daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old August 5th, 2012, 12:15 PM   #221
endul001
Registered User
 
Join Date: Dec 2011
Posts: 86
Likes (Received): 11

Hari Bersejarah, Akhirnya Proyek PLTA Rp 4,6 T Dibangun di Lembah Baliem

Wamena - Hari ini merupakan hari bersejarah. PT PLN (Persero) meresmikan pembangunan PLTA Baliem II dengan kapasitas 10X5 Megawatt (MW) dari sumber mata air sungai Baliem.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, sungai Baliem ini bisa menghasilkan listrik hingga 200 MW.

"Ada 200 MW, tapi kita tahap awal dikembangkan 50 MW dulu," ungkap Nur Pamudji saat peresmian pembangunan PLTU Baliem II di Lembah Baliem, Wamena, Rabu (1/8/2012).

Nur Pamudji juga menjelaskan, pembangunan PLTA tersebut akan mengaliri listrik untuk kabupaten-kabupaten di daerah pegunungan tengah Papua.

"Ini bisa dibagikan untuk kabupaten di pegunungan tengah," sambungnya.

Di tempat yang sama, General Manager PLN UIP KIT Sulmapa Andi Paherangi Jaya mengatakan, pembangunan mega proyek yang akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun ini akan mampu menghemat penggunaan BBM yang sebelumnya digunakan sebagai pembangkit listrik.

"Dapat menghemat BBM sebesar 123 ribu kiloliter (KL) per tahun atau setara Rp 2,7 triliun dengan harga BBM Rp 20 ribu/liter," imbuhnya.

Selain itu, untuk pendanaan mega proyek PLTA Baliem II ini, akan dibiayai oleh dana internal PLN dan APBN.

"Sumber pendanaan berasal dana PLN dan APBN, dengan anggaran Rp 4,6 triliun untuk pembangkit dan sarana prasarana tanah," tambahnya.

Peresmian pembangunan proyek ini juga dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

http://finance.detik.com/read/2012/0...iem?f771108bcj

mudah2an cepet selesai pembangunannya, biar bisa dipake listriknya.
endul001 no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old August 11th, 2012, 02:17 AM   #222
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

Less Than Half of 10,000 MW Electricity Project Completed

Quote:
So far, only about 45 percent of the government’s first 10,000 MW power generating system has been completed, an executive of the state utility firm Perusahaan Listrik Negara (PLN) commented on Friday.

Harry Jaya Pahlawan, PLN’s director of operations for western Indonesia, was quoted by the Antara news agency in Palembang, South Sumatra as saying that the production capacity that has been built under the program thus far has only reached 4,500 MW.

“Roughly 45 percent has been connected, while the rest, about 55 percent, will be hooked up between the end of 2012 and 2013,” Harry said, according to Antara.

Harry estimated that another 3,000 MW will enter the system by the end of the year.

“For distribution in Sumatra, we hope that the Nagan Raya, Tarakan and Teluk Siri power plants will begin operations shortly,” Harry said, adding that in Java the installed capacity was already much higher.

Harry also admitted that renewable sources of energy accounted for only a small portion of PLN’s power generating capacity.

“In the next two years, we hope that some 15 to 20 percent of power plants will use renewable energy. Presently, most power plants are still operating on coal and gas,” he said.

In 2011, PLN used hydrocarbon fuels for 21 percent of its generating capacity, absorbing 10.38 million kiloliters of fuel a year. Coal accounted for 46 percent, with consumption at 36.48 million tons, while gas was responsible for 21 percent, consuming 327,59 trillion British thermal units (BTU).

The first and second phase of the 10,000 MW projects are due for completion by 2014. However, current delays are expected to push the completion date to 2018.
source: http://www.thejakartaglobe.com/busin...mpleted/537161
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old August 11th, 2012, 05:25 AM   #223
utuy94
Registered User
 
Join Date: Jul 2012
Posts: 2
Likes (Received): 0

maaf newbie ikut nimbrung

2016, PLN Ekspor Listrik ke Malaysia
Quote:
JAKARTA - PT PLN (Persero) berniat mengadu nasib ke negara tetangga untuk melakukan ekspor listrik ke Semenajung Malaysia sebesar 600 megawatt (mw) pada 2016.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyebut saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap renegosiasi harga.

"Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga," kata Pamudji, di kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Sedangkan terkait dengan harga jual listriknya, Pamudji menjelaskan, PLN akan memberikan harga jual di atas harga jual listrik di Indonesia.

"Yang jelas harganya lebih mahal dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi untuk harga listrik yang akan diekspor berkisar sembilan sen dolar per kwh," jelas Pamudji.

Menurut Pamudji, saat ini PLN masih melakukan ground breaking jaringan listriknya yang dananya dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB).
source : http://economy.okezone.com/read/2012...ik-ke-malaysia
utuy94 no está en línea   Reply With Quote
Old August 31st, 2012, 11:12 AM   #224
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea....untuk.Smelter


Quote:
PLN-Kadin Kerja Sama Listrik untuk Smelter

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi memenuhi kebutuhan listrik industri pengolahan dan pemurnian (smelter), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan Kadin Indonesia akan menandatangani nota kesepahaman mengenai penyediaan listrik sebesar 1.500 megawatt (MW).

"1.500 MW mau ditandatangani bersama PLN. MoU-nya akan ditandatangani dalam waktu dekat karena kemarin Lebaran," sebut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur, di Jakarta, Jumat (31/8/2012).

Menurut Natsir, kerja sama antara Kadin Indonesia dengan PLN sifatnya business to business. Listrik dengan kapasitas 1.500 MW ini cukup untuk memenuhi sebanyak 30-40 smelter di seluruh Indonesia. "Ini sudah disepakati Kadin dengan PLN," tambahnya.

Disebutkan Natsir, investasi untuk penyediaan listrik 1.500 MW ini dikeluarkan oleh PLN. Menurut dia, besaran investasi yang dikeluarkan mencapai 2,5 miliar dollar AS.

Mengenai tarif listrik, ia mengatakan, bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Tarif pun tidak disubsidi oleh Pemerintah. "Jadi harga listrik di Jawa Timur untuk smelter dengan harga listrik di Makassar dan Halmahera bisa beda nanti," terangnya. "Mungkin (MoU) bulan depan karena ada Lebaran," tandas Natsir.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 6th, 2012, 02:10 AM   #225
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

Indonesia Increases Price of Renewable Energies for Electricity

Quote:
The government has announced it will raise the price of three types of renewable energies for electricity needs, saying the move is necessary to encourage Indonesia's overall renewable energy production.

Deputy Energy and Mineral Resources Minister Rudi Rubiandini announced in Jakarta on Wednesday that state electricity firm PLN must now pay more for electricity produced by geothermal, biomass and hydro power plants.

The price of geothermal electricity is now up to between 10 and 18.5 US cents per kilowatt-hour from the previous 9 cents per kWh. Meanwhile, biomass electricity was recently priced between Rp 975 (10 cents) and Rp 1,050 per kWh, from the previous Rp 656 per kWh.

The new tariffs have been specified in a ministerial regulation recently issued by the Energy and Mineral Resources Ministry.

The ministry is presently drafting another regulation that will similarly increase the price of hydro electricity from Rp 656 per kWh to between Rp 975 and Rp 1,050 per kWh.

Rudi explained that the exact prices of the electricity varied, depending on the locations of the power plants, among other factors.

He added that raising the prices was expected to make renewable energy projects more luring to investors, thus hopefully increasing the number of renewable projects, allowing the government to meet its 2025 renewable energy target.

The government has set a target of increasing the portion of electricity generated from renewable energies to 17 percent of the total electricity produced by 2025.

The figure currently stands at 5.7 percent, far below 49.7 percent of electricity produced from fuel-fired power plants, 24.5 percent from coal and 20.1 percent from gas power plants.

By 2025, the government expects the portion of electricity generated from renewable energies to reach 17 percent, while fuel 20 percent, gas 30 percent and coal 33 percent.

“It’s not easy, but we will pursue the 17 percent renewable energies portion target by 2025,” Rudi said. He asked the public to support the move, although it will likely a bigger electricity bill.

“The expensive costs here will be compensated with far greater benefits, especially less pollution,” Rudi said.
source: http://www.thejakartaglobe.com/home/...tricity/542465
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old September 10th, 2012, 08:21 AM   #226
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

Neh lagi berita gaya2 jual Listrik ke negara tetangga, dalam negeri aja byer prettttt mulu..

http://www.tribunnews.com/2012/09/09...ik-ke-malaysia


Quote:
PLN Ekspor Listrik ke Malaysia


TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengekspor listrik ke luar negeri dengan kapasitas 600 MW ke Semenanjung, Malaysia. Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, mengatakan, PLN telah menjalin kerjasama dengan Malaysia terkait pertukaran kapasitas listrik untuk mempercepat penyediaan listrik di wilayah Indonesia Timur.

"Kita memang ada kerjasama dengan Malaysia. Di sini kita membeli 70 MW, sedangkan di Sumatera mengirim ke Semenanjung, Malaysia sebesar 600 MW. Jadi kita tukaran," ujarnya kepada Tribun usai me-launching AP2T di Aula PLN Wilayah Kalbar.

"Kita akan mengekspor setelah kebubuhan dalam negeri tercukupi. Jika kita punya cita-cita mengekspor, artinya pasti kebutuhan dalam negeri terpenuhi semua," tambahnya lagi.

Sementara itu, Pamudji, mengatakan kondisi kapasitas kelistrikan PLN Wilayah Kalbar termasuk pas-pasan, jadi saat ini sedang menambah kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

PLN bekerja dengan PLN Sarawak untuk memperbesar pembelian listrik Kalbar dari Sarawak. Mereka memiliki PLTA yang besar sekali, selama ini listrik Sarawak hanya dinikmati pelanggan PLN di perbatasan. Kedepan diharapkan bisa datangkan listrik lebih besar lagi dari Sarawak yaitu sekitar 70 MW untuk 5 tahun mendatang dari 2014-2019.

"PLN akan tarik transmisi dari Sarawak sampai ke Bengkayang, dari Bengkayang dialirkan ke Singkawang, Pontianak, dan kota lain sehingga kapasitas di Kalbar lebih besar," paparnya.

Sementara itu, PLN sedang menyelesaikan PLTU di Parit Baru dengan kapasitas 2x50 MW dan Tanjung Gundul dengan kapasitas 2x27 MW dan 2x50 MW. Kedua PLTU merupakan yang utama dan akan masuk ke Kalbar.

Kontruksinya sedang berlangsung dan tahun depan sudah bisa dioperasikan, disamping itu kita tambah PLTU kecil batubara di Sanggau yang sudah mau beroperasi sebesar 2x7 MW dan Sintang sebesar 3x7 MW pada november mendatang.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 11th, 2012, 08:19 PM   #227
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://www.beritasatu.com/makro/7103...kui-dunia.html


Quote:
Konversi Minyak Tanah ke LPG Diakui Dunia


Program konversi mitan ke LPG di Indonesia menjadi catatan penting di dunia

NUSA DUA-Program konversi bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah (mitan) ke liquefied petroleum gas (LPG) yang dijalankan Indonesia sejak 2007 telah diakui dunia. Sebagai bentuk pengakuan itu, tahun ini Indonesia diberi kesempatan menjadi tuan rumah World LPG Forum ke-25 sekaligus program konversi mitan ke LPG dijadikan role model dalam forum internasional itu.

Selama kurun waktu 2007 sampai dengan pertengahan 2012, program tersebut berhasil menekan angka subsidi mitan sampai Rp 70 triliun. PT Pertamina (Persero) selaku pelaksana program konversi tersebut telah menggelontorkan 47,9 juta paket perdana LPG kemasan 3 kilogram (kg) sejak 2007 sampai Juni 2012.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, program konversi mitan ke LPG di Indonesia menjadi catatan penting di dunia, yang belum pernah dicapai oleh negara manapun. Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil menekan penggunaan mitan ke LPG yang memakan anggaran subsidi terbesar hingga Rp70 triliun.

"Secara tidak langsung, kini Indonesia juga mendapat pengakuan dunia dalam mencapai tiga target lewat program konversi, yakni mengurangi subsidi, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan clean energi," kata Hanung di sela-sela persiapan pembukaan World LPG Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, hari ini.

World LPG Forum ke-25 siap dibuka di Nusa Dua Bali pada Rabu (12/9) oleh Wakil Presiden Boediono. Ajang tahunan yang diikuti kalangan bisnis, pelaku industri, produsen, dan juga pemangku kebijakan ini untuk kedua kalinya diadakan di Bali di mana Pertamina sebagai wakil Indonesia menjadi tuan rumahnya. Sementara itu, pameran dibuka Selasa (11/9) malam oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

Menurut Hanung, konferensi World LPG Forum ke-25 memiliki nilai strategis di mana penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah karena keberhasilan dalam melaksanakan program konversi mitan ke LPG. Program konversi mitan ke LPG di Indonesia menjadi catatan penting di dunia yang belum pernah dicapai oleh negara manapun.

"Selain menempatkan Indonesia sebagai role model konversi ke LPG, forum ini juga akan memberikan berbagai perkembangan teknologi di bisnis LPG, serta pengeloaan bisnis LPG yang benar dan baik dengan mengedepankan unsur safety," ungkap Hanung.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 12th, 2012, 08:07 AM   #228
onosqaciw
Registered User
 
onosqaciw's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 1,318
Likes (Received): 92

sekarang tinggal konversi premium ke lpg
onosqaciw no está en línea   Reply With Quote
Old September 12th, 2012, 01:22 PM   #229
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...Potensi.Energi

Quote:
Investor Diundang Garap Potensi Energi


PHNOM PENH, KOMPAS.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengundang para calon investor untuk mendorong pengembangan energi di Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia berjanji akan mempercepat proses birokrasi.

Hal ini terungkap dalam serangkaian pertemuan bilateral dengan pimpinan Badan Energi Internasional dan jajaran eksekutif perusahaan migas dan energi, Rabu (12/9/2012), di Phnom Penh, Kamboja. Hal itu dilakukan di sela-sela pertemuan menteri-menteri energi ASEAN.

Dalam pertemuan itu, Jero Wacik menyatakan, konsumsi energi di Indonesia terus meningkat. Meski demikian, pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan energi itu jika seluruh potensi energi di Indonesia dimanfaatkan.

Namun diakui, saat ini produksi minyak nasional terus menurun. Sementara pemanfaatan energi baru terbarukan masih terbatas. "Kami mengundang para investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang energi di Indonesia," ujarnya.

"Kami siap mempercepat segala urusan, saya maunya segala urusan bisa dipercepat. Silakan mengajukan proposal, kami akan segera mempercepat prosesnya," janji Jero Wacik sebagaimana dilaporkan Wartawan Kompas Evy Rachmawati dari Phnom Penh, Kamboja.

Pada kesempatan itu, Kathly Santilo dari konsil bisnis ASEAN-Amerika Serikat menyampaikan, perusahaan-perusahaan migas dan perusahaan yang bergerak di bidang energi berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Karena itu, pihaknya berharap komunikasi dengan Pemerintah Indonesia terus diintensifkan.

Direktur Kebijakan Energi ASEAN GE Energy Kristin Paulson menyatakan, GE memiliki banyak proyek di Indonesia. Perusahaan multinasional itu juga berminat menggarap potensi energi baru terbarukan.

Sementara itu Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Maria JA van der Hoeven mengingatkan, cadangan minyak dan gas bumi di Indonesia menurun. Karena itu, perlu upaya serius untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi migas.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 19th, 2012, 05:13 PM   #230
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

Fuel quota, power hikes get OK

Quote:
After weeks of deadlock, the House of Representatives has approved a government proposal to raise electricity rates and the subsidized fuel allocation.

Lawmakers on House Commission VII overseeing energy and mining approved an increase in electricity rates by 15 percent by the end of 2013.

The increase will be implemented gradually, by between 3 to 4 percent a quarter starting in January, to lessen the impact on consumers, given traditionally intense public opposition to utility rate increases.

Under the government’s plan, the increase will not apply to small households and businesses rated to use between 450 and 900 volt-amperes (VA).

With the rate hike, the House and the government have agreed to allocate Rp 78.6 trillion (US$8.27 billion) for electricity subsidies for 2013, according to Commission VII chairman Sutan Bathoegana of the Democratic Party.

Without the hike, the subsidy would have soared by as much as Rp 92.52 trillion.

Indonesia — with the highest economic growth rate in Asia in the second half of this year, after China and India — has not increased electricity rates since 2010.

Commission VII lawmaker Effendi Simbolon from the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) said that the opposition party had several concerns on the increase, particularly related to what he called the poor performance of state power company PT PLN in improving electricity production.

Debate on PLN’s inefficiency was the primary reason behind the deadlock, according to Effendi, who said that PLN has also not been efficient “in managing its piling debts”.

PLN has accumulated debts of Rp 367 trillion as of the first half of 2012, which mostly went to finance new power plants under the government’s accelerated program to build a host of 10,000-Megawatt (MW) power plants in less than five years to prevent electricity shortages.

Separately, when asked if the increase would effect inflation, Finance Minister Agus Martowardojo said that if the actual increases were in line with the proposal, inflation might only increase by 0.3 percent.

The finance minister said the rate increase would allow the government increase its budget for capital expenditures by as much as Rp 7 trillion to a total of Rp 200 trillion in the 2013 budget.

In a separate meeting, Commission VII also agreed to raise the nation’s subsidized fuel quota by 4.04 million kiloliters (KL), or by around 10 percent of this year’s original quota of 40 million kiloliters, which was only sufficient until September.

With the additional allocation, the total government expenditures for the fuel subsidies for 2012 will be raised by 11.6 percent to Rp 153.4 trillion.

“We’ve approved the additional subsidized fuel as well as 0.22 million tons of three-kilogram LPG [liquefied petroleum gas] cylinders,” Commission VII member Achmad Farial said as he read the lawmaker’s determination.

However, Achmad said that the quota would be increased only after the government underwent an audit by the Supreme Audit Agency (BPK).

Commission member Satya W. Yudha said the lawmakers’ approval should be followed up by several additional requirements to be determined by the House.

“We want to ensure that the additional quota will be enjoyed by people who really deserve it,” Satya said.

The lawmaker said that the government must take stiffer measures to prevent fuel hoarding based on reports from the downstream oil and gas regulator BPH Migas.

BPH Migas recorded that hoarding has been rife in regions such as Palembang in South Sumatra; Batam, Riau Islands; East Kalimantan; and Surabaya, East Java.

As fuel prices in Indonesia are far cheaper than in neighboring countries, smugglers have had brisk business in illicit cross-border sales.
source: http://www.thejakartapost.com/news/2...es-get-ok.html
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old September 19th, 2012, 05:17 PM   #231
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

Change needed in distribution of subsidy

Quote:
National Development Planning Board (Bappenas) head Armida Alisjahbana said that policymakers need to develop better concepts to manage the fuel subsidy, which at present mostly benefits the rich rather than the poor.

Armida said that the subsidy was still needed to help the poor but it should be properly managed so that it reached the right target. “At present, our subsidy distribution is distributed through an ‘across the board’ principle. The effectiveness of this kind of distribution needs to be reevaluated,” she told reporters here Tuesday.

Armida said that Indonesia could use Iran as a good example of targeted subsidy distribution. “For example, Iran uses direct cash transfers for people who are listed as eligible subsidy recipients,” she said.

According to her, Bappenas had been preparing a number of systems to make subsidy distribution more targeted. “This needs to be discussed further and room for discourse and analysis must be opened,” she said.

“For example, people must have options when it comes to the energy subsidy. If a person does not want to use Pertamax [non-subsidized fuel] because it is too expensive, then the government needs to provide gas as an alternative energy source or subsidized public transportation,” she added.

Energy subsidies have severely constrained Indonesia’s state spending in the last few years due to the government’s reluctance and incapability to properly manage the distribution of electric subsidy and subsidized-fuel.

This year’s fuel subsidy allocation might exceed its original quota of 40 million kiloliters.

The government managed to secure approval from the House of Representatives to add 4 million kiloliters to this year’s quota due to the excessive consumption of subsidized fuel.

The approval came with several requirements that mandated the government to improve its management and monitoring of subsidized-fuel distribution.

House lawmakers said that the government must take stiffer measures to prevent fuel hoarding, based on reports from the downstream oil and gas regulator BPH Migas on the prevalence of hoarding in regions such as Palembang in South Sumatra; Batam, Riau Islands; East Kalimantan; and Surabaya, East Java.

As fuel prices in Indonesia are far cheaper than in neighboring countries, smugglers have made brisk business in illicit cross-border sales.

Subsidized-fuel smuggling on a massive scale has made it difficult for the government to reduce its energy subsidy.

In the 2013 state budget bill, energy subsidies stand at Rp 274.74 trillion (US$28.85 billion). This figure outweighs the government’s planned allocation for infrastructure spending, which only stands at only Rp 200 trillion.

The energy subsidy for 2013 could swell further if the government fails to secure official approval from the House to cut electric subsidies by raising electricity prices by 15 percent by the end of 2013. The administration received preliminary approval, but it needs final approval from a House plenary session to put its plans into action.

— JP/Hans David Tampubolon
source: http://www.thejakartapost.com/news/2...n-subsidy.html
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old September 19th, 2012, 05:25 PM   #232
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

Medco to set up Libya operation next month

Quote:
JAKARTA: Publicly listed oil and gas company PT Medco Energi Internasional says it will launch a joint operation company (JOC) for its oil-field development project in Libya next month.

“The joint operating company will develop our project in Libya, in which we hold a 25 percent interest,” Medco president director Lukman Mahfoedz said on Tuesday

Other investors in the project, which will develop Libya area 47, comprise the government of Libya, with a 50 percent stake; and the Libyan Investment Authority (LIA), with a 25 percent stake.

Medco and LIA obtained commercialization approval from the Libyan government for area 47 in December and has since found 18 oil wells.

According to Lukman, preliminary engineering development has started and the firm expects to start production by 2015.
source: http://www.skyscrapercity.com/newrep...e=1&p=95614522
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old September 21st, 2012, 11:53 AM   #233
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://www.mediaindonesia.com/read/2...as-Tahun-Depan

Quote:
Wapres: Otomotif dan Transportasi Gunakan Gas Tahun Depan


JAKARTA--MICOM: Wakil Presiden Boediono menekankan sektor otomotif dan transportasi akan dikedepankan untuk menggunakan bahan bakar gas tahun depan.

"Pemerintah akan dorong bahan bakar gas, termasuk otomotif dan transportasi. Harus diarahkan ke sana, saya dorong mulai tahun depan dapat produksi yang memanfaatkan gas," kata Wakil Presiden Boediono saat membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-20 tahun 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jumat (21/9).

Boediono menerangkan sisa dua tahun jabatannya di pemerintahan akan digenjot agar penggunaan energi alternatif itu dapat segera diproduksi secara massal dan terjangkau oleh masyarakat. Ia yakin produksi gas untuk otomotif dan transportasi dapat diwujudkan tahun depan.

"Saat ini gas sudah dimulai di rumah tangga. Pemerintah dua tahun ini maksimal mendorong penggunaan gas di otomotif dan transportasi," tambah Boediono.

Tak hanya itu, Boediono juga menekankan pentingnya pengembangan mobil hybrid. Kendaraan dengan bahan bakar hybrida itu dikatakan Boediono dapat membantu mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil yang semakin terbatas dan mahal. (Fid/OL-9)
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 21st, 2012, 04:35 PM   #234
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://www.investor.co.id/energy/pem...sai-2013/45336

Quote:
Pembangunan 33 SPBG Selesai 2013


JAKARTA - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, pembangunan sebanyak 33 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) akan selesai secara bertahap mulai awal 2013. "Selesainya mulai tahun depan," kata Wamen ESDM di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, anggaran pembangunan 33 SPBG jenis gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) tersebut memang sudah dialokasikan dalam APBN Perubahan 2012 sebesar Rp2,1 triliun. "Anggarannya memang ada mulai tahun ini, tetapi jadinya tahun depan," ujarnya.

Pada 2013, lanjut Rudi, pemerintah akan mengalokasikan lagi anggaran untuk BBG. Namun, ia mengaku tidak mengetahui besaran anggarannya.

Hanya saja, Rudi melanjutkan, pasokan gas untuk SPBG sudah tersedia. "Saat ini, sudah ada 40 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). Volume itu sudah lebih dari cukup untuk memasok 33 SPBG," katanya.

Di luar itu, BP Migas sudah menyanggupi untuk memasok sebesar 50 MMSCFD dari Blok Kangean di Jawa Timur. "Jadi, pasokan gasnya sudah terjamin," katanya.

Selain itu, lanjut Rudi, Kementerian ESDM juga tengah melakukan tender pengadaan konverter kit yang diperkirakan selesai dalam waktu dekat. "Tender sudah memasuki tahap aanwijzing (penjelasan tender)," ujarnya.

Ia juga mengatakan, selain melalui APBN, Pertamina juga akan menyelesaikan satu SPBG di Daan Mogot, Jakarta Barat yang dibiayai sendiri pada Desember 2012.

Secara keseluruhan, Pertamina akan membangun 33 unit SPBG yang terdiri dari lima mother station, sembilan daughter station, 14 SPBG terhubung pipa gas termasuk revitalisasi enam unit yang sudah ada, dan lima mobile refueling station (MRS). (gor/ant)
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 24th, 2012, 07:50 AM   #235
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

Geothermal Takes a Step Forward in Indonesia With Sumatra Drill

Quote:
Nearly a decade after government set the rules for geothermal energy, a developer on Friday undertook the first exploration drilling for the much-vaunted resource that could help power the nation.

Supreme Energy Muara Laboh has started drilling at its working area in South Solok, West Sumatra. The activity is expected to take up to nine months to complete, and will be followed by the construction of a 220 megawatt geothermal power plant should the exploration be successful.

The geothermal energy director at the Energy and Mineral Resources Ministry, Tisnaldi, hailed the project as an historical landmark because it was the first such activity conducted since the government issued the Law on Geothermal Energy in 2003. He added that it was one of the largest energy projects in Sumatra.

“Geothermal projects are crucial in order to make our energy more environmentally friendly in the future, especially considering that our oil, gas and coal resources are in decline,” Tisnaldi said.

If the power plant goes ahead, the project is estimated to cost Rp 7 trillion ($722 million), according to a company statement received on Sunday. “The power plant construction will start in 2014 and is expected to begin commercial operation in 2016,” the statement said.

The electricity generated from the power plant will be dispatched to state utility Perusahaan Listrik Negara’s power grid based on a 30-year power purchase agreement, it said.

Surpeme Energy Muara Laboh is jointly controlled by local company Supreme Energy, France-based International Power-GDF Suez and Japanese firm Sumitomo Corporation.

This project is a part of phase II of a government program to add 10,000 megawatts in generating capacity across the country. While phase I consisted largely of new coal-fired power plants, phase II concentrates on renewable energy.

By 2025, the government expects the portion of electricity generated from renewable energies to reach 17 percent, while diesel fuel will stand at 20 percent, gas at 30 percent and coal at 33 percent.

At present, 5.7 percent of electricity is from renewable sources, 24.5 percent is from coal and 20.1 percent from gas.

To encourage investment, the government this month raised the price floor for renewable energy.
source: http://www.thejakartaglobe.com/busin...a-drill/546108
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Old September 24th, 2012, 08:37 AM   #236
Ale Jong
Registered User
 
Ale Jong's Avatar
 
Join Date: Jan 2012
Location: Jay-Town
Posts: 122
Likes (Received): 6

Di blok Masela, Shell investasi US$ 20 miliar

Quote:
JAKARTA. Royal Dutch Shell Plc telah siap menggarap megaproyek blok gas alam Masela, Maluku. Raksasa perusahaan migas asal Belanda itu akan mengucurkan dana hingga US$ 20 miliar untuk mengembangkan blok tersebut.

"Dia akan melakukan investasi secara bertahap sampai lebih mencapai US$ 20 miliar," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rasaja usai mendampingi Presiden bertemu CEO Royal Dutch Shell. Peter Voser, Kamis (7/6).

Shell masuk ke Masela bersama Inpex Corporation asal Jepang dengan membentuk perusahaan afiliasi Inpex Masela. Inpex inilah yang menangani eksploitasi dan produksi migas blok Masela selama 30 tahun hingga tahun 2028.

Sekedar pengingat, pada Juli 2011, Inpex menjual 30% sahamnya kepada Shell Upstream Overseas Services (I) Ltd, anak usaha Royal Dutch Shell. Dus, saham Inpex di blok itu tinggal 60%, dan 10% lagi milik PT Energi Mega Persada Tbk.

Menurut Hatta, untuk tahap pertama nilai investasi yang dikucurkan sekitar US$ 15 miliar. "Mereka berharap 2013 sudah bekerja dan rampung 2018 dan 2019," katanya.

Namun, angka berbeda diungkapkan Deputi Pengendali Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Rudi Rubiandini. Ia menyatakan, sesuai plan of development (PoD) yang diajukan kepada BP Migas, nilai investasi proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Masela sebesar US$ 9 milair-US$ 10 miliar.

Kendati demikian, nilai itu bisa meningkat apabila nantinya ada penemuan cadangan baru. "Tentunya biaya pengembangan akan naik jauh di atas itu," ujar Rudi Rubiandini lewat pesan singkatnya, Kamis (7/6). Saat ini, cadangan gas di Lapangan Abadi, Masela, sebanyak 6,05 triliun kaki kubik (TCF).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik meminta target awal produksi dimajukan sampai 2017. "Nanti dalam perjalannya kita lihat mana celah yang bisa dipercepat," katanya.

Peter Voser menyatakan, Indonesia memiliki peran penting dalam strategi global Shell jangka panjang. "Kami berharap dapat terus bekerjasama dengan Indonesia sehingga kami bisa mengembangkan energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun dunia," katanya.

Andil Shell di blok Masela menjadi langkah baru perusahaan di industri hulu migas Indonesia. Sebelumnya, Shell fokus di industri hilir migas.
http://industri.kontan.co.id/news/di...i-us-20-miliar
Ale Jong no está en línea   Reply With Quote
Old September 25th, 2012, 05:23 AM   #237
Adpenturz
Registered User
 
Adpenturz's Avatar
 
Join Date: Nov 2010
Posts: 2,986
Likes (Received): 525

Quote:
Originally Posted by Ale Jong View Post
Di blok Masela, Shell investasi US$ 20 miliar
Mantap! semoga bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat banyak...
Adpenturz no está en línea   Reply With Quote
Old September 25th, 2012, 07:03 PM   #238
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...liar.Dollar.AS

Quote:
"Cost Recovery" Migas Capai 15,5 Miliar Dollar AS


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani mengaku sangat terkejut, ketika mengetahui cost recovery migas mencapai 15,5 miliar dollar AS. Sementara, penerimaan negara dari sektor migas ini hanya mencapai Rp 165,15 triliun.

"Ini artinya dana bersih yang bisa digunakan untuk pembangunan hanya sekitar Rp 17 triliun. Jika dihitung dengan subsidi BBM yang harus dikeluarkan oleh pemerintah sebesar Rp 137 triliunun, maka ada minus yang sangat besar di sana. Artinya, negara harus menggunakan dana lain untuk subsidi BBM ini," ujar Mardani di Jakarta, Selasa (25/9/2012) petang, ketika menanggapi tentang penjelasan BP Migas.

"Ini sangat mengenaskan. Di tengah meningkatnya dana dan kuota subsidi BBM yang terus membebani APBN, pemerintah seperti tidak ingin melakukan perbaikan yang menyeluruh. Kebijakan subsidi BBM bahkan terus meningkat. Tahun 2013 ini melalui nota keuangan RAPBN 2013 pemerintah mengajukan Rp 193 triliun, " ujarnya.

Mardani yang merupakan wakil rakyat dari dapil Jabar VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta) meminta BPK untuk melakukan audit khusus, mengenai gejala penurunan penerimaan negara dari sektor migas ini.

"Perlu ada audit investigasi dari BPK. Kita khawatir, jika dibiarkan tanpa ada usaha perbaikan, alih-alih seharusnya negara menerima, malah menjadi mensubsidi perusahaan minyak melalui cost recovery," ujar Mardani.

Menanggapi pernyataan bahwa 80 persen cost recovery untuk investasi, Mardani yang merupakan Ketua DPP PKS bidang Koordinasi Kehumasan, menyatakan, jika memang diperlukan investasi, maka yang namanya investasi itu seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan produksi. Selain itu, harus jelas perhitungan tambahan keuntungannya bagi pemerintah.

"Tetapi kenyataannya, justru produksi terus menurun. Apakah pemerintah bisa mendapatkan tambahan keuntungan? Jika demikian adanya, maka sudah saatnya kita memasukkan alternatif sistem royalti dalam pengelolaan sektor migas ini, agar lebih banyak dana yang bisa di-saving untuk kepentingan rakyat," katanya.

Ia menambahkan, "Saya berharap teman-teman yang sedang menggodok usul inisiatif revisi UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas, dapat memasukkan alternatif ini dan mengkaji secara mendalam terkait implikasinya terhadap berbagai hal."
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 25th, 2012, 07:08 PM   #239
Ocean One
Nomadic
 
Ocean One's Avatar
 
Join Date: Oct 2009
Location: Dielheim, De
Posts: 10,154
Likes (Received): 523

http://www.tribunnews.com/2012/09/25...9-t-di-kerinci

Quote:
Bukaka Bangun PLTA Rp 9 T di Kerinci


TRIBUNNEWS.COM, KERINCI -- Komisaris Utama PT Bukaka Grup, Ahmad Kalla, mengaku siap menginvestasikan dana sebesar Rp 9 triliun, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Kerinci.

Hal tersebut disampaikannya, saat ditemui sejumlah wartawan, di sela-sela kunjungannya di kediaman dinas Bupati Kerinci, Senin (24/9/2012).

Ia mengatakan, rencana awal pihaknya akan membangun pembangkit listrik dengan kekuatan 170 mega watt, yang akan menyuplai tenaga listrik selama 24 jam penuh. Untuk membangun pembangkit listrik tersebut, akan menghabiskan dana sebesar Rp 5 triliun.

Namun belakangan, ternyata PLN menginginkan tenaga yang dihasilkan jauh lebih besar, yakni mencapai 350 mega watt, yang hanya hidup disaat malam saja, sedangkan saat siang listrik dimatikan. Kebutuhan dana juga akan lebih besar dibandingkan dengan rencana awal, yakni mencapai Rp 9 triliun, karena mesin, terowongan, dan peralatan lainnya, juga harus lebih besar dibandingkan dengan yang sudah disiapkan sekarang,” ujarnya.

Ahmad Kalla mengaku siap menginvestasikan dana besar tersebut, dengan catatan sudah ada kejelasan kontrak dengan PLN. Kalau kita sih tidak jadi masalah, yang penting kontraknya harus jelas. Nanti kalau saya bangun pembangkit listrik terus tidak ada yang beli, saya mau pergunakan untuk apa. Hanya untuk bakar sate saja,” katanya.

Ditanya apakah energi yang ada di Danau Kerinci cukup untuk menghasilkan listrik sebesar 350 mega watt? Ahmad Kalla mengaku potensi itu ada, hanya saja untuk mengatur hidup dan matinya produksi listrik, harus dengan cara mengatur aliran air Danau Kerinci.

”Nanti air danau akan kita atur. Kalau siang aliran airnya akan kita tutup, sehingga debit air danau meningkat, dan baru dilepaskan saat malam hari, sehingga produksi energi listrik sebesar 350 mega watt bisa terpenuhi,” jelasnya.

Ahmad Kalla mengimbau masyarakat untuk tidak panik, karena dampaknya tidak terlalu besar. ”Tenang saja, nanti bisa kita atur. Di daerah lain sudah lama menggunakan sistem seperti ini,” katanya.

Hanya saja, jika pembangkit listrik yang dibangun di kawasan Muara Emat diperbesar lagi, maka perkiraan selesainya juga akan lebih lama. ”Kalau mau pembangkitnya menghasilkan energi listrik sebesar 350 mega, pengerjaannya menghabiskan waktu selama lima tahun,” kata Ahmad Kalla.

Kendatipun sampai saat ini belum ada kontrak dengan PLN, adik kandung mantan presiden RI Jusuf Kalla tersebut, mengaku tetap terus mengerjakan pembangkit listrik tersebut. ”Dua bulan lagi akan datang mesin pengebor otomatis, sehingga pembangunan trowongan bisa lebih cepat,” pungkasnya.
Bupati Kerinci, H Murasman, mengatakan beberapa tahun yang akan datang, Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar.

Di Kerinci ada dua mega proyek pembangkit listrik, yakni pembangunan PLTA di Muara Emat, dan pembangkit listrik geothermal di Gunung Raya. Dua pembangkit listrik tersebut memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Murasman.

Ia mengaku, kebutuhan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, hanya sebesar 17 mega watt. Itupun dua mega watt tidak terpakai dan hanya dijadikan cadangan. Ini merupakan keuntungan yang besar bagi Kerinci,” terangnya.

Jika rencana tersebut berjalan lancar, maka Kabupaten Kerinci akan menjadi Kabupaten dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Provinsi Jambi. Kontribusinya jelas ada untuk daerah, dan tentunya akan sangat besar sekali,” jelasnya.
Ocean One no está en línea   Reply With Quote
Old September 30th, 2012, 03:27 AM   #240
paradyto
entendre privilege
 
paradyto's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: 雅加达 - 巨港
Posts: 29,901

RI-Malaysia electricity line begins construction

Quote:
State power utility PT PLN says it has begun the initial construction process for a planned electricity transmission line project that will connect the Indonesia and Malaysia power grid.

According to the plan, there would be two transmission lines, first, from South Sumatra to Malaysian peninsula, second, from West Kalimantan to Serawak.

PLN president director Nur Pamudji said the company has started the construction of the West Kalimantan-Serawak transmission this year by initiating land acquisitions. PLN expects construction to be completed by the end of 2014.
source: http://www.thejakartapost.com/news/2...struction.html
__________________
welcome you participants MTQ international palembang 2014
The Green & Cleanest Metropolitan (since 2007) Sumsel Gemilang 雅加达 - 巨港 Jakabaring Sport City
ASEAN University Games 2014 Palembang Emas 2018
paradyto no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:20 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu