat konsumsi masyarakat di Batam mulai stabil dibanding jelang Lebaran lalu. Sehingga, inflasi bulan Oktober menujukkan angka cukup kecil 0,23 persen,” ujar Peneliti Muda BI Batam, Mohammad Nuryazidi, kemarin.


Nuryazid juga menjelaskan melihat dari laju inflasi (year to date) di Kota Batam selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2009 menunjukkan angka relatif kecil yakni 2,21 persen.


Hal tersebut, disebagkan beberapa faktor. Di antaranya dampak krisis yang mempengaruhi penurunan harga komoditas se-dunia, pertumbuhan ekonomi yang cenderung stabil, terlihat dari barang, dan jasa yang dikonsumsi relatif normal. ”Tidak hanya itu, dalam beberapa bulan di tahun ini juga terjadi deflasi. Sehingga, menekan angka inflasi tahun ini,” jelasnya.


Isu inflasi tahun 2009, lanjutnya diprediksi terjadi penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya yakni berkisar 2,65 persen hingga 3,4 persen. ”Bila melihat inflasi tahun 2008 mencapai 7,89 persen, untuk tahun ini diperkirakan terjadi penurunan menjadi 2,65 persen hingga 3,4 persen. Mudah-mudahan di tahun-tahun selanjutnya tingkat inflasi terus menurun, sehingga kondisi ekonomi semakin kondusif,” pungkasnya. (b)
novian no está en línea  
Old November 5th, 2009, 06:28 AM   #7
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Batam Dilirik Investor Eropa Timur
Mau Berbisnis, Belajar Bahasa Indonesia Dulu


Kamis, 05 November 2009
BATAM (BP) - Sebanyak 38 orang pengusaha Polandia diboyong KBRI Polandia ke Batam dan daerah lain di Indonesia, kemarin (4/11).


Meski hanya berlangsung beberapa jam dengan stakeholder dan asosiasi pengusaha di Batam, pertemuan tersebut diyakini bisa membawa angin segar bagi peningkatan investasi asing di Batam. Kini, Batam mulai dilirik negara-negara di Eropa Timur.


Pertemuan Bussines to Bussines (B to B) yang berlangsung di lantai III gedung Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam, tersebut terkesan cair. Tak begitu seremonial. Pembicaraan bisnis dilakukan sambil makan siang dengan layout ruangan round table. Masing-masing round table membahas bidang usaha yang berbeda. Sebagian diisi delegasi bisnis Polandia, beberapa kursi diisi dari asosiasi pengusaha seperti Apindo, Kadin, dan instasi terkait seperti Disperindag, Bea Cukai (BC), dan lainnya.


Selain itu, rata-rata pengusaha Polandia yang datang ini mengerti sedikit-sedikit bahasa Indonesia. Mereka belajar di kelas jurusan bahasa Indonesia yang dibuka di universitas di negara yang terletak di Eropa Timur tersebut.


Bahkan Monica, staf KBRI yang berasal dari Polandia belajar bahasa Indonesia secara otodidak di tempat ia bekerja. Sehingga, dalam pertemuan bisnis kemarin, Monica bertindak sebagai MC menggunakan tiga kata pengantar, bahasa Indonesia, Polandia, dan Inggris.


”Saya sudah menyiapkan pertemuan ini sejak enam bulan lalu. Mereka (pengusaha Polandia) sangat antusias datang dan berinvestasi di Batam dan daerah lain di Indonesia,” ujar Hazatrin Pohan, Dubes RI untuk Polandia di sela-sela pertemuan kepada wartawan.


Dijelaskan Hazatrin, Polandia saat ini sudah menjadi negara kapitalis di Eropa dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tertinggi. Rata-rata pertumbuhannya mencapai 3 sampai 4 persen pertahun dan angka tersebut tertinggi di Uni Eropa.
Sejak 2004, pertumbuhan Polandia luar biasa. Sehingga, negara tersebut satu-satunya pertubuhan ekonominya plus di Eropa saat ini.


