daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy (aug.2, 2013) | DMCA policy | flipboard magazine
Old December 20th, 2012, 09:10 AM   #641
wadezzig
Registered User
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 48
Likes (Received): 0

Indonesia Produksi Pesawat N219 pada 2014




Quote:
Kamis, 20 Desember 2012 14:31 WIB

Jakarta, (tvOne)

Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mengatakan, Indonesia akan memproduksi pesawat N219 pada 2014. "Tahun ini masih dalam tahap desain, kemudian 2013 dibuatkan prototype dan 2014 akan diproduksi," ujar Menristek dalam lokakarya Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional di Jakarta, Kamis.

Pesawat yang mempunyai kapasitas 19 penumpang tersebut, akan melayani wilayah pegunungan dan sulit dijangkau.

Pesawat N219 adalah pesawat yang mempunyai dua baling-baling dan hanya membutuhkan landasan 500 meter. "Angkutan udara memang diperlukan karena cepat, sarana mempersatu bangsa, menjangkau daerah terpencil, dan juga menunjang sektor lain." Kemristek sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp310 miliar yang digunakan untuk pembuatan prototype. Produksi pesawat tersebut melibatkan sejumlah lembaga seperti Lapan, PT DI, dan BPPT, katanya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tejasukamana, mengatakan bahwa pada tahun 2013 akan diproduksi empat pesawat prototype yang digunakan untuk uji terbang dan uji struktur. "Hampir 70 persen bandara di Indonesia mempunyai landasan di bawah 800 meter," ujar Bambang.

Pesawat N219 tersebut, lanjut dia, sudah dipesan oleh sejumlah maskapai penerbangan sebanyak 50 unit. Namun sebelum dijual, kata Bambang, pihaknya akan melakukan sertifikasi terhadap pesawat tersebut.

Bambang mengatakan, pesawat yang dibuat tersebut lebih murah dibandingkan pesawat sejenis yang diproduksi negara lain. Selain itu, pada tahun 2016 juga menargetkan akan memproduksi N245 dan pada 2017 memproduksi N270, katanya. (Ant)

N245 & N270 ??



sumber
__________________
--------------------------------------

Indonesia against corruption
wadezzig no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old December 20th, 2012, 10:04 AM   #642
kensama
Registered User
 
Join Date: Sep 2012
Posts: 717
Likes (Received): 172

^Pesanan TNI dan pemerintah saja sudah bertahun-tahun gk selesai-selesai. ini malah mau berpetualang dengan proyek-proyek baru
negara-negara maju aja tidak segampang itu untuk R&D satu jenis pesawat dan butuh waktu yang cukup lama
Semoga sukses aja deh
kensama no está en línea   Reply With Quote
Old December 20th, 2012, 10:09 AM   #643
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,970

Heran gw,, kesannya terlalu mengada-ada
Belum pernah terdengar sebelumnya tentang N245 & N270. Apalagi tiba2 muncul berita bakal diproduksi 2016 dan 2017

Jangan-jangan wartawannya yang bodrex
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old December 20th, 2012, 02:47 PM   #644
CounterA
Muhamad Roni (Registered)
 
CounterA's Avatar
 
Join Date: Sep 2012
Location: Jakarta
Posts: 1,828
Likes (Received): 184

Bombastis juga berita PTDI hari ini...

N245 bingung apa perampingan dari N250 atau pengembangan dari CN235-NG dengan orientasi sipil?
Kalau N270 mungkin saja bekerjasama dengan pihak lain dalam mengembangkan N250, mungkin dengan pihak Regio atau pihak mana gitu.

CMIIW

Last edited by CounterA; December 20th, 2012 at 02:55 PM.
CounterA no está en línea   Reply With Quote
Old December 29th, 2012, 04:18 AM   #645
ed1382
Registered User
 
Join Date: Apr 2012
Posts: 448
Likes (Received): 35

Merpati Beli 20 Pesawat Amphibi
Quote:
JAKARTA - PT Merpati Nusantara Airlines tahun depan akan mengoperasikan 20 pesawat amphibi buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Pesawat yang sanggup mendarat di air itu digunakan untuk membuka penerbangan di 300 Kabupaten.

"Pesawat itu nantinya beroperasi di wilayah yang ada pantainya, dan belum ada bandaranya. Kita menggunakan sistem lease purchase (sewa beli)," ujar Direktur Utama Merpati, Rudy Setyopurnomo kemarin. Di pasaran, harga pesawat jenis itu antara USD 4-8 juta per unit.

