|
|
| daily menu » rate the banner | guess the city | one on one |
|
|
#2042 | |
|
jendriuno@blogspot.com
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 9,585
Likes (Received): 11
|
Quote:
SMKN 7 Jadi Lapangan Tembak ![]() TINJAU LOKASI: Wali Kota Herman Abdullah meninjau langsung lahan SMKN 7 Rumbai yang akan dijadikan lapangan tembak, Jumat (4/2/2011).(mishal/riau pos) Laporan MUSLIM NURDIN dan ADRIAN EKO, Rumbai redaksi@riaupos.com Pemko Pekanbaru dikejutkan dengan informasi bahwa di lahan SMKN 7 Jalan Yos Sudarso Rumbai akan dibangun lapangan tembak. Lapangan tembak ini akan menjadi salah satu venus PON XVIII 2012 nanti. Padahal, Pemko sudah berencana membangun delapan lokal sekolah lagi di lahan tersebut tahun ini. Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM mengaku sangat kaget saat mengetahui hal ini setelah mendapat laporan dari kepala sekolah SMKN 7 Pekanbaru. Padahal, sejak 2006 lalu, lahan seluas 1,8 hektare yang dijadikan sebagai tempat lokasi pembangunan SMKN 7 itu sudah dihibahkan oleh PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI). Saat itu, hibah diserahkan oleh Djati Susetya, perwakilan dari CPI. Sementara dari Pemko sendiri disaksikan oleh Lurah Lembah Damai Drs H Darwis Idris yang saat ini menjabat sebagai pengawas sekolah menengah pertama. Merasa tidak terima dengan hal ini, Jumat (4/2) pagi, Wali Kota langsung turun bersama beberapa kepala dinas ke lokasi. Di antaranya ada Kepala Bappeda Syofyan, Kepala Dinas Pendidikan Yuzamri Yakub, Kabid Prasarana dan Pengawasan Bappeda Edwin Supradana, Kepala SMKN 7 Muzailis, dan seorang pengawas sekolah Drs H Darwis Idris. Pantauan Riau Pos di lapangan, tanah seluas lebih kurang satu hektare, yang sebelumnya masih dalam kondisi semak belukar itu sudah habis dibuldozer dengan menggunakan alat berat. Kini kondisi lahan tersebut sudah berubah menjadi terang. Di atas lahan juga terdapat beberapa patok kayu yang dicat dengan warna merah. Darwis Idris selaku mantan Lurah Lembah Damai kepada wartawan mengatakan, saat tanah tersebut dihibahkan dari PT CPI ke Pemko juga dilengkapi dengan surat yang menyatakan bahwa lahan seluas 1,8 hektare itu dihibahkan PT CPI ke Pemko Pekanbaru guna untuk pembangunan sekolah tingkat atas. ‘’Begitu surat hibah itu kita terima, lalu pagar pembatas PT CPI ini langsung digeser tepat di posisi sudut tanah yang sudah dihibahkan itu. Di sudut pagar itu juga diberi tanda patok merah,’’ terang Darwis. Sementara Muzailis, selaku Kepala SMKN 7 Pekanbaru mengatakan, pada saat melaksanakan pembersihan terhadap lahan tersebut, pihak kontraktor tidak pernah berkoordinasi dengan pihak sekolah. ‘’Ketika ditanya untuk apa lahan tersebut, pihak kontraktor mengatakan akan dijadikan sebagai lokasi lapangan tembak pada pelaksanaan PON XVIII mendatang. Siapa yang sudah mengizinkan untuk memakai lahan tersebut, mereka mengatakan atas suruhan dari Pak Sudarman Hasan, yang saat ini selaku humas dari PT CPI,’’ katanya. Muzailis mengatakan sangat tidak setuju di lokasi tersebut dibangun lapangan tembak. Karena dengan dibangunnya lahan tersebut sebagai tempat lapangan tembak, maka pembangunan untuk delapan lokal baru SMKN 7 tersebut terpaksa harus terhenti. Karena sudah tidak ada lagi lokasi. ‘’Rencana kita tahun ini di atas lahan yang sudah dibersihkan itu akan dibangun gedung baru dengan jumlah lokal sebanyak delapan lokal. Empat lokal di bagian bawah dan empat lokal di lantai dua,’’ katanya. Alasan lain Muzailis tidak setuju dibangunnya lapangan tembak di atas lahan yang sudah dihibahkan PT CPI kepada Pemko tersebut adalah karena akan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa dan guru. ‘’Setidaknya suara letusan dari senjata api itu akan dapat mengganggu konsentrasi anak-anak dalam belajar. Belum lagi bahaya lainnya, seperti terjadinya peluru nyasar,’’ katanya. Di sisi lain, Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM usai bertemu dengan humas PT CPI Sudarman Hasan dan Manager External Relation PT CPI Djati Susetya mengatakan, PT CPI selaku penghibah tanah akan melakukan rapat dengan Pemko, Pemprov, serta kontraktor yang melaksanakan proyek lapangan tembak tersebut. Dengan tujuan agar persoalan ini cepat selesai. ‘’Tanah ini dihibahkan PT CPI kepada kita seluas 1,8 hektare pada 2006 lalu. Arsipnya ada sama kita. Rencananya tahun ini kita akan bangun delapan lokal lagi, kita minta Dinas Pendidikan agar ini segera ditenderkan,’’ ujarnya. Wali Kota juga mengimbau, kalau bisa lapangan tembak jangandibangun di lokasi tersebut. ‘’Kalau mau membangun lapangan tembak, maka carilah tempat lain, jangan di sini. Ini akan dapat mengganggu aktivitas sekolah, apalagi SMK tersebut perlu lahan yang luas, karena banyak fasilitas yang harus dibangun,’’ tegasya. Ia juga mengatakan, menjelang persoalan ini selesai, semua pekerjaan di atas lahan tersebut harus dihentikan untuk sementara waktu. Sementara, Manager External Relation PT CPI Djati Susetya kepada wartawan menjelaskan, pada prinsipnya PT CPI siap membantu. Tentang persoalan ini katanya harus didudukkan terlebih dahulu karena sama-sama masalah pemerintah. ‘’Pada prinsipnya kami setuju membantu pemerintah daerah,’’ katanya. Saat ditanya, apakah hibah yang diberikan PT CPI sudah menjadi hibah ganda, yakni ke Pemko dan juga ke Pemprov, Djati Susetya mengatakan tidak seperti itu. ‘’Ini perlu dibicarakan oleh kedua belah pihak yang berkepentingan,’’ sebutnya. Ditanya lebih lanjut apakan CPI lebih setuju lahan tersebut dibangun sekolah atau lapangan tembak, Djati tidak bisa menjelaskan. Menurutnya, saat ini masih menunggu hasil pertemuan antara Pemko dengan Pemrov. ‘’Pada intinya kita siap membantu pemerintah daerah,’’ ungkapnya lagi. Di pihak lain, Asisten II Pemprov Riau yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PB PON Riau, Emrizal Pakis mengakui bahwa pembangunan tersebut memang diperuntukkan untuk venus PON nanti. Namun terkait status tanah yang dibangun, Emrizal hanya mengetahui bahwa lahan tersebut adalah milik PT CPI. Bahkan sebelum pembangunan venus tersebut, Pemprov Riau dalam hal ini adalah PB PON sudah membicarakannya dengan PT CPI. Artinya terkait hibah PT CPI kepada Pemko Pekanbaru memang tidak diketahui pihaknya. ‘’Memang itu untuk venus PON nanti. Kita juga sudah membicarakannya dengan Chevron sebelum membangun dan tidak ada masalah. Jadi masalah kita menyerobot atau mengambil lahan Pemko Pekanbaru mungkin bisa dikembalikan ke Chevron karena mereka yang lebih tahu status tanah itu,’’jelasnya. Meski saat ini masalah ini menjadi hal yang sangat krusial, namun Emrizal berharap hal tersebut tidak menjadi sebuah konflik. Pasalnya pembangunan tersebut terdapat beberapa kepentingan bersama dan salah satunya tentu untuk menyukseskan PON akan datang. Namun begitu, Emrizal setuju kalau masalah ini perlu didudukan dengan mempertemukan Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru dan pihak CPI agar tidak terjadi masalah di hari belakangan. ‘’Tidak perlu ada konflik untuk hal ini karena semuanya ada kepentingan baik pendidikan maupun PON akan datang. Jadi kuncinya itu ada di Chevron yang tahu status lahan tersebut. Dan kita harapkan ada pertemuan akan datang antara semua pihak agar tidak menjadi konflik,’’ terangnya.(yls) |
|
|
|
|
|
#2043 |
|
Obsolete User
Join Date: Oct 2006
Location: Riau, Jakarta Barat, Brunswick West (VIC)
Posts: 28,662
Likes (Received): 48
|
Ini stadion utama tapi di mana ya? Kira2 apa yang sedang dikerjakan?
__________________
"2 + 2 = 5". By George Orwell
|
|
|
|
|
#2044 |
|
Registered User
Join Date: Feb 2010
Location: R I A U
Posts: 14,205
|
sepertinya sisi Utara, kayaknya lagi ngerjain Tribun Atas yah
__________________
"Biarlah Badan Berkalang Tanah. Biarlah Mati Tak Tersebut Budi. Tak Akan Surut Langkah Memajukan Bumi Melayu Ini," -H.M. Rusli Zainal-
|
|
|
|
|
#2045 |
|
Registered User
Join Date: Sep 2009
Posts: 1,017
Likes (Received): 9
|
Sedang mengerjakan lantai komposit. Kelihatannya baru siap pasang floor deck, setelah itu jika diperlukan di atasnya diletakkan mesh tulangan kemudian dicor.
|
|
|
|
|
#2047 | |
|
development lover
Join Date: May 2008
Location: Pekanbaru - Bandung
Posts: 1,475
Likes (Received): 17
|
Quote:
__________________
|
|
|
|
|
|
#2048 |
|
Registered User
Join Date: Feb 2010
Location: R I A U
Posts: 14,205
|
INFO : Jalan Naga sakti ( akses menuju Stadion Utama ) dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana ADHI KARYA ( dan sepertinya ) Landscape stadion utama pun dilaksanakan oleh Kontraktor yang sama dengan pembangunan jalan Naga Sakti
__________________
"Biarlah Badan Berkalang Tanah. Biarlah Mati Tak Tersebut Budi. Tak Akan Surut Langkah Memajukan Bumi Melayu Ini," -H.M. Rusli Zainal-
|
|
|
|
|
#2049 |
|
Registered User
Join Date: Feb 2010
Location: R I A U
Posts: 14,205
|
Venue Lapangan Tembak
Gubri Protes, Wako Dingin
PEKANBARU (RP) – Persoalan proyek pembangunan lapangan menembak yang menjadi salah satu venus PON XVIII yang disebut-sebut di lahan SMKN 7 Rumbai terus bergulir. Setelah melayangkan protes atas pembangunan venus tersebut, Pemko meminta proyek dihentikan sementara waktu hingga ditemukan kata sepakat. Tapi keputusan Pemko ini balik diprotes Guberbur Riau. Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk berkoordinasi terlebih dahulu, sebelum mengambil kebijakan tentang penghentian pembangunan venus menembak di Rumbai. Hal ini dikarenakan, pihaknya telah melakukan pengecekan dari berbagai aspek. Di mana hasilnya tidak ada faktor yang dapat membuat proses pembangunan sarana penunjang PON itu dihentikan. ‘’Tidak ada yang salah. Setelah kita cek di lapangan bersama instansi terkait, semua sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ini hendaknya jangan terjadi, untuk itu saya meminta sebelum melakukan kebijakan penyetopan, idealnya harus dipelajari dulu,’’ ujar Gubri kepada Riau Pos, Senin (7/2). Bahkan, dari pengakuannya, Gubri mengatakan pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Pengurus Besar PON untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia juga menantikan laporan tertulis untuk solusi permasalahan itu. ‘’Saya kembali mengingatkan kepada seluruh pihak, agar jangan melakukan sesuatu yang gegabah. Untuk itu perlu dilakukan cek dan ricek sebelum mengambil tindakan. Bahkan kita sudah melakukan koordinasikan dengan PT Chevron,’’ ujar Gubri lagi. Hal ini menjadi perhatiannya, karena dia menilai venus yang dibangun bukanlah semata-mata untuk kepentingan provinsi. Melainkan untuk kepentingan nasional khususnya seluruh daerah se-Riau yang telah diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah PON. ‘’Saya berharap seluruh pihak dapat mendukung pembangunan venus sebagai salah satu sarana penunjang PON 2012 mendatang. Janganlah sampai terkesan menghambat pembangunan venus, karena ini untuk kepentingan bersama dan mengangkat citra Riau di tingkat Nasional,’’tutur Rusli. Bahkan, dia menjelaskan pihak Pemprov telah membuat desain program sport city untuk feedback dari pembangunan venus yang dilakukan. Selain itu SMK olahraga yang ada juga akan dikembangkan sekolah olahraga bertaraf internasional. Sebagai bukti keseriusan dari komitmen tersebut, Rusli mengatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Deputi Kemenpora untuk mendesain sekolah olahraga bertaraf nasional tersebut. Di sisi lain, pernyataan Gubernur Riau tersebut ditanggapi Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah dengan dingin. Menurutnya apapun yang dikatakan Gubernur biarkan sajalah, semua itu tidak akan dipermasalahkannya. ‘’Besok kita akan ada pertemuan antara Pemko dengan PT Chevron dan Provinsi Riau. Nanti kita lihat saja apa hasil dari pertemuan itu,’’ terangnya. Terkait rencana pembangunan lokal baru untuk SMKN 7 Pekanbaru tersebut, menurut Herman, jika lahan tersebut tidak bisa dipakai, maka pembangunan lokalnya akan digeser ke bagian belakang. Atau kalau perlu pembangunan gedungnya dibuat berdempetan saja. ‘’Kalau Pemprov mau mengambil lahan itu untuk lapangan tembak silahkan saja, intinya kita sama sekali tidak ada keinginan untuk menghalangi untuk menyukseskan penyelenggaraan PON ke XVIII pada tahun 2012 mendatang itu,’’ katanya singkat. Disdik Serahkan ke Wako Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Drs Yuzamri Yakub merasa sedikit kecewa dengan adanya rencana pembangunan lapangan tembak seluas 1,8 hektare di lahan SMKN 7 yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Rumbai itu. Sebab menurut Yuzamri Yakub, Pemko Pekanbaru telah memiliki rencana menambah pembangunan lokal sekolah di lahan tersebut. Yuzamri juga merasa tidak pernah diberitahukan sebelumnya terkait rencana pembangunan lapangan tembakitu. ‘’Hal ini menurut saya karena adanya mis komunikasi,’’ ucap Yuzamri Yakub kepada Riau Pos, Senin (7/2) di ruang kerjanya. Yuzamri Yakub mengatakan dengan adanya lapangan tembak tersebut, penambahan lokal sekolah sudah tidak mungkin akan dilaksanakan, karena lahan di SMKN 7 tersebut menurutnya sudah tidak ada lagi yang tersisa. Dirinya menyerahkan semua masalah ini kepada walikota Pekanbaru, karena menurutnya Wali Kota Pekanbarulah yang memiliki kapasitas untuk mengambil kebijakan tersebut. ‘’Masalah ini saya serahkan kepada Wali Kota, karena beliaulah yang dapat mengambil kebijakan itu,’’ ungkap Yuzamri. Rencana penambahan gedung sekolah akan dilaksanakan dalam waktu dekat karenajumlah pelajar yang masuk setiap tahunnya di SMKN 7 melebihi kapasitas. ‘’Benar seperti rencana bapak wali kota, nantinya akan ditambah kelas lagi di lahan itu. Ini sangat penting mengingat pelajar semakin banyak setiap tahun,’’ kata Yuzamri.(rio/lim/ilo/yls)
__________________
"Biarlah Badan Berkalang Tanah. Biarlah Mati Tak Tersebut Budi. Tak Akan Surut Langkah Memajukan Bumi Melayu Ini," -H.M. Rusli Zainal-
|
|
|
|
|
#2050 |
|
Registered User
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 1,887
Likes (Received): 18
|
Berkuda Minta Tampil di PON XVIII Sebagai Eksebisi
PEKANBARU: Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Riau ini cabang berkuda tidak dimasukkan sebagai cabang yang dipertandingkan. Namun demikian pihak Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Riau tetap ingin tampil meski hanya sebagai eksebisi. Ketua Equstrian Pordasi Riau, Jafril Bahra mengatakan di Pekanbaru pihaknya sangat berharap Berkuda tetap tampil di PON XVIII meski tidak sebagai cabang yang dipertandingkan, tapi hanya sebagai eksebisi saja. "Iya cukup tampil sebagai eksebisi saja," ungkap dia. Sebab menurut dia, Riau saat ini sudah memiliki 6 kuda pacu yang selama ini berhasil mengharumkan nama Riau di beberapa ajang nasional. "Karena itu kami berharap berkuda ini bisa tampil di PON XVIII meski sebagai eksebisi," ungkap dia. Namun kata Jafril lagi, jika cabang ini bisa diperjuangkan lagi masuk sebagai nomor dipertandingkan di PON, tentunya pihaknya sangat mengharapkannya. Hal ini sudah menjadi impian Pordasi Riau selama ini. Karena itu dia berharap pada Raparnas nanti diperjuangkan. Jafril sendiri berharap ke depan Riau bisa seperti Sumbar. Apalagi peminatnya banyak juga di Riau. Saat ini Pordasi sudah memiliki lahan seluas 51 hektar di Rumbai yang akan dijasikan sebagai arena pacu kuda nanti di Riau.(ak) riau.go.id |
|
|
|
|
#2051 |
|
Registered User
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 1,887
Likes (Received): 18
|
Venue Panahan, Sepatu Roda, Softball dan Baseball Dibangun Tahun Ini
PEKANBARU: Tahun ini venue untuk pertandingan panahan, sepatu roda, softbal dan baseball dipastikan akan dibangun tahun ini. Saat ini pembangunan venue-venue tersebut sudah memasuki proses lelang dan tender. "Venue-venue untuk panahan, sepatu roda, softball dan baseball itu akan dibangun tahun ini. Kini sudah memasuki proses lelang dan tender, dan diperkirakan beberapa pekan mendatang akan selesai," ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Zulkifli Rahman di Pekanbaru. Dia mengatakan, pembangunan venue-venue itu tidak masuk dalam proyek multiyears. Meski tidak masuk, pihaknya menjami pembangunannya bakal selesai sebelum pelaksanaan PON XVIII mendatang. Sejauh ini, menurut Zulkifli, tidak ada masalah dengan proses lelang dan tender tersebut. "Kita tentunya semuanya berjalan dengan lancar agar pembangunannya tidak ada hambatan dan selesai sesuai dengan rencana kita," ungkapnya. Khusus untuk venue panahan rencananya akan dibangun di lokasi Universitas Islam Negeri (UIN) Panam di lahan seluas 1 hektar lebih. Lokasi pembangunan venue ini akan berhadapan dengan Rusunawa UIN Susqa.(zas) riau.go.id spertinya pengerjaan bakal d kebut tahun ini nih...gk sabar melihat sport center di rumbai jadi suatu arena olahraga terpadu.. ![]() dan universitas2 di Riau juga mmpunyai sarana olahraga yang mendukung..apalgi untuk PON d bangun di Univ2 di pekanbaru agar bsa d manfaatkan pasca PON,, aku harap jgan nanggung2 bangunnya..buat standar internasional sekaligus.. biar ada event2 nasional maupun internasional dsini.. sperti hall volley, hall menembak, stadion atletik, stadion senam(ini yng masih aku pertnyakan apakah standar internasional), venue renang yg d rehab juga berstandar internsional...dan stadion rumbai..semoga rumputnya yg kualitas bagus,drainase yng gk banjir klo hujan deres(klo skrg kan kyk kubangan kerbau) dan kapasitas nya dinaikkan dengan papan score digital dan penerangan yg standar... klo main stadium jgan d blg lagi,,
|
|
|
|
|
#2052 |
|
Registered User
Join Date: Feb 2010
Location: R I A U
Posts: 14,205
|
aneh banget, kemarin di beritakan kalau Venue Panahan akan di bangun di Univ Islam Riau lokasinya berada di dekat fak. Psikologi, dan sekarang dipindahkan pulak di UIN Panam, hmm terserah lah yang penting jadi dibangun ![]() terus Venue softball dan baseball dulu pernah dengar kalau kedua venue ini akan menggunakan lapangan milik CPI Rumbai, nah sekarang mau di bangun baru,
__________________
"Biarlah Badan Berkalang Tanah. Biarlah Mati Tak Tersebut Budi. Tak Akan Surut Langkah Memajukan Bumi Melayu Ini," -H.M. Rusli Zainal-
|
|
|
|
|
#2053 |
|
Registered User
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 1,887
Likes (Received): 18
|
soalnya susah masuk CPI..shri2 aja udah ketat masuknya...nnti bakalan rame yg masuk..![]() mnding d bangun baru aja deh...
|
|
|
|
|
#2054 |
|
jendriuno@blogspot.com
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 9,585
Likes (Received): 11
|
dan team softball dan baseball riau gak bakal punya kandang sehabis PON karna bakal jadi milik chevron lagi venues nya. makanya di bangun yang baru biar punya kandang sendiri..
|
|
|
|
|
#2055 |
|
jendriuno@blogspot.com
Join Date: Dec 2009
Location: Riau Raya
Posts: 9,585
Likes (Received): 11
|
PB PON Lakukan Pemagaran Venues Menembak halloriau.com PEKANBARU - PB PON ke XVIII Riau akan segera melakukan pemagaran areal pembangunan Venues Lapangan Tembak, di areal lahan hibah Chevron seluas 2 hektare yang sempat menjadi polemik akibat berebut dengan Pemko Pekanbaru yang akan membangun SMA Olahraga dan SMKN 7 Pekanbaru. Hal ini diungkapkan Ketua harian PB PON ke XVIII Syamsurizal kepada metroriau, dikantornya Rabu (9/2).''Kita (PB PON) kemarin kan sudah sepakat dengan pihak Chevron dan Pemko Pekanbaru untuk sama-sama menggunakan lahan hibah chevron itu untuk tiga kepentingan, yang pertama untuk pembangunan SMKN 7 Pekanbaru, SMA Olahraga dan Venues PON, maka setelah dicapai kata sepakat, kita akan segera memagar areal itu,''ungkapnya. Disebutkan Syamsurizal, setelah pertemuan yang digelar kemarin, diharapkan semua pihak untuk tidak lagi mempersoalkan lahan hibah chevron yang berada disekitar sport center Rumbai tersebut. Menurutnya, polemik yang sempat terjadi disebabkan adanya kesalah pahaman antara PB PON dan Pemko Pekanbaru selaku pihak yang menerima lahan hibah dari chevron tersebut. ''Semua pihak harus menerima semua keputusan yang sudah disepakati kemarin. Masalah yang terjadi semalam murni hanya kesalahpahaman saja, karena lahan itu kan sudah lama tidak dipakai oleh chevron, sehingga ketika penyerahan lahan ke Pemprov tidak ada lagi batas atau patoknya, sehingga disinilah terjadi kesalahpahaman itu,''ulasnya. Ditegaskan Syamsurizal, pasca penghentian proyek venues lapangan tembak tersebut, PB PON sudah melakukan koordinasi dengan smeua pihak, termasuk kepada Chevron dan KONI Riau. ''Saat ini proyek venues sudah kembali berjalan seperti biasa, saat ini sedang dalam pengerjaan pondasi venues, mudah-mudahan dalam tahun ini juga sudah rampung dikerjakan,''ungkapnya. Disinggung mengenai lokasi venues yang berjarak hanya beberapa meter dengan dua sekolah yang dikhawatirkan dapat mengganggu aktifitas belajar mengajar, Syamsurizal menegaskan hal itu tidak akan menganggu. ''Kegiatan latihan menembak itu kan tidak setiap hari dilakukan, lagipula pistol yang digunakan menggunakan peredam suara, agar tidak mengganggu aktifitas belajar di dua sekolah itu,''jelasnya.(Dian) |
|
|
|
|
#2056 |
|
Registered User
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 1,887
Likes (Received): 18
|
Pengusaha Developer Tawarkan Perumahan untuk Atlet PON
PEKANBARU: Berpengalaman pada pelaksanaan PON 2004 di Palembang, dimana banyaknya atlet dan offisial kesulitan dalam mendapatkan tempat penginapan yang memadai, pihak pengusaha di Riau, khususnya yang bergerak di bidang developer menawarkan diri untuk menyediakan perumahan atlet maupun tamu-tamu dari luar daerah. "Kami khawatir kamar yang tersedia baik itu di hotel-hotel mrusunawa dan lainnya tidak mampu menampung jumlah tamu yang datang saat PON nanti. Karena itu kami menawarkan kepada pmerintah untuk menggunakan perumahan yang kami bangun," ungkap seorang pengusaha developer Riau, Zulfiri Toguan. Dia mengatakan, dengan adanya perumahan khusus itu, akan lebih memudahkan koordinasi dan semua akomodasi dan sebagainya juga bisa tertata dengan baik. "Jadi akan memudahkan panitia dalam melayani kebutuhan para atlet tersebut," jelasnya. Mengenai beban atau biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak. Hanya sesuai dengan lamanya tamu menginap. Hal ini diharapkan akan sangat membantu dan memberi kemudahan para tamu PON. "Kami Jika ini disetujui maka pemerintah tidak perlu mengeluarkan dana. Kalaupun ada hanya untuk membangun fasilitas, dan itupun kita kembalikan lagi," ungkapnya. Diakatakannya, pemerintah dihamin tidak akan mengeluarkan dana satu sen pun untuk pembangunan ini. Karena pihaknya bermaksud membantu pemerintah, dan usulan ini merupakan bentuk perhatian kalangan swasta terhadap pelaksanaan PON mendatang.(zas) riau.go.id |
|
|
|
|
#2057 |
|
Mujer Amante
Join Date: Feb 2010
Location: Bali, Indonesia
Posts: 2,731
Likes (Received): 10
|
Bang Jen, Ada update venue yg di Rumbai gak???
|
|
|
|
|
#2058 |
|
Registered User
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 1,887
Likes (Received): 18
|
Idealnya Lapangan Tembak Dibangun di Pinggir Kota
Posted by idris on February 10, 2011 Laporan MUSLIM NURDIN dan MARRIO KISAZ, Pekanbaru muslim-nurdin@riaupos.com Tanah seluas 8.000 meter persegi yang terletak dibagian utara SMKN 7, Jalan Yos Sudarso saat ini sudah terbentang luas. Tak satupun rumput yang tumbuh di atas lahan yang baru saja dibersihkan dengan menggunakan alat berat tersebut. Di atas lahan ini nantinya akan direncanakan pembangunan Venus PON Lapangan Tembak. Beberapa balok cor segi empat berukuran besar juga sudah terlihat disusun di lahan tersebut. Diperkirakan balok-balok ini nantinya akan ditanam ke dalam tanah sebagai penahan pondasi pembangunan venus PON lapangan tembak nanti. Tidak terlihat ada para pekerja dari kontraktor PT PP selaku pemenang tender proyek tersebut yang melakukan aktivitas. Terhentinya aktivitas pengerjaan pembangunan venus PON lapangan tembak disebabkan belum jelasnya status tanah seluas 1,8 hektare yang dihibahkan oleh PT Chevron Pacific Indonesia sejak 2007 itu. Bahkan kini, keinginan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mendirikan venus PON lapangan tembak di samping SMKN 7 juga mulai mendapat respon dari masyarakat. Beberapa warga merasa sangat tidak setuju di lahan tersebut dibangun lapangan tembak. Penolakan itu disampaikan warga dengan alasan, suara letusan yang dihasilkan dari senapan yang dipakai untuk menembak nantinya dinilai akan dapat memecah konsentrasi para pelajar di dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Warga juga mengkhawatirkan adanya peluru yang dilepaskan dari para penembak ini nyasar dan mengenai para pelajar ataupun para warga yang ada di sana. Seperti yang diungkapkan Mahzun, salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Rumbai. Dia merasa keinginan pemerintah provinsi untuk mendirikan lapangan tembak di samping SMKN 7 dan di pinggir jalan protokol itu sangat tidak tepat. Seharusnya lapangan tembak itu dibangun jauh dari jalan protokol dan tidak berdampingan dengan sekolah. ‘’Saya sangat tidak setuju disana dibangun lapagan tembak. Ini akan dapat memecah konsentrasi pada siswa yang belajar di sana. Karena suara letusan yang dihasilkan lumayan besar, belum lagi bahaya dari pelor yang dilepaskan para penembak, salah-salah pelurunya nyasar dan mengenai siswa ataupun masyarakat yang melintas di Jalan Yos Sudarso,’’ ujarnya. Anggaplah nantinya untuk menghilangkan bunyi tembakan itu dipasang peredam suara, namun kata Mahzun, yang namanya lapangan tembak tentunya ini akan membuat masyarakat menjadi was-was dan merasa takut. ‘’Apakah Pemprov tidak punya cadangan tanah lain untuk membangun lapangan tembak, mengapa harus di sana?’’ tanyanya. Menurut Mahzun lagi, tanah yang saat ini dipakai oleh Pemprov untuk membangun venus PON lapangan tembak itu merupakan tanah milik Pemko yang dihibahkan oleh PT Chevron sejak 2007 lalu. Ketika itu menurut Mahzun dia ikut bersama-sama dengan Darwis, mantan Lurah Lembah Damai dan Amrul, selaku Camat Rumbai saat itu melakukan pengukuran. ‘’Kalau seingat saya luas lahan yang dihibahkan oleh PT Chevron untuk SMKN 7 itu seluas dua hektare. Namun pada saat dilakukan pengukuran di lapangan, luasnya hanya 1,8 hektare. Ketika itu saya sendiri yang menarik tali meteran untuk pengukurnya. Jadi darimana dasarnya Pemprov mengatakan bahwa itu adalah lokasi tanah hibah PT Chevron yang masih tersisa,’’ katanya dengan nada bertanya. Penolakan untuk tidak membangun lapangan tembak di lokasi tersebut juga diungkapkan Ahmad, selaku Ketua Komite Sekolah di SMKN 7. Alasan yang dilontarkannya juga sama dengan yang disampaikan Mahzun, yakni adanya kebisingan suara dari letusan senapan yang dipergunakan untuk menembak tersebut. ‘’Saya selaku Ketua Komite Sekolah di SMKN 7 sangat tidak setuju dibangun lapangan tembak di sana. Ini akan mengganggu konsentrasi siswa yang belajar. Karena suara tembakan itu pasti akan terdengar keluar, belum lagi bahaya dari peluru yang dilepaskan,’’ katanya. Beda halnya dengan Ratno, yang juga warga Rumbai. Pada dasarnya dia tidak mempersoalkan pembangunan lapangan tembak tersebut, sepanjang tidak mengganggu aktivitas belajar siswa di SMKN 7. Dia meminta kalau memang lokasi tersebut dijadikan lapangan tembak, pemerintah harus memasang alat peredam suara, sehingga suara tembakan tidak terdengar keluar. Kemudian tembok yang dibangun untuk menahan peluru yang dilepaskan itu juga harus benar-benar diperhatikan. Terkait tentang lahan yang saat ini sedang dipermasalahkan, menurut Retno, harusnya pihak PT Chevron selaku pihak yang menghibahkan tanah berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah kota. Tidak asal main tunjuk saja, sehingga terjadi benturan antara pemerintah kota dengan pemerintah provinsi. ‘’Saya melihat di sini, koordinasi PT Chevron dengan pemerintah kota yang kurang. Seharusnya kalau tanah hibah itu masih ada yang tersisa, PT Chevron bertanya dulu di mana letak tanah yang masih tersisa itu,’’ ujarnya. Sementara, Kepala SMKN 7 Pekanbaru Muzailis mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah provinsi, Pemko dan PT Chevron untuk mengukur ulang lahan tersebut. Karena menurutnya dari luas yang ada sekarang diluar lahan yang dikerjakan PT PP untuk lapangan tembak tersebut, luas lahan SMKN 7 hanya satu hektare. Sementara 8000 meter perseginya masuk ke dalam lapangan tembak. Muzailis menilai, jika di lokasi yang ada sekarang tetap dibangun sebagai venus PON lapangan tembak, maka sedikit banyaknya pasti ada dampak negatifnya. Salah satunya suara tembakan yang dilepaskan. Kemudian dikhawatirkan lagi, setelah PON nanti, lapangan tembak ini dijadikan sebagai tempat belajar menembak. ‘’Kalau ini terjadi, maka kita sangat mengkhawatirkan adanya peluru nyasar. Namanya juga orang belajar menembak, bisa saja arah tembakannya salah. Inilah yang kita takutkan. Kalau untuk suara mungkin bisalah dipasang alat peredam suara, karena lapangannya dibuat di dalam ruangan,’’ katanya. Kendati demikian, kata Muzailis dia tidak bermaksud melarang untuk dibangun lapangan tembak di sana. Akan tetapi pemerintah harus betul-betul memikirkan faktor keselamatannya. Terutama agar peluru yang dilepaskan itu tidak sampai membahayakan masyarakat. Sementara keinginan pihak sekolah untuk membangunan ruang labor, aula dan perpustakaan besar kemungkinan akan dibangun ke arah timur. Ini jika di bagian utaranya tetap dibangun lapangan tembak. Pemprov: Tak Akan Berpolemik Lagi Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau memastikan venus menembak yang berada di Rumbai tidak berpolemik lagi. Bahkan sebagai feedback-nya, lahan 1,8 hektare akan dikelola menjadi tiga sarana yang bermanfaat bagi Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru. ‘’ Pasca tuntasnya permasalahan itu, ke depannya kita telah memutuskan lahan yang ada diareal tersebut digunakan untuk tiga hal yang esensi. Seperti pembangunan venus lapangan tembak, pembangunan sekolah olahraga berstandar internasional dan penambahan ruang kelas SMKN 7. Sehingga dapat bermanfaat untuk bersama,’’ ujar Ketua Harian PB PON Syamsurizal kepada Riau Pos, Rabu (9/2). Saat ditanyakan mengenai kecemasan berbagai pihak tentang efek pembangunan lapangan tembak yang diindikasikan dapat mengganggu kenyamanan proses belajar siswa, Syamsurizal memastikan kalau hal itu tidak akan terjadi. Karena sarana penunjang PON 2012 itu sudah di-design sedemikian rupa, sehingga tidak memberikan imbas positif kepada lingkungan di areal venus menembak tersebut. Syamsurizal juga menambahkan dengan kondisi ini, pihaknya akan menggesa proses pengerjaan venus yang berada di Kecamatan Rumbai itu. Di mana menurut target, tahun 2011 ini pembangunan venues lapangan tembak itu akan rampung. ‘’ Untuk alokasi dana sudah tidak ada masalah lagi. Sebab seluruh biaya pembangunan lapangan tembak itu, menggunakan anggaran pihak ketiga. Bahkan, pihak PT CPI, juga sudah memasang patok untuk menandakan lokasi pembangunan di lahan itu,’’ tuturnya.*** riaupos.co.id dmn sih lokasi ny??jauh gk dri sport center????pnasaran.. |
|
|
|
|
#2059 |
|
Registered User
Join Date: Feb 2010
Location: R I A U
Posts: 14,205
|
sebenarnya udah di pinggiran Kota sih bang, gak jauh dari Gerbang 3 Unilak.
__________________
"Biarlah Badan Berkalang Tanah. Biarlah Mati Tak Tersebut Budi. Tak Akan Surut Langkah Memajukan Bumi Melayu Ini," -H.M. Rusli Zainal-
|
|
|
|
|
#2060 |
|
Registered User
Join Date: Aug 2009
Location: palembang-pekanbaru
Posts: 1,887
Likes (Received): 18
|
dket sport center dg arti nya..udah jauh dri pusat kota itu,,mau d pinggir mana lagi..hehe
biarin aja..d palembang aja lapangan tembak lama nya d antara pemukiman penduduk..sntai2 aja.. ![]() biasa lah..ada pro ada kontra,...hehe.. |
|
|
![]() |
| Tags |
| indonesia, riau |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|