Kekuatan ekonomi Polandia terletak pada berbagai bidang meliputi pertanian, industri, energi, pertambangan, perkapalan, listrik, elektrik lainnya. Meski di Batam belum ada investasi Polandia yang masuk, namun beberapa investasinya sudah ada di daerah lain seperti pertambangan dan listrik di Kalimantan. ”Sejak tahun 2000-2009 sektor perdagangan Indonesia-Polandia naik hingga 30 persen. Sementara nilai perdagangan mencapai Rp5 miliar per tahun,” ungkap Hazatrin.


Di Batam, dari pembicaraan yang dilakukan, Polandia tertarik akan membangun rumah potong hewan, shipyard, pelabuhan, industri alat pertambangan. Sampai sejauh ini pengusaha Polandia lebih banyak cari partner bisnis di Batam. ”Usai pertemuan ini, nanti BP Batam akan banyak berkomunikasi dengan KBRI Polandia,” ujar Mustofa Widjaja, Ketua BP Batam.


Ia berharap dari pertemuan B to B tersebut akan ada investasi yang masuk dari Polandia. Namun hal tersebut membutuhkan waktu karena ada berbagai kendala, seperti dari sisi geografis. ”Makanya pendekatan yang digunakan berbeda lebih banyak komunikasi biar saling mengenal. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta,” ujar Mustofa tertawa. (eri)
novian no está en línea  
Old November 5th, 2009, 06:51 AM   #8
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90






Kawasan Jodoh dan Nagoya
novian no está en línea  
Old November 6th, 2009, 04:27 AM   #9
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Patung Dewi Kwan Im Pecahkan Rekor MURI
Jumat, 06 November 2009


BATAM (BP) - Patung Dewi Kwan Im yang berada di kawasan KTM Resort Sekupang, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai patung Dewi Kwan Im tertinggi di Indonesia, yang mencapai 22,374 meter. Pencatatan rekor tersebut dilaksanakan Rabu (5/11) kemarin bertepatan dengan peringatan hari suci Dewi Kwan Im pada 19 bulan 6 tahun China.


Penganugerahan rekor MURI untuk patung yang berdiri sejak 31 Desember 2003 dengan berat 112 ton ini diserahkan manager MURI J. Ngadri kepada pemilik KTM resort, Koh Tiet Meng.


Patung ini tercatat dalam piagam nomor 3959/MURI/IX/2008. Patung Tersebut terbuat dari rangka beton yang dicor. Pembutannya menghabiskan waktu delapan bulan. Tanda di kening Dewi Kwan Im merupakan giok hijau yang didatangkan langsung dari China. Keramik dan ukiran China mengenai Kisah Dewi Kwan Im juga didatangkan dari China.


Ngadri mengatakan, MURI bangga dengan adanya patung monumental ini. Ke depannya, diharapkan bisa menjadi tempat wisata religi dan tempat peribadatan yang baik bagi warga Konghuchu. ”Semoga sesuai dengan sifat Dewi Kwan Im dan tempat ini bisa menjadi penebar kasih kepada warga Batam,” katanya.


Sebelumnya, rekor MURI untuk kategori patung Dewi Kwan Im tertinggi berada di Pematang Siantar dengan tinggi 19,8 meter. ”Hari ini (kemarin) pecah di Batam. Mudah-mudahan bisa menarik lebih banyak wisatawan,” lanjut Ngadri.


Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Syamsul Bahrum yang hadir memberikan sambutan mengatakan bangga dengan penobatan rekor MURI tersebjut. ”Pemerintah memberikan selamat atas penganugerahaan rekor MURI. Hal ini bisa memperkuat struktur kepariwisataan di Batam khususnya dalam hal wisata religi,” katanya.


Sementara itu, wakil direktur KTM resort, Rina mengatakan, hal ini merupakan komitmen KTM resort untuk memajukan pariwisata di Batam terlebih menghadapi visit Batam 2010. “Kita minta pemerintah mendukung sepenuhnya kepada KTM resort,” katanya.


Penganugerahaan rekor Muri ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepri Robert Iwan Loriux, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Batam Guntur Sakti, Ketua Kadin Batam Nada F Soraya, Perwakilan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepri, Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) Kepri, Batam Tourism Board (BTB) dan sejumlah travel agent di Batam. (cr6)

novian no está en línea  
Old November 6th, 2009, 04:28 AM   #10
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Bea Cukai Bisa Ganggu Visit Batam
Jumat, 06 November 2009

BATAM (BP) - Banyak pengusaha di Batam tidak setuju barang bawaan ke luar Batam melebihi 250 dolar AS dikenakan pajak sisa. Mereka menganggap Bea Cukai Batam terlalu berani tanpa pertimbangan dampak jangka panjang pemberlakuan pajak tersebut.


”Pemberlakuan ini akan berdampak bagi pengurangan jumlah kunjungan wisatawan ke Batam. Berarti program pemerintah Visit Batam 2010 bisa terganggu. Apalagi selama ini didengungkan Batam termasuk surga wisata belanja barang-barang branded. Sia-sia, BC sangat terburu-buru dan tanpa pertimbangan,” ujar Direktur Mega Wisata Ocarina, Dewi Koriati kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (5/11).


Dia mengatakan, pemberlakuan pajak ini akan berdampak bagi semua sektor pendukung perekonomian di Batam, mulai dari sektor pariwisata, hotel, pengusaha travel, serta seluruh pedagang berbagai jenis barang.


”Kecuali barang yang dibeli di Batam diperdagangkan di luar, ya itu dibatasi dan baru pemberlakuan ini bisa berlaku. Kalau untuk beli oleh-oleh kita pun dibatasi hanya 250 dolar AS saja, sisanya bayar pajak, sangat tidak masuk akal. Ini jelas merugikan pengusaha. Lama-lama Batam akan merosot karena peraturannya sendiri dan pengusaha juga bisa mati,” ujar Dewi.


Lebih lanjut dia mengatakan, kalau BC mengatasnamakan Batam adalah kawasan FTZ sehingga memberlakukan aturan ini, boleh-boleh saja.


Namun barang yang masuk yang tidak dikenakan pajak juga harus jelas apa saja dan itu harus diperluas.
”FTZ Batam sangat kaku, belum murni dilaksanakan, kepengurusan barang masuk saja belum beres, ditambah pemberlakuan pajak barang keluar yang ribet yang mengakibatkan ketidaknyamanan. Jadinya, orang akan jera masuk Batam,” ujar Dewi.


Dia menyarankan, lebih baik BC fokus terlebih dahulu ke penyelesaian master list barang yang masuk ke Batam sampai bebas masuk dan tidak ada halangan lagi, sehingga pengusaha pun tidak pusing.


Sama dengan Dewi, pengusaha travel di Batam juga tidak setuju dengan langkah BC. Mereka mengatakan order wisata transit bagi travel mereka oleh warga luar Batam yang menjadikan Batam daerah transit bisa turun drastis.


”Diberlakukan seperti itu, usaha travel di Batam akan mati, orang luar Batam tidak akan masuk lagi ke sini, pusing atas pemberlakuan ini. Mereka akan pilih direct ke negara tetangga kita, yang aturannya mereka transit dulu ke Batam, belanja. Ini tidak akan ada lagi. Ini semakin menunjukkan kemunduran Batam,” ujar owner Bifel Tour and Travel sagulung Mall, Vine.
Pengusaha meminta ketegasan pemerintah atas pemberlakuan ini. ”Kalau mau Batam maju, sebaiknya kebijakan yang malah menyengsarakan rakyat dan pengusaha seluruh sektor di Batam ditiadakan saja,” ujar Vine.


BC Berhak, Namun Kurang Sosialisasi


Ketua Harian Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan Kota Batam, Budi Mardianto mengatakan sudah menjadi hak Bea Cukai Batam mengenakan pajak pada barang bawaan di atas 250 dolar AS. Sebab, Batam termasuk kawasan bebas alias FTZ.
”Aturannya memang seperti itu, namun BC terlalu cepat mengambil dan menerapkan kebijakan seperti ini tanpa terlebih dulu mensosialisasikannya kepada masyarakat dan pengelola pelabuhan serta bandara,” ujar Budi kepada Batam Pos di kantornya, Batam Center, Kamis (5/11).


Dia mengatakan perlu bagi BC memberi pemahaman kepada warga yang berencana bepergian ke luar Batam. Misalnya barang pribadi yang dikenakan warga misalnya, tiga buah handpone, jam tangan merek Swiss Army, Polo, Elle, bawa laptop, kamera. Jelas harga barang di atas sudah di atas puluhan juta.


”Tapi karena itu milik pribadi yang dikenakan warga, seharusnya itu tidak dikenakan pajak. Kecuali warga bawa barang baru dan masih ada kemasannya dan harganya melebihi 250 dolar AS, sisanya baru bisa dikenakan pajak. Intinya begini, barang tentengan saja yang akan dikenakan pajak. Itu saja,” ujar Budi.


Budi mengatakan BC memberlakukan pajak sisa pembelian barang di atas harga 250 dolar AS berdasarkan Peraturan Pemerintah yang diatur dalam UU omor 17 Tahun 2006 pasal 2 ayat satu, yang berisi barang -barang yang masuk ke kawasan yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan bebas pajak. Tetapi, barang yang keluar dari kawasan tersebut, berada di bawah pengawasan Bea dan Cukai.


”Jadi ini bukan sebebas-bebasnya memang, BC berhak untuk menginventarisir pendapatan negara, namun FTZ oleh BC kurang disosialisasikan di Batam. Masalah apa saja pajak bebas dan yang tidak bebas tidak disosialisasikan ke masyarakat,” ujar Budi.


Lebih lanjut dia menghimbau supaya BC jangan terlalu memfokuskan sesuatu yang kecil dan kurang berdampak seperti di bandara, sebaiknya diperhatikan juga sejumlah pelabuhan dan akses masuk ilegal yang ada di Batam. ”Bandara itu kecil, jangan terlalu ditekan. Masih banyak yang ”bocor” yang perlu ditangani serius di kawasan lain di Batam ini,” ujarnya. (c)
novian no está en línea  
Old November 6th, 2009, 04:30 AM   #11
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Ke Batam, Pesawat Dihadang Badai
Nyaris Pingsan
Jumat, 06 November 2009


BATAM (BP) - Bagi Rico Ceper, penerbangannya dari Jakarta ke Batam Rabu (4/11) lalu menjadi pengalaman terburuk. Ini terjadi setelah pesawat yang ditumpangi artis dan presenter itu gagal mendarat gara-gara badai yang menerjang Bandara Hang Nadim Batam, Rabu petang. Rico Ceper datang ke Batam untuk tampil di D’Brix Pub bersama Baim dan Nugie.



“Saya sudah naik pesawat sejak kelas dua SD. Dan kali ini menjadi pengalaman terburuk bagi saya,” ujar Rico Ceper saat ditemui di penginapannya, kemarin.


Pria bernama asli M Rinko Safinka ini mengatakan, ia naik pesawat dari Jakarta sekitar pukul 17.25 WIB tujuan Batam. Sesuai jadwal, seharusnya pesawat mendarat di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 81.35 WIB. Namun karena ada badai, pesawat tersebut tidak bisa landing.


Pilot akhirnya memutuskan untuk berputar-putar di atas bandara sekitar 30 menit sambil menunggu badai reda. Namun setelah 30 menit berputar, ternyata badai tak kunjung surut. Takut kehabisan bahan bakar, akhirnya pilot membelokkan pesawat dan mendarat darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK), Pekan Baru.


“Setiba di Pekan Baru, sejumlah penumpang pilih turun karena takut dan trauma,” katanya.


Menurut Rico, saat berada di dalam pesawat, para penumpang termasuk dirinya merasakan goncangan hebat akibat badai tersebut. Sehingga, meski para kru dan pramugari meminta tenang, para penumpang tetap panik dan histeris.


Beruntung, akhirnya pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bandara SSK Pekan Baru. Setelah mengisi bahan bakar, akhirnya pesawat berangkat ke Batam sekitar pukul 21.35 WIB dan tiba di Batam pada pukul 22.10 WIB. “Saya sempat membaca doa berkali-kali dan hampir pingsan. Al-fatihah sampai surat Yasin habis deh,” canda penyiar kondang ini.


Sementara itu, Kabid Data dan Informasi BMG Bandara Hang Nadim, Sunarto membenarkan jika terjadi badai di Bandara Hang Nadim, Rabu (4/11) petang. Ini disebabkan oleh awan cumulonimbus yang mengakibatkan angin ribut disertai hujan dan petir. (a)
novian no está en línea  
Old November 6th, 2009, 04:30 AM   #12
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Belum Banyak Gedung Terapkan Perda CCTV
Bantu Separuh Tugas Pengamanan


Jumat, 06 November 2009

SEJAK pengesahan Perda CCTV, belum banyak gedung dan lokasi yang dipasang Closed Circuit Television (CCTV). Akibatnya Perda tersebut dinilai mandul. Padahal, keberadaan CCTV tersebut sangat membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan. Seperti yang dirasakan pengelola dan pekerja di gedung Graha Pena Batam Centre, merasa sangat terbantu dengan adanya CCTV.