Rudy mengatakan 20 pesawat amphibi tersebut akan beroperasi di 300 Kabupaten untuk wilayah barat maupun wilayah timur Indonesia. Dia mengaku saat ini pengadaan 20 pesawat amphibi tersebut masih dalam bentuk kajian,"Merpati memposisikan sebagai pasar PT DI," ucapnya

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan (Sekper) Merpati, Herry Saptanto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perusahaan siap memberikan beasiswa ikatan dinas untuk mahasiswa terbaik dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT),"Mereka bisa magang dan juga kerja di Merpati," ungkapnya

Kesiapan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MOU) yang telah ditandatangani Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo dan Ketua YPT Johny Girsang,"Jadi mahasiswa baru YPT ketika lulus nanti akan diserap sebagai calon karyawan Merpati, karena mereka ikatan dinas," tukasnya

Sedangkan Merpati juga mendapatkan nilai tambah dari kerjasama itu. YPT akan menyertakan karyawan Merpati sebagai mahasiswa pada Program Magister (S2) di Institut Manajemen Telkom dan Institut Teknologi Telkom,"Kerjasama akan berlangsung selama tiga tahun dan bisa diperpanjang lagi nanti," cetusnya

Di tempat yang sama, Herrry juga mengatakan kerjasama yang telah direalisasikan laiinnya adalah dengan Bank JabarBanten (BJB). Dalam kerjasama itu, setiap nasabah BJB bisa mendapatkan gratis satu tiket jika membeli satu tiket (buy one get one free) untuk penerbangan yang sama.

Tiket gratis tersebut akan diperoleh, jika memesan tiket pesawat Merpati melalui kartu debit BJB atau melalui ATM (Automatic Teller Machine) BJB,"Ini berlaku untuk pemesanan tiket dari tanggal 12 Desember 2012 hingga 16 Januari 2013 untuk penerbangan Merpati dari tanggal 1 Februari hingga 30 April 2013," jelasnya (wir)
http://www.jpnn.com/read/2012/12/29/...sawat-Amphibi-

wah,sekarang pesawat amfibi?ada yg tau jenis apa?
ed1382 no está en línea   Reply With Quote
Old December 29th, 2012, 05:18 AM   #646
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,970

Kemarin beli N219, sekarang beli pesawat amfibi

Mending tunggu wujud bendanya benar2 ada terlebih dahulu, baru susun anggaran untuk pembelian. Jelas-jelas saat ini merpati digolongkan kedalam BUMN mayat oleh Dahlan Iskan
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old December 29th, 2012, 02:28 PM   #647
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,491
Likes (Received): 1341


basarnas beli helicopter dauphin ke PT.DI
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old December 29th, 2012, 02:32 PM   #648
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,491
Likes (Received): 1341

Februari 2013, PT.DI Siap Beri Kejutan Untuk Indonesia

Quote:
Bandung. Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bidang Sistem Jaminan Mutu Sonny Ibrahim Saleh, berjanji akan memberi kejutan kepada masyarakat di bulan Februari 2013, dengan mengembangkan kembali pesawat yang telah lama tidak terdengar namanya, namun Sonny masih merahasiakan nama pesawat tersebut, hal itu terungkap dalam acara Coffee Morning bersama wartawan, Selasa, (18/12/2012), bertempat di Gedung Pusat Manajemen PT DI jalan Pajajaran Bandung.

Selain akan memberi kejutan, Sonny pun menjelaskan secara panjang lebar berbagai perkembangan PTDI hingga akhir tahun 2012. “PTDI nyaris menjadi perakit pesawat, bila menjadi perakit, PTDI sudah tidak spesial lagi”, ungkap Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bidang Sistem Jaminan Mutu Sonny Ibrahim Saleh.

“PTDI punya kemampuan memperbaiki radar”, ungkap Sonny terkait matinya radar Bandara Soekarno-Hatta, “Kejadian matinya radar sangat membahayakan pesawat”, ungkapnya, “Bandara Husein Sastranegara saja memiliki genset untuk mengantisipasi matinya radar”, tambahnya.

Terkait kerjasama PTDI dengan Sukhoi, Sonny menjelaskan bahwa PTDI melamar ke Sukhoi sebagai sub kontraktor, “Baru kali ini kita bekerja sama dengan Sukhoi”, kata Sonny, “Paling penting dalam kerjasama dengan Sukhoi adalah perhitungan harga per jam buruh”, tambahnya.

“PTDI fokus dalam Delivery Center C-295, C-212, dan Heli Cougar”, ungkap Sonny, “ Delivery Center difokuskan karena bisnis C-295, C-212, dan Heli Cougar berjalan, dan saat ini PTDI sedang tender di Filipina dan merintis di Thailand dan Malaysia, Delivery Center penting agar tidak terjadi saling bertabrakan kepentingan”, ungkapnya.

“Saat ini kontrak PTDI dengan Kemenhan sebesar 8,2 triliun, dari target kontrak senilai 9,5 triliun, dan kontrak telah berjalan 98 persen”, kata Sonny, “Untuk tahun 2013 PTDI menargetkan penerimaan 3 triliun di luar pemesanan pesawat C-235, C-295 dan C-212”, ungkapnya.

Di akhir tahun 2012, PTDI mendapatkan penerimaan untuk perusahaannya sebesar 2,65 triliun dari pesawat, 200 miliar dari komponen, 170 miliar dari perawatan pesawat, dan 80 miliar dari alutista, “Penerimaaan PTDI sebesar 3,1 triliun”, ungkap Sonny, seperti diketahui keuntungan PTDI di tahun 2009 mengalami kenaikan, sedangkan di tahun 2010 dan 2011 mengalami down.

Di akhir paparannya, Sonny menginginkan Gubernur Jawa Barat yang baru harus mendukung PT Dirgantara Indonesia dan membenahi Bandung.
source:http://arcom.co.id/2012/12/18/bulan-...mberi-kejutan/

__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old January 4th, 2013, 03:03 AM   #649
wadezzig
Registered User
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 48
Likes (Received): 0

Pesawat N-219, Harapan Baru Kebangkitan PTDI





Rancangan pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia.


Quote:
Jumat, 4 Januari 2013 | 07:31 WIB

KOMPAS.com - Di tengah kondisi terpuruk, PT Dirgantara Indonesia menggarap lebih dari 40 pesanan perakitan pesawat dan helikopter untuk menyehatkan kondisi perusahaan yang pernah berjaya pada tahun 1980-an itu. Diam-diam PTDI juga menyiapkan pesawat transpor, N-219, yang diharapkan dapat mengisi kebutuhan pasar dunia akan pesawat angkut sejenis.

Sonny Saleh Ibrahim dari Humas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam seminar tentang penyediaan persenjataan TNI AL dan industri dalam negeri, akhir Desember 2012, di Jakarta, menceritakan, pesawat N-219 adalah pesawat jenis short take-off and landing yang dapat beroperasi di landasan pendek, seperti di kawasan timur Indonesia. Pesawat itu punya jarak jelajah sekitar 1.000 kilometer dengan kecepatan 150 knot yang cocok melayani rute perintis.

"Rencana ini strategis sekali. N-219 berukuran lebih kecil dari CASA 212-200 dengan daya angkut 19 penumpang. Ukurannya lebih kurang seperti Twin Otter yang di dunia akan segera berakhir masa operasinya dan juga berpotensi mengisi pasar yang dikuasai Cessna Caravan. N-219 sudah lolos uji tes terowongan angin (wind tunnel)," kata Sonny optimistis.

PTDI sudah mendapat dukungan sejumlah lembaga terkait, seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Sebagai langkah lanjut, PTDI pun menyiapkan tiga prototipe. Kebutuhan dana bagi pembangunan tersebut mencapai 45 juta dollar AS (sekitar Rp 433 miliar). Seandainya dukungan penuh diperoleh, lanjut Sonny, N-219 bisa siap dalam waktu empat tahun sejak 2013.

Peluang kuasai pasar

Namun, biaya tersebut akan tertutup bahkan meraup untung jika N-219 yang harga jualnya sekitar 4 juta dollar AS per unit (sebagai bandingan, harga CASA 212 adalah 7 juta dollar AS per unit) mampu mengisi kebutuhan pasar lokal, regional, dan dunia akan pesawat sejenis Twin Otter yang akan segera pensiun dalam beberapa tahun mendatang. "Dalam waktu dekat, jenis Twin Otter yang pensiun mencapai 90-an unit," kata Sonny.

Dalam hitungan kasar, sekitar 90 unit Twin Otter itu senilai dengan 360 juta dollar AS pesawat N-219 dalam jumlah yang sama. Belum lagi kebutuhan akan pesawat Caravan dan tipe Twin Otter buatan China, YS-5.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, memuji langkah PTDI demi kebangkitan industri strategis Indonesia. "Kemampuan teknis YS-5 buatan China masih di bawah Twin Otter. Kalau N-219 memiliki kemampuan di atas atau setara Twin Otter atau varian barunya, yakni New Twin Otter, tentu kita akan memiliki peluang besar menguasai pasar," kata Dudi.

Dia mengingatkan, pasar dalam negeri harus lebih dahulu direbut. Sejumlah operator yang mengoperasikan pesawat tipe perintis, seperti maskapai Merpati, Air Fast, Wings Air, Trigana, dan Susy Air, haruslah didekati PTDI. Saat ini, operator seperti Air Fast, lanjut Dudi, sudah mengoperasikan jenis New Twin Otter.

Dudi menerangkan, Twin Otter yang berbasis di Kanada membuat pesawat sesuai dengan kebutuhan operator. Twin Otter domestik yang beroperasi di Kanada berbeda karakter dengan Twin Otter yang dioperasikan di Himalaya dan daerah lain.

"Saya berharap PTDI bisa gesit seperti Airbus. Coba lihat betapa Airbus 350 yang belum jadi sudah mendapat pesanan ribuan unit. Belum lagi Airbus dan Boeing sangat tanggap terhadap layanan purnajual. China yang baru mengembangkan industri dirgantara sangat belajar dari rekam jejak Airbus dan Boeing. Kelemahan kita di Indonesia, termasuk di PTDI, adalah mengurus hal-hal seperti diuraikan tersebut," paparnya.

Produk dalam negeri

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam penutupan seminar TNI AL menegaskan, sesuai undang-undang, pihaknya akan mengutamakan menggunakan produksi dalam negeri jika sudah tersedia.

Beberapa waktu sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memuji PTDI yang mengerjakan sejumlah helikopter dan pesawat angkut pesanan Kementerian Pertahanan meskipun perbankan belum mengucurkan dana pinjaman.

Pesawat N-219 adalah salah satu langkah strategis membangun kemandirian dan meraih keuntungan bisnis dirgantara. Waktu akan membuktikan apakah PTDI akan mendapat dukungan dan bekerja sepenuh daya meraih peluang berkembangnya pasar penerbangan dunia serta kebutuhan menghubungkan pulau-pulau dan daerah terisolasi di Indonesia. (Iwan Santosa)
Editor :
Tri Wahono

Pengembangannya sudah dari 2006, mudah-mudahan sekarang pemenuhan kebutuhan dananya lancar jaya



sumber
__________________
--------------------------------------

Indonesia against corruption
wadezzig no está en línea   Reply With Quote
Old January 8th, 2013, 04:07 PM   #650
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,491
Likes (Received): 1341

Habibie & Ainun serta Industry di Perkosa




Quote:
Di sebulan ini, film Indonesia menjadi topik hangat: Habibie dan Ainun. Hingga 3 Januari lalu, penonton mencapai 2,1 juta dalam dua minggu. Angka itu mencatat rekor tertinggi, bahkan kata produsernya akan masuk Museuem Rekor Indonesia (MURI). Kendati belum meraih angka 5 juta penonton bak Laskar Pelangi, Habibie & Ainun, fenomenon.

Menjadi fenomena pula, karena berbagai pihak membicarakan ihwal kisah cinta Habibie dan Ainun. Gosip di media sosial, bicara tentang romantis dan kesetiaan Habibie. Bila sudah sampai di sini, sebagai pria, saya pastilah tak sepadan dengan Habibie.

Kendati demikian, pada kesempatan ini ingin saya menulis, premis tersirat lain di film itu. Tak bisa dipungkiri, terungkap kekecewan Habibie akan industri dirintisnya di saat di ujung pemerintahan Soeharto, terjerembab, terbengkalai, Industri Peswat Terbang Nurtanio (IPTN) - - kini PT Dirgantara Indonesia. Di bagian akhir filmnya Habibie mengajak Ainun ke hanggar pesawat N250. Habibie menggerakkan baling-baling. Tangannya geram. Ia memeluk Ainun.

“Gara-gara ini, waktuku minim untukmu dan anak-anak,” kata Habibie.

“Bayangkan 17.000 pulau di Indonesia butuh alat transportasi cepat, murah.”

Bertekad membangun industri peswat terbang, menderma-baktikan ilmu belajar di Jerman, Habibie pulang dengan semangat cemerlang. Apa lacur, di kemudian hari ia menghadapi kemurungan, pesawat mangkrak berdebu di IPTN. Sebagaimana di film, terang-benderang Habibie menghadapi vendor pengusaha culas, terbiasa menyogok, giliran ditolak mengancam bawa-bawa backing. Juga oknum jenderal di awal-awal membangun industri tidak sreg rencana Habibie. Kuat diugaan sang jenderal memang kaki tangan asing.

Asing-Aseng di ranah kongkalingkong.

Di lapangan sebagaimna pernah saya verifikasi, saya menemukan seorang saksi membayar kolomnis untuk menembus KOMPAS dan TEMPO seharga US $ 5.000 perkolom opini. Kolomnis bernama, mereka berikan tulisan 500 kata. Intinya tulisan memojokkan, menjelekkan IPTN dan program Habibie. Puncaknya ketika IPTN membarter peswatnya dengan beras ketan dari Thailand, isu miring pun menjadi-jadi.

Padahal, ketika saya sempat pada 2010 lalu ke Emirat Arab, keluarga Syekh Zayed, memberi tempat terhormat kepada Habibie. Peswat N-235 produksi IPTN mereka cat putih dijadikan pesawat VVIP. Dan bila saya tak keliru, Habibie dijadikan keluarga kehormatan, konon diangkat anak. Maka setiap Habibie ke Emirat Arab, pastilah disambut langsung saudaranya, keluarga raja, dihormati sekali.

Lain halnya di negaranya sendiri. Banyak pihak mencibir. Bahkan ketika beberapa time line saya tulis di twitter Minggu malam, ada follower mengaku industrialis hebat. Ia mengatakan pada 1987 sudah menulis bahwa produktifitas IPTN rendah. Bagi saya sosok orang Indonesia demikian sudah termakan isu luar tak ingin tumbuhnya industri manufaktur untuk kepentingan lokal.

Dan lebih sadis lagi, sebagaimana saksi mata Said Didu, di media sosial mengatakan, di saat pertanggung-jawaban Presiden Habibie di DPR, ada anggota DPR bertindak, maaf, bak kaki empat. Mereka berteriak huuuu di saat Habibie masuk sidang pleno DPR. Dalam perkembangan waktu saya menemukan indikasi fakta nyata, ternyata untuk huuu itu ada dana Rp 50 miliar digelontorkan kepada sebuah fraksi di DPR.

Habibie pun tidak diterima pertanggung-jawabannya di DPR.

Industri peswat terbang RI seakan mangkrak.

Dan kemudian seakan terhenti. Fakta nyata-nyata memang disuruh hentikan oleh IMF, melalui surat resmi yang dituangkan ke nota kesepahaman dalam bantuan IMF terhadap Indonesia untuk tidak meneruskan industri strategis termasuk IPTN.

“IPTN dihentikan karena Habibie ingin membangun pesawat jet N 2130, karena memang terbukti sangat laris di pasaran,” kata Said Didu, Mentan Sekjen Kementrian BUMN, di Twitter.

Apa lacur. Industri strategis kita memang diperkosa. Sama halnya sebagaimana acap saya tulis, perusahaan otomotif seperti Perkasa teknologinya didukung oleh Steir pun mangkrak berserak. Potensi? Jangan ditanya.

Kini simaklah pesawat bagaikan N250, kita membeli dari Cina. Bahkan pesawat jet seperti hendak dibangun oleh IPTN, di format hampir sama, dibeli penerbangan nasional ratusan, menjadi belanja terbanyak dalam sejarah beli-beli pesawat dunia.

Lengkaplah sudah.

Di saat orang heboh film Habibie dan Ainun, mata saya berkaca. Membayangkan sahabat saya seperti Dadang Erawan di Bandung. Ia doktor aeronatika, mantan IPTN. Isterinya di Bandung membuat usaha yoghurt berlabel Odise. Lumayan laris. Entah karena isterinya orang Perancis atau memang ada peruntungan di sana, tapi kegigihannya mengikuti tender-tender dunia di pembuatan wind tunel (terowongan angin) untuk uji kelaikan terbang pesawat, satu dua membuahkan hasil. Paling tidak ada saja order kepadanya di harga US $ 1,5 juta dalam setahun. Bagi saya ini luar biasa, bukti bahwa anak-anak Indonesia mumpuni.

Sahabat satunya lagi Hemat Dwi Nuryanto, pendiri Zamrud teknologi. Saya pun kadang merinding dengan karya-karyanya di aplikasi kini. Otomasi radio 2.0 di jaringan www.diradio.net, adalah karyanya. Ia berkantor di gedung di belakang Masjid Salman, Bandung. Bersama timnya mereka membuat aplikasi otomasi radio RISE, yang memudahkan penyiar, pendengar, pengiklan dalam menyimak mengoperasikan radio. Bahkan seorang penyiar dapat me-remote siaran dari gadget-nya di mana pun ada akses internet. Siaran sambil ngopi di gunung pun bisa. Pengiklan dapat menyimak real time penayangannya. Pemilik tahu pendapatan bisnisnya itungan klik.

Baik Dadang dan Hemat, punya pula teman seangkatan. Nah ini bikin saya marah. Teman meraka itu sudah lama bekerja membuat pesawat tanpa awak untuk Malaysia. Entah untuk apa bagi Malaysia. Saya duga ya untuk memata-matai Indonesia. Maka suatu hari pernah saya laporkan ke Menkopulhukam, Djoko Suyanto, agar anak-anak hebat seperti ini dibawa pulang. Saya diminta ketemu Deputinya, alhasil katanya belum ada anggaran untuk itu. Padahal membawa pulang ajak omong, sementara dengan biaya Rp 5 juta juga beres, lalu berikutnya bisa dibuat rencana kerja, program dan sebagainya.

Brain drain insinyur hebat yang disekolahkan Habibie banyak sekali, bukan hanya seperti cerita di atas. Di industri peasawat Boeing beberapa manajer mantan IPTN.

Maka atas dasar itu, saya lantang saja bicara. Orang Indonesia menghina IPTN, menghina Habibie, dengan huuu di DPR misalnya, lebih jauh membuat segala kehebatan bangsa sendiri mati, sejatinya jasadnya saja manusia. Hatinya tak lebih dari sosok berkaki empat. Mungkin tepatnya manusia berkaki empat anteknya IMF beserta sekutu.

Lain tidak.
source:http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis...sa-523397.html
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old January 17th, 2013, 05:35 AM   #651
bama84
Registered User
 
Join Date: May 2008
Posts: 1,478
Likes (Received): 43

saya harap, segeralah PT. DI bangkit. Disain N-250 PT. DI, sudah diterapkan oleh Airbus- Perancis/ Italia dengan memproduksi pesawat ATR-600 sejenis. Terbukti pesawat propeller sudah sukses di Indonesia untuk rute2 pendek/ perintis.
bama84 no está en línea   Reply With Quote
Old January 18th, 2013, 04:16 PM   #652
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,491
Likes (Received): 1341

Dilstibang-PT.DI-Lapan-Pindad (FFAR 2,75) unyu2 gitu yah..
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old January 19th, 2013, 12:14 PM   #653
v-sun
_-_-_-_-_-_
 
v-sun's Avatar
 
Join Date: Oct 2008
Location: B A N D U N G ™
Posts: 8,484
Likes (Received): 484

212-400 (?) pesenan Thailand.



by Herdiana Firman
__________________
v-sun no está en línea   Reply With Quote
Old January 19th, 2013, 01:59 PM   #654
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,970

Quote:
Originally Posted by bama84 View Post
saya harap, segeralah PT. DI bangkit. Disain N-250 PT. DI, sudah diterapkan oleh Airbus- Perancis/ Italia dengan memproduksi pesawat ATR-600 sejenis. Terbukti pesawat propeller sudah sukses di Indonesia untuk rute2 pendek/ perintis.
Yang terdekat tentunya N-219, kemudian mungkin disusul CN-235NG atau sebagian menyebut itu adalah N-245. cmiiw

Sedangkan N-250 sepertinya diprioritaskan setelah pesawat2 diatas
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old February 4th, 2013, 06:20 PM   #655
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,970

PTDI produksi simulator pesawat CN-235 dan super puma
Senin, 4 Februari 2013 18:36 WIB


Quote:
Banyak orang tidak tahu, PT Dirgantara Indonesia (Persero) selain memproduksi pesawat terbang, juga memproduksi beberapa alat peraga untuk menerbangkan pesawat terbang, atau biasa disebut dengan Flight Simulator (FS).

Ide datangnya usaha pembuatan flight simulator datang dari permintaan pihak Malaysia untuk pesawat CN-235 yang dimilikinya. Mereka mendorong PTDI membuat FS agar para pilot negara itu dapat melatih diri sehingga mereka dapat mengawaki dengan baik pesawat-pesawat CN235 TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) produksi PTDI yang dimiliki.

Permintaan Malaysia ini disambut baik PTDI. Itu guna menangkap peluang bisnis serta mengingat bahwa sistem avionik yang terpasang pada FS CN235 tidaklah jauh berbeda dengan sistem yang ada pada pesawat sesungguhnya. Pengembangan bisnisnya juga tidak jauh beda dengan bisnis utama PTDI dalam merancang dan memproduksi pesawat CN235.

Oleh karena itu, sejak tahun 2000, PTDI melakukan ekspansi usaha dengan merancang bangun dan memproduksi FS CN235. Dan pada tahun 2004, PTDI telah memenuhi pesanan Sapura Technology Malaysia dengan mengirimkan FS CN235, dan pada saat ini Sapura Technology telah memiliki dua unit FS CN235 buatan PTDI.

Dalam membuat sebuah flight simulator pesawat dibutuhkan data base pesawat yang akan dibuatnya, agar FS yang dibuat dapat mencerminkan kondisi pesawat yang sebenarnya. Namun untuk mendapatkan data base tersebut tidaklah mudah dan kalaupun ada, harganyapun sangat mahal.

Selain FS CN235, PTDI juga telah memproduksi beberapa macam simulator, di antaranya FS untuk helikopter Superpuma untuk kebutuhan TNI-AU, flight simulator untuk kapal laut, Nav Trans, Olah Yudha dan untuk kebutuhan Suralaya pembangkit listrik serta simulator untuk menangkap ikan.

Untuk dunia penerbangan, biasa disebut dengan FS, yang dipergunakan untuk melatih para awak pilotnya dengan biaya yang jauh lebih murah dan efisien bila dibandingkan dengan melakukan praktek uji terbang menggunakan pesawat seseungguhnya.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, flight simulator adalah sebuah alat bantu untuk melatih para pilot dalam menerbangkan sebuah pesawat terbang. Alat ini, mensimulasikan kondisi pesawat terbang yang sebenarnya.

Kemajuan teknologi memiliki andil besar dalam pelatihan menggunakan simulator terbang, Kecanggihan simulator terbang saat ini sudah dapat mensimulasikan reaksi terhadap faktor-faktor lingkungan eksternal, seperti kerapatan udara, turbulensi, awan, curah hujan, bahkan mampu membawa karakteristik pesawat tersebut secara lebih nyata lewat simulasi.
Keuntungan Gunakan Flight Simulator

Pada saat ini, baru ada beberapa perusahan di belahan dunia yang mampu membuat flight simulator. Umumnya adalah perusahaan yang telah mengembangkan teknologi tinggi, seperti Amerika dan Perancis. Di negara-negara kawasan Asean, barangkali hanya Indonesia dengan PTDI-nya saja yang mampu membuat FS.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/356...dan-super-puma

Ternyata ide awalnya dari permintaan Malaysia
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old February 4th, 2013, 08:41 PM   #656
embassyofaudrey
Registered User
 
embassyofaudrey's Avatar
 
Join Date: Feb 2012
Location: in u'r heart
Posts: 5,491
Likes (Received): 1341

jelas dari malaysia, CN-235 mereka kan rajin perawatan ke bandung. sementara punya TNI mpot2an.
__________________
#LongLiveIndONEsia
embassyofaudrey no está en línea   Reply With Quote
Old February 5th, 2013, 05:21 AM   #657
acoolguyfromnz
In the brig
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 4,577
Likes (Received): 421

Tinggal di pelajari marketnya dan memilah2 calon konsumernya. PT DI juga hrs ingat di bisnis semua itu masalah kontrol dan cash flow.

Mumpung ekonomi Indonesia lagi booming, cari cara agar produknya bisa spt Korea Selatan. Jgn sampai kehilangan momentum.

Kalau bisa sih export oriented dan jgn jadi tukang jahit.
acoolguyfromnz no está en línea   Reply With Quote
Old February 5th, 2013, 09:58 AM   #658
wadezzig
Registered User
 
Join Date: Dec 2010
Posts: 48
Likes (Received): 0

PT DI Lanjutkan Pengembangan Pesawat N250 Besutan BJ Habibie








Quote:
Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 05/02/2013 15:25 WIB



Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (DI) (Pesero) siap melahirkan kembali pesawat N-250 atau 'The New N-250' peninggalan BJ Habibie. Pesawat komersial yang terhenti pengembangannya sejak 1998 ini, dalam waktu enam bulan ke depan akan diputuskan kelanjutan atau masa depan pengembangannya.

Dirut PT DI, Budi Santoso menjelaskan, tahap awal pihaknya akan melakukan riset atau studi pasar mengenai prospek pesawat bermesin turboprop ini di mata industri penerbangan internasional.

"Kita sedang buat studi pasarnya. Apakah mau pakai desain yang lalu atau ada perubahan di N-250," ujar Budi kepada detikFinance, Selasa (5/2/2013).

Menurutnya, paling cepat 6 bulan ke depan hasil studi pesawat yang telah dikembangkan sejak akhir 1980-an ini mucul. Budi menjelaskan, The New N-250 ini siap masuk ke pasar penumpang berkapasitas 70 sampai 80 penumpang yakni di bawah pesawat jet komersial berpenumpang 100 orang dan di atas pesawat bermesin propeler (baling-baling) berpenumpang 50 orang.

"Market yang ada, 70 sampai 80 penumpang, jadi PT DI jangan sampai salah masuk," sebutnya.

Saingan terberat The New N-250 nantinya adalah pesawat pabrikan asal Eropa yakni Bombardier Q-400 dengan kapasitas 80 penumpang.

"Tapi dari desain kita lebih baik dari Bombardier Q-400," cetusnya.



(feb/dru)

kabarnya RAI juga ngelanjutin proyek ini


sumber
__________________
--------------------------------------

Indonesia against corruption
wadezzig no está en línea   Reply With Quote
Old February 5th, 2013, 12:11 PM   #659
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,970

Bukannya ada kerjasama antara PT DI dengan RAI?
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Old February 5th, 2013, 01:00 PM   #660
Namewee
No We Can't
 
Namewee's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: Tanjungpore
Posts: 5,970

Lanjutkan Pesawat N-250 Besutan Habibie, PT DI Butuh Rp 9,6 Triliun
Selasa, 05/02/2013 17:07 WIB


Quote:
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berencana membangkitkan kembali pesawat N-250 peninggalan BJ Habibie. Untuk bisa terbang dan diproduksi massal, BUMN penerbangan ini membutuhkan dana US$ 1 miliar atau Rp 9,6 triliun.

Dana ini digunakan untuk proses pengembangan ulang hingga menjadi pesawat baru siap produksi.

"Untuk melanjutkan N-250 sampai tersertifikasi dan diproduksi menghabiskan US$ 1 miliar," tutur Direktur Utama PT DI Budi Santoso kepada detikFinance, Selasa (5/2/2013).

Mahalnya biaya untuk melahirkan The New N-250 membuat Dirgantara Indonesia harus betul-betul melakukan studi tentang pangsa pasar dari pesawat yang berhenti dikembangkan sejak 1998 ini.

Selain itu, Budi mengaku BUMN ini tidak bisa berdiri sendiri untuk mendukung pembiayaan The New N-250, sehingga membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan investor.

"Kita belum berani (produksi lagi) sampai kita meyakini. Kita sedang buat studi pasarnya. PT DI jangan sampai salah, kalau salah kita habiskan US$ 1 miliar untuk bikin," tambahnya.

Nantinya, ketika hasil studi pasar dalam waktu 6 bulan ke depan menunjukkan pesawat N-250 layak dilanjutkan, Budi menjelaskan pada pesawat The N-250 akan terjadi perombakan terhadap mesin dan onderdil pesawat. Hal ini dilakukan karena ada beberapa komponen yang sudah diproduksi lagi.

"Sertifikasi harus diulang dan akan diganti, mesin ganti, kalau mesin (N-250 versi lama) sekarang konsumen terbesarnya militer," sebutnya.

The New N-250 nantinya 60% komponennya berasal dari impor, dan sisanya diproduksi di dalam negeri. Namun desain pesawat, 100% dirancang oleh Dirgantara Indonesia.

"Mungkin 50-60% harus dibeli dari luar seperti mesin dan lain-lain," pungkasnya.
Sumber :
http://finance.detik.com/read/2013/0...rp-96-triliun?

PT DI harus punya pabrik baru biar bisa melakukan riset terhadap beberapa kompone yang masih impor
__________________
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia Benar-Benar Dalam Kerugian
Namewee no está en línea   Reply With Quote
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 05:21 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu