|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#201 |
|
Life On the Ocean
Join Date: Oct 2009
Location: Jakarta, Makassar n Palopo
Posts: 8,231
Likes (Received): 42
|
Pengelola Bandara Juanda Pasrah Atas Bangunan Cito
Sabtu, 19 Juni 2010 Surabaya (ANTARA News) - PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara (Bandara) Juanda hanya bisa pasrah terkait ketinggian bangunan mal "City of Tomorrow" (Cito) di Bundaran Waru, perbatasan Surabaya-Sidoarjo Jawa Timur. "Kalau memang sudah ada izinnya, kami hanya bisa pasrah," kata General Manager PT Angkasa Pura I, Trikora Harjo, di Surabaya, Sabtu. Ia hanya menyampaikan keluhan para pilot terkait gedung yang memiliki ketinggian 115 meter itu. "Tugas kami hanya menyampaikan keluhan para pilot kepada masyarakat," katanya. Kalau ternyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan izin pembangunan gedung itu beberapa tahun lalu, maka Trikora mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebelumnya, PT Angkasa Pura I mempersoalkan bangunan mal Cito. Keberadaan bangunan yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Bandara Juanda itu dianggap mengganggu aktivitas penerbangan pesawat udara. Sesuai peraturan, bangunan yang berdiri di dalam radius 15 kilometer dari bandara itu harus dengan ketinggian maksimal tidak boleh melebihi 90 meter, sedangkan mal Cito berketinggian 115 meter. Komisi A DPRD Jatim mendukung protes Angkasa Pura karena berpotensi mengganggu kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), terutama bagi pesawat dari luar Pulau Jawa yang hendak mendarat di Bandara Juanda. Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi A, manajemen Cito menunjukkan izin pembangunan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim. Surat izin itu ditandatangani Wakil Kepala Dishub LLAJ Jatim, Edy P. Sagala. Sementara itu, pengamat transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Haryo Sulistyarso, menganggap, protes Angkasa Pura sudah basi. Dia justru mempertanyakan mengapa baru dipersoalkan saat ini ketika bangunan mal tersebut sudah difungsikan. "Mengapa protes tidak disampaikan sejak dari dulu, sebelum bangunan itu berdiri," katanya. |
|
|
|
|
#202 |
|
gumiho
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 8,518
|
![]() Sudah bisa ditebak ending masalah itu. |
|
|
|
|
#203 | |
|
Agent of Change
Join Date: Dec 2008
Location: J town
Posts: 781
Likes (Received): 1
|
Quote:
|
|
|
|
|
|
#204 |
|
Registered User
Join Date: Jun 2010
Location: Surabaya - Aachen
Posts: 284
Likes (Received): 1
|
jd iri nih ma bandara barunya medan, kuala namu
kenapa ngga dibangun di Surabaya aja y, yang notabenenya kota terbesar kedua di Indonesia |
|
|
|
|
#205 |
|
gumiho
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 8,518
|
![]() Bukan karena alasan Surabaya sebagai kota terbesar kedua yang harus dibangun dulu sebelum Medan bro. Medan memang sudah waktunya punya bandara baru, karena polonia memang sangat tidak layak. Mengenai kuala namu dapat desain yang modern, karena memang momentum perubahan bandara modern di Indonesia itu apesnya setelah bandara juanda jadi bro, juanda jadi generasi terakhir bandara dengan desain yang jadul atau klasik. Untuk desain bandara yang modern dimulai bandara hassanudin makassar, T3 Soehat, kemudian lombok, dan yang paling akhir ya kuala namu itu. Ya bagus lah bro, pada akhirnya semua bandara di indonesia bakal modern. Juanda besok entah kapan kalau dapat jatah pengembangan untuk pembangunan terminal barunya pasti otomatis kena pengaruh modernisasi desain arsitektur teminal bandara. Cuman apes saja pasti Juanda kena giliran yang masih cukup lama, mungkin menunggu 5 sampai 10 tahun lagi baru pusat punya niatan mengembangkan terminal baru. Masalah waktu saja kok. So dont worry! Last edited by sbyctzn; June 23rd, 2010 at 05:10 AM. |
|
|
|
|
#206 | |
|
World Traveller
Join Date: May 2008
Location: INA
Posts: 20,283
|
Quote:
duh! alasan klasik!!! teknologi udah maju, jadi utk menghindari hal2 ginian kan gampang banget, bilang aja pilot ama AP1 malas banget utk memfungsikan peralatan canggih dalam hal pendaratan. Klo memang alasan gedung tinggi dekat bandara, tuh contohnya bandara di Hong Kong yg lama (kai tak airport klo nggak salah eja ) gedung2 tinggi hampir menutupi airportnya, kagak ada yg heboh dan mengeluh pilotnya....dasar pilot2 kita terlalu dimanja
|
|
|
|
|
|
#207 |
|
Yes they are
Join Date: Nov 2006
Posts: 14,001
Likes (Received): 170
|
waktu pesawat take off dari Bandara Juanda
![]() ![]()
__________________
Never interrupt your enemy when he is making a mistake |
|
|
|
|
#208 |
|
gumiho
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 8,518
|
Thanks eurico. Sering2 aja pict take off dari SUB. Soalnya langka.
|
|
|
|
|
#209 |
|
Registered User
Join Date: Jul 2008
Location: Jakarta - Padang
Posts: 1,190
Likes (Received): 0
|
Wah, kalo begitu masih hebat juga otoritas di Medan pada masa tahun 80an ketika berhasil memerintahkan pemotongan beberapa lantai sebuah gedung yang melebihi batas yang diijinkan. Masalah ini seharusnya disikapi dengan sangat serius. Apa mau menunggu kecelakaan dulu baru ada tindakan?
|
|
|
|
|
#210 | |
|
Le Nozze di Figaro...
Join Date: Oct 2003
Location: Planet Earth
Posts: 5,987
|
Quote:
yang menjadi permasalahan disini, sama dengan autoritas medan, dengan bangunan B&G JW marriot....kenapa baru dipermasalahkan ketika gedung sudah berdiri..... kenapa ketika dibangun kok, tidak di protes, kenapa ijin bisa keluar dsb. Cheers
__________________
Intel Inside, Idiot outside Last edited by David-80; June 26th, 2010 at 12:43 PM. |
|
|
|
|
|
#211 |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,745
Likes (Received): 103
|
Senin, 28 Juni 2010
Overload Ancam Ganggu Penerbangan SIDOARJO - Membeludaknya jumlah penumpang yang bepergian dari Bandara Internasional Juanda dikhawatirkan mengancam operasional penerbangan. Menurut data di PT Angkasa Pura I (AP I), Bandara Juanda hanya berkapasitas 7 juta penumpang per tahun. Padahal, jumlah penumpang saat ini diprediksi mencapai 10 juta penumpang per tahun. Dengan begitu, terjadi kelebihan sekitar 3 juta penumpang. Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Haryo Sulistyarso menilai hal itu sebagai ancaman. Sebab, kepadatan penumpang akan berakibat pada padatnya jam terbang. "Nanti berdampak pada sistem di penerbangan Bandara Juanda," kata Haryo kemarin (27/6). Haryo mencontohkan, setiap pesawat dalam kondisi normal memiliki waktu 45 menit. Durasi waktu itu dipergunakan untuk mengecek pesawat. Namun, kepadatan penumpang memaksa memperpendek waktu tersebut. ''Bisa dibayangkan dampak yang terjadi pada penerbangan,'' jelas dia. Pengecekan tidak maksimal karena dikejar jadwal keberangkatan pesawat berikutnya. Jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan delay (penundaan, Red), penerbangan lain akan terganggu. Dengan demikian, kenyamanan jam penerbangan terganggu. Jika satu penerbangan terganggu, penerbangan lainnya akan terkena imbas. Sebab, antara satu penerbangan dan penerbangan lain terdapat koneksi waktu. Satu terganggu, lainnya akan ikut terganggu. (riq/c10/aww) ![]() Hadehh,.. seremnya ![]()
__________________
"Berusaha bersahabat dengan ketidaknyamanan, walaupun terkadang sulit, seperti dua sisi uang logam yang saling berdampingan, juga dengan kenyataan dlm hidup, positif dan negatif selalu berdampingan..." From B A L I K P A P A N with Love ♥,- |
|
|
|
|
#212 |
|
gumiho
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 8,518
|
Biasa, pemerintah baru kelabakan kalau sudah ada bencana besar dulu.
Seperti kasusnya polonia medan dengan pesawat mandalanya, baru akhirnya sadar bangun kuala namu. |
|
|
|
|
#213 |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,745
Likes (Received): 103
|
![]() Parking stand di apron lama(terminal lama) saat ini difungsikan utk apa ? Bila 'free' apa tdk sebaiknya memfungsikan dahulu sementara, entar penumpang bisa transfer by bus apron daripada harus mengorbankan safety dg 'cut' wktu utk check kondisi a/c sebelum depart.. bahaya banget ![]() Tapi susah juga mengingat lokasi kedua terminal saling bersebrangan r/w ya bila tdk salah ?
__________________
"Berusaha bersahabat dengan ketidaknyamanan, walaupun terkadang sulit, seperti dua sisi uang logam yang saling berdampingan, juga dengan kenyataan dlm hidup, positif dan negatif selalu berdampingan..." From B A L I K P A P A N with Love ♥,- |
|
|
|
|
#214 |
|
gumiho
Join Date: Apr 2008
Location: ujung galuh - matraman - blambangan
Posts: 8,518
|
Dibuat numpuk bangkai pesawat.
Iya Siz, terminal lama dan baru bersebrangan dari runway. Kalau bersebrangan gitu apa ya bisa untuk lalu lintas pesawat di taxiway? Dulu kan malah pihak lion mau sewa terminal lama untuk dibuat terminal khusus maskapai lion. Tapi gak tau lagi gimana kabarnya. Kalau jadi kan lumayan, bisa mengurangi sedikit beban terminal baru. |
|
|
|
|
#215 |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,745
Likes (Received): 103
|
![]() Haha.. iya ni dimana-mana JT/IW(LION group) selalu 'menuh2in' ya gk dimanapun di dalam negri khususnya ![]() Mereka memang harus benar2 lbh berekspansi 'keluar', seiring banyaknya armada2 pesanan mereka yg sdh berdatangan, jadi agar rotasi perputaran traffict udara Nusantara lancar.. karena yg gw tau jg airport2 di Indonesia mayoritas kapasitasnya sangat terbatas baik sisi udara ataupun darat, pemerintah seharusnya bisa mengimbangi laju pesatnya aviasi kita dg pembenahan infrastruktur yg baik
__________________
"Berusaha bersahabat dengan ketidaknyamanan, walaupun terkadang sulit, seperti dua sisi uang logam yang saling berdampingan, juga dengan kenyataan dlm hidup, positif dan negatif selalu berdampingan..." From B A L I K P A P A N with Love ♥,- |
|
|
|
|
#216 | |
|
Registered User
Join Date: Jun 2009
Location: Surabaya yang HOT!!
Posts: 1,895
Likes (Received): 28
|
Quote:
jadi saya pikir dibawah 45 menit itu sudah biasa, karena maskapai yang saya sebutkan di atas itu pun sebelum high season seperti ini juga sudah menerapkan ground time dibawah 45 menit untuk mengoptimalisasi penggunaan sebuah pesawat. nggak tau deh kalo B739ER ground timenya berapa menit, harusnya lebih lama dari B738 ataupun A320..
|
|
|
|
|
|
#217 |
|
MOCHAMAD RONAL
Join Date: Feb 2010
Location: Tangsel - Churabhaya
Posts: 777
Likes (Received): 0
|
Tak Langgar Batas Ketinggian, CiTo Harus Pasang Lampu Rintangan
suarasurabaya.net| Pro-Kontra Cito tentang indikasi pelanggaran ketinggian bangunan mal dan apartemen City of Tomorrow ( CiTo ) semakin meluas. CiTo harus pasang lampu rintangan sesuai standar penerbangan. Seperti diberitakan pada Harian Bhirawa Senin (07/06) bahwa pusat pertokoan dan apartemen CiTo kembali dilaporkan mengganggu jalur penerbangan. Hal itu terungkap saat PT Angkasa Pura I hearing dengan Komisi A, bangunan CiTo di Bundaran Waru, membahayakan pesawat yang akan mendarat di Bandara Juanda. Namun setelah Komisi A memanggil manajemen CiTo, keadaan menjadi berbalik. Sebab manajeman CiTo berhasil menunjukkan Surat Rekomendasi Dishub Prov. Jatim nomor 553/912/106/2005 tertanggal 27 Mei 2005 yang menyatakan bahwa meski superblok di utara bundaran Waru tersebut berjarak 6,29 kilometer di sebelah barat daya bandara, ketinggian Cito masih di ambang batas landasan pacu nomor 10 Bandara Juanda. Berdasar Keputusan Menhub Nomor KM 5 Tahun 2004 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di sekitar Bandara Juanda yang dikeluarkan pada 23 Januari 2004, ketinggian maksimal hingga radius 7.520 meter adalah 150 meter. Karena Ketinggian CiTo hanya 115 meter maka bisa disimpulkan bahwa bangunan CiTo tidak melanggar aturan KKOP Bandara Juanda. ( Jawa Pos, Sabtu, 19/06). Namun akhirnya Komisi D DPRD Jatim yang membidangi pembangunan akan terus menindaklanjuti keluhan PT Angkasa Pura I. Apalagi, penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda kini terhitung overloading. PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Juanda hanya bisa pasrah terkait ketinggian bangunan mal City of Tomorrow (CiTo), karena CiTo sudah mendapat rekomendasi dari Dishub Prov. Jatim ( Kompas.com, 19 Juni 2010). Benar atau tidaknya CiTo melanggar KKOP Bandara Juanda atau adanya kesalahan dalam pemberian rekomendasi , mari kita telaah lebih jauh. Pertama, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan atau yang disingkat dengan KKOP. Pengertian KKOP menurut KM Perhubungan 77 tahun 1998 adalah tanah dan/ perairan dan ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan. Jadi, bukan hanya ruang udara saja, melainkan tanah dan perairan yang digunakan untuk operasi penerbangan harus dibatasi ketinggiannya demi keselamatan penerbangan. Memang, adalah hak setiap orang / badan hukum tertentu untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki atau dikuasainya, namun UU 1 Tahun 2009 Penerbangan telah membatasinya. Sesuai dengan pasal 208 ayat 1 yang berbunyi ”Untuk mendirikan, mengubah, atau melestarikan bangunan, serta menanam atau memelihara pepohonan di dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan tidak boleh melebihi batas ketinggian kawasan keselamatan operasi penerbangan ”. UU ini dengan jelas membatasi ketinggian bangunan dan benda tumbuh lainnya pada daerah KKOP Bandara demi kepentingan umum yang lebih luas yaitu operasional penerbangan. Tujuan dari diterbitkan KKOP ada 2 yaitu menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan dan juga melindungi masyarakat disekitar bandara terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan pesawat udara. Data menunjukkan, berdasarkan tempat kejadian, kecelakaan pesawat udara hanya 5 % terjadi pada fase perjalanan (enroute), 15 % pada fase pendekatan (approach) dan yang terbesar adalah 80 % pada daerah kawasan approach yang hampir mendekati landasan pacu atau dalam istilah KKOP disebut kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan . Untuk maksud itulah pemerintah menetapkan KKOP agar operasional penerbangan di sekitar bandar udara bisa aman dan selamat. KKOP dibagi menjadi beberapa kawasan antara lain: kawasan ancangan pendaratan dan lepas landas, kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan, kawasan di bawah permukaan transisi, kawasan di bawah permukaan horizontal-dalam, kawasan di bawah permukaan kerucut dan kawasan di bawah permukaan horizontal-luar. Masing masing kawasan mempunyai karakteristik tersendiri dalam batasan ketinggian. Semakin dekat dengan landasan maka semakin rendah dan sebaliknya. Demikian juga pada daerah approach dan landing batasan ketinggiannya lebih rendah daripada daerah kanan/kiri landasan atau disebut kawasan di bawah permukaan horisontal luar. Teknik pembuatan KKOP juga sudah paten. Sebagai pedoman pembuatan KKOP suatu bandara, Dirjen Perhubungan Udara telah menerbitkan SKEP /110/VI/2000 yang mengatur tentang Juklak pembuatan KKOP di Bandara dan Sekitarnya. Tahapan pembuatan KKOP yang harus dilalui antara lain: inventarisasi data, analisis data dan proses pembuatan KKOP. Tenaga ahli yang dibutuhkan adalah ahli perencanaan bandara, ahli keselamatan penerbangan, ahli navigasi penerbangan, ahli hukum keudaraan dan ahli teknik geodesi. Alat yang digunakan juga tergolong modern, antara lain : alat ukur jarak elektronik, alat ukur sudut, GPS dan lainnya. Penulis yakin bahwa dengan terbitnya KM 5 Tahun 2004 tentang KKOP di sekitar Bandara Juanda oleh Dephub ( sekarang Kemenhub ) maka ketentuan-ketentuan diatas telah terpenuhi. Analisis Ketinggian Bangunan CiTo dan Solusinya Berdasarkan data dilapangan, CiTo terletak pada pada jarak 6,29 km barat daya ambang landasan 10 Bandara Juanda. Ini berarti bahwa bangunan CiTo terletak pada kawasan di bawah permukaan horisontal luar dengan batas ketinggian yaitu 150 meter dari ambang landasan pacu 10 bukan pada kawasan ancangan pendaratan dan lepas landas. Apabila pada waktu itu Dishub merekomendasikan Ketinggian CiTo 115 meter berarti masih ada space 35 meter untuk safety. Ini artinya bahwa rekomendasi yang dikeluarkan Dishub Prov. Jatim waktu itu tidak menabrak aturan yang ada yaitu KM 5 Tahun 2004 tentang KKOP di sekitar Bandara Juanda. Hanya saja sampai dengan saat ini CiTo belum memenuhi standar lampu obstacle yang seharusnya sudah terpasang pada saat gedung tersebut selesai dibangun. Terlepas pada masalah adanya komplain dari pilot, ini merupakan permasalahan yang subyektif, artinya mungkin adanya perbedaan cara pandang dari masing-masing pilot karena ada juga pilot yang tidak komplain dan menganggap biasa saja. Permasalahannya dengan dasar apa mereka komplain, apakah hanya dengan sekedar presepsi saja? Aturan KKOP Bandara Juanda telah terpenuhi yang juga mengacu kepada aturan Penerbangan Internasional ICAO Annex 14 Vol 1 Aerodrome. Bagaimana dengan adanya wacana DPRD Jatim untuk mengubah KM 5 Tahun 2004 tentang KKOP Juanda dengan alasan kepadatan traffic di Juanda? ( Jawa Pos, Senin, 21/06 ). Sah-sah saja, akan tetapi menurut pandangan Penulis, kepadatan traffic tidak ada hubungannya dengan ketinggian obstacle. Ini berarti bahwa dengan kepadatan traffic tidak akan serta merta mengurangi standar ketinggian obstacle. Ketinggian obstacle sudah ditetapkan secara baku pada aturan internasional yaitu Annex 14 ICAO Aerodrome. Toh , walaupun KM tentang KKOP Juanda nanti berhasil dirubah dan standar ketinggiannya sudah diturunkan, maka tidak mungkin akan berlaku surut yang mengharuskan CiTo membongkar/menurunkan ketinggian gedungnya. Namun ada beberapa hal menurut pandangan Penulis sebagai alternatif pemecahan dalam kasus CiTo ini. CiTo harus segera memenuhi persyaratan bangunan tinggi dalam KKOP sesuai dengan Annex 14 ICAO Vol 1 Aerodrome yaitu harus memasang lampu rintangan. Pertama, Aturan ini mengatakan bahwa secara vertikal, pada maksimal ketinggian 45 meter harus terpasang 1 lampu halangan . Apabila ketinggian bangunan CiTo adalah 115 meter maka minimal ada 3 lampu rintangan dan dipasang di empat sisi gedung. Kedua, Pada sisi atas gedung juga sama, pada setiap ujung bangunan harus dipasang lampu rintangan dan apabila jarak antar titik lebih dari 45 meter maka minimal dipasang 2 lampu dan seterusnya. Ketiga, lampu rintangan (obstacle light) tersebut berwarna merah berkedip antara 60 s/d 90 kedipan permenit dengan kekuatan minimal 40 kandela.Keempat, CiTo harus menyalakan lampu tersebut pada saat malam hari dan pada saat cuaca mendung / gelap. Jadi Penulis sarankan lampu tersebut dinyalakan secara otomatis dengan sensor cahaya. Jadi pada saat mendung maupun malam hari, lampu tersebut akan menyala secara otomatis. Penulis berharap kepada instansi terkait yang berwenang dalam wilayah KKOP Bandara Juanda harus segera memberikan deadline kepada CiTo untuk memasang lampu rintangan sesuai dengan aturan penerbangan. Penulis mempersilahkan barangkali ada kajian lain misalnya kajian aeronautika, yang bisa mungkin memberikan warna lain, atau pendapat lain dari pendapat penulis yang mungkin merupakan bagian dari solusi dari permasalahan ini. Karena Penulis sadar bahwa tulisan ini merupakan pandangan pribadi Penulis dan kebenaran itu adalah hanya milik Allah SWT.(ipg) Teks Foto: 1 dan 2. Bangunan CiTo. 3. Garis panah merah menunjukkan perkiraan posisi CiTo terhadap runway 10 KKOP bandara Juanda. |
|
|
|
|
#218 |
|
MOCHAMAD RONAL
Join Date: Feb 2010
Location: Tangsel - Churabhaya
Posts: 777
Likes (Received): 0
|
1.cito
![]() 2. cito ![]() 3. Posisi CITO di wilayah KKOP
|
|
|
|
|
#219 |
|
Registered User
Join Date: Jun 2009
Location: Surabaya yang HOT!!
Posts: 1,895
Likes (Received): 28
|
Juanda di pagi hari
|
|
|
|
|
#220 |
|
Selir Hati
Join Date: Feb 2008
Location: Livable City
Posts: 9,745
Likes (Received): 103
|
![]() Wuaw padet.. det.. dettt It's gonna busy day
__________________
"Berusaha bersahabat dengan ketidaknyamanan, walaupun terkadang sulit, seperti dua sisi uang logam yang saling berdampingan, juga dengan kenyataan dlm hidup, positif dan negatif selalu berdampingan..." From B A L I K P A P A N with Love ♥,- |
|
|
![]() |
| Tags |
| indonesian airport, surabaya |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|