daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Surabaya



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old March 12th, 2008, 03:52 AM   #941
ncon
Dangerous User
 
ncon's Avatar
 
Join Date: Apr 2005
Location: singapore-jakarta
Posts: 9,413
Likes (Received): 300

nice density there (on the left)
__________________
Signature was too big and distracting.
ncon no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old March 12th, 2008, 04:52 AM   #942
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,940
Likes (Received): 104

^I post the Surabaya photos - the ones that are not new and does not show construction progress, on the other thread. Here, I believe, are photos of ruko Mangga Dua. The ruko is not new (the one on the left), it was started to get built at the end of 1990s. But the one that has red and blue painting on the right, that is newer, though not sure when the it was built (recently? Judging from the painting which still looks new?):

image hosted on flickr


Here is the one with red and blue painting from different angle:

image hosted on flickr


And here is the inside photo of Tunjungan Electronic Center (TEC) again. Iwe, thanks for correcting!
image hosted on flickr


Thanks iwe for all of the photos!
__________________
**From Surabaya With Love**

Last edited by teddybear; March 12th, 2008 at 03:46 PM.
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old March 12th, 2008, 03:33 PM   #943
iwe
Registered User
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 352
Likes (Received): 52

^
the exterior pic is mangga 2 at jagir, but the last pic is inside tunjungan electronic center (it is new, located next to tunjungan center).... like TP1-TP2 and so on
iwe no está en línea   Reply With Quote
Old March 13th, 2008, 03:34 AM   #944
iwe
Registered User
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 352
Likes (Received): 52

today i'll go to west, then to mega bazaar at gramedia expo then to TP to lunch then to TEC to grab my x360... will post lot of photos later hopefully
iwe no está en línea   Reply With Quote
Old March 13th, 2008, 06:12 AM   #945
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,940
Likes (Received): 104

^Wow great. need some interior photos of Gramedia Expo, but actually, we need more photos of Empire, Cito, Hotel at Diponegoro, Sutos from outside, Ciputra World, etc. Ah, too many requests, I'm so sorry. I think we have to thank you for whatever you have . Thanks iwe for all your photos!
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old March 13th, 2008, 01:17 PM   #946
iwe
Registered User
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 352
Likes (Received): 52

interior of gramedia expo taken
empire... i dont have any business to go there...
cito... never go there yet
hotel.... which ? hmmm
sutos.... will take later if i go there
ciputra world still flat....

well i took the photo using my friend's cam... and i havent transferred the photo to my pc yet, so will upload it later in next few days
iwe no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2008, 01:28 PM   #947
iwe
Registered User
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 352
Likes (Received): 52

update :
image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr


image hosted on flickr


bonus :
image hosted on flickr
iwe no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2008, 03:45 PM   #948
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,940
Likes (Received): 104

^Thanks for update on Cito. It seems like the tower is not that high, I believe it is in the 30-storey. I count about 17 through the middle (so the building is about 34-35 floors?). But I could be wrong.

Gramedia is just for expo just like its name, judging from the roof, this is not for the wedding. But I think the place is too small for big expo. If Surabaya seriously wants to become a convention city, it needs a huge/big convention type or expo building, and at this moment, I do not think even Jatim Expo qualify. And what nice food you have? What restaurant this time?

And that TS is Sutos from afar, it is not so hi-rise!

This view is getting more dense with Cito, before just a lonely Graha Pangeran:

image hosted on flickr


Thanks, i
__________________
**From Surabaya With Love**

Last edited by teddybear; March 15th, 2008 at 06:19 PM.
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2008, 05:05 PM   #949
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Yupp, it's a pity that Cito tallest tower will not be as high as showed in the original rendering. However, it is still an amazing addition to Bundaran Waru skyline. With Graha Pangeran beside it and the surrounding Waru-Juanda Highway, it definitely bring a beautiful view (especially night skyline when building and road light is on) to Southern Surabaya.

The problem is, from where we can take the pics ? We don't have highrise building opposite (the best is from southeast direction) Cito to take the pic.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old March 15th, 2008, 05:30 PM   #950
iwe
Registered User
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 352
Likes (Received): 52

if cito built as high as the original plan then we'll see 9/11 in surabaya lol
sutos is 5-8 stories i think.... not so high

the food is at tawan galaxy mall.
iwe no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2008, 05:28 AM   #951
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Mengurai Kesemrawutan Jalur Maut



Pelebaran, Solusi Mengurangi Kecelakaan di Jalan Kalianak
Di Surabaya, ada tujuh jalan yang masuk kategori black spot (kawasan rawan kecelakaan). Di antara tujuh jalan itu, Jalan Kalianak selalu menduduki posisi pertama.

Tak heran, kawasan tersebut sering dijuluki sebagai jalur maut. Itu tak lepas dari seringnya terjadi kecelakaan di sana. Lihat saja data berikut. Sepanjang 2007, terjadi 17 kali kecelakaan berat. Korbannya mencapai 25 orang. Rinciannya, meninggal 12 orang, luka berat 9 orang, dan luka ringan 4 orang. Dari data itu diketahui, setiap bulan ada satu nyawa yang menjadi "tumbal" Jalan Kalianak.

Tingginya angka kecelakaan itu terus berlanjut pada 2008. Hingga pertengahan Maret, terjadi 14 kasus kecelakaan dengan jumlah korban 16 orang. Rinciannya, 5 orang meninggal dan 11 luka ringan. Artinya, setiap dua minggu, satu nyawa melayang di kawasan tersebut.

Mengapa Kalianak menjadi jalan maut? Banyak faktor yang membuat jalan itu masuk kategori jalur "pembunuh". Sebagai pintu masuk Surabaya di wilayah utara, berbagai jenis kendaraan lalu lalang di sana. Belum lagi, puluhan pabrik berdiri di kawasan tersebut. Dengan demikian, kendaraan yang melintas didominasi kendaraan-kendaraan berat.

Beban berat itu sangat tidak sebanding dengan luas jalan tersebut. Lihat saja, lebar Jl Kalianak hanya enam meter untuk dua arah. Dengan kondisi itu, bila lalu lintas padat, tentu laju kendaraan harus merambat.

Selain itu, ada jarak yang cukup tinggi antara bahu jalan dan badan jalan. Akibatnya, sepeda motor kerap terpeleset jika ingin kembali ke badan jalan setelah terperosok ke bahu jalan.

Belum lagi, kondisi jalan yang buruk. Banyak lubang menganga yang siap menjebak, khsusunya bagi pengendara motor. Hampir seluruh korban meninggal adalah pengendara motor.

Terlebih pada musim hujan seperti saat ini. Ketika lubang tergenang air, banyak pengendara motor yang terperosok. Karena jalan penuh dengan kendaraan berat, begitu jatuh, pengendara langsung diterjang kendaraan besar di belakangnya. Akibatnya bisa ditebak. Meski jatuhnya tidak seberapa, korban tewas karena terlindas truk.

Dengan kondisi seperti itu, rekayasa lalu lintas mustahil dilakukan. Satu-satunya cara, petugas "hanya" mengingatkan pengendara untuk berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.

Dengan kondisi itulah, sejak awal tahun ini, pemerintah berinisiatif memperlebar jalan yang menjadi pintu masuk dari arah Gresik tersebut. Sesuai rencana awal, panjang jalan yang dilebarkan mencapai 11,5 km. Rutenya dimulai dari Jalan Perak Barat (depan pabrik Palmboom) dan berakhir di pertigaan Jl Osowilangun.

Proyek pelebaran Jalan Kalianak itu sebenarnya satu paket dengan proyek Middle East Ring Road (MERR)-II. Anggarannya Rp 165 miliar (dengan asumsi per km butuh biaya Rp 15 miliar). Dana tersebut dibagi dalam tiga tahun anggaran, 2006-2008 dan diambilkan langsung dari APBN. Pada tahap pertama, pemerintah pusat telah mengucurkan Rp 58 miliar.

Anggaran untuk pengadaan lahan ditanggung bareng pemkot Surabaya-Pemprov Jatim. Hingga saat ini, setidaknya pemkot telah mengucurkan anggaran Rp 17,5 miliar. "Tahun lalu Rp 10 miliar, tahun ini Rp 7,5 miliar," kata Kadis Binamarga dan Pematusan Pemkot Sri Mulyono.

Rencananya, Jalan Kalianak diperlebar menjadi dua lajur pada masing-masing sisi jalan. Di tengah-tengah jalan itu, dipasang separator yang akan dibuat jalur hijau dengan lebar empat meter. Nantinya, lebar jalan tersebut akan menjadi 14 meter plus empat meter separator.

Untuk tahap awal, Dinas PU Binamarga melebarkan jalur itu sepanjang 5,7 km. Yakni, mulai dari Jl Kalianak hingga Osowilangun. Ditargetkan, proyek tersebut tuntas sebelum akhir 2008. Proyek tahap II adalah pelebaran sepanjang 5,8 km dan ditarget tuntas akhir 2010.

Sejak pertengahan tahun lalu, proyek tahap I sudah berjalan. Hasilnya tergolong memuaskan. Baik dari penyediaan lahan maupun pekerjaan konstruksi. "Kami perkirakan, sebelum akhir tahun tuntas semua," kata pimpro pelebaran Kalianak, Sutoyo.

Optimisme pelaksana proyek itu lumrah. Maklum, semua kebutuhan yang diperlukan untuk proyek tersebut tergolong "lancar". Untuk anggaran konstruksi misalnya, pusat sudah mengucurkan seluruh kebutuhannya. Demikian juga anggaran pembebasan lahan. Hingga kini, dana yang dikucurkan mencapai Rp 26,5 miliar.

Kebutuhan lahan yang selama ini kerap jadi masalah juga tergolong lancar. Maklum, untuk tahap I itu, pelaksana proyek cuma membebaskan lahan milik pemkot dan lahan pabrik di sana.

Tercatat ada 91 lahan milik pabrik sepanjang empat kilometer yang dikepras. Hingga kini, masih ada sisa 2,5 km lagi lahan yang belum dimanfaatkan. Karena status lahan itu, prosesnya pun tidak rumit. Maklum, lahan pabrik tersebut termasuk kategori fasum. Termasuk, pelaksana proyek tidak perlu mengeluarkan biaya.

Praktis, untuk proyek tahap I, pelaksana proyek hanya membebaskan lahan milik penduduk yang biasa dipakai tambak. "Jadi, bisa dibilang tidak ada masalah," kata Sutoyo.

Kalaupun ada lahan yang belum dibebaskan, diperkirakan tidak akan butuh waktu lama. Sebab, lahan itu milik pemkot. Bahkan, saking mudahnya, pelaksana proyek baru menghabiskan dana Rp 5 miliar untuk pembebasan lahan.

Bagaimana tahap konstruksi? Untuk proyek pelebaran tahap I, selama tujuh bulan berjalan, progress report-nya telah mencapai 42 persen. Angka itu tergolong cepat untuk sebuah proyek pembangunan fasilitas di metropolis. Malah, di beberapa titik, proyek tersebut tergolong tuntas. Contohnya, di titik Morokrembangan.

Proyek tahap I itu terdiri atas enam titik. Dari enam titik tersebut, tiga di antaranya tuntas. Yakni, di Kelurahan Greges, Tambaklangon, dan Osowilangun. Yang masih belum tuntas berada di Kelurahan Kalianak dan sebagian Osowilangun.

Satu titik hingga saat ini belum tersentuh proyek. Yakni, di Kelurahan Perak Barat-Morokrembangan. Penyebabnya, pelaksana proyek belum tuntas menyelesaikan pembebasan lahan. "Namun, semuanya segera beres kok. Pemkot sudah menginventarisasi. Tinggal menunggu penyelesaian," ujarnya.

Taken from Jawapos, Mar 16, 2008
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2008, 02:07 PM   #952
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,373
Likes (Received): 44

Kembaran Suro dan Boyo Bakal Muncul di Kalimas

suarasurabaya.net| Kota Surabaya dalam tahun 2008 ini akan menambah lagi satu icon kota. Patung Suro dan Boyo berupa ikan hiu dan buaya yang selama ini menjadi tetenger kota terletak di depan Kebun Binatang Surabaya akan memiliki kembarannya di pinggir Kalimas sebelah Utara Monkasel.



Patung Suro dan Boyo ini akan berada di dalam kawasan bernama Arena Ketabang. Tingginya sekitar 15 m, yang berarti bakal lebih tinggi dari Patung Suro dan Boyo di depan KBS yang hanya sekitar 10 m tingginya.

Berbeda dengan saudara kembarnya, Patung Suro dan Boyo di Arena Ketabang ini nantinya tidak akan saling menggigit ekor. Dari mulut Suro sang Hiu, akan keluar air mancur yang jatuhnya ke Kalimas.

Icon baru Kota Surabaya ini merupakan satu dari 5 sub area dalam Arena Ketabang. TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya pada suarasurabaya.net, Selasa (11/03) mengatakan selain Patung Sura dan Boyo yang ada dalam Plaza Area, ada juga BMX Flat Area, BMX Street Area, Tribune Area dan Skate Park Area.



Area ini memanjang 285 meter mulai dari Monkasel hingga ke jembatan WTC dengan lebar sekitar 16 meter.

Dibangunnya arena permainan BMX dan Skate Board di lahan milik Perum Jasa Tirta I ini, kata RISMA, untuk mewadahi kegiatan anak-anak muda di Surabaya terutama yang hobi bermain skate board atau bersepeda BMX.

“Memang ada permintaan dari mereka. Kita pikir, daripada mereka tidak ada wadah dan lagipula mereka cukup berprestasi di tingkat nasional, ya kita beri ruang saja pada mereka selain yang sudah ada di Taman Bungkul sekarang,” ujar RISMA.

Dibangunnya Patung Suro dan Boyo dalam Plaza Area, kata RISMA, untuk menegaskan kesan public area di kawasan tersebut. Jadi, bukan hanya penggila skate board atau sepeda BMX saja yang boleh menikmati kawasan tersebut dengan gratis, masyarakat umumpun bisa menikmati indahnya Patung Suro dan Boyo itu nantinya.

Selain memberi ruang pada anak-anak muda beraktivitas, tujuan Pemkot Surabaya membangun Arena Ketabang adalah menjadikan Kalimas sebagai pusat baru aktivitas warga kota. “Ini membuat warga kota menjadi lebih memiliki Kalimas. Mudah-mudahan nanti dengan ini, Kalimas menjadi tambah bersih,” kata dia.

Untuk pembangunan kawasan ini, Pemkot Surabaya mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar dari pos anggaran Dinas Tata Kota. Akhir Maret 2008 ini, menurut RISMA, akan dilakukan lelang proyek, dan diharapkan sebagian proyek ini bisa diresmikan bersamaan hari jadi Kota Surabaya 31 Mei 2008 mendatang.



Untuk menunjang kawasan ini layak menjadi pusat baru aktivitas warga kota, pemkot Surabaya telah mengajukan usulan pembangunan pintu air di kawasan Pelabuhan Kalimas. Ini agar elevasi Kalimas bisa terjaga untuk aktivitas semacam wisata dan olahraga air.

Pembangunan Arena Ketabang ini, jelas RISMA, merupakan bagian dari program Revitalisasi Kalimas. Ke depannya, akan dibangun juga Food Court dan Science Park yang letaknya di bantaran Kalimas lebih ke Utara.(edy)


Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2008, 02:51 PM   #953
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Nice project !!!

Here is another news on Surabaya's development. It's not all about construction that matters, also very important is how we preserve our environment.

Antisipasi Banjir, Surabaya Akan Bangun Mangrove Center

Surabaya - Agar pantai Surabaya tidak terkikis oleh air laut dan terbebas dari genangan banjir, pemkot mencoba membuat terobosan baru dengan membangun Mangrove Center. Rencananya di kawasan Mangrove Center tersebut akan ada pusat budidaya dan juga pengolahan terhadap pohon penahan air laut tersebut.

Pemerintah Kota Surabaya berencana mengandeng pihak luar untuk membangun kawasan tersebut. Pemkot berencana bergabung dengan Jepang. Dan bukti keseriusan Pemkot Surabaya adalah mengirim surat kepada Departeman Kehutanan.

"Saya sudah berkirim surat. Dephut merespon surat tersebut dan akan datang ke Surabaya pada Selasa mendatang," kata Walikota Surabaya Bambang DH di sela-sela penanaman Mangrove di Bozem Wonorejo Rungkut, Minggu (16/3/2008).

Bambang mengatakan, dirinya optimis kalau Mangrove Center ini bisa terbentuk. Sebab kata pejabat lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini, partisipasi masyarakat sangat tinggi. Pemkot ujarnya, menyerahkan perencanaan ini pada Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) untuk merancang dan mendesain kawasan tersebut. Kawasan Wonorejo Rungkut adalah salah satu kawasan Manggrove Center.

"Dananya tidak cukup dari APBD tapi kita juga akan mengandeng pihak swasta untuk membangun kawasan tersebut," ungkapnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemkot Surabaya menanam 10 ribu Mangrove di kawasan Pantai Surabaya di kawasan Rungkut. Pemkot menggandeng berbagai pihak untuk membantu proyek tersebut.
Taken from detiksurabaya.com, Mar 16, 2008


600 Orang Tanam 10.400 Mangrove di Wonorejo

Penanaman pohon mangrove di muara Sungai Jagir di wilayah Kelurahan Wonorejo, Rungkut Surabaya diikuti 600 orang dari berbagai elemen masyarakat dan dibuka Walikota Surabaya.

Secara simbolis kegiatan ini dibuka BAMBANG DH Walikota Surabaya, Minggu (16/03) pukul 07.00 di Bosem Wonorejo. Kemudian dengan menggunakan 10 perahu karet dan 5 perahu nelayan masyarakat dari berbagai elemen ini menuju lokasi penanaman mangrove di tempat bekas yang terkena pembalakan.

Kata IRVAN WIDIYANTO Camat Rungkut yang dihubungi Suara Surabaya usai penanaman mangrove mengatakan, mangrove yang ditanam sebanyak 10.400 bibit. Antara lain 10 ribu bibit bantuan dari Dinas Pertanian, Kelautan, Perikanan dan Kehutanan, serta 400 sumbangan masyarakat.

“Ada sekitar 200 mangrove diberi semacam peneng sebagai tanda siapa yang menanam. Di area seluas 5 ribu meter persegi ini nantinya bisa dilihat kalau kita menyusuri pantai timur. Pasti kelihatan bekas penanam karena di sana dipasang plang,” ungkapnya.

Untuk merawat mangrove yang baru ditanam ini kata IRVAN, di Kecamatan Rungkut ada Forum Peduli Lingkungan tergabung beberapa tokoh masyarakat termasuk Kelompok Tani yang di dalamnya ada Divisi Mangrove.

“Tadi secara simbolis walikota memberikan kepada Divisi Mangrove untuk ditanam, diawasi, sekaligus dipelihara,” ujarnya.

Menurut IRVAN, waktu gagasan ini dilontarkan sambutan masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap aksi menentang pembalakan dan ingin mengembalikan ekosistem.

“Dulu kan di sana banyak binatang nyambik, kera, burung, tapi sekarang hewan-hewan itu sudah tidak ada. Karena itu nantinya dua minggu sekali tanaman ini akan dievaluasi, supaya tetap tumbuh, dan bisa untuk hidup binatang-binatang itu,” tuturnya.

Kata IRVAN, dalam kesempatan ini, Kelompok Tani Wonorejo di hadapan walokota Surabaya membuat sirup dari buah mangrove, namanya “sirup buah magrove bogem”, karena dibuat dari mangrove jenis bogem. BAMBANG DH Walikota Surabaya minta ini untuk dikembangkan supaya menjadi icon Kecamatan Rungkut.

“Saat sirup buah mangrove bogem ini sedang didaftarkan hak patennya ke Departemen Kehakiman. Dan untuk kelayakan konsumsi sedang diuji di Departemen Kesehatan, meskipun saat ini dikonsumsi tidak apa-apa, buktinya tadi pak walikota juga habis minum banyak,” ujar IRVAN.
Taken from suarasurabaya.net, Mar 16, 2008


50.000 Mangrove untuk Muara Wonorejo









Klub Tunas Hijau kembali menambah aksi lingkungannya. Kali ini, hutan mangrove (bakau) di Muara Wonorejo yang dibidik. Melalui programnya bertajuk “50.000 Mangrove untuk Muara Wonorejo”, Klub Tunas Hijau telah berhasil mengajak puluhan pelajar SMP-SMA untuk mulai peduli pada hutan bakau Surabaya yang kini hanya tersisa kurang dari 60%-nya saja. Pada 07 Februari 2008, mereka sanggup menanam 9.600 dari 10.000 bibit mangrove di Muara Sungai Wonorejo, Surabaya.

“Setelah aku tau gunanya, aku mau nanem mangrove. Ternyata gampang-gampang susah ya. Enaknya sih tinggal colok-colok aja, tapi kalau nggak hati-hati, kaki bisa lecet kena karang,” jelas Khalil, pelajar SMP Negeri 9 Surabaya. Memang, semua pelajar yang hadir saat itu terlihat begitu bersemangat, sejak pukul 04.00 pagi, mereka sudah berkumpul di bantaran sungai dan bersiap melakukan penanaman.

“Kegiatan ini memang bertujuan untuk membuka mata semua elemen masyarakat bahwa bakau sangat penting bagi kehidupan manusia,” ujar Satuman, Direktur Konservasi Mangrove Muara Wonorejo Tunas Hijau. Menurutnya, kegiatan ini memang harus dilakukan mengingat mangrove dapat menahan air laut agar tidak bercampur dengan air tanah. Apalagi, mangrove juga dapat menahan ombak air laut agar tidak masuk ke daratan. “Iya, waktu Tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, daerah yang nggak ada mangrove-nya yang rusak lebih parah,” imbuhnya.

Ternyata, program “50.000 Mangrove untuk Muara Wonorejo” tidak dilakukan langsung dalam sehari, melainkan secara bertahap selama setahun. Hal itu dilakukan lantaran terbatasnya waktu penanaman yang menyesuaikan waktu air laut surut. Selanjutnya, melalui teknis tahapan seperti itu, diharapkan semakin banyak pelajar dan masyarakat yang mau bergabung untuk menyelamatkan hutan mangrove Surabaya.

Sejauh ini, Klub Tunas Hijau telah melakukan penanaman mangrove sebanyak empat kali. Diawali dengan penanaman 2200 mangrove pada 1 Januari 2008, ditambah dengan penanaman 3000 mangrove pada 20 Januari dan 500 mangrove lagi pada 22 Januari. Yang terbaru adalah penanaman 10.000 mangrove pada 07 Februari 2008.
Taken from www.tunashijau.org
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote
Old March 16th, 2008, 05:27 PM   #954
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,228
Likes (Received): 1847

Wew I love this Thanks a lot
__________________
Centroval Studio | The Archivetecture
NEW COLLECTION ! -> 22 April 2014 : Changi Airport Collections | Previous Collection -> 9 January 2014 : Jakarta - Singapore - Seoul Skyline

"Amateurs worry about gear - Professionals worry about money - Masters worry about light"
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2008, 05:25 AM   #955
RonnieR
Registered User
 
RonnieR's Avatar
 
Join Date: Jul 2007
Location: Metro Manila
Posts: 5,338
Likes (Received): 1571

Nice pictures of surabaya, I've been to that city!!
RonnieR no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2008, 07:32 AM   #956
Ampelio
...is the art of space
 
Ampelio's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Location: Antapani City
Posts: 6,700
Likes (Received): 729

bbrp hari lalu gua k Surabaya... walau cuma sehari (gak nginep) tapi terasa sekali bahwa pembangunan di Kota Pahlawan ini sdg booming dan menggeliat pesat... banyak kemajuan dan perbedaan mencolok dibanding bbrp bulan lalu

setelah dari Surabaya, selang bbrp hari mengunjungi Kota Semarang, terasa banget bedanya... kok bisa ya, sama2 kota pelabuhan besar di Pulau Jawa.... tapi ibukota Jawa Tengah ini keliatan ketinggalan begitu jauh dengan ibukota propinsi tetangganya di timur itu?
__________________
EVERYDAY URBANISM
Ampelio no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2008, 09:10 AM   #957
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 3,940
Likes (Received): 104

^Saya rasa sama juga pertanyaannya, Kenapa Jakarta jauh lebih maju dibanding Surabaya? Dan aku pikir jawabannya karena Indonesia sistemnya CENTRALIZED. System ekonomi yg korupsi, membuahkan polarized development.

Sedang Surabaya karena dipandang sebagai kota ke-2, dan ibukota Indonesia Timur, maka pembangunan pun diperhatikan. Selain itu, Surabaya sudah merupakan kota dagang penting dari dulu. Solo karena Soeharto regime dari sana. Makassar karena Jusuf Kalla menjabat wakil presiden. Bali karena turisme. Coba daerah lain yang kurang diperhatikan kayak Semarang, Maluku, dlsb. Lebih terkebelakang. Maaf, tapi saya berterus terang.
__________________
**From Surabaya With Love**
teddybear no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2008, 10:14 AM   #958
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,373
Likes (Received): 44

Quote:
Originally Posted by teddybear View Post
^Saya rasa sama juga pertanyaannya, Kenapa Jakarta jauh lebih maju dibanding Surabaya? Dan aku pikir jawabannya karena Indonesia sistemnya CENTRALIZED. System ekonomi yg korupsi, membuahkan polarized development.

Sedang Surabaya karena dipandang sebagai kota ke-2, dan ibukota Indonesia Timur, maka pembangunan pun diperhatikan. Selain itu, Surabaya sudah merupakan kota dagang penting dari dulu. Solo karena Soeharto regime dari sana. Makassar karena Jusuf Kalla menjabat wakil presiden. Bali karena turisme. Coba daerah lain yang kurang diperhatikan kayak Semarang, Maluku, dlsb. Lebih terkebelakang. Maaf, tapi saya berterus terang.
Bukan.... Itu bukan suatu alasan yang tepat. Tetapi komitment dan kemauan pemimpinan dan rakyatnya, ingin maju atau tidak. Coba tengok Gorontalo. Maju kan sekarang???... semua itu bergantung kemauan dan komitment semua pihak didaerah tersebut. Jadi bukan karena cetralistik!!! sekarng sudah otonomi daerah, jadi semua ada didaerah. Tinggal Kemauan!! Surabaya 5 tahun yang lalu benar2 tertinggal setalah berganti walikota dan semua warganya ingin menciptakan pembangunan maka sekarang terwujud kemajuan itu. Perlu diketahui Surabaya memiliki PAD terbesar diIndonesia, dan itu hasil kerja keras orang surabaya. Dan ketergantungan akan APBN kecil sekali.
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2008, 11:46 AM   #959
AceN
Half Geek
 
AceN's Avatar
 
Join Date: Apr 2007
Location: Iacárta
Posts: 11,228
Likes (Received): 1847

^ PAD Surabaya Kota atau Kabupaten Surabaya yang terbesar ?
__________________
Centroval Studio | The Archivetecture
NEW COLLECTION ! -> 22 April 2014 : Changi Airport Collections | Previous Collection -> 9 January 2014 : Jakarta - Singapore - Seoul Skyline

"Amateurs worry about gear - Professionals worry about money - Masters worry about light"
AceN no está en línea   Reply With Quote
Old March 17th, 2008, 12:16 PM   #960
Ebek21
Registered User
 
Ebek21's Avatar
 
Join Date: Jun 2007
Posts: 2,793

Tidak ada Kabupaten Surabaya, hanya ada Kotamadya Surabaya.

Hadi benar, sejak dipegang Bambang DH, kota Surabaya maju pesat. Dahulu jamannya Cak Narto, Surabaya tidak berkembang, stagnan, atau bahkan lebih buruk daripada jamannya Poernomo Kasidi. Bambang DH ini mantan guru, latar belakangnya sederhana, dan tidak neko2 orangnya (well, this is my personal opinion hehe), yang penting kotanya maju di segala bidang. So hasilnya mulai bisa dirasakan sekarang, tidak hanya suasana bisnis yang kondusif, tapi kotanya juga mulai asri dan hijau, plus upaya penanggulangan banjir mulai dilakukan serius, walaupun masih banyak kekurangan. Boleh dikata dalam 2 tahun terakhir ini, banjir di Surabaya sudah jauh lebih bisa dikendalikan drpd dulu, lama dan luas genangan sudah berkurang banyak, terutama di pusat kota.
Ebek21 no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
development, east java, indonesia, surabaya

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 10:04 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu