daily menu » rate the banner | guess the city | one on oneforums map | privacy policy | DMCA | news magazine | posting guidelines

Go Back   SkyscraperCity > Asian Forums > Indonesia Skyscrapers Forum > Metropolitan Construction and Development > Surabaya



Global Announcement

As a general reminder, please respect others and respect copyrights. Go here to familiarize yourself with our posting policy.


Reply

 
Thread Tools
Old August 27th, 2011, 09:37 PM   #11341
ardimusica
Registered User
 
ardimusica's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: surabaya
Posts: 540
Likes (Received): 7

Tahun Ini, Surabaya Tak Miliki Proyek Besar
Tanggal : 2011-08-26

Wali Kota Tri Rismaharini menuturkan, sikap tersebut diambil karena pekerjaan tidak mungkin digarap tahun ini. Dengan estimasi waktu pengerjaan yang lebih dari 12 bulan, bisa dipastikan proyek di lapangan tidak akan selesai akhir tahun nanti. Padahal serapan anggaran tidak boleh melebihi tutup buku di akhir Desember. "Kami tidak ingin terjadi kegagalan konstruksi. Kami tidak ingin menanggung risiko," kata Risma, Kamis (25/8).


Proyek besar ini misalnya pembangunan box culvert Kebon Agung dengan anggaran Rp 38 miliar, box culvert Sidotopo Wetan Rp 29,5 miliar, pembangunan rumah pompa Greges Rp 30 miliar, pembangunan jembatan Kalianyar-Jagalan Rp 2,9 miliar, pembangunan akses jalan menuju TPA Benowo Rp 13,7 miliar, pembangunan RS Soewandhie Rp 26 miliar dan pembangunan gedung kesenian Rp 22,3 miliar.


Risma mengatakan, pemkot sudah mengajukan usulan agar proyek-proyek yang pekerjaan fisiknya membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan di-multiyears-kan. Namun persyaratan multiyears hanya boleh bagi proyek yang sudah masuk dalam KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara).

"Karena itu di tahun 2011 kita tunda, sekarang kita masukkan dulu dalam KUA 2012," papar Risma.


Meski dikebut tahun ini, lanjutnya, waktunya tidak tidak bakal bisa nututi. Beberapa faktor di antaranya adalah APBD baru digedok Maret. Setelah itu lelang membutuhkan waktu satu bulan. Dengan sisa sembilan bulan, proyek tak akan terselesaikan.

"Toh jika kita dipaksakan digarap, berarti Desember tetap harus selesai. Ini tidak bisa. Makanya kita cut, ada proyek yang kita potong-potong," ungkap Risma.


Pemotongan proyek misalnya ada kegiatan pembangunan bangunan sebanyak tiga blok. Karena mepetnya waktu, yang dikerjakan hanya satu blok. Sisa dua blok ditunda. Namun tidak semua proyek bisa dipotong-potong seperti ini.


Di antaranya pembangunan RS Soewandhie dan gedung kesenian. Menurut mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini, proyek RS Soewandhie tidak bisa dipecah.

"Sebab konstruksinya tinggal kecil-kecil dan yang banyak adalah proyek utilitasnya," ujarnya.-ng/bhirawa

http://mti-indonesia.com/index.php/frontend/Berita/3699

mrt / monorail juga belum ada kabar terbaru ya???
surabaya dah macet nya makin parah e..
ardimusica no está en línea   Reply With Quote

Sponsored Links
 
Old August 27th, 2011, 09:43 PM   #11342
ardimusica
Registered User
 
ardimusica's Avatar
 
Join Date: Feb 2011
Location: surabaya
Posts: 540
Likes (Received): 7

deleted-

Last edited by ardimusica; August 27th, 2011 at 09:48 PM.
ardimusica no está en línea   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 03:53 AM   #11343
teddybear
City Reformist
 
teddybear's Avatar
 
Join Date: Sep 2002
Location: Surabaya, Indonesia
Posts: 4,045
Likes (Received): 146

-deleted-
__________________
**From Surabaya With Love**

Last edited by teddybear; August 30th, 2011 at 04:01 AM.
teddybear está en línea ahora   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 01:01 PM   #11344
setiajie
Registered User
 
setiajie's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: Surabaya
Posts: 228
Likes (Received): 2

Lebaran begini paling enak dech lalu lintas di Surabaya, benar-2 nyaman !
setiajie no está en línea   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 03:10 PM   #11345
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,385
Likes (Received): 45

lagi... mau main paksa

Tol Tengah Kota Tetap Jalan
Minggu, 28/08/2011 | 11:26 WIB

Pembaruan kontrak kerjasama dengan investor ditandatangani Menteri PU setelah lebaran.

SURABAYA - Pemerintah pusat tetap menyetujui rencana pembangunan jalan tol tengah kota Surabaya. Menteri Pekerjaan Umum telah menandatangani surat keputusan pembangunan jalan tol tersebut, sementara pembaruan kontrak kerjasama dengan investornya PT Margaraya Jawa Tol (MJT) akan ditandatangani setelah Lebaran mendatang.

“Kami akan menyetujui rencana pembangunan jalan tol tengah kota itu. Tidak alasan yang signifikan untuk menolaknya. Bahkan dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan tol tengah ini akan menjadi kebutuhan,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto usai meresmikan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi 1a, Sabtu (27/8).

Sedangkan rute jalan tol tengah kota yang disetujuinya tidak berubah seperti apa yang direncanakan pihak investor. Kementerian PU memilih rute tol tengah melewati tepi stren rel kereta api dari Wonokromo hingga Perak.

“Setelah kontrak kerja diperbaharui, proses pembangunannya bisa dimulai. Termasuk sosialisasi pada masyarakat, pembebasan lahan, dan mendapatkan dana untuk pembangunan senilai sekitar minimal Rp 6 triliun,” kata dia.

Terkait dengan penolakan masyarakat yang akan tergusur, Djoko menyatakan hal tersebut wajar karena negara ini menerapkan sistem demokrasi. Sistem demokrasi itu pasti ada pro kontra. “Tapi,hal itu akan kami jelaskan ke masyarakat, tentunya dengan dukungan dari media,” kata Djoko.

Disinggung soal penolakan oleh Walikota Surabaya, Menteri Pekerjaan Umum menyatakan akan melakukan dialog. Dia optimistis selalu ada solusi jika ada kebuntuan, termasuk soal rute yang ditolak masyarakat sekitar rel KA. “Semua itu tidak ada yang tidak mungkin. Rute yang diusulkan gubernur lewat di atas Kalimas atau di jalan MERR IIC masih terbuka kemungkinan untuk jadi alternatif rute lainnya,” kata dia.

Menurut menteri, pelaksanaan proyek tol tengah ini paling cepat dilaksanakan pada 2012. Saat ini, Kementerian PU bersama kontraktor proyek ini sedang membahas redesain proyek ini. Akibat adanya penolakan Pemkot Surabaya, Kementerian PU terpaksa membuat alternatif lain.

“Jalan tol tengah kota ini bagian dari jaringan jalan Gerbangkertasusila yang dirancang dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah Jatim. Pengajuannya sendiri dilakukan oleh Walikota Surabaya saat itu, Pak Bambang DH. Sekarang kami akan merealisasikan, tapi malah ditolak. Apakah kalau ganti pejabat, kebijakan RTR-nya harus diganti?” kata menteri.

Sebelumnya, Gubenur Soekarwo menyatakan redesain jalur tol tengah kota ini merupakan solusi atas keberatan Pemkot Surabaya dan warga terkait penggusuran kawasan permukiman di stren rel KA Gubeng.

Gubernur sendiri keberatan jalan tol ini dinamakan “tol tengah kota” dan memilih nama “tol dalam kota” untuk menyebut proyek yang sempat menimbulkan penolakan dan krisis politik di Surabaya.

Lebih lanjut, gubernur juga menyatakan pihaknya sudah melakukan kajian akademis bersama ITS terkait dampak lingkungan pembangunan jalan tol. ”Dari kajian itu, pembangunan tol dalam kota di atas Kalimas tidak ada masalah,” ujarnya.

Dengan tetap akan dilaksanakan pembangunan tol tengah kota ini Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada awal Agusutu lalu sempat minta dukungan Komisi V DPR RI untuk menolak rencana pembangunan tol tengah kota di Surabaya. Dalam pertemuan koordinasi di kantor Gubernur Jawa Timur yang dihadiri anggota Komisi V DPR RI dan Wagub Jatim, Walikota Surabaya memaparkan perbedaan pendapat antara pihaknya dengan pemerintah pusat.

Menurut Risma, salah satu pertimbangan penolakan tol tengah kota adalah karena untuk jalur dalam kota, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan angkutan missal dan jalan alternatif timur dan barat Surabaya. Sedangkan untuk jalan tol, kata Risma, Pemkot Surabaya mendukung sepenuhnya pembangunan ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto yang beberapa ruas jalan tolnya melalui wilayah Kota Surabaya.

"Kami siap mendukung penuh pembangunan jalan Tol Sumo, di antaranya dengan pembebasan lahan. Kami juga sudah menyiapkan jaringan jalan spacing grid non tol. Pada tahap awal sudah kami siapkan jaringan MERR di sebelah Timur dan ke depan kita siapkan jalan lingkar luar Barat untuk mempermudah akses ke Pelabuhan Teluk Lamong," kata dia.

Ruas jalan lingkar luar Barat sepanjang 8 km ini, kata Risma 80 persen lahannya sudah dibebaskan Pemkot dan siap dibangun. Dia berharap pemerintah pusat bisa berkontribusi pada pembangunan jalan lingkar luar Barat ini.

“Kalau jalan ini sudah jadi, kendaraan-kendaraan berat dari arah Malang, Pasuruan, maupun Mojokerto menuju Pelabuhan Teluk Lamong nanti tidak perlu masuk Kota Surabaya dan tidak perlu bayar tol,” kata dia.pur
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 04:44 PM   #11346
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,388
Likes (Received): 62


Ngotot melulu deh soal tol tengah kota

Apa jangan2 proyek pemkot sengaja ditolak pusat biar proyek tol tengah kota jalan mulus gitu
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 05:53 PM   #11347
Isaac Hevel
Registered User
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 12
Likes (Received): 0

waduh iya resek banget. kayaknya kawan2 forumer di sini perlu angkat suara juga. buat dukung pemkot. gag mau lah jadi kota terpolusi.
Isaac Hevel no está en línea   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 06:16 PM   #11348
Isaac Hevel
Registered User
 
Join Date: Feb 2011
Posts: 12
Likes (Received): 0

Tol tengah: mudarat dan manfaatnya bagi Surabaya

Kawan saya Shanty Syahril, aktivis lingkungan dan pemerhati transportasi dari Jakarta, mengirim message di akun FB dan bertanya kepada saya: “Saya mengikuti berita bu Wali menolak jalan tol dalam kota lewat media. Bang Togar masuk yang mana nih?. Pro bu Wali atau pro Pusat & Propinsi?. Boleh dapat informasi kronologis dan perkembangan sebenarnya?”.

Saya langsung merespon pertanyaan Shanty dengan memberi beberapa penjelasan dan pendapat saya. Sebagian pendapat saya sebenarnya sudah ada di Tol tengah masuk domain politik. Untuk lebih menegaskan, saya sampaikan beberapa info kepada Shanty. Bagi saya, tol tengah kota bukan soal pro atau kontra. Ini soal ada manfaat atau tidak. Apakah rencana itu akan membawa kesejahteraan bagi warga kota atau sebaliknya.

Rencana pembangunan tol tengah di Surabaya menjadi isu yang sangat hot bagi media lokal Surabaya dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu terutama setelah DPRD kota Surabaya “memberi persetujuan” terhadap tol tengah. Sebelumnya investor tol tengah PT Margaraya Jawa Tol (MJT) memberikan presentasi dalam suatu rapat tertutup dengan DPRD. Disisi lain Walikota Surabaya menolak rencana itu. Dari sinilah polemik jalan tol tengah menjadi semakin ramai dibahas media.

Rencana pembangunan tol tengah Surabaya sebenarnya sudah dimulai sejak jaman Orde Baru. Di kala itu, group Putra Mahkota Cendana, Bimantara, mendapatkan konsesi sebagai investor jalan tol tengah. Tidak banyak informasi yang bisa dikumpulkan apakah penunjukan PT MJT (group Bimantara kala itu, sekarang ??) itu sudah didukung oleh kelayakan teknis, manajemen dan kelayakan lingkungan. Bisa dibayangkan pada saat itu, jangankan menolak usulan group Bimantara, bertanya tentang kelengkapan administrasi PT MJT pun barangkali tidak ada yang berani.

Berdasarkan pengalaman empiris di berbagai kota di seluruh dunia, jalan tol tidak pernah menyelesaikan persoalan kemacetan kota. Contoh yang paling dekat adalah Jakarta, sebelum jalan tol dalam kota Jakarta dibangun, banyak pihak beranggapan bahwa dengan membangun tol lingkar dalam dan lingkar luar, Jakarta akan bebas dari kemacetan. Kenyataannya, setelah tol dalam kota dan jalan tol lingkar luar Jakarta dibangun, kemacetan di Jakarta malah tambah parah. Di jalan tol sendiri, yang mestinya tidak macet, malah juga mengalami kemacetan.

Orang Jakarta tidak punya pilihan, mereka membayar tol, tapi tetap macet di jalan tol. Akibat pembangunan tol, jalan-jalan di luar tol menjadi macet luar biasa. Arus lalu lintas yang akan masuk dan keluar tol semakin besar. Kawasan persimpangan di sekitar in/out jalan tol, menjadi kawasan terparah kemacetannya.

Bila tol tengah kota dibangun di Surabaya, kemacetan di kawasan persimpangan akan lebih parah dari kondisi Jakarta. Karena jarak persimpangan di rencana tol tengah Surabaya sangat dekat. Menurut pre-design (yang dibuat kemudian), tol akan melintas di tengah kota di sebelah/diatas rel kereta api dari Waru ke Perak dengan jumlah ramp in/out yang sangat banyak dengan jarak antara ramp yang sangat dekat.

Ramp in/out akan dimulai dari Sawo Tratap (bundaran Aloha). Kawasan ini, sekarang saja sudah sering macet. Bila ditambah jalan tol dengan bangunan perlengkapannya, maka kemacetan disini akan sempurna. Ramp in/out berikutnya kurang dari 2 km, yaitu di bundaran Waru. Disini juga akan semakin kompleks permasalahannya.

Tidak sampai 1,5 kilometer, ramp in/out ketiga berada disekitar bundaran Dolog, pertigaan ke kawasan SIER. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa kemacetan di kawasan ini nantinya selama konstruksi dan setelah konstruksi.

Ramp ke empat akan berada disekitar stasiun Wonokromo. Di kawasan ini rencananya akan dibuat interchange yang bertingkat. Ini menjadi pusat kemacetan yang luar biasa. Ramp ke lima akan berada di sekitar Jl. Kertajaya.

Sekitar 1 kilometer dari Jl. Kertajaya, akan ada ramp ke enam di sekitar stasiun Gubeng. Ramp ketujuh ada disekitar jalan Kenjeran. Ramp kedelapan ada di sekitar Jalan Sisingamangaraja dan Perak Barat-Timur.

Bagi anda yang familiar dengan kota Surabaya, membayangkan persimpangan tol yang demikian banyak, tentulah memberi gambaran tingkat kemacetan yang akan terjadi. Bagi anda yang kurang familiar dengan Surabaya, dengan jarak antara ramp yang sangat dekat, sudah bisa menduga tingkat kemacetan yang akan terjadi. Anda tidak perlu menjadi ahli transportasi untuk bisa menghitung tingkat kemacetan yang timbul. Dengan common sense saja , anda akan bisa memperkirakan tingkat kemacetan luar biasa yang akan berdampak pada lalu lintas di seluruh kota Surabaya , akibat ramp di sepanjang tol tengah itu.

Jadi dari satu aspek kemacetan saja, mudarat tol tengah jauuuuhhh lebih besaaar dari manfaatnya. Masih ada beberapa aspek lain yang harus ditinjau dan dikaji secara cermat. Tapi kalau saya bahas disini, nanti posting ini terlalu panjang. Jadi saya sudahi dulu sampai disini.

Sorry klo repost y.ini dpt dari internet.
Isaac Hevel no está en línea   Reply With Quote
Old August 30th, 2011, 07:07 PM   #11349
detta_priyandika
detta_priyandika
 
detta_priyandika's Avatar
 
Join Date: Aug 2011
Location: Surabaya
Posts: 117
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Isaac Hevel View Post
waduh iya resek banget. kayaknya kawan2 forumer di sini perlu angkat suara juga. buat dukung pemkot. gag mau lah jadi kota terpolusi.
setuju bgt wong sudah tau dampaknya tol tengah kayak gimana "Jakarta" masih ngengkel mau dibangun aja . Jangan sampai ada main politik ya
detta_priyandika no está en línea   Reply With Quote
Old August 31st, 2011, 04:43 AM   #11350
setiajie
Registered User
 
setiajie's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: Surabaya
Posts: 228
Likes (Received): 2

Pusing ngurusin jalan tol tengah kota ...
setiajie no está en línea   Reply With Quote
Old August 31st, 2011, 11:21 AM   #11351
levyphobia
abdi negara
 
levyphobia's Avatar
 
Join Date: Sep 2010
Location: j-town
Posts: 587
Likes (Received): 99

Quote:
Originally Posted by Isaac Hevel View Post
Tol tengah: mudarat dan manfaatnya bagi Surabaya

Kawan saya Shanty Syahril, aktivis lingkungan dan pemerhati transportasi dari Jakarta, mengirim message di akun FB dan bertanya kepada saya: “Saya mengikuti berita bu Wali menolak jalan tol dalam kota lewat media. Bang Togar masuk yang mana nih?. Pro bu Wali atau pro Pusat & Propinsi?. Boleh dapat informasi kronologis dan perkembangan sebenarnya?”.

Saya langsung merespon pertanyaan Shanty dengan memberi beberapa penjelasan dan pendapat saya. Sebagian pendapat saya sebenarnya sudah ada di Tol tengah masuk domain politik. Untuk lebih menegaskan, saya sampaikan beberapa info kepada Shanty. Bagi saya, tol tengah kota bukan soal pro atau kontra. Ini soal ada manfaat atau tidak. Apakah rencana itu akan membawa kesejahteraan bagi warga kota atau sebaliknya.

Rencana pembangunan tol tengah di Surabaya menjadi isu yang sangat hot bagi media lokal Surabaya dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu terutama setelah DPRD kota Surabaya “memberi persetujuan” terhadap tol tengah. Sebelumnya investor tol tengah PT Margaraya Jawa Tol (MJT) memberikan presentasi dalam suatu rapat tertutup dengan DPRD. Disisi lain Walikota Surabaya menolak rencana itu. Dari sinilah polemik jalan tol tengah menjadi semakin ramai dibahas media.

Rencana pembangunan tol tengah Surabaya sebenarnya sudah dimulai sejak jaman Orde Baru. Di kala itu, group Putra Mahkota Cendana, Bimantara, mendapatkan konsesi sebagai investor jalan tol tengah. Tidak banyak informasi yang bisa dikumpulkan apakah penunjukan PT MJT (group Bimantara kala itu, sekarang ??) itu sudah didukung oleh kelayakan teknis, manajemen dan kelayakan lingkungan. Bisa dibayangkan pada saat itu, jangankan menolak usulan group Bimantara, bertanya tentang kelengkapan administrasi PT MJT pun barangkali tidak ada yang berani.

Berdasarkan pengalaman empiris di berbagai kota di seluruh dunia, jalan tol tidak pernah menyelesaikan persoalan kemacetan kota. Contoh yang paling dekat adalah Jakarta, sebelum jalan tol dalam kota Jakarta dibangun, banyak pihak beranggapan bahwa dengan membangun tol lingkar dalam dan lingkar luar, Jakarta akan bebas dari kemacetan. Kenyataannya, setelah tol dalam kota dan jalan tol lingkar luar Jakarta dibangun, kemacetan di Jakarta malah tambah parah. Di jalan tol sendiri, yang mestinya tidak macet, malah juga mengalami kemacetan.

Orang Jakarta tidak punya pilihan, mereka membayar tol, tapi tetap macet di jalan tol. Akibat pembangunan tol, jalan-jalan di luar tol menjadi macet luar biasa. Arus lalu lintas yang akan masuk dan keluar tol semakin besar. Kawasan persimpangan di sekitar in/out jalan tol, menjadi kawasan terparah kemacetannya.

Bila tol tengah kota dibangun di Surabaya, kemacetan di kawasan persimpangan akan lebih parah dari kondisi Jakarta. Karena jarak persimpangan di rencana tol tengah Surabaya sangat dekat. Menurut pre-design (yang dibuat kemudian), tol akan melintas di tengah kota di sebelah/diatas rel kereta api dari Waru ke Perak dengan jumlah ramp in/out yang sangat banyak dengan jarak antara ramp yang sangat dekat.

Ramp in/out akan dimulai dari Sawo Tratap (bundaran Aloha). Kawasan ini, sekarang saja sudah sering macet. Bila ditambah jalan tol dengan bangunan perlengkapannya, maka kemacetan disini akan sempurna. Ramp in/out berikutnya kurang dari 2 km, yaitu di bundaran Waru. Disini juga akan semakin kompleks permasalahannya.

Tidak sampai 1,5 kilometer, ramp in/out ketiga berada disekitar bundaran Dolog, pertigaan ke kawasan SIER. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa kemacetan di kawasan ini nantinya selama konstruksi dan setelah konstruksi.

Ramp ke empat akan berada disekitar stasiun Wonokromo. Di kawasan ini rencananya akan dibuat interchange yang bertingkat. Ini menjadi pusat kemacetan yang luar biasa. Ramp ke lima akan berada di sekitar Jl. Kertajaya.

Sekitar 1 kilometer dari Jl. Kertajaya, akan ada ramp ke enam di sekitar stasiun Gubeng. Ramp ketujuh ada disekitar jalan Kenjeran. Ramp kedelapan ada di sekitar Jalan Sisingamangaraja dan Perak Barat-Timur.

Bagi anda yang familiar dengan kota Surabaya, membayangkan persimpangan tol yang demikian banyak, tentulah memberi gambaran tingkat kemacetan yang akan terjadi. Bagi anda yang kurang familiar dengan Surabaya, dengan jarak antara ramp yang sangat dekat, sudah bisa menduga tingkat kemacetan yang akan terjadi. Anda tidak perlu menjadi ahli transportasi untuk bisa menghitung tingkat kemacetan yang timbul. Dengan common sense saja , anda akan bisa memperkirakan tingkat kemacetan luar biasa yang akan berdampak pada lalu lintas di seluruh kota Surabaya , akibat ramp di sepanjang tol tengah itu.

Jadi dari satu aspek kemacetan saja, mudarat tol tengah jauuuuhhh lebih besaaar dari manfaatnya. Masih ada beberapa aspek lain yang harus ditinjau dan dikaji secara cermat. Tapi kalau saya bahas disini, nanti posting ini terlalu panjang. Jadi saya sudahi dulu sampai disini.

Sorry klo repost y.ini dpt dari internet.
klo saya yg warga jakarta sih nyaranin jgn ampe di bangun . dr postingan udah bener bgt di bahas arus kluar-masuk tol yg bikin macet. apalg jaraknya yg cuma sekitar 2KM'an. klo sy kebayangnya di jakarta tuh ky jalan tol by pass. yah coba aj klo hari kerja pas jam berangkat-pulang kantor. semoga pejabat yg berwenang punya hati deh . toh walikota surabaya juga udh berencana membangun transportasi masal
levyphobia no está en línea   Reply With Quote
Old August 31st, 2011, 12:46 PM   #11352
setiajie
Registered User
 
setiajie's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: Surabaya
Posts: 228
Likes (Received): 2

Halo,

Sekedar saran nich, bagaimana kalau jalan tol tengah kota dibangun hanya sampe jalan raya jemursari aja ? jadi namanya diganti aja jalan tol aloha - jemursari. Lumayan supaya usaha toko saya yang di jalan raya jemursari jadi lebih rame karena banyak arus kendaraan yang lewat dari arah Sidoarjo
setiajie no está en línea   Reply With Quote
Old September 1st, 2011, 06:00 PM   #11353
benjamin.tjong
Solo Flyer
 
benjamin.tjong's Avatar
 
Join Date: Nov 2010
Location: The City
Posts: 116
Likes (Received): 0

Quote:
Originally Posted by Hadi View Post
Tol Tengah Kota Tetap Jalan
Minggu, 28/08/2011 | 11:26 WIB
BARBARIC & CORRUPT...

Why is it IMPOSSIBLE to do the most basic rational humane things in this country....
benjamin.tjong no está en línea   Reply With Quote
Old September 1st, 2011, 08:04 PM   #11354
milktea
Registered User
 
Join Date: Aug 2011
Posts: 64
Likes (Received): 3

Wah harus dimasukkan Suara Surabaya biar batal
milktea no está en línea   Reply With Quote
Old September 1st, 2011, 11:23 PM   #11355
setiajie
Registered User
 
setiajie's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: Surabaya
Posts: 228
Likes (Received): 2

siap-2 para pendukung jalan tol tengah kota berdemo ...
setiajie no está en línea   Reply With Quote
Old September 2nd, 2011, 04:49 AM   #11356
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,388
Likes (Received): 62

Berharap jangan sampe tol tengah kota bener2 dibangun. Oh ya, btw gimana kabar terakhir monorail, trem, dan ka gubeng-juanda? Ada perkembangan?
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 3rd, 2011, 03:48 AM   #11357
setiajie
Registered User
 
setiajie's Avatar
 
Join Date: Sep 2009
Location: Surabaya
Posts: 228
Likes (Received): 2

Menyikapi jalan tol tengah kota, saya secara pribadi tidak setuju karena mubazir. Secara peta jaringan jalan tol, sebenarnya kota Surabaya sudah punya jalan tol tengah kota (Jalan tol ruas Tanjung Perak - Waru). Jadi untuk apa membangun 2 jaringan jalan tol yang posisinya cukup berdekatan dan rutenya kurang bagus untuk system transportasi juga maupun pengembangan wilayah.

Memang sudah watak rata-2 orang kita, seorang yang kedudukan lebih tinggi merasa berhak untuk mengatur segala-2nya kan ? Termasuk mungkin ada orang tua juga berperilaku demikian terhadap anaknya.

Menurut saya, win-win solution aja. Daripada dicap sebagai "anak durhaka", okelah, silahkan bangun ada jalan tol tapi bukan tengah kota seperti pada rute-2 tengah kota. Saya setuju saja kalau jalan tol itu dibangun dari aloha sampai raya jemursari saja. Jadi biarlah namanya menjadi jalan tol aloha - jemursari.

Mengapa harus tujuannya di raya jemursari ? Selain menguntungkan saya sebagai wiraswasta juga turut menguntungkan mereka-2 yang punya usaha di raya jemursari. Dari segi transportasi, menurut saya raya jemursari adalah wilayah potensial untuk jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di pusat kota dan sebagai akses langsung juga ke jembatan nasional suramadu.
setiajie no está en línea   Reply With Quote
Old September 3rd, 2011, 05:37 AM   #11358
@b1
Registered User
 
@b1's Avatar
 
Join Date: Feb 2009
Posts: 1,388
Likes (Received): 62

Usul ane gini aja: boleh bangun tol tengah kota tapi dengan syarat harus menggunakan sistem sosrobahu temuan pak Tjokorda seperti pembangunan jalan tol layang Ahmad Yani di Jakarta
__________________
You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain.
@b1 no está en línea   Reply With Quote
Old September 3rd, 2011, 10:45 AM   #11359
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,385
Likes (Received): 45

Quote:
Originally Posted by setiajie View Post
Menyikapi jalan tol tengah kota, saya secara pribadi tidak setuju karena mubazir. Secara peta jaringan jalan tol, sebenarnya kota Surabaya sudah punya jalan tol tengah kota (Jalan tol ruas Tanjung Perak - Waru). Jadi untuk apa membangun 2 jaringan jalan tol yang posisinya cukup berdekatan dan rutenya kurang bagus untuk system transportasi juga maupun pengembangan wilayah.

Memang sudah watak rata-2 orang kita, seorang yang kedudukan lebih tinggi merasa berhak untuk mengatur segala-2nya kan ? Termasuk mungkin ada orang tua juga berperilaku demikian terhadap anaknya.

Menurut saya, win-win solution aja. Daripada dicap sebagai "anak durhaka", okelah, silahkan bangun ada jalan tol tapi bukan tengah kota seperti pada rute-2 tengah kota. Saya setuju saja kalau jalan tol itu dibangun dari aloha sampai raya jemursari saja. Jadi biarlah namanya menjadi jalan tol aloha - jemursari.

Mengapa harus tujuannya di raya jemursari ? Selain menguntungkan saya sebagai wiraswasta juga turut menguntungkan mereka-2 yang punya usaha di raya jemursari. Dari segi transportasi, menurut saya raya jemursari adalah wilayah potensial untuk jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di pusat kota dan sebagai akses langsung juga ke jembatan nasional suramadu.


wah dari kemaren cuman usulnya Aloha hingga jemursari

kalo berpikir egois, demi toko anda, sepanjang jalan ayani toko nya mati semua tuh.. haiyaaa
Hadi no está en línea   Reply With Quote
Old September 3rd, 2011, 10:46 AM   #11360
Hadi
Registered User
 
Join Date: Apr 2006
Posts: 2,385
Likes (Received): 45

Quote:
Originally Posted by @b1 View Post
Berharap jangan sampe tol tengah kota bener2 dibangun. Oh ya, btw gimana kabar terakhir monorail, trem, dan ka gubeng-juanda? Ada perkembangan?
lho katanya untuk KA Gubeng Juanda bukannya dibangun diam2?????
Hadi no está en línea   Reply With Quote


Reply

Tags
development, east java, indonesia, surabaya

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +2. The time now is 11:25 PM.


Powered by vBulletin® Version 3.8.8 Beta 1
Copyright ©2000 - 2014, vBulletin Solutions, Inc.
Feedback Buttons provided by Advanced Post Thanks / Like v3.2.5 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

vBulletin Optimisation provided by vB Optimise (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.

SkyscraperCity ☆ In Urbanity We trust ☆ about us | privacy policy | DMCA policy

Hosted by Blacksun, dedicated to this site too!
Forum server management by DaiTengu