Situasi keamanan dan kenyamanan yang harganya terasa mahal di zaman sekarang ini bisa diciptakan dengan bantuan teknologi. Jika dulunya, untuk menjaga keamanan suatu tempat, orang banyak mengandalkan tenaga sehingga direkrut sekuriti banyak-banyak. Sekarang, dengan kemajuan teknologi, untuk memantau situasi dan keamanan suatu gedung misalnya, cukup dipasang kamera pengintai. Kamera pengintai di beberapa titik penting dan hasilnya cukup dimonitor di layar komputer.


Untuk gedung berlantai 10 dengan luas masing-masing lantai 700 meter persegi, pengelola Graha Pena cukup memasang 20 unit CCTV. Masing-masing lantai dipasang 1 kamera. 10 kamera lagi masing-masing dipasang di lift 2 unit, lobi 1 unit, basement 1 unit. Bagian outdoor juga dipasang CCTV yang meliputi lahan parkir 2 unit, di sisi kanan dan kiri gedung, dan ruang genset.


”Lokasi pemasangan CCTV tersebut harus benar-benar di tempat yang penting sehingga sangat membantu dalam menciptakan situasi aman,” ujar Seprizal Sulmi, koordinator sekuriti yang juga operator CCTV Graha Pena, Rabu (4/11).
Menurutnya, pemasangan CCTV tersebut sangat membantu pihak pengelola gedung perkantoran ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi karyawan dan penyewa yang ada di kantor tersebut.


”Terutama tugas sekuriti sangat terbantu dengan adanya CCTV. Sekitar 50 persen tugas saya dan teman-teman terbantu,” tuturnya.


Jika tidak ada CCTV, kata Seprizal, untuk pengawasan gedung perlu ditambah sekuriti 9 orang lagi atau sebanyak yang sudah ada sekarang. ”Meski sudah ada CCTV, pemeriksaan rutin per lantai tetap dilakukan dalam jadwal tertentu,” tambahnya.


Menurutnya, manfaat CCTV tersebut ada dua, yaitu bisa mencegah terjadinya kejahatan dan bisa mengungkap setelah adanya kejahatan. Penjahat akan berpikir atau takut juga berbuat kalau di sekitar targetnya ada CCTV. Kalau terjadi kejahatan misalnya pembobolan dan lainnya, CCTV sangat membantu untuk mengungkap identitas pelakunya oleh pihak kepolisian.


Hal senada juga disampaikan Reni Sanova, Manajer Operasional Graha Pena. Menurutnya, pemasangan CCTV sangat membantu menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para penyewa (tenant) yang ada.


”Kalau tidak ada CCTV, mungkin sangat repot untuk menjaga dan memonitor gedung seluas dan setingga Graha Pena ini,” ujar Reni.


Untuk membeli 20 unit CCTV biaya yang dikeluarkan pengelola Graha Pena mencapai 40 juta. Ditambah biaya Rp5 juta untuk instalasi, dua unit komputer, dan memory card. Kalau dirata-ratakan, 1 unit CCTV menghabiskan biaya sekitar Rp2 jutaan.
”Kalau sudah dipasang, tidak diperlukan lagi biaya tambahan lagi, kecuali untuk membeli CD untuk mereka data. Atau kalau peralatan rusak seperti disambar petir,” kata wanita cantik ini.


Untuk membeli CCTV juga gampang mendapatkannya. Beberapa toko komputer di Batam juga menjual CCTV ini. ***
novian no está en línea  
Old November 6th, 2009, 04:31 AM   #13
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Pasar Toss 3000 Masih Beroperasi
Jumat, 06 November 2009

BATAMPOS ONLINE - Pasca penertiban pedagang liar di kawasan toss 3000, Minggu (25/10) silam, para pedagang mulai bermunculan kembali. Padahal, hal ini bisa mengganggu dan berdampak negatif terhadap penilaian adipura yang sedang dilakukan di Batam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Zulhelmi mengatakan setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, tidak berani ambil resiko dengan melakukan tindakan yang berpoensi anarkis. "Kita tetap awasi pagi, siang dan malam dengan reaksi yang dilakukan para pedagang," katanya.

Zulhelmi juga menuturkan, semua himbauan dan larangan untuk tidak berjualan tidak digubris para pedagang. "Bapak dan ibu yang berdagang disana jelas salah. Kami minta pengertiannya. Ini demi kebaikan kota Batam," lanjutnya.

Kesemrawutan pedagang di pasar tersebut bisa mengurangi penilaian tim adipura yang saat ini sudah berada di Batam. "Padahal sudah disosialisasikan dan diberitahu harus mengosongkan wilayah tersebut. Juga sudah ada pasar induk. Mengapa masih berjualan disana?" imbuhnya.

Langkah yang dilakukan satpol PP selanjutnya adalah melarang mereka untuk berjualan melebihi jam 06.00 WIB dan bekas jualan harus dibersihkan kembali. "Setiap pagi kami kerahkan 80 anggota Satpol PP juga dibantu petugas kecamatan dan Dinas Kebersihan untuk membersihkan para pedagang," tutur Zulhelmi.

Selanjutnya, Satpol PP hanya bisa menunggu perintah pimpinan dalam hal ini Wali Kota Batam untuk pengambilan langkah selanjutnya. "Apabila diperintahkan tetap menggusur kawasan tersebut, kita akan cari cara dan solusi," masih kata Zulhelmi.

Kesemrawutan kawasan Toss 3000 ini memang telah terjadi sejak lama. Pedagang yang membandel membuat aparat kesulitan menertibkannya. Namun apakah tindakan Satpol PP menertibkan setiap pagi akan dilakukan berlanjut atau hanya selama penilaian adipura dan setelah itu dibiarkan kembali semrawut? Lagi-lagi Zulhelmi mengatakan tergantung keputusan atasan (Wali Kota). "Kita lhat saja perkembangannya seperti apa," ungkapnya. (cr6)
novian no está en línea  
Old November 6th, 2009, 09:15 AM   #14
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,954

Quote:
Originally Posted by novian View Post
Ke Batam, Pesawat Dihadang Badai
Nyaris Pingsan
Jumat, 06 November 2009


BATAM (BP) - Bagi Rico Ceper, penerbangannya dari Jakarta ke Batam Rabu (4/11) lalu menjadi pengalaman terburuk. Ini terjadi setelah pesawat yang ditumpangi artis dan presenter itu gagal mendarat gara-gara badai yang menerjang Bandara Hang Nadim Batam, Rabu petang. Rico Ceper datang ke Batam untuk tampil di D’Brix Pub bersama Baim dan Nugie.



“Saya sudah naik pesawat sejak kelas dua SD. Dan kali ini menjadi pengalaman terburuk bagi saya,” ujar Rico Ceper saat ditemui di penginapannya, kemarin.


Pria bernama asli M Rinko Safinka ini mengatakan, ia naik pesawat dari Jakarta sekitar pukul 17.25 WIB tujuan Batam. Sesuai jadwal, seharusnya pesawat mendarat di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 81.35 WIB. Namun karena ada badai, pesawat tersebut tidak bisa landing.


Pilot akhirnya memutuskan untuk berputar-putar di atas bandara sekitar 30 menit sambil menunggu badai reda. Namun setelah 30 menit berputar, ternyata badai tak kunjung surut. Takut kehabisan bahan bakar, akhirnya pilot membelokkan pesawat dan mendarat darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK), Pekan Baru.


“Setiba di Pekan Baru, sejumlah penumpang pilih turun karena takut dan trauma,” katanya.


Menurut Rico, saat berada di dalam pesawat, para penumpang termasuk dirinya merasakan goncangan hebat akibat badai tersebut. Sehingga, meski para kru dan pramugari meminta tenang, para penumpang tetap panik dan histeris.


Beruntung, akhirnya pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bandara SSK Pekan Baru. Setelah mengisi bahan bakar, akhirnya pesawat berangkat ke Batam sekitar pukul 21.35 WIB dan tiba di Batam pada pukul 22.10 WIB. “Saya sempat membaca doa berkali-kali dan hampir pingsan. Al-fatihah sampai surat Yasin habis deh,” canda penyiar kondang ini.


Sementara itu, Kabid Data dan Informasi BMG Bandara Hang Nadim, Sunarto membenarkan jika terjadi badai di Bandara Hang Nadim, Rabu (4/11) petang. Ini disebabkan oleh awan cumulonimbus yang mengakibatkan angin ribut disertai hujan dan petir. (a)
keadaan yang sama Gw alami kemarin sore saat mau mendarat di SMB II dari Jakarta... Gila banget.. Salut sama Pilot-nya
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea  
Old November 7th, 2009, 12:47 AM   #15
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,602
Likes (Received): 377

Hari RABU memang di deket Johor yang agak ke Utara Batam lagi hujan deras parahhh banget .. lapangan berumput sampe banjir ....

Ya bener Hari RABU sore, ada hujan gede di kawasan SIJORI
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old November 7th, 2009, 03:16 PM   #16
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

Itu Bisa Hancurkan Batam
Apindo: Langkah BC Tak Populer


Sabtu, 07 November 2009

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kepri mengkritisi kebijakan Bea Cukai (BC) Batam yang memeriksa barang bawaan penumpang di lantai II Bandara Hang Nadim, Batam. Ketua Apindo Kepri, Ir Cahya menilai kebijakan seperti itu tidak perlu dilakukan karena menimbulkan keresahan bagi penumpang pesawat, baik warga Batam manpun tamu yang datang ke Batam. ”Itu bisa hancurkan Batam,” katanya, Kamis (5/11).


Cahya mengungkapkan, sejak hal tersebut dilakukan BC, banyak yang telepon ke dirinya untuk mempertanyakannya. Masyarakat jadi resah karena harus berkali-kali diperiksa saat di bandara. Setelah diperiksa di lantai I, saat berada di lantai II atau saat hendak masuk ruang tunggu masih diperiksa lagi. Ia mengakui, langkah tersebut tidak salah dari segi hukum. Namun, tidak populer. Tidak semua kebijakan harus diterapkan di Batam. Kalau semua kebijakan diterapkan di daerah ini maka kacau juga nantinya. ”Bisa-bisa nantinya banyak tamu yang malas berkunjung ke Batam. Saat ini saja sudah banyak yang komplain,” katanya.


Selain tidak populer, kata Cahya, pelayanan bisa jadi kacau kalau penerapannya tidak solid antarinstansi yang ada di bandara. Kebijakan baru itu juga akan membuka peluang baru untuk dimanfaatkan oknum lagi untuk mengambil keuntungan. Cahya meminta agar BC memikirkan lagi menerapkan kebijakan tersebut baik buruknya bagi Batam.



Tidak Manusiawi


Selain kebijakan di bandara, Apindo juga mengkritisi penerapan Perdaduk di Pelabuhan Domestik Sekupang. Katanya, kondisi konter Perdaduk di sana tidak manusiawi bagi warga yang masuk ke Batam, baik yang sudah menjadi warga Batam maupun penduduk Kepri dan daerah lainnya yang datang ke Batam. ”Tidak manusiawi karena bangunan seperti penjara. Banyak lorong dan pintu besi,” katanya.


Kalau tetap diterapkan Perdaduk, Cahya berharap konternya dibuat lebih layak, bersih dan manusiawi. Selain itu, jangan semua pendatang yang diperiksa. ”Cukup yang dicurigai saja,” katanya.


Visit Batam Bisa Gagal


Langkah BC memeriksa dan menarik pajak belanjaan penumpang pesawat di atas 250 dolar AS, menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batam bisa mengacaukan program Visit Batam 2010. ’’Apa maksud, latar belakang dan tujuan Bea Cukai memberlakukan itu, masa warga luar Batam yang membeli barang di Batam dibatasi hanya boleh belanja 250 dolar AS selebihnya dikenakan pajak. Cukup rumit dan Visit Batam 2010 yang kita galakkan bisa gagal,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Guntur Sakti kepada Batam Pos di Batam Center, Jumat (6/11).


Dia mengatakan, pemberlakuan pembatasan barang belanja di bandara dan pelabuhan, secara tidak langsung akan mementahkan niat wisatawan yang akan berkunjung ke Batam untuk menggagalkan rencananya. Mereka yang awalnya niat wisata belanja seperti tas, parfum dan sepatu serta fashion, akhirnya akan beralih ke kawasan lain dan bahkan ke luar negeri.


”Di satu sisi, dengan adanya Visit Batam 2010 ini kita berupaya menarik masuk wisatawan dan pendatang ke Batam, sementara di satu sisi dibatasi dengan jumlah pembelanjaan sehingga bisa berdampak roda perputaran ekonomi Batam akan drastis menurun. Semua sektor kena. Itu pasti,” ujar Guntur.


Warga Batam khususnya pengusaha juga akan lesu dan tidak ada ide berkreasi lagi, karena produk unggulan yang mereka coba kenalkan menjadi branded di Batam sudah dibatasi. “Ada pemberlakukan seperti ini dari BC, saya kira Batam tidak ada daya tarik lagi. Tidak ada yang bisa dibanggakan lagi. Yang ada hanya menciptakan kesan peraturan di Batam itu ribet dan ngawur,” ujar Guntur.



Belum Banyak yang Tahu


Pemeriksaan barang di lantai II Bandara Hang Nadim dan pengenaan pajak barang konsumsi di atas 250 dolar Amerika Serikat saat meninggalkan Batam, belum bisa diterima semua masyarakat. Menurut warga yang berangkat di Bandara Hang Nadim Batam, aturan ini relatif merepotkan. Apalagi belum banyak disosialisasikan. Agus Budi yang ditemui di Bandara Hang Nadim mengaku belum mengetahui adanya aturan seperti itu. Saat dijelaskan aturan tersebut, ia pun berkomentar aturan yang akan dilaksanakan Bea Cukai itu merepotkan. (eri/c/uma)
novian no está en línea  
Old November 10th, 2009, 04:11 AM   #17
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,697
Likes (Received): 261

Lahhh bukannya barang bawaan dah melalui security check di pintu masuk, dan ada security check lagi ketika mau masuk ruang tunggu.
Kalo diperiksa lagi...ya kurang kerjaan aja petugasnya, mungkin razia gambar porno
fajarmuhasan no está en línea  
Old November 10th, 2009, 02:14 PM   #18
rilham2new
Obsolete User
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang
Posts: 29,602
Likes (Received): 377

Itu standar, kan???

Kalau di Batam ,, bukannya memang gak cuman 2 kali masuk X-RAY .... dulu 3 kali malah !!! Satu di depan (harusnya BEA CUKAI itu di depan sini, yang di atas2 itu urusan OTORITAS BANDARA), Duaa sebelum naik ESkalator (sekarang yang ini udah gak ada lagi) .... Ketiga, yang pas mau masuk ruangan BOARDING ...

tapi, memang aku setuju yang di lantai dua itu seharusnya udah tinggal pemeriksaan barang2 berbahaya/eksplosif saja... kalau PEMERIKSAAN BEA CUKAI ya,,, cukup di lantai I saja lah .... AMpuun deh, itu kan ngabis2in waktu orang
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
rilham2new no está en línea  
Old November 10th, 2009, 02:25 PM   #19
novian
Registered User
 
novian's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: tanjungpinang
Posts: 1,737
Likes (Received): 90

oo ya terkait masalah pemeriksaan di bandara, ada satu yg dari dulu blom di fungsikan yakni alat berupa full body detector, sy krg tau apa penyebebnya hingga ssat ini blom digunakan, apa mungkin blom ada 1 SDM pun di Indonesia yg bisa mengoperasikannya???, sayang banget alat secanggih itu blom di fungsikan secara maksimal, dan terkait pemeriksaan sy jg bisa menjamin klo semua fasilitas diopersikan bandara Hang Nadim Batam merupakan bandara paling ketat pengamanannya di Indonesia
novian no está en línea  
Old November 11th, 2009, 07:32 AM   #20
fajarmuhasan
Final Fantasy Mania
 
fajarmuhasan's Avatar
 
Join Date: Jul 2008
Posts: 7,697
Likes (Received): 261

full body detector ini dimana adanya? selama ini kalo mencurigakan kan petugas pegang-pegang badan kita.....
fajarmuhasan no está en línea  
Closed Thread

Tags
batam

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 08:41 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu